PENGARUH PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL)TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X SMA NEGERI 7 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING( PBL)
TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI
KELAS X SMA NEGERI 7 BANDAR LAMUNG
TAHUN AJARAN 2014/2015

(Skripsi)

Oleh
ENDANG SASMITA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2015

ABSTRACT

THE EFFECT OF MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL)
APPLICATION TO STUDENT LEARNING RESULT ON
GEOGRAPHY SUBJECT GRADE X
SMA NEGERI 7 BANDAR LAMPUNG
ACADEMIC YEAR 2014/2015

By
ENDANG SASMITA

The purpose of this study was to determine the effect model of Problem Based
Learning to the learning outcomes in high school geography grade x sma negeri 7
Bandar Lampung academic year 2014/2015
The method that uses is a quasi-experimental methods (quasi) is a method that
compares the effect of a treatment (treatment) on an object (experimental group)
and see the great influence of treatment. The population was class X SMA Negeri
7 Bandar Lampung with 197 students, 64 students The samples were obtained by
purposive sampling technique. Collection data using the test. Analysis of the data
used is the test of independent samples t test.
Results of data analysis obtained significant difference the average value of the
gain on the class treated the model Problem based learning and in-class treated
lectures, where the experimental class is higher than the control class. That is
because the value obtained in the experimental class (Problem Based Learning)
more who have completed the learning value. Therefore we can conclude the
learning process by using a model of Problem Based Learning affects the learning
outcomes of students on the subjects of geography.

Keywords: Problem Based Learning, learning outcomes and application of
learning models.

ABSTRAK

PENGARUH PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING
(PBL)TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA
PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X
SMA NEGERI 7 BANDAR LAMPUNG
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
Oleh
ENDANG SASMITA

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning
terhadap hasil belajar geografi Kelas X di SMA Negeri 7 Bandar Lampung Tahun
Pelajaran 2014/2015.
Metode yang di gunakan adalah eksperimen semu (quasi eksperimen) yaitu metode yang
membandingkan pengaruh pemberian suatu perlakuan (treatment) pada suatu objek
(kelompok eksperimen) serta melihat besar pengaruh perlakuannya. Populasi penelitian
ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 7 Bandar Lampung sebanyak 197 siswa, Jumlah
sampel sebanyak 64 siswa diperoleh dengan teknik random sampling. Pengumpulan data
menggunakan tes. Analisis data yang digunakan adalah uji t.
Hasil analisis data diperoleh adanya perbedaan yang signifikan rata-rata nilai gain pada
kelas yang diberi perlakuan model Problem Based Learning dan pada kelas yang diberi
perlakuan metode ceramah, dimana kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Hal
tersebut dikarenakan nilai yang diperoleh pada kelas eksperimen (Problem Based
Learning) lebih banyak yang memiliki nilai tuntas belajarnya. Sehingga dapat
disimpulkan proses pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning
berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi.

Kata Kunci: Problem Based Learning, hasil belajar dan penerapan model pembelajaran.

PENGARUH PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING( PBL)
TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI
KELAS X SMA NEGERI 7 BANDAR LAMUNG
TAHUN AJARAN 2014/2015
Oleh
ENDANG SASMITA

Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar
SARJANA PENDIDIKAN
Pada
JURUSAN PENDIDIKAN IPS PROGRAM STUDI GEOGRAFI
Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2015

RIWAYAT HIDUP

Endang Sasmita dilahirkan pada tanggal 10 Mei 1993 di Kelurahan
Gunung Mekar Kecamatan Jabung Lampung Timur dari pasangan
Bapak Sunyoto dan Ibu Kasemi,dan merupakan anak kedua dari dua
bersaudara.
Pendidikan Sekolah Dasar di Labuhan Ratu diselesaikan Tahun 2005, Sekolah
Menengah Pertama di SMP Perjuangan Pasir Sakti diselesaikan Tahun 2008, dan
Sekolah Menegah Atas di SMAN 5 Palembang diselesaikan Tahun 2011.

Pada tahun 2011, penulis diterima sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan
Geografi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Melalui Jalur Undangan .

MOTTO

Kamu tidak bisa kembali ke masa lalu untuk mengubah awal yang buruk, tetapi kamu
bisa membuat akhir yang indah dengan berusaha saat ini.
( Penulis )

vii

PERSEMBAHAN

Alhamdulilahirabbil Alamin dengan rasa syukur kepada allah SWT ku
persembahkan karya sederhanaku ini kepada kedua orang tuaku, Bapak dan
Ibu tercinta yang telah iklas dan sabar membesarkanku, mendidikku, dan
selalu mendo’akanku.
Terima kasih atas kasih sayang dan do’a yang tulus yang selalu tercurah untuk
menantikan kelulusanku.
Terima kasih juga ku ucapkan para sahabat dan teman-teman seperjuangan
yang selalu mendukungku dalam menyelesaikan skripsi ini
Almamater tercinta Universitas Lampung

SANWACANA

Bismillahirohmannirohim,
Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas berkat rahmat, hidayah, serta inayah-Nya,
penulis masih diberi kesehatan sehingga skripsi yang berjudul “Pengaruh
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar Siswa
Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X SMA Negeri 7 Bandar Lampung”, dapat
diselesaikan dengan segenap kemampuan dan keterbatasan yang ada.

Skripsi ini disusun berkat bimbingan Bapak Drs. Yarmaidi, M.Si., selaku
Pembimbing Akademik (PA) dan juga Dosen Pembimbing I yang dengan sabar
membimbing penulis untuk memberikan kritik dan saran dalam penyusunan
skripsi ini. Bapak Dedy Miswar, S.Si, M.Pd., selaku Pembimbing II yang telah
meluangkan waktu untuk membimbing, memberikan perhatian, motivasi, dan
semangat. Serta kepada Bapak Drs. Edy Haryono, M.Si., selaku Pembahas yang
sudah memberikan bimbingan serta petunjuk demi terlaksananya penelitian
hingga tersusun skripsi ini.

Terselesaikannya skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan baik secara
langsung maupun tidak langsung dari berbagai pihak. Oleh karena itu, melalui
kesempatan ini, penulis menghaturkan ucapan terima kasih yang sedalamdalamnya kepada:

1. Bapak Dr. Bujang Rahman, M.Si., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.
2. Bapak Dr. Abdurrahman, M.Si., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik
dan Kerja Sama.
3. Bapak Drs. Hi. Buchori Asyik, M.Si., selaku Wakil Dekan Bidang Umum
dan Keuangan.
4. Bapak Dr. Hi. Muhammad Fuad, M.Hum., selaku Wakil Dekan Bidang
Kemahasiswaan.
5. Bapak Drs. Zulkarnain, M.Si., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Sosial, terimakasih atas nasihat, izin dan pelayanan
administrasi yang telah diberikan dalam penyelesaian skripsi ini.
6. Bapak Drs. I Gede Sugiyanta, M.Si., selaku Ketua Program Studi
Pendidikan Geografi yang telah memberikan kritik, saran dan sumbangan
pemikiran selama penyusunan skripsi ini.
7. Bapak dan Ibu Dosen Pendidikan Geografi yang telah memberikan bekal
ilmu pengetahuan kepada penulis selama menjadi mahasiswa di
Pendidikan Geografi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FKIP
Universitas Lampung.
8. Bapak Drs.Suharto, M.Pd., selaku kepala SMA Negeri 7 Bandar Lampung
dan Bapak Maryan, S.Pd., selaku guru mitra yang telah membantu
penulisan untuk melaksanakan penelitian .

9. Sahabat-sahabatku seperjuangan angkatan 2011 di program studi S1
Pendidikan Geografi, Universitas Lampung atas kebersamaaanya dalam
menuntut ilmu
10. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini yang
tidak dapat disebutkan satu persatu. Terimakasih.

Semoga dengan bantuan dan dukungan yang diberikan mendapat balasan pahala
disisi Allah SWT dan semoga skripsi ini bermanfaat. Amin Ya Robbal’ Alamin.

Bandar Lampung,
Penulis,

Endang Sasmita

Mei 2015

i

DAFTAR ISI

Halaman
DAFTAR ISI............................................................................................

i

DAFTAR TABEL ...................................................................................

iii

DAFTAR GAMBAR...............................................................................

v

DAFTAR LAMPIRAN ...........................................................................

vi

I.

II.

III.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ..........................................................
B. Identifikasi Masalah .................................................................
C. Rumusan Masalah ....................................................................
D. Tujuan Penelitian......................................................................
E. Manfaat Masalah.......................................................................
F. Ruang Lingkup Penelitia...........................................................

1
5
5
5
6
7

TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Pustaka .....................................................................
1. Pengertian Belajar ..............................................................
2. Pengertian Model Problem Based Learning ......................
3. Pengertian Pengaruh ..........................................................
4. Pengertian Geografi ...........................................................
5. Pengertian Hasil Belajar .....................................................
B. Kerangka pikir ..........................................................................
C. Hipotesis ...................................................................................

8
8
9
14
15
16
17
18

METODELOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian dan Prosedur Penelitian ..............................
1. Metode Penelitian..............................................................
2. Prosedur Penelitian............................................................
3. Tahap Penelitian ................................................................
B. Desain Penelitian ......................................................................
C. Waktu dan Tempat Penelitian ..................................................
D. Variabel Penelitian ...................................................................

19
19
19
20
20
21
22

ii

E. Definisi Operasional Variabel .................................................
F. Teknik Pengumpulan Data .......................................................
1. Dokumentasi......................................................................
2. Tes .....................................................................................
G. Uji Prasyarat Instrumen ............................................................
1. Uji Validitas ......................................................................
2. Uji Reabilitas.....................................................................
3. Daya Pembeda...................................................................
4. Tingkat Kesukaran ............................................................
H. Teknik Analisis Data ................................................................
1. Uji Validitas ......................................................................
a. Uji Normalitas ...........................................................
b. Uji Homogenitas ........................................................
c. Uji Hipotesis...............................................................
d. Gain Hasil Belajar .....................................................
IV.

V.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ........................................
1. Peta Lokasi Penelitian .......................................................
2. Denah Lokasi Penelitian....................................................
B. Hasil Penelitian.........................................................................
1. Deskripsi Data Kelompok Model Pembelajaran Problem
Based Learning..................................................................
2. Deskripsi Data Kelompok Kontrol ...................................
3. Deskripsi Data Data Perbandingan Hasil Pretest
Kelompok Model Pembelajaran Problem Based
Learning dan Kelompok Kontrol ......................................
4. Deskripsi Data Data Perbandingan Hasil Posttest
Kelompok Model Pembelajaran Problem Based
Learning dan Kelompok Kontrol ......................................
5. Deskripsi Data Data Perbandingan Hasil Gain Kelompok
Model Pembelajaran Problem Based Learning Dan
Kelompok Kontrol ............................................................

23
25
25
25
26
26
27
30
31
33
33
33
33
34
34

36
38
39
40
40
42

45

47

49

C. Analisis Hasil Penelitian...........................................................
1. Uji Prasyarat ......................................................................
2. Penguji Hipotesis...............................................................
D. Pembahasan ..............................................................................

51
51
53
62

KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan Analisis ...............................................................
B. Saran.........................................................................................

64
64

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

iii

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman

1. Hasil Ulangan Tengah Semester Kelas X IIS SMA Negeri 7 Bandar
Lampung ..................................................................................................

3

2. Desain Penelitian .....................................................................................

21

3. Jadwal dan Pokok Bahasan Pelaksanaan ..................................................

22

4. Kriteria Ketuntasan Minumum SMA Negeri 7 Bandar Lampung Tahun
Pelajaran 2014/2015..................................................................................

24

5. Koefisien Realibilitas................................................................................

28

6. Interpretasi Nilai Daya Pembeda .............................................................

30

7. Hasil Perhitungan Uji Daya Pembeda Soal...............................................

31

8. Interpretasi Nilai Tingkat Kesukaran ........................................................

32

9. Hasil Perhitungan Nilai Tingkat Uji Coba Soal........................................

32

10. Klasifikasi Gain ........................................................................................

35

11. Rangkuman Hasil Penelitian Kelompok Model Problem Based Learning
dan Kelompok Kontrol .............................................................................

40

12. Nilai Pretest dan Post Test Siswa Kelompok Model Problem Based
Learning ....................................................................................................

41

13. Nilai Pretest dan Post Test Siswa Kelompok Kontrol ..............................

43

14. Hasil Pretest Kelompok Model Problem Based Learning dan Kelompok
Kontrol .....................................................................................................

45

15. Hasil Post test Kelompok Model Problem Based Learning dan Kelompok
Kontrol .....................................................................................................

47

16. Perbandingan Hasil Gain Kelompok Model Problem Based Learning
dan Kelompok Kontrol ............................................................................

49

iv

17. Nilai Gain Kelompok Model Problem Based Learning ..........................

50

18. Nilai Gain Kelompok Kontrol ..................................................................

51

19. Rangkuman Hasil Perhitungan Data SPSS Tabel One-Sample
Kolmogorov Smirnov Test Uji Normalitas...............................................

52

20. Rangkuman Hasil Perhitungan Data SPSS Tabel Test of Homogeneity
of Variances ..............................................................................................

53

21. Hasil Perhitungan Data SPSS Tabel Paired Samples Statistics Model
Pembelajaran Problem Based Learning....................................................

54

22. Hasil Perhitungan Data SPSS Tabel Paired Samples Test Kelompok
Model Pembelajaran Problem Based Learning ......................................

55

23. Hasil Perhitungan SPSS Tabel Paired Samples Statistics Kelompok
Kontrol ......................................................................................................

56

24. Hasil Perhitungan Data SPSS Tabel Paired Samples Test Kelompok
Kontrol .....................................................................................................

56

25. Hasil Perhitungan Data SPSS Tabel Group Statistics Pretest Kelompok
Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Kelompok
Kontrol ....................................................................................................

57

26. Hasil Perhitungan Data SPSS Tabel Independent Samples Test Pretest
Kelompok Model Pembelajaran Problem Based learning dan Kelompok
Kontrol ...................................................................................................
27. Hasil Perhitungan Data

58

SPSS Tabel Group Statistics Post Test

Kelompok Model Pembelajaran Problem Based Learning dan
Kelompok Kontrol ..................................................................................

59

28. Hasil Perhitungan Data SPSS Tabel Independent Samples Test Post
Test Kelompok Model Pembelajaran Problem Based Learning dan
Kelompok Kontrol.. ..................................................................................

60

29. Hasil Perhitungan Data SPSS Tabel Group Statistics Gain Kelompok
Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Kelompok Kontrol .
..................................................................................................................

61

30. Hasil Perhitungan Data Independent Samples Test Post Test Kelompok
Model

Pembelajaran Problem Based Learning dan Kelompok

Kontrol.. ....................................................................................................

61

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman

1. Hubungan Antar Variabel Penelitian ..........................................................

17

2. Diagram Skematik Hasil Tes Awal dan Tes Akhir Kelompok Model
Pembelajaran Problem Based Learning .....................................................

42

3. Diagram Skematik Hasil Tes Awal dan Tes Akhir Kelompok Kontrol.....

44

4. Diagram Skematik Perbandingan Hasil Pretest Kelompok Model
Pembelajaran Problem Based Learning dan kelompok Kontrol................

46

5. Diagram Skematik Perbandingan Hasil Post Test Kelompok Model
Pembelajaran Problem Based Learning dan kelompok Kontrol................

48

6. Diagram Skematik Perbandingan Hasil Gain Kelompok Model
Pembelajaran Problem Based Learning dan kelompok Kontrol...............

50

vi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

Halaman

1.

Silabus Pembelajaran ................................................................................

66

2.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ..............................................

68

3.

Soal Pretest Kelas X .................................................................................

87

4.

Soal Posttest Kelas X................................................................................

91

5.

Lembar Kerja Kelompok (LKK)...............................................................

95

6.

Validitas dan Reabilitas .......................................................................... 106

7.

Harga Kritik dari r Product-Moment ........................................................ 109

8.

Titik Presentase Distribusi t(df=41-80) .................................................... 110

9.

Daya Beda Atas......................................................................................... 112

10. Tingkat Kesukaran .................................................................................... 114
11. Dokumentasi Penelitian............................................................................

116

1

I . PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan salah satu hal yang paling penting untuk
mempersiapkan kesuksesan masa depan masyarakat semuanya yang tidak
mengenal status ekonomi. Oleh karena itu, setiap masyarakat di dunia ini
berhak mendapatkan proses pendidikan yang telah di tentukan oleh
Pemerintah yang wajib belajar 9 tahun. Sesama dengan adanya UndangUndang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional Pasal 3
yang menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa dan bermartabat
dalam

rangka

mencerdaskan

kehidupan

bangsa,

bertujuan

untuk

berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi individu beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab.

Meningkatkan kualitas pendidikan merupakan tugas yang sangat penting dan
diperlukan penanganan secara komprehensif. Kualitas pendidikan dapat
ditingkatkan dengan beberapa hal yang perlu disoroti yaitu pengembangan
model baru kurikulum dan manajemen sekolah, peningkatan kualitas guru

2

dan tenaga kependidikan, serta mengangkat kualitas pembelajaran dan
efektifitas model pembelajaran. Peningkatan kualitas pembelajaran dilakukan
untuk meningkatkan kualitas hasil pendidikan. Dengan cara penerapan
strategi dan model pembelajaran terpadu yang melibatkan seluruh unsur
terkait dengan proses pembelajaran agar tujuan pembelajaran tercapai.
Guru sangatlah berperan dalam proses pembelajaran di dalam kelas, untuk itu
guru harus pandai dan aktif dalam mendidik siswa dalam proses
pembelajaran. Oleh karena itu pengetahuan dan sikap guru terhadap
Kurikulum harus bisa mempraktekkannya di dalam kelas dan sikap guru pun
ikut langsung di dalam proses KBM berlangsung. Seorang guru juga harus
peka terhadap kondisi dan keadaan siswa karena setiap siswa mempunyai
potensi dan minat yang berbeda.

Dalam hasil wawancara yang dilakukan terhadap guru mata pelajaran
geografi diketahui bahwa proses pelaksanaan pembelajaran di SMA Negeri 7
Bandar Lampung masih belum mendapatkan hasil yang maksimal. Kriteria
ketuntasan minimal adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh
satuan pendidikan (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun
2007 Lampiran butir A.10). SMA Negeri 7 Bandar Lampung menentukan
hasil belajar dengan kriteria ketuntasan minimal yaitu ≥75.

3

Di bawah ini adalah tabel rendahnya hasil ulangan tengah semester kelas X
IIS SMA Negeri 7 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2013/2014.
Tabel 1. Hasil Ulangan Tengah Semester Kelas X IIS
Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2013/2014
No

Kelas

Jumlah siswa

SMA Negeri 7
Total

KKM

1.
2.
3.
4.
5.

X IIS 1
X IIS 2
X IIS 3
X IIS 4
X IIS 5

≥ 75

< 75

12
10
9
13
8

22
22
23
22
20

34
32
32
35
28

Jumlah
52
106
158
Sumber : Daftar Nilai Geografi Kelas X IIS SMA Negeri 7 Bandar
Lampung Tahun Pelajaran 2014/2015

Dengan adanya perolehan data di atas bisa dilihat bahwa seluruh kelas X
ilmu-ilmu sosial (IIS) SMA Negeri 7 Bandar Lampung banyak siswa yang
tidak tuntas dalam pembelajaran Geografi, Masing-masing kelas hanya
sedikit yang memenuhi kriteria tuntas dalam proses pembelajaran Geografi.
Guru mata pelajaran geografi mengatakan bahwa siswa pada mata pelajaran
geografi merupakan mata pelajaran yang sulit untuk dipelajari dan sulit untuk
dipahami, akibatnya siswa pun kurang tertarik. Inilah yang menjadi salah satu
penyebab rendahnya hasil belajar siswa. Nilai hasil belajar siswa di SMA
Negeri 7 Bandar Lampung masih tergolong rendah bahkan masih ada yang di
bawah kriteria ketuntasan minimal.
Kurang aktifnya siswa dalam poroses pembelajaran juga di akibatkan guru
hannya menggunakan metode ceramah, sehingga siswa malas untuk belajar

4

khususnya Geografi. Metode ceramah ini dahulunya merupakan metode
andalan, dengan ciri khas aktivitas pembelajaran hanya ada pada satu sumber
yaitu tenaga Pengajarannya, sedangkan peserta hanya duduk, diam
mendengarkan. Juga kurangnya media dalam pembelajaran di dalam kelas
dalam proses pembelajaran Geografi. Media yang di gunakan Guru SMA
Negeri 7 Bandar Lampung ini hanya menggunkan media seadanya saja.

Model pembelajaran juga yang digunakan seharusnya dapat membantu proses
belajar siswa. Salah satunya model tersebut adalah Problem Based Learning
(PBL). Hmelo Silver (2004:235) dalam buku Sigit Wardoyo Mangun Sigit
(2013:74), berpendapat bahwa model Problem Based Learning adalah model
pembelajaran yang menuntut adanya aktivitas siswa secara penuh dalam
rangka menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi siswa secara mandiri
dengan cara mengkonstruksi pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki.

Masalah yang diberikan kepada peserta didik, sebelum peserta didik
mempelajari konsep atau materi yang berkenaan dengan masalah yang harus
dipecahkan. Untuk merangsang kemampuan berfikir tingkat tinggi. Hasil
belajar adalah kemampuan yang diperoleh siswa setelah melalui proses
pembelajaran.

5

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang di kemukakan di atas, maka penulis
mengidentifikasi masalah sebagai berikut:
1. Rendahnya hasil belajar.
2. Kurang aktifnya siswa dalam proses pembelajaran.
3. Metode yang di gunakan guru masih menggunakan metode ceramah.
4. Kurangnya media dalam pembelajaran di kelas.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah dan pembatasan masalah di atas, maka
perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Apakah ada
pengaruh penerapan Model Problem Based Learning terhadap hasil belajar
siswa pada mata pelajaran Geografi kelas X SMA Negeri 7 Bandar Lampung
Tahun Pelajaran 2014/2015.

D. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Model
Pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa pada
mata pelajaran Geografi kelas X SMA Negeri 7 Bandar Lampung Tahun
Pelajaran 2014/2015.

6

E. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat khusus bagi penulis dan
umumnya bagi yang berkepentingan dalam bidang Geografi. Adapun yang
menjadi harapan peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.

Bagi Peneliti
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang kongkrit
mengenai pengaruh model Problem Based Learning dalam pembelajaran
geografi.

b.

Bagi Guru
Bahwa penerapan Problem Based Learning oleh guru dalam proses
pembelajaran dapat secara terperinci dalam

menerangkan materi

pelajaran geografi kelas X SMA Negeri 7 Bandar Lampung.
1.

Dengan menggunakan Model Pembelajarajan Problem Based Learning
memudahkan dalam proses pembelajaran guru akan dapat mengajarkan
materi pelajaran dengan rinci sesuai dengan TPK.

2.

Dengan menggunakan Model Problem Based Learning memberikan
kemudahan guru dalam penilaian individu.

c.

Bagi Siswa

1.

Dengan Model pembelajaran Problem Based Learning, siswa mampu
siswa akan dapat mengikuti materi pelajaran geografi secara jelas dan
terarah.

2.

Dengan Model pembelajaran Problem Based Learning, siswa mampu
mengambil kesimpulan dari setiap permasalahan pembelajaran geografi.

7

F. Ruang Lingkup Penelitian

Agar tidak terjadi salah penafsiran, maka perlu adanya batasan ruang lingkup
penelitian sebagai berikut:
1.

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 7 Bandar
Lampung.

2.

Objek yang diteliti adalah pengaruh Model Problem Based Learning
pembelajaran dalam pembelajaran Geografi.

3.

Tempat penelitian kelas X SMA Negeri 7 Bandar Lampung.

8

II . TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS

A. Tinjauan Pustaka

1. Pengertian Belajar
Menurut pengertian secara psikologis, belajar merupakan suatu proses
perubahan yaitu perubahan tingkah laku yang sebagai kebutuhan hidupnya.
Perubahan-perubahan tersebut akan nyata dalam keseluruhan hidupnya.
Pengertian belajar dapat didefinisikan sebagai berikut:

Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh
suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil
pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Menurut Slameto (2010:2) belajar adalah suatu proses belajar yang dilakukan
seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara
keseluruhan,

sebagai

pengalamanya

sendiri

dalam

intiraksi

dengan

lingkungannya.

Piaget (dalam Dimiyanti dan Mudjiono, 2006:13) berpendapat bahwa
pengetahuan dibentuk oleh individu, sebab individu melakukan interaksi
terus-menerus dengan lingkungan.

9

Menurut Piaget terdapat empat langkah pembelajaran sebagai berikut:
a.

Menentukan topik yang dapat dipelajari oleh anak sendiri.

b.

Memilih atau mengembangkan aktivitas kelas dengan topik tersebut.

c.

Mengetahui adanya kesempatan bagi guru untuk mengemukakan
pernyataan yang adanya kesempatan bagi guru untuk mengemukakan
pernyataan yang menunjang proses pemecahan masalah.

d.

Menilai pelaksanaan tiap kegiatan, memperhatikan keberhasilan dan
melakukan revisi.

2. Pengetian Model Problem Problem Based Learning Lerning

Menurut Harrison (2007:1) dalam Sigit Mangun Wardoyo(2013:72)
menyatakan bahwa dalam Problem Based Learning adalah pengembangan
kurikulum pembelajaran di mana siswa ditempatkan dalam posisi yang
memiliki peran aktif dalam menyelesaikan setiap permasalah yang mereka
hadapi. Artinya bahwa Model Problem Based Learning menuntut adanya
peran siswa agar dapat mencapai pada penyelesaian masalah yang diharapkan
sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Permasalahan yang dihadapi oleh siswa diharapkan mampuh melakukan
langkah-langkah yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Artinya dengan siswa menyelesaikan masalah yang ada, maka terjadi proses
belajar di dalamnya.

Menurut Duch et.al. (2001:1) dalam Sigit Mangun Wardoyo (2013:72),
menyatakan bahwa dengan menerapkan Problem Based Learning siswa
diharapkan mampu membangun suatu keterampilan dalam menentukan
langkah tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Problem
Based Learning merupakan strategi di mana siswa akan belajar membangun

10

kepercayaan diri mereka dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang
dihadapinya.

Dimana langkah-langkah untuk Model Problem Based Learning ini adalah
Menurut Harrison (2007:4) dalam Sigit Mangun Wardoyo (2013:77), yaitu: a.
ideas(consider the problem), b. know facts (defining the problem), c. learning
issues (learning about the problem), d. action plan (what will be done), dan
e.evaluate product (is the problem solved?)

Pada awal pembelajaran dengan menggunakan Model Problem Based
Learning

siswa

diberikan

sebuah

permasalahan

(diberi

skenario

permasalahan), kemudian siswa memformulasikan (membuat) permasalahan
dan menganalisis permasalahn dengan cara mengidentifikasi berbagai fakta
yang terkait dengan skenario tersebut. Tahapan ini membantu siswa untuk
membuat atau, menyusun permasalahan. Kemudian tahap selanjutnya dengan
siswa mencari berbagai solusi atau membuat hipotesis dari permasalahan
tersebut. Langkah selanjutnya

siswa menemukan jawaban atau menguji

hipotesis yang telah mereka buat. siswa membuat kesimpulan dari apa yang
mereka lakukan .

Prinsip utama Problem Based Learning adalah penggunaan nyata sebagai
sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan dan sekaligus
mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan
masalah. Pemilihan atau penentuan masalah nyata ini dapat dilakukan oleh
guru maupun peserta didik yang disesuaikan kompetensi dasar tertentu.
Masalah itu bersifat terbuka (open-ended problem), yaitu masalah yang

11

memiliki banyak jawaban atau strategi penyelesaian yang mendorong
keingintahuan peserta didik untuk mengidentifikasi strategi-strategi dan
solusi-solusi tersebut.

Masalah itu juga bersifat tidak terstruktur dengan baik (ill-structured) yang
tidak dapat diselesaikan secara langsung dengan cara menerapkan formula
atau strategi tertentu, melainkan perlu informasi lebih lanjut untuk memahami
serta perlu mengkombinasikan beberapa strategi atau bahkan mengkreasi
strategi sendiri untuk menyelesaikannya. Peserta didik adalah subjek yang
memiliki kemampuan untuk secara aktif mencari, mengelolah, mengontruksi,
dan menggunakan pengetahuan. Di dalam PBL pusat pembelajaran adalah
peserta didik (Student-centered), sementara guru berperan fasilitator yang
memfasilitasi peserta didik untuk secara aktif menyelesaikan masalah dan
membangun pengetahuannya secara berpasangan ataupun berkelompok
(kolaborasi antar peseta didik ).

a. Langkah-langkah Problem Based Learning

Pada dasarnya, PBL (Problem Based Learning) Diawali dengan aktivitas
peserta didik untuk menyelesaikan masalah nyata yang ditentukan atau
disepakati. Proses penyelesaian masalah tersebut berimplikasi pada
terbentuknya keterampilan peserta didik dalam menyelesaikan masalah dan
berfikir kritis serta sekaligus membentuk pengetahuan baru.

12

Menurut Agus Suprijono (2010) dalam buku Nunuk Suryani dan Leo Agung
(2012:113) strategi pembelajaran berbasis masalah terdiri dari 5 tahap yaitu:
Tahap
Tahap 1
Memberi orientasi tentang
permasalahnya kepada peserta
didik

Tahap 2
Mengorganisasikan peserta didik
untuk meneliti
Tahap 3
Membantu inbvestigasi mandiri
dan kelompok
Tahap 4
Mengembangkan
mempresentasikan
exhibit

artefak

dan
dan

Prilaku pendidik
Pendidik
menyampaikan
tujian
pembelajaran,
mendeskripsikan
berbagai kebutuhan logistik penting
dan memotivasi peserta didik untuk
terlibat dalam kegiatan mengatasi
masalah.
Pendidik membantu peserta didik
mendiskripsikan dan mengoragnisasikan tugas-tugas belajar terkait dengan
permasalahnnya.
Pendidik mendorong peserta didik
untuk mendapatkan informasi yang
tepat, melaksanakan eksperimen, dan
mencari penjelasan dan solusi.
Pendidik membantu peserta didik
dalam merencanakan dan menyiapkan
artefak-artefak yang tepat, seperti
laporan, rekaman video, dan modelmodel serta membantu mereka untuk
menyampaikannya kepada orang lain.

Pendidik membantu peserta didik
Tahap 5
Menganalisis dan mengevaluasi melakukan
refleksi
terhadap
proses mengatasi masalah
investigasinya dan proses-proses yang
mereka gunakan.

Tahapan-tahapan Problem Based Learning

ini yang dilaksanakan secara

sistematis berpotensi dapat mengembangkan kemampuan peserta didik dalam
menyelesaikan masalah dan sekaligus dapat menguasai pengetahuan yang
sesuai dengan kompetensi dasar tertentu.

13

Menurut

Daryono:2014

(dalam

buku

Daryono

2014.

Pendekatan

Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013. )

a. Keuntungan dalam penerapan Problem Based Learning
1. Pendekatan student center
2. Siswa lebih senang dan merasa puas
3. Siswa lebih memahami materi
4. Mengembangkan keterampilan untuk belajar seumur hidup

b. Resiko dalam menggunakan Model Problem Based Learning
1. Pengetahuan awal yang dimiliki belum tentu mempersiapkan belajar
mereka dengan baik
2. Waktu lebih panjang
3. Keamanan rendah
4. Melakukan dinamika kelompok
5. Pencapaian isi pembelajaran bisa rendah

c. Stategi Model Problem Based Learning
1. Permasalahan sebagai kajian.
2. Permasalahan sebagai penjajakan pemahaman.
3. Permasalahan sebagai contoh.
4. Permasalahan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari proses.
5. Permasalahan sebagai stimulus aktivitas autentik.

14

d. Peran
Peran Guru, peserta didik dan Masalah dalam Pembelajan Berbasis Masalah
(PBM) atau Problem Based Learning sebagai berikut:

a. Peran Guru sebagai Pelatih
1. Asking about thinking (bertanya tentang pemikiran).
2. Memotori pembelajaran.
3. Probbing (menantang peserta didik untuk berfikir)
4. Menjaga agar peserta didik terlibat.
5. Mengatur dinamika kelompok.
6. Menjaga berlangsungnya peserta didik.

b. Peran Peserta Didik sebagai Problem Solver
1. Peserta yang aktif
2. Terlibat langsung dalam pembelajaran
3. Membangun pembelajaran

c.

Peran Masalah sebagai Awal Tantangan dan Motivasi

1. Menarik untuk dipecahkan.
2. Menyediakan kebutuhan yang ada hubunganya dengan pembelajaran yang
dipelajari.

3. Pengertian Pengaruh

Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengertian kata pengaruh. Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi kedua (1997:747), kata pengaruh, yakni

15

“daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut
membentuk watak kepercayaan dan perbuatan seseorang”.
Pengaruh adalah “daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda)
yang ikut membentuk watak kepercayaan dan perbuatan seseorang”
(Depdikbud, 2001:845).

Bila ditinjau dari pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh
adalah sebagai suatu daya yang ada atau timbul dari suatu hal yang memiliki
akibat atau hasil dan dampak yang ada.

4. Pembelajaran Geografi

Geografi merupakan ungkapan atau kata dari bahasa Inggris Geography yang
terdiri dari dua kata yaitu ;ge yang berarti bumi dan Graphy (yang dalam
bahasa yunani Graphein)yang berarti pencitraan, pelukisan atau deskripsi.
Menurut Ferdinan Von Richthofen (1883) dalam buku Sumadi
(2010:18), bahwa: perkembangan pemikiran dan kajian Geografi ialah
orang yang pertama kali membatasi pengertian Geografi yang hanya
pada permukaan bumi (geosfer). Merumuskan definisi Geografi sebagai
ilmu yang mempelajari gejala dan sifat-sifat permukaan bumi dan
penduduk, disusun menurut letaknya, dan menerapkan tentang
terdapatnya gejala-gejala dan sifat - sifat tersebut secara bersama maupun
tentang hubungan timbang baliknya.
Menurut Armin K.Lobeck (1939) dalam

buku Sumadi (2010:18),

Mengemukakan. Perkembangan Pemikiran dan Kajian Geografi definisi
;Geography study of the relationship existing between life and the physical
enviroment (geografi sebagai ilmu yang mempelajari hubungan yang ada
antara kehidupan dengan lingkungan fisiknya ).

16

Geografi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan kausal gejala-gejala
di muka bumi dan peristiwa-peristiwa yang terjadi didalamnya. Baik fisik
maupun yang menyangkut mahluk hidup beserta permasalahnya melalui
pendekatan keruangan, ekologi dan regional untuk kepentingan program,
proses dan keberhasilan pembangunan (Bintarto R dan Surastopo
Hadisumarno:1977: 9).

5. Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak
mengajar. Dari sisi siswa, tindakan mengajar diakhiri dengan proses evaluasi
hasil belajar. Dalam kamus bahasa indonesia,”hasil adalah sesuatu yang
didapat dari jerih payah”. Seseorang dikatakan berhasil apabila ia melakukan
sesuatu, dan ia mendapatkannya secara puas. Siswa dikatakan berhasil apa
bila ia memperoleh prestasi yang bagus disekolahanya, tentu prestasi tersebut
diperoleh dengan belajar.

Menurut Nana Sudjana (2005:3) hakikat hasil belajar adalah perubahan
tingkah laku individu yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan
psikomotorik. Menurut Nana Sudjana (1989:38-40) hasil belajar yang dicapai
siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yakni faktor dari dalam diri siswa itu
dan faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan.

Hasil belajar merupakan segala upaya yang menyangkut aktivitas otak (proses
berfikir) terutama dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Proses

17

berfikir ini ada enam jenjang, mulai dari yang terendah sampai dengan
jenjang tertinggi (Suharsimi Arikunto, 2010:114-115).

Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah nilai yang
menunjukan hasil yang telah dicapai seseorang setelah mengikuti proses
pembelajaran dalam kurun waktu tertentu baik berupa angka-angka yang
didapat setelah kegiatan belajar mengajar dalam bentuk nilai (angka) yang
diperoleh dari hasil evaluasi siswa, maupun yang berbentuk perubahan sikap
dan keterampilan yang ada pada siswa.

B. Kerangka Pikir

Kerangka pikir dalam penelitian ini adalah Model Pembelajaran Problem
Based Learning ini bertujuan agar siswa memiliki hasil belajar yang lebih
bagus, karena siswa melaksanakannya pelatihan proses Model Pembelajaran
Problem Based Learning berlangsung. Siswa juga dilatih untuk memecahkan
suatu masalah pembelajaran Geografi dalam dunia nyata dan berfikir kritis
alam suatu masalah. Tidak hanya di dalam sekolah saja pemecahan masalah
ini di lakukan, tetapi juga di lakukan di luar sekolah.
Penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu:
a. Variabel Bebas (X)

: pemberian Model Problem Based Learning

b. Variabel Terikat (Y) : hasil belajar Geografi
Maka kerangka pikir, dapat diilustrasikan dalam diagram di bawah ini
pemberian Model
Problem Based
Learning (x)

Hasil belajar
(Y)

Gambar 1. Hubungan Antar Variabel Penelitian

18

C. Hipotesis

Menurut Suharsimi Arikunto (2010:110) yang dimaksud dengan hipotesis
adalah rumusan jawaban sementara yang harus diuji dengan kegiatan
penelitian. Hipotesis dalam permasalahan yang ada yaitu: Ada Pengaruh
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil
Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X SMA Negeri 7 Bandar
Lampung Tahun Pelajaran 2014/2015.

✁9

III METODE PENELITIAN

A.

Metode Penelitian dan Prosedur Penelitian

1. Metode Penelitian
Metode penelitian ini yang digunakan adalah penelitian eksperimen.
Wiersma (1991: 99) dalam Emzir (2014: 63) mendefinisikan eksperimen
sebagai situasi penelitian yang sekurang-kurangnya satu variabel bebas,
yang disebut sebagai variabel eksperimental, sengaja dimanipulasi oleh
peneliti.
2. Prosedur Penelitian
Prosedur dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Peneliti membuat surat izin penelitian pendahuluan (observasi) ke
sekolah.
b. Mengadakan observasi ke sekolah tempat diadakan penelitia.
c. Menentukan kelas kontrol dan eksperimen secara acak (Random
Assigment).
d. Peneliti memberikan perlakuan yang berbeda antara kelompok
eksperimen dan kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen diberi
perlakuan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan
kelas kontrol diberi perlakuan dengan tanpa menggunakan Model
Problem Based Learning (PBL).

✂✄

e. Membuat RPP sesuai dengan pokok materi yang akan diteliti.
f. Mengumpulkan soal prestest-posttest yang merupakan hasil yang
dihasilkan.
3. Tahap Penelitian
Untuk tahap penelitian ini adalah dibaginya dua kelompok untuk kelas X
IIS dimana satu kelas Eksperimen (32 siswa) dan kelas Kontrol (32
siswa) dalam pembelajaran Geografi.

B. Desain Penelitian

Desain penelitian yang dilakukan merupakan desain Eksperimental Semu
(Quasi Experimental). Dalam desain ini, baik kelompok eksperimen
maupun kelompok kontrol dibandingkan, kendati kelompok tersebut
dipilih dan ditempatkan tanpa melalui randomisasi. Desain ini mirip
dengan desain kelompok kontrol prêt tes post tes hanya tidak melibatkan
penempatan subjek ke dalam kelompok secara random. Dua kelompok
yang ada diberi prêt tes, kemudian diberikan perlakuan, dan terakhir
diberikan post tes (Emzir, 2014: 102).

Perlakuan yang diberikan adalah model pembelajaran Problem Based
Learning pendekatan peta pikiran pada kelas eksperimen.

☎✆

Garis besar pelaksanaan penelitian digambarkan dalam Tabel 2 di bawah
ini:
Tabel 2. Desain Penelitian Eksperimental Semu
Kelompok
Pretest
Perlakuan
Posttest
Kelas
O1
X2
O2
Eksperimen
Kelas Kontrol
O3
X3
O4
Sumber : Emzir. 2014. Metodologi Penelitian Pendidikan. PT.
RajaGrafindo Persada Jakarta.
Keterangan:
O1 : Pret test kelas eksperimen
O2 : Post test kelas eksperimen
O3 : Pret test kelas kontrol
O4 : Post test kelas kontrol
X1: Perlakuan di kelas eksperimen
X2: Perlakuan di kelas kontrol, (Emzir, 2014: 97) .

C. Waktu dan Tempat Penelitian

1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan dilaksanakan di SMA Negeri 7 Bandar Lampung.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2015 selama 3 minggu
berturut turut pada hari kamis pukul 08:45 – 10:15 WIB untuk kelas X2
dan pukul 10:45 – 12:15 WIB untuk kelas X3. Pembelajarn dilaksanakan
selama 90 menit atau dua jam pelajaran untuk setiap pertemuan. Jadwal
dan bahasa pokok pelaksanaan penelitian dapat dilihat pada Tabel 3.

✝✝

Tabel 3. Jadwal dan Pokok Bahasan Pelaksanaan Penelitian.
Kelas

Tanggal
19 Maret 2015

Pertemuan
1

26 Maret 2015

2

9 Maret 3015

3

19 Maret 2015

1

26 Maret 2015

2

9 Maret 3015

3

X2

X3

Pokok Bahasan
Lapisan Atmosfer
Cuaca dan Iklim
Klasifikasi Iklim dan
Pola Cuaca Hujan di
Indonesia
Pengaruh Cuaca dan
Iklim
Terhadap
Kehidupan.
Lapisan
Atmosfer
Cuaca dan Iklim
Klasifikasi Iklim dan
Pola Cuaca Hujan di
Indonesia
Pengaruh Cuaca dan
Iklim
Terhadap
Kehidupan.

Sumber : Penelitian tahun 2015
Proses belajar mengajar dilaksanakan pada pokok bahasan Atmosfer
dangan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
pada kelas X2 dan metode pembelajaran ceramah pada kelas X3 .

D. Variabel Penelitian

Variabel adalah konsep yang mempunyai variasi nilai (misalnya, variabel
model kerja, keuntungan, biaya promosi, volume penjualan, tingkat
pendidikan manajer).
1. Variabel Bebas
Variabel bebas yaitu variabel yang mempengaruhi atau disebut X dalam
penelitian ini variabel bebas adalah pengaruh penerapan Model Problem
Based Learning .

✞✟

2. Variabel terikat
Variabel terikat yaitu variabel yang mempengaruhi atau yang disebut
dengan Y dalam hal ini variabel terikatnya adalah Hasil Belajar.

E. Definisi Operasional Variabel

Untuk menghindari kesalah pahaman dalam menafsirkan variabel yang
akan diteliti, maka kiranya perlu ada batasan atau definisi operasional
tentang variabel yang akan penulis teliti.

Definisi operasional adalah suatu definisi yang diberikan pada suatu
variabel dengan cara memberikan arti menafsirkan kegiatan untuk
mengukur variabel tertentu. Definisi operasional dalam penelitian ini
sebagai berikut:
1. Pemberian Model Problem Based Learning
Pemberian Model Pembelajaran Problem Based Learning di sini adalah
siswa di tuntut aktif dan untuk berfikir kritis di dalam Kurikulum 2013
sudah

diterapkan

di

sekolah-sekolah.

Guru

yang

menyediakan

permasalahan dalam dunia nyata lalu siswa berfikir bagaimana pendapat
siswa setelah melihat permasalahan yang ada. Siswa menyelesaiakan
permasalahan yang ada, guru meluruskan jawaban siswa jika ada yang
kurang tepat.

✠✡

2. Hasil Belajar
Hasil belajar secara umum adalah kemampuan siswa dalam mengenai
materi pembelajaran setelah siswa melakukan proses pembelajaran di
kelas. Hasil yang di maksud di sini adalah hasil nilai siswa yang dicapai
dalam mata pelajaran Geografi setelah melakukan proses pembelajaran di
kelas melalui tes instrumen dengan kriteria ketuntasan sebagai berikut:
Tabel 4. Kriteria Ketuntasan Minimum SMA Negeri 7 Bandar
Lampung Tahun Pelajaran 2014/2015
Kriteria Ketuntasan Minimum
Keterangan
≥ 75
Tuntas
< 75
Tidak Tuntas
Sumber : Data SMA Negeri 7 Bandar lampung Tahun pelajaran
2014/2015

Akan dilakukan tes diberikan kepada siswa untuk kelas eksperimen
menggunakan Model pembelajaran Problem Based Learning, dan akan
diberikan instrumen tes 20 soal yang terdiri dari pilihan ganda untuk
setiap masing-masing siswa kelas X IIS 2 atau kelas eksperimen. Pilihan
ganda akan diberi skor atau bobot nilai untuk setiap soal diberi nilai 5
maka siswa yang menjawab benar seluruhnya akan mendapatkan nilai
100, sedangkan untuk siswa yang tidak menjawab atau 0 (nol). Maka
nilai siswa akan sekitar 0-100.

☛☞

F. Teknik Pengumpulan Data
1. Dokumentasi
Teknik dokumentasi digunakan peneliti ini untuk hasil belajar siswa pada
mata pelajaran geografi. Siswa kelas X SMA Negeri 7 Bandar Lampung
tahun pelajaran 2014/2015, profil sekolah dan peta kecamatan.
2. Tes
Suharsimi (2010:53)”Tes merupakan alat atau prosedur yang digunakan
untuk mengetahui atau mengukur suatu dalam suasana, dengan cara dan
aturan-aturan yang sudah ditentukan.” Dapat diartikan tes adalah
sederetan pernyataan atau latihan dan alat lain yang digunakan untuk
mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, serta kemampuan atau
bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.

Tes ialah sepekat rangsangan (stimuli) yang diberikan kepada seseorang
dengan maksud untuk mendapatkan jawaban yang dapat dijadikan dasar
bagi penetapan skor angka. Tes juga merupakan prosedur sistematik di
mana individual yang dites direpresentasikan dengan suatu set stimulasi
jawaban mereka yang dapat menunjukan ke dalam angka. Tes yang
dilakukan penelitian di SMA Negeri 7 Bandar Lampung yang bentuk tes
nya adalah tes formatif berbentuk pilihan jamak. Jumlah soal ada 20
pilihan jamak dengan 5 pilihan.

✌6

G. Uji Persyaratan Instrumen

1. Uji Validitas
Menurut Suharsimi Arikunto (2010:168) validitas adalah suatu ukuran
yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu
instrumen. Dalam mengukur validitas, perhatian ditunjukan pada isi dan
kegunaan instrumen.

Validitas tes adalah suatu alat ukur yang dikatakan valid analisis faktor,
yaitu dengan mengkorelasikan antara skor item instrumen dengan rumus
korelasi apabila dapat mengukur atau apa yang sebenarnya diukur.
Setelah data didapat dan ditabulasi maka pengujian validitas konstruksi
(Construct) dilakukan dengan product moment adalah :
rX.Y =

∑ .
{ ∑

(

(∑ )(∑ )
) }{

(

) }

keterangan :
rx.y

: Koefesien korelasi

n

: Jumlah sampel

X

: Skor variabel X

Y

: Skor variabel Y

∑X

: Jumlah skor variabel X

∑Y

: Jumlah skor variabel Y

∑X2

: jumlah kuadrat skor variabel X

∑Y2

: jumlah kuadrat skor variabel Y

27

Untuk menentukan valid atau tidaknya suatu item soal dilihat dari harga
kolerasi. Batas harga korelasi soal yang dianggap valid adalah 0,30.
Menurut pendapat Sugiyono (2010) bila harga korelasi di bawah 0,30
maka dapat disimpulkan bahwa butir instrument tersebut tidak valid,
sehingga harus diperbaiki atau dibuang.

Dari hasil analisis didapat nilai korelasi antara skor item dengan skor
total. Nilai ini kemudian kita bandingkan dengan nilai r tabel, r tabel
dicari pada signifikansi 0,05 dengan uji 2 sisi dan jumlah data (n) = 32,
maka didapat r tabel sebesar 0,349.

Berdasarkan hasil analisis di dapat nilai korelasi untuk item 7, 17, 18, 19
dan 20 nilai kurang dari 0,349. Karena koefisien korelasi pada item 7, 17,
18, 19 dan 20 nilainya kurang dari 0, 349 maka dapat disimpulkan bahwa
item-item tersebut tidak berkorelasi signifikan dengan skor total
(dinyatakan tidak valid) sehingga harus dikeluarkan atau diperbaiki.
Sedang

Dokumen yang terkait

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI 3 TEMPURAN LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 5 146

PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENUMBUHKAN SIKAP KEBANGSAAN PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SISWA KELAS X SMA NEGERI 9 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013

1 32 77

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IPS SMA NEGERI 6 BANDAR LAMPUNG TAHUN AJARAN 2014/2015

0 6 71

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 MERAPI BARAT KECAMATAN MERAPI BARAT KABUPATEN LAHAT SUMATERA SELATAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

1 6 72

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA IT MIFTAHUL JANNAH BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015

2 8 90

PENGARUH PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL)TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X SMA NEGERI 7 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015

0 8 58

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 BANJARREJO BATANGHARI LAMPUNG TIMUR TAHUN PELAJARAN 2014/2015

0 24 52

STUDI PERBANDINGAN SIKAP SOSIAL SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERTAIF TIPE PROBLEM BASED LEARNING DAN PROJECT BASED LEARNING PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS X SMA NEGERI 1 GADINGREJO TAHUN PELAJARAN 2014/2015

1 5 92

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS X SEMESTER GENAP SMA NEGERI 2 GADING REJO TAHUN PELAJARAN 20152016

1 0 9

View of PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PEMASARAN ONLINE PADA SISWA KELAS X PEMASARAN SMK BINA BANGSA SEDONG TAHUN PELAJARAN 2016/2017

0 0 11

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

98 2989 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 763 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

34 657 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 428 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 585 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 979 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 895 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 545 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 801 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

33 969 23