Prosedur Restitusi Pajak Pertambahan Nilai Bagi Pengusaha Kena Pajak Yang Melakukan Ekspor Barang Kena Pajak Berwujud Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Belawan

TUGAS AKHIR
PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI ( PKLM )
PROSEDUR RESTITUSI PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BAGI
PENGUSAHA KENA PAJAK YANG MELAKUKAN EKSPOR BARANG
KENA PAJAK BERWUJUD DI KANTOR PELAYANAN PAJAK
PRATAMA MEDAN BELAWAN
O
L
E
H
NAMA

: ABDUL HADI RIZKI PRADANA

NIM

: 082600097

Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Menamatkan Studi pada Program Studi Diploma III
Administrasi Perpajakan

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat ALLAH SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis untuk dapat menyelesaikan
Laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri yang merupakan salah satu
syarat untuk menamatkan studi pada Program Diploma III Administrasi
Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera
Utara dengan Judul ” Prosedur Restitusi Pajak Pertambahan Nilai Bagi
Pengusaha Kena Pajak Yang Melakukan Ekspor Barang Kena Pajak
Berwujud Di Kantor Pelayanan Pratama Medan Belawan.
Dalam penulisan laporan ini penulis menyadari dengan sepenuhnya
bahwa laporan ini masih belum sempurna. Ini disebabkan karena
terbatasnya kemampuan dan kurangnya pengalaman dari penulis, sehingga
dengan besar hati penulis akan menerima segala kritikan dan saran yang
sifatnya membangun dan dapat memacu juga memotivasi kepada penulis
sehingga dapat membuat sesuatu yang lebih baik lagi dimasa yang akan
datang.
Laporan yang penulis buat ini adalah berdasarkan Praktek Kerja
Lapangan Mandiri pada Kantor

Pelayanan

Pajak Pratama Medan

Belawan yang tidak terlepas dari adanya dukungan dan bantuan dari
berbagai pihak, baik itu bantuan yang bersifat moril maupun materiil
kepada penulis. Sehingga pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan

Universitas Sumatera Utara

laporan ini. Maka melalui kesempatan ini penulis ingin menyampaikan
ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Alwi Hashim Batubara, M.Si selaku Ketua Program Studi
Diploma III Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Patar N.M.P Hutabarat SE selaku dosen pembimbing dalam
penulisan Laporan PKLM dan juga selama perkuliahan yang telah
bersedia meluangkan waktu dan memberikan masukan berupan saran,
arahan, dan bimbingan sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan
laporan ini.
4. Bapak Delvi Azraaf, S.E. M.P.M., selaku Kepala Kantor Pelayanan Pajak
Pratama Medan Belawan.
5. Bapak Joseph Sinaga S.I.P selaku

Kepala Sub. Bagian Umum KPP

Pratama Medan Belawan.
6. Teristimewa untuk kedua Orangtuaku (Alm) Dr. Muhammad Syafi’i dan
Ibunda tercinta Dr. TUTY IRAWATY yang terkasih dan tersayang yang
telah membesarkan, mengasuh, mendidik, mendoakan serta memberikan
cinta dan kasih sayang yang tiada duanya dan selalu inginkan yang
terbaik bagi penulis.

Universitas Sumatera Utara

7. Buat Seluruh dosen dan pegawai Program Diploma III Administrasi
Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera
Utara yang telah banyak membantu penulis selama perkuliahan.
8. Buat Bapak Drs. M. Husni Thamrin Nasution, M.Si dan Ibu Dra. Elita
Dewi, M.SP selaku mantan Ketua dan Sekretaris Program Studi Diploma
III Administrasi Perpajakan Fakultas

Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Sumatera Utara.
9. Buat pegawai-pegawai KPP Pratama Medan Belawan Bang Candra,
Bang Edwin, Bang Bobby makasih datanya bang.
10. Buat seluruh keluarga besar penulis atas support dan bantuan yang
diberikan dala mengerjakan Laporan PKLM ini.
11. Buat kawan-kawan seperjuanganku sehari-hari di IMPROSAJA Periode
2010-2011 Rinal, Aulia, Dika, Putri, Ayu, Zia, Lily, Yuni yang telah
banyak meluangkan waktu, pikiran dan semua yang bisa kita beri untuk
IMPROSAJA, makasi juga semua pengurus-pengurus semuanya pasti
kangen masa itu kita nanti.
12. Buat kawan-kawan TAX B 2008 Kiki, Hera, Dini, Deni, Wanda, Dina,
Tina, Baluat, Fahmi dan semuanya yang gak tertulis yang sama-sama
menjalani perkuliahan dan banyak buat pengalaman bersama.
13. Buat abang dan kakak alumni semuanya Bang Denan, Bang Gelek, Bang
Togil, Bang Iwan, Bang Izal, Bang Agung, Bang Heru, Bang Cebonk,
Kak fitrah makasih atas bantuan, bimbingan dan semuanya, bisa banyak
belajar aku dari kalian.

Universitas Sumatera Utara

14. Buat Adek Asuhku Reza dan Nazmi yang gaul geelak semoga sukses
kedepannya, buat yang so amazing ya za. Gak maen la kalo gak.
15. Buat semua kawan-kawan stambuk 2009 dan 2010 yang juga
memberikan support.
Sekali lagi penulis mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang
telah memberikan bantuan kepada penulis. Menyadari bahwa masih
banyak terdapat kekurangan dalam penulisan Laporan Praktik Kerja
Lapangan Mandiri ini. Untuk itu penulis memohon maaf yang sebanyakbanyak atas segala kesalahan atau kekurangan yang terjadi. Penulis
berharap semoga tugas akhir ini dapat bermafaat bagi penulis sendiri
maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Medan, Juli 2011

Penulis

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................ i
DAFTAR ISI ..................................................................................................... .v
BAB I

PENDAHULUAN ........................................................................... 1
A. Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan Mandiri ..........................1
B. Tujuan Dan Manfaat Praktik Kerja Lapangan Mandiri .................. 3
1.

Tujuan Praktik Kerja Lapangan Mandiri ................................3

2.

Manfaat Praktik Kerja Lapangan Mandiri ..............................4
a. Bagi Mahasiswa ..............................................................4
b. Bagi Universitas ..............................................................5
c. Bagi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Belawan ... 5

C. Uraian Teoritis ..............................................................................6
1.

Pengertian Pajak ....................................................................6

2.

Pajak Pertambahan Nilai........................................................6

3.

Legal Karakter PPN...............................................................6

4.

Restitusi Pajak Pertambahan Nilai .......................................10

5.

Sebab-sebab terjadi Restitusi Pajak Pertambahan Nilai ........ 10

D. Ruang Lingkup Praktik Kerja Lapangan Mandiri ........................12
E. Metode Praktik Kerja Lapangan Mandiri ....................................12
F. Metode Pengumpulan Data .........................................................13
G. Sistematika Penulisan Laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri 14

Universitas Sumatera Utara

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA
LAPANGAN MANDIRI ................................................................16
A. Sejarah Singkat KPP Pratama Medan Belawan ...........................16
B. Suktur Organisasi KPP Pratama Medan Belawan ........................19
C. Deskripsi dan Aktifitas Kerja KPP Pratama Medan Belawan ......22
BAB III GAMBARAN DATA PRAKTIK .................................................29
A. Ketentuan ...................................................................................29
B. Subjek dan Objek Pajak Pertambahan Nilai ................................29
1. Subjek Pajak Pertambahan Nilai ...........................................29
2. Objek Pajak Pertambahan Nilai.............................................32
C. Dasar Pengenaan Pajak dan Tarif Pajak Pertambahan Nilai.........34
1. Dasar Pengenaan Pajak (DPP)...............................................29
2. Tarif Pajak Pertambahan Nilai ..............................................32
D. Tata Cara Pengajuan dan Penyelesaian Permohonan
Pengembalian Pajak Pertambahan Nilai ......................................37
1. Tata Cara Pengajuan Permohonan Restitusi ..........................37
2. Tata Cara Penyelesaian Permohonan Pengembalian
Kelebihan Pajak Pertambahan Nilai ......................................42
BAB IV ANALISA DAN EVALUASI ........................................................51
A. Prosedur Restitusi Pajak Pertambahan Nilai ................................51
B. Masalah Yang Sering Dihadapi Dalam Pelaksanaan Restitusi
Pajak Pertambahan Nilai .............................................................56

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .......................................................59

Universitas Sumatera Utara

A. Kesimpulan ................................................................................59
B. Saran ..........................................................................................60
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan Mandiri
Pajak merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang
sangat besar pengaruhnya terhadap peningkatan pembangunan dan
kelangsungan jalannya roda pemerintahan karena jumlahnya relatif stabil.
Dari sektor pajak diharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam
membiayai rumah tangga negara dan aktivitas pembangunan dapat
diwujudkan secara nyata.
Untuk melaksanakan sistem perpajakan di Indonesia tidaklah
mudah. Masyarakat di Indonesia harus mengerti pajak dan cara-cara
perhitungannya, agar tidak terjadi penyimpangan dan kesalahan dalam
perhitungan maupun pembayaran pajak, oleh karena itu pemerintah
mengeluarkan peraturan berupa undang-undang perpajakan. Undangundang tersebut mengatur mengenai hal-hal yang berhubungan dengan
pajak, baik mengenai subjek dan objek pajak, maupun tata cara
perhitungan pajak.
Sistem pemungutan pajak yang berlaku di Indonesia adalah “self
assessment system”, dimana sistem ini memberikan kepercayaan dan
tanggung jawab yang lebih besar untuk menghitung, menyetor, dan
melaporkan sendiri besarnya pajak yang terutang oleh wajib pajak.
Pemerintah dalam hal ini aparat perpajakan berkewajiban melaksanakan

Universitas Sumatera Utara

pembinaan, penelitian, dan pengawasan terhadap pelaksanaan pemenuhan
kewajiban wajib pajak.
Seiring dengan begitu pesatnya perkembangan ekonomi di bidang
industri, perdagangan, dan jasa di tanah air, hal ini dapat dijadikan potensi
dari Pajak Pertambahan Nilai yang dapat digali dan diolah sehingga dapat
lebih meningkatkan penerimaan dan pendapatan negara. Dalam Praktik
Pajak Pertambahan Nilai ternyata masih ada kendala yang dihadapi seperti
banyak wajib pajak atau Pengusaha Kena Pajak yang tidak mengetahui
hak dan kewajibannya dalam bidang perpajakan. Masih banyak Pengusaha
Kena Pajak yang tidak mengetahui prosedur pengajuan restitusi Pajak
Pertambahan Nilai. Seperti kita ketahui dalam praktik Pajak Pertambahan
Nilai apabila pajak masukan yang dibayarkan lebih besar daripada pajak
keluaran maka wajib pajak telah melakukan kelebihan pembayaran pajak
sehingga wajib pajak mempunyai hak untuk meminta pengembalian dari
kelebihan pembayaran pajak yang telah dibayarkan tersebut.
Di dalam proses pengajuan restitusi sering terjadi adanya
perbedaan interpretasi peraturan antara wajib pajak dengan petugas pajak
yang sering menghambat proses restitusi dan berpotensi merugikan WP
maupun negara. Hambatan yang terjadi berdasarkan uraian di atas sering
menimbulkan

anggapan

seperti

sulitnya

Pengusaha

Kena

Pajak

memperoleh pengembalian kelebihan pembayaran (restitusi) Pajak
Pertambahan Nilai karena proses yang dianggap berbelit-belit. Hal ini

Universitas Sumatera Utara

mungkin saja dapat menurunkan minat dan kesadaran serta kepedulian
wajib pajak dalam mematuhi kewajiban perpajakannya.
Melihat permasalahan tersebut, maka penulis merasa tertarik untuk
mengetahui lebih jauh mengenai permasalahan tentang proses restitusi
Pajak Pertambahan Nilai yang dituangkan kedalam sebuah judul laporan
yaitu: “PROSEDUR RESTITUSI PAJAK PERTAMBAHAN NILAI
BAGI PENGUSAHA KENA PAJAK YANG MELAKUKAN EKSPOR
BARANG KENA PAJAK BERWUJUD DI KANTOR PELAYANAN
PAJAK PRATAMA MEDAN BELAWAN”.
B. Tujuan Dan Manfaat Praktik Kerja Lapangan Mandiri
Praktik Kerja Lapangan Mandiri merupakan salah satu persyaratan
yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa

untuk dapat menyelesaikan

studi di Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan pada Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
1. Tujuan Praktik Kerja Lapangan Mandiri
Adapun Tujuan Praktik Kerja Lapangan Mandiri ini adalah :
a. Untuk mengetahui Prosedur pengembalian kelebihan pembayaran
pajak (restitusi) Pajak Pertambahan Nilai bagi Pengusaha Kena
Pajak yang melakukan ekspor Barang Kena Pajak Berwujud di
Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Belawan.
b. Untuk mengetahui data lapangan mengenai Restitusi Pajak
Pertambahan Nilai.

Universitas Sumatera Utara

c. Untuk mengetahui faktor penghambat dalam proses Restitusi Pajak
Pertambahan Nilai.
2. Manfaat Praktik Kerja Lapangan Mandiri
Manfaat dari Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Mandiri adalah :
a. Bagi Mahasiswa
1. Menambah wawasan dan pengetahuan di bidang perpajakan
khususnya Restitusi Pajak Pertambahan Nilai.
2. Untuk mempraktikkan dan menerapkan ilmu pengetahuan serta
mengaplikasikannya kedalam kehidupan nyata yang telah
diperoleh selama masa perkuliahan.
3. Sebagai wadah untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia
kerja dengan dibekali keahlian keterampilan dan pengalaman
yang diperoleh sewaktu melaksanakan Praktik Kerja Lapangan
Mandiri.
b. Bagi Universitas
1. Membuka interaksi antara Mahasiswa, Dosen, dan Instansi
pemerintah.
2. Meningkatkan kerjasama yang baik antara pihak Universitas
dengan Instansi Pemerintah khususnya Kantor Pelayanan Pajak
Pratama Medan Belawan.
3. Mendapatkan masukan berupa ide, saran dan gagasan untuk
penyempurnaan kurikulum Program Studi Diploma III

Universitas Sumatera Utara

Administrasi Perpajakan sehingga mampu mencapai standar
mutu pendidikan yang lebih baik.
c. Bagi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Belawan
1. Sebagai bahan masukan dalam pengambilan keputusan masalah
yang berhubungan dengan restitusi Pajak Pertambahan Nilai.
2. Membantu pihak Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan
Belawan dalam hal sosialisasi perpajakan kepada masyarakat
wajib pajak melalui mahasiswa peserta PKLM yang setelah
menyelesaikan studi akan mengaplikasikan ilmu perpajakan
yang dipelajarinya kepada masyarakat.
3. Adanya Praktik Praktik Kerja Lapangan Mandiri, mahasiswa
dapat memberikan sumbangsihnya terhadap instansi berupa
masukan-masukan yang bersifat membangun.
C. Uraian Teoritis
Sebelum memasuki pembahasan mengenai Prosedur Restitusi
Pajak Pertambahan Nilai Bagi Pengusaha Kena Pajak yang Melakukan
Ekspor Barang Kena Pajak Berwujud ada baiknya terlebih dahulu kita
membahas mengenai pengertian prosedur yang menurut kamus besar
bahasa Indonesia adalah tahap-tahap suatu kegiatan untuk menyelesaikan
suatu aktivitas atau masalah.
1. Pengertian Pajak
Definisi Pajak menurut Prof. DR. Rochmat Soemitro,S.H. dalam
Resmi (2008:1) adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan

Universitas Sumatera Utara

undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tidak mendapat jasa
timbal balik (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan, dan yang
digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Definisi tersebut
kemudian disempurnakan menjadi :
Pajak adalah peralihan kekayaan dari pihak rakyat kepada kas
Negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan “surplus”-nya digunakan
untuk public saving yang merupakan sumber utama untuk membiayai
public investment.
Sedangkan definisi pajak menurut Undang-Undang Nomor 28
Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan adalah
kontribusi wajib kepada Negara yang terutang oleh Orang Pribadi atau
Badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang dengan tidak
mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan
Negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
2. Pajak Pertambahan Nilai
Menurut Musgrave dalam Rusjdi (2004:01-1) Pajak Pertambahan
Nilai adalah pajak yang dikenakan terhadap pertambahan nilai (value
added) yang timbul akibat dipakainya faktor-faktor produksi di setiap jalur
perusahaan

dalam

menyiapkan,

menghasilkan,

menyalurkan

dan

memperdagangkan barang atau pemberian pelayanan jasa kepada para
konsumen.
3. Legal Karakter PPN
a. PPN adalah Pajak Tidak Langsung

Universitas Sumatera Utara

Pengertian PPN ditinjau dari sudut ilmu hukum yaitu suatu jenis
pajak yang menempatkan kedudukan pemikul beban pajak dengan
kedudukan penanggung jawab pembayaran pajak ke kas Negara
pada pihak yang berbeda. Apabila penjual atau pengusaha jasa
tidak memungut PPN dari pembeli atau penerima jasa, sepenuhnya
menjadi tanggung jawab penjual atau pengusaha jasa, bukan
tanggung jawab pembeli atau penerima jasa. Demikian pula
apabila pembeli atau penerima jasa sudah membayar PPN kepada
penjual atau pengusaha jasa sepenuhnya menjadi penanggung
jawab penjual atau pengusaha jasa.
b. PPN adalah Pajak Objektif
Sebagai pajak objektif mengandung pengertian bahwa timbulnya
kewajiban pajak di bidang PPN sangat ditentukan oleh adanya
objek pajak. Karakter PPN sebagai pajak objektif menimbulkan
dampak regresif dengan tidak mempertimbangkan kondisi subjek
pajak. Regresivitas PPN mengandung pengertian, semakin tinggi
kemampuan konsumen semakin ringan beban pajak yang dipikul.
Sebaliknya semakin rendah kemampuan konsumen semakin berat
beban pajak yang dipikul.
c. PPN bersifat Multi Stage Levy
PPN dikenakan pada setiap mata rantai jalur produksi maupun jalur
distribusi Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak.
Contoh :

Universitas Sumatera Utara

Ketika perusahaan industri benang menyerahkan benang kepada
perusahaan tekstil, dikenakan PPN. Oleh perusahaan tekstil,
benang diproses menjadi tekstil. Atas penyerahan tekstil kepada
perusahaan garmen dikenakan PPN.
d. Perhitungan PPN terutang untuk dibayarkan ke kas Negara
Menggunakan Indirect Subtraction Method (metode Pengurangan
tidak langsung)
Indirect Subtraction Method adalah metode penghitungan PPN
yang akan disetor ke kas Negara merupakan hasil perhitungan
selisih antara pajak masukan dengan pajak keluaran. Untuk
mendeteksi kebenaran jumlah pajak masukan dengan pajak
keluaran dibutuhkan suatu dokumen yaitu faktur pajak.
e. PPN bersifat Non Kumulatif
PPN yang “multi stage levy” namun bersifat non kumulatif yaitu
tidak menimbulkan pajak berganda, PPN yang dikenakan hanya
atas nilai tambah dan PPN yang dibayarkan dapat diperhitungkan
dengan PPN yang dipungut.
f. PPN Indonesia menganut tarif tunggal
PPN Indonesia menganut tarif tunggal yaitu 10% . Sisi negatif tarif
tunggal adalah mempertajam regresivitas PPN. Sisi positif tarif
tunggal adalah sederhana dalam pelaksanaan maupun pengawasan.
Untuk

meredam regresivitas tersebut

UU PPN Indonesia

Universitas Sumatera Utara

mengenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) atas
penyerahan Barang Kena Pajak yang tergolong Mewah.
g. PPN adalah Pajak atas Konsumsi dalam Negeri
Maksudnya PPN hanya dikenakan atas barang atau jasa yang
dikonsumsi di dalam daerah Pabean Republik Indonesia. Ini sesuai
dengan destination principle (prinsip tempat tujuan) yang
digunakan dalam pengenaan PPN yaitu dikenakan di tempat tujuan
barang atau jasa akan dikonsumsi. Sehingga PPN dapat
menunjukkan netralitasnya di perdagangan Internasional.
h. PPN yang diterapkan di Indonesia adalah PPN tipe konsumsi
(Consumption Type VAT)
Dilihat dari perlakuan terhadap barang modal, termasuk tipe
konsumsi artinya seluruh biaya yang dikeluarkan untuk perolehan
barang modal dapat dikurangi dari dasar pengenaan pajak. Pajak
masukan atas perolehan barang modal dapat dikreditkan dengan
pajak keluaran sehingga barang modal hanya dikenakan PPN
hanya satu kali.
Dengan legal karakter PPN tersebut diatas, PPN mampu
merealisasikan dirinya netral dalam dunia perdagangan baik
domestik maupun internasional sehingga PPN tidak mempengaruhi
kompetisi dalam dunia bisnis. Karena yang dapat dikonsumsi
bukan hanya barang tetapi juga jasa, maka PPN memberikan

Universitas Sumatera Utara

perlakuan yang sama terhadap konsumsi barang maupun jasa yaitu
kedua-duanya dikenakan PPN.
4. Restitusi Pajak Pertambahan Nilai
Restitusi adalah perhitungan jumlah pajak yang sebenarnya
terutang dengan jumlah kredit pajak yang menunjukan jumlah selisih lebih
(jumlah kredit pajak lebih besar daripada pajak yang terutang), atau telah
dilakukan pembayaran pajak yang seharusnya tidak terutang. Wajib pajak
berhak untuk meminta kembali kelebihan pembayaran pajak, dengan
catatan wajib pajak tersebut tidak mempunyai utang pajak.
Apabila kita membicarakan restitusi PPN maka kita perlu
mengetahui hal-hal yang menyebabkan terjadinya restitusi tersebut.
Pajak Masukan adalah Pajak Pertambahan Nilai yang seharusnya
sudah dibayar oleh Pengusaha Kena Pajak karena perolehan Barang Kena
Pajak dan/atau perolehan Jasa Kena Pajak dan/atau pemanfaatan Barang
Kena Pajak Tidak Berwujud dari luar Daerah Pabean dan/atau
pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean dan/atau impor
Barang Kena Pajak.
Pajak Keluaran adalah Pajak Pertambahan Nilai terutang yang
wajib dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan
Barang Kena Pajak, penyerahan Jasa Kena Pajak, ekspor Barang Kena
Pajak Berwujud, ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dan/atau
ekspor Jasa Kena Pajak.
5. Sebab-sebab terjadi Restitusi Pajak Pertambahan Nilai

Universitas Sumatera Utara

Kelebihan pembayaran PPN dapat terjadi karena :
a. Jumlah Pajak Masukan yang dibayar lebih besar daripada jumlah
pajak keluaran yang dipungut dalam suatu masa pajak yang
disebabkan oleh :
-

PKP melakukan pembelian/impor BKP atau JKP pada masa
invetasi atau pada masa awal usaha dimulai.

-

Ekspor Barang Kena Pajak oleh PKP.

-

PKP menyerahkan BKP atau JKP kepada pemungut PPN.

-

PKP menyerahkan BKP atau JKP yng memperoleh fasilitas
“Pajak yang terutang tidak dipungut” atau lebih sering disebut
“PPN dn PPnBM tidak dipungut”.

b. Selain itu kemungkinan terjadi kelebihan pembayaran pajak bukan
disebabkan pajak masukan lebih besar daripada pajak keluaran,
melainkan semata-mata disebabkan oleh kekeliruan pemungutan
pajak yang dilakukan Pengusaha Kena Pajak.
c. Pajak Masukan yang dapat diminta kembali
Pajak Masukan yang dapat diminta kembali adalah pajak masukan
untuk perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang
tercantum dalam faktur pajak standar yang tidak cacat dan yang
berhubungan

langsung

dengan

kegiatan

usaha

melakukan

penyerahan kena pajak, yaitu :
-

Kegiatan penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak
yang sepenuhnya dikenakan pajak.

Universitas Sumatera Utara

-

Kegiatan ekspor Barang Kena Pajak.

-

Kegiatan penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak
kepada pemungut Pajak Pertambahan Nilai.

-

Kegiatan penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak
yang memperoleh fasilitas pajak yang terutang (PPN atau
PPnBM) tidak dipungut.

D. Ruang Lingkup Praktik Kerja Lapangan Mandiri
Karena

terbatasnya

kemampuan

penulis,

dan

agar

tidak

menyimpang dari tujuan semula, maka penulis membatasi ruang lingkup
yang akan dibahas dalam Praktik Kerja Lapangan Mandiri ini adalah:
1. Prosedur Restitusi Pajak Pertambahan Nilai di Kantor Pelayanan Pajak
Pratama Medan Belawan.
2. Proses Pelaksanaan Restitusi Pajak Pertambahan Nilai bagi Pengusaha
Kena Pajak.
3. Faktor-faktor

penghambat

dalam

pelaksanaan

restitusi

Pajak

Pertambahan Nilai di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan
Belawan.
E. Metode Praktik Kerja Lapangan Mandiri
Adapun metode yang dipakai penulis adalah :
1. Tahap Persiapan
Dalam tahap ini penulis melakukan berbagai persiapan dimulai dari
penentuan tempat Praktik Kerja Lapangan Mandiri, mencari dan

Universitas Sumatera Utara

mengumpulkan bahan untuk melengkapi pembuatan proposal hingga
berkonsultasi dengan pihak dosen.
2. Studi Literatur
Merupakan dasar teori yang mendukung laporan ini menyangkut
masalah yang dibahas yang berasal dari buku-buku, peraturan
perundang-undangan, artikel ilmiah, catatan-catatan maupun bahasa
tertulis yang berhubungan dengan Laporan Praktik Kerja Lapangan
Mandiri.
3. Pengumpulan data
Dalam tahap ini penulis mengumpulkan data – data yang diperlukan
pada saat penyusunan laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri.
4. Analisis Data dan evaluasi
Setelah memperoleh dan mengumpulkan data yang diperlukan, penulis
akan menganalisa dan mengevaluasi data–data tersebut

secara

objektif, jelas dan sistematis.
F. Metode Pengumpulan Data
Adapun cara pengumpulan sumber-sumber data yang digunakan ialah
sebagai berikut:
1. Daftar Wawancara (Interview Guide)
Yaitu dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan
kepada pihak Kantor Pelayanan Pajak Pratama untuk mendapatkan
data dan informasi yang diperlukan dalam penyusunan laporan Praktik
kerja Lapangan Mandiri.

Universitas Sumatera Utara

2. Data Observasi (Observation Guide)
Yaitu dengan cara melakukan pengamatan langsung ke lokasi Praktik
Kerja Lapangan Mandiri untuk melihat dan mengetahui berbagai
masalah yang menjadi objek penelitian.
3. Daftar Dokumentasi (Optional)
Yaitu

dengan

mengumpulkan

dokumen

atau

informasi

yang

berhubungan dengan objek yang dianggap sebagai bukti otentik yang
dianggap sah dalam melengkapi laporan Praktik Kerja Lapangan
Mandiri.
G. Sistematika Penulisan Praktik Kerja Lapangan Mandiri
Untuk mempermudah pemahaman dalam pembahasan Praktik
Kerja Lapangan Mandiri ini maka penulis membaginya ke dalam lima bab.
Adapun rincian dari tiap-tiap bab yang terdiri dari :
BAB I

PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis menguraikan gambaran umum tentang
penulisan Laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri yang
meliputi latar belakang masalah, tujuan dan manfaat,uraian
teoritis, ruang lingkup dan metode Praktik Kerja Lapangan
Mandiri serta metode pengumpulan data, dan sistematika
penulisan.

BAB II

GAMBARAN

UMUM

LOKASI

PRAKTIK

KERJA

LAPANGAN MANDIRI

Universitas Sumatera Utara

Dalam bab ini penulis menguraikan gambaran umum lokasi
Praktik Kerja Lapangan, sejarah singkat, visi dan misi,serta
struktur organisasi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan
Belawan.
BAB III GAMBARAN DATA TENTANG TATA CARA RESTITUSI
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI
Dalam bab ini penulis menguraikan tentang pengertian pajak,
pengertian Pajak Pertambahan Nilai, subjek dan objek Pajak
Pertambahan Nilai, tarif dan dasar pengenaan pajak serta dasar
hukum restitusi Pajak Pertambahan Nilai.
BAB IV ANALISIS DATA DAN EVALUASI
Dalam bab ini

akan berisi tentang analisa penulis dan

mengevaluasi data yang diperoleh mengenai restitusi Pajak
Pertambahan Nilai.
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN
Dalam bab ini penulis menguraikan kesimpulan-kesimpulan dari
uraian dalam bab-bab sebelumnya, serta saran-saran dari penulis
yang merupakan pemikiran yang diharapkan dapat bermanfaat
bagi semua pihak yang menbutuhkan.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN
MANDIRI (PKLM)
A. Sejarah Singkat KPP Pratama Medan Belawan
Sebagai gambaran umum Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan
Belawan semula bernama Kantor Pelayanan Pajak Medan Utara didirikan
berdasarkan

Surat

Keputusan

Menteri

Keuangan

Nomor

:

94/KMK.01/1994 tanggal 29 Maret 1994 yang kemudian diubah namanya
menjadi Kantor Pelayanan Pajak Medan Belawan dengan surat keputusan
Menteri Keuangan Nomor : 443/KMK.01/2001 tanggal 23 Juli 2001 dan
dengan adanya modernisasi di lingkungan DJP, maka sejak tanggal 27 Mei
2008 berubah nama menjadi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan
Belawan yang merupakan gabungan dari Kantor Pelayanan Pajak, Kantor
Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan serta Kantor Pemeriksaan dan
Penyidikan Pajak (Karikpa), yang akan melayani PPh, PPN, PBB,
BPHTB, serta melakukan pemeriksaan tetapi bukan sebagai lembaga yang
memutuskan keberatan.
KPP Pratama adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak
yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala
Kantor

Wilayah.

KPP

Pratama

mempunyai

tugas

melaksanakan

penyuluhan, pelayanan, dan pengawasan wajib pajak di bidang Pajak
penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang
Mewah, Pajak tidak langsung lainnya, Pajak Bumi dan Bangunan serta

Universitas Sumatera Utara

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan dalam wilayah
wewenangnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
A. Visi dan Misi Direktorat Jenderal Pajak
Keberhasilan program modernisasi di lingkungan DJP, tidak hanya
dapat membawa perubahan paradigma dan perubahan perilaku pegawai
DJP. Tetapi lebih jauh dapat memberikan dampak positif terhadap
percepatan penerapan praktik-praktik “good governance” pada institusi
pemerintah secara keseluruhan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Direktorat Jendral Pajak telah
mencanangkan visi dan misi sebagai pedoman dalam melakukan setiap
kegiatan. Adapun visi dan misi tersebut adalah sebagai berikut:
VISI
Menjadi

institusi

pemerintah

yang

menyelenggarakan

sistem

administrasi perpajakan modern yang efektif, efisien, dan dipercaya
masyarakat dengan integritas dan profesionalisme yang tinggi.
Dalam rangka mensosialisasikan sasaran pencapaian penerimaan
pajak dalam tahun 2011, diperlukan sarana pendukung yang harus di
persiapkan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Belawan secara lebih
handal. Beberapa sarana pendukung tersebut antara lain adalah
peningkatan etika dan moral aparat, penyempurnaan bank data,
penyusunan strategi yang tepat, peningkatan kerjasama dengan pihak
ketiga yang terkait dan perbaikan sistem informasi yang akurat.

Universitas Sumatera Utara

MISI
FISKAL
Menghimpun penerimaan dalam negeri dari sektor pajak yang mampu
menunjang kemandirian pembiayaan pemerintah berdasarkan undangundang perpajakan dengan tingkat efektivitas dan efisiensi yang tinggi.
EKONOMI
Mendukung kebijakan pemerintah dalam mengatasi permasalahan
ekonomi bangsa dengan kebijakan perpajakan yang meminimalkan
distorsi.
POLITIK
Mendukung proses demokratisasi bangsa.
KELEMBAGAAN
Senantiasa memperbaharui diri, selaras dengan aspirasi masyarakat
dan teknokrasi perpajakan serta administrasi perpajakan mutakhir.

Universitas Sumatera Utara

Adapun jumlah Wajib Pajak yang terdaftar di KPP Pratama Medan
Belawan periode Juni 2011 berjumlah sebanyak 139.461 Wajib Pajak
(termasuk WP PBB), yang terdiri dari:
No

Jenis Wajib Pajak

1

Orang Pribadi

2

Badan

3

Bendaharawan

4

PBB

Jumlah

Wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Belawan
terdiri dari 4 kecamatan yaitu :
1. Kecamatan Medan Labuhan
2. Kecamatan Medan Marelan
3. Kecamatan Medan Deli
4. Kecamatan Medan Belawan
B. Struktur organisasi KPP Pratama Medan Belawan
Di setiap perusahaan mempunyai struktur organisasi untuk
menggambarkan secara jelas unsur-unsur yang membantu pimpinan dalam
menjalankan perusahaan. Dengan adanya struktur organisasi yang jelas
dapat diketahui posisi, tugas, dan wewenang setiap anggota. Tujuannya
adalah untuk pencapaian kerja dalam organisasi yang berdasarkan pada
pola hubungan kerja serta lalu lintas wewenang dan tanggung jawab.

Universitas Sumatera Utara

Jenis struktur organisasi yang digunakan oleh KPP Pratama Medan
Belawan adalah menggunakan jenis struktur “line and staff organization”
atau gabungan dari jenis struktur organisasi garis dan organisasi
fungsional. Struktur organisasi KPP Pratama Medan Belawan berdasarkan
fungsi bukan jenis pajak.
KPP Pratama dipimpin oleh seorang Kepala Kantor sedangkan
setiap seksi dipimpin oleh kepala seksi/kepala sub.bagian umum dan
dibantu oleh Account Representative (AR) dan pelaksana. Adapun seksi/
sub bagian umum dan kelompok fungsional tersebut adalah sebagai
berikut :
1. Sub Bagian Umum
2. Seksi Pengolahan Data dan Informasi Perpajakan
3. Seksi Pelayanan
4. Seksi Pemeriksaan
5. Seksi Penagihan
6. Seksi Ekstensifikasi
7. Seksi Pengawasan dan Konsultasi I
8. Seksi Pengawasan dan Konsultasi II
9. Seksi Pengawasan dan Konsultasi III
10. Seksi Pengawasan dan Konsultasi IV
11. Kelompok fungsional Pemeriksa Pajak dan Penilai
PBB

Universitas Sumatera Utara

Jumlah sumber daya manusia di lingkungan KPP Pratama Medan Belawan
berjumlah 82 orang yang terdiri dari pegawai sebanyak 82 orang termasuk
dengan kepala kantor dan pegawai honorer (petugas security yang dibiayai
dana DIPA) sebanyak 6 orang.
Adapun perincian jumlah pegawai adalah sebagai berikut :
a. Berdasarkan pegawai per seksi/bagian/kelompok
No

Seksi/Bagian

Jumlah Pegawai

1

Kepala Kantor

1 Orang

2

Sub Bagian Umum

11 Orang

3

Pengolahan Data dan Informasi

9 Orang

4

Pelayanan

10 Orang

5

Penagihan

5 Orang

6

Pemeriksaan

2 Orang

7

Ekstensifikasi

4 Orang

8

Pengawasan dan Konsultasi I

6 Orang

9

Pengawasan dan Konsultasi II

7 Orang

10

Pengawasan dan Konsultasi III

6 Orang

11

Pengawasan dan Konsultasi IV

6 Orang

12

Fungsional Pemeriksa dan Penilai PBB

15 Orang

Jumlah

82 Orang

Universitas Sumatera Utara

b. Berdasakan Jabatan
No

Jabatan

Jumlah

1

Kepala Kantor

1 Orang

2

Kepala Sub Bagian Umum

1 Orang

3

Kepala Seksi

9 orang

4

Account Representative

17 orang

5

Fungsional Pemeriksa Pajak

15 orang

6

Pelaksana

31 orang

Jumlah

82 Orang

C. Deskripsi dan Aktifitas Kerja KPP Pratama Medan Belawan
1. Kepala KPP (Kepala Kantor)
KPP Pratama merupakan penggabung dari KPP, KPPBB,
dan Karikpa maka Kepala KPP Pratama mempunyai tugas
mengkoordinasikan

pelaksanaan

penyuluhan,

pelayanan,

pengawasan wajib pajak di bidang PPh, PPN, PPnBM, Pajak Tidak
Langsung Lainnya dan PBB serta BPHTB

dalam wilayah

wewenangnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
2. Sub Bagian Umum

Universitas Sumatera Utara

Sub

bagian

umum

mempunyai

tugas

melakukan

urusan

kepegawaian, keuangan, tata usaha dan rumah tangga kantor.
Tugas Kepala Sub Bagian Umum :
a. Pelaksanaan tugas di bidang administrasi penerimaan
pengiriman

surat



surat

serta

pelaksanaan

tugas

bendaharawan.
b. Mendistribusikan surat – surat masuk kepada seksi yang
bersangkutan dan pengiriman surat- surat keluar kepada
instansi yang terkait.
c. Mengkoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan tugas
bendaharawan rutin.
d. Memberi

nasehat

dan

menegakkan

disiplin

kepada

pegawai.
e. Memberi penilaian atas pelaksanaan pekerjaan pegawai.
3. Seksi Pengolahan Data dan Informasi ( PDI )
Tugas Seksi Pengolahan Data dan Informasi :
a. Melakukan pengumpulan, pencarian, dan pengolahan data
perpajakan.
b. Penyajian informasi perpajakan.
c. Perekaman dokumen perpajakan.
d. Urusan tata usaha penerimaan perpajakan.
e. Pengalokasikan Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB ) dan Bea
Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan ( BPHTB ).

Universitas Sumatera Utara

f. Pelayanan dukungan teknis komputer.
g. Pemantauan aplikasi e-SPT dan e-Filling.
h. Pelaksanaan i-SISMIOP dan SIG serta penyiapan laporan
kinerja.
4. Seksi Pelayanan
Tugas Seksi Pelayanan :
a. Menetapkan penerbitan produk hukum perpajakan.
b. Mengadministrasikan dokumen dan berkas perpajakan.
c. Menerima dan mengolah Surat Pemberitahuan ( SPT ) serta
penerimaan surat lainnya.
d. Memberikan penyuluhan perpajakan.
e. Melaksanakan registrasi wajib pajak.
f. Memungut fiskal luar negeri di pelabuhan Belawan
5. Seksi Penagihan
Tugas Seksi Penagihan :
a. Melakukan

urusan

penatausahaan

piutang

pajak,

memproses permohonan pengangsuran dan penundaan
pembayaran pajak.
b. Melakukan Penerbitan Surat Tagihan, Surat Paksa, Surat
Perintah melakukan penyitaan.
c. Melakukan Penyitaan, usulan lelang dan Penagihan lainnya.
Di seksi penagihan terdapat beberapa orang Juru Sita Pajak
yang telah mendapat pendidikan khusus berkaitan dengan

Universitas Sumatera Utara

penagihan dan penyitaan pajak. Adapun tugas Juru Sita
Pajak :
-

Melaksanakan Surat Perintah Penagihan Seketika
dan Sekaligus (SPPSS).

-

Memberitahukan Surat Paksa

-

Melaksanakan penyitaan barang Penanggung Pajak
berdasarkan

Surat

Perintah

Melakukan

Penyanderaan ( SPMP ).
-

Melaksanakan penyanderaan berdasarkan surat
perintah penyanderaan.

Juru Sita Pajak dalam melaksanakan tugasnya harus
memakai pakaian Juru Sita Pajak dan memperlihatkan kartu
tanda pengenal kepada penanggung pajak.
6. Seksi Pemeriksaan
Tugas Seksi Pemeriksaan :
a. Melakukan penyusunan rencana pemeriksaan.
b. Pengawasan pelaksanaan aturan pemeriksaan.
c. Penerbitan dan penyaluran Surat Perintah Pemeriksaan
Pajak serta administrasi pemeriksaan perpajakan lainnya.
7. Seksi Ekstensifikasi
Tugas Seksi Ekstensifikasi :
a. Melakukan

pengamatan

dan

penggalian

potensi

perpajakan.

Universitas Sumatera Utara

b. Pendataan obyek dan subyek pajak.
c. Penilaian

objek

pajak

dan

kegiatan

ekstensifikasi

perpajakan.
8. Seksi Pengawasan dan Konsultasi
Tugas Seksi Pengawasan dan Konsultasi :
a. Melakukan Pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan
dari wajib pajak terdaftar.
b. Memberikan bimbingan/ himbauan kepada wajib pajak dan
konsultasi teknis perpajakan.
c. Penyusunan Profil wajib pajak.
d. Menganalisis kinerja wajib pajak.
e. Melakukan rekonsiliasi data wajib pajak dalam rangka
melakukan intensifikasi dan melakukan evaluasi hasil
keputusan banding.
Pada pelaksanaannya, wilayah kerja Kantor Pelayanan
Pajak Pratama Medan Belawan dibagi menjadi empat seksi
pengawasan dan konsultasi berdasarkan domisili/ tempat
tinggal/ wilayah tempat wajib pajak terdaftar.
-

Seksi Pengawasan dan Konsultasi I (WASKON I)
a. Kelurahan Kampung Besar.
b. Kelurahan Martubung.
c. Kelurahan Sei Mati
d. Kelurahan Pekan Labuhan.

Universitas Sumatera Utara

e. Kelurahan Tangkahan.
f. Kelurahan Nelayan Indah.
-

Seksi Pengawasan dan Konsultasi II (WASKON II)
a. Kelurahan Labuhan Deli.
b. Kelurahan Rengas Pulau.
c. Kelurahan Terjun.
d. Kelurahan Tanah 600.
e. Kelurahan Paya Pasir.

-

Seksi Pengawasan dan Konsultasi III (WASKON III)
a. Kelurahan Tanjung Mulia.
b. Kelurahan Tanjung Mulia Hilir.
c. Kelurahan Mabar.
d. Kelurahan Kota Bangun.
e. Kelurahan Titi Papan.
f. Kelurahan Mabar Hilir.

-

Seksi Pengawasan dan Konsultasi IV (WASKON IV)
a. Kelurahan Belawan Bahari.
b. Kelurahan Sicanang.
c. Kelurahan Belawan Bahagia.
d. Kelurahan Belawan I.
e. Kelurahan Belawan II.
f. Kelurahan Bagan Deli.

Universitas Sumatera Utara

9. Fungsional Pemeriksa Dan Penilai
Pejabat Fungsional terdiri atas Pejabat Fungsional Pemeriksa dan
Pejabat Fungsional Penilai yang bertanggung jawab secara
langsung kepada Kepala KPP Pratama. dalam melaksanakan
pekerjaannya, Pejabat Fungsional pemeriksa berkoordinasi dengan
Seksi

Pemeriksaan

sedangkan

Pejabat

Fungsional

Penilai

berkoordinasi dengan Seksi Ekstensifikasi.

Universitas Sumatera Utara

BAB III
GAMBARAN DATA PRAKTIK
A. Ketentuan
1. Dasar Hukum Restitusi Pajak Pertambahan Nilai
Restitusi Pajak Pertambahan Nilai adalah proses pengembalian
kelebihan pembayaran Pajak Pertambahan Nilai yang terjadi karena
jumlah pajak masukan yang dibayar lebih besar daripada jumlah pajak
keluaran yang dipungut.
Hak wajib pajak untuk memperoleh pengembalian kelebihan
pembayaran (restitusi) pajak pertambahan nilai diatur dalam :
a. Undang-Undang Nomor 28 tahun 2007 pasal 11 angka 1 tentang
Ketentuan Umum dan Tata cara perpajakan .
b. Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 Pasal 9 angka 4B tentang
Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas
Barang Mewah.
c. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72/PMK 03/2010 tanggal 31
Maret 2010 tentang Tata Cara Pengembalian Kelebihan Pajak
Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah.
B. Subjek dan Objek Pajak Pertambahan Nilai
1. Subjek Pajak Pertambahan Nilai
Didalam Pajak Pertambahan Nilai terdapat beberapa jenis Subjek
Pertambahan Nilai :
a. Pengusaha

Universitas Sumatera Utara

Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 tentang
Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Pengusaha adalah setiap
orang, perseorangan atau persekutuan atau badan hukum yang
menjalankan suatu jenis perusahaan.
Sedangkan dalam pasal 1 angka 14 Undang- Undang
Nomor 42 tahun 2009 Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak
Penjualan atas Barang Mewah Pengusaha adalah orang pribadi
atau badan dalam bentuk apa pun yang dalam kegiatan usaha
atau pekerjaannya :
-

menghasilkan barang

-

mengimpor barang

-

mengekspor barang

-

melakukan usaha perdagangan

-

memanfaatkan barang tidak berwujud dari luar
Daerah Pabean

-

melakukan usaha jasa termasuk mengekspor jasa,
atau memanfaatkan jasa dari luar Daerah Pabean.

b. Pengusaha Kena Pajak
Pengusaha
melakukan

Kena

penyerahan

Pajak
Barang

adalah
Kena

pengusaha
Pajak

yang

dan/atau

penyerahan Jasa Kena Pajak yang dikenai pajak berdasarkan
undang-undang,

tidak

termasuk

pengusaha

kecil

yang

batasannya ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan,

Universitas Sumatera Utara

kecuali Pengusaha kecil yang memilih untuk dikukuhkan
sebagai Pengusaha Kena Pajak.
c. Pengusaha kecil
Di dalam PMK nomor 68/PMK.03/2010 pasal 1 ayat 1
Pengusaha Kecil adalah pengusaha yang selama satu tahun
buku melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan atau Jasa
Kena Pajak dengan jumlah peredaran bruto dan atau
penerimaan bruto tidak lebih dari Rp 600.000.000.
Pengusaha kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1
ayat 1 tidak wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan
sebagai Pengusaha Kena Pajak dan tidak wajib memungut,
menyetor, dan melaporkan Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak
Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah
yang terutang atas penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau
Jasa Kena Pajak yang dilakukannya.
Dalam hal pengusaha kecil dapat memilih untuk
dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak wajib memungut,
menyetor, dan melaporkan Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak
Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah
yang terutang atas penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau
Jasa Kena Pajak yang dilakukannya.
d. Pengusaha Kena Pajak Pedagang Eceran

Universitas Sumatera Utara

Dalam PER - 58/PJ/2010 yang dimaksud dengan
Pengusaha Kena Pajak Pedagang Eceran adalah Pengusaha
Kena Pajak yang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya
melakukan penyerahan Barang Kena Pajak sebagai berikut:
-

Melalui suatu tempat penjualan eceran seperti toko dan kios
atau langsung mendatangi dari suatu tempat konsumen
akhir ke tempat konsumen akhir lainnya.

-

Dengan cara penjualan eceran yang dilakukan langsung
kepada konsumen akhir, tanpa didahului dengan penawaran
tertulis, pemesanan tertulis, kontrak, atau lelang, dan

-

Pada umumnya penyerahan Barang Kena

Pajak atau

transaksi jual beli dilakukan secara tunai dan penjual
langsung menyerahkan Barang Kena Pajak atau pembeli
membawa langsung Barang Kena Pajak yang dibelinya.
-

Dalam hal ini Pengusaha Kena Pajak Pedagang Eceran
wajib membuat Faktur Pajak untuk setiap penyerahan
Barang Kena Pajak.

2. Objek dalam Pajak Pertambahan Nilai
Untuk lebih memahami apa yang menjadi Objek Pajak
Pertambahan Nilai ada beberapa unsur yang harus kita ketahui :
Barang Kena Pajak dalam Sukardji (2010:27) adalah
barang berwujud yang menurut sifat atau hukumnya dapat berupa

Universitas Sumatera Utara

barang bergerak atau barang tidak bergerak, dan barang tidak
berwujud yang dikenakan pajak berdasarkan undang-undang.
Semua barang hanya memiliki dua dimensi, tidak ada dimensi
ketiga yaitu :
a. barang berwujud
barang berwujud juga hanya terdiri dari :
-

Barang bergerak

-

Barang tidak bergerak

b. barang tidak berwujud
Berdasarkan hal tersebut dapat dipahami bahwa semua
barang pada dasarnya merupakan Barang Kena Pajak kecuali yang
ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 144 tahun 2000
tentang Jenis Barang dan Jasa Yang Tidak Dikenakan Pajak
Pertambahan Nilai.
Objek Pertambahan Nilai diatur dalam Pasal 4 ayat 1
Undang-Undang

Nomor

42

Tahun

2009

tentang

Pajak

Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah Pajak
Pertambahan Nilai dikenakan atas :
a. Penyerahan Barang Kena Pajak di dalam Daerah Pabean yang
dilakukan oleh Pengusaha.
b. Impor Barang Kena Pajak.
c. Penyerahan Jasa Kena Pajak yang dilakukan di dalam Daerah
Pabean oleh Pengusaha.

Universitas Sumatera Utara

d. Pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dari luar
Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean.
e. Pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari Luar Daerah Pabean di
dalam Daerah Pabean.
f. Ekspor Barang Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak.
g. Ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud oleh Pengusaha
Kena Pajak; dan
h. Ekspor Jasa Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak.
C. Dasar Pengenaan Pajak (DPP) dan Tarif Pajak Pertambahan Nilai
Dalam Pasal 1 ayat 17 Undang-Undang Pajak Pertambahan
Nilai Nomor 42 tahun 2009 merumuskan Dasar Pengenaan Pajak
adalah :
-

Harga jual (DPP untuk penyerahan Barang Kena Pajak)

-

Penggantian (DPP untuk penyerahan Jasa Kena Pajak)

-

Nilai Impor (harga impor (CIF + Bea Masuk)

-

Nilai Ekspor

-

Nilai lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan

Dalam pasal 1 ayat 18 Harga jual adalah nilai berupa uang
termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh
penjual karena penyerahan Barang Kena Pajak, tidak termasuk Pajak
Pertambahan Nilai yang dipungut berdasarkan Undang-Undang inidan
potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak.

Universitas Sumatera Utara

Pengertian dari Penggantian adalah nilai berupa uang termasuk
semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh pemberi jasa
karena penyerahan Jasa Kena Pajak, tidak termasuk pajak yang
dipungut berdasarkan Undang-Undang ini dan potongan harga yang
dicantumkan dalam Faktur Pajak atau nilai berupa uang yang dibayar
atau seharusnya dibayar oleh Penerima Jasa karena pemanfaatan Jasa
Kena Pajak dan/atau oleh penerima manfaat Barang Kena Pajak Tidak
Berwujud karena pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud
dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean.
Nilai Impor adalah nilai berupa uang yang menjadi dasar
penghitungan bea masuk ditambah pungutan berdasarkan ketentuan
dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai
kepabeanan dan cukai untuk impor Barang Kena Pajak, tidak termasuk
Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah
yang dipungut menurut Undang-Undang ini.
Nilai Ekspor adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya
yang diminta atau seharusnya diminta oleh eksportir.
Ekspor adalah proses transportasi barang atau komoditas dari
suatu negara ke negara lain secara legal, umumnya dalam proses
perdagangan. Proses ekspor pada umumnya adalah tindakan untuk
mengeluarkan barang atau komoditas dari dalam negeri untuk
memasukannya ke negara lain.

Universitas Sumatera Utara

Ekspor Barang Kena Pajak Berwujud adalah setiap kegiatan
mengeluarkan Barang Kena Pajak Berwujud dari dalam Daerah
Pabean ke luar Daerah Pabean.
Ekspor Barang Kena Pajak tidak berwujud dalam sukardji
(2010:53) adalah setiap kegiatan pemanfaatan Barang Kena Pajak
tidak berwujud dari dalam Daerah Pabean di luar Daerah Pabean.
a. Tarif Pajak Pertambahan Nilai
Seperti kita ketahui di Legal karakteristik Pajak Pertambahan
Nilai, di Indonesia menganut tarif tunggal dalam pemungutannya.
Tarif Pajak Pertambahan Nilai diatur dalam pasal 7 UndangUndang Nomor 42 tahun 2009.
-

Tarif Pajak Pertambahan Nilai adalah 10 % (sepuluh
persen).

-

Tarif Pajak Pertambahan Nilai atas ekspor Barang Kena
Pajak adalah 0 % (nol persen).
1. Ekspor Barang Kena Pajak berwujud
2. Ekspor Barang Kena Pajak tidak berwujud
3. Ekspor Kena Pajak

Dengan Peraturan Pemerintah Tarif Pajak Pertambahan Nilai
dapat diubah serendah-rendahnya 5% (lima persen) dan setinggitingginya 15% (lima belas persen).
Dalam PPN di Indonesia tarif 0% sebenarnya merupakan tarif
teknis

berdasarkan

pertimbangan

ekonomi

yang

dikenakan

Universitas Sumatera Utara

berdasarkan Ekspor Barang Kena Pajak, dimaksudkan supaya Pajak
Masukan atas perolehan Barang Kena Pajak dam Jasa Kena Pajak yang
terkait dapat dikreditkan sehingga tidak perlu dibebankan sebagai
biaya. Dengan demikian, dalam harga ekspor benar-benar bersih dari
unsur PPN di dalam negeri sehingga dapat dijamin bahwa netralitas
PPN terhadap perdagangan internasional dapat benar-benar direalisasi.
D. Tata

Cara

Pengajuan

dan

Penyelesaian

Permohonan

Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak Pertambahan Nilai
Permohonan pengembalian kelebihan pembayaran Pajak
Pertambahan Nilai yang sudah diterima oleh KPP atau sudah diajukan
Pengusaha Kena Pajak sebelum tanggal 31 Maret 2010, diproses
berdasarkan Peraturan Direktur

Jenderal Pajak

Nomor

PER-

48/PJ./2008.
Sedangkan Masa pajak sebelum masa pajak 31 Maret 2010
yang surat permohonannya diterima KPP atau disampaikan oleh PKP
pada atau sesudah 1 April 2010 diproses mengikuti tata cara
berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72/PMK 03/2010
tanggal 31 Maret 2010.
1. Tata Cara Pengajuan Permohonan Restitusi
Wajib Pajak atau Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang kelebihan
dalam membayar PPN dan PPnBM berhak untuk mendapatkan
pengembalian kelebihan pembayaran pajaknya tersebut (restitusi). Tata
Cara pengembalian kelebihan pembayaran PPN dan PPnBM ini diatur

Universitas Sumatera Utara

dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72/PMK.03/2010 tanggal
31 Maret 2010 tentang Tata Cara Pengembalian Kelebihan Pajak
Pertambahan Nilai atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan
atas Barang Mewah.
Dalam ketentuan ini diatur antara lain adalah:
Apabila dalam suatu Masa Pajak, Pajak Masukan yang dapat dikreditkan lebih
besar daripada Pajak Keluaran, selisihnya merupakan kelebihan Pajak yang
dikompensasikan ke Masa Pajak berikutnya.
Pengusaha Kena Pajak dapat mengajukan permohonan pengembalian atas
kelebihan Pajak sebagaimana dimaksud di atas pada akhir tahun buku.
Dikecualikan dari ketentuan mengajukan permohonan pengembalian atas
kelebihan pajak hanya pada akhir tahun buku (PKP dapat mengajukan
permohonan pengembalian pada setiap Masa Pajak) yaitu oleh:
1. Pengusaha Kena Pajak yang melakukan ekspor Barang
Kena Pajak Berwujud;
2. Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan
Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena
Pajak kepada Pemungut Pajak Pertambahan Nilai;
3. Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan
Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena
Pajak yang Pajak Pertambahan Nilainya tidak dipungut;

Universitas Sumatera Utara

4. Pengusaha Kena Pajak yang melakukan ekspor Barang
Kena Pajak Tidak Berwujud;
5. Pengusaha Kena Pajak yang melakukan ekspor Jasa
Kena Pajak; dan/a

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23