Perancangan Sistem Manajemen Bandwidth Jaringan Menggunakan Web HTB Dengan Linux Ubuntu.

PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN BANDWIDTH
JARINGAN MENGGUNAKAN WEBHTB
DENGAN LINUX UBUNTU

TUGAS AKHIR

ADAM KURNIAWAN MARGOLANG
082406038

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK INFORMATIKA
DEPARTEMEN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGEAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

ii

PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN BANDWIDTH
JARINGAN MENGGUNAKAN WEBHTB
DENGAN LINUX UBUNTU

TUGAS AKHIR

Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Ahli Madya

ADAM KURNIAWAN MARGOLANG
082406038

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK INFORMATIKA
DEPARTEMEN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGEAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

iii

PERSETUJUAN

 : PERANCANGAN
SISTEM
MANAJEMEN
BANDWIDTH
JARINGAN
MENGGUNAKAN
WEBHTB DENGAN LINUX UBUNTU
: TUGAS AKHIR
: ADAM KURNIAWAN MARGOLANG
: 082406038
: D3 TEKNIK INFORMATIKA
: MATEMATIKA
: MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM (FMIPA) UNIVERSITAS SUMATERA
UTARA

Judul 

Kategori
Nama
Nomor Induk Mahasiswa
Program Studi
Departemen
Fakultas

Diluluskan di
Medan, Juni 2011

Komisi Pembimbing

:

Diketahui/Disetujui oleh
Departemen Matematika FMIPA USU
Ketua,

Pembimbing,

Prof. Dr. Tulus, M.Si
NIP 19620901 1988031 002

Dr. Saib Suwilo, Msc
NIP. 19640109 198803 1 004

Universitas Sumatera Utara

iv

PERNYATAAN

PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN BANDWIDTH JARINGAN
MENGGUNAKAN WEBHTB DENGAN LINUX UBUNTU

TUGAS AKHIR

Saya mengakui bahwa tugas akhir ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali beberapa
kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.

Medan, Mei 2011

ADAM KURNIAWAN MARGOLANG
082406038

Universitas Sumatera Utara

v

PENGHARGAAN

Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya, sehingga penulis berhasil memyelesaikan tugas akhir yang berjudul
Perancangan Sistem Manajemen Bandwidth Jaringan Menggunakan WebHTB
Dengan Linux Ubuntu ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Tugas akhir ini
disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan Diploma III Teknik
Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera
Utara.
Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Dr. Saib Suwilo, M.Sc selaku
pembimbing dalam menyelesaikan tugas akhir ini yang telah memberikan panduan
dan penuh kepercayaan kepada saya untuk menyempurnakan kajian ini. Ucapan
terima kasih juga ditujukan kepada Ketua Departemen Prof. Dr. Tulus, M.Sc, Dekan
dan Pembantu Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas
Sumatera Utara Dr. Sutarman, M.Sc dan Dr. Marpongahtun, semua dosen di
Departemen Matematika FMIPA USU, pegawai di FMIPA USU, rekan-rekan kuliah.
Secara khusus penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya
kepada Ayahanda Saibun Margolang dan Ibunda R.Azizah yang telah mendidik dan
membesarkan penulis dengan segala pengorbanan yang tak terhitung nilainya serta
kasih sayang yang tulus, juga yang saya sayangi Riri Indriati yang telah memberikan
banyak dukungan dan semangat kepada penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini.
Semoga Tuhan Yang Mana Esa akan membalasnya.

Medan, Mei 2011
Penulis

Adam Kurniawan Mrg

Universitas Sumatera Utara

vi

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem manajemen bandwidth yang
bisa diterapkan di berbagai instansi, baik itu perusahaan, sekolah, universitas, warung
internet, maupun di rumah. Sistem ini sepenuhnya dikembangkan menggunakan
perangkat lunak berbasis open source, diantaranya yaitu sistem operasi yang
digunakan adalah Ubuntu Server 10.10, yaitu sistem operasi yang berasal dari distro
Linux, aplikasi WebHTB 2.9 yang digunakan sebagai bandwidth limiter, dan aplikasi
Squid yang digunakan sebagai proxy server. Metodologi pengembangan sistem yang
digunakan adalah trial and error, dimana pengaturan dilakukan sedemikian rupa dan
jika terdapat ketidaksesuaian, maka akan langsung dicari solusi untuk mengatasinya,
solusi yang ditemukan nantinya akan dijadikan pegangan dalam melakukan
pengaturan selanjutnya. Penelitian ini banyak melibatkan hal teknis dan non-teknis,
diantaranya adalah blok alamat IP yang digunakan, lebar pita yang diberikan oleh ISP
(Internet Service Provider), jumlah client yang tergabung dalam jaringan sekaligus
yang akan di-limit baik besar pita unduh atau unggah. Objektif utama pembangunan
sistem ini adalah untuk mengatur lebar pita (bandwidth) unduh yang akan diberikan
kepada masing-masing client agar semuanya mendapatkan bandwidth yang sama atau
dengan kata lain bandwidth terbagi rata sehingga tercipta manajemen bandwidth yang
baik.

Universitas Sumatera Utara

vii

DAFTAR ISI

Halaman
PERSETUJUAN
PERNYATAAN
PENGHARGAAN
ABSTRAK
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR

ii
iii
iv
v
vi
viii
ix

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Penelitian
1.5 Metodologi Penelitian
1.6 Tinjauan Pustaka
1.6.1 Pengertian Komputer
1.6.2 Sistem Operasi
1.6.3 Sumber Terbuka (Open Source)
1.6.4 Jaringan Komputer
1.6.5 Bandwidth Komputer
1.6.6 WebHTB
1.7 Sistematika Penulisan

1
1
2
2
3
3
5
5
6
7
8
8
9
9

BAB 2 LANDASAN TEORI
2.1 Teori Dasar Jaringan Komputer
2.1.1 Definisi Jaringan Komputer
2.1.2 Tipe Jaringan Komputer
2.1.3 Jaringan Komputer Berdasarkan Skala
2.1.4 Topologi Jaringan Komputer
2.1.5 Peralatan Jaringan yang umum digunakan
2.2 Protokol TCP/IP
2.2.1 Mengenal TCP/IP
2.2.2 Protokol-protokol TCP/IP
2.3 IP Address
2.3.1 Mengenal IP Address versi 4
2.3.1.1 Pengelompokan kelas alamat IP
2.3.1.2 Network addres dan host address
2.3.1.3 Private IP address
2.3.1.4 Broadcast Address
2.3.1.5 Subnet Mask dan Subnetting

11
11
11
11
13
13
19
23
23
24
25
26
27
28
29
29
30

Universitas Sumatera Utara

viii

2.4 Mengenal Linux
2.4.1 Kelebihan Linux
2.4.2 Kekurangan Linux
2.5 Manajemen Bandwidth

33
34
36
37

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
3.1 Perancangan Sistem
3.2 Mengenal Ubuntu
3.3 Ubuntu Server 10.10
3.3.1 Instalasi Ubuntu Server 10.10
3.3.2 Konfigurasi IP Address Ubuntu Server 10.10
3.4 WebHTB
3.4.1 Mengenal WebHTB
3.4.2 Instalasi WebHTB

38
38
39
40
40
60
68
68
70

BAB 4 IMPLEMENTASI SISTEM
4.1 Tujuan Implementasi Sistem
4.2 Membagi Bandwidth Pengguna
4.2.1 Membagi Bandwidth Komputer Administrator
4.2.2 Membagi Bandwidth Klien
4.3 Testing Manajemen Bandwidth
4.4 Penggunaan Squid Sebagai Proxy Server
4.4.1 Instalasi dan Konfigurasi Squid

80
80
80
81
85
89
93
95

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran

101
101
102

DAFTAR PUSTAKA

104

LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

ix

DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 2.1
Tabel 2.2
Tabel 2.3
Tabel 2.4
Tabel 2.5
Tabel 3.1

Nilai Biner Dalam Oktat Alamat IP
Pengelompokan Kelas Alamat IP
Tabel Network ID dan Host ID
Tabel Rentang Alamat IP Private
Tabel Pembagian Subnet Mask
Syarat Minimal Hardware Ubuntu Server 10.10

27
28
28
29
30
41

Universitas Sumatera Utara

x

DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 2.1
Gambar 2.2
Gambar 2.3
Gambar 2.4
Gambar 2.5
Gambar 2.6
Gambar 2.7
Gambar 2.8
Gambar 2.9
Gambar 3.1
Gambar 3.2
Gambar 3.3
Gambar 3.4
Gambar 3.5
Gambar 3.6
Gambar 3.7
Gambar 3.8
Gambar 3.9
Gambar 3.10
Gambar 3.11
Gambar 3.12
Gambar 3.13
Gambar 3.14
Gambar 3.15
Gambar 3.16
Gambar 3.17
Gambar 3.18
Gambar 3.19
Gambar 3.20
Gambar 3.21
Gambar 3.22
Gambar 3.23
Gambar 3.24
Gambar 3.25
Gambar 3.26
Gambar 3.27
Gambar 3.28
Gambar 3.29
Gambar 3.30
Gambar 3.31
Gambar 3.32

Contoh Gambar Ethernet Card/NIC
Contoh Gambar Kabel UTP
Contoh Gambar Switch
Contoh Gambar Router
Contoh Gambar Modem
Contoh Gambar Access Point
Empat Lapisan Layer TCP/IP
Gambar Ilustrasi Pembagian Oktat Alamat IP
Ilustrasi Pengubahan Binner ke Desimal
Pengaturan Booting Awal Melalui CD-ROM
Memilih Bahasa Interface
Tampilan Pemilihan Proses yang Akan Dilakukan
Pemilihan Bahasa Instalasi
Memilih Negara Indonesia
Memilih Jenis Papan Ketik yang Digunakan
Memilih Primary Network Interface
Pencarian DHCP Server
Menentukan Metode Konfigurasi Jaringan
Pemberian Nama Host
Memilih Zona Waktu
Menentukan Metode Melakukan Partisi Harddisk
Memilih Partition yang Masih Kosong
Menentukan Besar Partisi Swap
Pengaturan Untuk Partisi Swap
Pengaturan Untuk Partisi Sistem
Summary Dari Pembagian Partisi yang Sudah Dilakukan
Memasukkan Username Untuk Login
Pemilihan Perangkat Lunak yang Akan Dipasang
Pemilihan Konfigurasi Posfix
Pemilihan Instalasi Grub Loader
Instalasi Ubuntu Server 10.10 Selesai
Tampilan Awal Ubuntu Server Setelah Instalasi
Nama Kartu Jaringan Penulis yang Dikenal Ubuntu Server
eth0 dan eth1 Belum Terlihat
Kartu Jaringan Sudah Aktif dan Memiliki Alamat IP
Membuat DNS di Ubuntu Server 10.10
Ping Mendapatkan Balasan
Topologi Jaringan yang Penulis Gunakan
Ubuntu Server Sedang Memperbaharui Index Repository
Proses Unduh Aplikasi WebHTB
Memasukkan Hostname yang Digunakan

20
20
21
22
22
23
24
26
27
42
43
43
44
45
46
46
47
48
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
59
60
62
64
65
66
67
69
71
72
73

Universitas Sumatera Utara

xi

Gambar 3.33
Gambar 3.34
Gambar 3.35
Gambar 3.36
Gambar 4.1
Gambar 4.2
Gambar 4.3
Gambar 4.4
Gambar 4.5
Gambar 4.6
Gambar 4.7
Gambar 4.8
Gambar 4.9
Gambar 4.10
Gambar 4.11
Gambar 4.12
Gambar 4.13
Gambar 4.14
Gambar 4.15

Pengaturan Alamat IP Pada Komputer Administrator
Halaman Setup WebHTB
Proses Mengganti Password Sistem Ubuntu Server
Halaman WebHTB Setelah Login
Pembuatan Kelas Komputer Administrator
Pengaturan Komputer Administrator
Pembuatan Kelas Klien
Pembuatan Sebuah Klien
Hasil Pengaturan yang Telah Dibuat
Hanya Administrator yang Menggunakan Bandwidth
Bandwidth Klien Saat Administrator Tidak
Menggunakan Bandwidth
Bandwidth Sama Walau Proses Unduh Berlebihan
Bandwidth Administrator Pada Saat Semua Klien Sedang
Menggunakan Bandwidth
Topologi Jaringan yang Dilengkapi Dengan Proxy Server
Proses Unduh dan Instalasi Squid
Mengatur Hak Akses Pada File Konfigurasi Squid
Mengatur Direktori Cache
Membuat Akses Kontrol Untuk Jaringan Lokal
Pengaturan Agar Iptables Berjalan Otomatis

76
77
78
79
83
85
86
87
88
90
90
91
92
94
95
97
98
99
100

Universitas Sumatera Utara

vi

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem manajemen bandwidth yang
bisa diterapkan di berbagai instansi, baik itu perusahaan, sekolah, universitas, warung
internet, maupun di rumah. Sistem ini sepenuhnya dikembangkan menggunakan
perangkat lunak berbasis open source, diantaranya yaitu sistem operasi yang
digunakan adalah Ubuntu Server 10.10, yaitu sistem operasi yang berasal dari distro
Linux, aplikasi WebHTB 2.9 yang digunakan sebagai bandwidth limiter, dan aplikasi
Squid yang digunakan sebagai proxy server. Metodologi pengembangan sistem yang
digunakan adalah trial and error, dimana pengaturan dilakukan sedemikian rupa dan
jika terdapat ketidaksesuaian, maka akan langsung dicari solusi untuk mengatasinya,
solusi yang ditemukan nantinya akan dijadikan pegangan dalam melakukan
pengaturan selanjutnya. Penelitian ini banyak melibatkan hal teknis dan non-teknis,
diantaranya adalah blok alamat IP yang digunakan, lebar pita yang diberikan oleh ISP
(Internet Service Provider), jumlah client yang tergabung dalam jaringan sekaligus
yang akan di-limit baik besar pita unduh atau unggah. Objektif utama pembangunan
sistem ini adalah untuk mengatur lebar pita (bandwidth) unduh yang akan diberikan
kepada masing-masing client agar semuanya mendapatkan bandwidth yang sama atau
dengan kata lain bandwidth terbagi rata sehingga tercipta manajemen bandwidth yang
baik.

Universitas Sumatera Utara

i

BAB 1

PENDAHULUUAN

1.1 Latar Belakang

Kemajuan teknologi informasi pada masa sekarang ini terus berkembang dengan
sangat pesat seiring dengan kebutuhan manusia yang menginginkan kemudahan,
kecepatan dan keakuratan dalam memperoleh informasi. Internet adalah salah satu
media yang saat ini paling digemari oleh banyak orang, baik itu untuk mencari
informasi, chatting, bermain game online, atau mengunduh berbagai macam berkas
multimedia, dari anak-anak, remaja, sampai dewasa banyak menggunakan media
internet untuk kepentingan mereka.

Pemakaian satu jalur koneksi internet yang diguakan oleh satu orang pengguna
mungkin tidak akan menyebabkan masalah dengan bandwidth, namun bagaimana jika
satu buah jalur koneksi internet digunakan oleh banyak pengguna (sharing), seperti di
kantor, sekolah, universitas, warung internet, dan lain-lain?, pasti akan terasa sangat
berat. Misalnya saja dalam sebuah perusahaan yang memiliki banyak pegawai, pasti
akan banyak menemui masalah dengan koneksi internet, apalagi setiap pengguna tidak
mengindahkan aturan pada saat bekerja, contohnya melakukan pengunduhan secara

Universitas Sumatera Utara

2

berlebihan, melakukan streaming video yang membuat koneksi internet di perusahaan
tersebut menjadi lambat. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah manajemen yang baik
untuk mengatasi masalah ini.

WebHTB adalah sebuah aplikasi yang berjalan diatas sistem operasi berbasis
open source, seperti Linux Ubuntu yang bisa digunakan untuk melakukan manajemen
bandwidth pada sebuah jaringan. Aplikasi WebHTB adalah aplikasi open source
berbasis web dengan kemampuan yang terbilang cukup bagus dalam melakukam
manajemen bandwidth. Aplikasi ini dapat melakukan pembatasan bandwidth untuk
setiap client yang terhubung kejaringan, baik itu koneksi unduh maupun unggah.

1.2 Rumusan Masalah.

Dari uraian latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan bahwa masalah
yang melatar belakangi tugas akhir ini adalah bagaimana merancang sistem
manajemen bandwidth jaringan menggunakan WebHTB dengan Linux Ubuntu.

1.3 Tujuan Penelitian

Adapaun tujuan melakukan penelitian ini adalah:
1. Mengenal dan memahami lebih jauh teknologi jaringan komputer.
2. Mengetahui teknik membangun sebuah jaringan infrastruktur LAN.

Universitas Sumatera Utara

3

3. Mengetahui cara membatasi bandwidth untuk setiap klien pada sebuah jaringan
LAN.
4. Mengenalkan produk-produk open source kepada masyarakat sebagai produk
yang handal dan hemat biaya.

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:
1. Memberikan kenyamanan pada saat menggunakan koneksi internet bersama
pada suatu tempat, karena setiap pengguna memiliki jumlah bandwidth yang
sama.
2. Lebih menghemat biaya, karena menggunakan sistem operasi dan aplikasi yang
open source.
3. Tidak akan ada manipulasi bandwidth oleh salah satu pengguna yang
menggunakan jaringan, kecuali oleh administrator dalam kasus tertentu.

1.5 Metodologi Penelitian

Suatu penelitian tidak terlepas dari metode pendekatan terhadap objek ataupun
penyelesaian masalahnya. Penelitian yang penulis lakukan juga bersifat ilmiah dan
memiliki metode pendekatan terhadap objek penelitian, adapun metodologi penelitian
yang digunakan penulis dalam mengumpulkan data adalah:

Universitas Sumatera Utara

4

1. Penelitian Kepustakaan
Disini penulis menggunakan buku-buku yang berhubungan dengan masalah,
sehingga membantu untuk menyelesaikan masalah dan juga guna mendukung
tugas akhir ini untuk menyusun landasan teoritis.

2. Studi Literatur
Mempelajari konten situs-situs yang berhubungan dengan tugas akhir penulis,
mempelajari sistem operasi open source serta aplikasi WebHTB dengan
mengunjungi situs-situs yang menyediakan tutorial sistem operasi open source
dan aplikasi WebHTB.

3. Perancangan Sistem
Sebagai tahap awal dalam membuat sistem, penulis melakukan perancangan
sistem terlebih dahulu guna menghindari kekeliruan dalam pembuatan sistem
nantinya, penulis akan membuat sistem dengan sistem operasi open source,
yaitu sistem operasi yang berasal dari distro Linux Ubuntu dan WebHTB
sebagai aplikasi manajemen bandwidth serta beberapa perangkat keras dan
lunak sebagai pendukung lainnya.

4. Pembuatan Sistem
Pembuatan sistem adalah proses dimana penulis akan melakukan pemasanagn
dan konfigurasi baik itu untuk sistem operasi maupun aplikasi WebHTB-nya
sehingga menjadi sebuah sistem yang diinginkan.

Universitas Sumatera Utara

5

1.6 Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka yang berkaitan dengan tugas akhir ini adalah:

1.6.1 Pengertian Komputer

Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah
dirumuskan. Kata computer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang
perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi
arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya,
pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika,
tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan
matematika. (http://id.wikipedia.org/wiki/Komputer. Diakses tanggal 8 Desember,
2010)

Secara luas komputer dapat didefenisikan sebagai suatu peralatan elektronik
yang terdiri dari beberapa komponen yang dapat bekerjasama antara komponen satu
dengan yang lain untuk menghasilakn suatu informasi berdasarkan program dan data
yang ada. Secara umum komponen sistem komputer terdiri dari:

1. Perangkat keras, merupakan sumber daya utama untuk proses komputasi.
Perangkat keras komputer terdiri dari: processor, memory, papan induk, hard
disk, serta perangkat input dan output.

Universitas Sumatera Utara

6

2. Sistem operasi, mempunyai tugas untuk melakukan kontrol dan koordinasi
penggunaan perangkat keras pada berbagai program aplikasi untuk pengguna
yang berbeda.

3. Program

aplikasi,

menentukan

cara

sumber

daya

digunakan

untuk

menyelesaikan permasalahan komputasi dari pengguna, contohnya compiler,
sistem basis data, video games, program bisnis, dan lain-lain.

4. Pengguna yang menggunakan sistem, terdiri dari orang, mesin atau komputer
lain.

1.6.2 Sistem Operasi

Sistem operasi adalah program yang bertindak sebagai perantara antara pengguna
dengan perangkat keras komputer. Sistem operasi digunakan untuk mengeksekusi
program pengguna dan memudahkan menyelesaikan permasalahan pengguna. Selain
itu dengan adanya sistem operasi membuat komputer menjadi nyaman digunakan.
Sistem operasi mempunyai tujuan untuk menggunakan perangkat keras komputer
secraa efisien. (Napitupulu. 2009)

Sistem operasi didefenisikan sebagai:
1. Resource allocator. Sistem operasi mengatur dan mengalokasikan sumber dayasumber daya sistem komputer.

Universitas Sumatera Utara

7

2. Prorgram control, sistem operasi melakukan kontrol eksekusi dari program
pengguna serta operasi input dan output.
3. Kernel, sistem operasi sering disebut kernel, yaitu suatu program yang berjalan
sepanjang waktu (selain program aplikasi).
(http://lecturer.eepistit.edu/~arna/Diktat_SO/1.Pengenalan%20Sistem%20Operasi.pd
f. Diakses tanggal 10 Desember, 2010)

1.6.3 Sumber Terbuka (Open Source)

Sumber terbuka (open source) adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi
oleh suatu individu/lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan
memanfaatkan kode sumber (source code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya
menggunakan fasilitas komunikasi internet). Pola pengembangan ini mengambil
model ala bazaar, sehingga pola open source ini memiliki ciri bagi komunitasnya
yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketika
suatu komunitas menggunakan sebuah program open source dan telah menerima
sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaan
apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak.

Pola open source lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi berpikir
dan mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan pengetahuan dan
produk yang cocok. Kebebasan menjadi pertimbangan utama ketika dilepas ke publik.
Komunitas yang lain mendapat kebebasan untuk belajar, mengutak-atik, merevisi
ulang, membenarkan ataupun bahkan menyalahkan, tetapi kebebasan ini juga datang

Universitas Sumatera Utara

8

bersama

dengan

tanggung

jawab,

bukan

bebas

tanpa

tanggung

jawab.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_terbuka. Diakses tanggal 8 Desember 2010)

1.6.4 Jaringan Komputer

Jaringan komputer adalah sekumpulan komputer yang terhubung satu sama lain yang
membentuk sebuah grup. Dari sebuah jaringan tersebut, ada beberapa komputer yang
tersambung. Masing-masing komputer itu disebut workstation atau pengertian secara
gamblangnya adalah komputer yang terhubung pada jaringan tertentu. Semua
komputer menggunakan sumber daya yang ada pada komputer lain yang juga
tersambung pada jaringan tertentu (Bunafit, 2005)

1.6.5 Bandwidth Komputer

Bandwidth komputer Di dalam jaringan komputer sering digunakan sebagai suatu
sinonim untuk data transfer rate yaitu jumlah data yang dapat dibawa dari sebuah titik
ke titik lain dalam jangka waktu tertentu (pada umumnya dalam detik). Jenis
bandwidth ini biasanya diukur dalam bps (bits per second). Adakalanya juga
dinyatakan dalam Bps (bytes per second). Suatu modem yang bekerja pada 57,600 bps
mempunyai bandwidth dua kali lebih besar dari modem yang bekerja pada 28,800 bps.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Lebar_pita. Diakses tanggal 9 Februari 2011)

Universitas Sumatera Utara

9

1.6.6 WebHTB

WebHTB adalah sebuah aplikasi berbasis web yang digunakan untuk manajemen
bandwidth klien pada sebuah jaringan. Aplikasi ini memberikan batasan lebar pita
pada masing-masing client. Penggunaan WebHTB berdasarkan rules pada kartu
jaringan pada server, jadi semua alur data yang melewati kartu jaringan akan segera
tersaring oleh WebHTB.

1.7 Sistematika Penulisan

BAB 1

: Pendahuluan
Pembahasan dalam bagian ini berkisar pada latar belakang
masalah, tujuan pembahasan, metodologi penelititan, dan
sistematika penulisan.

BAB 2

: Landasan Teori
Bab ini merupakan uraian tentang teori-teori, analisa konsep,
perangkat lunak dan perangkat keras yang digunakan.

BAB 3

: Perancangan Sistem
Pada bagian ini akan dibahas tentang perencanaan keseluruhan
sistem yang akan dibuat

Universitas Sumatera Utara

10

BAB 4

: Implementasi Sistem
Bab ini berisi tentang instalasi, pengujian, dan fasilitas tambahan
yang bisa digunakan.

BAB 5

: Kesimpulan dan Saran
Merupakan bab terakhir yang berisi kesimpulan yang merupakan
pendapat terakhir berdasarkan uraian-uraian sebelumnya dari
hasil pengujian sistem dan saran yang berisi tentang gagasangagasan yang dapat dikembangkan sebagai kelanjutan dari hasil
penelitian.

Universitas Sumatera Utara

10

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 Teori Dasar Jaringan Komputer

2.1.1 Definisi jaringan komputer

Wahidin (2007, hal: 1) menyatakan bahwa secara sederhana jaringan komputer dapat
diartikan sebagai sekumpulan beberapa komputer dan peralatan lain yang saling
terhubung menggunakan aturan-aturan tertentu. Hubungan ini dapat terjadi
menggunakan media fisik berupa kabel, gelombang radio, infra merah, bahkan satelit.
Setiap peralatan yang tersambung kejaringan disebut node.

2.1.2 Tipe jaringan komputer

Dalam jaringan komputer, terdapat tiga peranan yang dapat dijalankan oleh komputerkomputer di dalam LAN (Local Area Network). Peranan pertama dapat menjadi client,
yaitu hanya sebagai pengguna tetapi tidak menyediakan sumber daya jaringan untuk
di-share atau dibagi pakai oleh anggota lain dalam jaringan. Peran kedua dapat

Universitas Sumatera Utara

12

menjadi peer, yaitu menjadi client yang menggunakan sekaligus menyediakan sumber
daya jaringan yang disebut sebagai peer-to-peer. Peran yang ketiga adalah menjadi
server yang menyediakan sumber daya jaringan. Berdasarkan tiga peranan diatas
selanjutnya jaringan komputer terbagi atas tiga model, yaitu:

1. Jaringan model client-server. Didefenisikan dengan kehadiran server didalam
suatu jaringan yang menyediakan mekanisme pengamanan dan pengelolaan
jaringan tersebut. Jaringan ini terdiri dari banyak client dan satu atau lebih
server. Client yang biasa disebut dengan front-end, meminta layanan seperti
penyimpanan dan pencetakan data ke printer dalam jaringan, sedangkan server
yang disebut sebagai komputer back-end menyampaikan permintaan tersebut
ke tujuan yang tepat.

2. Jaringan peer-to-peer. Secara sederhana jaringan ini dideskripsikan bahwa
setiap komputer dalam jaringan peer-to-peer berfungsi sebagai client dan
sekaligus sebagai server.

3. Jaringan hybird. Jaringan hybird adalah jaringan komputer yang memiliki semua
yang terdapat pada dua tipe jaringan diatas. Ini berarti bahwa pengguna
jaringan hybird ini dapat mengakses sumber daya yang di-share atau dibagi
pakai oleh jaringan peer-to-peer, sedangkan pada waktu yang bersamaa juga
dapat memanfaatkan sumber daya yang disediakan oleh server.

Universitas Sumatera Utara

13

2.1.3 Jaringan komputer berdasarkan skala

Jaringan komputer bisa diklasifikasikan berdasarkan skala. Terdapat 3 klasifikasi
jaringan komputer menurut skala, yaitu:

1. LAN (Local Area Network). Menghubungkan komputer-komputer pribadi dalam
kantor/perpusahaan, sekolah atau kampus dengan jarak yang terbatas.

2. MAN (Metropolitan Area Network). Merupakan versi LAN dengan ukuran yang
lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN. MAN
dapat juga dikatakan gabungan dari bebrapa LAN dan biasa digunakan untuk
menghubungkan beberapa jaringan yang terdapat dalam sebuah kota.

3. WAN (Wide Area Network). Mencakup daerah geografis yang luas, seringkali
mencakup negara.

2.1.4 Topologi jaringan komputer

Topologi jaringan komputer adalah bagaimana cara menghubungkan node yang satu
dengan node lainnya sehingga membentuk jaringan. Dalam suatu jaringan komputer,
jenis topologi yang dipilih akan mempengaruhi kecepatan komunikasi, untuk itu perlu
dicermati kelebihan dan kekurangan dari masing-masing topologi berdasarkan
karakteristiknya. Secara umum ada 4 (empat) topologi yang digunakan, yaitu:

Universitas Sumatera Utara

14

1. Topologi Bus. Karakteristik topologi Bus adalah sebagai berikut:

a. Node-node dihubungkan secara serial sepanjang kabel, dan pada kedua
ujung kabel ditutup dengan terminator.

b. Sangat sederhana dalam pemasangan dan layout.

c. Sangat ekonomis dalam biaya.

d. Paket-paket data yang lewat bersimpangan pada suatu kabel sehingga
besar kemungkinan terjadi tabrakan data (collision).

e. Tidak diperlukan Hub/Switch, yang banyak diperlukan adalah
T-Connector pada setiap ethernet card.

f. Problem yang sering terjadi adalah jika salah satu node mengalami
gangguan, maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan,
sehingga seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan
tersebut.

Kelebihan topologi Bus adalah:

a. Topologi yang sederhana.
b. Kabel yang digunakan sedikit untuk menghubungkan node-node.
c. Biayanya lebih murah dibandingkan dengan topologi yang lain.

Universitas Sumatera Utara

15

d. Cukup mudah apabila ingin mengembangkan jaringan.

Kelemahan topologi Bus adalah:

a. Traffic yang padat akan sangat memperlambat jaringan.

b. Setiap

connector

yang

digunakan

sebagai

penghubung

akan

melemahkan sinyal elektrik yang dikirimkan, dan kebanyakan akan
menghalangi sinyal untuk dapat diterima dengan benar.

c. Sangat sulit untuk melakukan troubleshoot.

d. Lebih lambat dibandingkan dengan topologi yang lain.

2. Topologi Start. Karakteristik topologi Star adalah sebagai berikut:

a. Setiap

node

berkomunikasi

langsung

dengan

konsentrator

(Hub/Switch).

b. Sangat mudah dikembangkan.

c. Jika salah satu ethernet card rusak, atau salah satu kabel pada terminal
putus, maka keseluruhhan jaringan masih tetap bisa berkomunikasi
atau tidak terjadi down pada jaringan keseluruhan tersebut.

Universitas Sumatera Utara

16

d. Tipe kabel yang digunakan biasanya jenis UTP.

Kelebihan topologi Star:

a. Cukup mudah untuk mengubah dan menambah komputer ke dalam
jaringan yang menggunakan topologi Star tanpa mengganggu aktvitas
jaringan yang sedang berjalan.

b.

Apabila satu komputer yang mengalami kerusakan dalam jaringan,
maka komputer tersebut tidak akan mengganggu keseluruhan jaringan.

c. Kecil kemungkinan terjadinya tabrakan data, karena paket langsung
ditujukan kepada penerima.

Kelemahan topologi Start adalah:

a. Memiliki satu titik kesalahan, terletak pada konsentrator. Jika
konsentrator pusat mengalami kegagalan, maka seluruh jaringan akan
gagal untuk beroperasi.

b. Membutuhkan lebih banyak kabel karena semua kabel jaringan harus
ditarik ke satu central point, jadi membutuhkan lebih banyak kabel
daripada topologi jaringan yang lain.

Universitas Sumatera Utara

17

c. Jumlah terminal terbatas, tergantung dari port yang ada pada
konsentrator.

d. Lalulintas data yang padat dapat menyebabkan jaringan bekerja lebih
lambat.

3. Topologi Ring. Karakteristik topologi Ring adalah sebagai berikut:

a. Node-node dihubungkan secara serial di sepanjang kabel, dengan
bentuk jaringan seperti lingkaran.

b. Sangat sederhana dalam layout seperti jenis topologi Bus.

c. Paket-paket data dapat mengalir dalam satu arah (kekiri atau kekanan)
sehingga collision dapat dihindarkan.

d. Problem yang dihadapi sama dengan topologi Bus, yaitu jika salah satu
node rusak maka seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan
tersebut.

e. Tipe kabel yang digunakan biasanya kabel UTP atau Patch Cable
(IBM tipe 6).

Universitas Sumatera Utara

18

Kelebihan topologi Ring adalah:

a. Data mengalir dalam satu arah sehingga terjadinya collision dapat
dihindarkan.
b. Aliran data mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri
atau kanan dari server.
c. Dapat melayani aliran lalu lintas data yang padat, karena data dapat
bergerak kekiri atau kekanan.
d. Waktu untuk mengakses data lebih optimal.

Kelemahan topologi Ring adalah:

a. Apabila ada satu komputer dalam ring yang gagal berfungsi, maka
akan mempengaruhi keseluruhan jaringan.
b. Menambah atau mengurangi komputer akan mengacaukan jaringan
yang sedang berjalan.
c. Sulit untuk melakukan konfigurasi ulang.

4. Topologi Mesh. Karakteristik topologi Mesh adalah sebagai berikut:

a. Topologi Mesh memiliki hubungan yang berlebihan antara node-node
yang ada.
b. Susunannya pada setiap node yang ada didalam jaringan saling
terhubung satu sama lain.

Universitas Sumatera Utara

19

c. Jika jumlah node yang terhubung sangat banyak, tentunya ini akan
sangat sulit sekali untuk dikendalikan.

Kelebihan topologi Mesh:

a. Keuntungan utama dari penggunaan topologi Mesh adalah fault
tolerance.
b. Terjaminnya

kapasitas

channel

komunikasi,

karena

memiliki

hubungan yang berlebih.
c. Relatif lebih mudah untuk dilakukan troubleshoot.

Kelemahan topologi Mesh:

a. Sulitnya pada saat melakukan instalasi dan melakukan konfigurasi
ulang saat jumlah komputer dan peralatan-peralatan yang terhubung
semakin meningkat jumlahnya.

b. Biaya yang besar untuk memelihara jaringan.

2.1.5 Peralatan jaringan yang umum digunakan

Dalam membangun sebuah jaringan komputer, juga dibutuhkan perangkat keras
khusus berhubungan dengan jaringan yang akan dibangun. Berikut adalah beberapa

Universitas Sumatera Utara

20

peralatan jaringan yang umum digunakan untuk jaringan berbasis kabel maupun
nirkabel.

1. Ethernet card, merupakan perangkat keras yang sangat dibutuhkan agar
komputer bisa melakukan komunikasi ke perangkat lain. Istilah ethernet card
juga diartikan sama dengan kartu LAN atau NIC (Network Interface Card).

Gambar 2.1 Contoh Gambar Ethernet Card/NIC

2. Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair), merupakan salah satu media transmisi
yang digunakan untuk menghubungkan antara komputer/peralatan jaringan
satu dengan komputer/peralatan jaringan lain dengan menggunakan port
RJ45-Male.

Gambar 2.2 Contoh Gambar Kabel UTP

Universitas Sumatera Utara

21

3. Switch dan Hub. Fungsi dari Swicth dan Hub yaitu mensentralisasikan koneksi
jaringan antar node dalam satu jaringan. Switch memiliki perbedaan dengan
Hub, dimana perbedaannya adalah Hub mengirim paket dengan cara
melakukan broadcast atau mengirimkan paket ke semua node yang terkoneksi,
node yang bukan menjadi tujuan paket tidak akan menerima paket tersebut
sementara node yang menjadi tujuan paket akan menerima paket yang dikirim.
Sedangkan Switch melakukan pengiriman paket dengan cara mengirimkannya
langsung ke node tujuan, jadi menggunakan switch bisa lebih menghemat
bandwidth.

Gambar 2.3 Contoh Gambar Switch

4. Router. Merupakan salah satu peralatan jaringan yang digunakan untuk
melewatkan paket dari satu jaringan ke jaringan yang lain yang bisa memiliki
banyak jalur diantara kedua jaringan tersebut. Secara fisik Router dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu Router yang dibuat oleh pabrik dan Router yang
dirancang sendiri menggunakan PC (Personal Computer). Syarat utama agar
PC bisa dijadikan router adalah harus memiliki ethernet card lebih dari satu
atau minimal memiliki dua buah ethernet card. Ethernet card pertama

Universitas Sumatera Utara

22

digunakan untuk menerima paket, sedangkan ethernet card kedua digunakan
untuk melewatkan paket yang masuk ke tujuannya.

Gambar 2.4 Contoh Gambar Router

5. Modem. Modem digunakan sebagai alat yang mengubah sinyal analog menjadi
sinyal digital sehingga sinyal bisa diterjemahkan oleh komputer. Dengan
menggunakan modem, maka LAN bisa melakukan komunikasi ke internet.

Gambar 2.5 Contoh Gambar Modem

6. Access Point (AP). AP merupakan salah satu perankgat yang dapat mendukung
akses jaringan tanpa kabel atau Wireless. Wireless Device jenis AP
menggunakan gelombang radio sebagai media transmisinya, fungsi utama dari
AP adalah sebagai pusat koneksi. AP dapat dikatakan memiliki fungsi yang
sama dengan Switch pada jaringan menggunakan kabel. AP menyediakan
perangkat berupa radio penerima yang mampu menerima gelombang dari AP
lain atau media wireless lain, seperti USB wireless. Selain itu, AP juga

Universitas Sumatera Utara

23

menyimpan perangkat lunak yang mampu berkomunikasi dan melakukan
enskripsi data.

Gambar 2.6 Contoh Gambar Access Point

2.2 Protokol TCP/IP

2.2.1 Mengenal TCP/IP

Komunikasi antara dua atau lebih peralatan jaringan memerlukan jaminan
kompabilitas. Standar komunikasi data dikenal dengan istilah protokol komunikasi
data. TCP/IP adalah suatu solusi dari masalah kompabilitas dalam komunikasi data.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa TCP/IP (Transmission Control
Protocol/Internet Protocol) merupakan sekumpulan protokol komunikasi data yang
bersifat universal dan digunakan untuk menyediakan konektivitas antar dua atau lebih
perangkat komunikasi jaringan komputer. (Koeswoyo, 2007).

Universitas Sumatera Utara

24

2.2.2 Protokol-protokol TCP/IP

Dari hasil penelitian yang dilakukan, diketahui ada beberapa model pengelompokan
protokol dalam TCP/IP berbentuk lapisan (layer), antara lain model OSI 7 layer,
TCP/IP dengan 5 layer, dan TCP/IP dengan 4 layer. Model jaringan TCP/IP yang
terdiri atas 4 layer adalah Aplication, Transport, Internet, dan Network, seperti pada
gambar berikut:

Gambar 2.7 Empat Lapisan Layer TCP/IP

Setiap lapisan dalam model jaringan TCP/IP memiliki fungsi dan tugas yang
berbeda. Setiap lapisan dapat terdiri atas berbagai jenis protokol komunikasi. Salah
satu protokol dalam model jaringan TCP/IP 4 lapisan yang juga merupakan salah satu
komponen dari istilah TCP/IP yaitu IP (Internet Protocol). Protokol ini berada pada
lapisan Internet (lapisan 3) dan bertanggung jawab untuk menjamin bahwa data yang
ditransfer tidak mengalami kerusakan saat tiba ditujuan.

Universitas Sumatera Utara

25

Komponen lainnya dalam TCP/IP adalah TCP (Transmission Control Protocol)
yaitu protokol yang berada pada lapisan Transport (lapisan 2). TCP bertanggung
jawab dalam proses penyampaian datagram yang berasal dari servis-servis yang
berada pada lapisan diatasnya kepada lapisan IP, dan menyediakan komunikasi yang
berorientasi pada koneksi (connection-oriented) dan lebih bisa dipercaya. Oleh karena
itu TCP lebih banyak digunakan sebagai servis pada layer diatasnya. (Koeswoyo,
2007).

2.3 IP Address

IP (Internet Protocol) Address atau alamat IP adalah alamat numerik yang ditetapkan
untuk sebuah komputer yang berpartisipasi dalam jaringan komputer yang
memanfaatkan Internet Protocol untuk komunikasi antara node-nya. Walaupun alamat
IP disimpan sebagai angka biner, mereka biasanya ditampilkan dalam bentuk desimal
(IPv4) atau heksadesimal (IPv6) agar memudahkan manusia menggunakannya, seperti
208.77.188.166 (untuk IPv4), dan 2001: db8: 0:1234:0:567:1:1 (untuk IPv6).

Perancang awal dari TCP/IP menetapkan sebuah alamat IP sebagai nomor

32-

bit, yang kini bernama Internet Protocol Version 4 (IPv4) dan masih digunakan
sampai hari ini. Namun, karena pertumbuhan yang besar dari internet dan penipisan
yang terjadi pada alamat IPv4, dikembangkan sistem baru yaitu IPv6, menggunakan
128 bit untuk alamat yang dikembangkan pada tahun 1995.

Universitas Sumatera Utara

26

Pada tugas akhir ini penulis akan banyak membahas alamat IP versi 4 (IPv4)
karena dalam tugas akhir ini penulis hanya menggunakan alamat IP versi 4
dikarenakan masih ada sistem operasi yang penulis gunakan yang tidak mendukung
alamat IP versi 6.

2.3.1 Mengenal IP Address versi 4

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa alamat IP versi 4 menggunakan 32 bit
bilangan biner, dimana 32 bit tadi terbagi menjadi 4 bagian yang dipisahkan dengan
titik (dot), dan masing-masing dari 4 bagian tadi terdiri dari 8 bit bilangan biner
(oktat).

xxxxxxxx . xxxxxxxx . xxxxxxxx . xxxxxxxx
Oktat I

Oktat II

Oktat III

Oktat IV

Gambar 2.8 Gambar Ilustrasi Pembagian Oktat Alamat IP

Huruf x diatas dapat diganti dengan angka 0 atau 1, misalnya saja
11000000.10101000.00001010.00000001. Setiap oktat pada alamat IP sebenarnya
tersusun dari sekelompok bilangan 128, 64, 32, 16, 8, 4, 2, dan 1 atau dapat
dirumuskan seperti pada tabel berikut ini:

Universitas Sumatera Utara

27

Tabel 2.1 Nilai Biner Dalam Oktat Alamat IP
Biner

1

1

1

1

1

1

1

1
255

Desimal

128

64

32

16

8

4

2

1

Berdasarkan tabel diatas, dapatlah diubah bit bilangan biner sebuah alamat IP
11000000.10101000.0000101010.00000001

kedalam

bentuk

desimal

untuk

memudahkan pembaca dan penulis yaitu,

11000000.10101000.0000101010.00000001
192

.

168

.

10

.

1

Gambar 2.9 Ilustrasi Pengubahan Biner ke Desimal

2.3.1.1 Pengelompokan kelas alamat IP

Nilai maksimum dari setiap oktat adalah 255, artinya bila dihitung jumlah alamat IP
yang seharusnya adalah 255 x 255 x 255 x 255 = 4.228.250.625, maka untuk
mempermudah penggunaannya, alamat IP dikelompokkan dalam beberapa kelas yaitu
kelas A, B, C, D, dan E, namun yang umum digunakan adalah kelas A, B, dan C.
berikut ini adalah tabel yang menjelaskan ringkasan pembagian alamat IP berdasarkan
kelasnya.

Universitas Sumatera Utara

28

Tabel 2.2 Pengelompokan Kelas Alamat IP
Kelas

Rentang Alamat IP

Fomat Penulisan

A

1 - 126

B

128 – 191

128.0.0.0 s/d 191.255.255.255

C

192 – 223

192.0.0.0 s/d 223.255.255.255

D

224 – 239

224.0.0.0 s/d 239.255.255.255

E

240 - 255

240.0.0.0 s/d 244.255.255.255

1.0.0.0 s/d 126.255.255.255

2.3.1.2 Network addres dan host address

Secara garis besar, sebenarnya oktat-oktat dalam alamat IP dibagi menjadi 2 bagian
besar yaitu Network addres dan Host addres. Network addres menunjukkan identitas
atau alamat jaringan, sedangkan Host address mengacu pada nomor komputer atau
peralatan lain yang terhubung ke jaringan. Bila boleh diibaratkan Network address
seperti alamat komplek perumahan sedangkan Host address adalah nomor rumah yang
ada di komplek tersebut.

Tabel 2.3 Tabel Network ID dan Host ID
Oktat
Kelas
1

2

3

4

A

N

H

H

H

B

N

N

H

H

C

N

N

N

H

Universitas Sumatera Utara

29

2.3.1.3 Private IP address

Alamat IP Private adalah alamat IP yang hanya digunakan untuk kalangan sendiri dan
tidak berlaku pada saat terhubung ke internet. Alamat IP Private tersebut yaitu:

Tabel 2.4 Tabel Rentang Alamat IP Private
Kelas

Rentang

A

10.0.0.0 s/d 10.255.255.255

B

172.16.0.0 s/d 172.31.255.255

C

192.168.0.0 s/d 192.168.255.255

2.3.1.4 Broadcast Address

Apabila suatu paket dikirim dari satu komputer pengirim ke komputer tujuan, maka
setiap paket yang akan dikirim selau mengandung header yang berisi informasi alamat
IP dari komputer tujuan. Berdasarkan informasi ini, komputer tujuan akan memproses
paket tersebut, sedangkan komputer lain yang berada dalam jaringan yang sama akan
mengabaikannya.

Sekarang bagaimana jika suatu komputer akan mengirimkan paket ke seluruh
anggota jaringan?. Sangat tidak efisien bila komputer tersebut menuliskan seluruh
header alamat komputer tujuan satu persatu. Disinilah diperlukan satu alamat yang
bertugas meneruskan informasi ke seluruh anggota jaringan. Alamat ini yang sering
disebut sebagai alamat broadcast (broadcast address).

Universitas Sumatera Utara

30

2.3.1.5 Subnet Mask dan Subnetting

Subnet mask digunakan untuk mengetahui kelas mana yang dipakai pada suatu
jaringan serta untuk menentukan apakah suatu alamat IP termasuk kedalam satu
jaringan atau jaringan lain. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat dijelaskan
bahwa, subnet mask biasanya digunakan oleh Router untuk menentukan bagian mana
yang merupakan alamat jaringan (network address) dan bagian mana alamat komputer
(host address). Subnet mask adalah suatu bilangan 32 bit sebagaimana alamat IP yang
juga ditulis dalam notasi desimal bertitik. (Husni, 2004). Subnet mask default untuk
setiap kelas diperlihatkan oleh tabel dibawah ini:

Tabel 2.5 Tabel Pembagian Subnet Mask
Kelas

Subnet Mask

A

255.0.0.0

B

255.255.0.0

C

255.255.255.0

Wahidin (2007, hal: 47) menyatakan bahwa subnetting adalah teknik memecah
suatu jaringan besar menjadi jaringan yang lebih kecil dengan cara mengorbankan bit
Host ID pada subnet mask untuk dijadikan network ID baru. Ilustrasi dari contoh
subnetting adalah jika terdapat 150 siswa SMA memilih jurusan IPA, akan lebih baik
bila dari seluruh total siswa tersebut dibagi menjadi 5 kelas sehingga masing-masing
kelas terdiri dari 30 orang siswa daripada satu kelas besar tanpa ada pembagian.

Universitas Sumatera Utara

31

Pada umumnya, pembahasan tentang subnetting meliputi berapa jumlah subnet,
jumlah host per subnet, rentang IP dan IP yang bisa dipakai. Berikut contoh kasus
yang membahas tentang subnetting. Diketahui, alamat IP 192.168.10.1 dengan subnet
mask default 255.255.255.0, diidentifikasi sebagai kelas C yang berarti alamat IP
tersebut tanpa subnetting hanya memiliki satu network address dengan 254 buah
alamat IP yang bisa terbentuk (192.168.10.1 s/d 192.168.10.254). Membagi network
yang sudah ada kedalam beberapa sub network menggunakan teknik subnetting
dengan cara mengganti beberapa bit Host ID yang ada pada subnet mask dengan
angka 1.

Penyelesaian:

Sebelum subnetting
Alamat IP

: 192.168.10.1

Subnet Mask dalam Biner

: 11111111.11111111.11111111.00000000

Subnet Mask dalam Desimal : 255.255.255.0

Setelah subnetting
Alamat IP

: 192.168.10.1

Subnet Mask dalam Biner

: 11111111.11111111.11111111.11000000

Subnet Mask dalam Desimal : 255.255.255.192

Untuk menentukan jumlah subnet yang baru tebentuk, digunakan rumus 2n-2,
dengan n adalah jumlah bit 1 pada Host ID yang telah dimodifikasi (11000000).
Berdasarkan contoh kasus diatas maka diperoleh 22 – 2 = 2. Jadi IP 192.168.10.1

Universitas Sumatera Utara

32

setelah dilakukan subnetting didapatkan 2 subnet baru. Untuk menentukan jumlah
host per subnet, dapat menggunakan rumus 2h-2, dengan h adalah jumlah bit 0 pada
Host ID yang telah dimodifikasi. Berdasarkan contoh kasus diatas maka diperoleh 26 –
2 = 62. Dengan demikian, 2 kelompok sub jaringan yang baru terbentuk, masingmasing dapat menampung 62 komputer dengan alamat IP yang berbeda.

Blok subnet diperoleh dengan cara mengurangi 256 (28) dengan angka belakang
subnet mask yang telah dimodifikasi yaitu 192. sehingga 256 – 192 = 64. Kemudian
dijumlahkan angka hasil pengurangan ini sampai sama dengan angka dibelakang
subnet mask (192), didapat 64 + 64 = 128, 128 + 64 = 192. Jadi kelompok IP Address
yang dapat diterapkan pada 2 sub jaringan baru tersebut adalah kelipatan 64:

192.168.10.64

s/d

192.168.10.127

192.168.10.128 s/d

192.168.10.191

Subnet ke 1
Subnet ke 2

Dari contoh 2 rentang IP Address pada masing-masing subnet diatas tidak semuanya
dapat digunakan sebagai alamat IP sebuah host, selengkapnya:

Subnet ke 1:
Alamat Network

: 192.168.10.64

Alamat Host Pertama

: 192.168.10.65

Alamat Host Terakhir

: 192.168.10.126

Alamat Broadcast

: 192.168.10.127

Subnet ke 2:

Universitas Sumatera Utara

33

Alamat Network

: 192.168.10.128

Alamat Host Pertama

: 192.168.10.129

Alamat Host Terakhir

: 192.168.10.190

Alamat Broadcast

: 192.168.10.191

2.4 Mengenal Linux

Linux adalah nama yang diberikan kepada sistem operasi komputer bertipe Unix.
Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan
sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya
pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan
kembali secara bebas oleh siapa saja.

Nama Linux berasal dari nama pembuatnya, yang diperkenalkan tahun 1991
oleh Linus Torvalds. Peralatan sistem dan pustakanya umumnya berasal dari sistem
operasi GNU, yang diumumkan tahun 1983 oleh Richard Stallman. Kontribusi GNU
adalah dasar dari munculnya nama alternatif GNU/Linux.

Linux telah lama dikenal untuk penggunaannya di server, dan didukung oleh
perusahaan-perusahaan komputer ternama seperti Intel, Dell, Hewlett-Packard, IBM,
Novell, Oracle Corporation, Red Hat, dan Sun Microsystems. Linux digunakan
sebagai sistem operasi di berbagai macam jenis perangkat keras komputer, termasuk
komputer desktop, superkomputer, dan sistem benam seperti pembaca buku
elektronik, sistem permainan video (PlayStation 2, PlayStation 3 dan XBox), telepon

Universitas Sumatera Utara

34

genggam dan router. Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan
Linux dikarenakan Linux tidak bergantung kepada vendor (vendor independence),
biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi dibandingkan versi
UNIX tak bebas, serta faktor keamanan dan kestabilannya yang tinggi dibandingkan
dengan sistem operasi lainnya seperti Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi
bukti atas keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka
(opensource software).

2.4.1 Kelebihan Linux

1. Linux merupakan sistem operasi bebas dan terbuka. Jadi tidak ada lisensi untuk
menggunakan sistem operasi ini.

2. Linux mudah digunakan. Dulu, Linux dikatakan merupakan sistem operasi yang
sulit dan hanya dikhususkan untuk para hacker. Namun kini, pandangan ini
salah besar. Linux mudah digunakan dan dapat dikatakan hampir semudah
menggunakan sistem operasi lain seperti Windows.

3. Hampir semua aplikasi yang terdapat di Windows, telah terdapat alternatifnya di
Linux. Pengguna dapat mengakses situs Open Source as Alternative
(http://www.osalt.com/) untuk memperoleh informasi yang cukup berguna dan
cukup lengkap tentang alternatif aplikasi Windows di Linux.

Universitas Sumatera Utara

35

4. Keamanan yang lebih unggul daripada sistem operasi lain, termasuk Windows.
Dapat dikatakan, hampir semua pengguna Windows, komputer yang
digunakan pasti pernah terkena virus, spyware, trojan, adware, dan
sebagainya. Hal ini hampir tidak pernah terjadi pada Linux. Di mana Linux
sejak awal dirancang multi-user, yang mana bila virus menjangkiti user
tertentu, maka virus tersebut akan sangat sulit untuk menjangkiti dan
menyebar ke user yang lain, lain halnya pada Windows. Sehingga bila dilihat
dari sisi perawatan (maintenance) data maupun perangkat keras, Linux akan
lebih efisien.

5. Linux adalah sistem operasi yang stabil. Komputer yang dijalankan di atas
sistem operasi UNIX sangat dikenal stabil berjalan tanpa henti sehingga sangat
cocok jika digunakan sebagai server dalam sebuah jaringan. Linux, yang
merupakan varian dari UNIX, juga mewarisi kestabilan ini. Jarang ditemui,
komputer yang tiba-tiba hang dan harus menekan tombol Ctrl + Alt + Del atau
melakukan restart untuk mengakhiri kejadian tersebut. Sehingga, tidaklah
mengherankan bila Linux mempunyai pangsa pasar server dunia yang cukup
besar.

6. Linux mempunyai kompatibilitas ke belakang yang lebih baik (better backwardcompatibilty). Perangkat keras (hardware) yang telah berusia lama, masih
sangat berguna dan dapat dijalankan dengan baik di atas Linux. Komputerkomputer yang lama tidak perlu dibuang dan masih dapat digunakan untuk
keperluan tertentu dengan menanamkan Linux di dalamnya. Selain itu, tidak
pernah ditemui dokumen-dokumen yang lebih baru tidak dapat dibaca pada

Universitas Sumatera Utara

36

Linux versi yang lebih lama. Pada Windows misalnya, pengguna seakan
dituntut untuk terus mengikuti perkembangan perangkat keras. Sebagai contoh,
pada saat dirilisnya Windows Vista. Beberapa dokumen yang dibuat dalam
Windows Vista tidak dapat dibuka dalam Windows XP.

2.4.2 Kekurangan Linux

1. Banyak pengguna yang belum terbiasa dengan Linux dan masih “Windows
minded”. Hal ini dapat diatasi dengan pelatihan-pelatihan atau edukasi kepada
pengguna agar mulai terbiasa dengan Linux.

2. Dukungan perangkat keras dari vendor tertentu yang tidak terlalu baik pada
Linux. Untuk mencari daftar perangkat keras yang didukung pada Linux, dapat
dilihat di www.linux-drivers.org atau www.linuxhardware.org.

3. Proses instalasi perangkat lunak dan aplikasi yang tidak semudah di Windows.
Instalasi software di Linux akan menjadi lebih mudah bila terkoneksi ke
internet atau bila mempunyai CD/DVD repository. Bila tidak, maka harus
mengunduh satu per satu package yang dibutuhkan beserta dependencies-nya.

4. Bagi administrator sistem yang belum terbiasa dengan Unix-like (seperti Linux),
maka mau tidak mau harus mempelajari hal ini. Sehingga syarat untuk menjadi
administrator adalah manusia yang suka belajar hal-hal baru dan terusmenerus belajar.

Universitas Sumatera Utara

37

2.5 Manajemen Bandwidth

Istilah manajemen bandwidth sering dipertukarkan dengan istilah traffic control, yang
dapat didefinisikan sebagai pengalokasian yang tepat dari suatu bandwidth untuk
mendukung kebutuhan atau keperluan aplikasi atau suatu layanan jaringan. Istilah
bandwidth dapat didefinisikan sebagai kapasitas atau daya tampung suatu channel
komunikasi (medium komunikasi) untuk dapat dilewati sejumlah paket informasi atau
data dalam satuan waktu tertentu. Umumnya bandwidth dihitung dalam satuan bit,
kbit atau bps (byte per second). Pengalokasian bandwidth yang tepat

Dokumen yang terkait

Dokumen baru