Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan antara Motivasi Belajar dengan Perencanaan Karir Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati T1 132010095 BAB IV

(1)

35

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1. Deskripsi Subjek Penelitian

SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati merupakan tempat yang dipilih penulis untuk melakukan penelitian. Sekolah ini terletak di Desa Padas Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan. Siswa yang bersekolah di SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati berjumlah 177 siswa. Untuk kelas VIII berjumlah 60 siswa dengan perincian seperti yang tertera pada tabel 4.1 sebagai berikut:

Tabel 4.1 Jumlah Siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap

Kedungjati

Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah

A 17 13 30

B 12 18 30

Jumlah 29 31 60

Bardasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati berjumlah 60 siswa 29 diantaranya siswa laki-laki dan 31 diantaranya siswa perempuan. Dengan demikian siswa kelas VIII lebih dominan siswa perempuan.


(2)

36

4.2. Persiapan Penelitan

Persiapan penelitian yang dilakukan oleh penulis meliputi penyusunan instrumen penelitian, permohonan ijin penelitian, uji coba instrumen, uji validitas (kesahihan) dan uji reilabilitas (keandalan) instrumen yang akan digunakan dalam penelitian.

4.2.1. Penyusunan Instrumen

Penelitian ini menggunakan skala sikap motivasi belajar dan perencanaan karir. Skala sikap motivasi belajar disusun berdasarkan aspek –aspek motivasi belajar menurut A. M Sardiman (2001) yang terdiri dari 36 item pernyataan dengan 4 (empat) alternatif pilihan jawaban, yaitu: Selalu, Sering, Jarang, Tidak Pernah. Sedangkan skala sikap perencanaan karir disusun berdasarkan aspek-aspek perncanaan karir menurut Parsons (dalam Winkel & Hastuti, 2006) terdiri dari 50 item pernyataan dengan 4 (empat) alternatif pilihan jawaban, yaitu: Selalu, Sering, Jarang, Tidak Pernah. Skala sikap ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan perencanaan karir siswa yang menjadi subjek penelitian.

4.2.2. Permohonan Ijin

Pada tanggal 3 Februari 2014, penulis meminta ijin secara lisan kepada Kepala SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati untuk melakukan penelitian disekolah tersebut. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 Februari 2014 sampai selesai.


(3)

37 Penulis memilih SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati sebagai tempat untuk melakukan penelitian, karena penulis menemukan adanya permasalahan dimana hampir setiap hari ada siswa yang membolos. Selanjutnya penulis melakukan observasi dan wawancara dengan beberapa siswa, dimana ada beberapa siswa yang tidak ingin melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Berlatar belakang hal tersebut maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian lebih lanjut.

4.2.3. Uji Coba Instrumen

Sebelum penelitian ini dilaksanakan, terlebih dahulu penulis melakukan uji coba terhadap instrumen untuk mengetahui validitas (kesahihan) dan reliabilitas (keandalan) instrumen yang akan digunakan penelitian. Selanjutnya hasil penelitian yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan. Uji coba dilakukan sebanyak 2 kali yakni pada tanggal 22 Februari 2014, kepada 30 siswa kelas VIII b SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati dan Selanjutnya pada tanggal 1 Maret 2014, kepada 30 siswa kelas VIII b SMP Negeri 1 Kedungjati. Kemudian dilakukan pengolahan dengan menggunakan program SPSS 16.0 for windows.

Uji coba pertama pada tanggal 22 Februari 2014 diperoleh reliabilitas koefisien alpha cronbach α 0,885 dengan nilai terendah 0,010 dan tertinggi 0,0,721 dari 36 item pernyataan 5 diantaranya menunjukkan nilai negatif untuk skala sikap motivasi belajar. Selanjutnya, untuk skala sikap perencanaan karir diperoleh reliabilitas koefisien alpha cronbach α 0,653 dengan nilai terendah


(4)

38 0,003 dan tertinggi 0,547 dari 50 item pernyataan 7 item diantaranya menunjukkan nilai negatif.

Uji coba kedua pada tanggal 1 Maret 2014 dari skala sikap motivasi belajar terdiri dari 36 item pernyataan menunjukkan nilai terendah 0,201 dan tertinggi 0,767 dengan hasil reliabilitas 0,891. Sedangkan untuk skala sikap perencanaan karir terdiri dari 50 item pernyataan menunjukkan nilai terendah 0,203 dan tertinggi 0,663 dengan nilai reliabilitas 0,743.

4.3. Pengumpulan Data

Penelitian dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2014, jumlah sampel yang digunakan adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 60 orang siswa yang terdiri 2 dari kelas. Dari kedua kelas tersebut skala sikap dibagikan secara langsung kepada subjek penelitian yaitu siswa kelas VIII a dan VIII b secara klasikal setelah jam istirahat. Skala sikap yang telah dibagikan langsung dikerjakan saat itu juga dan ditunggu oleh penulis. Hal ini dilakukan oleh penulis untuk mengantisipasi adanya kesalahan dalam pengisian skala sikap, kesalahan terhadap item pernyataan, dan kelengkapan skala sikap pada waktu dikembalikan.

4.4. Analisis dan Hasil Penelitian

4.4.1. Deskripsi Motivasi belajar Perencanaan karir

Untuk mengetahui tingkatan atau kategori motivasi belajar maka perlu diketahui frekuensi distribusi untuk menentukan atau menggolongkan kelas (kategori) dengan menggunakan rumus Sturges (Sugiyono, 2010) sebagai berikut:


(5)

39 K = 1 + 3, 3 . log n

Keterangan:

K = Jumlah Kelas Interval n = Jumlah data observasi log = Logaritma

maka

K = 1 + 3, 3 . log 60 = 1 + 3, 3. 1, 77

= 7, 61 (dibulatkan menjadi 7)

Dengan demikian pembagian kelas atau kategori menjadi 7 kategori diantaranya: sangat rendah, rendah, agak rendah, sedang, tinggi, agak tinggi, dan sangat tinggi. Selanjutnya mencari dan menentukan panjang interval maka digunakan rumus sebagai berikut:

I = skor tertinggi skor terendah Kategori

Maka intervalnya

I = 252 – 36 7

= 30, 85 (dibulatkan menjadi 30)

Maka distribusi tingkat motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati sebagai berikut:


(6)

40

Tabel 4.2 Distribusi Motivasi belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3

Satu Atap Kedungjati

No. Kategori Interval Frekuensi %

1. Sangat Rendah 36 - 64 0 0

2. Rendah 65 - 93 11 18, 3

3. Agak Rendah 94 - 122 41 68, 3

4. Sedang 123 - 151 8 13, 4

5. Tinggi 152 - 180 0 0

6. Agak Tinggi 181 - 209 0 0

7. Sangat Tinggi >210 0 0

Jumlah 60 100

Setelah peneliti membagikan skala sikap motivasi belajar menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati dapat disimpulkan bahwa 68,3% siswa memiliki motivasi belajar yang agak rendah, 18, 3% siswa memiliki motivasi belajar yang rendah, dan 13,4% siswa memiliki motivasi sedang. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati dominan memiliki motivasi belajar agak rendah.


(7)

41

7.4.2. Perencanaan Karir

Untuk mengetahui tingkatan atau kategori perencanaan karir maka perlu diketahui frekuensi distribusi untuk menentukan atau menggolongkan kategori maka digunakan rumus sturges (Sugiyono, 2010) diperoleh hasil menjadi 7 kategori yaitu: sangat rendah, rendah, agak rendah, sedang, tinggi, agak tinggi, dan sangat tinggi. Selanjutnya mencari dan menentukan panjang interval maka digunakan rumus sebagai berikut:

I = skor tertinggi skor terendah Kategori

Maka intervalnya

I = 350 – 50 7

= 42, 85 (dibulatkan menjadi 42)

Maka distribusi tingkat perencanaan karir siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati sebagai berikut:


(8)

42

Tabel 4.3 Distribusi Perencanaan Karir

Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati

No. Kategori Interval Frekuensi %

1. Sangat Rendah 50 - 90 0 0

2. Rendah 91 - 131 44 73, 3

3. Agak Rendah 132 - 172 16 26, 7

4. Sedang 173 - 213 0 0

5. Tinggi 214 - 254 0 0

6. Agak Tinggi 255 - 295 0 0

7. Sangat Tinggi >296 0 0

Jumlah 60 100

Dilihat dari tabel distribusi perencanaan karir diatas diperoleh bahwa 73,3% siswa memiliki perencanaan karir rendah, dan 26,3% siswa memiliki perencanaan karir agak rendah. Dapat disimpulkan perencanaan karir siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati dominan memiliki perencanaan karir rendah.

Dari hasil analisa yang sama antara motivasi belajar dengan perencanaan karir siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati sama-sama menunjukkan kategori yang dominan agak rendah untuk motivasi belajar dan perencanaan karir yang dominan rendah.


(9)

43

1.5. Hasil Penelitian

Setelah seluruh data terkumpul, kemudian dilakukan pengolahan data dengan menggunakan teknik korelasi Kendall Tau, dengan bantuan program SPSS16.0 for windows. Dari hasil perhitungan atau pengolahan secara statistik diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 4.4 Uji Hipoteisis (Uji Korelasi)

Correlations

VAR00001 VAR00002

Kendall's tau_b VAR00001 Correlation Coefficient 1.000 .315**

Sig. (2-tailed) . .000

N 60 60

VAR00002 Correlation Coefficient .315** 1.000

Sig. (2-tailed) .000 .

N 60 60

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Dari hasil analisis diperoleh koefisien korelasi antara motivasi belajar dengan perencanaan karir siswa yaitu r = 0,315 atau dikatakan korelasi rendah dengan signifikansi sebesar p = 0,000 (p<0,05). Dari hasil tersebut menunjukkan ada hubungan postif dan signifikan antara motivasi belajar dengan perencanaan karir siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati, hal ini berarti semakin tinggi motivasi belajar maka perencanaan karir semakin tinggi pula, demikian sebaliknya.


(10)

44 Menurut Sugiyono (2010) untuk menentukan koefisien korelasi dibagi menjadi 5 kategori seperti tabel 4.4 sebagai berikut:

Tabel 4.5 Pedoman Koefisien Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199

0,20 – 0,399 0,40 – 0,599 0,60 – 0,799 0,80 – 1,000

Sangat Rendah Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat

1.6. Uji Hipotesis

Dari hasil analisis yang diuji, maka hipotesis yang dapat diuji adalah sebagai berikut:

Pada pengolahan data diperoleh hasil koefisien korelasi sebesar rxy = 0,315 dengan signifikansi sebesar p = 0,000 (p<0,05) maka hasil ini menunjukkan ada hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan perencanaan karir siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati.

Dengan demikian hipotesis yang diajukan penulis bahwa “Ada Hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan perencanaan karir siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati dinyatakan diterima.”


(11)

45

1.7. Pembahasan

Dari hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan perencanaan karir siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati, dengan koefisien korelasi rxy = 0,315 dengan signifikansi sebesar p = 0,000 (p<0,05), hal ini berarti semakin tinggi motivasi belajar akan semakin tinggi pula perencanaan karir siswa, demikian sebaliknya.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sukma (2009) tentang hubungan antara motivasi belajar dengan perencanaan karir pada siswa SMA Negeri 1 Sukawati yang menunujukkan ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan perencanaan karir siswa SMA Negeri 1 Sukawati.

Sebaliknya penelitian ini menolak temuan yang dilakukan oleh Puspitasari (2012) tentang hubungan antara perencanaan karir dengan motivasi belajar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bancak, menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara perencanaan karir dengan motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bancak.

Pandangan menurut Sardiman (2001) siswa yang memiliki motivasi belajar akan menunjukkan minat yang besar terhadap bidang yang disukainya. Motivasi akan membuat siswa akan melakukan kagiatan belajar, termasuk motivasi untuk mencapai karir yang tepat. Bagi remaja, keputusan untuk memilih jurusan atau pendidikan lanjutan yang tepat dibutuhkan perencanaan karir, yang meliputi pengetahuan dan pemahaman diri, pengetahuan dan pemahaman dunia kerja, penalaran yang realistis akan pengetahuan dan pemahaman diri dengan


(12)

46 pengetahuan dan pemahaman dunia kerja (Parsons, dalam Winkel & Hastuti 2006).

Apabila seseorang memiliki perencanaan karir, maka motivasi belajarnya cenderung lebih tinggi. Siswa yang memilih jurusan pendidikan dengan tepat sesuai kemampuan dan minatnya dapat diartikan memiliki perencanaan karir yang baik, hal ini dapat mempengaruhi motivasi belajarnya menjadi lebih tinggi, sehingga siswa mempunyai dorongan yang membuat dirinya melakukan kegiatan belajar dengan merasa senang dalam mempelajari bidang yang ditekuni untuk karirnya dimasa depan.


(1)

41

7.4.2. Perencanaan Karir

Untuk mengetahui tingkatan atau kategori perencanaan karir maka perlu diketahui frekuensi distribusi untuk menentukan atau menggolongkan kategori maka digunakan rumus sturges (Sugiyono, 2010) diperoleh hasil menjadi 7 kategori yaitu: sangat rendah, rendah, agak rendah, sedang, tinggi, agak tinggi, dan sangat tinggi. Selanjutnya mencari dan menentukan panjang interval maka digunakan rumus sebagai berikut:

I = skor tertinggi skor terendah Kategori

Maka intervalnya

I = 350 – 50 7

= 42, 85 (dibulatkan menjadi 42)

Maka distribusi tingkat perencanaan karir siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati sebagai berikut:


(2)

42

Tabel 4.3 Distribusi Perencanaan Karir

Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati

No. Kategori Interval Frekuensi %

1. Sangat Rendah 50 - 90 0 0

2. Rendah 91 - 131 44 73, 3

3. Agak Rendah 132 - 172 16 26, 7

4. Sedang 173 - 213 0 0

5. Tinggi 214 - 254 0 0

6. Agak Tinggi 255 - 295 0 0

7. Sangat Tinggi >296 0 0

Jumlah 60 100

Dilihat dari tabel distribusi perencanaan karir diatas diperoleh bahwa 73,3% siswa memiliki perencanaan karir rendah, dan 26,3% siswa memiliki perencanaan karir agak rendah. Dapat disimpulkan perencanaan karir siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati dominan memiliki perencanaan karir rendah.

Dari hasil analisa yang sama antara motivasi belajar dengan perencanaan karir siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati sama-sama menunjukkan kategori yang dominan agak rendah untuk motivasi belajar dan perencanaan karir yang dominan rendah.


(3)

43

1.5. Hasil Penelitian

Setelah seluruh data terkumpul, kemudian dilakukan pengolahan data dengan menggunakan teknik korelasi Kendall Tau, dengan bantuan program SPSS16.0 for windows. Dari hasil perhitungan atau pengolahan secara statistik diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 4.4 Uji Hipoteisis (Uji Korelasi)

Correlations

VAR00001 VAR00002

Kendall's tau_b VAR00001 Correlation Coefficient 1.000 .315**

Sig. (2-tailed) . .000

N 60 60

VAR00002 Correlation Coefficient .315** 1.000

Sig. (2-tailed) .000 .

N 60 60

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Dari hasil analisis diperoleh koefisien korelasi antara motivasi belajar dengan perencanaan karir siswa yaitu r = 0,315 atau dikatakan korelasi rendah dengan signifikansi sebesar p = 0,000 (p<0,05). Dari hasil tersebut menunjukkan ada hubungan postif dan signifikan antara motivasi belajar dengan perencanaan karir siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati, hal ini berarti semakin tinggi motivasi belajar maka perencanaan karir semakin tinggi pula, demikian sebaliknya.


(4)

44 Menurut Sugiyono (2010) untuk menentukan koefisien korelasi dibagi menjadi 5 kategori seperti tabel 4.4 sebagai berikut:

Tabel 4.5 Pedoman Koefisien Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199

0,20 – 0,399 0,40 – 0,599 0,60 – 0,799 0,80 – 1,000

Sangat Rendah Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat

1.6. Uji Hipotesis

Dari hasil analisis yang diuji, maka hipotesis yang dapat diuji adalah sebagai berikut:

Pada pengolahan data diperoleh hasil koefisien korelasi sebesar rxy = 0,315 dengan signifikansi sebesar p = 0,000 (p<0,05) maka hasil ini menunjukkan ada hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan perencanaan karir siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati.

Dengan demikian hipotesis yang diajukan penulis bahwa “Ada Hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan perencanaan karir siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati dinyatakan diterima.”


(5)

45

1.7. Pembahasan

Dari hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan perencanaan karir siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati, dengan koefisien korelasi rxy = 0,315 dengan

signifikansi sebesar p = 0,000 (p<0,05), hal ini berarti semakin tinggi motivasi belajar akan semakin tinggi pula perencanaan karir siswa, demikian sebaliknya.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sukma (2009) tentang hubungan antara motivasi belajar dengan perencanaan karir pada siswa SMA Negeri 1 Sukawati yang menunujukkan ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan perencanaan karir siswa SMA Negeri 1 Sukawati.

Sebaliknya penelitian ini menolak temuan yang dilakukan oleh Puspitasari (2012) tentang hubungan antara perencanaan karir dengan motivasi belajar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bancak, menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara perencanaan karir dengan motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bancak.

Pandangan menurut Sardiman (2001) siswa yang memiliki motivasi belajar akan menunjukkan minat yang besar terhadap bidang yang disukainya. Motivasi akan membuat siswa akan melakukan kagiatan belajar, termasuk motivasi untuk mencapai karir yang tepat. Bagi remaja, keputusan untuk memilih jurusan atau pendidikan lanjutan yang tepat dibutuhkan perencanaan karir, yang meliputi pengetahuan dan pemahaman diri, pengetahuan dan pemahaman dunia kerja, penalaran yang realistis akan pengetahuan dan pemahaman diri dengan


(6)

46 pengetahuan dan pemahaman dunia kerja (Parsons, dalam Winkel & Hastuti 2006).

Apabila seseorang memiliki perencanaan karir, maka motivasi belajarnya cenderung lebih tinggi. Siswa yang memilih jurusan pendidikan dengan tepat sesuai kemampuan dan minatnya dapat diartikan memiliki perencanaan karir yang baik, hal ini dapat mempengaruhi motivasi belajarnya menjadi lebih tinggi, sehingga siswa mempunyai dorongan yang membuat dirinya melakukan kegiatan belajar dengan merasa senang dalam mempelajari bidang yang ditekuni untuk karirnya dimasa depan.


Dokumen yang terkait

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan antara Motivasi Belajar dengan Perencanaan Karir Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati

0 0 14

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan antara Motivasi Belajar dengan Perencanaan Karir Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati T1 132010095 BAB I

0 0 9

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan antara Motivasi Belajar dengan Perencanaan Karir Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati T1 132010095 BAB II

0 1 14

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan antara Motivasi Belajar dengan Perencanaan Karir Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati T1 132010095 BAB V

0 0 2

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan antara Motivasi Belajar dengan Perencanaan Karir Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati

0 0 27

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP N 3 Getasan T1 132009032 BAB I

0 0 7

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP N 3 Getasan T1 132009032 BAB II

0 0 18

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP N 3 Getasan T1 132009032 BAB IV

0 0 8

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP N 3 Getasan T1 132009032 BAB V

0 0 1

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Motivasi Berprestasi dengan Kemandirian Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Pabelan T1 132008019 BAB IV

0 0 7