Peningkatan kedisiplinan dan prestasi belajar kelas V SDN Adisucipto 1 mata pelajaran matematika menggunakan pendekatan PMRI - USD Repository

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PENINGKATAN KEDISIPLINAN DAN PRESTASI BELAJAR KELAS V
SDN ADISUCIPTO 1 MATA PELAJARAN MATEMATIKA
MENGGUNAKAN PENDEKATAN PMRI

SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Disusun oleh:
Melania Endah Kumalasari
091134023

PROGAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2014

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ii
 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

iii
 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PERSEMBAHAN

Skripsi ini kepersembahkan untuk
Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria pelindung
hidupku
Ayah, Ibu, dan Kakakku yang selalu menyayangiku dan
mendukungku
Sahabat-sahabatku yang menyemangatiku
Almamaterku Universitas Sanata Dharma

iv
 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

MOTTO

Keajaiban adalah nama lain dari kerja keras
~Tea Joon~
Butuh waktu untuk menjadi yang nomer satu,
butuh proses untuk menjadi yang terbaik
Banyak kegagalan dalam hidup ini
dikarenakan orang-orang tidak menyadari
betapa dekatnya mereka dengan
keberhasilan saat mereka menyerah
~Thomas Alva Edison~

v
 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

vi
 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

vii
 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRAK
Kumalasari, Melania Endah. 2014. “Peningkatan Kedisiplinan dan Prestasi
Belajar Kelas V SDN Adisucipto 1 Mata Pelajaran Matematika Menggunakan
Pendekatan PMRI. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah
Dasar Universitas Sanata Dharma.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan penggunaan
pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) untuk
meningkatkan Kedisiplinan dan Prestasi Belajar peserta didik kelas V SDN
Adisucipto 1 dalam mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar dan bangun ruang.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan
model Kemmis dan Taggart (Kusumah dan Dwitagama 2011:21). Subyek dari
penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN Adisucipto 1 yang berjumlah 32 siswa.
Instrumen yang digunakan oleh peneliti yaitu lembar observasi dan lembar
kuesioner untuk mengetahui tingkat kedisiplinan siswa. Sedangkan untuk
mengetahui prestasi belajar siswa instrumen yang digunakan yaitu soal evaluasi.
Hasil penelitian yang dilakukan dalam dua siklus ini menunjukkan adanya
peningkatan kedisiplinan dan peningkatan prestasi belajar siswa. Hal ini
ditunjukkan dengan jumlah siswa yang termasuk dalam kriteia cukup disiplin
mengalami peningkatan sebesar 75% yaitu berarti mengalami peningkatan sebesar
31,33% dari kondisi awal 43,67%. Begitu pula dengan prestasi belajar meningkat
denganditunjukkan perolehan siswa yang mencapai KKM pada siklus II mencapai
78,12% meningkat sebesar 46,87% dari kondisi awal 31,25%.
Kata Kunci: Kedisiplinan, Prestasi Belajar, Pendekatan PMRI

viii
 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRACT
THE INCREASE OF DISCIPLINE AND MATHEMATICS LEARNING
ACHIEVEMENT USING PMRI APPROACH ON FIFTH GRADE STUDENTS
OF SDN ADISUCIPTO I

ABSTRACT
Kumalasari,
Melania Endah, 2014.”The Increase of Discipline and
Mathematics Learning Achievement using PMRI Approach on Fifth Grade
Students of SDN Adisucipto I”. Thesis. Yogyakarta: Primary Teacher Education
Programme, Sanata Dharma University.
The purpose of this research is to know the application of PMRI approach
and its effects on the increase of discipline and learning achievement of fifth
grade students SDN Adisucipto I especially in identifying the characteristic of
flat and space structure. The type of this research is Class Action Research (CAR)
using Kemming and Taggart model (Kusumah and Dwitagama 2011:21).
Subjects of this research are fifth grade students SDN Adisucipto 1 amounting to
32 students. Instruments used to identify the discipline level of students were
observation and questioner sheets. While the evaluation items are used to identify
the learning achievement of students.
The results showed that there were an increase of discipline and learning
achievement of students. These were indicated with the increase of the amount of
students included in the criteria of moderately discipline mounting to 75%
meaning there were increase as many as 31,33% from the initial condition 43,6%.
Similarly, there were an increase of 43,67% in learning achievement of students
reaching KKM, from intial condition 31,25% to the second cycle mounting to
78,12%.
Keywords: discipline, learning achievement, PMRI approach

ix
 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya
penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul “Peningkatan
Kedisiplinan dan Prestasi Belajar Kelas V SDN Adisucipto 1 Mata Pelajaran
Matematika Menggunakan Pendekatan PMRI dengan lancar.
Tujuan dari penulisan skripsi ini yaitu untuk memenuhi salah satu syarat
kelulusan program studi S-I PGSD Universitas Sanata Dharma. Selain hal
tersebut, penulis juga berharap bahwa skripsi ini memberikan manfaat bagi dunia
pendidikan terutama pendidikan Sekolah Dasar.
Dalam penulisan skripsi ini penulis mendapatkan bantuan dari berbagai
pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih
kepada:
1. Drs. Rohandi, Ph.D., Selaku Dekan Fakultas Pendidikan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
2. Romo G. Ari Nugrahanta, SJ., BST., MA., Selaku Ketua Program Studi
Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma.
3. Ibu E Catur Rismiati S.Pd., MA.,Ed.D Selaku Wakil Kepala Program Studi
Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma.
4. Ibu Dra. Haniek Sri Pratini, M.Pd. selaku dosen pembimbing I yang dengan
telah memberikan dukungan, semangat, dan membimbing penulis dalam
menyelesaikan penyusunan skripsi ini.

x
 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5. Andri Anugrahana, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pembimbing II yang juga
dengan sabar dan tulus telah membimbing penulis dalam menyelesaikan
penulisan skripsi ini.
6. Bapak/Ibu Selaku dosen penguji III
7. Bapak Drs, YB. Adimassana M.A. Selaku dosen pembimbing akademik
yang telah banyak memberikan bantuan selama peneliti menempuh kuliah.
8. Segenap dosen-dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas
Sanata Dharma Yogyakarta yang telah mendidik, membagi ilmu
pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat bagi peneliti.
9. Bapak Drs. Daryono, Selaku Kepala Sekolah SDN Adisucipto 1 yang telah
memberikan ijin penelitian dan memberikan bantuan kepada penulis.
10. Ibu Sri Suratmi

selaku guru kelas V SDN Adisucipto 1 yang telah

membantu penulis dalam melakukan penelitian.
11. Siswa-siswi kelas V SDN Adisucipto 1 tahun ajaran 2012/2013.
12. Kepada kedua orang tuaku yang tercinta Fx Wagimin dan Ath. Sumarti
yang selalu memberikan doa,pengorbanan, kasih sayang serta dukungannya
selama ini dan kepada Kakakku Antonius Andy Kumala terimakasih atas
kasih sayang dan dukungannya.
13. Imanudin Ncex yang selalu menemaniku, selalu memberikan semangat, dan
cinta.
14. Ristya Nur Adisty adikku tercantik yang selalu menemaniku dan memberi
semangat.

xi
 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

xii
 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .......................................................................................

i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..............................................

ii

HALAMAN PENGESAHAN..........................................................................

iii

HALAMAN PERSEMBAHAN .....................................................................

iv

MOTTO ..........................................................................................................

v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ..........................................................

vi

PERSETUJUAN PUBLIKASI .......................................................................

vii

ABSTRAK ......................................................................................................

viii

ABSTRACT ....................................................................................................

ix

KATA PENGANTAR ....................................................................................

x

DAFTAR ISI ...................................................................................................

xiii

DAFTAR TABEL ...........................................................................................

xvi

DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................

xvii

BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ....................................................................

1

B. Batasan Masalah ................................................................................

4

C. Rumusan Masalah ..............................................................................

4

D. Batasan Pengertian.............................................................................

5

E. Tujuan Penelitian ...............................................................................

6

F. Manfaat Penelitian ..............................................................................

7

xiii
 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II. LANDASAN TEORI
A. Kajian Pustaka ..................................................................................

8

1. Konsep-Konsep Dasar. ..................................................................

8

2. Karakteristik Siswa Sekolah Dasar ................................................

23

3. Teori Belajar yang Relevan ............................................................

25

4. Hasil Penelitian yang Relevan .......................................................

26

B. Kerangka Berpikir. .............................................................................

29

C. Hipotesis Tindakan. ...........................................................................

30

BAB III. METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian ..................................................................................

31

B. Setting Penelitian ...............................................................................

34

1. Tempat Penelitian ..........................................................................

34

2. Subyek Penelitian...........................................................................

34

3. Obyek Penelitian. ...........................................................................

34

4. Waktu Penelitian ............................................................................

35

C. Rencana Tindakan. .............................................................................

35

1. Perencanaan ...................................................................................

35

2. Perencanaan Persiklus. ...................................................................

36

3. Pelaksanaan. ...................................................................................

37

4. Observasi........................................................................................

38

5. Refleksi ..........................................................................................

38

D. Teknik Pengumpulan Data. ...............................................................

39

1. Wawancara .....................................................................................

39

2. Observasi........................................................................................

39

3. Kuesioner .......................................................................................

40

4. Dokumentasi ..................................................................................

41

E. Intrumen Penelitian. ...........................................................................

41

F. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen ............................................

46

1. Validitas Intrumen Pembelajaran ...................................................

46

2. Validitas Soal .................................................................................

48

xiv
 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

G. Validitas Instrumen Pengumpulan Data ............................................

50

1. Uji Reliabilitas ...............................................................................

50

2. Teknik Analis Data. .......................................................................

51

3. Kriteria Keberhasilan .....................................................................

54

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Kondisi Awal .....................................................................

56

1. Siklus I ...........................................................................................

56

2. Siklus II ..........................................................................................

67

B. Hasil Penelitian ..................................................................................

76

1. Kedisiplinan Siswa.........................................................................

76

2. Prestasi Belajar Siswa ....................................................................

80

C. Pembahasan........................................................................................

84

BAB V. PENUTUP

A. Kesimpulan ........................................................................................

90

B. Saran ..................................................................................................

92

C. Keterbatasan .......................................................................................

93

DAFTAR REFERENSI ...................................................................................

95

xv
 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR TABEL

Gambar 3.1 Tahapan penelitian menurut Kemmis dan Mc. Taggart ............

32

Tabel 3.1

Kisi-kisi Evaluasi Siklus I dan Siklus II ....................................

42

Tabel 3.2

Kisi-kisi Kuesoner Kedisiplinan ................................................

43

Tabel 3.3

Pedoman Penskoring Kuesoner Siswa .......................................

44

Tabel 3.4

Kriteria Interprestasi Skor PAP ..................................................

44

Tabel 3.5

Variabel Penelitian dan Instrumen Pengumpulan Data ..............

45

Tabel 3.6

Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran ......................................

47

Tabel 3.7

Kriteria Tingkat Kualitas Produk ................................................

47

Tabel 3.8

Hasil Validasi dan Kriteria .........................................................

48

Tabel 3.9

Hasil Uji Validitas Soal Evaluasi I .............................................

49

Tabel 3.10

Hasil Uji Validitas Soal Evaluasi II ............................................

49

Tabel 3.11

Hasil Validasi Kuesoner .............................................................

50

Tabel 3.12

Koefisien Reliabilitas ..................................................................

51

Tabel 3.13

Kriteria Skor PAP .......................................................................

53

Tabel 3.14

Kriteria Keberhasilan ..................................................................

54

Tabel 4.1

Perhitungan PAP Kedisiplinan Siswa Siklus I ...........................

77

Tabel 4.2

Hasil Kedisiplinan Siswa Siklus I ...............................................

71

Tabel 4.3

Perhitungan PAP Kedisiplinan Siswa Siklus II ..........................

79

Tabel 4.4

Hasil Kedisiplinan Siswa Siklus II .............................................

80

Tabel 4.5

Ketuntasan Belajar Siswa Siklus I .............................................

80

Tabel 4.6

Analisis Data Siklus I ................................................................

82

Tabel 4.7

Ketuntasan Belajar Siswa Siklus I ..............................................

82

Tabel 4.8

Analisis Data Siklus II ................................................................

84

Tabel 4.9

Perbandingan Capaian Peubah Penelitian...................................

86

Grafik 4.1

Grafik Peningkatan Kedisiplinan Siswa .....................................

87

Grafik 4.2

Grafik Peningkatan Presentase Kelulusan Siswa........................

88

Grafik 4.3

Grafik Rata-rata Kelas ................................................................

89

xvi
 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1

: Surat Ijin Penelitian .............................................................

99

Lampiran 2

: Silabus..................................................................................

101

Lampiran 3

: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ........................

107

Lampiran 4

: Lembar Kuesioner Kedisiplinan ..........................................

179

Lampiran 5

: Daftar Kondisi Awal ............................................................

181

Lampiran 6

: Hasil Validasi Instrumen Penelitian ....................................

183

Lampiran 7

: Validasi Soal Evaluasi I dan II ............................................

192

Lampiran 8

: Reliabilitas Soal Evaluasi I dan II .......................................

204

Lampiran 9

: Contoh Hasil Pekerjaan LKS ...............................................

206

Lampiran 10 : Contoh Hasil Pekerjaan Soal Evaluasi I dan II ....................

212

Lampiran 11 : Contoh Hasil Kuesioner Akhir Siklus I dan II.....................

220

Lampiran 12 : Pengolahan Data Kedisiplinan Kondisi Awal .....................

228

Lampiran 13 : Data Hasil Kuesioner Kedisiplinan Akhir Siklus I dan II ...

230

Lampiran 14 : Daftar Nilai Evaluasi Siklus I dan II....................................

234

Lampiran 15 : Hasil Wawancara .................................................................

236

Lampiran 16 : Foto-foto Pelaksanaan Penelitian ........................................

237

xvii
 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I
PENDAHULUAN

Dalam bab I dibahas tentang hal yang melatar belakangi diadakannya
penelitian ini serta rumusan masalah, batasan istilah, tujuan penelitian dan
manfaat penelitian.
A. Latar Belakang Masalah
Pembelajaran matematika merupakan salah satu pengetahuan dasar
terpenting untuk perkembangan ilmu pendidikan dan teknologi yang berguna
bagi perkembangan bangsa. Pendidikan

matematika bertujuan untuk

mencerdaskan, memperluas pengetahuan, serta pengalaman dan wawasan
manusia (Kadir, 2006:2). Mata pelajaran matematika mempunyai sifat yang
abstrak, pemahaman konsep yang baik sangatlah penting karena untuk
memahami konsep yang baru diperlukan prasyarat pemahaman konsep
sebelumnya.
Proses belajar mengajar di kelas terdapat keterkaitan antara guru,
siswa, kurikulum, sarana dan prasarana. Guru mempunyai tugas untuk
memilih model dan pendekatan pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi
yang

disampaikan

demi

tercapainya

tujuan

pembelajaran.

Tujuan

pembelajaran yang diinginkan tentu yang optimal. Hal yang perlu
diperhatikan oleh pendidik dalam proses belajar mengajar agar pemahaman
konsep siswa dalam belajar lebih baik, salah satu diantaranya yang menurut
peneliti penting adalah pendekatan pembelajaran.

1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi tanggal 4 Februari 2013
ketika guru memberi pertanyaan, siswa cenderung diam saja. Siswa tidak mau
bertanya karena siswa merasa dirinya sudah bisa dan mampu memahami
materinya, sehingga mereka lebih senang mengobrol dengan teman di kelas
pada saat proses pembelajaran berlangsung. Disamping itu, beberapa siswa
tidak tertib mengikuti pelajaran dengan tidak membawa buku paket atau tidak
mengerjakan pekerjaan rumah dengan alasan lupa, beberapa siswa terlihat
keluar mauk kelas tanpa ijin, ribut dikelas bahkan ada beberapa siswa yang
membuat suasana semakin tidak disiplin dikelas. Hal ini berarti siswa tidak
disiplin dalam melakukan kegiatan pembelajaran di kelas. Hal ini diperkuat
ketika peneliti melakukan wawancara dengan guru kelas V, guru mengatakan
bahwa tingkat kedisiplinan siswa kelas V sangat rendah. Berdasarkan kondisi
tersebut peneliti memutuskan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dengan
melihat kondisi awal kedisiplinan siswa melalui kuesioner. Kuesioner
tersebut diberkan pada siswa kelas V yang berjumlah 32 siswa. Dari
kuesioner tersebut diperoleh hasil 14 siswa (43,75%) dari 32 siswa termasuk
dalam kriteria minimal cukup disiplin sehingga 18 siswa (56,25%) dari 32
siswa lainnya tergolong tidak disipln. Presentase tersebut dapat menunjukkan
bahwa tingkat kedisiplinan siswa kelas v masih rendah.
Hasil observasi dokumen mengatakan bahwa hasil rata-rata nilai
ulangan harian SDN Adisucipto 1 kelas V tahun 2011/2012 sebagai kondisi
awal adalah 48,5. Siswa yang sudah mencapai KKM adalah 10 siswa dari 32
siswa (31,25%), sedang KKM nilai matematika yang ditetapkam adalah 60.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3

Dari hasil rata-rata ulangan harian siswa kelas V SDN Adisucipto 1 masih
perlu ditingkatkan lagi agar semua nilai yang diperoleh siswa mencapai KKM
yang sudah ditetapkan. Setelah melihat kenyataan tersebut, peneliti
menyimpulkan bahwa ada permasalahan yang memang perlu diatasi dalam
proses pembelajaran matematika di kelas V SDN Adisucipto 1. Masalah
tersebut adalah rendahnya prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran
matematika dikarenakan kurangnya kedisiplinan siswa selama mengikuti
proses pembelajaran matematika berlangsung. Hal ini diakibatkan oleh siswa
yang sering bermalas-malasan, ribut sendiri ketika guru sedang menerangkan
dan siswa kurang tertarik terhadap pelajaran yang diberikan guru. Kegiatan
Pembelajaran yang dilakukan juga lebih banyak menggunakan metode
ceramah tanpa didukung metode pembelajaran yang bervariasi, sehingga
pembelajaran tampak monoton dan kurang melibatkan siswa secara aktif.
Dalam mengajar guru juga terlalu cepat menyampaikan materi, sehingga
banyak siswa yang kurang paham.
Untuk mengatasi akar permasalahan di atas, dipilih penggunaan
pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Guru belum
pernah menggunakan pendekatan PMRI dalam pembelajaran matematika.
Dalam pembelajaran berikutnya diharapkan peneliti akan melakukan
pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PMRI, karena dengan
pembelajaran yang lebih bervariasi dapat meningkatkan peran serta siswa dan
kedisiplinan siswa dalam pembelajaran matematika di kelas. Pendekatan ini
dipilih karena pendektan PMRI adalah suatu teori pembelajaran yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4

dikembangkan khusus untuk matematika. Konsep PMRI sejalan dengan
kebutuhan untuk memperbaiki pendidikan matematika di Indonesia yang
didominasi oleh persoalan bagaimana meningkatkan pemahaman siswa
tentang matematika dan mengembangkan daya nalar (Daryanto & Tasrial,
2012:151). Oleh karena itu peneliti tertarik untuk memilih judul:
“Peningkatan Kedisiplinan dan Prestasi Belajar Siswa

Kelas V SDN

Adisucipto1 Mata Pelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan PMRI”

B. Batasan Masalah
Seperti yang telah diuraikan dalam latar belakang masalah dalam dan
tersirat dalam rumusan masalah dan karena luasnya materi Matematika di
sekolah dasar makan penelitian ini dibatasi pada peningkatan kedisiplinan dan
prestasi belajar pada mata pelajaran matematika kelas V semester II pada
Kompetensi Dasar 6.1 Mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar dan

6.2

Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang. Untuk mengatasi masalah tersebut
peneliti menggunakan pendekatan PMRI.

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, dan pembatasan masalah tersebut di atas,
maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

1. Bagaimana

penggunaan

pendekatan

PMRI

dapat

5

meningkatkan

kedisiplinan siswa dalam mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar dan
bangun ruang kelas V semeseter II SDN Adisucipto 1?
2. Bagaimana penggunaan pendekatan PMRI dapat meningkatkan prestasi
belajar siswa dalam mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar dan bangun
ruang kelas V semeseter II SDN Adisucipto 1?

D. Batasan Pengertian
Suatu istilah dapat ditafsirkan dengan makna yang berbeda-beda. Agar
terhindar dari penafsiran-penafsiran yang keliru, maka peneliti memberikan
batasan-batasan pengertian dalam penelitian ini sebagai berikut.
1. Pretasi Belajar
Prestasi belajar

adalah

penguasaan atau kemampuan untuk

menguasai pelajaran yang diterima oleh seseorang.
2. Pendidikan Matematika Realistik Indonesia ( PMRI )
PMRI merupakan pembelajaran matematika yang menyajikan
selalu masalah secara kontekstual/realistik, melibatkan peserta didik untuk
memecahkan masalah dengan cara sendiri, atau dalam kelompok untuk
menyelesaikan

masalah,

menciptakan

suasana

pembelajaran

yang

menyenangkan dan peserta didik tidak dimarahi apabila membuat masalah.
3. Kedisiplinan
Kedisiplinan

adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk

melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukan nilai-nilai
ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

6

4. Matematika
Matematika

merupakan

ilmu

universal

yang

mendasari

perkembangan teknologi modern, mempumyai peranan penting dalam
berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia
5. Bangun Datar
Bangun datar adalah suatu bangun yang dibatasi oleh suatu kurva
tertutup sederhana, baik kurva lurus maupun lengkung.
6. Bangun Ruang
Bangun ruang adalah bangun yang memiliki ruang yang dibatasi
oleh beberapa sisi.

E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah tersebut tujuan dari penelitian ini
sebagai berikut:
1. Mengetahui proses penggunaan pendekatan PMRI dapat meningkatkan
kedisiplinan siswa dalam mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar dan
bangun ruang kelas V semeseter II SDN Adisucipto 1.
2. Mengetahui proses penggunaan pendekatan PMRI dapat meningkatkan
prestasi belajar siswa dalam mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar dan
bangun ruang kelas V semeseter II SDN Adisucipto.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

7

F. Manfaat Penelitian
Peneliti berharap penelitian

ini dapat memberikan manfaat baik

untuk:
1. Bagi peneliti
a. Menambah wawasan baru bagi peneliti tentang pendekatan PMRI yang
dapat digunakan dalam pembelajaran.
b. Merupakan pengalaman yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran
untuk materi lain atau studi yang lain bila memungkinkan.
2. Bagi siswa
a. Siswa dapat mengembangkan potensinya dengan terlibat aktif dalam
pembelajaran.
b. Siswa memiliki pengalaman baru dalam kegiatan belajar, sehingga
diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar.
3. Bagi guru
Pendekatan PMRI merupakan salah satu pendekatan yang dapat dilakukan
guru untuk dapat meningkatkan kedisiplinan dan prestasi belajar siswa.
4. Bagi sekolah
Sebagai bahan masukan dan pertimbangan dalam menerapkan pendekatan
PMRI sebagai upaya dalam meningkatkan kedisiplinan dan prestasi belajar
siswa dan dapat memberi inspirasi guru untuk melakukan pembelajaran
yang inovatif.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

8

BAB II
LANDASAN TEORI

Di dalam bab ini pada bagian landasan teori ini terdapat 3 subbab yang
dibahas, yaitu kajian pustaka, kerangka berpikir, dan hipotesis tindakan.
A. Kajian Pustaka
1. Konsep-konsep Dasar
a. Kedisiplinan
1) Pengertian Kedisiplinan
Menurut Prijodarminto (2004:3) disisplin adalah suatu
kondisi yang tercipta dan berbentuk melalui proses dari
serangkaian

perilaku

yang

menunjukkan

nilai

ketaatan,

kepatuhan, keteraturan dan keterkaitan. Maman Rachman
(2004:32) menyatakan disiplin sebagi upaya mengendalikan diri
dan sikap memtal individu atau msyarakat dan mengembangkan
kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan yang muncul dari
dalam hatinya.
Gordon (1996:3-4) menjelaskan kedisiplinan diartikan
sebagai perilaku dan tata tertib sesuai dengan peraturan dan
ketetapan, atau perilaku yang diperoleh dari pelatihan, seperti
disiplin dalam kelas atau disiplin dalam tim. Sedangkan kata
mendisiplin didefinisikan sebagai menciptakan keadaan tertib
dan patuh dengan pelatihan dan pengawasan dan menghukum

8

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

9

atau mengenakan denda, membetulkan, menghukum demi
kebiasaan.
Dari uraian pengertian kedisiplin diatas dapat disimpulkan
bahwa yang dimaksud disiplin adalah perilaku seseorang yang
sesuai dengan tata tertib atau aturan yang berkaku baik yang
muncul dari kesadaran dirinya maupun karena adanya sanksi
atau hukuman.
2) Indikator Kedisiplinan
Mulyasa (2011:27-28) berpendapat ada tiga indikator
kedisiplinan yaitu: Pertama melaksanakan tata tertib dengan
baik, baik guru maupun siswa, karena tata tertib yang berlaku
merupakan aturan dan ketentuan yang harus ditaati oleh
siapapun demi kelancaran proses pendidikan. Kedua taat
terhadap kebijakan dan kebijaksanaan yang berlaku. Ketiga
menguasai diri dan instrospeksi. Menguasai diri berarti guru
maupun peserta didik memiliki rasa tanggung jawab (sense of
responsibility) yang tinggi terhadap keberlangsungan belajar
mengajar.
Menurut Lewis, (2004:22) ada berbagai faktor yang
diasosiasikan dengan sikap dalam kelas, yang pertama
berhubungan dengan sikap guru yang dapat merangsang siswa
untuk bersikap tidak disiplin. Yang kedua sikap menyerah guru,
dan yang ketika efek media terhadap sikap siswa dan guru. Oleh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

10

karena itu guru harus memikirkan cara menangani sikap siswa
kurang disiplin.
Hurlock, (1978:84) berpendapat disiplin mempunyai
empat unsure pokok yaitu peraturan sebagai pedoman perilaku,
konsistensi dalam peraturan tersebut dan dalam cara yang
digunakan untuk mengajarkan dan memaksakannya, hukuman
untuk pelanggaran peraturan,dan penghargaan untuk perilaku
yang baik sejalan dengan peraturan yang berlaku.
Disamping itu fungsi kedisiplinan ada dua yaitu yang
pertama kedisiplinan sebagai penciptaan dan pelestarian
keadaan yang penting terhadap kemajuan kerja teratur yang
berada di sekolah, fungsi kedua dari kedisiplinan adalah
persiapan siswa terhadap keikutsertaan aktif dalam lingkungan
orang

dewasa

yang

terorganisasi,

dimana

kebebasan

diseimbangkan dengan tanggung jawab yang berhubungan
dengannya (Lewis,2004: 198).
b. Prestasi Belajar
1) Pengertian Prestasi Belajar
Menurut Masidjo (1995:40) prestasi belajar adalah hasil
proses belajar yang khas yang dilakukan secara sengaja sebagai
hasil suatu pengukuran.
Arifin (1988:3) berpendapat prestasi belajar adalah
kemampuan,

ketrampilan,

dan

sikap

seseorang

dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

11

menyelesaikan suatu hal. Dalam tulisan ini, prestasi belajar
hanya dibatasi dalam bidang pendidikan, khususnya pengajaran.
Prestasi belajar dalam penelitian ini merupakan hasil
belajar pada ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Evaluasi
terhadap prestasi belajar dilakukan guru dengan menggunakan
alat evaluasi berupa tes dan non tes. Melalui evaluasi tes dan
non tes, siswa dituntut untuk menunjukkan prestasi tertentu.
Hasil data yang diperoleh akan diakumulasikan dalam
bentuk nilai yang berupa angka. Dimana angka tersebut mampu
menunjukkan prestasi tertentu. Berdasarkan prestasi-prestasi
yang dicapai siswa tersebut, guru dapat mengetahui hasil belajar
yang diharapkan telah tercapai atau tidak.
2) Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Menurut Semiawan (2002:11-13) faktor-faktor yang
mempengaruhi prestasi belajar siswa antara lain:
a) Pemenuhan kebutuhan psikologis siswa;
b) Intelegensi siswa;
c) Emosi siswa;
d) Motivasi; dan
e) Pengembangan kreatifitas.
c. Pengertian Matematika
Matematika berasala dari bahsa latin monthanein dan
mathena yang berarti belajar atau hal yang dipelajari. Matematika
dalam bahasa belanda disebut wiskunde atau ilmu pasti, yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

12

kesemuanay berkaitan dengan penalaran. Mata pelajaran Matematika
perlu penalaran kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar.
Hal ini untuk membekali peserta didik dengan kemampuan logis,
analisi, kritis dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Menurut
Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP, 2007:143) “Matematika
merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi
modern, mempumyai peranan penting dalam berbagai disiplin dan
memajukan daya pikir manusia”. Dari uraian diatas dapat
disimpulkan bahwa matematika merupakan suatu mata pelajaran
ilmu pasti yang harus dikuasi atau dipelajari oleh setia orang yang
berkaitan dengan penalaran yang mendasari perkembangan teknologi
modern dan berperan penting memajukan daya pikir manusia.
d. Bangun Datar
1) Pengertian Bangun Datar
Menurut Wiratno, Vijaya, Vijaya, Subijanto, dan Nasir
(2011: 50), bangun datar adalah suatu bangun yang dibatasi oleh
suatu kurva tertutup sederhana, baik kurva lurus maupun
lengkung.
Sedangkan menurut Astuti dan Sunardi (2009:129),
bangun datar adalah bangun geometri yang mana seluruh
bagiannya terletak pada satu bidang. Bangun datar juga dapat
disebut sebagai bangun dua dimensi karena bangun datar
memiliki dua ukuran yakni panjang dan lebar (Wiratno, dkk,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

13

2011:50). Bangun yang termasuk dalam bangun datar itu sendiri
yaitu bangun persegi empat, trapesium, belahketupat, jajar
genjang, lingkaran, segitiga, segilima, segienam, bintang, dsb.
Berdasarkan

beberapa

pengertian

di

atas

dapat

disimpulkan bahwa bangun datar adalah bangun geometri yang
dibatasi oleh suatu kurva tertutup sederhana dimana seluruh
bagiannya terletak pada satu bidang.
2) Macam-macam Bangun Datar
Dalam penelitian ini bangun datar yang dipelajari yaitu
sebatas pada bangun datar sederhana: segitiga, segiempat dan
lingkaran. Berikut penjelasan dari bangun-bangun tersebut
menurut Wirasto dalam Anggraeni (2010:20-26).
a) Persegi Panjang

Persegi panjang adalah bangun datar yang mempunyai sisi
berhadapan yang sama panjang, dan memiliki empat buah
titik sudut siku-siku.
b) Persegi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

14

Persegi adalah persegipanjang yang sisinya sama panjang.
Persegi juga dapat dikatakan sebuah belahketupat yang besar
sudutnya 90˚
c) Segitiga

Segitiga adalah salah satu bangun datar yang memiliki 3 sisi.
Segitiga merupakan bangun datar yang memiliki besar sudut
d) Jajar Genjang

Jajargenjang adalah segiempat yang memiliki 2 pasang sisi
yang sejajar.
e) Trapesium

Trapesium adalah segiempat yang sepasang sisi yang
berhadapan sejajar.
f) Layang-layang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

15

Segi empat yang salah satu diagonalnya memotong tegak
lurus sumbu diagonal lainnya.
g) Belah Ketupat

Segi empat yang semua sisinya sama panjang dan kedua
diagonalnya saling berpotongan tegak lurus.
h) Lingkaran

Bangun datar yang terbentuk dari himpunan semua titik
persekitaran yang mengelilingi suatu titik asal dengan jarak
yang sama.
e. Bangun Ruang
1) Pengertian Bangun Ruang
Bangun ruang adalah bangun yang memiliki ruang yang
dibatasi oleh beberapa sisi (Saepudin, Babudin, Mulyadi, &
Adang, 2009). Bangun ruang sering juga disebut sebagai bangun
tiga dimensi, tiga dimensi itu sendiri yaitu panjang, lebar, dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

16

tinggi/ ketebalan (Astuti & Sunardi, 2009). Bangun ruang dapat
berupa bangun padat maupun berongga yang mana dibatasbatasi oleh bidang datar maupun bidang lengkung (Fransiska,
2010:56). Bangun yang termasuk dalam bangun ruang antara
lain: bola, kubus, balok, limas segitiga, prisma segitiga, limas
segiempat, kerucut, dan tabung.
Dari beberapa pengertian dan penjelasan di atas dapat
disimpulkan bahwa bangun ruang adalah bangun yang dibatasi
oleh beberapa bidang datar maupun bidang lengkung yang dapat
berupa bangun padat maupun bangun berongga.
2) Macam-macam Bangun Ruang
Dalam penelitian ini secara khusus bangun ruang yang
dipelajari yaitu bangun kubus dan balok. Berikut penjelasan
bangun-bangun ruang tersebut menurut Fransisika (2011:56-59).
a) Kubus

Kubus adalah bangun ruang beraturan yang dibatasi oleh 6
persegi tidak berongga atau berongga yang kongruen. Kubus
bisa disubut juga prisma tegak.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

17

b) Balok

Balok adalah bangun ruang beraturan yang dibatasi 6 persegi
panjang tidak berongga atau berongga.
c) Prisma

Prisma merupakan bangun ruang yang dibatasi oleh 6 sisi yang
memiliki ukuran panjang dan lebar.
d) Tabung

Merupakan bangun yang dibatasi sisi lengkung dan dua
lingkaran.
e) Limas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

18

Limas adalah bangun ruang yang mempunyai bidang alas segi
banyak dan dari bidang alas tersebut dibentuk suatu sisi
berbentuk segitiga yang akan bertemu pada satu titik.
f) Bola

Merupakan bangun ruang yang dibatasi oleh sisi lengkung.
f. Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI)
1) Pengertian PMRI
PMRI adalah suatu gerakan yang berusaha memperbaiki
kualitas

pendidikan

matematika

disekolah.

matematika
Gerakan

teristimewa
ini

pendidikan

berpendapat

bahwa

perubahan harus dimulai dari tingkat dasar yaitu SD/MI yang
merupakan fondasi dari sistem pendidikan formal, dan secara
gradual diteruskan ke tingkat yang lebih tinggi. PMRI berusaha
mengubah paradigma pembelajaran matematika dari paradigma
mengajar ke paragdigma belajar (Marpaung, 2008:3)
Wijaya (2012:20) berpendapat pengertian PMRI adalah
suatu pendekatan pembelajaran matematika yang harus selalu
menggunakan masalah sehari-hari. Penggunaan kata “realistik”
sebenarnya berasal dari bahasa Belanda “zich realiseren” yang
berarti “untuk dibayangkan” Menurut Van den Heuvel-

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

19

Punhuizen, penggunaan kata “realistic” tersebut tidak sekadar
menunjukkan adanya suatu koneksi dengan dunia nyata (realworld) tetapi lebih mengacu pada fokus PMR dalam
menempatkan penekanan penggunaan suatu situasi yang bisa
dibayangkan (imagineable) oleh siswa.
Sedangkan pendapat lain menurut Suryanto (2010:6)
PMRI merupakan pendekatan yang mengadopsi pendekatan dari
Belanda yaitu Realistic Mathematics Education (RME) yang
mana disesuaikan dengan kondisi dan budaya di Indonesia.
PMRI sendiri merupakan pendekatan pembelajaran matematika
yang menempatkan penekanan penggunaan suatu situasi yang
dapat dibayangkan oleh siswa (Wijaya, 2012:20).
Freudenthal memiliki pendapat bahwa konsep utama dari
PMRI yaitu kebermaknaan, karena proses belajar siswa hanya
akan terjadi apabila pengetahuan yang dipelajari memiliki
makna bagi siswa (Wijaya, 2012:20).
Hadi (2005:3), teori PMRI ini relevan dengan teori belajar
konstruktivisme dan juga pembelajaran kontekstual (CTL).
Perbedaan kedua teori tersebut dengan PMRI yaitu teori
konstruktivisme dan CTL dapat digunakan dalam pembelajaran
yang umum, sedangkan PMRI dikhususkan pada pembelajaran
matematika.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

20

Berdasarkan pengertian pendekatan PMRI diatas peneliti
dapat menyimpulkan bahwa pendekatan PMRI adalah suatu
pendekatan pembelajaran matematika dengan menekankan
penggunaan masalah yang berkaitan dengan kehidupan seharihari siswa atau dunia nyata dan dan dapat dibayangkan oleh
siswa.
2) Prinsip-prinsip PMRI
Sejalan dengan konsep asalnya, menurut Marpaung
(dikutip Kemendiknas, 2010) PMRI dikembangkan dari tiga
perinsip dasar yang mengawali RME, yaitu guided reinvention
and progressive mathematization (penemuan terbimbing dan
matematisasi progresif), didactical phenomenology (fenomologi
didaktis), serta self developed models (model dikembangkan
sendiri). Perinsip RME menurut Heuvel-Panhuizen dikutip
Kemendiknas (2010:10) adalah sebagai berikut.
(1) Prinsip

aktivitas,

yaitu

matematika

adalah

aktivitas

manusia. Pembelajar harus aktif baik secara mental maupun
fisik dalam pembelajaran matematika.
(2) Prinsip relitas, yaitu pembelajaran seyogyanya dimulai
dengan

masalah-masalah

yang

relistik

atau

dapat

dibayangkan oleh siswa.
(3) Prinsip berjenjang, artinya dalam belajar matemtika siswa
melewati berbagai jenjang pemahaman, yaitu dari mampu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

21

menemukan soliso suatu masalah kontekstual atau realistik
secara

informal,

melalui

skematisasi

memperoleh

pengetahuan tentang hal-hal yang mendasar sampai mampu
menemukan solusi suatu masalah matematis secar formal.
(4) Prinsip jalinan, artinya berbagai aspek atau topik dalam
matematika jangan dipandang dan dipelajari sebagai bagianbagian yang terpisah, tetapi terjalin satu sama lain sehingga
siswa dapat melihat hubungan antara materi-materi itu
secara lebih baik.
(5) Prinsip interaksi, yaitu matematika dipandang sebagai
aktivitas

sosial.

kesempatan

Siswa

perlu

menyampaikan

dan

harus

diberikan

strateginya

dalam

menyelesaikan suatu masalah kepada yang lain untuk
ditanggapi, dan menyimak apa yang ditemukan orang lain
dan strateginya menemukan itu serta menanggapinya.
(6) Prinsip bimbingan, yaitu siswa perlu diberi kesempatan
untuk menemukan pengetahuan matematika terbimbing.
3) Karakteristik PMRI
Karakteristik PMRI merupakan karakteristik yang berasal
dari

RME.

Dalam

pelaksanaannya

disesuaikan

dengan

lingkungan dan budaya setempat.
Menurut Lange (dikutip Kemendiknas, 2010), karakteristik
PMRI secara umum adalah sebagai berikut :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

a)

22

Penggunaan konteks dalam eksplorasi fenomenologi
Titik awal pembelajaran sebaiknya nyata, sesuai
dengan pengalaman siswa. Sehingga nantinya siswa dapat
melibatkan dirinya dalam kegiatan belajar tersebut dan dunia
nyata dapat menjadi alat untuk pembentukan konsep.

b) Penggunaan model untuk mengonstruksi konsep
Karena PMRI dimulai dari sesuatu yang nyata dan
dekat dengan siswa, maka siswa mengembangkan snediri
model matematika. Dengan konstruksi model-model yang
mereka kembangkan dapat menambah pemahaman mereka
terhadap matematika.
c) Penggunaan kreasi dan konstribusi siswa
Pembelajaran dilaksanakan dengan melibatkan siswa
dalam berbagai aktivitas yang diharapkan memberikan
kesempatan atau membantu siswa, untuk menciptakan dan
menjelaskan model simbolik dari kegiatan matematis
informalnya
d) Sifat aktif dan interaktif dalam proses pembelajaran
Dalam pelaksanaan ketiga prinsip tersebut, siswa
harus

terlibat

secara

interaktif,

menjelaskan,

dan

memberikan alasan pekerjaannya memecahkan masalah
kontekstual (solusi yang diperoleh), memahami pekerjaan
temannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

23

e) Pemanfaatan keterkaitan
Konsep-konsep dalam matematika saling terkait,
sehingga melalui keterkaitan suatu pembelajaran matematika
diharapkan dapat membangun lebih dari satu konsep
matematika secara bersamaan.
2. Karakteristik Siswa Sekolah Dasar
Eti

Nurhayati

(2011:34)

berdasarkan

pertahapan

Piaget,

perkembangan kognitif anak usia SD berada pada tahap operasional
konkret. Istilah operasi konkret mencerminkan pendekatan yang terikat
atau terbatas pada dunia nyata. Anak-anak usia SD dapat membentuk
konsep, melihat hubungan, dan

memcahkan masalah, namun hanya

sepanjang mereka melibatkan objek-objek dan situasi yang mereka kenal.
Anak-anak usia ini mengembangkan keterampilan penalaran lois karena
telah menguasai konsep reversilibilatas sepanjang berhadapan dengan
dunia mereka kenal.
Nurhayati menambahkan anak-anak pada kelas sekolah

dasar

bergerak dari pemikiran egisentris ke desentris, atau dari pemikiran
subjektif

ke pemikiran objektif. Pemikiran

desentris memungkinkan

anak-anak melihat bahwa orang lain dapat memiliki persepsi berbeda dari
persepsi mereka. Untuk menangkap ide Piaget tentang perkembangan anak
usia SD secara ringkas adalah sebagai berikut:
1) Usia SD Kelas Rendah (Kelas I-III)
(a) Sudah dapat mengklasifikasikan angka-angka atau bilangan
meskipun harus lebih banyak menggunakan benda/objekn yang
konkret (alat peraga).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

24

(b) Mulai dapat menyimpan pengetahuan atau hasil pengamatan
dalam daya ingatannya.
(c) Mulai dapat mengoperasikan

kaidah-kaidah

logika (berfikir

logis), meskipun terbatas pada objek-objek konkret.
2) Usia SD Kelas Tinggi (Kelas IV-VI)
(a) Mulai dapat berfikir hipotesis deduktif
(b) Mulai mampu mengembangkan kemampuan berdasarkan kedua
alternatif.
(c) Mulai mampu menginferensi atau menggeneralisasikan dari
berbagai kategori.
Yusuf (2011:24-25) menambahkan bahwa masa usia sekolah dasar
sering disebut sebagai masa intelektual atau masa keserasian bersekolah.
Pada masa keserasian bersekolah ini secar relatif, anak-anak lebih mudah
diddik dari pada masa sebelum dan sesudahnya. Masa ini diperinci lagi
menjadi dua fase yaitu:
1) Masa kelas-kelas rendah sekolah dasar, kira-kira 6 atau 7 tahun
sampai 9 atau 10 tahun.
Beberapa sifat anak-anak pada masa ini antara lain seperti berikut:
(a) Adanya hubugan positif yang tinggi antara keadaan jasmani
dengan prestasi (apabila jasmaninya sehat banyak prestasi yang
diraih)
(b) Sikap tunduk kepada peraturan-peraturan permainan yang
tradisional.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

25

(c) Adanya kecenderungan memuji diri sendiri (menyebut nama
sendiri).
(d) Suka membanding-bandingkan dirinya dengan anak lain.
(e) Apabila tidak dapat menyelesaikan suatu soal, maka soal itu
dianggap tidak penting.
2) Masa kelas-kelas tinggi sekolah dasar, kira-kira umur 9-10 tahun
sampai umur 12 atau 13 tahun.
Beberapa sifat khas anak-anak pada masa ini ialah:
(a) Adanya minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang
konkret, jal ini menimbulkan adanya kecenderungan untuk
membandingkan pekerjaan-pekerjaan yang praktis.
(b) Amat realistik, ingin mengetahui, ingin belajar.
(c) Menjelang akhit masa ini telah ada minat kepada hal-hal dan mata
pelajaran khusus, yang oleh para ahli mengikuti teori faktor
ditarfsirkan sebagai mulai menonjolkanya
(d) Anak usia ini gemar membentuk kelompok sebaya biasanya untuk
dapat bermain bersama-sama
3. Teori Belajar yang Relevan
Salah satu teori belajar yang relevan yang berkaitan dengan
pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI adalah teori belajar menurut
Bruner. Bruner berpendapat perkembangan intelektual anak itu mencakup
tiga tahapan yaitu tahap enaktif, ikonik, dan simbolik. Pada tahap enaktif,
anak biasanya sudah bisa melakukan manipulasi, konstruksi, serta

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

26

penyusunan dengan memanfaatkan benda-benda kongkrit. Pada tahap
ikonik,

anak

sudah

mampu

berfikir

representatif

yakni

dengan

menggunakan gambar atau turus. Pada tahap ini mereka sudah berpikir
verbal

yang

didasarkan

pada

representasi

benda-benda

kongkrit.

Selanjutnya pada tahap simbolik, anak sudah memiliki kemampuan untuk
berfikir atau melakukan manipulasi dengan mengunakan simbol-simbol
(Tim pengembang ilmu pendidikan FIP-UPI, 2007:165).
Teori Bruner ini relevan dengan pendekatan PMRI yang
mengungkapkan

bahwa

perkembangan

intelektual

seorang

siswa

seharusnya dimulai pada tahap enaktif terlebih dahulu dimana seorang
siswa belajar melalui benda-benda konkrit/nyata, sedangkan PMRI
penggunaan benda-benda nyata tersebut digunakan bersama adanya suatu
konteks (masalah) matematika. Selanjutnya siswa dapat belajar dengan
menggunakan model sebagai jembatan dari pengetahuan dan matematika
tingkat konkret menuju matematika tingkat formal (Wijaya, 2012:22).
Tahap ini dalam teori Bruner terdapat pada tahap ikonik yang mana siswa
sudah mampu berfikir representatif.
4. Hasil Penelitian yang Relevan
Penelitian yang relevan pertama adalah penelitian tindakan kelas
yang dilakukan oleh Rismawati (2011) yang berjudul Peningkatan
Prestasi Belajar Menggunakan PMRI Dalam Menyelesaikan Soal Cerita
Pada Peserta Didik Kelas V SD Kanisius Kalasan Tahun Pelajaran
2010/2011. Kondisi awal prestasi belajar siswa adalah 40% dari 35 siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

27

mencapai KKM. Setelah dilakukan penelitian pada siklus II diperoleh hasil
79,41% dari 34 siswa memenuhi KKM. Hasil tersebut telah mencapai
kriteria penelitian sebesar 65% dari 35 siswa mencapai KKM sehingga
penelitian dihentikan.
Berdasarkan

hasil

yang

diperoleh,

peneliti

menyimpulkan

penggunaan pendekatan PMRI dapat meningkatkan prestasi belajar dalam
menyelesaikan soal cerita pada peserta didik kelas V SD Kanisius Kalasan
tahun pelajaran 2010/2011. Penelitian ini relevan karena memiliki
kesamaan dalam penggunanaan pendekatan PMRI untuk meningkatkan
prestasi belajar mata pelajaran matematika.
Penelitian yang relevan selanjutnya dilakukan oleh Danoebroto, Sri
W. (2008) dengan judul Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah
Melalui Pendekatan PMRI dan Pelatihan Metakognitif. Penelitian
dilakukan di SDN Nginjon 1 Kabupaten Sleman, SDN Sendangadi 1
Kabupaten Sleman, SDN Gambiranom Kabupaten Sleman, dan MIN
Yogyakarta 1 Kabupaten Sleman. Populasi yang digunakan adalah seluruh
siswa kelas IV SD di Kabupaten Sleman Propinsi DIY.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika
dengan pendekatan PMRI dan pelatihan metakognitif lebih unggul dalam
meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dibandingkan
dengan pendekatan konvensional. Selain itu komponen dalam proses
pemecahan masalah yang meningkat adalah memahami ruang lingkup
masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah, dan mengevaluasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

28

solusi. Siswa juga menyatakan senang terhadap proses pembelajaran dan
kegiatan pemecahan masalah, memiliki keyakinan yang positif tentang
belajar matematika, menunjukkan antusiasme, keceriaan, dan kreativitas
yang tinggi dalam proses pembelajaran dengan pendekatan PMRI dan
pelatian metakognitif.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan pembelajaran matematika
dengan pendekatan PMRI dan pelatihan metakognitif meningkatkan
kemampuan

siswa

dalam

proses

memecahkan

masalah

hingga

memecahkan masalah dan siswa senang mengikuti pembelajaran
matematika. Penelitian ini relevan karena memiliki kesamaan dalam
penggunaan pendekatan PMRI pada mata pelajaran matematika.

Dokumen yang terkait

Peningkatan minat dan prestasi belajar menggunakan pendekatan PMRI pada mata pelajaran Matematika untuk siswa kelas II SDN Plaosan 2.

1 2 255

Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar pada mata pelajaran matematika menggunakan pendekatan PMRI pada siswa kelas V SDN Plaosan 2.

0 0 236

Peningkatan kedisiplinan dan prestasi belajar menggunakan pendekatan kontekstual pada mata pelajaran PKn untuk siswa kelas II SDN Kledokan.

0 5 275

Peningkatan minat dan prestasi belajar menggunakan pendekatan PMRI pada mata pelajaran matematika untuk siswa kelas V SD Negeri Plaosan 1.

0 0 341

Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar matematika menggunakan pendekatan PMRI pada siswa kelas IVB SDN Denggung Sleman.

0 2 292

Peningkatan kedisiplinan dan prestasi belajar pada mata pelajaran matematika siswa kelas V SD Kanisius Kintelan Yogyakarta dengan menggunakan pendekatan PMRI.

0 1 236

Peningkatan kedisiplinan dan prestasi belajar perkalian dan pembagian pecahan siswa kelas V SDK Kintelan Yogyakarta menggunakan pendekatan PMRI

0 0 257

Peningkatan minat dan prestasi belajar matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI siswa kelas V semester genap SD Kanisius Minggir tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository

0 0 210

Peningkatan kedisiplinan dan prestasi belajar pada mata pelajaran matematika siswa kelas V SD Kanisius Kintelan Yogyakarta dengan menggunakan pendekatan PMRI - USD Repository

0 4 234

Peningkatan kemandirian dan prestasi belajar matematika menggunakan pendekatan PMRI siswa kelas IV SD Kanisius Gayam Yogyakarta - USD Repository

0 3 309

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23