Gambar 2.2 Siklus hidup HIV dan site action antiretroviral Calles et al, 2010.
2.1.2 Patofisiologi
HIV secara kontinyu menggunakan sel baru host untuk bereplikasi. Pada 24 jam pertama setelah terpapar, HIV ditangkap oleh sel dendritik pada
membran mukus dan kulit. 5 hari setelahnya, sel yang terinfeksi akan terbawa menuju nodus limfa dan akhirnya menuju pembuluh darah perifer, dimana
replikasi virus menjadi lebih cepat. Limfosit CD4+ yang terlibat dalam respon pada antigen virus bermigrasi ke nodus limfa dan teraktivasi kemudian
berproliferasi melalui interaksi kompleks pelepasan sitokin pada nodus limfa. Urutan proses tersebut membuat CD4+ rentan terhadap infeksi HIV, dan hal
tersebut menyebabkan timbulnya ciri-ciri limfadenopati. Monosit yang terinfeksi HIV membiarkan replikasi virus namun menolak kematian sel
sehingga monosit berperan sebagai reservoir HIV dan sebagai efektor
kerusakan jaringan pada organ seperti otak Calles et al, 2010. Jumlah CD4+ berbanding terbalik dengan jumlah viral load HIV. Bila kadar viral load
tinggi maka CD4+ rendah Devadas dkk, 2005. Berikut ini adalah stadium klinis HIV menurut Kemenkes RI 2012:
Tabel 2.1. Stadium Klinis HIV
Stadium GejalaTanda
I Asimtoma- tik
Tidak ada gejala atau hanya Limfadenopati generalisata persisten Kelenjar berukuran kecil tanpa rasa nyeri
II sakit
ringan - Berat badan turun 5-10
- Luka pada sudut mulut keilitis angularis - Dermatitis Seboroik: Lesi kulit bersisik pada batas antara wajah dan rambut
serta sisi hidung - Prurigo: Lesi kulit yang gatal pada lengan dan tungkai
- Herpes zoster: Papul disertai nyeri pada satu sisi tubuh, wajah, ekstremitas - ISPA berulang: Infeksi tenggorokan berulang, sinusitis atau infeksi telinga
- Ulkus pada mulut berulang III
sakit sedang
- Berat badan turun 10 - Kandidiasis mulut: Bercak putih yang menutupi daerah di dalam mulut
- Oral hairy leukoplakia: Garis vertikal putih di samping lidah, tidak nyeri, tidak hilang jika dikerok
- Lebih dari 1 bulan: Diare: kadang-kadang intermiten
Demam tanpa sebab yang jelas: kadang intermiten - Infeksi bakteri yang berat: Pneumonia, piomiositis dll
- TB paru - HB 8 g, Lekosit 500, Trombosit 50.000
- Gingivitis periodontitis ulseratif nekrotikan akut IV
sakit beratAIDS
- HIV wasting syndrome: Sangat kurus disertai demam kronik danatau diare kronik
- Kandidiasis esofagus: Nyeri hebat saat menelan - Lebih dari 1 bulan:
Ulserasi Herpes simpleks: Luka lebar dan nyeri kronik di genitalia atau anus - Limfoma
- Sarkoma Kaposi: Lesi berwarna gelap ungu dikulit danatau mulut, mata, paru, usus, sering disertai edema
- Retinitis CMV - Pneumonia pneumosistis: Pneumonia berat disertai sesak dan batuk kering
- TB Ekstraparu: contoh : pada tulang atau meningitis - Meningitis kriptokokus: Meningitis dengan atau tanpa kaku kuduk
- Abses otak Toksoplasmosis - Ensefalopati HIV Gangguan neurologis yang tidak disebabkan oleh faktor
lain, seringkali membaik dengan pengobatan ARV
2.1.3 Pengobatan HIV