PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI POKOK PROTISTA

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW
TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA
PADA MATERI POKOK PROTISTA
(Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X
SMA-Alkautsar Bandarlampung
Semester Ganjil Tahun
Ajaran 2012/2013)
(Skripsi)

Oleh
M. ROBIDIN SYAH

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2013

M. Robidin Syah

ABSTRAK

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW
TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA
PADA MATERI POKOK PROTISTA
(Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X
SMA-Alkautsar Bandarlampung
Semester Ganjil Tahun
Ajaran 2012/2013)

Oleh
M. ROBIDIN SYAH

Berdasarkan observasi di SMA Al-Kautsar Bandarlampung, kemampuan berpikir
kritis oleh siswa belum dikembangkan secara optimal. Alternatif yang dapat
digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis oleh siswa yaitu
penggunaan media kartu bergambar melalui model pembelajaran kooperatif tipe
Jigsaw. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan media kartu
bergambar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap
peningkatan kemampuan berpikir kritis oleh siswa.
Penelitian merupakan studi eksperimen semu dengan desain pretes postes nonequivalen. Sampel penelitian siswa kelas X7 dan X6 yang dipilih dari populasi
secara cluster random sampling. Data kuantitatif diperoleh dari rata-rata nilai
pretes dan postes dan dianalisis secara statistik melalui uji t dengan program SPSS

M. Robidin Syah

versi 17 taraf kepercayaan 95%. Data kualitatif berupa aktivitas belajar siswa, dan
tanggapan siswa terhadap penggunaan media kartu bergambar melalui model
pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen lebih
tinggi. Rata-rata persentase aktivitas siswa semua aspek kelas eksperimen juga
menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi. Selain itu, semua siswa memberikan
tanggapan positif terhadap penggunaan media kartu bergambar melalui model
pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
Kata kunci: Media kartu bergambar, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw,
kemampuan berpikir kritis, Protista.

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW
TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA
PADA MATERI POKOK PROTISTA
(Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X
SMA-Alkautsar Bandarlampung
Semester Ganjil Tahun
Ajaran 2012/2013)

Oleh
M. ROBIDIN SYAH

Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar
SARJANA PENDIDIKAN
Pada
Program Studi Pendidikan Biologi
Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2013

Judul Skripsi

: PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU
BERGAMBAR MELALUI MODEL
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE
JIGSAW TERHADAP KEMAMPUAN
BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI
POKOK PROTISTA
(Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X SMAAlkautsar Bandarlampung Semester Ganjil Tahun
Ajaran 2012/2013)

Nama Mahasiswa

: M. Robidin Syah

Nomor Pokok Mahasiswa : 0813024036
Program Studi

: Pendidikan Biologi

Jurusan

: Pendidikan MIPA

Fakultas

: Keguruan dan Ilmu Pendidikan

MENYETUJUI

1. Komisi Pembimbing

Pramudiyanti, S.Si., M.Si.
NIP 19730310 199802 2 001

Rini Rita T. Marpaung, S.Pd., M.Pd.
NIP 19770715 200801 2 020

2. Ketua Jurusan Pendidikan MIPA

Dr. Caswita, M. Si.
NIP 19671004 199303 1 004

MENGESAHKAN

1. Tim Penguji

Ketua

: Pramudiyanti, S.Si., M.Si.

Sekretaris

: Rini Rita T. Marpaung, S.Pd., M.Pd. ……………...

Penguji
Bukan Pembimbing

: Drs. Darlen Sikumbang, M.Biomed. ………………

2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dr. Bujang Rahman, M. Si
NIP 19600315 198503 1 003

Tanggal Lulus Ujian Skripsi : 8 Februari 2013

……………...

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Pugung Lemong Kec. Lemong Kab. Pesisir
Barat Lampung pada tanggal 28 Mei 1989 sebagai anak ke lima
dari enam bersaudara, dari pasangan Bapak M. Haza Syah dan
Ibu Nurjannah Bawar.
Penulis mengawali pendidikan formal di TK Dharma Wanita Lemong pada tahun
1996, kemudian dilanjutkan di SD Negeri 1 Lemong (1996-2002), SMP Negeri 2
Lemong (2002-2005), dan SMA Negeri 2 Metro (2005-2008). Tahun 2008 penulis
terdaftar sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan
Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (PMIPA) Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung melalui jalur Seleksi Nasional
Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Selama menjadi mahasiswa penulis pernah menjadi asisten praktikum mata kuliah
Mikrobiologi serta aktif di organisasi sebagai Eksakta Muda (Eksmud)
Himasakata (2008/2009), dan Generasi Muda (Gema) FPPI (2008/2009). Tahun
2011, penulis melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMP
Negeri 1 Lambu Kibang Kampung Gilang Tunggal Makarta dan KKN (Kuliah
Kerja Nyata) Tematik di Kampung Lesung Bhakti Jaya Kec. Lambu Kibang
Kab. Tulang Bawang Barat.

Dengan Menyebut Nama Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

PERSEMBAHAN
Segala puji bagi Allah SWT, atas rahmad dan karunia-Nya
sehingga karya ini dapat diselesaikan. Sholawat serta salam selalu dicurahkan
kepada Rasulullah Muhammad SAW yang telah menunjukkan jalan yang terang benderang
bagi kemaslahatan umat manusia di bumi.
Kupersembahkan karya ini sebagai tanda bakti dan cinta kasihku kepada:
Ibunda, ayahanda, kakanda, dan adinda tercinta:
 Mak Nurjannah Bawar,
 Bak M. Haza Syah,
 Wo Masnani,
 Ngah Darina Wati,
 Cudo Neti Hera Wati,
 Kakcik Sofia Rohma, S.Pd, serta
 Upik Khoiriah.
atas didikan dengan penuh kesabaran dan limpahan kasih sayang,
dan selalu menyemangatiku disaat gundah dan memberikan dukungan
baik moral maupun material demi kelancaran langkahku menuju kesuksesan .
Keponakan tersayang yang selalu memberikan kecerian:
 Ahmad Muallim,
 M. Faiz Syamil,
 Rafika Mayantiara,
 Nur Zuhroh Asmarona,
 Lailatul Qibtiah,
 Ashabul Kahfi, serta
 Kiagus Faris Rahman.
Almamater., Universitas Lampung

MOTTO

Maka berlomba lombalah kamu dalam kebaikan ..,
(QS Al-Baqarah: 148).

Aku kagum dengan ketetapan Allah azza wajalla terhadap orang-orang
mukmin. Jika dia mendapatkan kebaikan, dia memuji Rabbnya dan bersyukur,
jika mendapatkan musibah dia memuji kepada Rabbnya dan bersabar ..,
(HR Ahmad: 1405).

... Bila hati kian bersih, berfikir pun selalu jernih,
semangat hidupkan gigih, prestasi mudah di raih ..,
(Abdullah Gymnastiar/ A a Gym).

Allah menciptakan sayap burung agar ia bisa terbang
Allah menciptakan sirip ikan agar ia bisa berenang
Allah menciptakan otak manusia agar ia bisa segalanya,
(Penulis).

PERNYATAAN SKRIPSI MAHASISWA

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama

: M. Robidin Syah

Nomor Pokok Mahasiswa

: 0813024036

Program Studi

: Pendidikan Biologi

Jurusan

: Pendidikan MIPA

Dengan ini menyatakan bahwa penelitian ini adalah hasil pekerjaan saya sendiri,
dan sepanjang pengetahuan saya tidak berisi materi yang telah dipublikasikan atau
ditulis oleh orang lain atau telah dipergunakan dan diterima sebagai persyaratan
penyelesaian studi pada universitas atau institut lain.

Bandarlampung, Februari 2013

NPM 0813024036

SANWACANA

Puji Syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya sehingga skripsi
ini dapat diselesaikan sebagai salah satu syarat meraih gelar Sarjana Pendidikan
pada Program Studi Biologi Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Unila. Skripsi ini
berjudul “PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR
MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW
TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI
POKOK PROTISTA (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X SMA-Alkautsar
Bandarlampung Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013)”.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari peranan
dan bantuan berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Dr. Bujang Rahman, M. Si., selaku Dekan FKIP Universitas Lampung.
2. Dr. Caswita, M.Si., selaku Ketua Jurusan PMIPA FKIP Universitas Lampung.
3. Pramudiyanti, S.Si., M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Biologi
sekaligus Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan motivasi
hingga skripsi ini dapat selesai.
4. Rini Rita T. Marpaung, S.Pd., M.Pd., selaku Pembimbing II yang telah
memberikan bimbingan dan motivasi hingga skripsi ini dapat selesai.
5. Drs. Darlen Sikumbang, M.Biomed., selaku dosen penguji atas saran-saran
perbaikan dan motivasi yang telah diberikan.

6. Drs. Arwin Achmad, M. Si., selaku Pembimbing Akademik, Neni
Hasnunidah, S.Pd., M.Si, Bapak dan Ibu dosen atas ilmu yang telah diberikan
serta staf TU di Jurusan PMIPA FKIP.
7. Drs. Hi. Joko Santoso., selaku Kepala SMA Al-Kautsar Bandarlampung dan
Dinar Asri H. W, S.Pd selaku guru mitra, staf TU, serta siswa-siswi kelas X6
dan X7 SMA Al-Kautsar Bandarlampung.
8. Istimewa untuk Mak, Bak, Wo Mas, Ngah Darina, Cudo Hera, Kakcik Sofia,
Upik, Docik, Tuan Tengah Syahrani Bawar, Pakngah Syahrir Bawar,
Makcik, Wo Evi atas kasih sayang, doa, dan motivasi yang diberikan.
9. Spesial untuk Mandibula., Soulmate (Hadi, Yudi, Ardi), Partner (Novria,
Kurnia, Iska, Nung), Pendra, Eko, Harry, Tri, Melda, Okta, Sri, Cuwi, Ika,
Arista, Wahyu, Dzul, Ajeng, etc serta Bioma dan Formandibula., Khoirunnisa,
Jarmini, Zuriyati, Mbak Aria, Mbak Rini, Mbak Chery, Mbak Ana, Kak Suta,
Kak Suliwan, Kak Adit, atas kerja sama dan semangat yang diberikan.
10. Kerabat dari PPL dan KKN Tematik., Riki, Syahrudin, Indarti, Ratih, Fathin,
Mujiasih, Nurul, Niki, Liendha, Agesti, serta kerabat dari Asrama 41., Mei,
Rizal, Syamsi, Indra, Hadi, Hendi, Dimas, dan Wahyu.
11. Semua pihak yang membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
Akhir kata, semoga skripsi yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Amin.
Bandar Lampung, Februari 2013
Penulis

M. Robidin Syah

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL ......................................................................................
DAFTAR GAMBAR .................................................................................

Halaman
xv
xviii

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...............................................................................
B. Rumusan Masalah ..........................................................................
C. Tujuan Penelitian ...........................................................................
D. Manfaat Penelitian .........................................................................
E. Ruang Lingkup Penelitian ..............................................................
F. Kerangka Pikir ...............................................................................
G. Hipotesis Penelitian .......................................................................

1
5
6
6
7
8
9

II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Media Kartu Bergambar .................................................................
B. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw ................................
C. Kemampuan Berpikir Kritis ...........................................................

11
14
17

III. METODE PENELITIAN
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.
I.

Tempat dan Waktu Penelitian ........................................................
Populasi dan Sampel Penelitian .....................................................
Desain Penelitian ............................................................................
Prosedur Penelitian..........................................................................
Jenis dan Teknik Pengumpulan Data ..............................................
Teknik Analisis Data ......................................................................
Mendeskripsikan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa ....................
Pengolahan Data Aktivitas Siswa ..................................................
Pengolahan Data Angket Tanggapan Siswa Terhadap Penggunaan
Media Kartu Bergambar Melalui Model Pembelajaran Kooperatif
Tipe Jigsaw ....................................................................................

23
23
23
24
31
33
36
38

40

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian ..............................................................................
B. Pembahasan ....................................................................................

43
49

V. SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan ........................................................................................
xiii

56

B. Saran .............................................................................................

56

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
8.

Silabus Pembelajaran .....................................................................
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ....................................
Lembar Ahli ...................................................................................
Soal Pretes-Postes Kemampuan Berpikir Kritis ........ ....................
Angket Tanggapan Siswa................................................................
Data Hasil Penelitian ......................................................................
Analisis Uji Statistik Data Hasil Penelitian ...................................
Contoh Media Kartu Bergambar ....................................................
Foto-foto Penelitian ........................................................................

xiv

61
65
85
107
118
119
133
144
147

DAFTAR TABEL

Tabel
Halaman
1. Indikator kemampuan berpikir kritis .............................................
19
2. Kriteria Skor N-gain .....................................................................

34

3. Kriteria peningkatan KBK oleh siswa .........................................

34

4. Lembar penilaian kemampuan berpikir kritis siswa ....................

36

5. Kriteria kemampuan berpikir kritis siswa ....................................

37

6. Lembar observasi aktivitas belajar siswa .....................................

38

7. Kriteria persentase aktivitas belajar siswa ...................................

39

8. Angket tanggapan siswa ...............................................................

40

9. Skor per jawaban angket ..............................................................

40

10. Tabulasi data angket tanggapan siswa terhadap penggunaan
media kartu bergambar melalui model pembelajaran kooperatif
tipe Jigsaw ....................................................................................

41

11. Kriteria persentase angket tanggapan siswa terhadap penggunaan
media kartu bergambar melalui model pembelajaran kooperatif
tipe Jigsaw ....................................................................................

42

12. Hasil uji normalitas dan homogenitas nilai pretes, postes, dan Ngain kemampuan berpikir kritis siswa pada kelompok eksperimen
dan kontrol ...................................................................................

43

13. Hasil uji kesamaan dan perbedaan dua rata-rata nilai pretes,
postes, dan N-gain kemampuan berpikir kritis pada kelompok
eksperimen dan kontrol ................................................................

44

14. Hasil analisis rata-rata N-gain setiap indikator kemampuan
berpikir kritis pada kelompok eksperimen dan kontrol ................

45

15. Data peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada
kelompok eksperimen dan kontrol ...............................................

46

xv

16. Aktivitas belajar siswa kelompok eksperimen dan kontrol ..........

46

17. Nilai pretes, postes, dan N-gain kelompok eksperimen ...............

117

18. Nilai pretes, postes, dan N-gain kelompok kontrol ......................

120

19. Analisis butir soal pretes dan postes kelompok eksperimen ........

122

20. Analisis butir soal pretes dan postes kelompok kontrol ...............

124

21. Analisis perindikator kemampuan berpikir kritis pada soal pretes
dan postes kelompok eksperimen ................................................

126

22. Analisis perindikator kemampuan berpikir kritis pada soal pretes
dan postes kelompok kontrol .......................................................

128

23. Analisis data observasi aktivitas belajar siswa kelompok
eksperimen dan kontrol ................................................................

131

24. Analisis data angket tanggapan siswa ..........................................

133

25. Hasil uji normalitas pretes kelompok eksperimen dan kontrol ....

135

26. Hasil uji kesamaan dua varians & kesamaan dua rata-rata pretes

135

27. Hasil uji perbedaan dua rata-rata pretes .......................................

136

28. Hasil uji normalitas postes kelompok eksperimen dan kontrol ...

137

29. Hasil uji Mann-Withney U postes ...............................................

137

30. Hasil uji normalitas N-gain kelompok eksperimen dan kontrol ..

138

31. Hasil uji kesamaan dua varians & kesamaan dua rata-rata N-gain

138

32. Hasil uji perbedaan dua rata-rata N-gain .....................................

139

33. Hasil uji normalitas N-gain pada indikator kemampuan
memberikan alasan kelompok eksperimen dan kontrol ...............

140

34. Hasil uji Mann-Withney U N-gain pada indikator kemampuan
memberikan kelompok eksperimen dan kontrol ..........................

141

35. Hasil uji normalitas N-gain pada indikator mencari persamaan
dan perbedaan kelompok eksperimen dan kontrol .......................

141

36. Hasil uji Mann-Withney U N-gain pada indikator mencari
persamaan dan perbedaan kelompok eksperimen dan kontrol .....

142

xvi

37. Hasil uji normalitas N-gain pada indikator merekonstruksi
argumen kelompok eksperimen dan kontrol ................................

142

38. Hasil uji Mann-Withney U N-gain pada indikator merekonstruksi
argumen kelompok eksperimen dan kontrol ................................

143

xvii

DAFTAR GAMBAR

Gambar
Halaman
1. Hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat ..................
7
2. Skema model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw .....................

15

3. Desain pretes-postes kelompok non ekuivalen ............................

22

4. Aktivitas belajar siswa pada kelompok eksperimen dan kontrol .

47

5. Tanggapan siswa terhadap penggunaan media kartu bergambar
melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw ....................

48

6. Contoh jawaban siswa untuk indikator kemampuan memberikan
alasan pada kelompok eksperimen ...............................................

50

7. Contoh jawaban siswa untuk indikator mencari persamaan dan
perbedaan pada kelompok eksperimen ........................................

52

8. Contoh jawaban siswa untuk indikator merekonstruksi argumen
pada kelompok eksperimen ..........................................................

53

9. Contoh media kartu bergambar Protista mirip tumbuhan 1 .........

144

10. Contoh media kartu bergambar Protista mirip tumbuhan 2 .........

144

11. Contoh media kartu bergambar Protista mirip hewan 1 ...............

145

12. Contoh media kartu bergambar Protista mirip hewan 2 ...............

145

13. Contoh media kartu bergambar Protista mirip jamur 1 ................

146

14. Contoh media kartu bergambar Protista mirip jamur 2 ................

146

15. Guru memberikan media kartu bergambar pada kelompok ahli ..

147

16. Guru memberikan pengarahan cara mengerjakan lembar ahli .....

147

17. Siswa berdiskusi dalam kelompok ahli ........................................

148

18. Siswa berdiskusi dalam kelompok ahli ........................................

148

xviii

19. Siswa menyampaikan hasil diskusi dalam kelompok asal ...........

149

20. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok yang
dimodifikasi dalam bentuk pameran .............................................

xix

149

1

I . PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Upaya yang tepat untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang
berkualitas dan satu–satunya wadah yang berfungsi sebagai alat untuk
membangun SDM yang bermutu tinggi adalah pendidikan. Melalui
pendidikan, persiapan sedini mungkin perlu dilakukan untuk menghadapi
tantangan yang sangat kompleks. Menurut Badan Standar Nasional
Pendidikan, Mata Pelajaran Biologi termasuk dalam rumpun Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA), yang memiliki peran penting dalam peningkatan
mutu pendidikan, khususnya di dalam menghasilkan peserta didik yang
berkualitas, yaitu manusia Indonesia yang mampu berpikir kritis, kreatif,
logis dan berinisiatif dalam menanggapi isu di masyarakat yang diakibatkan
oleh dampak perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
(BSNP, 2006: iv).

Melihat pentingnya Biologi dan peranannya tersebut, maka peningkatan mutu
pendidikan harus selalu diupayakan. Salah satunya melalui peningkatan
kecakapan hidup (life skill) yaitu keterampilan berpikir (Depdiknas, 2003).
Menurut Sugiarto (dalam Amri dan Ahmadi, 2010: 62) berpikir kritis
diperlukan dalam kehidupan di masyarakat karena manusia selalu dihadapkan
pada permasalahan yang memerlukan pemecahan. Kurangnya pendidikan

2

berpikir kritis dapat mengarahkan anak-anak pada kebiasaan melakukan
berbagai kegiatan tanpa mengetahui tujuan dan mengapa mereka
melakukannya. Oleh sebab itu, menurut Dewey (Jhonson, 2007: 187) sekolah
harus mengajarkan cara berpikir yang benar pada anak-anak.
Siswa harus memiliki kesadaran akan diri dan lingkungannya, karena itu
pendidikan di sekolah harus mampu membangun kesadaran kritis anak didik.
Mengajarkan keterampilan berpikir secara eksplisit dan memadukannya
dengan materi pembelajaran (kurikulum) dapat membantu para siswa untuk
menjadi pemikir yang kritis dan kreatif secar efektif (Hidayati, 2010: 2). Pada
dasarnya pembelajaran keterampilan berpikir dapat dengan mudah dilakukan.
Sayangnya kondisi pembelajaran yang ada di kebanyakan sekolah di
Indonesia belum begitu mendukung untuk terlaksananya pembelajaran
keterampilan berpikir yang efektif. Beberapa kendalanya antara lain
pembelajaran di sekolah masih terfokus pada guru, belum student centered;
dan fokus pendidikan di sekolah lebih pada yang bersifat menghafal/
pengetahuan faktual (Sutrisno, 2008 dalam Umroh, 2010: 2).
Hal tersebut juga sesuai dengan hasil observasi dan diskusi dengan guru
Biologi yang mengajar di kelas X SMA Al-Kautsar Bandarlampung,
diketahui bahwa selama ini guru kurang memberdayakan kemampuan
berpikir kritis secara optimal, khususnya pada uraian materi pokok Protista.
Hal tersebut terlihat dalam pembelajaran, guru lebih dominan menggunakan
metode ceramah dan diskusi biasa. Siswa pun lebih banyak menerima
informasi dari guru sehingga siswa kurang optimal dalam memberdayakan

3

potensi yang dimiliki, termasuk kemampuan berpikir kritis. Guru jarang
mengaitkan aplikasi konsep dengan kehidupan sehari-hari dan guru jarang
mengajak siswa berlatih untuk menganalisis, mensintesis, mengevaluasi suatu
informasi data dan argumen. Penggunaan media dalam proses pembelajaran
sebagai perantara yang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran juga
masih belum dioptimalkan. Selain itu, meski hampir semua siswa memiliki
buku-buku pelajaran, tetapi siswa hanya ditekankan untuk menghafal konsep
bukan memahami konsep.
Dalam penelitian ini, materi pokok yang dipilih yaitu Protista yang memiliki
kompetensi dasar yaitu menyajikan ciri-ciri umum filum dalam kingdom
Protista, dan peranannya bagi kehidupan. Materi pokok Protista dipilih dalam
penelitian ini, karena penyampaiannya selama ini kurang melibatkan siswa
dalam pemberian pengalaman langsung serta minimnya alat-alat pengamatan
Protista. Hal ini menyebabkan siswa hanya mampu memahami secara teori
saja tanpa melihat secara langsung permasalahan yang terjadi. Kelemahan ini
dapat diatasi dengan menggunakan media.
Pemilihan media harus disesuaikan dengan materi pokok yang akan
dipelajari. Salah satu jenis media yang diduga sesuai dengan uraian materi
pokok Protista adalah media kartu bergambar. Media kartu bergambar diduga
akan menarik perhatian siswa, karena meletakkan dasar-dasar yang konkrit
berupa gambar-gambar contoh spesies dari filum dalam kingdom Protista,
sehingga siswa tidak perlu mengira-ngira dalam mengenali ciri-ciri Protista
karena siswa dapat mengamati secara tidak langsung melalui gambar tersebut.

4

Media kartu bergambar dapat menciptakan suasana yang menyenangkan
(joyfull learning) dalam proses pembelajaran karena siswa diajak belajar
sambil bermain. Permainan dapat mengembangkan motivasi siswa untuk
belajar aktif karena permainan mampu menembus kebosanan dan
memberikan tantangan untuk memecahkan masalah dalam suasana gembira
dan menimbulkan semangat kooperatif dan kompetitif yang sehat serta
membantu siswa yang lamban dan kekurangan motivasi (Hidayat, dkk, 1990
dalam Yanti, 2010: 15). Berdasarkan hasil penelitian Muzaffar (Afandi,
2012:16) menunjukkan bahwa penggunaan media kartu bergambar dapat
meningkatkan kreativitas menulis siswa.
Keunggulan media kartu bergambar tersebut dapat dirasakan optimal bila
dikombinasikan dengan model pembelajaran yang dapat melibatkan peran
aktif siswa. Prinsip tersebut mungkin akan terwujud salah satunya melalui
pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif adalah kegiatan
pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama, saling
membantu dalam mengkonstruksi konsep dan menyelesaikan persoalan (Lie,
2008: 95). Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw diduga sesuai untuk
dikombinasikan dengan media kartu bergambar. Jigsaw didesain untuk
meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri
dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi
yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan
materi tersebut pada anggota kelompoknya yang lain. Dengan demikian,
siswa saling tergantung satu dengan yang lain dan harus bekerja sama secara
kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan (Lie, 2008: 27).

5

Sehingga keterampilan berpikir siswa akan terpancing untuk lebih
dioptimalkan. Dari hasil penelitian oleh Bustianti (2009: 85) diketahui bahwa
siswa yang menggunakan model pembelajaran cooperative learning teknik
Jigsaw kemampuan berpikir kritisnya lebih baik dibandingkan siswa yang
menggunakan model pembelajaran konvensional. Oleh karena itu, penulis
tertarik untuk meneliti pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw
terhadap keterampilan berpikir kritis serta memadukannya dengan media
kartu bergambar.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian
ini adalah :
1. Adakah pengaruh yang signifikan pada penggunaan media kartu
bergambar melalui model pembelajaran kooperatif tipa Jigsaw terhadap
kemampuan berpikir kritis siswa pada materi pokok Protista?
2. Bagaimana aktivitas belajar siswa yang menggunakan media kartu
bergambar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam
pembelajaran pada materi pokok Protista?

6

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah tersebut, maka tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui:
1. Pengaruh penggunaan media kartu bergambar melalui model
pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap kemampuan berpikir kritis
siswa pada materi pokok Protista.
2. Aktivitas belajar siswa yang menggunakan media kartu bergambar melalui
model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam pembelajaran pada
materi pokok Protista.

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian yang diperoleh diharapkan dapat bermanfaat :
1. Bagi peneliti

: memberikan pengalaman dalam membuat kartu
bergambar, merencanakan dan melaksanakan kegiatan
pembelajaran menggunakan media kartu bergambar
melalui model pembelajaran kooperatif tipe
Jigsaw pada materi pokok Protista.

2. Bagi siswa

: mendapat pengalaman belajar yang menyenangkan dan
mengasah kemampuan berpikir kritis siswa.

3. Bagi guru

: memberikan wawasan bagi guru untuk menggunakan
media kartu bergambar melalui model pembelajaran
kooperatif tipe Jigsaw sebagai alternatif untuk diterapkan
dalam kegiatan pembelajaran pada materi pokok Protista.

7

E. Ruang Lingkup Penelitian

Untuk memberi kejelasan dalam penelitian, berikut dikemukakan beberapa
batasan yaitu :
1. Media kartu bergambar yang digunakan dalam penelitian ini adalah satu
set kartu berukuran 10x7 cm yang berisi gambar dan keterangan tentang
ciri-ciri umum filum dalam Protista dan peranannya bagi kehidupan yang
dibuat sendiri oleh peneliti.
2. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang digunakan dalam
penelitian ini memiliki langkah-langkah sebagai berikut: (a) siswa
memperoleh topik-topik ahli dan membaca materi tersebut untuk
mendapatkan informasi, (2) siswa dengan topik-topik ahli yang sama
bertemu untuk mendiskusikan topik tersebut, (3) ahli kembali ke
kelompok asalnya untuk menjelaskan topik pada kelompoknya, (4) siswa
memperoleh kuis individu yang mencakup semua topik, dan (5)
penghitungan skor kelompok dan menentukan penghargaan kelompok
(Slavin, 1995: 30).
3. Kemampuan berpikir kritis siswa yang diukur dalam penelitian ini
meliputi: kemampuan memberikan alasan, mencari persamaan dan
perbedaan, dan merekonstruksi argumen.
4. Aktivitas belajar siswa yang diamati pada saat diskusi dan presentasi
adalah mengemukakan pendapat/ ide, mengajukan pertanyaan, bekerja
sama dalam tim, bertukar informasi, dan mempresentasikan hasil diskusi
kelompok.

8

5. Materi pokok dalam penelitian ini adalah Protista dengan kompetensi
dasar menyajikan ciri-ciri umum filum dalam kingdom Protista, dan
peranannya bagi kehidupan (KD 2.3).
6. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Al-Kautsar dengan
subyek penelitian siswa kelas X7 sebagai kelas eksperimen dan kelas X6
sebagai kelas kontrol.

F. Kerangka Pikir

Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan guru Biologi yang mengajar
di kelas X SMA Al-Kautsar Bandarlampung, diketahui bahwa selama ini guru
kurang memberdayakan kemampuan berpikir kritis secara optimal, khususnya
pada uraian materi pokok Protista. Materi Protista mengkaji ciri-ciri umum
filum dalam kingdom Protista dan peranannya bagi kehidupan. Oleh karena
itu materi tersebut akan lebih dipahami siswa salah satunya dengan
mengkreasikan gambar ke dalam kartu sehingga siswa tidak hanya dapat
belajar tetapi juga bermain sehingga dapat menciptakan suasana yang
menyenangkan (joyfull learning) dalam proses pembelajaran. Media kartu
bergambar dirasakan cocok dengan materi Protista karena dapat menyediakan
gambar asli adanya Protista di lingkungan sekitar. Melalui media kartu
bergambar ini, pengertian-pengertian yang tadinya bersifat abstrak dapat
menjadi kongkrit. Sehingga siswa lebih mudah dalam menggali dan
mengolah informasi yang dibutuhkan.

Penggunaan media kartu bergambar tersebut akan lebih efektif jika
dikombinasikan dengan pembelajaran kooperatif yang melibatkan siswa

9

secara aktif dalam proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang
berpusat kepada siswa (student centered) adalah model pembelajaran
kooperatif tipe Jigsaw. Melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw
siswa dilatih untuk bekerja dengan sesama siswa. Siswa belajar berani
bertanya atau mengemukakan pendapat selama proses pembelajaran
berlangsung.

Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah media kartu
bergambar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw sedangkan
variabel terikatnya ialah keterampilan berpikir kritis. Hubungan antara hasil
variabel tersebut digambarkan dalam diagram berikut:
X

Y

Gambar 1. Hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat
Keterangan: X = Media kartu bergambar melalui model
pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw; Y = Kemampuan berpikir
kritis siswa.

G. Hipotesis Penelitian

Hipotesis dalam penelitian ini adalah:
1. Ho = Tidak ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan media kartu
bergambar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw
terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada uraian materi
pokok Protista.
H1 = Ada pengaruh yang signifikan pada penggunaan media kartu

10

bergambar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw
terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada uraian materi pokok
Protista.
2. Penggunaan media kartu bergambar melalui model pembelajaran
kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa.

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Media Kartu Bergambar

Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata
medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Sedangkan
Gearlach dan Ely (Fathurrohman, 2009: 65) mengatakan bahwa media
apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian
yang membangun suatu kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh
pengetahuan, keterampilan atau sikap. Dalam aktivitas pembelajaran, media
dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat membawa informasi dan
pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan
peserta didik.

Menurut Brown (dalam Steofandi, 2010: 35) mengungkapkan bahwa media
pembelajaran yang digunakan guru atau siswa dalam pembelajaran dapat
mempengaruhi efektivitas pembelajaran. Hal ini juga diperkuat oleh Hamalik
(dalam Arsyad, 2000: 15) bahwa pemakaian media pengajaran dalam proses
belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru,
membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan
membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.

Terdapat beberapa manfaat lain dari penggunaan media pengajaran dalam
proses belajar siswa, seperti yang diungkapkan Sudjana dan Rivai (dalam
Arsyad, 2007: 24) manfaatnya, yaitu:
1. Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat
menumbuhkan motivasi belajar;
2. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih
dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan mencapai
tujuan pengajaran;
3. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi
verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan
dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi kalau guru mengajar pada setiap
jam pelajaran;
4. Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya
mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati,
melakukan, mendemonstrasikan, memerankan, dan lain-lain.

Beberapa pakar media pendidikan membuat suatu pengklasifikasian media
pembelajaran, yang mengungkapkan karakteristik atau ciri-ciri khas suatu
media. Salah satu penggolongan media yang dikenal adalah menurut Brezt
(dalam Steofandi, 2010: 30), mengidentifikasi media ke dalam tiga unsur
pokok yaitu: suara, visual dan gerak.

Gambar merupakan salah satu media visual dua dimensi. Media visual yaitu
suatu media berupa image atau perumpamaan yang digunakan dalam
menafsirkan sesuatu secara jelas, tidak abstrak. Media visual memiliki

13

beberapa keunggulan diantaranya, yaitu: dapat memperlancar pemahaman dan
memperkuat ingatan, selain itu juga dapat pula menumbuhkan minat siswa
dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia
nyata (Arsyad, 2000: 89).
Sadiman, dkk (2008: 29-31) menyatakan beberapa kelebihan media bergambar
diantaranya adalah :
1. Sifatnya konkret, lebih realistis menunjukkan pokok masalah dibandingkan
dengan media verbal semata.
2. Dapat mengatasi batasan ruang dan waktu. Tidak semua benda, objek, atau
peristiwa dapat dibawa ke kelas, dan tidak selalu siswa dapat dibawa ke
objek atau peristiwa tersebut.
3. Dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita.
4. Dapat memperjelas suatu masalah dalam bidang apa saja dan untuk tingkat
usia berapa saja sehingga dapat mencegah kesalahpahaman.
5. Harganya murah, mudah diperoleh dan digunakan tanpa memerlukan
peralatan khusus.
Media kartu bergambar merupakan modifikasi dari media gambar. Media
kartu atau flash card diperkenalkan oleh Glenn Doman, seorang dokter ahli
bedah otak dari Philadelpia, Pennsylvania. Flash card adalah kartu-kartu
bergambar yang dilengkapi oleh kata-kata (Herlina, 2011: 8). Kartu adalah
kertas tebal yang berbentuk persegi panjang (KBBI, 1991 dalam Prapita,
2009: 4). Sedangkan Prapita (2009: 4) menyatakan bahwa media kartu
bergambar adalah sebuah alat atau media belajar yang dirancang untuk

14

membantu mempermudah dalam belajar. Media bergambar ini terbuat dari
kertas tebal atau karton berukuran 17 × 22 cm yang tengahnya terdapat
gambar materi yang sesuai dengan pokok bahasan.
Menurut Arsyad (2007: 120-121) kartu bergambar biasanya berukuran 8 x 12
cm atau disesuaikan dengan besar kecilnya kelas yang dihadapi. Gambar yang
terdapat pada kartu menjadi petunjuk dan rangsangan bagi siswa untuk
memberikan respon yang diinginkan.

B. Model Pembelajaraan Kooperatif Tipe Jigsaw

Pembelajaran kooperatif menurut Trianto (2010: 56) muncul dari konsep
bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit
jika mereka saling berdiskusi dengan temannya. Siswa secara rutin bekerja
dalam kelompok untuk memecahkan masalah-masalah yang kompleks. Jadi,
menurutnya hakikat sosial dan penggunaan kelompok sejawat menjadi aspek
utama dalam pembelajaran kooperatif.

Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang banyak
digunakan dan menjadi perhatian serta dianjurkan oleh para ahli pendidikan.
Hal ini dikarenakan berdasarkan hasil penelitian yang dianjurkan oleh Slavin
(1995) dalam Rusman (2010: 205) dinyatakan bahwa: (1) penggunaan
pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dan
sekaligus dapat meningkatkan hubungan sosial, menumbuhkan sikap toleransi,
dan menghargai pendapat orang lain, (2) pembelajaran kooperatif dapat

15

memenuhi kebutuhan siswa dalam berpikir kritis, memecahkan masalah, dan
mengintegrasikan pengetahuan dengan pengalaman.

Selanjutnya Arends (1997: 111, dalam Trianto 2010: 65-66), berpendapat
bahwa pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.

Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan
materi belajar.

2.

Kelompok dibentuk dari siswa yang mempunyai kemampuan tinggi,
sedang, dan rendah.

3.

Bila memungkinkan, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku
dan jenis kelamin yang beragam.

4.

Penghargaan lebih berorientasi kepada kelompok dari pada individu.

Salah satu tipe pembelajaran kooperatif adalah Jigsaw. Pembelajaran
kooperatif tipe Jigsaw adalah suatu pembelajaran kooperatif yang terdiri dari
beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas
penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan bagian tersebut
kepada anggota lain di dalam kelompoknya (Arends, dalam Ainy 2000: 26).

Jigsaw didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap
pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya
mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan
dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya yang lain.
Dengan demikian, siswa saling tergantung satu dengan yang lain dan harus
bekerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan
(Lie, 2008: 27).

16

Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan salah satu tipe pembelajaran
kooperatif yang mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam
menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal. Dalam
model belajar ini terdapat tahap-tahap dalam penyelenggaraanya. Tahap
pertama siswa dikelompokkan dalam bentuk kelompok-kelompok kecil.
Pembentukan kelompok-kelompok siswa tersebut dapat dilakukan guru
berdasarkan pertimbangan tertentu. Namun untuk mengoptimalkan manfaat
belajar kelompok, keanggotaan kelompok seyogyanya heterogen, baik dari
segi kemampuannya maupun karakteristik lainnya (Isjoni 2009: 54).

Dalam Jigsaw ini setiap anggota kelompok ditugaskan untuk mempelajari
materi tertentu. Kemudian siswa-siswa atau perwakilan dan kelompoknya
masing-masing bertemu dengan anggota-anggota dan kelompok lain yang
mempelajarai materi yang sama. Selanjutnya materi tersebut didiskusikan
mempelajari serta memahami setiap masalah yang dijumpai sehingga
perwakilan tersebut dapat memahami dan menguasai materi tersebut. Setelah
masing-masing perwakilan tersebut dapat menguasai materi yang
ditugaskannya, kemudian masing-masing perwakilan tersebut kembali ke
kelompok masing-masing atau kelompok asalnya. Selanjutnya masingmasing anggota tersebut saling menjelaskan pada teman satu kelompoknya
sehingga teman satu kelompoknya dapat memahami materi yang ditugaskan
guru (Isjoni 2009: 55).

17

Hubungan yang terjadi antar kelompok asal dan kelompok ahli digambarkan
oleh Arrends dalam Ainy (2000: 15) sebagai berikut:
α

β

α

β

α

β

α

β

λ

π

λ

π

λ

π

λ

π

α

α

β

β

λ

λ

π

π

α

α

β

β

λ

λ

π

π

Gambar 2. Hubungan antara kelompok asal dan kelompok ahli.
Arrends dalam Ainy (2000: 15)

Pada tahap selanjutnya siswa diberi tes/kuis, hal tersebut dilakukan untuk
mengetahui apakah siswa sudah dapat memahami suatu materi. Dengan
demikian, secara umum penyelenggaraan model belajar Jigsaw dalam proses
belajar mengajar dapat menumbuhkan tanggung jawab siswa sehingga terlibat
langsung secara aktif dalam memahami suatu persoalan dan
menyelesaikannya secara kelompok (Isjoni 2009: 55).

C. Berpikir Kritis

Menurut kamus Webster’s (dalam Amri dan Ahmadi, 2010: 62), Kritis
(critical) adalah menerapkan atau mempraktikan penilaian yang teliti dan
obyektif sehingga berpikir kritis dapat diartikan sebagai berpikir yang
membutuhkan kecermatan dalam membuat keputusan. Pengertian yang lain
diberikan oleh Suryanti dkk (dalam Amri dan Ahmadi, 2010: 62) yaitu:
berpikir kritis merupakan proses yang bertujuan untuk membuat keputusan
yang masuk akal mengenai apa yang kita percayai dan apa yang kita kerjakan.

18

Berpikir kritis merupakan salah satu tahapan berpikir tingkat tinggi. Sugiarto
(dalam Amri dan Ahmadi, 2010: 62) mengkategorikan proses berpikir
kompleks atau berpikir tingkat tinggi ke dalam empat kelompok yang meliputi
pemecahan masalah (problem solving), pengambilan keputusan (decision
making), berpikir kritis (critical thinking), dan berpikir kreatif (creative
thingking). Berpikir kritis diperlukan dalam kehidupan karena dalam
kehidupan di masyarakat, manusia selalu dihadapkan pada permasalahan yang
memerlukan pemecahan. Untuk memecahkan suatu permasalahan tertentu
diperlukan data-data agar dapat dibuat keputusan yang logis, dan untuk
membuat suatu keputusan yang tepat, diperlukan kemampuan kritis yang baik.

Beberapa kemampuan yang dikaitkan dengan konsep berpikir kritis adalah
kemampuan-kemampuan untuk memahami masalah, menyeleksi informasi
yang penting untuk menyelesaikan masalah, memahami asumsi-asumsi,
merumuskan dan menyeleksi hipotesis yang relevan, serta menarik kesimpulan
yang valid dan menentukan kevalidan dari kesimpulan-kesimpulan, Dressel
(dalam Amri dan Ahmadi, 2010: 63).

Pernyataan di atas didukung oleh Amri dan Ahmadi (2010: 64) dalam berpikir
kritis siswa dituntut menggunakan strategi kognitif tertentu yang tepat untuk
menguji keandalan gagasan, pemecahan masalah, dan mengatasi masalah serta
kekurangannya. Hal ini sejalan dengan pendapat Sugiarto (dalam Amri dan
Ahmadi, 2010: 64), bahwa berpikir kritis merupakan berpikir disiplin yang
dikendalikan oleh kesadaran. Cara berpikir ini merupakan cara berpikir yang
terarah, terencana, mengikuti alur logis sesuai dengan fakta yang diketahui.

19

Keterampilan dan indikator berpikir kritis lebih lanjut diuraikan pada Tabel 1
dibawah ini:
Tabel 1. Indikator kemampuan berpikir kritis
Keterampilan
Berpikir Kritis
1. Memberikan
Penjelasan
dasar

Sub Keterampilan
Berpikir Kritis
1. Memfokuskan
pertanyaan

2. Menganalisis
argumen

3. Bertanya dan
menjawab
pertanyaan
klarifikasi dan
pertanyaan yang
menantang

Aspek
a. Mengidentifikasi
atau
memformulasikan
suatu pertanyaan
b. Mengidentifikasi
atau
memformulasikan
kriteria jawaban
yang mungkin
c. Menjaga pikiran
terhadap situasi yang
sedang dihadapi
a. Mengidentifikasi
kesimpulan
b. Mengidentifikasi
alasan yang
dinyatakan
c. Mengidentifikasi
alasan yang tidak
dinyatakan
d. Mencari persamaan
dan perbedaan
e. Mengidentifikasi dan
menangani
ketidakrelevanan
f. Mencari struktur dari
sebuah
pendapat/argument
g. Meringkas
a. Mengapa?
b. Apa yang menjadi
alasan utama?
c. Apa yang kamu
maksud dengan?
d. Apa yang menjadi
contoh?
e. Apa yang bukan
contoh?
f. Bagaiamana
mengaplikasikan

20

Keterampilan
Berpikir Kritis

Sub Keterampilan
Berpikir Kritis

Aspek
g.

h.
i.
j.

2. Membangun
keterampilan
dasar

4. Mempertimbangkan a.
apakah sumber
b.
dapat dipercaya
atau tidak?
c.
d.
e.
f.
g.
h.
5. Mengobservasi dan
mempertimbangkan
hasil observasi

a.
b.

c.

d.

e.
f.
g.
h.

i.

kasus tersebut?
Apa yang
menjadikan
perbedaannya?
Apa faktanya?
Apakah ini yang
kamu katakan?
Apalagi yang akan
kamu katakan
tentang itu?
Keahlian
Mengurangi konflik
interest
Kesepakatan antar
sumber
Reputasi
Menggunakan
prosedur yang ada
Mengetahui resiko
Keterampilan
memberikan alasan
Kebiasaan berhatihati
Mengurangi
praduga/menyangka
mempersingkat
waktu antara
observasi dengan
laporan
Laporan dilakukan
oleh pengamat
sendiri
Mencatat hal-hal
yang sangat
diperlukan
penguatan
Kemungkinan dalam
penguatan
Kondisi akses yang
baik
Kompeten dalam
menggunakan
teknologi
Kepuasan pengamat
atas kredibilitas
kriteria

21

Keterampilan
Berpikir Kritis
3. Menyimpulkan

Sub Keterampilan
Berpikir Kritis
6. Mendeduksi dan
mempertimbangkan
deduksi

7. Menginduksi dan
mempertimbangkan
hasil induksi
8. Membuat dan
mengkaji nilai-nilai
hasil pertimbangan

4. Membuat
penjelasan lebih
lanjut

9. Mendefinisikan
istilah dan
mempertimbangkan
definisi

10. Mengidentifikasi
asumsi

5. Strategi dan
taktik

11. Memutuskan suatu
tindakan

Aspek
a. Kelas logika
b. Mengkondisikan
logika
c. Menginterpretasikan
pernyataan
a. Menggeneralisasi
b. Berhipotesis
a. Latar belakang fakta
b. Konsekuensi
c. Mengaplikasikan
konsep (prinsipprinsip, hukum dan
asas)
d. Mempertimbangkan
alternatif
e. Menyeimbangkan,
menimbang dan
memutuskan
Ada 3 dimensi:
a. Bentuk: sinonim,
klarifikasi, rentang,
ekspresi yang sama,
operasional, contoh
dan noncontoh
b. Strategi definisi
c. Konten (isi)
a. Alasan yang tidak
dinyatakan
b. Asumsi yang
diperlukan:
rekonstruksi
argumen
a. Mendefisikan
masalah
b. Memilih kriteria
yang mungkin
sebagai solusi
permasalahan
c. Merumuskan
alternatif-alternatif
untuk solusi
d. Memutuskan hal-hal
yang akan dilakukan
e. Merivew

22

Keterampilan
Berpikir Kritis

Sub Keterampilan
Berpikir Kritis

Aspek

f. Memonitor
implementasi
12. Berinteraksi dengan a. Memberi label
orang lain
b. Strategi logis
c. Strategi retorik
d. Mempresentasikan
suatu posisi, baik
lisan atau tulisan
Ennis (dalam Costa, 1985: 54).

24

III. METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini telah dilaksanakan di SMA Al-Kautsar Bandarlampung pada
bulan Oktober 2012.
B. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Al-Kautsar
Bandar Lampung Tahun Ajaran 2012/2013. Pengambilan sampel dilakukan
dengan teknik cluster random sampling. Yang dimaksud dengan cluster
random sampling yaitu populasi tidak terdiri dari individu-individu,
melainkan terdiri dari kelompok-kelompok individu misalnya kelas sebagai
cluster (Margono, 2009: 127). Diperoleh kelas X7 yang berjumlah 39 siswa
sebagai kelas eksperimen dan kelas X6 yang berjumlah 37 siswa sebagai kelas
kontrol.

C. Desain Penelitian

Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pretes-posttes
kelompok non ekuivalen. Kelompok eksperimen maupun kontrol
menggunakan kelas yang ada dengan kondisi yang homogen. Kelompok
eksperimen diberi perlakuan menggunakan media kartu bergambar melalui

24

model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, sedangkan kelas kontrol hanya
menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Hasil pretes dan
postes pada kedua kelompok subyek dibandingkan.
Struktur desain penelitian ini adalah sebagai berikut:
Kelompok

Pretes

I

O1

II

O1

Perlakuan

Postes

X

O2
O2

Gambar 3. Desain pretes-postes kelompok non ekuivalen
Keterangan: I = Kelompok eksperimen; II = Kelompok kontrol; O1 = Pretes;
O2 = Postes; X = Perlakuan media kartu bergambar melalui
model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw (dimodifikasi dari
Hadjar, 1999: 335).
D. Prosedur Penelitian
Penelitian ini terdiri dari dua tahap, yaitu prapenelitian dan pelaksanaan
penelitian. Adapun langkah-langkah dari tahap tersebut yaitu sebagai berikut:
1. Prapenelitian
Kegiatan yang dilakukan pada prapenelitian adalah:
a. Membuat suran izin penelitian ke Dekan FKIP untuk sekolah tempat
diadakannya penelitian.
b. Mengadakan observasi ke sekolah tempat diadakannya penelitian,
untuk mendapatkan informasi tentang keadaan kelas yang akan diteliti.
c. Menetapkan sampel penelitian untuk kelas eksperimen dan kelas
kontrol.
d. Membuat media pembelajaran berupa kartu bergambar. Cara membuat
media kartu bergambar adalah sebagai berikut:

25

1. Membagi materi pokok Protista ke dalam 3 tema yaitu Protista
menyerupai tumbuhan, Protista menyerupai hewan, dan Protista
menyerupai jamur.
2. Menentukan gambar dan keterangan yang akan disajikan dalam
kartu untuk tiap-tiap tema.
3. Mendesain kartu dengan menggunakan program Microsoft Office
Publisher.
4. Mencetak kartu dengan menggunakan printer di atas kertas bc
berwarna putih polos.
5. Menggunting kartu dengan rapi.
e. Membuat perangkat pembelajaran yang terdiri dari Silabus, Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Lembar Ahli.
f. Membuat instrumen evaluasi yaitu soal pretes/ postes untuk setiap
pertemuan berupa soal-soal uraian yang akan diuji ahli.
g. Membuat lembar observasi aktivitas siswa.
h. Membuat angket tanggapan siswa terhadap pembelajaran dengan
menggunakan media kartu bergambar dan model pembelajaran
kooperatif tipe Jigsaw
i. Membagi siswa dalam 13 kelompok asal, masing-masing kelompok
terdiri dari dua sampai tiga orang ahli.

2. Pelaksanaan Penelitian
Mengadakan kegiatan pembelajaran yang menggunakan media kartu
bergambar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk kelas
eksperimen dan menggunakan metode diskusi untuk kelas kontrol.

26

Penelitian ini direncanakan sebanyak dua kali pertemuan. Pertemuan
pertama siswa mendiskusikan cici-ciri umum filum dalam Protista dan
pertemuan kedua siswa siswa mendiskusikan pera

Dokumen yang terkait

Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI).

6 9 167

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA REALIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI POKOK STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN

1 28 54

PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI POKOK KEANEKARAGAMAN HAYATI (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X SMA Assalam Lampung Selatan Se

2 27 65

PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI POKOK KEANEKARAGAMAN HAYATI (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kotagajah Semester Genap

0 7 57

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI POKOK KEANEKARAGAMAN HAYATI (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X SMA Negeri

1 14 63

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI POKOK PROTISTA (Kuasi Eksperimental Pada Siswa Kelas X Semester Ganjil SMA N 2 Gadingrejo T.P 2012/2013)

0 18 65

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP AKTIVITAS SISWA DAN PENGUASAAN MATERI POKOK VIRUS

0 4 67

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA DAN PENGUASAAN MATERI OLEH SISWA PADA MATERI POKOK VIRUS

3 7 66

ENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI POKOK PROTISTA (Kuasi Eksperimental Pada Siswa Kelas X Semester Ganjil SMA N 2 Gadingrejo T.P 2012/2013)

1 7 65

PENGARUH MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN AFEKTIF PESERTA DIDIK PADA MATERI POKOK EKOSISTEM

0 2 222

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23