PROSES PEMBENTUKAN TATA SURYA
pertahun. Dalam sejarah perkembangan planet Bumi, Laurasia merupakan cikal bakal benua- benua yang saat ini letaknya di sebelah utara ekuator belahan Bumi utara, meliputi Eurasia,
Amerika Utara, dan pulaupulau kecil di sekitarnya. Adapun Gondwana merupakan cikal bakal benua-benua di belahan Bumi selatan, meliputi Amerika Selatan, Afrika, Sub Benua India,
Australia, dan Antartika.
Berikut rincian Proses Pembentukan Bumi :
1. Teori Apungan Benua
Continental Drift
Dikemukakan oleh Alfred Wegener1910. Wegener berpendapat bahwa 225 juta tahun yang lalu di Bumi hanya terdapat satu benua yaitu Pangea. Dengan adanya tenaga tektonik bumi, pangea
terpisah menjadi dua benua, Laurasia di utara dan Gondwana di selatan. Dua benua tersebut dipisahkan oleh suatu lautan besar yaitu Tethys. Kedua benua tersebut terus bergerak sehingga
membentuk benua-benua seperti sekarang. Teori apungan benua didukung oleh bukti sebagai berikut:
1. Pantai di bagian timur Amerika Selatan dan pantai barat Afrika terlihat memiliki potongan yang
cocok satu sama lain. 2.
Batuan yang terdapat di Amerika Selatan dan di Afrika memiliki jenis dan umur batuan yang sama.
3. Struktur batuan induk di tepi lautan Atlantik di Afrika, Amerika Utara, dan Eropa memiliki
potongan dengan bentuk yang cocok satu sama lain. 4.
Adanya garis kontur pantai Timur Benua Amerika Utara dan Amerika Selatan dengan garis kontur pantai barat Eropa dan Afrika.
5. Daratan Greenland menjauhi Eropa.
6. Kepulauan Madagaskar menjauhi Afrika.
7. Ada kegiatan seismik di Patahan San Andreas.
8. Samudera Atlantik semakin luas karena pergerakan Benua Amerika ke barat.
9. Batas Samudera Hindia semakin mendesak ke Utara.
10. Teori Lempeng Tektonik
Plate Tectonic
Muncul pada tahun 1960-an yang merupakan lanjutan dari teori apungan benua. Dalam teori ini dijelaskan bahwa permukaan bumi terbentuk oleh kerak benua dan kerak samudera serta lapisan
batuan teratas dari mantel bumi. Semua lapisan ini disebut lithosfer. Dibawah lapisan oini terdapat lapisan batuan cair yang disebut astenosfer. Suhu dan tekanan astenosfer sangat tinggi
sehingga batuan pada lapisan ini dapat bergerak seperti cairan. Pergerakan astenosfer ini mengakibatkan lapisan diatasnya, lithosfer, ikut bergerak. Adanya pergerakan-pergerakan
lithosfer ini mengakibatkan terbentuknya permukaan bumi seperti sekarang.