PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA DAN PENGUASAAN MATERI OLEH SISWA PADA MATERI POKOK VIRUS

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR DENGAN
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM
ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TERHADAP AKTIVITAS
BELAJAR SISWA DAN PENGUASAAN MATERI OLEH
SISWA PADA MATERI POKOK VIRUS
(Studi Eksperimen Semu pada Siswa Kelas X SMA Negeri 15 Bandar
Lampung Semester Ganjil TP 2012/2013)

Oleh

I GEDE SULIWAN

Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar
SARJANA PENDIDIKAN
Pada
Program Studi Pendidikan Biologi
Jurusan Pendidikan MIPA
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2013

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR DENGAN
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM
ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TERHADAP AKTIVITAS
BELAJAR SISWA DAN PENGUASAAN MATERI OLEH
SISWA PADA MATERI POKOK VIRUS
(Studi Eksperimen Semu pada Siswa Kelas X SMA Negeri 15 Bandar
Lampung Semester Ganjil TP 2012/2013)

(Skripsi)

Oleh
I GEDE SULIWAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2013

DAFTAR ISI

Halaman
DAFTAR TABEL ...................................................................................
DAFTAR GAMBAR ..............................................................................

I.

II.

III.

xiii
xiv

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ........................................................................
B. Rumusan Masalah ...................................................................
C. Tujuan Penelitian ....................................................................
D. Manfaat Penelitian ..................................................................
E. Ruang Lingkup Penelitian .......................................................
F. Kerangka Pikir ........................................................................
G. Hipotesis ..................................................................................

1
6
6
7
7
8
10

TINJAUAN PUSTAKA
A. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD ............................
B. Media Kartu Bergambar ............................................................
C. Aktivitas Belajar Siswa................................................................
D. Penguasaan Materi………………………………………………

11
15
19
22

METODE PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat Penelitian ..................................................
B. Populasi dan Sampel ...............................................................
C. Desain Penelitian ....................................................................
D. Prosedur Penelitian .................................................................
E. Jenis dan Teknik Pengumpulan Data ........................................
1. Jenis Data ............................................................................
2. Teknik Pengumpulan Data ..................................................
F. Teknik Analisis Data.................................................................
1. Uji Normalitas Data.............................................................
2. Uji Homogenitas Data .........................................................
3. Pengujian Hipotesis ............................................................
G. Pengolahan Data Aktivitas Siswa ..............................................
H. Pengolahan Data Angket Tanggapan Siswa Terhadap Penggunaan
Media Kartu Bergambar dengan Model Pembelajaran STAD ...

xi

25
25
25
28
31
31
32
33
33
34
34
35
37

IV.

V.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian ........................................................................
B. Pembahasan .............................................................................

39
44

SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan .................................................................................
B. Saran .......................................................................................

48
48

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
1. Perangkat Pembelajaran ...................................................................
2. Data Hasil Penelitian .........................................................................
3. Analisis Statistik Data Hasil Penelitian..............................................
4. Foto-Foto Penelitian ..........................................................................
5. Surat-Surat Izin Penelitian .................................................................

xii

53
78
117

DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel
1.

Klasifikasi persentase aktivitas siswa .............................................

36

2.

Lembar observasi aktivitas siswa ...................................................

36

3.

Item pada pertanyaan angket ...........................................................

37

4.

Skor perjawaban angket ....................................................................

37

5.

Angket tanggapan siswa..................................................................

38

6.

Kriteria persentase Tanggapan Siswa ..............................................

38

7. Hasil penguasaan materi ................................................................

39

8.

Hasil uji t N-gain ............................................................................

40

9.

Hasil rata-rata Ngain indikator ..........................................................

41

10. Hasil rata-rata aktivitas belajar siswa ................................................

42

11. Kemenarikan media kartu bergambar.................................................

43

xiii

DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar
1.

Hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat ........................

10

2.

Desain pretes postes kelompok non ekuivalen ..................................

25

3.

Contoh jawaban LKS pada indicator C2 ……………………………..

46

4.

Contoh jawaban LKS pada indicator C3 ……………………………..

46

5.

Contoh jawaban LKS pada indicator C4 ……………………………..

47

xiv

xvi

MENGESAHKAN

1. Tim Penguji

Ketua

: Drs. Arwin Achmad, M. Si.

Sekretaris

: Rini Rita T. Marpaung, S. Pd, M. Pd. __________

Penguji
Bukan Pembimbing

: Dr. Tri Jalmo, M. Si.

2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dr. Hi. Bujang Rahman, M. Si.
NIP 196003151985031003

Tanggal Lulus Ujian Skripsi : 20 Februari 2013

iv

__________

__________

Judul Skripsi

: PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA
KARTU BERGAMBAR DENGAN MODEL
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE
STUDENT TEAM ACHIEVEMENT
DIVISIONS (STAD) TERHADAP
AKTIVITAS BELAJAR SISWA DAN
PENGUASAAN MATERI OLEH SISWA
PADA MATERI POKOK VIRUS

Nama Mahasiswa

: I GEDE SULIWAN

Nomor Pokok Mahasiswa

: 0743024031

Program Studi

: Pendidikan Biologi

Jurusan

: Pendidikan MIPA

Fakultas

: Keguruan dan Ilmu Pendidikan

MENYETUJUI
1. Komisi Pembimbing

Drs. Arwin Achmad, M. Si.
NIP 195708031986031004

Rini Rita T Marpaung, S.Pd., M. Pd.
NIP 197707152008012020

2. Ketua Jurusan Pendidikan MIPA

Dr. Caswita, M. Si.
NIP 196710041993031004

v

MOTTO

“Mencintai dan menjalani profesi dengan ikhlas tanpa ada rasa pesimis dalam diri akan mendapat kebahagian bagi
pelakunya” ( I Gede Suliwan).

viii

PERNYATAAN SKRIPSI MAHASISWA

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama

: I Gede Suliwan

Nomor Pokok Mahasiswa

: 0743024031

Program Studi

: Pendidikan Biologi

Jurusan

: Pendidikan MIPA

Dengan ini menyatakan bahwa penelitian ini adalah hasil pekerjaan saya sendiri,
dan sepanjang pengetahuan saya tidak berisi materi yang telah dipublikasikan atau
ditulis oleh orang lain atau telah dipergunakan dan diterima sebagai persyaratan
penyelesaian studi pada universitas atau institut lain.

Bandar Lampung,
Yang menyatakan

I Gede Suliwan
NPM 0743024031

iii

Februari 2013

PERSEMBAHAN
 Ayahandaku I Ketut Simpen Arnaya dan Ibundaku Ni Luh Cenik yang
telah mendidik dan membesarkanku dengan segala limpahan cinta, kasih
sayang, do’a terbaik mereka, kesabaran dan nasehat yang tidak ada
hentinya.
 Adikku Ni Nengah Hery Kasmarani tersayang yang selalu memberi
dukungan do’a, serta semangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
 Adikku si bungsu Komang Yuda tersayang yang selalu mendoakan dan
memberi semangat.
 “ME”yang selalu memberi semangat, dukungan, doa dan warna dalam
hidupku.
 Almamaterku tercinta.

vii

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Desa Karang Asem 6 September 1988
sebagai anak ke satu dari tiga bersaudara dari pasangan Bapak
I Ketut Simpen Arnaya dan Ibu Ni Luh Cenik.
Penulis menyelesaikan pendidikan formal di Sekolah Dasar SDN UPT IV Karang
Agung Ulu pada tahun 2001, SMP PGRI Karang Agung Ulu pada tahun 2004
dan SMA NEGERI 13 Bandar Lampung pada tahun 2007. Pada tahun 2007
penulis terdaftar sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan
MIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung melalui
Seleksi Penerimaan Jalur Non-Reguler.
Pada tahun 2011 penulis melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di
SMA Surya Dharma Bandar Lampung dan pada tahun 2012 penulis melakukan
penelitian di SMA Negeri 15 Bandar Lampung untuk meraih gelar sarjana
pendidikan (S.Pd.).

vi

SANWACANA

Puji syukur kehadiran Ida Sang Hyang Widhi Wasa dapat menyelesaikan skripsi
yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Media Kartu Bergambar Dengan Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Divisions (STAD)
Terhadap Aktivitas Belajar Siswa dan Penguasaan Materi Oleh Siswa Pada Materi
Pokok Virus (Studi Eksperimental Pada Siswa Kelas x SMA N 15 Bandar
Lampung Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013)” sebagai salah satu syarat
untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan Biologi di Universitas Lampung.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.

Dr. Bujang Rahman, M.Si., selaku Dekan FKIP Unila beserta para Pembantu
Dekan yang telah memberi izin penelitian.

2.

Dr. Caswita, M.Si., selaku Ketua Jurusan Pendidikan MIPA

3.

Pramudiyanti, S.Si. M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Biologi
terima kasih

4.

Drs. Arwin Achmad, M.Si., selaku Pembimbing I dan sekaligus Pembimbing
Akademik terimakasih atas saran, bantuan, kesabaran,ketulusan dalam
memberikan bimbingan hingga terselesaikannya skripsi ini.

5.

Rini Rita.T. Marpaung, S.Pd., M.Pd., selaku Pembimbing II terima kasih atas
bantuan dan kesabarannya dalam memberikan bimbingan dan motivasinya
kepada penulis selama studi.

ix

6.

Dr. Tri Jalmo, M.Si., selaku pembahas yang memberikan bimbingan dan
motivasi kepada penulis selama studi.

7.

Bapak dan ibu dosen pengajar, atas segala bantuan dan ilmu yang telah
diberikan serta staf di Jurusan PMIPA FKIP Unila.

8.

Keluarga besar SMA N 15 Bandar Lampung yang telah memberi izin dan
saran untuk keberhasilan penelitian penulis.

9. Guru Mitraku Hariyono, S.Pd., terimkasih atas doa dan bantuanya.
10. Melda Ariyanti, S.Pd., terima kasih telah memberi semangat, mendukung dan
mendoakan yang terbaik untukku. Saudaraku I Gede Suastika Yasa, S.Pd.,
terimakasih telah memberikan dukungan dan motivasi. Semoga persahabatan
kita tetap terjaga selamanya. Wening Sudrajat, S.Pd., terimakasih telah
mengajarkan dalam pengolahan data skripsi ini. Team kartu bergambar
I Komang Sutawijaya, Enjelina dan Aditya Prayoga terimakasih atas
kekompakan, kesungguhan, dan semangat dalam menyelesaikan skripsi.
11. Keluargaku I Gusti Putu Hendrawan, Antun Sutarya, Achmad Fauzi, Arudhia,
S.Pd., Fitriadi, S.Pd., Nuris Mukhton, Feri Ardiyanto, Septian Nurahman,
Nurhidayati, S.Pd., Rini Hardiyanti Apipah, dan Ema Rochmaniar, semoga
apa yang kita cita-citakan terwujud.
12. Semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini yang
tidak dapat dituliskan satu persatu.

Bandar Lampung, Februari 2013
Penulis,

I Gede Suliwan

x

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh perubahan
global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni dan budaya.
Perkembangan dan perubahan secara terus-menerus ini menuntut perlunya
perbaikan sistem pendidikan nasional termasuk penyempurnaan kurikulum untuk
mewujudkan masyarakat yang mampu bersaing dan menyesuaikan diri dengan
perubahan zaman tersebut ( Trianto, 2010: 11 ).
Semakin pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saat
ini, menjadikan persaingan antar individu dan antar bangsa semakin ketat.
Sehingga hanya peserta didik yang berkualitas yang dapat memenangkan
persaingan tersebut . Melalui pendidikan, persiapan sedini mungkin perlu
dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut yang secara kualitatif cenderung
meningkat. Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan, Pelajaran Biologi
termasuk dalam rumpun Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), memiliki peran penting
dalam peningkatan mutu pendidikan, khususnya di dalam menghasilkan peserta

2

didik yang berkualitas, yaitu manusia Indonesia yang mampu berpikir kritis,
kreatif, logis dan berinisiatif dalam menanggapi isu di masyarakat yang
diakibatkan oleh dampak perkembangan Ilmu pengetahuan Alam (BSNP, 2006: iv).

Dalam IPA dipelajari permasalahan yang berkaitan dengan fenomena alam dan
berbagai permasalahan dalam kehidupan masyarakat. Fenomena alam dalam IPA
dapat ditinjau dari objek, persoalan, tema, dan tempat kejadiannya. Pembelajaran
IPA memerlukan kegiatan penyelidikan, baik melalui observasi maupun
eksperimen, sebagai bagian dari kerja ilmiah yang melibatkan keterampilan
proses yang dilandasi sikap ilmiah. Selain itu, pembelajaran IPA
mengembangkan rasa ingin tahu melalui penemuan berdasarkan pengalaman
langsung yang dilakukan melalui kerja ilmiah (BSNP 2006:12).

Belajar langsung dapat terjadi di lingkungan nyata yang berada di alam sekitar
sehingga bersifat tidak membosankan, dan dapat meningkatkan aktivitas yang
akhirnya akan meningkatkan kualitas belajar. Sardiman (2003:100)
mengungkapkan bahwa belajar sangat diperlukan adanya aktivitas. Tanpa adanya
aktivitas, belajar tidak mungkin berlangsung dengan baik. Aktivitas dalam proses
belajar mengajar merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi keaktifan siswa
dalam mengikuti pelajaran, bertanya hal-hal yang belum jelas, mencatat,
mendengar, berpikir, membaca dan segala kegiatan yang dilakukan dapat
menunjang prestasi belajar. Siswa yang beraktivitas akan memperoleh
pengetahuan, pemahaman, dan aspek-aspek tingkah laku lainnya, serta
mengembangkan keterampilan yang bermakna untuk hidup di masyarakat.

3

Aktivitas siswa akan muncul apabila terjadi hubungan timbal balik antara guru
dengan siswa dalam proses pembelajaran. Senada dengan pendapat Trianto (2009:
108) yang mengungkapkan bahwa pembelajaran yang baik seharusnya berpusat
pada siswa (student centered), dalam hal ini guru tidak lagi mendominasi dalam
kegiatan pembelajaran melainkan siswalah yang aktif dalam kegiatan
pembelajaran.
Belajar sangat diperlukan adanya aktivitas. Tanpa adanya aktivitas, belajar tidak
mungkin berlangsung dengan baik. Aktivitas dalam proses belajar mengajar
merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi keaktifan siswa dalam mengikuti
pelajaran, bertanya hal- hal yang belum jelas, mencatat, mendengar, berpikir,
membaca ( Sardiman, 2003. 100).
Namun dalam kenyataannya aktivitas belajar siswa di SMA N 15 Bandar
Lampung rendah. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi langsung di kelas
banyak siswa yang melakukan aktivitas tidak relevan dengan pembelajaran.
Seperti, mengobrol dengan teman dan mengantuk. Kenyataan ini terjadi karena
guru selama ini seringkali menggunakan metode ceramah yaitu terjadi proses
pembelajaran satu arah yaitu guru menjelaskan materi pelajaran dan siswa hanya
mendengarkan penjelasan tersebut sehingga siswa tidak aktif dalam pembelajaran.
Selain itu, rendahnya aktivitas siswa yang tidak relevan dengan pembelajaran
tersebut berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan
rata-rata nilai ulangan harian siswa pada materi pokok Virus semester ganjil tahun

4

pelajaran 2011/2012 adalah 58. Nilai ini tergolong rendah jika dibandingkan
dengan KKM di sekolah tersebut yaitu siswa tuntas memperoleh nilai ≥70.
Kompetensi Dasar materi pokok Virus adalah mendeskripsikan ciri-ciri,
replikasi, dan peran virus dalam kehidupan. Menuntut siswa untuk mampu
menggambarkan, menjelaskan dengan rinci materi virus. Namun, ukuran virus
yang mikroskopik tidak dapat diamati secara langsung yang menyebabkan siswa
kesulitan untuk mendeskripsikan objek virus. Sehingga dibutuhkan media untuk
memproyeksikan objek virus. Media gambar dijadikan alternatif dalam proses
pembelajaran karena gambar merupakan representatif dari lingkungan nyata,
tetapi siswa hanya memperoleh informasi dari penjelasan guru, tidak dengan
mencari sendiri informasi dari gambar tersebut yang berdampak pada rendahnya
aktivitas belajar siswa.
Salah satu media pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan
penguasaan materi siswa adalah media kartu bergambar. Media kartu bergambar
dapat menciptakan suasana yang menyenangkan (joyfull learning) dalam proses
pembelajaran karena siswa diajak belajar sambil bermain. Permainan dapat
mengembangkan motivasi siswa untuk belajar aktif karena permainan mampu
menembus kebosanan dan memberikan tantangan untuk memecahkan masalah
dalam suasana gembira dan dapat menimbulkan semangat kooperatif dan
kompetitif yang sehat serta membantu siswa yang lamban dan kekurangan
motivasi (Hidayat, dalam Yanti, 2010:15). Hasil penelitian Anastasia (2012: 43)
dari hasil analisis data setelah penerapan media kartu bergambar menunjukan

5

bahwa penggunaan media kartu bergambar dalam pelajaran bahasa Jerman di
SMAN 1 Cilaku-Cianjur kelas X3 dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar
siswa.
Penggunaan media kartu bergambar dalam penelitian ini dikombinasikan dengan
model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division
(STAD). Dalam kelas kooperatif dibentuk kelompok- kelompok kecil yang terdiri
dari 4-6 orang siswa yang heterogen bertujuan untuk memberikan kesempatan
kepada semua siswa untuk dapat terlibat secara aktif dalam proses berpikir dan
kegiatan belajar. Pembelajaran kooperatif disusun dalam sebuah usaha untuk
meningkatkan partisipasi siswa, memfasilitasi siswa dengan pengalaman
kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, serta unggul dalam
membantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit (Trianto, 2009: 56-59).
Tipe STAD terdiri dari lima komponen yakni presentasi kelas, pembentukan tim,
kuis, perubahan/ perkembangan skor individu, dan pengakuan tim. Slavin (dalam
Riyanto, 2010:268) menyatakan bahwa pada STAD siswa membentuk kelompok
yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis
kelamin, suku dan lain-lain). Ratumanan (dalam Trianto, 2009: 62) menyatakan
bahwa interaksi yang terjadi dalam belajar kooperatif dapat memacu
terbentuknya ide baru dan memperkaya perkembangan intelektual siswa.
Dengan kata lain dengan belajar secara berkelompok, proses saling tukar
pendapat dan berdiskusi dengan teman kelompok dapat mengoptimalkan
penggalian informasi dan pengetahuan siswa.

6

Hasil penelitian yang menggunakan model STAD dalam penelitiannya tersebut
menunjukkan keberhasilan terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Salah satu
peneliti itu adalah Prajayanti (2011: i) dari hasil penelitian menunjukkan bahwa
penggunaan model STAD memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil
belajar siswa pada konsep sistem ekskresi manusia.

Berdasarkan uraian diatas maka akan dilakukan penelitian dengan judul
“Pengaruh Penggunaan Media Kartu Bergambar dengan model pembelajaran
Kooperatif Tipe STAD Terhadap Aktivitas belajar dan Penguasaan Materi oleh
Siswa Pada Materi Pokok Virus”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah :
1. Adakah pengaruh yang signifikan dari penggunaan media kartu bergambar
dengan model STAD terhadap penguasaan materi oleh siswa pada materi
pokok Virus di SMA N 15 Bandar Lampung?
2. Adakah pengaruh yang signifikan dari penggunaan media kartu bergambar
dengan model STAD terhadap aktivitas belajar siswa pada materi pokok Virus
di SMA N 15 Bandar Lampung?

7

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah maka tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui:
1. Pengaruh penggunaan media kartu bergambar dengan model STAD terhadap
penguasaan materi oleh siswa pada materi pokok Virus di SMA N 15 Bandar
Lampung.
2. Pengaruh penggunaan media kartu bergambar dengan model STAD terhadap
aktivitas belajar siswa pada materi pokok Virus di SMA N 15 Bandar
Lampung.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah :
1.

Bagi peneliti, yaitu untuk menambah pengalaman sebagai calon guru dalam
penggunaan media kartu bergambar dengan model pembelajaran STAD
untuk meningkatkan penguasaan materi oleh siswa dan aktivitas belajar siswa
dalam pembelajaran biologi.

2.

Bagi siswa, yaitu mendapat pengalaman belajar yang berbeda pada materi
pokok Virus dan untuk meningkatkan penguasaan materi oleh siswa dan
aktivitas belajar siswa.

3.

Bagi guru, yaitu sebagai alternatif model pembelajaran yang dapat digunakan
dalam meningkatkan penguasaan materi oleh siswa dan aktivitas belajar
siswa.

8

4.

Bagi Sekolah, yaitu memberikan sumbangan pemikiran untuk meningkatkan
mutu proses dan hasil belajar mata pelajaran biologi.

E. Ruang Lingkup Penelitian

Untuk menghindari kesalahan penafsiran pada permasalahan yang dibahas, maka
dikemukakan beberapa batasan masalah yaitu :
1. Media kartu bergambar yang digunakan dalam penelitian ini adalah satu set kartu
berukuran 10x7 cm yang berisi gambar dan keterangan mengenai materi pokok Virus.

2. Model Pembelajaran kooperatif tipe STAD yang digunakan dalam penelitian
ini terdiri atas langkah- langkah: penyampaian tujuan dan motivasi, pembagian
kelompok, persentasi dari guru, kerja tim, evaluasi, dan penghargaan tim.
3.

Aktivitas belajar siswa yang diamati adalah kemampuan mengemukakan
pendapat/ ide, kemampuan bertanya, dan bekerjasama dengan teman.

4. Materi dalam penelitian ini adalah materi pokok Virus dengan kompetensi
dasar mendeskripsikan ciri-ciri, replikasi, dan peran virus dalam kehidupan
(KD 2.1).
5. Penguasaan materi diperoleh dari hasil rata-rata pretes, postes dan N-gain
pada materi pokok virus dan aktivitas diperoleh dari lembar observasi
aktivitas belajar siswa.
6. Siswa yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas X 4 dan X5
semester ganjil di SMA N 15 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2012/2013.

9

F. Kerangka Pikir

Pembelajaran biologi merupakan kegiatan atau proses menggunakan pikiran dalam
memahami gejala-gejala alam. Tercapainya tujuan pembelajaran sangat
dipengaruhi oleh strategi yang digunakan dalam proses pembelajaran, oleh karena
itu salah satu cara yang dapat dilakukan guru adalah memadukan media dengan
model pembelajaran sehingga tercipta variasi dalam pembelajaran.
Materi pokok Virus dalam pembelajaran biologi diharapkan dapat dipahami dan
dikuasai oleh siswa, sehingga siswa dapat menggambarkan atau mendeskripsikan
dengan jelas materi pokok Virus. Ukuran virus yang mikroskopik menuntut guru
untuk lebih kreatif dalam menemukan media pembelajaran yang tepat untuk materi
pokok Virus, sehingga dapat membantu siswa dalam proses pembelajaran.
Penggunaan media kartu bergambar diharapkan dapat membantu siswa dalam
memahami materi pelajaran khususnya materi pokok Virus, siswa diharapkan
lebih aktif dan dapat lebih memahami materi pokok Virus yang terdapat pada
media kartu bergambar tersebut. Kartu bergambar ini disusun dari sumber belajar
dan dengan bahasa yang sederhana yang mudah dimengerti oleh siswa serta
menciptakan suasana yang menyenangkan dalam proses pembelajaran karena
siswa diajak belajar sambil bermain. Selain itu, penggunaan media kartu
bergambar ini dirasa sangat tepat apabila dikombinasikan dengan model
pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan langkah-langkah yaitu penyampaian
tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok, kuis, dan

10

penghargaan kelompok. Kombinasi antara media kartu bergambar dengan model
pembelajaran STAD diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan penguasaan
materi pada siswa karena siswa dihadapkan pada suatu pembelajaran yang
membuat mereka aktif berfikir sehingga materi yang sudah dipelajari dapat
dikuasai siswa serta tidak mudah terlupakan.

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Penggunaan media kartu bergambar
dengan model pembelajaran STAD(Student Teams Achievement Divisions).
Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah aktivitas siswa dan
penguasaan materi oleh siswa.
Y1

X
Y2

Keterangan: X : Kombinasi media kartu bergambar; dengan model
STAD.
Y1 : Penguasaan materi oleh siswa
Y2 : Aktivitas belajar siswa (Margono, 2005: 139).
Gambar 1. hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat.

11

G. Hipotesis Penelitian

H0 = Tidak ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan media kartu
bergambar dengan model STAD terhadap penguasaan materi oleh siswa
pada materi pokok Virus di SMA N 15 Bandar Lampung.
H1 = Ada Pengaruh yang signifikan dari penggunaan media kartu bergambar
dengan model STAD terhadap penguasaan materi oleh siswa pada
materi pokok Virus di SMA N 15 Bandar Lampung.

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model dimana para siswa
dikelompokkan dalam kelompok-kelompok kecil untuk memecahkan suatu masalah,
menyelesaikan tugas-tugas, dan mencapai tujuan bersama. Kelompok belajar
kooperatif berbeda dengan kelompok belajar tradisional, karena dalam kelompok
belajar kooperatif semua anggota harus saling membantu dan memberikan motivasi,
sedangkan dalam kelompok belajar tradisional hal ini sering terlupakan dan tak
menjadi keharusan ( Abdurahman, 1999 : 123).

Pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan salah satu tipe dari model
pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan
jumlah anggota tiap kelompok-kelompok 4-5 orang siswa secara heterogen. diawali
dengan penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi kegiatan kelompok,
kuis dan penghargaan kelompok (Trianto, 2009:68).

Slavin (dalam Rusman, 2010:213) mengemukakan bahwa model STAD merupakan
variasi pembelajaran yang paling banyak diteliti. Dalam STAD, siswa dibagi menjadi
kelompok beranggotakan empat orang yang beragam kemampuan, jenis kelamin, dan

13

sukunya. Guru memberikan suatu pelajaran dan siswa-siswa dalam kelompok
memastikan bahwa semua anggota kelompok itu menguasai pelajaran tersebut.
Menurut Trianto ( 2009:69) pembelajaran kooperatif tipe STAD ini juga
membutuhkan persiapan yang matang sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan.
persiapan-persiapan tersebut antara lain:
a. Perangkat pembelajaran
Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran ini perlu dipersiapkan perangkat
pembelajarannya, yang meliputi Rencana Pembelajaran (RP), buku siswa, Lembar
Kerja Siswa (LKS) berserta lembar jawabannya.
b. Membentuk kelompok kooperatif
Membentuk anggota kelompok diusahakan agar kemampuan siswa dalam
kelompok adalah heterogen dan kemampuan antar satu kelompok dengan
kelompok lainnya relatif homogen.
c. Menentukan skor awal
Skor awal yang dapat digunakan dalam kelas kooperatif adalah nilai ulangan
sebelumnya.
d. Pengaturan tempat duduk
Pengaturan tempat duduk dalam kelas kooperatif perlu juga diatur dengan baik,
hal ini dilakukan untuk menunjang keberhasilan pembelajaran kooperatif apabila
tidak ada pengaturan tempat duduk dapat menimbulkan kekacauan yang
menyebabkan gagalnya pembelajaran pada kelas kooperatif,
e. Kerja kelompok
Untuk mencegah adanya hambatan pada pembelajaran kooperatif tipe STAD,

14

terlebih dahulu diadakan latihan kerja sama kelompok.
Langkah-langkah pembelajaran kooperatif model STAD menurut Rusman (2010:215216), yaitu:
a) Penyampian tujuan dan motivasi
Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pembelajaran
tersebut dan memotivasi siswa untuk belajar,
b) Pembagian kelompok
Siswa dibagi kedalam beberapa kelompok, setiap kelompoknya terdiri dari 4-5
siswa yang memprioritaskan heterogenitas (keagamaan) kelas dalam prestasi
akademik, gender/jenis kelamin, rasa atau etnik.
c) Persentasi dari guru
Guru menyampaikan materi pelajaran dengan terlebih dahulu menjelaskan tujuan
yang ingin dicapai pada pertemuan tersebut serta pentingnya pokok bahasan
tersebut dipelajari.
d) Kegiatan belajar dalam tim (kerja tim)
Siswa belajar dalam kelompok yang telah dibentuk, guru menyiapkan lembar
kerja sebagai pedoman bagi kerja kelompok, sehingga semua anggota menguasai
dan masing-masing memberikan kontribusi.
e) Kuis (evaluasi)
Guru mengevaluasi hasil belajar melalui pembelajarn kuis tentang materi yang
dipelajari dan juga melakukan penilaian terhadap pertasi hasil kerja masingmasing kelompok.

15

f) Penghargaan prestasi tim
Setelah pelaksnaan kuis, guru memeriksa hasil kerja siswa dan diberikan angka
dengan rentang 0-100.
Menurut Trianto (2009:71) penghargaan atas keberhasilan kelompok dapat dilakukan
oleh guru dengan melakukan tahap-tahap sebagai berikut:
1. Menghitung skor individu
Menurut Slavin (dalam Trianto, 2009: 71) untuk memberikan skor perkembangan
individu dihitung seperti pada tabel di bawah ini :
Nilai tes
Lebih dari 10 poin dibawah skor awal....
10 poin dibawah sampai 1 poin dibawah skor awal...
Skor awal sampai 10 poin diatas skor awal....
Lebih dari 10 poin diatas skor awal.....
Nilai sempurna (tanpa memperhatikan skor awal)

Skor
perkembangan
0 poin
10 poin
20 poin
30 poin
30 poin

2. Menghitung skor kelompok
Skor kelompok ini dihitung dengan membuat rata-rata skor perkembangan
anggota kelompok, yaitu dengan menjumlahkan semua skor perkembangan yang
diperoleh anggota kelompok dibagi dengan jumlah anggota kelompok, yaitu
dengan menjumlahkan semua skor perkembangan individu anggota kelompok dan
membagi sejumlah anggota kelompok tersebut. Sesuai dengan rata-rata skor
perkembangan kelompok, diperoleh skor kelompok sebagaimana dalam tabel
berikut:

16

No
1.
2.
3.
4.

Interval
0 ≤X≤5
5 ≤ X≤ 15
15≤ Nk ≤ 25
25 ≤ Nk ≤ 30

Kualifikasi
Tim kurang baik
Tim baik
Tim hebat
Tim super

3. Pemberian hadiah dan pengakuan skor kelompok
Setelah masing-masing kelompok memperoleh predikat, guru memberikan
hadiah/penghargaan kepada masing-masing kelompok sesuai dengan predikatnya.
Adapun kelebihan dan kelemahan STAD menurut Mas’adah ( 2011 : 26-31)
1. Kelebihan model STAD :
-

Melatih siswa untuk dapat bekerja sama.

-

Saling menghargai.

-

Saling ketergantungan untuk mencapai tujuan kelompok.

-

Meningkatkan motivasi.

-

Membantu mengumpulkan keterangan dari berbagai sumber informasi.

2. Kelemahan model STAD :
-

Adanya ketergantungan siswa yang lambat berpikir , sehingga tidak dapat
berlatih mandiri.

-

Memerlukan waktu yang lama.

-

Penjelasan guru terlalu cepat.

-

Pemberian penghargaan kadang masih menyulitkan guru.

-

Ramai saat diskusi.

17

B. Media Kartu Bergambar
Pada hakekatnya kegiatan belajar mengajar adalah suatu proses komunikasi. Proses
komunikasi (proses penyampaian pesan) harus diciptakan atau diwujudkan melalui
kegiatan penyampaian dan tukar menukar pesan atau informasi oleh setiap guru dan
peserta didik. Yang dimaksud pesan atau informasi berupa pengetahuan, keahlian(
skill), ide, pengalaman, dan sebagainya. Agar tidak terjadi kesesatan dalam proses
komunikasi perlu digunakan sarana yang membantu proses komunikasi yang disebut
media (Rohani, 1997: 1).
Menurut Briggs ( dalam Asyhar, 2011: 7) media sebagai sarana fisik yang digunakan
untuk mengirim pesan kepada peserta didik untuk belajar. Sedangkan Danim ( 1994 :
7) menyatakan bahwa media pendidikan merupakan seperangkat alat bantu atau
pelengkap yang digunakan oleh guru atau pendidik dalam rangka berkomunikasi
dengan siswa atau peserta didik.
Tujuan penggunaan media menurut Hamalik (1994 :18 – 19) antara lain:
1. membangkitkan keinginan dan minat baru. Melalui alat / media siswa akan
memperoleh pengalaman lebih luas dan lebih kaya. Dengan demikian persepsinya
akan menjadi lebih tajam dan pengertiannya lebih tepat, sehingga akan
menimbulkan keinginan dan minat belajar yang baru.
2. membangkitkan motivasi dan merangsang kegiatan belajar. Media pendidikan
memberikan pengaruh psikologis terhadap siswa.

18

3. memberikan pengalaman yang menyeluruh, pengalaman yang konkrit berintegrasi
menjadi pengertian atau kesimpulan yang abstrak.

Media berbasis visual ( image atau perumpamaan) memegang peran yang sangat
penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar pemahaman dan
memperkuat ingatan. Visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan dapat
memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata. Agar menjadi
efektif, visual sebaiknya ditempatkan pada konteks yang bermakna dan siswa harus
berinteraksi visual (image) itu untuk meyakinkan terjadinya proses informasi
(Arsyad, 1996 : 91).

Salah satu media pembelajaran adalah media kartu bergambar. Gambar merupakan
salah satu media visual dua dimensi. Media berbasis visual memegang peranan
penting dalam proses belajar. Stimulus visual memberikan hasil yang lebih baik
untuk tugas- tugas seperti mengingat, mengenali, mengingat kembali, dan
menghubungkan fakta dan konsep. (Aryad, 2011: 9)
Media kartu bergambar merupakan modifikasi dari media gambar. Media kartu atau
flash card diperkenalkan oleh Glenn Doman, seorang dokter ahli bedah otak dari
Philadelpia, Pennsylvania. Flash card adalah kartu-kartu bergambar yang dilengkapi
oleh kata-kata (Herlina, 2011:8). Sedangkan Prapita (2009:4) menyatakan bahwa
media kartu bergambar adalah sebuah alat atau media belajar yang dirancang untuk
membantu mempermudah dalam belajar. Media kartu bergambar ini terbuat dari

19

kertas tebal atau karton berukuran 17×22 cm yang tengahnya terdapat gambar materi
yang sesuai dengan pokok bahasan.
Karakteristik kartu bergambar menurut Yani (2011:43) adalah:
a. Berisi gambar dan kata-kata
Pesan dituangkan dalam bentuk tulisan dan gambar yang mengandung makna
tertentu.
b. Media visual diam
Gambar yang ditampilkan bukan gambar yang bisa bergerak melainkan gambar
yang diam tanpa animasi.
c. Bahan ajar cetak
Kartu bergambar ini merupakan bahan ajar cetak yang pembuatannya melalui
proses pencetakan atau printing.
d. Menekankan pada persepsi indera penglihatan
Kartu bergambar ini lebih ditekankan pada indera penglihatan. Oleh karena itu,
kartu bergambar ini termasuk ke dalam media grafis.
Sedangkan beberapa kelebihan dan kelemahan media bergambar menurut Sadiman,
dkk (2008:29-31) adalah:
Kelebihan:
1. Sifatnya konkret, lebih realistis menunjukkan pokok masalah dibandingkan
dengan media verbal semata.

20

2. Dapat mengatasi batasan ruang dan waktu. Tidak semua benda, objek, atau
peristiwa dapat dibawa ke kelas, dan tidak selalu dapat siswa dibawa ke objek
atau peristiwa tersebut.
3. Dapat mengatasi keterbatasan pengamatan.
4. Dapat memperjelas suatu masalah dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia
berapa saja sehingga dapat mencegah kesalahpahaman.
5. Harganya murah, mudah diperoleh dan digunakan tanpa memerlukan peralatan
khusus.
Kelemahan:
1. Hanya menekankan persepsi indera mata.
2. Benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran.
3. Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar.

C. Aktivitas Belajar Siswa
Pendidikan modern lebih menitikberatkan pada aktivitas sejati, di mana siswa belajar
sambil bekerja. Dengan bekerja, siswa memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan
keterampilan serta perilaku lainnya, termasuk sikap dan nilai. Sehubungan dengan hal
tersebut, sistem pembelajaran dewasa ini sangat menekankan pada pendayagunaan
asas keaktifan (aktivitas) dalam proses belajar dan pembelajaran untuk mencapai
tujuan yang telah ditentukan (Hamalik, 2008 : 90).
Rohani (2004:5) mengungkap bahwa : pengajaran merupakan perpaduan dari dua
aktivitas, yaitu aktivitas mengajar dan aktivitas belajar. Suatu pengajaran akan bisa

21

disebut berjalan dengan baik dan berhasil secara baik, manakala ia mampu mengubah
diri peserta didik dalam arti yang luas serta mampu menumbuhkembangkan
kesadaran peserta didik untuk belajar, sehingga pengalaman yang diperoleh peserta
didik selama ini terlibat didalam proses pengajaran itu dapat dirasakan manfaatnya
secara langsung bagi perkembangan pribadinya.
Menurut Slameto (2003 : 2) aktivitas adalah suatu proses yang dilakukan oleh
seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari
interaksi dengan lingkungannya. Aspek tingkah laku tersebut adalah pengetahuan,
pengertian, kebiasaan, keterampilan, apresiasi, emosional, hubungan social, jasmani,
etis atau budi pekerti dan sikap. Jika seseorang telah belajar maka akan terlihat
terjadinya salah satu atau beberapa aspek tingkah laku tersebut.
Diedrich (Rohani 2004:9) setelah mengadakan penyelidikan menyimpulkan bahwa
terdapat berbagai macam kegiatan peserta didik yang meliputi aktivitas jasmani dan
aktivitas jiwa yang dikelompokkan menjadi 8 kelompok. Pengelompokan aaktivitas
menurut diedrich :
1. Visual : membaca, memperhatikan (gambar, demontrasi, percobaan, pekerjaan
orang lain)
2. Oral: menyatakan, merumuskan, bertanya, member saran, mengeluarkan
pendapat, mengadakan wawancara, diskusi, interupsi.
3. Listening: mendengarkan (uraian, percakapan, diskusi, musik, pidato)
4. Writing: menulis cerita, karangan, laporan, angket, menyalin.

22

5. Drawing: menggambar, membuat grafik, peta, diagram, pola
6. Motor: melakukan percobaan, membuat konstruksi, model, mereparasi,
bermain, berkebun, memelihara binatang.
7. Mental: menganggap, mengingat, memecahkan soal, menganalisa, melihat
hubungan, mengambil keputusan
8. Emotional: menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah,
berani, tengang, gugup.
Menurut Mulyono ( dalam Saripah , 2011: 42) Faktor- faktor aktivitas belajar siswa
adalah sebagai berikut:
1. Faktor eksternal
Faktor eksternal berkenaan dengan karakterisitik tujuan instruksional dan
karakteristik bahan pengajaran, yang keduanya mendasari stimulasi guru dalam
mempelajari siswa. Faktor eksternal dalam konteks ini adalah kualitas program
pembelajaran. Variabel yang berkenaan dengan karakteristik tujuan instruksional
adalah kemampuan yang harus dicapai siswa. Kemampuan ini tercermin dalam
aspek kognitif seperti hafalan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesisi dan evaluasi.
Karakteristik bahan pengajaran yang berpengaruh terhadap aktivitas pembelajaran
yang berkenaan dengan sifat materi yang harus dipelajari siswa seperti fakta,
konsep, prinsip, prosedur dan generalisasi. Stimulasi guru berkenaan dengan apa
yang dilakukan oleh guru dalam upayanya membelajarkan siswa. Faktor ini sangat
menentukan kadar aktivitas belajar siswa. Stimulasi tersebut dapat bersifat
pengajian informasi, pengajuan pertanyaaan, penugasan pengajuan masalah.

23

Semakin tinggi aktivitas mental, semakin berbobot aktivitas belajar siswa dan
semakin kompleks usaha guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Ini berarti
perlu adanya keseimbangan tugas antara aktivitas belajar siswa dan aktivitas guru
mengajar. Dengan kata lain guru dan siswa sama-sama aktif dalam melaksanakan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Aktivitas belajar tidak akan
terwujud tanpa adanya stimulasi guru, karena aktivitas belajar siswa merupakan
produk dari stimulasi guru dalam tujuannya sebagai fasilitator dalam pembelajaran.
2. Faktor internal
Faktor internal yang berpengrauh terhadap kadar aktivitas belajar siswa tidak
terlepas dari kemampuan, minat dan motivasi belajar siswa itu sendiri. Faktor
kemampuan siswa sekalipun berbeda satu sama lain, melalui optimalisasi kegiatan
belajar dapat dikembangkan untuk menunjang optimalisasi aktivitas belajar.
Kemampuan tersebut adalah intelektual, emosional, sosial dan motorik.
Kemammpuan intelektual tampak dalam daya nalar siswa pada saat memecahkan
masalah. Kemammpuan emosional terlihat dalam sikap , toleransi dan tegangan
rasa sesama siswa dalam melaksanakan tugas-tugas belajarnya. Kemampuan sosial
tampak dalam interaksi sosial, tanggung jawab bersama dan partisipasi dalam
kegiatan pembelajaran.

D. Penguasaan Materi
Penguasaan materi siswa merupakan hasil belajar dalam kecakapan kognitif. Menurut
Anderson, dkk (2000: 67-68), ranah kognitip terdiri dari 6 jenis perilaku sebagai
berikut :

24

1.

Remember mencakup kemampuan ingatan tentang hal yang telah dipelajari dan
tersimpan dalam ingatan. Penguasaan itu meliputi fakta, peristiwa, pengertian,
kaidah, teori, prinsip dan metode.

2.

Understand mencakup kemampuan menangkap arti dan makna hal yang
dipelajari.

3.

Apply mencakup kemampuan menerapkan metode dan kaidah untuk menghadapi
masalah yang nyata dan baru.

4.

Analyze mencakup kemampuan merinci suatu kesatuan ke dalam bagian-bagian
sehingga struktur keseluruhan dapat dipahami dengan baik. Misalnya : mengurai
masalah menjadi bagian yang lebih kecil.

5.

Evaluate mencakup kemampuan membentuk pendapat tentang beberapa hal
berdasarkan kriteria tertentu.

6.

Create mencakup kemampuan membentuk suatu pola baru.

Hasil belajar dari ranah kognitif mempunyai hirarki atau bertingkat-tingkat. Adapun
tingkat-tingkat yang dimaksud adalah : (1) informasi nonverbal; (2) informasi fakta
dan pengetahuan verbal; (3) konsep dan prinsip; (4) pemecahan masalah dan
kreativitas. Informasi non verbal dikenal atau dipelajari dengan cara penginderaan
terhadap objek-objek dan peristiwa-peristiwa secara langsung. Informasi fakta dan
pengetahuan verbal dikenal atau dipelajari dengan cara mendengarkan orang lain dan
dengan jalan membaca. Semuanya itu penting untuk memperoleh konsep-konsep.
Selanjutnya, konsep-konsep itu penting untuk membentuk prinsip-prinsip. Kemudian

25

prinsip-prinsip itu penting di dalam pemecahan masalah atau di dalam kreativitas
(Slameto, 1991: 131).
Menurut Sukmadinata (dalam Triningsih, 2012: 19) menyatakan efektivitas hasil
belajar yang dicapai oleh siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang
mempengaruhi hasil belajar siswa adalah sebagai berikut:
1. Faktor yang berasal dari diri individu
a. Faktor fisik meliputi kondisi, kesehatan dan kelengkapan panca indera.
Kelengkapan panca indera akan mempengaruhi proses belajar karena belajar
akan efektif jika menggunakan seluruh alat indera.
b. Faktor rohani meliputi kesehatan psikis, kemampuan intelektual, sosial,
psikomotor, motivasi, kondisi afektif dan kognitif.
2. Faktor lingkungan
a. Lingkungan keluarga meliputi keadaan fisik rumah seperti adanya ruangan
tempat belajar, sarana dan prasarana belajar yang ada di rumah serta suasana di
sekitar rumah. Keadaan sosio- psikologis juga mempengaruhi proses belajar di
rumah seperti kebutuhan keluarga, hubungan antar anggota keluarga serta iklim
belajar.
b. Lingkungan sekolah meliputi keadaan fisik sekolah seperti sarana dan prasarana,
sumber belajar, dan media belajar. Keadaan sosial psikologis seperti hubungan
siswa dengan siswa, guru, staf sekolah, suasana dan pelaksanaan kegiatan belajar
mengajar serta kegiatan ekstrakurikuler juga mempengaruhi hasil belajar.

26

c. Lingkungan masyarakat meliputi keadaan fisik seperti adanya lembaga
pendidikan dan sumber- sumber belajar didalamnya serta keadaan sosial
psikologis yaitu masyarakat memiliki latar belakang pendidikan yang cukup.

51

V.

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dari penelitian ini dapat
disimpulkan bahwa:
1. Penggunaan media kartu bergambar dengan model pembelajaran STAD
berpengaruh signifikan terhadap penguasaan materi pokok virus oleh siswa
kelas X SMA Negeri 15 Bandar Lampung.
2. Penggunaan media kartu bergambar dengan model pembelajaran STAD
berpengaruh dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X SMA
Negeri 15 Bandar Lampung pada materi pokok Virus.

B. Saran

Penelitian ini terdapat kekurangan-kekurangan sehingga peneliti
menyarankan sebaiknya:
a. Penyusunan media kartu bergambar ini sebaiknya meningkatkan kualitas,
kesesuain gambar dengan penjelasan dan kelengkapan materi sehingga
tampilannya lebih menarik lagi.

52

b. Penggunaan media kartu bergambar memerlukan waktu yang lama,
sehingga guru hendaknya sebelum melaksanakan proses pembelajaran
sebaiknya terlebih dahulu merancang kesesuaian waktu dengan materi
pokok sehingga pembelajaran berjalan efektif dan efisien.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, M. 1999. Pembelajaran Kooperatif. Rineka Cipta. Jakarta
Anderson, L., David, K., Peter, A., Kathleen, C., Ricard, M., Paul, P., James, R.,
dan W. Merlin. 2000. A taxonomy for learning, Teaching, ans assesing ( A
revition of bloom’s taxonomy of educational Objective, Abridge Edition).
Longman. New York
Anastasia. 2011. Penggunaan Media Kartu Bergambar untuk Meningkatkan Hasil
Belajar Siswa dalam Menulis Karangan Sederhana Bahasa Jerman.
( Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung
http://repository.upi.edu/skripsiview.php?no_skripsi= 9941. (20 Juni
2012;13:00 WIB).
Arsyad, A. 1996. Media pembelajaran. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
. 2000. Media Pembelajaran. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
.2011. Media Pembelajaran. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Asyhar. 2011. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Gaung Persada
(GP). Jakarta.
BSNP. 2006. Petunjuk Teknis Pengembangan Silabus dan Contoh Model Silabus
SMA/MA. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.
Danim, S. 1994. Media Komunikasi Pendidikan. Bumi aksara. Jakarta.
Darmayanti, E. 2012. Pengaruh Penggunaan Media Kartu Bergambar Melalui
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division
(STAD) Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Pada Materi Pokok
Keanekaragaman Hayati. (Skripsi) Universitas Lampung. Lampung
Hadjar, I. 1995. Dasar-dasar Metodelogi Penelitian Kwantitatif dalam
Pendidikan. Raja Grasindo. Jakarta
Hake, R. R. 1999. Analizing Change/Gain Scores. Indiana University. USA.
http://physics. Indiana.edu/~sdi/AnalizingChange_Gain.pdf (21 Desember
2011; 09:05 WIB).
Hamalik, O.1994. Media Pendidikan . Alumni. Jakarta

54

. 2008. Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara. Jakarta.
Hastriani, A. 2006. Penerapan Model Pembelajaran Pencapaian Konsep dalam
dalam Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa SMP.
(Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung
Herlina. 2011. Penggunaan Kartu Kata dan Gambar Untuk Meningkatkan
Kemampuan Membaca Permulaan Siswa kelas 1 SDN Banjarimbo02
Kecamatan Lumbang Kabupaten Pasuruan .(Skripsi). Universitas
Pendidikan Indonesia. Bandung.
Http://repository.upi.edu/operator/upload/s a0651 0810414 chapter2.pdf.
(19 juni 2012; 09.30 WIB.
Mas’adah. 2011. Kajian Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT dan STAD Dalam
Rangka Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi Siswa Pada Konsep
Sistem Ekskresi. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung
http://repository.upi.edu/skripsiview.php?no_skripsi= 8140. (20 Juni
2012;11:30 WIB).
Margono, S. 2005. Metode Penelitian Pendidikan. Rineka Cipta. Jakarta.
Prapita, E. D. 2009. Efektivitas Media Kartu Bergambar Terhadap Prestasi
Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Ekosistem. (Skripsi) Universitas
Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.
http://etd.eprints.ums.ac.id/4258/2/A420050019.pdf. (28 Oktober 2011;
21.04 WIB).
Prajayanti, S, S, R. 2011. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student
Team Achievement Division ( STAD) Terhadap Hasil Belajar dan Pola
Interaksi Siswa SMA Pada Materi Sistem Ekskresi . Universitas Pendidikan
Indonesia. Bandung.
http://repository.upi.edu/skripsiview.php?no_skripsi=7012. ( 20 Juni 2012;
10:00 WIB).
Purwanto, N. 2008. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Remaja
Rosdakarya. Bandung.
Pratisto, A. 2004. Cara Mudah Mengatasi Masalah Statistik Dan Rancangan
Percobaan Dengan SPSS 12. Gramedia. Jakarta
Rahayu, S. P. 2010. Deskripsi Sikap Terhadap Lingkungan Melalui Pendekatan
Pengungkapan Nilai (Value Clarification Approach) Pada Kelas VII MTS
Gruppi Natar. (Skripsi) Universitas Lampung. Lampung
Riyanto, Y. 2010. Pardigma Baru Pembelajaran. Kencana. Jakarta
Rohani, A. 1997. Media Intruksional Edukatif. PT Rineka Cipta. Jakarta

55

. .. 2004. Pengelolaan Pengajaran. PT Rineka Cipta. Jakarta
Rusman. 2010. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme
Guru. Rajawali Pers. Jakarta.
Sadiman, Dkk. 2008. Media Pendidikan:Pengertian, Pengembangan, dan
Pemanfaatannya. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Sardiman. 2003. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Rajawali Press.
Yogyakarta
Slameto.1991. Proses Belajar mengajar dalam sistem kredit semester. Bumi
aksara: Jakarta
. 2003. Belajar Dan Faktor- factor yang mempengaruhinya. Rineka cipta.
Jakarta
Saripah, C. 2011. Upaya Meningkatkan Aktivitas Siswa Dalam Pembelajaran
Sistem Politik Di Indonesia Dengan Menggunakan Kooperatif Learning
Jigsaw. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung
http://repository.upi.edu/skripsiview.php?no_skripsi=11774. ( 20 juni 2012;
11:00 WIB).
Sudjana. 2002. Metode Statistika Edisi Keenam. PT Tarsito. Bandung.
Susanti, D. 2012. Pengaruh Penggunaan Media Kartu Bergambar Melalui Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Terhadap
Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Pada Materi Pokok Keanekaragaman
Hayati. (Skripsi) Universitas Lampung. Lampung
Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik.
Prestasi Pustaka. Jakarta.
_____. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Kencana.
Jakarta.
_____ . 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif:Konsep,
Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP). Kencana. Jakarta.
Triningsih, Y. 2012. Pengaruh Penggunaan Mind Mapp Terhadap Hasil Belajar
siswa SMA Kelas X Pada Pembelajaran Konsep Jamur (Fungi).
Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung.
http://repository.upi.edu/skripsiview.php?no_skripsi=12048. (20 juni
2012; 10:07 WIB).
Yani, R. F. 2011. Pengaruh Penggunaan Multimedia Berbentuk Kartu Bergambar
Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi
dan Komunikasi (Tik) di Sekolah Menengah Pertama. (Skripsi).

56

Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung.
http://repository.upi.edu/skripsiview.php?no_skrips

Dokumen yang terkait

Perbedaan hasil belajar biologi siswa antara pembelajaran kooperatif tipe stad dengan metode ekspositori pada konsep ekosistem terintegrasi nilai: penelitian quasi eksperimen di SMA at-Taqwa Tangerang

0 10 192

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe (Student Team Achievement Divisions) STAD Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SD

1 6 165

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI POKOK KEANEKARAGAMAN HAYATI (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X SMA Negeri

1 14 63

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE Student Teams Achievement Divisions (STAD) MELALUI MEDIA VIDEO TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DAN PENGUASAAN MATERI POKOK PENCEMARAN LINGKUNGAN OLEH SISWA (Studi Eksperimen Siswa Kelas X SMA Negeri 7 Bandar Lampung

0 19 43

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP AKTIVITAS SISWA DAN PENGUASAAN MATERI POKOK VIRUS

0 4 67

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DAN PENGUASAAN MATERI POKOK VIRUS OLEH SISWA

0 6 66

EFEKTIVITAS ANIMASI MULTIMEDIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DAN PENGUASAAN MATERI POKOK SISTEM PEREDARAN DARAH OLEH SISWA (Studi Eksperimen pada Siswa Kelas XI IPA Semester

0 10 53

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK DUNIA TUMBUHAN (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X Semester Genap SMA Neger

0 20 129

Penerapan Model Pembelajaran Tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Pada Materi Pokok Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan

0 5 63

Eksperimentasi Pembelajaran Student Team Achievement Divisions (STAD) disertai Problem Posing pada Materi Pokok Pecahan Ditinjau dari aktivitas Belajar Siswa

0 3 95

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23