Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan Perusahaan, dan Rasio Hutang Terhadap Yield to Maturity Obligasi Korporasi Konvensional di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2009-2010

PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA, UKURAN PERUSAHAAN,
PERTUMBUHAN PERUSAHAAN, DAN RASIO HUTANG
TERHADAP YIELD TO MATURITY OBLIGASI
KORPORASI KONVENSIONAL DI BURSA
EFEK INDONESIA PERIODE
TAHUN 2009-2010

TESIS

Oleh
DITA EKA PERTIWI SIRAIT
097019021/ IM

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA, UKURAN PERUSAHAAN,
PERTUMBUHAN PERUSAHAAN, DAN RASIO HUTANG
TERHADAP YIELD TO MATURITY OBLIGASI
KORPORASI KONVENSIONAL DI BURSA
EFEK INDONESIA PERIODE
TAHUN 2009-2010

TESIS

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Magister Sains dalam Program Studi Ilmu Manajemen
pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara

Oleh
DITA EKA PERTIWI SIRAIT
097019021 / IM

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

Judul Tesis

: PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA, UKURAN
PERUSAHAAN, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN,
DAN RASIO HUTANG TERHADAP YIELD TO
MATURITY OBLIGASI KORPORASI KONVENSIONAL
DI BURSA EFEK INDONESIA
PERIODE TAHUN 2009-2010
Nama Mahasiswa : Dita Eka Pertiwi Sirait
Nomor Pokok
: 097019021
Program Studi
: Ilmu Manajemen

Menyetujui,
Komisi Pembimbing:

(Dr. Khaira Amalia F, SE.Ak, MBA )
Ketua

Anggota

Ketua Program Studi

(Prof. Dr. Paham Ginting, MS)
Tanggal lulus

(Drs. Syahyunan, M.Si)

Direktur Sekolah Pascasarjana

(Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE)

: 11 Agustus 2011

Universitas Sumatera Utara

Telah diuji pada
Tanggal
: 11 Agustus 2011
__________________________________________________________________

PANITIA PENGUJI TESIS
Ketua

: Dr. Khaira Amalia F., SE, Ak, MBA

Anggota

: 1. Drs. Syahyunan, M.Si
2. Prof. Dr. Paham Ginting, MS
3. Dr. HB Tarmidzi, SU
4. Dra. Nisrul Irawati, MBA

Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN
Saya dengan ini menyatakan bahwa Tesis saya yang berjudul :
”Pengaruh

Tingkat

Suku

Bunga,

Ukuran

Perusahaan,

Pertumbuhan

Perusahaan, dan Rasio Hutang Terhadap Yield to Maturity Obligasi Korporasi
Konvensional di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2009-2010” adalah benar
hasil karya saya sendiri dan belum pernah dipublikasikan oleh siapapun juga pada
waktu sebelumnya.
Sumber-sumber data yang diperoleh dan digunakan telah dinyatakan secara
jelas dan benar.
Medan, 11 Agustus 2011
Yang membuat pernyataan,

Dita Eka Pertiwi Sirait

Universitas Sumatera Utara

UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang yang telah memberi berkah-Nya sehingga penulis
dapat menyelesaikan penulisan tesis ini.
Penelitian ini merupakan tugas akhir pada Program Studi Magister Ilmu
Manajemen Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara Medan. Pada
penulisan tesis ini, penulis memilih judul: Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Ukuran
perusahaan, Pertumbuhan Perusahaan, dan Rasio Hutang Terhadap Yield to Maturity
Obligasi Korporasi Konvensional di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2009-2010.
Penulis menyadari bahwa selama melakukan penelitian serta penulisan tesis
ini penulis banyak memperoleh bimbingan, petunjuk serta dukungan baik secara
moril dan materil dan berbagai pihak, Oleh sebab itu pada kesempatan ini penulis
menyampaikan terima kasih yang tulus kepada :
1.

Bapak Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, MSc (CTM), Sp.A(K), selaku
Rektor Universitas Sumatera Utara.

2.

Bapak Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE, selaku Direktur Sekolah
Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.

3.

Bapak Prof. Dr. Paham Ginting, MS, selaku Ketua Program Studi Magister Ilmu
Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.

Universitas Sumatera Utara

4.

Ibu Dr. Khaira Amalia F., SE.Ak, MBA selaku Ketua Komisi Pembimbing yang
telah

memberikan

pengarahan

dan

bimbingan

kepada

penulis

dalam

menyelesaikan tesis ini.
5.

Bapak Drs. Syahyunan, M.Si, selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah
memberikan pengarahan dan bimbingan kepada penulis dalam penyusunan dan
penyelesaian tesis ini.

6.

Bapak Prof. Dr. Paham Ginting, MS, Ibu Dra. Nisrul Irawati, MBA dan Bapak
Dr. HB Tarmidzi, SU, selaku Komisi Pembanding yang banyak memberikan
masukan dan pengarahan demi kesempurnaan tesis ini.

7.

Seluruh Staf Pengajar Program Studi Ilmu Manajemen Sekolah Pascasarjana
Universitas Sumatera Utara..

8.

Seluruh Pegawai Program Studi Ilmu Manajemen Sekolah Pascasarjana USU.

9.

Khususnya dan teristimewa kepada Ayahanda dan Ibundaku tercinta H. Drs. Adil
Sirait dan Hj. Rusmi, terima kasih atas dukungan dan do’anya yang begitu besar.

10. Kemal Idris Bayo Enggan, terima kasih atas do’a dan dukungan yang telah
diberikan selama ini.
11. Adik-adikku Diki, Putri, Riza, terima kasih atas do’a dan dukungannya.
12. Seluruh rekan-rekan angkatan XVII di Program Studi Ilmu Manajemen Sekolah
Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, khususnya untuk kak Eni dan buk Inun
terima kasih atas bantuan, dan kerjasamanya yang telah memberikan semangat
dan dukungan dalam menyelesaikan tesis ini.

Universitas Sumatera Utara

Penulis menyadari tesis ini masih memiliki kekurangan dan jauh dari
sempurna tapi penulis yakin tesis ini dapat memberi manfaat kepada seluruh pembaca
pada umumnya dan kepada penulis pada khususnya. Semoga Allah SWT memberi
keberkahan dan melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Amin.

Medan, 11 Agustus 2011
Penulis

Dita Eka Pertiwi Sirait

Universitas Sumatera Utara

RIWAYAT HIDUP

Dita Eka Pertiwi Sirait lahir di Medan pada tanggal 28 Januari 1986, anak
pertama dari empat bersaudara, dari pasangan Ayahanda H. Drs. Adil Sirait dan
Ibunda Hj. Rusmi.
Menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar di SD Negeri 167102 Tebing
Tinggi, tamat dan lulus tahun 1997. Melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah
Pertama di Madrasah Tsanawiyah Daarul Uluum Kisaran, tamat dan lulus tahun
2000. Selanjutnya meneruskan pendidikan ke Sekolah Menengah Atas di SMA AlAzhar Medan, tamat dan lulus tahun 2003. Melanjutkan ke jenjang pendidikan Strata
1 (S1) pada Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen Universitas Sumatera
Utara, tamat dan lulus tahun 2007. Kemudian pada tahun 2009 melanjutkan
pendidikan Strata 2 (S2) pada Program Studi Ilmu Manajemen di Sekolah
Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, Medan.
Sejak tahun 2008 sampai saat ini bekerja sebagai staf pengajar di Sekolah
Tinggi Manajemen Ilmu Komputer Potensi Utama.
Medan, 11 Agustus 2011
Penulis

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Dita Eka Pertiwi Sirait, 2011, Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Ukuran Perusahaan,
Pertumbuhan Perusahaan, dan Rasio Hutang Terhadap Yied To Maturity
Obligasi Korporasi Konvensional Periode Tahun 2009-2010,
Dr. Khaira Amalia F, SE. Ak, MBA, Drs. Syahyunan, M.Si
Perusahaan membutuhkan dana yang cukup besar untuk menjalankan aktivitas
operasinya, baik untuk pembiayaan modal kerja maupun untuk melakukan ekspansi.
Kebutuhan dana tersebut dapat dipenuhi dengan menerbitkan saham maupun obligasi.
Yield to Maturity merupakan tingkat keuntungan yang akan diterima investor jika
membeli obligasi pada harga pasar saat ini dan menahan obligasi tersebut hingga
jatuh tempo. Jika yield to maturity suatu obligasi lebih tinggi dari yield to maturity
yang dianggap tepat maka obligasi dikatakan underpriced (undervalued) dan
merupakan satu kandidat untuk dibeli. Sebaliknya, jika yield to maturity lebih rendah
dari yang dianggap tepat, maka obligasi dikatakan overpriced (overvalued) dan
merupakan kandidat untuk dijual Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan
menganalisis pengaruh tingkat suku bunga, ukuran perusahaan, perumbuhan
perusahaan, dan rasio hutang terhadap yield to maturity obligasi korporasi
konvensional.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori-teori yang berkaitan
dengan teori manajemen investasi dan portofolio terutama tentang penilaian obligasi.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh obligasi korporasi konvensional
yang beredar dan diterbitkan oleh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
(BEI) selama kurun waktu 2009-2010 yang berjumlah 90 obligasi. Target populasi
yang dijadikan sampel dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan kriteria.
Berdasarkan kriteria tersebut, maka diperoleh 34 obligasi korporasi konvensional
yang menjadi target populasi. Seluruh target populasi tersebut menjadi sampel dalam
penelitian ini. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis regresi
linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat suku bunga berpengaruh positif
dan signifikan terhadap yield to maturity obligasi, ukuran perusahaan berpengaruh
negatif dan signifikan terhadap yield to maturity obligasi, sedangkan pertumbuhan
perusahaan dan rasio hutang tidak berpengaruh signifikan terhadap yield to maturity.
Kata Kunci: Tingkat Suku Bunga, Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan
Perusahaan, Rasio Hutang, Yield to Maturity

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
Dita Eka Pertiwi Sirait, 2011, The Effect of Interest Rates, Firm Size,
Firm Growth, and Debt Ratio On Yield To Maturity of Conventional
Corporate Bond At Indonesia Stock Exchange Period 2009-2010
Dr. Khaira Amalia F, SE.Ak, MBA, Drs. Syahyunan, M.Si
The Company requires substantial funds to run its operations activities, both
for financing working capital or for expansion. Funding needs can be fullfilled by
issuing stocks and bonds. Yield to Maturity is the rate of return will be received by
investor on a bond purchased at the current market price and held to maturity. If the
yield to maturity of a bond is higher than the considered appropriate, the bond is
called undervalue and is a candidate for purchase. Conversely, if the yield to
maturity lower than what is considered appropriate, the bond is called overvalued
and is a candidate for sale. Research was conducted to determine and analyze the
influence of interest rates, firm size, growth, and the debt ratio to the yield to maturity
of conventional corporate bonds.
Theories used in this research are the theories related to the theory of
investment and portofolio management, primarily concerning bond valuation.
The population in this study is the conventional corporate bonds outstanding
and issued by companies listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period
2009-2010, amounting to 90 bonds. Population target to be sample in this study are
determined based on the criteria. Based on these criteria, then gained 34 of
conventional corporate bonds which became the population target. The entire
population target to be sampled in this study. Data analysis methods used multiple
linear regression.
The results of this research showed that interest rates have a positive and
significant effect on yield to maturity of bonds, firm size have a negative and
significant effect on the yield to maturity of bonds, while the company's growth and
debt ratios have not significant effect on yield to maturity.
Keywords: Interest Rates, Firm Size, Growth, Debt Ratio, Yield to Maturity

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

ABSTRAK …………………………………………………………..........
ABSTRACT ……………………………………………………………...
UCAPAN TERIMA KASIH……………………………………………..
RIWAYAT HIDUP……………………………………………………….
DAFTAR ISI …………………………………………………………......
DAFTAR TABEL …………………………………………………..........
DAFTAR GAMBAR ………………………………………………….....
DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………...........

Halaman
i
ii
iii
vi
vii
ix
x
xi

BAB I

PENDAHULUAN ……………………………………..........
1.1. Latar Belakang ……………………………………..........
1.2. Perumusan Masalah ……………………………………..
1.3. Tujuan Penelitian …………………………………..........
1.4. Manfaat Penelitian ………………………………………

1
1
7
8
8

BAB II

TINJAUAN KEPUSTAKAAN …………………………….
2.1. Penelitian Terdahulu ………………………….................
2.2. Landasan Teori ……………………………………….....
2.2.1. Pengertian Obligasi…………………………..........
2.2.2. Yield Obligasi ………………………………….....
2.2.3. Risiko Obligasi……………………………………
2.2.4. Tingkat Suku Bunga (Interest Rates)……….........
2.2.5. Ukuran Perusahaan (Firm Size)………..................
2.2.6. Pertumbuhan Perusahaan (Growth)……...............
2.2.7. Rasio Hutang (Debt Ratio)…………......................
2.3. Kerangka Konseptual ………..……………………….....
2.4. Hipotesis ……………………………………...................

10
10
12
12
13
16
18
19
20
21
23
26

BAB III

METODE PENELITIAN ………………………..…………
3.1. Jenis dan Sifat Penelitian …………………………..........
3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian ……………………………
3.3. Populasi dan Sampel …………………………………….
3.4. Teknik Pengumpulan Data ……………………...............
3.5. Jenis dan Sumber Data ………………………………….

27
27
27
27
29
29

Universitas Sumatera Utara

3.6. Identifikasi dan Definisi Operasional Variabel …............
3.6.1. Identifikasi Variabel ………………………….......
3.6.2. Definisi Operasional Variabel ………….…….......
3.7. Metode Analisis Data …………………………………...
3.7.1. Analisis Deskriptif ………………………………..
3.7.2. Analisis Inferensial ….............................................
3.8. Uji Asumsi Klasik
3.8.1. Uji Normalitas………………………………..........
3.8.2. Uji Multikolinieritas……………………………….
3.8.3. Uji Heteroskedastisitas…………………………….
3.8.4. Uji Autokorelasi…………………………………...

29
29
30
32
32
33
36
36
37
37
38

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN…………….
4.1. Hasil Penelitian ………………………………………….
4.1.1.Gambaran Umum Perusahaan (Emiten) Obligasi..
4.1.2. Hasil Analisis Statistik Deskriptif…………………
4.1.3. Analisis Inferensial .................................................
4.1.3.1. Hasil Pengujian Asumsi Klasik…………..
4.1.3.1.1. Hasil Uji Normalitas……………
4.1.3.1.2. Hasil Uji Multikolinieritas….......
4.1.3.1.3. Hasil Uji Heteroskedastisitas.......
4.1.3.1.4. Hasil Uji Autokorelasi………….
4.1.3.2. Hasil Analisis Regresi Berganda................
4.2. Pembahasan Hasil Penelitian ………….…………….......

40
40
40
62
64
64
64
67
68
68
70
74

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN ……………………………..
5.1. Kesimpulan ………………………………………….......
5.2. Saran …………………………………………………….

80
80
80

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………
LAMPIRAN ...............................................................................................

83
86

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Nomor
Judul
Halaman
1.1
Perkembangan Emisi Obligasi Korporasi Tahun
2
2007-2010…….................................................................................
I.2
Perkembangan Tingkat Suku Bunga dan Yield to Maturity
4
Tahun 2007-2010 …………………………………………………
1.3
Perkembangan Total Asset dan Yield to Maturity Tahun
5
2007-2010………………………………………………………….
1.4
Perkembangan Harga Pasar Saham dan Yield to Maturity
6
Tahun 2007-2010 …………………………………………………
1.5.
Perkembangan Harga Pasar Saham dan Yield to Maturity
7
Tahun 2007-2010 …………………………………………………
3.1.
Daftar Sampel Penelitian. ……………………………………........
28
3.2.
Operasionalisasi Variabel: Definisi Operasional, Indikator,
32
dan Skala Ukur…………………………………………………….
4.1.
Hasil Analisis Deskriptif ………………………………………….
62
4.2.
Hasil Uji Normalitas (One-Sample Kolmogorov Smirnov)…..........
67
4.3.
Hasil Uji Multikolinieritas…………………………………….......
68
4.4.
Hasil Uji Heteroskedastisitas dengan Uji glejser………………….
70
4.5.
Koefisien Determinasi…………………………… .…………........
71
4.6.
Hasil Uji Hipotesis Secara Serempak (Uji F) …………………….
72
4.7.
Hasil Uji Hipoteis Secara Parsial (Uji t)…………………………..
73

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR
Nomor
2.1
4.1.
4.2.
4.3.

Judul
Halaman
Kerangka Konseptual.………………………..........................
26
Hasil Uji Normalitas (Histogram)………………..……..........
65
Hasil Uji Normalitas (P-P Plot) ……..………………………
66
Hasil Uji Heteroskedastisitas (Grafik Scatterplot)…………...
69

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN
Nomor
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Judul
Halaman
Tabulasi Data Penelitian Triwulan I Tahun 2009………………
86
Tabulasi Data Penelitian Triwulan II Tahun 2009……………...
87
Tabulasi Data Penelitian Triwulan III Tahun 2009……………..
88
Tabulasi Data Penelitian Triwulan IV Tahun 2009…………….
89
Tabulasi Data Penelitian Triwulan I Tahun 2010………………
90
Tabulasi Data Penelitian Triwulan II Tahun 2010……………...
91
Tabulasi Data Penelitian Triwulan III Tahun 2010…………….
92
Tabulasi Data Penelitian Triwulan IV Tahun 2010……………
93
Output SPSS…………………………………………………….
94

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Dita Eka Pertiwi Sirait, 2011, Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Ukuran Perusahaan,
Pertumbuhan Perusahaan, dan Rasio Hutang Terhadap Yied To Maturity
Obligasi Korporasi Konvensional Periode Tahun 2009-2010,
Dr. Khaira Amalia F, SE. Ak, MBA, Drs. Syahyunan, M.Si
Perusahaan membutuhkan dana yang cukup besar untuk menjalankan aktivitas
operasinya, baik untuk pembiayaan modal kerja maupun untuk melakukan ekspansi.
Kebutuhan dana tersebut dapat dipenuhi dengan menerbitkan saham maupun obligasi.
Yield to Maturity merupakan tingkat keuntungan yang akan diterima investor jika
membeli obligasi pada harga pasar saat ini dan menahan obligasi tersebut hingga
jatuh tempo. Jika yield to maturity suatu obligasi lebih tinggi dari yield to maturity
yang dianggap tepat maka obligasi dikatakan underpriced (undervalued) dan
merupakan satu kandidat untuk dibeli. Sebaliknya, jika yield to maturity lebih rendah
dari yang dianggap tepat, maka obligasi dikatakan overpriced (overvalued) dan
merupakan kandidat untuk dijual Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan
menganalisis pengaruh tingkat suku bunga, ukuran perusahaan, perumbuhan
perusahaan, dan rasio hutang terhadap yield to maturity obligasi korporasi
konvensional.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori-teori yang berkaitan
dengan teori manajemen investasi dan portofolio terutama tentang penilaian obligasi.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh obligasi korporasi konvensional
yang beredar dan diterbitkan oleh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
(BEI) selama kurun waktu 2009-2010 yang berjumlah 90 obligasi. Target populasi
yang dijadikan sampel dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan kriteria.
Berdasarkan kriteria tersebut, maka diperoleh 34 obligasi korporasi konvensional
yang menjadi target populasi. Seluruh target populasi tersebut menjadi sampel dalam
penelitian ini. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis regresi
linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat suku bunga berpengaruh positif
dan signifikan terhadap yield to maturity obligasi, ukuran perusahaan berpengaruh
negatif dan signifikan terhadap yield to maturity obligasi, sedangkan pertumbuhan
perusahaan dan rasio hutang tidak berpengaruh signifikan terhadap yield to maturity.
Kata Kunci: Tingkat Suku Bunga, Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan
Perusahaan, Rasio Hutang, Yield to Maturity

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
Dita Eka Pertiwi Sirait, 2011, The Effect of Interest Rates, Firm Size,
Firm Growth, and Debt Ratio On Yield To Maturity of Conventional
Corporate Bond At Indonesia Stock Exchange Period 2009-2010
Dr. Khaira Amalia F, SE.Ak, MBA, Drs. Syahyunan, M.Si
The Company requires substantial funds to run its operations activities, both
for financing working capital or for expansion. Funding needs can be fullfilled by
issuing stocks and bonds. Yield to Maturity is the rate of return will be received by
investor on a bond purchased at the current market price and held to maturity. If the
yield to maturity of a bond is higher than the considered appropriate, the bond is
called undervalue and is a candidate for purchase. Conversely, if the yield to
maturity lower than what is considered appropriate, the bond is called overvalued
and is a candidate for sale. Research was conducted to determine and analyze the
influence of interest rates, firm size, growth, and the debt ratio to the yield to maturity
of conventional corporate bonds.
Theories used in this research are the theories related to the theory of
investment and portofolio management, primarily concerning bond valuation.
The population in this study is the conventional corporate bonds outstanding
and issued by companies listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period
2009-2010, amounting to 90 bonds. Population target to be sample in this study are
determined based on the criteria. Based on these criteria, then gained 34 of
conventional corporate bonds which became the population target. The entire
population target to be sampled in this study. Data analysis methods used multiple
linear regression.
The results of this research showed that interest rates have a positive and
significant effect on yield to maturity of bonds, firm size have a negative and
significant effect on the yield to maturity of bonds, while the company's growth and
debt ratios have not significant effect on yield to maturity.
Keywords: Interest Rates, Firm Size, Growth, Debt Ratio, Yield to Maturity

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perusahaan dalam menjalankan kegiatannya membutuhkan dana atau modal
yang bisa diperoleh melalui pasar uang maupun pasar modal. Pasar modal merupakan
pasar untuk berbagai instrumen keuangan atau sekuritas jangka panjang yang bisa
diperjualbelikan, baik dalam bentuk hutang maupun modal sendiri (Husnan, 2003).
Salah satu instrumen yang diperjualbelikan di pasar modal adalah obligasi.
Obligasi merupakan surat pengakuan hutang yang diterbitkan oleh pemerintah
maupun perusahaan swasta kepada investor, dimana hutang ini akan dibayarkan pada
masa yang ditentukan. Atas pinjaman tersebut investor diberi imbalan berupa bunga.
Obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan disebut juga obligasi korporasi. Obligasi
korporasi dapat dibedakan atas obligasi konvensional dan obligasi syariah. Obligasi
korporasi konvensional adalah obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan dimana
perusahaan yang menerbitkan obligasi mempunyai kewajiban untuk membayar bunga
secara reguler sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan serta pokok
pinjaman pada saat jatuh tempo.
Perkembangan pasar obligasi dapat dilihat dari peningkatan jumlah emiten
dan nilai emisi obligasi dari tahun 2007 sampai tahun 2010, sebagaimana ditunjukkan
pada Tabel 1.1. berikut ini.

Universitas Sumatera Utara

Tahun
2007

Tabel 1.1. Perkembangan Emisi Obligasi Korporasi
Tahun 2007-2010
Perusahaan
Nilai Emisi
Perubahan
(Emiten) Obligasi (Rp. Milyar)
Nilai Emisi (%)
175
133.915,85
30,5

2008

178

148.115,85

10,6

2009

183

175.330,85

18,4

2010

189

208.427,85

18,9

Sumber: Bapepam-LK, 2010
Berdasarkan Tabel 1.1. dapat dilihat bahwa perkembangan nilai emisi obligasi
mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, terutama pada tahun 2007 peningkatan
nilai emisi obligasi mencapai 30,5% dari tahun sebelumnya. Namun pada tahun 2008,
peningkatan emisi obligasi tidak sebesar tahun sebelumnya dimana pada tahun
tersebut nilai emisi obligasi hanya meningkat 10,6%. Kemudian pada tahun 2009
nilai obligasi kembali mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal
tersebut menunjukkan bahwa obligasi menjadi tren bagi emiten untuk mendapatkan
dana segar yang dapat digunakan untuk pembiayaan investasi jangka panjang, modal
kerja, penambahan modal perusahaan atau untuk pelunasan hutang perusahaan.
Sebagai suatu instrumen investasi, obligasi menawarkan yield (tingkat
keuntungan) bagi investor. Yield yang digunakan dalam penelitian ini adalah yield to
maturity (YTM). YTM merupakan tingkat keuntungan yang akan diterima investor
jika membeli obligasi pada harga pasar saat ini dan menahan obligasi tersebut hingga
jatuh tempo (Raharjo, 2003).

Universitas Sumatera Utara

Seorang investor yang membeli suatu obligasi dan memilikinya sampai
obligasi itu jatuh tempo akan menerima YTM yang terdapat pada tanggal pembelian,
tetapi YTM obligasi yang diperhitungkan akan sering mengalami perubahan diantara
tanggal pembelian dan tanggal jatuh temponya (Brigham dan Houston, 2006). Oleh
karena itu, baik investor ataupun emiten seyogyanya untuk selalu memperhatikan
fluktuasi YTM obligasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, dan salah satu
faktor yang perlu diperhatikan yaitu faktor makroekonomi.
Faktor makroekonomi adalah faktor dari luar perusahaan seperti tingkat suku
bunga. Peramalan suku bunga secara langsung mempengaruhi peramalan yield dalam
fixed income market. Meningkatnya suku bunga merupakan berita buruk untuk pasar
modal karena investor akan tertarik untuk menanamkan dananya pada pasar uang.
Hal ini menyebabkan menurunnya permintaan obligasi dan sekuritas-sekuritas lain
dalam pasar modal (Bodie, et al., 2006).
Suku bunga yang dapat dijadikan benchmark oleh investor terdiri dari
berbagai jenis, salah satunya adalah suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
Pemilihan suku bunga tersebut dalam penelitian ini adalah karena SBI didukung dan
dijamin penuh oleh pemerintah (Bank Indonesia) sebagai otoritas moneter sehingga
partisipan pasar surat berharga memandang SBI sebagai surat berharga bebas resiko.
Perkembangan tingkat suku bunga SBI dan yield dari beberapa obligasi korporasi
dapat dilihat pada Tabel 1.2. berikut ini.

Universitas Sumatera Utara

Tabel 1.2. Perkembangan Tingkat Suku Bunga dan Yield to Maturity
Tahun 2007-2010
Yield to Maturity (%)
Obligasi
Obligasi
Obligasi
Rata-Rata
Indosat IV
Tingkat Suku
BNI I
Bumi Serpong
Seri A
Bunga SBI 3
Tahun
Damai II
Tahun
2005
bulan (%)
Tahun
2003
Tahun 2006
2007
8,04
12,85
13,19
10,08
2008
11,08
12,27
15,91
11,30
2009
6,59
10,30
13,17
9,78
2010
7,21
10,74
13,40
10,21
Sumber: Bank Indonesia dan Bursa Efek Indonesia, 2010 (data diolah)
Berdasarkan Tabel 1.2. dapat dilihat bahwa pada tahun 2008 terjadi kenaikan
pada tingkat suku bunga SBI, YTM obligasi Bumi Serpong Damai II Tahun 2006 dan
obligasi Indosat IV Seri A Tahun 2005, namun YTM obligasi BNI I Tahun 2003
justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Selanjutnya, pada
tahun 2009 dan 2010 fluktuasi tingkat suku bunga SBI dan YTM seluruh obligasi
bergerak searah, dimana pada tahun-tahun tersebut ketika tingkat suku bunga SBI
mengalami penurunan, YTM juga turun dan sebaliknya.
Selain faktor tingkat suku bunga, investor dan kreditor juga perlu
mempertimbangkan karakteristik keuangan setiap perusahaan. Karakteristik keuangan
yang berbeda-beda antar perusahaan menyebabkan relevansi angka-angka akuntansi
yang tidak sama pada semua perusahaan. Ukuran (size) perusahaan dapat digunakan
untuk mewakili karakteristik keuangan perusahaan. Ukuran perusahaan adalah suatu
skala dimana dapat diklasifikasikan besar kecil perusahaan menurut berbagai cara,

Universitas Sumatera Utara

antara lain: total asset, log size, nilai pasar saham, dan lain-lain (Machfoedz, 1994).
Perkembangan total asset perusahaan dapat dilihat dalam Tabel 1.3. berikut ini:

Tabel 1.3.Perkembangan Total Asset dan Yield to Maturity
Tahun 2007-2010

Tahun
2007
2008
2009
2010

BNI I
Tahun
2003
183.341
201.741
227.496
248.580

Total Asset
(Dalam Rp. Milyar)
Bumi
Serpong
Indosat IV
Damai II
Seri A
Tahun 2006
Tahun 2005
3.601
45.305
4.381
51.693
9.334
55.041
11.694
52.818

Yield to Maturity
(%)
BNI I
Tahun
2003
12,85
12,27
10,30
10,74

Bumi Sepong
Damai II
Tahun 2006
13,19
15,91
13,17
13,40

Indosat IV
Seri A
Tahun 2005
10,08
11,30
9,78
10,21

Sumber: Bursa Efek Indonesia, 2010 (data diolah)
Berdasarkan Tabel 1.3. dapat dilihat bahwa total asset perusahaan mengalami
kenaikan dari tahun ke tahun, hanya total asset Indosat yang mengalami penurunan
pada tahun 2010. Namun fluktuasi total asset perusahaan tidak selalu searah dengan
fluktuasi yield to maturity obligasi, dimana pada tahun 2008 dan tahun 2010 kenaikan
total asset diikuti dengan kenaikan pada yield to maturity, sedangkan pada tahun 2009
terjadi hal yang sebaliknya.
Selain ukuran perusahaan, karakterisktik perusahaan juga dapat dilihat dari
pertumbuhan

perusahaan.

Pertumbuhan

perusahaan

merupakan

kemampuan

perusahaan untuk meningkatkan size (Kallapur dan Trombley, 1999). Perusahaan
yang bertumbuh akan menggunakan aliran kasnya untuk investasi, penguasaan
teknologi dan mengembangkan produk sehingga ada kemungkinan perusahaan tidak
bisa membayar bunga dan pokok obligasi sehingga risikonya tinggi yang berakibat

Universitas Sumatera Utara

pada rendahnya peringkat obligasi sehingga perusahaan akan membayarkan yield
yang tinggi (Immacullata dan Restuti, 2005).
Penelitian ini melihat growth berdasarkan kesempatan bertumbuh (growth
opportunities) perusahaan yaitu menggunakan market to book value of equity ratio
(Wydia, 2004). Penggunaan proksi ini ditujukan agar bisa menangkap fenomena yang
sesungguhnya terhadap nilai pasar perusahaan. Perkembangan harga pasar saham dan
yield to maturity obligasi dapat dilihat dari Tabel 1.4. berikut ini:
Tabel 1.4. Perkembangan Harga Pasar Saham dan Yield to Maturity
Tahun 2007-2010

Tahun
2007
2008
2009
2010

BNI I
Tahun
2003
1.970
680
1.940
3.875

Harga Pasar Saham
(Rupiah)
Indosat IV
Bumi Serpong
Seri A
Damai II
Tahun
Tahun 2006
2005
100
5.800
95
5.750
873
5.896
900
5.400

Yield to Maturity
(%)
BNI I
Tahun
2003
12,85
12,27
10,30
10,74

Bumi Serpong
Damai II
Tahun 2006
13,19
15,91
13,17
13,40

Indosat IV
Seri A
Tahun 2005
10,08
11,30
9,78
10,21

Sumber: Bursa Efek Indonesia, 2010
Berdasarkan Tabel 1.4. dapat dilihat bahwa harga pasar saham mengalami
fluktuasi dari tahun ke tahun. Pada tahun 2008 dan 2009 harga pasar saham dan yield
to maturity menunjukkan hubungan yang tidak searah, dimana pada saat harga pasar
saham naik, yield obligasi mengalami penurunan dan sebaliknya. Namun hal tersebut
tidak terjadi pada tahun 2010 dimana harga pasar saham dan yield to maturity
bergerak searah, dimana pada saat harga pasar saham naik, yield to maturity juga
mengalami kenaikan.

Universitas Sumatera Utara

Investor perlu mengetahui kesehatan perusahaan melalui rasio hutangnya.
Rasio hutang adalah rasio yang menunjukkan sejauh mana perusahaan dibiayai
dengan hutang (Van Horne dan Wachowicz, 2000). Rasio hutang yang digunakan
dalam penelitian ini adalah debt to equity ratio (DER). Debt to Equity Ratio (DER)
merupakan indikator struktur modal dan risiko finansial, yang merupakan
perbandingan antara hutang dan modal sendiri. Bertambah besarnya debt to equity
ratio suatu perusahaan menunjukkan risiko distribusi laba usaha perusahaan akan
semakin besar terserap untuk melunasi kewajiban perusahaan (Purwanto dan
Haryanto, 2004). Perkembangan total hutang beberapa perusahaan dan yield to
maturity yang diterbitkannya dapat dilihat dalam Tabel 1.5. berikut ini:
Tabel 1.5. Perkembangan Total Hutang dan Yield to Maturity
Tahun 2007-2010

Tahun
2007
2008
2009
2010

BNI I
Tahun
2003
166.094
186.279
208.322
215.341

Total Hutang
(Dalam Rp. Milyar)
Bumi
Indosat IV
Serpong
Seri A
Damai II
Tahun
Tahun 2006
2005
3.601
2.399
4.381
2.400
9.334
3.867
11.694
4.279

BNI I
Tahun
2003
12,85
12,27
10,30
10,74

Yield to Maturity
(%)
Bumi
Sepong
Insosat IV
Damai II
Seri A
Tahun 2006
Tahun 2005
13,19
10,08
15,91
11,30
13,17
9,78
13,40
10,21

Sumber: Bursa Efek Indonesia, 2010
Berdasarkan Tabel 1.5. dapat dilihat bahwa total hutang perusahaan
mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan bahwa resiko
perusahaan semakin tinggi. Pada tahun 2008 dan 2010 peningkatan total hutang
perusahaan diikuti dengan meningkatnya yield to maturity seluruh obligasi, tetapi

Universitas Sumatera Utara

pada tahun 2009 yield to maturity mengalami penurunan meskipun total hutang
mengalami peningkatan.

1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dirumuskan masalah sebagai berikut:
Bagaimana pengaruh tingkat suku bunga, ukuran perusahaan, pertumbuhan
perusahaan dan rasio hutang terhadap yield to maturity obligasi korporasi
konvensional di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2009-2010?

1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan
menganalisis pengaruh tingkat suku bunga, ukuran perusahaan, pertumbuhan
perusahaan dan rasio hutang terhadap yield to maturity obligasi korporasi
konvensional di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2009-2010.

1.4. Manfaat Penelitian
1.

Bagi Emiten
Sebagai bahan masukan dalam mengambil kebijaksanaan pendanaan perusahaan
dengan menggunakan obligasi, dimana perusahaan emiten dapat mengetahui
pengaruh tingkat suku bunga, ukuran perusahaan, pertumbuhan perusahaan dan

Universitas Sumatera Utara

rasio hutang dalam kaitannya dengan yield to maturity obligasi yang
diterbitkannya.
2.

Bagi Investor
Sebagai bahan masukan dalam melakukan analisis terhadap obligasi yang
diperjualbelikan di pasar modal melalui tingkat suku bunga, ukuran perusahaan,
pertumbuhan perusahaan dan rasio hutang

untuk mengetahui pengaruhnya

terhadap yield to maturity obligasi, sehingga calon investor dapat melakukan
portofolio investasinya secara bijaksana.
3.

Bagi Peneliti
Sebagai pengembangan ilmu pengetahuan dan menambah wawasan penulis
tentang tingkat suku bunga, ukuran perusahaan, pertumbuhan perusahaan dan
rasio hutang serta kaitannya terhadap yield to maturity obligasi.

4. Bagi Peneliti Selanjutnya
Sebagai dasar perluasan penelitian terutama yang berhubungan dengan pengaruh
tingkat suku bunga, ukuran perusahaan, pertumbuhan perusahaan dan rasio hutang
yang dikaitkan dengan yield to maturity obligasi.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN KEPUSTAKAAN

2.1. Penelitian Terdahulu
Thompson dan Vaz (1990) melakukan penelitian terhadap 426 obligasi
perusahaan industri dengan periode waktu antara Januari 1977 sampai dengan
Desember 1983. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis
regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat suku bunga tidak
berpengaruh signifikan terhadap yield obligasi, sedangkan peringkat obligasi, sinking
fund

dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap yield

obligasi.
Selanjutnya Sengupta (1998) melakukan penelitian terhadap 114 obligasi
perusahaan industri dengan periode waktu antara tahun 1987 sampai dengan tahun
1991. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi
berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debt to equity ratio berpengaruh
negatif dan signifikan terhadap yield obligasi, sedangkan total asset tidak
berpengaruh signifikan terhadap yield obligasi.
Lebih lanjut Bhojraj dan Sengupta (2003) melakukan penelitian mengenai
Pengaruh corporate governance terhadap bond rating dan yield bond. Sampel yang
digunakan adalah 1005 obligasi perusahaan industri yang diterbitkan dalam kurun
waktu tahun 1991 sampai dengan tahun 1997. Dengan menggunakan analisis regresi
berganda, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peringkat obligasi berpengaruh

Universitas Sumatera Utara

negatif dan signifikan terhadap yield obligasi. Selanjutnya total asset berpengaruh
negatif terhadap yield obligasi dan DER berpengaruh positif terhadap yield obligasi.
Nurfauziah dan Setyarini (2004) melakukan penelitian mengenai faktorfaktor yang mempengaruhi yield obligasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian
ini sebanyak 19 perusahaan yang terdiri dari 12 perusahaan perbankan dengan 17
emisi dan 7 perusahaan finansial dengan 24 emisi dari rentang waktu tahun 19962003 yang tercatat di Bursa Efek Surabaya dan diperingkat oleh Pefindo. Metode
analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, inflasi, likuiditas, peringkat, sinking
fund, secure, tingkat suku bunga, durasi dan buyback berpengaruh signifikan terhadap
yield obligasi. Secara parsial menunjukkan bahwa hanya variabel likuiditas saja yang
berpengaruh terhadap yield obligasi, sedangkan inflasi, peringkat, sinking fund,
secure, tingkat suku bunga, durasi dan buyback tidak berpengaruh terhadap yield
obligasi.
Setyapurnama (2005) melakukan penelitian terhadap 26 perusahaan dengan
periode waktu antara 1 Januari 2001 sampai dengan 31 Desember. Metode analisis
yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hasil
penelitiannya menunjukkan bahwa total asset berpengaruh positif dan signifikan
terhadap yield obligasi, sedangkan debt to equity ratio tidak berpengaruh signifikan
terhadap yield obligasi.

Universitas Sumatera Utara

Selanjutnya Immacullata dan Restuti (2005) melakukan penelitian mengenai
pengaruh pertumbuhan perusahaan terdahap peringkat dan yield obligasi. Penelitian
ini menggunakan variabel kontrol yang terdiri dari: rasio leverage, rasio profitabilitas,
ukuran perusahaan dan peringkat obligasi. Dengan mengambil sampel sebanyak 115
obligasi korporasi yang tercatat di Bursa Efek Surabaya. Dalam penelitian ini
digunakan dua metode analisis, yaitu analisis

regresi logistik digunakan untuk

menguji pengaruh pertumbuhan perusahaan terhadap peringkat obligasi dan analisis
regresi berganda digunakan untuk menguji pengaruh pertumbuhan perusahaan
terhadap yield obligasi. Hasil penelitiannya menemukan bahwa pertumbuhan
perusahaan berpengaruh negatif

terhadap yield obligasi dan berpengaruh positif

terhadap peringkat obligasi.
Ibrahim (2008) melakukan penelitian mengenai pengaruh tingkat suku bunga,
peringkat obligasi, ukuran perusahaan dan debt to equity ratio terhadap yield to
maturiry. Sampel yang digunakan dalam penelitiannya berjumlah 22 obligasi
korporasi dengan periode 2004-2006. Metode analisis yang digunakan dalam
penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hasil penelitiannya menemukan bahwa
tingkat suku bunga dan debt to equity ratio berpengaruh positif dan signifikan
terhadap yield obligasi, sedangkan ukuran perusahaan dan peringkat obligasi
berpengaruh negatif dan signifikan terhadap yield to maturity.

Universitas Sumatera Utara

2.2. Landasan Teori
2.2.1. Pengertian Obligasi
Obligasi adalah surat hutang jangka menengah-panjang yang dapat
dipindahtangankan yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar
imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok hutang pada waktu
yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut (Bursa Efek Indonesia).
Obligasi menjadi salah satu sumber pendanaan (financing) bagi pemerintah dan
perusahaan, yang dapat diperoleh dari pasar modal. Secara sederhana, obligasi
merupakan suatu surat berharga yang dikeluarkan oleh penerbit (issuer) kepada
investor (bondholder), dimana penerbit akan memberikan suatu imbal hasil (return)
berupa kupon yang dibayarkan secara berkala dan nilai pokok (principal) ketika
obligasi tersebut mengalami jatuh tempo (Manurung et.al, 2009).
Fabozzi (2000) mendefinisikan obligasi sebagai suatu instrumen hutang yang
ditawarkan oleh penerbit (issuer) yang juga disebut debitur atau peminjam
(borrower) untuk membayar kembali kepada investor (lender) sejumlah yang
dipinjam ditambah bunga selama tahun yang ditentukan. Obligasi berisi kontrak
antara pemberi pinjaman (investor) dengan yang diberi pinjaman (issuer) atau pihak
yang disebut emiten.

Universitas Sumatera Utara

2.2.2. Yield Obligasi
Yield obligasi merupakan faktor terpenting sebagai pertimbangan investor
dalam melakukan pembelian obligasi sebagai instrumen investasinya. Yield obligasi
merupakan ukuran pendapatan obligasi yang akan diterima oleh investor, yang
cenderung bersifat tidak tetap (Tandelilin, 2007). Selanjutnya, Samsul (2006)
menyatakan bahwa yield adalah keuntungan atas investasi obligasi yang dinyatakan
dalam persentase.
Menurut Tandelilin (2007) ada 5 (lima) ukuran yield obligasi yang dapat
digunakan oleh investor, yaitu:
1. Nominal Yield
Nominal yield adalah tingkat kupon yang diberikan oleh obligasi. Misalnya
ada obligasi yang memberikan kupon 18% per tahun, maka obligasi tersebut
dikatakan mempunyai yield nominal sebesar 18%. Yield nominal adalah cara mudah
untuk menunjukkan karakteristik kupon dari suatu obligasi.
2. Current Yield
Current yield adalah rasio tingkat bunga obligasi terhadap harga pasar dari
obligasi tersebut. Informasi current yield akan lebih berguna bagi investor dibanding
informasi yang hanya berupa kupon obligasi biasa, karena current yield sudah
memberikan gambaran perbandingan kupon obligasi terhadap harga pasar obligasi.
Meskipun demikian, current yield tidak bisa dianggap sebagai return yang
sesungguhnya dari obligasi karena tidak bisa menggambarkan perbedaan antara harga
obligasi pada saat dibeli dengan harga obligasi pada saat dijual (capital gain/loss).

Universitas Sumatera Utara

3. Yield to Call (YTC)
YTC adalah yield yang diperoleh pada obligasi yang bisa dibeli kembali
(callable). Obligasi yang callable berarti bahwa emiten bisa melunasi atau membeli
kembali obligasi yang telah diterbitkannya dari tangan investor yang memegang
obligasi tersebut sebelum jatuh tempo.
4. Realized (horizon) yield
Realized (horizon) yield adalah tingkat return yang diharapkan investor dari
sebuah obligasi, jika obligasi tersebut dijual kembali oleh investor sebelum jatuh
temponya. Di samping itu, realized (horizon) yield dapat juga digunakan untuk
mengestimasi tingkat return yang diperoleh investor dengan menggunakan strategi
perdagangan tertentu.
5. Yield to Maturity
Yield to maturity (YTM) bisa diartikan sebagai tingkat return majemuk yang
akan diterima investor jika membeli obligasi pada harga pasar saat ini dan menahan
obligasi tersebut hingga jatuh tempo. YTM merupakan ukuran yield yang banyak
digunakan karena yield tersebut mencerminkan return dengan tingkat bunga majemuk
(compound rate of return) yang diharapkan investor, jika dua asumsi yang
disyaratkan bisa terpenuhi. Jika kedua asumsi tersebut terpenuhi maka yield to
maturity yang diharapkan akan sama dengan realized yield. Asumsi pertama adalah
bahwa investor akan mempertahankan obligasi tersebut sampai dengan waktu jatuh
tempo. Nilai yang didapat jika asumsi pertama terpenuhi sering disebut dengan yield

Universitas Sumatera Utara

to maturity (YTM). Asumsi kedua adalah investor menginvestasikan kembali
pendapatan yang diperoleh dari obligasi pada tingkat YTM yang dihasilkan.
Secara khusus semakin tinggi tingkat hasil hingga jatuh tempo (yield to
maturity), semakin rendah tingkat perubahan harga. Untuk besar perubahan yield
yang sama, pada tingkat hasil yang rendah menyebabkan perubahan harga yang lebih
besar dibandingkan pada tingkat hasil yang tinggi. Dengan kata lain untuk perubahan
hasil tertentu, perubahan tingkat harga akan lebih besar pada yield yang rendah
dibanding pada yield yang tinggi (Kusuma dan Asrori, 2005).
Jika yield to maturity-nya lebih tinggi dari yield to maturity yang dianggap
tepat maka obligasi dikatakan underpriced (undervalued) dan merupakan satu
kandidat untuk dibeli. Sebaliknya, jika yield to maturity lebih rendah dari yang
dianggap tepat, maka obligasi dikatakan overpriced (overvalued) dan merupakan
kandidat untuk dijual (Sharpe et al., 2005).

2.2.3. Risiko Obligasi
Berikut ini beberapa risiko yang dihadapi oleh investor dalam investasi
obligasi (Brigham dan Houston, 2006):
1. Risiko Tingkat Suku Bunga (Interest Rates Risk)
Tingkat suku bunga akan naik dan turun seiring dengan berjalannya waktu,
dan adanya peningkatan pada tingkat suku bunga akan menyebabkan terjadinya
penurunan pada nilai obligasi yang beredar. Risiko penurunan nilai obligasi akibat
kenaikan suku bunga ini disebut risiko tingkat suku bunga (interest rates risk).

Universitas Sumatera Utara

2. Risiko Tingkat Investasi Kembali (Reinvestment Rate Risk)
Risiko tingkat investasi kembali adalah risiko terjadinya penurunan
pendapatan akibat turunnya tingkat suku bunga. Risiko tingkat investasi kembali
sudah dapat dipastikan akan lebih tinggi pada obligasi yang dapat ditebus. Risiko ini
juga akan lebih tinggi pada obligasi dengan masa jatuh tempo yang singkat, karena
semakin singkat jatuh tempo suatu obligasi, maka akan semakin sedikit jumlah tahun
ketika tingkat suku bunga lama yang relatif tinggi akan diterima, dan semakin cepat
dana tersebut harus diinvestasikan kembali pada tingkat suku bunga baru yang lebih
rendah.
3. Risiko Gagal Bayar (Default Risk)
Satu risiko penting lainnya yang dihubungkan dengan obligasi adalah risiko
gagal bayar. Risiko gagal bayar biasanya diukur dengan peringkat obligasi. Jika
obligasi tersebut memiliki risiko gagal bayar yang tinggi, maka peringkat obligasinya
rendah dan sebaliknya. Jika emiten mengalami gagal bayar, investor akan menerima
jumlah yang lebih kecil daripada pengembalian obligasi yang sebelumnya dijanjikan.
Oleh karena itu investor perlu menilai risiko gagal bayar terlebih dahulu sebelum
melakukan pembelian. Semakin besar risiko gagal bayar maka akan semakin tinggi
nilai imbal hasil obligasi pada saat jatuh tempo (yield to maturity).
Seandainya dua obligasi memiliki arus kas yang dijanjikan, suku bunga
kupon, waktu jatuh tempo, likuiditas dan eksposur inflasi yang sama, tetapi satu
obligasi memiliki risiko gagal bayar yang lebih tinggi daripada obligasi yang lain,
investor tentu akan membayar lebih murah untuk obligasi yang memiliki

Universitas Sumatera Utara

kemungkinan gagal bayar lebih besar. Sebagai akibatnya, obligasi dengan risiko
gagal bayar yang lebih tinggi akan memiliki tingkat suku bunga yang lebih tinggi.
Jika risiko gagal bayar berubah, hal ini akan mempengaruhi harga dari suatu obligasi
dimana jika risiko gagal bayar dari suatu obligasi meningkat, harga obligasi akan
turun dan yield to maturity akan naik.

2.2.4. Tingkat Suku Bunga (Interest Rates)
Suku bunga adalah harga yang dibayar peminjam (debitur) kepada pihak yang
meminjamkan (kreditur) untuk pemakaian sumber daya selama interval waktu
tertentu. Suku bunga terbagi atas dua jenis yaitu suku bunga rill dan suku bunga
nominal. Suku bunga rill adalah pertumbuhan daya konsumsi selama usia pinjaman.
Suku bunga nominal adalah sebaliknya, merupakan jumlah unit moneter yang harus
dibayar per unit yang dipinjam, dan sebenarnya suku buga pasar dari pinjaman. Jika
tidak ada inflasi, suku bunga nominal sama dengan suku bunga rill (Fabozzi,
Modigliani, dan Ferri, 1999).
Investor dapat menentukan suku bunga yang dapat dijadikan patokan sebelum
membeli obligasi. Suku bunga yang dapat dijadikan benchmark terdiri atas berbagai
jenis, salah satunya adalah suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Pergerakan
tingkat suku bunga SBI sangat berpengaruh terhadap efek pendapatan tetap.
Investasi dalam deposito atau SBI, akan menghasilkan bunga bebas risiko
tanpa memikirkan pengelolaannya. Sementara investasi dalam obligasi mengandung
risiko seperti kegagalan penerimaan kupon atau gagal pelunasan dan kerugian karena

Universitas Sumatera Utara

kehilangan kesempatan untuk melakukan investasi di tempat lain (opportunity cost).
Oleh karena itu, yield obligasi yang diperoleh harus lebih tinggi daripada tingkat
deposito atau SBI (Samsul, 2006).
Menurut Van Horne dan Wachowicz (2000) bahwa jika tingkat bunga
meningkat sehingga tingkat pengembalian yang diharapkan pasar juga meningkat,
maka harga obligasi akan menurun. Jika tingkat bunga menurun, harga obligasi
meningkat. Sehingga tingkat bunga dan harga obligasi bergerak dalam arah yang
berlawanan. Dari pernyataan diatas, tampak jelas bahwa keberagaman tingkat bunga
dapat menyebabkan keberagaman harga obligasi.Variasi ini pada harga sekuritas
yang disebabkan oleh perubahan pada tingkat bunga disebut dengan risiko tingkat
bunga.

2.2.5. Ukuran Perusahaan (Firm Size)
Ukuran perusahaan adalah suatu skala dimana dapat diklasifikasikan besar
kecil perusahaan menurut berbagai cara, antara lain: total aktiva, log size, nilai pasar
saham, dan lain-lain. Pada dasarnya ukuran perusahaan hanya terbagi dalam 3
kategori yaitu perusahaan besar (large firm), perusahaan menengah (medium-size)
dan perusahaan kecil (small firm). Penentuan ukuran perusahaan ini didasarkan
kepada total asset perusahaan (Machfoedz, 1994).
Perusahaan yang memiliki total aktiva besar menunjukkan bahwa perusahaan
tersebut telah mencapai tahap kedewasaan dimana dalam tahap ini arus kas
perusahaan sudah positif dan dianggap memiliki prospek yang baik dalam jangka

Universitas Sumatera Utara

waktu yang relatif lama, selain itu juga mencerminkan bahwa perusahaan relatif lebih
stabil dan lebih mampu menghasilkan laba dibanding perusahaan dengan total asset
yang kecil (Daniati dan Suhairi, 2006).
Aktiva merupakan tolok ukur besaran atau skala suatu perusahaan. Biasanya
perusahaan besar mempunyai aktiva yang besar pula nilainya. Secara teoritis
perusahaan yang lebih besar mempunyai kepastian (certainty) yang lebih besar
daripada perusahaan kecil sehingga akan mengurangi tingkat ketidakpastian
mengenai prospek perusahaan ke depan. Hal tersebut dapat membantu investor
memprediksi risiko yang mungkin terjadi jika ia berinvestasi pada perusahaan itu
(Yolana dan Martani, 2005).

2.2.6. Pertumbuhan Perusahaan (Growth)
Pertumbuhan

perusahaan

merupaka

Dokumen yang terkait

Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Peringkat Obligasi, Ukuran Perusahaan, dan Debt To Equity Ratio, Terhadap Yield To Maturity Obligasi Koorporasi di Bursa Efek Indoneisa Periode 2011-2014

5 27 97

PENGARUH PERINGKAT OBLIGASI , MATURITY, LIKUIDITAS DAN SUKU BUNGA SBI TERHADAP YIELD TO MATURITY OBLIGASI PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

0 4 105

Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Peringkat Obligasi, Ukuran Perusahaan, dan Debt To Equity Ratio, Terhadap Yield To Maturity Obligasi Koorporasi di Bursa Efek Indoneisa Periode 2011-2014

0 0 10

Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Peringkat Obligasi, Ukuran Perusahaan, dan Debt To Equity Ratio, Terhadap Yield To Maturity Obligasi Koorporasi di Bursa Efek Indoneisa Periode 2011-2014

0 0 2

Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Peringkat Obligasi, Ukuran Perusahaan, dan Debt To Equity Ratio, Terhadap Yield To Maturity Obligasi Koorporasi di Bursa Efek Indoneisa Periode 2011-2014

0 0 9

Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Peringkat Obligasi, Ukuran Perusahaan, dan Debt To Equity Ratio, Terhadap Yield To Maturity Obligasi Koorporasi di Bursa Efek Indoneisa Periode 2011-2014

0 0 31

Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Peringkat Obligasi, Ukuran Perusahaan, dan Debt To Equity Ratio, Terhadap Yield To Maturity Obligasi Koorporasi di Bursa Efek Indoneisa Periode 2011-2014

0 0 3

Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Peringkat Obligasi, Ukuran Perusahaan, dan Debt To Equity Ratio, Terhadap Yield To Maturity Obligasi Koorporasi di Bursa Efek Indoneisa Periode 2011-2014

0 0 8

PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA, DEBT TO EQUITY RATIO DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP YIELD TO MATURITY OBLIGASI KORPORASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA - Repository Fakultas Ekonomi UNJ

0 1 13

PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA, DEBT TO EQUITY RATIO DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP YIELD TO MATURITY OBLIGASI KORPORASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA - Repository Fakultas Ekonomi UNJ

0 2 13