Pengaruh Belanja Daerah, Investasi, Pendapatan Per Kapita Dan Jumlah Penduduk Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota Se-Provinsi Sumatera Utara

1   
PENGARUH BELANJA DAERAH, INVESTASI, PENDAPATAN PER KAPITA DAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN/KOTA SE-PROVINSI SUMATERA UTARA
TESIS
Oleh KASIMAN BERUTU
087017104/Akt
EK O LA
CASARJA
SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2011
Universitas Sumatera Utara

S NA

H PAS

2   
PENGARUH BELANJA DAERAH, INVESTASI, PENDAPATAN PER KAPITA DAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN/KOTA SE-PROVINSI SUMATERA UTARA
TESIS
Sebagai salah satu syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Sains Dalam Program Studi Ilmu Akuntansi pada Sekolah Pascasarjana
Universitas Sumatera Utara
Oleh KASIMAN BERUTU
087017104/Akt
SEKOLAH PASCA SARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2011
Universitas Sumatera Utara

3   

Judul Tesis

: PENGARUH BELANJA DAERAH, INVESTASI,

PENDAPATAN PER KAPITA DAN JUMLAH

PENDUDUK TERHADAP PENDAPATAN ASLI

DAERAH KABUPATEN/KOTA

SE-PROVINSI

SUMATERA UTARA

Nama Mahasiswa : Kasiman Berutu

Nomor Pokok : 087017104

Program Studi : Ilmu Akuntansi

Menyetujui : Komisi Pembimbing,
Ketua

Anggota

(Prof. Erlina, SE., M.Si., Ph.D., Ak.)

(Drs. Rasdianto, MA.)

Ketua Program Studi,

Direktur,

(Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MBA, MAFIS, CPA)(Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang,
MSIE)
Universitas Sumatera Utara

 

Tanggal Lulus

: 08 Agustus 2011

Telah diuji pada

Tanggal 08 Agustus 2011



PANITIA PENGUJI TESIS

Ketua

: Prof. Erlina, SE., M.Si., Ph.D., Ak.

Anggota : 1. Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MBA, MAFIS, CPA.

2. Drs. Rasdianto, MA

Universitas Sumatera Utara

5   
3. Dr. Rina Bukit, SE., M.Si., Ak. 4. Dra. Tapi Anda Sari Lubis, M.Si. Ak.
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh simultan mapu parsial Belanja Daerah, Investasi, Pendapatan per Kapita Masyarakat dan Jumlah Penduduk terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara. Permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian adalah Apakah terdapat pengaruh secara simultan maupun secara parsial Belanja Daerah, Investasi Pendapatan per Kapita Masyarakat dan Jumlah Penduduk terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara? Hipotesis yang akan dibuktikan dalam penelitian ini : Terdapat pengaruh secara simultan maupun secara parsial Belanja Daerah, Investasi, Pendapatan per Kapita Masyarakat dan Jumlah Penduduk terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara. Populasi penelitian ini adalah kabupaten/kota dipropinsi Aceh dengan syarat pengambilan sampel kabupaten/kota yang telah menerbitkan laporan keuangan selama tahun penelitian
Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif dan statistik, yang meliputi : uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji F, Uji t dan analisis koefisien determinasi.
Berdasarkan hasil analisis, dijustifikasi bahwa Belanja Daerah, Investasi, Pendapatan per Kapita Masyarakat dan Jumlah Penduduk secara simultan berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara. Belanja daerah, pendapatan per kapita dan jumlah penduduk yang berpengaruh secara parsial terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara, sedangkan Investasi secara parsial tidak berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara.
Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah, Belanja Daerah, Investasi, Pendapatan per Kapita Masyarakat dan Jumlah Penduduk
Universitas Sumatera Utara

6   
ABSTRACT
This research done as a mean to know the effect of Area Expense, Investment, Earnings per capita, Population to Original Earnings of Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara, in simultaneously and partially. Problems formulated in research is What there are simultaneously and partially affected of Area Expense, Earnings Investment per capita, and Population to Original Earnings of Kabupaten/Kota seProvinsi Sumatera Utara? Hypothesis to be proved in this research : There are simultaneously and partially affected of Area Expense, Earnings Investment per capita, and Population to Original Earnings of Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara.
The data analyze in this research is done descriptively and statistic, covering : classic assumption test, multiple regression s, F test, t test and coefficient determination analysis.
Based on the analyze, judged that in simultaneously, Area Expense, Investment, Earnings per capita and population that affected Original Earnings of Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara. In partially, only Area Expense, earnings per capita and population that affected Original Earnings of Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara, while Investment has not affected Original Earnings of Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara. Keywords : Original Earnings, Area Expenditure, Investment, Income per capita,
Population
Universitas Sumatera Utara

7   
KATA PENGANTAR
Dengan segala kerendahan hati, tulus dan ikhlas, penulis menyampaikan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, oleh karena dorongan rahmat dan ridhoNya yang berkelimpahan, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis ini.
Dalam menyelesaikan tesis ini tentu saja penulis banyak menemui kesulitankesulitan, kendala-kendala dan hambatan-hambatan, akan tetapi berkat bantuan, bimbingan, petunjuk dan masukan dari berbagai pihak lainnya penulis dapat menyelesaikannya. Untuk itu, dengan segala kerendahan hati, tulus dan ikhlas penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, M.Sc (CTM), SP.A(K), selaku Rektor Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan kesempatan dan fasilitas untuk mengikuti dan menyelesaikan Sekolah Pascasarjana.
2. Bapak Prof. Dr. Ir. Rahim Matondang, MSIE, selaku Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, yang senantiasa dengan sabar dan secara berkesinambungan meningkatkan layanan pendidikan di Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
3. Ibu Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA, CPA., selaku Ketua Program Studi Ilmu Akuntansi Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, sekaligus sebagai Ketua Komosi Dosen Pembanding yang telah banyak memberikan saran dan kritik yang konstruktif dalam membimbing penulis sejak awal hingga selesainya tesis ini.
4. Ibu Prof. Erlina, M.Si., PhD., selaku Ketua Komisi Dosen Pembimbing yang telah banyak memberikan saran dan kritik yang konstruktif dalam membimbing penulis sejak awal hingga selesainya tesis ini.
5. Bapak Drs. Rasdianto, MA., selaku Anggota Komisi Dosen Pembimbing yang yang telah banyak memberikan saran dan kritik yang konstruktif dalam membimbing penulis sejak awal hingga selesainya tesis ini.
6. Bapak …………………………………….., selaku Anggota Komisi Dosen Pembanding yang yang telah banyak memberikan saran dan kritik yang konstruktif dalam membimbing penulis sejak awal hingga selesainya tesis ini.
Universitas Sumatera Utara

8   
7. Ibu Dra. Tapi Anda Sari Lubis, M.Si. Ak., selaku Anggota Komisi Dosen Pembanding yang telah banyak memberikan saran dan kritik yang konstruktif dalam membimbing penulis sejak awal hingga selesainya tesis ini.
8. Istri tercinta Rusmaida Bancin, S.Pd dan anak-anak tersayang Rafgi Karina Berutu, Raihan Dary Berutu dan Rifayah Lulu Berutu yang senantiasa memberikan motivasi dan semangat kepada penulis sejak memulai perkuliahan hingga penulisan tesis ini.
9. Rekan – rekan mahasiswa di Sekolah Pascasarjana Program Studi Ilmu Akuntansi Universitas Sumatera Utara. Penulis menyadari bahwa tesis ini masih jauh dari sempurna baik dari segi penyajian maupun dari segi penyusunannya. Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca guna penyempurnaan tesis ini pada masa yang akan datang.
Akhir kata penulis mengucapkan semoga tesis ini bermanfaat bagi para pembaca, khususnya bagi rekan mahasiswa/i.
Medan, Juli 2011 Penulis,
Kasiman Berutu 087017104/Akt
Universitas Sumatera Utara

9   

RIWAYAT HIDUP

Data Pribadi

Nama Tempat/Tgl. Lahir Jenis Kelamin Agama Alamat Telepon

: Kasiman Berutu : Tanjung Bale, 30 Juni 1972 : Laki-Laki : Islam : Jl. Sikandang njandi No. 108 Salak Pakpak Barat : 081362427961

Pendidikan

2008 - 2011

: Magister Ilmu Akuntansi Sekolah Pascasarajana USU

1991 - 1997

: Fakultas Ekonomi S1 Jurusan Akuntansi USU

1988 - 1991

: SMA Negeri 2 Medan

1985 - 1988

: SMP Negeri Lau Baleng Kabupaten Karo

1979 - 1985

: SD Negeri Kinang Kong Kabupaten Karo

Pekerjaan

2001 - 2008

: Balai Pengembangan Pendidikan Non Formal- Informal (BPPNFI) Regional I Medan

2008 s/d Sekarang : Pemerintah Kabupaten Pakpak Barat

Universitas Sumatera Utara

10   

DAFTAR ISI

Halaman ABSTRAK ........................................................................................................... i ABSTRACT ......................................................................................................... ii KATA PENGANTAR ......................................................................................... iii DAFTAR RIWAYAT HIDUP ............................................................................ v DAFTAR ISI......................................................................................................... vi DAFTAR TABEL ............................................................................................... ix DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xi DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... xii

BAB I:

PENDAHULUAN ........................................................................... 1.1. Latar Belakang ...................................................................... 1.2. Perumusan Masalah .............................................................. 1.3. Tujuan Penelitian ................................................................. 1.4. Manfaat Penelitian ............................................................... 1.5. Originalitas Penelitian ..........................................................

1 1 4 5 5 6

BAB II

: TINJAUAN PUSTAKA ............................................................... 8 2.1. ....................................................................................... L andasan Teoritis ................................................................... 8 2.1.1. ............................................................................ P endapatan Asli Daerah (PAD)................................... 8 2.1.2. ............................................................................ B elanja Daerah ............................................................ 13 2.1.3. ............................................................................ I nvestasi ..................................................................... 17

Universitas Sumatera Utara

11   
2.1.4. ............................................................................ P endapatan per Kapita ................................................ 21
2.1.5. ............................................................................ J umlah Penduduk ....................................................... 23
2.2. Tinjauan Penelitian Terdahulu .............................................. 25
BAB III : KERANGKA KONSEP DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS ................................................................................. 30 3.1. ....................................................................................... K erangka Konsep .................................................................... 30 3.2. ....................................................................................... P engembangan Hipotesis ....................................................... 33
BAB IV : METODE PENELITIAN ........................................................... 34 4.1. ....................................................................................... R ancangan Penelitian ................................................................. 34 4.2. ....................................................................................... L okasi dan Waktu Penelitian ..................................................... 35 4.3. ....................................................................................... P opulasi dan Sampel Penelitian ................................................ 35 4.3.1. ............................................................................ P opulasi Penelitian ..................................................... 35 4.3.2. ............................................................................ S ampel dan Tehnik Pengambilan Sampel .................. 37 4.4. ....................................................................................... O perasionalisasi dan Pengukuran Variabel Penelitian ............... 39 4.5. ....................................................................................... M etode Pengumpulan Data ........................................................ 41
Universitas Sumatera Utara

12   

4.6. ....................................................................................... M etode Analisis Data ................................................................. 42 4.6.1. ............................................................................ A nalisis Deskriptif ...................................................... 42 4.6.2. ............................................................................ U ji Asumsi Klasik ....................................................... 42 4.6.3. ............................................................................ A nalisis Regresi Linier Berganda ............................... 46 4.6.4. ............................................................................ P engujian Hipotesis .................................................... 46 4.6.5. ............................................................................ A nalisis Koefisien Determinan ................................... 48

BAB V:

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................ 49 5.1. ....................................................................................... A nalisis Statistik Deskriptif .................................................... 49 5.1.1. ............................................................................ P endapatan Asli Daerah (Y)........................................ 50 5.1.2. ............................................................................ B elanja Daerah (X1)..................................................... 52 5.1.3. ............................................................................ I nvestasi (X2) .............................................................. 53 5.1.4. ............................................................................ P endapatan per Kapita (X3)......................................... 55 5.1.5. ............................................................................ J umlah Penduduk (X4)................................................ 57 5.2. ....................................................................................... A nalisis Statistik Inferensial ................................................... 59

Universitas Sumatera Utara

13   
5.2.1. ............................................................................ U ji Asumsi Klasik ....................................................... 59
5.2.2. ............................................................................ A nalisis Regresi Linier Berganda ............................... 62
5.2.3. ............................................................................ P engujian Hipotesis .................................................... 64
5.2.4. ............................................................................ A nalisis Koefisien Determinasi .................................. 66
5.3. ....................................................................................... P embahasan ............................................................................ 67
BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN ................................................... 70 5.1. ....................................................................................... K esimpulan ................................................................................ 70 5.2. ....................................................................................... K eterbatasan Penelitian .............................................................. 71 5.3. ....................................................................................... S aran .......................................................................................... 71
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 73
Universitas Sumatera Utara

14   

DAFTAR TABEL

Nomor

Judul

Halaman

1.1. Kemampuan Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara didalam Menggali Potensi Pendapatan Asli Daerah ............................................................. 2

2.1. Tinjauan Penelitian Terdahulu ............................................................... 28

4.1. Populasi Penelitian ................................................................................. 36

4.2. Populasi yang Memenuhi Kriteria dan yang Tidak Memenuhi Kriteria Sampel ....................................................................................... 38

4.3. Matriks Operasionalisasi dan Pengukuran Variabel Penelitian ............. 41

5.1. Statistik Deskriptif Pendapatan Asli Daerah, Jumlah Penduduk, Belanja Daerah, Investasi, Pendapatan per Kapita dan Jumlah Penduduk Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara sepanjang tahun 2005 -2009 ....................................................................................................... 49

5.2. Statistik Deskriptif Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota seSumatera Utara Tahun 2006 – 2009........................................................ 51

5.3. Statistik Deskriptif Belanja Daerah Kabupaten/Kota se-Propinsi Sumatera Utara Tahun 2005 – 2008........................................................ 53

5.4. Statistik Deskriptif Investasi Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara Tahun 2005 – 2008 ................................................................................. 54

5.5. Statistik Deskriptif Pendapatan per Kapita Kabupaten/Kota seSumatera Utara Tahun 2005 – 2008........................................................ 56

5.6. Statistik Deskriptif Jumlah Penduduk yang Mendiami Kabupaten/Kota se-Propinsi Sumatera Utara Tahun 2005 – 2008 ......... 58

5.7. Hasil Uji Normalitas .............................................................................. 59

5.8. Hasil Uji Heterokedastisitas ................................................................... 60

5.9. Hasil Uji Multikolinieritas ..................................................................... 61

Universitas Sumatera Utara

15   

5.10.

Hasil Uji F (Secara Simultan) Pengaruh Belanja Daerah, Investasi, Pendapatan per Kapita dan Jumlah Penduduk terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara. .................... 64

5.11.

Hasil Uji t Hasil Uji F (Secara Parsial) Pengaruh Belanja Daerah, Investasi, Pendapatan per Kapita dan Jumlah Penduduk terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara. .......................................................................................................

65

5.11.

Hasil Analisis Koefisien Determinasi Pengaruh Belanja Daerah, Investasi, Pendapatan per Kapita dan Jumlah Penduduk terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara. .......................................................................................................

67

Universitas Sumatera Utara

16   

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Judul

Halaman

3.1. Diagram Kerangka Konsep .................................................................... 30

4.1. Diagram Durbin – Watson ...................................................................... 45

5.1. Trend Perkembangan Realisasi PAD Kabupaten/Kota seSumatera Utara Tahun 2006 – 2009........................................................ 51

5.2. Trend Belanja Daerah Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara Tahun 2005 – 2008 ................................................................................. 53

5.3. Trend Investasi Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara Tahun 2005 – 2008...................................................................................................... 55

5.4. Trend Pendapatan per Kapita Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara Tahun 2005 – 2008........................................................................ 56

5.5. Trend Jumlah Penduduk Yang Mendiami Kabupaten/Kota seSumatera Utara Tahun 2005 – 2008........................................................ 58

5.6. Hasil Uji Autokorelasi ............................................................................ 62

Universitas Sumatera Utara

17   

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor

Judul

Halaman

1. Proses Input dan Seleksi Data ................................................................ 77

2. Hasil Seleksi Data yang Memenuhi Kriteria Sampel ............................. 82

3. Hasil Tabulasi dan Transformasi Data.................................................... 87

4. Hasil Uji Normalitas (K-S) ..................................................................... 90

5. Hasil Heterokedastisitas (Glejser)........................................................... 90

6. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda.................................................. 91

Universitas Sumatera Utara

5   
3. Dr. Rina Bukit, SE., M.Si., Ak. 4. Dra. Tapi Anda Sari Lubis, M.Si. Ak.
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh simultan mapu parsial Belanja Daerah, Investasi, Pendapatan per Kapita Masyarakat dan Jumlah Penduduk terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara. Permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian adalah Apakah terdapat pengaruh secara simultan maupun secara parsial Belanja Daerah, Investasi Pendapatan per Kapita Masyarakat dan Jumlah Penduduk terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara? Hipotesis yang akan dibuktikan dalam penelitian ini : Terdapat pengaruh secara simultan maupun secara parsial Belanja Daerah, Investasi, Pendapatan per Kapita Masyarakat dan Jumlah Penduduk terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara. Populasi penelitian ini adalah kabupaten/kota dipropinsi Aceh dengan syarat pengambilan sampel kabupaten/kota yang telah menerbitkan laporan keuangan selama tahun penelitian
Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif dan statistik, yang meliputi : uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji F, Uji t dan analisis koefisien determinasi.
Berdasarkan hasil analisis, dijustifikasi bahwa Belanja Daerah, Investasi, Pendapatan per Kapita Masyarakat dan Jumlah Penduduk secara simultan berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara. Belanja daerah, pendapatan per kapita dan jumlah penduduk yang berpengaruh secara parsial terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara, sedangkan Investasi secara parsial tidak berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara.
Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah, Belanja Daerah, Investasi, Pendapatan per Kapita Masyarakat dan Jumlah Penduduk
Universitas Sumatera Utara

6   
ABSTRACT
This research done as a mean to know the effect of Area Expense, Investment, Earnings per capita, Population to Original Earnings of Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara, in simultaneously and partially. Problems formulated in research is What there are simultaneously and partially affected of Area Expense, Earnings Investment per capita, and Population to Original Earnings of Kabupaten/Kota seProvinsi Sumatera Utara? Hypothesis to be proved in this research : There are simultaneously and partially affected of Area Expense, Earnings Investment per capita, and Population to Original Earnings of Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara.
The data analyze in this research is done descriptively and statistic, covering : classic assumption test, multiple regression s, F test, t test and coefficient determination analysis.
Based on the analyze, judged that in simultaneously, Area Expense, Investment, Earnings per capita and population that affected Original Earnings of Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara. In partially, only Area Expense, earnings per capita and population that affected Original Earnings of Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara, while Investment has not affected Original Earnings of Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara. Keywords : Original Earnings, Area Expenditure, Investment, Income per capita,
Population
Universitas Sumatera Utara

18   
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Prinsip pemberian otonomi daerah pada dasarnya untuk membantu
pemerintah pusat dalam penyelenggaraan pemerintahan didaerah, titik berat pemberian otonomi daerah diberikan kepada pemerintah daerah, hal ini erat kaitannya dengan pemerintah daerah sebagai penyedia pelayanan kepada masyarakat dan pelaksana pembangunan. Pemerintah daerah dianggap sebagai tingkat pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat didaerahnya.Kemandirian keuangan daerah tampaknya tidak diartikan bahwa setiap tingkat pemerintahan daerah otonomi harus dapat membiayai seluruh keperluannya dari Pendapatan Asli Daerah.
Sesuai dengan prinsip otonomi daerah yang nyata, dinamis dan bertanggung jawab, penyelenggaraan pemerintah pusat dan daerah secara bertahap akan semakin banyak dilimpahkan kepada daerah. Dengan semakin meningkatnya kewenangan yang ada pada daerah, peranan keuangan daerah sangat penting karena daerah dituntut untuk dapat lebih aktif lagi dalam memobolisasi sumber dananya sendiri disamping mengelola dana yang diterima dari pemerintahan pusat secara efisien. Untuk itu pemerintah daerah harus dapat menggali potensi daerah guna peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) agar pembangunan daerah tetap berjalan, akan tetapi bukan berarti bahwa setiap pemerintahan daerah otonom harus membiayai keseluruhan keperluan dari PAD, melainkan juga harus didukung oleh transfer dari
Universitas Sumatera Utara

i   
pemerintah pusat sebagai dana perimbangan. Namun prakteknya, keberadaan transfer pemerintah pusat pada APBD daerah menjadi fenomena tidak optimalnya daerah didalam menggali potensi PAD yang ada di daerah. Fenomena di atas hampir terjadi diseluruh Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia, termasuk diantaranya Kabupaten/Kota SeSumatera Utara. Tabel 1.1. Kemampuan Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara didalam Menggali m
Potensi Pendapatan Asli Daerah
Sumber : Pemerintah Propinsi Sumatera Utara, (2009) Tabel di atas menunjukkan bahwa PAD Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara dari
tahun 2003 sampai dengan tahun 2008 cenderung mengalami peningkatan dan melampaui target yang telah ditentukan, namun pada tahun 2008 Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara tidak mampu mencapai target PAD, yaitu sebesar sebesar 1.64%.
Sutrisno (2004) membedakan 2 (dua) faktor yang mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah suatu daerah, yaitu Faktor Eksternal dan Faktor Internal. Faktor eksternal terdiri dari investasi, inflasi, PDRB dan jumlah penduduk, sedangkan faktor Internal terdiri dari
Universitas Sumatera Utara

ii   
sarana dan prasarana, insentif, penerimaan subsidi, penerimaan pembangunan, sumber daya manusia, peraturan daerah, sistem dan pelaporan.
Beberapa peneliti mencoba mengkonfirmasi teori Sutrisno (2004), diantaranya: Cahyono (2006) menememukan bahwa baik secara individu maupun secara bersama-sama besarnya PDRB, investasi, jumlah penduduk, pendapatan perkapita masyarakat berpengaruh signifikan terhadap besarnya PAD Kabupaten Karanganyar, sedangkan Suwarno (2008) dalam penelitiannya menemukan bahwa faktor eksternal dan faktor internal berpengaruh terhadap kemampuan keuangan daerah Pemerintah Kota Surabaya. Faktor eksternal dan internal yang signifikan: investasi, inflasi, PDRB, penerimaan subsidi, penerimaan pembangunan, sumber daya manusia, peraturan daerah, sistem dan pelaporan. Sedangkan untuk faktor internal dan eksternal yang tidak signifikan: jumlah penduduk, sarana dan prasarana, dan insentif. Andriany dan Handayani (2008) dalam penelitiannya menemukan bahwa secara parsial Product Domestic Regional Bruto (PDRB) pengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah, sedangkan jumlah penduduk mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Merangin selama periode 1996-2001. Namun dekmian secara simultan keduan variabel bebas yang diteliti berpengaruh signifikan terhadap PAD. Halim (2003) dalam penelitiannnya menemukan adanya pengaruh yang kuat belanja daerah terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Adi (2007) menemukan bahwa belanja daerah memberikan dampak yang positif dan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah.
Universitas Sumatera Utara

iii   
Kelima penelitian di atas memberikan kesimpulan sama tetang hubungan antara Belanja Daerah, Investasi, Pendapatan per Kapita Masyarakat dengan Pendapatan Asli Daerah, namun untuk Jumlah Penduduk temuan Cahyono (2006) berkontradiktif dengan temuan Suwarno (2008) dan, Andriany dan Handayani (2008). Cahayono (2006) menemukan jumlah penduduk berpengaruh terhadap PAD, sedangkan Suwarno (2008) dan, Andriany dan Handayani (2008) menemukan Jumlah Penduduk tidak berpengaruh atau berpengaruh negatif tidak signikan terhadap PAD.
Fenomena kontradiktif temuan jumlah penduduk didalam mendeterimasi PAD sebagaimana diuraikan dimuka, merupakan ide yang mendasari dilakukannya penelitian ini.
1.2. Perumusan Masalah Berdasarkan fenomena sebagaimana diuraikan pada latar belakang di atas, maka
dirumuskan permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini : Apakah terdapat pengaruh secara simultan maupun secara parsial Belanja Daerah, Investasi, Pendapatan per Kapita Masyarakat dan Jumlah Penduduk terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara.
Universitas Sumatera Utara

iv   
1.3. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah di atas, maka tujuan yang akan
dicapai dari penelitian ini adalah : Untuk mengetahui pengaruh simultan maupun parsial Belanja Daerah, Investasi, Pendapatan per Kapita Masyarakat dan Jumlah Penduduk terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara.
1.4. Manfaat Penelitian Dengan terpecahkan permasalahan dan tercapainya tujuan dalam penelitian ini,
maka hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi banyak pihak, diantaranya: 1. Peneliti Sebagai bahan masukan bagi penulis didalam menambah dan mengembangkan khasanah ilmu pengetahuan dan wawasan dalam bidang akuntansi keuangan daerah, khususnya kajian empiris tentang pengaruh Belanja Daerah, Investasi, Pendapatan per Kapita dan Jumlah Penduduk terhadap Pendapatan Asli Daerah. 2. Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara Sebagai bahan masukan bagi Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara didalam menyikapi fenomena yang berkembang sehubungan menurunnya pencapaian Pendapatan Asli Daerah di Sumatera Utara. 3. Referensi Sebagai bahan referensi bagi peneliti – peneliti lainnya didalam mengembangkan dan memperluas penelitian.
Universitas Sumatera Utara

v   
1.5. Originalitas Penelitian Penelitian ini original replica. Replikasi penelitian yang dilakukan dalam penelitian
ini dikembangkan dari penelitian Cahyono (2006) yang menemukan baik secara individu maupun secara bersama-sama besarnya PDRB, investasi, jumlah penduduk, pendapatan perkapita masyarakat berpengaruh signifikan terhadap besarnya PAD Kabupaten Karanganyar.
Terdapat beberapa perbedaan antara penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini dengan penelitian Cahyono (2006), diantaranya :
1. Objek Penelitian Cahyono (2006) mengamati objek penelitian Kabupaten Karanganyar, sedangkan penelitian ini mengamati objek Penelitian Kabupaten/Kota Se-Sumatera Utara. Perbedaan ini patut dipertimbangkan, disamping cakupan objek penelitian yang lebih luas, juga karena kedua daerah ini memiliki perbedaan besaran APBD yang cukup signifikan.
2. Populasi dan Sampel Cahyono (2006) hanya mengamati populasi Kabupaten Karang Anyer dalam tenggang waktu 12 tahun (1990 – 2002). Replikasi penelitian ini mengamati Populasi yang berjumlah 33 Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara dalam tenggang waktu 4 tahun (2005 – 2009). Selanjutnya dengan menggunakan pendekatan Criteria Purposive Sampleing diambil sampel sebanyak 28 Kabupaten/Kota. Perbedaan populasi dan sampel menunjukkan replikasi penelitian ini memiliki cakupan populasi yang lebih luas. Perbedaan tahun amatan mengidikasikan sudah
Universitas Sumatera Utara

vi   
selayaknya dilakukan penelitian kembali, mengingat tenggang waktu yang sudah cukup jauh, yaitu dari tahun amatan 1990 ke tahun 2009.
Universitas Sumatera Utara

 
BAB II TINJAUAN PUSTAKA

vii 

2.1. Tinjauan Teoritis 2.1.1. Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Pendapatan asli daerah adalah penerimaan daerah dari berbagai usaha pemerintah daerah untuk mengumpulkan dana guna keperluan daerah yang bersangkutan dalam membiayai kegiatan rutin maupun pembangunannya, yang terdiri atas pajak daerah, retribusi daerah, bagian laba usaha milik daerah, dan lain-lain penerimaan asli daerah yang sah (Hirawan, 2007). Pendapatan asli daerah diartikan sebagai pendapatan daerah yang tergantung keadaan perekonomian pada umumnya dan potensi dari sumber-sumber pendapatan asli daerah itu sendiri. Sutrisno (2004) mengatakan pendapatan asli daerah adalah suatu pendapatan yang menunjukkan kemampuan suatu daerah untuk menghimpun sumber-sumber dana untuk membiayai kegiatan daerah. Jadi pengertian pendapatan asli daerah dapat dikatakan sebagai pendapatan rutin dari usaha-usaha pemerintah daerah dalam memanfaatkan potensi-potensi sumber-sumber keuangan untuk membiayai tugastugas dan tanggungjawabnya.

Menurut pasal 6 Undang-undang No. 32 tahun 2004 pendapatan asli daerah berasal dari :
Universitas Sumatera Utara

viii   
1. Pajak Daerah Berdasarkan Undang-Undang No. 34 Tahun 2000 tentang perubahan atas Undang8
Undang N0. 18 Tahun 1997 tentang pajak daerah dan retribusi daerah, yang dimaksud dengan pajak daerah adalah iuran wajib yang dilakukan oleh orang pribadi dan badan kepada daerah tanpa imbalan langsung yang seimbang, yang dapat dipaksakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah daerah dan pembangunan daerah. Pajak Daerah merupakan penerimaan daerah yang berasal dari pajak. Penerimaan ini meliputi:
a. Pajak Kendaraan Bermotor b. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor c. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor d. Pajak Kendaraan di Atas Air e. Pajak Air di Bawah Tanah f. Pajak Air Permukaan. Jenis pajak kabupaten/kota menurut Undang-Undang No.34 tahun 2004 tentang perubahan Undang-Undang No.18 tahun 1997 tentang pajak daerah dan retribusi daerah terdiri atas: a. Pajak Hotel b. Pajak Restoran c. Pajak Hiburan d. Pajak Reklame e. Pajak Penerangan Jalan
Universitas Sumatera Utara

ix   
f. Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C g. Pajak Parkir 2. Retribusi Daerah
Kaho (2007) menyatakan bahwa retribusi daerah adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas pemakaian jasa atau karena mendapatkan jasa pekerjaan, usaha atau milik daerah bagi yang berkepentingan atau karena jasa yang diberikan oleh daerah.
Berdasarkan Undang-Undang No.34/2004 menjelaskan bahwa pajak daerah adalah iuran wajib yang dilakukan oleh orang pribadi dan badan kepada daerah tanpa imbalan langsung yang seimbang, yang dapat dipaksakan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku, yang digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah daerah dan pembangunan daerah. Jenis retribusi untuk kabupaten/kota meliputi objek pendapatan sebagai berikut:
a. Retribusi Jasa Umum, terdiri dari : 1) Pelaayanan kesehatan 2) Pelayanan kebersihan dan persampahan 3) Penggantian biaya cetak KTP dan akta catatan sipil 4) Pelayanan pemakaman dan pengabuan mayat 5) Pelayanan Parkir di tepi jalan umum 6) Pelayanan Pasar 7) Pelayanan air bersih 8) Pelayanan Kendaraan Bermotor 9) Pemeriksaan alat pemadam kebakaran
Universitas Sumatera Utara

 
10) Penggantian biaya cetak peta 11) Pengujian terhadap kapal perikanan b. Retribusi Jasa Usaha, terdiri dari : 1) Pemakaian kekayaan daerah 2) Pasar grosir atau pertokoan 3) Pelayanan terminal khusus parkir 4) Pelayanan tempat khusus parkir 5) Pelayanan tempat penitipan anak 6) Penginapan/pesanggrahan/vila 7) Penyedotan kakus 8) Rumah potong hewan 9) Tempat pendaratan kapal 10) Tempat rekreasi dan olahraga 11) Penyeberangan di atas air 12) Pengelolaan air limbah 13) Penjualan usaha produksi daerah c. Retribusi Perijinan Tertentu, terdiri dari : 1) Ijin penggunaan tanah 2) Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) 3) Ijin tempat penjualan minuman beralkohol 4) Ijin gangguan 5) Ijin trayek



Universitas Sumatera Utara

xi   
6) Ijin pengambilan hasil hutan 3. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
Undang-Undang No. 33 tahun 2004 mengklasifikasikan jenis hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dirinci menurut objek pendapatan yang mencakup bagian laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik daerah/BUMD, bagian laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik pemerintah/BUMN dan bagian laba atas peyertaan modal pada perusahaan milik swasta atau kelompok usaha masyarakat.
Halim (2004) menyebutkan bahwa jenis pendapatan ini meliputi objek pendapatan berikut:
a. Bagian laba perusahaan milik daerah b. Bagian lembaga keuangan bank c. Bagian laba lembaga keuangan nonbank d. Bagian laba atas penyertaan modal/investasi 4. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah Undang-Undang No. 33 tahun 2004 menjelaskan tentang Pendapatan Asli Daerah yang Sah, disediakan untuk menganggarkan penerimaan daerah yang tidak termasuk dalam jenis pajak daerah, retribusi daerah, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Halim (2004) menyebutkan jenis pendapatan ini meliputi objek pendapatan berikut: a. Hasil penjualan aset daerah yang tidak dipisahkan b. Penerimaan jasa giro c. Penerimaan bunga deposito
Universitas Sumatera Utara

xii   
d. Denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan e. Penerimaan ganti rugi atas kerugian/ kehilangan kekayaan daerah. Sutrisno (2004) membedakan 2 (dua) faktor yang mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah suatu daerah, yaitu Faktor Eksternal dan Faktor Internal. Faktor eksternal terdiri dari investasi, inflasi, PDRB dan jumlah penduduk, sedangkan faktor Internal terdiri dari sarana dan prasarana, insentif, penerimaan subsidi, penerimaan pembangunan, sumber daya manusia, peraturan daerah, sistem dan pelaporan. 2.1.2. Belanja Daerah Belanja daerah dipergunakan dalam rangka mendanai pelaksanaan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan propinsi dan kabupaten/kota yang terdiri dari urusan wajib, urusan pilihan dan urusan penanganannya dalam bagian atau bidang tertentu antar pemerintah daerah yang ditetapkan dengan ketentuan perundang-undangan. Bastian (2001) menyebutkan biaya dapat dikategorikan sebagai belanja dan beban. Belanja adalah jenis biaya yang timbul berdampak langsung kepada berkurangnya saldo kas maupun uang entitas yang berada di bank. Belanja operasi meliputi pengeluaran barang dan jasa, pembayaran cicilan bunga utang, subsidi, anggaran pengeluaran sektoral (Current Transfer), sumbangan dan bantuan. Berdasarkan Permendagri 59 Tahun 2007 memberikan definisi belanja daerah adalah semua pengeluaran kas daerah dalam periode tahun anggaran tertentu yang menjadi bebean daerah. Pengelompokan belanja daerah menurut Kepmendagri No. 29 ini terdiri dari: a. Belanja Aparatur Daerah, terdiri dari :
Universitas Sumatera Utara

xiii   
1. Belanja Administrasi Umum 2. Belanja Operasi dan Pemeliharaan 3. Belanja Modal b. Belanja Pelayanan Publik, terdiri dari: 1. Belanja Administrasi Umum 2. Belanja Operasi dan Pemeliharaan 3. Belanja Modal c. Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan yang dianggarkan untuk pengeluaran dengan kriteria sebagai berikut: 1. Tidak menerima secara langsung imbal barang dan jasa seperti lazimnya yang
terjadi dalam transaksi pembelian dan penjualan; 2. Tidak mengharapkan akan diterima kembali dimasa yang akan datang seperti
lazimnya suatu piutang; 3. Tidak mengharapkan adanya hasil seperti lazimnya suatu penyertaan modal atau
investasi. d. Belanja Tidak Tersangka dianggarkan untuk pengeluaran penanganan bencana
alam, bencana sosial atau pengeluaran lainnya yang sangat diperlukan dalam rangka penyelenggaraan kewenangan pemerintah daerah. Perubahan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di pemerintah daerah yang awalnya disusun dengan berpedoman pada Kepmendagri No. 29 Tahun 2002 kini berubah dengan berpedoman pada Permendagri No. 13 Tahun 2006, yang mengakibatkan defenisi dan pengelompokan belanja daerah di pemerintahan juga
Universitas Sumatera Utara

xiv   
turut berubah. Permendagri No. 13 Tahun 2006 memberikan definisi belanja daerah merupakan kewajiban pemerintah pengurang nilai kekayaan bersih. Belanja daerah terbagi dua yaitu: a. Belanja Langsung
Yaitu belanja yang dianggarkan terkait secara langsung dengan pelaksanaan program kegiatan. Belanja langsung terdiri dari:
1. Belanja pegawai adalah belanja kompensasi, baik dalam bentuk uang maupun barang yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundangundangan yang diberikan kepada pejabat negara, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan pegawai yang dipekerjakan oleh pemerintah yang belum berstatus PNS sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan dimana pekerjaan tersebut yang berkaitan dengan pembentukan modal.
2. Belanja barang dan jasa adalah pengeluaran untu menampung pembelian barang dan jasa yang habis pakai untuk memprodiksi barang dan jasa yang dipasarkan maupun tidak dipasarkan, dan pengadaan barang yang dimaksud untuk diserahkan atau dijual kepada masyarakat dan belanja perjalanan. Belanja ini digunakan untuk pengeluaran pembelian/penadaan barang yang nilai manfaatnya kurang dari 12 (duabelas) bulan dan/atau pemakaian jasa dalam melaksanakan program dan kegiatan pemerintah daerah. Pembelian/Pengadaan barang dan/atau pemakaian jasa tersebut mencakup belanja barang pakai habis, bahan/material, jasa kantor, premi asuransi, perawatan kendaraan bermotor, cetak/penggandaan, sewa rumah/gedung/gudang/parkir, sewa sarana mobilitas, sewa alat berat, sewa
Universitas Sumatera Utara

xv   
perlengkapan dan peralatan kantor, makanan dan minuman, pakaian dians dan atributnya, pakaian kerja, pakaian khusus dan hari-hari tertentu, perjalanan dinas pindah tugas dan pemulangan pegawai. 3. Belanja modal adalah pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembentukan modal yang sifatnya menambah aset tetap/inventaris yang memberikan manfaat lebih dari satu periode akuntansi, termasuk didalamnya adalah pengeluaran untuk biaya pemeliharaan yang sifatnya mempertahankan atau menambah masa manfaat, meningkatkan kapasitas dan kualitas aset. Belanja modal dapat dikategorikan dalam 5 (lima) kategori utama: a) Belanja Modal Tanah b) Belanja Modal Peralatan dan Mesin c) Belanja Modal Gedung dan Bangunan d) Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan e) Belanja Modal Fisik Lainnya b. Belanja Tidak Langsung Yaitu belanja yang dianggarkan tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Belanja tidak langsung meliputi : belanja pegawai, belanja subsidi, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bagi hasil, bantuan keuangan, dan belanja tidak terduga. 2.1.3. Investasi Teori ekonomi mengartikan atau mendefinisikan investasi sebagai pengeluaranpengeluaran untuk membeli barang-barang modal dan peralatan-peralatan produksi dengan
Universitas Sumatera Utara

xvi   
tujuan untuk mengganti dan terutama menambah barang-barang modal dalam perekonomian yang akan digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa di masa depan .
Menurut Boediono (1992) investasi adalah pengeluaran oleh sektor produsen (swasta) untuk pembelian barang dan jasa untuk menambah stok yang digunakan atau untuk perluasan pabrik. Todaro (2003) berpendapat bahwa investasi adalah permintaan barang dan jasa untuk menciptakan atau menambah kapasitas produksi atau pendapatan di masa mendatang.
Persyaratan umum pembangunan ekonomi suatu negara menurut Todaro (2003) adalah:
1. Akumulasi modal, termasuk akumulasi baru dalam bentuk tanah, peralatan fisik dan sumber daya manusia;
2. Perkembangan penduduk yang dibarengi dengan pertumbuhan tenaga kerja dan keahliannya;
3. Kemajuan teknologi. Akumulasi modal akan berhasil apabila beberapa bagian atau proporsi pendapatan
yang ada ditabung dan diinvestasikan untuk memperbesar produk (output) dan pendapatan di kemudian hari. Untuk membangun itu seyogyanya mengalihkan sumber-sumber dari arus konsumsi dan kemudian mengalihkannya untuk investasi dalam bentuk ”capital formation” untuk mencapai tingkat produksi yang lebih besar. Investasi di bidang pengembangan sumberdaya manusia akan meningkatkan kemampuan sumberdaya
Universitas Sumatera Utara

xvii   
manusia,sehingga menjadi tenaga ahli yang terampil yang dapat memperlancar kegiatan produktif.
Menurut Sukirno (2003) kegiatan investasi memungkinkan suatu masyarakat terus menerus meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan nasional dan meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat. Peranan ini bersumber dari tiga fungsi penting dari kegiatan investasi, yakni (1) investasi merupakan salah satu komponen dari pengeluaran agregat, sehingga kenaikan investasi akan meningkatkan permintaan agregat, pendapatan nasional serta kesempatan kerja; (2) pertambahan barang modal sebagai akibat investasi akan menambah kapasitas produksi; (3) investasi selalu diikuti oleh perkembangan teknologi.
Suryana (2000) menyatakan bahwa kekurangan modal dalam negara berkembang dapat dilihat dari beberapa sudut:
1. Kecilnya jumlah mutlak kapita material; 2. Terbatasnya kapasitas dan keahlian penduduk; 3. Rendahnya investasi netto.
Akibat keterbatasan tersebut, negara-negara berkembang mempunyai sumber alam yang belum dikembangkan dan sumber daya manusia yang masih potensial. Oleh karena itu untuk meningkatkan produktivitas maka perlu mempercepat investasi baru dalam barang-barang modal fisik dan pengembangan sumberdaya manusia melalui investasi di bidang pendidikan dan pelatihan. Hal ini sejalan dengan teori perangkap kemiskinan (vicious circle) yang berpendapat bahwa: (1) ketidakmampuan untuk mengarahkan tabungan yang cukup, (2) kurangnya perangsang untuk melakukan penanaman modal, (3)
Universitas Sumatera Utara

xviii   
taraf pendidikan, pengetahuan dan kemahiran yang relatif rendah merupakan tiga faktor utama yang menghambat terciptanya pembentukan modal di negara berkembang.
Teori Harrod-Domar mengemukakan bahwa model pertumbuhan ekonomi yang merupakan pengembangan dari teori Keynes. Teori tersebut menitikberatkan pada peranan tabungan dan industri sangat menentukan dalam pertumbuhan ekonomi daerah (Arsyad, 1997).
Beberapa asumsi yang digunakan dalam teori ini adalah bahwa: 1. Perekonomian dalam keadaan pengerjaan penuh (full employment) dan barang-
barang modal yang ada di masyarakat digunakan secara penuh. 2. Dalam perekonomian dua sektor (Rumah Tangga dan Perusahaan) berarti sektor
pemerintah dan perdagangan tidak ada 3. Besarnya tabungan masyarakat adalah proporsional dengan besarnya pendapatan
nasional, berarti fungsi tabungan dimulai dari titik original (nol) 4. Kecenderungan untuk menabung (Marginal Propensity to Save =MPS) besarnya
tetap, demikian juga ratio antar modal dan output (Capital Output Ratio= COR) dan rasio penambahan modal-output (Incremental CapitalOutput Ratio) Teori ini memiliki kelemahan yakni kecendrungan menabung dan ratio pertambahan modal-output dalam kenyataannya selalu berubah dalam jangka panjang. Demikian pula proporsi penggunaan tenaga kerja dan modal tidak konstan, harga selalu berubah dan suku bunga dapat berubah akan mempengaruhi investasi. Dalam model pertumbuhan endogen dikatakan bahwa hasil investasi akan semakin tinggi bila produksi agregat di suatu negara semakin besar. Dengan diasumsikan bahwa
Universitas Sumatera Utara

xix   
investasi swasta dan publik di bidang sumberdaya atau modal manusia dapat menciptakan ekonomi eksternal (eksternalitas positif) dan memacu produktivitas yang mampu mengimbangi kecenderungan ilmiah penurunan skala hasil. Meskipun teknologi tetap diakui memainkan peranan yang sangat penting, namun model pertumbuhan endogen menyatakan bahwa teknologi tersebut tidak perlu ditonjolkan untuk menjelaskan proses terciptanya pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Implikasi yang menarik dari teori ini adalah mampu menjelaskan potensi keuntungan dari investasi komplementer (complementary investment) dalam modal atau sumberdaya manusia, sarana prasarana infrastruktur atau kegiatan penelitian. Mengingat investasi komplementer akan menghasilkan manfaat personal maupun sosial, maka pemerintah berpeluang untuk memperbaiki efisiensi alokasi sumberdaya domestik dengan cara menyediakan berbagai macam barang publik (sarana infrastruktur) atau aktif mendorong investasi swasta dalam industri padat teknologi dimana sumberdaya manusia diakum

Dokumen yang terkait

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Dan Jumlah Penduduk Terhadap Belanja Daerah Pada Pemda Di Sumatera Utara

6 106 122

Flypaper Effect Pada Unconditional Grant Dan Pendapatan Asli Daerah Terhadap Belanja Daerah Kabupaten/Kota Di Provinsi Sumatera Utara

0 45 80

Pengaruh Belanja Daerah, Investasi, Pendapatan Per Kapita Dan Jumlah Penduduk Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota Se-Provinsi Sumatera Utara

2 54 110

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Jumlah Penduduk Dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Belanja Daerah Pada Pemda Di Sumatera Utara

0 46 101

Pengaruh Belanja Modal dan Pendapatan Asli Daerah terhadap Peningkatan Pendapatan Per Kapita pada Pemerintahan Daerah di Provinsi Sumatera Utara

1 63 83

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) Terhadap Belanja Langsung Di Pemerintah Kabupaten/Kota Di Sumatera Utara

2 40 98

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum Terhadap Belanja Daerah Kabupaten/Kota Di Provinsi Sumatera Utara

0 35 106

Pengaruh Belanja Modal Dan Pendapatan Asli Daerah Terhadap Peningkatan Pendapatan Per Kapita Pada Pemerintahan Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat Pada Tahun 2010-2013

2 36 69

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Dan Jumlah Penduduk Terhadap Belanja Daerah Pada Pemda Di Sumatera Utara

0 0 13

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Dan Jumlah Penduduk Terhadap Belanja Daerah Pada Pemda Di Sumatera Utara

0 0 16