Pengaruh Komunikasi Petugas Kesehatan dan Dukungan Tokoh Agama terhadap Perilaku Ibu Balita dalam Imunisasi Campak di Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan

PENGARUH KOMUNIKASI PETUGAS KESEHATAN DAN DUKUNGAN TOKOH AGAMA TERHADAP PERILAKU IBU BALITA DALAM IMUNISASI CAMPAK DI PUSKESMAS SIMALINGKAR KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN KOTA MEDAN TESIS OLEH : LINA SARI LUBIS 087012011/IKM
PROGRAM STUDI S2 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011
Universitas Sumatera Utara

THE INFLUENCE OF THE HEALTH OFFICER’S COMMUNICATION AND THE SUPPORT OF RELIGIOUS FIGURES ON THE BEHAVIOR OF MOTHERS
WITH CHILDREN UNDER FIVE YEARS IN MEASLES IMUNIZATION AT SIMALINGKAR HEALTH CENTER MEDAN TUNTUNGAN SUBDISTRICT MEDAN CITY
TESIS
OLEH : LINA SARI LUBIS
087012011/IKM
PROGRAM STUDI S2 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011
Universitas Sumatera Utara

PENGARUH KOMUNIKASI PETUGAS KESEHATAN DAN DUKUNGAN TOKOH AGAMA TERHADAP PERILAKU IBU BALITA DALAM IMUNISASI CAMPAK DI PUSKESMAS SIMALINGKAR KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN KOTA MEDAN
TESIS
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Kesehatan (M.Kes) dalam Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Minat Studi Administrasi dan Kebijakan Kesehatan pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara
Oleh LINA SARI LUBIS
087012011/IKM
PROGRAM STUDI S2 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011
Universitas Sumatera Utara

Judul Tesis

: PENGARUH KOMUNIKASI PETUGAS

KESEHATAN DAN DUKUNGAN TOKOH

AGAMA TERHADAP PERILAKU IBU BALITA

DALAM IMUNISASI CAMPAK DI PUSKESMAS

SIMALINGKAR KECAMATAN MEDAN

TUNTUNGAN KOTA MEDAN

Nama Mahasiswa

: Lina Sari Lubis

Nomor Induk Mahasiswa : 087012011

Program Studi

: S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Minat Studi

: Administrasi dan Kebijakan Kesehatan

Menyetujui Komisi Pembimbing :

(Dr. Drs. R. Kintoko Rochadi, M.K.M) Ketua

(Dra. Syarifah, M.S) Anggota

Ketua Program Studi

Dekan

(Prof. Dr. Dra. Ida Yustina, M.Si)

(Dr. Drs. Surya Utama, M.S)

Tanggal Lulus : 02 Februari 2011

Universitas Sumatera Utara

Telah diuji Pada tanggal : 02 Februari 2011

PANITIA PENGUJI TESIS

Ketua

: 1. Dr. Drs. R. Kintoko Rochadi, M.K.M.

Anggota : 1. Dra. Syarifah, M.S

2. Drs. Tukiman, M.K.M.

3. Drs. Alam Bakti Keloko, M.Kes

Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN PENGARUH KOMUNIKASI PETUGAS KESEHATAN DAN DUKUNGAN TOKOH
AGAMA TERHADAP PERILAKU IBU BALITA DALAM IMUNISASI CAMPAK DI PUSKESMAS SIMALINGKAR KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN KOTA MEDAN
TESIS
Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini disebutkan dalam daftar pustaka.
Medan, Februari 2011
( Lina Sari Lubis )
Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Kasus campak di Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan masih tinggi, dijumpai sebanyak 99 kasus pada tahun 2008. Kondisi tersebut menunjukkan masih rendahnya partisipasi dari ibu balita dalam mengimunisasikan balitanya di Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan. Upaya yang dilakukan melalui komunikasi petugas kesehatan dan dukungan tokoh agama belum optimal dalam mengubah perilaku ibu balita dalam imunisasi campak.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh komunikasi petugas kesehatan (metode, media, isi pesan, strategi pesan) dan dukungan tokoh agama (dukungan instrumental, dukungan informasional, dukungan emosional) terhadap perilaku ibu balita dalam imunisasi campak di Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan. Jenis Penelitian ini adalah survey explanatory. Populasi adalah ibu yang mempunyai balita (9 – 12 bulan) yang ada di wilayah kerja Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan. Sampel penelitian sebanyak 80 ibu balita yang diambil dengan menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji regresi logistik berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang memengaruhi perilaku ibu balita dalam imunisasi campak dari komunikasi petugas kesehatan adalah metode, media dan isi pesan, sedangkan dari dukungan tokoh agama adalah dukungan instrumental dan dukungan informasional. Media merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku ibu balita dalam imunisasi campak di Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan.
Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kota Medan untuk mengefektifkan media tentang imunisasi campak dalam upaya meningkatkan promosi kesehatan kepada masyarakat kota Medan khususnya di wilayah kerja Puskesmas Simalingkar serta meningkatkan partisipasi tokoh agama melalui sosialisasi tentang imunisasi campak.
Kata Kunci : Komunikasi, Dukungan, Perilaku Ibu Balita.
i
Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
The cases of measles in Simalingkar Health Center Medan Tuntungan Subdistrict Medan City was still excessive, which found cases of measles were 99 cases in 2008. The condition showed that the participation of mothers’ with babies were decrease in giving immunization to her babies in Simalingkar Health Center. The attempt done by communication of health officer an the support of religious figures were not optimal yet to change mothers’ behavior in measles immunization.
This research aimed to analyze the influence of communication of health officer (method, media, message content, message strategy) and the support of religious figures (instrumental support, informational support, emotional support) on mothers’ behavior in measles immunization in Simalingkar Health Center. This was survey research with an explanatory. The population were mothers with babies (9 -12 months) those who lived in Simalingkar Health Center. The samples of research were 80 mothers with babies using simple random sampling. Collecting data were done by interview assisted with questioner. Data were analyzed by using multiple logistic test.
The result of this survey showed that the factors that influenced on mothers’ behavior in measles immunization from the communication of the health officer were method, media and message content, and from the support of the religious figures were instrumental support and informational support. Media was the most influence variable on mother’s behavior in measles immunization in Simalingkar Health Center Medan Tuntungan Subdistrict Medan City.
It is suggested to Medan District Health Office to make media about measles immunization more effective in an effort to improve the promotion of health program for Medan’s Community, especially for those who live in working area of Simalingkar Health Center. It is also suggested to improve the participation of the religious figures through socialization about measles immunization.
Keywords : Communication, Support, Mothers’ behavior
ii
Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis telah dapat menyusun dan menyelesaikan Tesis dengan judul “Pengaruh Komunikasi Petugas Kesehatan dan Dukungan Tokoh Agama terhadap Perilaku Ibu Balita dalam Imunisasi Campak di Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan”. Salawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya yang telah membawa kita dari alam kebodohan ke alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan.
Dalam proses penelitian dan penyusunan tesis ini tidak terlepas dari bantuan, dukungan, bimbingan dan do’a dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, M.Sc (CTM), Sp.A(K), selaku Rektor Universitas Sumatera Utara.
2. Dr. Drs. Surya Utama, M.S, selaku Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.
3. Prof. Dr. Dra. Ida Yustina, M.Si, selaku Ketua Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.
iii
Universitas Sumatera Utara

4. Dr. Drs. R. Kintoko Rochadi, M.K.M dan Dra. Syarifah, M.S, selaku Dosen Pembimbing Tesis.
5. Drs. Tukiman, M.K.M. dan Drs. Alam Bakti Keloko, M.Kes, selaku Dosen Pembanding Tesis.
6. Dr. Erwin Effendi, selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan. 7. Suami tercinta Syamsul Alam Nasution, S.STP, M.A.P., serta ananda Alisya
Nabilah Nasution dan Ibqan Alam Nasution, yang senantiasa mendo’akan, memberi perhatian dan semangat selama penulis mengikuti perkuliahan hingga selesainya pendidikan. 8. Ayahanda tercinta Zainal Abidin Lubis dan Ibunda tercinta Nurlan yang selalu mendo’akan dan memotivasi penulis. 9. Ayahanda Mertua tercinta Alm. Drs. Zainal Arifin Nasution dan Ibunda Mertua tercinta Hj. Siti Maryam Lubis yang senantiasa mendo’akan dan memberi dorongan kepada penulis. 10. Para ibu yang menjadi subjek penelitian yang telah meluangkan waktu untuk wawancara. 11. Teman-teman mahasiswa-mahasiswi Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara angkatan 2008 yang telah memberi semangat kepada penulis.
iv
Universitas Sumatera Utara

Penulis menyadari dalam penyusunan Tesis ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis mengharapkan kritikan dan saran yang bertujuan untuk menyempurnakan Tesis ini. Mudah-mudahan Tesis ini bermanfaat terutama bagi penulis sendiri dan mendapatkan berkah dan rahmat dari Allah SWT. Amin Ya Rabal ‘Alamin.
Medan, Februari 2011 Penulis Lina Sari Lubis
v Universitas Sumatera Utara

RIWAYAT HIDUP
Lina Sari Lubis dilahirkan di Medan pada tanggal 13 Juni 1978, anak keempat dari empat bersaudara dari pasangan Ayahanda Zainal Abidin Lubis dan Ibunda Nurlan. Menikah dengan Syamsul Alam Nasution, SSTP, MAP pada tanggal 5 September 2004 dan telah dikaruniai dua orang putra dan putri yaitu Alisya Nabilah Nasution dan Ibqan Alam Nasution, sekarang menetap di Jl. Juang 45 No. 28 Medan Estate.
Memulai pendidikan di SD Negeri 060848 Medan lulus tahun 1990, melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 6 Medan lulus tahun 1993. Kemudian melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 4 Medan lulus tahun 1996. selanjutnya meneruskan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dan selesai tahun 2002.
Pernah bekerja sebagai dokter PTT di Puskesmas Titi Papan Kota Medan dari tahun 2004 – 2006, kemudian sebagai dokter PNS di Puskesmas Titi Papan tahun 2006 – 2008. Selanjutnya di Puskesmas Pembantu Tembung Kota dari tahun 2009 sampai dengan sekarang.
vi
Universitas Sumatera Utara
i

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ........................................................................................................... ABSTRACT .......................................................................................................... KATA PENGANTAR ......................................................................................... RIWAYAT HIDUP ............................................................................................. DAFTAR ISI ........................................................................................................ DAFTAR TABEL ............................................................................................... DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................

i ii iii vi vii x xi xii

BAB 1. PENDAHULUAN ........................................................................... 1

1.1. Latar Belakang ........................................................................ 1.2. Permasalahan .......................................................................... 1.3. Tujuan Penelitian .................................................................... 1.4. Hipotesis ................................................................................. 1.5. Manfaat Penelitian ..................................................................

1 7 7 7 8

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ................................................................. 9

2.1. Perilaku ................................................................................... 2.1.1. Perilaku Kesehatan ..................................................... 2.1.2. Domain Perilaku .........................................................
2.2. Komunikasi ............................................................................. 2.2 1. Definisi Komunikasi ................................................... 2.2.2. Komponen Komunikasi .............................................. 2.2.3. Proses Komunikasi ..................................................... 2.2.4. Media Komunikasi ..................................................... 2.2.5. Metode Komunikasi ...................................................
2.3. Dukungan Sosial ..................................................................... 2.3.1. Definisi ....................................................................... 2.3.2. Sumber Dukungan sosial ............................................ 2.3.3. Bentuk Dukungan ....................................................... 2.3.4. Dampak dukungan sosial ............................................
2.4. Campak ................................................................................... 2.4.1. Definisi ....................................................................... 2.4.2. Penyebab ..................................................................... 2.4.3. Gejala Klinis ............................................................... 2.4.4. Komplikasi ..................................................................

9 9 11 14 14 14 15 16 17 18 18 19 19 21 22 22 23 23 24

vii
Universitas Sumatera Utara
i

BAB 3. BAB 4.

2.4.5. Diagnosa ..................................................................... 2.4.6. Pengobatan .................................................................. 2.4.7. Pencegahan ................................................................. 2.4.8. Tahapan Pemberantasan Campak ............................... 2.5. Imunisasi ................................................................................ 2.5.1. Tujuan Imunisasi ........................................................ 2.5.2. Manfaat Imunisasi ...................................................... 2.6. Landasan Teori ....................................................................... 2.7. Kerangka konsep ....................................................................

24 25 25 25 27 28 29 29 30

METODE PENELITIAN .............................................................. 32

3.1. Jenis Penelitian ....................................................................... 3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian .................................................. 3.3. Populasi dan Sampel .............................................................. 3.4. Metode Pengumpulan Data .................................................... 3.5. Variabel dan Definisi Operasional ......................................... 3.6. Metode Pengukuran ................................................................ 3.7. Metode Analisis Data .............................................................

32 32 33 34 37 38 40

HASIL PENELITIAN .................................................................... 41

4.1. Deskripsi Lokasi Penelitian .................................................... 4.2. Analisis Univariat ...................................................................
4.2.1. Komunikasi Petugas Kesehatan .................................. 4.2.2. Dukungan Tokoh Agama ............................................ 4.2.3. Perilaku Ibu Balita dalam Imunisasi Campak ............. 4.3. Analisis Bivariat ..................................................................... 4.3.1. Komunikasi Petugas Kesehatan (Metode, Media,
Strategi Pesan, Isi Pesan) terhadap Perilaku Ibu Balita dalam Imunisasi Campak............................................. 4.3.2. Dukungan Tokoh Agama ( Dukungan Instrumental, Dukungan Emosional, Dukungan Informasional) terhadap Perilaku Ibu Balita dalam Imunisasi Campak ........................................................................ 4.4. Analisis Multivariat.................................................................

41 42 43 44 45 46
47
50 53

BAB 5.

PEMBAHASAN ............................................................................. 56
5.1. Pengaruh Komunikasi Petugas Kesehatan terhadap Perilaku Ibu Balita dalam Imunisasi Campak ...................................... 56

viii
Universitas Sumatera Utara

5.2. Pengaruh Dukungan Tokoh Agama terhadap Perilaku Ibu Balita dalam Imunisasi Campak.............................................. 58
5.3. Keterbatasan Penelitian .......................................................... 61 BAB 6. KESIMPULAN DAN SARAN....................................................... 62
6.1. Kesimpulan ............................................................................. 62 6.2. Saran ....................................................................................... 62 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 64 LAMPIRAN.......................................................................................................... 66
ix
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

No.

Judul

Halaman

3.1. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner ...................................... 35
3.2. Metode Pengukuran Variabel Independen ............................................. 38
3.3. Metode Pengukuran Variabel Dependen ............................................... 39
4.1. Distribusi Frekuensi Metode, Media, Strategi Pesan, Isi Pesan, Komunikasi petugas kesehatan .............................................................. 43
4.2. Distribusi Frekuensi dukungan instrumental, dukungan informasional, dukungan emosional tokoh agama ......................................................... 44
4.3. Distribusi Frekuensi Perilaku Ibu Balita dalam Imunisasi Campak ...... 45
4.4. Distribusi Komunikasi Petugas Kesehatan terhadap Perilaku Ibu Balita dalam Imunisasis Campak di Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan .............................................................. 47
4.5. Distribusi Dukungan Tokoh Agama terhadap Perilaku Ibu Balita dalam Imunisasi Campak di Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan .............................................................. 50
4.6. Hasil Pemilihan Variabel Kandidat Multivariat...................................... 53
4.7. Hasil Analisis Multivariat Regresi Logistik Berganda Antara Variabel Independen dan Variabel Dependen ...................................................... 54
4.8. Hasil Analisis Multivariat Regresi Logistik Berganda Antara Metode, Media, Isi Pesan, Dukungan Instrumental, Dukungan Informasional terhadap Perilaku Ibu Balita dalam Imunisasi Campak dengan Exp B 95 % ....................................................................................................... 55

x
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

No.

Judul

Halaman

1. Kerangka Konsep Penelitian ................................................................. 31

xi
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

No. Judul

Halaman

1. Lembar Pertanyaan / Kuesioner ........................................................... 72 2. Hasil Uji Statistik ................................................................................ 82

xii
Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Kasus campak di Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan masih tinggi, dijumpai sebanyak 99 kasus pada tahun 2008. Kondisi tersebut menunjukkan masih rendahnya partisipasi dari ibu balita dalam mengimunisasikan balitanya di Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan. Upaya yang dilakukan melalui komunikasi petugas kesehatan dan dukungan tokoh agama belum optimal dalam mengubah perilaku ibu balita dalam imunisasi campak.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh komunikasi petugas kesehatan (metode, media, isi pesan, strategi pesan) dan dukungan tokoh agama (dukungan instrumental, dukungan informasional, dukungan emosional) terhadap perilaku ibu balita dalam imunisasi campak di Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan. Jenis Penelitian ini adalah survey explanatory. Populasi adalah ibu yang mempunyai balita (9 – 12 bulan) yang ada di wilayah kerja Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan. Sampel penelitian sebanyak 80 ibu balita yang diambil dengan menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji regresi logistik berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang memengaruhi perilaku ibu balita dalam imunisasi campak dari komunikasi petugas kesehatan adalah metode, media dan isi pesan, sedangkan dari dukungan tokoh agama adalah dukungan instrumental dan dukungan informasional. Media merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku ibu balita dalam imunisasi campak di Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan.
Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kota Medan untuk mengefektifkan media tentang imunisasi campak dalam upaya meningkatkan promosi kesehatan kepada masyarakat kota Medan khususnya di wilayah kerja Puskesmas Simalingkar serta meningkatkan partisipasi tokoh agama melalui sosialisasi tentang imunisasi campak.
Kata Kunci : Komunikasi, Dukungan, Perilaku Ibu Balita.
i
Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
The cases of measles in Simalingkar Health Center Medan Tuntungan Subdistrict Medan City was still excessive, which found cases of measles were 99 cases in 2008. The condition showed that the participation of mothers’ with babies were decrease in giving immunization to her babies in Simalingkar Health Center. The attempt done by communication of health officer an the support of religious figures were not optimal yet to change mothers’ behavior in measles immunization.
This research aimed to analyze the influence of communication of health officer (method, media, message content, message strategy) and the support of religious figures (instrumental support, informational support, emotional support) on mothers’ behavior in measles immunization in Simalingkar Health Center. This was survey research with an explanatory. The population were mothers with babies (9 -12 months) those who lived in Simalingkar Health Center. The samples of research were 80 mothers with babies using simple random sampling. Collecting data were done by interview assisted with questioner. Data were analyzed by using multiple logistic test.
The result of this survey showed that the factors that influenced on mothers’ behavior in measles immunization from the communication of the health officer were method, media and message content, and from the support of the religious figures were instrumental support and informational support. Media was the most influence variable on mother’s behavior in measles immunization in Simalingkar Health Center Medan Tuntungan Subdistrict Medan City.
It is suggested to Medan District Health Office to make media about measles immunization more effective in an effort to improve the promotion of health program for Medan’s Community, especially for those who live in working area of Simalingkar Health Center. It is also suggested to improve the participation of the religious figures through socialization about measles immunization.
Keywords : Communication, Support, Mothers’ behavior
ii
Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penyakit campak merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di
Indonesia. Penyakit campak sangat berbahaya karena dapat menyebabkan cacat dan kematian yang diakibatkan oleh komplikasi seperti radang paru (pneumonia), berakberak (diare), radang telinga (otitis media) dan radang otak (ensefalitis), terutama pada anak dengan gizi buruk.
Di dunia diperkirakan setiap tahun terdapat 30 juta orang yang menderita campak. Pada tahun 2002 dilaporkan kematian campak di dunia sebanyak 777.000 dan 202.000 diantaranya berasal dari negara ASEAN serta 15% dari kematian campak tersebut dari Indonesia. Tahun 2005 diperkirakan 345.000 kematian diseluruh dunia, yang terbanyak terjadi pada anak-anak (Depkes RI,2006). Insidens campak di Indonesia masih tinggi, lebih dari 30.000 ribu anak meninggal setiap tahun karena campak atau dengan kata lain setiap 20 menit terjadi 1 kematian.
Pada sidang World Health Assembly (WHA) tahun 1998 menetapkan kesepakatan global salah satunya adalah reduksi campak (RECAM) pada tahun 2000. Beberapa negara seperti Amerika dan berapa negara lainnya telah memasuki tahap eliminasi campak. Pada sidang WHO tahun 1996 menyimpulkan bahwa campak dimungkinkan untuk dieradikasi, karena satu-satunya pejamu (host) atau reservoir
1
Universitas Sumatera Utara

campak hanya manusia, diperkirakan eradikasi akan dapat dicapai 10-15 tahun setelah dieliminasi (Depkes RI, 2005). Dengan kata lain bahwa karena virus campak hanya dapat berkembang di tubuh manusia maka, campak bisa dihilangkan dengan memberikan kekebalan terhadap virus campak pada manusia, yaitu dengan imunisasi.
Pada tahun 2003 WHO membuat rencana dalam penanggulangan campak dengan tujuan utama menurunkan angka kematian campak sebanyak 50% pada tahun 2005 dibandingkan dengan angka kematian pada tahun 1999. Strategi tersebut berupa akselerasi surveilans campak, akselerasi respon KLB, cakupan rutin imunisasi campak tinggi (cakupan 90%) dan pemberian dosis kedua campak (Depkes RI,2006).
Kejadian penyakit campak sangat berkaitan dengan keberhasilan program imunisasi campak. Indikator yang bermakna untuk menilai ukuran kesehatan masyarakat di negara berkembang adalah imunisasi campak. Bila cakupan imunisasi mencapai 90% maka dapat berkontribusi menurunkan angka kesakitan dan angka kematian sebesar 80-90%. Amerika Serikat mencapai eradikasi campak pada tingkatan cakupan sekitar 90% (Depkes RI,2004). Indonesia pada saat ini berada pada tahap reduksi dengan pengendalian dan pencegahan Kejadian Luar Biasa (KLB). Tingkat penularan infeksi campak sangat tinggi sehingga sering menimbulkan KLB. Penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian imunisasi campak. Tanpa program imunisasi attack rate 93,5 per 100.000. Kasus campak dengan gizi buruk akan meningkatkan Case Fatality Rate (Depkes RI, 2006).
Di Indonesia program imunisasi campak dimulai sejak tahun 1984 dengan kebijakan memberikan 1 dosis pada bayi usia 9 bulan. Pada awalnya cakupan campak
Universitas Sumatera Utara

sebesar 12,7% di tahun 1984 kemudian meningkat sebesar 85,4% pada tahun 1990 dan bertahan pada 90,6% di tahun 2002, pada tahun 2004 cakupan naik menjadi 91,8%. Pada tahun 1990 Indonesia dinyatakan telah mencapai Universal Child Immunization (UCI) secara nasional. Hal ini memberikan dampak positip terhadap kecenderungan penurunan insiden campak, khususnya pada Balita dari 20.08/10.000 – 3,4/10.000 selam tahun 1992-1997. Jumlah kasus campak menurun pada semua golongan umur di Indonesia terutama anak-anak dibawah lima tahun pada tahun 1999 s/d 2001, namun setelah itu insidens rate tetap, dengan kejadian pada kelompok umur

Dokumen yang terkait

Dokumen baru