Pembahasan Penelitian

B. Pembahasan Penelitian

1. Peran Kepala sekolah dalam meningkatkan Mutu PAI

kepala sekolah berkewajiban menciptakan hubungan yang sebaik-baiknya dengan para guru, staf, dan siswa, sebab esensi kepemimpinan adalah kepengikutan peran kepala sekolah sebagai pejabat formal, secara singkat dapat disimpulkan

sebagai berikut: 65

64 Hasil wawancara dengan guru kelas VI SD cokroaminoto 02 Manado ibu Linda Moha, S.Pd, pada tanggal 15 Januari 2015

65 Wahjosumiddjo, kepemimpinan Kepala Sekolah, Tinjauan Teoritik dan Permasaslahannya , (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003) h. 88-89.

a. Kedudukan sebagai pejabat formal, kepala sekolah diangkat dengan surat keputusan oleh atasan yang mempunyai kewenangan dalam pengangkatan sesuai dengan prosdur dan ketentuan yang berlaku.

b. Sebagai pejabat formal memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas serta hak- hak dan sanksi yang perlu dilaksanakan dan dipatuhi.

c. Sebagai pejabat formal kepala sekolah secara hierarkis mempunyai atasan langsung, atasan yang lebih tinggi dan memiliki bawahan

d. Sebagai pejabat formal kepala sekolah mempunyai hak kepangkatan, gaji, dan karir.

e. Sebagai pejabat formal kepala sekolah terikat oleh kewajiban, peraturan, serta ketentuan yang berlaku

f. Sebagai pejabat formal kepala sekolah berkewajiban dan bertanggung jawab atas keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuan.

g. Sebagai pejabat formal jabatan kepala sekolah adalah suatu jabatan formal yang perlu dibatasi masa pengabdiannya. Kepala sekolah bertindak dan bertanggungjawab atas segala tindakan yang dilakukan oleh bawahan. Perbuatan yang dilakukan oleh para guru, peserta didik, staf, dan orang tua peserta didik tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab kepala sekolah dan juga kepala sekolah harus memiliki Kemampuan menghadapi persoalan Dengan waktu dan sumber yang terbatas, kepala sekolah harus mampu menghadapi berbagai persoalan.

Dengan segala keterbatasan, seorang kepala sekolah harus dapat mengatur pemberian tugas secara tepat serta dapat memprioritaskan bila terjadi konflik antara kepentingan bawahan dan sekolah

Kondisi yang ada di SD Cokroaminoto 02 Manado, menyangkut Stoke holder yang ada di SD Cokroaminoto 02 Manado. Masih kurang, maka kepala sekolah saat ini menjadi wali kelas 1, kepala sekolah saat ini sedang mencarikan guru untuk mengajar di kelas satu tetapi belum menemukan guru yang tepat untuk menggantikannya, padahal sudah ada beberapa guru yang mendaftar untuk mengajar. Walau terkadang kepala sekolah disibukkan dengan siswa kelas satu yang selalu menganggu kepala sekolah jika ada tamu yang datang untuk menemui kepala sekolah, sebab ruang kelas satu berdekatan dengan ruang tamu. Apabila kepala sekolah sedang sibuk, Ia selalu menyuruh gurunya untuk mewakilkannya, jika ada pertemuan KKKS (Kelompok Kerja Kepala Sekolah).

2. Kendala-Kendala dalam meningkatkan mutu PAI

1. Segi pendidikan: Penulis melakukan observasi terhadap siswa kelas V untuk meminta waktu dua jam kepada wali kelas, dalam pembelajaran Al- Qur‟an, Tarikh, dan Akhlak. Untuk mencari tahu

a) Ilmu Al-Qur‟an materinya membaca surah Al-maun Kompetensi Dasarnya membaca Q.S Al- Maun, penulis melakukan pengamatan langsung kepada siswa yang berjumlah 41 orang, dengan menayakan siapa yang bisa a) Ilmu Al-Qur‟an materinya membaca surah Al-maun Kompetensi Dasarnya membaca Q.S Al- Maun, penulis melakukan pengamatan langsung kepada siswa yang berjumlah 41 orang, dengan menayakan siapa yang bisa

b) Berdasarkan pengamatan di atas siswa kelas V masih banyak tidak tahu membaca Al-Quran padahal siswa-siswi rata-rata berumur kurang lebih 10 tahun.

c) Ilmu tarikh :materinya menceritakan kisah nabi Muhammad SAW, Kompetensi Dasarnya menyebutkan kelahiran nabi Muhammad SAW.

d) Berdasarkan pengamatan penulis kepada siswa kelas V, dalam pembelajaran sejarah Nabi dan rasul, ternyata hanya 7 orang yang bisa menyebutkan sejarah Nabi Muhammad SAW.

e) Ilmu ahklak: Dalam pengamatan, sikap tingkah laku siswa kelas V, mereka anak yang tidak bisa untuk duduk tenang, disuruh diam hanya sedetik saja lalu ribut, ada juga beberapa siswa yang cara duduknya tidak sopan, dan ada juga siswa yang sempat mengelurkan kata yang kurang baik, cara berpakaianpun ada siswa yang tidak rapi. Padahal anak harus selalu untuk dididik dimanapun dia berada.

2. Segi Kualitas Guru yang mengajarkan bidang studi PAI kepada siswa yaitu wali kelas, sebab tidak ada guru PAI di SD cokroaminto 02, oleh karena itu wali kelas tidak fokus dalam pembelajaran PAI dikarenakan wali kelas tidak berkompetensi dibidang tersebut. Dan pasti akan terpengaruh terhadap siswa karena siswa akan kesulitan menerima pelajaran yang tidak tuntas.

3. Segi Lingkungan sekolah dan Masyarakat SD Cokroaminoto lahannya kecil, sehingga tidak tersedianya lapangan

sekolah. Jadi sekolah SD cokroamino 02 Manado menggunakan jalan umum untuk melakukan kegiatan apel pagi, dan melaksanaan upacara bendera. Hal ini ternyata akan memberikan ketidak nyamanan untuk kegiatan apel pagi, sehingga waktu untuk guru memberikan penyampaikan dan bimbingan kepada siswa hanya sedikit dan terbatas, dan juga sekolah ini tidak aman untuk proses belajar-mengajar karena berada di pertengahan masyarakat dan menjadikan sekolah tidak kondusif..

Persoalan lain adalah sekolah ini hampir setiap tahun selalu banjir karena lokasi sekolah dekat dengan aliran sungai tondano, sehingga siswa selalu diliburkan, maka sebagai dampaknya siswa akan ketinggalan pelajaran di sekolah. Walaupun sekolah ini memilki dua lantai tetapi masyarakat di sekitar mengungsi ke sekolah SD Cokroaminoto, jadi banyak sarana sekolah menjadi rusak.

Lingkungan tempat siswa tinggalpun tidak memberikan dampak yang baik kepada siswa, sehingga berpengaruh terhadap sikologis mereka. Selanjutnya banyak orang tua bekerja sehingga perhatian orang tua mereka berkurang. Tetapi ada juga siswa yang berakhlak baik, sebab ada orang tua yang memberikan perhatian yang lebih di lingkungan keluarga. Dan mendapat pendidikan agama di tempat pengajian.