18-Oct-2011

BAB II
TINJAUAN TEORITIS

A. Tinjauan Teoritis
1. Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang lengkap menurut Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) No.1 terdiri dari komponen-komponen, (a) Neraca, (b)
Laporan laba-rugi, (c) Laporan perubahan ekuitas, (d) Laporan arus kas, dan (e)
Catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan harus menerapkan PSAK
secara benar disertai pengungkapan yang diharuskan PSAK dalam catatan atas
laporan keuangan. Informasi lain tetap diungkapkan untuk menghasilkan
penyajian yang wajar walaupun pengungkapan tersebut tidak diharuskan oleh
standar akuntansi (PSAK No.1, par. 10).
Di samping catatan atas laporan keuangan, perusahaan (manajemen) juga
dianjurkan untuk memberikan “informasi tambahan”. Informasi tambahan yang
dianjurkan meliputi (1) telaahan keuangan yang menjelaskan karakteristik utama
yang mempengaruhi kinerja perusahaan, (2) posisi keuangan perusahaan, (3)
kondisi ketidakpastian, (4) laporan mengenai lingkungan hidup, dan (5) laporan
nilai tambah (PSAK No.1, par. 08 dan 09).
Laporan keuangan merupakan media komunikasi yang digunakan oleh
manajemen kepada pihak luar perusahaan. Kualitas komunikasi yang dicapai akan
tergantung dengan kualitas laporan keuangan. Untuk mendukung tercapainya

Universitas Sumatera Utara

kualitas laporan keuangan yang baik, maka diperlukan adanya aturan (regulasi)
yang dibuat oleh profesi dewan pembuat standar dan pemerintah.
Karakteristik kualitas laporan keuangan sebagaimana yang dinyatakan dalam
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.1 (IAI : 2009)

adalah sebagai

berikut:
a. Dapat dipahami
Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan
adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh pemakai. Untuk
maksud ini, pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai
tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk
mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar.
b. Relevan
Agar bermanfaat, informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan
pemakai dalam proses pengambilan keputusan. Informasi memiliki
kualitas relevan kalau dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai
dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini
atau masa depan, menegaskan, atau mengkoreksi, hasil evaluasi mereka
di masa lalu.
c. Keandalan
Agar bermanfaat, informasi juga harus andal (reliable). Informasi
memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan,
kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian
yang tulus atau jujur (faithful representation) dari yang seharusnya
disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan.
d. Dapat dibandingkan
Pemakai harus dapat memperbandingkan laporan keuangan perusahaan
antar periode untuk mengidentifikasikan kecenderungan (trend) posisi
dan kinerja keuangan. Pemakai juga harus dapat memperbandingkan
laporan keuangan antar perusahaan untuk mengevaluasi posisi keuangan,
kinerja serta perubahan posisi keuangan secara relatif. Untuk
menghasilkan informasi yang relevan dan andal tidaklah mudah, terdapat
beberapa kendala yang dihadapi. Salah satu kendala informasi yang
relevan dan andal tersebut adalah tepat waktu (timeliness). Suatu
informasi akan kehilangan relevansinya jika terdapat keterlambatan yang
tidak semestinya dalam pelaporan.

Universitas Sumatera Utara

2. Audit Delay
Audit delay didefinisikan sebagai lamanya waktu penyelesaian audit yang
diukur dari tanggal penutupan tahun buku hingga tanggal diterbitkannya laporan
audit. Menurut Bimo (2007) “ audit delay sebagai rentang waktu penyelesaian
laporan audit laporan keuangan tahunan, diukur berdasarkan lamanya hari yang
dibutuhkan untuk memperoleh laporan keuangan auditor independen atas audit
laporan keuangan perusahaan sejak tanggal tutup buku perusahaan, yaitu per 31
Desember sampai tanggal yang tertera pada laporan auditor independen ”.
Diungkap dalam penelitian Subekti dan Widiyanti (2004), perbedaan waktu yang
sering dinamai dengan audit delay adalah perbedaan antara tanggal laporan
keuangan dengan tanggal opini audit dalam laporan keuangan audited yang
mengindikasikan tentang lamanya waktu penyelesaian audit yang dilakukan oleh
auditor. Semakin panjang audit delay menunjukkan bahwa auditor semakin lama
menyelesaikan pekerjaan auditnya.
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay
Beberapa faktor yang diperkirakan mempengaruhi audit delay telah dikaji
dalam beberapa penelitian sebelumnya, yaitu ukuran perusahaan, kategori KAP,
jenis industri, opini auditor, profitabilitas, solvabilitas, pelaporan laba/ rugi
perusahaan, kategori perusahaan, kepemilikan perusahaan, umur perusahaan,
internal auditor, lamanya emiten menjadi klien KAP. Faktor-faktor yang
digunakan dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan, profitabilitas,
solvabilitas, opini (pendapat) auditor dan ukuran KAP dengan alasan faktor-faktor
tersebut mewakili faktor-faktor yang diteliti dalam setiap penelitian terdahulu.

Universitas Sumatera Utara

a. Ukuran Perusahaan
Terkait dengan ketepatwaktuan laporan keuangan tahunan, maka ukuran
perusahaan juga berhubungan dengan ketepatwaktuan pelaporan keuangan.
Besar kecilnya ukuran perusahaan juga dipengaruhi oleh kompleksitas
operasional, variabilitas dan intensitas transaksi perusahaan tersebut yang
tentunya akan berpengaruh terhadap kecepatan dalam menyajikan laporan
keuangan kepada publik.
Menurut Lestari (2010) dalam penelitiannya tentang faktor-faktor yang
mempengaruhi audit delay perusahaan go publik di BEJ tahun 2003-2005
menyatakan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap audit delay. Hal
ini sejalan dengan Sejati (2007) dalam penelitiannya tentang faktor yang
berpengaruh terhadap audit delay menyatakan bahwa ukuran perusahaan
tidak berpengaruh terhadap audit delay. Menurut Ashton, dkk (1989) serta
Owusu-Ansah (2000) dalam Lestari (2010), perusahaan besar melaporkan
laporan keuangan lebih cepat dibandingkan dengan perusahaan kecil.
Sebaliknya, Boynton dan Kell (1996) dalam Lestari (2010) menyebutkan
audit delay akan semakin lama apabila ukuran perusahaan yang diaudit
semakin besar. Hal ini berkaitan dengan semakin banyaknya jumlah sampel
yang harus diambil dan semakin luas prosedur audit yang harus ditempuh.
Namun logika yang mendasari hasil penelitian Ashton dapat dijelaskan oleh
Dyer dan McHugh (1975) dalam Lestari (2007). Manajemen perusahaan
berskala besar cenderung diberikan insentif untuk mengurangi audit delay
dikarenakan perusahaan-perusahaan tersebut dimonitor secara ketat oleh

Universitas Sumatera Utara

investor, pengawas permodalan, dan pemerintah. Oleh karena itu,
perusahaan-perusahaan berskala besar cenderung mengalami tekanan
eksternal yang lebih tinggi untuk

mengumumkan laporan audit lebih

awal.
b. Profitabilitas
Menurut Brigham dan Houston (2001:89) profitabilitas adalah hasil
bersih dari serangkaian kebijakan dan keputusan. Sedangkan Horne dan
Wachowicz (2000:147) mengatakan rasio profitabilitas menghubungkan
laba dengan penjualan dan laba dengan investasi yang secara bersama-sama
keduanya menunjukkan efektifitas keseluruhan operasi perusahaan. Menurut
Hanafi dan Halim (2000:83) rasio profitabilitas ini mengukur kemampuan
perusahaan menghasilkan keuntungan pada tingkat penjualan, asset, dan
modal

saham

tertentu.

Ang

(2000:18)

mengatakan

profitabilitas

menunjukkan keberhasilan perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan.
Maka tingkat profitabilitas rendah ditengarai berpengaruh terhadap audit
delay. Hal tersebut berkaitan dengan akibat yang dapat ditimbulkan pasar
terhadap pengumuman rugi oleh perusahaan.
Penelitian

yang

dilakukan

Lestari

(2010)

menyatakan

bahwa

profitabilitas berpengaruh terhadap audit delay. Hal ini sejalan dengan
penelitian Sistya (2008) yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh
terhadap audit delay pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia.

Perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi

membutuhkan waktu yang lebih cepat dalam pengauditan laporan keuangan.

Universitas Sumatera Utara

Hal ini terjadi karena auditor dalam menghadapi perusahaan yang
mengalami kerugian memiliki respon yang cenderung hati-hati dalam
melakukan proses audit.
c. Solvabilitas
Solvabilitas sering juga disebut leverage ratio. Weston dan Copeland
(1995) dalam Lestari (2010) menyatakan bahwa rasio leverage mengukur
tingkat aktiva perusahaan yang telah dibiayai oleh penggunaan hutang.
Dengan demikian solvabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan
untuk membayar semua hutang-hutangnya baik jangka pendek maupun
jangka panjang. Tingginya rasio debt to equity mencerminkan tingginya
resiko keuangan perusahaan. Tingginya resiko ini menunjukkan adanya
kemungkinan bahwa perusahaan tersebut tidak bisa melunasi kewajiban atau
hutangnya baik berupa pokok maupun bunga. Resiko perusahaan yang
tinggi mengindikasikan bahwa perusahaan mengalami kesulitan keuangan.
Kesulitan keuangan merupakan berita buruk yang akan mempengaruhi
kondisi perusahaan di mata masyarakat. Pihak manajemen cenderung
menunda penyampaian laporan keuangan berisi berita buruk.
Pembahasan lebih lanjut dalam menganalisa peranan solvabilitas guna
menjelaskan rentang waktu penyelesaian pelaporan keuangan ke publik,
didasari oleh penemuan Jensen dan Meckling dalam Lestari (2010) yang
menyatakan bahwa debt holders menghendaki syarat-syarat tertentu dalam
perjanjian kontrak utang untuk membatasi aktivitas manajemen, yang salah
satunya mengharuskan manajemen menyajikan laporan keuangan lebih
cepat dan bersifat rutin untuk waktu tertentu. Hal ini dimaksudkan agar debt
holders dapat menilai kinerja finansial manajemen. Wirakusuma (2004),

Universitas Sumatera Utara

dalam penelitiannya memperoleh hubungan yang signifikan antara
solvabilitas dengan audit delay perusahaan. Semakin tinggi rasio utang
terhadap total aktiva, semakin lama rentang waktu yang dibutuhkan untuk
penyelesaian audit laporan keuangan tahunan.
d. Opini (pendapat) Auditor Independen
Ada lima tipe pokok laporan audit yang diterbitkan auditor (Mulyadi,
2002: 20) :
1) Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion)
Dengan pendapat wajar tanpa pengecualian, auditor menyatakan
bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
material sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia.
Laporan audit dengan pendapat wajar tanpa pengecualian diterbitkan
oleh auditor jika kondisi berikut ini terpenuhi :
a) Semua laporan neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan
ekuitas, dan laporan arus kas terdapat dalam laporan keuangan.
b) Dalam pelaksanaan perikatan, seluruh standar umum dapat
dipenuhi oleh auditor.
c) Bukti cukup dapat dikumpulkan oleh auditor, dan auditor telah
melaksanakan perikatan sedemikian rupa sehingga memungkinkan
untuk melaksanakan tiga standar pekerjaan lapangan.
d) Laporan keuangan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi
berterima umum di Indonesia.
e) Tidak ada keadaan yang mengharuskan auditor untuk menambah
paragraf penjelas atau modifikasi kata-kata dalam laporan audit.
2) Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan Bahasa Penjelas
(Unqualified Opinion with Explanatory Language).
Dalam keadaan tertentu, auditor menambahkan suatu paragraf
penjelas (atau bahasa penjelas yang lain) dalam laporan audit, meskipun
tidak mempengaruhi pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan
keuangan keuangan auditan. Paragraf penjelas dicantumkan setelah
paragraf pendapat.
Keadaan yang menjadi penyebab utama ditambahkannya suatu
paragraf penjelas atau modifikasi kata-kata dalam laporan audit baku
adalah:
a) Ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi berterima umum.
b) Keraguan besar tentang kelangsungan hidup entitas.
c) Auditor setuju dengan suatu penyimpangan dari prinsip akuntansi
yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan.
d) Penekanan atas suatu hal
e) Laporan audit yang melibatkan auditor lain.

Universitas Sumatera Utara

3) Pendapat Wajar dengan Pengecualian (Qualified Opinion)
Pendapat wajar dengan pengecualian diberikan apabila auditee
menyajikan secara wajar laporan keuangan, dalam semua hal yang
material sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia,
kecuali untuk dampak hal-hal yang dikecualikan.
Pendapat wajar dengan pengecualian dinyatakan dalam keadaan :
a) Tidak adanya bukti kompeten yang cukup atau adanya pembatasan
terhadap lingkup audit.
b) Auditor yakin bahwa laporan keuangan berisi penyimpangan dari
prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia, yang berdampak
material, dan ia berkesimpulan untuk tidak menyatakan pendapat
tidak wajar.
4) Pendapat Tidak Wajar (Adverse Opinion)
Pendapat tidak wajar diberikan oleh auditor apabila laporan
keuangan auditee tidak menyajikan secara wajar laporan keuangan sesuai
dengan prinsip akuntansi berterima umum.
5) Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer of Opinion)
Auditor menyatakan tidak memberikan pendapat jika ia tidak
melaksanakan audit yang berlingkup memadai untuk memungkinkan
auditor memberikan pendapat atas laporan keuangan. Pendapat ini juga
diberikan apabila ia dalam kondisi tidak independen dalam hubungannya
dengan klien.
Wirakusuma (2004) menyatakan bahwa terdapat hubungan positif
antara opini auditor dengan audit delay. Perusahaan yang tidak menerima
opini auditor wajar tanpa pengecualian akan menunjukkan audit delay
lebih panjang dibanding perusahaan yang menerima opini wajar tanpa
pengecualian. Hal ini terjadi karena proses pemberian pendapat selain
wajar tanpa pengecualian melibatkan negosiasi dengan klien, konsultasi
dengan partner audit yang lebih senior atau staf teknis lainnya dan
perluasan lingkup audit. Selain itu, perusahaan yang menerima opini
selain wajar tanpa pengecualian dianggap sebagai bad news sehingga
penyampaian laporan keuangan audited akan diperlambat.

Universitas Sumatera Utara

e. Ukuran KAP
Ukuran KAP dapat diketahui dari besarnya perusahaan audit yang
melaksanakan pengauditan laporan keuangan tahunan, bersandar pada
apakah Kantor Akuntan Publik (KAP) berafiliasi dengan the big four atau
tidak. Carslaw dan Kapla (1991) dalam Lestari (2010) menyebutkan tidak
adanya hubungan positif yang signifikan antara audit delay dan kualitas
auditor, sementara Hossain dan Taylor (1998) dalam Sistya (2008)
menunjukkan adanya korelasi positif antara kedua hal tersebut. Literatur
yang ada memaparkan bahwa KAP besar, dalam hal ini the big four,
cenderung lebih cepat menyelesaikan tugas audit yang mereka terima bila
dibandingkan dengan non big four dikarenakan reputasi yang harus mereka
jaga. Sekiranya tidak, ada kemungkinan mereka akan kehilangan pekerjaan
pengauditan untuk tahun-tahun berikutnya sebab dinilai kurang kompeten.
Adapun kategori the big four di Indonesia yaitu:
1) KAP Deloitte Touche Thomatsu (Deloitte), bekerjasama dengan KAP
Osman, Ramli, Satrio &Rekan.
2) KAP Ernest & Young (E & Y), bekerjasama dengan KAP Purwanto,
Sarwoko, & Sanjadja
3) KAP Pricewaterhouse Coopers (PWC), bekerjasama dengan KAP
Haryanto Sahari & Rekan.
4) KAP Klynveld Peat Marwick Goerdeler (KPMG), bekerjasama dengan
KAP Sidharta-Sidharta & Widjaja.

Universitas Sumatera Utara

B. Tinjauan Penelitian Terdahulu
Peneliti terdahulu yang dapat mendukung adalah penelitian yang dilakukan
oleh Subekti dan Widiyanti (2004), Wirakusuma (2004), Wiwik (2006), Sejati
(2007), Bimo (2007), Sistya (2008), M.G Venny. C.N dan Ubaidillah (2008) dan
Lestari (2010). Penelitian ini merupakan penelitian replikasi dari para peneliti
tersebut. Deskripsi Penelitian terdahulu tersebut dapat dilihat pada tabel 2.1
berikut ini.
Tabel 2.1
Tinjauan Penelitian terdahulu
No

1

Peneliti
(Tahun)

Judul

Variabel

Teknik
Penelitian

Hasil

Subekti
dan
Widiyanti
(2004)

Faktor-Faktor
Yang
Berpengaruh
Terhadap Audit
Delay di
Indonesia

Independen:
Profitabilitas,
ukuran
perusahaan,
sektor industri,
opini auditor,
KAP The Big
Four

Regresi
Linear
Berganda

Kelima variabel
independen
Berpengaruh signifikan
terhadap audit delay.
Ukuran
perusahan,
karakteristik
industri
dan
opini
audit
berpengaruh terhadap
audit delay.

Regresi
Linear
Berganda

Jenis opini, solvabilitas,
internal auditor, dan
ukuran perusahaan
berpengaruh terhadap
rentang waktu
penyelesaian audit.

Dependen:
Audit delay
2

Wirakusu
ma
(2004)

Faktor-Faktor
Yang
Mempengaruhi
Rentang
Waktu
Penyajian
Laporan
Keuangan
Publik

Independen:
Jenis opini,
solvabilitas,
internal
auditor,
ukuran
perusahaan,
profitabilitas,
reputasi
auditor, jenis
industri
Dependen:
Audit delay

Universitas Sumatera Utara

Tabel 2.1 (Lanjutan)
No

Peneliti
(Tahun)

Judul

Variabel

Teknik
Penelitian

Hasil

3

Wiwik
(2006)

Determinan
Audit
Delay
Kajian Empiris
Di BEJ

Independen:
Ukuran
perusahaan,
jenis industri,
lama emiten
menjadi klien
KAP, jenis
opini auditor,
laba/rugi, rasio
hutang
terhadap
ekuitas dan
reputasi
auditor

Regresi
Linear
Berganda

Ukuran
perusahaan,
jenis industri, lama
emiten menjadi klien
KAP,
jenis
opini
auditor, laba/rugi, rasio
hutang terhadap ekuitas
dan reputasi auditor
secara
simultan
berpengaruh signifikan
terhadap audit delay.
Secara parsial ukuran
perusahaan,
jenis
industri,
reputasi
auditor dan rasio hutang
terhadap
ekuitas
terbukti
tidak
berpengaruh signifikan
terhadap audit delay.

Regresi
Linear
Berganda

Ukuran perusahaan
tidak berpengaruh
terhadap audit delay,
klasifikasi industri
berpengaruh
terhadap audit
delay,
laba
rugi
perusahaan berpengaruh
terhadap audit delay.

Dependen:
Audit Delay

4

5

Sejati
(2007)

Bimo
(2007)

Analisis FaktorFaktor
Yang
Mempengaruhi
Audit
Delay
Pada Perusahaan
Go Publik
di Bursa Efek
Jakarta Tahun
2003-2005

Independen:
Ukuran
Perusahaan,
Klasifikasi
Industri,
Laba rugi
Perusahaan

Analisis FaktorFaktor
Yang
Mempengaruhi
Ketepatan
Waktu
Pelaporan
Keuangan
Perusahaan
Studi
Kasus
Pada Perusahaan
Manufaktur Di
Bursa
Efek
Jakarta Tahun
2003-2005

Independen:
Regresi
Ukuran
Logistik
perusahaan,
Kompleksitas
Operasi, Umur
Perusahaan,
Item-item Luar
Biasa

Dependen:
Audit delay

Dependen:
Ketepatan
Waktu
Pelaporan
Keuangan

Tidak terdapat
pengaruh yang
signifikan antara
Ukuran Perusahaan,
Kompleksitas operasi,
umur perusahaan
dengan,
ketepatan
waktu
pelaporan
keuangan,
terdapat pengaruh yang
signifikan
antara
profitabilitas, item luar
biasa dengan ketepatan
waktu
pelaporan
keuangan.

Universitas Sumatera Utara

Tabel 2.1 (Lanjutan)
No

Peneliti
(Tahun)

Judul

Variabel

Teknik
Penelitian

Hasil

6

Sistya
( 2008)

Pengaruh
Faktor Internal
dan Eksternal
Perusahaan
Terhadap Audit
Delay
dan
Timeliness

Independen:
Profitabilitas,
Solvabilitas,
Size
Perusahaan,
Ukuran Kantor
Akuntan
Publik

Regresi
Linear
Berganda

Tidak terdapat pengaruh
yang signifikan antara
Profitabilitas terhadap
Audit
Delay.
tidak
terdapat pengaruh yang
signifikan
antara
solvabilitas
terhadap
Audit
Delay,
tidak
terdapat pengaruh antara
internal auditor dengan
Audit Delay, terdapat
pengaruh
yang
signifikan antara size
Perusahaan
terhadap
Audit Delay, terdapat
pengaruh
yang
siginifikan
antara
ukuran KAP dengan
Audit Delay.

Dependen:
Audit Delay
Timeliness

7

M.G
Venny. C.
N dan
Ubaidilla
h
(2008)

Audit delay pada
perusahaan
Manufaktur
Studi
Kasus:
BAPEPAM
Tahun 2005

Independen:
Regresi
Opini Auditor, Linear
Tingkat
Berganda
Profitabilitas,
Tingkat
Leverage dan
Ukuran

Tingkat leverage dan
opini auditor
berpengaruh terhadap
audit delay.

Dependen:
Audit Delay
8

Lestari
(2010)

Analisis FaktorFaktor
Yang
Mempengaruhi
Audit Delay:
Studi Empiris
Pada Perusahaan
Manufaktur
Yang Terdaftar
di Bursa Efek
Indonesia

Independen:
Ukuran
Perusahaan,
Profitabilitas,
Solvabilitas,
Kualitas
Auditor,
Opini Auditor

Regresi
Linear
Berganda

Profitabilitas,
solvabilitas, dan kualitas
auditor berpengaruh
terhadap audit delay.

Dependen:
Audit Delay

Sumber: Data Diolah

Universitas Sumatera Utara

C. Kerangka Konseptual dan Hipotesis Penelitian
1. Kerangka Konseptual Penelitian
Kerangka konseptual merupakan sintesis atau ekstrapolasi dari tinjauan teori
yang mencerminkan keterkaitan antara variabel yang diteliti dan merupakan
tuntunan untuk memecahkan

masalah

penelitian

hipotesis (FE USU, Jurusan Akuntansi, 2004: 13).

serta

merumuskan

Variabel dependen yang

digunakan dalam penelitian ini adalah audit delay sedangkan variabel
independennya adalah ukuran perusahaan, profitabilitas, solvabilitas, opini auditor
dan ukuran KAP.
Dalam kaitannya dengan ukuran perusahaan, perusahaan berskala besar
cenderung menyampaikan laporan tepat waktu dalam penyampaian laporan
keuangan, karena perusahaan tersebut dimonitori secara ketat oleh investor,
pegawai, kreditur dan pemerintah sehingga perusahaan berskala besar cenderung
menghadapi tekanan yang lebih tinggi untuk melaporkan laporan audit yang lebih
awal. Berdasarkan teori perusahaan yang melaporkan kerugian akan meminta
auditor untuk mengatur waktu auditnya lebih lama dibandingkan biasanya.
Sebaliknya jika perusahan melaporkan laba yang lebih tinggi maka perusahaan
akan mempercepat auditnya sehingga kabar baik tersebut akan cepat disampaikan
kepada pihak para investor dan pihak-pihak lainnya yang berkepentingan.
Profitabilitas menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam memperoleh
laba. Perusahaan yang melaporkan laba yang lebih tinggi akan mempercepat
auditnya sehingga kabar baik tersebut akan cepat disampaikan kepada pihak para
investor dan pihak-pihak lainnya yang berkepentingan, sebaliknya jika perusahaan

Universitas Sumatera Utara

melaporkan kerugian mungkin akan meminta auditor untuk mengatur waktu
auditnya lebih lama dibandingkan biasanya. Indikator yang digunakan untuk
mengetahui tingkat profitabilitas suatu perusahaan dalam penelitian ini
adalah return on asset (ROA).
Solvabilitas dapat digunakan sebagai indikator tingkat kesulitan keuangan
perusahaan. Proporsi Solvabilitas, dalam hal ini diproxikan oleh DAR akan
mempengaruhi likuiditas yang terkait dengan masalah kelangsungan hidup
perusahaan (going concern) yang pada akhirnya memerlukan kecermatan yang
lebih dalam ketika melakukan audit. Begitu pula dengan pendapat auditor yang
diperoleh perusahaan. Audit delay akan lebih panjang jika perusahaan menerima
pendapat audit qualified. Sebaliknya Audit delay akan lebih pendek jika
perusahaan menerima pendapat audit unqualified. Fenomena ini terjadi karena
proses pemberian pendapat qualified tersebut melibatkan negosiasi dengan klien,
konsultasi dengan partner audit atau staf teknis lainnya dan perluasan lingkup
audit.
Ukuran KAP dapat mempengaruhi audit delay. Audit delay akan lebih
pendek bagi perusahaan yang di audit oleh KAP yang tergolong besar seperti The
Big Four. Hal ini diasumsikan karena KAP yang besar memiliki karyawan dalam
jumlah yang besar, dapat mengaudit lebih efisien dan efektif, memiliki jadwal
lebih fleksibel sehingga memungkinkannya untuk menyelesaikan audit tepat
waktu dan memiliki dorongan yang lebih kuat untuk menyelesaikan auditnya
lebih cepat guna mencapai reputasinya. Kerangka konseptual penelitian ini dapat
dilihat pada gambar 2.1 sebagai berikut:

Universitas Sumatera Utara

Ukuran Perusahaan
(Total Asset)
Profitabilitas
(ROA)
Solvabilitas
(DAR)

Ha

Audit Delay

Pendapat
Auditor
Ukuran KAP

Gambar 2.1
Kerangka Konseptual
2. Hipotesis Penelitian
Menurut Erlina (2007:41), “Hipotesis menyatakan hubungan yang diduga
secara logis antara dua variabel atau lebih dalam rumusan preposisi yang dapat di
uji secara empiris”. Hipotesis adalah dugaan atau jawaban sementara terhadap
masalah yang akan diuji kebenarannya melalui analisis data yang relevan dan
kebenarannya akan diketahui setelah dilakukan penelitian. Berdasarkan kerangka
konseptual yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat dirumuskan hipotesis
sebagai berikut:
Ha

:

Ukuran perusahaan, profitabilitas, solvabilitas, pendapat auditor
dan ukuran KAP berpengaruh terhadap audit delay.

Universitas Sumatera Utara

SKRIPSI

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT
DELAY PADA PERUSAHAAN BARANG KONSUMSI YANG
TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

OLEH
MELISSA YOLANDA LUMBANTOBING
090522059

PROGRAM STUDI STRATA I AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Analisa FaktorFaktor Yang Mempengaruhi Audit Delay Pada Perusahaan Barang
Konsumsi Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia” adalah benar hasil karya
saya sendiri dan judul yang dimaksud belum pernah dimuat, dipublikasikan, atau
diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks penulisan skripsi untuk Program S-1
Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Semua sumber data
dan informasi yang diperoleh telah dinyatakan dengan jelas dan benar adanya.
Apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima
sanksi yang ditetapkan oleh Universitas Sumatera Utara.

Medan,
Juli 2011
Yang membuat pernyataan,

Melissa Yolanda Lumbantobing
NIM: 090522059

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, yang telah
memberikan berkat dan kemudahannya sehingga penulis dapat menyelesaikan
skripsi ini tepat waktu, guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas
Ekonomi Departemen Akuntansi Universitas Sumatera Utara.
Dalam penyusunan skripsi ini, penulis mendapatkan banyak bantuan,
dukungan, serta doa dari berbagai pihak sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, MEc. Selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Firman Syarif, M.Si, Ak dan Ibu Dra. Mutia Ismail, M.Si, Ak,
selaku Ketua Program Studi S1 Akuntansi serta Sekretaris Program Studi
S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Drs. Arifin Akhmad, M.Si, Ak selaku Dosen Pembimbing. Terima
kasih atas semua waktu dan bimbingan yang telah diberikan kepada
penulis selama proses penyusunan dan penyelesaian skripsi ini.
4. Bapak Drs. Sucipto, MM, Ak selaku Dosen Pembanding/ Penguji I dan
Ibu Dra. Salbiah, M.Si, Ak selaku Dosen Pembanding/ Penguji II atas
saran-sarannya.
5. Kedua orang tua penulis, Papa dr. J. Lumbantobing, SpOG dan Mama T.
Malau, BA yang telah banyak memberikan kasih sayang, doa, dukungan,

Universitas Sumatera Utara

didikan, dan semangat yang sangat berarti. Semoga penulis dapat menjadi
anak yang dapat dibanggakan.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh
karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan dari para
pembaca untuk penulisan selanjutnya. Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi
ini bermanfaat bagi para pembacanya.

Medan,

Juli 2011

Melissa Yolanda Lumbantobing
NIM: 090522059

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan (total
asset), variabel return on asset (ROA), debt to asset ratio (DAR), pendapat
auditor dan ukuran KAP baik secara simultan maupun parsial terhadap audit delay
pada perusahaan barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Variabel independen dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan (total asset)
variabel return on asset (ROA), debt to asset ratio (DAR), pendapat auditor dan
ukuran KAP dan variabel dependennya audit delay.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan barang konsumsi yang
terdaftar di BEI tahun 2008-2010 dengan jumlah anggota populasi sebanyak 37
perusahaan. Teknik pengambilan sampel adalah teknik purposive sampling
diperoleh 22 perusahaan sampel dengan 66 unit analisis pengamatan (22 x 3
tahun amatan). Analisis data dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik dan uji
hipotesis menggunakan teknik analisis regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil uji hipotesis secara parsial dan simultan diperoleh
kesimpulan bahwa ukuran perusahaan, ROA, DAR, pendapat auditor dan
ukuran KAP tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada perusahaan
barang konsumsi yang terdaftar di BEI.
Kata kunci: ukuran perusahaan, return on asset, debt to asset ratio, pendapat
auditor dan ukuran KAP

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
This study aims to determine the effect of company size (total asset) variable
return on assets (ROA), debt to asset ratio (DAR), auditor opinion and firm size,
both simultaneously and partially on an audit of audit delay in the delay of the
consumer goods companies listed on Bursa Securities Indonesia. Independent
variables in this study is the firm (SIZE) variable return on assets (ROA), debt to
asset ratio (DAR), auditor opinion and the size of the KAP and the dependent
variable is the audit delay.
The population in this study were consumer goods companies listed on the
Stock Exchange in 2008-2010 with the total population as many as 37 companies.
The sampling technique is purposive sampling technique which obtained 22
companies samples with 66 observations (22 x 3 observed year). The data analysis
in this study is to test the classical assumption and the hypothesis test that used
multiple linear regression analysis.
Based on the results of simultaneous and partial tests can be concluded that
company size, ROA, DAR, auditor opinion and firm size does not significantly
influence audit delay in the consumer goods company listed on the IDX.
Keywords: company size, return on assets, debt to asset ratio, firm size and
auditor opinion

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

PERNYATAAN .................................................................................................. i
KATA PENGANTAR ........................................................................................ii
ABSTRAK......................................................................................................... iv
ABSTRACT ....................................................................................................... v
DAFTAR ISI ..................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL ............................................................................................. ix
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... x
DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xi

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ............................................................... 1
B. Perumusan Masalah...................................................................... 5
C. Tujuan Penelitian ......................................................................... 6
D. Manfaat Penelitian ....................................................................... 6

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teoritis .......................................................................... 7
1.Laporan Keuangan ..................................................................... 7
2. Audit Delay ............................................................................... 9
3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay ....................... 9
a. Ukuran Perusahaan ............................................................ 10

Universitas Sumatera Utara

b. Profitabilitas ...................................................................... 11
c. Solvabilitas ........................................................................ 12
d. Opini (pendapat) Auditor Independen ................................ 13
e. Ukuran KAP ...................................................................... 15
B. Tinjauan Penelitian Terdahulu .................................................... 16
C. Kerangka Konseptual dan Hipotesis Penelitian ........................... 19
1. Kerangka Konseptual .............................................................. 19
2. Hipotesis Penelitian ................................................................ 21

BAB III

METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian ......................................................................... 22
B. Jenis dan Sumber Data............................................................... 22
C. Populasi dan Sampel .................................................................. 23
D. Metode Pengumpulan Data ....................................................... 24
E. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel .......................... 24
1. Definisi Operasional Variabel ............................................ 24
2. Pengukuran Variabel........................................................... 26
F. Metode Analisis Data ................................................................. 27
1. Analisis Statistik Deskriptif ................................................ 27
2. Uji Asumsi Klasik............................................................... 27
3. Pengujian Hipotesis ............................................................ 30
4. Koefisien Determinasi ........................................................ 31

Universitas Sumatera Utara

BAB IV

ANALISIS HASIL PENELITIAN
A. Deskripsi Objek Penelitian ........................................................ 32
B. Statistik Deskriptif ..................................................................... 33
C. Pengujian Asumsi Klasik .......................................................... 35
1.

Hasil Uji Normalitas .......................................................... 35

2.

Hasil Uji Heteroskedastisitas .............................................. 38

3.

Hasil Uji Autokorelasi........................................................ 40

4.

Hasil Uji Multikolinearitas ................................................. 41

D. Hasil Pengujian Hipotesis .......................................................... 42
1.

Hasil Uji Koefisien Determinasi ...................................... 42

2.

Hasil Uji Signifikan Simultan (Uji F) ............................... 43

3.

Hasil Uji Signifikan Parsial (Uji t) ................................... 44

E. Pembahasan Hasil Penelitian ...................................................... 47

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ................................................................................ 49
B. Keterbatasan .............................................................................. 50
C. Saran .......................................................................................... 51

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 52
LAMPIRAN ..................................................................................................... 54

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Nomor

Judul

Halaman

Tabel 1.1

Jumlah Emiten Yang Terlambat Menyampaikan
Laporan Keuangan Audited .......................................................... 2

Tabel 2.1

Tinjauan Penelitian Terdahulu.......................................................16

Tabel 3.1

Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel........................... 26

Tabel 4.1

Proses Seleksi Objek penelitian................................................... 33

Tabel 4.2

Statitstik Deskriptif ..................................................................... 33

Tabel 4.3

One–Sample Kolmogorov–Smirnov Test ..................................... 37

Tabel 4.4

Uji Glejser......................................................................................39

Tabel 4.5

Hasil Uji Autokorelasi ................................................................ 40

Tabel 4.6

Hasil Uji Multikolinearitas .......................................................... 41

Tabel 4.7

Adjusted R2 ................................................................................. 42

Tabel 4.8

Hasil Uji F .................................................................................. 43

Tabel 4.9

Hasil Uji t ................................................................................... 45

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Judul

Halaman

Gambar 2.1

Kerangka Konseptual.................................................................. 21

Gambar 4.1

Grafik Histogram ........................................................................ 36

Gambar 4.2

Grafik P-P Plot ........................................................................... 36

Gambar 4.3

Grafik scatterplot ........................................................................ 39

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor

Judul

Halaman

Lampiran i

Daftar Perusahaan Populasi dan Sampel .............................. 54

Lampiran ii

Sampel Penelitian ............................................................... 56

Lampiran iii

Variabel Penelitian.............................................................. 57

Lampiran iv

Statistik Deskriptif .............................................................. 63

Lampiran v

Uji Normalitas ................................................................... 63

Lampiran vi

Hasil Uji Heteroskedastisitas ............................................... 65

Lampiran vii

Hasil Uji Autokorelasi ........................................................ 66

Lampiran viii Hasil Uji Multikolinearitas .................................................. 66
Lampiran ix

Uji Koefisien Determinasi................................................... 67

Lampiran x

Uji Simultan ....................................................................... 67

Lampiran xi

Uji Parsial ........................................................................... 67

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan (total
asset), variabel return on asset (ROA), debt to asset ratio (DAR), pendapat
auditor dan ukuran KAP baik secara simultan maupun parsial terhadap audit delay
pada perusahaan barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Variabel independen dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan (total asset)
variabel return on asset (ROA), debt to asset ratio (DAR), pendapat auditor dan
ukuran KAP dan variabel dependennya audit delay.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan barang konsumsi yang
terdaftar di BEI tahun 2008-2010 dengan jumlah anggota populasi sebanyak 37
perusahaan. Teknik pengambilan sampel adalah teknik purposive sampling
diperoleh 22 perusahaan sampel dengan 66 unit analisis pengamatan (22 x 3
tahun amatan). Analisis data dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik dan uji
hipotesis menggunakan teknik analisis regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil uji hipotesis secara parsial dan simultan diperoleh
kesimpulan bahwa ukuran perusahaan, ROA, DAR, pendapat auditor dan
ukuran KAP tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada perusahaan
barang konsumsi yang terdaftar di BEI.
Kata kunci: ukuran perusahaan, return on asset, debt to asset ratio, pendapat
auditor dan ukuran KAP

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
This study aims to determine the effect of company size (total asset) variable
return on assets (ROA), debt to asset ratio (DAR), auditor opinion and firm size,
both simultaneously and partially on an audit of audit delay in the delay of the
consumer goods companies listed on Bursa Securities Indonesia. Independent
variables in this study is the firm (SIZE) variable return on assets (ROA), debt to
asset ratio (DAR), auditor opinion and the size of the KAP and the dependent
variable is the audit delay.
The population in this study were consumer goods companies listed on the
Stock Exchange in 2008-2010 with the total population as many as 37 companies.
The sampling technique is purposive sampling technique which obtained 22
companies samples with 66 observations (22 x 3 observed year). The data analysis
in this study is to test the classical assumption and the hypothesis test that used
multiple linear regression analysis.
Based on the results of simultaneous and partial tests can be concluded that
company size, ROA, DAR, auditor opinion and firm size does not significantly
influence audit delay in the consumer goods company listed on the IDX.
Keywords: company size, return on assets, debt to asset ratio, firm size and
auditor opinion

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan perusahaan go public di Indonesia mengalami kemajuan yang
pesat. Perkembangan ini mengakibatkan permintaan akan audit laporan keuangan
yang semakin meningkat. Hasil audit atas perusahaan publik mempunyai
konsekuensi dan tanggung jawab yang besar. Adanya tanggung jawab yang besar
ini memacu auditor untuk bekerja lebih profesional.
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (disingkat BapepamLk) adalah sebuah lembaga di bawah Kementrian Keuangan Republik Indonesia
yang bertugas membina, mengatur dan mengawasi sehari-hari kegiatan pasar
modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di
bidang lembaga keuangan. Salah satu aturan yang ditetapkan oleh Bapepam-LK
yang tercantum dalam keputusan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan nomor: KEP-06/ BL/ 2006 tentang kewajiban laporan berkala pada
perusahaan efek yaitu kewajiban penyampaian Laporan Keuangan Tahunan yang
disertai dengan laporan akuntan dengan pendapat yang lazim dan disampaikan
kepada Bapepam dan LK selambat-lambatnya akhir bulan ke-3 (ketiga) setelah
tanggal laporan keuangan tahunan.
Suatu laporan keuangan bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna apabila
informasi yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut dapat dipahami,
relevan, andal dan dapat dibandingkan. Rentang waktu penerbitan laporan

Universitas Sumatera Utara

keuangan merupakan kendala atas relevansi dan kendala suatu informasi pada
laporan keuangan. Kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan
paragraf 43 dalam standar akuntansi keuangan per 1 Juli 2009 menyatakan jika
terdapat penundaan yang tidak semestinya dalam laporan maka informasi yang
dihasilkan akan kehilangan relevansinya. Ditegaskan juga dalam PSAK No.1
Paragraf 38 bahwa manfaat laporan keuangan akan berkurang jika laporan
tersebut tidak tersedia tepat pada waktunya.
Pentingnya mengkaji mengenai rentang waktu dan keterlambatan penerbitan
laporan keuangan audited telah menjadi fenomena yang cukup menarik untuk
diamati dan diteliti. Tabel 1.1 menyajikan fakta keterlambatan penyampaian
laporan keuangan emiten tahun 2001-2010 ke Bapepam-LK.
Tabel 1.1
Jumlah Emiten Yang Terlambat Menyampaikan Laporan Keuangan
Audited
Tahun
Jumlah Emiten
2001
64
2002
86
2003
81
2004
67
2005
160
2006
170
2007
183
2008
55
2009
50
2010
111
Sumber:http://www.okezone.com/ Bapepam denda 111 emiten
Pada tahun 2011 Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan telah
menjatuhi sanksi denda terhadap 50 emiten total senilai Rp1,029 miliar di dua
bulan pertama 2011. Para emiten dan perusahaan publik itu dikenakan sanksi
administratif karena terlambat menyerahkan laporan realisasi penggunaan dana,

Universitas Sumatera Utara

laporan keuangan tengah tahunan dan tahunan, serta laporan hasil pemeringkat
efek. Ke-50 emiten tersebut mendapat sanksi denda dari Rp 3 juta hingga Rp 94
juta. Denda diberikan kepada emiten dan perusahaan publik yang paling banyak
telat melaporkan laporan keuangan tahunan dan laporan keuangan tengah tahunan.
(Http://www. mediaindonesia.com/ 50 emiten).
Laporan keuangan harus disampaikan tepat pada waktunya sehingga nilai dari
informasi keuangan tidak berkurang dan dapat berguna bagi penggunanya.
Keterlambatan laporan keuangan akan menimbulkan reaksi negatif dari pelaku
pasar modal karena laporan keuangan auditan memuat informasi tentang laba
yang dihasilkan perusahaan yang digunakan untuk memprediksi nilai perusahaan,
dalam hal ini adalah harga sahamnya.
Lamanya waktu (jumlah hari) dari tanggal tutup buku sampai dengan
penerbitan laporan audit atas laporan keuangan perusahaan disebut audit delay.
Dalam standar audit dinyatakan pada umumnya tanggal selesainya pekerjaan
lapangan harus digunakan sebagai tanggal laporan auditor independen. Adapun
faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay menurut penelitian terdahulu seperti
yang dilakukan Wirakusuma (2004), Subekti dan Widiyanti(2004), Wiwik Utami
(2006), Sejati ( 2007), Bimo (2007), Sistya (2008), M.G Venny. C. N dan
Ubaidillah (2008), dan Lestari (2010) adalah ukuran perusahaan, kategori KAP,
jenis industri, opini auditor, profitabilitas, solvabilitas, pelaporan laba/ rugi
perusahaan, kategori perusahaan, kepemilikan perusahaan, umur perusahaan,
internal auditor, lamanya emiten menjadi klien KAP.

Universitas Sumatera Utara

Penelitian mereka secara simultan memberikan bukti empiris bahwa faktorfaktor tersebut berpengaruh terhadap audit delay, namun pengujian secara parsial
untuk masing-masing faktor tersebut memberikan hasil yang berbeda. Mengacu
pada teori dan penelitian sebelumnya maka faktor-faktor yang mempengaruhi
audit delay yang akan diteliti diantaranya adalah

ukuran perusahaan,

profitabilitas, solvabilitas, opini (pendapat) auditor dan ukuran KAP.
Dalam kaitannya dengan ukuran perusahaan, perusahaan berskala besar
cenderung menyampaikan laporan tepat waktu dalam penyampaian laporan
keuangan, karena perusahaan tersebut

dimonitor secara ketat oleh investor,

pegawai, kreditur dan pemerintah sehingga perusahaan berskala besar cenderung
menghadapi tekanan yang lebih tinggi untuk melaporkan laporan keuangan
audited yang lebih awal.
Berdasarkan teori perusahaan yang melaporkan kerugian akan meminta
auditor untuk mengatur waktu auditnya lebih lama dibandingkan biasanya.
Sebaliknya jika perusahan melaporkan laba yang lebih tinggi maka perusahaan
akan mempercepat auditnya sehingga kabar baik tersebut akan cepat disampaikan
kepada pihak para investor dan pihak-pihak lainnya yang berkepentingan.
Solvabilitas dapat digunakan sebagai indikator tingkat kesulitan keuangan
perusahaan. Proporsi solvabilitas ini akan mempengaruhi likuiditas yang terkait
dengan masalah kelangsungan hidup perusahaan (going concern) yang pada
akhirnya memerlukan kecermatan yang lebih dalam ketika melakukan audit.
Begitu pula dengan opini auditor yang diperoleh perusahaan. Audit delay akan
lebih panjang jika perusahaan menerima pendapat qualified pada laporan

Universitas Sumatera Utara

keuangannya. Fenomena ini terjadi karena proses pemberian pendapat qualified
tersebut melibatkan negosiasi dengan klien, konsultasi dengan partner audit atau
staf teknis lainnya dan perluasan lingkup audit.
Ukuran KAP (Kantor Akuntan Publik) dapat mempengaruhi audit delay.
Audit delay akan lebih pendek bagi perusahaan yang diaudit oleh KAP yang
tergolong besar seperti The Big Four. Hal ini diasumsikan karena KAP yang besar
memiliki karyawan dalam jumlah yang besar, dapat mengaudit lebih efisien dan
efektif, memiliki jadwal audit lebih fleksibel sehingga memungkinkannya untuk
menyelesaikan audit tepat waktu dan memiliki dorongan lebih kuat untuk
menyelesaikan auditnya lebih cepat guna meningkatkan reputasinya.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis termotivasi untuk melakukan
penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah ukuran perusahaan, profitabilitas,
solvabilitas, opini auditor dan ukuran KAP mempengaruhi audit delay pada
perusahaan barang konsumsi dan menuangkannya dalam bentuk skripsi berjudul:
“Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay Pada Perusahaan
Barang Konsumsi Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Peneliti memilih
perusahaan barang konsumsi dikarenakan sektor konsumsi merupakan salah satu
sektor yang berkembang sangat pesat dan memiliki jumlah perusahaan

dan

pelanggan yang banyak di Indonesia.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis merumuskan
masalah sebagai berikut: “Apakah ukuran perusahaan, profitabilitas, solvabilitas,

Universitas Sumatera Utara

opini (pendapat ) auditor dan ukuran KAP berpengaruh terhadap audit delay pada
perusahaan barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?”

C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan,
profitabilitas, solvabilitas, opini (pendapat) auditor dan ukuran KAP terhadap
audit delay pada

perusahaan barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek

Indonesia.

D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:
1. Bagi akademisi
Memberi deskripsi tentang faktor-faktor terkini yang mempengaruhi audit
delay di Indonesia, dan bukti empiris tersebut dapat dijadikan tambahan
wawasan dalam penelitian berikutnya.
2. Bagi auditor / praktisi
Membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay
sehingga dapat mengoptimalkan kinerja yang berimbas pada ketepatan
waktu pelaporan keuangan. Hasil penelitian dapat dijadikan pedoman dalam
melakukan pekerjaan audit sehingga mempersingkat rentang waktu audit;
meningkatkan efisiensi dan efektivitas dengan mencermati faktor-faktor
yang mempengaruhi audit delay.

Universitas Sumatera Utara

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian asosiatif kausal. Menurut
Umar (2003 : 30) penelitian asosiatif kausal adalah “penelitian yang bertujuan
untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau
bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lain”. Dengan kata lain desain
kausal berguna untuk mengukur hubungan-hubungan antar variabel riset atau
berguna untuk menganalisis bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel
lainnya.

B. Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yaitu
data yang diukur dalam bentuk skala numerik (Kuncoro, 2003; 124) dan
merupakan data sekunder yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung, yang
berupa catatan maupun laporan historis yang telah tersimpan dalam arsip, baik
yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan. Data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa laporan keuangan
perusahaan selama periode 2008 sampai dengan 2010. Data penelitian didapatkan
dari situs Bursa Efek Indonesia, www.idx.co.id.

Universitas Sumatera Utara

C. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terd

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23