Proyeksi Jumlah Penduduk Kota Tebing Tinggi Tahun 2017 Dengan Menggunakan Metode Eksponensial

(1)

F

PROY

TA

FAKULT

YEKSI JU

AHUN 20

PR

D

TAS MAT

UN

UMLAH P

17 DENG

EK

T

YAHYA

ROGRAM

DEPARTE

TEMATIK

NIVERSIT

PENDUDU

GAN MEN

KSPONE

TUGAS A

A HAKIM

112407

M STUDI D

EMEN M

KA DAN

TAS SUM

MEDA

2014

UK KOT

NGGUNA

ENSIAL

AKHIR

M DAMAN

018

D3 STAT

MATEMA

ILMU PE

MATERA

AN

4

TA TEBIN

AKAN ME

NIK

TISTIKA

ATIKA

ENGETA

UTARA

NG TING

ETODE

AHUAN A

GGI

ALAM


(2)

F

PROY

TA

Diajuk

FAKULT

YEKSI JU

AHUN 20

kan Untuk

PR

D

TAS MAT

UN

UMLAH P

17 DENG

EK

T

Melengkap

YAHYA

ROGRAM

DEPARTE

TEMATIK

NIVERSIT

PENDUDU

GAN MEN

KSPONE

TUGAS A

pi Tugas D

Ahli Ma

A HAKIM

112407

M STUDI D

EMEN M

KA DAN

TAS SUM

MEDA

UK KOT

NGGUNA

ENSIAL

AKHIR

an Memen adya

M DAMAN

018

D3 STAT

MATEMA

ILMU PE

MATERA

AN

TA TEBIN

AKAN ME

uhi Syarat

NIK

TISTIKA

ATIKA

ENGETA

UTARA

NG TING

ETODE

t Mempero

AHUAN A

GGI

leh

ALAM


(3)

PERSETUJUAN

Judul : Proyeksi Jumlah Penduduk Kota Tebing Tinggi Tahun 2017 Dengan Menggunakan Metode Eksponensial

Kategori : Tugas Akhir Nama : Yahya Hakim Damanik

Nomor Induk Mahasiswa : 112407018 Program Studi : D3 Statistika

Departemen : Matematika

Fakultas : Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara

Disetujui di Medan, Juli 2014

Disetujui Oleh:

Program Studi D3 Statistika FMIPA USU

Ketua, Pembimbing,

Dr. Faigiziduhu Bu’ulölö, M.Si Drs. Gim Tarigan, M.Si NIP. 19531218 198003 1 003 NIP. 19550202 198601 1 001


(4)

PERNYATAAN

PROYEKSI JUMLAH PENDUDUK KOTA TEBING TINGGI TAHUN 2017 DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPONENSIAL

TUGAS AKHIR

Saya mengakui bahwa tugas akhir ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.

Medan, Juli 2014

Yahya Hakim Damanik 112407018


(5)

PENGHARGAAN

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang dengan limpahan Karunia-Nya Penulis dapat menyelesaikan penyusunan Tugas Akhir ini dengan judul Proyeksi Jumlah Penduduk Kota Tebing Tinggi Tahun 2017 Dengan Menggunakan Metode Eksponensial

Terimakasih penulis sampaikan kepada Bapak Drs. Gim Tarigan, M.Si selaku pembimbing yang telah meluangkan waktunya selama penyusunan tugas akhir ini. Terimakasih kepada Bapak Dr. Faigiziduhu Bu’ulölö, M.Si dan Bapak Dr. Suwarno Ariswoyo, M.Si selaku Ketua dan Sekretaris Program Studi D3 Statistika FMIPA USU, Bapak Prof. Dr. Tulus, M.Si dan Ibu Dr. Mardiningsih, M.Si selaku Ketua Dan Sekretaris Departemen Matematika FMIPA USU Medan, Bapak Dr.Sutarman M.Sc selaku Dekan FMIPA USU Medan, seluruh Staff dan Dosen Program Studi D3 Statistika FMIPA USU, Pegawai FMIPA USU dan rekan-rekan kuliah. Akhirnya tidak terlupakan kepada Ayahanda Edy Darmawansyah, Ibunda Halimahtussakdiahdan keluarga yang selama ini memberikan bantuan dan dorongan yang diperlukan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa akan membalasnya.

   


(6)

DAFTAR ISI

Halaman

Persetujuan ii

Pernyataan iii

Penghargaan iv

Daftar Isi v Daftar Tabel vii

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Masalah 1

1.2Rumusan Masalah 2

1.3Batasan Masalah 3

1.4Maksud Dan tujuan 3

1.5Tinjauan Pustaka 3

1.6Metodologi Penelitian 4

1.7Sistematika Penulisan 5 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Dasar demografi 7

2.1.1 Ruang lingkup Demografi Dan ilmu kependudukan 9 2.1.2 Tujuan-Tujuan Dan Penggunaan Demografi 10

2.2 Proyeksi 11

2.3 Rasio Jenis kelamin 12

2.4 Perkembangan Penduduk 13

BAB 3 SEJARAH DAN STRUKTUR BPS 3.1 Sejarah Badan Pusat Statistik 14

3.1.1 Masa Pemerintahan Hindia Belanda 14

3.1.2 Masa Perintahan Jepang 15 3.1.3 Masa Indonesia Merdeka, 1945-Sekarang 15

3.2 Tugas, Fungsi Dan Kewenangan 19

Badan Pusat Statistik 3.2.1 Tugas 19

3.2.2 Fungsi 19

3.2.3 Kewenangan 20 3.3 Visi Dan Misi BPS 20 3.3.1 Visi 20

3.3.2 Misi 21

3.4 Struktur Organisasi BPS 21


(7)

BAB 4 ANALISIS DAN PENGOLAHAN DATA

4.1 Arti Dan Kegunaan Analisis Data 26 4.2 Model Proyeksi 26

4.2.1 Keadaan jumlah Penduduk 27 4.3 Proyeksi Jumlah Penduduk 33

BAB 5 IMPLEMENTASI SISTEM

5.1 Tahap implementasi 40 5.2 Mengaktifkan Microsoft Excel 40

5.3 Membuka Lembar Kerja baru 41 5.5 Pembuatan Grafik 42

BAB 6KESIMPULAN DAN SARAN

6.1Kesimpulan 44

6.2Saran 45

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN                                                    


(8)

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 4.1 Jumlah Penduduk Menurut jenis Kelamin 29

Dari Tahun 2007-2012 Tabel 4.2 Persentase Perubahan Jumlah Penduduk Laki-Laki 31 Tabel 4.3 Persentase Perubahan Jumlah Penduduk Perempuan 32

Tabel 4.4 Tampilan Analisis Persentase Perubahan

Jumlah Keseluruhan 34 Tabel 4.5 Persentase Perubahan Jumlah keseluruhan

Penduduk Laki-Laki 35 Tabel 4.6 Proyeksi jumlah Penduduk Laki-Laki Tahun 2013-2017 38 Tabel 4.7 Proyeksi Jumlah Penduduk Perempuan Tahun 2013-2017 39 Tabel 4.8 Proyeksi Jumlah Keseluruhan Penduduk Laki-Laki

Dan Perempuan Tahun 2013-2017 41 Tabel 4.9 Proyeksi jumlah Keseluruhan Penduduk Laki-Laki

Dan Perempuan tahun 2013-2017                                                    


(9)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan yang dinamis antar antara kekuatan-kekuatan yang menambah dan kekuatan-kekuatan yang mengurangi jumlah penduduk. Secara terus menerus penduduk akan dipengaruhi oleh jumlah bayi yang lahir (fertilitas), tetapi secra bersamaan pula akan dikurangi oleh jumlah kematian (mortalitas) yang terjadi pada semua golongan umur, serta perpindahan penduduk (mobilitas) juga akan mempengaruhi bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk di suatu Negara

Di dalam Garis-garis Besar Haluan Negara dinyatakan bahwa jumlah penduduk yang besar baru menjadi modal dasar yang efektif bagi pembangunan nasional hanya bila penduduk yang pesat sulit untuk meningkatkan mutu kehidupan dan kesejahteraan secara layak dan merata. Hal ini bahwa penduduk yang besar dengan kualitas yang tinggi tidak akan mudah tercapai.

Perkembangan penduduk tanpa disertai dengan kontrol untuk mengukur jumlah penduduk yang diinginkan, hanya akan menumbuhkan masalah social ekonomis dengan segala pertumbuhan penduduk yang tinggi dari tahun ketahun memerlukan tambahan investasi dan sarana dibidang pendidikan, kesehatan, perumahan, dan sebagainya. Hal ini tertentu saja merupakan masalah yang rumit


(10)

bagi pemerintah dalam usahanya untuk membangun dan meningkatkan taraf hidup negaranya.

Pengetahuan tentang pendidikan adalah penting untuk diketahui oleh masayarakat luas yang mana dapat merangsanag timbulnya kesadaran dan membina tingkah laku yang bertanggung jawab terhadap masalah kependudukan, sehingga masalah-masalah yang ada diatasi bersama dengan penuh perhatian dan memungkinkan setiap timbulnya masalah dapat dicegah atau dihindari.

Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan di atas penulis tertarik untuk meneliti dan membahas lebih lanjut mengenai masalah kependudukan di daerah tersebut.Maka penulis memaparkan ke dalam sebuah tulisan Tugas Akhir yang berjudul “PROYEKSI JUMLAH PENDUDUK KOTA TEBING TINGGI TAHUN 2017DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPONENSIAL “ . Dengan tujuan agar kita tahu seberapa besar pertumbuhan penduduk pertahun dan memproyeksikannya pada tahun-tahun berikutnya.

1.2 Rumusan Masalah

Untuk membahas permasalahan yang dihadapi perlu diadakan perumusan masalah antara lain:bagaimana laju pertumbuhan penduduk,Kota Tebing Tinggi struktur penduduk menurut umur dan rasio jumlah penduduk menurut jenis kelamin.


(11)

1.3 Batasan Masalah

Pembatasan masalah bertujuan untuk memeperjelas arah dan tujuan dari suatu masalah yang akan diteliti sehingga tidak menimbulkan kekeliruan.Sehubungan dengan itu penulis membatasi hanya menghitung keadaan jumlah penduduk,persentase perubahan jumlah penduduk menurut jenis kelamin dan proyeksi jumlah penduduk.

1.4 Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dari penulis ini adalah untuk mengamati dan memberikan penyajian data, yang diharapakan dapat dipergunakan seefisien mungkin bagi pihak-pihak yang membutuhkannya.Sedangkantujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui seberapa besar pertumbuhan penduduk di Kota Tebing Tinggi dan memproyeksikannya pada tahun-tahun berikutnya.

1.5 Tinjauan Pustaka

( Mantra Ida Bagus, 2009 ) “Demografi Umum” Edisi kedua, Yogyakarta, Pustaka pelajar Dalam perencanaan pembangunan, data kependudukan memegang peran yang penting. Makin lengkap dan akurat data kependudukan yang tersedia makin mudah dan tepat rencana pembanguna itu dibuat. Rasio jenis kelamin menurut umur, rasio bebean ketergantungan, komposisi struktur penduduk. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung jumlah pertumbuhan penduduk berdasarkan pertumbuhan eksponensial yaitu sebagai berikut:


(12)

1.6 Metodologi Penelitian

Untuk memudahkan penulis dalam penyusunan Tugas Akhir ini, maka penulis memperoleh data di kantor BPS (Badan Pusat Statistik) yang berlokasi di Jl. Asrama No. 179 Medan, Sumatera Utara. Di dalam riset data, penulis juga menggunakan beberapa metode sebagai berikut :

1. Metode Pengumpulan Data

Data yang diambil adalah data sekunder yaitu data yang dikutip oleh penulis dari instansi terkaut yaitu Badan Pusat Statistik (BPS) di Jl. Asrama No 179. Medan

2. Metode Analisis

Adapun pengolahan data dalam menganalisa data kependudukan di Kota Tebing Tinggi adalah dengan rumus :

= .. Dimana :

= jumlah penduduk pada tahun t = jumlah penduduk pada tahun dasar = tingkat pertumbuhan penduduk = jangka waktu antara dan


(13)

1.7Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan diuraikan untuk memberikan kerangka atau gambaran dari tugas akhir ini, yakni sebagai berikut:

BAB 1 : PENDAHULUAN

Pada bab ini akan diuraikan latar belakang, identifikasi masalah, tujuan dan manfaat penelitian, tinjauan pustaka, metodologi penelitian, metode analisis yang digunakan dan sistematika penulisan.

BAB 2 : TINJAUAN TEORITIS

Bab ini menguraikan tentang sumber-sumber data kependudukan yang bberhubungan dengan kependudukan. Dalam bab ini juga dijelaskan tentang model yang digunakan untuk proyeksi serta atribut yang mendukung perhitungan dalam kependudukan.

BAB 3 : SEJARAH SINGKAT TEMPAT RISET

Bab ini menguraikan sejarah ringkas BPS yang meliputi sejarah BPS pada masa pemerinthaan Hindia Belanda, Jepang, masa kemerdekaan Republik, masa orde baru sampai sekarang, tata kerja kegiatan dan program pengembangan.

BAB 4 : ANALISIS DAN PENGOLAHAN DATA

Bab ini menjelaskan tentang perhitungan yang dilakukan untuk memproyeksikan jumah penduduk di tahun 2017, presentase penduduk dan sex ratio.


(14)

BAB 5 : IMPLEMENTASI SISTEM

Dalam bab ini penulis menguraikan tentang program atau software yang dipakai sebagai analisis terhadap data yang diperoleh yaitu dengan menggunakan Microsft Excel, langkah – langkah pengolahan data, implementasi system dan hasil outputnya.

BAB 6 : KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini merupakan penutup yang mencakup kesimpulan yang diambil setelahpengolahan dan analisa perhitungan serta saran-saran yang berupa masukan.

                                             


(15)

BAB 2

TINJAUAN TEORITIS

2.1 Pengertian Dasar Demografi

Kata demografi berasal dari bahasa Yunani yang berarti “ Demos ” adalah rakyat ataupenduduk dan “ Grafein ” adalah menulis. Jadi Demografi adalah tulisan-tulisan ataukarangan-karangan mengenai rakyat atau penduduk. Istilah ini dipakai pertama kalinyaoleh Achille Guillard dalam karangannya yang berjudul “

Elements de StatistiqueHumaine on Demographic Compares “ pada tahun 1885.

Berdasarkan Multilingual Demographic Dictionary (IUSSP, 1982) definisi demografi adalah sebagai berikut : Demography is the scientifict study of humanpopulation in primary with the respect to their size, their structure (composition) andtheir development (change). Terjemahannya sebagai berikut : Demografi mempelajaripenduduk (suatu wilayah) terutama mengenai jumlah, struktur (komposisi penduduk) danperkembangannya (perubahannya).

Philip M. Hauser dan Duddley Duncan (1959) mengusulkan definisi demografisebagai berikut : Demography is the study of the size, territorial distribution andcomposition of population, changes there in and the components of a such changes whichmaybe identified as natality, territorial movement (migration), and social mobility(changes of states).


(16)

Terjemahan sebagai berikut :Demografi mempelajari jumlah,persebaran, territorial dan komposisi penduduk serta perubahan-perubahannya dan sebabsebabperubahan itu, yang biasanya timbul karena natalitas (fertilitas), mortalitas, gerakterritorial (migrasi) dan mobilisasi sosial (perubahan status)

Masih banyak lagi ahli demografi yang menjelaskan tentang pengertiandemografi. Maka dari kedua definisi diatas dapat kita simpulkan sebagai berikut :

1. Demografi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan proses penduduk di suatu wilayah. Struktur penduduk meliputi : jumlah, persebaran, dan komposisi penduduk. Struktur ini selalu berubah-ubah, dan perubahan tersebut disebabkan karena proses demografi, yaitu :kelahiran(fertilitas), kematian(mortalitas), dan migrasi penduduk.

2. Demografi dalam pengertian yang sempit dinyatakan sebagai “ demografi formal” yang memperhatikan ukuran atau jumlah penduduk, distribusi atau persebaran penduduk, struktur penduduk atau komposisi, dan dinamika atau perubahan penduduk. Ukuran penduduk menyatakan jumlah orang dalam suatu wilayah tertentu. Distribusi penduduk menyatakan persebaran penduduk di dalam suatu wilayah pada suatu waktu tertentu, baik berdasarkan wilayah geografi maupun konsentrasi daerah pemukiman. Stuktur penduduk menyatakan komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin atau golongan umur. Sedangkan perubahan penduduk secara implisit menyatakan pertambahan penduduk atau penurunan jumlah penduduk secara parsial


(17)

ataupun keseluruhan sebagai akibat berubahnya tiga komponen utama perubahan jumlah penduduk. Kelahiran, kematian, dan migrasi.

3. Dalam pengertian yang lebih luas, domografi juga memperhatikan berbagaikarakteristik individu maupun kelompok, yang meliputi tingkat sosial, budaya, dan ekonomi. Karakteristik sosial dapat mencakup status keluarga, tempat lahir, tingkat pendidikan, dan lain sebagainya. Karakteristik ekonomi meliputi antara lain aktivitas ekonomi, jenis pekerjaan, lapangan pekerjaan, dan pendapatan. Sedangkan aspek budaya berkaitan dengan persepsi, aspirasi dan harapan-harapan.

2.1.1 Ruang Lingkup Demografi dan Ilmu Kependuduk

John Graunt, seorang pedagang kain yang hidup pada abad ke 17 di London, dianggapsebagai Bapak Demografi. Ia melakukan analisa data kelahiran dan kematian, dan darihasil analisanya dikemukakan batasan-batasan umum tentang kematian (mortality),Kelahiran (fertility), migrasi dan perkawinan dalam hubungannya dengan prosespenduduk.

Dalam sejarah perkembangan demogafi timbul masalah mengenai pembagiancabang ilmu ini. Methorst dan Sirks membedakan masalah kependudukan menjadi duayaitu yang bersifat kuantitatif (demografi) dan kualitatif yang membahas masalahpenduduk dari segi genetis dan biologis. Gagasan ini tidak mendapat dukungan. Olehkarena demogafi menggunakan banyak hitungan tapi dapat juga bersifat kualitatif.Dengan demikian memberikan


(18)

kesan kepada orang bahwa demografi hanyalahpenyusunan statistik penduduk.Pure Demography (Demografi Murni) atau juga disebut demografi formalmenghasilkan teknik-teknik untuk menghitung data kependudukan. Dengan teknik-tekniktersebut dapat diperoleh perkiraan keadaan penduduk di masa depan atau di masa lampau.

2.1.2 Tujuan – tujuan dan Penggunaan Demografi

Menurut para ahli demografi, tujuan demografi di bagi menjadi 4 tujuan pokok yaitu :

1. Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam suatu daerah tertentu. 2. Menjelaskan pertumbuhan di masa lampau, penurunannya dan persebarannya

dengan sebaik-baiknya dan dengan data yang tersedia.

3. Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk denganbermacam-macam aspek organisasi sosial.

4. Mencoba meramalkan pertumbuhan penduduk di masa yang akan datang dan kemungkinan-kemungkinan konsekuensinya.

Pengetahuan tentang kependudukan adalah penting untuk lembaga-lembagaswasta maupun pemerintah baik di tingkat daerah maupun nasional. Perencanaanperencanaanyang berhubungan dengan pendidikan, perpajakan, kemiliteran,kesejahteraan sosial, perumahan, pertanian, dan perudahaan-perusahaan yangmemproduksi barang dan jasa, jalan, rumah-rumah sakit,pusat-pusat pertokoandan sakit,pusat-pusatsakit,pusat-pusatrekreasi akan menjadi lebih tepat apabila kesemuanya didasarkan pada datakependudukan.


(19)

2.2 Proyeksi

Penduduk adalah Semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Republik Indonesiaselama 6 bulan atau lebih dan atau orang yang berdomisili kurang dari 6 bulan denganbertujuan menetap. Sedangkan proyeksi adalah perhitungan dengan meramalkan ataumenduga kejadian-kejadian atau hal-hal yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.

Proyeksi Penduduk adalah perhitungan yang menunujukkan angka Fertilitas,mortalitas dan migrasi di masa yang akan datang. Perkiraan penduduk tidak hanyabeberapa tahun, tetapi bisa saja perkiraan beberapa puluh tahun yang akan datang. Semua perencanaan pembangunan sangat membutuhkan data penduduk tidak sajapada saat merencanakan pembangunan tetapi juga pada masa-masa mendatang yangdisebut dengan proyeksi penduduk. Proyeksi penduduk bukan merupakan ramalan jumlahpenduduk untuk masa mendatang, tetapi suatu perhitungan ilmiah yang didasarkanasumsi dari komponen-komponen laju pertumbuhan penduduk yaitu kelahiran, kematian,dan migrasi penduduk. Ketiga komponen inilah yang menentukan besarnya jumlahpenduduk dan struktur pnduduk yang akan datang.yang mempengaruhi masing-masing komponen, dan hubungan antara satu komponendengan komponen yang lain serta target yang akan dicapai atau diharapkan pada masayang akan datang.Proyeksi penduduk ini secara periodik perlu direvisi, karena sering terjadi bahwaasumsi tentang kecenderungan tingkat kelahiran, kematian, dan perpindahanpenduduk(migrasi) yang melandasi proyeksi lama tidak sesuai lagi dengan kenyataan.


(20)

2.3 Rasio jenis kelamin

Rasio jenis kelamin adalah perbandingan banyaknya penduduk laki-laki dengan banyaknya penduduk perempuan pada suatu daerah dan waktu tertentu. Biasanya dinyatakan dalam banyaknya penduduk laki-laki per 100 perempuan. Secara umum rumus rasio dapat dituliskan sebagai berikut :

SR= x k

Dimana :

SR=Sex ratio (Rasio Jenis Kelamin)

k =Konstanta, biasanya nilainya 100 (Ida Bagus Mantra,2004)

Besar kecilnya rasio jenis kelamin di suatu daerah di pengaruhi oleh : 1. Sex ratio at birth

Dibeberapa Negara umumnya berkisar antara 103-105 bagi laki-laki dan 100 bagi perempuan.

2. Pola mortalitas antara penduduk laki-laki dan penduduk perempuan

Jika kematian laki-laki lebih besar daripada jumlah kematian perempuan, maka rasio jenis kelamin semakin kecil.

3. Pola migrasi antara penduduk laki-laki dan penduduk perempuan

Jika suatu daerah sex ratio > 100 berarti di daerah tersebut lebih banyak penduduk laki-laki, sedangkan jika sex ratio < 100 berarti di daerah tersebut lebih banyak penduduk perempuan.


(21)

2.4 Perkembangan Penduduk

Perkembangan jumlah penduduk sangat erat kaitannya dengan perkembangan peradabanmanusia dalam berinteraksi dengan alam sekitarnya. Ada tiga tahapan perkembanganperadaban manusia hingga kini : Pertama, zaman ketika manusia mulai mempergunakanalat-alat untuk menanggulangi kehidupannya. Kedua, zaman ketika manusia mulaimengembangkan usaha pertanian menetap. Zaman ini mengubah kehidupan perburuanmenjadi kehidupan pertanian atau kehidupan yang sifatnya nomadis menjadi kehidupanmenetap di sekitar daerah pertanian. Ketiga, zaman mulianya era industrialisasi, yaitusekitar pertengahan abad ke-17 sesudah masehi. Zaman ini ditandainya dengantumbuhnya pusat-pusat industri, dan semakin berkembangnya kota-kota sebagai tempatpemukiman manusia.

Sejalan dengan semakin bekembangnya ilmu pengetahuan dan pekembanganteknologi dalam mengolah sumber daya alam yang ada, tingkat kehidupan manusiamenjadi semakin baik. Hal ini sangat mempengaruhi penurunan tingkat mortalitaspenduduk. Seperti banyak diketahui bahwa ledakan penduduk yang terjadi pada abadabadterakhir ini terutama karena menurunnya tingkat kematian dengan cepat, sementaratingkat kelahiran belum dapat dikontrol dengan baik.Tingginya laju petumbuhan penduduk di beberapa bagian Negara di duniamenyebabkan jumlah penduduk meningkat dengan cepat. Di sebagian Negara telahterjadi kemiskinan dan kekurangan pangan. Fenomena ini menggelisahkan beberapa ahli,dan masing-masing dari mereka berusaha mencari faktor-faktor penyebab kemiskinantersebut.


(22)

BAB 3

SEJARAH DAN STRUKTUR BPS

3.1Sejarah Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik (BPS) adalah Lembaga Negara Non Departemen. BPS melakukan kegiatan yang ditugaskan oleh pemerintah antara bidang pertanian, agrarian, pertambangan, kependudukan, sosial, ketenagakerjaan, keuangan, pendapatan, dan keagamaan. Selain hal – hal diatas BPS juga bertugas untuk melaksanakan koordinasi di lapangan, kegiatan statistik dari segenap instansi baik dipusat maupun didaerah dengan tujuan mencegah dilakukannya pekerjaan yang serupa oleh dua atau lebih instansi, memajukan keseragaman dalam penggunaan defenisi, klasifikasi dan ukuran – ukuran lainnya. Berikut ini beberapa masa peralihan di BPS yaitu:

3.3.1 Masa Pemerintahan Hindia Belanda

Kegiatan Statistik di Indonesia sudah dilaksanakan sejak masa Pemerintahan Hindia Belanda. Lembaga yang menangani kegiatan tersebut didirikan bulan Februari 1920 oleh Direktur Pertanian, Kerajinan, dan Perdagangan (Directeur van Landbouw Nijverheid en Handel) di Bogor yang bertugas mengolah dan mempublikasikan data Statistik.


(23)

Pada tanggal 24 September 1924, pusat kegiatan kantor Statistik ini dipindahkan ke Jakarta dengan nama Centraal Kantoor voor de Statistiek (CKS) atau Kantor Pusat Statistik. Kegiatannya pada waktu itu diutamakan untuk mendukung kebijakan Pemerintah Hindia Belanda. Produk perundang-undangan Kantor Pusat Statistik adalah Volkstelling Ordonnantie 1930 (Staatsblad1930 Nomor 128) yang mengatur sensus penduduk dan Statistiek Ordonnantie 1934 (Staatsblad Nomor 508) tentang kegiatan perstatistikan. Pada tahun 1930 lembaga ini mengerjakan suatu kegiatan monumental, yaitu Sensus Penduduk yang pertama dilakukan di Indonesia.

3.1.2 Masa Pemerintahan Jepang   

Pada tahun 1942-1945 Pemerintah Jepang yang berkuasa di Indonesia mengaktif kan kembali kegiatan statistik terutama diarahkan untuk memenuhi kebutuhan perang/militer. Kantor Statistik di masa Pemerintahan Jepang ini bernaung di bawah Subernur Militer (Gunseikanbu) dengan nama Shomubu Chosasitsu Gunseikanbu. 

3.1.3 Masa Indonesia Merdeka, 1945 – sekarang

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) pada tanggal 17 Agustus 1945, kegiatan statistik tidak lag! di bawah Shomubu Chosasitsu

Gunseikanbu berganti dengan nama Kantor Penyelidikan Perangkaan Umum

Republik Indonesia (KAPPURI). Pada awal Tahun 1946, bersamaan dengan hijrahnya kegiatan Pemerintahan RI dari Jakarta ke Yogyakarta, kegiatan


(24)

KAPPURI dipindahkan ke Yogyakarta. Sementara itu Pemerintah Federal Belanda (NICA) di Jakarta mengaktif kan kembali CKSKetika pihak Belanda mengakui kedaulatan RI, pusat kegiatan Pemerintahan RI pun kembali ke Jakarta. Berdasarkan Surat Edaran Kementerian Kemakmuran Nomor 219/5.C. tanggal 12 Juni 1950, kedua lembaga yaitu KAPPURI dan CKS, diintegrasikan menjadi Kantor Pusat Statistik (KPS). Kegiatan KPS berada di bawah tanggung jawab Menteri Kemakmuran.

Perkembangan berikutnya, pada tanggal 1 Maret 1952, Menteri Perekonomian mengeluarkan Keputusan Nomor P/44 yang menyatakan KP5 berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perekonomian. Selanjutnya dengan Keputusan Menteri Perekonomian Nomor 18.099/M tanggal 24 Desember 1953, kegiatan KPS dibagi dalam dua bagian, yaitu Afdeling A merupakan Bagian Riset dan Af deling B merupakan Bagian Penyelenggaraan dan Tata Usaha.Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 131 Tahun 1957, Kementerian Perekonomian dipecah menjadi Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian. Kemudian dengan Keppres Nomor 172 tahun 1957 tanggal 1 Juni 1957, KPS diubah menjadi Biro Pusat Statistik (BPS) dengan tanggung jawab dan wewenangnya berada di bawah Perdana Menteri.Berdasarkan Keppres ini secara formal nama Biro Pusat Statistik dipergunakan. Selain dari itu, pada dekade ini telah diundangkan dua buah Undang-undang (UU), yaitu UU Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus yang diundangkan pada tanggal 24 September 1960 sebagai pengganti Volkstelling Ordonnantie 1930


(25)

Ordonnantie 1934 (Staatsblad 1934 Nomor 508).Berdasarkan Keputusan Perdana Menteri Nomor 26/P.M/1958 tanggal 16 Januari 1958 tentang pemberian tugas kepada BPS untuk menyelenggarakan pekerjaan persiapan sensus penduduk dan sesuai dengan Pasal 2 UU Nomor 6, Tahun 1960, BPS memperoleh tugas besar menyelenggarakan sensus penduduk yang pertama setelah kemerdekaan. Pelaksanaan sensus penduduk tersebut dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada tahun 1961.

Selanjutnya Pasal 4 ayat (2) UU Nomor 7 Tahun 1960 menyatakan bahwa BPS setelah mengadakan hubungan dan perundingan dengan instansi Pemerintah lain di Pusat dan di Daerah, berwenang menyerahkan sebagian dari pekerjaan statistik kepada instansi tersebut. Untuk itu, dalam pelaksanaan sensus penduduk di tingkat provinsi dilaksanakan oleh Kantor Gubernur dan di tingkat kabupaten/kota dilaksanakan oleh Kantor Bupati/ Walikota. Sedangkan pada tingkat kecamatan dibentuk bagianyang mengurus pelaksanaan sensus penduduk.Selain dari itu, Pemerintah mengeluarkan Keppres Nomor 47 tahun 1964 tentang Susunan dan Organises! BPS yang ditetapkan pada tanggal 20 Januari 1964. Dengan Keputusan Presidium Kabinet Nomor Aa/C/9 Tahun 1965 tanggal 19 Februari 1965 dinyatakan bahwa Bagian Sensus di Kantor Gubernur dan Kantor Kabupaten/Kota ditetapkan menjadi Kantor Cabang BPS dengan nama Kantor Sensus dan Statistik Daerah.Memasuki Orde Baru yang dimulai pada tahun 1966, Pemerintah melihat semakin pentingnya data statistik untuk memenuhi kebutuhan dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan. Untuk melaksanakan tugas BPS seperti sensus, Pemerintah telah mengundangkan tiga


(26)

tentang Pelaksanaan Sensus Penduduk yang diundangkan pada tanggal 2 Juli 1979, PP Nomor 2 Tahun 1983 tentang Sensus Pertanian yang diundangkan pada tanggal 21 Januari 1983, dan PP Nomor 29 Tahun 1985 tentang Sensus Ekonomi yang diundangkan pada tanggal 10 Juni 1985.Sedangkan untuk organisasi BPS, Pemerintah telah mengundangkan PP Nomor 16 Tahun 1968 tentang Status dan Organisasi BPS yang diundangkan pada tanggal 29 Mei 1968. Dengan makin meningkatnya peran dan tugas BPS, PP Nomor 16 Tahun 1968 inipun disempurnakan dengan PP Nomor 6 Tahun 1980 tentang Organisasi BPS yang diundangkan pada tanggal 20 Pebruari 1980. Dua belas tahun kemudian PP Nomor 6 Tahun 1980 disempurnakan dengan PP Nomor 2 Tahun 1992 tentang Organisasi BPS yang diundangkan pada tanggal 9 Januari 1992. Sebagai pelaksanaan dari PP Nomor 2 Tahun 1992 ini, ditetapkan Keppres Nomor 6 Tahun 1992 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja BPS yang ditetapkan pada tanggal 9 Januari 1992.UU Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan UU Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik sudah tidak sesuai lagi dan tidak dapat menampung berbagai perkembangan keadaan, tuntutan masyarakat, dan kebutuhan pembangunan nasional. Kondisi kehidupan bangsa dan tingkat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, saat kedua UU tersebut diundangkan sangat jauh berbeda dengan keadaan sekarang, sehingga perlu diganti.Sebagai pengganti kedua UU tersebut ditetapkan UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang diundangkan pada tanggal 19 Mei 1997. Nomenklatur kelembagaan disesuaikan dengan UU Nomor 16 Tahun 1997 dan berdasarkan UU ini yang ditindaklanjuti dengan peraturan perundangan


(27)

dibawahnya, secara formal nama Biro Pusat Statistik diganti menjadi Badan Pusat Statistik.

3.2Tugas, Fungsi dan Kewenangan Badan Pusat Statistik

Menurut Keputusan Kepala BPS Nomor 121 tahun 2001 tentang organisasi dan tata kerja perwakilan BPS di daerah.

3.2.1 Tugas

BPS memunyai tugas pemerintahan di bidang kegiatan statistik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3.2.2 Fungsi

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, BPS menyelenggarakan fungsi:

1. Pengkajian, penyusunan, dan perumusan kebijakan di bidang statistik. 2. Pengkoordinasian kegiatan statistik nasional dan regional.

3. Penetapan dan penyelenggaraan statistik dasar.

4. Pembinaan dan fasilitasi terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang kegiatan statistik; dan


(28)

5. Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi, tata laksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, kehumasan, hukum, perlengkapan, dan rumah tangga.

3.2.3 Kewenangan

Dalam menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud, BPS memunyai kewenangan:

1. Penyusunan rencana nasional secara makro di bidangnya;

2. Perumusan kebijakan di bidangnya untuk mendukung pembangunan secara makro.

3. Penetapan sistem informasi di bidangnya;

4. Penetapan dan penyelenggaraan statistik nasional;

5. Kewenangan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku

3.3 Visi dan Misi BPS

Adapun visi dam misi dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara adalah:

3.3.1 Visi


(29)

3.3.2 Misi

1. Memperkuat landasan konstitusional dan operasional lembaga statistik untuk penyelenggaraan statistik yang efektif dan efisien.

2. Menciptakan insan statistik yang kompeten dan profesional, didukung pemanfaatan teknologi informasi mutakhir untuk kemajuan perstatistikan Indonesia.

3. Meningkatkan penerapan standar klasifikasi, konsep dan definisi, pengukuran, dan kode etik statistik yang bersifat universal dalam setiap penyelenggaraan statistik.

4. Meningkatkan kualitas pelayanan informasi statistik bagi semua pihak.

5. Meningkatkan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi kegiatan statistik yang diselenggarakan pemerintah dan swasta, dalam kerangka Sistem StatistikNasional (SSN) yang efektif dan efisien.

3.4 Struktur Organisasi BPS

Sehubungan dengan semakin meningkatnya beban tugas dan pentingnya peranan BPS dalam menunjang kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan maka diperlukan struktur organisasi yang dapat menunjang kelancaran tugas dari


(30)

Adapun tujuan dari struktur organisasi ini dan staf di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara adalah:

1. Pengkoordinasian yaitu yang memungkinkan komunikasi integrasi berbagai departemen dan kegiatan - kegiatan yang saling berhubungan satu sama lain.

2. Pemberian saran yaitu memberikan saran atau membuat rekomendasi bagi manajemen.

3. Pembuatan keputusan yaitu membuat keputusan - keputusan dan mengamati bagaimana pelaksanaan dari keputusan tersebut.

Adapun bagan struktur organisasi Badan Pusat Staistik Provinsi Sumatera Utara adalah sebagi berikut:

1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor: 86 tahun 1998 ditetapkan Badan Pusat Statistik sebagaimana lampiran dalam organisasi Kantor Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara dipimpin oleh seorang Kepala Kantor.

2. Kepala Kantor dibantu tata usaha yang terdiri dari:

Sub Bagian Urusan Dalam, Sub Bagian Perlengkapan, Sub Bagian Keuangan, Sub Bagian Bina Potensi/Bina Program.

3. Bidang Penunjang Statistik terdiri dari 5 (lima) bidang yaitu: a. Bidang Statistik Produksi

Bidang Statistik Produksi mempunyai tugas melaksanakan kegiatan statistik pertanian, industri, konstruksi pertambangan, dan energi. b. Bidang Statistik Distribusi


(31)

Bidang Statistik Distribusi mempunyai tugas melaksanakan kegiatan statistik konsumen, perdagangan besar, statistik keuangan dan harga produsen serta niaga dan jasa.

c. Bidang Statistik Kependudukan

Bidang Statistik Kependudukan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan statistik demografi dan rumah tangga, statistik tenaga kerja, serta statistik kesehjahteraan.

d. Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik (IPDS)

Bidang IPDS mempunyai tugas untuk penyiapan data, penyusunan sistem, dan program serta operasional pengolahan data dengan program komputer.

e. Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik

Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik mempunyai tugas untuk penyusunan neraca produksi, neraca konsumsi, dan akumulasi penyajian analisis serta kegiatan penerapan statistik.


(32)

Gambar 3.1 Struktur organisasi BPS Provinsi

Organisasi merupakan suatu fungsi manajemen yang mempunyai peranaan dan kegiatan langsung dengan instansi sosial yang terjadi diantara individu – individu dalam rangka kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Struktur organisasi perusahaan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuan yang ditetepkan. Dengan adanya struktur organisasi maka akan jelaslah pemisahan tugas dari para pegawai / staf tersebut.

Struktur organisasi yang diterapkan di Kantor Badan Pusat Statistik adalah struktur organisasi lini dan staf. Struktur ini mengandung unsur – unsur

K E P A L A

Bagian Tat a Usaha

Bidang I nt egrasi Pengolahan & Disem inasi St at ist ik Bidang

N eraca W ilayah & Analisis St at ist ik Bidang

St at . Dist ribusi Bidang

St at . Produksi Bidang

St at . Sosial

Seksi St at ist ik Kependudukan

Seksi St at ist ik Ket ahanan Sosial

Seksi St at ist ik Kesej aht eraan

Rakyat

Seksi St at ist ik Konst ruksi, Pert am

-bangan & Energi Seksi St at ist ik

I ndust ri Seksi St at ist k

Pert anian

Seksi St at ist k N iaga & Jasa Seksi St at ist k Keuangan & H arga

Produsen Seksi St at ist k H arga Konsum en &

Perdag. Besar

Seksi Analisis St at ist ik

Lint as Sekt or Seksi N eraca Konsum si

Seksi N eraca Produksi

Seksi Disem inasi dan Layanan St at ist ik

Seksi Jaringan dan Ruj ukan St at ist ik

Seksi I nt egrasi Pengolahan Dat a SubBag Bina Program SubBag Urusan Dalam SubBag Kepegaw aian

dan H ukum

SubBag Keuangan

SubBag Perlengkapan


(33)

spesialisasi kerja, standarisasi kegiatan, sentralisasi dan desentralisasi dalam pembuatan keputusan yang menunjukan lokasi kekuasaan, pembuatan keputusan dan ukuran satuan yang menunjukkan suatu kelompok kerja.

3.5 Logo BPS

Logo BPS adalah sebagai berikut:

Gambar 3.1 Logo BPS

                                 


(34)

BAB 4

ANALISIS DAN PENGOLAHAN DATA

4.1 Arti dan Kegunaan Analisis Data

Analisis data pada dasarnya dapat di artikan sebagai berikut :

1. Membandingkan dua hal atau lebih variabel untuk mengetahui selisih atau rasionya, kemudian diambil kesimpulan.

2. Menguraikan atau memecahkan suatu keseluruhan menjadi bagian-bagian atau komponen yang lebih kecil agar dapat :

a. Mengetahui komponen yang menonjol.

b. Membandingkan antara komponen yang satu dengan komponen yang lainnya.

c. Membandingkan salah satu atau beberapa komponen dengan keseluruhan. 3. memperkirakan atau memperhitungkan besarnya pengaruh secara kuantitas dari

suatu kejadian terhadap suatu kejadian lainnya.

4.2 Model proyeksi

Pertambahan atau pertumbuhan jumlah penduduk dapat mempengaruhi kesejahteraan daerah atau Negara yang bersangkutan.dalam pengolahan data ini penulis menggunakan model matematis yang sesuai dipergunakan untuk memperkirakan jumlah penduduk kota tebing tinggi sampai tahun 2017.


(35)

Model tersebut adalah model eksponensial. Rumus yang di pergunakan adalah sebagai berikut :

= ..

Log =log + log . rt log e =log ‒ log . r = ‒

atau r = Dimana :

= jumlah penduduk pada tahun =jumlah penduduk pada tahun dasar

r =tingkat pertumbuhan penduduk t =jangka waktu antar dan

e =bilangan pokok dari sistem logaritma, besarnya 2,718282

4.2.1 keadaan jumlah penduduk

Tabel 4.1 jumlah penduduk menurut jenis kelamin dari tahun 2007-2012

Tahun

Penduduk

Jumlah Laki-Laki Perempuan

2007 68712 70697 139409 2008 69232 71827 141059 2009 70072 72645 142717 2010 71892 73356 145248


(36)

2011 72530 74076 146606 2012 73036 74735 147771 SUMBER : Badan Pusat Statistik (BPS)

Penduduk kota Tebing Tinggi

  Gambar 4.1 Diagram Jumlah Penduduk Kota Tebing Tinggi

1. Analisis Persentase Perubahan Penduduk Laki-Laki secara Manual  = log 

,  = 0,0075 x 100 = 0,75  

= log

, = 0,0120 x 100 = 1,20

= log

, = 0,0256 x 100 = 2,56

= log

, = 0,0088 x 100 = 0,88

= log

, = 0,0070 x 100 = 0,70

2. Analisis persentase perubahan jumlah penduduk dengan menggunakan Microsoft excel

0 20000 40000 60000 80000 100000 120000 140000 160000

1 2 3 4 5 6 7

tahun penduduk


(37)

Tabel 4.2 Persentase Perubahan Jumlah Penduduk Laki-Laki

Tahun Jumlah penduduk

Bilangan pokok logaritma

Perubahan jumlah penduduk

Persentase perubahan

jumlah penduduk %

2007 68712 2,718282 - -

2008 69232 2,718282 0,0075 0,7539326 2009 70072 2,718282 0,0120 1,2060099 2010 71892 2,718282 0,0414 2,5641706 2011 72530 2,718282 0,0088 0,8835274 2012 73036 2,718282 0,0070 0,6952200


(38)

Gambar 4.2 Tampilan Analisis Persentase Perubahan Jumlah Penduduk Laki-Laki

3. Analisis persentase perubahan jumlah penduduk perempuan secara manual =

. = 0.0158 ˟ 100 = 1.59

=

. = 0.0113 ˟ 100 = 1.13

=

. = 0.0097 ˟ 100 = 0.97

=

. = 0.0098 ˟ 100 = 0.98

=

. = 0.0089 ˟ 100 = 0.89

Tabel 4.3 Persentase Perubahan Jumlah Penduduk Perempuan

Tahun Jumlah Penduduk

Bilangan Pokok Logaritma

Perubahan Jumlah Penduduk

Persentase Perubahan

Jumlah Penduduk %

2007 70697 2,718282 - -

2008 71827 2,718282 0,01585 1,58573084 2009 72645 2,718282 0,0113241 1,13241127 2010 73356 2,718282 0,0097397 0,97397340 2011 74076 2,718282 0,0097672 0,00976791 2012 74735 2,718282 0,0088569 0,00885692


(39)

Gambar 4.3 Tampilan Analisis Persentase Perubahan Jumlah Penduduk Perempuan

4. Analisis persentase Perubahan jumlah penduduk Keseluruhan Penduduk Laki-Laki dan Perempuan Secara Manual

=

. = 0,0117 x 100 = 1,17

=

. = 0,0116 x 100 = 1,16

=

. = 0,0175 x 100 = 1,75

=

. = 0,0093 x 100 = 0,93

=


(40)

5. Analisis Persentase Perubahan Jumlah Keseluruhan Penduduk Laki-Laki dan Perempuan Dengan Menggunakan Microsoft Excel

Tabel 4.4 Tampilan Analisis Persentase Perubahan Jumlah Kesuluruhan Jumlah Keselueuhan Penduduk Laki-Laki dan Penduduk Perempuan

Tahun Jumlah Penduduk

Bilangan Pokok Logaritma

Perubahan Jumlah Penduduk

Persentase perubahan

Jumlah penduduk %

2007 70697 2,718282 - -

2008 71827 2,718282 0,01176618 1,17661814 2009 72645 2,718282 0,01168540 1,16854051 2010 73356 2,718282 0,01757897 1,75789760 2011 74076 2,718282 0,00930608 0,93060881 2012 74735 2,718282 0,00791505 0,79150597


(41)

Tabel 4.5 Persentase Perubahan Jumlah Keseluruhan Penduduk Laki-Laki, Perempuan dan Jumlah Keseluruhan dari Penduduk Laki-Laki

dan Perempuan

Tahun Jumlah Penduduk Laki-Laki %

Jumlah Penduduk Perempuan %

Jumlah Penduduk Laki-Laki dan

Penduduk Perempuan %

2007 - - -

2008 0,75 1,58 1,17

2009 1,20 1,13 1,16

2010 2,56 0,97 1,75

2011 0,88 0,97 0,93

2012 0,69 0,88 0,79

Σ 6,08 5,53 5,8

4.3 Proyeksi Jumlah Penduduk

a. Rata-rata perubahan persentase jumlah penduduk laki-laki

ṝ = = , = 1,216

b. Rata-rata perubahan persentase jumlah penduduk perempuan

ṝ = = , = 1,106


(42)

ṝ = = , = 1,16

Dari rata-rata perubahan persentase jumlah penduduk di atas diharapkan perubahan penduduk yaitu : r < 1,16

Setelah di peroleh nilai dari setiap variabel rata-rata perubahan persentase penduduk kota Tebing Tinggi, maka dapat di proyeksikan jumlah penduduk Tebing Tinggi 5 tahun mendatang yang di tentukan dengan menggunakan rumus pertumbuhan eksponensial yaitu: = ..

1. Proyeksi jumlah penduduk laki-laki kota di Tebing Tinggi secara manual = ..

= 73036 . , , . = 73929,54

= ..

= 73036 . , , . = 74834

= ..

= 73036 . , , . = 75749,54

= ..

= 73036 . , , . = 76676,28


(43)

= 73036 . , , . = 77614,36

Tabel 4.6 Proyeksi Jumlah Penduduk laki-laki Tahun 2013-2017

Tahun Penduduk E R

2007 68712 2,718282 0,01216

2008 69232 2,718282 0,01216

2009 70072 2,718282 0,01216

2010 71892 2,718282 0,01216

2011 72530 2,718282 0,01216

2012 73036 2,718282 0,01216

2013 73929,54 2,718282 0,01216

2014 74834 2,718282 0,01216

2015 75749,54 2,718282 0,01216 2016 76676,28 2,718282 0,01216 2017 77614,36 2,718282 0,01216

2. Proyeksi Jumlah Penduduk Perempuan di Kota Tebing Tinggi Secara manual

= ..

= 74735 . , , . = 75566,15

= ..

= 74735 . , , . =76406,55


(44)

= ..

= 74735 . , , . = 77256,30

= ..

= 74735 . , , . = 78115,50

= ..

= 74735 . , , . = 78984,25

Tabel 4.7 Proyeksi Jumlah Penduduk Perempuan Tahun 2012-2017

Tahun penduduk E R

2010 73356 2,718282 0,01106

2011 74076 2,718282 0,01106

2007 70697 2,718282 0,01106

2008 71827 2,718282 0,01106

2009 72645 2,718282 0,01106

2012 74735 2,718282 0,01106

2013 75566,15 2,718282 0,01106 2014 76406,55 2,718282 0,01106 2015 77256,30 2,718282 0,01106 2016 78115,50 2,718282 0,01106 2017 78984,25 2,718282 0,01106


(45)

3. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan di Tebing Tinggi Secara Manual

= ..

= 147771 . , , . =149495,12

= ..

= 147771 . , , . = 151239,36

= ..

= 147771 . , , . = 153003,95

= ..

= 147771 . , , . = 154789,13

= ..

= 147771 . , , . = 156595,14

Tabel 4.8 Proyeksi Jumlah Keseluruhan penduduk laki-laki dan Perempuan Tahun 2013-2017

Tahun Penduduk E R

2010 139409 2,718282 0,0116


(46)

2007 142717 2,718282 0,0116

2008 145248 2,718282 0,0116

2009 146606 2,718282 0,0116

2012 147771 2,718282 0,0116

2013 149495,12 2,718282 0,0116 2014 151239,36 2,718282 0,0116 2015 153003,95 2,718282 0,0116 2016 154789,13 2,718282 0,0116 2017 156595,14 2,718282 0,0116

Untuk lebih jelasnya,hasil proyeksi (perkiraan) jumlah penduduk kota Tebing Tinggi tahun 2013-2017 dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.9 Proyeksi Jumlah Keseluruhan Penduduk Laki-laki dan Perempuan Tahun 2013-2017

Tahun Jumlah Penduduk Laki-laki

Jumlah Penduduk Perempuan

Jumlah Penduduk Laki-Laki dan

Perempuan

2013 73929 75566 149495 2014 74834 76406 151239 2015 75749 77256 153003 2016 76676 78115 154789 2017 77614 78984 156595


(47)

Dari tabel 4.9 dapat diketahui proyeksi penduduk tahun 2017 mendatang adalah sebesar 156595 jiwa, dengan jumlah penduduk laki-laki sebesar 77614 jiwa, dan jumlah penduduk perempuan adalah sebesar 78984 jiwa. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk pada tahun-tahun sebelumnya, dapat dilihat bahwa sampai pada tahun 2017 yang akan datang, jumlah penduduk di Kota Tebing Tinggi akan mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat terjadi apabila tingkat kelahiran tinggi, dan juga semakin meningkatnya jumlah penduduk yang melakukan migrasi ke Kota Tebing Tinggi dan sebagainya.

                               


(48)

BAB 5

IMPLEMENTASI SISTEM

5.1 Tahap Implementasi

Tahap implementasi merupakan tahapan hasil desain tertulis ke dalam programming (coding). Pada tahap inilah seluruh hasil desain di tuangkan ke dalam bahasa pemograman tertentu untuk menghasilkan sebuah system informasi yang sesuai dengan hasil tertulis. Tahapan implementasi harus dapat menentukan basis apa yang akan diterapkan dalam menuangkan hasil desain tertulis sehingga system yang dibentuk memiliki kelebihan tersendiri

5.2 Mengaktifkan Microsoft Excel

Tahap pertama yang harus dilakukan adalah mengaktifkan Windows dan pastikan Microsft Excel berada dalam jaringan Microsoft Windows, kemudian klik tombol start pada task bar, kemudian klik all programs, lalu pilih Microsoft Office, kemudian ada menu program Excel, maka pilih aplikasi Excel tersebut.


(49)

Gambar 5.1 Mengaktifkan Microsoft Excel

5.3 Membuka Lembar Kerja Baru

Setelah pengaktifan, akan tampil lembar kerja Excel yang sudah siap untuk dipergunakan. Lembar kerja adalah kumpulan kolom dan baris, dimana kolom berurutan dari atas ke bawah sedangkan baris berurutan dari kiri ke kanan yang terdiri dari 256 kolom dan 65.536 baris pada setiap lembar kerja.

Pada setiap kolom dan baris terdapat sel dan identifikasi dengan alamat yang merupakan kombinasi anatara abjad untuk kolom dan angka untuk baris, di samping itu lembar kerja Excel terdapat banyak elemen yang memiliki fungsi tersendiri.


(50)

Gambar 5.2 Tampilan Lembar Kerja Pengisian Data

Sedangkan pilihan kedua dalam mengisi data adalah menggunakan sub menu pada menu editing Excel. Dengan pilihan ini, maka memiliki banyak pilihan, yaitu: Down, Up, dan Series (Autofil)

5.4 Pembuatan Grafik

Grafik pada Excel dapat dibuat menjadi satu dengan data atau terpisah pada lembar kerja sendiri, namun masih berada pada file yang sama. Untuk membuat grafik pada Excel, biasa menggunakan icon chart wizard yang terdapat pada tool bar.

Adapun langkah-langkah yang diperlukan adalah : 1. Sorot sel atau Range yang ingin dibuat Grafik


(51)

3. Klik Type grafik yang di inginkan dan klik next, tampil kotak dialog Sourcedata.

4. Pada tampilan akan terlihat range data yang telah disorot dan klik radio. Botton Rows atau coloums yang di inginkan, klik nenxt. Maka akan tampil kotak dialog Chart Option.

5. Pada Chart Option, klik judul grafik. Setelah itu klik next. Tampil kotak dialog chart option.

6. Anda dapat memilih tempat untuk meletakkan grafik ini, kemudian klik finish.


(52)

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi jumlah penduduk kota Tebing Tinggi tahun 2007-2012, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Dengan menggunakan rumus pertumbuhan eksponensial, dapat dicari persentase perubahan jumlah penduduk laki-laki, persentase perubahan jumlah penduduk perempuan, serta persentase perubahan jumlah penduduk secara keseluruhan (laki-laki dan perempuan) sehingga dapat diramalkan jumlah penduduk di Tebing Tinggi 5 tahun mendatang.

2. Dari pembahasan (analisis) yang dilakukan, maka dapat diketahui rata-rata (r) perubahan persentase jumlah penduduk laki-laki sebesar 1,216 % setiap tahun, dan rata-rata (r) perubahan persentase jumlah penduduk perempuan sebesar 1,106 %, serta rata-rata (r) perubahan persentase jumlah penduduk secara keseluruhan adalah sebesar 1,16 % per tahun.

3. Diperkirakan bahwa jumlah kota Tebing Tinggi menurut jenis kelamin laki-laki pada tahun 2017 sebesar 77614 jiwa, jumlah penduduk perempuan sebesar 78984 jiwa, dan secara keseluruhan (jenis kelamin laki-laki dan perempuan) sebesar 156595 jiwa.


(53)

4. Setelah memperlihatkan data jumlah penduduk kota Tebing Tinggi berdasarkan jenis kelamin, dapat diketahui bahwa jumlah penduduk perempuan lebih banyak daripada jumlah penduduk laki-laki dan dari hasil ramalan penduduk dari tahun 2013-2017 di kota Tebing Tinggi, dapat dilihat bahwa jumlah penduduk meningkat setiap tahunnya.

6.2 Saran

Berdasarkan data yang diamati, penulis memberi saran dari hasil analisis jumlah pertumbuhan penduduk di kota Tebing Tinggi yaitu sebagai berikut :

1. Dengan meningkatnya jumlah penduduk setiap tahunnya pada tahun-tahun mendatan, diharapkan pemerintah dapat mengambil tindakan yang tepat untuk menekan angka pertumbuhan penduduk yang terjadi, misalnya dengan menyelenggarakan program KB yang terarah dan berkesinambungan kepada masyarakat.

2. Pemerintah harus benar-benar memperhatikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perubahan jumlah penduduk yang terjadi di kota Tebing Tinggi setiap tahunnya.

3. Penambahan dan penciptaan lapangan kerja dengan meningkatkan taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rezeki. Disamping itu pula diharapkan akan meningkatkan tingkat pendidikan yang akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.

   


(54)

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik.2010.Tebing Tinggi Dalam Angka.BPS Sumatera Utara:Medan

Mantra,Ida Bagus.2004.Demografi Umum.Jakarta:Pustaka Pelajar Munir,Rozi Drs.1985.Pendidikan Kependudukan.Jakarta:Bumi Aksara FEUI.1981.Dasar-Dasar Demografi.Jakarta:Lembaga Demografi

             


(1)

Gambar 5.1 Mengaktifkan Microsoft Excel

5.3 Membuka Lembar Kerja Baru

Setelah pengaktifan, akan tampil lembar kerja Excel yang sudah siap untuk dipergunakan. Lembar kerja adalah kumpulan kolom dan baris, dimana kolom berurutan dari atas ke bawah sedangkan baris berurutan dari kiri ke kanan yang terdiri dari 256 kolom dan 65.536 baris pada setiap lembar kerja.

Pada setiap kolom dan baris terdapat sel dan identifikasi dengan alamat yang merupakan kombinasi anatara abjad untuk kolom dan angka untuk baris, di samping itu lembar kerja Excel terdapat banyak elemen yang memiliki fungsi tersendiri.


(2)

Gambar 5.2 Tampilan Lembar Kerja Pengisian Data

Sedangkan pilihan kedua dalam mengisi data adalah menggunakan sub menu pada menu editing Excel. Dengan pilihan ini, maka memiliki banyak pilihan, yaitu: Down, Up, dan Series (Autofil)

5.4 Pembuatan Grafik

Grafik pada Excel dapat dibuat menjadi satu dengan data atau terpisah pada lembar kerja sendiri, namun masih berada pada file yang sama. Untuk membuat grafik pada Excel, biasa menggunakan icon chart wizard yang terdapat pada tool bar.

Adapun langkah-langkah yang diperlukan adalah : 1. Sorot sel atau Range yang ingin dibuat Grafik


(3)

3. Klik Type grafik yang di inginkan dan klik next, tampil kotak dialog Sourcedata.

4. Pada tampilan akan terlihat range data yang telah disorot dan klik radio. Botton Rows atau coloums yang di inginkan, klik nenxt. Maka akan tampil kotak dialog Chart Option.

5. Pada Chart Option, klik judul grafik. Setelah itu klik next. Tampil kotak dialog chart option.

6. Anda dapat memilih tempat untuk meletakkan grafik ini, kemudian klik finish.


(4)

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi jumlah penduduk kota Tebing Tinggi tahun 2007-2012, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Dengan menggunakan rumus pertumbuhan eksponensial, dapat dicari persentase perubahan jumlah penduduk laki-laki, persentase perubahan jumlah penduduk perempuan, serta persentase perubahan jumlah penduduk secara keseluruhan (laki-laki dan perempuan) sehingga dapat diramalkan jumlah penduduk di Tebing Tinggi 5 tahun mendatang.

2. Dari pembahasan (analisis) yang dilakukan, maka dapat diketahui rata-rata (r) perubahan persentase jumlah penduduk laki-laki sebesar 1,216 % setiap tahun, dan rata-rata (r) perubahan persentase jumlah penduduk perempuan sebesar 1,106 %, serta rata-rata (r) perubahan persentase jumlah penduduk secara keseluruhan adalah sebesar 1,16 % per tahun.

3. Diperkirakan bahwa jumlah kota Tebing Tinggi menurut jenis kelamin laki-laki pada tahun 2017 sebesar 77614 jiwa, jumlah penduduk perempuan sebesar 78984 jiwa, dan secara keseluruhan (jenis kelamin laki-laki dan perempuan) sebesar 156595 jiwa.


(5)

4. Setelah memperlihatkan data jumlah penduduk kota Tebing Tinggi berdasarkan jenis kelamin, dapat diketahui bahwa jumlah penduduk perempuan lebih banyak daripada jumlah penduduk laki-laki dan dari hasil ramalan penduduk dari tahun 2013-2017 di kota Tebing Tinggi, dapat dilihat bahwa jumlah penduduk meningkat setiap tahunnya.

6.2 Saran

Berdasarkan data yang diamati, penulis memberi saran dari hasil analisis jumlah pertumbuhan penduduk di kota Tebing Tinggi yaitu sebagai berikut :

1. Dengan meningkatnya jumlah penduduk setiap tahunnya pada tahun-tahun mendatan, diharapkan pemerintah dapat mengambil tindakan yang tepat untuk menekan angka pertumbuhan penduduk yang terjadi, misalnya dengan menyelenggarakan program KB yang terarah dan berkesinambungan kepada masyarakat.

2. Pemerintah harus benar-benar memperhatikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perubahan jumlah penduduk yang terjadi di kota Tebing Tinggi setiap tahunnya.

3. Penambahan dan penciptaan lapangan kerja dengan meningkatkan taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rezeki. Disamping itu pula diharapkan akan meningkatkan tingkat pendidikan yang akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.


(6)

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik.2010.Tebing Tinggi Dalam Angka.BPS Sumatera Utara:Medan

Mantra,Ida Bagus.2004.Demografi Umum.Jakarta:Pustaka Pelajar Munir,Rozi Drs.1985.Pendidikan Kependudukan.Jakarta:Bumi Aksara FEUI.1981.Dasar-Dasar Demografi.Jakarta:Lembaga Demografi