UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA TENTANG STRUKTUR TANAH MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL.

(1)

Nuraeni , 2013

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ipa Tentang Struktur Tanah Melalui Pendekatan Kontekstual (Penelitian Tindakan Kelas Di Sdn Sindangjaya Kelas V Semester II Tahun Ajaran 2012/ 2013 Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur.)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA TENTANG STRUKTUR TANAH MELALUI

PENDEKATAN KONTEKSTUAL

(Penelitian Tindakan Kelas di SDN Sindangjaya Kelas V Semester II Tahun Ajaran 2012/ 2013 Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur.)

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh Nuraeni 0908198

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN PEDAGOGIK

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BANDUNG 2013


(2)

LEMBAR PENGESAHAN

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA TENTANG MATERI STRUKTUR TANAH

MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL

(PenelitianTindakan Kelas di SDN Sindangjaya Kelas V Semester II Tahun Ajaran 2012/ 2013 Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur)

Oleh Nuraeni 0908198

Disetujui dan Disahkan oleh Pembimbing I

Dr. H. Y. Suyitno, M.Pd NIP. 19500908 198110 1001

Pembimbing II

Drs. Nana Djumhana, M.Pd NIP. 19590508 198403 1002

Dketahui,

Ketua Jurusan Pedagogik Fakultas IlmuPendidikan Universitas Pendidikan Indonesia


(3)

Nuraeni , 2013

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ipa Tentang Struktur Tanah Melalui Pendekatan Kontekstual (Penelitian Tindakan Kelas Di Sdn Sindangjaya Kelas V Semester II Tahun Ajaran 2012/ 2013 Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur.)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Drs. H. Babang Robandi, M.Pd NIP. 19610814 198603 1001 Halaman Hak Cipta untuk Mahasiswa S1

==================================================================

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA TENTANG STRUKTUR TANAH MELALUI

PENDEKATAN KONTEKSTUAL

Penelitian Tindakan Kelas di SDN Sindangjaya Kelas V Semester II Tahun Ajaran 2012/ 2013 Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur

Oleh Nuraeni 0908198

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Ilmu Pendidikan

© Nuraeni 2013

Universitas Pendidikan Indonesia

Juli 2013

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian,


(4)

(5)

Nuraeni , 2013

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ipa Tentang Struktur Tanah Melalui Pendekatan Kontekstual (Penelitian Tindakan Kelas Di Sdn Sindangjaya Kelas V Semester II Tahun Ajaran 2012/ 2013 Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur.)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu ABSTRAK

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA TENTANG STRUKTUR TANAH MELALUI

PENDEKATAN KONTEKSTUAL Oleh

Nuraeni 0908198

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SDN Sindangjaya Kec. Cilaku Kab. Cianjur, terbukti dari tes hasil belajar siswa hanya tuntas 45,96% yang mencapai KKM dari KKM yang di tentukan yaitu 70 dan siswa yang belum tuntas mencapai KKM yaitu 54,04%. Siswa yang hasil belajarnya belum mencapai diperlukan upaya pen ingkatan belajar melalui PTK. Penyajian dalam rumusan masalah yang dikemukakan dalam pembelajaran ini adalah bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran IPA tentang struktur tanah melalui Pendekatan Kontekstual. Penelitian ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya meningkatkan hail belajar siswa pada pembelajaran IPA di kelas V Sekolah Dasar.Metode pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA adalah metode pendekatan kontekstual.Metode Kontekstual (Contextual Teaching and learning) juga merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dari Kemmis dan Mc. Taggart melalui Langkahlangkah(1)Perencanaan(Planning),(2)Pelaksanaan(Acting),(3)Pengamatn (Observing), (4) Refleksi (Reflecting).Data yang dikumpulkan terdiri dari data kuantitatif (hasil tes) dan data kualitatif (hasil non tes) yang diperoleh dari hasil analisis dan refleksi dari setiap tindakan yaitu melalui pengamatan dan penilaian hasil evaluasi.Temuan esensial yang ditemukan pada penellitian ini adalah (1) penilaian proses dalam pembelajaran siswa pada siklus I belum maksimal, sedangkan pada siklus II nilai proses siswa dalam pembelajaran ada peningkatan semua siswa mencapai nilai KKM, (2) aktivitas dan kerjasama siswa dalam setiap siklusnya mengalami peningkatan mulai dari langkah kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir, (3) semua tahapan pembelajaran melalui metode pendekatan kontekstual (CTL) dapat terlaksana dengan baik.Simpulan yang didapat dari penelitian ini adalah melalui metode pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA. Hal ini terbukti hasil yang diperoleh pada siklus I nilai rata-rata siswa 65,9(cukup), siklus II nilai rata-rata siswa 70(cukup baik). Dengan demikian proses pembelajaran IPA melalui metode pendekatan kontekstual membawa perubahan terhadap hasil belajar siswa. Hal ini menunjukan pembelajaran IPA melalui metode pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa.


(6)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Alloh SWT karena atas rahamat dan hidayah serta inayahnya skripsi ini dapat diselesaikan. Skripsi ini berjudul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA tentang Struktur Tanah melalui Pendekatan Kontekstual”. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memenuhi dalam memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Guru Sekolah Dasar.

Pembahasan dalam skripsi ini yaitu pokok yang dibahas berkrnaan dengan metode pendekatan kontekstual. Hal-hal tersebut dibahas dan disajikan meliputi: BAB I Pendahuluan, BAB II Pembelajaran IPA tentang Peningkatan Hasil Belajar IPA tentang Struktur Tanah melalui Pendekatan Kontekstual, BAB III Metodelogi Penelitian, BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan, dan BAB V Simpulan serta Rekomdasi.

Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, penulis harapkan kritik dan saran demi kesempurnaan dalam penyusunan skripsi ini.

Selama penyuunan skripsi ini, tentu saja penulis mendapat bimbingan dan arahan dari pembimbing I dan II bahkan masukan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini, ucapan terima kasih dan penghargaan disampaikan terutama kepada:

1. Bapak Drs. Dede Somarya, M.Pd. selaku Ketua Program Studi S-1 PGSD UPI Kampus UPI Bumi Siliwangi.

2. Bapak Dr. H. Y. Suyitno, M.Pd. selaku pembimbing 1 yang telah memberikan arahan dan petunjuk dalam menyelesaikan skripsi ini.


(7)

Nuraeni , 2013

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ipa Tentang Struktur Tanah Melalui Pendekatan Kontekstual (Penelitian Tindakan Kelas Di Sdn Sindangjaya Kelas V Semester II Tahun Ajaran 2012/ 2013 Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur.)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

3. Bapak Drs. Nana Djumhana, M.Pd. selaku pembimbing II yang telah membimbing dengan penuh kesabaran dan memotivasi dalam penyelesaian skripsi ini.

4. Bapak dan Ibu dosen serta asisten dosen S-1 PGSD serta staf administrasi Kampus UPI Bumi Siliwangi yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan yang berguna.

5. Kepala Sekolah dan rekan-rekan guru SDN Sindangjaya Kec. Cilaku Kab. Cianjur yang telah memberikan motivasi untuk mengikuti pendidikan di Kampus UPI Bumi Siliwangi.

6. Rekan-rekan seperjuangan mahasiswa S-1 PGSD Kampus UPI Bumi Siliwangi yang selalu memberikan masukan, dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini.

7. Orang tua dan saudaraku tercinta, yang tetap setia mendampingi dengan kesabaran dan memotivasi dalam menyelesaikan skripsi ini.

8. Siswa siswi kelas V di SDN Sindangjaya dan semua pihak yang telah membantu mewujudkan dan menyelesaikan skripsi ini sampai tuntas.

Mudah-mudahan amal baik semua pihak yang telah diberikan kepada penulis mendapat imbalan pahala dari Allah SWT. Amin. Sehingga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya dalam pengembangan pembelajaran IPA di Sekolah Dasar.

Bandung, Mei 2013 Penulis


(8)

DAFTAR ISI

Halaman PERNYATAAN

ABSTRAK

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR GAMBAR ... vi

DAFTAR TABEL ... vii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Tujuan Penilaian ... 6

D. Manfaat Penelitian ... 6

E. Hipotesis Tindakan ... 8

F. Definisi Operasiona ... 8

BAB II PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA TENTANG STRUKTUR TANAH MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL A. Belajar dan Pembelajaran IPA di SD ... 9

B. Materi Pembelajaran ... 12

1. Struktur Tanah……… 12

2. Jenis –jenis Tanah……….. 14

C. Peningkatan Hasil Belajar ... 16

D. Pembelajaran Kontekstual atau CTL ... 18

1. Pengertian Pendekatan Kontekstual……… 18

2. Karakteristik Pembelajaran Kontekstual………. 20


(9)

Nuraeni , 2013

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ipa Tentang Struktur Tanah Melalui Pendekatan Kontekstual (Penelitian Tindakan Kelas Di Sdn Sindangjaya Kelas V Semester II Tahun Ajaran 2012/ 2013 Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur.)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

4. Prinsip dasar setiap Komponen CTL……….. 24

.BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian ... 26

B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 27

C. Subjek Penelitian ... 28

D. Prosedur Penelitian ... 29

E. Sumber Data ... 32

F. Instrumen Penelitian ... 32

G. Pengolahan dan Analisis Data ... 34

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Data Awal Penelitian ... 37

1. Keadaan Umum SD Negeri Sindangjaya………... 37

2. Keadaan Siswa di SD Negeri Sindangjaya………. 39

3. Keadaan Siswa Kelas V……….. 40

4. Keadaan Umum Pembelajaran IPA di Kelas V SDN Sindangjaya………. 41

5. Strategi Pembelajaran yang digunakan di SDN Sindangjaya……….. 42

B. Hasil Penelitian ... 43

1. Tindakan Pembelajaran Siklus I a. Perencanaan Pembelajaran……… 43

b. Pelaksanaan Pembelajaran………. 44

c. Observasi Pembelajaran………. 46

d. Analisis Observasi Pembelajaran………... 53


(10)

2. Tindakan Pembelajaran Siklus II

a. Perencanaan Pembelajaran………. 56

b. Pelaksanaan Pembelajaran………. 57

c. Observasi Pembelajaran………. 59

d. Analisis Observasi Pembelajaran……… 64

e. Hasil Wawancara………. 65

f. Refleksi Pembelajaran………. 69

C. Pembahasan ... 71

BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan ... 77

B. Saran ... 79

DAFTAR FUSTAKA ... 80 LAMPIRAN – LAMPIRAN


(11)

Nuraeni , 2013

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ipa Tentang Struktur Tanah Melalui Pendekatan Kontekstual (Penelitian Tindakan Kelas Di Sdn Sindangjaya Kelas V Semester II Tahun Ajaran 2012/ 2013 Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur.)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

DAFTAR GAMBAR

1. Gambar 2.1 Gambar lapisan tanah paling atas…..………. 13

2. Gambar 2.2 Gambar Struktur Tanah………..…………... 14

3. Gambar 2.3 Gambar Tanah Humus...…………...………... 14

4. Gambar 2.4 Gambar Tanah Liat /Tanah Lempung... ……….. 15

5. Gambar 2.3 Gambar Tanah Berpasir,,.……… 15

6. Gambar 2.3 Gambar Tanah Vulkanik...………... 16

7. Gambar 3.1 Gambar Desain Penelitian……… 29

8. Grafik 4.1 Kinerja Guru Menyusun RPP Siklus I dan II..……….. 72

9. Grafik 4.2 Kinerja Guru Melaksanakan Pembelajaran Siklus I dan Siklus II..……….. 73

10.Grafik 4.3 Nilai Aktivitas Siswa Siklus I dan II...………... 74


(12)

DAFTAR TABEL

1. Tabel 3.1 Tabel Kategori Tafsiran Skor………. 36

2. Tabel 4.1 Daftar Guru SDN Sindangjaya...……… ... 39

3. Tabel 4.2 Daftar Siswa kelas V SDN Sindangjaya……… 40

4. Tabel 4.3 Hasil Pretes Siswa Siklus I……...…………..…… 47

5. Tabel 4.4 Hasil Postes Siswa Siklus I………..……..… 47

6. Tabel 4.5 Hasil Observasi Evaluasi Siswa Siklus I……….... 47

7. Tabel 4.6 Kinerja Guru Menyusun RPP Siklus I……….... 49

8. Tabel 4.7 Kinerja Guru Melaksanakan Pembelajaran Siklus I…… 50

9. Tabel 4.8 Aktifitas Siswa Siklus I….………...……… 51

10.Tabel 4.9 Hasil Penilaian Aktifitas Siswa Siklus I….………. 52

11. Tabel 4.10 Hasil Pretes Siswa Siklus II...…………..………… 59

12.Tabel 4.11 Hasil Postes Siswa Siklus II………....……..…… 59

13. Tabel 4.12 Hasil Observasi Evaluasi Siswa Siklus II………...… 60

14. Tabel 4.13 Kinerja Guru Menyusun RPP Siklus II………..…….. 61

15.Tabel 4.14 Kinerja Guru Melaksanakan Pembelajaran Siklus II… 62 16.Tabel 4.15 Aktifitas Siswa Siklus II………….………...… 63

17.Tabel 4.16 Hasil Penilaian Aktifitas Siswa Siklus II…….……… 63

18. Tabel 4.17 Hasil Penilaian setiap Siklus …….…………..………. 71


(13)

1

Nuraeni , 2013

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ipa Tentang Struktur Tanah Melalui Pendekatan Kontekstual (Penelitian Tindakan Kelas Di Sdn Sindangjaya Kelas V Semester II Tahun Ajaran 2012/ 2013 Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur.)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

BAB I PENDAHULUAN

A.LaterBelaking Masalah.

Sekolah adalah lembaga pendidikan sebagai tempat belajar secara formal, dengan tujuan untuk membantu mengembangkan potensi yang dimiliki oleh siswa atau peserta didik melalui proses pembelajaran itu sendiri. Sedangkan fasilitas, sarana, media, sumber dan tenaga kependidikan merupakan fasilitator yang membantu, memotivasi, dan membimbing peserta didik untuk memperoleh keberhasilan dalam belajar. Namun berhasil atau tidaknya proses pembelajaran secara langsung ditentukan oleh pribadi pendidik danpeserta didik yang sedang melakukan proses pembelajaran.

Menurut Piaget (Ari Widodo dkk, 2007) mengemukakan “anak usia sekolah dasar

(7 – 11 tahun) perkembangan berfikirnya berada pada tahap operasional konkrit”.Pada tahap ini anak memerlukan pengalaman fisik seperti manipulasi benda konkrit untuk membentuk pengalaman logika berfikirnya.

Di dalam kegiatan belajar-mengajar berlangsung suatu proses pembelajaran dan evaluasi. Untuk mendapat out-put belajar-mengajar yang berkualitas diharapkan kedua proses tersebut hendaknya dikelola dan dilaksanakan dengan baik. Suatu proses pengajaran dikatakan berhasil bila terjadi perubahan tingkah laku siswa.

Tujuan setiap proses pembelajaran adalah diperolehnya hasil yang optimal. Hal ini akan dicapai apabila semua terlibat secara aktif baik fisik, mental, maupun emosional. Tujuan pembelajaran menyatakan suatu hasil yang diharapkan dari pembelajaran itu dan bukan sekedar suatu proses dari pembelajaran itu sendiri. Tujuan pembelajaran diharapkan mampu membentuk manusia yang berkualitas hanya dapat dipenuhi oleh dunia pendidikan. Upaya pemenuhan tersebut merupakan suatu proses yang panjang yang dimulai sejak anak belajar di SD. Salah satu unsur yang turut menentukan kualitas Sumber Daya Manusia yaitu penguasaan IPA.

Salah satu mata pelajaran yang ada di SD yang perlu ditingkatkan kualitasnya adalah IPA.Sekolah Dasar merupakan tempat pertama siswa mengenal konsep-konsep dasar IPA, karena itu pengetahuan yang diterima siswa hendaknya menjadi dasar yang


(14)

2

dapat dikembangkan di tingkat sekolah yang lebih tinggi di samping mempunyai kegiatan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada pembelajaran IPA sangat berkaitan dengan dunia nyata dalam kehidupan sehari-hari. Guru dapat menggali pengetahuan dari siswa yang bervariasi sehingga siswa dapat mempelajari konsep-konsep dalam penggunaannya pada aspek yang terkandung dalam mata pelajaran IPA untuk memecahkan suatu masalah atau persoalan serta mendorong siswa membuat hubungan antara materi IPA dan penerapannya yang berkaitan dalam kehidupan sehari-hari.

IPA merupakan konsep pembelajaran alam dan mempunyai hubungan yang sangat luas terkait dengan kehidupana manusia. Pembelajaran IPA sangat berperan dalam proses pendidikan dan juga perkembangan teknologi, karena IPA memiliki upaya untuk membangkitkan minat siswa serta kemampuan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pemahaman tentang alam semesta yang mempunyai banyak fakta yang belum terungkap dan masih bersifat rahasia sehingga fakta penemuannya dapat dikembangkan menjadi ilmu pengetahuan alam yang baru dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Abdullah (1998:18)IPA adalah “pengetahuan teoritis yang diperoleh atau disusun dengan cara yang khas atau khusus, yaitu dengan melakukan observasi, eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi dan demikian

seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lain”.

Kenyataan yang terjadi, mata pelajaran IPA tidak begitu diminati dan kurang disukai siswa.Bahkan siswa beranggapan mata pelajaran IPA sulit untuk dipelajari.Akibatnya rata-rata hasil belajar siswa cenderung lebih rendah dibanding mata pelajaran lainnya.

Melihat kondisi awal siswa khususnya siswa kelas V SDN Sindangjaya Kecamatan Cilaku – Cianjur ini pasif dan kurang berminat dalam mengikuti pembelajaran IPA.Hal ini karena guru lebih banyak berfungsi sebagai instruktur yang sangat aktif dan siswa sebagai penerima pengetahuan yang pasif.Pembelajaran lebih banyak ceramah, menghafal tanpa memberi kesempatan siswa berlatih berfikir


(15)

3

Nuraeni , 2013

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ipa Tentang Struktur Tanah Melalui Pendekatan Kontekstual (Penelitian Tindakan Kelas Di Sdn Sindangjaya Kelas V Semester II Tahun Ajaran 2012/ 2013 Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur.)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

memecahkan masalah dan mengaitkannya dengan pengalaman dalam kehidupan nyata sehingga pembelajaran kurang bermakna yang mengaibatkan keaktifan siswa rendah.

Rendahnya hasil belajar IPA siswa dibanding mata pelajaran lain karena, Guru lebih banyak berfungsi sebagai instruktur yang sangat aktif dan siswa sebagai penerima pengetahuan yang pasif. Siswa yang belajar tinggal datang ke sekolah duduk mendengarkan, mencatat, dan mengulang kembali di rumah serta menghafal untuk menghadapi ulangan.Pembelajaran seperti ini membuat siswa pasif karena siswa berada pada rutinitas yang membosankan sehingga pembelajaran kurang menarik.Pada umumnya pembelajaran lebih banyak memaparkan fakta, pengetahuan, kemudian biasa dihafalkan bukan berlatih berpikir memecahkan masalah dan mengaitkannya dengan pengalaman empiris dalam kehidupan nyata sehingga pembelajaran menjadi kurang bermakna.

Berdasarkan observasi di kelas V SD Negeri Sindangjaya pada tanggal 8April 2013yang dilakukan oleh peneliti, kondisi yang terjadi dalam pembelajaran IPA di kelas V melalui evaluasi hasil belajar dari kemampuan siswa diperoleh masih belum maksimal nilainya masih di bawah KKM. Dibuktikan dari hasil ulangan materi tentang Struktur Tanah dan Jenis-jenis Tanah, prestasi belajar siswa masih rendah.

Persentasi siswa tuntas hanya 45,96% dari 21 siswa dan untuk siswa yang belum tuntas 54,04 % diperlukan remedial.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Mata Pelajaran IPA kurang diminati siswa, karena mata pelajaran IPA sulit dipelajari. 2. Rendahnya prestasi belajar siswa khususnya mata pelajaran IPA.

3. Pembelajaran IPA selama ini kurang menarik.

Terkait belum optimalnya hasil belajar siswa kelas V SDN Sindangjaya, maka penulis berupaya menerapkan model pembelajaran Kontekstual sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang bermakna yang bermuara pada pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan

Untuk menggali potensi anak agar selalu kreatif dan berkembang perlu diterapkan pembelajaran bermakna yang akan membawa siswa pada pengalaman belajar yang mengesankan. Pengalaman yang diperoleh siswa makin berkesan apabila proses


(16)

4

pembelajaran yang diperoleh merupakan hasil dari pemahaman dan penemuannya sendiri yaitu proses yang melibatkan siswa sepenuhnya untuk merumuskan suatu konsep. Untuk itu sudah menjadi tugas guru dalam mengelola proses belajar-mengajar adalah memilih model pembelajaran yang sesuai, agar pembelajaran lebih menarik dan bermakna. Hal ini disebabkan adanya tuntutan pada dunia pendidikan bahwa proses pembelajaran tidak lagi hanya sekedar menstransfer pengetahuan dari guru ke siswa. Guru harus mengubah paradigma tersebut dengan kegiatan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

Menurut Blanchard (2001) dalam Triyanto (2007) menyatakan bahwa pengajaran dan pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan suatu konsepsi yang membantu guru mengaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotifasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga, warga negara, dan tenaga.

Pembelajaran Kontekstual merupakan refleksi pentingnya guru mengelola proses pembelajaran melibatkan siswa secara aktif dan kreatif, baik dari segi fisik, mental dan emosional.Pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa dan guru dengan berbagai fasilitas dan meteri untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

Bertitiktolakdaripadalatarbelakangmasalah di atas, dalam penelitianinipeneliti

mengambiljudul “UpayaMeningkatkanHasilBelajar IPA tentang Struktur Tanah

denganPendekatanKontekstualpadaSiswaKelas V SDN SindangjayaKecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur, TahunAjaran 2012/2013.Dengan tujuan agar hasil belajar siswa lebih meningkat.

B. Rumusan Masalah.

Berdasarkan permasalahan yang terjadi dilapangan sesuai dengan latar belakang di atas, maka peneliti dapat mengambil rumusan masalahnya sebagai berikut:


(17)

5

Nuraeni , 2013

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ipa Tentang Struktur Tanah Melalui Pendekatan Kontekstual (Penelitian Tindakan Kelas Di Sdn Sindangjaya Kelas V Semester II Tahun Ajaran 2012/ 2013 Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur.)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

1. Bagaimanakah perencanaan pembelajaran IPA tentang struktur tanah melalui pendekatan kontekstual pada Siswa Kelas V SDN Sindangjaya di Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur?

2. Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran IPA tentang struktur tanahmelalui Pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas V di SDN Sindangjaya di Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur Tahun pelajaran 2012/2013?

3. Bagaimanakah hasil belajar padapembelajaran IPA tentang StrukturTanah melalui pendekatan kontekstual pada Siswa Kelas V di SDN Sindangjaya di Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur Tahun pelajaran 2012/2013?

C. Tujuan Penelitian.

Adapun tujuan dari penelitian yang akan dilaksanakan khususnya pada pembelajaran IPA tentang Struktur Tanah di kelas V melalui pendekatan kontekstual adalah sebagai berikut :

1. Mendeskripsikan perencanaan pembelajaran IPA tentang struktur tanah melalui pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas V SDN Sindangjaya.

2. Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran IPA tentang struktur tanahmelalui Pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas V di SDN Sindangjaya.

3. Mendeskripsikan hasil belajar pada pembelajaran IPA tentang StrukturTanah melalui pendekatan kontekstual di Kelas V di SDN Sindangjaya.

D. Manfaat Penelitian.

Penulis mengharapkan dengan hasil penelitian ini dapat bermanfaat baik secara teoritis maupun secara praktis bagi :

1. Manfaatsecarateoritis.

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoritis sebagai berikut :

a) Hasilpenelitianinidiharapkandapatmemberikansumbanganbagiperkembanganpend idikan,


(18)

6

terutamadapatmengembangkankhazanahilmutentangpeningkatanhasilbelajarIlmuP engetahuanAlam melaluipendekatankontekstual.

b) Hasilpenelitianinidiharapkandapatmenjadibahanperbandinganbagipenelititerdahul u yang terkaitdenganpenelitianini.

2. Manfaat secara praktis.

Sedangkan manfaat secara paraktis yang di peroleh dari hasil penelitian ini, khususnya pada pembelajaran IPA tentang Struktur Tanah di kelas V adalah sebagai berikut :

a). Bagi Siswa.

1) Untuk memotivasi siswa dalam pelajaran IPA.

2) Untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam sehingga pemahaman siswa mengenai konsep IPA yang dipelajari menjadi lebih baik.

3) Menghilangkan kejenuhan siswa dalam belajar di dalam kelas. 4) Meningkatkan hasil belajar siswa secara optimal.

b). Bagi Guru.

1) Menambah pengetahuan baru dalam mengembangkan langkah – langkah, strategi, atau metode pembelajaran, khususnya pada pembelajaran IPA.

2) Meningkatkan keterampilan mengajar dengan menerapkan pendekatan pembelajaran IPA khususnya dengan pendekatan kontekstual.

3) Meningkatkan aktivitas dalam mengembangkan pengetahuan dan membantu memperbaiki mutu pembelajaran di sekolah.

c). BagiPeneliti.

1) Mengetahui sejauh mana keberhasilan dalam proses pembelajaran di dalam kelas.

2) Mampu memecahkan masalah-masalah yang timbul dalam kegiatan pembelajaran.

3) Menambah pengetahuan baru dalam mengembangkan suatu metode atau strategi dalam kegiatan pembelajaran.


(19)

7

Nuraeni , 2013

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ipa Tentang Struktur Tanah Melalui Pendekatan Kontekstual (Penelitian Tindakan Kelas Di Sdn Sindangjaya Kelas V Semester II Tahun Ajaran 2012/ 2013 Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur.)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

1) Penelitian ini merupakansumbangan yang bermanfaat dalam rangka perbaikan dalam pembelajaran IPA.

2) Menumbuhkembangkan kebiasaan, budaya dan atau tradisi meneliti dan menulis artikel ilmiah di kalangan guru. Hal ini telah ikut mendukung profesionalisme dan karir guru.

3) Mampu meningkatkan kemampuan guru dalam menjabarkan kurikulum atau program pembelajaran sesuai dengan tuntutan dan konteks lokal, kelas dan sekolah.

E. Hipotesis Tindakan.

Adapun hipotesis tindakan yang dapat penulis rumuskan dalam penelitian adalah Penerapan pendekatan Kontekstual dapat meningkatkan hasil belajarpada pembelajaran IPA siswa kelas V di SDN Sindangjaya.

F. Definisi Operasional.

Untuk menghindari kemungkinan terjadinya penafsiran dan persepsi yang berbeda terhadap istilah yang digunakan dalam penulisan ini, oleh karena itu perlu dikemukakan beberapa definisi operasional, antara lain sebagai berikut:

1. Hasil Belajar.

Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan.

2. Pembelajaran IPA

Pembelajaran IPA adalah suatu proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar pendidikan IPA.

3. Pendekatan Kontekstual.

Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara


(20)

8

pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.


(21)

25

Nuraeni , 2013

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ipa Tentang Struktur Tanah Melalui Pendekatan Kontekstual (Penelitian Tindakan Kelas Di Sdn Sindangjaya Kelas V Semester II Tahun Ajaran 2012/ 2013 Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur.)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian.

Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu mengunakan penelitian Tindakan Kelas (Classroom action research). Menurut Kemmis (1988), pengertian penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian reflektif dan kolektif yang dilakukan peneliti dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran praktik sosial mereka. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dibentuk dari 3 kata, yang memiliki pengertian sebagai berikut : (1)Penelitian, menunjuk pada suatu kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.(2)Tindakan, menunjuk pada sesuatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan untuk siswa.(3) Kelas, adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama, menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dilakukan di kelas secara bersama.Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa. Pada intinya PTK bertujuan untuk memperbaiki berbagai persoalan nyata dan praktis dalam peningkatan mutu pembelajaran di kelas yang dialami langsung dalam interaksi antara guru dengan siswa yang sedang belajar. Secara lebih rinci, tujuan PTKantara lain sebagai berikut :

1. Meningkatkan hasil belajar dan pembelajaran di sekolah.

2. Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya mengatasi masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam dan luar kelas.

3. Meningkatkan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan.

4. Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah, sehingga tercipta sikap proaktif di dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran secara berkelanjutan.


(22)

26

Adapun manfaat yang diperoleh dari Penelitian Tindakan Kelas, sesuai pendapat para ahli, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mempunyai manfaat yang cukup besar bagi guru, siswa dan sekolah.

1. Menurut Cole dan Knowles (Prendergast, 2002:3-4) manfaat penelitian tindakan kelas adalah dapat mengarahkan para guru untuk melakukan kolaborasi, refleksi, dan bertanya satu dengan yang lain.

2. Menurut Whitehead (1993) manfaat penelitian tindakan kelas adalah dapat memfasilitasi guru untuk mengembangkan pemahaman tentang pedagogi dalam rangka memperbaiki pemberlajarannya.

3. Menurut Prendergast ( 2002) manfaat penelitian tindakan kelas adalah dapat membantu (1) pengembangan kompetensi guru dalam menyelesaikan masalah pembelajaran mencakup kualitas isi, efisiensi, dan efektivitas pembelajaran, proses, dan hasil belajar siswa, (2) peningkatan kemampuan pembelajaran akan berdampak pada peningkatan kompetensi kepribadian, sosial, dan profesional guru.

Dengan melihat karakteristik dan manfaat serta tujuan di atas maka dipandang sangat perlu guru untuk melakukan PTK, agar proses belajar mengajar dapat berjalan sesuai yang diharapkan serta hasil belajar siswa dapat mencapai maksimal.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian. 1. Lokasi atau Tempat Penelitian.

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri Sindangjaya Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur.Dengan alasan SD tersebut merupakan tempat peneliti mengajar sehingga memudahkan melaksanakan penelitian. Memiliki jarak ke pusat kota atau kabupaten sekitar 10 km.

2. Waktu Penelitian.

Dalam melakukan penelitian ini, tentu saja harus memperhatikan waktu yang telah ditentukan sesuai surat ijin penelitian.Adapun jadwalpelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 22012/2013 pada mata pelajaran IPA Kelas V SDN Sindangjaya dengan materi pokok: Bumi dan Alam Semesta,sub materi pokok: Struktur Tanah dan Jenis-jenis Tanah. Jumlah jam 2 jam pelajaran, jam pertama.


(23)

27

Nuraeni , 2013

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ipa Tentang Struktur Tanah Melalui Pendekatan Kontekstual (Penelitian Tindakan Kelas Di Sdn Sindangjaya Kelas V Semester II Tahun Ajaran 2012/ 2013 Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur.)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu C. Subjek Penelitian.

1. Subjek Penelitian ditetapkan pada siswa kelas V SDN Sindangjaya Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur tahun ajaran 2012/2013 dengan jumlah siswa 21 anak terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Walaupun tidak semua peserta didik memerlukan bantuan tetapi peserta didik kelas V merupakan kelas yang perlu dibantudalam peningkatan belajar IPA. Hal ini mendorong peneliti untuk mengadakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V.

2. Subjek Penelitian dilihat dari Letak Geografis.SD Negeri Sindangjaya yang dijadikan subjek penelitian keadaan atau jumlah siswa di SD Negeri Sindangjaya Pusat pembinaan Pendidikan TK/SD Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur mulai dari kelas 1 sampai kelas VI berjumlah 145 yang terdiri dari 69 siswa laki-laki dan 76 siswa perempuan.Lokasi penelitian berada 200 meter dari jalan desa yang dapat di tempuh dengan jalan kaki karena peserta didik mayoritas penduduk setempat. Selain itu lokasinya sangat strategis berada di daerah masih asri dan sejuk sehingga peneliti bisa lebih berkonsentrasi dalam melakukan penelitian.

3. Subjek Penelitian dilihat dari keadaan Sosial Ekonomi.Dilihat dari latar belakang status ekonomi orang tua tempat penelitian sangat bervariasi karena lingkungan SD Negeri Sindangjaya berada di daerah pertanian sehingga para orang tua siswa kebanyakan bekerja sebagai petani dan buruh tani.


(24)

28

D. Prosedur Penelitian.

Penelitian ini menggunakan model atau desain penelitian Kemmis dan Taggart. Kemmis dan Taggart dalam (Zainal Aqib, 2006: 31) mengadakan mengadakan penelitian tindakan kelas menggunakan model spiral (the action research spiral).

SIKLUS PELAKSANAAN PTK

Pelaksanaan

Perencanaan Siklus 1 Pengamatan

Refleksi

Pelaksanaan

Perencanaan Siklus 2 Pengamatan

Hasil

Gambar 3.1 Desain Penelitian Kemmis dan Taggart(Zainal Aqib, 2006: 31)

Penelitian tindakan kelas ini dibagi menjadi empat tahapan yang paling terkait danberkesinambungan.Empat tahapan tersebut di bagi menjadi beberapa siklus yaitu siklus I dan siklus II, setiap siklus menjelaskan beberapa tahapan sebagai berikut:


(25)

29

Nuraeni , 2013

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ipa Tentang Struktur Tanah Melalui Pendekatan Kontekstual (Penelitian Tindakan Kelas Di Sdn Sindangjaya Kelas V Semester II Tahun Ajaran 2012/ 2013 Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur.)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Siklus pertama dalam PTK ini terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi sebagai berikut :

a). Tahap perencanaan(Planning)

Peneliti dalam tahap perencanaan ini menyusun langkah-langkah sebagai berikut : 1) Peneliti melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar yang

akan disimpulkan pada siswa dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui pendekatan kontekstual dalam pembelajaran IPA pada materi bumi dan alam semesta.

2) Menyusun rencana pembelajaran (RPP) siklus 1. 3) Guru menyiapkan alat peraga yang diperlukan. 4) Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) siklus 1.

5) Membuat intrumen penilaian yang digunakan dalam PTK. b). Tahap Pelaksanaan(Acting)

Tahap pelaksanaan merupakan tahap kedua dari penelitian tindakan dengan mengimplementasikan atau penerapan isi rancangan. Pada tahap ini rancangan, strategi dan scenario penerapan pembelajaran akan diterapkan. Scenario dari tindakan harus dilaksanakan dengan baik dan tampak wajar. Scenario atau rancangan tindakan yang dilakukan dijabarkan serinci mungkin oleh yang menjelaskan:

1) Langkah demi langkah kegiatan yang akan dilakukan, 2) Kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh guru, 3) Kegiatan yang diharapkan dilakukan oleh siswa,

4) Rincian tentang jenis media pembelajaran yang akan digunakan dalam pengumpulan data, dan

5) Jenis instrument yang akan digunakan. c). Tahap Pengamatan (Observing)

Pada tahap ini peneliti melakukan proses pengamatan pembelajaran dan mencatat semua hal yang diperlukan selama pelaksanaan tindakan berlangsung. Observasi diarahkan pada poin-poin yang telah ditetapkan: Pengumpulan data, pengumpulan data pada tahap observasi dilakukan dengan format observasi/penilaian yang telah disusun ,termasuk juga pengamatan secara cermat, pelaksanaan scenario tindakan dari setiap


(26)

30

siklus serta dampaknya terhadap peruses perbaikan pembelajaran. Data yang dikumpulkan terdiri dari data kuantitatif (hasil tes) dan data kualitatif (hasil non tes) yang menggambarkan hasil belajar siswa dan aktivitas guru beserta siswa dalam pembelajaran IPA dengan proses pembelajaran pendekatan kontekstual.

d). Tahap Refleksi (Reflecting)dan Rekomendasi

Pada tahapan ini peneliti mengkaji secara menyeluruh tindakan yang telah dilakukan berdasarkan data yang terkumpul,kemudian dilakukan evaluasi dengan menganalisis hasil pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan dalam penelitian, hasil dari siklus I belum berhasil.berdasarkan pemberian saran-saran dan keritik maka peneliti melaksanakan perbaikan pada siklus berikutnya yaitu siklus 2.

Siklus 2

Pada rancangan siklus 2 ini tindakan diambil dari hasil yang telah dicapai pada siklus 1 sebagai usaha perbaikan. Langkah-langkah yang dilaksanakan peneliti dalam siklus kedua hampir sama dengan siklus pertama.

a). Tahap perencanaan (Planning)

Peneliti membuat rencana pembelajaran berdasarkan hasil refleksi dari siklus pertama dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1) Peneliti melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar yang akan disimpulkan pada siswa dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui pendekatan kontekstual dalam pembelajaran IPA pada materi bumi dan alam semesta.

2) Menyusun rencana pembelajaran (RPP) siklusII. 3) Guru menyiapkan alat peraga yang diperlukan. 4) Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) siklus II.

5) Membuat intrumen penilaian yang digunakan dalam PTK. b). Tahap Pelaksanaan(Acting)

Tahap kedua dari penelitian tindakan pada siklus kedua ini adalah pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan bedasarkan hasil refleksi dari siklus pertama.


(27)

31

Nuraeni , 2013

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ipa Tentang Struktur Tanah Melalui Pendekatan Kontekstual (Penelitian Tindakan Kelas Di Sdn Sindangjaya Kelas V Semester II Tahun Ajaran 2012/ 2013 Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur.)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Observasi dilakukan untuk mengetahui aktivitas, tujuan dan peningkatan hasil belajar siswa pada proses pembelajaran IPA dengan pendekatan kontekstual.

d). Tahap Refleksi (Reflecting).

Mengadakan refleksi dan evaluasi dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan dan tahap observasi serta pencapaian indikator keberhasilan.Hasil pengamatan pada pengamatan siklus 2 dikumpulkan untuk dianalisis dan dievaluasi oleh peneliti dan observer. Hal tersebut ditandai dengan perubahan sebagai berikut :

1. Pada saat pembelajaran siswa lebih aktif. 2. Siswa tertarik mengikuti pembelajaran. 3. Pembelajaran lebih bermakna.

4. Siswa yang kurang jelas dan kurang paham pada siklus pertama, pada siklus kedua lebih jelas dan memahami pembelajarannya.

5. Siswa antusias dalam proses pembelajaran. E. Sumber Data.

Sumber data atau informasi yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari :

1) Sumber data primer (pokok), yaitu siswa kelas V, Kepala Sekolah dan Pihaklain yang berhubungan.

2) Sumber data sekunder yaitu nilai hasil belajar siswa, dan lembar observasi.

F. Instrumen Penelitian

Adapun instrumen yang digunakan peneliti, diantaranya: 1. Instrumen tes.

Instrumen tes dalam penelitian ini menggunakan teknik tertulis berupa tes tulis yaitu soal-soal pilihan ganda dan soal-soal uraian diberikan kepada siswa pada penelitian dan pada tindakan terakhir sebagai data penunjang adanya peningkatan aktivitas belahar siswa dalam pembelajaran IPA dengan pendekatan kontekstual yang diikuti dengan pemahaman tentang hubungan antara pembelajaran dengan kehidupan nyata.

Tes digunakan untuk mengukur kemampuan: keterampilan, pengetahuan, penguasaan dan sebagainya. Instrumen tes penelitian ini berupa soal-soal yang disajikan


(28)

32

guna mengetahui hasil atau nilai yang dicapai siswa dalam pembelajaran IPA.Peneliti menggunakan tes awal/pretes dan tes akhir/postes untuk membandingkan hasil tes siswa. 2. Instrumen non tes.

Instrumen non tes terdiri dari :

a. Lembar Observasi.

Observasi merupakan teknik yang paling mendasar dalam teknik penilaian non tes. Lembar observasi siswa menggunakan lembar tabel untuk memperoleh data tentang ketercapaian aspek tahapan CTL bagi siswa, yang di amati dalam proses pembelajaran IPA.

Sedangkan lembar observasi guru menggunakan lembar tabel bertujuan untuk memperoleh gambaranketercapaian tahapan CTL dan peningkatan aktifitas guru dalam melaksanakan pembelajaran IPA.

b. Pedoman Wawancara.

Sebagai data pelengkap dalam penelitian dilakukan tehnik wawancarasecara langsung yaitu percakapan dan tanya jawab melalui pedoman wawancara yang telah ditetapkan.

Wawancara ini dilakukan secara tertutup dan bebas antara guru (peneliti) dengan siswa serta antara guru (peneliti) dengan observer, dengan maksud untuk mengungkapkan permasalahan, keinginan dan kebutuhannya dalam kegiatan pembelajaran. Wawancara ini digunakan sebagai dasar dalam melakukan penelitian untuk mengetahui secara mendalam tentang kondisi guru dan siswa sebelum dan selama proses pembelajaran IPA dengan model pembelajaran kontekstual berlangsung.

G. Pengolahan dan Analisis Data.

Pengolahan data dan analisis data dilakukan untuk mengetahui keabsahannya data-data yang terkumpul.Teknik analisis data-data yang digunakan ada yang bersifat kualitatif dan ada yang bersifat kuantitatif.Hal ini sebagaimana dikemukakan Arikunto (2006:239) bahwa data


(29)

33

Nuraeni , 2013

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ipa Tentang Struktur Tanah Melalui Pendekatan Kontekstual (Penelitian Tindakan Kelas Di Sdn Sindangjaya Kelas V Semester II Tahun Ajaran 2012/ 2013 Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur.)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

yang sudah terkumpul dikelompokan menjadi data kuantitatif berbentuk angka-angka dan data kualitatif dalam bentuk kata-kata atau symbol.

Pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini memberikan gambaran mengenai peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran IPA dengan pendekatan kontekstual.Data yang diperoleh berdasarkan tes dan non tes. Adapun pengolahan dan analisis data dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Data Hasil Tes

Dari hasil tes berupa jawaban-jawaban siswa terhadap soal-soal tes, adapun perhitungannya dengan mencari nilai rata-rata siswa pada pelajaran IPA.Apabila nilai rata-rata siswa yang nilainya di atas rata-rata kelas meningkat, maka pembelajaran dengan pendekatan kontektual dikatakan efektif.Selain itu juga dapat dilihat nilai setiap siswa dan membandingkannya dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Data hasil tes siswa dapat dianalisis dengan rumus sebagai berikut: Nilai rata-rata = Skorseluruh siswa

Jumlah siswa. X = Rata-rata.

∑ = Skor.

N = Jumlah siswa.

Presentase nilai di atas KKM = Banyaknyanilai di atas KKM X 100 Banyaknya siswa.

P

P : Presentase nilai

F : Nilai diatas KKM N : Banyaknya siswa. Keterangan:

 Dari nilai setiap siswa dapat diketahui banyaknya siswa yang nilainya diatas KKM dan di buat presentase nilai siswa di atas KKM.


(30)

34

 Nilai rata-rata kelas dapat diketahui peningkatan nilai rata-rata dari setiap siklus proses pembelajaran dan banyaknya siswa yang memperoleh nilai di atas rata-rata kelas.

Menghitung gain antara skor pretes dan postes dapat dihitung sebagai berikut: Gain (G) = Skor pretes – Skor postes

2. Data Hasil Observasi.

Hasil observasi yang dilakukan oleh mitra (observer) untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dari proses pembelajaran berlangsung sehingga pada pembelajaran berikutnya dapat diperbaiki.

Observasi dilakukan terhadap aktivitas guru dan aktivitas siswa,untuk mengetahui aktivitas guru selama penelitian maka digunakan lembar observasi kinerja guru dalam menyusun RPP dan melaksanakan pembelajaran yang disesuaikan dengan tahapan-tahapan metode pendekatan kontekstual, kriteria penilaian pada lembar obsevasi aktivitas guru ditandai dengan memberikan tanda ceklis ( ) pada kolom yang telah disediakan sesuai dengan nilai pengamatan observasi. Untuk menghitung rata-rata skor aktivitas adalah:

Rata –rata nilai (X) = jumlah nilai (∑) : banyak data (N) X

Kemudian hasil perhitungan tersebut dikonfirmasikan ke dalam bentuk penskoran kuantitatif, seperti tercantum pada table 3.1 berikut ini:

Tabel 3.1 Katagori Tafsiran Skor

Kinerja Guru menyusun RPP dan melaksanakan pembelajaran

Skor Kriteria

0,25 – 1,00 Kurang

1,25 – 2,00 Cukup

2,25 – 3,00 Baik


(31)

35

Nuraeni , 2013

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ipa Tentang Struktur Tanah Melalui Pendekatan Kontekstual (Penelitian Tindakan Kelas Di Sdn Sindangjaya Kelas V Semester II Tahun Ajaran 2012/ 2013 Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur.)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Wawancara dilakukan pada awal penelitian dan akhir penelitian.Hasil wawancara yang dilakukan menggunakan pedoman wawancara yang telah di susun dalam beberapa pertanyaan oleh peneliti, kemudian di tarik kesimpulan secara umum mengenai peningkatan hasilbelajar siswa dalam pembelajaran IPA dengan pendekatan kontekstual.


(32)

72

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. SIMPULAN.

Hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian dengan menggunakan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA di Kelas V dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Perencanaan dilakukan sebelum melaksanakan penelitian untuk memperbaiki aktivitas siswa dan guru untuk mendapatkan hasil belajar siswa pada Pembelajaran IPA melalui pendekatan kontektual danmelakukan perbaikan pembelajaran pada siswa kelas V SDN Sindangjaya, yaitu dengan menyusun RPP, menyusun LKS, dan mempersiapkan alat media yang kemudian dilanjutkan dengan pembahasan terhadap temuan-temuan yang dialami pada saat penelitian. pada siklus 1 dalam penelitian ini hasilnya dideskripsikan, dianalisis dan direfleksikan. Maksudnya untuk mengetahhui kelebihan dan kekurangan proses pembelajaran yang telah dilaksanakan, sehingga hal ini dapat digunakan untuk menjadi acuan merencanakan kegiatan pembelajaran selanjutnya yaitu siklus II agar kegiatan pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.

2. Pelaksanaan pembelajaran IPA melalui pendekatan kontekstual dilakukan langkah – langkah sebagai berikut: Pada kegiatan siklus I siswa terlihat antusias dalam melakukan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dilingkungan alam sekitar sekolah untuk mengidentifikasi struktur tanah, karena pembelajaran sebelumnya jarang melakukan pengamatan untuk memecahkan masalah yang ditemukan oleh siswa. Pada kegiatan siklus II siswa lebih paham dan mengerti terhadap materi yang dipelajarinya, siswa dapat memecahkan masalahnya sendiri dengan bantuan guru untuk membimbing selama kegiatan berlangsung. Untuk itu peneliti akan mempertahankan kondisi pembelajaran supaya tetap kondusif dan berusaha untuk tetap menarik minat siswa dengan melengkapi dan menggunakan alat peraga dalam setiap pembelajaran sesuai materi yang disampaikan, agar siswa lebih memahami tentang pelajaran yang disampaikan pada setiap kegiatan. Hasil yang diperoleh dari evaluasi setiap siklus mengalami peningkatan dibanding siklus sebelumnya karena siswa sudah mulai aktif,


(33)

73

Nuraeni , 2013

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ipa Tentang Struktur Tanah Melalui Pendekatan Kontekstual (Penelitian Tindakan Kelas Di Sdn Sindangjaya Kelas V Semester II Tahun Ajaran 2012/ 2013 Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur.)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

mengerti dalam mengerjakan LKS dan mulai merespon laporan dari wakil tiap kelompok. Hal ini menunjukan metode pendekatan kontektual dapat meningkatkan pemahaman, minat belajar siswa dan memperbaiki sistem mengajar guru. Sehingga dapat diperoleh hasil belajar yang lebih maksimal.

3. Hasil belajar siswa tentang struktur tanah setelah diterapkan metode pendekatan kontekstual dapat meningkat. Peningkatan tersebut dapat dlihat dari hasil tes siswa.Pada siklus I hasil belajar siswa di dapat rata-rata pretes seluruh siswa 66,6 (cukup) KKM yang ditentukan adalah 70 , nilai siswa yang mencapai KKM 52,38% dan yang belum mencapai KKM 47,62%. Di akhir kegiatan di adakan postes dengan hasil rata-rata nila seluruh siswa 69,9 (cukup), nilai yang mencapai KKM 57,14% dan yang belum mencapai KKM 42,85%. Untuk kinerja kegiatan guru dari hasil observasi dalam menyusun RPP mencapai 3.32 dan melaksanakan pembelajaran mencapai 3.17 dari ketentuan nilai 4. Ternyata hasil dari kegiatan siklus I memerlukan perbaikan sehingga diadakan kegiatan siklus II.Data yang diperoleh dari hasil pretes siswa siklus II adalah75,1 (baik), nilai siswa di atas KKM adalah 71,4% dan yang belum mencapai KKM adalah 28,6% sedangkan hasil postes siswa pada siklus II nilai rata-ratanya adalah 80,3 (baik)nilai siswa di atas KKM adalah 100% dan yang belum mencapai KKM 0 % . Nilai KKM kelas yang di tentukan itu adalah 70.Hal ini menunjukan bahwa pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan ada perubahan dan dikatakan berhasilbahwa penerapan metode pendekatan kontekstual dapat mengingkatkan hasil belajar siswa secara maksimal.

B. SARAN

Penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan peneliti meskipun masih memperlihatkan kelemahan dan keterbatasan, tetapi telah memberikan manfaat bagi perbaikan kualitas pembelajaran IPA di kelas V SDN Sindangjaya Kec. Cilaku Kab. Cianjur. Berdasarkan pengalaman ini peneliti menyampaikan beberapa saran sebagai berikut:


(34)

74

Guru harus peduli terhadap setiap proses pembelajaran sehingga dapat mengidentifikasi setiap kelemahan dan kelebihan dari penyelenggaraan pembelajaran yang ia laksanakan. Apabila terdapat kekurangan sebaiknya segera melakukan perbaikan melalui penelitian tindakan kelas.Kerjasama antar guru harus terus ditumbuh kembangkan dalam mengembangkan dan memperbaiki kualitasproses pembelajaran. Dengan tumbuhnya kerjasama yang baik antara guru diharapkan akan terjadi peningkatan profosionalisme guru yang juga akan berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa.

2. Saran untuk kegiatan peneliti lebih lanjut.

Kegiatan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dapat dijadikan alternative metodologis dalam pembelajaran IPA karena pendekatan IPA di Kelas V SDN Sindangjaya.Tetapi karena hasilnya belum maksimal.Maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memaksimalkanhasil yang diharapkan.


(35)

75

Nuraeni , 2013

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ipa Tentang Struktur Tanah Melalui Pendekatan Kontekstual (Penelitian Tindakan Kelas Di Sdn Sindangjaya Kelas V Semester II Tahun Ajaran 2012/ 2013 Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur.)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, (1998).Pembelajaran IPA di SD. Jakarta : Universitas Terbuka.

Depdiknas, (2006).Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Jakarta : Dirjen Dikdasmen. Depdikbud, (1994). Metodik Khusus Pengajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SD. Jakarta :

Depdikbud.

Muslich, dkk.(2007). Pendidikan IPA , Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Jakarta : Depdiknas.

Nurhadi, dkk.(2002).Pendekatan Kontekstual (Contectual Teaching and Learning)Jakarta : Diknasmen.

Poerwadarminta, W.J.S (1976). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa. Departemen Pendidikan Nasional. Edisi III, cetakan ke 4. Jakarta : Balai Pustaka.

Rostiawaty, S dan Muharam, A. (2007).IPA 5 BSE. Pusat Perbukuan Depdiknas Provinsi Jawa Barat.

Sudjana, Nana, (2009). Dasar – dasar Proses Belajar Mengajar.Bandung : Sinar Baru Algesindo.

Sulistiyorini, S (2007) Tujuan Pembelajaran IPA. Kurikulum KTSP Depdiknas Provinsi Jawa Barat.

Wardhani, dkk.(2007). Penelitian Tindakan Kelas.Jakarta : Universitas Terbuka. Widodo A dkk. (2007).Pendidikan IPA di SD Bandung, UPI Press.


(1)

 Nilai rata-rata kelas dapat diketahui peningkatan nilai rata-rata dari setiap siklus proses pembelajaran dan banyaknya siswa yang memperoleh nilai di atas rata-rata kelas.

Menghitung gain antara skor pretes dan postes dapat dihitung sebagai berikut: Gain (G) = Skor pretes – Skor postes

2. Data Hasil Observasi.

Hasil observasi yang dilakukan oleh mitra (observer) untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dari proses pembelajaran berlangsung sehingga pada pembelajaran berikutnya dapat diperbaiki.

Observasi dilakukan terhadap aktivitas guru dan aktivitas siswa,untuk mengetahui aktivitas guru selama penelitian maka digunakan lembar observasi kinerja guru dalam menyusun RPP dan melaksanakan pembelajaran yang disesuaikan dengan tahapan-tahapan metode pendekatan kontekstual, kriteria penilaian pada lembar obsevasi aktivitas guru ditandai dengan memberikan tanda ceklis ( ) pada kolom yang telah disediakan sesuai dengan nilai pengamatan observasi. Untuk menghitung rata-rata skor aktivitas adalah:

Rata –rata nilai (X) = jumlah nilai (∑) : banyak data (N) X

Kemudian hasil perhitungan tersebut dikonfirmasikan ke dalam bentuk penskoran kuantitatif, seperti tercantum pada table 3.1 berikut ini:

Tabel 3.1 Katagori Tafsiran Skor

Kinerja Guru menyusun RPP dan melaksanakan pembelajaran

Skor Kriteria

0,25 – 1,00 Kurang

1,25 – 2,00 Cukup

2,25 – 3,00 Baik


(2)

Wawancara dilakukan pada awal penelitian dan akhir penelitian.Hasil wawancara yang dilakukan menggunakan pedoman wawancara yang telah di susun dalam beberapa pertanyaan oleh peneliti, kemudian di tarik kesimpulan secara umum mengenai peningkatan hasilbelajar siswa dalam pembelajaran IPA dengan pendekatan kontekstual.


(3)

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. SIMPULAN.

Hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian dengan menggunakan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA di Kelas V dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Perencanaan dilakukan sebelum melaksanakan penelitian untuk memperbaiki aktivitas siswa dan guru untuk mendapatkan hasil belajar siswa pada Pembelajaran IPA melalui pendekatan kontektual danmelakukan perbaikan pembelajaran pada siswa kelas V SDN Sindangjaya, yaitu dengan menyusun RPP, menyusun LKS, dan mempersiapkan alat media yang kemudian dilanjutkan dengan pembahasan terhadap temuan-temuan yang dialami pada saat penelitian. pada siklus 1 dalam penelitian ini hasilnya dideskripsikan, dianalisis dan direfleksikan. Maksudnya untuk mengetahhui kelebihan dan kekurangan proses pembelajaran yang telah dilaksanakan, sehingga hal ini dapat digunakan untuk menjadi acuan merencanakan kegiatan pembelajaran selanjutnya yaitu siklus II agar kegiatan pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.

2. Pelaksanaan pembelajaran IPA melalui pendekatan kontekstual dilakukan langkah – langkah sebagai berikut: Pada kegiatan siklus I siswa terlihat antusias dalam melakukan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dilingkungan alam sekitar sekolah untuk mengidentifikasi struktur tanah, karena pembelajaran sebelumnya jarang melakukan pengamatan untuk memecahkan masalah yang ditemukan oleh siswa. Pada kegiatan siklus II siswa lebih paham dan mengerti terhadap materi yang dipelajarinya, siswa dapat memecahkan masalahnya sendiri dengan bantuan guru untuk membimbing selama kegiatan berlangsung. Untuk itu peneliti akan mempertahankan kondisi pembelajaran supaya tetap kondusif dan berusaha untuk tetap menarik minat siswa dengan melengkapi dan menggunakan alat peraga dalam setiap pembelajaran sesuai materi yang disampaikan, agar siswa lebih memahami tentang pelajaran yang disampaikan pada setiap kegiatan. Hasil yang diperoleh dari evaluasi setiap siklus


(4)

mengerti dalam mengerjakan LKS dan mulai merespon laporan dari wakil tiap kelompok. Hal ini menunjukan metode pendekatan kontektual dapat meningkatkan pemahaman, minat belajar siswa dan memperbaiki sistem mengajar guru. Sehingga dapat diperoleh hasil belajar yang lebih maksimal.

3. Hasil belajar siswa tentang struktur tanah setelah diterapkan metode pendekatan kontekstual dapat meningkat. Peningkatan tersebut dapat dlihat dari hasil tes siswa.Pada siklus I hasil belajar siswa di dapat rata-rata pretes seluruh siswa 66,6 (cukup) KKM yang ditentukan adalah 70 , nilai siswa yang mencapai KKM 52,38% dan yang belum mencapai KKM 47,62%. Di akhir kegiatan di adakan postes dengan hasil rata-rata nila seluruh siswa 69,9 (cukup), nilai yang mencapai KKM 57,14% dan yang belum mencapai KKM 42,85%. Untuk kinerja kegiatan guru dari hasil observasi dalam menyusun RPP mencapai 3.32 dan melaksanakan pembelajaran mencapai 3.17 dari ketentuan nilai 4. Ternyata hasil dari kegiatan siklus I memerlukan perbaikan sehingga diadakan kegiatan siklus II.Data yang diperoleh dari hasil pretes siswa siklus II adalah75,1 (baik), nilai siswa di atas KKM adalah 71,4% dan yang belum mencapai KKM adalah 28,6% sedangkan hasil postes siswa pada siklus II nilai rata-ratanya adalah 80,3 (baik)nilai siswa di atas KKM adalah 100% dan yang belum mencapai KKM 0 % . Nilai KKM kelas yang di tentukan itu adalah 70.Hal ini menunjukan bahwa pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan ada perubahan dan dikatakan berhasilbahwa penerapan metode pendekatan kontekstual dapat mengingkatkan hasil belajar siswa secara maksimal.

B. SARAN

Penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan peneliti meskipun masih memperlihatkan kelemahan dan keterbatasan, tetapi telah memberikan manfaat bagi perbaikan kualitas pembelajaran IPA di kelas V SDN Sindangjaya Kec. Cilaku Kab. Cianjur. Berdasarkan pengalaman ini peneliti menyampaikan beberapa saran sebagai berikut:


(5)

Guru harus peduli terhadap setiap proses pembelajaran sehingga dapat mengidentifikasi setiap kelemahan dan kelebihan dari penyelenggaraan pembelajaran yang ia laksanakan. Apabila terdapat kekurangan sebaiknya segera melakukan perbaikan melalui penelitian tindakan kelas.Kerjasama antar guru harus terus ditumbuh kembangkan dalam mengembangkan dan memperbaiki kualitasproses pembelajaran. Dengan tumbuhnya kerjasama yang baik antara guru diharapkan akan terjadi peningkatan profosionalisme guru yang juga akan berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa.

2. Saran untuk kegiatan peneliti lebih lanjut.

Kegiatan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dapat dijadikan alternative metodologis dalam pembelajaran IPA karena pendekatan IPA di Kelas V SDN Sindangjaya.Tetapi karena hasilnya belum maksimal.Maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memaksimalkanhasil yang diharapkan.


(6)

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, (1998).Pembelajaran IPA di SD. Jakarta : Universitas Terbuka.

Depdiknas, (2006).Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Jakarta : Dirjen Dikdasmen. Depdikbud, (1994). Metodik Khusus Pengajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SD. Jakarta :

Depdikbud.

Muslich, dkk.(2007). Pendidikan IPA , Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Jakarta : Depdiknas.

Nurhadi, dkk.(2002).Pendekatan Kontekstual (Contectual Teaching and Learning)Jakarta : Diknasmen.

Poerwadarminta, W.J.S (1976). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa. Departemen Pendidikan Nasional. Edisi III, cetakan ke 4. Jakarta : Balai Pustaka.

Rostiawaty, S dan Muharam, A. (2007).IPA 5 BSE. Pusat Perbukuan Depdiknas Provinsi Jawa Barat.

Sudjana, Nana, (2009). Dasar – dasar Proses Belajar Mengajar.Bandung : Sinar Baru Algesindo.

Sulistiyorini, S (2007) Tujuan Pembelajaran IPA. Kurikulum KTSP Depdiknas Provinsi Jawa Barat.

Wardhani, dkk.(2007). Penelitian Tindakan Kelas.Jakarta : Universitas Terbuka. Widodo A dkk. (2007).Pendidikan IPA di SD Bandung, UPI Press.


Dokumen yang terkait

Upaya meningkatkan hasil belajar IPA melalui pendekatan kontekstual pada konsep sumber daya alam di MI Terpadu Raudlatul Ulum Bedahan

0 3 140

Upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Stad (Student Teams Achievement Division) pada pembelajaran IPS kelas IV MI Miftahul Khair Tangerang

0 13 0

Upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui pendekatan kontekstual pada pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas IV di SDN Neglasari 02

1 13 149

UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPA TENTANG SUMBER DAYA ALAM MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL BAGI SISWA Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Ipa Tentang Sumber Daya Alam Melalui Pendekatan Kontekstual Bagi Siswa Semester Ii Kelas IV Sdn Jembulwunut Gu

0 4 12

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA TENTANG PERUBAHAN WUJUD BENDA MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL.

0 4 24

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA TENTANG SIFAT DAN PERUBAHAN WUJUD BENDA MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL.

0 0 26

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN LINGKUNGAN SEKOLAH PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD.

0 2 29

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA MATERI SIFAT-SIFAT CAHAYA MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL.

0 0 42

Meningkatkan Hasil Belajar Lompat Jauh melalui Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Halaman Awal

0 0 18

Meningkatkan Hasil Belajar Lompat Jauh melalui Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Jurnal Skripsi

0 0 8