Analisa Penerapan Akuntansi Aktiva Tetap Pada PT. PLN (Persero) Udiklat Tuntungan

SKRIPSI
ANALISA PENERAPAN AKUNTANSI AKTIVA TETAP PADA
PT. PLN (PERSERO) UDIKLAT TUNTUNGAN

OLEH :
NAMA
NIM
DEPARTEMEN

: AMAL KURNIAWAN
: 080522099
: AKUNTANSI

Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh
Gelar Sarjana Ekonomi
2011

Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul: “Analisa Penerapan
Akuntansi Aktiva Tetap Pada PT. PLN (Persero) Udiklat Tuntungan”. Adalah benar
hasil karya sendiri dan judul yang dimaksud belum pernah dibuat, dipublikasikan atau
di teliti oleh maha siswa lain dalam konteks penulisan skripsi program S-1 Program
Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Semua sumber
dan informasi yang diperoleh telah dinyatakan dengan jelas, benar dan apa adanya.
Apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi
yang ditetapkan oleh Universitas Sumatera Utara.

Medan,
Yang

juli 2011
membuat

pernyataan

Amal Kurniawan
NIM : 080522099

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Analisa Penerapan
Akuntansi Aktiva Tetap pada PT. PLN (Persero) Udiklat Tuntungan.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian deskriftif. Jenis
data yang digunakan adalah jenis data primer dan skunder. Teknik pengumpulan data
yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan keperpustakaan. Metode
penganalisaan data yang digunakan adalah metode deskriftif dimana data yang
dikumpulkan, kemudian dianalisa sehingga memberikan keterangan bagi pemecah
masalah yang dihadapi.
Penulis telah melakukan analisis penerapan akuntansi aktiva tetap pada
perusahaan, dan mendapat beberapa kesimpulan yaitu penerapan akuntansi aktiva
tetap yang dimiliki perusahaan cukup baik, memenuhi standard akuntansi keuangan
perusahaan negara.
Kata kunci: Penerapan Akuntansi Aktiva Tetap, Aplikasi GL-Magic Terhadap
Aktiva Tetap, Informasi Aktiva Tetap

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
Intention of this research is to know GL-Magic Application about receipt and
cash release at PT. PLN (Persero) Udiklat Tuntungan.
In this research, writer use the descriptive research method. Data type used
type of data primary and secondary. As for technique of data collecting used
observation, interview and to libarary. Method of data analysing used by descriptive
method where data whice have been collected, then analysed so that give the boldness
for trouble-shooting faced.
Writer have been analysis GL-Magic Application about receipt and cash
release at company, and get some conclusion that is GL-Magic Application which
good enough belonging company, fulfilling epoch demand in technology of state
company. But in this case of financial reporting to head office still use the manual
system and not yet integrated.
Keyword: Accounting Information System, GL-Magic Application, Cash

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena berkat atas rahmatNya penulis
dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai salah satu syarat menyelesaikan pendidikan di
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Medan Program Strata 1 Departemen
Akuntansi
Adapun judul skripsi ini adalah “Analisa Penerapan Akuntansi Aktiva Tetap
Pada PT. PLN (Persero) Udiklat Tuntungan”.
Penulis menyadari bahwa penyajian skripsi ini masih jauh dari sempurna.
Namun demikian penulis telah mencoba dan berusaha agar skripsi ini disajikan dengan
baik. Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun, agar dapat menjadi masukan yang berarti bagi tugas-tugas selanjutnya.
Penulis menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, MEc selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara
2. Bapak Drs. Firman Syarif, MSi, Ak selaku Ketua Program Studi S-1 Akuntansi
dan Ibu Dra. Mutia Ismail, MM, Ak selaku Sekretaris Program Studi S-1
Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Medan.
3. Bapak Drs. Hotmal Jafar, MM, Ak selaku dosen pembimbing yang telah
meluangkan waktunya untuk membimbing dan mengarahkan penulis dalam
menyelesaikan skripsi ini.
4. Bapak Drs.Chairul Nazwar, MSi, Ak selaku dosen penguji I dan Bapak Drs.
Sambas Ade Kesuma, SE, MSi, Ak selaku dosen penguji II.

Universitas Sumatera Utara

5. Pegawai PT. PLN (Persero) Udiklat Tuntungan yang telah bersedia
memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengadakan penelitian.
6. Alm. Ayahanda Nazir dan Ibunda Perdamean yang saya sayangi yang
senantiasa memberikan dukungan moril dan materi kepada penulis dalam
menyelesaikan studi dan skripsi ini.
Akhirnya atas bantuan dan perhatian yang diberikan, penulis ucapkan
terimakasih. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembacaya, dan
semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada kita semua.
Amin.
Medan

Juli 2011

Penulis,

Amal Kurniawan
NIM: 080522099

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

PERNYATAAN………………........…………………..…………………..…............i
KATA PENGANTAR.......……………………...........….……………….………….ii
ABSTRAK...................................................................................................................iv
ABSTRACK.................................................................................................................v
DAFTAR ISI................................................................................................................vi
DAFATAR GAMBAR…………………………………………………………….viii
DAFATAR LAMPIRAN………………………………………………………...…ix
BAB I

PENDAHULUAN…………………………..……………………….1
A. Latar Belakang Masalah.................................................................1
B. Perumusan Masalah........................................................................4
C. Tujuan dan manfaat penelitian.......................................................4

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA....................................................................5
A. Pengertian dan Penggolongan Aktiva Tetap..................................5
B. Masalah Aktiva Tetap...................................................................11
C. Manajemen Aktiva Tetap..............................................................14
D. Penyusutan Aktiva tetap................................................................16
E. Penghentian Aktiva Tetap.............................................................20
F. Penyajian Aktiva Tetap dalam Laporan Keuangan.........................22
G. Tinjauan Penelitian Terdahulu.........................................................25
H. Kerangka Konseptual......................................................................26

Universitas Sumatera Utara

BAB III

METODE PENELITIAN..................................................................27
A. Jenis Penelitian………………………………………………..…27
B. Jenis Data………………………………………………………..27
C. Teknik Pengumpulan Data……………………………………….27
D. Responden…………………………………………………..…...28
E. Metode Penganalisaan Data……………………………………..28
F. Jadual dan Lokasi Penelitian……………………………………29

BAB IV

HASIL PENELITIAN……………………………………………..30
A. Gambaran Umum PT. PLN (Persero) Udiklat Tuntungan……...30
1. Sejarah Singkat Perusahaan………………………………...30
2. Struktur Organisasi Perusahaan…………………………….31
B. Penggolongan Aktiva Tetap Perusahaan…..……………..…….39
C. Perolehan Aktiva Tetap……………………...………………….41
D. Penyusutan Aktiva Tetap……………………………….……….41
E. Penghentian Aktiva Tetap……………………………….……...42

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN……………………………..……...43
A. Kesimpulan……………………………………………….…….43
B. Saran…………………………………………………….……...43

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………..46
LAMPIRAN………………………………………………………………………47

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Judul

Halaman
Gambar 2.1 Kerangka Konseptual………………………………………………26
Gambar3.1 Tabel Jadwal Penelitian dan Penulisan Laporan…………………..30

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN
Nomor

Judul

Halaman

Lampiran Struktur Organisasi PT. PLN (Persero) Udiklat Tuntungan………….47

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Analisa Penerapan
Akuntansi Aktiva Tetap pada PT. PLN (Persero) Udiklat Tuntungan.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian deskriftif. Jenis
data yang digunakan adalah jenis data primer dan skunder. Teknik pengumpulan data
yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan keperpustakaan. Metode
penganalisaan data yang digunakan adalah metode deskriftif dimana data yang
dikumpulkan, kemudian dianalisa sehingga memberikan keterangan bagi pemecah
masalah yang dihadapi.
Penulis telah melakukan analisis penerapan akuntansi aktiva tetap pada
perusahaan, dan mendapat beberapa kesimpulan yaitu penerapan akuntansi aktiva
tetap yang dimiliki perusahaan cukup baik, memenuhi standard akuntansi keuangan
perusahaan negara.
Kata kunci: Penerapan Akuntansi Aktiva Tetap, Aplikasi GL-Magic Terhadap
Aktiva Tetap, Informasi Aktiva Tetap

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
Intention of this research is to know GL-Magic Application about receipt and
cash release at PT. PLN (Persero) Udiklat Tuntungan.
In this research, writer use the descriptive research method. Data type used
type of data primary and secondary. As for technique of data collecting used
observation, interview and to libarary. Method of data analysing used by descriptive
method where data whice have been collected, then analysed so that give the boldness
for trouble-shooting faced.
Writer have been analysis GL-Magic Application about receipt and cash
release at company, and get some conclusion that is GL-Magic Application which
good enough belonging company, fulfilling epoch demand in technology of state
company. But in this case of financial reporting to head office still use the manual
system and not yet integrated.
Keyword: Accounting Information System, GL-Magic Application, Cash

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Tujuan utama akuntansi adalah untuk memberikan informasi keuangan yang
dipergunakan pihak manajemen perusahaan maupun pihak-pihak lain di luar
perusahaan, seperti pemegang saham dan kreditur dalam rangka pengambilan
keputusan. Bagi manajemen perusahaan, akuntansi sebenarnya adalah alat untuk
memberikan informasi tentang kejadian-kejadian yang berisifat finansial dalam satu
periode tertentu. Dengan demikian pihak manajemen mampu menguasai keadaan
perusahaan dan dapat menguasai jalannya perusahaan.
Pada perusahaan yang masih kecil pengelolaan aktiva yang diolah tentunya
masih terbatas, sehingga cara dan teknik pengelolaan aktiva yang konvensional
mungkin masih memadai digunakan untuk melayani seluruh kebutuhan perusahaan.
Namun, dengan semakin berkembangnya perusahaan, maka akan diikuti pula dengan
semakin kompleknya pengelolaan aktiva yang dimiliki. Perkembangan dunia usaha
yang begitu pesat telah mendorong para usahawan yang bergerak dibidang industri,
dagang dan jasa untuk mengembangkan cara-cara inovatif dalam pengelolaan
informasi untuk mencapai tujuan perusahaan secara optimal dengan memperhatikan
efesiensi dan efektifitas usaha.
Majunya dunia usaha juga mengakibatkan sistem pengelolaan aktiva yang
semakin kompleks sehingga memerlukan pengelolaan dengan menerapkan prinsip

Universitas Sumatera Utara

akuntansi yang tepat dan akurat dalam rangka pencapaian tujuan perusahaan dengan
efesien dan efektif.
Perusahaan apapun baik perusahaan dagang perusahaan jasa maupun
perusahaan industri pada umumnya membutuhkan faktor-fakor produksi dalam upaya
menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan. Faktor-faktor produksi tersebut pada
umumnya diperlukan dan dapergunakan untuk mencapai tujuan perusahaan. Salah satu
faktor produksi adalah aktiva tetap. Aktiva tetap adalah harta perusahaan yang
dipergunakan dalam aktivitas operasi yang bersifat tengible yang dimaksudkan untuk
tidak di jual yang digunakan dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan masa
pemakaiannya mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun seperti tanah, gedung,
kendaraan, mesin dan lain-lain.
Aktiva adalah suatu harta kekayaan yang dimiliki setiap perusahaan yang harus
mendapat perhatian secara khusus. Oleh karena itu dibutuhkan pengawasan yang
begitu besar terhadap aktiva tetap. Pengawasan yang baik terhadap aktiva tetap
merupakan penunjang terjaminnya kegiatan operasional perusahaan. Bila terjadi
kesalahan atau kerusakan atas aktiva tetap disebabkan karena kurangnya perawatan
atau perhatian yang diberikan terhadap aktiva tersebut oleh perusahaan yang
bersangkutan, maka dampak yang ditimbulkan adalah kerugian ekonomis yang sangat
besar.
Perusahaan seperti perusahaan dagang akan menginvestasikan dana yang
cukup besar dengan harapan bahwa perusahaan akan memperoleh kembali dana yang
telah diinvastasikan sebelumnya dan demikian juga dengan yang diharapkan para

Universitas Sumatera Utara

investor yang memberikan investasi kepada perusahaan. Permasalahannya terletak
pada jangka waktu dan bagaimana cara pengembalian aktiva yang diinvestasikan.
Aktiva tetap sangat membutuhkan pengawasan dan perhatian yang baik. Oleh
karenanya dibutuhkan perlakuan akuntansi yang baik untuk mengontrol dan
mengawasinya.

Akuntansi adalah proses pengidentifikasian,

mengukur,

dan

melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian adanya
keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.
Informasi yang nantinya akan menjadi sumber bagi para pengambil keputusan dimana
informasi ini sangat berperan penting dan merupakan suatu keharusan bagi setiap
perusahaan untuk menghasilkan informasi akuntansi baik berupa laporan keuangan
maupun laporan lainnya dalam lingkup akuntansi.
Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif, yaitu data yang
diperoleh dari perusahaan dikumpulkan, disusun, diinterprestasikan, dan dianalisa.
Melihat begitu pentingnya informasi akuntansi serta kebutuhan informasi yang tepat,
cepat dan akurat bagi pihak manajemen maupun pihak lainnya yang berkepentingan
dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. PT. PLN (Persero) Udiklat Tuntungan adalah
perusahaan listrik negara unit pendidikan dan pelatihan yang berkedudukan di Jl. Lap.
Golf No. 35 Tuntungan kecamatan Pancur Batu. PT. PLN (Persero) Udiklat
Tuntungan menerapakan akuntansi aplikasi GL-Magic dalam pengelolaan kas, dan
aktiva tetapnya yang menghasilkan informasi tentang kas dan aktiva tetap perusahaan
yang digunakan oleh manajemen sebagai pengambil keputusan.

Universitas Sumatera Utara

Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk membahasnya dalam skripsi
dengan judul “Analisa Penerapan Akuntansi Aktiva Tetap Pada PT. PLN
(Persero) Udiklat Tuntungan.”

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas maka penulis merumuskan permasalahan yaitu:
Apakah penerapan akuntasi aktiva tetap yang digunakan dalam perusahaan sudah
benar-benar dapat diandalkan?

C. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penulis dalam melaksanakan penelitian ini yaitu untuk
mengetahui penerapan analisa akuntansi aktiva tetap.
2. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian adalah sebagai berikut:
a. Untuk penulis, sebagai bahan untuk memperoleh dan mengembangkan
pengetahuan yang mendalam tentan, analisa akuntasi aktiva tetap.
b. Untuk perusahaan, memberikan sumbangan pemikiran yang dapat
dijadikan saran yang bermanfaat.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TIUNJAUAN PUSATAKA

A. Pengertian dan Penggolngan Aktiva Tetap
Pengertian akuntansi adalah proses mengidentifikasikan, mengukur dan
melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan
yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut
Pengertian aktiva tetap Standar Akuntansi Keuangan adalah: aktiva berwujud
yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang
digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka
kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.
Pengertian aktiva tetap menurut Soemarso S.R (2005: 20) Aktiva tetap adalah
aktiva berwujud (tengible fixed asset) yang: (1) masa manfaatnya lebih dari satu
tahun; (2) digunakan dalam kegiatan perusahaan; (3) dimiliki tidak untuk dijual
kembali dalam kegiatan normal perusahaan serta; (4) nilainya cukup besar.
Karakteristik aktiva berwujud bahwa aktiva yang dimiliki perusahaan dapat
digunakan perusahaan secara terus menerus dan memiliki masa ekonomis yang
relative panjang .Aktiva tetap sangat berarti dalam laporan keuangan , kesalahan
menilai aktiva tetap dapat menimbulkan kerugian yang cukup material. Maka
penerapanya harus sesuai dengan Standart Akuntansi Keuangan.

1 . Pembagian Aktiva Tetap

Universitas Sumatera Utara

Menurut Mulyadi (2001),Aktiva tetap berwujud yang dimiliki perusahaan
adalah sebagai berikut :
a.

Tanah dan pematangan tanah

b.

Gedung dan perbaikan gedung

c.

Mesin

d.

Moubel

e.

Kendaraan-kendaraan

Sesuai dengan pengertian yang dikemukakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia
diatas terkait ciri-ciri aktiva tetap,maka seluruh kategori yang terkait pada PT. PLN
(Persero) Tuntungan telah memenuhi satandart akuntansi keuangan atau telah sesuai
dengan standart akuntansi keuangan dimana aktiva tetap ciri-cirinya sesuai Ikatan
Akuntan Indonesia yaitu berwujud dan dimiliki oleh perusahaan tidak untuk dijual
kembali.
2. Penggolongan Aktiva Tetap
Aktiva tetap dapat digolongkan dalam berbagai sudut antara lain :
a. Sudut substansi, Aktiva tetap dapat dibagi :


Tengible Assets (Aktiva tetap berwujud) seperti lahan,gedung,mesin,
dan peralatan.



Intengible Assets (Aktiva tetap tidak berwujud ) seperti Goodwillpaten,Copyright, Hak cipta, Franchise , dan lain-lain.

b. Sudut disusutkan atau tidak


Depreciated plant Assets

Universitas Sumatera Utara


c.

Undepreciated plant assets

Berdasarkan Jenis


Lahan yaitu bidang tanah yang terhampar yang merupakan tempat
bangunan maupun yang masih kosong.



Bangunan gedung yaitu bangunan yang berdiri diatas bumi,baik diatas
lahan maupun air.



Mesin dan peralatan operasi



Kendaraan

terdiri

dari

semua

jenis

kendaraan

seperti

alat

pengangkutan,turk mobil, kendaraan roda dua,dan lain-lain.


Perabot yang terdiri dari perabot kantor,laboratorium,perabot pabrik yang
merupakan isi dari suatu bangunan.



Inventaris (peralatan), yang dianggap alat-alat besar yang digunakan dalam
perusahaan.



Prasarana seperti jalan, jembatan, pagar dan lain-lain.

3. Pengadaan aktiva tetap

Universitas Sumatera Utara

Aktiva tetap diperoleh dengan berbagai cara, dimana masing-masing perolehan
akan mempengaruhi penentuan harga perolehan. Cara perolehan aktiva tetap adalah
sebagai berikut:
a. Pembelian tunai
Aktiva tetap dibel secara tunai dicatat sebesar kas yang dikeluarkan untuk
pembelian aktiva tersebut di tambah dengan biaya-biaya yang dikeluarkan
sehubungan dengan pembelian aktiva tersebut, dikurangi dengan potongan
harga yang diberikan baik dalam pembelian dalam jumlah besar ataupun
karena pembayaran yang dipercepat.
b. Pembelian secara kredit dan jangka panjang
Saat ini kebanyakan transaksi pembelian aktiva tetap dilakukan dengan kredit
jangka panjang. Sisa utang biasanya dibuktikan melalui surat berharga, bukti
hutang hipotik dan lain-lain. Utang ini biasanya dibayar dengan beberapa kali
angsuran dan ditambah dengan bunga.
c. Pembelian dengan surat berharga
Pembelian aktiva tetap dengan surat berharga adalah dengan pengeluaran
obligasi atau saham milik perusahaan untuk ditukar dengan aktiva tetap.
Aktiva tetap tersebut harus dicatat sebesar harga pasar obligasi atau saham
pada saat pembelian. Nilai surat berharga tersebut dicatat sesuai dengan nilai
pari atau nilai nominalnya. Selisih antara harga perolehan aktiva tetap dengan
nilai ominal saham atau nilai obligasi dicatat sebagai agio atau disagio dari
saham atau obligasi tersebut.
d

Aktiva tetap yang diperoleh dari hadiah/donasi

Universitas Sumatera Utara

Aktiva yang di peroleh dari sumbangan hakekatnya tidak menyebabkan
pengeluaraan modal. Kalaupun ada hanyalah biaya untuk memindahkan aktiva
tetap tersebut hingga dapat digunakan sesuai dengan tujuanya.
e. Aktiva yang dibangun sendiri
Beberapa pertimbangan perusahaan membangun aktivanya seniri antara lain:








Memanfaatkan fasilitas yang tidak terpakai atau menganggur
Anggapan hemat biaya atau cost saving
Ingin mendapatkan mutu yang lebih baik
Untuk segera memenuhi kebutuhan, karena perusahaan lain tidak dapat
memenuhi tepat pada saat yang diperlukan.

f. Aktiva tetap yang diperoleh secara pertukaran
Aktiva tetap diperoleh dari perusahaan lain dengan cara pertukaran dari
masing-masing perusahaan yang saling membutuhkan antara aktiva tetap
perusahaan yang satu dengan aktiva perusahaan lain jika itu dipandang lebih
ekonomis
Harga perolehan menurut Zaki Baridwan, yaitu : Harga perolehan aktiva Definisi tetap
adalah jumlah uang yang dikeluarkan atau utang yang timbul untuk memperoleh
aktiva tersebut. Jika aktiva diperoleh dari pertukaran maka harga pasar aktiva yang
diserahkan dipakai sebagai ukuran harga perolehan aktiva yang diterima. Apabila
pasar aktiva yang diserahkan tidak diketahui, maka harga pasar aktiva yang dicatat
sebagai harga perolehan aktiva tetap tersebut.
4. Penggunaan aktiva tetap
Selama masa penggunaan aktiva tetap dalam perusahaan tentu akan mengalami
perbaikan atau pertambahan agar aktiva tetap dapat dipergunakan dengan baik. Selama
penggunaan aktiva tetap perusahaan tidak dapat menghindarkan diri dari pengeluaranpengeluaran aktiva tetap itu sendiri. Pengeluaran itu ada dua macam yaitu:

Universitas Sumatera Utara

a. Pengeluaran pendapatan
Yaitu pengeluaran yang hanya didatangkan untuk tahun dimana pengeluaran
tersebut dilakuakn.
b. Pengeluaran modal
Pengeluaran yang harus dicatat sebagai aktiva.
5. Penyimpanan dan pemeliharaan aktiva tetap
Penyimpanan aktiva tetap seharusnya diletakan pada tempat yang strategis,
artinya tetap tidak terjangkau bagi pihak yang menggunakanya. Aktiva tetap sebaiknya
disimpan dengan diberikan kode, agar lebih mudah untuk diawasi.
Dalam pemeliharaan aktiva tetap terdapat biaya-biaya yang dikeluarkan seperti
biaya reperasi, penambahan, pemeliharaan ,pergantian, perbaikan dan lain-lain

B. Masalah Aktiva Tetap
Peranan aktiva tetap sangat besar dalam perusahaan baik dari segi fungsi,
jumlah dana investasi, pengelolaan dan pembuatanya ering ekali memakan waktu lama
dan pengawasannya sangat rumit.
Menurut Sofyan Syafri Harahap aktiva tetap haru dilihat dari beberapa segi
yang terdiri atas :
a. Preosedur perolehan

Universitas Sumatera Utara

Permasalahan akuntansinya adalah dengan cara bagaimana aktiva itu diperoleh
perusahaan yaitu sejak pembelian, pengangkutan, pemasangan, samapai aktiva
itu siap untuk dipakai dalam proses produksi atau kegiatan perusahaan.
Dalam praktek ada beberapa cara perolehan aktiva tetap yaitu:
1. Pembelian tunai
2. Pembelian dengan kontrak jangka panjang
3. Pembelian adengan surat berharga
4. Diterima dari sumbangan atau di temukan sendiri
5. Dibangun sendiri
6. Tukar tambah

b. Pengawasan aktiva tetap
Dalam hal ini manajemen perusahaan dituntut untuk melakukan perencanaan
dan pengawasan yang tepat agar investasi yang dilakukan perusahaan tidak
merugikan perusahaan. Manajemen juga dituntut untuk menyiapkan anggarn
dan prosedur pengawasan aktiva tetap secara akurat untuk menjamin
pengawasan yang akurat pula.
c. Akuntansi aktiva tetap
Masalah utama pada bagian ini adalah perbedaan besarnya pengakuan
penyusutan dari aktiva tetap. Beberapa faktor yang menentukan besarnya
beban penyusutan adalah harga pokok, nilai residual yaitu nilai taksiran

Universitas Sumatera Utara

realisai (penjualan melalui kas) aktiva tetap setelah ahir penggunaanya atau
pada saat mana aktiva tetap itu harus ditarik dari kegiatn produksi, umur teknis
yaitu taksiran jangka waktu penggunaan aktiva tetap itu dalam kegiatan
produksi, dan pola pemakaian.
d. Perpajakan
Apermasalahan utama dalam perpajakan ini adalah perbedaab pengakuan
besarnya penyusutan yang dibuat perusahaan dengan yang diakui oleh pajak.
Hal ini disebabkan fiskus memiliki peraturan sendiri dalam menghitung
penyusutan dan laba rugi.

e. Pelaporan
Bentuk laporan ini harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah
ditetapkan oleh IAI. Masalahnya adakalanya perusahaan memiliki kebijakan
sendiri dalam pelaporan aktiva-nya di neraca. Selama kebijakan tersebut tidak
menyimpang jauh dari prinsip dasar akuntansi hal ini masih dapat diterima.
f. Analisa pengambilan keputusan dalam memilih aktiva tetap
Penganalisaan ini termasuk yang sulit dilakukan , ini terjadi karena adanya
faktor ketidak pastian yang terkandung dalam suatu rencana. Namun analisa
ini dianggap sangat perlu dilakukan oleh manajemen perusahaan karena
beberapa sebab yaitu:
1. Akibat tentang keputusan investasi aktiva tetap mempengaruhi semua
departemen dalam perusahaan

Universitas Sumatera Utara

2. Keputusan tentang investasi aktiva tetap menyangkut nasib perusahaan
dalam jangka panjang
3. Kesalahan dalam mengambil keputusan akan mempengaruhi perusahaan
dalam jangka panjang dan juga menimbulkan hal yang serius.
4. Keputusan tetang investasi tidak dapat di realisir saat itu juga sehingga
membutuhkan perencanaan yang lebih matang
5. Investasi aktiva tetap memerlukan biaya yang besar dan juga resiko yang
tinggi.
Dengan analisis investasi aktiva tetap yang baik dan tepat di harapkan
akan memberikan nilai tambah terhadap kinerja keuangan perusahaan.

C. Manajemen aktiva tetap
Tujuan perusahaan sebagai mana disebut antara lain mendapatkan laba. Oleh
karena itu maka para ahli menemukan ilmu manajemen yang merupakan pedoman
yang pimpinan perusahaan organisasi dalam mengelola perusahaan untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan perusahaan.
Ilmu manajemen adalah ilmu yang mempelajari bagai mana memanfaatkan
orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Pada umumnya dikenal beberapa fungsi
manajemen yaitu:
a. Perencanaan
b. Pengorganisasian
c. Pengarahan

Universitas Sumatera Utara

d. Pengawasan
Akuntansi sebagai bagian dari ilmu ekonomi yang sangat berkaitan dengan
manajemen merupakan alat pembantu untuk memperlancar tugas-tugas manajemen
terutama dalam fungsi pengawasan dan perencanaan. Dalam fungsi perencanaan,
informasi akuntansi sangat berguna terutama sebagai pensuplai data historis yang
dijadikan dasar dalam penyusunan anggaran atau perencanaan.
Akuntansi menurut Skousen and Stice (2001 : 7), ”Akuntansi adalah suatu sistem
yang menghasilkan informasi kuantitatif, terutama keuangan tentang entitas ekonomi
yang diperlukan untuk mengambil keputusan.”
Fungsi perencanaan berhubungan dengan menganalisis keputusan dalam
memilih aktiva tetap yang akan digunakan oleh perusahaan. Sedangkan pentingnya
pengawasan dikarenakan aktiva tetap merupakan aktiva yang bernilai relatif besar
dalam perusahaan dan oleh karena itu manajemen perlu melakukan perencanaan dan
pengawasan yang tepat agar investasi perusahaan dibidang ini tidak merugikan
perusahaan.
Dari segi manajemen keuangan, aktiva tetap dapat dianalisis melalui analisis
rasio seperti berikut :


Fixed asset turn over =

Rasio ini menujukan berapa kali nilai aktiva tetap berputar bila diukur dari volume
penjualan .


Turn to fixed asset =

Universitas Sumatera Utara

Rasio ini menunjukan berapa besar persentase pendapatan jika diukur dari total aktiva
tetap.


Debt to fixed asset =

Rasio ini menunjukan berapa besar hutang yang dapat ditutupi dengan aktiva tetap


Rasio penjualan terhadap aktiva tetap
Rasio ini dapat menunjukan kearah tendensi perluasan usaha perusahaan, dapat
dihitung sebagai berikut:

• Rasio penyusutan terhadap aktiva tetap
Rasio ini dapat digunakan untuk memeriksa kebenaran kebijaksanaan
perusahaan dalam metode penyusutan dengan rumus:

D. Penyusutan Aktiva Tetap
Aktiva tetap yang digunakan perusahaan dalam menjalankan oprasinya pasti
akan mengalami penurunan produktivitas kecuali tanah. Penurunan produktivitas ini
disebabkan oleh faktor fisik dan faktor funsional. Faktor fungsional akan memebatasi
umur aktiva tetap karena.
1) Ketidak mampuan untuk memenuhi kebutuhan produks.i
2) Perubahan permintaan terhadap barang yang dihasilkan.
3) Kemajuqn teknologi sehingga aktiva tetap tersebut tidak ekonomis lagi.

Universitas Sumatera Utara

Sebagai akibat dari penurunan produktifitas tersebut maka nilai dari aktiva tersebut
juga menurun yang disebut dengan depresiasi atau penyusutan.
IAI dalam PSAK No. 17 memberikan pengertian penyusutan sebagai berikut:
penyusutan adalam jumlah alokasi aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa
manfaat atau estimasi. Penyusutan untuk priode akuntani dibebankan ke pendapatan
baik secara langsung maupun tidak langsung.
Aktiva yang dapat disusutkan adalah aktiva yang:
1. Diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu priode akuntansi
2. Memiliki suatu manfaat yang terbatas
3. Ditahan oleh suatu perusahaan untuk digunakan dalam produksi atau memasok
barang dan jasa untuk disewakan atau untuk tujuan administrasi.
Masa manfaat adalah :
1. Priode suatu aktiva diharapkan digunakan oleh suatu perusahaan
2. Jumlah produksi atau unit serupa diharapkan diperoleh dari aktiva oleh
perusahaan.
Masa manfaat dapat dinyatakan dalam priode waktu seperti bulan, tahun atau priode
oprasi (jam keja) atau unit output.
Pengalokasian biaya aktiva berdasarkan pengurangan manfaat yang diperoleh
dari padanya dikenal dengan tiga istilah yaitu:
1. Penyusutan
Istilah penyusutan digunakan sebagai penyusutan aktiva tetap yang digunakan
berulang-ulang dalam produksi.
2. Depresi

Universitas Sumatera Utara

Istilah ini digunakan sebagai penyusutan aktiva tetap yang berupa sumbersumber alam. Aktiva tersebut tidak dapat dipakai berulang-ulang karena sifat
alamiahnya justru menjadi produksi untuk dijual.
3. Amortisasi
Istilah ini digunakan sebagai penyusutan aktiva tidak berwujud,misalnya paten,
goodwill, dan biaya yang ditangguhkan.
Jika melihat semua keterangan diatas dapatlah ditarik kesimpulan tetang
faktor-faktor

yang menentukan penyusutan-penyusutan priodik yaitu:

1. Harga perolehan
Harga perolehan untuk aktiva tetap adalah seluruh pengeluaran untuk
memperoleh aktiva tetap tersebut hingga siap untuk digunakan .
2. Nilai sisa (residu) atau salvage value
Nilai sisa adalah jumlah yang diperkirakan cukup beralasan untuk
direalisasikan pada saat aktiva tersebut tidak digunakan lagi.
Metode depreiasi atau penyusutan menurut IAI: ”Jumlh yang disusutkan
dialokasikan setiap priode akuntansi berdasarkan waktu selama masa manfaat aktiva
dengan berbagai metode yang sistematis” dintaranya :

a) Metode garis lurus (stright line methode)
Yaitu metode pembebanan biaya selama masa penggunaan, dengan membagi
sama rata secara priodik. Metode ini beranggapan bahawa aktiva tetap
memberi jasa yang sama setiap priode selama umur penggunaan .Menurut
metode ini penyusutan dihitung dengan rumus :
Harga perolehan - Nilai residu
Depresiasi =
Taksiran umur penggunaan

Universitas Sumatera Utara

Contoh:
sebuah aktiva tetap dibeli oleh PT. Rajawali seharga Rp 5.000.000,- dengan
nilai sisa sebesar Rp 1.000.000,- umur ekonomi aktiva tersebut terhiung 4 tahun maka
besarnya penyusutan pertahun adalah :
D=

= Rp 1.000.000,-

Atau
= 25% (Rp 5.000.000,- Rp 1.000.000,-)
= 25% (Rp 4.000.000,-) = Rp 1.000.000,b) Metode pembebanan yang menurun :
• Metode jumlah angka tahun (sum of the years digit method) dalam
metode ini beban depresiasi pada mulanya tinggi dan selanjutnya
menurun. Beban penyusutan ini dihitung dengan cara menjumlahkan
semua angka umur aktiva dengan rumus sebagai berikut :
Depresiasi =


n +1
xn
2

n = umur ekonomis aktiva
Metode saldo menurun/ saldo menurun ganda (declining /double
declining balance methode) yaitu methode yang menghasilkan beban
periodic yang terus menurun sepanjang estimasi umur manfaat aktiva.
Untuk menerapkanya tarif penyusutan garis lurus tahunan harus
terlebih dahulu digandakan.

Masa manfaat Aktiva tetap selain tanah mempunyai masa manfaat
terbatas karena faktor-faktor fisik dan fungsional. Faktor-faktor yang menjadi
pertimbangan dalam mengestimasi masa manfaat suatu aktiva yang dapat
disusutkan adalah:

Universitas Sumatera Utara

a. Taksiran aus dan kerusakan fisik
b. Keusangan
c. Pembatasan hukum atau lainya dalam penggunaan aktiva
Jumlah yang dapat disusutkan adalah biaya perolehan aktiva atau jumlah yang
disubstitusikan untuk biaya dalam laporan keuangan dikurangi nilai sisianya.
Besarnya penyusutan tiap priode akan diakumulasikan samapai sebesar jumalah
yang dapat disusutkan dan besarnya beban penyusutan tiap priode akan di jurnal:
Beban penyusutan

Rp xxxxx

Akumulasi penyusutan


Rp xxxxx

Metode pembebanan menurun
Metode ini disebut juga metode penyusutan dipercepat dimana
menyediakan biaya penyusutan yang lebih tinggi pada tahun-tahun
awal dan lebih rendah pada priode mendatang. Pertimbangan utamanya
adalah lebih banyak penyusutan dibebankan pada tahun-tahun awal
karena aktiva kehilangan pelayanan yang lebih besar pada tahun-tahun
tersebut.

E. Penghentian Aktiva Tetap
Aktiva tetap dapat dihentikan opresinya oleh perusahaan baik secara normal
maupun secara terpaksa dan dilakukan dengan cara :
1. Dibuang
Dalam hal ini diperkirakan aktiva tetap dan akumulasi pnyusutannya harus
dihapuskan dengan mengkredit perkiraan akiva tetap yang bersangkutan

Universitas Sumatera Utara

sebesar harga perolehanya dan mendebet akumulasi penytusutan sampai saat
penyingkirannya. Apabila ada nilsi sianya maka, akan dicatat sebagai rugi atas
penyingkirannya.
2. Dijual
Penyusutan yang terjadi selama peiode tertentu antara tanggal ayat jurnal
penyusutan terakhir dibuat dengan tanggal penjualan harus dicatatkan. Sebagai
ilustrasi diasumsikan penyusutan atas mesin yang harga perolehannya sebesar
Rp 18.000.000,- telah dicatat selama 9 tahun sebesar Rp 1.200.000,- pertahun.
Jika mesin tersebut dijual pada pertengahan tahun ke-10 seharga Rp
7.000.000,- maka pencatatannya adalah:

Kas
Rp 7.000.000,Akumulasi penyusutan Mesin
Rp 11.400.000,Mesin
Rp 18.000.000,Keuntungan atas pelepasan mesin
Rp
400.000,Penjualan aktiva dapat juga terjadi karena konversi terpaksa seperti
kebakaran, banjir, pencurian atau penbebasan.

3. Ditukar

Universitas Sumatera Utara

Prosedur penukaran aktiva ini sama dengan prosedur perolehannya yang
dilakukan melalui pertukaran seperti yang telah diuraikan pada sub bab
sebelumnya.
4. Dinon-aktifkan
Aktiva yang tidak dipakai lagi dalam operasi perusahaan digolongkan atau
dicatat sebagai aktiva lain-lain.
5. Dipakai diluar operasi normal perusahaan
Dalam hal ini aktiva dicatat atau digolongkan sebagai investasi, contoh: tanah
yang dibeli yang tidak diperuntukan membangun pabrik atau bangunan
diatasnya.

F. Penyajian Aktiva Tetap Dalam Laporan Keuangan
Pada setiap ahir priode, pimpinan perusahaan menyajikan laporan keuangan
sebagai laporan pertanggung jawapan pada pemilik perusahaan atau sebagai alat
informasi tentang keadaan keuangan dan jalanya kegiatan perusahaan bagi pihakpihak yang berkepentingan.
Laporan keuangan merupakan sumber informasi yang penting yang di perlukan
oleh pemakai laporan keuangan dalam mengambil keputusan unsur-unsur laporan
keuangan yaitu: neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas dan laporan laba ditahan.
Menurut Baridwan (2000 : 10), ” informasi adalah data yang telah diproses lebih
lanjut sehingga mempunyai arti bagi si penerima dan mempunyai nilai pengaruh atas
tindakan-tindakan, keputusan-keputusan sekarang atau masa yang akan datang.”

Universitas Sumatera Utara

Tujuan laporan keuangan adalah meneyediakan informasi yang menyangkut
laporan keuangan , kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang
bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Standar akuntansi keuangan menganut konsep dasar historical sehingga
penyajian aktiva tetap disajikan sebesar harga perolehan. Nilai aktiva tetap dalam
neraca juga harus memperhatikan nilai yang dibebankan sebagai biaya. Hal ini
disebabkan oleh karena nilai dari aktiva tetap semakain lama semakin menurun sebab
sebagian nilai tersebut

dialokasikan secara sitematis menjadi beban perperiode

melalui penyusutan.
Laporan keuangan harus mengungkapkan, dalam hubungan dengan
setiap jenis aktiva tetap:
a. Dasar penilaian yang digunakan
b. Metode penyusutan yang digunakan
c. Masa manfaat/tarif yang digunakan
d. Jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan pada awal dan ahir priode,
e. Suatu rekonsiliasi yang tercatat pada awal dan akhir priode
Neraca adalah laporan keuangan yang memberikan informai mengenai
hartayang diperoleh dari suatu perusahaan, termasuk informasi mengenai sumber
perolehan harta. Sedangkan laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang
memberikan informasi mengenai laba yang diperoleh dari operasi perusahaan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan penyajian aktiva tetap
disajikan dalam neraca adalah:
1. Akiva tetp disajikan ebesar nilai perolehannya.

Universitas Sumatera Utara

2. Akumulasi penyusutan disajikan sebagai pengurang nilai perolehan, sehingga
nilai buku aktiva dapat terlihat langsung di neraca.
3. Perkiraan akumulasi penyusutan tidak boleh diletakkan disebelah kredit neraca
karena perkiraan tersebut bukanlah perkiraan hutang atau modal, walaupun
perkiraan tersebut bersaldi kredit.
4. Dalam penyajian sebaiknya digunakan istilah ”Akumulasi Penyusutan” atau
”Accumulate Depreciation” atau ”Allowance For Depreciation.
5. Aktiva tetap yang sudah tidak terpakai lagi karena sudah tua atau tidak
ekonomis, tidak boleh dicatat sebagai aktiva tetap tapi digolongkan sebagai
akiva lain-lain dan dicatat sebesar nialai sisa akiva tersebut.

G. Tinjauan Penelitian Terdahulu
nama

judul

Devi Novita

Kebijakan
- Metode Deskriptif
Akuntansi Aktiva
- Metode Komparatif
Tetap pada PT.
Sapta Sentosa Jaya
Abadi Medan

Penggolongan
aktivatetap dilakukan
perusahaan menurut
jenisnya sesuai dengan
SAK. Sehingga
memudahkan
perusahaan dalam
mencatat dan
mengawasi keberadaan
aktiva tetap

Akuntansi Aktiva

PT. Sempurna Jaya

(2005)

Halasan Siregar

Metode Penelitian

- Metode Deskriptif

Hasil Penelitian

Universitas Sumatera Utara

(2005)

Tetap pada PT.
Jaya Sempurna
Medan.

- Metode Komparatif

Laju secara umum
mempunyai kebijakan
Akuntansi Aktiva tetap
yang pada prinsipnya
tidak menyimpang dari
SAK, khususnya PSAK
No. 16 dan No. 17.

Sosa Susanti

Penerapan
Pengakuan dan
Pengukuran Aktiva
Tetap Pada Rumah
Sakit Haji Medan

- Metode Deskriptif

Penerapan Pengakuan
dan Pengukuran Aktiva
Tetap Pada Rumah
Sakit Haji Medan
sudah sesuai dengan
Standart Akuntansi
Keuangan No.16.

Pasaribu (2005)

- Metode Komparatif

Maria
Fransiska Akuntansi Aktiva - Metode Deskriptif
Butar-butar
Tetap Pada PT. - Metode Komparatif
Marc
Dynamics
(2005)
Indonesia Tanjung
Morawa

Aktiva tetap
dikelompokan
berdasarkan fungsi
masing-masing dan
perusahaan memasukan
seluruh pengorbanan
yang terjadi sebagai
akibat dari perolehan
aktiva tetap.

Muhammad Nasir
Salma

Penggolongan aktiva
tetap yang dimiliki
perusahaan sudah
sesuai dengan
karakteristik aktiva
tetap dan dilakukan
dengan cara pembelian
tunai

(2003)

Akuntansi Aktiva
Tetap Pada PT.
Taspen (Persero)
Cabang Medan

- Metode Deskriptif
- Metode Komparatif

H. Kerangka Konseptual

PT. PLN (Persero) Udiklat Tuntungan

Universitas Sumatera Utara

Analisa Penerapan Akuntansi Aktiva Tetap
PT. PLN (PERSERO) UDIKLAT TUNTUNGAN

APLIKASI GL-MAGIC TERHADAP AKTIVA
TETAP

INFORMASI AKTIVA
TETAP

Keterangan :
PT. PLN (Persero) unit pendidikan dan pelatihan tuntungan merupakan
perusahaan listrik negara yang bergerak dalam bidang jasa pendidikan dan pelatihan .
Perusahaan ini memiliki sistem pengelolaan akuntansi. Berdasarkan sistem informasi
akuntansi tersebut data aktiva tetap diolah melalui aplikasi GL-Magic untuk efisiensi
dan efektifitas perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif, yaitu data yang
diperoleh dari perusahaan dikumpulkan, disusun, diinterprestasikan, dan dianalisa
sehingga memberikan keterangan yang lengkap bagi pemecahan masalah yang
dihadapi.

B. Jenis Data
Jenis data yang dipergunakan penulis antara lain:
a. Data primer adalah data yang belum diolah yang didapatkan langsung dari
perusahaan secara langsung melalui pengamatan objek secara langsung dan
wawancara dengan responden.
b. Data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti melalui penelusuran catatan
dan dokumen resmi perusahaan yang terdiri dari struktur perusahaan, sejarah
perusahaan dan dokumen-dokumen lainnya.

C. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah:
a. Observasi yaitu melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek
penelitian seperti data manual perusahaan, aktivitas keuangan, administrasi dan
operasional perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

b. Wawancara yaitu melakukan wawancara yang berupa pertanyaan-pertanyaan
yang berhubungan dengan permasalahan secara langsung dengan pegawaipegawai yang berwenang diperusahaan.
c. Keperpustakaan yaitu pengumpulan data dari berbagai buku teks, diktat kuliah
mengenai kas dan data lainnya yang relevan.

D. Responden
Responden dalam penelitian ini adalah pejabat yang berwewenang dan
karyawan yang terlibat dalam pengawasan perusahaan yang terkait, baik secara
langsung maupun tidak langsung.

E. Metode Penganalisaan Data
Metode yang digunakan untuk menganalisa data adalah Metode deskriptif
adalah metode yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data, disusun,
diinterprestasikan dan dianalisis sehingga menghasilkan keterangan lengkap sebagai
bahan untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

F. Jadual dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini dimulai sejak bulan maret 2011 dilakukan di PT. PLN (Persero)
Udiklat Tuntungan, Jl. Lap. Golf No. 35 Tuntungan Kecamatan Pancur Batu.

Tabel 3.1

Universitas Sumatera Utara

Jadwal Penelitian dan Penulisan Laporan
Tahap Penelitian

Januari
1
2

Bulan
Februari Maret
Maret
1 2 2 3 4 3 4 5

Juni
5

Juni
1 3

Pra Riset
Pengajuan proposal
Penyerahan proposal kepada
dosen pembimbing
Bimbingan dan perbaikan
proposal
Seminar proposal
Riset
Bimbingan dan Penyelesaian
Skripsi
Meja Hijau

Universitas Sumatera Utara

BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum PT. PLN (Persero) Udiklat Tuntungan
1. Sejarah Singkat Perusahaan
Pada dasarnya manusia ingin kemajuan, baik karena dorongan biologis
maupun dorongan psikologis. Keingintahuan tersebut tidak hanya "apa" yang sedang
terjadi tetapi juga "mengapa" tentang keadaan/situasi sekarang maupun keadaan yang
akan datang. Untuk merealisasikan/mencapai hal tersebut, salah satu sarana yang
dibutuhkan oleh suatu organisasi atau lembaga adalah melalui kegiatan pendidikan
dan pelatihan. Karena dengan adanya pendidikan dan pelatihan merupakan suatu
usaha untuk mencapai kelangsungan suatu organisasi/perusahaan dengan tersedianya
orang-orang yang sudah ahli dan terampil dalam melaksanakan tugasnya. Dengan
melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan akan menambah pemuasan
kebutuhan mengubah potensi yang masih terpendam menjadi kemampuan yang nyata
dengan memadukan antara struktur dan operasional akan dapat menghasilkan :
1. Cakrawala pandangan yang makin luas untuk memahami dan mengantisipasi
perubahan dan perkembangan yang pasti akan terjadi.
2. Produktifitas yang semakin tinggi.
3. Tanggung jawab dan wewenang yang lebih besar.
Sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan
pegawai, khususnya dilingkungan PT PLN (Persero), sesuai dengan Peraturan
Pemerintah No. 18 tahun 1979 yang dituangkan pada Surat Keputusan Direksi

Universitas Sumatera Utara

Perusahaan Umum Listrik Negara No. 088/DIK/1981 dan disyahkan dengan
Keputusan

Menteri

Pertambangan

1034/KEPPRES/PERTAMBEN/1981

maka

dan
PUSDIKLAT

Energi
mendapat

No.
tugas

merencanakan, mengatur, menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan dibidang
Tenaga Listrik dan Administrasi.
Dalam hal ini PUSDIKLAT juga dilengkapi dengan unsur pelaksana yaitu Unit
Pendidikan dan Pelatihan (Udiklat) yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia, salah
satunya adalah PT PLN (Persero) Udiklat Tuntungan.
PT PLN (Persero) Udiklat Tuntungan pada awalnya didirikan pada tahun 1973
dengan nama Lembaga Pendidikan dan Pelatihan. Dan pada tanggal 17 Maret 1980
Direksi PT. PLN (Persero) menetapkan sebagai hari jadi PT PLN (Persero) Udiklat
Tuntangan yang beralamat di jalan Lapangan Golf No. 35 Tuntungan Kecamatan
Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara.

2. Struktur Organisasi Perusahaan
Manajer
Tanggung jawab utama:
a. merumuskan strategi dalam usaha mencapai tujuan dan sasaran yang
ditetapkan dalam RKA Udiklat termasuk pengendalian realisasinya,
b. memahami

kebutuhan

pasar

dan

menetapkan

segmentasi

pasar,

mengusulkan harga jual untuk memfokuskan bidang pelayanan dan
pelatihan sebagai dasar rencana pengembangan diklat untuk kepuasan
pelanggan,

Universitas Sumatera Utara

c. merencanakan dan merancang jasa diklat dalam rangka mencapai kinerja
udiklat yang ditetapkan kantor jasdik,
d. memberdayakan organisasi lingkup diklat dan optimasi produktivitas SDM,
e. membina capacity building SDM,
f. menyusun program unit bidang lingkungan dan K2 sebagai pelaksanaan
strategi, kebijaksanaan dan standar lingkungan, menetepkan SOP instalasi
dan melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat dan menyelesaikan
permasalahan KILUK di tingkat UB,
g. mengelola dan menyelanggarakan fungsi diklat sesuai prinsip GCG dan
membina hubungan internal,
h. mengoptimalkan likuiditas udiklat,
i.

membuat laporan udiklat untuk dievaluasi oleh kantor induk jasdik.

Instruktur
Tanggung jawab utama:
a. menyampaikan materi pelatihan dengan metode dan desain modul yang
telah ditetapkan,
b. meningkatkan kemampuan diri sesuai bidang keahliannya agar mampu
mengikuti perkembangan keilmuan yang ada dan dituangkan dalam materi
pelatihan,
c. melakukan evaluasi pelatihan level 2 agar diperoleh umpan balik untuk
memperbaiki mutu pelatihan.
Asisten manajer pengembangan diklat
Tanggung jawab utama:

Universitas Sumatera Utara

a. mengembangkan konsep dan rencana baru jasa diklat meliputi penyiapan,
daftar baru, materi yang siap disajikan maupun yang akan direvesi
sekaligus memperbaiki jasa diklat yang ada dan memastikan mutu diklat
sesuai yang disepakati,
b. merencanakan kegiatan anggaran biaya pengembangan kursus baru dan
revisi serta melakukan pengendalian untuk meningkatkan kinerja diklat,
c. menyediakan prasarana praktek untuk kelancaran pelaksanaan pelatihan,
d. membuat program training untuk pengembangan kompetensi instruktur
agar memenuhi kompetensi jabatannya,
e. membuat laporan berupa kesimpulan berdasarkan evaluasi dari instruktur.
Ahli teknis muda utama pengembangan materi
Tanggung jawab utama:
a. mengusulkan pedoman standar penyusunan materi baru/revisi berdasarkan
target waktu dan biaya untuk acuan pengembangan materi,
b. melengkapi materi diklat yang ada sesuai dengan syarat yang telah
ditentukan,
c. menganalisa daftar materi yang ada untuk ditetapkan sebagai materi jual,
d. menganalisa daftar materi yang ada untuk spesifikasi yang akan
dikembangkan,
e. membuat daftar instruktur sesuai dengan keahliannya masing-masing,
f. membuat rencana biaya dan jadual pengembangan materi/revisi sesuai
dengan pengguna dan peserta serta dinamika kebutuhan,

Universitas Sumatera Utara

g. manyiapkan laporan hasil pengembangan materi diklat serta hasil evaluasi
pelaksanaannya sebagai bahan laporan kinerja,
h. menyusun laporan sesuai dengan bidang tugasnya untuk dievaluasi oleh
atasannya langsung.
Ahli teknis muda utama pengembangan laboratorium
Tanggung jawab utama:
a. menyusun rencana pengembangan dan pengadaan prasarana praktek dan
refrensinya agar selalu up to date,
b. melaksanakan uji coba efektivitas prasarana praktek yang dikembangkan
untuk memastikan dapat beroperasi sesuai standar yang ditetapkan dan
setiap saat diperlukan,
c. memastikan prasarana praktek yang ada dapat dioperasikan sesuai dengan
standar operasi yang ada,
d. merencanakan dan memonitor pelaksaanaan prasarana praktek agar dapat
dioperasikan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,
e. menyusun laporan sesuai bidang tugas untuk bahan evaluasi atasan
langsungnya.
Terampil utama/terampil administrasi pengembangan materi
Tanggung jawab utama:
a. membuat daftar materi yang siap pakai,
b. membuat data kondisi prasarana,
c. menginventarisir data instruktur nara sumber penyusun materi,

Universitas Sumatera Utara

d. menyusun laporan sesuai bidang tugas untuk bahan evaluasi atasan
langsungnya.

Asisten manajer pemasaran dan pengajaran
Tanggung jawab utama:
a. menyusun work order bersama unit PLN lain,
b. menerima pesanan/permintaan pelayanan jasa diklat dari PLN unit lain,
c. merealisasikan kebutuhan diklat dan menyusun rendiklat selama 1 tahun,
d. merencanakan dan mengusulkan instruktur,
e. mempersiapkan mateti kursus dan alat bantu pengajaran,
f. pengelola data peserta kursus,
g. menghitung biaya bahan baku pelatihan bulanan yang diusulkan ke kantor
induk,
h. mengelola dan evaluasi pelaksanaan pelatihan level 1 dan 2.
Supervisor pengajaran
Tanggung jawab utama:
a. menyusun jadual pelaksanaan pelatihan,
b. menyusun rencana biaya pelatihan,
c. menyiapkan materi ajar dan alat ba