Evaluasai sistem informasi akutansi penerimaan dan pengeluaran kas dana program bantuan operasional sekolah (BOS) dan bantuan operasional pendidikan (BOP) sebagai penyedia informasi untuk pengendalian internal pada sekolah menengah pertama negeri (SMPN) 1

EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS
DANA PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS)
DAN BANTUAN OPERASIONAL PENDIDIKAN (BOP)
SEBAGAI PENYEDIA INFORMASI
UNTUK PENGENDALIAN INTERNAL
PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI
(SMP N) 171 JAKARTA
SKRIPSI

Oleh:

SYAHBILLAL AKBAR
205082000239

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1431 H/2010 M

EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
SISTEM PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS DANA BANTUAN
OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) DAN DANA BANTUAN OPERASIONAL
PENDIDIKAN (BOP) SEBAGAI PENYEDIA INFORMASI
UNTUK PENGENDALIAN INTERNAL
PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI (SMP N) 171 JAKARTA

Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial
Untuk Memenuhi Syarat-syarat untuk Meraih Gelar Sarjana Ekonomi
Oleh:
Syahbillal Akbar
NIM: 205082000239
Di Bawah Bimbingan

Pembimbing I

Pembimbing II

Prof. Dr. Abdul Hamid, MS

Rahmawati, SE.MM

NIP. 195706171985031002

NIP. 19770814200642003

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1431 H/2010 M

i

Hari ini Rabu Tanggal 16 Juni tahun Dua Ribu Sepuluh telah dilakukan Ujian Skripsi atas
nama Syahbillal Akbar NIM: 20508200039 dengan judul skripsi ”EVALUASI SISTEM
INFORMASI AKUNTANSI ATAS PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS
DANA PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) DAN BANTUAN
OPERASIONAL PENDIDIKAN SEBAGAI PENYEDIA INFORMASI UNTUK
PENGENDALIAN INTERNAL PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
NEGERI (SMP N) 171 JAKARTA”. Memperhatikan penampilan Mahasiswa tersebut
selama ujian berlangsung, maka skripsi ini sudah dapat diterima sebagai salah satu syarat
untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan
Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 16 Juni 2010

Tim Penguji Skripsi

Prof. Dr. Abdul Hamid. MS

Rahmawati,.SE.MM

Penguji I

Penguji II

Prof. Dr. Ahmad Rodoni. MM

Yusro Rahma,.SE.MSi

Penguji Ahli I

Penguji Ahli II

ii

Hari ini Kamis Tanggal 7 Januari tahun Dua Ribu Sepuluh telah dilakukan Ujian
Komprehensif atas nama Syahbillal Akbar NIM: 20508200039 dengan judul skripsi ” kkk”.
Memperhatikan Mahasiswa tersebut selama ujian berlangsung, maka skripsi inin sudah dapat
diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Jurusan
Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta.

Jakarta, 7 Januari 2010

Tim Penguji Komprehensif

Prof. Dr. Ahmad Rodoni. MM

Amilin, SE,Akt.MSi

Ketua

Sekretaris

Rini, SE. MM
Penguji Ahli

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
iii

A.

DATA PRIBADI
1. Nama

: Syahbillal Akbar

2. Tempat / Tanggal lahir

: Jakarta, 05 Juni 1987

3. Alamat

: Jl.Masjid Nurul Falah No. 11 Sukatani
Cimanggis-Depok

B.

4. No. Telephone Rumah

: 021-87742357

5. No. Handphone

: 085695673xxx

6. Email

: akbar_syahbillal56@yahoo.com

7. Agama

: Islam

8. Kewarganegaraan

: Indonesia

DATA PENDIDIKAN
1. Tahun 1993-1999

: SD N 08 Jakarta

2. Tahun 1999-2002

: SMP N 174 Jakarta

3. Tahun 2002-2005

: SMA N 99 Jakarta

4. Tahun 2005-2009

: Universitas Indraprasta Fakultas Teknik, Matematika
dan IPA ( Strata-1) Jurusan Matematika

5. Tahun 2005-2010

: Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah
Jakarta Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Jurusan
Akuntansi.

6. Tahun 2009-sekarang

: Universitas Indraprasta Program Magister Fakultas
Teknik, Matematika dan IPA (strata-2) Jurusan
matematika.

EVALUATION OF ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM ON CASH
INFLOW AND CASH OUTFLOW THE FUND OF OPERATIONAL SCHOOL
AND OPERATIOANL EDUCATION TO SUPPLY THE INFORMATION
iv

FOR INTERNAL CONTROL
AT JUNIOR HIGH SCHOOL 171 JAKARTA
By : Syahbillal Akbar
ABSTRACT
The purpose of this research is to analyze the accounting information system of revenue,
cash in and cash out flow, any accounting information system on revenue, cash in and
outflow and does the accounting information system run effectively as the supplier
information for internal control. The object of this research is the State Junior High School
171 Jakarta, the test is done by give evaluation accounting information system to organize
system, document, internal control system, and the results of the report.
This research use a descriptive qualitative analysis that is implementation of accounting
information system which applied at Junior High School 171 Jakarta and compared to
theories related with accounting information system, so it will obtain the desired results of
this research.
The results of this research shows that accounting information system especially revenue
system, cash inflow, purchasing, and cash outflow are run effectively. It can be seen on
organization chart which have as according to School characteristic, adequate document
and good plan, internal control system and adequate report.

Keyword: Evaluation, Accounting information system, cash in and outflow, revenue
accounting, internal control

EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
SISTEM PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS
v

DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) DAN DANA BANTUAN
OPERASIONAL PENDIDIKAN (BOP) SEBAGAI PENYEDIA INFORMASI
UNTUK PENGENDALIAN INTERNAL
PADA SMP N 171 JAKARTA
Oleh: Syahbillal Akbar

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa sistem informasi akuntansi penerimaan dan
pengeluaran dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan dana bantuan operasional
pendidikan (BOP), sudah terdapatnya sistem informasi akuntansi dalam penerimaan dan
pengeluaran kas dan bagaiamana sistem informasi akuntansi sudah berjalan efektif sebagai
penyedia informasi untuk pengendalian internal. Objek penelitian ini adalah Sekolah
Menengah Pertama Negeri (SMP N) 171 Jakarta, Pengujian dilakukan dengan mengevaluasi
sistem informasi akuntansi dilakukan terhadap struktur organisasi, dokumen, sistem
pengendalian intern dan laporan yang dihasilkan.
Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif yaitu menguraikan secara
menyeluruh terhadap pelaksanaan sistem informasi akuntansi akuntansi yang diterapkan
pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 171 Jakarta dan dibandingkan dengan teori-teori
yang berhubungan dengan sistem informasi akuntansi, sehingga didapat hasil yang
diinginkan penelitian ini.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem informasi akuntansi khususnya sistem
pendapatan, penerimaan kas dan pengeluaran kas berjalan dengan efektif. Hal ini dapat
dilihat dari struktur organisasi yang telah sesuai dengan karakteristik sekolah, dokumen yang
memadai dan terancang dengan baik, sistem pengendalian intern dan laporan yang memadai.
Kata kunci : Evaluasi, sistem informasi akuntansi, penerimaan dan pengeluaran kas,
dan pengendalian internal.

KATA PENGANTAR
vi

Bismillahirrohmanirrohim
Puji syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan nikmatdapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik dan lancar. Shalawat serta salam senantiasa
selalu tercurah kepada junjungan nabi Muhammad SAW. Sang Teladan yang telah
membawa kita ke zaman kebaikan.
Alhamdulillahirobbil`alamin. Penulis panjatkan atas karunia dan kehenda-Nya
penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi
Pada Sistem Penerimaan dan Pengeluaran Kas Dana Bantuan Operasional Sekolah
(BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Sebagai Penyedia Informasi untuk
Pengendaliam Intern Pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 171 Jakarta” guna
melengkapi salah satu syarat dalam rangka menyelesaikan pendidikan pada Fakultas
Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Terselesaikannya penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai
pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada:
1.

Ayanda dan Ibunda tercinta yang selalu memberikan dukungan, kasih sayang, do`a
dan semangat yang tiada henti-hentinya, adik-adikku tercinta dan sepupuku yang telah
mendo`akan penulis dalam penyusunan skripsi ini.

2.

Bapak Prof. Dr. Abdul Hamid,.MS, selaku pembimbing I dan Dekan Fakultas
Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang
telah memberikan saran, meluangkan waktu dan pikirannya untuk membimbing
penulis dalam penyusunan skripsi ini.

3.

Ibu Rahmawati, SE,MM. Selaku pembimbing II dan sekretaris program non-reguler
Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta yang telah meluangkan waktu dan pikirannya untuk membimbing penulis
dalam penyusunan skripsi ini serta memberikan pengarahan dan saran.

4.

Bapak Afif Sulfa, SE,.Ak,MSi. Selaku Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi
dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

5.

Ibu Yessi Fitri, SE.MM. selaku Sekretaris Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan
Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

6.

Seluruh Dosen Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta yang telah membekali berbagai ilmu pengetahuan selama penulis
menjalani masa pendidikan.

vii

7.

Seluruh karyawan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta yang telah membantu dalam urusan adminstrasi ( Thanks to mba
Ani, Heri, Mas Aziz, Mas Alfred, dan mpok).

8.

Seluruh Pihak SMP N 171 Jakarta, yang mengizinkan penulis untuk melakukan
penelitian.

9.

Sahabat-sahabatku yang baik yang selalu menemaniku baik dalam mencari data
maupun menemui dosen pembimbing, Abdul Ajij, Arya, Rendy, Teguh, Ardi,
Ariephin, Asep, Wahyu, Imam fauzi, M.Rosul, bedul, acil, ferdi, Indah, Dewi, Aini,
Devi, Maya, Ega yang telah memberikan motivasi kepada penulis untuk cepat-cepat
menyelesaikan skripsi ini.

10. Semua teman-teman Jurusan Akuntansi angkatan 2005 atas kebersamaanya selama
ini.
11. Semua pihak yang telah membantu dan tidak dapat penulis sebut satu persatu.
Penulis menyadari bahwa pengetahuan dan keterampilan penulis masih jauh dari
cukup untuk membuat suatu karya tulis yang sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik dari
pembaca akan sangat berguna.
Semoga skripsi ini berguna bagi para pembaca dan dapat dijadikan sebagai bahan
rujukan untuk penelitian-penelitian selanjutnya.

Jakarta, Maret 2010
Penulis

Syahbillal Akbar

DAFTAR ISI

viii

LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................……..….

i

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI…………………………………………….

ii

LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF…………….. .…………

iii

DAFTAR RIWAYAT HIDUP .................................................................…………

iv

ABSTRACT…………………………………………………………………………

v

ABSTRAK .................................................................................................………….

vi

KATA PENGANTAR...............................................................................………….

vii

DAFTAR ISI..............................................................................................…………

x

DAFTAR TABEL .....................................................................................…………

xii

DAFTAR GAMBAR.................................................................................…………

xiii

DAFTAR LAMPIRAN…………………………………………………………….

xiv

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………….

1

A. Latar Belakang Penelitian……………………………………………….

1

B. Perumusan Masalah……………………………………………………..

6

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian…………………………………………

7

1. Tujuan Penelitian…………………………………………………….

7

2. Manfaat penelitian……………………………………………………

8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA………………………………………………………

9

A. Konsep Dasar Sistem Informasi Akuntansi………………………………

9

1. Pengertian Sistem………………………………………………………

9

2. Pengertian Informasi…………………………………………………

11

3. Pengertian Akuntansi…………………………………………………

14

4. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi………………………….

16

B. Manfaat dan Tujuan Sistem Informasi Akuntansi…………………..

18

C. Fungsi Sistem Informasi Akuntansi………………………………..

19

D. Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi…………………………..

22

ix

E.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi
Akuntansi……………………………………………………………

23

Pengguna Sistem Informasi Akuntansi………………………………

25

G. Integrasi Sistem Informasi Akuntansi……………………………….

25

F.

H. Pengertian Program Dana Bantuan Operasional Sekolah dan Bantuan
Operasional Pendidikan………………………………………………
I.

J.

26

Laporan Keuangan dan Komponen Laporan Keuangan Sekolah (Organisasi
Nirlaba)…………………………………………………………………

27

Sistem Pengendalian Internal…………………………………………..

34

K. Hubungan Antara Sistem Informasi Akuntansi dengan Sistem Pengendalian

L.

Internal Sekolah atau Organisasi Nirlaba)……………………………….

37

Kerangka Pemikiran……………………………………………………..

39

BAB III METODELOGI PENELITIAN………………………………………

41

A. Ruang Lingkup Penelitian……………………………………………….

41

B. Metode Penentuan Sampel……………………………………………..

42

C. Metode Pengumpulan Data……………………………………………

42

D. Metode Analisis Data………………………………………………….

43

E.

Operasional Variabel Penelitian………………………………………..

44

PENEMUAN DAN PEMBAHASAN………………………………

45

BAB IV

A. Gambaran Umum SMP N 171 Jakarta…………………………………

45

1. Sejarah Pendirian SMP N 171 Jakarta……………………………….

45

2. Profil SMP N 171 Jakarta…………………………………………..

46

3. Struktur Organisasi SMP N 171 Jakarta…………………………….

48

4. Kegiatan Umum SMP N 171 Jakarta……………………………….

53

B. Sistem Informasi Akuntansi SMP N 171 Jakarta………………………

56

1. Sistem Pendapatan dan Penerimaan Kas…………………………….

56

2. Sistem Pembelian dan Pengeluaran Kas……………………………

62

3. Sistem Penggajian dan Honorarium……………………………….

72

4. Laporan Yang Dihasilkan………………………………………….

73

C. Evaluasi Sistem Informasi akuntansi SMP N 171 Jakarta…………….

74

1. Evaluasi Struktur Organisasi………………………………………..

74

2. Evaluasi Sistem Pendapatan dan Penerimaan Kas…………………..

77

3. Evaluasi Sistem Pembelian dan Pengeluaran Kas…………………..

90

x

4. Evaluasi Sistem Penggajian dan Honorarium……………………….

104

5. Evaluasi Sistem Pelaporan…………………………………………..

115

BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI..........................................................

118

A. Kesimpulan……………………………………………………………..

118

B. Implikasi………………………………………………………………..

119

Daftar Pustaka………………………………………………………………………

122

DAFTAR TABEL
xi

Nomor

Keterangan

4.1

Daftar Nama Kepala Sekolah SMP N 171 Jakarta

4.2

Tabel Perbedaan sebelum dan setelah evaluasi

DAFTAR GAMBAR
xii

Halaman
45
116-117

Nomor

Keterangan

Halaman

4.1

Struktur Organisasi SMP N 171 Jakarta

55

4.2

Flowchart Pendaftaran BOP dan BOS

86

4.3

Flowchart penyaluran dana BOP dan BOS

87

4.4

Flowchart penerimaan dana BOP dan BOS

4.5

Flowchart pembelian

4.6

Flowchart sistem pengeluaran kas

103

4.7

Flowchart sistem penggajian dan honorarium

114

88-89
100-102

DAFTAR LAMPIRAN
xiii

No.

Keterangan

Halaman

1.

Laporan Penerimaan BOP

125

2.

RAPBS dana BOS

126-127

3.

Rincian penggunaan dana per jenis anggaran BOS

128-130

4.

Uraian per kode rekening BOP biaya alat tulis dan kantor

131

5.

Uraian per kode rekening BOP biaya bahan peraga

132

6.

Uraian per kode rekening BOP biaya cetak

133

7.

Laporan Penerimaan dan Pengeluaran dana BOS

134

8.

Laporan daftar penerimaan honorarium Guru

136

9.

Kuintansi Pembayaran ATK dan faktur perlengkapan kantor

137

10.

Daftar Penerimaan uang transport dan pembelian barang

138

11.

Surat Setoran Pajak

141

xiv

xv

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kebijakan pembangunan pendidikan dalam kurun waktu tahun
2004-2009 meliputi peningkatan akses rakyat terhadap pendidikan yang lebih
berkualitas melalui peningkatan pelaksanaan Wajib Belajar Pendidikan Dasar
Sembilan Tahun dan pemberian akses yang lebih besar kepada kelompok
masyarakat yang selama ini kurang dapat menjangkau layanan pendidikan.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan pemerintah agar rakyat
mendapat peningkatan akses pendidikan yang lebih berkualitas dan
menjangkau pelayanan pendidikan adalah dengan cara mengadakan suatu
program pemberian dana terhadap pendidikan dasar sembilan tahun. Program
pemberian dana tersebut adalah Bantuan Operasional Sekolah atau yang lebih
dikenal dengan nama BOS dan Program Bantuan Opersional Pendidikan
(BOP).
Sejak tahun 2005 peranan Program Bantuan Operasional Sekolah
(BOS) dan Program Bantuan Opersional Pendidikan (BOP) amat strategis
dalam percepatan pencapaian target program wajib belajar sembilan tahun.
Tercapainya Angka Partisipasi Kasar (APK) 96,18 % pada tahun 2008, sudah
menunjukan bahwa ke depan; program BOS dan BOP tidak saja perlu
dipertahankan tapi juga harus dilanjutkan. Oleh karena itu, mulai tahun 2009
pemerintah melakukan perubahan terhadap tujuan dan pendekatan atau

1

orientasi program BOS dan BOP ke depan. Peranan BOS dan BOP tidak saja
untuk mempertahankan APK, tetapi juga berkontribusi besar untuk
memaksimalkan manfaat sistem informasi sebagai bahan olah bagi keputusan
manjerial pihak sekolah. Keputusan yang tepat dan cepat akan memberikan
dampak signifikan terhadap kemampuan kemajuan pendidikan.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan agar program operasional
sekolah (BOS) dan program operasional pendidikan (BOP) dapat tetap hidup
dan mampu bersaing meningkatkan kualitas pendidikan adalah bagaimana
sekolah atau perusahaan nirlaba tersebut dapat menjalankan sistem informasi
dengan tepat dan cepat. Sistem informasi yang tepat dan cepat dapat
membantu kebijakan manajemen dalam merencanakan program dan
menjalankan sistem informasi yang tepat dan cepat. Sistem informasi yang
tepat dan cepat dapat membantu kebijakan manajemen dalam merencanakan
program dan menjalankan kegiatan operasional sekolah sehingga dapat
mencapai sasaran yang ditetapkan oleh perusahaan tersebut.
Sistem informasi yang tepat itu sendiri dapat digolongkan ke dalam
sistem yang lebih kecil. Menurut Amir Abadi Jusuf dalam buku Sistem
Informasi Akuntansi (2005: 4); sistem informasi dibagi menjadi 7 subsistem
yang meliputi : Sistem Pemrosesan Data Elektronik ( EDP), Sistem
Pemrosesan Data (DP), Sistem Informasi Manajemen (SIM), Sistem
Penunjang Keputusan (DSS), Sistem Ahli (ES), Sistem Informasi Eksekutif
(EIS) dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA).

2

Salah satu sistem informasi tersebut adalah informasi akuntansi
yang dihasilkan dari sebuah sistem informasi akuntansi. Sistem informasi
akuntansi

adalah

suatu

komponen

organisasi

yang

mengumpulkan,

menggolongkan, mengolah, menganalisa, dan mengkomunikasikan informasi
keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak internal
dan eksternal. Dengan adanya sistem informasi akuntansi diharapkan pihak
manajemen

dapat

mengefisiensikan

sumber

daya

sehingga

kegiatan

operasional sekolah tetap berjalan dengan baik serta memperoleh kualitas
pendidikan yang maksimal.
Sistem informasi akuntansi merupakan suatu sistem mencatat,
mengumpulkan, mengklasifikasikan data atau informasi yang dihasilkan dari
transaksi perusahaan. Data atau informasi tersebut selanjutnya dianalisis,
didistribusikan, dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang memerlukan. Hal
ini dikarenakan dalam melaksanakan kegiatannya, organisasi atau perusahaan
yang bergerak dalam bidang barang, jasa maupun manufaktur sangat
memerlukan sistem informasi akuntansi yang sesuai dengan kebutuhan
manajemen maupun berbagai pihak diluar perusahaan yang membutuhkannya.
Selain itu, agar sistem informasi akuntansi dapat beroperasi dengan
efektif dan efisien, maka manajemen perlu membuat sistem pengendalian
intern. Pengendalian intern dirancang untuk mencegah, mendeteksi, dan
mengoreksi adanya kesalahan maupun penyimpangan yang terjadi dalam
sistem informasi akuntansi, sehingga tujuan sistem pengendalian intern untuk
menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data

3

akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan
manajemen dapat tercapai.
Pengendalian internal (Internal Control) merupakan bagian integral
dari sistem informasi akuntansi. Pengendalian internal itu sendiri adalah suatu
proses yang dijalankan untuk dewan komisaris, manajemen, dan personel lain
dalam perusahaan, yang didesain untuk memberikan keyakinan yang memadai
tentang dipenuhinya tujuan pengendalian.
Untuk mendapatkan gambaran tentang sistem informasi akuntansi,
maka diperlukan sebuah analisis sistem informasi akuntansi dan pengendalian
intern pada sebuah sekolah. Evaluasi ini dimaksudkan untuk menilai hingga
sejauhmana analisis sistem informasi akuntansi atas prosedur penerimaan dan
pengeluaran dana program bantuan operasional sekolah (BOS) dan program
bantuan opersional pendidikan (BOP) pada Sekolah Menengah Pertama
Negeri 171 di Jakarta terhadap teori relevan yang melandasinya. Selain itu,
evaluasi ini diarahkan pada pelaksaan pengendalian internal sekolah atau
perusahaan nirlaba tersebut terhadap prosedur, maksudnya adalah apakah
pelaksanaan

pengendalian

internalnya

efisien,

efektif

dan

dapat

dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, dengan dilakukannya evaluasi ini
diharapkan dapat memberikan jaminan yang memadai terhadap keamanan
sekolah atau perusahaan nirlaba, keandalan serta keakuratan informasi yang
dihasilkan.

4

Adapun kriteria dari pengendalian internal, yaitu: (a) Keandalan
pelaporan keuangan, (b) efektivitas dan efisiensi operasi, dan (c) keputusan
terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. (IAI, 2001:319).
Dengan menetapkan serta menerapkan pengendalian internal secara
baik dan benar pada suatu perusahaan, maka sekolah atau perusahaan nirlaba
tersebut akan lebih mudah dalam mencapai tujuan dan dapat meminimalkan
resiko. Menurut Wilkison seperti yang telah dikutip oleh Yuli Apriani
(2004:2) mengungkapkan bahwa: “Jika suatu pengendalian internal telah
ditetapkan maka semua operasi, sumber daya fisik, dan data akan dimonitor
serta berada di bawah kendali, tujuan akan tercapai, resiko menjadi kecil, dan
informasi yang dihasilkan akan lebih berkualitas. Di sisi lain, tanpa
pengendalian internal, kondisi yang membawa dampak negatif bagi sekolah
atau perusahaan nirlaba mungkin akan terjadi, seperti kesalahan pengambilan
keputusan, inefisiensi biaya, kehilangan aset, terhentinya kegiatan usaha
maupun

terkena

sanksi”.

Sebagai

hasilnya,

dengan

diterapkannya

pengendalian internal dalam sistem informasi akuntansi, maka sistem
informasi akuntansi akan menghasilkan informasi akuntansi yang lebih
berkualitas (tepat waktu, relevan, akurat dan lengkap), dapat di audit
(Auditable) dan juga dapat digunakan sebagai pengambilan keputusan bagi
pihak manajemen sekolah.
Maka dari itu penulis ingin melakukan suatu evaluasi terhadap
pelaksanaan sistem informasi akuntansi. Tujuan dilakukannya analisis ini
adalah untuk menilai sampai sejauhmana penerapan sistem informasi

5

akuntansi yang dijalankan oleh Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP N)
171 Jakarta terhadap teori relevan yang melandasinya. Oleh karena itu, dengan
dilakukannya evaluasi ini, diharapakan dapat memberikan jaminan yang
memadai terhadap keamanan sekolah atau perusahaan nirlaba, keandalan serta
keakuratan informasi yang dihasilkan.
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah sampaikan
sebelumnya dan karena luasnya pembahasan dalaam penelitian ini hanya
dibatasi pada pokok masalah dalam penelitian ini yaitu “ Evaluasi Sistem
Informasi Akuntansi Atas Prosedur Penerimaan dan Pengeluaran Kas
Dana Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program
Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Sebagai Penyedia Informasi
Pengendalian Internal Pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 171
Jakarta ”.
B. Perumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka
penulis merumuskan masalahnya adalah sebagai berikut:
1. Apakah terdapat sistem informasi atas prosedur penerimaan dan
pengeluaran kas dana program bantuan operasional sekolah (BOS) dan
bantuan operasional pendidikan (BOP) pada Sekolah Menengah Pertama
Negeri (SMP N) 171 Jakarta?
2. Bagaimana sistem informasi akuntansi atas prosedur penerimaan dan
pengeluaran dana program operasional sekolah (BOS) dan program

6

operasional pendidikan (BOP) yang telah diterapkan oleh Sekolah
Menengah Pertama Negeri (SMP N) 171 Jakarta?
3. Bagaimana evaluasi sistem informasi akuntansi atas penerimaan dan
pengeluaran dana program bantuan operasional sekolah (BOS) dan
bantuan opersional pendidikan (BOP) sebagai penyedia informasi untuk
pengendalian internal penerimaan dan pengeluaran dana program bantuan
opersional sekolah (BOS) dan bantuan opersional pendidikan (BOP) pada
Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP N) 171 Jakarta?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasahan yang dihadapi, maka tujuan penelitian
ini dapat dinyatakan sebagai berikut:
a. Untuk

menganalisa

evaluasi

sistem informasi

akuntansi

atas

penerimaan dan pengeluaran dana program bantuan operasional
sekolah (BOS) dan bantuan operasional pendidikan (BOP) pada
Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP N) 171 Jakarta.
b. Untuk menganalisa pelaksanaan perancangan sistem informasi akuntansi
atas penerimaan dan pengeluaran kas dana program bantuan
operasional sekolah (BOS) dan bantuan operasional pendidikan (BOP)
yang telah diterapkan pada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP
N) 171 Jakarta.
c. Untuk

mengenalisa

evaluasi

sistem informasi

akuntansi

atas

penerimaan dan pengeluaran kas dana program bantuan operasional

7

sekolah (BOS) dan bantuan opersional pendidikan (BOP) sebagai
penyedia informasi untuk pengendalian intern pada Sekolah Menengah
Pertama Negeri (SMP N) 171 Jakarta.
2. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah:
a. Bagi Sekolah
Membantu sekolah dalam memeriksa kembali sistem informasi
akuntansi serta struktur pengendalian internalnya apakah sudah
berjalan efektif atau belum.
b. Bagi Pemerintah
Membantu pemerintah dalam menganalisa programnya dan menjadi
bahan acuan program bantuan operasional sekolah (BOS) serta
bantuan operasional pendidikan (BOP)

untuk pelaksanaan tahun

berikutnya.
c. Bagi pihak lain
Untuk membantu siapa saja yang ingin mengetahui dan memperdalam
tentang sistem informasi akuntansi dan dapat dipergunakan sebagai
pengetahuan serta bahan pertimbangan untuk penelitian berikutnya.
d. Bagi Penulis
Untuk membantu penulis dalam menyelesaikan penelitian dalam
rangka memperoleh gelar sarjana ekonomi akuntansi pada fakultas
ekonomi Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta.

8

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Dasar Sistem Informasi Akuntansi
Informasi akuntansi dalam perusahaan adalah ibarat darah yang
mengaliri seluruh tubuh perusahaan tersebut. Informasi akuntansi merupakan
bagian yang terpenting dari seluruh informasi yang diperlukan oleh
manajemen.
Informasi akuntansi yang tepat, akurat dan cepat akan membuat
perusahaan menjadi sehat dan berkembang pesat. Oleh karena itu sistem
informasi akuntansi menjadi suatu masalah yang penting bagi setiap
perusahaan.Untuk mengetahui lebih dalam mengenai sistem informasi
akuntansi, kita perlu tahu pengertian sistem dan informasi itu sendiri.
1. Pengertian Sistem
Ada beberapa pengertian sistem yang dikemukakan oleh para ahli,
diantaranya yaitu:
Menurut Daranatha (2009:14), “sistem adalah sekelompok dua
atau lebih komponen-komponen yang saling berkaitan atau subsistemsubsistem yang bersatu untuk mencapai tujuan yang sama”.
Menurut Mc Leod JR (2001;11) Sistem adalah sekelompok
elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk
mencapai suatu tujuan. Tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen

9

yang sama, tapi susunan dasar adalah: Input, Transformasi, Output,
Mekanisme kontrol, Tujuan.
Krismiaji (2002: 29) Mendefinisikan sistem sebagai serangkaian
komponen yang dikoordinasikan untuk mencapai serangkain tujuan.
Sedangkan definisi sistem menurut Mulyadi (1993:2) sebagai berikut:
a)Setiap sistem terdiri dari atas unsur-unsur. b)Unsur-unsur tersebut
merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan. c)Unsur-unsur
tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem. d)Suatu sistem
merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.
Menurut Yogianto (1995:1) yang mengutip dari Jerry Fritz Gerald
dan Warren D. Stalling, pendekatan sistem yang lebih menekankan pada
prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut: Suatu sistem adalah suatu
jaringan yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk
melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang
tertentu. Sedangkan prosedur menurut Yogianto (1995:1) mengutip dari
Richard F. Neuschel, didefinisikan sebagai berikut: ``Suatu prosedur adalah
urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan
apa (what) yang harus dikerjakan, siapa (who) yang mengerjakan, kapan
(when) dikerjakan, dan bagaimana (how) mengerjakannya. Sedangkan
pengertian prosedur menurut Zaki Baridwan (1990: 3) adalah merupakan
urutan pekerjaan klerikal yang melibatkan beberapa orang dalam suatu
bagian atau lebih, disusun untuk menjamin adanya perlakuan yang seragam
terhadap transaksi yang sering terjadi.

10

Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa sistem
adalah serangkaian komponen yang dikoordinasikan untuk menyelesaikan
suatu sasaran tertentu agar mempermudah bagi yang membuat dan
menggunakan suatu sistem. Dengan kata lain, sistem adalah suatu
hubungan yang berguna untuk mencapai sasaran tertentu.
Menurut Marshal Romney (2005:65), Sistem dikelompokkan
menjadi dua jenis yaitu:
a.

Sistem Lingkaran Terbuka adalah sistem yang tidak mempunyai
elemen mekanisme kontrol dan tujuan.

b.

Sistem Lingkaran Tertutup adalah sistem yang disertai oleh adanya
elemen mekanisme kontrol dan tujuan.
Sedangkan menurut Amir Jusuf (2003: 6) sifat sistem terdiri dari

empat kelompok diantaranya adalah:
a.

Sistem

terbuka

adalah

sistem

yang

dihubungkan

dengan

lingkungannya melalui arus sumberdaya.
b.

Sistem tertutup adalah sistem yang sama sekali tidak berhubungan
dengan lingkungannya.

c.

Sistem Fisik adalah sistem yang terdiri dari sejumlah sumber fisik

d.

Sistem konseptual adalah sistem yang menggunakan sumberdaya
konseptual (data dan informasi) untuk mewakili suatu sistem fisik.

2. Pengertian Informasi
Dibawah ini adalah pendapat-pendapat yang dikemukakan oleh
para ahli, diantaranya yaitu:

11

Menurut Cushing seperti yang dikutip oleh Yuli Apriani (2004:5)
data dapat terdiri dari sekumpulan karakter yang diterima sebagai input
terhadap suatu sistem informasi dan disimpan serta diolah sedangkan
informasi diartikan sebagai output pengolahan data yang diorganisir dan
berguna bagi yang menerimanya. Sedangkan menurut Wilkinson (1995:6)
mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diproses sehingga
bentuknya berubah dan nilainya semakin tinggi dan berguna untuk
mencapai tujuan tertentu.
Menurut Hall (2001:14), informasi adalah data yang diproses dan
pemakai melakukan suatu tindakan yang dapat ia lakukan atau tidak
dilakukan”. Sedangakan menurut McLeod, Jr.(2001:15), “informasi adalah
data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti.
Menurut Wahyono (2004:3) yang di kutip dari bukunya Gordon B.
Davis, informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang
berguna bagi penerimanya dan nyata, berupa nilai yang dapat di pahami di
dalam keputusan sekarang maupun masa depan.
Menurut Cushing seperti dikutip oleh Yuli Apriani (2004;5), data
dapat terdiri dari sekumpulan karakter yang diterima sebagai input terhadap
suatu sistem informasivdan disimpan serta diolah sedangkan informasi
diartikan sebagai output pengolahan data yang diorganisir dan berguna bagi
orang yang menerimanya.
Informasi sangat penting dalam suatu organisasi. Informasi
mengarahkan dan memperlancar kegiatan sehari-hari. Suatu sistem yang

12

kurang mendapat informasi akan menjadi kerdil dan kurang berguna karena
masukan-masukan dari data kurang berfungsi dengan baik.
Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa, informasi
merupakan hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih
berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang mengganbarkan suatu
kejadian-kejadian nyata (fakta) yang digunakan untuk pengambilan
keputusan. Dengan kata lain, informasi adalah fakta yang mempunyai arti
dan berguna untuk mencapai tujuan tertentu.
Agar informasi dapat bermanfaat bagi pemakainya, menurut
Romney (2001:15) maka informasi harus memiliki kualitas atau
karakteristik sebagai berikut:
a.

Akurasi (Accuracy)
Akurasi atau tingkat keakuratan dapat diartikan bahwa sejauh mana
informasi bebas dari kesalahan, tidak bias atau menyesatkan. Secara
ideal semua informasi yang dihasilkan harus seakurat mungkin.

b.

Ketepatan Waktu (Timelines)
Manajer

seharusnya

dapat

memperoleh

informasi

yang

menggambarkan apa yang terjadi sekarang atau dimasa yang akan
dating dan informasi apa yang telah terjadi dimasa lampau, mengingat
informasi disajikan mempengaruhi proses pembuatan keputusan.
c.

Kelengkapan (Completeness)
Informasi semakin berharga jika dapat memberikan suatu gambaran
yang utuh dari permasalahan, atau pemecahan masalah. Namun

13

informasi yang berlebihan, sama sekali bukan merupakan keuntungan,
melainkan justru merupakan suatu ancaman tersendiri, karena sangat
mungkin terjadi pihak pengguna informasi (manajemen perusahaan)
misalnya akan mengabaikan seluruh bahkan seluruh informasi yang
ada.
d.

Relevansi (Relevance)
Informasi harus dapat menambah pengetahuan atau nilai bagi para
pembuat

keputusan,

menaikkan

dengan

kemampuan

cara

mengurangi

untuk

ketidakpastian,

memprediksi,

atau

menegaskan/membenarkan ekspetasi semula.
e.

Ringkas (Simple)
Informasi telah dikelompokkan sehingga tidak perlu diterangkan.

f.

Jelas (Clear)
Tingkat informasi dapat dimengerti dan dipahami oleh penerima.

g.

Dapat dikuantifikasi (Kualitatif)
Tingkat informasi dapat dinyatakan dalam bentuk angka.

h.

Konsisten (Consistency)
Tingkat informasi dapat diperbandingkan

3. Pengertian Akuntansi
Ada beberapa didefinisikan yang dikemukakan oleh para ahli
adalah sebagai berikut:
Komite terminologi AICPA ( The Comitee on Terminology of The
American Institute of Certified Public Accountants), melalui laporan APB

14

No.4 mendefinisikan akuntansi sebagai berikut: “Akuntansi merupakan
suatu aktivitas pelayanan, fungsinya adalah untuk memberikan informasi
kuantitatif, pada dasarnya bersifat financial, mengenai entitas ekonomi
yang dimaksudkan menjadi bermanfaat dalam membuat keputusan
ekonomi dalam membuat pilihan beralasan diantara berbagai alternative.”
Menurut Niswonger, Warren, Reev dan Fees (2000:6), Akuntansi
adalah sistem informasi yang memberikan laporan kepada pihak-pihak
berkepentingan mengenai kegiatan ekonomi dan kondisi perusahaan.
Menurut Riahi-Belkaoui (2000:38), Akuntansi adalah suatu
aktivitas jasa. Fungsinya adalah menyediakan informasi kuantitatif,
terutama yang bersifat keuangan tentang entites ekonomik yang
diperkirakan bermanfaat dalam pembuatan keputusan-keputusan ekonomik
dalam membuat pilihan di antara alternatif tindakan yang ada.
Menurut kieso, Weygandt & Warfield (2002:2), Akuntansi bisa
didefinisikan secara tepat dengan menjelaskan tiga karakteristik penting
dari akuntansi : (1) Pengidentifikasian, pengukuran, dan pengkomunikasian
informasi keuangan tentang (2) entitas ekonomi kepada (3) pemakai yang
berkepentingan.
Jadi akuntansi merupakan suatu sistem yang memberikan
informasi kuantitatif mengenai bisnis-bisnis ekonomi, terutama sifat-sifat
keuangan yang ditujukan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan
ekonomis.

15

4. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Kita telah mengetahui bahwa informasi merupakan hal yang sangat
penting bagi manajemen didalam pengambilan keputusan. Dan untuk
menghasilkan informasi yang berguna bagi pemakai, diperlukan suatu
sistem informasi yang dapat memenuhi keinginan perusahaan itu sendiri.
Dan dibawah ini dijelaskan berapa pengertian sistem informasi menurut
para ahli, yaitu :

Menurut Bodnard dan Hopwood seperti yang telah dikutip oleh I.G
Karmawan (2008:4), sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber
daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data
menjadi informasi.

Menurut Baridwan (1996:4), sistem informasi akuntansi adalah
suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan,
mengolah, menganalisa dan komunikasikan informasi keuangan yang
relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak-pihak luar (seperti
inspeksi pajak, investor dan kreditur ) dan pihak-pihak dalam (terutama
manajemen ).
Menurut Mulyadi (2001:3), “Sistem akuntansi adalah organisasi
formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasikan sedemikian rupa, untuk
menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen, guna
memudahkan pengelolaan perusahaan.”

16

Menurut Daranatha (2009: 15), “ Sistem informasi akuntansi
adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna
menghasilkan

informasi

yang

bermanfaat

untuk

merencanakan,

mengendalikan dan mengoperasikan bisnis”.
Menurut Jogiyanto (2003:225), “Sistem informasi akuntansi adalah
Sistem informasi yang merekam dan melaporkan transaksi bisnis aliran
dana dalam organisasi, dan menghasilkan laporan keuangan”.
Menurut Wahyono (2004:17), “Sistem informasi akuntansi
merupakan suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari
komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu
penyajian informasi”
Menurut Niswonger, Warren, Reev dan Fees (2000:7), Sistem
informasi akuntansi dapat diartikan sebagai komponen-komponen yang
terdiri dari pelaku, metode dan prosedur untuk mengumpulkan,
mengklasifikasikan, mengikhtisarkan, dan melaporkan informasi mengenai
keuangan dan operasi, usaha, kemudian mengolahnya menjadi informasi
untuk digunakan dalam menjalankan kegiatan perusahaan.
Berdasrkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa, sistem
informasi akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem di dalam suatu
organisasi yang merupakan kombinasi dari manusia, fasilitas, teknologi,
media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk
mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin
tertentu.

17

B. Manfaat dan Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Hall (2001: 18), ada tiga tujuan utama yang umum bagi
semua sistem termasuk sistem informasi akuntansi, yaitu:
a. Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen.
Kepengurusan merujuk ke tanggung jawab manajemen untuk
mengatur sumberdaya perusahaan secara benar. Sistem informasi
menyediakan informasi tentang kegunaan sumber daya ke pemakai
eksternal melalui laporan keuangan tradisional dan laporan-laporan yang
diminta lainnya.Secara internal, pihak manajemen menerima infomasi
kepengurusan dari berbagai laporan pertanggungjawaban.
b. Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen.
Sistem informasi memberikan para manajer informasi yang
mereka perlukan untuk melakukan tanggung jawab pengambilan
keputusan.
c. Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari.
Sistem informasi menyediakan informasi bagi personel operasi
membantu mereka melakukan tugas merekasetiap hari dengan efisien dan
efektif. Menurut Daranatha (2009:35) tujuan umum penyusunan sistem
informasi akuntansi adalah sebagai berikut:

1. Untuk memperbaiki informasi yang diberikan oleh sistem dalam kualitas,
ketepatan waktu atau struktur dari informasi tersebut.

18

2. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yang
berarti memperbaiki daya andal informasi akuntansi dan menyediakan
catatan yang lengkap sebagai pertanggungjawaban dalam melindungi harta
perusahaan.

3. Untuk menurunkan biaya dalam menyelenggarakan catatan akuntansi.

Dari ketiga tujuan tersebut harus dipertimbangkan pada waktu
penyusunan suatu sistem informasi akuntansi, sehingga dapat diharapkan tidak
ada salah satu tujuan yang terlewatkan.

C. Fungsi Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Yuli Apriani (2004:11), ada enam fungsi dari sistem
informasi adalah sebagai berikut:
1. Pengumpulan Data/ transaksi
Upaya pengumpulan data/ transaksi biasanya terdiri dari tahap
penangkapan data (data capture) menarik data ke dalam sistem. Setelah
"ditangkap" data biasanya dicatat ke dalam formulir-formulir yang dikenal
sebagai dokumen sumber, Juga biasa diabsahkan (validated) untuk
menjamin kecermatan dan dikelompokkan agar bisa ditempatkan pada
kategori yang telah ditentukan, sebelumnya' dan selanjutnya data bisa
dipancarkan atau dipindahkan dari tempat "penangkapan" ke tempat
"pemprosesan".

19

2. Pemprosesan Data/Transaksi
Sebelum menjadi informasi yang berguna, data/ transaksi yang
telah dikumpulkan harus diproses terlebih danulu. Di sini bisa dilakukan
tahap pengabsahan (validasi) dan pengelompokkan (klasifikasi) tambahan.
Data yang terkumpul bisa diikhtisarkan dengan menjumlahkan transaksi
yang sejenis, Kadang data dialihkan (transcribed) ke dokumen atau mcdia
lain, Data juga bisa ditumpuk dengan mengumpulkan transaksi yang
serupa dalam satu kelompok dokumen. Selanjutnya, data yang telah
ditumpuk biasanya dipilah untuk disusun berdasarkan satu karakteristik
tertentu. Jika data kuantitatif dilibatkan, langkah perhitungan dan
pembandingan sering dilakukan; karena itu data baru bisa "diciptakan".
3. Pemanajemenan data
Tugas manajemen data terdiri dari tiga langkah pokok;
penyimpanan, pemutakhiran dan pengambilan ulang. Penyimpanan data
bisa dilakukan dalam arsip, file, atau database dengan cara yang relatif
permanen atau bersifat sementara menunggu pemerosesan selanjutnya.
Pemutakhiran menyesuaikan data yang tersimpan agar mencerminkan
operasi, peristiwa dan keputusan yang terbaru. Pengambilan ulang
merupakan usaha mengambil kembali data yang tersimpan untuk diproses
lebih lanjut agar dapat menjadi suatu informasi yang berguna.
4. Pengendalian dan pengamanan data
Data yang dimasukkan ke dalam pemerosesan bisa salah, hilang,
atau

dicuri

selama

pemerosesan

catatan

bisa

dipalsukan,dan

20

sebagainya.Untuk itu, maka salah satu tugas penting pada sistem.
informasi adalah melindungi dan menjamin keakuratan data termasuk
informasinya. Alat kendali dan cara pengamanan dapat meliputi otorisasi,
laci Idlas yang terkunci, rekonsiliasi, verifikasi, dan tinjauan.
5. Pengadaan informasi
Tugas akhir dari sistem informasi, yaitu penyampaian informasi
kepada pemakai. Pelaporan meliputi penyiapan laporan dari data yang
telah

diperoses,

yang

telah

disimpan

atau

keduanya.Sedangkan

pengkomunikasian terdiri dari penyajian laporan sedemikian rupa agar
lebih dimengerti dan berguna bagi pemakai atau penyampaian laporan
secara langsung kepada pemakai.
6. Pertimbangan Perancangan Sistem Pemrosesan
Menurut Hall seperti yang dikutip oleh Yuli Apriani (2004:10),
konsep perancangan sistem seharusnya mencerminkan prinsip-prinsip
perusahaan. Berikut ini dasar-dasar yang perlu diperhatikan dalam
prioritas perancangan sistem adalah sebagai berikut:
a) Tujuan dalam perencanaan sistem dan usulan proyek seharusnya
dicapai untuk menghasilkan kemajuan dan kemampuan system yang
lebih besar.
b) Mempertimbangkan trade-off yang memadai antara manfaat dari
tujuan perancangan system dengan biaya yang dikeluarkan.
c) Berfokus pada permintaan fungsional dari system
d) Melayani berbagai macam tujuan

21

e) Perancangan sistem memperhatikan keberadaan dari pengguna
sistem(user).
Sedangkan menurut Barry E. Cushing seperti dikutip oleh Yuli
Apriani (2004: 9) mengemukakan bahwa:
a) Kesesuaian desain sistem dengan tujuan sistem informasi dan
organisasi.
b) Berdasarkan kelayakan ekonomis, berarti sistem memiliki net present
value positif.
c) Kelayakan operasional, input dikumpulkan ke sistem dan outputnya
dapat digunakan.
d) Kelayakan perilaku, berarti sistem berdampak pada kehidupan kualitas
kerja users.
e) Kelayakan teknis, ketersediaan teknologi untuk mendukung sistem
serta teknologi mudah diperoleh atau dikembangkan.
f) Disesuaikan dengan kebutuhan informasi users.

D. Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Mc Leod Jr. (2001 :306) jika dibandingkan dengan sistem
informasi yang lain sistem informasi akuntansi memiliki beberapa
karakteristik yang berbeda, meliputi:
a. Melaksanakan tugas yang diperlukan. Perusahaan tidak memutuskan untuk
melaksanakan pengolahan data atau tidak. Perusahaan diharuskan oleh
undang-undang untuk memelihara catatan kegiatannya. Elemen-elemen

22

dalam lingkungan seperti pemerintah, pemegang saham dan pemilik, serta
masyarakat keuangan menuntut perusahaan agar metakukan pengolahan
data. Tetapi bahkan jika lingkungan tidak memintanya, manajemen
perusahaan pasti menerapkan sistem informasi akuntansi sebagai cara
mencapai dan menjaga pengendalian,
b. Berpegang pada prosedur yang relatif standar. Peraturan dan praktek
yang diterima menentukan cara pelaksanaan pengolahan data. Segala jenis
organisasi mengolah datanya dengan cara yang pada dasarnya sama,
c. Menangani data yang rinci. Karena berbagai catatan pengolahan data
menjelaskan

kegiatan

perusahaan

secara

rinci,

catatan

tersebut

menyediakan jejak audit (audit trail). Jejak audIt adalah kronologi
kegiatan yang dapat ditelusuri dari awaI hingga ke akhir, dan dari akhir ke
awal.
d. Terutama berfokus historis. Data yang dikumpulkan oleh sistem informasi
akuntansi umumnya menjelaskan apa yang terjadi di masa lampau. 1ni
terutama terjadi jika pengolahan berkelompok (batch) digunakan.
e. Menyediakan informasi pemecahan masalah minimal. Sistem informasi
akuntansi menghasilkan sebagian output informasi bagi manajer
perusahaan. Sebagai contoh laporan akuntansi standar seperti laporan rugi
laba dan neraca.
E. Faktor - faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi
Terdapat berbagai faktor yang perlu diperhitungkan dalam menyusun
sistem informasi akuntansi. Faktor-faktor itu merupakan hal diluar sistem

23

akuntansi, tetapi menentukan keberhasilan dari suatu sistem. Dikutip pada
buku sistem informasi akuntansi oleh Zaki Baridwan (1998:7). Faktor-faktor
yang mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi itu antara lain:
1. Perilaku manusia dalam organisasi
Perlu dipertimbangkan dalam menyusun sistem informasi akuntansi
karena sistem informasi itu tidak mungkin berjalan tanpa manusia,
2. Penggunaan metode kuantitatif
Dengan metode kuantitatif informasi yang dihasilkan menjadi dasar dalam
pengambilan keputusan oleh manajemen akan lebih terarah, sehingga
keputusan yahg dibuat akan lebih efektif.
3. Penggunaan komputer sebagai alat Bantu
Kemampuan komputer untuk mengolah data jauh melebihi kecepatan
manusia, seperti:
a) Verifikasi, yaitu komputer dapat mengecek kebenaran maupun kelayakan
angka-angka yang menjadi input dalam suatu proses.
b) Sortir, yaitu komputer memungkinkan untuk dilakukannya persortiran data
ke dalam beberapa klasifikasi yang berbeda dengan cepat.
c) Transmission, yaitu komputer dapat memindahkan lokasi data dari suatu
tempat ke tempat lainnya dengan cepat.
d) Perhitungan, yaitu dengan komputer perhitungan-perhitungan dapat
dilakukan dengan cepat.

24

F. Pengguna Sistem Informasi Akuntansi
Ada beberapa pengguna sistem informasi akuntansi, seperti yang
dikutip pada buku sistem informasi akuntansi oleh George H. Bodnar dan
William S. Hopwood yang dikutip oleh Yuli Apriani (2004:23), bahwa
pemakai infonnasi akuntansi dapat dibagi dalam dua ke1ompok besar, yaitu:
a) Pemakai ekstern yang mencakup pemegang saham, investor, kreditor,
pemerintah, pelanggan dan pemasok, pesaing, serikat pekerja, dan
masyarakat secara keseluruhan. Pemakai ekstern menerima dan tergantung
pada beragam keluaran dari sistem informasi akuntansi suatu organisasi.
Sebagian keluaran ini bersifat rutin. Misalnya, transaksi hutang dagang
dengan pemasok, .membutuhkan keluaran seperti pesanan pembelian dan
cek dari sistem informasi akuntansi organisasi yang bersangkutan.
b) Pemakai intem terutama para manajer, kebutuhannya bervariasi tergantung
pada tingkatannya dalam organisasi atau terhadap fungsi yang mereka
jalankan.

G. Integrasi Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Marshall Romney (2006:78), integrasi dibutuhkan untuk
koordinasi dan sinkronisasi atau keselarasan dari operasi-operasi di dalam
perusahaan. Suatu perusahaan harus dipandang sebagai sebuah sistem utuh
yang mempunyai subsistem-subsistem yang berintegrasi membentuk suatu
kesatuan yang tidak lepas. Sistem informasi akuntansi sebagai salah satu
subsistem perusahaan harus dapat berintegrasi dengan subsistem-subsistem

25

lainnya, sehingga sasaran dari sistem informasi tercapai dan tujuan dari
perusahaan juga tercapai. Sasaran dari sistem informasi akuntansi adalah
menyediakan informasi yang multilevel, cross

functional, tepat pa

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

98 2979 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 758 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

34 656 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 428 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 583 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 977 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 893 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 542 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 800 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

33 966 23