31
Sehingga, sampel yang dijadikan responden untuk menjawab pertanyaan yang ada dalam angketkuesioner adalah sebanyak 100 orang responden.
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh langsung dari responden berdasarkan data primer dan data sekunder. Yang dimaksud
data primer adalah data yang berupa jawaban dari kuesioner yang diberikan yaitu kuesioner tertutup dan terbuka. Sementara data sekunder
merupakan data yang diperoleh dari buku-buku penunjang. Peneliti akan mendampingi responden selama melakukan pengisian
kuesioner. Hal ini dilakukan untuk menjaga-jaga dari kemungkinan munculnya pertanyaan dari responden yang tidak memahami kata-kata,
arti dan maksud pertanyaan dalam kuesioner. Sedangkan yang kedua adalah bahan-bahan pustaka yang terkait dengan masalah-masalah yang
terkait sebagai data sekunder. Bahan-bahan pustaka didapat dari buku- buku literatur atau informasi tertulis lainnya. Data sekunder juga diperoleh
dari Badan Pusat Statistik Surabaya dan instansi-instansi terkait.
3.4 Teknik Analisis Data
Setelah data diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner yang diisi oleh responden, peneliti akan menganalisa data tersebut melalui suatu
pengolahan data yang terdiri dari tahap pengeditan data secara
32
keseluruhan, mengkode data tersebut dan dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan masyarakat Surabaya tentang
iklan diabetasol. Untuk menghitung prosentase dari masing-masing tabel, maka
digunakan rumus : 100
x N
F P
Keterangan : P = Persentase responden
F = Frekuensi responden N = Jumlah sampel responden.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Obyek Penelitian
4.1.1. Diabetes Millitus
Pengertian Diabetes Mellitus Diabetes mellitus adalah istilah untuk sebutan penyakit yang di Indonesia dikenal dengan nama penyakit gula atau
kencing manis, istilah ini berasal dari bahasa Yunani. Diabetes artinya mengalir terus, mellitus artinya madu atau manis. Jadi istilah ini
menunjukan tentang keadaan tubuh penderita, yaitu adanya cairan manis yang mengalir terus. Penyakit Diabetes mellitus ini biasa timbul secara
mendadak pada anak-anak dan orang dewasa muda. Pada orang yang telah berumur, penyakit ini sering muncul tanpa gejala dan kerap baru diketahui
bila yang bersangkutan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Apabila penyakit ini dibiarkan tidak terkendali atau penderita tidak menyadari
penyakitnya bertahun tahun kemudian akan timbul berbagai komplikasi kronis yang berkaitan patal, seperti penyakit jantung, terganggunya fungsi
ginjal, kebutaan, pembusukan kaki yang kadang memerlukan amputasi, atau timbulnya impotensi yang sangat merisaukan. Diabetes mellitus tidak hanya
dianggap sebagai gangguan metabolisme karbohidrat, tetapi juga mencakup metabolism protein dan lemak yang diikuti dengan komplikasi yang bersifat
kronis terutama terjadi pada struktur dan fungsi pembuluh darah.
33