Evaluasi penggunaan INLIS pada Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Gayo Lues

EVALUASI PENGGUNAAN INLIS PADA KANTOR ARSIP DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN GAYO LUES
SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Sarjana Sosial
(S.Sos) pada Program Studi Ilmu perpustakaan dan Informasi Oleh:
SUSI SUSANTI 100709050
DEPARTEMEN ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2014
LEMBAR PERSETUJUAN
Universitas Sumatera Utara

Judul Skripsi
Oleh NIM

:Evaluasi penggunaan INLIS pada Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Gayo Lues.
: Susi Susanti : 100709050

Pembimbing I NIP

: Dr. A. Ridwan Siregar, M.Lib : 19531125 197812 1 001

Tanda Tangan

:_________________________________

Tanggal

:_________________________________

Pembimbing II NIP

: Himma Dewiyana, ST, M. Hum : 19720825 200604 2 001

Tanda Tangan

:_________________________________

Tanggal

:_________________________________

Universitas Sumatera Utara

Judul Skripsi
Oleh NIM

LEMBAR PENGESAHAN
Evaluasi penggunaan INLIS pada Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Gayo Lues
: Susi Susanti : 100709050

DEPARTEMEN STUDI ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI

Ketua NIP

: Dr. Irawaty A. Kahar, M.Pd : 19511119 198601 2 001

Tanda Tangan Tanggal
Dekan NIP

:_________________________________ :_________________________________ FAKULTAS ILMU BUDAYA : Dr. Syahron Lubis, M.A : 19511013 197603 1 001

Tanda Tangan Tanggal

:_________________________________ :_________________________________

Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN ORISINALITAS Karya ini adalah karya orisinal, dan belum pernah disajikan sebagai suatu tulisan untuk memperoleh kualifikasi tertentu atau dimuat pada media publikasi lain. Adapun bagian-bagian tertentu dalam penulisan skripsi ini yang saya kutip dari hasil karya orang lain telah dituliskan sumbernya secara jelas sesuai dengan etika dan kaidah penulisan karya ilmiah.
Medan, Agustus 2014 Penulis,
Susi Susanti 100709050
Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK Susi, Susanti 2014.Evaluasi penggunaan INLIS pada Kantor Arsip dan Perpustakaan
Kabupaten Gayo Lues. Medan: Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan sistem informasi INLIS dengan pendekatan usability ISO 9126 pada Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Gayo Lues. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode total sampling dengan jumlah sample 21 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar angket.Analisis data dilakukan dengan metode persentase.Data yang diperoleh ditabulasi, kemudian dihiting melalui frekuensi persentase kemudian diinterprestasikan. Hasil evaluasi penggunaan INLIS pada Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Gayo Lues didasarkan pada 3 sub karakteristik usability ISO 9126 yaitu Hasil untuk Understandibility,sebanyak 59% responden menyatakan setuju jika INLIS mudah untuk dipahami dan sebanyak 41% responden tidak setuju jika INLIS mudah untuk dipahami. Hasil untuk Operabilitas yaitu, sebanyak 47% responden setuju jika INLIS mudah untuk dioperasikan dan sebanyak 53% responden menyatakan tidak setuju jika INLIS mudah untuk dioperasikan. Hasil untuk Attractiveness yaitu, sebanyak 87% responden menyatakan jika INLIS dapat menarik pengguna dan 13% responden menyatakan tidak setuju jika INLIS dapat menarik pengguna. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa penggunaan INLIS pada Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Gayo Lues tidak mudah digunakan.Hal ini disebabkan karena belum semua staf mengikuti pelatihan tentang aplikasi INLIS tersebut. Kata Kunci : Sistem Informasi, INLIS
KATA PENGANTAR
i Universitas Sumatera Utara

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan dan kesehatan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan guna mencapai gelar Sarjana Sosial (S.Sos) dalam bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. Adapun judul skripsi ini adalah “Evaluasi Penggunaan INLIS pada Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Gayo Lues”.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak luput dari kekurangan dan kelemahan dalam berbagai hal, baik dari hasil penulisan, penyajian, maupun penguraian dari isinya. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini sehingga dapat meningkatkan kemampuan penulis pada masa yang akan datang.
Dalam penulisan dan penyusunan skripsi ini, penulis telah banyak menerima bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Oleh karena itu penulis dalam kesempatan ini mengucapkan terimakasih kepada :
1. Bapak Dr. Drs. Syahron Lubis, MA selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara
2. Ibu Dr. Irawaty A. Kahar, M.Pd selaku Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Sumatera.
3. Bapak Dr. Ahmad Ridwan Siregar S. H. M.Lib selaku dosen pembimbing 1 yang telah banyak memberikan bantuan, bimbingan, dan pengarahan serta meluangkan waktu kepada penulis dalam penulisan skripsi ini.
4. Ibu Himma Dewiyana, ST, M.Hum selaku dosen pembimbing II yang telah banyak memberikan bantuan, bimbingan, dan pengarahan serta meluangkan waktu kepada penulis dalam penulisan skripsi ini.
5. Kepada seluruh Dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara yang dengan tulus telah memberikan bekal ilmu kepada penulis selama penulis kuliah dan menyelesaikan pendidikan Program Studi Ilmu Perpustakaa pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.
6. Teristimewa penulis ucapkan terimakasih kepada Ayahanda M. Hasyim dan Ibunda Zinem Br. Ginting selaku orangtua penulis yang telah banyak memberikan bantuan moril dan materil kepada penulis yang tak ternilai harganya.
ii
Universitas Sumatera Utara

7. Kepada kepala dan seluruh staf pustakawan di Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Gayo Lues yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan penelitian ini terutama dalam hal pengumpulan data.
8. Kepada seluruh keluarga besar Makmur Jaya, Kak Asiah Jabo, Kak Nurani, Kak Murni, Bang Tahar, Bang Irwan, Bang Sadiansyah, Junaidi Winbang, Mursidi yang telah banyak memberi dorongan, motivasi, do’a dan kasih sayang serta semangat dalam setiap keadaan. Karna Semangat dan do’a yang kalian berikan merupakan penyemangat bagi saya dalam menyusun skripsi ini
9. Kepada sahabat-sahabatku Uty, Hafni, Cici, Nisa, Nita, Ririn, Rohmina, Anto, Fuad, Bang Azhar, Bang Adam, Bang Ical, Kak Lidya Siregar, Saifullah fardhi dan teman-teman yang namanya tidak bisa disebutkan satu persatu.Terimakasih telah memberi dorongan, motivasi, do’a dan bantuan dalam setiap keadaan kepada penulis.
10. Kepada Teman-teman Stambuk 2010 Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.
Penulis menyadari bahwa Skripsi ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang sifatnya membangun demi kesempurnaan skripsi ini.
Demikian penulis sampaikan dengan harapan skripsi ini dapatbermanfaat bagi pembaca dan penulis sendiri.
Medan Juli 2014
Penulis
iii Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
ABSTRAK....... .......................................................................................i KATA PENGANTAR ............................................................................ii DAFTAR ISI...........................................................................................v DAFTAR TABEL...................................................................................vii DAFTAR GAMBAR ..............................................................................viii BAB I PENDAHULUAN .......................................................................1
1.1.Latar Belakang ..................................................................1 1.2 Rumusan Masalah ......................................................................2 1.3 Tujuan Penelitian .......................................................................2 1.4 Manfaat Penelitian .....................................................................3 1.5 Ruang Lingkup Penelitian..........................................................3 BAB II TINJAUAN LITERATUR.........................................................4 2.1 Sistem Informasi .......................................................................4
2.1.1 Pengertian Sistem Informasi ............................................4 2.1.2 Komponen Sistem Informasi ...........................................6
2.1.3 Manfaat Sistem Informasi ........................................................ 7 2.1.4 Penggunaan Sistem Informasi .................................................. 7
iv
Universitas Sumatera Utara

2.2 Sistem informasi perpustakaan........................................................... 7 2.2.1 Pengertian Sistem Informasi Perpustakaan .............................7 2.2.2 Fitur – fitur dalam Sistem Informasi Perpustakaan..................8
2.3 Evaluasi Kualitas Perangkat Lunak ...................................................... 12 2.3.1 Pengertian Evaluasi .................................................................. 12 2.3.2 Evaluasi Kualitas Perangkat Lunak............................................ 13
2.4 Sistem Informasi Perpustakaan INLIS.......................................15 2.4.1 Pengertian Sistem Informasi Perpustakaan INLIS ..........15 2.4.2 Modul dalam INLIS.........................................................17
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian.............................................................................. 22 3.2 Lokasi Penelitian.................................................................................. 22 3.3 Teknik Pengumpulan Data .................................................................. 23 3.4. Populasi dan Sampel .......................................................................... 23 3.3.1 Populasi ....................................................................................... 23 3.3.2 Sampel......................................................................................... 24 3.5 Instrumen Penelitian ........................................................................... 24 3.5.1 Kuesioner .................................................................................... 25 3.5 Jenis dan Sumber data ........................................................................ 26 3.6 Analisis Data ........................................................................................ 26
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ..................................................................... 29 4.1 Gambaran umum Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Gayo Lues................................................................................ 29 4.2 Visi dan Misi Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Gayo Lues .............30 4.3 Tujuan dan Sasaran Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Gayo Lues .......................................................................... 31 4.4 Struktur Organisasi Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Gayo Lues .......................................................................... 32 4.5 Sistem Informasi Perpustakaan Kabupaten Gayo Lues .....................33 4.6 Understandibility INLIS ........................................................................ 37 4.7 Operabilitas INLIS ................................................................................ 41 4.8 Attractiveness INLIS............................................................................. 46
V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan.................................................................................................. 50 5.2 Saran ........................................................................................................... 50 Daftar Pustaka................................................................................................... 52 LAMPIRAN
v
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL
Tabel 1: Kisi-kisi Kuesioner................................................................................ 25 Tabel 2 : Kemudahan dalam mengoperasikan INLIS ....................................... 37 Tabel 3 : Efisiensi waktu bekerja INLIS.............................................................. 38 Tabel 4 : INLIS dapat meningkatkan kinerja pekerjaan..................................... 39 Tabel 5 :Kejelasan menu pada INLIS ................................................................. 40 Tabel 6 : Konsep kata pada INLIS ...................................................................... 41 Tabel 7 : Kemudahan menemukan informasi pada INLIS .................................41 Tabel 8 : Kecepatan akses menggunakan INLIS ................................................ 42 Tabel 9 : Kelengkapan fitur pada INLIS ............................................................. 43 Tabel 10 : Kemudahan dalam melakukan setting data pada INLIS...................43 Tabel 11 :Kemudahan melakukan Upload file pada INLIS ................................44 Tabel 12 : Kemudahan melakukan Export data pada INLIS ..............................45 Tabel 13 : Kemudahan dalam melakukan Import Data pada INLIS ..................45 Tabel 14 :Kecepatan simpan data (saving) pada INLIS .....................................46 Tabel 15 : Tampilan desain grafis INLIS............................................................. 47 Tabel 16 :Kenyamanan menggunakan INLIS..................................................... 47 Tabel 17 :Kemudahan melakukan perbaikan pada aplikasi INLIS.....................48
vi
Universitas Sumatera Utara

Tabel 18 : Kemudahan melakukan Kopy MARC pada INLIS ..............................48
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 :Siklus Informasi Siklus Informasi.........................................5
Gambar 2 :Komponen sistem informasi ........................................................... 6 Gambar 3 : Struktur Organisasi Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Gayo Lues ........................................................... 33 Gambar 4 : Modul Akuisisi INLIS ....................................................................... 34 Gambar 5 : Modul pengatalogan INLIS ............................................................. 34 Gambar 6 : Katalog Online (OPAC).................................................................... 35 Gambar 7 : Modul Peminjaman pada Layanan Sirkulasi ..................................36 Gambar 8 : Buku tamu pengunjung .................................................................. 36 Gambar 9 : Modul keanggotaan ...................................................................... 37
vii Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK Susi, Susanti 2014.Evaluasi penggunaan INLIS pada Kantor Arsip dan Perpustakaan
Kabupaten Gayo Lues. Medan: Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan sistem informasi INLIS dengan pendekatan usability ISO 9126 pada Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Gayo Lues. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode total sampling dengan jumlah sample 21 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar angket.Analisis data dilakukan dengan metode persentase.Data yang diperoleh ditabulasi, kemudian dihiting melalui frekuensi persentase kemudian diinterprestasikan. Hasil evaluasi penggunaan INLIS pada Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Gayo Lues didasarkan pada 3 sub karakteristik usability ISO 9126 yaitu Hasil untuk Understandibility,sebanyak 59% responden menyatakan setuju jika INLIS mudah untuk dipahami dan sebanyak 41% responden tidak setuju jika INLIS mudah untuk dipahami. Hasil untuk Operabilitas yaitu, sebanyak 47% responden setuju jika INLIS mudah untuk dioperasikan dan sebanyak 53% responden menyatakan tidak setuju jika INLIS mudah untuk dioperasikan. Hasil untuk Attractiveness yaitu, sebanyak 87% responden menyatakan jika INLIS dapat menarik pengguna dan 13% responden menyatakan tidak setuju jika INLIS dapat menarik pengguna. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa penggunaan INLIS pada Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Gayo Lues tidak mudah digunakan.Hal ini disebabkan karena belum semua staf mengikuti pelatihan tentang aplikasi INLIS tersebut. Kata Kunci : Sistem Informasi, INLIS
KATA PENGANTAR
i Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam dunia perpustakaan, kehadiran sistem informasi sangat membantu dalam banyak hal, mulai dari proses klasifikasi hingga temu kembali informasi. Pemanfaatan sistem informasi dalam sebuah perpustakaan menjadi hal yang sangat penting dalam mempermudah suatu pekerjaan.Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat sudah mempengaruhi berbagai bidang kehidupan dan profesi.Sehingga, pemilihan sistem informasi perpustakaan menjadi sebuah pertimbangan bagi perpustakaan dalam menghadapi globalisasi informasi dan perkembangan teknologi informasi.Untuk dapat memiliki daya saing yang tinggi maka diperlukan peningkatan kualitas layanan informasi di perpustakaan. Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, penerapan sistem informasi dalam perpustakaan tidak hanya sebagai penunjang dalam pelaksanaan tugas subtantif saja namun juga harus mampu sebagai penunjang tugas administratif perpustkaan.Dalam penggunaan sistem informasi tak terlepas dari kendala-kendala yang dialami pengguna sehingga sistem informasi tersebut tidak berjalan dengan semestinya.Untuk itu diperlukan sebuah analisis untuk melihat efektifitas penggunaan dan pemanfaatan sistem informasi dalam pelaksanaan dan penyelesaian tugas-tugas kepustakawanan agar dapat memberikan kontribusi yang besar bagi pelaksanaan pekerjaan yang lebih efisien dan efektif bagi penggunanya. Evaluasi terhadap penggunaan sistem informasi menjadi penting agar penyedia informasi yakin bahwa sistem informasi mampu memenuhi kebutuhan individu dan perpustakaan dalam meningkatkan kinerja dan kecepatan dalam mengakses informasi. Studi penggunaan sistem informasi ini juga penting agar dapat diketahui bagaimana sebenarnya penggunaan sistem informasi yang digunakan di perpustakaan, karena perkembangan sistem informasi yang semula secara manualmenjadi sistem informasi yang di olah secara teknologi telah melahirkan sikap penerimaan atau penolakan dari pustakawandalam proses penggunaannya.
1
Universitas Sumatera Utara

Sistem informasi yang penggunaannya relatif diterima oleh pengguna (pelanggan) akan meningkatkan nilai layanan yang diberikan institusi di mata pelanggannya. Oleh karenanya perlu diketahui bagaimana sikap dan perilaku yang dirasakan pustakawanterhadap sistem informasi yang digunakan.
Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Gayo Lues adalah salah satu lembaga yang telah menerapkan teknologi informasi dalam pelayanannya, yaitu penggunaan aplikasi INLIS (Integrated Library Information System) yang diterapkan pertama kali pada tahun 2013. INLIS merupakan sistem informasi berbasis web yang dapat diakses dari manapun, sehingga mempermudah proses penelusuran informasi oleh penggunanya yang berfungsi sebagai sebuah sistem berbasis teknologi informasi untuk mendukung pelaksanaan tugas subtantif dan administratif perpustakaan. Namun dari pengamatan awal penulis, penggunaan INLIS belum sepenuhnya maksimal, Hal ini dapat dilihat dari seringnya aplikasi tersebut error pada saat melakukan entri data seperti proses upload file MP3, proses saving dan proses upload file memakan waktu yang lama, Sehingga beberapa pustakawan masih merasa lebih nyaman dengan sistem yang lama atau secara konvensional. Untuk itu peneliti merasa perlu melakukan evaluasi terhadap sistem informasi perpustakaan yang sedang digunakan.
Dalam Final draft ISO 9126, sistem informasi dapat di evaluasi dengan menggunakan karakteristik Usability yaitu kemampuan yang berhubungan dengan penggunaan perangkat lunak.
Penelitian ini menggunakan pendekatan karakteristik usability karena karakteristik tersebut memiliki seperangkat kriteria yang relevan untuk menguji aplikasi INLIS di Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Gayo Lues.
Berdasarkan latar belakang di atas peneliti mencoba meneliti dengan judul “Evaluasi penggunaan INLIS pada Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Gayo Lues”.
2 Universitas Sumatera Utara

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka yang
menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penggunaan INLIS pada Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Gayo Lues.
1.3 Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan INLIS oleh
Pegawai di Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Gayo lues.
1.4 Manfat Penelitian Adapun hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi :
1. Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Gayo lues, dimana hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan dan bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.
2. Peneliti, sebagai bahan rujukan untuk penelitian selanjutnya. 3. Penulis, berguna untuk menambah wawasan dan pemahaman penulis
mengenai evaluasi penggunaan INLIS di Perpustakaan.
1.5 Ruang Lingkup Ruang lingkup penelitian ini dibatasi hanya membahas tentang evaluasi
penggunaan INLIS dengan pendekatan karakteristik perangkat lunak usability yang terdiri dari Understandibility, Operabilitas, dan Attractivenesspada Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Gayo Lues.
3 Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN LITERATUR
2.1 Sistem informasi
2.1.1 Pengertian sistem informasi
Sistem informasi merupakan gabungan dari dua istilah yaitu sistem dan informasi. Lucas (1987, 35) mengartikan sistem sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel-variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu. Sedangkan definisi sistem menurut Jogiyanto (2000, 5) sistem adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai satu tujuan yang telah ditetapkan. Sebuah sistem terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud dan tujuan yang sama.
Suatu sistem merupakan suatu jaringan kerja dari prosedur prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu (Ladjamudin 2005, 3).Suatu sistem terintegrasi antara satu komponen dengan komponen lainnya.
Pengertian-pengertian di atas secara jelas memberikan definisi bahwa sistem adalah suatu kumpulan atau himpunan dari unsur atau variabel-variabel yang saling teroganisasi, saling berinteraksi dan saling berhubungan antar satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa sebuah sistem harus memiliki masukan (input), proses dan keluaran (output).
Istilah informasi, menurut Davis (1988, 28) adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang. Informasi merupakan data yang telah diolah sedemikian rupa sehingga memiliki makna tertentu bagi penggunanya.
4 Universitas Sumatera Utara

Data yang ditangkap dianggap sebagai masukan, diproses kembali melalui model dan seterusnya membentuk suatu siklus.
Siklus ini disebut dengan Siklus Informasi (Information Cycle) atau Siklus Pengolahan Data (Data Processing Cycle).

Input Data Data
Hasil tindakann

Proses
Dasar Data

Output (Information) Penerima
Keputusan Tindakan

Gambar 1. Siklus Informasi Siklus Informasi (Davis , 1988)
Sistem informasi dapat didefenisikan sebagai berikut : 1. Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen –
komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi 2. Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan/atau untuk mengendalikan organisasi. 3. Suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan (Ladjamudin 2005, 14)
5 Universitas Sumatera Utara

2.1.2 Komponen sistem informasi Kita dapat mengilustrasikan 5 komponen dalam sistem informasi seperti
terlihat pada gambar (Ladjamudin 2005, 16) Kelima komponen tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Perangkat keras berfungsi sebagai mesin 2. Perangkat lunak yang berfungsi sebagai mesin 3. Manusia yaitu pengguna 4. prosedur yang merupakan tatacara menggunakan mesin 5. Data merupakan jembatan penghubung antara manusia dan mesin agar
terjadi suatu proses pengolahan data

Hardware (perangkat
keras)

Software (perangkat
lunak)

Data

Procedures (Prosedur)

People (Manusia)

Gambar 2.komponen sistem informasi (Ladjamudin, 2005 ) Pengertian-pengertian di atas secara jelas memberikan definisi bahwa sistem informasi secara umum adalah suatu susunan yang sistematik dan teratur dari jaringan-jaringan aliran informasi yang saling berhubungan dalam prosedur pengolahan data yang dikembangkan dalam organisasi dengan maksud memberikan data kepada pengguna, baik data yang bersifat internal maupun data yang bersifat eksternal untuk dasar pengambilan keputusan dalam rangka mencapai suatu tujuan.

6 Universitas Sumatera Utara

2.1.3 Manfaat Sistem Informasi Bagi Perpustakaan Manfaat dari penerapan sistem informasi pada perpustakaan menurut Ishak
yang dikutip oleh Juanda (2008, 3) diantaranya adalah:
1. Mengefisiensikan dan mempermudah pekerjaan dalam perpustakaan. 2. Memberikan layanan yang lebih baik kepada pengguna perpustakaan. 3. Meningkatkan citra perpustakaan . 4. Pengembangan infrastruktur nasional, regional dan global.
2.1.4 Penggunaan Sistem Informasi
Penggunaan sistem informasi dapat berarti menggunakan sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau untuk memperbaiki sistem yang sudah ada. Sistem yang sudah lama perlu diperbaiki atau bahkan diganti, dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya yaitu :
1. Kesalahan yang tidak sengaja, yang menyebabkan kebenaran data kurang terjamin.
2. Tidak efisiensinya operasi pengolahan data tersebut. 3. Adanya instruksi-instruksi atau kebijaksanaan yang baru baik dari
pemimpin atau dari luar organisasi seperti peraturan pemerintah.
2.2 Sistem Informasi Perpustakaan
2.2.1 Pengertian sistem informasi perpustakaan
Sistem Informasi Perpustakaan merupakan perangkat lunak yang didesain khusus untuk mempermudah pendataan koleksi perpustakaan, katalog, data anggota/peminjam, transaksi dan sirkulasi koleksi perpustakaan.Keseluruhannya bekerja secara sistematis sehingga dapat memperbaiki administrasi dan operasional perpustakaan serta dapat menghasilkan bentuk-bentuk laporan yang efektif dan berguna bagi manajemen perpustakaan (Lutfian 2009, 1).
7 Universitas Sumatera Utara

2.2.2 Fitur – fitur dalam sistem informasi perpustakaan Sistem informasi perpustakaan sama halnya dengan automasi perpustakaan.
Sistem perpustakaan memiliki modul-modul yang terintegrasi dari sistem yang satu ke sistem yang lain melalui fitur-fitur yang disediakan. Modul-modul yang dapat terintegrasi yaitu:
1. Modul Pengadaan
Pengadaan merupakan kegiatan pokok dari perpustakaan atau pusat dokumentasi karena kegiatan ini mengusahakan buku-buku yang dibutuhkan bekerja secara sistematis sehingga dapat ada dalam koleksi.Modul pengadaan ini berfungsi untuk membuat daftar usulan buku dan daftar pengadaan buku.
2. Modul Pengatalogan Katalog adalah daftar barang yang berada pada suatu tempat, sedangkan
katalog perpustakaan adalah daftar bahan pustaka yang ada dalam perpustakaan, yang tujuannya adalah untuk memudahkan para anggota perpustakaan untuk mengetahui koleksi perpustakaan dengan cepat.Adapun fungsi modul pengatalogan adalah untuk mengelola data koleksi buku maupun koleksi berkala.
3. Modul Keanggotaan Keanggotaan perpustakaan sagat perlu untuk mempermudah pengguna dalam
meminjam koleksi perpustakaan.Pengurusan keanggotaan setiap perpustakaan memiliki kebijakan sendiri.Modul keanggotaan berfungsi untuk mengelola data anggota seperti penambahan, pengeditan dan penghapusan data anggota. 4. Modul Sirkulasi
Sirkulasi adalah proses transaksi keluar dan masuknya koleksi perpustakaan yang melibatkan anggota perpustakaan 5. OPAC
Otomasi perpustakaan akan memudahkan pengguna/pustakawan dalam menelusur informasi khususnya katalog melalui OPAC (Online Public Access Catalog). Pengguna/ pustakawan dapat menelusur suatu judul buku secara bersamaan. Disamping itu, mereka juga dapat menelusur buku dari berbagai
8
Universitas Sumatera Utara

pendekatan, misalnya melalui judul, kata kunci, pengarang, kata kunci pengarang, subyek, kata kunci subyek, dan sebagainya, sedangkan apabila menggunakan katalog manual, pengguna/pustakawan hanya dapat akses melalui tiga pendekatan yaitu judul, pengarang, dan subyek (Hermawan 2009, 54)
Sistem informasi perpustakaan digunakan untuk memudahkan para pustakawan dalam mengorganisir dan memberikan layanan bahan pustaka yang dimilikinya serta memudahkan pengguna untuk mencari bahan pustaka dibutuhkan. Pembuatan sistem informasi perpustakaan sangat diperlukan pada semua perpustakaan baik yang menggunakan pelayanan tertutup, maupun pelayanan terbuka. Sekalipun dalam sistem pelayanan terbuka pengguna dapat masuk ke ruang penyimpanan koleksi untuk mencari dan menemukan sendiri bahan pustaka yang di butuhkan, namun keberadaan sebuah sistem informasi perpustakaan sangat diperlukan karena pengguna perpustakaan dapat langsung mengetahui status keberadaan bahan pustaka yang diinginkan.
Pengertian-pengertian di atas secara jelas memberikan definisi bahwa sistem informasi perpustakaan adalah sistem yang digunakan dalam perpustakaan untuk menjembatani proses-proses yang ada dalam perpustakaan baik itu yang bersifat manajerial maupun operasional, serta menjembatani antara pustakawan sebagai pengelola perpustakaan dengan pengguna.Sistem informasi perpustakaan harus mampu menyediakan setidaknya 4 modul utama yaitu modul keanggotaan, modul katalogisasi, modul sirkulasi dan modul OPAC.
Menurut Prasetyo (2011, 2-4) dalam sistem informasi manajemen perpustakaan (SIMPUS) membutuhkan sejumlah tatap muka untuk melakukan pengolahan data mulai dari entry data pengarang, buku, koleksi, anggota, pegawai, proses peminjaman, pengembalian beserta denda.
Beberapa interface tersebut adalah sebagai berikut :
1. Data pengarang Data yag diolah meliputi entri, lihat, cari, ubah, hapus.
2. Data buku
9
Universitas Sumatera Utara

Data yang diolah meliputi entri, lihat, cari, ubah, hapus 3. Data koleksi
Data yang diolah meliputi entri, lihat, cari, ubah, hapus 4. Data anggota
Data yang diolah meliputi entri, lihat, cari, ubah, hapus 5. Data pegawai
Data yang diolah meliputi entri, lihat, cari, ubah, hapus 6. Proses peminjaman
Data yang diolah meliputi entri peminjaman, pembatalan peminjaman, batas peminjaman. 7. Proses pengembalian Data yang diolah meliputi pengembalian buku, denda keterlambatan pengembalian 8. Data peminjaman oleh anggota Laporan peminjaman oleh anggota.Tiap anggota dapat melakukan login untuk melihat history peminjaman buku oleh anggota, buku yang belum dikembalikan beserta denda jika terlambat. 9. Data peminjaman oleh pegawai Pegawai dapat melihat transaksi peminjaman yang dilakukan oleh pegawai tersebut, buku mana saja yang dipinjam pada saat pegawai tersebut bertugas. 10. Buku yang dipinjam History yang dimiliki oleh sebuah buku pernah dipinjam oleh anggota yang mana saja. 11. Rekapitulasi Peminjaman
Dalam satu periode ( 1 minggu atau 1 bulan ) dapat dibuatkan rekapitulasi jumlah peminjaman buku diperpustakaan. Dapat dikelompokkan berdasarkan judul buku, pegawai yang melayani peminjaman, pengarang buku yang dipinjam.
Dalam sistem informasi perpustakaan pada umumnya menyediakan fitur fitur untuk mempermudah manajemen suatu perpustakaan. Fitur –fitur tersebut adalah :
10
Universitas Sumatera Utara

1. Modul Data Induk Anggota
Manajemen Data Induk Anggota, meliputi: fitur pengelolaan data anggota dilengkapi dengan pengaturan Klasifikasi dan Status Anggota. Fasilitas add/edit/delete tersedia pada data induk ini, dan di-support dengan Barcode Reader/Scanner untuk mempercepat operasionalisasi ke depannya.
2. Modul Data Induk Pustaka
Manajemen Data Induk Buku dan Inventaris, meliputi: fitur pengelolaan Data Buku hingga Data Inventaris. Informasi detil setiap buku/inventaris seperti: Judul Buku, Tajuk/Subyek, Penulis, Penerbit, Kategori/Kelompok Buku hingga setting status untuk data Inventaris Buku (fisik), seperti Nomor Inventaris, Tanggal Inventaris dan Asal Buku.
3. Modul Transaksi Pustaka
Transaksi Buku dengan Barcode Scanner/Reader. Dukungan fasilitas Barcode Reader akan dirasakan manfaatnya saat proses transaksi pustaka. Kegiatan peminjaman, pengembalian, perpanjangan hingga pendataan status buku rusak/hilang serta jumlah denda, dapat menjadi lebih cepat dan akurat dengan fasilitas barcode tersebut.
4. Modul Cetak
Cetak Kartu Anggota Perpustakaan/Katalog/Barcode.Selain fasilitas cetak kartu-kartu tersebut, juga terdapat menu cetak untuk semua laporan yang terdapat dalam Sistem Informasi Perpustakaan ini.
5. Modul Konfigurasi Transaksi dan Sistem
Konfigurasi Transaksi dan Konfigurasi Sistem, meliputi: konfigurasi data umum perpustakaan dan data transaksi (jml maks. buku dipinjam, lama peminjaman, denda, maks. perpanjangan, masa berlaku kartu anggota, setting
11 Universitas Sumatera Utara

hari libur, hingga konfigurasi dashboard pengumuman pada halaman index SIMPERPUS. Juga terdapat konfigurasi User/Group User dan Hak Akses User.
6. Modul Pelaporan dan Statistik
Modul pelaporan dan statistik terdiri dari :
a. Laporan Anggota b. Laporan Inventaris Buku c. Laporan Peminjaman d. Laporan Pengembalian e. Laporan Buku Yang Belum Dikembalikan f. Laporan Denda Per Periode g. Laporan Buku Hilang/Rusak, dll.
2.3 Evaluasi Kualitas Perangkat Lunak
2.3.1 Pengertian Evaluasi Evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang
bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan. Fungsi utama evaluasi dalam hal ini adalah menyediakan informasi-informasi yang berguna bagi pihak pengambil keputusanuntuk menentukan kebijakan yang akan diambil berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan (Arikunto 2002, 36).
Roznovski (2001, 4) juga memaparkan evaluasi sebagai “setiap usaha atau proses dalam menentukan nilai”. Secara khusus evaluasi atau penilaian juga diartikan sebagai proses pemberian nilai berdasarkan data kuantitatif hasil pengukuran untuk keperluan pengambilan keputusan”.
Pengertian-pengertian di atas secara jelas memberikan definisi bahwa evaluasi sebuah perangkat lunak sangat perlu dilakukan untuk menilai kualitas sebuah perangkat lunak dengan tujuan tidak hanya menemukan kesalahan namun
12 Universitas Sumatera Utara

dapat juga untuk mengetahui sejauhmana kualitas perangkat lunak yang dibuat dapat dijalankan oleh pengguna.
2.3.2 Evaluasi kualitas perangkat lunak
Menurut McCall seperti yang dikutip oleh Hariyanto (2008, 35) menyebutkan bahwa evaluasi sistem informasi dapat dilakukan dengan mengetahui kualitas perangkat lunak berdasarkan ISO 9126. ISO 9126 mengidentifikasi enam karakteristik kualitas perangkat lunak utama yaitu: 1. Functionality: kemampuan perangkat lunak dalam memenuhi fungsi produk perangkat lunak yang menyediakan kepuasan kebutuhan pengguna. Fungsionalitas perangkat lunak mempunyai 5 sub-karakteristik, yaitu :
a. Suitability: Kemampuan perangkat lunak untuk menyediakan serangkaian fungsi yang sesuai untuk tugas-tugas tertentu dan tujuan pengguna;
b. Accuracy: Kemampuan perangkat lunak dalam memberikan hasil yang presisi dan benar sesuai dengan kebutuhan;
c. Security: Kemampuan perangkat lunak untuk mencegah akses yang tidak diinginkan, menghadapi penyusup (hacker) maupun otorisasi dalam modifikasi data;
d. Interoperabilitas: Kemampuan perangkat lunak untuk berinteraksi dengan satu atau lebih sistem tertentu;
e. Compliance: Kemampuan perangkat lunak dalam memenuhi standar dan kebutuhan sesuai peraturan yang berlaku.
2. Reliability: kemampuan perangkat lunak untuk perawatan dengan level performansi. Reliability atau keandalan perangkat lunak mempunyai 3 subkarakteristik, yaitu :
a. Maturity: Kemampuan perangkat lunak untuk menghindari kegagalan sebagai akibat dari kesalahan dalam perangkat lunak;
b. Fault tolerance: Kemampuan perangkat lunak untuk mempertahankan kinerjanya jika terjadi kesalahan perangkat lunak;
13 Universitas Sumatera Utara

c. Recoverability: Kemampuan perangkat lunak untuk membangun kembali tingkat kinerja dan memulihkan data yang rusak. 3. Efficiency: kemampuan yang berhubungan dengan sumber daya fisik yang digunakan ketika perangkat lunak dijalankan. Efesiensi perangkat lunak memiliki 2 sub-karakteristik, yaitu : a. Time behavior: Kemampuan perangkat lunak dalam memberikan respon dan waktu pengolahan yang sesuai saat melakukan fungsinya;
b. Resource behavior: Kemampuan perangkat lunak dalam menggunakan sumber daya yang dimilikinya ketika melakukan fungsi yang ditentukan
4. Maintainability: kemampuan yang dibutuhkan untuk membuat perubahan perangkat lunak. Maintanability memiliki 4 sub-karakteristik, yaitu :
a. Analyzability: Kemampuan perangkat lunak dalam mendiagnosis kekurangan atau penyebab kegagalan;
b. Changeability: Kemampuan perangkat lunak untuk dimodifikasi tertentu;
c. Stability: Kemampuan perangkat lunak untuk meminimalkan efek tak terduga dari modifikasi perangkat lunak;
d. Testability: Kemampuan perangkat lunak untuk dimodifikasi dan divalidasi perangkat lunak lain
5. Portability: kemampuan yang berhubungan dengan kemampuan perangkat lunak yang dikirim ke lingkungan berbeda. Portability memiliki 4 subkarakteristik, yaitu :
a. Adaptability: Kemampuan perangkat lunak untuk diadaptasikan pada lingkungan yang berbeda-beda;
b. Instalability: Kemampuan perangkat lunak untuk diinstal dalam lingkungan yang berbeda-beda;
14 Universitas Sumatera Utara

c. Co-existence: Kemampuan perangkat lunak untuk berdampingan dengan perangkat lunak lainnya dalam satu lingkungan dengan berbagi sumber daya
d. Replaceability: Kemampuan perangkat lunak untuk digunakan sebagai sebagai pengganti perangkat lunak lainnya
6. Usability: kemampuan yang berhubungan dengan penggunaan perangkat lunak. Usability perangkat lunak memiliki 3 sub-karakteristik, yaitu :
a. Understandibility: Kemampuan perangkat lunak dalam kemudahan untuk dipahami; b. Operabilitas: Kemampuan perangkat lunak dalam kemudahan untuk dioperasikan;
c. Attractiveness: Kemampuan perangkat lunak dalam menarik pengguna
Penelitian ini hanya menggunakan karakteristik perangkat lunak usability karena karakteristik tersebut memiliki seperangkat kriteria yang relevan untuk menguji penggunaan aplikasi INLIS di Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Gayo Lues.
2.4 Sistem Informasi Perpustakaan INLIS 2.4.1 Pengertian INLIS
Dalam LaporanModul Aplikasi Komputer Perpustakaan Indonesian Integrated Library Information System (2006, 2-6) disebutkan bahwa INLIS merupakan program aplikasi perpustakaan yang menggunakan IndoMARC yang merupakan turunan dari USMARC, berbasis web dan bebas pakai (freeware). Aplikasi ini merupakan pengembangan dari aplikasi automosi perpustakaan yang sebelumnya bernama Qalis, karena Qalis masih banyak keterbatasan dan perlu perbaikan sehingga lahirlah INLIS.INLIS merupakan sistem informasi perpustakaan terpadu, yaitu sebuah sistem berbasis teknologi informasi yang didesain dan dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan tugas subtantif dan administratif perpustakaan, khususnya di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.Yang merupakan sebuah sistem aplikasi perpustakaan yang terintegrasi
15 Universitas Sumatera Utara

dalam mendukung operasionalisasi perpustakaan seperti pengadaan, pengelolahan, dan sirkulasi serta fungsi manajerial dalam bentuk laporan-laporan yang mempermudah pengambilan keputusan dibidang perpustakaan dalam melakukan tindakan yang diperlukan dalam mengelola perpustakaannya.
INLIS pada awalnya dirancang dan dikembangkan khusus untuk kepentingan pembangunan pangkalan data Katalog Induk Nasional (Union Catalog) yang lengkap yang dapat diakses melalui internet secara cepat dan mudah oleh pengguna perpustakaan di manapun.Penerapan teknologi informasi perpustakaan di Indonesia yang masih sangat heterogen dan melihat bahwa INLIS sendiri dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan berbagai tugas di perpustakaan, maka INLIS dikembangkan menjadi sebuah sistem perpustakaan yang lebih komprehensif dan terpadu.
INLIS sebagai sebuah sistem yang digunakan untuk mengelola berbagai basisdata bibliografis dan mengorganisasikan jaringan kerja sama antar perpustakaan, maka penerapan format standar dalam struktur data bibliografisnya merupakan syarat mutlak. Oleh karenanya, fasilitas pengembangan basisdata bibliografis yang disediakan dalam INLIS dikembangkan dengan mengacu kepada INDOMARC.INDOMARC sendiri diadopsi dari USMARC (United State Machine Readable Catalog) dan MARC, standar pengkatalogan terbacakan mesin yang digunakan dalam lingkup internasional.
Penerapan MARC akan sangat mendukung upaya Perpustakaan Nasional dalam membangun berbagai basis data nasional (national databases) untuk kepentingan seluruh perpustakaan yang ada di Indonesia maupun di luar negeri. Untuk itu kajian yang berkesinambungan terhadap sistem informasi berbasis MARC, yang perkembangannya sangat dinamis, akan sangat membantu Perpustakaan Nasional dalam pengembangan pangkalan data berstandar dan dapat dimanfaatkan dalam lingkup internasional.
16 Universitas Sumatera Utara

2.4.2 Modul dalam INLIS INLIS Lite merupakan rangkaian modul sistem informasi perpustakaan
yang dibagi menjadi 2 (dua) bagian,yaitu modul untuk digunakan oleh pengguna dan modul untuk Administrasi.
Pengertian pengguna adalah orang atau petugas perpustakaan yang bertugas mengelola data perpustakaan dan Administrasi adalah petugas yang membantu user memelihara sistem, konfigurasi setting pada aplikasi dan lain-lain.
Modul yang bisa digunakan oleh Pengguna, terdiri dari : 1. Modul Akuisisi 2. Modul Katalog 3. Modul Keanggotaan 4. Modul Sirkulasi 5. Modul Laporan
Dan Modul Administrasi terdiri dari : 1. Penyetelan hak akses 2. Penyetelan Pengguna 3. Penyetelan Parameter
Sistem informasi INLIS terdiri dari 5 Modul Utama, yaitu : 1. Modul Akuisisi (Acquisition)
2. Modul Pengkatalogan (Cataloging)
3. Modul Penelusuran (OPAC)
4. Modul Sirkulasi (Circulation)
5. Modul Keanggotaan (Patron)
2.4.2.1 Modul Akuisisi Buku –buku yang ada di perpustakaan semuanya harus diproses Akuisi
terlebih dahulu.Akuisisi ini bisa dilakukan dari hasil pengadaan perpustakaan itu sendiri yang berasal dari berbagai macam sumber, misalnya dengan pembelian langsung, hibah atau sumbangan.
17 Universitas Sumatera Utara

Dalam melakukan akuisisi, tahap awal adalah melakukan penyetelan data. Ada beberapa setting master data yang harus dilakukan pada modul Akuisisi, yaitu :
1. Penyetelan Rekanan 2. Penyetelan Kategori Koleksi 3. Penyetelan Sumber Koleksi 4. Penyetelan Media Koleksi 5. Penyetelan Lokasi 6. Penyetelan Nomor Induk
Semua menu tersebut dimaksudkan untuk menyimpan data yang sering digunakan.Untuk semua menu penyetelan ini, pengguna bisa melakukan tambah data, hapus data, dan juga ubah data.
2.4.2.2 Modul Pengkatalogan (Cataloging Modul) Dalam modul pengkatalogan terdapat dua fasilitas, yaitu fasilitas
Bibliography Record (Cantuman Bibliografi) dan Fasilitas Authority Format (File Kendali). Bibliography Record adalah fasilitas untuk memasukkan data katalog. Authority format mempunyai fitur untuk membangun dan memelihara File Kendali (Authority File) untuk lima jenis Tajuk (headings), mencakup :
1. File Kendali untuk Tajuk Pengarang (Author Headings) 2. File Kendali untuk Tajuk Subjek (Subject Headings) 3. File Kendali Tajuk Nama Badan Korporasi (Corporate Body Name
Headings) 4. File Kendali Tajuk Nama Geografis (Geographic Name Headings) 5. File Kendali Tajuk Nama Pertemuan (Meeting Name Headings). File kendali berisi daftar tajuk yang digunakan dan tajuk yang tidak boleh digunakan. File kendali juga harus dapat menunjukkan keterkaitan antara tajuktajuk yang sejenis.
18 Universitas Sumatera Utara

Dengan mengacu kepada File Kendali, seorang pengkatalog dapat memilih tajuk yang sesuai dan benar untuk bahan pustaka yang dibuatkan katalognya dan dapat menunjukkan kepada pengguna tajuk-tajuk yang mungkin dapat dijadikan sebagai alternatif dalam penelusuran. Daftar tajuk yang boleh dan tidak boleh dipakai akan terus berkembang. Oleh karenanya, diperlukan fasilitas yang memungkinkan pustakawan untuk memelihara file kendali (menambah, menghapus, membuat link dalam daftar tajuk yang boleh dan tidak boleh dipakai). Sebagaimana halnya data bibliografis, MARC juga menyediakan format standar untuk pembuatan file kendali.
2.4.2.3 Modul Sarana Penelusuran atau OPAC (Online Public Catalog) Modul Sarana Penelusuran merupakan sebuah sistem temu kembali
informasi (information retreival system), yaitu sarana bagi pengguna perpustakaan untuk menelusur (searching) bahan pustaka yang diperlukannya dengan melakukan kegiatan temu kembali informasi (information retreival) melalui data bibliografis (katalog, indeks, dan sebagainya.) yang mewakili koleksi sebuah perpustakaan. Pada umumnya, pengguna OPAC dapat dikategorikan ke dalam kelompok: Pengguna Pemula (Novice User) dan Pengguna Ahli (Advanced User), oleh karenanya diterapkan teknik penelusuran yang bervariasi dalam sistem dan temu kembali informasi ini.
Penelusuran berdasarkan tajuk dapat dilakukan dengan merujuk tiga (3) jenis Tajuk (headings) yang dijadikan dasar penelusuran, yaitu: judul, pengarang, dan subjek. Melalui penelusuran model ini, pengguna dapat meminta sistem untuk mencari informasi yang diperlukan berdasarkan Tajuk tertentu ke dalam ruas (field) tertentu saja. Sebagai contoh, bila pengguna meminta sistem untuk memanggil (retreive) bahan pustaka dengan subjek “Politik”, maka sistem akan mencari ke ruas-ruas yang berisi tajuk subjek untuk memanggil dan menampilkannya di layar dalam bentuk daftar tajuk subjek yang dijajarkan secara alfabetis dan diawali dengan kata politik.
19 Universitas Sumatera Utara

2.4.2.4 Modul Sirkulasi (Circulation Modul)
Dalam modul ini meliputi fungsi-fungsi : 1. Pelaporan statistik keanggotaan, misalnya: jumlah transaksi pendaftaran
dan perpanjangan keanggotaan per tahun; Frekuensi keaktifan anggota; statistik anggota berdasarkan jenis keanggotaan, gender, wilayah domisili, dan sebagainya. 2. Pemeliharaan data aset koleksi, misalnya: Koleksi apa saja yang dipunyai, tahun terbit, jumlah eksemplar yang dipunyai, kondisi fisik koleksi, lokasi penyimpanan, dan lain-lain. 3. Status keberadaan koleksi, misalnya: Jumlah koleksi, jumlah yang dipinjam berapa, jumlah yang ada di perpustakaan, status tanggal pengembalian, dan lain-lain. 4. Transaksi peminjaman, pengembalian, perpanjangan pinjaman oleh anggota. 5. Proses peminjaman oleh perpustakaan lainnya (interlibrary loan) 6. Pencatatan denda keterlambatan pengembalian 7. Mencatat anggota yang terlambat mengembalikan, alasan keterlambatan, jumlah denda yang dikenakan disesuaikan dengan jenis koleksi yang dipinjam. 8. Pencatatan status kondisi fisik saat dikembalikan. 9. Pelaporan statistik sirkulasi, misalnya: jumlah transaksi peminjaman per tahun, frekuensi keterpakaian setiap bahan pustaka, subjek yang paling banyak diminati; keterpakaian per judul, dan sebagainya.
2.4.2.5 Modul Keanggotaan (Patron Modul) Dalam modul keanggotaan ini terdapat fungsi-fungsi :
1. Penyediaan fasilitas pembangunan basisdata Anggota Perpustakaan, yang memuat informasi tentang Nama, alamat, pekerjaan, status, nomor telpon, dan lain-lain.
2. Administrasi Keanggotaan
20
Universitas Sumatera Utara

3. Mencatat transaksi pendaftaran, tanggal awal masuk menjadi anggota, masa akhir berlakunya keanggotaan, perpanjangan masa keanggotaan, dan sebagainya.
4. Jenis Keanggotaan 5. Mencatat jenis anggota (Umum, Mahasiswa, Perusahaan) berikut fasilitas
yang bisa digunakan dan pembatasan yang diterapkan untuk masingmasing jenis anggota. 6. Profil Keanggotaan 7. Mencatat keaktifan anggota, mencatat prilaku anggota dalam menggunakan fasilitas perpustakaan, misalnya: berapa kali terlambat dalam mengembalikan buku, pelanggaran-pelanggaran yang pernah dilakukan, dan sebagainya.
Saat ini baru 4 modul yang telah digunakan, yaitu modul pengkatalogan, modul penelusuran, modul sirkulasi dan modul keanggotaan.Walaupun merupakan sistem informasi yang terintegrasi, namun modul-modul dalam aplikasi INLIS diciptakan untuk bisa berdiri sendiri-sendiri (standalone).
21 Universitas Sumatera Utara

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian ilmiah merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode penelitian merupakan cara yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya (Arikunto 2002,136). Dalam penelitian diperlukan metode-metode yang dipergunakan untuk memecahkan suatu permasalahan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan variabel mandiri, yaitu tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain (Sugiyono 2006, 8). Dari uraian diatas maka dapat di

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

76 1891 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 497 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 438 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 265 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 381 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 582 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 511 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 323 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 502 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 594 23