JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SE K O L A H T IN G G I A G A M A ISL A M N EG E R I (ST A IN ) SA L A T IG A 2006

  AKTIFITAS REMAJA DALAM PENANGGULANGAN NARKOBA PADA KARANG TARUNA “SIDO RUKUN” MRANGGEN MAGELANG TAHUN 2005 SKRIPSI

  D iajukan untuk M em enuhi K ew ajiban dan M elengkapi Syarat G una M em peroleh G elar Sarjana (S.Pd.I)

  Disusun Oleh : M. M U ’ALIM NIM : 111 00 016 JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEK O LA H TIN G G I A G A M A ISLA M NEG ER I

  Dra. Nur Hasanah Dosen STAIN Salatiga

  Salatiga, 6 Maret 2006

NOTA PEMBIMBING

  Lamp. : 3 eksemplar Kepada Yth. Hal : Naskah Skripsi

  Ketua STALN Salatiga Sdr. M. Mu’alim di -

  SALATIGA Assalamu'alaikum Wr. Wb.

  Setelah diadakan pengarahan, bimbingan, koreksi dan perbaikan seperlunya, maka skripsi Saudara : M. Mu’alim

  Nama NIM 111 00 016 Jurusan Tarbiyah Progdi PAI Judul AKTIFITAS REMAJA DALAM PENANGGULANGAN

  NARKOBA PADA KARANG TARUNA “SIDO RUKUN” MRANGGEN MAGELANG TAHUN 2005.

  Dapat diajukan dalam sidang munaqasah. Demikian surat ini, harap menjadikan perhatian dan digunakan sebagaimana mestinya.

  Wassalamu 'alaikum Wr. Wb.

  Pembimbing

DEPARTEMEN AGAMA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) SALATIGA

  Jl. Stadion 03 Telp. (0298) 323706, 323433 Fax 323433 Salatiga 50721 Website : www. stainsalati ga. ac. id E-mail: id

  

D E K L A R A S I

B ism illahirrahm anirrahim

  Dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab, peneliti menyatakan bahwa skripsi ini tidak berisi materi yang pernah ditulis oleh orang lain atau pernah diterbitkan. Demikian juga skripsi ini tidak berisi satupun pikiran-pikiran orang lain, kecuali informasi yang terdapat dalam referensi yang dijadikan bahan rujukan.

  Apabila di kemudian hari ternyata terdapat materi atau pikiran-pikiran orang lain di luar referensi yang peneliti cantumkan, maka peneliti sanggup mempertanggung jawabkan kembali keaslian skripsi ini di hadapan sidang munaqosyah skripsi.

  Demikian deklarasi ini dibuat oleh peneliti untuk dapat dimaklumi.

  Salatiga, 6 Maret 2006 Peneliti

  NIM. 11100 016

  DEPARTEMEN AGAMA RI SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA

  Jl. Stadion No. 2 Salatiga (0298) 323706

  

PENGESAHAN

  SKRIPSI Saudara : M .Mu’alim dengan Nomor Induk Mahasiswa : 111 00 016 yang berjudul AKTIFITAS REMAJA DALAM PENANGGULANGAN NARKOBA PADA REMAJA KARANG TARUNA SIDO RUKUN

  MRANGGEN MAGELANG TAHUN 2005 telah dimunaqosahkan dalam Sidang Panitia Ujian, Jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga, pada hari Rabu, 15 Maret 2006 yang bertepatan dengan tanggal 15 Shafar 1427 H.

  Dan telah diterima sebagai bagian dari syarat-syarat untuk memperoleh gelar Sarjana dalam Ilmu Tarbiyah.

  Salatiga,

  15 Maret 2006 M

  15 Shafar 1427 H Panitia Ujian

  Drs. Dioko/Sutopo NIP : 150^231 366

  Islamivah NIP. J 50 234 070

  Pembimbing Dra. Nur Hasanah

  MOTTO

^BerJakiiLafafi kepada SVCafi di m ana saja kam u berada

dan ikuJiCah perbuajan buruk dengan perbuan baik dan

berakfiCakCaft kepada sesam a m anusia dengan a khtak y a n g

muCia.

  

SA ndaikaja itm u iju bisa dicapai dengan meCamun soga

n isc a y a di bumi ini Jia d a erang y a n g bedek. rJ \ i a k a

ju n ju jka fi iCmu dengan sungyuk-sungyuk s u p a y a berfiasiC.

  

PERSEMBAHAN

  Skripsi ini kupersembahkan kepada : 1. Ayah dan Ibunda tercinta yang setia dengan do’anya.

  2. Kakak-kakakku (Mbak Sholihah, Mbak Muslikah, Mbak Uswatun Khasanah, dan keponakan-keponakanku tercinta(Abdul Khamid, MahmucL Agung. Ela. dan Nurul)

  3. Calon pendamping setia yang akan menemani dalam menapak di kehidupan selanjutnya.

  4. Teman-teman mahasiswa STAIN Salatiga pada umumnya, yang telah membantu terselesaikannya skripsi ini pada khususnya.

  5. Bapak-bapak dan senior-senior yang telah memberikan nasehat dan arahan- arahan yang baik kepada penulis.

  6. Saudara-saudaraku seiman dan seperjuangan.

KATA PENGANTAR

  Segala puji bagi Allah SWT, Rabb semesta alam. Rasa syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Ilahi Robbi hanya karena ijin dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Shalawat dan salam semoga terlimpahcurahkan kepada teladan umat Rasulullah saw, keluarga, sahabat, serta orang-orang yang istiqamah di jalannya. Dalam penelitian skripsi yang berjudul “AKTIFITAS REMAJA DALAM PENANGGULANGAN NARKOBA PADA KARANG TARUNA “ SIDO

  RUKUN” MRANGGEN MAGELANG TAHUN 2005 di maksudkan -guna memenuhi salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar Sapana dalam ilmu tarbiyah pada Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga.

  Seiring dengan selesainya penulisan skripsi ini, penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada :

  1. Drs. Badwan, M. Ag, selaku ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga

  2. Dra. Nur Hasanah, selaku dosen pembimbing yang banyak meluangkan waktu dan pemikirannya dalam mengarahkan dan membimbing penulis.

  3. Bapak dan Ibu dosen serta karyawan-karyawati STAIN Salatiga yang telah membekali ilmu pengetahuan serta memberikan pelayanan yang baik kepada penulis.

  4. Bapak Syiyamto, selaku Kepala Dusun Mranggen Desa Bandar Sedayu Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang.

  6. Saudara-saudaraku semua yang telah membantu dan memberikan dukungan dalam penyelesaian skripsi ini.

  7. Keluarga besar Sahabat Comp, thank’s Mas Yuli, dan Mas Syaifudin yang telah membantu menyelesaikan skripsi ini.

  Penulis menyadari dan mengakui bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, semua itu karena keterbatasan pengetahuan penulis. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan skripsi ini. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat. Amien.

  Salatiga, 6 M aret 2006 Penulis

  M M u’alim

  

DAFTAR ISI

  

  

  

  BAB I PENDAHULUAN

  

  

  

  

  

  

  

  

   BAB II LANDASAN TEORI

  2. Program kerja Karang Taruna dalam penanggulangan

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

   D. Daftar hasil angket

  1. Daftar hasil angket tentang Aktifitas Remaja Karang

  

  

  

  

  

  

  

  

   DAFTAR PUSTAKA DAFTAR RIWAYAT HIDUP LAMPIRAN-LAMPIRAN

  DAFTAR TABEL

  

  

  

  

  

  

  

  

   TABEL X KOMPARASI AKTIFITAS REMAJA KARANG TARUNA

  79 TABEL XI NILAI ANGKET TENTANG PENANGGULANGAN

  

  

  

  TABEL XV TABEL KERJA UNTUK MENCARI KOEFISIEN KORELASI ANTARA VARIABEL AKTIFITAS REMAJA KARANG TARUNA (X) DALAM PENANGGULANGAN NARKOBA (Y) .............................................................................

  

BABI

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

  Masa remaja sangat rawan terhadap pengaruh, mode-mode yang sedang berkembang dalam kehidupan saat ini, mungkin itu merupakan problem dan tantangan, serta ingin berusaha bagaimana menghadapinya dan sekaligus mengetahui model-model kehidupan remaja yang dikehendaki oleh Islam. Usaha ini merupakan usaha yang sangat terpuji, oleh karena itu bukan hanya merupakan sesuatu pertanda untuk memahami diri dan lingkungan.

  Namun sekaligus berusaha untuk mencari pemecahan terhadap problematika dan tantangan tadi.

  Menurut Zakiah Darojat mendefinisikan remaja sebagai anak yang ada pada masa peralihan dari masa anak-anak menuju usia dewasa.5 Pada masa peralihan ini biasanya terjadi percepatan pertumbuhan dalam segi fisik maupun segi psikis, baik ditinjau dari bentuk badan, sikap, cara berfikir dan bentuk mereka bukan lagi anak-anak, mereka juga belum dikatakan manusia dewasa yang memiliki kematangan pikiran.

  Sarlito Wirawan Sarwono, mendefinisikan remaja sebagai individu yang tengah mengalami perkembangan fisik dan mental, beliau membatasi remaja ini antara 11-24 tahun dengan perkembangan sebagai b e n k u t:

  2

  1. Usia 11 tahun adalah usia dimana pada umunya tanda-tanda seksual sekunder mulai nampak (kriteria fisik).

  2. Di masyarakat Indonesia, usia 11 tahun sudah dianggap akil baligh baik menurut adat maupun agama.

  3. Pada usia tersebut mulai ada tanda-tanda penyempurnaan perkembangan jiwa.

  4. Batas usia 24 tahun merupakan batas maksimum untuk memberi kesempatan mereka mengembangkan dirinya setelah sebelumnya masih tergantung pada orang tua.2

  Dengan mengembangkan definisi di atas, remaja sangat perlu kegiatan yang positif untuk menjaga pengaruh-pengaruh yang kurang baik. Adapun lingkungan remaja dikelompokkan menjadi tiga lingkungan

  1. Lingkungan Keluarga Dalam lingkungan keluarga orang tualah yang sangat berperan dalam membentuk kepribadian akhlakul karimah terhadap anaknya. Pada umumnya remaja enggan bergaul dengan orang tuanya, yang ini tergantung kepada orang tuanya mampu menciptakan nuansa sebagai kawan anaknya atau selalu akan menerapkan sikap otoriter. Oleh karena itu memilih kawan dan memilih jenis kegiatan bukan suatu yang mudah dan bahkan akan berakibat fatal, jika salah dalam penentuan memilih kawan sebaiknya orang tua ikut memberi pertimbangan kepada anaknya.

  3

  2. Lingkungan Sekolah Selama ini lingkungan sekolah dianggap sebagai lingkungan ideal yang tanpa cela. Oleh karena itu di sanalah nilai-nilai luhur dan ilmu pengetahuan diberikan. Perlu diingat bahwa lingkungan sekolah bukan hanya di dalam kelas, akan tetapi ada waktu di luar kelas seperti waktu istirahat, saat-saat datang (perjalanan ke sekolah) dan di saat sekolah, pulang dari sekolah, maka dalam waktu-waktu tersebut ada peluang untuk terjadi hal-hal yang tidak diinginkan misalnya tawuran antar pelajar, mabuk-mabukan, merokok, memakai narkotika dan yang sering terjadi pembolosn sekolah.

  3. Lingkungan Masyarakat Dalam lingkungan ini, selama ini dituduh sebagai lingkungan terjelek dibanding kedua lingkungan tadi. Dalam praktek, memang sering terjadi nilai-nilai yang telah diterima oleh remaja di sekolah atau di lembaga keagamaan (seperti masjid, majelis pengajian dan lain-lain) berbeda dengan kenyataan yang dilihat dan dialami dalam masyarakat ini lebih banyak dari pada waktunya di lingkungan-lingkungan lain.

  Ada lagi mungkin hal yang sangat penting untuk diperhatikan yaitu adanya pengaruh budaya asing. Kini adanya teknologi modem, apa yang ada di seantero dunia dapat diketahui pada saat ini melalui layar TV, alat komunikasi yang serba modem (internet dan lain-lain).

  Lingkungan-lingkungan tersebut akan berpengaruh kepada remaja

  4

  pandangan dan konsep masa depanya jika ia tidak mampu mengontrol dirinya dan tidak mampu mengatasi kesenjangan antar nilai-nilai yang telah diterima dengan kenyataan yang ia lihat dan kadang harus dialami.

  Akhir-akhir ini penjualan narkoba dan VCD porno semakin luas, berarti ini sangat potensial bagi kawula muda, remaja, mahasiswa dan pelajar sebagai tempat pelarian bagi mereka yang mempunyai problem hidup, meskipun sudah banyak korban-korban yang sudah meninggal diakibatkan karena mengkonsumsi barang-barang tersebut yang sudah jelas-jelas bahwa barang-barang tersebut dapat merugikan kehidupannya, mematikan akalnya, membunuh keninginannya, mematikan semangat, melemahkan kepribadian, menghilangkan akhlak mulia, membuat pelakunya berkhianat, cuek terhadap kemaksiatan, mengurangi energi tubuh dan masih banyak lagi madzrat yang disebabkan oleh narkoba. Allah telah berfirman dalam surat An-Nisa’ 29 : 30

  • * £ i

  u j dU 'i [J-J ^ ol

  _

  £ ? - -

  

j JS <

4_J i jiJJ'i

  3 IjLi ya') uUJ?^ 13 j Janganlah kalian membunuh diri kalian, sesungguhnya Allah

  A rtinya:

  Maha Penyayang kepada kalian dan barang berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka kami kelak akan memasukknya ke dalam neraka, yang demikian itu mudah bagi A lla h 3

  Sudah jelas bahwa Allah SWT. Mengecam keras orang-orang yang menghilangkan akalnya, tidak memfungsikan untuk berfikir, melihat,

  5 merenung, tidak dapat mengambil manfaat dari tanda-tanda yang diberikan Allah SWT kepada mereka.

  Berangkat dari uraian di atas kegiatan remaja yang positif dan agama yang sangat berperan penting dalam kehidupan remaja yang akan memberikan spirit dan sekaligus menawarkan jawaban atas hal-hal yang tidak bisa dipecahkan. Oleh karena itu, remaja membutuhkan tempat sosialisasi di sini penulis cantumkan kegiatan karang taruna dalam kegiatan ini di samping ceramah keagamaan juga dilengkapi kegiatan-kegiatan lain seperti olah raga, kesenian bahkan termasuk kegiatan lintas alam.

  Dengan melihat latar belakang di atas maka penulis memilih judul penelitian, yaitu : AKTIFITAS REMAJA DALAM PENANGGULANGAN NARKOBA PADA KARANG TARUNA S1DORUKUN MRANGGEN MAGELANG TAHUN 2005.

B. Rumusan Masalah

  Kegiatan karang taruna merupakan kagiatan yang sangat potensial dalam pembentukan kepribadian yang berakhlakul karimah lebih-lebih dapat menanggulangi adanya pengaruh kebudayaan yang negatif, misalnya budaya mabuk-mabukan, mengkonsumsi narkoba dan pergaulan bebas. Sehingga permasalah yang timbul dalam penelitian ini adalah :

  1. Bagaimana variasi kegiatan Remaja Karang Taruna Sidorukun Mranggen Magelang tahun 2005?

  2. Bagaimana tingkat penyalahgunaan narkoba di Remaja Karang Taruna

  6

  3. Bagaimana aktifitas Remaja Karang Taruna dalam penanggulangan narkoba?

C. Tujuan Penelitian

  Untuk menentukan arah dan tujuan penelitian, peneliti menggunakan tujuan penelitian sebagai b e rik u t:

  1. Untuk mengetahui variasi kegiatan Remaja Karang Taruna Sidorukun Mranggen Magelang tahun 2005.

  2. Untuk mengetahui bagaimana tingkat penyalahgunaan narkoba di Remaja Karang Taruna Sidorukun Mranggen Magelang tahun 2005.

  3. Untuk mengetahui aktifitas Remaja Karang Taruna dalam penanggulangan narkoba.

D. Manfaat Penelitian

  Dari hasil penelitian peneliti berharap sebagai barometer (ukuran) bagi para pembaca dan bagi para setiap organisasi remaja sehingga tindak lanjut dari pembaca maupun untuk dapat diterapkan.

  E. Penegasan Judul Agar tidak terjadi kesalahan dalam penafsiran judul, maka peneliti mempertegas dari judul yang disajikan sebagai berikut, judul ini terdiri dari dua variabel, yaitu variabel pertama yang berbunyi Aktifitas Remaja Karang

  Taruna yang dimaksudnya lebih dampak positif dari mengikuti kegiatan Karang Taruna. Indikator:

  1. Aktivitas Keorganisasian - Menghadiri setiap ada pertemuan.

  7

  • Memberikan usulan

  Mematuhi peraturan yang berlaku dalam organisasi Melaksanakan semua hasil musyawarah bersama

  2. Aktivitas Sosial

  • Melaksanakan olah raga bersama
  • Melaksanakan kerja bhakti ber
  • Melakukan kunjungan apabila ada yang sakit

  3. Aktivitas Keagamaan

  • Merayakan pengajian Nuzulul Q ur’an
  • Merayakan pengajian Halal-Bihalal - Melaksanakan Silaturrahmi pada tokoh-tokoh masyarakat.

  Variabel yang kedua berbunyi penanggulangan narkoba yang dimaksudnya kurang lebih merupakan sebuah solusi untuk menanggulangi dampak negatif dari suatu perbuatan dengan indikatornya :

  1. Penanggulangan narkoba melalui prevensi (pencegahan)

  • Peran orang tua di rumah

  Peran orang tua di sekolah dan - Peran orang tua di masyarakat.

  2. Penanggulangan narkoba melalui terapi

  • Terapi Medik (kesehatan)

  8

  • Terapi Fisik (olah raga)

  Terapi Ketrampilan - Terapi konsultasi keluarga -

F. Kajian Pustaka

  1. Pengertian, maksud dan tuj uan kegiatan karang taruna

  a. Pengertian karang taruna Pengertian kegiatan dari segi bahasa adalah ketangkasan dalam berusaha. Sedangkan karang taruna merupakan sesuatu organisasi keremajaan atau kepemudaan yang ada dalam masyarakat.

  b. Maksud dan tujuan kegiatan Kegiatan Karang Taruna sangat penting adanya karena untuk sebagai tempat sosialisasi para remaja, yang dimana keadaan saat ini remaja sebagian besar sudah terpengaruh oleh hal-hal yang merugikan diri sendri maupun lingkungan misalnya mabuk-mabukan, dimana perbuatan terasebut telah dilarang agama.

  Atas latar belakang di atas, maka bertujuan untuk mengantisipasi remaja dalam praktik menyimpang dari norma agama supaya mempunyai kepribadian yang matang serta taat beragama dan beralkhlakul karimah.

  2. Pengertian terhadap penanggulangan narkoba Seperti yang sudah dijelaskan dalam penegasan judul bahwa secara keseluruhan bisa diartikan sesuatu usaha untuk menghadapi dan atau

  9 Narkoba merupakan singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang, barang ini bisa bermanfaat bagi manisia tinggal bagaimana manusia menggunakan. Biasanya narkoba dan alkohol ini dapat dimanfaatkan dalam dunia kedokteran, tetapi banyak disalah gunakan oleh manusia yaitu untuk dikonsumsi sebagai pelarian dalam mengatasi masalah, misalnya : mabuk-mabukan, drug dan lain-lain. Menghadapi hal tersebut ini merupakan tugas kita, Firman Allah QS. Ali Imron 104 : Artinya : Hendaklah diantara kamu segolongan umat yang menyeru

  

kepada kebajikan, menyeru kepada yang ma

  ’ru f dan mencegah

  yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung . 4

G. Hipotesis Penelitian

  Menurut Sutrisno Hadi, hipotesis adalah dugaan yang mungkin benar dan yang mungkin salah. Oleh karena itu hipotesis merupakan dugaan sementara, Hal ini senada dengan pendapat W inamo Hadi Surahman bahwa hipotesis merupakan suatu kesimpulan tetapi masih belum final, masih harus dibukatikan kebenarannya/5

  Oleh karena itu, hipotesis dapat saja berlaku dari kesimpulan akhir dari sebuah penelitian, dalam penelitian ini penulis mempunyai hipotesis ada pengaruh antara aktivitas karang taruna terhadap penyalahgunaan narkoba di remaja karang taruna Sido Rukun Mranggen Magelang Tahun 2005.

  10 H. Metodologi Penelitian Dalam menyusun penelitian ini penulis menggunakan metode di antaranya :

  1. Library research (studi pustaka) Dalam pengumpulan data yang diperoleh dari perpustakaan, buku- buku, penulis mengadakan penelitian terhadap buku-buku yang ada hubungannya dengan penelitian ini dengan cara berfikir :

  a. Induksi, artinya menarik kesimpulan dari pengertian-pengertian sifat khusus kepada pengertian yang bersifat umum.

  b. Deduksi, menarik kesimpulan dari pengertian dari pengertian yang lebih khusus.

  c. Komparatif, artinya menarik kesimpulan dan pengertian-pengertian dengan teori membandingkan teori-teori yang satu dengan teori yang lain.

  2. Field researd (studi lapangan)

  a. Populasi Populasi menurut Sutrisno Hadi adalah semua individu yang diteliti.6 Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini remaja karang taruna mranggen magelang tahun 2004. Sedang jum lah anggota karang taruna, penulis mengambil 60 responden yang bisa mewakili semua populasi, tidak penulis ambil semua ada alasan lain.

  b. Metode pengumpulan data

  11 Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan penulis menggunakan beberapa d a ta : 1) Angket

  Angket adalah suatu daftar yang berisi pertanyaan yang harus dijawab oleh responden.7 8 2) Interview

  Teknik ini digunakan sebagai teknik bantu untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan dengan melalui wawancara langsung kepada responden. 3) Observasi

  Sebagai metode ilmiah, metode observasi bisa diartikann sebagai pengamatan dan pencatatan dengan sistematis fenomena- o fenomena yang diselidiki.

  4) Dokumentasi Metode dokumentais yaitu mencari data mengenai hal-hal variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, raport, agenda dan sebagainya.9

  3. Terknik analisi datr

  a. Analisis pendahuluan Analis pendahuluan ini menggunakan presentasi dengan rumus sebagai b e rik u t:

  12 P = L X 100%

  N

  Keterangan : P : Presentase F : Frekuensi N : Jumlah responden

  b. Analisi uji hipotisis Analisis ini menggunakan analisis statistik dengan rumus korelasi product moment untuk menganalisis tujuan yang hendak d ip ak ai:

  1 X 7 - (I X ) - ( 1 7 ) r* =

  N

  I X z - 2 ( ^ ) 2

  N

  1 7 - 2 ( £ 7 ) 2

  N

  Keterangan : : Koefisien korelasi antara X dan Y

  XY : Produk dari X dan 7 X : Variabel skor 1 (aktivitas remaja karang taruna) 7 : Variabel skor II (penanggulangan narkoba)

  N : Jumlah anggota yang diteliti

I. Sistematika Penulisan Skripsi

  BAB I : PENDAHULUAN Pada bab ini berisi tentang latar belakang masalah, rumusan

  13 BA BU : LAND ASAN TEORI Pada bab ini diuraikan pembahasan tentang teori, khususnya yang berkaitan dengan variabel penelitian, yaitu tentang teori- teori, tentang aktifitas remaja karang taruna, pengertian narkoba, macam-macam narkoba, dampak-dampak negatif pada pengguna narkoba, dampak negatif pada lingkungan, cara penanggulangan pecandu narkoba.

  BAB III : LAPORAN HASIL PENELITIAN Pada bab im diuraikan tentang gambaran umum tentang karang taruna Sidorukun Mranggen Magelang berisi tentang sejarah berdirinya, sarana prasarana, jenis kegiatan, struktur organisasi. Dan pada bab ini jugas dimuat hasil angket, observasi tentang kegiatan karang taruna dan penyalahgunaan narkoba di karang taruna Sidorukun Mranggen Magelang 2004.

  BAB IV : ANALISIS DATA

  Analisis data ini terdri dari analisis pertama dan kedua (analisis hipotesis) yaitu : analisis pendahuluan, analisis statistik, test signifikansi dan kesimpulan.

  BAB V : PENUTUP Pada bab ini berisi tentang kesimpulan, saran dan penutup.

  

BAB

n

LANDASAN TEORI

A. Aktivitas Remaja Karang Taruna

  1. Aktivitas Remaja Karang Taruna Aktivitas mengandung beberapa macam arti diantaranya kegiatan, keaktifan, giat. 1 Yang penulis maksud, keberhasilan kegiatan

  Karang Taruna dalam menanggulangi penggunaan penyalahgunaan narkoba pada remaja Karang Taruna Sidorukun Mranggen Magelang tahun 2005.

  Remaja karang taruna menurut Zakiah Daradjat merupakan anak yang ada pada masa peralihan dari masa anak-anak menuju usia dewasa.2

  D an uraian singkat variabel pertama di atas dapat mengandung arti sementara yaitu keberhasilan kegiatan para pemuda atau remja untuk menghindari pengaruh lingkungan yang tidak baik, lebih-lebih jam an sekarang, dimana kemajuan teknologi semakin pesat, seorang pemuda harus memiliki bekal pengetahuan agama, wawasan, pengetahuan, ketrampilan, lebih-lebih agama dan mempunyai kegiatan yang positif.

  15

  2. Program Kerja Karang Taruna dalam Penanggulangan Narkoba Dalam organisasi, Karang Taruna “Sidorukun”, terdapat program keija dimana masing-masing program, dikoordinasi oleh beberapa bidang. Adapun program Karang Taruna yang berkaitan dengan penanggulangan narkoba adalah : a. Program Jangka Pendek

  Dalam program Jangka Pendek Karang Taruna terdapat kegiatan, yaitu penyuluhan oleh tokoh agama dan bidang pendidikan yang memberikan nasehat dan saran serta wawasan pengetahuan tentang hukum, bahaya dan akibat yang ditimbulkan oleh penggunan narkoba. Yang dilakukan dalam setiap pertemuan yang dimasukkan dalam program, bidang kerohanian dan bidang pendidikan.

  b. Program Jangka Panjang Dalam program jangka panjang Karang Taruna, terdapat kegiatan yaitu penyuluhan tentang bahasa dan hukum penggunaan narkoba yang dilakukan oleh tokoh agama setiap tahunnya yaitu dalam rangka pengajian halal bihalal dan Nuzulul Qur’an, di dalam acara tersebut dilakukan pengarakan dan pendidikan kepada remaja

  Kamg Taruna pada khususnya dan semua pengurus dan anggota pada umumnya.

  16

  3. Manfaat Kegiatan Remaja Karang Taruna terhadap Remaja Kegiatan karang taruna memiliki banyak manfaat diantaranya dengana adanya kegiatan karang taruna para remaja memiliki tempat sosialisasi. kegiatan yang baik, para remaja dapat mengembangkan bakat, minat dan kreativitas baik di bidang olah raga, tulis-menulis, diskusi-diskusi dan lain sebagainya.

  Aktivitas mengandung beberapa macam arti diantaranya manjur, tepat mujarab, tepat guna, berhasil.3 Yang penulis maksud, keberhasilan kegiatan kamg taruna, secara bahasa karang artinya wadah, taruna artinya ; pemuda remaja- rem aja.4 Dari uraian singkat variabel pertama di atas dapat mengandung arti sementara yaitu keberhasilan kegiatan para pemuda, untuk menghindari pengaruh lingkungan yang tidak baik, lebih - lebih jaman sekarang, di mana kemajuan teknologi semakin pesat, seorang pemuda harus mempunyai bekal agama, wawasan, pengetahuan ketrampilan, lebih - lebih agama dan mempunyai kegiatan positif

  Imam ghozali, dalam bukunya yang berjudul menyebutkan ada lima wawasan yang harus perlu dikuasai oleh seorang remaja / pemuda untuk dapat berkiprah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan benegara.

  1. Wawasan keilmuan (al - wa'yu al-ilmi) maka remaja perlu meningkatkan kemampuan intelektualitasnya dengan tidak henti hentinya belajar dan menimba ilmu pengetahuan baik dari literature atau alam sekitarnya, menguasai iptek dan berusaha meningkatkan

  Kualitas dan sumber daya manusianya agar mampu bersaing dengan bangsa lain yang sudah maju mengejar ketinggalan di beberapa sektor kehidupan baik meyangkut segi kualitas maupun kuantitas 5

  17

  2. Wawasan keagamaan ( al- wa'yual - arn y ) dalam hal ini remaja perlu mempertebal keimanan dan meningkatkan ketakwaannya terutama dalam menghadapi proses demokrasi di kalangan remaja masa kini. Dengan wawasan keagamaan yang dalam diharapkan kaum remaja tidak mudah terbawa arus pergaulan yang menyesatkan serta mampu menjaga diri, menghiasi dirinya dengan akhlaqul karimah yang menjadi pilar utama kokohnya suatu bangsa.u

  3. Wawasan kebangsaan {a l - wa'yual wathoni) sebagi calon pemimpin bangsa dimasa depan, remaja perlu membekali diri dengan wawasan kebangsaaan meliputi ilmu poitik, ilmu tata Negara, pengetahuan tentang sejarah bangsa berikut para pahlawannya, wawasan nusantara dan senantiasa mengenai dan mengikuti perkembangan bangsa dari berbagai sumber informasi baik dari media cetak maupun elektronik.' Dengan demikian maka kaum remaja akan memiliki jiwa patriotisme yang tinggi, disamping memiliki pula tanggung jawab yang besar terhadap nasib dan kemajuan bangsanya

  4. Wawasan kemasyarakatan ( al- wa'yu alijtima' ) sebagai bahan yang tak terpisahkan dari masyarakat kaum remaja menjadi motivator pengerak kedinamisannya bagi masyarakatnya, karena itulah maka kaum remaja dipandang perlu untuk memiliki wawasan kemasyarakatan dalam berbagai aspek kehidupannya, mereka harus memiliki kepedulian sosial yang tinggi tanggap terhadap permasalahan 6

  7

  6 Ibid., him. 107

  7 Ibid., him. 1075

  18

  yang sedang dihadapi oleh masyarakatnya serta mencoba mencari solusi yang sedang dihadapi oleh masyarakatnya serta mencoba mencari solusi alternatifnya, mau berjuang dan mengabdi untuk kepentingan masyarakat. Karena manusia yang terbaik adalah orang yang paling bermanfaat bagi sesamanya , atau orang yang hidupnya mau menghidupkan orang lain."

  5. Wawasan keorganisasian {Al — wa'yu al- nidzomi) Suatu kebenaran tanpa ditopang oleh suatu organisasi yang baik maka

  • akan dapat dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir Tutur Sayyidina Ali rav

  ’’Betapa banyak orang memiliki niat baik ( ghovat ) namun dikarenakan cara ( wasilah ) nya kurang baik tidak mampu mengelola dan mengaturnya secara tepat terencana dan terprogram akhirnya berjuang pada kegagalan”.

  Oleh sebab itu remaja atau pemuda harus mempunyai atau memiliki pengetahuan tentang keorganisasian dengan baik agar dapat membina masyarakat dapat berhasil dan tepat sasaran juga dengan menggeluti dunia keorganisasian akan dapat membina jiwa dan banyak mendukung banyak penyaluran bakat kepemimpinannya.

  Remaja atau tulang punggung perubahan dan semangatnya sangat bergelora, sejarah telah membuktikan memberi kesimpulan yang sama kapada penghuni bumi bahwa remaja atau pemuda menjadi tulang punggung atau menjadi ujung tombak perubahan sebuah zaman.

  8 Ibid., him. 109 him. 110

9 Ibid.,

  19 Ditangannya tergenggam sebuah masa depan, ditangannya pula jawaban sebuah peradaban akan bermula.

  Rasulullah sendiri telah membuktikannya, diawal perjuangannya para pemuda yang beringan tangan menerima risalahnya, mereka orang yang pertama kali menerima, sekaligus menerima risalahnya dan memperjuangkannya, tidak berlebihan jika beliau berpesan :

  Sava wasiatkan Dara oemuda keDaaamu aenean oaiK. seoao m s:— berhati halus, ketika Allah mengutus diriku untuk menyampaikan agama yang bijaksana ini, maka kaum mudalah yamg pertama - tama menyambut saya, sedang kaum tua menentangnya.

  Perhatian Rosulullah SAW kepada pemuda tentulah bukan isapan jempol belaka, beliau memiliki analisa yang matang atas peran dan posisi yang strategis dalam diri pemuda sebagaimana sejarah mencatat kisah

  Usamah bin Zaid, yang masih berusia delapan belas tahun telah memimpin sebuah peperangan, padahaldisekitar mereka terdapat sahabat- sahabat yang lain yang lebih senior, baik dari segi usia maupun pengalaman, keberanian dan kepemimpinan yang dimiliki Usamah tentunya muncul melalui pembinaaan dan pembentukan dari yang sungguh-sungguh dari tangan- tangan yang bekerja keras orang-orang yang berkompeten dengan pendidikannya, termasuk Rasulullah SAW sendiri.

  Demikian pula dalam perang Uhud , Rifa'i bin Khudair serta Samurah bin Jundab keduanya berusia 15 tahun serta meminta kepada Rasulullah SAW dan mengijinkannya juga. 1

  10 Koesmarwanti Nugroho Widiantoro, Dakwah Sekolah di Era Baru, Era Intermedia, Cet. I, 2002, him. 19

  20 Sejarah juga telah mencatat kebesaran anak kecil yang datang

  dengan rombongannya kehadapan khalifah Umar bin Abdul Azis. Anak kecil itu ditunjuk mewakili mereka meskipun banyak orang yang lebih tua disekitamya, sang kholifah berkata ’Tunggu sebentar wahai anakku, biarlah orang yang lebih tua dulu yag berbicara”.

  Si anak tersenyum dan berkata “wahai amirul mu'minin sesungguhnya orang diukur dengan dus hal yang lebih kecil yang ada padanya, lidah dan hatinya, maka kalau seseorang dikaruniai oleh Allah lesan yang tajam serta merta hati yang besar, maka sungguh ia telah berarti didalam hidupnya, wahai amirul mu'minin, sekiranya segala sesuatu didasarkan atas dasar usia, maka disana ada orang yang lebih tua dari anda yang lebih berhak memangku jabatan kholifah ini.

  Uquban bin NaTfi adalah seorang pemuda yang semangatnya bergelora, ketika kaki kudanya telah sampai di lautan Atlantik yang membentang dengan lantang ia berseru ya Allah ya Tuhannya Muhammad, seandainya bukan karena lautan, tentu kubuka benua itu untuk meninggikan rahmatmu, ya Allah saksikanlah”.

  Itulah tekad yang membara dari seorang pemuda yang telah terbentuk aqidah, pola piker ( fikrah ) dan amaliahnya dengan Islam, tidak sia-sia mereka memiliki semangat yang membara, karena mereka mampu menatanya dengan ketaatannnya kepada Allah SWT.

  21 Kebesaran sejarah pemuda itulah yang disimpulkan ulama' besar

  Hasan Al-Bana, bahwa semenjak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan, pada setiap kegiatan kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya, pada setiap fikrah pemuda adalah pengibar panji-panjinya.

  Mereka adalah para remaja yang beruntung karena mereka pandai memanfaatkan waktunya atau masa mudanya sebagaimana syarat Rosulullah dalam sabdanya;

  Raihlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara : > Masa mudamu sebelum masa tua mu

  > Masa sehatmu sebelum masa sakitmu > Masa kayamu sebelum masa miskinmu

  > Masa kesempatanmu sebelum masa sempitmu > Masa hidupmu sebelum masa matimu ( HR. Muslim ) 1 ‘

  Masa remaja adalah masa memuncaknya potensi, baik potensi fisik maupun potensi akalnya, masa remaja yang menjadi masa penuh idealisme, mengarahkan idealisme yang ada dalam benak remaja menjadi tugas penting bagi orang-orang yang berkompeten terhadap perkembangannya.

  Hal ini didukung oleh karakter remaja yag semangatnya berapi-api, emosional, pantang menyerah sekaligus labil. Adakalanya remaja mudah dimanfaatkan untuk penyebaran suatu isme tertentu, keberhasilan penanaman isme tertentu dan prinsip itulah yang akan diperjuangkan oleh para remaja.

  n

  22 Abdullah Nassih Ulwan mengatakan bahwa masa remaja merupakan

  masa yang penuh tantangan, yang dengan tantangan itulah mereka akan mencapai kedewasaan, kematangan, dan kepribadian yang benar-benar tangguh. Hal ini terkait dengan mereka menghadapi tantangan. Ada diantara mereka yang menjadi tantangan / memahami tantangan sekedar untuk menjadikan dirinya mampu meraih symbol status yang akan diperhitungkan ditengah kelompoknya serta tanpa disertai pemahaman tantangan yang sesuai dengan nilai syari'. Akhirnya mereka menjadi remaja yang bersemangat tapi bebas nilai. Hal ini sangat berbeda dengan mereka yang memiliki atau memahami tantangan dengan sesuatu yang bermakna dan bermanfaat bagi sekitar dan sesamanya. Remaja seperti inilah yang akan tampil ditengah - tengah masyarakat dengan nilai yang sangat berharga.

  Masa remaja sebagai masa tantangan ini didukung oleh kecenderungan remaja untuk memisahkan diri dari ketergantungan orang tua. Upaya ini dilakukan untuk menemukan identitas dirinya. Remaja memiliki individualitas yang mantap untuk menjadi dirinya sendiri dengan kebesaran yang mereka miliki

  Menurut Abdullah Nassih Ulwan, bahwa gelora remaja adalah romantisme peijuangan, mereka selalu menunjukkan dirinya sebagai manusia yang berarti yang dapat memikul tanggung jawab yang besar. Mereka berusaha memunculkan diri sebagai manusia yang memiliki kekuatan ( power ) sehingga eksistensi jiwa mudanya benar - benar memancar dan diperhitungkan oleh lingkungannya, kembali hal ini terkait

  23

  dengan pemahaman obyek peijuangan itu, yaitu apa yang diperjuangkannya remaja tidak segan - segan berusaha sekuat tenaga dan berkorban dengan segala yang dimilikinya untuk mempeijuangkan apa yang diinginkannya, maka merugi sekali jika kita membiarkan mereka mempeij uangkan sesuatu yang tidak bermanfaaat atau bahkan sesuatu yang madarat. IZ Pemuda memiliki kekuatan dan semangat, kekuatan dan semangat memiliki atau memungkinkan mereka menjadi basis operasional dalam peijalanan dakwah. Energi yang melimpah dari semangat yang memancar dari dirinya mampu mengusung beban dakwa yang senantiasa berkembang. Namun disadari, dibalik kekuatan dan semangatnya pemuda memiliki kepolosan.

  Sifat inilah yang memungkinkan para pemuda menjadi basis kaderisasi dalam dakwah mereka mudah dibentuk dengan menanamkan nilai - nilai yang akan memotifasi dan mengarahkan gerakannya .

  Melihat dari fenomena diatas dapatlah diambil kesimpulan bahwa orang - orang yang berkompeten didalamnya terhadap perkembangannya harus memakai tanggung jawabnya dengan benar dan sungguh - sungguh. Tugas mereka adalah mengarahkan kepada jalan yang benar, ini menjadi bagian dari rekayasa peradaban rekayasa dini terhaadap para remaja ini menjadi bagian dari percepatan pembangunan generasi, yang berarti mempercepat kemanfaatan potensi mereka untuk peradaban yang dibentuk.

  Satu hal lagi bahwa rekayasa pembangunan generasi ini harus dilakukan secara terpadu dengan berbagai aspeknya.

  12 Ibid., him. 23

  24 Pembinaan yang dilakukan Rasulullah SAW, terhadap para sahabat

  yang masih sangat muda ini bagian dari rekayasa pembangunan generasi secara dini.

  Ali bin Abi Tholib dibina sejak usia delapan tahun, Zubair bin Awam delapan tahun, Arqom bin Arqom enam belas tahun dan tokoh - tokoh muda lainnya

  Rekayasa pembinaan inilah mendapatkan hasil yang tidak sia-sia, dalam sejarah berikutnya kita dapat melihat sosok - sosok yang tidak kalah tepat. Asy Syahid Abdullah Azzam telah teijun kemedan jihad Afghanistan sejak usia belia . beliau juga tellah ikut serta membina dan menyatukan para mujahidin. Asy Syahid Hasan al - Bana dengan kematangan pribadinya telah menjadi penggerak kebangkitan Islam dengan pendirian jamaah terbesar didunia. Al - Ikhwan al - Mushmin, pada usia yang masih sangat muda yaitu dua puluh tahun dimana dakwah dan pengaruhnya kini telah menyebar lebih dari 70 negara, dan tentu saja tidak terhitung pemuda- pemuda dan bocah - bocah intifadoh Palestina yang hingga detik ini masih bertarung dan beijihad melawan pusat kekuatan kufur dunia, Yahudi Israel.

  Kisah Muhammad Farhat, remaja Palestina berusia 17 tahun ini adalah seorang yatim yang tinggal bersama ibunya 2 saudara laki-lakinya sedang dipenjara, seorang lagi sedang luka parah. Tinggallah seorang remaja Farrhat menjadi tumpuan keluarganya mencari nafkah menghidupi mereka semua. Pada saat tekanan zionis Israel semaki kejam dan menyeluruh, Farhat muda sangat berkeinginan menjadi dan mendaftar

  25

  sebagai pasukan bom syahid ke Brigade Izzudin al - Qossam . Namun apa daya ditolak oleh panitia pendaftaran brigade tersebut, karena Farhat menjadi tumpuan keluarga satu - satunya dalam mencari nafkah, selain daftar antrian bom syahid yang amat panjang. Dengan sedih diceritakanlah hal tersebut kepada ibunya yang amat disayanginya. Sang ibu kemudian menuliskan surat untuk disampaikan kepada pimpinan Brigade Izzudin Al - Qosam. Surat itu meminta dengan amat sangat agar pimpinan brigade mau menerinma putranya menjadi bom syahid, bahkan pada urutan yang paling atas.

  Pada hari yang ditentukan, berangkatlah Farhat mengenakan bom menuju sebuah lokasi pemukiman Yahudi, dengan amat cerdik dan gesit Farhat berhasil menerobos beberapa pos penjagaan tentara Israel dan batas elektronik, hingga tibalah dilokasi pemukiman tersebut dan ia dipergoki oleh tentara - tentara Israel yang sedang latihan di halaman pemukiman. Terjadilah perkelahian fisik dan hebatnya Farhat muda berhasil menewaskan 7 orang tentara yang amat kekar dan amat terlatih serta melukai enam belas lainnya. Farhat kemudian dibom dan syahid menemui Tuhannya.

  Pada bulan Maret 2002, yang lalu banyak anak —anak belasan tahun di Mesir kembali mencoba menerobos Rafah, perbatasan Mesir Palestina, mereka berusaha bergabung dengan rekan - rekannya yang mempertaruhkan nyawa di Palestina dalam aksi-aksi intifadah, mengusir penjajah zionis Israel terutama dipicu oleh Syahidnya Muhammad Al -

  26 Dhurra empat belas tahun akibat tembakan dingin senjata zionis September

  2001. Seperti yang dilakukan oleh seorang anak SD, Muhammad Misri dua belas tahun yang tinggal dikampung Ainu Syam Mesir, ia sangat terpukul oleh kondisi memprihatinkan yang menimpa saudara-saudaranya di Palestina. Untuk itu ia mengumpulkan uang jajannya selama beberapa bulan untuk biaya pergi ke Rafah menuju Ghaza. Belum sempat sampai di tujuan, ia akhirnya ditangkap oleh polisi Mesir di Perbatasan dan akhirnya dipulangkan ke orang tuanya di Ainu Syam.

  Dari beberapa kisah diatas sangat jelas, bahwa dari zaman dahulu sampai sekarang, remaja atau pemuda merupakan tonggak awal sebuah perubahan sebuah komunitas atau bangsa. Pemuda merupakan generasi penerus maka harus diadakan pembinaan, pengarah yang baik.

  Kegiatan karang taruna, merupakan kegiatan yang positif, di dalam kegiatan ini ada sebuah kegiatan yang bias membina dibidang fisik maupun mental, jadi para pemuda khususnya bias menyampaikan dan mengembangkan aspirasi yang dimiliki.

  B.

  Penanggulangan Narkoba

  1. Pengertian Narkoba Narkoba merupakan kepanjangannya adalah narkotika dan obat-obatan berbahaya.,J>

  |J Abu Al-Ghifari, Generasi Narkoba, Pemeungpeuk, Bandung, cet. ke. 1, 2002 M, him. 9

  27 Narkotika dan obat-obatan yang berbahaya saat ini ramai

  dibicarakan dimana — mana, produk setan ini begitu mudah masuk dan peredarannya di Indonesia sungguh luar biasa, merambah segala kehidupan dan tingkat usia, mulai dari pejabat hingga rakyat biasa, para penjahat hingga aparat kepolisian, para mahasiswa hingga dosen, para siswa hingga guru, para artis hingga olah ragawan, sesuatu yang menyedihkan anak SD pun mulai ikut - ikutan mengunakannya.

  Kalau kita amati, saat ini yang mengkonsumsi narkoba bukan hanya terbatas kalangan elit saja, kalangan bawahpun ( yang tidak mampu ) banyak yang telah mengkonsumsi. Pada awalnya mungkin mereka tidak bermaksud teijun ke dunia narkoba, namun ada beberapa orang atau temannya yang memberinya gratis dengan tujuan agar dia ketergantungan, hingga pada ketergantungan temannya mengharuskan beli, sehingga muncul problem, untuk membeli narkoba otomatis berbagai cara dilakukan termasuk melakukan pencurian, perampokan, pencopetan dan penjambretan.

  Akhir - akhir ini banyak berita tentang ada banyak anak pecandu yang sudah berani mencuri uang orang tuanya, bahkan menjual barang - barang dirumah, ada juga yang meminjam temannya, sehingga badan rusak dan orang - orang disekitamyapun merasakan dampak negatifnya.

  Menurut data kepolisian, merebaknya kasus narkoba selalu diiringi dengan merebaknya berbagai tindak kejahatan. Inilah bahaya

  28

  secara social, bisa diambil kesimpulan, jika pengguna narkoba semakin banyak, berarti tingkat kejahatanpun akan semakin banyak.

  Adapun modus perdagangan narkoba sudah sedemikian canggih menurut pengamatan ada sepuluh modus yang paling sering digunakan diantaranya : dicampur dengan minuman saat pesta, dibungkus permen dan diberikan pada anak SD, bahkan pada beberapa waktu lalu terungkap ada yang sengaja disatukan dengan tinta bolpoint dengan diberi sedikit pewangi sehingga beberapa anak Sekolah Dasar mengalami pusing - pusing. Memperhatikan beberapa fenomena diatas, saatnya kita merenungi firman Allah dalam surat An - Nisa ayat 9:

  • ' « ■ _ .» i « 4 * ‘ i l y i y L j

Dokumen yang terkait

E N I N G K A T A N H A S I L B E L A J A R M E N U L I S K A L I M A T E F E K T I F D A L A M P A R A G R A F A R G U M E N T A S I M E L A L U I K E G I A T A N P E E R C O R R E C T I O N P A D A S I S W A K E L A S X 1 S M A N E G E R I R A M B I P U

0 2 17

I D E N T I F I K A S I P E N G A R U H L O K A S I U S A H A T E R H A D A P T I N G K A T K E B E R H A S I L A N U S A H A M I N I M A R K E T W A R A L A B A D I K A B U P A T E N J E M B E R D E N G A N S I S T E M I N F O R M A S I G E O G R A F I S

0 3 19

Muhammad Agus Widiyanto 111 01 042 JU R U SA N T A R B IY A H P R O G R A M ST U D I PE N D ID IK A N A G A M A ISLAM SE K O L A H T IN G G I A G A M A ISL A M N E G E R I (ST A IN ) SA L A T IG A 2006

0 3 91

NIM: 111 01 087 JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SE K O L A H TIN G G I A G A M A ISLAM NEG ERI (ST A IN ) SALATIGA

0 1 110

J U R U S A N T A R B IY A H P R O G R A M S T U D I P E N D ID IK A N A G A M A IS L A M S E K O L A H T IN G G I A G A M A IS L A M N E G E R I (ST A IN ) S A L A T IG A

0 0 95

F A K U L T A R T A R B IY A H SE K O L A H T IN G G I A G A M A ISL A M N E G R I (ST A IN ) SA L A T IG A 2008

0 0 94

Perpustakaan STAIN Salatiga P E N G A R U H P E M A H A M A N P E N D ID IK A N A G A M A ISL A M T E R H A D A P K E S A L E H A N S O S IA L SIS W A DI S M K N E G E R I 1 S A L A T IG A T A H U N 2007

0 2 127

JU R U SA N T A R B IY A H PR O G R A M STU D I P E N D ID IK A N A G A M A ISLA M SEK O LA H T IN G G I A G A M A IS L A M N E G E R I (ST A IN ) SA L A T IG A 2008

0 2 95

JU R U SA N T A R B IY A H P R O G R A M ST U D I PE N D ID IK A N A G A M A ISL A M SE K O L A H T IN G G I A G A M A ISL A M N EG E R I (ST A IN ) SA L A T IG A 2008

0 0 103

P E M B IN A A N 0 R 4 N G T U A P E N G A R U H N Y A TERHADAP AKHLAK REMAJA DI DESA K A L IY O S O K E L U R A H A N K U T O W i N A N G U N K E C A M A T A N T I N G K I R K O T A S A L A T IG A T A H U N 2008

0 0 111