milyaran derajat hingga jutaan derajat. Pada temperatur sekitar 60 juta derajat semua neutron berubah menjadi proton dan elektron. Bersamaan temperatur yang menurun, terbentuklah semua
unsur yang ada di alam sekarang ini. Pada suhu sekitar 300 derajat, semua unsur berubah menjadi gas yang menjadi awal dari sebuah galaksi.
3. Teori Berayun
Menurut teori ini semua materi saling menjauh dan berasal dari massa yang padat. Selanjutnya materi itu gerakannya melambat kemudian berhenti dan mulai mengerut lagi akibat gaya
gravitasi, lalu materi tersebut akan memadat dan meledak lagi. Dalam proses ini tidak ada materi yang rusak atau tercipta tetapi hanya berubah tatanan.
Selain teori-teori diatas, ada juga beberapa anggapan tentang jagat raya yaitu :
1. Anggapan Antroposentris
Antroposentris berasal dari
anthropos
= manusia dan
centrum
= pusat yang beranggapan bahwa manusia adalah pusat segalanya. Anggapan ini di mulai sejak manusia primitif. Pada waktu
manusia menyadari adanya bumi dan langit. Matahari, bulan, bintang dan bumi dianggap serupa dengan bangsa hewan, tumbuhan, dan dengan dirinya sendiri.
2. Anggapan Geosentris
Anggapan GeosentrisGeosentris berasal dari kata
geo
= bumi dan
centrum
= pusat yang beranggapan bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Anggapan ini dimulai lebih kurang abad
ke-6 sebelum masehi yang di dukung oleh beberapa ahli yaitu Socrates, Plato, Aristoteles, Tales, Anaximander, dan Phytagoras.
3. Anggapan Heliosentris
Heliosentris berasal dari kata
helios
= matahari dan
centrum
= pusat. Yang beranggapan bahwa pusat jagat raya adalah matahari. Ini berarti pergeseran pandangan yang menggantikan
kedudukan bumi sebagai akibat majunya alat penelitian dan sifat ilmuwan yang kritis. Ahli pendukung anggapan ini adalah Nicolaus Copernicus, Plotomeus, Bruno, Galileo, Johanes
Kepler, dan Isaac Newton.
D. TATA SURYA DAN JAGAD RAYA
Tata surya merupakan susunan benda langit yang terdiri dari sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang mengelilinginya, meliputi planet, komet, meteor, asteroid,
satelit, dan sebagainya. Tata surya hanyalah satu dari jutaan bintang yang tergabung dalam kelompok bintang yang disebut galaksi.
1. Planet
Merupakan anggota terpenting dalam tata surya. Planet artinya pengembara atau selalu bergerak, seolah-olah menjelajahi langit dari satu kelompok bintang ke kelompok bintang yang lain.
Cahaya planet bersumber dari pantulan cahaya Matahari yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Planet dapat dikelompokkan berdasarkan:
1. Jarak ke Matahari
1 Asteroid sebagai pembatas
1. a Planet dalam
Planet yang orbitnya di sebelah dalam lintasan asteroid yaitu Merkurius, Venus, Bumi dan Mars.
1. b Planet luar
Planet yang orbitnya di sebelah luar lintasan asteroid yaitu Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
2 Bumi sebagai pembatas 1 Planet Inferior
Planet yang orbitnya berada di dalam orbit Bumi, yaitu Merkurius dan Venus. 2 Planet Superior
Planet yang orbitnya berada di luar orbit Bumi yaitu Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
1. Komposisi bahan penyusun massa
1 Planet Terestrial Planet-planet yang komposisi penyusunnya adalah batuan. Terdiri dari Merkurius, Venus, Bumi,
dan Mars.
2 Planet Jovian Planet-planet yang berukuran besar, komposisinya adalah es dan hidrogen. Terdiri dari Jupiter,
Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Rotasi dan Revolusi Bumi
Rotasi Bumi adalah perputaran Bumi pada porosnya. Satu putaran memerlukan waktu 23 jam 56 menit dibulatkan 24 jam. Rotasi Bumi terjadi dari barat ke timur dengan kecepatan rotasi yang
tidak sama, di equator bergerak dngan cepat namun semakin ke kutub semakin lambat. Rotasi Bumi menyebabkan:
1. Pergantian siang dan malam
2. Peredaran semu benda-benda langit
3. Perbedaab waktu
4. Bentuk Bumi agak tumpul pepat Bumi
5. Penyimpangan arah angin.
Revolusi Bumi
adalah peredaran Bumi mengelilingi Matahari yang memerlukan waktu selama satu tahun 365 13 hari. Sesuai dengan hukum Kepler, lintasan peredaran Bumi mengelilingi
Matahari berbentuk elips dan bidang lintasannya dinamakan ekliptika. Para ilmuwan telah membuktikan bahwa Bumi melakukan revolusi dengan kecepatan cahaya dan paralaks bintang.
Gejala alam akibat revolusi:
1. Pergantian musim
2. Peredaran semu tahunan Matahari
3. Paralaks bintang
4. Perbedaan panjang siang dan malam.
5. Galaksi
Galaksi adalah sistem perbintangan yang sangat besar, terdiri dari bintang-bintang dan materi antar bintang. Biasanya galaksi terdiri dari milyaran bintang dengan massa antara beberapa juta
sampai beberapa triliun kali dari Matahari. Kita berada dalam galaksi Bimasakti atau Milky Way atau Jalur Susu
– karena galaksi Bimasakti terlihat putih dan seperti aliran susu. Berdiameter 100.000 tahun cahaya dan Matahari adalah salah satu dari sekitar 100 miliar bintang yang
terdapat di dalamnya.
Ciri-ciri galaksi:
1. Galaksi memiliki cahaya sendiri, bukan pantulan.
2. Galaksi-galaksi lain dapat terlihat berada di luar galaksi Bimasakti.
3. Jarak antar galaksi jutaan tahun cahaya.
4. Galaksi memiliki bentuk tertentu.
Bentuk Galaksi
Huble
mengklasifikasikan bentk galaksi dalam tiga bentuk utama, 1 Bentuk spiral
– Populasinya 80 dari seluruh galaksi – Memiliki struktur teratur
– Selubung bulat dan piringan dengan lengan spiral mengelilingi equator – Variasi galaksi spiral adalah spiral berbatang.
– Contoh: galaksi Bimasakti dan Andromeda. 2 Bentuk elips
– Tidak ada struktur – Warna merah dan oranye bintang tua
– Tak ada gas dan debu. – Contoh: galaksi Sculptor dan Fornaks.
3 Bentuk tak beraturan – Massa galaksi rendah dengan bindel bintang muda
– Saling berinteraksi atau menggabungkan – Contoh: galaksi Magellan Besar dan Magellan Kecil.
BAB 3 DINAMIKA LITOSFER DAN PEDOSFER
A. Dinamika Perubahan Litosfer