RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI RESERVASI DAN REFUND TIKET PESAWAT TERBANG SERTA PENDAPATAN DAN PIUTANG KEUANGAN PADA PT. SUMAN TOUR.

(1)

PENDAPATAN DAN PIUTANG KEUANGAN PADA PT. SUMAN TOUR

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Komputer pada Fakultas Teknik Industri

UPN “Veteran” Jawa Timur.

Oleh :

DANNY LAYA 0834015006

YAYASAN KESEJAHTERAAN PENDIDIKAN DAN PERUMAHAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ” VETERAN ” JAWA TIMUR

FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA


(2)

YAYASAN KESEJAHTERAAN PENDIDIKAN DAN PERUMAHAN UPN “VETERAN” JAWA TIMUR

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

Jl. Rungkut Madya Gunung Anyar Surabaya 60294 Tlp. (031) 8706369, 8783189 Fax (031) 8706372 Website: www.upnjatim.ac.id

KETERANGAN REVISI

Mahasiswa di bawah ini :

Nama : Danny Laya NPM : 0834015006

Program Studi : Teknik Informatika Telah mengerjakan revisi skripsi dengan judul :

“RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI RESERVASI DAN REFUND TIKET PESAWAT TERBANG SERTA PENDAPATAN DAN PIUTANG

KEUANGAN PADA PT. SUMAN TOUR”.

Oleh karenanya mahasiswa tersebut diatas dinyatakan bebas revisi skripsi dan diijinkan untuk membukukan skripsi dengan judul tersebut.

Surabaya, 21 Juni 2012 Dosen Penguji yang memerintahkan revisi:

1.) Hudan Studiawan, S.Kom, M.Kom

{

}

NPT.

2.) Achmad Junaidi, S.Kom

{

}

NPT. 378110401991

3.) Ir. L. Urip Widodo, MT

{

}

NPT. 19570414 198803 1 001

Mengetahui, Dosen Pembimbing Dosen Pembimbing Utama

Intan Yuniar P, S.Kom, M.Sc NIP/NPT. 3 8006 04 0198 1

Dosen Pembimbing Pendamping

Wahyu S.J. Saputra,S.Kom


(3)

ABSTRAK

Penyusun : Danny Laya

Pembimbing I : Intan Yuniar P, S.Kom, M.Sc Pembimbing II : Wahyu S.J. Saputra, S.Kom

Tidak dapat dipungkiri lagi saat ini dunia teknologi informasi sudah berkembang dengan sangat pesat. Dari jaman pertama kali ketika komputer pertama kali diciptakan, komputer hanya dapat dimiliki oleh kalangan menengah keatas. Namun bila kita melihat saat ini, kini hampir setiap orang menenteng komputer jinjing mereka masing-masing.

Perkembang teknologi informasi (TI) ini juga sangat terasa di dunia bisnis. Saat ini hampir semua sektor bisnis mulai mengintegrasikan TI pada operasional bisnis mereka masing-masing. Dunia bisnis yang dituntut untuk selalu efektif dan melakukan perubahan, saat ini dituntut juga untuk mengintegrasikan TI sebagai bagian dari mengikuti jaman.

Industri penerbangan juga tidak lepas dari sentuhan ajaib TI ini. Agen pesawat terbang yang merupakan bagian penting dari industri penerbangan, satu demi satu mulai mengintegrasikan TI ke dalam bisnis mereka. Mulai dari agen pesawat dengan skala besar samapai yang skala kecil. Diharapkan dengan mengintegrasikan TI dalam bisnis mereka, bisnis agen pesawat terbang dapat menjadi lebih efektif dan sesuai dengan perkembangan jaman.

Kata Kunci : Teknologi Informasi (TI), Agen Pesawat Terbang, Administrasi Bisnis Modern


(4)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan Kekuatan-Nya sehingga dengan segala keterbatasan waktu, tenaga, pikiran dan keberuntungan yang dimiliki penyusun, akhirnya penyusun dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul ″RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI RESERVASI DAN REFUND TIKET PESAWAT TERBANG SERTA PENDAPATAN DAN PIUTANG KEUANGAN PADA PT. SUMAN TOUR″ dengan tepat waktu. Ucapan terima kasih juga penulis tunjukkan kepada Ibu Intan Yuniar P, S.Kom, M.Sc selaku pembimbing utama dan Bapak Wahyu S.J. Saputra, S.Kom selaku pembimbing pendamping selama pembuatan Tugas Akhir ini.

Skripsi dengan beban 4 SKS ini disusun untuk diajukan sebagai persyaratan untuk menyelesaikan program Strata Satu (S1) pada jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, UPN ”Veteran” Jawa Timur.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu kritik dan saran yang membangun penulis harapkan dari para pembaca untuk pembenahan aplikasi lebh lanjut. Akhirnya penulis berharap agar hasil laporan ini bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya, dan bagi para penulis khususnya, serta mampu memberikan sumbangsih bagi kemajuan keluarga besar Teknik Informatika UPN “Veteran” Jawa Timur, Amin.

Surabaya, Juni 2012


(5)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... a

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR GAMBAR ... viii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Perumusan Masalah ... 3

1.3 Batasan Masalah ... 3

1.4 Tujuan Penelitian ... 4

1.5 Manfaat Penelitian ... 4

1.6 Metodologi Penelitian... 5

1.7 Sistematika Penulisan ... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 8

2.1. PT. Suman Tour ... 8

2.2 Sistem Informasi ... 10

2.3. Sistem Reservasi dan Refund ... 11

2.3.1. Pengertian Reservasi ... 11

2.3.2. Pengertian Refund ... 13

2.4. Pendapatan dan Piutang Keuangan ... 15

2.4.1. Pendapatan ... 15

2.4.2. Piutang... 17

2.5. IATA ... 19


(6)

2.7. MySQL ... 22

2.8. JavaSript ... 22

2.9. CSS ( Cascading Style Sheet ) ... 24

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM... 25

3.1. Analisis ... 25

3.2 Perancangan Sistem ... 29

3.2.1. Deskripsi Umum Sistem ... 29

3.2.2. Kebutuhan Sistem ... 30

3.2.3. Kebutuhan Pengguna... 30

3.3 Kebutuhan Basis data ... 31

3.3.1. Diagram Jenjang ... 31

3.3.2. DFD ( Data Flow Diagram ) ... 32

3.3.3. ERD ( Entity Relationship Diagram ) ... 39

3.3.4. Conceptual Data Model ( CDM ) ... 43

3.3.5. Physical Data Model ( PDM ) ... 43

3.3.6. System Flow ... 46

3.4 Perancangan Database ... 51

3.5 Perancangan Interface ( Antarmuka ) ... 56

3.5.1. Tampilan Master Pegawai... 56

3.5.2. Tampilan Master Sub Agent ... 56

3.5.3. Tampilan Booking Tiket ... 57

3.5.4. Tampilan Reservasi Tiket ... 57

BAB IV IMPLEMENTASI ... 58

4.1 Alat yang Digunakan ... 58


(7)

4.3 Interface Aplikasi ... 59

4.3.1 Halaman Login ... 59

4.3.2 Tampilan Halaman Utama / Home ... 60

4.3.3 Halaman Master Pegawai... 60

4.3.4. Halaman Master Maskapai ... 61

4.3.5. Halaman Master Perkiraan ... 61

4.3.6. Halaman Master Sub Agen ... 62

4.3.7. Halaman Input Booking Sub Agen ... 62

4.3.8. Halaman Input Booking Kustomer ... 63

4.3.9. Halaman Input Tiket ... 63

4.3.10. Halaman Daftar Order & Cancel ... 64

4.3.11. Halaman Daftar Issued & Pembayaran ... 65

4.3.12. Halaman Issued Tiket ... 65

4.3.13. Halaman Pembayaran Tiket ... 66

4.3.14. Halaman Pelunasan ... 66

4.3.15. Halaman Refund Tiket... 67

4.3.16. Halaman Daftar Tiket ... 67

4.3.17. Halaman Daftar Tiket Refund ... 68

4.3.18. Halaman Input Kas Pengeluaran ... 68

4.3.19. Halaman Laporan Arus Kas Harian ... 69

4.3.20. Halaman Laporan Pendapatan ... 69

4.3.21. Halaman Laporan Piutang Per Sub Agen ... 70

4.3.22. Halaman Laporan Piutang All Sub Agen ... 70

BAB V UJICOBA DAN EVALUASI PROGRAM ... 71


(8)

5.1.1. Form Login ... 71

5.1.2. Form Home ... 72

5.1.3. Form Master Pegawai... 73

5.1.4. Master Maskapai... 75

5.1.5. Master Perkiraan ... 76

5.1.6. Master Sub Agent ... 77

5.2 Ujicoba Login User Admin ... 78

5.2.1. Form Login ... 78

5.2.2. Form Booking Sub Agent ... 79

5.2.3. Form Tiket ... 80

5.2.4. Form Issued Tiket ... 82

5.2.5. Form Pembayaran Tiket ... 83

5.2.6. Form Pembayaran Piutang ... 84

5.2.7. Form Refund Tiket ... 85

5.2.8. Form Booking Customer ... 86

5.2.9. Daftar Tiket ... 88

5.2.10.Form Transaksi Pengeluaran ... 89

5.3 Ujicoba Login User Finance ... 89

5.3.1. Form Login Finance ... 89

5.3.2. Laporan Arus Kas Harian ... 90

5.3.3. Laporan Pendapatan ... 91

5.3.4. Laporan Piutang Per SubAgent ... 91

5.3.5. Laporan Piutang All SubAgent... 92

5.4 Evaluasi Booking Sub Agent ... 92


(9)

5.6 Evaluasi Refund Tiket ...101

5.7 Evaluasi Transaksi Pengeluaran ...103

BAB VI PENUTUP ...105

6.1. Kesimpulan...105

6.2. Saran ...106


(10)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3. 1 Overview Sistem Reservasi Tiket... 26

Gambar 3. 2 Diagram Jenjang ... 32

Gambar 3. 3 DFD Level 0 ... 34

Gambar 3. 4 DFD Level 1 ... 38

Gambar 3. 5 ERD (Entity Relationship Diagram) ... 42

Gambar 3. 6 CDM (Conceptual Data Model ) ... 44

Gambar 3. 7 PDM (Physical Data Model) ... 45

Gambar 3. 8 Sistem flow Input Data Master ... 46

Gambar 3. 9 Sistem flow Input Data Master Sub Agen ... 47

Gambar 3. 10 Sistem flow Input Data Master Perkiraan ... 47

Gambar 3. 11 Sistem flow Reservasi Tiket ... 48

Gambar 3. 12 Sistem flow Input Kas Harian... 49

Gambar 3. 13 Refund Tiket ... 50

Gambar 3. 14 Sistem flow Membuat Laporan ... 50

Gambar 3. 15 Gambar Halaman Master Pegawai ... 56

Gambar 3. 16 Gambar Halaman Master Sub Agent... 56

Gambar 3. 17 Halaman Booking Tiket ... 57

Gambar 3. 18 Gambar Reservasi Tiket ... 57

Gambar 4. 1 Form Login ... 59

Gambar 4. 2 Halaman Utama / Home ... 60

Gambar 4. 3 Halaman Master Pegawai ... 61


(11)

Gambar 4. 5 Halaman Master Perkiraan ... 62

Gambar 4. 6 Halaman Master Perkiraan ... 62

Gambar 4. 7 Halaman Input Booking Sub Agen... 63

Gambar 4. 8 Halaman Input Booking Kustomer ... 63

Gambar 4. 9 Halaman Input Tiket ... 64

Gambar 4. 10 Form Master Daftar Order & Cancel ... 64

Gambar 4. 11 Halaman Daftar Issued & Pembayaran ... 65

Gambar 4. 12 Halaman Issued Tiket ... 65

Gambar 4. 13 Halaman Pembayaran Tiket ... 66

Gambar 4. 14 Halaman Pembayaran Tiket ... 66

Gambar 4. 15 Halaman Refund Tiket ... 67

Gambar 4. 16 Halaman Daftar Tiket ... 67

Gambar 4. 17 Halaman Daftar Tiket Refund ... 68

Gambar 4. 18 Halaman Input Kas Pengeluaran ... 68

Gambar 4. 19 Halaman Laporan Arus Kas Harian ... 69

Gambar 4. 20 Halaman Laporan Pendapatan ... 69

Gambar 4. 21 Halaman Laporan Piutang Per Sub Agen ... 70

Gambar 4. 22 Halaman Laporan Piutang All Sub Agent... 70

Gambar 5. 1 Form login admin ... 71

Gambar 5. 2 Form login salah ... 72

Gambar 5. 3 Tampilan Home ... 73

Gambar 5. 4 Master pegawai ... 74

Gambar 5. 5 List pegawai ... 74


(12)

Gambar 5. 7 Hasil edit master pegawai ... 74

Gambar 5. 8 Master maskapai ... 75

Gambar 5. 9 List maskapai ... 75

Gambar 5. 10 Edit master maskapai ... 76

Gambar 5. 11 Hasil edit master maskapai ... 76

Gambar 5. 12 Master Perkiraan ... 77

Gambar 5. 13 List Perkiraan ... 77

Gambar 5. 14 Master Subagent ... 78

Gambar 5. 15 List Subagent ... 78

Gambar 5. 16 Login admin ... 79

Gambar 5. 17 Master Booking Subagent ... 79

Gambar 5. 18 Master Booking Subagent ... 80

Gambar 5. 19 Master Tiket ... 81

Gambar 5. 20 List Booking 1 Tiket... 81

Gambar 5. 21 List Booking 2 Tiket... 81

Gambar 5. 22 List Booking Issued Tiket ... 81

Gambar 5. 23 List Issued Tiket ... 82

Gambar 5. 24 List Sukses Issued Tiket ... 82

Gambar 5. 25 Form Pembayaran Tiket ... 83

Gambar 5. 26 List Pembayaran Tiket ... 83

Gambar 5. 27 Pelunasan Tiket Sub Agent ... 84

Gambar 5. 28 Form Piutang Lunas ... 84

Gambar 5. 29 List Booking Lunas ... 85

Gambar 5. 30 Form Refund Tiket ... 85


(13)

Gambar 5. 32 Form Refund Selesai ... 86

Gambar 5. 33 Form Booking Kustomer ... 87

Gambar 5. 34 Form Daftar Booking ... 87

Gambar 5. 35 List Booking Status Cancel ... 88

Gambar 5. 36 Daftar Tiket ... 88

Gambar 5. 37 Form Transaksi Pengeluaran ... 89

Gambar 5. 38 Form Login Finance ... 90

Gambar 5. 39 Laporan Arus Kas Harian ... 90

Gambar 5. 40 Laporan Pendapatan ... 91

Gambar 5. 41 Laporan Piutang Subagent ... 91

Gambar 5. 42 Laporan Piutang All Subagent ... 92

Gambar 5. 43 Booking Sub Agent ... 92

Gambar 5. 44 List booking Sub Agent ... 93

Gambar 5. 45 Form pemesanan tiket ... 94

Gambar 5. 46 Pemesanan tiket ... 94

Gambar 5. 47 Daftar booking tiket... 95

Gambar 5. 48 Laman issue tiket ... 95

Gambar 5. 49 Tiket sudah issued ... 95

Gambar 5. 50 List daftar tiket ... 96

Gambar 5. 51 Laporan kas harian ... 96

Gambar 5. 52 Booking kustomer ... 97

Gambar 5. 53 List booking ... 97

Gambar 5. 54 Form pemesanan tiket ... 98

Gambar 5. 55 Pencatatan pemesanan tiket ... 98


(14)

Gambar 5. 57 Laman issue tiket ... 99

Gambar 5. 58 Tiket sudah issued ...100

Gambar 5. 59 Laman list booking ...100

Gambar 5. 60 Daftar tiket ...101

Gambar 5. 61 List booking tiket ...101

Gambar 5. 62 Laman refund tiket ...102

Gambar 5. 63 Proses refund tiket ...102

Gambar 5. 64 Form transaksi pengeluaran ...103

Gambar 5. 65 Konfirmasi penyimpanan transaksi pengeluaran ...103


(15)

DAFTAR TABEL

Tabel 2. 1 Perbandingan sistem informasi pada studi kasus PT. Suman Tour dan PT.

Garuda Indonesia ... 9

Tabel 3. 1 Tabel Subagent ... 51

Tabel 3. 2 Tabel Refund... 52

Tabel 3. 3 Tabel Kas ... 52

Tabel 3. 4 Tabel Perkiraan ... 53

Tabel 3. 5 Tabel Booking ... 53

Tabel 3. 6 Tabel Tiket ... 54

Tabel 3. 7 Tabel Maskapai ... 55


(16)

BAB I

PENDAHULUAN

Dalam bab ini menjelaskan beberapa hal mendasar yang meliputi : latar belakang, tujuan, permasalahan, batasan masalah, metodologi serta sistematika penulisan tugas akhir. Dari uraian tersebut diharapkan gambaran umum permasalahan dan pemecahan yang diambil dapat dipahami dengan baik.

1.1. Latar Belakang Masalah

Pada era saat ini dimana agen travel (agen perjalanan) jumlahnya sudah sangat menjamur, tiap-tiap agen travel membutuhkan daya saing untuk dapat bersaing dalam bisnis yang ketat ini. Bagi yang biasa bepergian menggunakan transportasi umum baik darat, laut, dan udara kehadiran agen travel sangatlah membantu, karena agen travel bersifat sebagai intermediari atau perantara dari penyedia jasa layanan transportasi (provider) kepada traveler (konsumen). Banyak para traveler yang sudah merasakan manfaat dengan kehadiran agen travel karena alasan lebih praktis & bisa menghemat dalam hal segi waktu, biaya, dan tenaga dibandingkan kita harus datang langsung ke bandara, terminal, atau perwakilan transport provider yang biasanya jumlahnya tidak sebanyak dan tersebar seperti agen travel.

Melalui agen travel, pelanggan (traveler) dimudahkan dengan dapat memesan tiket melalui telepon atau website, dan bahkan beberapa agen travel menyediakan layanan delivery sehingga pelanggan tidak harus ke agen untuk mengambil tiket. Selain itu, pembayaran pemesanan tiket juga dapat dilakukan dengan cara kredit atau jatuh tempo untuk pembeli-pembeli khusus yang sudah menjadi langganan dari agen


(17)

travel tersebut. Dengan beberapa kelebihan yang ditawarkan agen travel memiliki posisi khusus di hati pelangannya.

Perusahaan PT. Suman Tour merupakan perusahaan yang bergerak di bidang ticketing dan tour travel. Pada bidang ticketing, perusahaan ini sangat banyak sekali menerima permintaan dari masyarakat, baik pribadi maupun korporat, bahkan dari sub agen yang sudah berlangganan lama kepada PT. Suman Tour. Pelayanan yang manual sangat tidak efisien dan merepotkan pegawai dari PT. Suman Tour yaitu mulai dari permasalahan laporan harian, laporan pendapatan dan piutang keuangan. Hingga saat ini PT. Suman Tour masih menggunakan Microsoft Excel untuk mengerjakan laporan dan hal ini sangat besar kemungkinan bisa terjadi kesalahan penulisan angka, selain itu untuk membuat laporan tersebut dibutuhkan waktu yang tidak sedikit, sehingga sering terjadi keterlambatan dalam penyelesaian laporan.

Pada proses reservasi tiket biasanya setelah melakukan proses pemesanan dan cetak tiket, maka terbitlah invoice. Dalam hal ini, setelah No. Ticket dan No. Incoice sudah muncul, maka tugas admin menginput atau memasukkan data-data tersebut dalam laporan Excel. Sedangkan untuk proses Refund biasanya sub agen atau pelanggan perorangan dengan melalui telepon memberitahu bahwa terjadi perubahan keberangkatan baik itu jadwal penerbangan ataupun pembatalan keberangkatan, dengan begitu maka pegawai bagian ticketing akan segera melakukan proses penggatian jadwal penerbangan atau pembatalan tiket. Setelah pegawai ticketing melakukan proses tersebut admin segera mencatat No. Tiket mana yang berubah dan segera mengurus ke airline yang dituju dan biasanya untuk setiap airline berbeda potongannya tergantung tujuan. Namun jika airline yang melakukan pembatalan penerbangan maka airline tersebut mengganti uang pelanggan 100%. Dengan latar belakang masalah yang telah disebutkan tersebut maka dibutuhkan suatu sistem yang


(18)

terkomputerisasi untuk membantu perusahaan PT. Suman Tour dalam melayani masyarakat dan memudahkan dalam pembuatan laporan pendapatan dan piutang keuangannya.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, terdapat berbagai permasalahan yang akan diangkat di tugas akhir ini, diantaranya sebagai berikut :

a. Bagaimana mendesain sistem reservasi tiket pada PT. Suman Tour?

b. Bagaimana mendesain sistem refund tiket dilakukan pada PT. Suman Tour? c. Bagaimana mengintegrasikan kedua sistem reservasi dan refund tersebut,

kemudian dapat dihasikan laporan yang akan diimplementasikan dalam melihat pendapatan dan piutang pada PT. Suman Tour?

1.3 Batasan Masalah

Berikut beberapa batasan masalah pada pembuatan aplikasi sistem informasi, sebagai berikut :

a. Aplikasi berbasis web site.

b. Sistem tidak terintegrasi dengan maskapai penerbangan, jadi untuk mendapatkan informasi flight penerbangan. Admin harus masuk ke sistem maskapai penerbangan untuk mendapatkan informasi flight penerbangan. c. Proses full-refund hanya bisa dilakukan dalam batas 24 jam. Jika lebih dari 24

jam maka uang yang dikembalikan (refund) berkurang atau lebih sedikit (tidak melewati tanggal keberangkatan).

d. Aplikasi ini dapat diakses oleh kelompok user yaitu Admin (Operator), Superadmin (Administrator) dan Finance.


(19)

e. Untuk pajak pada tiap masakapai penerbangan memiliki nilai potongan berbeda pada saat refund tiket.

f. Aplikasi ini menggunakan bahasa pemrograman PHP 5, Web Service Apache 2, Database yang digunakan adalah MySQL, CSS dan Java Script

1.4 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dalam pembuatan tugas akhir ini adalah menghasilkan suatu aplikasi untuk membantu PT. Suman Tour untuk melayani reservasi tiket pesawat pada masyarakat, pelayanan jasa refund, serta memudahkan dalam pembuatan laporan pendapatan dan piutang keuangan perusahaan.

1.5 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik bagi pihak PT. Suman Tour, pelanggan PT. Suman Tour dan mahasiswa. Adapun manfaat bagi masing-masing pihak tersebut adalah:

Manfaat Bagi PT. Suman Tour

a. Memberikan kemudahan dalam menjalankan kegiatan bisnis sehari-hari dan pembuatan laporan harian, keuangan dan piutang.

b. Menghemat biaya dan waktu dalam pengerjaan laporan.

c. Dapat memperkecil resiko kesalahan dalam melakukan proses input. Manfaat Bagi Pelanggan PT. Suman Tour

a. Dapat melakukan reservasi tiket tanpa pelanggan harus pergi ke PT. Suman Tour.

b. Pelanggan dapat melakukan Request Sheet. c. Pelanggan juga bisa menghemat biaya dan waktu.


(20)

Manfaat Bagi Mahasiswa

a. Mahasiswa bisa memahami tentang sistem ticketing agen travel.

b. Sebagai persyaratan kelulusan S1 di jurusan Teknik Informatika UPN “Veteran” Jawa Timur.

1.6 Metodologi Penelitian

Metodologi pada pembuatan tugas akhir ini terbagi menjadi beberapa tahapan sebagai berikut :

a. Survei Lapangan

Pada tahap awal ini dilakukan survey lapangan yaitu, dengan melihat kondisi sistem yang digunakan oleh PT. Suman Tour dalam melakukan reservasi, refund tiket dan pembuatan laporan keuangan serta piutang.

b. Studi Literatur

Pada tahap ini dilakukan pengumpulan referensi-referensi, dokumen-dokumen, buku-buku, sumber dari internet dan sumber-sumber lainnya yang diperlukan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem informasi.

c. Perancangan Perangkat Lunak dan Desain Sistem

Dari hasil survey lapangan, studi literatur dan mempelajari konsep teknologi software yang ada, pada tahap ini merupakan tahap yang paling penting dimana bentuk awal aplikasi yang akan diimplementasikan mulai diramcang. d. Pembuatan Perangkat Lunak

Pada tahap ini sistem informasi yang telah dirancang sebelumnya, akan diimplementasikan secara langsung kepada user-user yang akan menggunakan sistem informasi tersebut.


(21)

Pada tahap ini sistem informasi yang telah dibangun akan diuji coba penggunaannya dan dieavaluasi untuk kelayakan sistemnya.

f. Penyusunan Buku Tugas Akhir

Pada tahap ini merupakan tahap terakhir dalam penyusunan Tugas Akhir. Buku ini disusun sebagai laporan dari seluruh proses pengerjaan Tugas Akhir dan dari hasil laporan buku ini akana memudahkan pembaca untuk mengetahui alur sistem informasi yang bekerja atau sebagai panduan untuk pembaca.

1.7 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan pada tugas akhir ini bertujuan agar perancangan dan pembangunan perangkat lunak yang dibahas menjadi lebih mudah dipahami pada setiap bab atau sub bahasan. Secara kronologis uraian dalam tugas akhir ini disusun sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi tentang deskripsi umum tentang Tugas Akhir yang meliputi : latar belakang, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan, manfaat, metodologi serta sistematika penulisan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi penjelasan mengenai dasar ilmu yang mendukung pembahasan tugas akhir ini, seperti berbagai hal mengenai pengertian / definisi tentang transportasi udara, reservasi tiket dan refund tiket, web server serta tentang konsep dari teori pembelajaran yang menjadi dasar pembuatan tugas akhir diantaranya PHP dan MySQL.


(22)

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

Bab ini berisi tentang perencanaan sistem yang akan dibangun, termasuk desain interface dan basis data yang akan digunakan dalam pembangunan perangkat lunak.

BAB IV IMPLEMENTASI

Bab ini berisi tentang hasil implementasi dari perancangan sistem yang sudah dipaparkan pada bab-bab sebelumnya yang meliputi basis data, design database, pembangunan program dan form interface aplikasi.

BAB V UJICOBA DAN EVALUASI

Bab ini berisi tentang penjelasan ruang lingkup uji coba sistem dan skenario uji coba yang dilakukan untuk kelayakan sistem ini

BAB VI PENUTUP

Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran untuk pengembangan sistem lebih lanjut upaya memperbaiki kelemahan pada sistem dan untuk mendapatkan hasil informasi sesuai dengan yang diinginkan sebagai kesempurnaan sistem.


(23)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab II ini dijelaskan mengenai kepustakaan yang menyangkut rangkuman mengenai perusahaan yang merupakan studi kasus dari studi tugas akhir kali ini, PT. Suman Tour,serta istilah-istilah penting yang melengkapi laporan tugas akhir ini.

2.1. PT. Suman Tour

PT. Suman Tour merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang tour dan travel. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 1970 dan menjadi anggota IATA agent travel.[1] Perusahaan ini menawarkan jasa antara lain :

a. Tiket pesawat Domestik dan Internasionl

b. Voucher Hotel Domestik dan Internasional

c. Paket Group Domestik dan Internasional

d. Insentif Tours Domestik dan Internasional

e. Paket Eksklusif

f. Pengaturan Visa dan Paspor

Pada perusahaan PT. Suman Tour, proses reservasi tiket pesawat merupakan proses yang utama. Pada proses reservasi akan dibedakan 2 jenis pemesanan diantaranya pemesanan berlangganan dan pemesanan biasa. Perbedaan dari pemesanan ini terletak pada saat pembayarannya, dimana untuk pemesanan berlangganan dapat melakukan pembayaran dengan menggunakan jatuh tempo atau piutang, sedangkan untuk pemesanan biasa pembayaran dilakukan pada saat tiket


(24)

diberikan. Sementara untuk pemesanan yang dikategorikan berlangganan akan dicatat data-datanya sebagai master setalah itu dapat melakukan pembayaran yang dilakukan dengan jatuh tempo atau piutang. Proses reservasi tiket dapat memesan satu tiket ataupun lebih dari satu. PT. Suman Tour juga memiliki beberapa sub-sub agen yang biasanya melakukan pembelian tiket ke PT. Suman Tour.

Sebagai data pembanding, sistem informasi reservasi tiket pesawat yang akan dikerjakan pada PT. Suman Tour ini akan dibandingkan dengan sistem informasi pemesanan tiket pesawat terbang pada PT. Garuda Indonesia yang pernah dikerjakan oleh mahasiswa teknik informatika UPN “Veteran” Yogyakarya tertanggal 22 mei 2010 dengan judul “Aplikasi Sistem Informasi Tiket Pesawat Terbang di PT. Garuda Indonesia Berbasis Web”.[2] Tabel 2.1 menyebutkan perbandingan antara skripsi yang mengambil studi kasus pada PT. Suman Tur dengan skripsi yang dikerjakan oleh mahasiswa teknik informatika UPN “Veteran” Yogyakarya dengan studi kasus pada PT. Garuda Indonesia.

Tabel 2. 1 Perbandingan sistem informasi pada studi kasus

PT. Suman Tour dan PT. Garuda Indonesia

No. PT. Suman Tour PT. Garuda Indonesia

1. Terdapat sistem refund tiket jika ada

terjadi pembatalan tiket

Tidak terdapat sistem refund 2. Terdapat pembagian customer

antara customer biasa dan customer yang berlangganan

Customer yang melakukan transaksi dianggap sama semua tanpa ada perbedaan

3. Kustomer berlangganan dapat

melakukan piutang dalam reservasi.

Tidak ada sistem piutang jika melakukan pemesanan tiket

4. Terdapat laporan keuangan

pendapatan bulanan dan piutang customer


(25)

2.2 Sistem Informasi

Sistem Informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen dan pembuatan keputusan.[3] Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang-orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.[4]

Beberapa pihak membuat perbedaan yang jelas antara sistem informasi, dan sistem komputer dan proses bisnis. Sistem informasi yang berbeda dari teknologi informasi dalam sistem informasi Secara umum sistem informasi berhubungan dengan komponen TIK namun tidak secara murni berkaitan dengan seluruh komponen

tersebut, namun lebih berfokus kepada pemanfaatan teknologi informasi pada end

user. Sistem informasi juga berbeda dari proses bisnis. Sistem informasi membantu

untuk mengontrol kinerja proses bisnis.[5] Secara umum Sistem informasi terbagi dalam lima kategori, yaitu:

a. Management Information System (MIS)

b. Decision Support System (DSS)

c. Executive Information System (EIS)

d. Transaction Processing System (TPS)


(26)

2.3. Sistem Reservasi dan Refund

Sistem reservasi dan refund pada sebuah perusahaan agen travel seperti PT. Suman Tour merupakan sebuah bagian yang tidak terpisahkan dan merupakan sebuah fitur utama yang diberikan PT. Suman Tour dalam kegiatan operasionalnya sehari-hari. Bab 2.3 ini akan menjelaskan pengertian dari sistem reservasi dan refund tiket secara umum dan spesifik yang terjadi pada PT. Suman Tur.

2.3.1. Pengertian Reservasi

Reservasi adalah sebuah proses perjanjian berupa pemesanan sebuah produk baik barang maupun jasa dimana pada saat itu telah terdapat kesepahaman antara konsumen dengan produsen mengenai produk tersebut namun belum ditutup oleh sebuah transaksi jual – beli. Pada saat reservasi berlangsung biasanya ditandai dengan adanya proses tukar menukar informasi antara konsumen dan produsen agar kesepahaman mengenai produk dapat terwujud. Beberapa contoh dari reservasi adalah sebagai berikut :

a. Reservasi tiket penerbangan / pesawat.

b. Reservasi kamar hotel

c. Reservasi tiket kereta api

d. Reservasi tiket bus, dll

Reservasi adalah sebuah media yang sangat efektif baik bagi produsen maupun bagi konsumen. Bagi produsen, dengan adanya sistem reservasi produsen dapat melakukan evaluasi terhadap produk yang akan mereka jual dengan melihat tingkat tinggi-rendahnya jumlah reservasi jauh sebelum produk tersebut dijual (barang) ataupun diselenggarakan (jasa), dimana hasil evaluasi tersebut akan membantu produsen untuk menentukan langkah pemasaran berikutnya yang akan diambil


(27)

terhadap produk yang akan dijual tersebut. Sementara bagi konsumen, melalui media reservasi konsumen dapat menimbang terlebih dahulu sebelum membeli produk sampai dengan waktu yang telah ditentukan (time limit). Sampai dengan time limit yang telah ditentukan produk yang telah dipesan tersebut tidak boleh dijual kepada konsumen lain, karena secara tertulis maupun tidak sampai dengan time limit produk tersebut telah dipriotaskan kepada konsumen yang telah melakukan reservasi. Hal ini akn sangat menguntungkan konsumen karena sampai dengan time limit yang ditentukan, konsumen dapat melakukan perbandingan dengan produk lain. Selain itu, jika terjadi sesuatu dan lain hal yang mengharuskan konsumen untuk batal membeli produk tersebut, konsumen yang bersangkutan tidak harus membeli produk tersebut.

Reservasi tiket penerbangan adalah sebuah proses pemesanan salah satu produk yang dijual oleh perusahaan penerbangan pengangkut penumpang yaitu berupa dokumen perjalanan yang berfungsi sebagai tanda bahwa pemegang dokumen tersebut berhak atas fasilitas pengantaran dari satu daerah ke daerah lain. Seperti halnya proses reservasi lainnya, pada proses reservasi tiket penerbangan juga terjadi tukar menukar informasi antara konsumen (calon penumpang) dengan pihak perusahaan penerbangan yang diwakili oleh staff reservasi.

Adapun beberapa informasi penting yang sering menjadi pertanyaan sebelum dilakukannya proses reservasi oleh calon pembeli diantaranya adalah seperti jadwal penerbangan, harga yang tersedia, waktu penerbangan, fasilitas pendukung (mis: bagasi cuma – cuma, discount khusus, meals, dll ). Sementara pertanyaan-pertanyaan

yang sering ditanyakan oleh pihak perusahaan penerbangan yang diwakili oleh staff

reservasi kepada calon konsumen adalah periode/waktu keberangkatan yang diinginkan calon penumpang, jumlah calon penumpang yang akan berangkat, kelas


(28)

Apabila sebuah proses reservasi tiket penerbangan telah berhasil dilakukan,

maka akan menghasilkan sebuah tanda reservasi yang disebut Passanger Name

Record (PNR) dimana didalamnya tercantum informasi sebagai berikut :

a. Informasi penerbangan (rute, waktu, jenis pesawat, kelas, harga)

b. Informasi calon penumpang (nama, jenis kelamin, nomer telpon)

c. Kode booking

d. Time limit

e. Informasi tambahan / remark

2.3.2. Pengertian Refund

Refund adalah mengembalikan sejumlah uang. Dalam hal tiket pesawat, refund berarti mengembalikan sejumlah uang yang telah dibayarkan penumpang karena alasan tertentu yang sudah disepakati oleh pihak produsen dan konsumen sebagai sebagai syarat dari refund. Untuk diketahui, tidak semua tiket bisa dilakukan proses refund, refund hanya bisa dilakukan untuk harga tiket tertentu saja. Dimana harga tiket minimum yang bisa di-refund ditentukan oleh maskapai penerbangan masing-masing. Beberapa kemungkinan dilakukannya refund atas suatu tiket yaitu terjadinya pembatalan penerbangan oleh pihak maskapai dan terjadinya pembatalan perjalanan dari penumpang itu sendiri.

Pada situasi terjadinya pembatalan penerbangan oleh pihak maskapai penerbangan dengan berbagai alasan teknis dimana pesawat mereka tidak bisa terbang sebagaimana biasanya, refund untuk tiket ini pada umumnya adalah Refund Full, yang artinya berapa jumlah yang dibayarkan penumpang untuk tiket tersebut maka sebesar itu pulalah penumpang tersebut menerima kembali uangnya.


(29)

Sedangkan pada situasi terjadinya pembatalan perjalanan dari penumpang itu sendiri, terdapat dua kondisi yang menentukan sebesar besar fee yang harus dibayarkan konsumen kepada pihak maskapai penerbangan dan agen travel. Untuk pembatalan yang dilakukan 24 jam sebelum penerbangan biasanya hanya akan dikenakan potongan administrasi sebesar Rp. 50.000. Jika pembatalan dilakukan 24 jam sebelum penerbangan, selain potongan administrasi sebesar Rp. 50.000,

penumpang juga akan dikenakan charge/cancellation fee. Besarnya

charge/cancellation ini tergantung dari maskapai penerbangan masing masing, namun

sebagai gambaran biasanya untuk Low season potongannya adalah sebesar 25-50 %

dari basic fare tiket dan untuk High Season yanitu sebesar 50-75 % dari basic fare.

Contoh Refund yang disebabkan oleh pembatalan perjalanan dari penumpang yaitu semisal si A telah membeli tiket pesawat dengan rute Pekanbaru ke Jakarta

dengan harga Rp. 459.000. Rincian harga tiket tersebut adalah; Basic fare = Rp.

220.909, PPn = Rp. 22.090, IWJR = Rp. 6.000, Fuel Surcharge = Rp. 210.000. Karena ada sesuatu hal yang sangat mendesak si A terpaksa membatalkan rencana perjalanannya tersebut. Dalam kasus ini ada dua kemungkinan waktu pembatalan reservasi si A tersebut:

a. Pembatalan lebih dari 24 jam sebelum penerbangan.

Refund untuk tiket si A adalah sebesar harga tiket dikurangi dengan biaya

administrasi dari maskapai penerbangan dikurangi biaya administrasi dari agen travel. Hitungannya adalah Rp. 459.000 – Rp. 50.000 – Rp.25.000 = Rp. 384.000.

b. Pembatalan kurang dari 24 jam penerbangan.

Refund untuk tiket si A adalah sebesar harga tiket dikurangi dengan biaya


(30)

charge/cancellation dikurangi biaya administrasi dari agen travel. Kita ambil

contoh untuk Low season dengan biaya charge/cancellation 25% dari basic

fare. Hitungannya adalah Rp. 459.000 – Rp. 50.000 – ( 25% x Rp. 220.909) -

Rp. 25.000 = Rp. 328.773

2.4. Pendapatan dan Piutang Keuangan

Pendapatan dan piutang merupakan komponen utama yang terdapat pada kegiatan operasional PT. Suman Tour. Bab 2.4 akan membahas pendapatan dan piutang keuangan baik secara umum maupun secara spesifik pada PT Suman Tour.

2.4.1. Pendapatan

Akuntansi merupakan suatu proses komunikasi informasi keuangan yang

berkaitan dengan entitas bisnis untuk diinformasikan kepada user bisnis tersebut,

seperti pemegang saham dan manajer.[6] Informasi ini disajikan dalam bentuk laporan keuangan yang terdiri dari neraca, laporan laba-rugi, laporan laba ditahan, laporan perubahan posisi keuangan serta catatan atas laporan keuangan.

Neraca menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu waktu tertentu, dimana informasi yang tersedia berupa informasi harta, kewajiban serta modal. Perhitungan laba rugi menunjukkan pendapatan yang diperoleh, biaya yang dikeluarkan serta hasil usaha yang diperoleh dalam suatu periode yang terakhir pada tanggal yang tertera di neraca. Laporan perubahan posisi keuangan menyajikan kegiatan pembiayaan dan investasi perusahaan.

Dalam beberapa dasawarsa belakangan ini, perhatian pada perhitungan laba-rugi semakin dirasakan manfaatnya. Dengan adanya informasi mengenai pendapatan, maka seorang pengusaha dapat membandingkan antara modal yang tertanam dengan


(31)

penghasilan sebagai alat untuk mengukur kinerja efisiensi perusahaan dan dapat memprediksi distribusi dividen di neraca yang akan datang.

Adapun pendapatan sendiri sebagai salah satu elemen penentuan laba-rugi suatu perusahaan belum mempunyai pengertian yang seragam. Hal ini disebabkan pendapatan biasanya dibahas dalam hubungannya dengan pengukuran dan waktu pengakuan pendapatan itu sendiri. Pendapatan diakibatkan oleh kegiatan-kegiatan perusahaan dalam memanfaatkan faktor-faktor produksi untuk mempertahankan diri dan pertumbuhan yang umumnya berasal dari penjualan barang dan jasa kepada kustomer. Selain dari kegiatan jual-beli, beberapa perusahaan memperoleh pendapatan dari bunga, deviden, atau royalti yang dibayarkan perusahaan lainnya kepada mereka.[7] Seluruh kegiatan perusahaan yang menimbulkan pendapatan secara

keseluruhan/pendapatan bersih disebut earning process.[8] Secara garis besar earning

process menimbulkan dua akibat yaitu pengaruh positif berupa pendapatan dan

keuntungan serta pengaruh negatif berupa kerugian perusahaan. Dimana selisih dari keduanya menjadi salah satu dari dua kemungkinan yaitu laba atau rugi.

Pendapatan umumnya digolongkan atas pendapatan yang berasal dari kegiatan normal perusahaan dan pendapatan yang bukan berasal dari kegiatan normal perusahaan. Pendapatan dari kegiatan normal perusahaan biasanya diperoleh dari hasil penjualan barang ataupun jasa yang berhubungan dengan kegiatan utama perusahaan. Pendapatan yang bukan berasal dari kegiatan normal perusahaan adalah hasil di luar kegiatan utama perusahaan yang sering disebut hasil non operasi.

Pendapatan non operasi biasanya dimasukkan ke dalam pendapatan lain-lain, misalnya pendapatan bunga dan deviden. Ada beberapa karakteristik tertentu dari pendapatan yang menentukan atau membatasi bahwa sejumlah rupiah yang masuk ke perusahaan merupakan pendapatan yang berasal dari operasi perusahaan. Karakteristik


(32)

ini dapat dilihat berdasarkan sumber pendapatan, produk dan kegiatan utama perusahaan dan jumlah rupiah pendapatan serta proses penandingan.

Pendapatan bagi PT. Suman Tour sendiri diperoleh dari hasil penjualan tiket baik domestik maupun Internasional. Sebelum menjual tiket, PT. Suman Tour terlebih dahulu harus melakukan TOP UP kepada maskapai terkait yang bertujuan mengisi

debet penjualan tiket. Contoh : PT. Suman Tour melakukan request pada Maskapai A,

setelah di-approve PT. Suman Tour dapat melakukan TOP UP sesuai dengan jumlah

yang di- request-kan. Misalnya TOP UP sejumlah Rp. 100.000.000. Dengan TOP UP

tersebut PT. Suman Tour dapat menjual tiket ke sub-agen atau pelanggan sebesar jumlah TOP UP. Dimana dalam penjualan tersebut, PT. Suman Tour memperoleh keuntungan dengan menaikkan harga tiket berdasarkan nilai penjualan yang sudah ditetapkan oleh maskapai.

2.4.2. Piutang

Piutang merupakan uang/harta yang dimiliki oleh suatu perusahaan dalam bentuk uang yang dipinjamkan kepada klien perusahaan yang bersangkutan. Dalam laporan keuangan sendiri piutang masuk dalam golongan aset, dan bukan likuiditas.[9] Piutang secara luas diartikan sebagai tagihan atas segala sesuatu hak perusahaan baik berupa uang, barang maupun jasa atas pihak ketiga setelah perusahaan melaksanakan kewajibannya, sedangkan secara sempit piutang diartikan sebagai tagihan yang hanya dapat diselesaikan dengan diterimanya uang di masa yang akan datang.

Pada umumnya piutang timbul ketika sebuah perusahaan menjual barang atau jasa secara kredit dan berhak atas penerimaan kas di masa mendatang, yang prosesnya dimulai dari pengambilan keputusan untuk memberikan kredit kepada langganan, melakukan pengiriman barang, penagihan dan akhirnya menerima pembayaran,


(33)

dengan kata lain piutang dapat juga timbul ketika perusahaan memberikan pinjaman uang kepada perusahaan lain dan menerima promes atau wesel, melakukan suatu jasa atau transaksi lain yang menciptakan suatu hubungan dimana satu pihak berutang kepada yang lain seperti pinjaman kepada pimpinan atau karyawan. Piutang merupakan salah satu elemen yang paling penting dalam modal kerja suatu perusahaan.

Sebagian piutang dapat dimasukkan dalam modal kerja yaitu bagian piutang yang terdiri dari dana yang diinvestasikan dalam produk yang terjual dan sebagian lain yang termasuk modal kerja potensial yaitu bagian yang merupakan keuntungan. Piutang merupakan elemen modal kerja yang selalu dalam keadaan berputar secara terus menerus dalam rantai perputaran modal kerja yaitu :

Kas --- Persediaan --- Piutang --- Kas

Dalam keadaan normal dan dimana penjualan pada umumnya dilakukan dengan kredit, piutang mempunyai tingkat likuiditas yang lebih tinggi dibandingkan persediaan, karena perputaran dari piutang ke kas membutuhkan satu langkah, maka kebijaksanaan kredit yang efektif dan prosedur-prosedur penagihan yang tepat sangan dibutuhkan guna menjamin penagihan piutang yang tepat pada waktunya dan mengurangi kerugian akibat piutang tak tertagih.

Piutang dalam kegiatan bisnis operasional PT. Suman Tour merupakan suatu kemudahan yang diberikan terutama kepada sub-sub agen yang melakukan reservasi tiket pada PT. Suman Tour agar agen dapat melakukan reservasi tiket tanpa harus membayar terlebih dahulu. Untuk melakukan pembayaran tiket, PT. Suman Tour menerapkan sistem jatuh tempo (piutang), dimana setiap sub agen mendapatkan jatuh tempo yang berbeda-beda yang ditetapkan oleh manajemen PT. Suman Tour


(34)

berdasarkan histori intensitas sub agen tersebut melakukan reservasi tiket pada PT. Suman Tour.

2.5. IATA

International Air Transport Association (IATA) merupakan suatu asosiasi

internasional yang menaungi maskapi penerbangan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Misi dari IATA sendiri adalah untuk mewakili, memimpin, dan melayani industri penerbangan. IATA menginduki 240 maskapai penerbangan yang mencakup 84% lalu lintas penerbangan internasional.[10]

Industri penerbangan niaga adalah sebuah industri yang sejak lahir sudah ditakdirkan menjadi industri global. Akan tetapi dalam usianya yang menjelang satu abad, perkembangannya malah cenderung menjurus kearah regionalisasi. Industri angkutan-udara komersial dirintis pasca Perang Dunia I (1914-1918). Pada tahun

1919, para pelaku usaha angkutan-udara ini mendirikan IATA (International Air

Traffic Association) di Den Haag, Negeri Belanda.

Pasca Perang Dunia II, pada bulan April tahun 1945 organisasi IATA ini direvisi di Havana, ibukota Cuba, dan menjadi seperti yang kita kenal sekarang. Nama

resminya berubah menjadi International Air Transport Association.

IATA adalah Asosiasi Angkutan Udara Internasional yang berpusat di Montreal, Canada. Di kota yang sama, terletak markas besar Organisasi Penerbangan

Sipil Internasional atau International Civil Aviation Organization (ICAO).

International Civil Aviation Organization (ICAO) adalah suatu agensi khusus yang

dimiliki oleh PBB yang dibentuk pada 1944 untuk mendukung penerbangan sipil internasional yang aman dan teratur di seluruh dunia.[11] Kalau IATA beranggotakan maskapai-maskapai penerbangan, baik yang berjadwal maupun yang tidak berjadwal,


(35)

ICAO beranggotakan negara-negara. Kedua badan ini mengatur regulasi yang berkaitan dengan penerbangan internasional sesuai dengan porsinya masing-masing. Adapun 93% dari anggota IATA adalah maskapai penerbangan berjadwal. Sekarang

IATA dipimpin oleh seorang Direktur Jenderal dan Chief Executive Officer

(CEO) yaitu Giovanni Bisignani.

Sejak awal, IATA sudah memikirkan kepentingan para anggotanya secara global. Sistim dan prosedur dibuat sedemikian rupa agar sesama anggota bisa bekerjasama secara efektif dengan sistim yang seragam. Salah satu dari misi IATA adalah agar para anggotanya dapat memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya secara terpadu kepada seluruh pemakai jasa yang ada di dunia. Pelayanan ini terdiri atas jasa angkutan orang dan barang. Untuk itu IATA menyediakan sarana-sarana yang bisa dipergunakan oleh para anggotanya secara bersama-sama yaitu antara lain pusat

kliring (clearing house),sistim penagihan dan pelunasan bersama atau BSP (Billing

and Settlement Plan) dan sistim yang sama untuk kargo atau CASS (Cargo Account Settlement System) serta perjanjian layanan pindah-pesawat yang berlaku multilateral

atau MITA (Multilateral Interline Traffic Agreement).

Fasilitas-fasilitas ini memungkinkan maskapai-maskapai penerbangan anggota IATA untuk menguasai wilayah pemasaran yang jauh lebih luas daripada wilayah operasional mereka secara fisik. Disamping itu, maskapai penerbangan anggota IATA juga menikmati pencitraan dan prestise yang bertaraf internasional. Keanggotaan sebuah maskapai penerbangan yang beroperasi di jaringan internasional adalah sebagai anggota aktif, sedangkan mereka yang beroperasi di jaringan domestik

berstatus sebagai anggota muda (associate member).

Tarif ditetapkan bersama-sama. Setiap tiket yang diterbitkan oleh salah satu anggota juga berlaku untuk anggota yang lain. Dengan demikian setiap penumpang


(36)

yang memiliki tiket dari salah satu anggota IATA berhak menggunakan jasa anggota yang lain di negara manapun di dunia ini. Tiket seperti ini disebut dengan istilah endorsable.

Menurut Rigas Doganis dalam bukunya yang berjudul Airline Business in the

21st Century, dalam abad 21 ini hanya ada dua model usaha maskapai penerbangan di

dunia yaitu, pengangkut jejaring global (global network carrier) dan pengangkut

pemain ceruk (niche player airline). Pengangkut Jejaring Global adalah airline yang

hadir di pasar global. Maskapai ini mempunyai jaringan penerbangan antar benua yang luas. Di jaringan global ini mereka bergabung di dalam aliansi-aliansi strategis yang ada seperti One World, Star Alliances, Sky Team dan lain-lain. Sedangkan Pemain Ceruk adalah airline yang beroperasi di kawasan domestik/regional dan

memfokuskan diri pada niche market atau ceruk pasar yang dimilikinya di kawasan

itu. Oleh karenanya, keanggotaan di IATA lebih diminati oleh maskapai penerbangan Pengangkut Jejaring Global.[12]

Pengangkut Pemain Ceruk yang beroperasi di kawasan domestik/regional tidak banyak menikmati manfaatnya, kecuali untuk prestise semata. Mungkin itulah sebabnya mengapa hingga kini hanya ada satu maskapai nasional yang menjadi anggota IATA, dan tidak ada maskapai penerbangan dalam negeri yang tertarik untuk menjadi anggota IATA yang baru. Mereka berpikir praktis, menganut asas manfaat dan tidak membutuhkan pencitraan atau gengsi yang tidak perlu. Lagi pula mereka umumnya bukan Pemain Jejaring Global. Tidak ada diantara mereka yang menjadi anggota salah satu aliansi strategis yang ada di dunia ini.


(37)

2.6. PHP

PHP: Hypertext Processor[13] merupakan script yang menyatu dengan HTML

dan berjalan pada sisi server (server side HTML embedded scripting). PHP merupakan

bahasa skrip yang dapat disispkan ke dalam HTML.[14] Dengan PHP ini kita dapat membuat beragam aplikasi berbasis web, mulai dari halaman web yang sederhana sampai aplikasi komplek yang membutuhkan koneksi ke database. Sampai saat ini telah banyak database yang telah didukung oleh PHP dan kemungkinan akan terus bertambah.[15]

2.7. MySQL

MySQL adalah database yang menghubungkan script PHP, menggunakan perintah query dan escape character yang sama dengan PHP. MySQL merupakan relational database management system (RDBMS) yang paling banyak digunakan di dunia[16]. MySQL mempunyai tampilan client yang mempermudah kita dalam meng-akses database dengan kata sandi untuk mengijinkan proses yang boleh kita lakukan. Kelebihan dari MySQL adalah dapat melakukan transaksi dengan mudah dan efisien serta mampu menangani jutaan user dalam waktu yang bersamaan.[17]

2.8. JavaSript

JavaScript adalah bahasa skrip yang populer di internet dan dapat bekerja di sebagian besar penjelajah web populer seperti Internet Explorer (IE), Mozilla Firefox, Netscape dan Opera. Kode JavaScript dapat disisipkan dalam halaman web menggunakan tag SCRIPT.[18] JavaScript dirancang untuk memberikan keunggulan

interaktif pada halaman HTML. JavaScript merupakan bahasa scripting, dimana


(38)

dari JavaScript yaitu terdiri dari baris-baris bertipe code executable computer, yaitu

suatu baris kode yang dapat dieksekusi secara langsung dari sisi komputer klien. Selain itu JavaScript biasanya bersifat embedded secara langsung pada halaman HTML.

JavaScript bisa dikatakan juga interpreted language artinya adalah skrip dapat

dijalankan tanpa perlu melewati proses compile terlebih dahulu. Setiap orang dapat

menggunakan JavaScript tanpa harus membeli license. Adapun keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh JavaScript sehingga layak untuk diimplementasikan pada sebuah sistem informasi adalah: [19]

a. JavaScript dapat bereaksi terhadap events

JavaScript dapat di-set untuk menjalankan saat terjadi sesuatu, seperti sebuah page telah selesai dipanggil atau saat seorang user meng-klik pada HTML element.

b. JavaScript dapat membaca dan menulis HTML elements

JavaScript dapat membaca dan mengubah isi dari HTML element.

c. JavaScript dapat digunakan untuk mem-validasi data

JavaScript dapat digunakan untuk mem-validasi form data sebelum di-submitted ke server, hal ini akan mengamankan server dari pemrosesan extra.

d. JavaScript dapat digunakan untuk mendeteksi browser pengunjung

JavaScript dapat digunakan untuk mendeteksi browser pengunjung dan memanggil page lain yang secara specifik didesain untuk browser tersebut

e. JavaScript dapat digunakan untuk membuat cookies

JavaScript dapat digunakan untuk menyimpan dan memanggil informasi di komputer pengunjung


(39)

2.9. CSS ( Cascading Style Sheet )

CSS (Cascading Style Sheet) adalah standar pembuatan dan pemakaian style untuk dokumen terstruktur. Fitur utama dari CSS adalah memungkinkan adanya pemisahan dokumen konten (ditulis dalam HTML atau bahasa sejenis) dari dokumen presentasi, termasuk dalam dokumen presentasi adalah layout, warna, dan font.[20] CSS digunakan untuk mempersingkat penulisan tag HTML seperti font,color,text, dan table menjadi lebih ringkas sehingga tidak terjadi pengulangan tulisan. Adapun keunggulan yang ditawarkan CSS adalah:

a. Memisahkan layer presentation sebuah dokumen dengan layer content

dokumen.

b. Mempermudah dan mempersingkat pembuatan dan pemeliharaan dokumen

web.


(40)

BAB III

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

Pada bab III ini akan dibahas kebutuhan-kebutuhan yang dimiliki PT Suman Tour yang merupakan dasar dari proyek pengerjaan sistem informasi ini, kemudian

dari analisa kebutuhan tersebut akan dirancang sebuah blueprint atau rancangan dasar

dari sistem yang akan dibuat untuk membuhi kebutuhan PT. Suman Tour sebagai klien pengguna sistem.

3.1. Analisis

Rancang bangun sistem informasi reservasi dan refund tiket pesawat terbang

serta report pendapatan dan piutang keuangan pada PT. Suman Tour ini

dikembangkan dengan berbasiskan web site. Sistem informasi ini akan berjalan secara

LAN (Local Area Network) pada lingkungan PT. Suman Tour. Admin mendapatkan

fasilitas hak akses tersambung dengan Internet, hal ini digunakan untuk

mempermudah admin untuk mendapatkan informasi flight pada maskapai dan untuk

reservasi booking tiket yang berasal dari e-mail customer. Dalam proses reservasi,

customer dan sub agent dapat melakukan pemesanan tiket melalui by phone ataupun by e-mail setelah itu admin (Operator) memproses pemesanan yaitu dengan

melakukan booking tiket. Gambar 3.1 adalah overview system yang akan dibangun


(41)

Internet Super Admin

Computer

Server Finance

Computer

Admin Computer

Ticketing

Customer

Sub Agent

Gambar 3. 1 Overview Sistem Reservasi Tiket

Adapun adalah langkah-langkah untuk melakukan proses booking pada PT

Suman Tour adalah:

1. Menentukan rute yang akan dituju oleh kustomer

2. Memilih tanggal & reservasi untuk berapa orang

3. Memilih jam / jadwal sesuai yang di inginkan oleh kustomer

4. Memasukkan nama sesuai ktp + title (mrs/mr/ms) + no telpon yang bisa di

hubungi / alamat email jika ada .

5. Setelah proses dilakukan, munculah kode booking & reservasi

6. Info ke penumpang dengan membacakan reservasi tersebut & memberikan info

tentang time limit pemesanan tiket.

Untuk mendapatkan informasi pada flight maskapai, Admin (Operator) terlebih

dahulu mengunjungi web site dari tiap maskapai yang akan dicari. PT. Suman Tour

sebelumnya telah mempunyai account untuk dapat login ditiap maskapai penerbangan


(42)

flight dari maskapai yang dipilih, admin akan menginputkan data informasi tersebut

kedalam apalikasi reservasi.

Setelah melakukan proses booking dan pencetakan tiket, Admin (Operator)

membuat invoice untuk kustomer yang disertai dengan tanggal jatuh tempo. Kemudian

superadmin (Administrator) dapat melihat dan mengolah data yang telah diinputkan oleh admin (Operator) hingga menghasilkan laporan pendapatan serta laporan piutang, kemudian finance dapat mengolah laporan piutang untuk melakukan penagihan dan menghasilkan laporan pelunasan.

Untuk proses refund tiket, kustomer dan sub agen yang hendak melakukan proses ini pertaman-tama dapat memberikan informasi, baik melalui telepon ataupun email, mengenai tiket mana yang akan direfund. Setelah itu admin (Operator) melakukan proses pembatalan jadwal penerbangan, yang dilanjutkan dengan admin melakukan input data ticket yang direfund dan membuat tanda terima refund ticket. Dengan tanda terima refund maka harga tiket bisa dikembalikan berdasarkan dengan ketentuan-ketentuan dalam refund. Harga tiket minimum yang bisa di-refund ditentukan oleh maskapai penerbangan masing masing. Beberapa kondisi yang mengijinkan terjadinya refund atas suatu tiket yaitu terjadinya pembatalan penerbangan oleh pihak maskapai penerbangan karena alasan teknis dimana pesawat mereka tidak bisa terbang sebagaimana biasanya dan Terjadinya pembatalan perjalanan dari penumpang itu sendiri.

Pada kondisi pembatalan penerbangan oleh pihak maskapai penerbangan karena alasan teknis dimana pesawat mereka tidak bisa terbang sebagaimana biasanya. Refund untuk tiket ini biasanya adalah Refund Full, artinya berapa jumlah yang dibayarkan penumpang untuk tiket tersebut maka sebesar itu pulalah penumpang tersebut menerima kembali uangnya.


(43)

Sedangkan pada kondisi terjadinya pembatalan perjalanan dari penumpang itu sendiri, maka waktu pembatalan tiket pesawat menentukan fee pembatalan tiket pesawat yang harus dibayar oleh konsumen kepada pihak maskapai penerbangan dan pihak agen travel. Untuk pembatalan yang dilakukan 24 jam sebelum penerbangan biasanya hanya akan dikenakan potongan administrasi sebesar Rp. 50.000. Jika pembatalan dilakukan 24 jam sebelum penerbangan, selain potongan administrasi sebesar Rp. 50.000, penumpang juga akan dikenakan charge/cancellation fee. Besarnya charge/cancellation ini tergantung dari maskapai penerbangan masing

masing, namun sebagai gambaran biasanya untuk Low season potongannya adalah

sebesar 25-50 % dari basic fare tiket dan untuk High Season yanitu sebesar 50-75 %

dari basic fare.

Contoh Misalnya si A telah membeli tiket pesawat dengan rute Pekanbaru ke

Jakarta dengan harga Rp. 459.000. Rincian harga tiket tersebut adalah; Basic fare =

Rp. 220.909, PPn = Rp. 22.090, IWJR = Rp. 6.000, Fuel Surcharge = Rp. 210.000. Karena ada sesuatu hal yang sangat mendesak si A terpaksa membatalkan rencana perjalanannya tersebut. Kita buat dua kemungkinan waktu pembatalan reservasi si A tersebut:

a. Pembatalan lebih dari 24 jam sebelum penerbangan.

Refund untuk tiket si A adalah sebesar harga tiket dikurangi dengan biaya administrasi dari maskapai penerbangan dikurangi biaya administrasi dari agen travel. Rincian perhitungannya adalah Rp. 459.000 – Rp. 50.000 – Rp.25.000 = Rp. 384.000.


(44)

b. Pembatalan kurang dari 24 jam penerbangan.

Refund untuk tiket si A adalah sebesar harga tiket dikurangi dengan biaya

administrasi dari maskapai penerbangan dikurangi dengan biaya charge

cancellation dikurangi biaya administrasi dari agen travel. Kita ambil contoh

untuk musin low season dengan biaya charge cancellation 25% dari basic fare.

Rincian perhitungannya adalah Rp. 459.000 – Rp. 50.000 – (25% x Rp. 220.909) - Rp. 25.000 = Rp. 328.773.

3.2 Perancangan Sistem

Bab 3.2 akan membahas penjelasan / deskripsi sistem informasi dan kebutuhan sistem secara umum dan spesifik pada sistem informasi reservasi dan refund tiket pesawat terbang serta report pendapatan dan piutang keuangan pada PT. Suman Tour.

3.2.1. Deskripsi Umum Sistem

Berdasarkan analisa sistem informasi yang dibutuhkan oleh PT. Suman Tour, maka didapatkan suatu kesimpulan bahwa sistem informasi yang dibutuhkan oleh PT. Suman Tour adalah suatu sistem informasi yang berbasiskan web dikarenakan kebutuhan PT. Suman Tour untuk meng-instal/mengintegrasikan sistem yang akan dibuat dengan sistem-sistem lain yang sudah ada terlebih dahulu. Adapun sistem informasi yang akan dirancang untuk diimplementasikan pada PT. Suman Tour adalah sebuah sistem yang akan mendukung proses bisnis yang sudah berjalan terlebih dahulu. Setelah melalui proses analisa, maka kami merancang sebuah sistem informasi dengan proses bisnis, yaitu:

a. Superadmin (Administrator) melakukan input data master seperti pegawai,


(45)

b. Admin (Operator) menginputkan data booking dan refund tiket serta pembayaran tiket.

c. Finance melakukan input kas harian dan melaporkan pendapatan dan piutang

yang dilakukan oleh sub agent.

3.2.2. Kebutuhan Sistem

Berdasarkan analisa yang kami lakukan pada PT. Suman Tour, baik melalui wawancara dengan pihak manajemen PT. Suman Tour maupun pengamatan secara langsung pada proses bisnis yang berjalan di PT. Suman Tour, peneliti mencatat beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam perancangan sistem ini, antara lain yaitu:

a. Pembuatan sistem informasi yang berbasiskan web

b. Sistem informasi tersebut difungsikan untuk memproses data yang akan

diinputkan oleh admin (operator)

c. Dibutuhkan database untuk menyimpan data yang diinputkan oleh admin,

sehingga data yang diinputkan tersebut dapat dikelola dan diolah kembali oleh superadmin dan finance.

3.2.3. Kebutuhan Pengguna

Berdasarkan deskripsi yang telah dibahas diatas, maka guna mendukung desain sistem informasi sesuai kebutuhan PT Suman Tour, maka perangkat keras dan perangkat lunak yang dimanfaatkan untuk mendukung perancangan sistem yang akan dibuat diantaranya adalah:

a. Komputer atau laptop (Processor Intel Core 2 Duo 2.0 GHz, RAM 1 Gb,

Harddisk 80 Gb)


(46)

c. Aplikasi Web Browser

d. Setting jaringan LAN dan Internet

3.3 Kebutuhan Basis data

Dalam sistem informasi reservasi dan refund ticket pesawat terbang serta report pendapatan dan piutang keuangan pada PT. Suman Tour dibutuhkan basis data untuk melayani proses reservasi tiket pesawat, pelayanan jasa refund, serta memudahkan dalam pembuatan laporan pendapatan dan piutang keuangan. Pemodelan basis data, seperti diagram jenjang, DFD, ERD, CDM, PDM, System Flow sebagai pemodelan struktur basisdata, diperlukan untuk mempermudah perancangan sistem informasi secara komprehensif seperti yang dijabarkan pada subbab-subab berikutnya.

3.3.1. Diagram Jenjang

Berdasarkan dari deskripsi-deskripsi mengenai sistem yang dibutuhkan oleh PT. Suman Tour seperti yang dijelaskan diatas, maka dirancanglah pemodelan sistem basisdata dari sistem informasi yang dibutuhkan tersebut dengan diagram jenjang yang terdapat pada Gambar 3.2.

Berdasarkan analisa kebutuhan pengguna dapat disimpulkan dan dirancang sebuah proses sistem yang terdiri atas 2 level, yaitu level 0 dan level 1. Pada level 0 terdapat 1 proses yang global yaitu Sistem Reservasi dan Refund tiket serta Laporan Pendapatan dan Piutang sedangkan pada level 1 terdapat 10 proses diantaranya adalah menginput pegawai, menginput perkiraan, menginput maskapai, menginput sub agent, melakukan booking ticket, menginput kas, melakukan refund tiket, melakukan pembayaran piutang, melaporkan pendapatan, melaporkan piutang.


(47)

Gambar 3. 2 Diagram Jenjang 3.3.2. DFD ( Data Flow Diagram )

Berdasarkan Gambar 3.3, digambarkan dan dideskripsikan beberapa proses yang terjadi pada sistem yang dibuat. Proses tersebut dapat digambarkan dalam bentuk konteks diagram (Level 0) dan DFD level 1. Konteks diagram pada sistem ini adalah gambaran garis besar dari proses yang terjadi dalam sistem tersebut. Terdapat 3 entitas diantaranya Admin (Operator), Superadmin (Administrator) dan Finance. Admin (Operator) adalah orang yang melakukan proses input reservasi dan refund. Sehingga dari hasil inputan admin (Operator) dapat menghasilkan beberapa informasi.

Entitas Admin memiliki bebrapa proses diantaranya adalah untuk input yaitu memasukkan data booking yang berisi tentang data-data reservasi yaitu antara lain nama kustomer, tujuan kustomer, jumlah kustomer dan tanggal keberangkatan, memasukkan data sub agent yang berisi tentang nama-nama sub agent, memasukkan data refund yang berisi nama kustomer yang melakukan refund, tujuan yang direfund

S.I. RESERVASI DAN REFUND TICKET LAPORAN PENDAPATAN

DAN PIUTANG

MELAKUKAN PEMBAYARAN PIUTANG

MELAPORKAN PENDAPATAN MELAKUKAN REFUND

TIKCKET

MENGINPUT KAS MELAKUKAN BOOKING

TICKET MENGINPUT SUBAGENT

MENGINPUT MASKAPAI MENGINPUT PERKIRAAN

MENGINPUT PEGAWAI

MELAPORKAN PIUTANG

1

0


(48)

dan nama maskapai yang direfund dan yang terakhir memasukkan data piutang yang berisi tentang sub-sub agent yang melakukan pembayaran dengan cara kredit atau berdasarkan jatuh tempo. Untuk output-nya yaitu berupa informasi booking, info sub agent, info refund, info piutang dan info pelunasan.

Entitas finance adalah orang yang akan mengerjakan laporan tentang pendapatan perusahaan. Entitas ini memiliki proses diantaranya adalah memasukkan data kas, data laporan pendapatan, data perkiraan dan data laporan piutang. Untuk output-nya berupa informasi kas, data pendapatan, perkiraan dan laporan piutang.

Entitas Superadmin adalah orang yang akan menginputkan data master yang berupa data pegawai dan data maskapai. Untuk outpunya berupa info tentang data pegawai dan info maskapai.


(49)

DATA KAS INFO KAS

DATA LAPORAN PENDAPATAN INFO DATA PENDAPATAN

DATA LAPORAN PIUTANG

INFO LAPORAN PIUTANG

INFO PELUNASAN INFO PIUTANG

DATA PIUTANG

INFO REFUND DATA REFUND

INFO BOOKING DATA BOOKING

INFO SUBAGENT DATA SUBAGENT

INFO MASKAPAI

DATA MASKAPAI DATA PERKIRAAN

INFO PERKIRAAN

INFO PEGAWAI DATA PEGAWAI

0

S I RESERVASI DAN REFUND TICKET LAPORAN PENDAPATAN DAN PIUTANG

+

SUPER ADMIN

ADMIN FINANCE


(50)

Sedangkan pada Gambar 3.4 dimodelkan DFD Level 1. Dimana pada DFD level 1 ini terdapat 10 proses yang diantaranya adalah menginput pegawai, menginput perkiraan, menginput maskapai, menginput sub agent, melakukan booking ticket, menginput kas, melakukan refund tiket, melakukan pembayaran piutang, melaporkan pendapatan dan melaporkan piutang.

Menginput pegawai adalah memasukkan data-data pegawai di PT. Suman Tour yang memiliki hak akses pada sistem informasi yang tersedia, jadi proses ini bisa dideskripsikan sebagai berikut Superadmin melakukan input data pegawai dan data tersebut disimpan kedalam database pegawai selanjutnya superadmin melakukan load database pegawai berupa informasi data pegawai.

Proses menginput perkiraan dapat dideskripsikan sebagai berikut Finance melakukan input perkiraan yang bertujuan untuk memasukkan data-data yang berhubungan dengan pendapatan dan pengeluaran, selanjutnya data tersebut disimpan kedalam database perkiraan dan finance dapat melakukan load database perkiraan berupa informasi perkiraan.

Proses menginput maskapai dapat dideskripsikan sebagai berikut Superadmin melakukan input maskapai antara lain memasukkan data-data maskapai yang melakukan kerja sama dengan PT. Suman Tour, sehingga kita

bisa melakukan proses booking ataupun issue tiket. Selanjutnya data maskapai

tersebut disimpan kedalam database maskapai dan superadmin bisa melakukan load database yang berupa informasi maskapai. Dengan adanya data maskapai tersebut, nantinya bisa digunakan untuk melakukan proses booking tiket.


(51)

Proses menginput data subagent dapat dideskripsikan sebagai berikut Admin melakukan proses input data subagent yaitu memasukkan data-data sub agent yang melakukan kerjasama dengan PT. Suman Tour. Data tersebut disimpan kedalam database subagent berupa data subagent booking . Selanjutnya admin bisa melakukan load database berupa informasi sub agent dan dari data subagent booking bisa dilakukan proses booking tiket.

Untuk proses kelima ini dapat dideskripsikan sebagai berikut Admin melakukan booking tiket yaitu memasukkan data-data yang berkaitan dengan proses booking tiket. Setelah itu data tersebut disimpan kedalam database booking dan database tiket. Selanjutnya admin bisa melakukan load berupa informasi booking.

Proses menginput kas dapat dideskripsikan sebagai berikut Finance melakukan input data kas antara lain memasukkan data yang berhubungan dengan pengeluaran dan pendapatan PT. Suman Tour. Kemudian data tersebut disimpan kedalam database Kas, dan Finance bisa melakukan load database kas berupa informasi kas.

Proses melakukan refund tiket dapat dideskripsikan sebagai berikut Admin menginputkan data yang berhubungan dengan refund tiket kemudian disimpan kedalam database kas karena proses refund berhubungan dengan pengeluaran kas. Selanjutnya Admin bisa melakukan load tiket refund pada database tiket dan menghasilkan output berupa info refund.

Proses melakukan pembayaran piutang dapat dideskripsikan sebagai berikut Admin melakukan proses penginputan data piutang dan melakukan input subagent mana atau kustomer yang melakukan pelunasan kemudian data tersebut disimpan kedalam database Kas. Kemudian Admin bisa melakukan load data


(52)

piutang dan data pelunasan hingga mengasilkan output berupa informasi piutang dan informasi pelunasan.

Proses melaporkan pendapatan dapat dideskripsikan sebagai berikut finance membuat laporan data pendapatan, selanjutnya finance bisa melakukan load data pendapatan dari database kas kemudian pada database kas melakukan request data pendapatan hingga menghasilkan output berupa informasi data pendapatan.

Proses yang terakhir yaitu proses melaporkan piutang yaitu proses pembuatan laporan piutang dimana Finance menginputkan data laporan piutang kemudian finance bisa melakukan load data laporan piutang pada database kas berupa data piutang hingga menghasilkan output berupa info laporan piutang kepada finance.


(53)

INFO DAT A PE NDAP A TA N DAT A LA PORAN PE NDA PA TA N

DAT A LA PORAN PIUT ANG INFO LA PORAN PIUTA NG

DAT A LOAD P ENDA P AT AN DAT A REQUES T P ENDAP AT AN DAT A REQUES T P IUT A NG

DAT A LOAD LA PORA N PIUTA NG

INFO P ELUNAS AN DAT A LOAD P ELUNA S AN

INFO P IUT A NG DAT A P IUT A NG

DAT A LOAD P IUT ANG

DAT A S AV E PIUTA NG

DAT A REFUND INFO REFUND

DAT A S AV E RE FUND KA S

DAT A LOAD T ICK ET REFUND INFO B OOK ING

DAT A B OOK ING

DAT A LOAD B OOKING DAT A S AV E BOOK ING

DAT A LOAD K AS

DAT A S AV E KA S

DAT A S AV E BOOK ING K AS DAT A K AS

INFO K AS

DAT A LOAD P ERKIRA AN KA S

DAT A S AV E TIK ET DAT A P ERK IRA AN BOOKING

DAT A S UB A GE NT BOOKING DAT A MAS K AP AI B OOK ING

DAT A LOAD S UB AGE NT DAT A S AV E SUBA GE NT

INFO S UB A GE NT DAT A S UB A GE NT

DAT A LOAD MAS KA P AI DAT A S AV E MA SK AP A I

DAT A LOAD P ERKIRA AN DAT A S AV E PE RK IRA A N

DAT A LOAD P EGAW A I DAT A S AV E PE GA WA I

INFO MAS K AP AI DAT A MAS K AP AI

DAT A P ERK IRA AN INFO P ERK IRA AN INFO P EGA WA I

DAT A P EGA WA I

S UP ER ADMIN FINANCE

S UP ER ADMIN S UP ER ADMIN

A DMIN A DMIN A DMIN A DMIN A DMIN A DMIN

A DMINA DMIN

A DMIN FINANCEFINANCE FINANCE FINANCE FINANCE FINANCE 1 MENGINPUT P EGAW AI

2 MENGINPUT P ERKIRAA N

3 MENGINPUT

MAS KA PA I

P EGAW AI P ERKIRAA A N

MAS KA PA I

4 MENGINPUT

S UB AGENT

S UB AGENT

5

MELA KUKA N BOOK ING T ICK ET

T ICK ET

K AS 6

MENGINPUT KA S

B OOKING

7 MELA KUKA N REFUND TI CK ET

8 MELA KUKA N P EMBA YA RAN

P IUT ANG

9 MELA PORK A N P ENDA PA T AN

10 MELA PORK A N

P IUT ANG


(54)

ERD merupakan notasi grafis dalam pemodelan dan konseptual yang mendeskripsikan hubungan antar penyimpanan. ERD digunakan untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, karena hal ini relative kompleks. Dengan ERD, desainer sistem dapat menguji model dengan menghasilkan proses yang dilakukan. ERD juga menggunakan sejumlah notasi dan symbol untuk menggambarkan struktur dan hubungan antar data.

Dari analisa keterangan di atas nantinya akan dibutuhkan 9 buah tabel untuk kebutuhan penyimpanan data dalam sistem tersebut. Penjelasan dari 9 tabel tersebut seperti terlihat pada Gambar 3.5 adalah:

a. Tabel Subagent : Tabel ini berisikan tentang data-data subagent yang

melakukan kerjasama dengan PT. Suman Tour. Tabel subagent berelasi dengan tabel booking, sehingga primary key dari tabel subagent yaitu Idsubagent dan yang menjadi Foreign Key adalah pada tabel booking. Pada tabel ini juga terdapat 6 atribut antara lain : idsubagent,

namasubagent, alamatsubagent, telpsubagent, faxsubagent,

emailsubagent.

b. Tabel Booking : Tabel ini berisikan tentang data-data yang berhubungan

dengan pemesanan tiket. Tabel Booking berelasikan dengan tabel kas dan tabel tiket, sehingga Primary Key pada tabel booking yaitu idbooking dan yang menjadi Foreign Key terdapat pada tabel kas dan tabel tiket. Pada tabel ini mempunyai 9 atribut antara lain : idbooking, idsubagent,

idpegawai, wktexpiredbooking, namacpbooking, nocpbooking,

totalbooking, statusbooking, statuspembayaran.

c. Tabel Kas : Tabel ini menjelaskan tentang pengeluaran dan pemasukan


(55)

booking dan tabel perkiraan. Primary Key dalam tabel ini yaitu idkas dan tabel ini mempunyai 7 atribut antara lain : idkas, idperkiraan, idbooking, detailkas, tglkas, debetkas, kreditkas.

d. Tabel Tiket : Tabel ini berisikan tentang hal-hal yang berhubungan

dengan isi tiket. Tabel ini berelasikan dengan tabel refund. Primary Key pada tabel tiket yaitu idticket dan yang menjadi Foreign Key terdapat pada tabel refund. Pada tabel ini mempunyai 11 atribut antara lain :

idticket, idbooking, idmaskapai, noticket, namapemesanan,

umurpemesanan, kategori, routeberangakat, routetiba, biayaticket, statusticket.

e. Tabel Refund : Tabel ini menjelaskan tentang hal-hal yang berkaitan

dengan data-data proses refund. Tabel ini berelasi dengan tabel tiket sehinggan tabel refund ini bergantung pada tabel tiket dan Primary Key dalam tabel refund yaitu idrefund. Pada tabel ini mempunyai 6 atribut antara lain : idrefund, idticket, tglrefund, potonganrefund, totalrefund, statusrefund.

f. Tabel Perkiraan : Tabel ini menjelaskan tentang perkiraan-perkiraan yang

terjadi dalam kas. Tabel ini berelasikan dengan tabel kas sehingga Primary Key dari tabel perkiraan yaitu idperkiraan dan yang menjadi Foreign Key terdapat pada tabel kas. Pada tabel perkiraan ini mempunyai 4 atribut yaitu idperkiraan, idheader, namaperkiraan, statusperkiraan.

g. Tabel Header : Tabel ini menjelaskan tentang hal-hal yang terdapat pada

header. Tabel ini berelasikan dengan tabel Perkiraan, sehingga Primary Key dari tabel header yaitu idheader dan yang menjadi Foreign Key pada


(56)

namaheader.

h. Tabel Pegawai : Pada tabel ini berisikan nama-nama pegawai PT. Suman

Tour yang mempunyai hak akses untuk bisa masuk kedalam sistem ini. Tabel ini berelasi dengan tabel booking, sehingga Primary Key dari tabel pegawai yaitu idpegawai dan yang menjadi Foreign Key pada tabel booking. Tabel pegawai ini mempunyai 8 atribut antara lain : idpegawai, kodepegawai, namapegawai, alamatpegawai, jkpegawai, username, password, levelpegawai.

i. Tabel Maskapai : Pada tabel ini berisikan tentang nama-nama maskapai

yang menjalin kerjasama dengan PT. Suman Tour. Tabel ini berelasikan dengan tabel ticket, sehingga yang menjadi Primary Key dari tabel maskapai yaitu idmaskapai dan Foreign Key pada tabel ticket. Tabel ticket ini mempunyai 3 atribut antara lain: idmaskapai, kodemaskapai dan namamaskapai.


(57)

header

Idheader int(11) (pk) namaheader varchar(100) idperkiraan int(11) (pk) idheader int(11) (fk) namaperkiraan int(11) statusperkiraan varchar(100) idkas int(11) (pk)

idperkiraan int(11) (fk1) idbooking int(11) (fk2) detailkas varchar(100) tglkas date

debetkas int(11) kreditkas int(11)

Mencatat

Memiliki

pegawai

idpegawai int(11) (pk) kodepegawai varchar(3) namapegawai varchar(100) alamatpegawai varchar(200) jkpegawai varchar(10) username varchar(20) password varchar(20) levelpegawai int(1) Mengentry

subagent

idsubagent int(11) (pk) namasubagent varchar(100) alamatsubagent varchar(200) telpsubagent varchar(15) faxsubagent varchar(15) emailsubagent varchar(20)

Melakukan booking

idbooking int(11) (pk) idsubagent int(11) (fk) idpegawai int(11) (fk) wktexpiredbooking int(11)

namacpbooking varchar(100) hpcpbooking varchar(15) emailcpbooking varchar (40) totalbooking varchar(20) statusbooking int(11) statuspembayaran int(11)

Mendapatkan

refund

idrefund int(11) (pk) idticket int(11) (fk) tglrefund date

potonganrefund varchar(100) totalrefund int(11) statusrefund int(11)

ticket

idticket int(11) (pk) idmaskapai int(11) (fk1) idbooking int(11) (fk2) tglissued date

noticket varchar(20) namapemesanan varchar(100) umurpemesanan int(11) kategori int(11) routeberangkat varchar(100) tglberangkat date jamberangkat time routetiba varchar(100) tgltiba date jamtiba time Mengembalikan

maskapai

idmaskapai int(11) (pk) kodemaskapai int(11) namamaskapai int(11) Memilih


(58)

Merancang suatu tabel dalam database secara logik akan lebih memudahkan pengembang sistem untuk dapat merancang sebuah sistem yang spesifik dalam akses data serta efisien dalam penyimpanan data pada tabel di database. Merancang CDM ini didasarkan pada perancangan DFD yang telah dibuat sampai dengan level 1.

Pada Gambar 3.6, pemodelan CDM, digambarkan akses data yang terjadi dan tempat penyimpanan data yang akan digunakan. Pada pembuatan CDM ini setiap tempat penyimpanan data masih berupa konseptual, dimana masih bersifat umum dan belum mendekati dari sebuah design yang berkaitan dengan produk database tertentu.

3.3.5. Physical Data Model ( PDM )

PDM adalah sebuah skema yang merupakan lanjutan dari skema CDM. Berbeda dengan CDM, PDM lebih mendekati struktur asli pada DBMS yang akan digunakan. Dimana pada pengerjaan sistem informasi untuk PT. Suman Tour ini digunakan DBMS MySQL. Dengan pembuatan PDM, akan diketahui segala relasi dari atribut yang dimiliki oleh setiap tabel, sehingga diharapkan dapat diperoleh sebuah rancangan basis data yang dapat ditelusuri kebenaran dan kompleksitas data yang ada. Hal ini sangat penting dalam sebuah data pada setiap tabel yang saling berelasi. Gambar 3.7 menujukan rancangan PDM pada proyek pengerjaan sistem informasi PT. Suman Tour.


(59)

memiliki mempunyai mengentry memilih mendapatkan melakukan mengembalikan mencatat booking idbooking tglbooking wktexpiredbooking namacpbooking hpcpbooking emailcpbooking totalbooking statusbooking statuspembayaran <pi> Integer Date Integer

Variable characters (100) Variable characters (15) Variable characters (40) Variable characters (20) Integer Integer <M> Identifier_1 <pi> header idheader namaheader <pi> Integer

Variable characters (100) <M> Identifier_1 <pi> kas idkas detailkas tglkas debetkas kreditlas <pi> Integer

Variable characters (100) Date Integer Integer <M> Identifier_1 <pi> maskapai idmaskapai kodemaskapai namamaskapai <pi> Integer

Variable characters (10) Variable characters (50)

<M> Identifier_1 <pi> pegawai idpegawai kodepegawai namapegawai alamatpegawai jkpegawai username password levelpegawai <pi> Integer

Variable characters (3) Variable characters (100) Variable characters (200) Variable characters (10) Variable characters (20) Variable characters (20) Integer <M> Identifier_1 <pi> perkiraan idperkiraan namaperkiraan statusperkiraan <pi> Integer

Variable characters (100) Integer <M> Identifier_1 <pi> refund idrefund tglrefund potonganrefund totalrefund statusrefund <pi> Integer Date

Variable characters (2) Variable characters (10) Integer <M> Identifier_1 <pi> ticket idticket tglissued noticket flight namapemesan umurpemesan kategori routeberangkat tglberangkat jamberangkat routetiba tgltiba jamtiba cls biayaticket pajakticket statusticket <pi> Integer Date

Variable characters (20) Variable characters (50) Variable characters (100) Integer

Integer

Variable characters (100) Date

T ime

Variable characters (100) Date

T ime

Variable characters (20) Integer Integer Integer <M> Identifier_1 <pi> subagent idsubagent namasubagent alamatsubagent telpsubagent faxsubagent emailsubagent <pi> Integer

Variable characters (100) Variable characters (200) Variable characters (15) Variable characters (15) Variable characters (20)

<M>

Identifier_1 <pi>


(1)

104


(2)

BAB VI PENUTUP

Bab VI merupakan bagian akhir laporan dari penelitian Rancang Bangun Sistem Informasi Reservasi dan Refund Tiket Pesawat Terbang Serta Pendapatan dan Piutang Keuangan pada PT. Suman Tour. Bab ini akan membahas kesimpulan dan saran yang diberikan peneliti terhadap program yang dibuatnya sendiri.

6.1. Kesimpulan

Dari hasil analisa dan data-data yang telah diuraikan diatas, kita dapat mengambil kesimpulan mengenai proses dari tugas akhir ini antara lain : sistem ini dapat membantu dan memudahkan dalam pembuatan laporan harian, laporan keuangan dan piutang serta memperkecil resiko permasalahan dalam melakukan proses input. Pada perusahaan PT. Suman Tour, proses reservasi tiket pesawat merupakan proses yang utama. Pada proses reservasi akan dibedakan 2 jenis pemesanan diantaranya pemesanan berlangganan dan pemesanan biasa. Perbedaan dari pemesanan ini terletak pada saat pembayarannya yaitu : untuk pemesanan berlangganan dapat melakukan pembayaran dengan menggunakan jatuh tempo atau piutang, sedangkan untuk pemesanan biasa pembayaran dilakukan pada saat tiket


(3)

106

keuntungan dengan menaikkan harga tiket berdasarkan nilai yang sudah ditetapkan oleh Maskapai.

Pada penjualan tiket, PT. Suman Tour memberikan kemudahan terutama kepada Sub-Sub Agent yang melakukan reservasi tiket, yaitu Sub Agent dapat melakukan reservasi tiket tanpa harus membayar terlebih dahulu.

Untuk melakukan pembayaran tiket, PT. Suman Tour menerapkan sistem jatuh tempo (Piutang), dimana setiap Sub Agent mendapatkan jatuh tempo yang berbeda-beda sesuai dengan intensitas Sub Agent tersebut melakukan reservasi tiket.

6.2. Saran

Berdasarkan pembuatan aplikasi ini, terdapat beberapa saran yang diberikan oleh penyusun terkait dalam pengembangan sistem ini antara lain : Program reservasi tiket akan lebih baik bila sistem dapat terintegrasi dengan masing-masing maskapai, menambah sistem untuk penjualan kembali tiket refund dan pada aplikasi ini juga bisa dikembangkan dengan menambah program untuk sistem Top Up yang terintegrasi dengan masing-masing maskapai sehingga bisa mempercepat proses Top Up.


(4)

DAFTAR PUSTAKA

[1] Profil perusahaan, Suman Tour, <URL : http://www.sumantour.com>

[2] Teknik Informatika, UPN “Veteran” Yogyakarta. 2010, Skripsi Aplikasi Sistem Informasi Tiket Pesawat Terbang di PT. Garuda Indonesia Berbasis Web, Yogyakarta.

[3] EI Report, "Glossary”.

[4] Kroenke, D M. (2008). Experiencing MIS. Prentice-Hall, Upper Saddle River, NJ. [5] O'Brien, J A. (2003). Introduction to Information Systems: Essentials for The

E-business Enterprise. McGraw-Hill, Boston, MA.

[6] Elliot, Barry & Elliot, Jamie. (2004). Financial accounting and reporting. London: Prentice Hall.

[7] Williams, Jan R.; Susan F. Haka, Mark S. Bettner, Joseph V. Carcello. (2008).

Financial & Managerial Accounting. New York: McGraw-Hill.

[8] Robert G. Eccles, Robert H. Herz, E. Mary Keegan, David M. H. Phillips. (2001).

The Value Reporting Revolution: Moving Beyond the Earnings Game.

Price-Waterhouse-Coopers.


(5)

108

[12] Rigas Doganis. (2001). The Airline Business in Twenty-first Century. London: Routledge.

[13] What does PHP stand for?.

http://id2.php.net/manual/en/faq.general.php#faq.general.acronym. Diakses pada 5 Mei 2012.

[14] What is PHP?. http://id2.php.net/manual/en/faq.general.php#faq.general.what. Diakses pada 5 Mei 2012.

[15] Kadir, Abdul. (2009). Mudah Menjadi Programmer PHP. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.

[16] Market Share. http://www.mysql.com/why-mysql/marketshare/. Diakses pada 5 Mei 2012.

[17] Kadir, Abdul. (2008). Tuntunan Praktis Belajar Database Menggunakan MySQL. Yogyakarta: Penerbit Andi.

[18] Andi Sunyoto, M. Kom. (2008). Ajax Membangun Web dengan Teknologi

Asynchronouse JavaScript & XML. Yogyakarta: Penerbit Andi.

[19] What Can JavaScript do?. http://www.w3schools.com/js/js_intro.asp. Diakses pada 5 Mei 2012.

[20] What is CSS?. http://www.w3.org/standards/webdesign/htmlcss#whatcss. Diakses pada 5 Mei 2012.


(6)