Kegiatan Panen dan Pasca Panen Bunga Potong Gerbera (Gerbera jamesonii) di PT Puri Sekar Asri, Lembang, Bandung.

i

KEGIATAN PANEN DAN PASCA PANEN BUNGA POTONG
GERBERA (Gerbera jamesonii) DI PT PURI SEKAR ASRI,
LEMBANG, BANDUNG.

EVA RACHMAWATY
A24070082

DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA
FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2012

ii

RINGKASAN
EVA RACHMAWATY. Kegiatan Panen dan Pasca Panen Bunga
Potong Gerbera (Gerbera jamesonii) di PT Puri Sekar Asri, Lembang,
Bandung. (Dibimbing oleh Sintho Wahyuning Ardie).
Kegiatan magang dilakukan di kebun produksi PT Puri Sekar Asri (PT PSA).
Kegiatan magang ini bertujuan untuk: 1) Mempelajari pengelolaan usaha bunga potong
gerbera di PT PSA; 2) Mempelajari teknik budidaya bunga potong gerbera; 3)
Mengidentifikasi kendala yang dihadapi perusahaan dan memberikan alternatif solusi
dari kendala yang dihadapi; 4) Mencari tingkat kematangan dan ruang simpan yang
cocok untuk mendapatkan vaselife bunga gerbera yang lebih lama.
PT PSA merupakan perusahaan yang bergerak dalam bisnis bunga potong sejak
tahun 1976. Produk yang dihasilkan oleh PT PSA adalah bunga potong lily, mawar,
gerbera, lisianthus, hortensia, dan daun potong ruscus. Beberapa varietas gerbera yang
diproduksi oleh PT PSA adalah Varietas Suny Boy, Starlite, Aruba, Ansofie, Ornella,
Pompadour, Elegance, dan Marona. Produk yang dihasilkan

oleh perusahaan

didistribusikan ke hotel dan florist yang terdapat di Jakarta.
Kegiatan magang dilakukan selama empat bulan. Magang dimulai pada awal
bulan Maret sampai awal bulan Juli 2011. Kegiatan yang dilakukan selama magang
meliputi bekerja sebagai karyawan harian lepas (KHL) selama satu bulan, bekerja
sebagai asisten kepala divisi selama satu bulan, dan bekerja sebagai asisten manajer
selama dua bulan.
Data primer yang dikumpulkan meliputi data pertumbuhan tanaman gerbera,
kegiatan panen dan pasca panen, kualitas bunga, dan pengamatan khusus berupa
vaselife bunga potong gerbera Varietas Starlite. Data sekunder yang dikumpulkan
diantaranya kondisi umum perusahaan meliputi lokasi kebun, luas area dan tata guna
lahan, keadaan iklim dan tanah, struktur organisasi dan manajemen perusahaan,
pengelolaan tenaga kerja, hasil produksi dan keragaman varietas bunga potong gerbera
yang dibudidayakan di PT PSA.

iii
Produksi bunga potong gerbera masih lebih rendah dibandingkan potensi hasil
yang dimiliki oleh masing-masing varietas, sehingga teknik budidaya bunga potong
gerbera di kebun Cibodas perlu diperbaiki. Produksi yang baik harus dibarengi oleh
perencanaan kegiatan yang baik, pengerjaan yang tepat waktu, dan koordinasi antar
divisi yang baik. Perlu dilakukan pengontrolan secara rutin untuk seluruh kegiatan
budidaya yang sudah dijadwalkan.
Pemanenan bunga potong gerbera Varietas Starlite sebaiknya dilakukan pada saat
terdapat < 2 lingkaran benang sari (BM). Bunga potong gerbera Varietas Starlite yang
dipanen saat lingkaran benang sari < 2 lingkaran (BM) dengan rasio diameter tangkai
dan diameter bunga (DT:DB) 1:13.3 memiliki vaselife yang lebih lama dibandingkan
bunga yang dipanen saat terdapat 2 lingkaran benang sari (M) dengan DT:DB 1:13.9
dan bunga yang dipanen saat terdapat >2 lingkaran benangsari (SM) dengan rasio
DT:DB 1:13.5.
Bunga potong gerbera yang telah dipanen sebaiknya langsung dimasukkan ke
dalam air bersih. Pengangkutan bunga dari lahan ke packing house sebaiknya
menggunakan tempat dan dilakukan secara bertahap untuk menghindari kerusakan
mekanik akibat gesekan antar mahkota bunga. Penerapan sortasi dan grading perlu
dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomi bunga potong gerbera. Peletakan bunga
secara horisontal saat pengemasan tidak disarankan, karena sifat bunga potong gerbera
yaitu geotropik.
Perolehan Net Present Value (NPV) sebesar Rp 70 187 879.32, Net Benefit Cost
Rasio (Net B/C) 1.65, nilai Internal Rate of Retun (IRR) 35 % lebih besar dari tingkat
diskonto, dan Payback Period (PP) 3 tahun , berarti bisnis bunga potong gerbera layak
untuk dilakukan.

i

KEGIATAN PANEN DAN PASCA PANEN BUNGA POTONG
GERBERA (Gerbera jamesonii) DI PT PURI SEKAR ASRI,
LEMBANG, BANDUNG.

Skripsi sebagai salah satu syarat
untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian
pada Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor

EVA RACHMAWATY
A24070082

DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA
FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2012

ii

Judul

: KEGIATAN PANEN DAN PASCA PANEN BUNGA
POTONG GERBERA (Gerbera jamesonii) DI
PT PURI SEKAR ASRI, LEMBANG, BANDUNG.

Nama

: Eva Rachmawaty

NIM

: A24070082

Menyetujui,
Pembimbing

Dr. Sintho Wahyuning Ardie, SP., MSi.
NIP. 19820706 200501 2 001

Mengetahui,
Ketua Departemen
Agronomi dan Hortikultura

Dr. Ir. Agus Purwito, MSc. Agr.
NIP.19611101 198703 1 003

Tanggal Lulus:

iii

RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Surabaya pada tanggal 05 September 1989. Penulis
merupakan anak pertama dari dua bersaudara, dari pasangan Bapak Rachman
Waluyo dan Ibu Endang Soecipto Retnowati.
Tahun 2001 penulis lulus dari SDN Sukaluyu I Bandung, kemudian pada
tahun 2004 penulis lulus dari SLTPN 40 Bandung, dan pada tahun 2007 penulis
menyelesaikan studinya di SMA PGII I Bandung.
Tahun 2007 penulis diterima di IPB melalui jalur undangan seleksi masuk
IPB (USMI). Penulis diterima di Departemen Agronomi dan Hortikultura,
Fakultas Pertanian pada tahun 2008. Pada tahun ajaran 2011–2012 penulis
menjadi asisten praktikum Mata Kuliah Dasar–dasar Agronomi. Selama
mengikuti perkuliahan, penulis juga aktif mengikuti kepanitiaan dan pelatihan
yang ada di IPB.

iv

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT karena atas rahmat
dan karunia–Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi
berjudul

“Kegiatan

Panen

dan

Pasca

Panen

Bunga

Potong

Gerbera

(Gerbera jamesonii) pada PT Puri Sekar Asri” merupakan salah satu syarat untuk
memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian, Institut Pertanian
Bogor.
Penulis menyampaikan terima kasih kepada:
1. Dr. Sintho W. Ardie, SP., MSi., selaku dosen pembimbing skripsi, yang
telah memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis.
2. Dr. Dewi Sukma, SP., Msi. dan Dr. Ir. Syarifah Iis Aisyah, Msc. Agr.,
sebagai dosen penguji atas koreksi dan masukan kepada penulis.
3. Dr. Ir. Hariyadi, MS., selaku dosen pembimbing akademik, atas nasehatnasehatnya selama ini.
4. Keluargaku tersayang Ibu, Ayah, Emma, Febri, Bude Endang dan Pakde
Prie yang telah memberikan dorongan yang tulus baik moril dan materil
kepada penulis.
5. Keluarga besar PT Puri Sekar Asri atas yang telah membantu penulis
selama magang.
6. Teman-teman AGH44 terutama Gina, Istirsyadah, Anne, Martini, Irfan,
Romi, Kosmas dan Okti atas kebersamaanya selama ini.
7. Ibu Paryati Susarsono, Dewi, Asti, Tia, Mbak Siska, dan keluarga besar
ARSIDA 2 atas doa, motivasi, dan kebersamaan selama ini.
8. Seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu yang telah
membantu dalam proses studi dan menyelesaikan skripsi ini.
Semoga skripsi ini berguna bagi yang memerlukan.

Bogor, Januari 2012

Penulis

v

DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR TABEL ................................................................................

vii

DAFTAR GAMBAR ...........................................................................

viii

DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................

ix

PENDAHULUAN ................................................................................
Latar Belakang ..........................................................................
Tujuan .......................................................................................

1
1
2

TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................
Botani Gerbera ..........................................................................
Syarat Tumbuh Gerbera ...........................................................
Panen dan Pasca Panen Bunga Potong .....................................
Panen Bunga Potong Gerbera .......................................
Pengumpulan Bunga yang Telah Dipanen ...................
Pengangkutan Bunga ke Packing House ......................
Sortasi dan Grading ......................................................
Pengikatan dan Pengemasan .........................................
Penyimpanan .................................................................
Pengiriman ....................................................................

3
3
5
5
5
6
6
7
7
8
9

METODOLOGI ...................................................................................
Waktu dan Tempat ...................................................................
Metode Magang ........................................................................
Pengumpulan Data dan Informasi ............................................
Analisis Data dan Informasi .....................................................

10
10
10
11
13

KEADAAN UMUM ............................................................................
Sejarah dan Perkembangan Perusahaan ...................................
Lokasi Perusahaan dan Letak Wilayah Administratif ..............
Keadaan Iklim dan Tanah .........................................................
Luas Area dan Tata Guna Lahan ..............................................
Keadaan Tanaman dan Produksi ..............................................
Struktur Oganisasi dan Ketenagakerjaan ..................................

14
14
15
15
15
18
20

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG ........................................
Aspek Teknis ............................................................................
Persiapan Lahan dan Media Tanam ..............................
Persiapan Bahan Tanam ...............................................
Persiapan Tanam dan Penanaman ................................
Pemeliharaan Tanaman .................................................
Pemanenan ....................................................................
Pasca Panen ..................................................................
Pemasaran .....................................................................
Aspek Manajerial ......................................................................

23
23
23
25
25
26
31
32
39
40

vi
HASIL DAN PEMBAHASAN .............................................................
Jumlah Anakan .........................................................................
Jumlah Bunga ...........................................................................
Panen ........................................................................................
Aspek Khusus ...........................................................................
Kelayuan Bunga ............................................................
Penampilan Bunga ........................................................
Kelayakan Usahatani ................................................................

42
42
43
46
51
51
53
55

KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................
Kesimpulan ...............................................................................
Saran .........................................................................................

56
56
56

DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................

58

LAMPIRAN .........................................................................................

60

vii

DAFTAR TABEL
Nomor
1. Grading Ukuran Diameter Mahkota Bunga Potong Gerbera
2.

Halaman
7

Jumlah Tangkai Bunga berdasarkan Diameter Mahkota Bunga
dan Jumlah Lubang per Kotak ....................................................

9

Jumlah Bunga beberapa Varietas Gerbera pada 60 MST dan
69 MST .......................................................................................

44

Perbandingan Diameter Bunga saat Panen di Kebun dengan
Literatur ......................................................................................

48

5.

Persentase Kerusakan Bunga saat Panen ....................................

48

6.

Panjang Tangkai, Diameter Tangkai, dan Diameter Bunga saat
Panen ...........................................................................................

49

Persentase Kehilangan Hasil pada Proses Pasca Panen Bunga
Gerbera di Kebun Cibodas ..........................................................

50

Pengaruh Kematangan Bunga terhadap Pesentase Kelayuan
Bunga Gerbera Varietas Starlite .................................................

52

Pengaruh Suhu Ruang Simpan terhadap Kelayuan Bunga
Gerbera Varietas Starlite .............................................................

52

Pengaruh Kematangan Bunga terhadap Penampilan Bunga
Gerbera Varietas Starlite .............................................................

54

Pengaruh Suhu Ruang Simpan terhadap Penampilan Bunga
Gerbera Varietas Starlite .............................................................

54

Rasio Diameter Tangkai, Diameter Bunga dan Vaselife Bunga
Potong Gerbera Varietas Starlite ................................................

55

3.
4.

7.
8.
9.
10.
11.
12.

viii

DAFTAR GAMBAR
Nomor
Halaman
1. Struktur Tanaman Gerbera ..........................................................
4
2.

Konstruksi Bangunan Greenhouse I ...........................................

17

3.

Konstruksi Bangunan Greenhouse II ..........................................

17

4.

Produksi Gerbera PT PSA Bulan Januari–Juni Tahun 2010
dan Bulan Januari–Juni Tahun 2011 ...........................................

18

5.

Kondisi Greenhouse pada Blok G ..............................................

19

6.

Persiapan Lahan dan Media Tanam ............................................

24

7.

Penyiraman Tanaman Gerbera ....................................................

27

8.

Penampilan Daun dan Bunga yang Dirompes ............................

27

9.

Gulma–gulma yang terdapat pada Pertanaman Gerbera .............

28

10.

Aplikasi Pemupukan Mingguan yang Digabung dengan
Pengendalian Hama dan Penyakit ...............................................

29

11.

Jenis Hama yang Menyerang Tanaman Gerbera ........................

30

12.

Pemanenan Bunga Gerbera .........................................................

32

13.

Bunga yang Telah Dipanen dan Diletakan di Atas Meja
Packing .......................................................................................

33

14.

Tingkat Kerusakan Bunga Gerbera ..............................................

34

15.

Kegiatan Pencontongan Bunga Potong Gerbera .........................

35

16.

Pengemasan Bunga Potong Gerbera ............................................

36

17.

Pengepakan Menggunakan Kardus .............................................

38

18.

Pengepakan Menggunakan Krat .................................................

38

19.

Kondisi Mobil Boks Milik Perusahaan .......................................

39

20.

Jumlah Anakan beberapa Varietas Gerbera di Kebun
Cibodas .......................................................................................

42

Jumlah Bunga beberapa Varietas Gerbera Sebelum dan
Setelah Pemupukan .....................................................................

45

22.

Produksi Gerbera PT PSA Tahun 2010-2011 .............................

45

23.

Pertambahan Panjang Tangkai Bunga beberapa Varietas
Gerbera ........................................................................................

47

24.

Pertambahan Diameter Bunga beberapa Varietas Gerbera .........

47

25.

Penampilan Bunga pada Tingkat Kematangan Berbeda .............

51

26.

Skor Penampilan Bunga Potong Gerbera ...................................

53

21.

ix

DAFTAR LAMPIRAN
Nomor
Halaman
1. Gambar dan Karakteristik Bunga Potong Gerbera di Kebun
Cibodas PT PSA .........................................................................
61
2.

Jurnal Kegiatan Magang sebagai Karyawan Harian Lepas
(KHL) di PT PSA .......................................................................

68

3.

Jurnal Kegiatan Magang sebagai Asisten Kepala Divisi di
PT PSA .......................................................................................

70

4.

Jurnal Kegiatan Magang sebagai Asisten Manajer di
PT PSA .......................................................................................

72

5.

Volume Curah Hujan dan Jumlah Hari Hujan 2006-2010 ..........

76

6.

Suhu, Kelembaban Relatif, dan Curah Hujan Desa Cibodas dari
Januari 2010 – Mei 2011 ............................................................

77

7.

Denah Kebun Cibodas PT Puri Sekar Asri ..................................

78

8.

Struktur Organisasi PT Puri Sekar Asri ......................................

79

9.

Penggunaan Pestisida untuk Gerbera ..........................................

80

10.

Analisis Kelayakan Usahatani Bunga Potong Gerbera ...............

81

1

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pengembangan produksi dan distribusi komoditas florikultur khususnya bunga
potong dan tanaman hias saat ini memiliki peran yang sangat strategis dalam
mendukung perekonomian nasional. Hal ini dikarenakan terjadinya perubahan gaya
hidup yang disertai peningkatan pendapatan masyarakat terutama di kota-kota besar,
sehingga pandangan masyarakat terhadap bunga potong semakin positif. Bunga potong
sering dijadikan rangkaian bunga untuk penghias ruangan. Rangkaian bunga juga dapat
digunakan sebagai simbol untuk mewakili perasaan seseorang, seperti rasa cinta,
permohonan maaf, serta sebagai ucapan suka duka kepada kerabat dan sanak saudara.
Peningkatan permintaan bunga potong yang semakin tinggi mengakibatkan
kebutuhan bunga potong dalam negeri hingga saat ini belum terpenuhi. Direktur
Jenderal Bina Produksi Hortikultura (2001), menyebutkan bahwa Indonesia masih
memerlukan impor bunga potong sebanyak 5–15 % dari total volume yang dihasilkan.
Menjelang Natal dan tahun baru 2010 permintaan tanaman hias termasuk bunga potong
mengalami lonjakan mencapai 50–80 % (Zakia, 2010). Produksi bunga potong harus
lebih ditingkatkan untuk dapat memenuhi permintaan pasar bunga potong dalam negeri.
Peningkatan produksi bunga potong sebaiknya ditunjang dengan inovasi agar lebih
menarik minat konsumen terhadap produk bunga potong.
Inovasi yang dilakukan dapat berupa teknologi dalam budidaya, teknologi pasca
panen ataupun mengintroduksi bunga-bunga yang cocok ditanam di Indonesia. Gerbera
(Gerbera jamesonii) merupakan salah satu tanaman introduksi yang banyak diminati
masyarakat Indonesia. Gerbera merupakan tanaman asli Afrika Selatan (Rogers dan
Tjia, 1990). Gerbera banyak diminati karena memiliki bentuk dan warna mahkota bunga
yang indah. Badan Pusat Statistik (2009) menyebutkan produksi bunga potong gerbera
di Indonesia cenderung mengalami peningkatan yaitu 4 874 098 tangkai pada tahun
2006 menjadi 5 185 586 tangkai pada tahun 2009.
Bunga potong merupakan salah satu produk hortikultura yang diperlukan pada
kondisi segar, tidak dapat disimpan dalam waktu lama, dan mudah rusak. Bunga potong

2
yang dipasarkan harus memiliki kualitas yang baik. Umur kesegaran bunga potong
merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas dan nilai ekonomis bunga potong
selain penampilan bunga yang menarik. Penurunan mutu bunga banyak dijumpai pada
aktivitas panen dan pasca panen. Penanganan yang serius pada kegiatan pra-panen
sampai pasca panen harus dilakukan agar dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas
bunga potong, sehingga dihasilkan produk dengan mutu yang sesuai dengan keinginan
konsumen. Soekartawi (1996), menyarankan penanganan pasca panen perlu dilakukan
guna mempertahankan mutu bunga setelah dipanen.
PT Puri Sekar Asri (PSA) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bisnis
bunga potong sejak tahun 1976. Produk yang dihasilkan oleh PT PSA adalah bunga
potong lily, mawar, gerbera, lisianthus, hortensia dan daun potong ruscus. Produk yang
dihasilkan oleh perusahaan didistribusikan ke hotel dan florist yang terdapat di Jakarta.
PT PSA memproduksi beberapa varietas gerbera diantaranya Ansofie, Aruba, Suny
Boy, Starlite, Pompadour, Ornella, Elegance, dan Marona (Lampiran 1).
Sehubungan dengan potensialnya pengembangan bunga potong, maka penulis
tertarik magang di kebun bunga potong yang dimilik oleh PT PSA dengan komoditi
bunga potong gerbera. Aspek yang ditekankan dalam kegiatan magang adalah kegiatan
panen dan penanganan pasca panen, khususnya untuk memperpanjang vaselife bunga
potong gerbera.
Tujuan
Kegiatan magang ini bertujuan untuk: 1) Mempelajari pengelolaan usaha bunga
potong di PT PSA, khususnya bunga potong gerbera; 2) Mempelajari teknik budidaya
bunga potong, khususnya pemanenan dan penanganan pasca panen bunga potong
gerbera; 3) Mengidentifikasi kendala yang dihadapi perusahaan dan memberikan
alternatif solusi dari kendala yang dihadapi; 4) Mencari tingkat kematangan dan ruang
simpan yang cocok untuk mendapatkan vaselife bunga gerbera yang lebih lama.

3

TINJAUAN PUSTAKA
Botani Gerbera
Gerbera (Gerbera jamesonii) merupakan salah satu tanaman introduksi yang
berasal dari Afrika Selatan (Rogers dan Tjia, 1990). Terdapat lebih dari 40 spesies
gerbera di alam bebas dan tersebar dari Afrika, Madagaskar hingga Asia
(Kőnemann, 2004). Di negara tropis gerbera ditanam di daerah pegunungan yang
beriklim sejuk (Soekartawi, 1996). Di Jawa Barat gerbera sering disebut sebagai bunga
herbras. Sentra penanaman bunga potong gerbera di Indonesia berada di daerah Kaban
Jahe, Barus Jahe, dan Simpang Empat (Sumatra Utara, Brastagi), Cipanas, Lembang,
Sukabumi (Jawa Barat), Bandungan (Jawa Tengah), Batu dan Pujon (Malang, Jawa
Timur) (Teknologi Tepat Guna, 2005).
Gerbera merupakan tanaman tahunan (perennial) berbentuk herba yang dapat
tumbuh mencapai 45.72 cm (Rimando, 2003). Pertumbuhan vegetatifnya menghasilkan
serumpun tanaman yang tampak kompak dan berumur panjang (Rismunandar, 1992).
Tanaman gerbera dapat berproduksi baik sampai umur 2.5 tahun dalam kondisi yang
terkendali (Sheela, 2008).
Taksonomi tanaman gerbera adalah sebagai berikut (Teknologi Tepat Guna,
2005):
Kingdom

: Plantae

Divisi

: Spermatophyta

Kelas

: Magnoliopsida

Ordo

: Asterales

Famili

: Compositae

Genus

: Gerbera

Spesies

: Gerbera jamesonii

Gerbera memiliki perakaran serabut dan menyebar ke segala arah. Panjang akar
gerbera dapat mencapai 0.8 m pada akhir umur ekonomis. Tinggi tanaman gerbera
antara 35–60 cm (Singh, 2006). Batang gerbera berada di dalam tanah, berukuran
pendek membentuk stolon. Tangkai bunga gerbera berwarna hijau, berbentuk bulat, dan

4
terdapat rongga di tengahnya. Permukaan tangkai bunga dilapisi oleh rambut halus.
Panjang tangkai bunga gerbera bervariasi antara 35–65 cm tergantung dari varietasnya
(Singh, 2006).
Gerbera memiliki daun tunggal yang tersebar dan berhadapan di bagian bawah
(roset). Tepi daun gerbera berbentuk bercangap (pissus) (Wijayakusuma, 2000). Bentuk
daun sempit pada bagian pangkal dan melebar pada bagian ujungnya. Bentuk ujung dan
pangkal daun gerbera bervariasi menurut varietasnya. Gerbera memiliki ukuran daun
bervariasi seperti panjang daun antara 12–20 cm, lebar daun antara 5–7 cm dan panjang
tangkai daun 15 cm. Seluruh permukaan daun dilapisi dengan rambut–rambut halus
(Sheela, 2008).
Berdasarkan kelengkapanya gerbera merupakan bunga lengkap yang memiliki
kelopak bunga, mahkota bunga, benang sari, dan putik. Gerbera merupakan bunga
tunggal berbentuk cakram, karena hanya terdapat satu bunga dalam satu tangkai. Bentuk
bunganya seperti bunga Daisy berukuran 7-10 cm, namun pada variatas hibrid diameter
bunga dapat mencapai 15 cm (Sheela, 2008). Gerbera memiliki bentuk bunga
menyerupai kumpulan pita atau disebut bunga pita yang tersusun membulat. Mahkota
bunganya berbentuk panjang dan memiliki warna-warna menarik seperti, merah, putih,
merah jambu, oranye, kuning, dan ungu . Bagian tengah bunga gerbera disebut bunga
tabung yang tersusun dari ratusan bunga kecil, sehingga terlihat menyerupai satu bunga
yang utuh (Gambar 1). Menurut Singh (2006), biasanya bunga gerbera memiliki lima
benang sari dan satu putik.

Bunga pita
Bunga tabung
Daun
Tangkai Bunga

Gambar 1. Struktur Tanaman Gerbera

5
Syarat Tumbuh Gerbera
Tanaman gerbera dapat ditanam hingga ketinggian 1 200 m di atas permukaan
laut (dpl). Tanaman gerbera dapat tumbuh di dataran rendah namun pertumbuhan
vegetatif dan generatifnya kurang baik bila dibandingkan dengan pertumbuhannya di
dataran tinggi (Soekartawi, 1996). Gerbera cocok dibudidayakan pada jenis tanah
berpasir, gembur, dan kaya akan bahan organik dengan drainase yang baik dengan
tingkat kemasaman tanah 6.0–6.5 (Boodley, 1996). Gerbera menghendaki lingkungan
dengan cahaya dan ketersediaan air cukup untuk pertumbuhannya (Soekartawi, 1996).
Temperatur yang disarankan untuk menghasilkan kualitas bunga yang baik adalah
dengan suhu malam 10–13 °C dan suhu siang antara 18–21 °C, perbedaan suhu siang
dan malamnya lebih dari 8 °C (Boodley, 1996).
Panen dan Pasca Panen Bunga Potong
Panen merupakan kegiatan pengambilan hasil produksi tanaman yang
dibudidayakan. Diperkirakan, kehilangan hasil pada produk hortikultura masih relatif
tinggi melebihi 20% (Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, 2004).
Kegiatan pasca panen bertujuan untuk mempertahankan mutu produk agar tetap prima
sampai di tangan konsumen, menekan kehilangan karena penyusutan dan kerusakan,
memperpanjang daya simpan, dan meningkatkan nilai ekonomis hasil pertanian.
Menurut Soekartawi (1996), kegiatan pengolahan pasca panen meliputi pengangkutan,
pengumpulan,

pemilihan

kualitas

(grading),

pengemasan,

penyimpanan,

dan

penggunaan bahan kimia.
Panen Bunga Potong Gerbera
Bunga pertama muncul 10–12 minggu setelah tanam anakan (Sheela, 2008).
Pemanenan bunga gerbera dapat dilakukan setelah tanaman berumur 6–8 bulan setelah
tanam dengan bibit yang berasal dari biji, atau 3–5 bulan dengan bibit yang berasal dari
anakan (Teknologi Tepat Guna, 2005). Bunga gerbera dipanen ketika terbuka penuh dan
saat dua lingkaran benang sari (disk floret) pecah (Rogers dan Tjia, 1990; Singh, 2006;

6
Sheela, 2008). Apabila dipanen terlalu awal mahkota bunga tidak dapat mekar
sempurna dan mudah rontok (Sheela, 2008). Pemanenan bunga gerbera sebaiknya
dilakukan dengan cara menarik tangkai bunga dan langsung menempatkannya dalam air
(Singh, 2006). Hal ini dilakukan untuk mencegah kelayuan bunga dan mengurangi
kebusukan akibat adanya organisme pengganggu yang terbawa dalam alat pemanen
bunga (Rogers dan Tjia, 1990). Pemotongan tangkai gerbera saat pemanenan tidak
cocok untuk penyimpanan jangka panjang (Singh, 2006). Sebaiknya pemanenan bunga
gerbera dilakukan pada pagi atau sore hari (Rimando, 2003).
Pengumpulan Bunga yang Telah Dipanen
Pengumpulan adalah upaya menyatukan hasil panen pada tempat, wadah atau
media tertentu sebelum dilakukan kegiatan pasca panen berikutnya (Direktorat
Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, 2004). Proses pengumpulan pada
berbagai bunga potong pada umumnya sama. Bunga calla lily yang telah dipanen
langsung dimasukkan ke dalam ember berisi air yang mengandung bakterisida
(International Flower Bulb Center, 2010). Bunga mawar yang telah dipanen
dimasukkan ke dalam ember. Ember yang berisi mawar potong diletakkan di tempat
yang teduh, terlindung dari panas matahari, dan terhindar dari pecikan air atau kotoran.
Hal ini dilakukan agar hasil panen terhindar dari layu dan kerusakan lainnya yang dapat
mengakibatkan penurunan kualitas bunga (Sudarsono, 2009).
Pengangkutan Bunga ke Packing House
Bunga yang telah terkumpul di dalam ember berisi air yang mengandung
bakterisida kemudian dibawa ke packing house untuk dilakukan sortasi dan grading.
Produk yang diangkut sebaiknya terhindar dari sinar matahari secara langsung
(Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, 2004). Pengangkutan dari
kebun ke packing house dilakukan secara hati-hati, karena mahkota bunga mudah rusak
dan terluka bila terkena gesekan atau goncangan keras (Soekartawi, 1996).

7
Sortasi dan Grading
Sortasi merupakan kegiatan pemilihan produk yang baik dari produk-produk
yang rusak, cacat dan benda asing lainnya. Pembersihan dilakukan pada bagian tangkai,
daun dan membuang bagian bunga yang rusak atau setengah rusak sekiranya perlu
dibuang (Soekartawi, 1996). Grading adalah kegiatan pengkelasan produk berdasarkan
karakteristik fisik seperti ukuran, bentuk dan warna (Direktorat Pengolahan dan
Pemasaran Hasil Hortikultura, 2004).
Standarisasi mutu adalah mengklasifikasikan produk berdasarkan standar mutu
untuk memperoleh produk yang bermutu secara konsisten. Standar mutu dapat mengacu
pada Standar Nasional Indonesia (SNI), Standar Internasional atau kesepakatan antara
produsen dan konsumen (Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura,
2004). Mutu pada bunga krisan dan anyelir ditentukan oleh panjang tangkai bunga,
kondisi tangkai bunga, kondisi bunga, diameter mahkota bunga, kondisi daun,
keseragaman kultivar, dan benda asing atau kotoran pada tangkai dan bunga (SNI 1998;
SNI 1999). Pada gerbera, mutu bunga lebih ditentukan oleh diameter bunga (Sheela,
2008). Vereniging van Bloemenveilingen in Nederland (2004) menentukan standar
bunga gerbera ke dalam beberapa kelas seperti ditampilkan dalam (Tabel 1).
Tabel 1. Grading Ukuran Diameter Mahkota Bunga Potong Gerbera
Diameter Mahkota Bunga (cm)
11
10
9
8

Ukuran
11
10
09
08

Pengikatan dan Pengemasan
Bunga yang telah melewati proses sortasi dan grading berdasarkan ukuran dan
varietasnya kemudian diikat. Satu ikat bunga potong biasanya berjumlah 10-20 tangkai
bunga, namun hal tersebut dapat disesuaikan dengan permintaan konsumen
(Soekartawi,1996). Vereniging van Bloemenveilingen in Nederland (2004) menyatakan
bahwa, dalam satu ikat bunga gerbera tipe standar terdiri dari 10 tangkai bunga,
sedangkan satu ikat bunga gerbera tipe mini terdiri dari 25 tangkai bunga.

8
Pengemasan berfungsi untuk melindungi produk dari kerusakan mekanis,
menciptakan daya tarik bagi konsumen, memberikan nilai tambah produk, dan
memperpanjang daya simpan produk (Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil
Hortikultura, 2004). Pengemasan yang baik dapat melindungi barang segar dari
pengaruh lingkungan seperti sinar matahari dan kelembaban dan mencegah terjadinya
kememaran (Hardenberg, 1986).
Bunga gerbera memiliki sifat geotropik, sehingga pengemasannya harus dalam
posisi berdiri (Boodley, 1996). Bunga potong gerbera dengan panjang tangkai > 35 cm
dikemas menggunakan kotak, sedangkan untuk bunga dengan panjang tangkai < 35 cm
cukup dengan ember yang berisi air (Vereniging van Bloemenveilingen in Nederland,
2004).
Penyimpanan
Penyimpanan dilakukan jika hasil panen tidak langsung didistribusikan.
Penyimpanan juga memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan penawaran dan
permintaan bunga potong di pasar. Metode penyimpanan bunga potong dapat dilakukan
dengan penyimpanan suhu rendah, penyimpanan dengan atmosfer terkendali dan
atmosfer termodifikasi atau penyimpanan bertekanan rendah (Halevy dan Mayak,
1981). Penyimpanan produk hortikultura berfungsi untuk mengendalikan transpirasi,
respirasi, serta mempertahankan produk dalam bentuk yang paling berguna untuk
konsumen maupun untuk bahan pengolahan (Direktorat Pengolahan dan Pemasaran
Hasil Hortikultura, 2004).
Penyimpanan suhu dingin pada bunga potong dapat dilakukan dengan
penyimpanan basah dan penyimpanan kering. Suhu yang digunakan untuk penyimpanan
kering mendekati suhu titik beku. Umur simpan bunga akan lebih panjang jika disimpan
dengan cara penyimpanan kering. Pada penyimpanan kering bunga dikemas dalam
wadah tertutup terlebih dulu, oleh karena itu perlu dilakukan pendinginan pendahuluan
sebelum dikemas. Pendinginan pendahuluan dilakukan agar proses pendinginan tidak
terhambat (Halevy dan Mayak, 1981). Bunga gerbera sangat rentan terhadap serangan
cendawan sehingga tangkai harus disemprot atau dicelupkan dalam larutan fungisida

9
sebelum disimpan. Setelah disimpan tangkai harus dipotong dan ditempatkan dalam air
atau larutan pengawet selama 2–3 jam untuk rehidrasi (Singh, 2006).
Pengiriman
Pengiriman hasil panen merupakan kegiatan pasca panen yang terakhir. Bunga
yang telah siap dipasarkan dikumpulkan kembali. Pengiriman bunga potong gerbera
dilakukan dengan mengemas bunga ke dalam kotak. Ukuran kotak yang digunakan
untuk mengemas bunga tergantung pada jenis dan grade berdasarkan diameter mahkota
bunga. Jumlah tangkai bunga per kotak dapat dilihat pada (Tabel 2) (Vereniging van
Bloemenveilingen in Nederland, 2004).
Tabel 2. Jumlah Tangkai Bunga berdasarkan Diameter Mahkota Bunga
dan Jumlah Lubang per Kotak.
Diameter Mahkota
Bunga (cm)
≤7
8
9
10 – 11
≥ 12

Jumlah Lubang
pada Kotak
30
35
35
25
25
25
20

Jumlah Tangkai
per Kotak
60
70
70
50
50
50
40

Selama pengangkutan, produk harus dijaga dari kemungkinan terjadi benturan,
gesekan, dan tekanan yang terlalu besar sehinga dapat menimbulkan kerusakan atau
menurunnya mutu produk (Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura,
2004). Singh (2006) menyatakan bahwa, suhu ideal gerbera selama transportasi antara
4–6 °C.

10

METODOLOGI
Waktu dan Tempat
Kegiatan magang dilaksanakan di PT Puri Sekar Asri (PSA), Desa Cibodas,
Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan magang dilakukan selama
empat bulan. Magang dimulai pada awal bulan Maret sampai awal bulan Juli 2011.
Metode Magang
Metode magang yang dilaksanakan adalah bekerja di lapang dengan praktik
langsung di kebun mengikuti sistem yang ditetapkan oleh perusahaan. Kegiatan yang
dilakukan meliputi seluruh aspek teknis dan manajerial baik di kebun maupun di kantor.
Tahapan kegiatan magang yang dilaksanakan antara lain:
1. Orientasi lapang
Kegiatan ini dilakukan pertama kali untuk mengenal perusahaan lebih dekat
mengenai lokasi, sistem kerja yang dijalankan, dan pengarahan lebih lanjut
mengenai segala aktivitas perusahaan.
2. Bekerja sebagai karyawan harian lepas (KHL)
Kegiatan yang dilaksanakan meliputi persiapan lahan, penanaman,
pemupukan, pengairan, pengendalian organisme pengganggu tanaman
(OPT), panen, dan penanganan pasca panen. Kegiatan dilakukan selama satu
bulan (Lampiran 2).
3. Pendamping kepala divisi kebun
Kegiatan yang dilaksanakan diantaranya membantu membuat perencanaan
produksi dalam suatu divisi, mengawasi pekerjaan KHL, serta mencatat dan
melaporkan kegiatan kerja harian. Kegiatan yang dilakukan disesuaikan
dengan aktivitas supervisor kebun. Kegiatan dilakukan selama satu bulan
(Lampiran 3).
4.

Pendamping manajer kebun
Kegiatan yang dilaksanakan diantaranya mempelajari program kerja sebagai
manajer di kebun, membantu dalam pembuatan rencana kerja, membantu

11
mengawasi dan mengelola tenaga kerja, menganalisis kegiatan kebun, dan
membuat laporan harian, mingguan, dan bulanan. Kegiatan yang dilakukan
disesuaikan dengan kegiatan manajer kebun. Kegiatan dilakukan dua bulan
selama kegiatan magang (Lampiran 4).

Pengumpulan Data dan Informasi
Data yang dikumpulkan selama kegiatan magang meliputi data primer dan data
sekunder. Data sekunder dikumpulkan melalui studi pustaka, wawancara, dan diskusi
dengan staf dan pekerja di kebun. Data sekunder yang dikumpulkan diantaranya kondisi
umum perusahaan meliputi lokasi kebun, luas area dan tata guna lahan, keadaan iklim
dan tanah, struktur organiasi dan manajemen perusahaan, pengelolaan tenaga kerja,
hasil produksi, dan keragaman varietas bunga potong gerbera yang dibudidayakan di
PT PSA.
Data primer diperoleh dari hasil pengamatan langsung mulai dari pertumbuhan
tanaman hingga penanganan pasca panen meliputi:
1. Fase Vegetatif dan Generatif
Pengamatan pada fase generatif diantaranya: 1) Jumlah anakan, banyaknya
jumlah anakan dalam satu rumpun, 2) Jumlah bunga, banyaknya bunga per
tanaman, 3) Panjang tangkai bunga, pertambahan panjang tangkai bunga
per minggu hingga bunga siap panen, 4) Diameter bunga, pertambahan lebar
diameter bunga per minggu hingga bunga siap panen. Pengamatan dilakukan
dengan mengambil 10 tanaman contoh untuk setiap varietas yang diamati.
2. Panen
Pengamatan diantaranya: 1) Lama panen, dihitung dari awal bunga muncul
hingga dapat dipanen, 2) Waktu pemanenan, waktu panen bunga gerbera
yang diterapkan di perusahaan, 3) Hasil Panen, jumlah bunga yang dipanen
dalam luasan tertentu, 4) Teknik pemanenan yang diterapkan, cara
pemanenan yang dilakukan di perusahaan. 5) Panjang tangkai, panjang
tangkai bunga saat dipanen, 6) Diameter bunga, diameter bunga saat
dipanen.

12
3. Pasca panen
Pengamatan diantaranya: 1) Sortasi dan seleksi kualitas, cara sortasi yang
dilakukan di kebun 2) Persentase kehilangan hasil, dilihat pada setiap
tahapan pasca panen (pengumpulan, pengangkutan, sortasi dan grading,
pengikatan

dan

pembungkusan,

pengemasan,

dan

penyimpanan),

3) Pengemasan dan pengepakan, cara mengemas dan mengepak bunga
yang digunakan di kebun.
4. Kualitas Bunga
Pengamatan terhadap kualitas bunga dilakukan dengan membandingkan
antara standar kualitas yang ditetapkan perusahaan dengan kualitas produk
yang ditemukan di lapang. Pembandingan dilakukan dengan menampilkan
contoh tanaman yang termasuk dalam standar mutu perusahaan, kemudian
dilakukan perhitungan persentase masing-masing varietas yang memenuhi
standar mutu perusahaan.
5. Vaselife
Pengamatan diantaranya: 1) Jumlah mahkota yang layu, dilihat dari tekstur
bunga yang lemas, adanya bintik hitam atau coklat pada bunga, cabang bunga
yang mulai merunduk, dan tidak adanya tegangan permukaan mahkota bunga.
Halevy dan Mayak (1981), menyatakan bahwa pengamatan dihentikan
sampai 50 % bunga yang mekar mengalami kelayuan. Penentuan persentase
kelayuan bunga ditentukan dengan rumus:
Persentase bunga layu=
2) Warna dan penampilan bunga, pengamatan dilakukan menggunakan
skoring angka mulai dari 1–5 yang menunjukan sangat buruk hingga sangat
baik.
6. Analisis kelayakan usahatani
Data diperoleh melalui wawancara kepada karyawan, diskusi dengan
manajer, studi literatur, dan survei harga langsung ke toko pertanian sekitar.

13
Analisis Data dan Informasi
Data yang bersifat kuantitatif dianalisis menggunakan rataan, standar deviasi,
persentase, uji-t, dan uji F. Vaselife bunga diuji menggunakan rancangan tersarang.
Model matematika rancangan percobaannya adalah:
Yijk= µ+αi+ßj(i)+εijk
Dimana:
Yijk : nilai hasil pengamatan pada suhu ke-i dengan tingkat kematangan ke-j dan
ulangan ke-k.
µ

: nilai rata-rata umum.

αi

: pengaruh perlakuan suhu ke-i.

ßj(i) : pengaruh perlakuan tingkat kematangan ke-j yang tersarang dalam suhu ke-i
εijk : galat umum percobaan.
Data hasil pengamatan diolah menggunakan uji F pada sistem SAS 9.1.3.
(Statistical Analysis System). Data yang menunjukkan pengaruh nyata dilanjutkan
dengan uji Duncan Multiple Range Test ( DMRT) pada taraf α= 5 %.
Dilakukan analisis kelayakan usahatani meliputi NPV (Net Present Value),
Net B/C (Net Benefit Cost Ratio), IRR (Internal Rate of Return), PP (Payback Period)
untuk melihat kelayakan usaha budidaya bunga potong gerbera. Data pengamatan yang
telah dianalisis kemudian diuraikan secara deskriptif dan dibandingkan dengan standar
yang ditetapkan oleh perusahaan serta hasil studi literatur yang dilakukan.

14

KEADAAN UMUM
Sejarah dan Perkembangan Perusahaan
PT Puri Sekar Asri yang terletak di daerah Pondok Labu, Jakarta Selatan
didirikan oleh Ir. Subiyanto pada tahun 1976. Perusahaan ini memulai bisnis dengan
budidaya tanaman anggrek kemudian diikuti pembibitan tanaman hias. Setelah
Ir. Subiyanto meninggal dunia, perusahaan diserahkan kepada Ibu Atie Subiyanto
hingga sekarang (2011). Tahun 1994 Puri Sekar Asri menjadi sebuah Perseroan
Terbatas (PT) berbadan hukum nomor 228 dengan nama PT Puri Sekar Asri. Tahun
1997 PT Puri Sekar Asri menjadi anggota Asosiasi Bunga Indonesia (Asbindo).
Kantor pusat perusahaan berlokasi di Jl. Pangkalan Jati no. 513/A, Jakarta
Selatan. Lokasi ini merupakan pusat kegiatan untuk divisi landscape, rental tanaman
hias dan angrek. Kantor pemasaran bunga potong (Trader) mulai tahun 1995 berlokasi
di Jl. H. Saidi V no. 11, Cipete, Jakarta Selatan. Saat ini perusahaan memiliki 3 kebun
produksi, yaitu: kebun Cibodas yang digunakan untuk produksi bunga potong, kebun
Depok, dan kebun Pangkalan Jati digunakan untuk produksi anggrek pot.
Peningkatan usaha dilakukan dengan perluasan lahan secara konsisten, serta
pengembangan teknologi terapan yang kemudian sangat membantu dalam upaya
peningkatan mutu dan kuantitas produksi. Saat ini perusahaan memiliki berbagai divisi
kegiatan usaha, diantaranya adalah nursery, trading, landscape, rental tanaman, florist,
dan dekorasi. Permintaan bunga potong yang terus meningkat merupakan peluang pasar
yang cukup cerah bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan mulai membudidayakan
bunga potong seperti gerbera, mawar, lily, lisianthus, dan ruscus sebagai daun potong.
Visi perusahaan adalah menjadi perusahaan yang unggul di bidang tanaman hias
dalam hal mutu, pertumbuhan, dan kemampuan memperoleh keuntungan. Melalui visi
tersebut, perusahaan berusaha untuk meningkatkan dan mengembangkan produkproduk yang berkualitas tinggi.
Misi perusahaan adalah memenuhi kebutuhan konsumen dengan produk
berkualitas unggul dan memberikan pelayanan prima. Hal tersebut dilakukan untuk
menciptakan hubungan yang interaktif antara perusahaan dan konsumen. Pencapaian

15
inovasi untuk menghasilkan produktivitas tinggi dilakukan untuk memperoleh
keuntungan yang optimal untuk menjaga kesinambungan hidup perusahaan dan
kesejahteraan bagi seluruh karyawan.
Lokasi Perusahaan dan Letak Wilayah Administratif
PT Puri Sekar Asri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang florikultur.
Perusahaan ini berpusat di Jl. Pangkalanjati I no. 513/A, Jakarta Selatan sedangkan
kantor pemasaran bunga potongnya berada di Jl. H. Saidi V no. 11, Cipete, Jakarta
Selatan. Kebun produksi PT Puri Sekar Asri berlokasi di Jl. Raya Maribaya Timur Rt
03/Rw 06 Desa Cibodas, Kecamatan Lembang. Jarak dari Desa Cibodas ke ibukota
kecamatan adalah

8 km. Waktu tempuh ke ibukota kecamatan dengan menggunakan

kendaraan bermotor adalah 0.5 jam. Akses transportasi dan jaringan telekomunikasi
yang baik memudahkan untuk mencapai lokasi perusahaan.
Desa Cibodas berada pada 6 ° 48’42” LS – 107 ° 37’3” BT dengan ketinggian
1 260 mdpl. Desa Cibodas terletak pada wilayah yang berbukit–bukit. Wilayah
adminstratif Desa Cibodas berbatasan dengan Desa Wangunharja di sebelah Utara, Desa
Cimenyan di sebelah Selatan, Desa Suntenjaya di sebelah Timur dan Desa Langensari
di sebelah Barat.
Keadaan Iklim dan Tanah
Curah hujan di Desa Cibodas pada tahun 2010 adalah 3 296.8 mm/tahun dengan
150 hari hujan. Suhu harian di Ds. Cibodas berkisar 15 °C sampai dengan 24 °C dan
kelembaban relatif harian 82 % (Stasiun Klimatologi Margahayu II Lembang, 2011).
Data cuaca selekapnya dapat dilihat pada (Lampiran 5 dan 6). Jenis tanah di kebun
Cibodas adalah andosol dengan struktur lempung berliat sampai lempung berdebu.
Tanah andosol memiliki pH antara 5.0–6.5.
Luas Area dan Tata Guna Lahan
Kebun Cibodas adalah kebun yang disewa oleh PT PSA untuk melakukan
kegiatan produksi bunga potong. Kebun dengan luas 1 ha ini awalnya adalah lahan tidur

16
milik penduduk sekitar. Pada tahun 1996 PT PSA mulai menyewa lahan tersebut hingga
saat ini (2011). Keputusan perusahaan untuk menyewa lahan di desa Cibodas antara lain
disesuaikan oleh kondisi iklim dan tanah yang cocok untuk budidaya bunga potong,
biaya produksi dan tenaga kerja yang murah, serta sewa lahan yang murah, dan
kemudahan dalam mengakses transportasi sebagai pendukung dari proses produksi.
Luas keseluruhan kebun Cibodas adalah 1 ha, yang terbagi menjadi kebun
produksi dan fasilitas penunjang. Luas kebun produksi adalah 0.85 ha berupa
greenhouse yang digunakan untuk memproduksi bunga potong lily, lisianthus, mawar,
gerbera, dan hortensia serta ruskus sebagai daun potong. Fasilitas penunjang seluas
0.15 ha terdiri dari kantor, mess karyawan, cool storage, packing house, gudang
penyimpanan, bak penampungan air, dan lahan terbuka yang biasa ditanam sayuran oleh
karyawan. Denah dari kebun Cibodas dapat dilihat pada (Lampiran 7).
Kebun Cibodas memliki 2 greenhouse yang terdiri dari 11 blok. Greenhouse I
terdiri dari 9 blok dengan luas 8 000 m2. Greenhouse I digunakan untuk memproduksi
bunga lily sebanyak 47 bedeng dengan luas ± 60 m2 per bedeng, bunga mawar sebanyak
36 bedeng dengan luas ± 45 m2 per bedeng, bunga gerbera sebanyak 108 bedeng dengan
luas ± 30 m2 per bedeng, bunga lisianthus 6 bedeng dengan luas ± 30 m2 per bedeng,
bunga hortensia, dan daun potong ruscus yang ditanam di pinggir greenhouse.
Greenhouse II terdiri dari 2 blok dengan luas 500 m2. Gereenhouse II digunakan untuk
memproduksi bunga lily sebanyak 2 blok.
Bangunan greenhouse diantaranya berfungsi untuk melindungi tanaman dari
terpaan air hujan, mengurangi intensitas cahaya yang masuk, mengurangi tingkat
serangan OPT, dan menjaga agar suhu dan kelembaban udara tetap ideal. Greenhouse
yang dimiliki PT PSA berbentuk Piggy Back yang disatukan menjadi satu blok
greenhouse besar (multispan). Tiang bangunan greenhouse I terbuat dari kayu yang
telah diberi pondasi beton, sedangkan tiang greenhouse II terbuat dari bambu gajah
yang dilapisi oleh plastik pada bagian bawahnya (pondasi). Atap bangunan greenhouse
terbuat dari bahan polyethylene dengan ketebalan 2 µm. Bahan polyethylene dipilih
karena harganya murah, ukuranya besar dan mudah dipasang. Kekurangan dari
penggunaan atap berbahan polyethylene adalah jangka waktu penggunaannya pendek
(2–3 tahun). Greenhouse memiliki dinding yang terbuat dari bahan screen. Screen

17
berfungsi untuk memberikan ventilasi alami yang mampu mengontrol suhu dalam
greenhouse dan mengurangi serangan OPT.
Bangunan greenhouse I adalah bangunan lama yang dibuat pada tahun 1994.
Kondisi greenhouse I kurang baik Gambar 2. Screen pada dinding greenhouse I banyak
yang sobek dan hilang sedangkan greenhouse di blok G (bunga gerbera) belum
terpasang atap. greenhouse II yang pembangunannya baru selesai pada bulan Maret
2011 kondisinya masih baik Gambar 3. Kurangnya perhatian perusahaan terhadap
perbaikan greenhouse merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan penurunan
produksi bunga potong gerbera.

Atap polyethylene

Dinding screen
Tiang kayu
Pondasi beton

Gambar 2. Konstruksi Bangunan Greenhouse I

Atap polyethylene
Paranet
Dinding screen
Tiang bambu

Pondasi bambu yang
dilapisi plastik
Gambar 3. Konstruksi Bangunan Greenhouse II

18
Keadaan Tanaman dan Produksi
Bahan tanam awal yang digunakan adalah tanaman dalam media polybag yang
berasal dari perusahaan Florist di Belanda. Perusahaan terakhir mengimpor bibit dari
Belanda pada tahun 1997. Setelah itu, perusahaan hanya menggunakan bibit hasil
anakan dari bibit asli atau biasa diberi nama bibit ex-impor. Rata–rata umur tanaman
yang berada di kebun Cibodas saat ini adalah 14 bulan setelah tanam anakan. Populasi
tanaman gerbera yang ada di kebun Cibodas ± 36 000 tanaman. Kontinuitas produksi
dijaga dengan cara pemeliharaan yang teratur. Bunga potong yang dihasilkan kemudian
dipasarkan secara individual maupun perusahaan yang membutuhkan pasokan bunga
secara rutin. Hasil panen dicatat agar dapat melihat kemajuan produksinya. Produksi
bunga potong gerbera PT Puri Sekar Asri bulan Januari–Juni tahun 2010 dan bulan
Januari–Juni 2011 dapat dilihat pada (Gambar 4).

Jumlah Produksi (tangkai)

2500

21600
2000

17100

16050

1500

10420

9500

1000

1158010750
8980

8260

5860
500

3550

3870

Rata-rata produksi
2011
Rata-rata produksi
2010

0

JAN FEB MAR APR MEI JUN JAN FEB MAR APR MEI JUN
'10 '10 '10 '10 '10 '10 '11 '11 '11 '11 '11 '11
Bulan
Keterangan:

Rata-rata produksi 2010= 6 910 tangkai.
Rata-rata produksi 2011= 14 343 tangkai.

Gambar 4. Produksi Gerbera PT PSA Bulan Januari–Juni Tahun 2010 dan Bulan
Januari–Juni Tahun 2011
Rata–rata produksi pada bulan Januari–Juni tahun 2010 lebih rendah
dibandingkan rata–rata produksi pada bulan Januari–Juni tahun 2011. Hal tersebut
diduga karena curah hujan pada bulan Januari–Juni tahun 2010 lebih tinggi jika

19
dibandingkan dengan curah hujan bulan Januari–Mei tahun 2011 (Lampiran 6). Curah
hujan yang tinggi dengan kondisi atap dan dinding greenhouse yang terbuka dan belum
selesai diperbaiki (Gambar 5a) dapat mengakibatkan penurunan kualitas bunga potong
gerbera. Rendahnya produksi bunga gerbera juga dipengaruhi oleh umur tanaman. Pada
tahun 2010 tanaman baru berumur kurang lebih 2 bulan setelah tanam anakan pada awal
tahun 2010, sehingga produksinya masih rendah. Pada tahun 2011 produksi lebih tinggi
dengan umur tanaman 14 bulan setelah tanam anakan.
Kerusakan atap mengakibatkan air hujan dan cahaya matahari langsung
mengenai tanaman, mempercepat pertumbuhan gulma yang bisa menjadi inang bagi
hama dan penyakit, dan memungkinkan masuknya hama penyakit ke dalam greenhouse
sehingga dapat menyerang tanaman gerbera. Saat musim penghujan datang air dapat
langsung masuk ke dalam greenhouse (Gambar 5b). Air hujan yang memercik dan
mengenai permukaan bunga dan daun dapat menjadi jalan masuk bagi penyakit.
Percikan air hujan yang mengenai permukaan bunga akan mengakibatkan permukaan
bunga menjadi kotor dan tidak layak dipanen. Menurut Sheela (2008), lingkungan yang
terkendali seperti di dalam greenhouse dapat meningkatkan produksi bunga potong
gerbera sebesar 25 – 60 %.

a

b
Gambar 5. Kondisi Greenhouse pada Blok G: (a) Greenhouse yang Belum
Selesai Diperbaiki, (b) Kondisi Greenhouse Setelah Hujan

20
Struktur Organisasi dan Ketenagakerjaan
PT Puri Sekar Asri merupakan perusahaan baru dengan stuktur organisasi yang
masih sederhana dan bersifat sentralisasi. Fungsi-fungsi umum seperti pemasaran,
administrasi, logistik, akuntasi dan pengaturan sumberdaya manusia masih dilakukan di
kantor pusat, sedangkan bagian produksi hanya menjalankan fungsi produksi. Struktur
organisasi di PT PSA dari jabatan tertinggi hingga terendah secara berturut-turut adalah
direktur utama, direktur, manager, kepala bagian (divisi), dan karyawan (Lampiran 8).
PT PSA dipimpin oleh direktur utama yang bertugas

Dokumen yang terkait

Dokumen baru

Kegiatan Panen dan Pasca Panen Bunga Potong Gerbera (Gerbera jamesonii) di PT Puri Sekar Asri, Lembang, Bandung.