BAB 11 Inderaja dan SIG
Definisi Penginderaan Jauh
Di beberapa negara, penginderaan jauh disebut dengan istilah yang berbeda. Di Inggris dikenal dengan remote sensing, di Prancis disebut teledetection, sensariamento remota di Spanyol, di Jerman dikenal
sebagai fernerkundung. 1 Lillesand dan Kiefer
Penginderaan jauh adalah ilmu atau seni untuk memperoleh informasi tentang objek, daerah, atau gejala, dengan jalan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat, tanpa kontak langsung dengan
objek, daerah, atau gejala yang akan dikaji. 2. Lindgreen
Penginderaan jauh merupakan teknik yang dikembangkan untuk memperoleh dan menganalisis informasi tentang Bumi. Informasi tersebut berbentuk radiasi yang dipantulkan atau dipancarkan objek di
permukaan Bumi. Kesimpulan
Penginderaan jauh merupakan suatu sistem yang terdiri atas serangkaian komponen-komponen. Serangkaian komponen dalam penginderaan jauh terdiri atas tenaga, objek, proses interaksi antara tenaga
dan atmosfer, interaksi antara tenaga dan objek, proses perekaman, keluaran data penginderaan jauh, dan pengguna data. Semua komponen tersebut dibagi menjadi dua subsistem dalam penginderaan jauh.
Subsistem Perolehan Data
a. Tenaga Tenaga yang digunakan dalam sistem penginderaan jauh yaitu tenaga elektromagnetik yang berasal dari
sinar matahari, sinar bulan, maupun sinar buatan apabila pemotretan dilakukan pada malam hari. Berdasarkan tenaga yang digunakan sistem penginderaan jauh dibedakan menjadi:
1 sistem pasif: tenaga matahari 2 sistem aktif: tenaga buatan lampu xenon dsb
b. Proses Proses di dalam subsistem perolehan data meliputi:
1 Interaksi antara tenaga matahari yang dipancarkan ke segala arah Sebagian mengarah ke Bumi dengan cara radiasi. Radiasi memasuki atmosfer dan berinteraksi dengan
atmosfer dalam bentuk serapan, pantulan, transmisi, dan hamburan oleh zat atau benda di atmosfer. Hanya sebagian kecil saja yang dapat menembus atmosfer dan mencapai Bumi, bagian ini disebut jendela
atmosfer. Dalam penginderaan jauh kondisi atmosfer sangat berpengaruh terhadap proses perekaman. Salah satunya adalah kondisi keawanan.
Penginderaan cuaca terutama untuk mengukur suhu atmosfer dan mengetahui kandungan gas tertentu, justru digunakan saluran di luar jendela atmosfer. Selain itu, jumlah tenaga matahari yang sampai ke
Bumi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti waktu, lokasi, dan kondisi cuaca. Banyak sedikitnya
energi matahari dipengaruhi oleh waktu. Pada siang hari energi yang diterima Bumi lebih banyak dibandingkan pada sore hari. Pada lokasi lintang 0° atau khatulistiwa jumlah energi yang diterima lebih
banyak daripada di daerah lintang tinggi. Faktor cuaca seperti keawanan akan menjadi hambatan sampainya energi matahari ke muka Bumi.
2 Tenaga radiasi mengenai benda-benda di Bumi Tiap benda objek mempunyai karakteristik tersendiri di dalam interaksinya dengan tenaga. Karakteristik
yang penting di dalam hal ini adalah berkaitan dengan pantulannya, karena yang direkam sensor adalah tenaga pantulan. Sensor merupakan alat perekam tenaga pancaran objek di permukaan Bumi. Sensor yang
biasa digunakan dalam penginderaan jauh berupa kamera fotografi, kamera vidicon, dan penyiam scanner.
c. Perekaman Perekaman objek di dalam penginderaan jauh dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1 sensor kamera yang merekam data pada film data visual atau analog menghasilkan foto udara. 2 sensor dengan sistem scaning menghasilkan citra satelit citra.
Sensor- sensor tersebut dipasang pada wahana seperti pesawat terbang, helikopter, roket, satelit, balon udara, dan lain sebagainya.
d. Keluaran Keluaran subsistem perolehan data di dalam penginderaan jauh adalah data penginderaan jauh.
Sesuai dengan cara perekamannya maka data penginderaan jauh dapat dibedakan menjadi: 1 Data digital terekam dalam bentuk angka yang menunjukkan nilai kecerahan tingkat keabuan. Angka
tersebut menunjukkan nilai kecerahan bagi tiap sel kecil yang disebut pixel ukuran terkecil objek yang dapat direkam oleh suatu sistem sensor.
2 Data analog merupakan data yang direkam dalam bentuk gambar. Data ini juga sering disebut data visual.
Baik data digital maupun data analog dibedakan atas data satu dimensional berupa garis atau grafik serta data visual dua dimensional citra penginderaan jauh, berupa foto udara dan citra.
Subsistem Penggunaan Data
a. Masukan Data Data penginderaan jauh berupa foto udara maupun citra baik dalam bentuk analog maupun digital,
merupakan masukan bagi subsistem penggunaan data. b. Proses
Proses pengolahan data berupa analisis dan sintesis data. Analisis data penginderaan jauh berarti mengenali apa yang terekam dalam data digital maupun data analog, serta menilai arti penting masing-
masing sesuai tujuan terkait. c. Keluaran
Keluaran dari sistem penginderaan jauh adalah informasi hasil perekaman. Hasil-hasil perekaman tersebut dapat disajikan dalam bentuk tabel, grafik, hard copy, maupun soft copy, serta dalam bentuk deskripsi.
Berbagai bentuk data yang dihasilkan oleh sistem penginderaan jauh. 1. Data hard copy : data penginderaan jauh yang telah dicetak dalam suatu bidang cetak. Data ini banyak
digunakan untuk analisis data secara manual. 2. Data soft copy : data hasil perekaman objek di permukaan Bumi yang belum tercetak. Data ini biasanya
tersimpan dalam komputer, disket, maupun compact disk CD. Data ini sering digunakan untuk analisis data digital.
3. Data penginderaan jauh : dapat berupa grafik yang menggambarkan nilai pancaran maupun pantulan tiap objek di permukaan Bumi yang terekam.
4. Data pixel : nilai yang dimiliki oleh tiap objek sering ditampilkan dalam bentuk tabel. Nilai pixel ini mewakili jenis dan kondisi objek pada waktu perekaman.
Citra Penginderaan Jauh
1 Citra foto kemudian disebut foto udara merekam dengan kamera, perekamannya secara serentak untuk satu lembar foto udara dan menggunakan tenaga tampak atau perluasannya ultraviolet atau
inframerah dekat. 2 Citra nonfoto merekam dengan sensor lain selain kamera sensor yang mendasarkan atas penyiaman
atau scaning. Perekamannya bagian demi bagian dan dapat menggunakan bagian mana pun dari seluruh jendela atmosfer, bahkan dapat menggunakan pita serapan di dalam penginderaan jauh.
Foto Udara
Foto udara diperoleh melalui pemotretan menggunakan sensor kamera yang dipasang pada wahana terbang, seperti pesawat terbang, helikopter, dan sebagainya. Pada saat wahana yang digunakan
beroperasi, pemotretan dilakukan. Pemotretan tersebut seperti layaknya burung yang terbang dan melihat kenampakan permukaan Bumi secara tiga dimensional. Dengan menggunakan foto udara kita bisa
mengenali kenampakan dan gejala-gejala yang ada di muka Bumi. a. Bagian-Bagian Foto Udara
Keterangan tepi pada foto udara terdiri atas: 1. Tanda Fidusial
Pada tiap foto udara umumnya diberi empat atau delapan tanda fidusial. Tanda ini terletak pada sudut foto atau pada bagian tengah foto. Apabila terletak pada sudut foto, pada umumnya berupa garis silang yang
mengarah ke sudut lain di hadapannya. Apabila terletak pada bagian tengah tepi foto, pada umumnya berupa setengah anak panah. Kegunaan dari tanda ini adalah untuk menentukan titik prinsipiil foto, yaitu
dengan cara menarik garis dari dua tanda fidusial yang berhadapan. Titik potong dari dua garis ini merupakan titik prinsipiil foto. Titik prinsipiil ini berguna untuk mencari daerah tampalan tumpang
tindih pada foto udara selanjutnya. 2. Nomor Seri
Nomor seri yang lengkap umumnya terdiri atas nomor registrasi, nama daerah yang dipotret, tanggal pemotretan, nomor jalur terbang, dan nomor foto. Nomor registrasi diperlukan untuk pengarsipan dan
pencarian kembali apabila ada yang memerlukan. Tanggal pemotretan menunjukkan kondisi lapangan pada saat pemotretan, seperti kondisi musim. Selain itu, juga menjadi petunjuk apabila akan
menggunakan foto udara multitemporal. Nomor jalur terbang selain diperlukan dalam penyimpanan foto, juga diperlukan dalam penyusunan mozaik dan mencari pasangan foto udara yang bertampalan untuk
analisis secara stereoskopik. 3. Tanda Tepi
Tanda tepi terletak pada salah satu sisi foto, pada kanan atau kiri foto. Pada umumnya tanda tepi terdiri atas empat buah komponen, yaitu:
a Altimeter Digunakan untuk menentukan tinggi pesawat terbang di atas permukaan laut pada saat pemotretan.
Ketinggian dinyatakan dengan kaki dan meter. Untuk mengetahui tinggi terbang, tinggi berdasarkan altimeter ini harus dikurangi terlebih dahulu dengan tinggi daerah rata-rata.
Contoh: ketinggian altimeter terbaca = 9.231 m
tinggi daerah yang dipotret dapat dilihat pada peta = 192 m maka tinggi terbang = 9.231 m
– 192 m = 9.039 m b Panjang Fokus
Panjang fokus ini menunjukkan panjang fokus kamera dan nomor seri kamera yang digunakan. c Jam
Jam pemotretan ini sangat membantu untuk mengetahui orientasi atau arah utara pada foto, serta tinggi relatif objek berdasarkan arah bayangan dan panjang bayangan.
d Level Tanda level untuk mengetahui apakah foto udara benar-benar vertikal atau tidak.
b. Macam Foto Udara 1 Berdasarkan sumbu kamera