ANALISIS HARGA POKOK PRODUKSI, LABA USAHA, DAN PERMINTAAN AYAM RAS PEDAGING PROBIOTIK DI KOTA METRO

ABSTRAK
ANALISIS HARGA POKOK PRODUKSI, LABA USAHA, DAN
PERMINTAAN AYAM RAS PEDAGING PROBIOTIK
DI KOTA METRO

Oleh

ANDINI FITRIA HADI

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harga pokok produksi ayam ras
pedaging probiotik dan non probiotik, laba usaha ayam ras pedaging proiotik dan
non probiotik, serta faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ayam ras
pedaging probiotik. Penelitian diadakan di Kecamatan Metro Pusat dan
Kecamatan Metro Utara Kota Metro yang dipilih secara sengaja pada September
2014. Penelitian menggunakan metode purposive sampling. Sampel terdiri dari
delapan peternak ayam ras pedaging dan 33 konsumen ayam ras pedaging
probiotik. Penelitian menggunakan metode full costing dan variable costing
untuk harga pokok produksi dan laba, serta analisis regresi linear berganda untuk
faktor yang mempengaruhi permintaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
harga pokok produksi ayam ras pedaging probiotik lebih tinggi dibandingkan
ayam ras pedaging non probiotik. Metode full costing menunjukkan harga pokok
produksi ayam ras pedaging probiotik dan non probiotik yaitu Rp16.329,06 dan
Rp15.824,37. Metode variable costing menunjukkan harga pokok produksi ayam
ras pedaging probiotik dan non probiotik yaitu Rp15.409,74 dan Rp14.932,55.
Laba usaha ayam ras pedaging.probiotik lebih kecil dari ayam ras pedaging non
probiotik (Rp922.542,19 berbanding dengan Rp1.238.754,05). Faktor-faktor
yang mempengaruhi permintaan ayam ras pedaging probiotik adalah harga ayam
ras pedaging probiotik, harga ayam ras pedaging non probiotik, harga ayam buras,
jumlah anggota keluarga, dan pengetahuan tentang kesehatan.
Kata Kunci: ayam ras pedaging, harga pokok produksi, laba, permintaan,
probiotik

ABSTRACT
THE MAIN PRODUCTION COST ANALYSIS, PROFIT,
AND DEMAND OF PROBIOTIC BROILERS
IN METRO CITY

By

ANDINI FITRIA HADI
This study aims to analyze the main production cost of probiotic and non
probiotic broilers, the profit of probiotic and nonprobiotic broiler business, and
factors which influence the demand of probiotic broilers. The research was
conducted in purposively chosen Central Metro and North Metro Subdistricts of
Metro City in September 2014. This research used purposive sampling method.
Samples consisted of eight broiler breeders and 33 consumers of probiotic
broilers. Data were analyzed using full costing and variable costing methods to
find out the main production cost and profit, and multiple linear regression
analysis to determine factors influencing the demand. The results showed that the
main production cost of probiotic broilers was higher than that of nonprobiotic
broilers. The full costing method showed that the main production costs of
probiotic broilers and nonprobiotic broilers were Rp16,329.06 and Rp15,824.37.
The variable costing method showed that the main production cost of probiotic
broilers and nonprobiotic broilers were Rp15,409.74 and Rp14,932.55. The
profit of probiotic broilers was lower than nonprobiotic broilers (Rp922,542.19
compared to Rp1,238,754.05). Factors influencing the demand of probiotic
broilers were the price of probiotic broilers, price of nonprobiotic broilers, price
of range chickens, the number of family members, and health knowledge.
Key words: broilers, demand, main production cost, probiotic, profit

ANALISIS HARGA POKOK PRODUKSI, LABA USAHA DAN
PERMINTAAN AYAM RAS PEDAGING PROBIOTIK
DI KOTA METRO

Oleh
Andini Fitria Hadi

Skripsi
Sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar
SARJANA PERTANIAN
pada
Jurusan Agribisnis
Fakultas Pertanian Universitas Lampung

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2015

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Bandar Lampung tanggal 5 April 1992 dari
pasangan Amran Hadi, S.E. dan Maryana. Penulis adalah anak
pertama dari empat bersaudara. Penulis menyelesaikan
pendidikannya di Taman Kanak-kanak Pertiwi pada tahun 1998,
tingkat Sekolah Dasar di SD Negeri 2 Rawa Laut pada tahun
2004, tingkat SLTP di SMP Negeri 4 Bandar Lampung pada tahun 2007, tingkat
SLTA di SMA Negeri 2 Bandar Lampung pada tahun 2010. Penulis diterima di
Universitas Lampung, Fakultas Pertanian, Jurusan Agribisnis pada tahun 2010
melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Selama di bangku kuliah, penulis pernah menjadi Asisten Dosen pada mata kuliah
Landasan Perdagangan Internasional (LPI) semester ganjil tahun 2013 dan Dasardasar Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (DDPK) semester genap tahun 2014.
Pada tahun 2013, penulis melakukan Praktik Umum (PU) di Bank Rakyat
Indonesia (BRI) Cabang Tanjung Karang dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di
Kelurahan Bakung Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung.
Penulis pernah menjadi tenaga enumerator (surveyor) Bank Indonesia (BI)
Cabang Bandar Lampung tentang kondisi perekonomian, harga-harga, kondisi
keuangan konsumen, dan rencana pembelanjaan konsumen pada bulan Januari–
Maret 2014.

Selain di bidang akademik, penulis pernah aktif dalam organisasi kemahasiswaan
kampus Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (Himaseperta)
Universitas Lampung periode 2011/2012 menjadi anggota bidang IV (Pendanaan
dan Dana Usaha). Penulis melaksanakan penelitian pada tahun 2014 di
Kecamatan Metro Pusat dan Metro Utara Kota Metro.

SANWACANA

Bismillahirrohmanirrohim
Alhamdullilahirobbil ‘alamin, segala puji hanya kepada Allah SWT, yang telah
memberikan ridho dan rahmat sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini
dengan baik. Sholawat serta salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah
Muhammad SAW, yang telah memberikan teladan dalam setiap kehidupan, juga
kepada keluarga, sahabat, dan penerus risalahnya yang mulia.
Dalam penyelesaian skripsi yang berjudul “Analisis Harga Pokok Produksi, Laba
Usaha dan Permintaan Ayam Ras Pedaging Probiotik di Kota Metro”, banyak
pihak yang telah memberikan sumbangsih, bantuan, nasehat, serta saran-saran
yang membangun. Oleh karena itu, dengan rendah hati penulis mengucapkan
terimakasih yang tak terhingga nilainya kepada:

1.

Dr. Ir. R. Hanung Ismono, M.P., sebagai Pembimbing Pertama atas
bimbingan, motivasi, arahan, saran, dan nasihat yang telah diberikan selama
proses penyelesaian skripsi ini.

2.

Helvi Yanfika, S.P., M.E.P., selaku Pembimbing Kedua atas bimbingan,
motivasi, arahan, saran, dan nasihat yang telah diberikan selama proses
penyelesaian skripsi ini.

3.

Ir. Suriaty Situmorang, M.Si., sebagai Dosen Penguji Skripsi, atas masukan,
bantuan, arahan, saran, dan nasihat yang telah diberikan.

4.

Novi Rosanti, S.P., M.E.P., selaku Pembimbing Akademik, atas bimbingan,
arahan, dan nasihat yang telah diberikan.

5.

Dr. Ir. Fembriarti Erry Prasmatiwi, M.S., selaku Ketua Jurusan Agribisnis
Fakultas Pertanian Universitas Lampung.

6.

Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, M.S., selaku Dekan Fakultas Pertanian
Universitas Lampung.

7.

Keluarga tercinta dan tersayang, Papa Amran Hadi, S.E., Mama Maryana,
adik-adik tersayang Rachmat Saleh Hadi Nugraha, Bella Sabrina Hadi, Nurul
Pratiwi Hadi, dan seluruh keluarga yang selalu memberikan kasih sayang
yang tidak akan tergantikan oleh apapun dan siapapun. Doa, perhatian,
dukungan, semangat yang luar biasa untuk penulis dalam menjalankan
kehidupan dan dalam menyelesaikan skripsi ini.

8.

Pak Uda Andi, Bapak Wahyu dan Mbak Wulan, atas bantuan, doa, semangat,
dan bantuan selama penulis melakukan penelitian di Kota Metro.

9.

Seluruh dosen dan karyawan Jurusan Agribisnis (Mba Iin, Mba Aii, Mas
Kardi, Mas Bukhari, Mas Boim) atas semua ilmu yang telah diberikan dan
bantuan kepada penulis selama menjadi mahasiswi di Universitas Lampung.

10. Hery Susanto, yang telah memberi motivasi, doa, saran, dan dorongan selama

penulis menyelesaikan skripsi.
11. Sahabat-sahabat tercinta, Annisa Incamilla, Devi Ariantika, Ellis Nurhidayati,

Kurnisa Ayi Pertiwi, I Rani Mellya Sari, Raisa Diti, Lina Febri Yanti, Susi

Susanti, Fitria Meriza, dan Silvya Dara Mitha, yang senantiasa memberikan
pengertian, dorongan, semangat, doa, dan kebersamaan selama ini.
12. Sahabat seperjuangan Yuni, Terisia, Sastra, Erisa, Madumita, Meitri, Ita, Ike,

Tati, Nisya, Ayulia, yang senantiasa memberikan motivasi, doa, dan arahan
dalam menyelesaikan skripsi ini.
13. Teman-teman Agribisnis 2010 Dwi, Hani, Aya, Sinta, Adel, Hasni, Tania,

Asih, Tunjung, Ita, Fitri, Marcela, Tyas, Wida, Vega, David, Maryadi,
Hasan,Hendra, Kholis, Pramulyanto, Andika, Rahmat, Chandra, Roche,
Cherry, Doni, Riza,Altri, Wahyu, dan seluruh teman Agribisnis 2010 lainnya,
terima kasih atas bantuan, doa, semangat, dan kebersamaan selama ini.
14. Kakak-adik Sosek 2007 – 2014 dan Almamater tercinta serta seluruh pihak

yang telah membantu yang tidak dapat disebutkan satu per satu dalam
menyelesaikan skripsi ini.

Semoga Allah SWT memberikan balasan terbaik atas segala bantuan yang telah
diberikan dan memberikan rahmat serta hidayah kepada kita semua. Semoga
karya sederhana ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan.

Bandar Lampung, April 2015
Penulis,

Andini Fitria Hadi

DAFTAR ISI

Halaman
DAFTAR TABEL .......................................................................................

iv

DAFTAR GAMBAR ...................................................................................

x

PENDAHULUAN ................................................................................

1

A. Latar Belakang ..................................................................................

1

B. Tujuan Penelitian ...............................................................................

11

C. Kegunaan Penelitian ..........................................................................

11

II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN ............

12

A. Tinjauan Pustaka ...............................................................................
1. Deskripsi ayam .............................................................................
a. Ayam ras pedaging (broiler)......................................................
b. Penentuan lokasi ternak ayam ...................................................
c. Teknis budidaya .........................................................................
d. Penyakit pada ayam ...................................................................
e. Panen dan pascapanen ...............................................................
2. Probiotik ........................................................................................
3. Agribisnis ......................................................................................
4. Akuntansi biaya .............................................................................
5. Harga pokok produksi (HPP) ........................................................
a. Biaya bahan baku .......................................................................
b. Biaya tenaga kerja .....................................................................
c. Biaya overhead pabrik (BOP)....................................................
6. Metode Penyusutan Anuitas ..........................................................
7. Laba ...............................................................................................
8. Metode penentuan harga pokok produksi .....................................
a. Full costing method ...................................................................
b. Variable costing method ............................................................
9. Teori permintaan ...........................................................................
10. Kajian penelitian terdahulu .........................................................

12
12
12
13
14
18
20
22
23
24
26
27
28
29
31
32
33
33
33
35
40

I.

B. Kerangka Pemikiran ......................................................................
1. Hipotesis ....................................................................................

42
45

III. METODE PENELITIAN ....................................................................

47

A. Konsep Dasar dan Batasan Operasional ............................................

47

B. Lokasi Penelitian, Responden dan Waktu Penelitian .........................

51

C. Jenis Data dan Metode Pengumpulan Data .......................................

53

D. Analisis Data .....................................................................................
1. Analisis harga pokok produksi dan laba ......................................
2. Analisis regresi linear berganda ...................................................
a. Pengujian parameter secara bersamaan (Uji-F) .........................
b. Pengujian parameter secara individual (Uji-t) ...........................
c. Uji multikolinearitas ..................................................................
d. Uji heteroskedastis .....................................................................
e. Analisis koefisien determinasi (R²) ...........................................

53
53
56
56
57
58
59
60

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN ...............................

61

A. Keadaan Umum Kota Metro .............................................................

61

B. Keadaan Umum Kecamatan Metro Pusat ..........................................
1. Keadaan geografis .........................................................................
2. Demografi ......................................................................................

66
66
67

C. Keadaan Umum Kecamatan Metro Utara ..........................................
1. Keadaan geografis .........................................................................
2. Demografi ......................................................................................

70
71
73

D. Keadaan Umum Peternakan Ayam di Kota Metro .............................

75

V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ..................................

77

A. Keadaan Umum Responden ..............................................................
1. Umur responden ............................................................................
2. Tingkat pendidikan responden ......................................................
3. Jumlah anggota keluarga ...............................................................
4. Pengalaman usaha .........................................................................
5. Luas lahan peternakan ...................................................................

77
77
79
81
82
83

B. Usaha Peternakan Ayam Ras ............................................................
1. Masa kosong kandang ...................................................................
2. Penerimaan DOC...........................................................................
3. Masa pemeliharaan ........................................................................
4. Masa panen ....................................................................................

84
84
85
85
89

5. Faktor-faktor produksi ayam ras pedaging....................................
6. Peralatan kandang .........................................................................

90
94

C. Analisis Harga Pokok Produksi Ayam Ras Pedaging dengan
Menggunakan Biaya Produksi di Kecamatan Metro Utara ...............
1. Biaya produksi...............................................................................
a. Biaya bahan baku .......................................................................
b. Biaya tenaga kerja langsung ......................................................
c. Biaya overhead pabrik variabel .................................................
d. Biaya overhead pabrik tetap ......................................................
2. Penerimaan ....................................................................................

100
101
101
103
104
109
111

D. Harga Pokok Produksi (HPP) Ayam Ras Pedaging di Kecamatan
Metro Utara ........................................................................................
1. Harga pokok produksi ayam ras pedaging dengan metode
full costing ...................................................................................
2. Harga pokok produksi ayam ras pedaging dengan metode
variable costing ...........................................................................

112
114
117

E. Laba Usaha Ayam Ras Pedaging di Kecamatan Metro Utara ...........

124

F. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan Ayam Ras
Pedaging Probiotik di Kecamatan Metro Pusat .................................
1. Uji multikolinearitas ......................................................................
2. Uji heteroskedastis ........................................................................
3. Koefisien determinasi (R²) ............................................................
4. Pengujian parameter secara bersamaan (uji-F) .............................
5. Pengujian parameter secara individual (uji-t) ...............................

124
124
125
125
126
127

VI. KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................

134

A. Kesimpulan ........................................................................................

134

B. Saran ..................................................................................................

135

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................

136

LAMPIRAN ..................................................................................................

139

DAFTAR TABEL

Tabel
1.

Halaman

Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Lampung menurut
lapangan usaha atas dasar harga konstan 2000, tahun 2010-2012 .......

2

Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku menurut
bidang pertanian di Kota Metro, tahun 2009-2011 ..............................

3

Produksi daging ayam ras pedaging di Provinsi Lampung per
kabupaten/ kota, tahun 2012 ................................................................

4

4.

Populasi ternak unggas di Kota Metro per kecamatan, tahun 2012......

5

5.

Tiga jenis pakan berdasarkan kandungan nutrisi ................................

18

6.

Sebaran peternak ayam ras pedaging probiotik dan non probiotik di
Kecamatan Metro Utara, tahun 2013 ...................................................

51

Sebaran konsumen ayam ras pedaging probiotik di Kota Metro,
tahun 2014 ............................................................................................

52

8.

Harga pokok produksi menggunakan variable costing .......................

55

9.

Harga pokok produksi menggunakan full costing................................

55

10. Jumlah penduduk dan sex ratio menurut kecamatan di Kota Metro,
tahun 2013 ............................................................................................

64

11. Jumlah penduduk menurut kelompok umur di Kota Metro,
tahun 2013 ............................................................................................

65

12. Luas wilayah, RW dan RT per kelurahan di Kecamatan Metro Pusat
tahun 2012 ............................................................................................

67

13. Jumlah penduduk menurut kelompok umur di Kecamatan Metro
Pusat, tahun 2012 .................................................................................

68

2.

3.

7.

14. Jumlah penduduk berdasarkan lapangan usaha per kelurahan di
Kecamatan Metro Pusat, tahun 2012 ...................................................

69

15. Jumlah penduduk menurut tingkat pendidikan per kelurahan di
Kecamatan Metro Pusat, tahun 2012 ...................................................

70

16. Luas wilayah, RW dan RT per kelurahan di Kecamatan Metro Utara
tahun 2013 ............................................................................................

72

17. Jumlah penduduk menurut kelompok umur di Kecamatan Metro
Utara, tahun 2013 .................................................................................

73

18. Jumlah peduduk menurut mata pencaharian di Kecamatan Metro
Utara, tahun 2013 .................................................................................

74

19. Jumlah penduduk menurut tingkat pendidikan per kelurahan di
Kecamatan Metro Utara, tahun 2013 ...................................................

75

20. Populasi ternak unggas di Kota Metro per kecamatan, tahun 2013 .....

75

21. Sebaran peternak ayam ras pedaging berdasarkan kelompok umur di
Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ...................................................

78

22. Sebaran konsumen ayam ras pedaging probiotik berdasarkan
kelompok umur di Kecamatan Metro Pusat, tahun 2014 .....................

78

23. Sebaran peternak ayam ras pedaging berdasarkan tingkat pendidikan
di Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ...............................................

79

24. Sebaran konsumen ayam ras pedaging probiotik berdasarkan tingkat
pendidikan di Kecamatan Metro Pusat, tahun 2014 ............................

80

25. Sebaran peternak ayam ras pedaging berdasarkan jumlah anggota
keluarga di Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ................................

81

26. Sebaran konsumen ayam ras pedaging probiotik berdasarkan jumlah
anggota keluarga di Kecamatan Metro Pusat, tahun 2014 ...................

82

27. Sebaran peternak ayam ras pedaging berdasarkan tingkat pendidikan
di Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ...............................................

83

28. Total biaya bahan baku DOC per periode produksi pada usaha ternak
ayam ras pedaging di Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ................

102

29. Total upah tenaga kerja per periode produksi pada usaha ternak
ayam ras pedaging di Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ................

103

30. Total biaya pendukung per periode produksi pada usaha ternak ayam
ras pedaging di Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ..........................

105

31. Total biaya lain-lain per periode produksi pada usaha ternak ayam
ras pedaging di Kecamatna Metro Utara, tahun 2014 ..........................

109

32. Total biaya overhead pabrik tetap per periode produksi pada usaha
ternak ayam ras pedaging di Kecamatna Metro Utara, tahun 2014 .....

110

33. Total penerimaan ayam ras pedaging per periode produksi pada di
Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ...................................................

111

34. Harga pokok produksi ayam ras pedaging dengan metode full costing
di Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ...............................................

115

35. Harga pokok produksi ayam ras pedaging kapasitas 1.000 ekor
dengan metode full costing di Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ...

116

36. Harga pokok produksi ayam ras pedaging dengan metode variable
costing di Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ..................................

118

37. Harga pokok produksi ayam ras pedaging kapasitas 1.000 ekor
dengan metode variable costing di Kecamatan Metro Utara, tahun
2014......................................................................................................

119

38. Laba usaha pada ternak ayam ras pedaging probiotik dan non
probiotik di Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ...............................

121

39. Laba usaha pada ternak ayam ras pedaging kapasitas 1.000 ekor di
Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ...................................................

122

40. Hasil uji-F (analisis varians) ................................................................

126

41. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ayam ras pedaging
probiotik di Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ...............................

127

42. Identitas responden peternak ayam ras pedaging probiotik di
Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ...................................................

140

43. Identitas responden peternak ayam ras pedaging non probiotik di
Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ...................................................

140

44. Data investasi ayam ras pedaging probiotik di Kecamatan Metro
Utara, tahun 2014 .................................................................................

141

45. Data investasi ayam ras pedaging non probiotik di Kecamatan Metro
Utara, tahun 2014 .................................................................................

141

46. Total biaya bahan baku dan biaya pendukung ayam ras pedaging
probiotik di Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ...............................

146

47. Total biaya bahan baku dan biaya pendukung ayam ras pedaging non
probiotik di Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ...............................

146

48. Total biaya lain-lain pada usaha ayam ras pedaging probiotik di
Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ...................................................

150

49. Total biaya lain-lain pada usaha ayam ras pedaging non probiotik di
Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ...................................................

150

50. Penyusutan peralatan ayam ras pedaging probiotik di Kecamatan
Metro Utara, tahun 2014 ......................................................................

152

51. Penyusutan peralatan ayam ras pedaging non probiotik di Kecamatan
Metro Utara, tahun 2014 ......................................................................

152

52. Biaya penyusutan anuitas oleh peternak 1 ayam ras pedaging
probiotik, tahun 2014 ...........................................................................

153

53. Biaya penyusutan anuitas oleh peternak 2 ayam ras pedaging
probiotik, tahun 2014 ...........................................................................

154

54. Biaya penyusutan anuitas oleh peternak 3 ayam ras pedaging
probiotik, tahun 2014 ...........................................................................

155

55. Biaya penyusutan anuitas oleh peternak 4 ayam ras pedaging
probiotik, tahun 2014 ...........................................................................

156

56. Biaya penyusutan anuitas oleh peternak 1 ayam ras pedaging non
probiotik, tahun 2014 ...........................................................................

157

57. Biaya penyusutan anuitas oleh peternak 2 ayam ras pedaging non
probiotik, tahun 2014 ...........................................................................

158

58. Biaya penyusutan anuitas oleh peternak 3 ayam ras pedaging
probiotik, tahun 2014 ...........................................................................

159

59. Biaya penyusutan anuitas oleh peternak 4 ayam ras pedaging
probiotik, tahun 2014 ...........................................................................

160

60. Biaya perawatan kandang ayam ras pedaging probiotik di
Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ...................................................

161

61. Biaya perawatan kandang ayam ras pedaging non probiotik di
Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ...................................................

161

62. Penerimaan hasil produksi ayam ras pedaging probiotik di
Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ...................................................

162

63. Penerimaan hasil produksi ayam ras pedaging non probiotik di
Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ...................................................

162

64. Biaya tenaga kerja pada usaha ayam ras pedaging probiotik di
Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ...................................................

163

65. Biaya tenaga kerja pada usaha ayam ras pedaging non probiotik di
Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 ...................................................

164

66. Harga pokok produksi usaha ternak ayam ras pedaging probiotik
dengan metode full costing, tahun 2014...............................................

165

67. Harga pokok produksi usaha ternak ayam ras pedaging non probiotik
dengan metode full costing, tahun 2014...............................................

165

68. Harga pokok produksi usaha ternak ayam ras pedaging probiotik
dengan metode variable costing, tahun 2014.......................................

166

69. Harga pokok produksi usaha ternak ayam ras pedaging non probiotik
dengan metode variable costing, tahun 2014.......................................

166

70. Laba usaha ternak ayam ras pedaging probiotik di Kecamatan Metro
Utara, tahun 2014 .................................................................................

167

71. Laba usaha ternak ayam ras pedaging non probiotik di Kecamatan
Metro Utara, tahun 2014 ......................................................................

168

72. Total biaya bahan baku dan biaya pendukung ayam ras pedaging
probiotik kapasitas 1.000 ekor di Kecamatan Metro Utara, tahun
2014......................................................................................................

169

73. Total biaya bahan baku dan biaya pendukung ayam ras pedaging non
probiotik kapasitas 1.000 ekor di Kecamatan Metro Utara, tahun
2014......................................................................................................

169

74. Total biaya lain-lain pada usaha ayam ras pedaging probiotik
kapasitas 1.000 ekor di Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 .............

173

75. Total biaya lain-lain pada usaha ayam ras pedaging non probiotik
kapasitas 1.000 ekor di Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 .............

173

76. Penyusutan peralatan ayam ras pedaging probiotik kapasitas 1.000
ekor di Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 .......................................

175

77. Penyusutan peralatan ayam ras pedaging non probiotik kapasitas
1.000 ekor di Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 .............................

175

78. Biaya penyusutan peralatan ayam ras pedaging probiotik kapasitas
1.000 ekor dengan metode anuitas, tahun 2014 ...................................

179

79. Biaya penyusutan peralatan ayam ras pedaging non probiotik
kapasitas 1.000 ekor dengan metode anuitas, tahun 2014 ...................

183

80. Penerimaan hasil produksi ayam ras pedaging probiotik kapasitas
1.000 ekor di Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 .............................

185

81. Penerimaan hasil produksi ayam ras pedaging non probiotik
kapasitas 1.000 ekor di Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 .............

185

82. Biaya tenaga kerja pada usaha ayam ras pedaging probiotik kapasitas
1.000 ekor di Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 .............................

186

83. Biaya tenaga kerja pada usaha ayam ras pedaging non probiotik
kapasitas 1.000 ekor di Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 .............

187

84. Harga pokok produksi usaha ternak ayam ras pedaging kapasitas
1.000 ekor dengan metode full costing, tahun 2014 ............................

188

85. Harga pokok produksi usaha ternak ayam ras pedaging kapasitas
1.000 ekor dengan metode variable costing, tahun 2014 ....................

188

86. Laba kotor dan laba bersih usaha ternak ayam ras pedaging kapasitas
1.000 ekor di Kecamatan Metro Utara, tahun 2014 .............................

188

87. Identitas responden konsumen ayam ras pedaging probiotik di
Kecamatan Metro Pusat, tahun 2014 ...................................................

189

88. Input regresi faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ayam ras
pedaging probiotik, tahun 2014 ...........................................................

165

89. Output regresi faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ayam
ras pedaging probiotik, tahun 2014 ......................................................

191

90. Uji multikolinearitas ............................................................................

194

91. Uji heteroskedastis ...............................................................................

195

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman

1.

Kurva permintaan ...............................................................................

36

2.

Kerangka pemikiran analisis harga pokok produksi, laba usaha
dan permintaan ayam ras pedaging probiotik dan non probiotik di
Kota Metro, tahun 2014 .......................................................................

46

3.

Persentase luas wilayah kecamatan di Kota Metro, tahun 2012 ..........

61

4.

Pengaruh pengetahuan tentang kesehatan terhadap permintaan
ayam ras pedaging probiotik, tahun 2014 ............................................

133

1

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki sumber daya melimpah
yang dimanfaatkan sebagian besar penduduk dengan mata pencaharian di
bidang pertanian. Sektor pertanian berperan aktif untuk memenuhi kebutuhan
pangan nasional. Letak geografis Indonesia yang menguntungkan pada garis
khatulistiwa memungkinkan Indonesia untuk menanam dan memanen
berbagai jenis hasil pertanian sepanjang tahun. Selain itu, pertanian juga
bermanfaat sebagai penyerap tenaga kerja, penyedia bahan baku, penghasil
devisa, dan pembangun ketahanan daerah, sehingga diharapkan akan
berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pertanian memberikan kontribusi tinggi terhadap perekonomian Indonesia,
baik secara regional maupun nasional. Lampung merupakan salah satu
provinsi di Indonesia yang memiliki Produk Domestik Regional Bruto
(PDRB) tertinggi dari sektor pertanian. Jumlah PDRB yang diperoleh ini
selalu mengalami peningkatan drastis dari tahun 2010 hingga tahun 2012,
seperti yang disajikan pada Tabel 1.

2

Tabel 1. Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Lampung menurut
lapangan usaha atas dasar harga konstan 2000, tahun 2010-2012
(juta rupiah)
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Lapangan usaha
Pertanian, peternakan,
kehutanan dan perikanan
Pertambangan dan
penggalian
Industri pengolahan
Listrik dan air bersih
Bangunan
Perdagangan, restoran dan
hotel
Pengangkutan dan
telekomunikasi
Keuangan, persewaan dan
jasa perusahaan
Jasa-jasa
PDRB

2010
39.917.414

2011
45.478.685

2012
51.927.562

2.161.754

2.672.150

2.840.577

17.120.714
595.503
3.968.970
16.503.762

20.555.157
691.203
4.397.009
20.481.520

22.841.435
788.597
4.855.562
22.930.103

11.011.468

14.716.358

16.676.478

6.844.990

7.633.617

8.892.445

10.252.694
108.404.270

11.282.562
127.908.260

13.168.600
144.561.358

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, 2013

Berdasarkan Tabel 1, nilai PDRB Provinsi Lampung yang tertinggi berasal
dari sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan. Nilai PDRB
tersebut meningkat sebesar 23,12 persen dari tahun 2010-2012. Peternakan
yang merupakan subsektor pertanian berperan sebagai penyedia protein
hewani yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh manusia.

Peternakan juga merupakan lapangan usaha yang menyumbangkan nilai
tinggi untuk PDRB Kota Metro yang juga merupakan bagian dari Provinsi
Lampung. PDRB dari subsektor peternakan terus meningkat dari tahun ke
tahun. Peningkatan PDRB subsektor peternakan sebesar 10,3 persen dari
tahun 2009-2011. Subsektor ini menjadi penyumbang terbesar kedua pada
bidang pertanian, dilihat dari Tabel 2.

3

Tabel 2. Produk Domestik Regional Bruto Kota Metro atas dasar harga
berlaku menurut bidang pertanian di Kota Metro tahun 2009-2011
(juta rupiah)
No
1
2
3
4
5

Lapangan usaha
Tanaman bahan makanan
Tanaman perkebunan
Peternakan dan hasilnya
Kehutanan
Perikanan
Pertanian

2009
57.677
2.451
51.658
0
2.531
114.316

2010
67.464
2.594
54.319
0
3.573
127.949

2011
78.129
2.687
57.590
0
4.466
142.872

Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Metro, 2012

Salah satu komoditas peternakan yang paling populer di dunia usaha
agribisnis adalah ayam ras pedaging. Usaha ternak ayam ras pedaging
memiliki prospek yang cerah karena minat masyarakat untuk mengkonsumsi
ayam ras pedaging cukup tinggi. Masyarakat menyukai ayam ras pedaging
karena dagingnya lembut dan tidak kenyal sehingga cocok bagi semua umur
dan lapisan. Konsumen ayam ras pedaging menyebar di seluruh pelosok
negeri. Ayam ras pedaging sering dikonsumsi untuk kebutuhan rumah tangga
namun banyak pengusaha yang memanfaatkan bisnis ayam ras pedaging
seperti usaha rumah makan, perusahaan pengolah ayam, dan lain-lain.
Kalangan peternak kecil mengembangkan usaha dalam skala kecil sebagai
sambilan usaha taninya. Pengusaha besar membangun industri ayam ras
pedaging secara besar-besaran (Setyono dan Ulfah, 2012).

Ayam ras pedaging merupakan komoditas ternak yang relatif baru
dibandingkan dengan ternak sapi, kambing, kerbau, domba, itik atau ayam
buras, namun bisnis ayam ras pedaging telah mengalami perkembangan yang
pesat dan memiliki posisi strategis. Bisnis ayam ras pedaging mampu
menggeser ternak sapi potong dalam pemenuhan kebutuhan daging nasional

4

(Setyono dan Ulfah, 2012). Masyarakat lebih memilih untuk membeli daging
ayam karena harga daging ayam lebih murah dibandingkan harga daging sapi
dan daging ayam lebih mudah diolah untuk penyajian makanan.
Perkembangan bisnis ayam ras pedaging pesat berdampak pada peningkatan
produksi daging ayam ras pedaging untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Produksi daging ayam ras pedaging di Provinsi Lampung tergolong tinggi
yaitu 31.452,650 ton pada tahun 2012. Setiap kabupaten dan kota di Provinsi
Lampung dapat memproduksi daging ayam ras pedaging dengan jumlah yang
besar. Kabupaten Pesawaran memproduksi daging ayam ras pedaging
dengan jumlah tertinggi yaitu 8.662,180 ton pada tahun 2012, sedangkan
Kota Metro menempati urutan ketujuh dalam produksi ayam ras pedaging,
dengan jumlah 1.218,309 ton pada tahun 2012, dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Produksi daging ayam ras pedaging di Provinsi Lampung per
kabupaten/ kota, tahun 2012
No

Kabupaten / kota

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Lampung Barat
Tanggamus
Lampung Selatan
Lampung Timur
Lampung Tengah
Lampung Utara
Way Kanan
Tulang Bawang
Pesawaran
Pringsewu
Mesuji
Tulang Bawang Barat
Bandar Lampung
Metro
Jumlah

Sumber: Dinas Peternakan Provinsi Lampung, 2013

Produksi
(ton)
19,489
984,054
6.802,108
2.683,809
1.209,870
1.420,970
579,714
180,232
8.662,180
2.216,669
235,923
398,693
4.840,630
1.218,309
31.452,650

5

Kota Metro sebagai salah satu sentra usaha peternakan unggas memiliki
populasi ayam ras tertinggi yaitu 1.345.750 ekor, dibandingkan populasi
ayam buras, ayam petelur, dan itik. Kecamatan Metro Utara merupakan
kecamatan yang telah membudidayakan ayam ras terbanyak yaitu 1.267.850
ekor pada tahun 2012. Dengan uraian tersebut, peneliti memilih Kecamatan
Metro Utara sebagai tempat penelitian. Data populasi ternak unggas di Kota
Metro per kecamatan tahun 2012 dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Populasi ternak unggas di Kota Metro per kecamatan, tahun 2012
(ekor)
No
1
2
3
4
5

Kecamatan
Metro Selatan
Metro Timur
Metro Barat
Metro Pusat
Metro Utara
Jumlah

Ayam
buras
22.700
24.400
21.600
17.700
30.923
117.323

Ayam
petelur
2.700
5.050
1.150
2.500
0
11.400

Ayam
ras
41.600
27.000
6.050
3.250
1.267.850
1.345.750

Itik
7.800
2.700
7.150
7.200
12.000
36.850

Sumber: Dinas Peternakan Provinsi Lampung, 2013

Kota Metro juga merupakan kota perintis berdirinya usaha ternak ayam ras
pedaging probiotik. Ayam probiotik merupakan ayam ras pedaging yang
dipelihara dengan memberikan tambahan pakan berupa probiotik dan jamujamuan sehingga meningkatkan rasa dan menghasilkan daging ayam yang
sehat dan berkualitas. Ayam probiotik aman dikonsumsi karena bebas residu
antibiotik, residu hormon, dan kandungan lemak rendah (Kelompok Peternak
Ayam Berkat Usaha Bersama, 2014). Populasi ternak ayam ras pedaging
probiotik di Kota Metro adalah 14.900 ekor pada tahun 2014, tersebar di
beberapa kecamatan yaitu Kecamatan Metro Utara 3.800 ekor, Metro Timur
2.600 ekor, dan Metro Pusat 8.500 ekor. Wilayah Metro Barat dan Metro

6

Selatan tidak memiliki usaha ternak ayam ras pedaging probiotik (Kelompok
Peternak Ayam Berkat Usaha Bersama, 2014).

Usaha ayam ras pedaging probiotik belum terlalu diminati, terbukti dari
jumlah peternak ayam ras pedaging probiotik yang masih sangat sedikit
dibandingkan dengan jumlah peternak ayam ras pedaging non probiotik.
Jumlah peternak ayam ras pedaging probiotik adalah 15 orang, sedangkan
jumlah peternak ayam ras pedaging non probiotik adalah 36 orang.
Kecamatan Metro Utara memiliki 4 peternak ayam ras pedaging probiotik
dan 21 peternak ayam ras pedaging non probiotik (Dinas Pertanian, Perikanan
dan Kehutanan Kota Metro, 2013).

Berdasarkan hasil pra survei, minat masyarakat untuk berwirausaha ayam ras
pedaging probiotik masih rendah, karena ayam ras pedaging probiotik masih
menjadi produk eksklusif di Kota Metro dan pengetahuan masyarakat tentang
ayam ras pedaging probiotik masih sedikit. Faktor lain adalah tata cara
pemeliharaan ayam ras pedaging probiotik lebih sulit dibandingkan ayam non
probiotik dan serapan pasar produk ayam ras pedaging probiotik ini tertentu.
Produk ayam ras pedaging probiotik lebih banyak dipasarkan ke Jakarta
dibandingkan Kota Metro. Produk telah dipasarkan di Jakarta ke berbagai
supermarket besar seperti Giant, Carrefour, Hypermart, Trans Market, Hero,
dan lain-lain, tetapi produk ini hanya dikonsumsi oleh rumah tangga dan tidak
dijual ke pasar tradisional maupun modern di wilayah Kota Metro (Kelompok
Peternak Ayam Berkat Usaha Bersama, 2014).

7

Perkembangan bisnis ayam ras pedaging berhubungan erat dengan
pertumbuhan perekonomian daerah dan pertumbuhan penduduk.
Pertumbuhan penduduk diikuti oleh perkembangan kesempatan kerja.
Semakin banyak orang yang menerima pendapatan maka daya beli
masyarakat bertambah, sehingga permintaan juga meningkat (Sukirno, 2010).
Berdasarkan pernyataan tersebut, semakin tinggi populasi dan pendapatan
masyarakat, permintaan ayam ras pedaging juga semakin tinggi sehingga
peternak akan meningkatkan jumlah produksi ayam ras pedaging pula.
Jumlah produksi ayam dapat ditingkatkan dengan penambahan jumlah bahan
baku. Pada proses produksi, peternak harus mengetahui harga pokok
produksi usaha tersebut untuk mengendalikan biaya yang dikeluarkan.
Lambajang (2013) menyatakan bahwa perhitungan harga pokok produksi
yang benar akan berimplikasi pada penerapan harga jual yang benar pula,
sehingga nantinya mampu menghasilkan laba sesuai yang diharapkan.

Harga pokok produksi dipelajari dalam akuntansi biaya. Akuntasi biaya
merupakan bidang akuntansi yang khusus mencatat, menetapkan, dan
mengendalikan biaya. Akuntansi biaya ini memusatkan pada akumulasi
biaya, penilaian persediaan, dan perhitungan serta penetapan harga pokok
suatu produk (Firmansyah, 2014). Harga pokok produksi harus dihitung
dengan sebaik-baiknya dengan cara mengefisiensikan biaya-biaya yang
dikeluarkan untuk memproduksi suatu barang. Harga pokok produksi
meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik.
Ketiga biaya tersebut harus dicatat dan digolongkan dengan cermat. Harga
pokok produksi akan berpengaruh terhadap penentuan harga jual, pemantauan

8

realisasi biaya produksi, perhitungan laba atau rugi usaha secara periodik, dan
penentuan harga pokok persediaan barang jadi dan produk dalam proses yang
disajikan dalam neraca (Mulyadi, 1999).

Pada usaha ayam ras pedaging, peternak masih menggunakan pencatatan
yang sederhana, sehingga hasil perhitungan akan menghasilkan informasi
biaya yang kurang akurat. Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja yang
tercantum dalam harga pokok produksi merupakan biaya yang memiliki
proporsi paling besar dan biaya produksi tidak langsung merupakan bagian
kecil dalam biaya produksi (Firmansyah, 2014). Perhitungan harga pokok
produksi berperan penting dalam penyajian informasi ringkas dan akurat bagi
pemilik usaha. Hasil perhitungan tersebut akan berpengaruh terhadap
penentuan harga jual dan laba yang tepat.

Ternak ayam ras pedaging probiotik dan non probiotik menjalin kemitraan
dengan koperasi dan perusahaan. Koperasi dan perusahaan memberikan
sejumlah dana untuk membiayai proses produksi usaha ternak ayam ras
pedaging. Ayam yang dihasilkan harus dijual langsung ke koperasi dan
perusahaan bersangkutan, sehingga peternak memperoleh kepastian dalam
memasarkan produknya.

Biaya produksi yang dikeluarkan peternak tidak selalu sama, terkadang
mengalami perubahan pada beberapa jenis biaya, sehingga laba yang
diperoleh juga akan berubah. Peternak sebaiknya mengetahui secara akurat
dan terperinci seberapa besar harga pokok produksi yang dihasilkan dan
menentukan apakah harga jual telah sesuai dengan biaya produksi untuk

9

mendapatkan laba yang sesuai harapan. Harga jual berpengaruh terhadap
keuntungan yang akan diperoleh peternak. Peternak ayam ras pedaging
probiotik menjual ayam ke KPA Berkat Usaha Bersama seharga Rp17.000,00
per kg, sedangkan peternak ayam ras pedaging non probiotik menjual ayam
ke perusahaan mitra seharga Rp16.500,00 sampai Rp17.000,00 per kg sesuai
dengan kesepakatan. Perbedaan harga jual dapat disebabkan oleh biaya
produksi ayam ras pedaging probiotik lebih besar dibandingkan dengan ayam
ras pedaging non probiotik.

Berdasarkan waktu pemeliharaan, ayam ras pedaging probiotik dipelihara 35
hari, sedangkan ayam ras pedaging non probiotik dipelihara hanya 30-33 hari
(pra survei, 2014). Waktu pemeliharaan ayam ras pedaging probiotik lebih
panjang menyebabkan harga pokok produksi yang meliputi biaya bahan baku,
biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik juga meningkat. Jika harga
pokok produksi dapat diturunkan maka harga jual produk dapat ditekan dan
diharapkan permintaan produk meningkat, yang pada akhirnya akan
meningkatkan laba usaha (Mulyadi, 1999). Penentuan harga jual yang terlalu
tinggi akan menyebabkan jumlah permintaan produk lebih sedikit dan kurang
bersaing di pasar. Berdasarkan hukum permintaan, semakin tinggi harga
barang maka semakin sedikit kuantitas barang yang diminta (Sukirno, 2010).

Permintaan ayam ras pedaging probiotik masih rendah yaitu Metro 1.000
ekor per bulan, Bandar Lampung 400 ekor per bulan, Bekasi 400 ekor per
bulan, dan Jakarta 12.500 ekor per bulan (Kelompok Peternak Ayam Berkat
Usaha Bersama, 2014). Pemaparan diatas memberi gambaran bahwa

10

permintaan ayam di Kota Metro masih sangat rendah dibandingkan dengan
permintaan ayam di luar kota (Jakarta). Rendahnya permintaan di Kota
Metro dapat disebabkan oleh berbagai faktor yaitu harga ayam ras pedaging
probiotik, harga ayam ras pedaging non probiotik, harga ayam buras, tingkat
pendapatan, jumlah anggota keluarga (Sukirno, 2010), dan pengetahuan
tentang kesehatan berdasarkan hasil pra survei. Peternak juga mengalami
kesulitan untuk memenuhi jumlah permintaan yang besar dari luar kota
karena jumlah peternak tergolong kecil dan jumlah produksi ayam ras
pedaging probiotik masih rendah. Perbedaan permintaan ayam ras pedaging
probiotik dan non probiotik terlihat jelas, dimana ayam ras pedaging non
probiotik telah dikenal masyarakat secara luas dan permintaan konsumen
terhadap ayam tersebut juga sangat tinggi, sehingga penelitian akan
menfokuskan pada permintaan ayam ras pedaging probiotik agar diketahui
faktor-faktor yang dapat meningkatkan permintaan konsumen.

Berdasarkan uraian sebelumnya, permasalahan penelitian dapat dirumuskan
sebagai:
1. Berapa harga pokok produksi ayam ras pedaging probiotik dan non
probiotik di Kecamatan Metro Utara?
2. Berapa laba yang diperoleh dari usaha ayam ras pedaging probiotik dan
non probiotik di Kecamatan Metro Utara?
3. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi permintaan ayam ras pedaging
probiotik di Kecamatan Metro Pusat?

11

B. Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang ada, maka tujuan penelitian adalah:
1. Mengetahui harga pokok produksi ayam ras pedaging probiotik dan non
probiotik di Kecamatan Metro Utara.
2. Mengetahui laba yang diperoleh dari usaha ayam ras pedaging probiotik
dan non probiotik di Kecamatan Metro Utara.
3. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ayam ras
pedaging probiotik di Kecamatan Metro Pusat.

C. Kegunaan Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan bagi:
1. Pemerintah
Sebagai bahan pertimbangan dan informasi untuk membuat keputusan dan
kebijaksanaan dalam pengembangan usaha ayam ras pedaging probiotik
dan non probiotik.
2. Pengusaha
Sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan kegiatan usaha untuk
meningkatkan laba usaha ayam ras pedaging probiotik dan non probiotik,
serta meningkatkan permintaan ayam ras pedaging probiotik.
3. Peneliti lain
Sebagai bahan referensi bagi penelitian sejenis.

12

II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

A. Tinjauan Pustaka

1. Deskripsi Ayam

Santoso dan Sudaryani (2011) menyatakan bahwa ayam (Gallus gallus
domesticus) adalah unggas yang dimanfaatkan manusia untuk memenuhi
keperluan hidup pemeliharanya. Kawin silang antar ras ayam telah
menghasilkan ratusan galur unggul atau galur murni dengan bermacammacam fungsi, yaitu ayam potong (untuk diambil daging), ayam petelur
(untuk diambil telur), dan ayam dipelihara untuk kesenangan. Ayam
menunjukkan perbedaan morfologi di antara ayam jantan dan ayam betina.
Ayam jantan (jago, rooster) berukuran lebih besar, lebih atraktif, memiliki
jalu panjang, berjengger lebih besar, dan bulu ekornya panjang menjuntai.
Ayam betina (babon, hen) berukuran kecil, jalu pendek, berjengger kecil,
dan bulu ekor pendek. Ayam mudah beradaptasi di berbagai tempat jika
ketersediaan makanan di tempat.

a. Ayam Ras Pedaging (Broiler)

Santoso dan Sudaryani (2011) mengemukakan bahwa ayam ras
pedaging disebut juga broiler, merupakan jenis ras unggulan hasil

13

persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas
tinggi, terutama dalam memproduksi daging ayam. Ayam ras pedaging
memiliki ciri-ciri meliputi bobot relatif besar, pemberian asupan
makanan yang tinggi, pertumbuhan sangat cepat, dan mengandung
banyak lemak pada tubuhnya. Ayam ras pedaging baru dikenal di
Indonesia sejak tahun 1980-an. Hingga kini ayam ras pedaging telah
dikenal masyarakat Indonesia dengan berbagai kelebihan.

Kelebihan ayam ras pedaging adalah dapat dipanen setelah lima sampai
enam minggu masa pemeliharaan. Masa pemeliharaan yang relatif
pendek mengakibatkan proses produksi dilakukan lebih cepat sehingga
banyak peternak baru serta peternak musiman berminat untuk
mengembangkan usaha ini di berbagai wilayah Indonesia. Ayam ras
pedaging yang dipotong pada umur yang tepat dapat menghasilkan
daging yang empuk, tekstur kulit yang halus dan tulang

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23