PENGARUH PENERAPAN METODE DISKUSI BERBANTUKAN MEDIA JOBSHEET TERHADAP HASIL MENJAHIT KEMEJA PRIA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 KISARAN.

(1)

KEMEJA PRIA SISWA KELAS XI

SMK NEGERI 1 KISARAN

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh

RATNA MAHRIDA PURBA

5111143005

JURUSAN PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN


(2)

(3)

(4)

(5)

i

Ratna Mahrida Purba (5111143005). Pengaruh Penerapan Metode Diskusi Berbantukan Media Jobsheet Terhadap Hasil Menjahit Kemeja Pria Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Kisaran Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan. 2017

Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui hasil menjahit kemeja pria tanpa menggunakan metode diskusi berbantukan media jobsheet siswa kelas XI SMK Negeri 1 Kisaran. 2) Untuk mengetahui hasil pembuatan kemeja pria menggunakan metode diskusi berbantukan media jobsheet SMK Negeri 1 Kisaran.

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Tata Busana SMK Negeri1 Kisaran, Tahun Ajaran 2016/2017 sebanyak dua kelas dengan jumlah 62siswa.Teknik pengambilan sample menggunakan Total Sampeling yaitu sampel merupakan semua populasi kelas XI Tata Busana

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kecenderungan hasil belajar menjahit kemeja pria pada siswa kelas XI Tata Busana SMK Negeri 1 Kisaran untuk kelas eksperimen cenderung tinggi yaitu 83,9 %. Dan tingkat kecenderungan hasil menjahit kemeja pria untuk kelas control cenderung kurang yaitu 87,1 %. Untuk uji normalitas data menggunakan rumus Liliefors pada taraf signifikan 0,05 dengan dk = 30, di peroleh data hasil belajar menjahit kemeja pria kelas eksperimen berdistribusi normal, karena Lhitung < Ltabel (-0,89 < 0,161) dan kelas control berdistribusi normal, karena Lhitung < Ltabel (0,048 < 0,161).Uji homogenitas, diperoleh Fhitung < Ftabel (0,52< 1,86) sehingga kedua kelas penelitian memiliki varians yang sama (homogen). Hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji-t di peroleh nilai thitung sebesar 44,04 dan ttabel pada taraf signifikan 0,05 dengan dk = 60 sebesar 1,67. Dengan demikian thitung > ttabel (44,04> 1,67). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Metode Diskusi Berbantukan Media Jobsheet Terhadap Hasil Menjahit Kemeja Pria Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Kisaran. Berdasarkan hasil perhitungan diatas, dapat dilihat bahwa penerapan metode diskusi berbantukan media jobsheet baik digunakan di SMK Negeri 1 Kisaran terutama dalam mata pelajaran busana pria.

Kata Kunci :metode diskusi, media jobsheet, busana pria


(6)

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Pengaruh Metode Diskusi Berbantukan Media Jobsheet Terhadap Hasil Menjahit Kemeja Pria Siswa kelas XI SMK Negeri 1 Kisaran”.

Penulis menyadari masih banyak kesalahan baik dari isi maupun tata bahasa, maka dari itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini.

Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Ibu Dra. Halida Hanim, M.Pd selaku dosen pembimbing skripsi yang telah banyak meluangkan waktu memberikan bimbingan, arahan, dukungan, semangat dan motivasi sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Teristimewa untuk kedua orang tua penulis, ayahanda terkasih Bapak Jasman Purba dan ibunda terkasih Ibu Ratna Laila yang selalu memberikan kasih sayangnya, bantuan moril dan materil serta doa yang tak pernah henti diberikan untuk penulis.

Dan tak lupa penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Prof. Dr Harun Sitompul, M.Pd. Selaku Dekan Fakultas Teknik

Universitas Negeri Medan.

2. Ibu Dra, Hj.Rosneli, M.Pd. selaku Pembantu Dekan I Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan.

3. Ibu Dr. Dina Ampera, M.Si selaku Ketua Jurusan PKK dan Pembimbing Akademik penulis, dan Ibu Dra. Fatma Tresno Ingtyas, M.Si selaku Sekretaris Jurusan PKK Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan.

4. Ibu Dra. Nurmaya Napitu, M.Si selaku Ketua Prodi PKK Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan.

5. Ibu Dra. Rosita Carolina, M.Pd dan Dra. Armaini Rambe, M.Si selaku dosen penguji yang telah banyak memberi masukan kepada penulis dalam perbaikan skripsi ini..

6. Terima kasih kepada pihak sekolah: bapak Drs Edu Butar – Butar M.M. selaku Kepsek SMK Negeri 1 Kisaran, Bapak Nalsius Marpaung S.Pd selaku PKS


(7)

iii

Kurikulum, Ibu Wiwin Caturini, S.Pd selaku Ketua Jurusan Tata Busana sekaligus guru bidang studi busana pria.

7. Kepada semua adik adik penulis Fahmiruk Akbar Purba, Anggi Sapira Purba, dan Khairul Hilmi Purba. terimakasih untuk semua dukungan dan doa kalian. 8. Kepada sahabat-sahabat seperjuangan, Nuryanti Sianturi, Debora Elprida

Ginting, Rani Siregar, Rohdearna Sitanggang, Fris Eni Simanjuntak, Anita Gultom, Hilda Aulia, Lasmian Silaban, dan seluruh teman-teman seperjuangan jurusan PKK stambuk 2011 terimakasih untuk dukungan dan motivasi serta bantuan yang di berikan kepada penulis selama perinting kuliahan.

Dengan segala kerendahan hati penulis mohon maaf atas segala keterbatasan yang ada. Semoga penelitian ini bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengentahuan dan tehnologi menuju keberhasilan dalam dunia pendidikan.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah Nya kepada kita semua.Demikian yang dapat penulis sampaikan, atas segala bentuk dan perhatiannya penulis mengucapkan terima kasih.

Medan, Desember 2016 Penulis

Ratna Mahrida Purba NIM : 5111143005


(8)

iv

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR TABEL ... iv

DAFTAR GAMBAR ... v

DAFTAR BAGAN ... vi

DAFTAR LAMPIRAN ……….vii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 5

C. Pembatasan Masalah ... 6

D. Perumusan Masalah ... 6

E. Tujuan Penelitian ... 7

F. Manfaat Penelitian ... 8

BAB II LANDASAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS A. DeskripsiTeori ... 9

1. Hakekat Hasil Belajar... 9

a. Pengertian Belajar ... 9

b.Pengertian Hasil Belajar ... 9

2. Hakikat Metode Pembelajaran ... 11

a. Pengertian Metode Pembelajaran ... 11


(9)

v

c. Kelebihan Dan Kekurangan Metode Diskusi ... 13

d. Sintaks Metode Diskusi ... 14

e. Sintaks Metode Diskusi Berbantukan Media Jobsheet ... 15

3. Hakikat Media Pembelajaran ... 16

a. Pengertian Media ... 16

b. Pengertian Media Pembelajaran ... 16

c. Fungsi Media Pembelajaran ... 17

d. Manfaat Media Pembelajaran ... 19

4. Media Jobsheet ... 20

a. pengertian Jobsheet ... 20

b. Manfaaat Media Jobsheet ... 21

c. Kelebihan Dan Kekurangan Media Jobsheet ... 22

d. Sistematis Penyusunan Media Jobsheet ... 23

e. Prinsip Penyusunan Media Jobsheet ... 24

5. Kemeja Pria ... 25

a. Pengertian Kemeja ... 26

b. Bagian – Bagian Kemeja Pria... 27

c. Menjahit Kemeja Pria ... 32

a) . Alat Dan Bahan Menjahit Kemeja Pria ... 32

b) Langkah – Langkah Menjahit Kemeja ... 39

B. Hasil Penelitian Yang Relevan ... 45

C. Kerangka Berfikir... 46


(10)

vi

BAB III Metode Penelitian

A. Desain Penelitian ... 50

B. Tempat Dan Waktu Penelitian ... 52

C. Definisi Operasional Variabel Penelitian ... 52

1. Definisi Operasional... 52

2. Variabel Penelitian ... 53

D. Prosedur Penelitian... 53

E. Populsi Dan Sampel Penelitian ... 55

1. Populasi Penelitian ... 55

2. Sampel Penelitian ... 56

F. Teknik Pengumpulan Data ... 56

G. Uji Validitas Dan Reabilitas Lembar Pengamatan... 57

H. Tehnik Analisa Data ... 58

I. Uji Kecenderungan... 59

J. Uji Persyaratan Analisa ... 59

1. Uji Normalitas ... 59

2. Uji Homogenitas ... 60

K. Pengujian Hipotesis ... 61

BAB IV HASIL PENELITIAN ... 62

A. Deskripsi Data Penelitian ... 62

1. Hasil Belajar Menjahir Kemeja Pria Kelas Eskprimen ... 62


(11)

vii

B. Indentifikasi Tingkat Kecenderungan Ubahan Penelitian ... 64

1. Hasil Belajar Menjahir Kemeja Pria Kelas Eskprimen ... 64

2. Hasil Belajar Menjahir Kemeja Pria Kelas Kontrol ... 66

C. Uji Persyaratan Analisis ... 67

1. Uji Normalitas Data Penelitian ... 67

2. Uji Validitas dan Realibilitas ... 68

1. Uji Validitas ... 68

2. Uji Realibilitas ... 68

3. Uji Homoginitas ... 69

4. Pengujian Hipotesis ... 69

5. Pembahasan Penelitian ... 70

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN ... 74

A. Kesimpulan ... 74

B. Implikasi ... 74

C. Saran ... 75

DAFTAR PUSTAKA ... 76


(12)

viii

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Desain Kemeja ... 25

2. Bagian – Bagian Kemeja ... 28

3. Kerah Kameja... 29

4. Cuff ... 30

5. Yoke ... 31

6. Macam Pleat ... 31

7. Mesin Jahit ... 32

8. Mesin Obras/ Pinggir ... 33

9. Gunting Benang ... 33

10.Gunting Kain / Bahan ... 34

11.Meteran ... 34

12.Kapur Jahit ... 35

13.Karbon Jahit ... 35

14.Rader ... 36

15.Jarum Pentul ... 36

16.Setrika ... 37

17.Bahan Utama Kameja ... 37

18.Intervesing ... 38

19.Benang... 38


(13)

ix

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Kelebihan Dan Kekurangan Metode Diskusi ... 13

2. Sintaks Metode Diskusi ... 14

3. Sintaks Metode Diskusi Berbantukan Media Jobsheet ... 15

4. Kelebihan Dan Kekurangan Jobsheet ... 22

5. Desain Penelitian ... 50

6. Jumlah Populasi ... 56

7. Kisi – Kisi Pengamatan ... 57

8. Tabel Distribusi Frekuensi Kelas Eksperimen ... 62

9. Tabel Distribusi Frekuensi Kelas Kontrol ... 63

10.Hasil Kecendrungan Kelas Eksperimen ... 65

11.Hasil Kecendrungan Kelas Kontrol ... 66

12.Uji Normalitas Varians ... 68


(14)

x

DAFTAR LAMPIRAN

Hal

Lampiran 1 : Job Sheet ... 79

Lampiran 2: Silabus ... 95

Lampiran 3 : RPP Metode Diskusi Berbantukan Media Jibsheet ... 100

Lampiran 4 : RPP Kelas Kontrol ... 110

Lampiran 5 : Lembar Pengamatan ... 115

Lampiran 6 : Hasil Pengamatan ... 139

Lampiran 7 : Data Mentah Pengamatan ... 143

Lampiran 8 : Uji Kesepakatan Pengamat ... 144

Lampiran 9 : Perhitungan Harga M, Sd, Dan Distribusi Frekuensi ... 150

Lampiran 10 : Tingkat Kecendrungan ... 114

Lampiran 11: Uji Normalitas ... 156

Lampiran 12: Uji Homogenitas ... 159

Lampiran 13 : Uji Hipotesis ... 160

Lampiran 14 : Tabel Distribusi Z ... 162

Lampiran 15 : Nilai Kritis Uji Liliefors ... 163

Lampiran 16 : Daftar Distribusi F ... 164

Lampiran 17 :Daftar Distribusi Uji T ... 167

Lampiran 18 :Dokumentasi ... 169

Lampiran 19 : Surat Penugasan Dosen Pembimbing ... 171

Lampiran 20 : Surat Permohonan Observasi ... 172

Lampiran 21 : Surat Balasan Observasi ... 173

Lampiran 22 : Undangan Seminar Proposal ... 174

Lampiran 23 : Daftar Revisi Proposal ... 175

Lampiran 24 : Surat Pernyataan Valid Ahli Media ... 176

Lampiran 25 : Deskriptor Kriteria Pengamatan ... 177

Lampiran 26 : Surat Pernyataan Valid Deskriptor ... 178


(15)

xi

Lampiran 30 : Surat Undangan Meja Hijau ... 182 Lampiran 31 : Berita Acara ... 183 Lampiran 32 : Daftar Revisi ... 184


(16)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah proses penting dalam kehidupan. Melalui pendidikan yang dimiliki seseorang dapat memperoleh hal positif dalam proses pengembangan hidup kearah yang lebih baik. Pendidikan merupakan faktor utama dalam meningkatkan kualitas penduduk.

Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Apabila proses belajar itu diselenggarakan secara formal di sekolah – sekolah, tidak lain ini dimaksudkan untuk mengarahkan perubahan pada diri siswa secara terencana, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan maupun sikap. Proses belajar secara formal di laksanakan di lembaga pendidikan formal yaitu sekolah. Salah satu lembaga pendidikan formal itu adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang merupakan bagian dari pendidikan menengah didalam sistem pendidikan nasional mempunyai tujuan sebagai berikut: (a) Menyiapkan peserta didik agar menjadi, manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian yang dipilihnya; (b) Menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karir, ulet dan gigih dalam berkompetensi, beradaptasi di lingkungan kerja dan mengembangkan


(17)

sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya; (c) Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni agar mampu mengembangkan diri di kemudian hari, baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi; dan (d) Membekali peserta didik dengan kompetensi yang sesuai dengan program keahlian yang dipilih.

SMK Negeri 1 Kisaran salah satu lembaga pendidikan kejuruan yang memiliki 2 program keahlian yaitu Bisnis Manajemen dan Pariwisata.Dalam program keahlian Pariwisata salah satunya terdapat bidang keahlian Tata Busana. SMK Negeri 1 Kisaran masih menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) setelah sempat menerapkan Kurikulum 2013 selama 6 bulan (1 semester). Berdasarkan pengalaman penulis pada saat melakukan Program Pelaksanaan Lapangan Terpadu (PPLT) di SMK tersebut masih banyak siswa yang kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran yang kebanyakan kompetensinya adalah praktek. Sehingga siswa merasa jenuh dan kurang memperhatikan pelajaran yang berlangsung di ruangan peraktek dan dalam jam pelajaran yang sangat panjang.

Kompetensi yang harus dicapai dalam kurikulum adalah membuat busana pria. Adapun tujuan yang harus dicapai dalam busana pria adalah siswa diharapkan mampu membuat busana pria. Busana pria dipelajari untuk menambah bekal siswa dalam bidang keahliaannya, sehingga siswa lebih siap dan mampu menghadapi dunia industri sesuai dengan tujuan SMK. Namun, pada pelajaran busana pria masih banyak siswa yang kurang bersemanat dalam mengikutinya. Sehingga tujuan pembelajaran kurang tercapai dengan baik dan hasil menjahitnya


(18)

3

masih kurang baik. Busana pria adalah busana yang dikenakan oleh pria dari ujung rambut sampai ujung kaki yang sifatnya tegas, sehingga dalam hal ini banyak yang harus diperhatikan dalam pembuatan busana pria.Busana pria sangat berbeda dengan busana wanita yang selama ini siswa pelajari dari dasar. Busana pria adalah salah satu kopetensi yang harus dicapai pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Kisaran.

Hasil wawancara dengan ibu Wiwin Caturini(2015) sebagai ketua jurusan dan guru mata pelajaran busana pria mengatakan bahwa mata pelajaran busana pria, hasilnya kurang optimal belum sesuai dengan nilai KKM. Pernyataan ini juga dipertegas dengan hasil tes awal yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa dari 34 siswa,yang lulus KKM adalah 9 siswa (26,5 % ) dan sebanyak 25 siswa(73,5 %) tidak lulus KKM. Hal ini diakibatkan karena dalam proses pengerjaaan tugas, siswa sering kurang maksimal, tidak tepat waktu dalam pengumpulan tugas dan hasil jahitan yang tidak rapi.Dari hasil praktek yang telah dikerjakan oleh siswa yang sudah melalui pembuatan busana pria, adapun kesulitan yang dapat dilihat adalah pembuatan bagian kerah dan penyelesaian manset dan belahannya. Sama halnya dengan hasil ujian tertulis siswa kurang mampu menjelaskan jawaban dari soal – soal yang diberikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa kurang memahami penjelasan yang diberikan oleh guru pada saat proses belajar mengajar.

Hasil pengamatan penulis pada saat observasi dan pengalaman PPLT di SMK Negeri 1 Kisaran, kegiatan pembelajaran dikelas masih berpusat pada guru. Guru sangat jarang mengajar menggunakan metode dan media yang menarik bagi


(19)

siswa, sehingga pembelajaran yang disajikan guru kurang diminati siswa, bermuara pada nilai siswa yang kurang optimal.Nilai siswa juga dipengaruhi rasa jenuh pada saat pembelajaran berlangsung karena mata pelajaran busana pria banyak praktek sehingga berlangsung di ruang praktek dan waktu yang panjang, mengakibatkan siswa tidak tertib dan cenderung ribut di kelas. Keadaan kelas seperti ini membuat siswa dan guru jenuh sehingga perhatian guru kurang optimal pada setiap siswa.

Kondisi belajar yang tidak tertib seperti ini guru harus menggunakan metode dan media yang dapat membuat siswa berkerja mandiri dan mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Media yang sering digunakan oleh guru adalah papan tulis dan beberapa fragmen. Karena kemampuan setiap siswa berbeda – beda, maka media tersebut kurang efisien dalam membuat busana pria yang terdiri dari banyak langkah kerja dalam menjahitnya..

Berdasarkan uraian diatas, diperlukan adanya suatu rancangan proses pembelajaran yang mampu membuat siswa dapat memahami setiap proses menjahit busana pria. Sehingga dapat meningkatkan hasil menjahit busana pria. Metode yang di bantu media yang baik akan mampu membuat proses pembelajaran menjadi sangat menarik minat siswa. Dalam hal ini peran guru sangat penting untuk dapat merancang proses pembelajaran yang menarik dengan menggunakan kombinasi metode dan media yang menarik dan efisien. Kombinasi metode dan media tersebut harus mampu membuat siswa belajar mandiri dan mempermudah guru dalam menyampaikan materi secara utuh dan dipahami oleh siswa dengan baik. Salah satu kombinasi yang baik adalah metode diskusi yang


(20)

5

mampu membuat setiap siswa dapat bertanya jawab satu sama lain, dalam diskusi materi yang harus didiskusikan adalah materi yang berkaitan dengan busana pria yang mana materinya adalah praktek menjahit kemeja pria sehingga materinya dapat di tuangkan dalam jobsheet.

Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru untuk menyampaikan pelajaran kepada siswa (Hamdani, 2010). Media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi intruksional di lingkungan siswa untuk belajar. Media pembelajaran adalah media yang membawa pesan – pesan atau informasi yang bertujuan intruksional atau mengandung maksud – maksud pengajaran ( Hamdani, 2010 ).

Salah satu media yang mampu untuk mendukung metode diskusi dalam menjahit kemeja pria adalah media jobsheet. Media jobsheet adalah alat bantu mengajar yang menuntut siswa lebih aktif mencari informasi sendiri baik melalui percobaan, menjawab pertanyaan, maupun membaca buku (Setiawan dalam Kurjono, 2009 ). Media jobsheet diharapkan mampu membuat siswa lebih aktif dalam mengikuti diskusi. Dalam metode diskusi media jobsheet sebagai salah satu sumber informasi langkah kerja yang akan dibahas oleh siswa.

Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengadakan penelitian yang berjudul “Pengaruh Penerapan Metode Diskusi Berbantukan Media Jobsheet Terhadap Hasil Menjahit Kemeja Pria Siswa Kelas XI SMK Negeri 1


(21)

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka dapat diidentifikasi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan penelitian ini, yaitu :

1. Masih rendahnya hasil belajar mata pelajaran busana pria

2. Masih banyak siswa yang kurang berminat dalam menjahit busana pria. 3. Penggunaan metode dan media pembelajaran belum efektif.

4. Keterbatasan guru dalam mengkombinasiakan metode dengan media pembelajaran dalam proses pembuatan busana pria.

5. Desain pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman peserta didik pada mata pelajaran busan pria SMK Negeri 1 Kisaran masih rendah.

6. Belum tersedia media job sheet dalam pembuatan busana pria.

7. Belum efektifnya penggunaan metode diskusi dalam proses pembelajaran busana pria.

C. Pembatasan Masalah

Ditinjau dari hasil identifikasi masalah, maka masalah yang muncul sangatlah luas sehingga diperlukan pembatasan masalah. Adapun yang akan dibatasi dalam penelitian ini, yaitu :

1. Hasil belajar yang diteliti untuk penelitian ini adalah hasil menjahit kemeja pria.

2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskusi berbantukan media jobsheet.

3. Subjek penelitian adalah siswa kelas XISMK Negeri 1Kisaran Tahun Ajaran 2015/2016.


(22)

7

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah dan pembatasan masalah dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Bagaimana hasil belajar pembuatan kemeja priatanpa menggunakan metode diskusi berbantukan media jobsheet di kelas XI SMK Negeri 1Kisaran ?

2. Bagaimana hasil belajar pembuatan kemeja pria yang menggunakan metode diskusi berbantukan media job sheet di kelas XI SMK Negeri 1 Kisaran ?

3. Apakah ada pengaruh metode diskusi berbantukan media job sheet terhadap hasil belajar pembuatan pembuatan kemeja pria di kelas XI SMK Negeri 1 Kisaran ?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah yang telah dirumuskan diatas maka tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui hasil belajar pembuatan kemeja priatanpa menggunakan metode diskusi berbantukan media jobsheet siswa kelas XI SMK Negeri 1 Kisaran.

2. Untuk mengetahui hasil belajar siswa menggunakan metode diskusi berbantukan media job sheet pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Kisaran.


(23)

3. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh metode diskusi berbantukan media job sheet terhadap hasil belajar pembuatan kemeja pria siswa kelas XI SMK Negeri 1 Kisaran.

G. Manfaat Penelitian

Dengan tercapainya tujuan penelitian diatas, diharapkan penelitian ini bermanfaat sebagai berikut :

a) Bagi Siswa :

Membantu siswa belajar mandiri untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang akademik.

b) Bagi Guru :

Sebagai sumber informasi dalam mengadakan perubahan cara mengajar yang lebih baik lagi.

c) Bagi Sekolah :

Sebagai bahan alternatif dalam memperbeiki kualitas pembelajaran d) Bagi Peneliti :

Sebagai syarat menyelesaikan program Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga ( PKK ) Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan, menambah pengetahuan dalam penelitian dan masukan bagi pelaksanaan penelitian selanjutnya.


(24)

74

BAB V

KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang diuraikan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Hasil menjahit kemeja pria di kelas eksperimen berada pada tingkat kecendrungan kategori tinggi (83,9 %).

2. Hasil menjahit kemeja priadi kelas kontrolberada pada tingkat kecendrungan kategori kurang (87,1%).

3. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diketahui bahwa terdapat pengaruh penerapan metode diskusi berbantukan media jobsheet terhadap hasil menjahit kemeja pria pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 kisaran dengan hasil pengujian hipotesis > atau 44,04>1,67

B. Implikasi

Hasil belajar menjahit kemeja pria dengan menggunakan metode diskusi berbantukan media jobsheet berada pada kategori kecenderungan tinggi. Oleh karena itu sebaiknya hasil belajar siswa perlu ditingkatkan melalui diskusi antar siswa, sehingga kemampuan setiap siswa dapat seimbang melalui komunikasi.

Hasil belajar menjahit kemeja pria tanpa menggunakan metode diskusi berbantukan media job sheet berada pada kategori kecenderungan kurang.Untuk itu, penerapan metode diskusi berbantukan media jobsheet dalam mengajar


(25)

merupakan salah satu alterrnatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menjahit kemeja pria.

C. Saran

Sebagai bahan perbaikan dan penelitian, ada beberapa saran yang diberikan, antara lain:

1. Diharapkan pada Guru mata pelajaran busana pria untuk dapat menerapkan metode diskusi berbantukan media jobsheet sebagai salah satu alternatif pengembangan model pembelajar untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

2. Metode diskusiberbantukan media jobsheet mampu meningkatkan mata pelajaran menjahit kemeja pria, untuk itu pihak sekolah dan guru-guru agar menggunakan metode diskusi berbantukan media jobsheet sebagai pengganti pembelajaran yang masih konvensional.

3. Diharapkan kepada seluruh siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran yang disajikan guru mata pelajaran busana pria dengan hasil belajar yang terus meningkat.


(26)

75

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Bumi Aksara

. (2009). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Arif S. Sadiman, Dkk. (2003). Media Pendidikan :Pengertian, Pengembangan Dan Pemanfaatannya.Jakarta :Rajawali Pers.

ArsyadAzhar. (2011). Media Pendidikan.Jakarta :RajawaliPers

Astuti.(2010). Modul Busana Pria. Bandung :Fakultas Teknologi dan Kejuruan UPI

Daryanto dan Sudarto.(2006). TeknikMenjahitPakaianPria.Jakarta : PT. Pembelaan Cerdas Nusantara

DimiyatidanMujiono.(2006). Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta :RinekaCipta. Djamrah, Syiful BahriDkk. (2013).Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PT.

RinekaCipta

Eniwidya sari, (2013). Efektifitas Penggunaan Jobsheet Untuk Pencapaian Kopetensi Pembuatan Kerah Kemeja Pria Pada Keterampilan Tata Busana Di MAN III Yogyakarta. Hasil penelitian UNY.Yogya :lembaga Penelitian

Eka, Wahyu. (2011). Busana Pria. Yogyakarta: PT Intan Sejati Klaten.

Ernawati, dkk. (2008). Tata Busana untuk Jilid2.Jakarta/s/XMNN: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

Ernawati, dkk. (2008). Tata Busana untuk Jilid3.Jakarta/s/XMNN: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

Hamalik,Oemar. (2006). Proses Belajar Mengajar. Jakarta :BumiAksara Hamdani.(2010). Strategi Belajar Mengajar.Jakarta :PusakaSetia

Ibrahim R,dan Syaodih Nana. ( 2010). Perencanaan Pengajaran. Jakarta : PT Rineka Cipta


(27)

Irianto, H. Agus. (2003). Statistik. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup

. (2009). Statistik, Konsep Dasar, Aplikasi dan Pengembangannya. Jakarta :Kharisma Putra Utama

Karomah.(2008). Pengembangan Media PembelajaranBoga, Busana Dan Rias. Yogyakarta :Depdiknas UNY.

Kurjono (2009). Belajar Mengajar dan Aspek Aspeknya. Bandung : Prodi pendidikan Akutansi

Mudjiono, danDimyanti. (2006). Belajar dan Pembelajaran .Jakarta :Rineka Cipta

Nyijah (2012). Penerapan Metode Diskusi Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar IPS Pada Siswa KelasIV MI Pangkalan Kota Suka Bumi. Abstrak hasil penelitian IAIN Cirebon. Cirebon : Lembaga Penelitian Poeradisastra, Ratih.(2002). Busana Pria Eksekutif. Jakarta: PT Gramedia Pustaka

Utama.

Puraji, Setyosari. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Dan Pengembangan. Jakarta :Kencana

Rifiani, Nisya. (2015). Panduan a-z Menggambar Pola Busana & Menjahit. Yogyakarta: Cemerlang Publising.

Riyanto, A. Arifah. (2009). Modul Dasar Busana. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Diunduh pada tanggal 26-11-2015

Sadiman, Arif, Dkk. (2009). Media Pendidikan.Jakarta :Rajawali Pers Sumiati dan Asra.(2013). Metode Pembelajaran. Bandung :Wacana Prima

Syiful Bahri Djamrah dan Zein Aswan (2013).Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PT. RinekaCipta

Slameto.(2010) .Belajar Dan Faktor – Faktor Yang Mempengaruhinya.Jakarta :Rineka cipta

Sudjana Nana dan Rivai Ahmad.(2010). Media Pengajaran.Bandung :Sinar Baru Algusindo

Sumiati dan Asra.(2009). Metode Pembelajaran. Banbung : CV Wacana Prima Sugiono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.


(28)

78

Sukarno. (1992). Pelajaran Menjahit Pakaian Pria Jilid 1. Jakarta: CV Setia

Beriman.

Tampubolon Rika (2005). Pengaruh Penggunaan Jobsheet Terhadap Hasil Belajar Pembuatan Saku Sisi di SMK Negeri 1 Laguboti .Abstrak hasil penelitian UNIMED, Medan : lembaga penelitian.

Wancik, M.H. (1997). Bina Busana Pelajaran Menjahit Pakaian Wanita Buku I. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

___________. (1997). Bina Busana Pelajaran Menjahit Pakaian Pria Buku III. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

___________. (1997). Bina Busana Petunjuk Lengkap Penyelesaian Jahitan Pakaian Wanita (finishing) Buku IV. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Wening, Sri. (2013). Modul Busana Pria. Yogyakarta: Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. Diunduh pada tanggal 22- 07 -2015

http://www.artikata.com/arti-334073-kemeja.html. diakses 09-10-2015. http://www.wikipedia.org/wiki/kemeja. diakses 09 - 10 – 2015

http :/ fitnline.com (10 desenber ) By Fitinline www.Ilmuretail.com


(1)

8

3. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh metode diskusi berbantukan media job sheet terhadap hasil belajar pembuatan kemeja pria siswa kelas XI SMK Negeri 1 Kisaran.

G. Manfaat Penelitian

Dengan tercapainya tujuan penelitian diatas, diharapkan penelitian ini bermanfaat sebagai berikut :

a) Bagi Siswa :

Membantu siswa belajar mandiri untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang akademik.

b) Bagi Guru :

Sebagai sumber informasi dalam mengadakan perubahan cara mengajar yang lebih baik lagi.

c) Bagi Sekolah :

Sebagai bahan alternatif dalam memperbeiki kualitas pembelajaran d) Bagi Peneliti :

Sebagai syarat menyelesaikan program Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga ( PKK ) Fakultas Teknik Universitas Negeri


(2)

74 A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang diuraikan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Hasil menjahit kemeja pria di kelas eksperimen berada pada tingkat kecendrungan kategori tinggi (83,9 %).

2. Hasil menjahit kemeja priadi kelas kontrolberada pada tingkat kecendrungan kategori kurang (87,1%).

3. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diketahui bahwa terdapat pengaruh penerapan metode diskusi berbantukan media jobsheet terhadap hasil menjahit kemeja pria pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 kisaran dengan hasil pengujian hipotesis > atau 44,04>1,67

B. Implikasi

Hasil belajar menjahit kemeja pria dengan menggunakan metode diskusi berbantukan media jobsheet berada pada kategori kecenderungan tinggi. Oleh karena itu sebaiknya hasil belajar siswa perlu ditingkatkan melalui diskusi antar siswa, sehingga kemampuan setiap siswa dapat seimbang melalui komunikasi.

Hasil belajar menjahit kemeja pria tanpa menggunakan metode diskusi berbantukan media job sheet berada pada kategori kecenderungan kurang.Untuk itu, penerapan metode diskusi berbantukan media jobsheet dalam mengajar


(3)

75

merupakan salah satu alterrnatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menjahit kemeja pria.

C. Saran

Sebagai bahan perbaikan dan penelitian, ada beberapa saran yang diberikan, antara lain:

1. Diharapkan pada Guru mata pelajaran busana pria untuk dapat menerapkan metode diskusi berbantukan media jobsheet sebagai salah satu alternatif pengembangan model pembelajar untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

2. Metode diskusiberbantukan media jobsheet mampu meningkatkan mata pelajaran menjahit kemeja pria, untuk itu pihak sekolah dan guru-guru agar menggunakan metode diskusi berbantukan media jobsheet sebagai pengganti pembelajaran yang masih konvensional.

3. Diharapkan kepada seluruh siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran yang disajikan guru mata pelajaran busana pria dengan hasil belajar yang terus meningkat.


(4)

75

Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Bumi Aksara

. (2009). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Arif S. Sadiman, Dkk. (2003). Media Pendidikan :Pengertian, Pengembangan Dan Pemanfaatannya.Jakarta :Rajawali Pers.

ArsyadAzhar. (2011). Media Pendidikan.Jakarta :RajawaliPers

Astuti.(2010). Modul Busana Pria. Bandung :Fakultas Teknologi dan Kejuruan UPI

Daryanto dan Sudarto.(2006). TeknikMenjahitPakaianPria.Jakarta : PT. Pembelaan Cerdas Nusantara

DimiyatidanMujiono.(2006). Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta :RinekaCipta. Djamrah, Syiful BahriDkk. (2013).Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PT.

RinekaCipta

Eniwidya sari, (2013). Efektifitas Penggunaan Jobsheet Untuk Pencapaian Kopetensi Pembuatan Kerah Kemeja Pria Pada Keterampilan Tata Busana Di MAN III Yogyakarta. Hasil penelitian UNY.Yogya :lembaga Penelitian

Eka, Wahyu. (2011). Busana Pria. Yogyakarta: PT Intan Sejati Klaten.

Ernawati, dkk. (2008). Tata Busana untuk Jilid2.Jakarta/s/XMNN: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

Ernawati, dkk. (2008). Tata Busana untuk Jilid3.Jakarta/s/XMNN: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

Hamalik,Oemar. (2006). Proses Belajar Mengajar. Jakarta :BumiAksara Hamdani.(2010). Strategi Belajar Mengajar.Jakarta :PusakaSetia

Ibrahim R,dan Syaodih Nana. ( 2010). Perencanaan Pengajaran. Jakarta : PT Rineka Cipta


(5)

77

Irianto, H. Agus. (2003). Statistik. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup . (2009). Statistik, Konsep Dasar, Aplikasi dan Pengembangannya. Jakarta

:Kharisma Putra Utama

Karomah.(2008). Pengembangan Media PembelajaranBoga, Busana Dan Rias. Yogyakarta :Depdiknas UNY.

Kurjono (2009). Belajar Mengajar dan Aspek Aspeknya. Bandung : Prodi pendidikan Akutansi

Mudjiono, danDimyanti. (2006). Belajar dan Pembelajaran .Jakarta :Rineka Cipta

Nyijah (2012). Penerapan Metode Diskusi Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar IPS Pada Siswa KelasIV MI Pangkalan Kota Suka Bumi. Abstrak hasil penelitian IAIN Cirebon. Cirebon : Lembaga Penelitian Poeradisastra, Ratih.(2002). Busana Pria Eksekutif. Jakarta: PT Gramedia Pustaka

Utama.

Puraji, Setyosari. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Dan Pengembangan. Jakarta :Kencana

Rifiani, Nisya. (2015). Panduan a-z Menggambar Pola Busana & Menjahit. Yogyakarta: Cemerlang Publising.

Riyanto, A. Arifah. (2009). Modul Dasar Busana. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Diunduh pada tanggal 26-11-2015

Sadiman, Arif, Dkk. (2009). Media Pendidikan.Jakarta :Rajawali Pers Sumiati dan Asra.(2013). Metode Pembelajaran. Bandung :Wacana Prima

Syiful Bahri Djamrah dan Zein Aswan (2013).Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PT. RinekaCipta

Slameto.(2010) .Belajar Dan Faktor – Faktor Yang Mempengaruhinya.Jakarta :Rineka cipta

Sudjana Nana dan Rivai Ahmad.(2010). Media Pengajaran.Bandung :Sinar Baru Algusindo

Sumiati dan Asra.(2009). Metode Pembelajaran. Banbung : CV Wacana Prima Sugiono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.


(6)

Sukarno. (1992). Pelajaran Menjahit Pakaian Pria Jilid 1. Jakarta: CV Setia

Beriman.

Tampubolon Rika (2005). Pengaruh Penggunaan Jobsheet Terhadap Hasil Belajar Pembuatan Saku Sisi di SMK Negeri 1 Laguboti .Abstrak hasil penelitian UNIMED, Medan : lembaga penelitian.

Wancik, M.H. (1997). Bina Busana Pelajaran Menjahit Pakaian Wanita Buku I. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

___________. (1997). Bina Busana Pelajaran Menjahit Pakaian Pria Buku III. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

___________. (1997). Bina Busana Petunjuk Lengkap Penyelesaian Jahitan Pakaian Wanita (finishing) Buku IV. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Wening, Sri. (2013). Modul Busana Pria. Yogyakarta: Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. Diunduh pada tanggal 22- 07 -2015

http://www.artikata.com/arti-334073-kemeja.html. diakses 09-10-2015. http://www.wikipedia.org/wiki/kemeja. diakses 09 - 10 – 2015

http :/ fitnline.com (10 desenber ) By Fitinline www.Ilmuretail.com


Dokumen yang terkait

PERBEDAAN HASIL BELAJAR MENJAHIT GAUN MENGGUNAKAN MEDIA JOBSHEET DAN MEDIA FRAHMEN

2 5 146

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN EXPLICIT INTRUCTION TERHADAP HASIL BELAJAR PEMBUATAN POLA KEMEJA PRIA SISWA KELAS XI TATA BUSANA SMK NEGERI 1 STABAT.

1 7 24

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI POWER POINT TERHADAP HASIL BELAJAR BUSANA PRIA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 KISARAN.

1 5 19

ANALISIS HASIL PEMBUATAN KEMEJA PRIA PADA MATA PELAJARAN PEMBUATAN BUSANA INDUSTRI SISWA KELAS XI SMK NEGERI 8 MEDAN.

5 41 23

PERBEDAAN HASIL BELAJAR MEMBUAT POLA BUSANA WANITA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ALAT LEBAR GANTUNG DAN MEDIA PAPAN TULIS PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 KISARAN.

0 2 25

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPOSITORI TERHADAP HASIL BELAJAR MEMBUAT POLA KEMEJA PRIA PADA SISWA KELAS XI TATA BUSANA SMK NEGERI 1 KISARAN.

0 5 25

PERBEDAAN HASIL BELAJAR MENJAHIT KERAH KEMEJA PRIA YANG MENGGUNAKAN JOBSHEET MEDIA CETAK DENGAN JOBSHEET MEDIA VISUAL PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 10 MEDAN T.A 2011/2012.

0 4 20

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN POWER POINT TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI PEMBUATAN POLA KEMEJA PRIA DI SMK NEGERI 1 PENGASIH Asri Rahayu.

0 1 15

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN POWER POINT TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI PEMBUATAN POLA KEMEJA PRIA DI SMK NEGERI 1 PENGASIH.

0 0 265

PENERAPAN METODE PEER TUTORING BERBANTUAN JOBSHEET UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR SULAM BAYANGAN SISWA KELAS XI DI SMK MUHAMMADIYAH 1 IMOGIRI.

0 1 283