Analisis Loyalitas Pengusaha UKM Muslim Terhadap Institusi Perbankan di Kota Tebing Tinggi

(1)

173

LAMPIRAN

Lampiran 1 Quessioner Penelitian

D No...

K L / P

Q u e s s i n e r P e n e l i t i a n Hanya 15 Menit

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

JL. Prof. T.M Hanafiah No. 2 Padang Bulan Medan 20155 Telp.

ANALISIS LOYALITAS PENGUSAHA MUSLIM TERHADAP INSTITUSI PERBANKAN DI KOTA TEBING TINGGI

O l e h:


(2)

174

NIM : 120501150

F E B U S U - M E D A N

Medan,--- Kepada Yth

Bapak / Ibu Pengusaha UKM Muslim Di

Tebing Tinggi

Dengan hormat saya maklumkan bahwa saya Widya Sartika Hasibuan mahasiswaFEB USU Medan yang sedang melakukan penelitian tentang “Analisis

Loyalitas pengusaha Muslim Terhadap Institusi Perbankan di Kota Tebing Tinggi”. Penelitian ini semata-mata untuk kepentingan akademik saja dan tidak

merugikan responden.

Oleh sebab itu, saya memohon, kiranya Bapak / Ibu dapat membantu menjawab quessioner saya .

Atas bantuan Bapak / Ibu saya ucapkan terima kasih dan semoga Allah SWT membalas jasa Bapak /Ibu.

Wasalam

Widya Sartika Hasibuan

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Petunjuk: Pilihlah salah satu jawaban yang benar atau yang sesuai dengan

Bapak/Ibu dengan menyilang atau melingkari angka 1, 2 , 3 , 4 , 5 dst.

Profil Pengusaha

1 Berapa tahun umur Bapak/Ibu ? 1. < 30 Tahun

2. 30 - 40 Tahun 3. 41 - 50 Tahun 4. > 50 Tahun

2 Pendidikan Terakhir?

1. Tamat SD / Sederajat 2. Tamat SMP / Sederajat 3. Tamat SMA / Sederajat 4. Tamat D3 / Sederajat


(3)

175 5. Tamat S1

6. Tamat Pascasarjana 3 Sudah berapa lama Bapak /Ibu sebagai

- Pengusaha? 1. < 3 Tahun 2. 3 – 5 Tahun 3. 6 – 8 Tahun 4. 9 – 11 Tahun 5. 12 – 14 Tahun 6. > 14 Tahun

4 Apa suku Bapak /Ibu?

1. Batak (Toba, Mandailing dll) 2. Jawa 3. Melayu 4. Minang 5. Aceh 6. Lain-lain (sebutkan)... 5 Apakah Bapak / Ibu merasa sudah

puas dengan prestasi perusahaan ini? 1. Belum

2. Puas

3. Sangat Puas

6 Apakah Bapak / Ibu Pernah Sekolah Agama?

1. Ya , ... Tahun 2. Tidak pernah

Profil Perusahaan

7 Kategori Perusahaan Bapak / Ibu ? 1. Milik Perorangan 2. Milik keluarga (kongsi) 3. CV

4. PT 5. Lain-lain

(sebutkan)...

8 Jumlah pekerja tetap 1. < 5 orang 2. 5 – 10 orang 3. 11 – 15 orang 4. 16 – 20 orang 5. > 20 orang

9 Bidang usaha Bapak /Ibu?

1.Pertanian, perkebunan,

peternakan

2.Produksi makanan dan minuman 3.Olahan kayu / rotan / bambu /

bata

4.Pertukangan besi, tembaga, 5.Usaha dagang / restoran

6.Jasa transport, pendidikan, hotel 7.Lain-lain

sebutkan---

10 Sudah berapa lama perusahaan Bapak / Ibu didirikan?

1. < 4 Tahun 2. 4 – 6 Tahun 3. 7 – 9 Tahun 4. 10 – 12 Tahun 5. > 12 Tahun

11 Omset / Penjualan pertahun 1. Rp < 100 Juta 2. Rp 150 – 200 Juta 3. Rp 201 – 250 juta 4. Rp 251 – 300 juta 5. Rp 301 - 350 juta 6. Rp > 350 juta

12 Luas daerah pemasaran ? 1. Kecamatan 2. Kabupaten/kota 3. Propinsi

4. Nasional 5. Luar negara


(4)

176

13. Apakah Bapak /Ibu setuju atau tidak setuju dengan pernyataan berikut:

P E R N Y A T A A N – P E R N Y A T A A N SETUJU TIDAK SETUJU Agar lebih dapat bersaing dengan bank konvensional maka pemerintah

sebaiknya memberikan keistimewaan kepada bank Syariah

Peranan MUI dan Departemen Agama telah cukup dalam mengajak

masyarakat mengunakan Perbankan Syariah.

Promosi Perbankan Syariah kepada Pengusaha UKM Muslim sangat minim / kurang

Pengamalan / Ketaatan masyarakat Islam yang rendah menyebabkan sambutan kepada perbankan syariah rendah.

Ongkos Naik Haji seharusnya seluruhnya disetor ke Perbankan Syariah dan bank konvensional dilarang menerimanya

Modal dan Pembiayaan

14 Apakah Bapak / Ibu pernah mendapat kredit atau pembiayaan dari bank?

1. Tidak pernah (Gol A)

2. Ya, dan saya berhasil...Kali 15

16

17

Jika tidak pernah, dari mana dana perusahan Bapak / Ibu?

1. Dana sendiri selalu cukup 2. Pinjaman dari keluarga

3. Pinjaman sesama rekan bisnis

4. Patungan / kongsi

5. Lain-lain :--- Jika kapan-kapan Bapak / Ibu

mencoba, ke bank mana kira-kira? 1. Bank Konvensional

2. Bank Syariah

Apakah Bapak / ibu pernah mencoba tetapi tidak berhasil.?

1. Ya, dari bank... 2. Tidak


(5)

177 18. Jika Bapak / Ibu pernah mendapat kredit dari bank, perbankan yang mana?

1. Bank konvesional saja (Gol B) 2. Bank syariah saja (Gol C)

3. Campuran antara bank konvensional dan syariah (Gol B & C)

KONVENSIONAL SAJA (GOL B) SYARIAH SAJA (GOL C)

19 Mengapa Bapak /Ibu memilih bank konvensional

1. Bank Konvensional lebih profesional 2. Urusan lebih mudah / lebih dekat 3. Bank konvensional dan bank syariah

tidak ada bedanya

4. Belum paham tentang Bank syariah 5. Lain-lain---

22 Mengapa Bapak / Ibu memilih bank syariah? 1. Agar terhindar dari riba

2. Membantu bisnis sesama muslim 3. Bank syariah lebih baik / lebih

profesional

4. Bank syariah lebih mudah, lebih dekat.

5. Lain-Lain---

20 Jika meminjam kredit lagi, apakah tetap dengan bank konvensional?

1. Ya 2. Tidak

23 Jika meminjam kredit lagi apakah tetap dengan bank syariah?

1. Ya 2. Tidak 21 Dari 4 kalimat berikut, mana yang paling bapak

setuju?

1. Bank syariah belum profesional 2. Bank syariah tidak beda dengan

konvensional

3. Bank syariah kurang terbuka 4. Bank syariah belum betul betul

Islami

24 Dari 4 kalimat berikut, mana yang paling Bapak /ibu setuju?

1. Bank konvensional belum profesional

2. Bank Syraiah beda jauh dengan bank konvensional

3. Bank konvensional kurang terbuka

4. Bank konvensional betul-betul bertentangan dengan syariah


(6)

178 25. Tingkat loyalitas Bapak/Ibu kepada bank yang dipilih selama ini adalah :

Tidak Loyal Loyal

26. Tingkat penolakan Bapak / Ibu kepada bank lain (Bank-bank yang bukan pilihan) adalah :

Tidak Menolak

Menolak

27. Pengaruh iklan dan promosi bank lain (Bank bukan pilihan) kepada Bapak/Ibu adalah :

Tidak Berpengaruh

Berpengaruh

28. Tindakan Bapak/Ibu kepada bank pilihan yang sekarang, adalah :

Tidak Mempromosikan

Mempromosikan

34. Berilah prioritas (rangkin) pada pilihan faktor-faktor yang menyebabkan Bapak / ibu loyal pada bank yang dipilih saat ini.

No Penyebab Saya Loyal Pada Bank Pilihan Saya Rangkin

1 Banknya besar dan dipercaya 2 Layanannya cepat dan mudah 3 Keamanan bank Terjamin 4 Keluarga saya bekerja di bank ini 5 Bank melaksanakan syariat Islam 6 Lokasinya dekat dan mudah dijangkau 7 Layanan ramah dan kondisi nyaman


(7)

179

TERIMA KASIH SEMOGA ALLAH MEMBALAS JASA BAIK BAPAK / IBU


(8)

180

Analisis Frekuensi Tabel

Profil Pengusaha 1. Jenis kelamin

jenis_kelamin

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid laki-laki 29 58.0 58.0 58.0

perempuan 21 42.0 42.0 100.0

Total 50 100.0 100.0

2. Umur Umur

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid <30 3 6.0 6.0 6.0

30-40 11 22.0 22.0 28.0

41-50 24 48.0 48.0 76.0

>50 12 24.0 24.0 100.0

Total 50 100.0 100.0

3. Suku

suku

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Batak (Toba, Mandailing, dll) 11 22.0 22.0 22.0

Jawa 33 66.0 66.0 88.0

Melayu 1 2.0 2.0 90.0

Minang 1 2.0 2.0 92.0

Aceh 1 2.0 2.0 94.0

lain-lain 3 6.0 6.0 100.0

Total 50 100.0 100.0


(9)

181 1. Pemerintah Memberikan Keistimewaan Kepada Bank Syariah

pemerintah_memberikan_keistimewaan_kpd_syariah

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Setuju 40 80.0 80.0 80.0

tidak setuju 10 20.0 20.0 100.0

Total 50 100.0 100.0

2. Peranan MUI telah cukup

peranan_MUI

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Setuju 26 52.0 52.0 52.0

tidak setuju 24 48.0 48.0 100.0

Total 50 100.0 100.0

3. Promosi Bank Syariah Minim Promosi

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Setuju 47 94.0 94.0 94.0

tidak setuju 3 6.0 6.0 100.0

Total 50 100.0 100.0

4. Pengalaman/Ketaatan Masyarakat yang Rendah Menyebabkan Sambutan Kepada Bank Syariah Rendah

Pengalaman

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Setuju 43 86.0 86.0 86.0

tidak setuju 7 14.0 14.0 100.0

Total 50 100.0 100.0


(10)

182 ONH

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Setuju 47 94.0 94.0 94.0

tidak setuju 3 6.0 6.0 100.0

Total 50 100.0 100.0

1. Pernah Kredit/Tidak Pernah Kredit

pernah_kredit

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid tidak pernah (Gol A) 16 32.0 32.0 32.0

pernah 34 68.0 68.0 100.0

Total 50 100.0 100.0

2. Asal Dana Jika Tidak Pernah Kredit

asal_dana

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid dana sendiri selalu cukup 14 28.0 87.5 87.5

pinjaman dari keluarga 2 4.0 12.5 100.0

Total 16 32.0 100.0

Missing System 34 68.0

Total 50 100.0


(11)

183

Hasil Crosstabulation

Profil Pengusaha

1. Pendidikan*Umur*Jenis Kelamin

pendidikan * umur * jenis_kelamin Crosstabulation Count

jenis_kelamin

umur

Total <30 30-40 41-50 >50

laki-laki pendidikan Tamat SD/Sederajat 0 0 4 5 9

Tamat

SMP/Sederajat

0 1 2 2 5

Tamat

SMA/Sederajat

0 5 6 1 12

Tamat D3/Sederajat 1 0 0 0 1

Tamat S1 0 1 1 0 2

Total 1 7 13 8 29

perempuan pendidikan Tamat SD/Sederajat 0 0 2 0 2

Tamat

SMP/Sederajat

0 1 1 3 5

Tamat

SMA/Sederajat

1 2 7 1 11

Tamat D3/Sederajat 1 0 1 0 2

Tamat S1 0 1 0 0 1

Total 2 4 11 4 21

Total pendidikan Tamat SD/Sederajat 0 0 6 5 11

Tamat

SMP/Sederajat

0 2 3 5 10

Tamat

SMA/Sederajat

1 7 13 2 23

Tamat D3/Sederajat 2 0 1 0 3

Tamat S1 0 2 1 0 3

Total 3 11 24 12 50


(12)

184 lama_berusaha * puas_dgn_prestasi Crosstabulation

Count

puas_dgn_prestasi

Total belum puas sangat puas

lama_berusaha < 3 tahun 4 2 0 6

3-5 tahun 5 5 0 10

6-8 tahun 3 2 0 5

9-11 tahun 1 3 0 4

12-14 tahun 2 0 1 3

>14 tahun 14 7 1 22

Total 29 19 2 50

3. Jenis Kelamin * Pernah Atau Tdak Bersekolah agama jenis_kelamin * sekolah_agama Crosstabulation Count

sekolah_agama

Total pernah sekolah

agama tidak pernah

jenis_kelamin laki-laki 9 20 29

perempuan 7 14 21

Total 16 34 50

Profil Perusahaan


(13)

185 kategori * jlh_pekerja Crosstabulation

jlh_pekerja

Total < 5

orang

5 - 10 orang

11 - 15 orang

> 20 orang

kategori milik perorangan Count 23 13 4 0 40

% within kategori

57.5% 32.5% 10.0% .0% 100.0%

% within jlh_pekerja

82.1% 81.3% 100.0% .0% 80.0%

% of Total 46.0% 26.0% 8.0% .0% 80.0% milik keluarga

(kongsi)

Count 5 3 0 1 9

% within kategori

55.6% 33.3% .0% 11.1% 100.0%

% within jlh_pekerja

17.9% 18.8% .0% 50.0% 18.0%

% of Total 10.0% 6.0% .0% 2.0% 18.0%

CV Count 0 0 0 1 1

% within kategori

.0% .0% .0% 100.0% 100.0%

% within jlh_pekerja

.0% .0% .0% 50.0% 2.0%

% of Total .0% .0% .0% 2.0% 2.0%

Total Count 28 16 4 2 50

% within kategori

56.0% 32.0% 8.0% 4.0% 100.0%

% within jlh_pekerja

100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0%

% of Total 56.0% 32.0% 8.0% 4.0% 100.0% 2. Bidang Usaha * Kategori

kategori * bidang_usaha Crosstabulation Count


(14)

186 bidang_usaha

Tota l produksi

makana n dan minuma

n

olahan kayu/rotan/bambu/bat

a

pertukanga n besi, tembaga

usaha dagang/restora

n

lain -lain kategor

i

milik peroranga n

20 3 1 5 11 40

milik keluarga (kongsi)

9 0 0 0 0 9

CV 0 0 0 1 0 1

Total 29 3 1 6 11 50

3. Lama Perusahaan Berdiri * Jumlah Pekerja

lama_perusahaan * jlh_pekerja * omset Crosstabulation Count


(15)

187 omset jlh_pekerja Total < 5 orang

5 - 10 orang

11 - 15 orang

> 20 orang

Rp < 100 juta lama_perusahaan < 4 tahun 6 2 8

4 - 6 tahun 3 1 4

7 - 9 tahun 1 0 1

10 - 12 tahun

2 0 2

> 12 tahun 7 3 10

Total 19 6 25

Rp 150 - 200 juta

lama_perusahaan < 4 tahun 1 1 0 2

4 - 6 tahun 1 1 0 2

7 - 9 tahun 0 1 0 1

10 - 12 tahun

2 0 0 2

> 12 tahun 3 1 1 5

Total 7 4 1 12

Rp 201 - 250 juta

lama_perusahaan 10 - 12 tahun

0 1 1

> 12 tahun 1 1 2

Total 1 2 3

Rp >350 juta lama_perusahaan < 4 tahun 0 0 0 1 1

4 - 6 tahun 0 3 1 1 5

7 - 9 tahun 0 0 1 0 1

> 12 tahun 1 1 1 0 3

Total 1 4 3 2 10

Total lama_perusahaan < 4 tahun 7 3 0 1 11

4 - 6 tahun 4 5 1 1 11

7 - 9 tahun 1 1 1 0 3

10 - 12 tahun

4 1 0 0 5

> 12 tahun 12 6 2 0 20


(16)

188 4. Daerah pemasaran* Omset

daerah_pemasaran * omset Crosstabulation Count

omset

Total Rp < 100

juta

Rp 150 - 200 juta

Rp 201 - 250 juta

Rp >350 juta

daerah_pemasaran kecamatan 12 3 1 0 16

kabupaten/kota 10 8 1 7 26

provinsi 3 1 1 3 8

Total 25 12 3 10 50

1. Tingkat Loyalitas Berdasarkan Tingkat Penolakan

tingkat_loyalitas * tingkat_penolakan Crosstabulation Count tingkat_penolakan Total tidak menolak tidak menolak tidak menolak agak menolak agak menolak agak menolak meno lak meno lak ting kat_ loyal itas tidak loyal

1 0 0 0 0 0 0 0 1

tidak loyal

0 0 2 1 0 0 0 0 3

kurang loyal

0 0 0 1 0 0 0 0 1

kurang loyal

0 0 0 10 0 0 0 0 10

kurang loyal

0 0 0 3 1 0 0 0 4

kurang loyal

0 1 1 3 0 1 0 0 6

loyal 0 0 0 3 1 0 1 3 8

loyal 0 0 1 0 0 0 0 0 1


(17)

189 2. Tingkat Loyalitas Berdasarkan Pengaruh Iklan dan Promosi dari Bank Lain

tingkat_loyalitas * pengaruh_promosi Crosstabulation Count pengaruh_promosi T ot al tidak berpe ngaru h tidak berpe ngaru h tidak berpe ngaru h tidak berpe ngaru h agak berpe ngaru h agak berpe ngaru h agak berpe ngaru h agak berpee ngaruh berpe ngaru h berpe ngaru h tingkat_l oyalitas tid ak loy al

0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1

tid ak loy al

0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 3

kur an g loy al

0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1

kur an g loy al

1 1 2 0 1 5 0 0 0 0 1

0 kur an g loy al


(18)

190 kur an g loy al

1 0 0 1 0 2 0 0 2 0 6

loy al

3 0 0 1 0 2 2 0 0 0 8

loy al

0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1

Total 6 1 4 3 2 11 3 1 2 1 3

4

3. Tingkat Loyalitas Berdasarkan Tindakan Mempromosikan tingkat_loyalitas * tindakan Crosstabulation Count

tindakan T

o t a l tidak memp romosi kan tidak memp romosi kan tidak memp romosi kan sedikit memp romosi kan sedikit memp romosi kan sedikit memp romosi kan sedikit memp romosi kan memp romosi kan memp romosi kan memp romosi kan tingkat _loyali tas tid ak lo ya l

1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1

tid ak lo ya l


(19)

191 ku

ra n g lo ya l

0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1

ku ra n g lo ya l

6 1 1 0 2 0 0 0 0 0 1

0

ku ra n g lo ya l

1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 4

ku ra n g lo ya l

1 0 0 0 0 1 2 1 1 0 6

lo ya l

1 0 0 0 0 0 2 2 2 1 8

lo ya l

0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1

Total 12 1 2 2 3 2 4 3 3 2 3


(20)

192 4. Tingkat Loyalitas Berdasarkan Bank

bank_mana * tingkat_loyalitas Crosstabulation tingkat_loyalitas Total tidak loyal tidak loyal kuran g loyal kuran g loyal kuran g loyal kuran g

loyal loyal loyal bank_man

a

bank konvension al saja (Gol B)

Coun t

1 3 1 9 3 3 3 0 23

% of Total 2.9 % 8.8 %

2.9% 26.5% 8.8% 8.8% 8.8% .0% 67.6%

bank syariah saja (Gol C)

Coun t

0 0 0 0 1 0 2 0 3

% of Total

.0% .0% .0% .0% 2.9% .0% 5.9% .0% 8.8%

campuran Coun t

0 0 0 1 0 3 3 1 8

% of Total

.0% .0% .0% 2.9% .0% 8.8% 8.8% 2.9 %

23.5%

Total Coun

t

1 3 1 10 4 6 8 1 34

% of Total 2.9 % 8.8 %

2.9% 29.4% 11.8% 17.6% 23.5 %

2.9 %

100.0 % 5. Prioritas Penyebab Loyalitas

Respo nden Pernyat aan 1 Pernyat aan 2 Pernyat aan 3 Pernyat aan 4 Pernyat aan 5 Pernyat aan 6 Pernyat aan 7

1 2 1 4 6 7 5 3

2 4 1 3 6 7 5 2

3 6 1 4 7 3 5 2

4 3 1 4 7 2 5 6

5 2 1 5 7 6 4 3

6 3 1 4 6 5 7 2

7 2 1 3 7 6 4 5

8 2 1 3 7 6 4 5


(21)

193

10 - - - -

11 3 1 4 6 7 5 2

12 3 2 4 6 7 5 1

13 5 1 2 6 7 3 4

14 2 1 3 4 5 6 7

15 2 1 3 6 7 5 4

16 6 5 3 7 1 2 4

17 5 4 3 7 1 2 6

18 4 1 5 7 6 3 2

19 2 1 4 7 6 5 3

20 - - - -

21 2 1 3 7 6 5 4

22 3 1 4 7 2 5 6

23 3 1 4 7 6 5 2

24 - - - -

25 - - - -

26 - - - -

27 3 1 4 7 6 5 2

28 - - - -

29 - - - -

30 - - - -

31 - - - -

32 3 1 4 7 6 5 2

33 3 1 4 7 6 5 2

34 - - - -

35 3 1 4 7 6 5 2

36 5 3 6 7 1 4 2

37 - - - -

38 3 1 4 7 6 5 2

39 3 1 4 7 5 2 6

40 - - - -

41 - - - -

42 3 1 4 7 6 5 2

43 5 1 2 7 6 3 4

44 3 1 4 7 6 5 2

45 - - - -

46 3 1 4 7 6 5 2


(22)

194

48 1 2 3 4 7 6 5

49 - - - -

50 4 2 5 7 1 6 3

Jumla

h 109 46 128 225 177 156 111

Rata-Rata 3.21 1.35 3.76 6.62 5.21 4.59 3.26

% 11.4% 5.0% 13.4% 23.6% 18.5% 16.3% 11.6%

6. Alasan Memilih Bank Konvensional

kenapa_konvensional * alasan_tidak_memilih_bank_syariah Crosstabulation alasan_tidak_memilih_bank_syariah Total bank syariah belum professional bank syariah tidak beda dengan konvensional bank syariah kurang terbuka bank syariah belum betul-betul islami kenapa_konvensional bank

konvensional lebih

professional

Count 0 0 1 0 1

% of Total

.0% .0% 3.2% .0% 3.2%

urusan lebih mudah/lebih dekat

Count 3 0 11 1 15

% of Total

9.7% .0% 35.5% 3.2% 48.4%

bank konvensional dan bank syariah tidak ada bedanya

Count 0 2 1 0 3

% of Total

.0% 6.5% 3.2% .0% 9.7%

belum paham tentang bank syariah

Count 2 0 8 2 12

% of Total

6.5% .0% 25.8% 6.5% 38.7%


(23)

195 kenapa_konvensional * alasan_tidak_memilih_bank_syariah Crosstabulation

alasan_tidak_memilih_bank_syariah Total bank syariah belum professional bank syariah tidak beda dengan konvensional bank syariah kurang terbuka bank syariah belum betul-betul islami kenapa_konvensional bank

konvensional lebih

professional

Count 0 0 1 0 1

% of Total

.0% .0% 3.2% .0% 3.2%

urusan lebih mudah/lebih dekat

Count 3 0 11 1 15

% of Total

9.7% .0% 35.5% 3.2% 48.4%

bank konvensional dan bank syariah tidak ada bedanya

Count 0 2 1 0 3

% of Total

.0% 6.5% 3.2% .0% 9.7%

belum paham tentang bank syariah

Count 2 0 8 2 12

% of Total

6.5% .0% 25.8% 6.5% 38.7%

Total Count 5 2 21 3 31

% of Total

16.1% 6.5% 67.7% 9.7% 100.0%


(24)

196 kenapa_syariah * alasan_tidak_memilih_konvensional Crosstabulation

alasan_tidak_memilih_konvensional

Total bank

konvensional belum professional

bank syariah beda jauh dengan bank konvensional

bank konvensional

betul-betul bertentangan

dengan syariah kenapa_syariah agar terhindar dari

riba

Count 0 2 4 6

% of Total

.0% 18.2% 36.4% 54.5%

bank syariah lebih mudah, lebih dekat

Count 1 3 1 5

% of Total

9.1% 27.3% 9.1% 45.5%

Total Count 1 5 5 11

% of Total


(25)

171 jasa bank yang halal juga perlu dipertimbangkan agar sama-sama membantu umat baik untuk urusan dunia dan akhirat.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Mohammad Asri. 1997. Industri Kecil Di Malaysia Pembangunan dan

Masa Depan. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.

Alma, Buchari. 2014. Manajemen Bisnis Syariah. Bandung : Alfabeta.

Antonio, Muhammad Syafii. 2001. Perbankan Syariah Dari Teori ke Praktek. Jakarta: Gema Insani Press.

Askarya. (2007). Akad dan Produk Bank Syariah. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Dharmmesta, B.S. 1999. Loyalitas Pelanggan: Sebuah Kajian Konseptual

Sebagai Panduan Bagi Peneliti. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia,

Vol. 14, No. 3

Griffin, Jill. 2002. Customer Loyalty. Jakarta: Erlangga.

Irmayanto, Juli, dkk. 2002. Bank dan Lembaga Keuangan. Jakarta : Universitas Trisakti.

Ismail, Rahmat. 1995. Industri Kecil Malaysia Isu Pembiayaan, Teknologi dan

Pemasaran. Bangi: Universiti Kebangsaan Malaysia.

Karim, Adimarwan. (2004). Bank Islam Analisis Fiqih dan Keuangan. Jakarta:RajaGrafindo Persada.

Kasmir. 2003. Bank & Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Khanka, S. S. 1990. Entrepreneurship in Small Scale Industries. Bombay, Nagpur, Delhi: Himalaya Publishing House.


(26)

172 Kotler, Philip. 2009. Manajemen Pemasaran. Jakarta : Erlangga

Kuncoro, Mudrajad. 2009. Metode Riset untuk Bisnis & Ekonomi edisi 3. Jakarta: Erlangga

Lubis, Irsyad. 2010. Bank dan Lembaga keuangan Lain. Medan: USU Press. Lupiyoadi, Rambat. 2007. Entrepreneurship from Mindset to Strategy. Jakarta:

Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Madura, Jeff. 2007. Pengantar Bisnis. Jakarta: Salemba Empat.

MEDEC. 1992. Asas Keusahawaan. Shah Alam: Institut Teknologi MARA. Mohd. Fauzie Hj Yaacob. 1981. Peniaga dan Perniagaan Melayu Satu Kajian di

Kota Bahatu Kelantan. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.

Mountjoy, A.B. 1978. The Third World. Problems and Perspectives. Hong Kong: MacMilland Press.

Muamalat Institute. 1999. Perbankan Syariah Perspektif Praktisi. Jakarta: Muamalat Institute.

Perwataatmadja, Karnaen dan Antonio Syafi’i. 1997. Apa dan Bagaimana Bank

Islam. Jakarta: Dana Bakti Wakaf.

Putih, Yep. 1985. Kewirausahaan. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.. Saleh, Irsan Azhari. 1986. Industri Kecil sebuah Tinjauan dan Perbandingan.

Jakarta: LP3ES.

Solehah, Abdul Hamid. 1997. Pembangunan Ekonomi ASEAN. Sintok: Universiti Utara Malaysia.

Tambunan, Tulus. 2009. UMKM Di Indonesia. Bogor: Ghalia Indonesia. Tjiptono, Fandy. 2010. Strategi Pemasaran. Edisi ketiga. Yogyakarta: Andi.

Sumber Internet

Clotefi, 1999.http:www.etakei.gr/html/eng/prosegisis.html. 23 Oktober 1999.

http://www.kompasiana.com/adesuyitno/islamic-entrepreneurship-kewirausahaan-islam_5528da73f17e61330f8b463b


(27)

125

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif-eksploratif. Metode deskriptif digunakan untuk mengkaji/menggambarkan/mengungkapkan suatu keadaan seperti apa adanya serta mengungkapkan fakta-fakta hubungan antara fenomena yang diteliti melalui pendeskripsian. Metode eksploratif merupakan penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data-data awal tentang sesuatu. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan pengetahuan atau dugaan yang sifatnya masih baru (Kuncoro, 2009 : 87).

3.2. Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini hanya mengkaji hal-hal yang menyangkut dengan pengusaha Muslim dalam kaitannya dengan eksistensi lembaga keuangan konvensional dan juga lembaga keuangan syari’ah di Kota Tebing Tinggi. Penelitian ini pula bersifat deskriptif-eksploratif sehingga tidak bermaksud untuk menguji hipotesis.

3.3. Lokasi dan Waktu Penelitian

Sebagaimana judul penelitian ini “Analisis Loyalitas Pengusaha UKM Muslim Terhadap Institusi Perbankan di Kota Tebing Tinggi” maka penelitian ini dilakukan di 5 kecamatanyang ada di Kota Tebing Tinggi. Tempo waktu penelitian direncanakan 4 bulan yakni Mei-Agustus 2015. Selama 2 bulan


(28)

126

pertama digunakan menyusun proposal dan 2 bulan berikutnya melakukan penelitian lapangan sampai kepada penulisan laporan dan target luaran berupa skripsi.

3.4. Populasi dan Sampel Penelitian

3.4.1. Popoulasi

Populasi dimaksudkan sebagai sekumpulan orang atau objek yang mempunyai kesamaan dalam satu atau beberapa hal yang membentuk masalah pokok dalam suatu penelitian. Dalam penelitian ini, populasinya adalah seluruh pengusaha UKM Muslim di Tebing Tinggi. Jumlah pengusaha UKM Muslim di Kota Tebing Tinggitidak diketahui secara pasti karena tidak ada data dan lembaga yang mencatatnya. Data pengusaha UKM yang diterbitkan oleh BPS Kota Tebing Tinggi misalnya, tidak mengklasifikasikan mereka berdasarkan agama.

3.4.2. Sampel

Sampel penelitian diambil disebabkan berbagai keterbatasan yang dihadapi peneliti. Dalam penelitian ini, sampel kajian diambil sebanyak 50 orang pengusaha UKM Muslim (tabel 3.1) dengan cara campuran antara “eksidental” (accidental sampling), yaitu pengambilan sampel didasarkan pada kenyataan bahwa mereka kebetulan muncul, dengan snowball sampling, yaitu berdasarkan penelusuran sampel sebelumnya atau sebuah prosedur pengambilan sampel dimana responden pertama dipilih dengan metode probabilitas (setiap sampel dipilih berdasarkan prosedur seleksi dan memiliki peluang yg sama untuk dipilih), dan kemudian responden selanjutnya diperoleh dari informasi yang diberikan oleh


(29)

127

responden yang pertama. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan mendapatkan responden penelitian.

Dalam penelitian ini, tidak ada rumus tertentu untuk mendapatkan angka 50 ini, sebab jumlah populasinya juga tidak diketahui. Angka ini merupakan “judgement”peneliti saja dengan berbagai alasan. Antara lain :

1. Menurut Roscoe dan Sugiono (2004) ukuran sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30-500 orang. Dengan demikian jumlah sampel penelitian ini telah sesuai bahkan sampel penelitian ini lebih besar lagi.

2. Sampel sebanyak 50 orang diyakini sangat representif untuk mewakili keseluruhan pengusaha UKM Muslim di Tebing Tinggi. Dengan jumlah sampel sebanyak 50 ini diyakini akan diperoleh data dan informasi yang tepat dan objektif dan dapat memberikan gambaran yang sebenarnya tentang masalah atau fenomena yang diteliti.

3. Sekiranya sampelnya lebih banyak lagi maka peneliti diyakini akan menghadapi berbagai kendala dan hambatan seperti keterbatasan dana, waktu, dan sebagainya.

Distribusi pengambilan sampel dari 5 kecamatan adalah sebagaimana disimulasikan dalam tabel berikut


(30)

128

Tabel 3.1.

Simulasi Pengambilan Sampel Dan Prediksi Hari Terpakai

No Kecamatan Jumlah Sampel

Prediksi Jumlah Hari Di

Lapangan

1 Padang Hulu 10 2

2 Tebing Tinggi Kota 10 2

3 Rambutan 10 2

4 Bajenis 10 2

5 Padang Hilir 10 2

Jumlah 50 10

Sumber : Tabel diolah sendiri oleh penulis

3.5. Jenisdan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Data Primer

Sesuai dengan sifat dan kategori penelitian ini yakni eksploratif-deskriptif, maka data yang digunakan pada dasarnya adalah data primer. Data primer adalah data yang diperoleh dengan survei lapangan yang menggunakan semua metode pengumpulan data original (Kuncoro, 2009 : 148). Data primer ini diperoleh dengan cara memberikan kuisioner/angket kepada para pengusaha UKM Muslim yang berdomisili di 5 kecamatan di Kota Tebing Tinggi. Keseluruhan responden diminta mengisi angket yang bersifat campuran antara angket langsung dan angket tidak langsung. Bentuk-bentuk pertanyaan yang diajukan merupakan kombinasi pertanyaan pilihan berganda (multiple choice),


(31)

129

pertanyaan dua pilihan (force choice) dan beberapa pertanyaan yang bersifat terbuka (open question) yang kesemuanya disusun dengan teliti dan hati-hati untuk menghindari kesalahan dan kekeliruan. Selain itu, diketengahkan juga pertanyaan yang bersifat counter checking terhadap jawaban responden sehingga kebenaran informasi yang diperoleh lebih akurat.

2. Data sekunder

Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data Agar penelitian ini lebih sempurna maka data-data primer yang diperoleh dari 50 responden akan dipadukan dengan data-data sekunder yang diperoleh dengan melakukan studi kepustakaan terhadap bahan-bahan publikasi resmi seperti buku-buku, majalah, artikel, laporan dan lain-lain.

3.6. Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan beberapa metode pengumpulan untuk memperoleh data dan informasi yang relevan dan terkait dengan permasalahan yang akan diteliti. Adapun metode pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Studi Kepustakaan yaitu mengumpulkan data dan informasi melalui telaah berbagai literatur yang relevan yang berhubungan dengan permasalahan yang ada di dalam penulisan skripsi ini, dapat diperoleh dari buku-buku, internet dan lain-lain.


(32)

130

2. Kuesioner, penulis membuat daftar pertanyaan yang relevan dengan penelitian yang dilakukan. Jawaban atas pertanyaan ini di gunakan sebagai pelengkap dan pendukung kebenaran data-data yang ada.

3. Wawancara, penulis mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula.

3.7. Metode Analisis Data

Data-data penelitian yang dihimpun selama 1 bulan, diproses menggunakan perangkat SPSS dan hasilnya diketengahkan dalam berbagai bentuk antara lain dalam bentuk persentase, tabel crosstab agar hubungan antara variable dapat diketahui. Untuk melihat hubungan yang lebih kompleks pula digunakan tabel berbentuk multivariat. Selain itu digunakan juga teknik analisis korelasi terhadap variabel tertentu. Analisis dengan menggunakan gambar dan grafik juga akan digunakan sedemikian rupa terhadap item dan variabel yang dianggap sesuai untuk memberikan makna yang lebih baik dan tepat. Dengan demikian data dan informasi yang diperoleh memberi makna yang luas dan manfaat yang maksimal.


(33)

131

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum

4.1.1. Kota Tebing Tinggi

Kota Tebing Tinggi merupakan salah satu dari 7 kota yang ada di provinsi Sumatera Utara. Berjarak sekitar 78 kilometer dari kota Medan dan terletak pada 3º19’00’’ - 3º21’00’’ Lintang Utara dan 98º11’ - 98º21’ Bujur Timur dan luas Kota Tebing Tinggi sekitar 38,438 km2.. Kota Tebing Tinggi berada dibagian Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai yang dibatasi oleh PTPN III Rambutan di sebelah Utara, PT. Socfindo Kebun Tanah Bersih di sebelah Timur, PTPN III Kebun Pabatu di sebelah Selatan, dan PTPN III Kebun Gunung Pamela Bandar Bejambu di sebelah Barat (Data Publikasi BPS 2014).

Kota Tebing Tinggi ini adalah kota bertemunya 2 jalur lintas utama di Sumatera, sehingga posisinya sangat strategis khususnya sebagai kota yang mengandalkan usaha perdangangan dan jasa sebagai pendukung utama dalam menjalankan roda ekonomi di kota ini.

Kota Tebing Tinggi dipimpin oleh seorang walikota dibantu oleh seorang wakil walikota. Jumlah penduduk di Kota Tebing Tinggi sebanyak 149.045 orang yang terbagi di 5 kecamatan yaitu Kecamatan Padang Hulu, Padang Hilir, Tebing Tinggi Kota, Bajenis, dan Rambutan. Jumlah penduduk di setiap kecamatan dapat dilihat pada tabel 4.1.


(34)

132

Tabel 4.1

Jumlah Penduduk di Kota Tebing Tinggi

No. Kecamatan Jumlah Penduduk Persentase

1. Padang Hulu 27.490 18%

2. Tebing Tinggi Kota 24.352 16%

3. Rambutan 32.370 22%

4. Bajenis 34.004 23%

5. Padang Hilir 30.849 21%

Jumlah 149.045 100%

Sumber : diolah dari berbagai sumber

Dari jumlah penduduk masing-masing kecamatan yang dipersentasekan dapat terlihat bahwa penyebaran penduduk di Kota Tebing Tinggi terbilang cukup merata karena jumlah penduduk antar kecamatan tidak jauh berbeda. Kecamatan Tebing Tinggi Kota memiliki jumlah penduduk yang paling sedikit. Hal ini dikarenakan Kecamatan Tebing Tinggi Kota merupakan pusat kegiatan ekonomi sehingga penggunaan lahannya lebih banyak untuk pertokoan dan kantor-kantor baik milik pemerintah maupun swasta daripada pemukiman penduduk.

4.1.2. Pengusaha UKM Muslim

Pengusaha UKM yang beragama Islam di Kota Tebing Tinggi belum diketahui secara pasti jumlah populasinya. Tetapi jumlah UKM keseluruhan yang ada di Kota Tebing Tinggi sebanyak 6.153. Bidang usaha para pengusaha UKM ini dirinci seperti dalam tabel 4.2.


(35)

133

Tabel 4.2.

Jumlah UKM di Kota Tebing Tinggi Menurut Jenis Usahanya

No. Jenis Usaha Jumlah UKM Persentase

1. Aneka usaha 1.697 27.6%

2. Perdagangan 3.476 56.5%

3. Jasa 648 10.5%

4. Industri 316 5.1%

5. Peternakan 11 0.18%

6. Pertanian 5 0.08

Jumlah 6.153 99.96%

Sumber : diolah dari berbagai sumber

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa UKM yang bergerak di bidang peternakan dan pertanian adalah yang paling sedikit jumlahnya. Hal ini wajar dikarenakan Kota Tebing Tinggi merupakan daerah yang padat penduduk sehingga mengakibatkan keterbatasan lahan kosong. Sedangkan usaha perdagangan paling banyak ditemukan di Kota Tebing Tinggi dapat dilihat di sepanjang jalan di Kota Tebing Tinggi dimana banyak terdapat pedagang yang menjajakan kebutuhan barang primer dan sekunder, dan juga industri kecil lainnya. Maka dari itu Kota Tebing Tinggi dikenal dengan kota perdagangan dan jasa.

Melihat jumlah penduduk Kota Tebing Tinggi sebagaimana Tabel 4.1 di atas dan dibandingkan dengan jumlah pelaku usaha sebagaimana Tabel 4.2, dapat disimpulkan bahwa pelaku UKM di Kota Tebing Tinggi masih sangat sedikit yakni sekitar 4,12%. Namun demikian sumbangan PDRB UKM terhadap pemerintah Kota Tebing Tinggi cukup besar yakni mencapai 74,39%. Data tersebut dapat dilihat pada Gambar 4.1 :


(36)

134 Sumber : Badan Pusat Statistik Tahun 2014

Gambar 4.1

Struktur Ekonomi Kota Tebing Tinggi Tahun 2013

4.2.Profil dan Deskripsi Responden

4.2.1. Profil Pengusaha

Profil dari 50 orang pengusaha UKM Muslim di Kota Tebing Tinggi yang menjadi responden pada penelitian ini dapat dilihat dari data-data yang disajikan berikut ini.

1. Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Perbandingan jenis kelamin pengusaha UKM Muslim dapat dilihat pada Tabel 4.3:

Struktur Ekonomi Kota Tebing Tinggi

Perdagangan, Hotel, dan Restoran

Bangunan

Pengangkutan dan Komunikasi Jasa-Jasa

Industri

Listrik, Gas, dan Air Bersih Pertambangan dan Penggalian Lembaga Keuangan, Usaha Persewaan, Jasa Perusahaan Pertanian


(37)

135

Tabel 4.3.

Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase

Laki-laki 29 58

Perempuan 21 42

Total 50 100

Sumber : diolah dari data primer

Berdasarkan hasil output SPSS 19 (tabel 4.3.) dapat diketahui perbandingan jumlah responden yang berjenis kelamin laki-laki dengan responden yang berjenis kelamin perempuan. Responden berjenis kelamin laki-laki berjumlah 29 dengan tingkat persentase sebesar 58% dari total responden dan responden yang berjenis kelamin perempuan berjumlah 21 dengan tingkat persentase 42% dari total responden.

Perbedaan jumlah pengusaha UKM laki-laki dan perempuan tidak terlalu besar dengan kondisi ini dapat disimpulkan bahwa di Kota Tebing Tinggi peluang untuk membukan dan menjalankan usaha terbuka untuk semua jenis kelamin. Hal ini terbukti baik laki-laki maupun perempuan dapat berprofesi sebagai pengusaha UKM. Pemerintah Kota Tebing Tinggi menjamin kemerdekaan serta mendorong masyarakat untuk berusaha sesuai minat dan keinginan mereka.

2. Data Responden Berdasarkan Umur

Dalam penelitian ini umur responden dibagi menjadi 4 kategori yaitu < 30, 30-40, 41-50, >50. Tabel 4.4 menyajikan frekuensi umur responden sebagai berikut :


(38)

136

Tabel 4.4.

Data Responden Berdasarkan Umur

Umur Frekuensi Persentase

<30 3 6

30-40 11 22

41-50 24 48

>50 12 24

Total 50 100

Sumber : diolah dari data primer

Berdasarkan hasil output SPSS 19 (Tabel 4.4.) dapat diketahui pengusaha yang berusia 41-50 tahun lebih banyak menjadi responden dengan jumlah 24 orang atau 48% dari total responden. Kemudian pengusaha yang berusia diatas 50 tahun berjumlah 12 orang atau 24% dari total responden, pengusaha yang berusia 30-40 tahun berjumlah 11 orang atau 22% dari total responden, dan yang paling sedikit adalah pengusaha yang berusia kurang dari 30 tahun dengan jumlah 3 orang atau 6% dari total responden.

Dapat disimpulkan bahwa orientasi masyarakat yang berumur di bawah 30 di Kota Tebing Tinggi masih ingin menjadi pekerja terlihat dari sedikitnya jumlah pengusaha yang berumur dibawah usia 30 tahun. Sedangkan pengusaha yang berusia antara 41-50 tahun sudah memiliki banyak pengalaman dan bekal kemampuan untuk menjadi pengusaha UKM sehingga tidak heran kalau jumlah pengusaha di usia tersebut lebih banyak. Ini menunjukkan gambaran pengusaha yang ada di Kota Tebing Tinggi sehingga bilamana pemerintah melalui dinas terkait melakukan pembinaan terhadap kelompok usia tersebut maka hasil pembinaan tersebut diharapkan akan maksimal megingat kecil kemungkinan bagi mereka untuk beralih profesi ke bidang lain.


(39)

137

3. Data Responden Berdasarkan Pendidikan

Data reponden berdasarkan pendidikan dapat dilihat pada Tabel 4.5 di bawah ini :

Tabel 4.5.

Data Responden Berdasarkan Pendidikan

Jenis Kelamin Pendidikan Umur Total

< 30 30-40 41-50 >50

Laki-Laki Tamat SD/Sederajat 0 0 4 5 9

Tamat SMP/Sederajat 0 1 2 2 5

Tamat SMA/Sederajat 0 5 6 1 12

Tamat D3/Sederajat 1 0 0 0 1

Tamat S1/Sederajat 0 1 1 0 2

Total 1 7 13 8 29

Perempuan Tamat SD/Sederajat 0 0 2 0 2

Tamat SMP/Sederajat 0 1 1 3 5

Tamat SMA/Sederajat 1 2 7 1 11

Tamat D3/Sederajat 1 0 1 0 2

Tamat S1/Sederajat 0 1 0 0 1

Total 2 4 11 4 21

Total Tamat SD/Sederajat 0 0 6 5 11

Tamat SMP/Sederajat 0 2 3 5 10

Tamat SMA/Sederajat 1 7 13 2 23

Tamat D3/Sederajat 2 0 1 0 3

Tamat S1/Sederajat 0 2 1 0 3

Total 3 11 24 12 50

Sumber : diolah dari data primer

Dari Tabel di atas dapat diketahui bahwa tingkat pendidikan pengusaha UKM Muslim di Kota Tebing Tinggi sebagian besar dalah tamatan SMA/sederajat dimana pengusaha berjenis laki-laki dengan umur 30-40 tahun yang menamatkan pendidikan sampai ke SMA berjumlah 5 orang, yang berumur 41-50 tahun berjumlah 6 orang, dan di atas 50 tahun berjumlah 1 orang. Sedangkan pengusaha UKM yang berjenis kelamin perempuan yang menamatkan pendidikan sampai ke jenjang SMA/sederajat berjumlah 11 orang.

Dengan banyaknya pengusaha UKM Muslim yang menamatkan pendidikan sampai ke tingkat pendidikan SMA/sederajat maka kecil kemungkinan


(40)

138

dan harapan bagi mereka untuk dapat masuk ke dunia kerja. Oleh karena itu, mereka lebih cenderung memilih menjadi pelaku usaha kecil sebagai sumber mata pencarian. Sesungguhnya kondisi ini dapat menguntungkan bagi pemerintah karena secara sumber daya manusia tingkat pendidikan mereka sudah cukup memadai, sehingga pembinaan terhadap pelaku UKM ini dapat dilakukan secara maksimal baik melalui pelatihan keterampilan teknis maupun pelatihan tata kelola usaha (menejerial) sehingga diharapkan melalui pembinaan dan pelatihan mereka dapat mengembangkan usahanya menjadi lebih baik.

Sedangkan pengusaha UKM Muslim yang menamatkan pendidikan sampai ke tingkat diploma dan sarjana adalah yang paling sedikit jumlahnya. Ini menggambarkan bahwa pendidikan yang lebih tinggi cenderung untuk memilih menjadi pekerja baik sebagai pegawai pemerintahan maupun swasta. Padahal seharusnya dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi kemampuan mereka untuk mengelola dan mengembangkan usaha tentunya lebih baik.

4. Data Responden Berdasarkan Lamanya Jadi Pengusaha dan Rasa Puas Dengan Prestasi Usaha.

Data responden tentang lamanya para pengusaha UKM Muslim mulai memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha disajikan dalam Tabel 4.6 :

Tabel 4.6.


(41)

139

Lama Berusaha Rasa Puas dengan Prestasi Perusahaan Total Belum Puas Puas Sangat Puas

< 3 Tahun 4 2 0 6

3-5 Tahun 5 5 0 10

6-8 Tahun 3 2 0 5

9-11 Tahun 1 3 0 4

12-14 Tahun 2 0 1 3

>14 Tahun 14 7 1 22

Total 29 19 2 50

Sumber : diolah dari data primer

Data pada Tabel 4.6. menunjukkan bahwa responden yang sudah menjadi pengusaha selama lebih dari 14 tahun memiliki jumlah terbanyak yaitu sekitar 22 orang 14 diantaranya masih belum puas dengan prestasi perusahaan yang telah dicapai. Diikuti oleh pengusaha yang baru menjalankan usahanya selama 3-5 tahun sebanyak 10 orang dan 5 diantaranya mengaku sudah puas dengan prestasi perusahaannya. Pengusaha yang sudah 12-14 tahun menjadi pengusaha adalah yang paling sedikit jumlahnya yakni 3 orang dan 1 diantaranya mengaku sangat puas oleh prestasi perusahaannya.

Dari hasil survey yang dilakukan ternyata pengusaha yang telah menjalankan usahanya lebih dari 14 tahun ternyata belum merasa puas atas hasil usaha yang telah dijalani selama ini. Hal ini pada hakikatnya menunjukkan keinginan untuk menjadikan mereka lebih baik sebagai pelaku usaha dan usaha yang dijalankan mereka lebih maju.


(42)

140

Pengusaha UKM Muslim di Kota Tebing Tinggi berasal dari berbagai suku yang dapat dilihat pada Tabel 4.7. :

Tabel 4.7.

Data Responden Berdasarkan Suku

Suku Frekuensi Persentase

Batak (Toba, Mandailing, dll) 11 22

Jawa 33 66

Melayu 1 2

Minang 1 2

Aceh 1 2

Lain-lain 3 6

Total 50 100

Sumber : diolah dari data primer

Penduduk di Kota Tebing Tinggi didominasi oleh suku Melayu sebanyak 70%, Jawa 15%, dan Batak 10% (Kota Tebing Tinggi spss 19 (Tabel 4.7) dapat diketahui bahwa mayoritas pengusaha UKM Muslim di Kota Tebing Tinggi adalah suku Jawa terlihat dari jumlah responden bersuku jawa sebesar 33 orang atau 66% dari total responden. lalu responden yang bersuku Batak sebanyak 11 orang atau 22% dari total responden dan responden bersuku lain-lain seperti Banjar dan Banten berjumlah 3 orang atau 6% dari total responden. Sedangkan suku Melayu, Minang, dan Aceh masing-masing hanya berjumlah 1 orang atau 2% dari total responden. dapat diartikan bahwa produktivitas penduduk bersuku Jawa di Kota Tebing Tinggi lebih tinggi daripada mayoritas penduduk yang bersuku Melayu. Hal ini tidak terlepas dari karakteristik suku jawa yang lebih mandiri dan tekun. Kondisi ini juga menggambarkan bahwa


(43)

141

Kota Tebing Tinggi terbuka bagi seluruh suku untuk menjalankan usahanya. Data tersebut dapat dilihat pada Gambar 4.2. :

Gambar 4.2.

Data Responden Berdasarkan Suku

6. Data Responden Berdasarkan Pernah/Tidak Pernah Sekolah Agama

Data responden berdasarkan pernah/tidak pernah sekolah agama dapat dilihat pada Tabel 4.9. di bawah ini :

Tabel 4.8.

Data Responden Berdasarkan Pernah/Tidak Pernah Sekolah Agama

Jenis Kelamin Sekolah Agama Total

Pernah Sekolah Agama

Tidak Pernah Sekolah Agama

Laki-Laki 9 20 29

Perempuan 7 14 21

Total 16 34 50

Sumber : diolah dari data primer

Berdasarkan pengalaman bersekolah agama (Tabel 4.8) sebanyak 16 pengusaha UKM Muslim yang terdiri dari 9 laki-laki dan 7 perempuan menyatakan bahwa mereka pernah bersekolah agama dan sisanya atau 34

Data Responden Berdasarkan Suku

Batak

(Toba, Mandailing, dll) Jawa

Melayu Minang Aceh Lain-lain


(44)

142

pengusaha UKM Muslim yang terdiri dari 20 laki-laki dan 14 perempuan menyatakan bahwa mereka tidak pernah bersekolah agama. Hal ini dapat mempengaruhi pengetahuan mereka tentang hukum Islam dalam bermuamalah seperti tidak boleh berhubungan dengan riba, sehingga kalaupun mereka ingin melakukan peminjaman di Bank keputusan untuk lebih cenderung memilih Bank Syari’ah akan mereka ambil. Tetapi lebih banyak responden yang tidak pernah sekolah agama, sehingga hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar responden cenderung memilih Bank Konvensional, ini bisa terjadi karena pemahaman mereka tentang hukum riba masih sangat minim.

4.2.2. Profil Perusahaan

Profil perusahaan dari 50 pengusaha UKM Muslim di Kota Tebing Tinggi yang menjadi responden pada penelitian ini disajikan sebagai berikut.

1. Data Responden Berdasarkan Kategori Perusahaan

Data responden berdasarkan kategori perusahaan dapat dilihat pada Tabel 4.9. di bawah ini :

Tabel 4.9.


(45)

143

Kategori Perusahaan Jumlah Pekerja Total

< 5 Orang

5 – 10 Orang

11 – 15 Orang

>20 Orang

Milik Perorangan

Jumlah 23 13 4 0 40

% Kategori Perusahaan

57.5% 32.5% 10.0% .0% 100.0% % Jumlah

Pekerja

82.1% 81.3% 100.0% .0% 80.0% % Dari Total 46.0% 26.0% 8.0% .0% 80.0% Milik

Keluarga

Jumlah 5 3 0 1 9

% Kategori Perusahaan

55.6% 33.3% 0% 11.1% 100.0%

% Jumlah Pekerja

17.9% 18.8% 0% 50.0% 18.0%

% Dari Total 10.0% 6.0% .0% 2.0% 18.0%

CV Jumlah 0 0 0 1 1

% Kategori Perusahaan

.0% .0% .0% 100.0% 100.0%

% Jumlah Pekerja

.0% .0% .0% 50.0% 2.0%

% Dari Total .0% .0% .0% 2.0% 2.0%

Total Jumlah 28 16 4 2 50

% Kategori Perusahaan

56.0% 32.0% 8.0% 4.0% 100.0% % Jumlah

Pekerja

100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% % Dari Total 56.0% 32.0% 8.0% 4.0% 100.0%

Sumber : diolah dari data primer

Berdasarkan Tabel 4.9. dapat diketahui bahwa kategori perusahaan milik perorangan lebih mendominasi daripada kategori lainnya sebesar 40 perusahaan atau 80% dari total responden dimana 23 perusahaan dalam kategori tersebut memiliki kurang dari 5 orang pekerja tetap, 13 perusahaan memiliki 5-10 pekerja tetap, dan 4 perusahaan memiliki 11-15 orang pekerja tetap. Selanjutnyaperusahaan milik keluarga sebanyak 9 perusahaan atau 18% dari total responden dimana pada kategori ini terdapat 5 perusahaan yang memiliki pekerja tetap kurang dari 5 orang. Kemudian pada kategori CV hanya ditemukan 1


(46)

144

perusahaan atau 2% dari total responden dan perusahaan ini memiliki lebih dari 20 orang pekerja tetap.

Tata kelola yang dilakukan oleh usaha perorangan belum berjalan dengan baik sehingga produktivitas usaha masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari penyerapan tenaga kerja yang masih sedikit. Namun pada usaha perorangan ini sistem komando dapat dilakukan oleh pemilik usaha. Sementara untuk usaha keluarga penyerapan tenaga kerja lebih banyak, ini menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap usaha tersebut sangat tinggi sehingga anggota keluarga turut serta dalam kegiatan usaha yang dijalankan dengan sistem pendelegasian kewenangan pada tugas-tugas tertentu namun sistem komando sulit diterapkan karena adanya hubungan kekeluargaan antara pemilik dan pekerja. Data responden berdasarkan kategori dan jumlah pekerjaan yang dimiliki dapat dilihat pada Gambar 4.3. :


(47)

145

Gambar 4.3

Data Responden Berdasarkan Kategori Perusahaan dan Jumlah Pekerja

2. Data Responden Berdasarkan Bidang Usaha

Data responden berdasarkan bidang usaha yang dijalaninya dapat dilihat pada Tabel 4.10. :

Tabel 4.10.

Data Responden Berdasarkan Bidang Usaha Kategori

Perusahaan

Bidang Usaha Total

Produksi Makanan

dan Minuman

Olahan Kayu /Rotan/B

ata

Pertukangan Besi, Tembaga

Usaha Dagang/ Restoran

Lain-Lain

Milik Perorangan

20 3 1 5 11 40

Milik Keluarga

9 0 0 0 0 9

CV 0 0 0 1 0 1

Total 29 3 1 6 11 50

Sumber : diolah dari data primer

Berdasarkan Tabel 4.10 di atas dapat diketahui usaha pengusaha UKM Muslim yang menjadi responden di dalam penelitian ini sebagian besar memproduksi makanan dan minuman yaitu sebanyak 29 perusahan dimana 20 perusahaan berkategori milik perorangan dan 9 perusahaan milik keluarga. Usaha berdagang atau membuka restoran sebanyak 6 perusahaan. Sebanyak 3


(48)

146

perusahaan milik perorangan menjalani bidang usaha olahan kayu/rotan/bambu/bata dan hanya 1 perusahaan yang menjalani bidang usaha pertukangan besi dan tembaga. Sedangkan 11 perusahaan milik perorangan lainnya menjalani usaha lain-lain seperti perbengkelan, produksi pakaian, dan jasa.

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kebanyakan dari usaha yang dilakukan bergerak di bidang pengolahan makanan dan minuman. Hal ini disebabkan oleh karena bidang usaha makanan dan minuman tidak memerlukan keterampilan yang spesifik, disini hanya dibutuhkan keterampilan yang mendasar seperti meracik olahan untuk bahan makanan.

3. Data Responden Berdasarkan Lama Perusahaan

Data responden berdasarkan lama perusahaan responden didirikan dikaitkan dengan omset pertahun yang didapat dan jumlah pekerja tetap yang dipekerjakan dapat dilihat pada Tabel 4.11. :

Tabel 4.11.

Data Responden Berdasarkan Lama Perusahaan Berdiri

Omset Lama

Perusahaan Berdiri

Jumlah Pekerja Total

< 5 Orang

5 – 10 Orang

11 – 15 Orang

>20 Orang


(49)

147

Rp < 100 Juta

< 4 Tahun 6 2 8

4 – 6 Tahun 3 1 4

7 – 9 Tahun 1 0 1

10 – 12 Tahun

2 0 2

>12 Tahun 7 3 10

Total 19 6 25

Rp 150 – 200 Juta

< 4 Tahun 1 1 0 2

4 – 6 Tahun 1 1 0 2

7 – 9 Tahun 0 1 0 1

10 – 12 Tahun

2 0 0 2

>12 Tahun 3 1 1 5

Total 7 4 1 12

Rp 201 – 250 Juta

10 - 12 Tahun

0 1 1

>12 Tahun 1 1 2

Total 1 2 3

Rp > 350 Juta

< 4 Tahun 0 0 0 1 1

4 – 6 Tahun 0 3 1 1 5

7 – 9 Tahun 0 0 1 0 1

>12 Tahun 1 1 1 0 3

Total 1 4 3 2 0

Total < 4 Tahun 7 3 0 1 11

4 – 6 Tahun 4 5 1 1 11

7 – 9 Tahun 1 1 1 0 3

10 – 12 Tahun

4 1 0 0 5

>12 Tahun 12 6 2 0 20

Total 28 16 4 2 50

Sumber : diolah dari data primer

Berdasarkan data di atas dapat diketahui perusahaan yang sudah berdiri lebih dari 12 tahun sebanyak 20 perusahaan dimana omsetnya masih tergolong rendah dan jumlah pekerja tetapnya pun masih sedikit. Kebanyakan perusahaan-perusahaan yang sudah berdiri lama tersebut masih memiliki pekerja kurang dari 5 orang dan omset kurang dari Rp 100 juta per tahun. Berikutnya perusahaan yang sudah berdiri selama 10-12 tahun sebanyak 5 perusahaan. Meskipun perusahaan yang sudah berdiri 10-12 tahun ini tergolong perusahaan lama, tetapi omset dan


(50)

148

jumlah pekerja tetapnya masih rendah. Selanjutnya perusahaan yang sudah berdiri selama 7-9 tahun sebanyak 3 perusahaan, perusahaan yang sudah berdiri selama 4-6 tahun dan perusahaan yang baru saja berdiri atau sekitar kurang dari 4 tahun masing-masing sebanyak 11 perusahaan.

Dari kondisi tersebut dapat disimpulkan bahwa lamanya perusahaan berjalan tidak menjamin bahwa omset perusahaan akan menjadi lebih baik. Tetapi pada kenyataannya perusahaan yang sudah lama berdiri memiliki omset yang relative masih rendah serta hanya memiliki sedikit jumlah pekerja tetap. Hal ini disebabkan kurangnya kemampuan manajerial pengusaha dalam mengelola usahanya untuk menjadi lebih maju. Banyaknya perusahaan yang sudah lama berdiri ini harusnya dapat memberikan sumbangsih dalam hal penyerapan tenaga kerja dan pendapatan masyarakat. Pemerintah sebaiknya memberikan pembinaan agar perusahaan-perusahaan ini dapat lebih maju sehingga tidak hanya dapat bertahan dengan kondisi usaha yang stagnan tetapi bertahan dengan adanya peningkatan usaha di setiap tahunnya.

4. Data Responden Berdasarkan Daerah Pemasaran dan Omset

Data responden berdasarkan daerah pemasarandikaitkan dengan omset yang didapat dari hasil usahanya selama 1 tahun dapat dilihat pada Tabel 4.12. :

Tabel 4.12.

Data Responden Berdasarkan Daerah Pemasaran dan Omset

Daerah Pemasaran

Omset Total

Rp < 100 Juta

Rp 150-200 Juta

Rp 201-250 Juta

Rp >350 Juta


(51)

149

Kabupaten/Kota 10 8 1 7 26

Provinsi 3 1 1 3 8

Total 25 12 3 10 50

Sumber : diolah dari data primer

Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa usaha responden yang pemasarannya hanya sampai kecamatan berjumlah 16 usaha, sebagian besar omset yang didapat per tahun kurang dari Rp 100 juta. Lalu usaha yang pemasarannya sudah sampai ke kabupaten/kota berjumlah 26 usaha dimana omset yang didapat relatif tinggi yakni Rp 150 – 100 juta sebanyak 8 usaha, Rp 201 - 250 juta sebanyak 1 usaha, dan Rp > 350 juta sebanyak 7 usaha. Sedangkan usaha responden yang pemasarannya sudah sampai ke tingkat provinsi hanya 8 usaha.

Dapat disimpulkan bahwa semakin luas cakupan wilayah pemasaran, maka omset perusahaan akan semakin tinggi. Namun kenyataanya masih banyak pelaku UKM yang belum memiliki jaringan pemasaran yang luas, sehingga pemasaran yang dilakukan hanya sekitar Kota Tebing Tinggi. Untuk itu, pemerintah kiranya perlu melakukan pembinaan melalui keikutsertaan UKM pada pameran-pameran tingkat provinsi maupun nasional.

4.3. Deskripsi Penelitian

Untuk mengetahui apakah seseorang loyal terhadap bank pilihannya dapat dilihat dari beberapa karakteristik yaitu; menolak penawaran dari bank lain, tidak terpengaruh iklan dan promosi dari bank lain, dan turut mempromosikan bank pilihannya. Pada penelitian ini dilakukan skala pengukuran tingkat penolakan responden terhadap bank lain, tingkat pengaruh iklan dan promosi dari bank lain, dan tingkat tindakan mempromosikan bank pilihannya kepada orang lain dengan.


(52)

150

Tujuan dilakukannya pengukuran ini adalah untuk mengetahui seberapa tinggi loyalitas pengusaha UKM Muslim.

Sementara, sebagian responden lainnya loyal untuk tidak meminjam pada bank manapun dengan berbagai alasan, namun secara umum alasan mereka dapat dibagi atas 2 bagian, sebagian dari kelompok ini menilai tingginya suku bunga yang ditawarkan pihak bank membuat mereka enggan untuk memanfaatkan jasa perbankan, sebahagian lainnya berkaitan dengan pemahaman tentang hukum riba sehingga sedapat mungkin mereka menghindar dari pinjaman ke lembaga perbankan baik ke perbankan syariah maupun konvensional. Sementara sistem bagi hasil yang ditawarkan oleh perbankan syariah selama ini menurut pemahaman pelaku UKM belum dapat menghilangkan keraguan mereka untuk terhindar dari riba.

4.3.1. Loyalitas Pengusaha UKM Muslim untuk Tidak Pernah Meminjam di

Institusi Perbankan

Data responden berdasarkan pengalaman pernah atau tidak pernahnya responden melakukan peminjaman di institusi perbankan baik itu bank konvensional maupun bank syariah dapat kita lihat pada Tabel 4.13. :

Tabel 4.13.

Data Responden Berdasarkan Pernah/Tidak Pernah Kredit

Pernah/Tidak Pernah Kredit

Frekuensi Persentase

Tidak Pernah 16 32


(53)

151

Total 50 100

Sumber : diolah dari data primer

Pada Tabel 4.13. dapat diketahui bahwa dari 50 orang pengusaha UKM Muslim yang menjadi responden dalam penelitian ini, terdapat 34 orang dengan persentase 68% dari total responden yang mengaku pernah melakukan peminjaman atau kredit dari bank. Sedangkan sisanya yaitu 16 orang dengan persentase 32% mengaku tidak pernah mendapatkan pinjaman atau kredit dari bank manapun. Selanjutnya dari 34 pengusaha yang pernah melakukan peminjaman di institusi perbankan akan dilakukan analisis lebih lanjut tentang tingkat loyalitas mereka terhadap bank pilihannya.

Para pengusaha yang tidak pernah meminjam karena masih beranggapan bahwa bunga bank sama dengan riba. Selain itu, prosedur dan aturan yang ditetapkan oleh bank dianggap mereka cukup memberatkan. Sehingga mereka memenuhi kebutuhan dalam menambah modal usahanya melalui dana sendiri atau pinjaman kepada pihak keluarga dan kerabat. Asal dana responden yang tidak pernah meminjam di bank dapat dilihat pada Tabel 4.14. :

Tabel 4.14.

Asal Dana Responden Yang Tidak Meminjam di Bank

Asal Dana Frekuensi Persentase

Dana Sendiri Selalu Cukup


(54)

152

Pinjaman Dari Keluarga 2 12.5

Total 16 100

Sumber : diolah dari data primer

Dari Tabel 4.14. dapat diketahui asal dana dari 16 responden yang tidak pernah meminjam di bank yaitu sebanyak 14 orang atau 87.5% dari total responden dimana mereka memenuhi kebutuhan modal usaha melalui dana sendiri. Sedangkan 2 orang atau 12.5% dari total responden yang tidak pernah meminjam di bank memenuhi kebutuhan modal mereka melalui pinjaman dari pihak keluarga maupun kerabat.

Gambar 4.4.

Asal Dana Responden Yang Tidak Meminjam di Bank 4.3.2. Loyalitas Berdasarkan Bank Pilihan

Pada Tabel 4.15. di bawah ini dijelaskan data tentang bank pilihan responden yang pernah melakukan peminjaman baik itu di bank konvensional, bank syari’ah, maupun campuran (bank konvensional dan bank syari’ah) beserta penggolongan tingkat loyalitas responden berdasarkan bank pilihan mereka :

Tabel 4.15.

Tingkat Loyalitas Berdasarkan Bank Pilihan


(55)

153

Tidak Loyal

Kurang Loyal

Loyal

Bank Konvensional Jumlah 4 16 3 23

% Dari Total

12% 47% 8.8% 67.6%

Bank Syari’ah Jumlah 0 1 2 3

% Dari Total

0% 2.9% 5.9% 8.8%

Bank Konvensional dan Bank Syari’ah (campuran)

Jumlah 0 4 4 8

% Dari Total

0% 11.7% 11.7% 23.5%

Total Jumlah 4 21 9 34

% Dari Total

12% 61.6% 26.4% 100%

Sumber : diolah dari data primer

Dari 34 responden yang mengaku pernah melakukan peminjaman atau kredit di bank, dapat dilihat pada Tabel 4.15. bahwa sebanyak 23 rorang atau 68% dari total responden memilih bank konvensional, 3 orang atau 9% memilih bank syari’ah, 8 orang atau 24% dari total responden memilih bank konvensional dan bank syari’ah (campuran). Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden lebih memilih bank konvensional daripada bank syari’ah. Bahkan jumlah responden yang memilih untuk meminjam hanya di bank syari’ah adalah yang paling sedikit jumlahnya.

Selanjutnya untuk menganalisis tingkat loyalitas responden terhadap institusi perbankan dapat dilakukan pengkategorian responden berdasarkan bank pilihannya. Terdapat 3 kategori yaitu; pertama, kategori responden yang memilih bank konvensional sebanyak 12% responden tidak loyal, 47% responden kurang loyal, dan 8.8%responden loyal. Kedua, kategori responden yang memilih bank syari’ah tidak ada responden yang tidak loyal, 2.9% responden kurang loyal, dan 5.9% responden loyal. Ketiga, kategori responden yang memilih bank konvensional dan bank syari’ah (campuran) sebanyak 11.7% responden


(56)

154

dinyatakan kurang loyal dan 11.7% responden dinyatakan loyal. Pada kategori ini juga tidak ada responden yang dinyatakan tidak loyal. Jadi, dari 34 pengusaha UKM Muslim yang melakukan peminjaman di bank baik itu bank konvensional, bank syari’ah, maupun campuran sebanyak 4 orang atau 12% dari total responden dinyatakan tidak loyal, 21 orang atau 62% dari total responden dinyatakan kurang loyal, dan 9 orang atau 26% dari total responden dinyatakan loyal.

Dari kondisi tersebut diketahui bahwa tingkat loyalitas pengusaha UKM Muslim terhadap institusi perbankan pilihannya masih rendah. Hal tersebut terlihat dari lebih banyaknya pengusaha UKM Muslim yang kurang loyal dibanding pengusaha UKM Muslim yang loyal terhadap bank pilihannya.

4.3.3. Loyalitas Berdasarkan Tingkat Penolakan Terhadap Bank Lain

Pada analisis ini, loyalitas dapat dilihat dari seberapa tingginya penolakan responden terhadap penawaran dari bank lain. Jika responden tidak loyal maka ia jarang sekali menolak bahkan sama sekali tidak menolak penawaran dari bank lain. Sebaliknya, jika responden tersebut loyal terhadap bank pilihannya maka ia akan menolak penawaran dari bank lain. Tetapi jika responden tersebut kurang loyal maka ia agak menolak tawaran tersebut dalam arti bahwa ia akan mencoba mendengarkan penjelasan si penawar terlebih dahulu lalu membandingkan bank tersebut dengan bank pilihannya saat ini. Jika responden yang kurang loyal merasa bahwa bank lain tersebut lebih menguntungkan maka ia akan berpindah bank atau melakukan peminjaman berikutnya di bank lain.

Tabel 4.16.

Loyalitas Berdasarkan Tingkat Penolakan Terhadap Bank Lain


(57)

155

Tidak Menolak Penawaran

dari Bank Lain

Agak Menolak Penawaran dari

Bank Lain

Menolak Penawaran dari

Bank Lain

Tidak Loyal 3 1 0 4

Kurang Loyal 2 19 0 21

Loyal 1 4 4 9

Total 6 24 4 34

Sumber : diolah dari data primer

Dari hasil tabulasi silang (crosstab) antara variabel loyalitas dan penolakan terhadap bank lain ditemukan bahwa dari 4 orang yang dinyatakan loyal 3 diantaranya tidak menolak jika ada penawaran dari bank lain, 1 orang agak menolak, dan tidak ada yang menolak penawaran dari bank lain. Selanjutnya dari 21 orang yang dinyatakan kurang loyal 2 orang tidak menolak bank lain, 19 orang agak menolak, dan tidak ada yang menolak bank lain. Sedangkan dari 9 responden yang loyal terdapat 1 orang tidak menolak, 4 orang agak menolak, dan 4 orang menolak penawaran dari bank lain.

Dari kondisi di atas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat loyalitas pengusaha UKM Muslim maka, semakin tinggi pula tingkat penolakan mereka terhadap penawaran dari bank lain. Hal ini disebabkan karena mereka sudah percaya akan pilihannya sehingga mereka sangat yakin untuk tidak berpindah ke bank lain.

Untuk mengetahui adanya pengaruh tingkat penolakan bank lain terhadap tingkat loyalitas maka dilakukan uji chi square (chi-square test). Jika nilai Asymp. Sig < 0,05 maka kedua variabel tersebut terdapat hubungan yang signifikan, tetapi jika nilai Asymp. Sig > 0,05 maka tidak terdapat hubungan yang signifikan di antara kedua variabel.


(58)

156

Tabel 4.17

Chi-Square Test

Value df Asymp. Sig.

(2-sided)

Pearson Chi-Square 82.200a 49 .002

Likelihood Ratio 48.153 49 .507

Linear-by-Linear Associaton

8.678 1 .003

N of Valid Cases 34

Sumber : diolah dari data primer

Berdasarkan hasil uji chi-square antara tingkat penolakan bank lain dengan tingkat loyalitas dapat dilihat bahwa nilai 0,002 < 0,05 yang signifikan. Hal tersebut berarti tingkat penolakan terhadap bank lain berpengaruh dengan tingkat loyalitas responden.

4.3.4. Loyalitas Berdasarkan Pengaruh Iklan dan Promosi dari Bank Lain

Dalam menentukan loyalitas dapat dilihat dari ada atau tidak adanya pengaruh iklan dan promosi dari bank lain terhadap keteguhan responden untuk tetap memilih bank pilihannya. Responden yang loyal biasanya tidak terpengaruh dengan adanya iklan dan promosi dari bank lain.

Tabel 4.18.

Loyalitas Berdasarkan Pengaruh Iklan dan Promosi dari Bank Lain

Tingkat Loyalitas

Pengaruh Iklan dan Promosi dari Bank Lain Total

Tidak Berpengaruh

Agak Berpengaruh

Berpengaruh

Tidak Loyal 1 2 1 4

Kurang Loyal 8 11 2 21

Loyal 5 4 0 9

Total 14 17 3 34


(59)

157

Berdasarkan tabel hasil tabulasi silang (crosstab) dapat diketahui bahwa sebanyak 4 orang yang tidak loyal, 1 di antaranya tidak terpengaruh, 2 agak terpengaruh, 1 terpengaruh. Berikutnya, dari 21 orang yang kurang loyal sebanyak 8 orang tidak terpengaruh, 11 orang agak terpengaruh, 2 orang terpengaruh. Sedangkan pada 9 orang yang dinyatakan loyal sebanyak 5 orang tidak terpengaruh,4 orang agak terpengaruh jika ada yang menarik dari iklan atau promosi tersebut, dan tidak ada yang terpengaruh oleh iklan dan promosi dari bank lain.

Hal tersebut menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat loyalitas pengusaha UKM Muslim, maka mereka tidak akan terpengaruh oleh iklan dan promosi yang dilakukan oleh bank lain selain bank pilihan mereka. Sedangkan pengusaha yang tingkat loyalitasnya masih rendah cenderung masih dapat terpengaruh oleh iklan dan promosi dari bank lain.

Untuk mengetahui adanya pengaruh iklan dan promosi dari bank lain terhadap tingkat loyalitas maka dilakukan uji chi square (chi-square test). Jika nilai Asymp. Sig < 0,05 maka kedua variabel tersebut terdapat hubungan yang signifikan, tetapi jika nilai Asymp. Sig > 0,05 maka tidak terdapat hubungan yang signifikan di antara kedua variable.

Tabel 4.19.

Chi-Square Test

Value df Asymp. Sig.

( 2-Sided)

Pearson Chi - Square 87.541a 63 .022

Like lihood Ratio 53.762 63 .790

Linear – by – Linear Association

3.424 1 .064

N of Valid Cases


(60)

158

Berdasarkan hasil uji chi-square antara pengaruh iklan dan promosi dari bank lain dengan tingkat loyalitas dapat dilihat bahwa nilai 0,022 < 0,05 yang signifikan. Hal tersebut berarti pengaruh iklan dan promosi dari bank lain berpengaruh dengan tingkat loyalitas responden.

4.3.5. Loyalitas Berdasarkan Tindakan Mempromosikan Bank Pilihannya

Menurut Griffin (2002) salah satu karakteristik dari pelanggan yang loyal adalah dengan turut merekomendasikan/mempromosikan produk lain dari perusahaan pilihannya tersebut kepada orang lain. Berikut adalah tabulasi silang antara tindakan mempromosikan dengan tingkat loyalitas.

Tabel 4.20.

Loyalitas Berdasarkan Tindakan Mempromosikan Bank Pilihannya

Tingkat loyalitas

Tindakan Mempromosikan Total

Tidak

Mempromosikan

Kurang

Mempromosikan

Mempromosikan

Tidak Loyal 3 1 0 4

Kurang Loyal 11 8 2 21

Loyal 1 2 6 9

Total 15 11 8 34

Sumber : diolah dari data primer

Dari tabel di atas dapat diketahui dari 4 orang yang dinyatakan tidak loyal sebanyak 3 orang tidak pernah mempromosikan bank pilihannya dan 1 orang


(61)

159

kurang mempromosikannya. Kurang mempromosikan disini dalam arti ia pernah memberi tahu tentang bank tersebut kepada orang lain tetapi sangat jarang dilakukan. Selanjutnya dari 21 orang yang dinyatakan kurang loyal, 11 orang tidak mempromosikan, 8 orang kurang mempromosikan, dan 2 orang mempromosikan. Mempromosikan dalam arti bahwa ia sering menyarankan orang lain untuk menjadi nasabah dari bank pilihannya. Dan dari 9 orang yang loyal, 1 orang tidak mempromosikan, 2 orang kurang mempromosikan, dan 6 orang mempromosikan bank pilihannya tersebut.

Dapat disimpulkan bahwa pengusaha yang mengaku loyal terhadap bank pilihannya cenderung mempromosikan bank tersebut dari mulut ke mulut tentang keunggulan bank pilihannya agar orang lain tersebut turut bergabung menjadi nasabah bank tersebut. Sedangkan pengusaha yang tidak loyal jarang sekali mau mempromosikan bank pilihannya karena secara prinsip mereka tidak menemukan perbedaan antara bank pilihannya dengan bank lain.

Untuk mengetahui adanya pengaruh tindakan mempromosikan terhadap loyalitas maka dilakukan uji chi square (chi-square test). Jika nilai Asymp. Sig < 0,05 maka kedua variabel tersebut terdapat hubungan yang signifikan, tetapi jika nilai Asymp. Sig > 0,05 maka tidak terdapat hubungan yang signifikan di antara kedua variabel.

Tabel 4.21.

Chi – Square Test

Value df Asymp. Sig.

( 2 – Sided)

Pearson Chi - Square

70.715a 63 236


(62)

160

Linear – by – Linear Association

14.728 1 000

N of Valid Cases 34

Sumber : diolah dari data primer

Berdasarkan hasil uji chi-square antara tindakan mempromosikan dengan tingkat loyalitas dapat dilihat bahwa nilai 0,236 > 0,05 yang tidak signifikan. Hal tersebut berarti tindakan mempromosikan tidak berpengaruh dengan tingkat loyalitas responden.

4.3.6 Alasan Responden Memilih Bank Konvensional

Responden memilih suatu bank pasti memiliki alasan tertentu. Tabel 4.24. memaparkan alasan responden lebih memilih bank konvensional daripada memilih bank syariah.

Tabel 4.22.

Alasan Memilih Bank Konvensional

Alasan Memilih Bank Konvensional

Alasan Tidak Memilih Bank Syariah Total

Bank syariah belum professional (I) Bank syariah tidak beda dengan bank konvensional (II) Bank syariah kurang terbuka (III) Bank syariah belum betul-betul islami (IV) Bank Konvensional lebih professional

Jumlah 0 0 1 0 1

% Dari Total

.0% .0% 3.2% .0% 3.2%

Urusan lebih mudah/lebih dekat

Jumlah 3 0 11 1 14

% Dari Total

9.7% .0% 35.5% 3.2% 48.4%

Bank

konvensional


(63)

161

dan bank syariah tidak ada bedanya

% Dari Total

.0% 6.5% 3.2% .0% 9.7%

Belum paham tentang bank syariah

Jumlah 2 0 8 2 12

% Dari Total

6.5% .0% 25.8% 6.5% 38.7%

Total Jumlah 5 2 21 3 31

% Dari Total

16.1% 6.5% 67.7% 9.7% 100.0%

Sumber : diolah dari data primer

Berdasarkan hasil tabulasi silang di atas diketahui bahwa 1 orang yang memilih bank konvensional karena dianggap lebih professional setuju dengan pernyataan III. 14 orang yang memilih bank konvensional karena urusan lebih mudah/dekat, 3 orang diantaranya setuju dengan pernyataan I, 11 orang setuju dengan pernyataan III, dan 1 orang setuju dengan pernyataan IV. Selanjutnya, 3 orang yang memilih bank konvensional karena bank konvensional dianggap tidak ada bedanya dengan bank syariah sebanyak 2 orang setuju dengan pernyataan II dan 1 orang setuju dengan pernyataan III. Alasan memilih bank konvensional karena belum paham tentang bank syariah dipilih oleh 12 orang, 2 orang diantaranya setuju dengan pernyataan I, 8 orang setuju dengan pernyataan III, dan 2 orang setuju dengan pernyataan IV.

Dapat disimpulkan bahwa alasan utama responden memilih bank konvensional adalah karena urusan di bank konvensional dianggap lebih mudah dan juga belum paham tentang bank syariah. Sedangkan alasan tidak memilih bank syariah didominasi oleh pernyataan III yaitu bank syariah kurang terbuka. Hal ini diakui banyak responden berdasarkan pengalaman mereka yang jarang atau bahkan tidak pernah didatangi oleh pihak bank syariah untuk melakukan


(64)

162

penjelasan sekaligus promosi sehingga mereka enggan untuk menjadi nasabah di bank syariah dan lebih memilih bank konvensional karena sudah paham mengenai bank tersebut sehingga mereka menganggap bahwa urusan di bank konvensional lebih mudah daripada di bank syariah. Dari kondisi tersebut harusnya bank syariah dapat lebih gencar lagi dalam melakukan promosi kepada para pelaku UKM Muslim.

4.3.7 Alasan Responden Memilih Bank Syariah

Untuk melihat alasan responden memilih bank syariah dan alasan tidak memilih bank konvensional dapat dilihat pada Tabel 4.25. di bawah ini :

Tabel 4.23.

Alasan Memilih Bank Syariah

Alasan Memilih Bank Syariah

Alasan Tidak Memilih Bank Konvensional Total

Bank konvensional belum professional (I) Bank syariah beda jauh dengan bank konvensional (II) Bank konvensional betul-betul bertentangan dengan syariah (III) Agar terhindar dari riba

Jumlah 0 2 4 6

% Dari Total

.0% 18.2% 36.4% 54.5%

Bank syariah lebih mudah, lebih dekat

Jumlah 1 3 1 5

% Dari Total

9.1% 27.3% 9.1% 45.5%

Total Jumlah 1 5 5 11

% Dari Total

9.1% 45.5% 45.5% 100%


(65)

163

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa hanya terdapat 2 alasan responden dalam memilih bank syariah. Pertama, agar terhindar dari riba, alasan ini dipilih oleh 6 orang, 2 diantaranya setuju dengan pernyataan II dan 4 orang setuju dengan pernyataan III. Selanjutnya, bank syariah lebih mudah dan lebih dekat dipilih oleh 5 orang, 1 orang diantaranya setuju dengan pernyataan I, 3 orang diantaranya setuju dengan pernyataan II, dan 1 orang setuju dengan pernyataan III.

Kesimpulan yang dapat ditarik adalah responden yang memilih bank syariah biasanya melihat ke aspek agama disamping kemudahan yang diberikan oleh bank syariah. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya responden yang memilih bank syariah agar terhindar dari riba dan tidak memilih bank konvensional karena bank konvensional dianggap bertentangan dengan syariah.

4.3.8 Faktor Utama Penyebab Loyalitas Responden

Tabel 4.26 adalah hasil rekapan yang didapat dari jawaban responden dengan cara memberikan prioritas (ranking) atas 7 pernyataan mengapa responden loyal pada bank pilihannya. Setiap responden yang merupakan nasabah suatu bank telah memberikan rangking antara 1 - 7 pada setiap pernyataan. Pernyataan-pernyataannya adalah sebagai berikut :

1. Banknya besar dan dipercaya 2. Layanannya cepat dan mudah 3. Keamanan bank terjamin

4. Keluarga saya bekerja di bank ini 5. Bank melaksanakan syariat Islam 6. Lokasinya dekat dan mudah dijangkau


(66)

164

7. Layanan ramah dan kondisi nyaman

Hasil penjumlahan ranking penyebab loyalitas penngusaha UKM Muslim terhadap institusi perbankan pilihannya dapat dilihat pada Tabel 4.24. :

Tabel 4.24.

Hasil Penjumlahan Ranking Penyebab Loyalitas

Pernya taan 1

Pernyata an 2

Pernyata an 3

Pernyata an 4

Pernyata an 5

Pernyat aan 6

Pernya taan 7

Jumlah 109 46 128 225 177 156 111

Rata-Rata 3.21 1.35 3.76 6.62 5.21 4.59 3.26 Persentase 11.4% 5.0% 13.4% 23.6% 18.5% 16.3% 11.6%

Sumber : diolah dari data primer

Pada tabel di atas angka yang paling kecil merupakan prioritas utama nasabah dalam memilih bank. Dari hasil jawaban responden yang telah dirata-ratakan didapatkan bahwa angka yang paling kecil terdapat pada pernyataan 2 sebesar 1.35 atau 5% , pernyataan 1 sebesar 3.21 atau 11.4%, dan pernyataan 7 sebesar 3.26 atau 11.6%.Berikut adalah faktor utamanya :

1. Layanannya cepat dan mudah

Seiring dengan tingginya mobilitas penduduk saat ini tidak heran bahwa banyak responden yang memilih pernyataan ini menjadi faktor utama mereka dalam memilih bank dan menyebabkan mereka loyal pada bank pilihannya. Sudah jelas bahwa tidak ada seorang pun yang suka dengan proses yang berbelit, rumit, dan lambat.

2. Banknya besar dan dipercaya

Selayaknya memilih orang kepercayaan kita harus sudah mengenalnya terlebih dahulu maka kita dapat memberikan kepercayaan kepadanya. Begitu juga halnya dengan bank, nama yang sudah dikenal banyak


(67)

165

orang dan sudah terpercaya karena kinerjanya yang baik dan sudah lama berdiri dapat menjadi penyebab responden memilih bank tersebut.

3. Layanan ramah dan kondisi nyaman

Sekali lagi faktor pelayanan menjadi hal paling penting dalam menjalankan suatu bisnis. Orang akan merasa senang jika ia dihargai dan dilayani dengan baik. Jika orang merasa senang dengan pelayanan yang telah didapat maka ia juga akan senang untuk terus menjalin hubungan kerjasama dengan bank tersebut.

4.3.9 Persepsi Responden Mengenai Bank Syariah

Untuk dapat mengetahui persepsi pengusaha UKM Muslim terhadap bank syariah dapat dilihat pada Tabel 4.25. di bawah ini :

Tabel 4.25.

Persepsi Mengenai Bank Syariah

Pernyataan Frekuensi Persentase

Agar lebih dapat bersaing dengan bank konvensional maka pemerintah sebaiknya memberikan keistimewaan kepada bank Syariah

Setuju 40 80

Tidak Setuju 10 20

Total 50 100

Peranan MUI dan Departemen Agama telah cukup dalam

mengajak masyarakat menggunakan Perbankan Syariah

Setuju 26 52

Tidak Setuju 24 48

Total 50 100

Promosi Perbankan Syariah kepada Pengusaha UKM Muslim sangat minim/kurang

Setuju 47 94


(1)

telah banyak memberikan masukan kepada penulis dalam penyelesaian skripsi ini.

6. Dosen dan pegawai Fakultas Ekonomi dan Bisnis Sumatera Utara khususnya Departemen Ekonomi Pembangunan yang telah memberikakn ilmu dan perhatiannya kepada penulis selama mengikuti perkuliahan hingga penyelesaian skripsi ini.

7. Pengusaha UKM Muslim di Kota Tebing Tinggi yang telah berpartisipasi dan bersedia menjadi responden dalam penelitian ini, dan pihak-pihak terkait yang telah memberikan sumbangsih informasi-informasi yang berguna bagi penulis.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan dikarenakan keterbatasan pengetahuan, pengalaman dan kemampuan penulis. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun untuk penyempurnaan penulisan skripsi ini. Penulis juga berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi pihak yang membacanya.

Medan, September 2015

Penulis

Widya Sartika Hasibuan


(2)

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR LAMPIRAN ... ix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Perumusan Masalah ... 10

1.3 Tujuan Penelitian ... 10

1.4 Manfaat Penelitian ... 11

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 12

2.1 Institusi Perbankan ... 12

2.1.1 Bank Konvensional ... 12

2.1.2 Bank Syariah ... 13

2.1.2.1 Pengertian Bank Syariah ... 13

2.1.2.2 Akad-Akad Dalam Perbankan Syariah ... 14

2.1.3 Perbedaan Bank Konvensional dan Syariah ... 20

2.2 UKM ... 23

2.2.1 Pengertian UKM ... 23

2.2.2 Peran UKM ... 26

2.3 Pengusaha Muslim ... 27

2.4 Loyalitas ... 30

2.5 Penelitian Terdahulu ... 31

2.6 Kerangka Konseptual ... 33

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 34

3.1 Jenis Penelitian ... 34

3.2 Ruang Lingkup Penelitian ... 34

3.3 Lokasi dan Waktu Penelitian... 34

3.4 Populasi dan Sampel Penelitian ... 35

3.4.1 Populasi ... 35

3.4.2 Sampel ... 35

3.5 Jenis dan Sumber Data ... 37

3.6 Metode Pengumpulan Data ... 38

3.7 Metode Analisis Data ... 39

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 40

4.1 Gambaran Umum ... 40

4.1.1 Kota Tebing Tinggi... 40

4.1.2 Pengusaha UKM Muslim ... 41


(3)

4.2.1 Profil Pengusaha ... 43

4.2.2. Profil Perusahaan ... 51

4.3 Deskripsi Penelitian ... 59

4.3.1 Loyalitas Pengusaha UKM Muslim Untuk Tidak Pernah Meminjam di Institusi Perbankan ... 60

4.3.2 Loyalitas Berdasarkan Bank Pilihan ... 62

4.3.3 Loyalitas Berdasarkan Tingkat Penolakan Terhadap Bank Lain ... 64

4.3.4 Loyalitas Berdasarkan Pengaruh Iklan dan Promosi dari Bank Lain ... 66

4.3.5 Loyalitas Berdasarkan Tindakan Mempromosikan Bank Pilihannya ... 68

4.3.6 Alasan Responden Memilih Bank Konvensional .. 70

4.3.7 Alasan Responden Memilih Bank Syariah ... 72

4.3.8 Faktor Utama Penyebab Loyalitas Responden ... 73

4.3.9 Persepsi Responden Mengenai Bank Syariah... 75

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 78

5.1 Kesimpulan ... 78

5.2 Saran ... 80

DAFTAR PUSTAKA ... 81


(4)

DAFTAR TABEL

No. Tabel Judul Halaman

1.1 Eksistensi Bank Umum Syariah di Indonesia, Sumatera Utara, dan Tebing Tinggi Tahun

2015...

6

1.2 Jumlah UKM di Kota Tebing

Tinggi...

9

2.1 Perbedaan Sistem Bunga dan Sistem Bagi

Hasil...

19

2.2 Perbandingan Bank Syariah dan Bank Konvensional... 21

2.3 Kriteria Usaha Berdasarkan Aset dan Omzetnya... 25

3.1 Simulasi Pengambilan Sampel dan Prediksi Hari Terpakai... 37

4.1 Jumlah Penduduk di Kota Tebing Tinggi... 41

4.2 Jumlah UKM di Kota Tebing Tinggi Menurut Jenis Usahanya... 42 4.3 Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin... 44 4.4 Data Responden Berdasarkan Umur... 45 4.5 Data Responden Berdasarkan Pendidikan... 46 4.6 Data Responden Berdasarkan Lamanya Jadi Pengusaha... 48

4.7 Data Responden Berdasarkan Suku... 49

4.8 Data Responden Berdasarkan Pernah/Tidak Pernah Sekolah Agama... 50

4.9 Data Responden Berdasarkan Kategori Perusahaan... 52 4.10 Data Responden Berdasarkan Bidang Usaha... 54

4.11 Data Responden Berdasarkan Lama Perusahaan Berdiri... 56

4.12 Data Responden Berdasarkan Daerah Pemasaran dan Omset... 58

4.13 Data Responden Berdasarkan Pernah/Tidak Pernah Kredit….... 60

4.14 Asal Dana Responden Yang Tidak Meminjam di Bank... 61

4.15 Tingkat Loyalitas Berdasarkan Bank Pilihan………... 62

4.16 Loyalitas Berdasarkan Tingkat Penolakan Terhadap Bank Lain………. 64

4.17 Chi-Square Test……… 65

4.18 Loyalitas Berdasarkan Pengaruh Iklan dan Promosi dari Bank Lain………. 66


(5)

4.20 Loyalitas Berdasarkan Tindakan Mempromosikan Bank

Pilihannya………... 68

4.21 Chi-Square Test... 69

4.22 Alasan Memilih Bank

Konvensional... 70

4.23 Alasan Responden Memilih Bank

Syariah... 72

4.24 Hasil Penjumlahan Ranking Penyebab

Loyalitas... 74


(6)

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Judul Halaman

2.1 Kerangka Konseptual ... 33 4.1 Struktur Ekonomi Kota Tebing Tinggi Tahun

2013... 43

4.2 Data Responden Berdasarkan

Suku... 50

4.3 Data Responden Berdasarkan Kategori Perusahaan dan

Jumlah Pekerja... 54