Perubahan Fisiologis Masa Postpartum

jahitan bekas robekan atau episiotomi, yaitu sayatan untuk memperluas pengeluaran bayi. Perhatikan tanda-tanda infeksi pada luka episiotomi seperti nyeri, merah, panas bengkak, atau keluar cairan tidak lazim.

4. Perubahan dalam Sistem Kardiovaskuler

Pada kehamilan terjadi peningkatan sirkulasi volume darah yang mencapai 50. nilai kadar darah seharusnya kembali ke keadaan sebelum hamil pada akhir periode pascapersalinan dengan kehamilan bisa berlanjut selama masa post partum. Kadar hemoglobin dan hemotokrit akan kembali kekeadaan sebelum melahirkan atau ke konsentrasi normal dalam 2 sampai 6 minggu.

5. Perubahan dalam Sistem Kemih

Wanita yang pascapersalinan mengalami suatu peningkatan kapasitas kandung kemih, pembengkakan dan trauma jaringan sekitar uretra yang terjadi selama proses melahirkan. Dinding kemih dapat mengalami hiperemesis dan edema yang disertai dengan hemorhagi pada daerah kecil. Tonus kandung kemih biasanya akan kembali dalam waktu 5 sampai 7 hari setelah melahirkan.

6. Perubahan dalam Sistem Endokrin

Selama kehamilan, payudara disiapkan untuk laktasi,hormon esterogen dan progesteron kolostrum, cairan payudara yang keluar sebelum produksi susu terjadi pada trimester III dan minggu pertama postpartum. Waktu yang dibutuhkan hormon- hormon ini untuk kembali ke kadar sebelum hamil sebagian besar ditentukan oleh apakah ibu menyusui atau tidak menyusui.

7. Perubahan Sistem Gastrointestinal

Penggunaan tenaga pada kala pertama persalinan, menurunkan tonus otot-otot abdomen yang juga merupakan faktor predisposisi terjadinya konstipasi pada ibu post partum. Fungsi usus besar akan kembali normal pada akhir minggu pertama dimana nafsu makan mulai bertambah dan rasa tidak nyaman pada perineum sudah menurun. Usus besar cenderung tidak lancar setelah melahirkan karena masih adanya efek progesterone yang tertinggal dan penurunan tonus otot abdomen.

8. Perubahan Sistem Muskulosketal

Perubahan sistem muskulosketel pada ibu selama masa post partum berlangsung terbalik dengan selama masa kehamilannya. Perubahan ini meliputi hal-hal yang dapat membantu relaksasi dan hipermobilitas sendi serta perubahan pusat berat badan ibu akibat pembesaran rahim. Untuk menstabilkan sendi dengan lengkap diperlukan waktu sampai minggu ke-8 setelah ibu melahirkan.

C. Vulva Hygiene 1. Pengertian Vulva Hygiene

Vulva hygiene adalah merupakan tindakan membersihkan daerah kewanitaan yaitu, bagian vulva dan daerah sekitarnya, yang mana adalah untuk pemenuhan kebutuhan yang bertujuan untuk menyehatkan daerah antara paha yang dibatasi oleh vulva dan anus pada ibu yang dalam masa antara kelahiran plasenta sampai dengan kembalinya organ generik seperti pada waktu sebelum hamil. Pada masa postpartum, seorang ibu sangat rentan terhadap terjadinya infeksi. Oleh karena itu, kebersihan diri sangat penting untuk mencegah terjadinya infeksi, anjurkan ibu untuk menjaga kebersihan tubuh, pakaian, tempat tidur, dan lingkungannya. Sering melakukan vulva hygiene akan meningkatkan kenyamanan dan mencegah infeksi. Tindakan yang paling sering dilakukan adalah menggunakan air hangat yang dialirkan dapat ditambah larutan anti septik atas vulva setelah berkemih atau defikasi, hindari penyemprotan langsung, ajarkan ibu untuk membersihkan sendiri. Pasien atau ibu yang harus istirahat ditempat tidur misalnya ibu postseksio sesaria harus dibantu dalam mandi setiap hari dan mencuci daerah perineum nya dua kali sehari dan setiap eliminasi. Setelah ibu mampu sendiri biasanya daerah perineum dicuci sendiri. Penggantian pembalut hendaknya sering dilakukan, setidaknya setelah membersihkan perineum atau setelah berkemih atau defikasi. Sebelum dan sesudah dan sesudah membersihkan genitalia, ia harus mencuci tangan sampai bersih. Pada waktu mencuci luka episiotomi, ia harus mencucinya dari arah depan ke belakang, dan mencuci daerah anusnya yang terakhir. Ibu harus mengganti pembalut sedikitnya dua kali sehari Alat kelamin wanita ada 2, yaitu alat kelamin luar dan dalam. Vulva adalah alat kelamin luar wanita yang terdiri dari berbagai bagian, yaitu kommissura anterior, kommissura interior, labia mayora, labia minora, klitoris, prepusium klitoris, orifisium uretra, orifisium vagina, perineum anterior, dan perineum posterior

2. Manfaat Vulva Hygiene

Alat reproduksi merupakan salah satu organ tubuh yang sensitif dan memerlukan perawatan khusus. Pengetahuan dan perawatan yang baik merupakan