5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Human Immunodeficiency Virus HIV
2.1.1 Pengertian
Human immunodeficiency virus HIV adalah virus RNA yang termasuk family retroviridae dan genus lentivirus yang menyebabkan
penurunan imunitas tubuh host Kemenkes RI, 2012. HIV ditemukan dalam cairan tubuh terutama pada darah, cairan sperma, cairan vagina, air susu ibu
Depkes RI, 2006. HIV dapat juga ditemukan dalam sel monosit, makrofag, dan sel glia jaringan otak. HIV menyerang dan menginfeksi sel darah putih
yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Akibat menurunnya kekebalan tubuh maka orang tersebut sangat mudah terkena berbagai penyakit
infeksi infeksi oportunistik yang sering berakibat fatal Kemenkes RI, 2014.
HIV adalah jenis retrovirus, ciri khas untuk jenis retrovirus yaitu dikelilingi oleh membran lipid, mempunyai kemampuan variasi genetik yang
tinggi, mempunyai cara yang unik untuk replikasi serta dapat menginfeksi seluruh jenis vertebra Depkes RI, 2006. Untuk mengadakan replikasi, HIV
perlu mengubah RNA menjadi DNA di dalam sel host. Seperti retrovirus lain, HIV menginfeksi tubuh, memiliki masa inkubasi yang lama masa laten
klinis dan pada akhirnya menimbulkan tanda dan gejala AIDS Kemenkes RI, 2012. Berikut adalah struktur HIV pada gambar 2.1.
Gambar 2.1. Human Immunodeficiency Virus Calles et al, 2010
Terdapat dua glikoprotein utama pada lapisan lipid bilayer yaitu gp120 dan gp41. Fungsi utama dari protein tersebut adalah sebagai mediator
pengenalan terhadap sel CD4+ dan reseptor chemokine, yang memungkinkan virus mampu berikatan pada CD4+ Calles et al, 2010. Gp 120 merupakan
bagian dari envelope yang tertutup oleh molekul gula untuk melindungi dari pengenalan antibodi, yang berfungsi mengenali secara spesifik reseptor dari
permukaan target sel dan secara tidak langsung berhubungan dengan membran virus lewat glikoprotein transmembran. Gp 41 merupakan
glikoprotein transmembran yang berfungsi mempercepat peleburan dari sel host dan membran virus dan membawa HIV masuk ke sel host Depkes,
2006. Bagian dalam virus terdapat materi genetik RNA dimer yang dibentuk dari 2 single strand RNA, protein dan enzim yang berfungsi untuk replikasi
dan pematangan antara lain p24, p17, reverse transcriptase, integrase, dan protease Calles et al, 2010.
Siklus hidup HIV terdiri dari enam fase gambar 2.2. Fase pertama yaitu binding and entry, dimana protein gp120 dan gp41 berikatan dengan
reseptor sel CD4+ dan makrofag. Kemudian inti virus masuk ke dalam sel CD4+ dan makrofag. Enzim yang terdapat pada sel CD4+ berinteraksi
dengan inti virus dan menstimulasi pelepasan RNA virus serta enzim reverse transcriptase, integrase, dan protease. 2 Reverse transcription, dimana RNA
dikonversi menjadi DNA single strand yang kemudian bereplikasi menjadi DNA double strand. 3 Integrasi, dimana DNA virus dapat menembus inti
sel CD4+. Enzim integrase kemudian menyisipkan DNA virus ke dalam DNA host. Sel CD4+ kemudian berubah menjadi sumber untuk memproduksi
lebih banyak virus. 4 Replikasi, yaitu DNA baru yang sudah terintegrasi dengan DNA CD4+ akan mensintesis protein HIV. 5 Budding, yaitu tahap
perakitan virus baru pada sel CD4+. Virus baru kemudian keluar menembus sel. 6 Maturasi, virus baru belum dapat menginfeksi jika virus tersebut
belum matang. Dalam proses ini, enzim protease HIV memotong protein HIV menjadi unit fungsional kecil yang kemudian dapat dirakit kembali
membentuk virus yang matang. Virus yang telah matang kemudian siap untuk menginfeksi sel lain Calles et al, 2010.
Gambar 2.2 Siklus hidup HIV dan site action antiretroviral Calles et al, 2010.
2.1.2 Patofisiologi