UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN IPS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PETA KELAS VI DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 WAY DADI SUKARAME BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

ABSTRAK
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN IPS
DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PETA KELAS VI DI SEKOLAH
DASAR NEGERI 1 WAY DADI SUKARAME BANDAR LAMPUNG
TAHUN PELAJARAN 2011/2012
Oleh
AMRODI
Latar belakang penelitian ini didasarkan dari pengamatan atau observasi, dan wawancara
dengan guru dan siswa kelas VI SD Negeri 1 Way Dadi Sukarame Bandar Lampung yang
ternyata hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pendidikan Sosial masih rendah dan
partisipasi dalam poses pembelajaran masih kurang aktif. Penelitian tindakan kelas ini
bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu
Pendidikan Sosial kelas VI SD Negeri 1 Way Dadi Sukarame Bandar Lampung. Penelitian ini
menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dan guru
kelas VI SD Negeri 1 Way Dadi Sukarame Bandar Lampung.
Pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini digunakan instrumen, lembar observasi
dan lembar penilaian pembelajaran. Untuk mengetahui aktvitas belajar dalam penelitian
tindakan kelas, analisa data menggunakan rumus sederhana yaitu persentase (%).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahwa dengan menggunakan gambar
peta dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Terbukti selama penelitian tindakan
2 siklus siswa menyukai proses pembelajaran. Dari analisa data menunjukkan bahwa
penggunaan Media Gambar Peta dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas
hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari persentase rata-rata aktivitas belajar siswa antara
siklus 1 (74 %), siklus II (81 %). Sedangkan hasil belajar meningkat dari siklus 1 (65.71) ,
siklus II (71.85 ).Dengan pembelajaran menggunakan media gambar dapat meningkatkan
aktivitas dan hasil belajar siswa.

Kata Kunci: Media gambar, Peta, Meningkatkan hasil belajar siswa

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Pembelajaran IPS di sekolah dasar mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam upaya
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan pembelajaran IPS di Sekolah Dasar agar
peserta didik memiliki kemampuan yaitu: mewujudkan persatuan bangsa berdasarkan
pancasila UUD 1945 membiasakan untuk mematuhi norma, menegakkan hukum menjalankan
persatuan, berpartisipasi dalam mewujudkan masyarakat dan pemerintah yang demokratris,
menjunjung tinggi, melaksanakan dan menghargai hak asasi manusia (Depdiknas, 2006).
Untuk dapat melaksanakan pembelajaran IPS dengan baik pada jenjang pendidikan SD,
diperlukan guru yang terampil merancang dan mengelola proses pembelajaran seperti
tercermin dalam pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP, 2006). Dalam
pelaksanaan kurikulum tersebut guru hendaknya dapat menggunakan startegi yang melibatkan
siswa aktif dalam belajar baik secara fisik,mental, maupun sosial
Dari pernyataan diatas di katakan bahwa guru di harapkan dapat merancang dan mengelola
proses pembelajaran dengan menyajikan sebaik-baiknya dan mengatur kondisi yang baik pula.
Selain itu pendidikan mengarahkan siswa menjadi subjek yang memilki kemampuan dan daya
serap yang tinggi, kreatif, mandiri dan profesional. Dalam kaitannya dengan pendidikan,

2

Tiller (1997 : 1), mengemukakan bahwa: Pendidikan nasional dewasa ini sedang dihadapkan
pada empat krisis pokok, yang berkaitan dengan kuantitas, relevansi atau efesiensi eksternal,
elitisme, dan manajemen. Lebih lanjut di kemukakan bahwa sedikitnya ada enam masalah
pokok sistem pendidikan nasional:
1. Menurunnya akhlak dan moral siswa
2. Pemerataan kesempatan belajar
3. Masih rendahnya efesiensi internal sistem pendidikan
4. Status Kelembagaan
5. Manajemen Pendidikan yang tidak sejalan dengan pembangunan nasional
6. Sumber daya yang belum Professional

Menghadapi hal tersebut, perlu dilakukan penataan terhadap sistem pendidikan secara
menyeluruh, terutama berkaitan dengan kualitas pendidikan, serta relevansinya dengan
kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Dalam hal ini, perlu adanya perubahan sosial yang
memberi arah bahwa pendidikan merupakan pendekatan dasar dalam proses perubahan itu.
Pendidikan adalah (Mulyasa, 2001:7) kehidupan untuk kegiatan belajar harus dapat
membekali siswa kecakapan hidup yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan demikian,
setiap guru hendaknya secara professional dan sudah selayaknya menguasai pengolaan kelas,
mampu mengatasi masalah belajar yang di hadapi siswa, sehingga proses interaksi belajarmengajar dapat berlangsung secara efektif dan efesien serta berdaya guna. Olehnya itu
seorang pendidik haruslah memiliki pengetahuan yang tinggi, karena pengetahuan akan
menjadi landasan utama segala aspek kehidupan. Adab pengetahuan sangat berpengaruh

3

terhadap pendidikan, Ilmu pengetahuan dann teknologi, dan lapangan kerja. Pendidikan
adalah salah satu hal yang sangat penting untuk membekali siswa menghadapi masa
depan.Untuk itu proses permbelajaran yang bermakna sangat menentukan terwujudnya
pendidikan yang berkualitas. Siswa perlu mendapat bimbingan , dorongan, dan yang peluang
yang memadai untuk belajar dan mempelajari hal-hal yang akan di perlukan dalam
kehidupannya. Tuntutan masyarakat yang semakin besar terhadap pendidikan serta kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi, membuat pendidikan tidak mungkin lagi di kelola hanya
dengan melalui pola tradisional. Selain tuntutan tersebut, masyarakat menginginkan
kebutuhan akan informasi dan komunikasi, di mana informasi dan komunikasi sangat
berpengaruh pada kemajuan di bidang pendidikan. Revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi,
perubahan masyrakat, pemahaman cara belajar anak, kemajuan media komunikasi dan lain
sebagainya memberi arah tersendiri bagi kegiatan pendidikan dan tuntutan ini pulalah yang
membuat kebijaksanaan untuk memanfaatkan media teknologi dalam pengelolaan pendidikan.

Sebagai bagian dari kebudayaan, pendidikan sebenarnya lebih memusatkan diri pada proses
belajar mengajar untuk membantu anak didik menggali, menemukan, mempelajari,
mengetahui, dan menghayati nilai-nilai yang berguna , baik bagi sendiri, masyarakat, dan
negara sebagai keseluruhan (Sudarwan (1995: 3). Selain itu pendidikan mempunyai peranan
penting dalam mengembangkan sumber daya manusia, supaya anak didik menjadi manusia
yang berkualitas professional, terampil, kreatif dan inovatif. Pemerintah Republik Indonesia
telah bertekad untuk memberikan kesempatan kepada seluruh warga negara Indonesia untuk
menikmati pendidikan yang bermutu, sebagai langkah utama menignkatkan taraf hidup warga
negara sebagai agen pembaharuan, pendidikan bertanggung jawab dalam mengembangkan dan

4

mewariskan nilai untuk dinikmati anak didik yang selanjutnya nilai tersebut akan ditransfer
dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan hasil observasi pada SD Negeri I Way Dadi pada pemebelajaran IPS kelas VI
Kecamatan Sukarame, cenderung masih terpusat pada pembelajaran IPS yang menggunakan
metode ceramah dalam penyajian materinya. Karena menurut guru, metode ceramah
merupakan metode yang paling mudah dilaksanakan oleh setiap guru. Hal inilah yang
menyebabkan banyak siswa menganggap proses pembelajaran IPS itu adalah sesuatu yang
membosankan,monoton,kurang menyenangkan, terlalu banyak hafalan, kurang variatif dan
berbagai keluhan lainnya.Sebagaimana tedapat dalam Undang-undang No.2 tahun 1989
tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 35 menyatakan bahwa “ Setiap satuan pendidikan
jalur pendidikan sekolah, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat
harus menyediakan sumber belajar”. Jadi pendidikan tidak mungkin terselenggara dengan baik
bilamana para tenaga kependidikan maupun para peserta didik tidak didukung oleh sumber
belajar yang di perlukan untuk penyelenggaraan kegiatan belajar yang bersangkutan. Terlebih
lagi dalam pembelajaran IPS yang merupakan Syntetic Science, karena konsep, generalisasi
dan temuan-temuan penelitian ditentukan atau di observasi setelah fakta terjadi menuntut
adanya suatu pendidikan dan sumber pembelajaran yang bisa meningkatkan interaksi dan
motivasi belajar siswa.
Mengacu pada fenomena tersebut di atas, maka proses pembelajaran IPS guru hendaknya
menggunakan sebuah media yang dapat menunjang pembelajaran tersebut, salah satu
diantaranya dapat dilakukan guru dengan memanfaatkan media pembelajaran. Dimana media
pembelajaran tersebut

merupakan wahana

dalam menyampaikan informasi/

pesan

5

pembelajaran pada siswa, dengan adanya media pada proses belajar-mengajar di harapkan
dapat membantu guru dalam meningkatkan pemahaman belajar siswa sehingga proses belajar
mengajar dapat berlangsung dengan baik.
Oleh karena itu guru seharusnya mengahdirkan media dalam setiap proses pembelajaran demi
tercapainya tujuan yang hendak dicapai sesuai dengan pendapat Hamalik (1994 : 12) yang
menyatakan bahwa “ Media pembelajaran adalah alat, metode dan teknik yang digunakan
dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam
proses pembelajaran di kelasnya”. Oleh karena itu penulis memilih judul penelitian dalam
pembelajaran IPS Yaitu : Upaya Meningkatkan aktivitas siswa dalam pembalajaran IPS
dengan menggunakan Media Gambar Peta Kelas VI Sekolah Dasar I Way Dadi Sukarame
Bandar lampung Tahun Ajaran 2011/2012.

1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah disana banyakm masalah dalam pengajaran pembelajaran
IPS Yaitu:
1. Rendahnya aktivitas belajar siswa kelas VI SD Negeri I Way Dadi Sukarame
Bandar Lampung dalam pembelajaran IPS.
2. Para Pelajar masih kelihatan kesulitan dalam pembalajaran IPS yang di bawa oleh
gurunya
3. Rendahnya nilai belajar siswa kelas VI SD Negri 1 Way Dadi Sukarame Bandar
Lampung pada pembelajaran IPS.

6

1.3 Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah tersebut, penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Apakah dengan menggunakan media gambar peta dalam pembelajaran IPS dapat
meningkatkan keaktifan siswa pada kelas VI SD Negeri I Way Dadi Sukarame Bandar
Lampung Tahun Ajaran 2011/2012.
2. Apakah dengan menggunakan media gambar peta dalam pembelajaran IPS dapat
meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD Negri 1 Way Dadi Sukarame Bandar
Lampung Tahun Ajaran 2011/2012 .

1.4 Tujuan Penelitian
Berdasarkan Rumusan Masalah yang telah dikemukakan di atas, maka tujuan penelitian ini
adalah:
1. Untuk mengetahui langkah-langkah dalam penggunaan media gambar peta dalam
pembelajaran IPS kelas VI SD Negeri I Way Dadi Sukarame Bandar Lampung Tahun
Ajaran 2011/2012.
2. Untuk mengetahui penggunaan media gambar peta dalam pembelajaran IPS kelas VI
SD Negeri I Way Dadi Sukarame Bandar Lampung Tahun Ajaran 2011/2012.

7

1.5 Manfaat Penelitian
Dengan adanya hasil penelitian diharapkan memberikan konstribusi bagi sekolah siswa, guru,
dan sekolah. Konstribusi hasil penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Manfaat Bagi Siswa
Dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa.
2. Manfaat Bagi Guru
Dapat memberikan sumbangan pemikiran, variasi pembelajaran bagi guru yang
mengajar mata pelajaran IPS dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam
melakukan pembelajaran di kelas.
3. Manfaat Bagi Sekolah
Dapat memberikan sumbangan yang berguna dalam upaya meningkatkan mutu
pembelajaran di sekolah yang bersangkutan.

BAB II
TEORI, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS

2.1 Pengertian Media Gambar
Diantara media pembelajaran, media gambar adalah diantara media pembelajaran , media
gambar adalah media yang paling umum dipakai. Hal ini dikarenakan siswa lebih menyukai
gambar daripada tulisan, apalagi jika gambarnya menarik disajikan sesuai dengan persyaratan
gambar yang baik, sudah barang tentu akan menambah semangat siswa dalam mengikuti
proses pembelajaran. Di bawah ini beberapa pengertian media gambar , diantaranya:
1. Media gambar adalah segala sesuatu yang diwujudkan secara visual kedalam bentuk
dua dimensi sebagai curahan ataupun pikiran yang bentuknya bermacam-macam
seperti lukisan, potret,slide,film,strip,opaque Projektor (Hamamik, 1994: 95).
2. Media gambar adalah media yang paling umum di pakai, yang merupakan bahasan
umum yang dapat dimengerti dan dapat dinikmati dimana-mana (Sadiman,1996: 29).
3. Media gambar merupakan peniruan dari benda-benada

dan pemandangan dalam

bentuk ,rupa, serta ukurannya terhadap lingkungan (Soelarko, 1980: 3).
Dari pengertian diatas dapat disimpilkan bahwa media gambar adalah perwujudan dari hasil
peniruan-peniruan

benda-benda,pemandangan,

visualisasikan ke dalam bentuk dua dimensi.

curahan

pikir

atai

ide-ide

yang

di

9

Secara garis besar , fungsi penggunaan media gambar sebagai berikut:
1. Fungsi Sosial, memberikan informasi yang autentik dan pengalaman berbagai
bidang kehidupan dan

memberikan konsep yang sama kepada setiap orang.

2. Fungsi Edukatif, yang artinya mendidik dan memberikan pengaruh positif pada
pendidikan.
3. Fungsi Ekonomis, meningkatkan produksi melalui pembinaan prestasi kerja secara
maksimal.
4. Fungsi Politis, berpengaruh pada politik pembangunan.
5. Fungsi Seni Budaya dan telekomunikasi, yang mendorong dan menimbulkan ciptaan
baru, termasuk pola usaha penciptaan teknologi kemediaan yang modern.
(Hamalik, 1994: 12)
Fungsi-fungsi tersebut di atas terkesan masih bersifat konseptual. Fungsi praktis yang di
jalankan oleh media pengajaran adalah :
1. Mengatasi Perbedaan pengalaman pribadi peserta didik, misalnya kaset video
rekaman kehidupan di laut sangat diperlukan oleh anak yang tinggal di daerah
pengunungan.
2. Mengatasi batas ruang dan kelas. Misalnya gambar tokoh pahlawan yang di pajang
di ruang kelas.
3. Mengatasi keterbatasan kemampuan indera.
4. Mengatasi peristiwa alam, Misalnya rekaman peristiwa letusan gunug berapi untuk
menerangkan gejala alam.
5. Menyederhanakan kompleksitas materi.

10

6. Memungkinkan siswa mengadakan kontak langsung dengan masyrakat atau alam
sekitar (Rohani, 1997:6-7).
Karakteristik Media Menurut Rahadi (2003:27-28) ada beberapa karakteristik media gambar
denah, sebagai berikut:
1. Harus Autentik, artinya dapat menggambarkan obyek/peristiwa seperti jika siswa
melihat langsung
2. Sederhana, komposisinya cukup jelas menunjukkan bagian-bagian pokok dalam
gambar tersebut
3. Ukuran gambar proposional, sehingga siswa mudah membayangkan ukuran
sesungguhnya benda/obyek yang digambar.
4. Memadukan antara keindahan dengan kesesuainnya untuk mencapai tujuan
pembelajaran.
5. Gambar harus jelas.
Tidak setiap gambar yang bagus merupakan media yang bagus. Sebagai media yang baik ,
gambar hendaklah bagus dari sudut seni dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin di
capai. Atas dasar karakteristik tersebut maka media gambar memiliki kelebihan dan
kelemahan sebagai berikut:
Kelebihan Media Gambar Adalah:
1. Sifatnya konkrit dan lebih realistis dalam memunculkan pokok masalah, jika
dibandingkan dengan bahasa verbal

11

2. Dapat mengatasi batasan ruang dan waktu.
3. Dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita
4. Memperjelas masalah dalam bidang apa saja untuk semua orang tanpa memandang
umur sehingga dapat mencegah atau membetulkan kesalahpahaman.
5. Harganya murah dan mudah di dapat serta digunakan (Sadiman, 1996:31).
Kelemahan Media Gambar Adalah :
1. Hanya menampilkan persepsi indera mata, ukurannya terbatas hanya dapat terlihat
oleh sekelompok siswa
2. Gambar di interpretasikan secara personal dan subyektif.
3. Gambar disajikan dalam ukuran yang sangat kecil, sehingga kurang efektif dalam
pembelajaran (Rahadi, 2003 : 27).
Keefektifan media gambar dalam pembelajaran ini pengajaran sebagai upaya terencana dalam
membina pengetahuan sikap dan keterampilan para siswa melalui interaksi siswa dengan
lingkungan belajar yang di atur guru pada hakikatnya mempelajari lambang-lambang verbal
dan visual, agar diperoleh makna yang terkandung di dalamnya. Lambang-lambang tersebut di
cerna, disimak oleh para siswa sebagai penerima pesan yang disampaikan guru. Oleh karena
itu pengajaran dikatakan efektif apabila siswa dapat memahami makna yang dipesankan oleh
guru sebagai lingkungan belajarnya. Pesan visual yang paling sederhana, praktis, mudah
dibuat dan banyak diminati siswa pada jenjang pendidikan dasar adalah gambar. Disamping
itu daya tarik gambar sebagai media pengajaran bergantung kepada usia para siswa. Siswasiswa kelas VI lebih menyenangi gambar-gambar yang sederhana bersifat realistis seperti
gambar-gambar naturalis dari pada siswa kelas V.

12

2.2 Hasil Belajar
Mengajar adalah proses membelajarkan siswa dalam kegiatan belajar siswa sehingga ada
keinginan belajarnya, dengan demikian aktivitas siswa sangat diperlukan dalam kegiatan
belajar mengajar sehingga siswa lah yang seharusnya banyak aktif, sebab siswa sebagai subjek
didik adalah merencanakan dan siswa sendiri yang melaksanakan belajar.
Aktivitas siswa yang dimaksud disini adalah aktivitas jasmaniyah maupun aktivitas mental.
Aktivitas belajar siswa (Copper, 2002: 73) dapat digolongkan dalam beberapa hal yaitu:
1. Aktivitas Vesual ( visual activities ) seperti membaca, menulis, melakukan
esperimen dan demosntrasi.
2. Aktivitas Lisan ( oral activitas ) seperti bercerita, membaca sajak, tanya jawab,
diskusi dan menyanyi.
3. Aktivitas Mendengarkan ( listening activities ) seperti mendengarkan penjelasan
guru, ceramah dan pengarahan.
4. Aktivitas Gerak ( motor activities ) seperti senam, atletik menarik dan melukis.
5. Aktivitas Menulis ( writing activities ) seperti mengarang membuat makalah dan
membuat surat.
Setiap jenis aktivitas tersebut diatas memiliki kadar atau bobot yang berbeda bergantung pada
segi mana tujuan mana yang akan di capai dalam kegiatan belajar. Siswa hendaknya memiliki
kadar atau bobot yang lebih tinggi.

13

Stranley Hall sebagaimana dalam Uzer (2001), mengatakan bahwa anak didik merupakan
subjek yang dalam pendidikan, dan anaklah bukan manusia dewasa kecil, dalam kehidupan
disekolah sering terjadi anak didik itu masih diperlukan sebagai objek didik, yang seolah-olah
dapat dibentuk sesuai keinginan pendidik yang di anggap mempunyai kemampuan yang sama.
Oleh karena itu guru harus pandai menyuapi sekian anak pada waktu yang sama pada
makanan pengetahuan yang telah diolah dan dimasak oleh guru itu sendiri, dalam hal ini anak
tinggal menelannya tanpa proses bahwa makanannya itu pahit, manis ataupun sekalipun basi.
Kondisi belajar mengajar yang efektif adalah minat dan perhatian siswa dalam belajar.
Uzer (2001) mengemukakan bahwa “ minat ini besar sekali pengaruhya terhadfap belajar
sebab dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya, sebaliknya tanpa
minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu”. Keterlibatan siswa dalam belajar erat
kaitannya dengan sifat-sifat murid, baik yang bersifat kognitif seperti kecerdasan dan bakat.
Maupun yang bersifat keaktifan, rasa percaya diri dan minatnya. Minat dalam arti motif adalah
daya dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu, atau keadaan
seseorang atau organisme yang menyebabkan kesiapannya untuk memakai serangkaian
tingkah laku atau perbuatan. Sedangkan keaktifan adalah suatu proses untuk memakai
serangkaian tingkah laku perbuatan. Sedangkan keaktifan adalah suatu proses untuk
mengiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan
mecapai tujuan atau kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk
berbuat sesuatu dalam mencapau tujuan tertentu. Tugas guru adalah membangkitkan keaktifan
anak sehingga ada keinginannya untuk belajar.

14

Hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh individu stelah proses belajar
berlangsung, yang dapat memberikan perubahan tingkah laku baik pengetahuan,pemahaman,
sikap dan keterampilan sehingga menjadi lebih baik dari sebelumya. Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia, (2001:18), hasil belajar adalah suatu penilaian akhir dari proses dan
pengenalan yang telah dilakukan berulang-ulang. Dimyati, dkk (2009:18), hasil belajar
merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi sisw dan sisi guru. Dari sisi siswa,
hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik di bandingkan saat
sebelum belajar. Sedangkan dari sisi guru, hasil belajar merupakan saat terselesaikannya
bahan pelajaran.
Menurut Hamalik (2009: 33), hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi
perubahan tingkah laku pada orang terebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari
tidak mengerti menjadi mengerti, berupa nilai yang diperoleh melalui tes.
Berdasarkan teori Taksonomi Bloom hasil belajar dalam rangka studi melalui tiga kategori
ranah antara lain kognitif, afektif, dan psikomotor, Perinciannya sebagai berikut:
a. Ranah Kognitif
Ranah Kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek, yaitu :
Pengetahuan, Pemahaman, Penerapan, Analisis, Sintetis dan Penilaian
b. Ranah Afektif
Berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah Afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu
menerima, menjawab atau reaksi, menilai, organisasi dan karakteristik dengan suatu nilai atau
kompleks nilai

15

c. Ranah Psikomotor
Meliputi keterampilan motorik, manipulasi benda-benda, koordinasi neuro muscular
(Menghubungkan, Mengamati).
Berdasarkan pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah suatu
penilaian akhir dari proses dan pengenalan yang telah dilakukan berulang-ulang, serta akan
tersimpan dalam jagka waktu lama atau bahkan tidak akan hilang selama-lamanya karena hasil
belajar turut serta dalam membentuk pribadi individu yang selalu ingin mencapai hasil yang
lebih baik lagi sehingga akan merubah cara berfikir serta menghasilkan perilaku kerja yang
lebih baik.

2.3 Langkah-Langkah Penggunaan Media Gambar Peta di SD Negeri I Way Dadi
Sukarame pada kelas VI di Bandar Lampung Tahun Ajaran 2011/2012
1.Persiapan
Selain menyiapkan media gambar peta yang akan digunakan guru harus benar-benar
memahami pembelajaran dan memiliki berbagai macam strategy yang mungkin akan
ditempuh siswa dalam menyelesaikannya
2.Pembukaan
Pada bagian ini siswa diperkenalkan dengan strategy pembelajaran yang dipakai dan
diperkenalkan dengan media gambar peta, kemudian siswa diminta untuk mencermati media
gambar tersebut dengan cara mereka sendiri

16

3.Proses Pembelajaran
Siswa mencoba berbagai strategy untuk menyelesaikan masalah sesuai pengamatannya dapat
di lakukan secara perorangan, dengan mengerjakan LKS yang diberikan oleh guru untuk
dinilainya.
4.Penutup
Setelah mencapai kesepakan tentang strategy dalam mengerjakan LKS nya di kelas, siswa
diajak menarik kesimpulan dari pelajaran saat itu pada akhir pembelajaran siswa harus
mengerjakan soal evaluasi yang lain menuju tingkat kesuksesan dan keaktifan siswa.
2.4 Kerangka Pikir
Berdasarkan Kajian Pustaka yang mendasari penelitian ini maka di susunlah kerangka pikir
yaitu pembelajaran IPS yang mutlak dilakukan secara berproses yaitu menyiapkan media
gambar di lakukan secara bertahap dan berproses, pada proses pembelajarannya yaitu strategy
pembelajaran yang di lakukan dan diperlukan media gambar yang menyenagkan untuk
disajikan ke peserta didik. Tingkat pemahaman yang harus dilewati siswa mulai dari tingkat
yang paling rendah ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu pemahaman leteral, pemahaman
interpretative, pemahaman kritis dan pemahaman kretraif. Agar seorang guru menguasai
tujuan tersebut diperlukan bahan pembelajaran dan metode- metode yang efektif, bahan
pembelajaran yang paling memudahkan bagi siswa dalam pembelajaran IPS yaitu dapat
memperkenalkan media gambar denah yang nyata di selingi petunjuk-petunjuk. Yang dapat
menghubungkan kemampuan siswa dalam memahami konsep pembelajaran IPS yang baik dan
optimal sehingga menghasilkan siswa yang mempunyai minat belajar yang tinggi dalam

17

pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Negeri I Way Dadi Sukarame pada kelas VI di Bandar
Lampung Tahun Ajaran 2011/2012.
2.5 Hipotesis Tindakan
Hipotesis Tindakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan media gambar peta
pada Pembelajaran IPS dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa di kelas VI
Sekolah Dasar Negeri 1 Way Dadi Sukarame Bandar Lampung Tahun Ajaran 2011/2012.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metodoligi Penelitian
Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian ini adalah tindakan kelas
yaitu penelitian yang dilakukan yang dilakukan terhadap peningkatan keaktifan siswa dalam
pembelajaran IPS dengan menggunakan media gambar denah pada siswa kelas VI Sekolah
Dasar Negeri I Way Dadi Sukarame Tahun Ajaran 2011/2012. Dalam hal ini akan ditelaah
gambaran keaktifan siswa dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri
I Way Dadi Sukarame Tahun Ajaran 2011/2012.

Dalam setiap siklus terdiri dari empat kegiatan pokok yang dirangkai menjadi satu kesatuan
yaitu perencanaan (Plan), Pelaksanaan (Act), Pengamatan (Observe) , dan refleksi (Reflect).
Penelitian ini dipilih dan berkolaborasi dengan guru kelas VI Sekolah Dasar Negeri I Way
Dadi Sukarame Bandar Lampung Tahun Ajaran 2011/2012.

19

3.2 Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah siswa dan guru kelas VI Sekolah Dasar Negeri I Way Dadi Sukarame
Bandar Lampung Tahun Ajaran 2011/2012 Dengan jumlah siswa 35 anak terdiri dari 21 siswa
laki-laki dan 24 siswa perempuan

3.3 Jenis Data
Jenis data penelitian adalah kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diambil dari hasil
observasi. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari tes individu yang berbentuk skor/angka.

3.4 Teknik Pengumpulan Data
Data yang diperoleh peneliti dikumpulkan berdasarkan instrument penelitian. Instrument
penelitian yang digunakan adalah:
1. Lembar panduan observasi, yaitu digunakan untuk mengetahui apakah dengan
menggunakan metode media gambar

denah di kelas akan lebih efektif, apa

pengaruhnya serta bagaimana pembelajaran yang akan di jalani.
2. Tes, di gunakan untuk mengumpulkan data yang berupa nilai-nilai siswa, guna
mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa setelah di gunakannya metode media
gambar peta kelas VI Sekolah Dasar Negeri I Way Dadi Sukarame Bandar Lampung
Tahun Ajaran 2011/2012

20

3.5 Prosedur dan Pelaksanaan Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini diadakan dua siklus dengan perincian sebagai berikut:
3.6 Siklus 1
1. Perencanaan
Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau skenario pembelajaran, menyiapkan
media pembelajaran , menyiapkan instrumen tes berupa soal-soal beserta penilaiannya
Menyiapkan lembar observasi untuk melihat aktivitas siswa selama proses pembelajaran dan
menyiapkan lembar observasi untuk mengamatai kinerja guru selama pembelajaran
berlangsung.
2. Tahap Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan berupa pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dengan
pokok bahasan dengan media gambar peta provinsi Indonesia. Ada tiga kegiatan
utama yang dilakukan , yaitu : Pendahuluan, Kegiatan Inti dan Penutup.
Pertemuan Pertama
a. Pendahuluan
1.

Pra Pembelajaran


Semua siswa duduk dengan rapi ditempatnya masing-masing



Siswa menyiapkan peralatannya masing-masing, seperti buku tulis, buku gambar.
Buku Paket IPS, pena , pencil dan penggaris.

21

2.

Kegiatan Membuka Pembelajaran
a) Gambar Siswa memperhatikan gambar denah peta pulau Sumatera yang ditampilkan
melalui alat peraga gambar
b) Sebagian siswa menjawab dengan benar ketika ditanyakan: Gambar Pulau apa yang
ditampilkan tersebut ?
c) Deskripsi pada saat tanya jawab tentang sebuah pulau di Indonesia :


Pertanyaan Pertama: “ Gambar pulau apakah yang ada di papan tulis? “ Sebagian siswa
tidak menjawab dengan benar, hanya ada sekitar 6 anak yang dapat menjawab



Pertanyaan kedua :” Tuliskan dalam selembar kertas nama-nama Pulau yang ada di
Indonesia! “ Jawaban dari pertanyaan kedua ini akan dijadikan sebagai dasar untuk
menentukan kelompok siswa.

d) Setelah tanya jawab sebagian besar siswa mendengarkan dengan tenang pada saat
guru Menyampaikan materi yang akan dibahas.
b. Kegiatan Inti
1. Siswa terlihat gaduh pada saat pembagian kelompok. Pembagian kelompok dilakukan guru
berdasarkan hasil tes awal mengenai nama-nama letak pulau Indonesia
2. Kelas dibagi menjadi lima kelompok dengan masing-masing beranggotakan 7 anak. Pada
saat pertemuan ketua kelompok siswa terlihat ramai sehingga cukup menyita waktu
pembelajaran. Rata-rata siswa tidak mau dan saling menunjuk ketika dipilih menjadi ketua
kelompok. Kegiatan ini dilakukan oleh masing-masing kelompok secara mandiri, guru
hanya mengarahkan dan membimbing ketika terjadi masalah.

22

3. Ketika ditampilkan gambar peta Indonesia, siswa terlihat gaduh dan saling berkomentar
mengenai gambar tersebut.
4. Siswa terlihat tenang dan memperhatikan dengan seksama ketika guru menjelaskan materi
pelajaran.
5. Sebelum melakukan kegiatan kelompok untuk membahas LKS, guru memberikan
penjelasan singkat mengenai cara kerja kelompok.
6. Pada saat kegiatan kelompok hanya sebagian kecil siswa yang bisa memberikan sumbang
saran pada kelompoknya.
7. Hanya dua kelompok yang mampu menyelesaikan tugas dengan cepat, kelompok yang lain
melewati batas waktu yang ditentukan oleh guru.
8. Masing-masing kelompok tidak dapat melaporkan hasil kegiatannya didepan kelas sesuai
rencana karena keterbatasan waktu.

c. Penutup
1. Guru memeriksa kembali kegiatan siswa pada hari ini dengan pertanyaan diaman letak
pulau Sumatera.
2. Pada akhir kegiatan siswa diminta menuliskan kesimpulan tentang diaman letak Pulau
Sumatera.
3. Pada akhir kegiatan siswa diminta menuliskan kesimpulan tentang letak Pulau Sumatera .

23

Pertemuan Kedua
a. Pendahuluan
1. Pra Pembelajaran
1. Semua siswa duduk dengan rapi di tempatnya masing-masing
2. Siswa menyiapkan peralatannya masing-masing, seperti buku tulis, buku paket IPS,
pena, pensil dan penggaris.
2. Kegiatan Membuka Pelajaran
1. Guru melakukan apresiasi dengan menampilkan kembali gambar peta Indonesaia.
Kemudian menanyakan Mengenai salah satu letak Pulau Indonesia.
2. Sebagian

besar siswa tidak dapat menjawab dengan benar pertanyaan yang

disampaikan guru.
3. Setelah tanya jawab sebagian besar siswa mendengarkan dengan tenang pada saat guru
menyampaikan materi yang akan dibahas hari ini.
b. Kegiatan Inti
1. Pembagian kelompok siswa masih menggunakan komposisi pada pertemuan pertama,
karena masih dalam rangkaian satu siklus.
2. Ketika ditampilkan gambar peta Indonesia , siswa saling berkomentar dengan peta
Indonesia.
3. Siswa memperhatikan dengan seksama ketika guru menjelaskan materi pelajaran.
4. Pada saat diberi kesempatan untuk bertanya dan menyampaikan pendapat, sebagaian
siswa dapat berkomentar.

24

5. Guru memberikan penjelasan singkat mengenai cara kerja kelompok sebelum siswa
dan guru membahas LKS.
6. Pada saat kegiatan kelompok hanya sebagian kecil siswa yang bisa memberikan
sumbang saran pada kelompoknya, siswa yang lain terlihat diam atau saling
mengganggu.
7. Semua kelompok dapat meyelesaikan tugas dengan baik. Namun hanya 3 kelompok
yang mampu meyelesaikannya dengan cepat.
8. Masing-masing kelompok dapat membacakan hasil kegiatannya di depan kelas sesuai
rencana.
c. Penutup
1. Guru memeriksa kembali kegiatan pada hari ini dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai
Letak Pulau Sumatera. Hasil refleksi digunakan untuk menyimpulkan kegiatan pada hari
ini. Dengan tertib siswa menuliskan kesimpulan tersebut.
2. Pada akhir kegiatan siswa diberikan tes formatif
3. Observasi
Observasi dilakukan oleh supervisor pada saaat Implementasi Pembelajaran tanggal 12 April
2012, di kelas VI terhadap 35 bsiswa tentang Aktivitas Belajar Siswa seperti pada tabel 1
berikut.

25

4.

Refleksi

Setiap akhir siklus dilaksanakan refleksi tindakan yang didasarkan pada hasil observasi.
Refleksi dilakukan untuk menentukan apakah tindakan pada siklus 1 berhasil apa belum.

3.7.

Siklus II

Pelaksanaan tindakan berupa pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dengan materi pokok
Peta Kepulauan Indonesia. Kegiatan yang dilakukan meliputi 4 tahap yaitu perencanaan
tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.
1. Tahap perencanaan siklus 2
Pada tahap perencanaan ini peneliti melakukan beberapa kegiatan sebagai berikut:
a. Menetapkan materi pelajaran sesuai dengan kurikulum 2011/2012.
b. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada
Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP) sesuai dengan materi yang telah
ditetapkan dengan menggunakan media gambar peta.
c. Menyiapkan soal pretes dan postest terkair mata pelajaran IPS Khususnya
tentang materi “Peta Indonesia” untuk mengetahui data hasil belajar siswa
d. Menyusun Lembar Kerja Siswa (LKS) yang akan dipelajari kelompok, lembar
jawaban, dan lembar kuis terkait materi pemerintahan tingkat pusat.

26

e. Menyiapkan perangkat pembelajaran yang akan digunakan selama proses
pembelajaran.
f. Menyiapkan lembar observasi untuk mengamati aktivitas siswa dan guru
selama pembelajaran berlangsung.
g. Menyiapkan kamera untuk dokumentasi.

Tahap Pelaksanaan Siklus 2
Pertemuan Pertama
a. Pendahuluan
1.

Pra Pembelajaran

a) Semua siswa duduk dengan rapi ditempatnya masing-masing
b) Siswa menyiapkan peralatannya masing-masing seperti buku, alat tulis . Buku paket IPS .
2)Kegiatan Membuka Pelajaran
a. Siswa memperhatikan gambar Pulau Indonesia yang ditampilkan melalui alat peraga
gambar
b. Siswa menjawab dengan benar ketika siswa diminta untuk menunjukkan gambar-gambar
Peta Pulau Indonesia dengan menyebutkan letak bagian Pulau Indonesia.
c. Deskripsi pada saat tanya jawab tentang Letak Bagian Pulau Indonesia :


Pertanyaan Pertama : Tunjukkan macam-macam dan bagian Pulau Indonesia ?
Sebagian besar siswa dapat menjawab dengan benar, hanya ada sekitar 7 anak yang
tidak dapat menjawab

27



Pertanyaan Kedua: “ Sebutkan nama – nama Propinsi yang di Pulau Sumatera dan
Jawa ? Sebagian besar siswa tidak dapat menjawab , hanya 19 anak yang mampu me
menjawabnya.

b. Kegiatan Inti
1. Siswa terlihat tertib pada saat pembagian kelompok. Pembagian kelompok dilakukan guru
berdasarkan hasil pilihan acak dengan hitungan angka
2. Siswa dikelompokkan berdasarkan angka yang sama dari hitungan yang sudah dilakukan.
Kelas dibagi menjadi 5 kelompok dengan masing-masing beranggotakan 7 anak. Pada saat
penentuan ketua kelompok terlihat semangat tidak seperti di siklus 1 . Siswa sudah terlihat
mengerti dalam pemilihan ketua kelompok, kegiatan ini dilakukan oleh masing-masing
kelompok secara mandiri, guru hanya mengarahkan dan membimbing ketika terjadi
masalah.
3. Sebelum melakukan kegiatan kelompok untuk membahas LKS, guru memberikan
penjelasan singkat mengenai cara kerja kelompok
4. Pada saat kegiatan kelompok sebagian besar siswa dapat memberikan sumbang saran pada
kelompoknya, sehingga kegiatan kelompok secara aktif
5. Masing-masing kelompok melaporkan hasil kegiatannya masing-masing

c. Penutup

28

1. Guru memerikksa kembali kegiatan pada pertemuan tersebut dengan menanyakan kembali
mengenai Sebutkan nama-nama Propinsi yang ada di Pulau Sumatera dan Jawa dengan
menggunakan gambar peta.
2. Pada akhir kegiatan siswa diminta menuliskan kesimpulan tentang nama-nama propinsi
yang ada di Pulau Sumatera dan Jawa

Pertemuan Kedua
a. Pendahuluan
1. Pra Pembelajaran
1. Semua siswa masuk dan duduk dengan rapi di bangku nya masing-masing
2. Siswa berdo'a dan absen
3. Siswa menyiapkan alat tulis masing-masing
2.

Kegiatan Membuka Pelajaran

1. Guru menjelaskan materi dan tujuan yang akan dicapai dalam pertemuan tersebut
2. Guru melakukan apersepsi dengan menampilkan kembali gambar Peta Pulau Indonesia.
Kemudia menanyakan mengenai sebutkan nama-nama propinsi Pulau Sumatera dan Jawa
dengan menunjukkan dimana letak gambar propinsi tersebut.
3. Sebagian besar siswa dapat menjawab dengan benar pertanyaan yang disampaikan oleh
guru
4. Setelah tanya jawab sebagian besar siswa mendengarkan dengan tenang pada saat guru
menyampaikan materi yang akan dibahas hari ini.

29

b. Kegiatan Inti
1. Pembagian kelompok siswa masih menggunakan komposisi seperti pada pertemuan
pertama
2. Ketika ditampilkan gambar Peta Pulau Indonesia , siswa saling berkomentar mengenai
macam-macam Pulau Indonesia , karena gambar tersebut adalah gambar yang telah
ditampilkan di pertemuan sebelumnya.
3. Siswa memperhatikan

dengan seksama ketika guru menjelaskan dengan seksama

ketika guru menjelaskan materi pelajaran.
4. Pada saat diberi kesempatan untuk bertanya dan menyampaikan pendapat, sebagian
siswa dapat berkomentar.
5. Guru memberikan penjelasan singkat mengenai cara kerja kelompok sebelum
membahas tentang Peta Pulau Indonesia
6. Pada saat kegiatan kelompok sebagian besar siswa dapat memberikan sumbang saran
pada kelompoknya
7. Semua kelompok dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik. Denganbatas waktu
yang diberikan sebanyak 30 menit.
8. Masing-masing kelompok dapat membackan hasil kegiatannya didepan
rencana

c. Penutup

kelas sesuai

30

1. Guru memeriksa kembali kegiatan pada pertemuan tersebut dengan pertanyaan sebutkan
nama-nama propinsi Pulau Saumatera dan Jawa
2. Guru menyimpulkan materi pelajaran bersama siswa
3. dengan tertib siswa menuliskan hasil kesimpulan tersebut
4. pada akhir kegiatan siswa diberikan tes formatif

3. Observasi
Observasi dilakukan oleh penulis pada saat Implementasi pembelajaran pada siklus II pada
tanggal 18 sampai tanggal 21 April 2012, dikelas VI terhada 35 siswa tentang Aktifitas
Belajar Siswa seperti pada tabel 5 berikut.

4.Refleksi
Setiap akhir siklus dilaksanakan refleksi tindakan yang didasarkan pada hasil observasi.
Refleksi dilakukan untuk menentukan apakah tindakan pada siklus 1 berhasil apa belum.
3.6 Teknik Analisis Data
Dalam penelitian ini, peneliti akan menganalisis analisis kuantitatif dan kualitatif.
1. Analisis kualitatif digunakan untuk menganalisis data yang menunjukkan dinamika
proses dengan memberikan pemaknaan secara kontekstual dan mendalam sesuai

31

dengan permasalahan penelitian, yaitu data aktivitas peserta didik, pola interaksi
pembelajaran, dan untuk menghitung nilai aktivitas siswa diperoleh dengan rumus:

N=
Keterangan :
N

= Nilai yang dicari

R

= Skor mentah yang diperoleh siswa

SM

= Skor maksimum

100

= Bilangan tetap

(Adaptasi dari purwanto, 2008:12)

2. Analisis

kuantitatif digunakan untuk mendeskripsikan berbagai dinamika kemajuan

kualitas hasil belajar peserta didik dalam hubungannya dengan penggunaan materi
yang diajarkan guru. Untuk menghitung hasil belajar secara individual digunakan
rumus sebagai berikut:

S=
Keterangan
S

= Nilai yang diharapkan

R

= Jumblah skor yang dijawab benar

N

= Skor maksimum

100

= Bilangan tetap

(Sumber Purwanto,2008:112)
Untuk menghitung nilai rata-rata seluruh siswa didapat dengan menggunakan rumus:

32

X=
Keterangan:

= Jumblah semua nilai hasil

= Jumlah siswa
X

= Nilai rata-rata

(Adaptasi Purwanto, 2008:103)
Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal

Ketuntasan Klasikal =
(Adaptasi dari Purwanto, 2008:12)
Kriteria tingkat keberhasilan belajar siswa dalam %
NO

Tingkat

Tingkat Aktivitas Belajar

Keberhasilan

Siswa

1.

>80%

Sangat baik

2.

60-79%

Tinggi

3.

40-59

Sedang

4.

20-19%

Rendah

5.


Dokumen yang terkait

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR BACK EXTENTION DENGAN PENGGUNAAN MEDIA PADA SISWA KELAS X-D DI SMA NEGERI 1 TERBANGGI BESAR LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2011/2012

0 9 48

PENINGKATAN KETERAMPILAN GERAK DASAR KAYANG DENGAN MENGGUNAKAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI 1 SUKARAME TAHUN PELAJARAN 2011/2012

0 10 47

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN IPS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PETA KELAS VI DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 WAY DADI SUKARAME BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

0 5 49

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR TEMATIK MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS II SDN 2 GULAK-GALIK หกฟห BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

0 8 45

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 WAY KANDIS BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

0 11 15

UPAYA MENINGKATKANAKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS II SD NEGERI 1 PURWODADI TAHUN PELAJARAN 2011/2012

0 5 45

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI PEMANFAATAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 SUKARAME BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

2 11 61

PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN KARTU ANGKA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TEMATIK DI KELAS 1 SEKOLAH DASAR NEGERI 3 PERUMNAS WAY HALIM BANDAR LAMPUNG

0 37 46

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK DASAR MENGGIRING DENGAN ALAT BANTU DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 WAY DADI KECAMATAN SUKARAME BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013

1 14 52

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI 2 PALAPA BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2013/2014

0 11 63

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

76 1872 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 494 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 434 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 262 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 381 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 576 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 506 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 319 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 493 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 586 23