Efektivitas ekstrak daun sirih hijau (piper betle l.) terhadap pertumbuhan bakteri streptococcus pyogenes in vitro

EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper
betle L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI
Streptococcus pyogenes IN VITRO

Laporan penelitian ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
SARJANA KEDOKTERAN

Disusun Oleh:
SAMROTUL FUADI
NIM: 1111103000022

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1435 H/2014 M

i

ii

iii

iv

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang Maha
Esa, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya serta nikmat yang tiada
hentinya kepada manusia. Terutama nikmat akal yang menjadikan manusia sebagai
makhluk yang paling sempurna. Dengan nikmat akal tersebutlah kita dituntut untuk
dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya tanpa menyimpang dari perintah-Nya.
Shalawat serta salam penulis sanjungkan bagi makhluk termulia junjungan kita
Nabi Muhammad SAW, serta keluarga dan para sahabatnya.
Alhamdulillah, penulis dapat menyelesaikan Laporan Penelitian ini yang
berjudul “Efektivitas Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Terhadap
Pertumbuhan Bakteri Streptococcus pyogenes”. Oleh karena itu, pada kesempatan
ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada:
1. Prof. DR. (hc). dr. M.K. Tadjudin, Sp.And selaku Dekan FKIK UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta
2. dr. Witri Ardini, M.Gizi, SpGK selaku Ketua Program Studi Pendidikan
Dokter, serta seluruh dosen atas bimbingan yang diberikan selama penulis
menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Dokter FKIK UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta
3. dr. Intan Keumala Dewi, Sp.MK selaku Pembimbing Pertama dan Bu Endah
Wulandari, M.Biomed selaku Pembimbing Kedua yang dengan sabar
membimbing dan mengarahkan dalam proses penyelesaian laporan
penelitian ini.
4. Dr. Flori Ratna Sari, Ph.D selaku penanggung jawab riset Program Studi
Pendidikan Dokter 2011, yang tidak pernah bosan untuk selalu mem followup perkembangan dan kendala riset pada setiap akhir modul.
5. Orang tua (Drs. H. Abdul Hamid Zahid dan Dra. Hj. Armiati) yang selalu
memberi doa, motivasi super, dan semangat tiada batas hingga laporan ini
dapat terselesaikan dengan baik.

v

6. Teman satu tim riset: Rissa Adinda Putri, Nikken Rima Oktavia,
Mar’aturrahmah, Siti Nashratul Kamillah, Indra Fauzi yang selalu
mendukung satu sama lain selama menjalani penelitian bersama, sehingga
laporan ini dapat terselesaikan.
7. Laboran dan OB khususnya Mbak Novi dan Pak Bacok yang sudah banyak
membantu selama melakukan penelitian di Laboratorium Mikrobiologi.

Penulis berharap bahwa skripsi ini dapat berguna untuk pihak-pihak
lain yang memerlukan. Namun penulis juga mengharapkan kritik dan saran
yang sifatnya membangun untuk kemajuan wawasan ilmu pengetahuan.

Jakarta, 15 September 2014

Penulis

vi

ABSTRAK
Samrotul Fuadi. Program Studi Pendidikan Dokter. EFEKTIVITAS
EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TERHADAP
PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus pyogenes. 2014
Pendahuluan: Daun sirih hijau telah lama digunakan oleh masyarakat Indonesia
sebagai obat tradisional. Ekstrak daun sirih dilaporkan memiliki daya antibakteri,
yang terdiri dari phenol dan senyawa turunannya. Streptococcus pyogenes adalah
bakteri penyebab Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yaitu Faringitis. Tujuan:
Mengetahui efek ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) terhadap pertumbuhan
bakteri Streptococcus pyogenes. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain
Eksperimental. Daun sirih hijau 1000 g diekstraksi menggunakan metode maserasi
menghasilkan 36,5 g ekstrak kental. Berbagai konsentrasi ekstrak daun sirih hijau
(25%, 50%, 75%, 100%), pelarut etanol 96% sebagai kontrol negatif dan
eritromisin sebagai kontrol positif diuji aktivitas antibakterinya terhadap
pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes pada agar darah dengan metode disc
diffusion. Hasil: Terdapat zona hambat pada berbagai konsentrasi ekstrak daun sirih
hijau (Piper betle L.). Analisis Kruskal-Wallis dilanjutkan uji Mann-Whitney
menunjukkan terdapat perbedaan daya hambat bermakna (p 0,05. Berdasarkan uji statistik Shapiro-Wilk, didapatkan distribusi data tidak
normal pada penelitian ini dengan nilai signifikan 0,01 sehingga diperlukan
transformasi data. Setelah dilakukan transformasi data, hasil transformasi data tetap
tidak normal. Karena tidak terpenuhinya syarat untuk menggunakan uji One-Way
ANOVA maka uji kebermaknaan dilakukan menggunakan uji Kruskal-Wallis. Pada
uji Kruskal-Wallis nilai signifikansi bermakna jika p < 0,05, pada penelitian ini
hasil uji Kruskal-Wallis didapatkan nilai signifikan 0,043 yang menunjukkan
bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok.
Dari hasil analisis statistik dengan uji Mann-Whitney didapatkan hasil
bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kontrol negatif dengan semua
konsentrasi ekstrak daun sirih hijau, konsentrasi ekstrak daun sirih hijau 25%
dengan konsentrasi ekstrak daun sirih hijau 50%, konsentrasi ekstrak daun sirih
hijau 25% dengan konsentrasi ekstrak daun sirih hijau 75%, konsentrasi ekstrak
daun sirih hijau 25% dengan konsentrasi ekstrak daun sirih hijau 100%, konsentrasi
ekstrak daun sirih hijau 50% dengan konsentrasi ekstrak daun sirih hijau 75%, dan
kontrol positif dengan semua konsentrasi ekstrak daun sirih hijau.

21

Tabel 4.1 Hasil Analisis Multikomparasi dengan Uji Mann-Whitney
Perlakuan

konsentrasi
25%

konsentrasi
50%

konsentrasi
75%

konsentrasi
100%

kontrol
(+)

kontrol
(-)

konsentrasi 25%
konsentrasi 50%

0.043*

konsentrasi 75%

0.043*

0.043*

konsentrasi 100%

0.046*

0.105

0.487

kontrol (+)

0.046*

0.046*

0.046*

0.05

kontrol (-)

0.034*

0.034*

0.034*

0.037*

0.037*

Keterangan: * Signifikan p < 0.05
Berdasarkan Penelitian yang telah dilakukan, ekstrak daun sirih hijau
mampu

menghambat

pertumbuhan

Streptococcus

pyogenes.

Berdasarkan

klasifikasi Greenwood, konsentrasi ekstrak daun sirih hijau 25% dapat menghambat
pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes dengan kategori hambatan lemah, dan
konsentrasi ekstrak daun sirih hijau 50%, 75%, dan 100% dapat menghambat
pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes dengan kategori hambatan sedang.
Pemberian ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) memiliki efek antibakteri
terhadap bakteri Streptococcus pyogenes yang ditandai dengan terbentuknya zona
hambat. Adanya zona hambat yang dihasilkan dari pemberian ekstrak daun sirih
hijau dapat dihubungkan dengan senyawa yang terkandung didalam minyak atsiri
yang terdiri dari phenol, euganol, dan kavikol.
Senyawa phenol dan derivatnya yang terkandung dalam ekstrak daun sirih
hijau dapat mendenaturasi protein sel bakteri. Senyawa kavikol memiliki sifat
bakterisida lima kali lebih kuat dibandingkan senyawa phenol lain, dan euganol
sebagai antibakteri melalui peningkatan permeabilitas membran bakteri.3
Penelitian Seil (2012), membuktikan bahwa ekstrak daun sirih hijau
memiliki efek terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Pada
penelitian tersebut menggunakan metode disc diffusion. Variabel bebas pada
penelitian tersebut ekstrak daun sirih hijau dengan konsentrasi 106, 5.106, dan 107
ppm. Adapun proses ekstraksi daun sirih hijau sebanyak 500 g dengan metode
maserasi menggunakan pelarut etanol 96%.

22

Hasil pengamatan pada penelitian yang dilakukan Seil (2012), menunjukkan
pada konsentrasi ekstrak daun sirih hijau 106 ppm didapatkan rata-rata zona hambat
sebesar 21,3 mm. Pada konsentrasi ekstrak daun sirih hijau 5.106 ppm didapatkan
rata-rata zona hambat sebesar 25,3 mm. Pada konsentrasi ekstrak daun sirih hijau
107 ppm didapatkan rata-rata zona hambat sebesar 27,3 mm. Sementara pada
kontrol positif menggunakan antibiotik amoksilin didapatkan rata-rata zona hambat
sebesar 52,3 mm. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi
variabel ekstrak daun sirih hijau maka semakin kuat dalam menghambat
pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Berdasarkan data yang didapatkan
pada penelitian tersebut konsentrasi ekstrak daun sirih hijau terkecil yaitu sebesar
106 ppm dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan
kategori hambatan kuat.
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang telah dilakukan Seil (2012),
adalah perbedaan pada bakteri, media yang diuji, dan variasi konsentrasi ekstrak
daun sirih hijau yang digunakan. Sedangkan metode dan pelarut yang digunakan
adalah sama, yaitu dengan metode disc diffusion dan pelarut etanol 96%. Pada
penelitian ini, konsentrasi ekstrak daun sirih hijau dengan konsentrasi 25% dapat
menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes dengan kategori
hambatan lemah, dan konsentrasi ekstrak daun sirih hijau 50%, 75%, dan 100%
dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes dengan kategori
hambatan sedang.
Penelitian lain yang memanfaatkan ekstrak daun sirih hijau terhadap bakteri
adalah Anang Hermawan (2007), yang membuktikan efek ekstrak daun sirih hijau
dengan metode disc diffusion terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus
dan Eschericia coli. Variabel bebas pada penelitian tersebut ekstrak daun sirih hijau
dengan konsentrasi 2,5, 5, dan 10%. Dengan 7 kali pengulangan. Adapun media
agar yang digunakan adalah Mueller Hinton Agar sebagai media pertumbuhan
bakteri. Pada penelitian tersebut proses ekstraksi menggunakan pelarut metanol dan
menggunakan dimethyl sulfoxide (DMSO) 10% pada saat pembuatan pembagian
konsentrasi dan sebagai kontrol negatif. Diperoleh kesimpulan bahwa ekstrak daun
sirih berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri tersebut, yang ditunjukkan dengan
adanya clear zone yang terbentuk.

23

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang telah dilakukan Anang
hermawan (2007), adalah perbedaan pada bakteri, media yang diuji, dan variasi
kosentrasi ekstrak daun sirih hijau yang digunakan. Serta pada saat pembuatan
ekstraksi daun sirih hijau peneliti tersebut menggunakan metanol sebagai
pelarutnya dan menggunakan DMSO 10% pada saat pembuatan pembagian
konsentrasi variabel bebas. Sedangkan metode yang digunakan sama yaitu metode
disc diffusion.
Sedangkan penelitian yang dilakukan Angga (2013), membuktikan bahwa
ekstrak daun sirih hijau memiliki efek terhadap pertumbuhan bakteri Streptoccus
viridans. Pada konsentrasi ekstrak daun sirih hijau 20% dan 30% didapatkan ratarata zona hambat 11,67 mm dan 14 mm dengan kategori hambatan lemah. Pada
konsentrasi ekstrak daun sirih hijau 50% dan 75% didapatkan rata-rata zona hambat
17,67 mm dan 19 mm dengan kategori hambatan sedang. Pada konsentrasi ekstrak
daun sirih hijau 100% didapatkan rata-rata zona hambat 21,33 mm dengan kategori
hambatan kuat. Sedangkan pada kontrol positif dengan menggunakan amoksilin
didapatkan rata-rata zona hambat 25,33 mm.
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang telah dilakukan Angga
(2013), adalah perbedaan pada bakteri yang diuji dan variasi konsentrasi ekstrak
daun sirih hijau yang digunakan. Sedangkan metode dan pelarut yang digunakan
adalah sama, yaitu dengan metode disc diffusion dan pelarut etanol 96%.
Kontrol negatif pada penelitian ini tidak menimbulkan daya hambat
terhadap pertumbuhan Streptococcus pyogenes menunjukkan bahwa pelarut etanol
tidak mempengaruhi efek antibakteri ekstrak daun sirih hijau, sedangkan kontrol
positif berupa eritromisin menunjukkan respon hambatan kuat terhadap
pertumbuhan Streptococcus pyogenes. Eritromisin merupakan golongan makrolid
yang dapat menghambat sintesis protein pada bakteri sehingga pada penelitian ini
memperlihatkan zona hambatan yang paling kuat.
Uraian diatas membuktikan bahwa daun sirih hijau dapat digunakan sebagai
zat antibakteri, terutama dalam menghambat pertumbuhan Streprococcus
pyogenes.

DAFTAR PUSTAKA

1.

Damayanti R, Mulyono. Khasiat & Manfaat Daun Sirih: Obat mujarab dari
masa ke masa. Jakarta: AgroMedia Pustaka. 2003.

2.

A. Duke, James. Handbook of medicinal herbs, second edition. London : CRC
press. 2002.p.73.

3.

Inayatullah, Seila. Efek Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Terhadap
Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. Skripsi. Pendidikan Dokter
FKIK UIN, Jakarta. 2012.

4.

KP, Devi. SA, Nisa. R, Sakhtivel. Eugenol (an essential oil of clove) acts as
an antibacterial agent against Salmonella typhi by disrupting the cellular
membran.
Journal
of
ethnopharmacology. 2010.

5.

Bissa, Syarad. Songara, Dimple. Bohra A. Tradition in oral hygiene : Chewing
of betel (Piper betle L.) leaves. Current science, Vol. 92, No. 1. 2007.p.26-28.

6.

Maulana, Angga, Efektivitas Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.)
Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus viridans. Skripsi. Pendidikan
Dokter FKIK UIN, Jakarta. 2013.

7.

Limsuwa, Suwarsak, Supayang P V. Anti-Streptococcus pyogenes Actiity of
Selected Medicinal Plant Extracts Used in Thai Traditional Medicine. Tropical
Journal of Pharmaceutical Research August 2013; 12 (4): 535-540.

8.

Alan L. Bisno, M. D. Acute Pharyngitis. N Eng J Med, Vol 344, No. 3. January
18, 2001. Available http://.www.nejm.org.

9.

Johnson, Arthur G, dkk. Essential Mikrobiologi dan Imunologi ed 5. Jakarta:
Binarupa Aksara Publisher. 2011.h.107.

10. Balitbangkes. Riset Kesehatan Dasar 2013. Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan. Kementrian Kesehatan, Repubik Indonesia. 2013.
11. Departemen Kesehatan RI. Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Infeksi
Saluran Pernapasan. 2005.
12. Pradhan, D. et al. Golden Heart of the Nature: Piper betle L. Journal of
Pharmacognosy and Phytochemistry. Vol.1 No. 6 : 2013.p.147-167.
13. Sirih hijau. http://www.bit.lipi.go.id/pangan-kesehatan. Diakses pada 10
September 2014.

25

26

14. Aiello, Susan E. The Merck etinary manual. USA: Merck Sharp & Dohme
Corp. 2012.
15. Alfares, Irene f. Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Sirih Hijau (Piper betle Linn.)
Dalam Proses Persembuhan Luka Infeksi Stapylococcus aureus Pada Tikus.
Skripsi. Fakultas kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor, Bogor. 2013.
16. Staf Pengajar FKUI. Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta: PT
Binarupa Aksara. 1994.
17. Jawetz, Melnick and Adelberg. Mikro

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

76 1872 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 494 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 434 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 262 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 381 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 576 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 506 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 319 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 493 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 586 23