Pengaruh Program Life Skill Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai Terhadap Keberfungsian Sosial Anak Asuh

PENGARUH PROGRAM LIFE SKILL YAYASAN AL JAM’IYATUL
WASHLIYAH BINJAI TERHADAP KEBERFUNGSIAN SOSIAL
ANAK ASUH

SKRIPSI
Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan untuk Menyelesaikan Pendidikan Strata 1 (S1)
di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Disusun oleh :
DEWI MARIANA
060902015

DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011
1
Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL

HALAMAN PENGESAHAN
Skripsi ini telah dipertahankan di depan penguji skripsi Departemen Ilmu
Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera
Utara pada :

Nama : Dewi Mariana
NIM

: 060902015

Judul : Pengaruh Program Life Skill Yayasan Al - Jam’iyatul Washliyah
Binjai Terhadap Keberfungsian Sosial Anak Asuh.

Yang dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal :
Pukul

:

Tempat

:

TIM PENGUJI

Tanda Tangan

Ketua Penguji :

(……………………..)

Penguji I

:

(……………………..)

Penguji II

:

(……………………..)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
2
Universitas Sumatera Utara

HALAMAN PERSETUJUAN
Skripsi ini disetujui untuk dipertahankan oleh :

Nama

: Dewi Mariana

NIM

: 060902015

Departemen

: Ilmu Kesejahteraan Sosial

Judul

: Pengaruh Program Life Skill Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah
Binjai Terhadap Keberfungsian Sosial Anak Asuh

Medan, Maret 2011
PEMBIMBING

(Drs. Matias Siagian, M.Si)
NIP : 1963 0313 199303 1 001
KETUA DEPARTEMEN
ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL

(Hairani Siregar, S.Sos, M.SP)
NIP : 1971 0927 199801 2 001

DEKAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(Prof. Dr. Badaruddin, M.Si)
NIP : 1968 0525 199203 1 002

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
3
Universitas Sumatera Utara

DEWI MARIANA
060902015
ABSTRAK
PENGARUH PROGRAM LIFE SKILL YAYASAN AL JAM’IYATUL
WASHLIYAH KOTA BINJAI TERHADAP KEBERFUNGSIAN SOSIAL
ANAK ASUH
(Skripsi terdiri dari 6 bab 79 halaman, 31 tabel, 2 bagan,
24 kepustakaan serta lampiran)
Masalah pengangguran di Indonesia kondisinya saat ini sangat
memprihatinkan. Indonesia menempati urutan ke-133 dalam hal tingkat pengangguran
di dunia. Program kecakapan hidup merupakan suatu upaya yang baik dalam
membantu pemerintah mengurangi pengangguran. Salah satunya adalah Yayasan Al
Jam’iyatul Washliyah Binjai yang melaksanakan program tersebut kepada anak
asuhnya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan sikap
warga belajar di bidang pekerjaan tertentu sesuai dengan bakat, bermanfaat agar
mereka memiliki bekal kemampuan untuk bekerja/berusaha mandiri yang dapat
dijadikan bekal untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Dilatarbelakangi hal tersebut
maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yan berjudul ”Pengaruh Program
Life Skill Terhadap Keberfungsian Anak Asuh”.
Penelitian ini berbentuk Eksplanasi yaitu untuk menguji apakah suatu variabel
berasosiasi ataukah tidak dengan variabel lainnya. Untuk menguji pengaruh tersebut,
penulis menggunakan analisis data product moment dan koefisien determinasi.
Penelitian dilaksanakan di Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai Jalan Jenderal.
Ahmad Yani No. 35 Binjai dengan jumlah populasi sebanyak 20 orang anak asuh.
Dari hasil perhitungan diperoleh rxy = 0,518 dengan kata lain kofisien korelasi
bernilai positif yang artinya kenaikan variabel yang satu akan diikuti oleh kenaikan
variabel yang lainnya. Hasil perhitungan melalui uji hipotesis pada tabel kofisien
korelasi product moment taraf signifikan 5% (0,444) untuk n = 20 diperoleh bahwa
ternyata r-hitung lebih besar dari r-tabel atau 0,518 > 0,444 sehingga hipotesis
alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak yang berarti terdapat pengaruh program
life skill yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai terhadap Keberfungsian Sosial
Anak asuh. Maka berdasarkan ketentuan Bungin, koefisien korelasi r sebesar 0,518
mempunyai arti bahwa pengaruh Program Life Skill Yayasan Al Jami’iyatul Binjai
terhadap Keberfungsian Sosial Anak Asuh menunjukkan hubungan positif yang
mantap. Hasil perhitungan koefisien determinasi yang digunakan untuk mengetahui
sekaligus membuktikan hipotesis, diperoleh tingkat pengaruh sebesar 26,8%.
Kata Kunci : Program Life Skill, Keberfungsian Sosial.

UNIVERSITY OF NORTH SUMATERA
FACULTY OF SOCIAL AND POLITICAL SCIENCE

4
Universitas Sumatera Utara

DEPARTMENT OF SOCIAL WELFARE
DEWI MARIANA
06092015
ABSTRACT
THE INFLUENCE OF LIFE SKILL AT YAYASAN AL JAM’IYATUL
WASHLIYAH BINJAI TO THE SOCIAL FUNCTIONING OF
THE CARED CHILD
(Thesis consist of 6 chapters, 79 pages, 31 tables, 2 charts,
24 bibliographies and annexes)
The problem of unemployment in Indonesia is currently very poor condition.
Indonesia ranks 133 in terms of unemployment rates in the world. Life skills program
is a good effort in helping the government to reduce unemployment. One is the
foundation of Al Jam'iyatul Washliyah Binjai that implement these programs to foster
children. The aim is to improve the skills, knowledge and attitudes of citizens to study
in certain occupations according to their talents, they would get the benefit for the
ability to work / seek independent that can be equipped to improve the quality of life.
Background of these two authors are interested to conduct research yan entitled
"Influence Life Skill Program on Functionality of Foster Children. "
This research is an explanation study, namely by test whether one of variable
has or not association to the other ones. In order to test the influence, the writer
applies the data product moment analysis and coefficient determination. This research
was conducted at Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai Jalan Jenderal Ahmad
Yani No. 35 Binjai with the number of population is 20 persons.
Based on the calculation, it obtain rxy = 0.518 or in another word the
correlation coefficient is positive means the increasing of one variable will followed
by the increasing of another variable. The results of calculation through hypothesis
test on product moment correlation coefficient in significant level of 5% (0.444) for
n = 20 indicates that r-calculated is bigger than r-table or 0.518 > 0.444. Therefore,
the alternative hypothesis is accepted and the null hypothesis is rejected means there
is an influence of the life skill program at Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai to
the social Functioning of the cared child. Based on the Bungin term, the correlation
coefficient r for 0.518 means that the influence of Life Skill Program at Yayasan Al
Jam’iyatul Binjai to the social functioning of the cared child has a robust positive
relationship. The calculation of coefficient determination to prove the hypothesis is
26.8%.
Keywords: Life Skill Program, Social Functioning

5
Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Bismillaahirrohmaanirrohiim

Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah ‘Azzawajalla, hanya kepada-Nya kita
memuji, memohon pertolongan, dan pengampunan. Kepada-Nya pula kita berlindung
dari segala kejahatan diri dan buruknya amal perbuatan. Barangsiapa yang diberikan
Allah ‘Azzawajalla hidayah, maka tiada seorang pun yang mampu memberinya
petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada Illah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali
Allah ‘Azzawajalla dan aku bersaksi bahwa Muhammad Sholallohu ‘Alaihi wa
Sallam adalah hamba dan utusan-Nya.
Alhamdulillah, atas segala limpahan Rahmad dan Karunia-Nya, segala
kemudahan yang diberikan Allah ‘ Azzawajalla kepada penulis baik

berupa

dukungan dari orang tua, keluarga, serta teman-teman maupun bantuan yang tidak
terhingga dari berbagai pihak akhirnya karya ilmiah sederhana inidapat diselesaikan.
Penulis menyadari, bahwa karya ilmiah sederhana ini masih jauh dari
sempurna. Kesalahan dan kekurangan dalam tulisan maupun dalam penggunaan
kaidah ilmiah sebuah penelitian menjadikan skripsi ini layak untuk dikoreksi dan
ditinjau kembali kearah yang lebih baik. Oleh karena itu penulis memohon maaf atas
segala kekhilafan dan mengharapkan masukan yang membangun bagi kesempurnaan
skripsi ini.

6
Universitas Sumatera Utara

Sepatutnya penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada
berbagai pihak yang turut membantu dan telah memberikan dukungan yang luar biasa,
diantaranya :
1. Bapak Rektor Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan
kesempatan kepada penulis untuk mengikuti pendidikan di Universitas
Sumatera Utara. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas bapak dan
keluarga dengan segala kebaikan.
2. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.Si, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan
kesempatan kepada penulis untuk mengikuti pendidikan di Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Semoga Allah
Subhanahu wa Ta’ala membalas bapak dan keluarga dengan segala
kebaikan.
3. Kepada Ibu Hairani Siregar, S.Sos, M.SP selaku Ketua Departemen Ilmu
Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Sumatera Utara Medan.
4. Kepada Bapak Drs. Matias Siagian, M.Si selaku dosen pembimbing.
Pembimbingan yang beliau sampaikan dengan bijak dan sabar dalam
mengarahkan dan mendorong dalam penyelesaian skripsi ini, sangat
menambah referensi keilmuan penulis.
5. Kepada H. Nizamuddin, SH, Amiruddin Batubara dan staf-staf lainnya
yang telah memberikan izin untuk penelitian di Yayasan Al Jam’iyatul
Washliyah Binjai.

7
Universitas Sumatera Utara

6. Kepada adik-adikku di Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai yang telah
merelakan waktu dan pikirannya untuk membantu penulis dalam mengisi
kuesioner. Tanpa bantuan kalian maka skripsi ini tidak akan pernah
selesai.
7. Kepada Bapak dan Ibu seluruh staff pengajar, terkhusus Departemen
Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU, peranan bapak dan ibu sekalian
selama proses perkuliahan yang penulis ikuti sangat menambah keilmuan
penulis dalam bidang sosial dan bidang keilmuan lainnya. Semoga ilmu
yang bapak dan ibu berikan kepada kami menjadi amal baik di sisi Allah
Subhanahu wa Ta’ala.
8. Kepada Ibu Zuraida dan seluruh staff administrasi FISIP USU yang
telah menjalankan tugas dan fungsi dengan baik, penulis mengucapkan
terima kasih atas segala pelayanan yang telah bapak dan ibu berikan serta
permohonan maaf penulis atas segala kesalahan selama berurusan
berkaitan dengan administrasi.
9. Kepada ayahanda Bripka. Sunarto dan Ibunda tercinta Tina Melinda
Hutagalung, S.Sos, yang telah membesarkan penulis dan selalu
memberikan dukungan moril maupun materil

dari masa kecil hingga

sekarang, bersusah payah dan tanpa pamrih berbuat yang terbaik demi
kemajuan anak-anaknya yang tidak akan mungkin penulis lupakan sampai
akhir hayat.
10. Terkhusus buat sahabat ku de’Qhueba yaitu bhe, tante (moniq), opunk
(diah), banyak pelajaran yang bisa penulis ambil selama satu geng
bersama kalian. Terima kasih dan permohonan maaf penulis kepada kalian
semua, terlalu banyak guyonan kita yang menorehkan luka, betapa banyak

8
Universitas Sumatera Utara

canda tawa kita yang meruntuhkan wibawa yang semoga bisa kita ambil
hikmah dan pelajaran.
11. Buat seluruh teman-teman di Ilmu Kesejahteraan Sosial terkhusus stambuk
2006 mulai dari nomor awal hingga akhir, seperti Ade, Gugus, Anang,
Edo, Rahmad, Demol, Amad, Immanuel, Ananta, Hermanto. Dan juga
teman yang sudah saya anggap saudara Alm. mas Agung, mas Dwinanda
dan rekan lainnya yang tidak tersebutkan yang menjadi bagian yang tidak
akan terpisahkan dalam hidup penulis.
12. Buat adikku, Reny Sasmitha dan Budhi Handoko, dan juga kakak
sepupu ku kak Devi Panggabean yang senantiasa memberikan semangat
kepada penulis selama penyelesaian skripsi ini. Dan buat kedelapan kucing
ku yang telah memberikan kesenangan kepada penulis

selama

penyelesaian skripsi ini.
13. Terima kasih penulis ucapkan kepada semua pihak yang tidak dapat
penulis sebutkan satu persatu, yang telah bersedia meluangkan waktu,
tenaga dan pikirannya guna membantu penyelesaian skripsi ini. Kepada
orang-orang yang dahulu sempat mengisi hari-hari penulis dan sempat
memberikan warna abstrak pada kehidupan penulis, penulis memohon
maaf atas segala kekhilafan yang pernah dilakukan.

9
Universitas Sumatera Utara

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu
penulis dengan segala kerendahan hati mengharapkan saran-saran maupun kritikan
yang sifatnya membangun, akhirnya penulis sekali lagi mengucapkan terima kasih
yang sebesarnya atas semua bantuannya. Penulis berharap, karya sederhana ini dapat
memberikan manfaat bagi pembaca. Amin.

Medan,

Maret 2011

Penulis,

Dewi Mariana

10
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN PERSETUJUAN
ABSTRAK…………………………………………………………………………….i
KATA PENGANTAR…………………………………………………...……….....vii
DAFTAR ISI………………………………………………………………..…..….viii
DAFTAR TABEL……………………………………………………………..…….ix
DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………….....xii
DAFTAR LAMPIRAN…………………………………………………………....xiii
BAB I. PENDAHULUAN………………………………………………………...…1
1.1. Latar Belakang………………………………………………………..….1
1.2. Perumusan Masalah……………………………………………………....6
1.3. Tujuan Dan Manfaat Penelitian……………………………………...…...6
1.3.1 Tujuan Penelitian……………………………………………..….6
1.3.2 Manfaat Penelitian…………………………………………….....6
1.4. Sistematika Penulisan………………………………………………..…..6
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA…………………………………………………..8
2.1. Life Skill……...………………………………………………......……..8
2.1.1. Pengertian Life Skill……....……………..……………………....8
2.1.2. Ciri Pendidikan Life Skill..……………………………………...11
2.1.3. Tujuan Life Skill……………………………………..................12
2.1.4. Kriteria dan Sasaran Life Skill..………………………………...13
2.1.5. Manfaat Life Skill.......……………………………………….....14
2.2. Panti Asuhan Sebagai Lembaga Sosial………………….……………..15
2.3. Keberfungsian Sosial..............................................................................19

11
Universitas Sumatera Utara

2.4. Keterampilan dan Keberfungsian Sosial..................................................22
2.5. Kesejahteraan Sosial................................................................................25
2.6. Kerangka Pemikiran.................................................................................27
2.7. Hipotesis...................................................................................................29
2.8. Defenisi Konsep.......................................................................................30
2.9. Defenisi Operasional................................................................................31
BAB III. METODE PENELITIAN…...……………………………….................33
3.1. Tipe Penelitian………………………………………………………......33
3.2. Lokasi Penelitian…………………………………………………...…...33
3.3. Populasi Penelitian...…………………………………………………....33
3.4. Teknik Pengumpulan Data……………………………………………...34
3.5. Teknik Analisa Data………………………………………………..…..35
BAB IV. DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN………………………………....36
4.1. Sejarah Singkat Berdirinya Yayasan……...………………………….....36
4.2. Letak dan Kedudukan Lembaga……..………………………………....37
4.3. Struktur Organisasi Lembaga………….…………………………….....37
4.4. Sumber Daya dan Sumber Dana Pengelolaan Yayasan ….………….....39
4.4.1.Jumlah Pengurus/Personil Panti..................................................39
4.4.2.Sumber Dana /Keuangan Lembaga.............................................40
4.5. Fasilitas Yayasan........................................…....………………………..41
4.6. Keadaan Umum Anak Asuh di Yayasan ………………………...……..42
4.6.1. Jumlah Anak Asuh...................................................................42
4.6.2. Identifikasi/Kategori Penerimaan Anak Asuh..........................43
4.7. Tujuan dan Kegiatan Pelayanan Yayasan................................................44
4.7.1. Tujuan Pelayanan Yayasan......................................................44

12
Universitas Sumatera Utara

4.7.2. Kegiatan dalam Yayasan..........................................................44
4.8. Peran dan Fungsi Yayasan.......................................................................46
4.9. Fungsi Panti Asuhan.................................................................................47
4.10.Hubungan panti Asuhan dengan Lingkungan Sekitar..............................48
BAB V. ANALISA DATA..………………………………………………………..49
5.1. Karakteristik Umum Responden………………………..……...……….49
5.2. Pelaksanaan Program Kecakapan Hidup bagi Warga Binaan..…..……..55
5.3. Keberfungsian Sosial Setelah Mengikuti Program Kecakapan
Hidup........................................................................................................64
5.4. Hipotesis...................................................................................................74
BAB VI. PENUTUP………………………………………………………………..77
6.1.Kesimpulan ………………………………….………………………...77
6.1.1. Saran………………………………………………………………........78
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

13
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 4.1.

Jumlah Pengurus dan Personil Yayasan..……………….....................38

Tabel 4.2.

Fasilitas Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai..............................40

Tabel 4.3.

Klasifikasi Anak asuh Berdasarkan Tingkat Usia dan Pendidikan......41

Tabel 4.4.

Identifikasi/Kategori Anak Asuh Berdasarkan Latar Belakang Menjadi
Anak Asuh............................................................................................42

Tabel 5.1.

Distribusi Responden Berdasarkan Usia..............................................48

Tabel 5.2.

Distribusi Responden Berdasarkan Jenis kelamin................................49

Tabel 5.3.

Distribusi Responden Berdasarkan Suku Bangsa................................50

Tabel 5.4.

Distribusi Responden Berdasarkan Latar Belakang.............................51

Tabel 5.5.

Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan Orang Tua...................52

Tabel 5.6.

Distribusi Responden Berdasarkan Penghasilan Orang Tua................53

Tabel 5.7.

Distribusi Responden Mengikuti Program Keterampilan....................54

Tabel 5.8.

Distribusi Responden mengenai Kecukupan Lama Waktu Pelatihan
Program Life Skill................................................................................55

Tabel 5.9.

Distribusi Responden Mengenai Cara Mengajar yang Dilakukan oleh
pengajar................................................................................................56

Tabel 5.10.

Distribusi Responden Mengenai Kejelasan Materi yang Diajarkan
Tenaga Pengajar...................................................................................56

Tabel 5.11.

Distribusi Responden Mengenai Kelengkapan Buku Panduan/Diklat
yang Diberikan Yayasan......................................................................57

14
Universitas Sumatera Utara

Tabel 5.12.

Distribusi Responden Mengenai Frekuensi Bertanya Responden
Terhadap Materi yang Kurang Mengerti..............................................58

Tabel 5.13.

Distribusi Responden Mengenai Tingkat Kesulitan yang Dialami
dalam Mengikuti Program Life Skill....................................................59

Tabel 5.14.

Distribusi Responden Mengenai Keterampilan yan Lebih Disukai
Responden............................................................................................60

Tabel 5.15.

Pandangan Responden atas Penggunaan Komputer Satu Unit Setiap
Orang saat Pelatihan.............................................................................61

Tabel 5.16.

Pandangan Responden Terhadap Kelengkapan Peralatan untuk
Pelatihan Sablon...................................................................................62

Tabel 5.17.

Pandangan Responden Mengenai Kualitas Peralatan
Komputer/Sablon..................................................................................63

Tabel 5.18.

Pandangan Responden Mengenai Kesesuaian Keterampilan dengan
Kebutuhan........................................................................................... 64

Tabel 5.19.

Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan Sekarang..................... 65

Tabel 5.20.

Kontribusi Keterampilan Dalam Upaya Memperoleh
Pekerjaan..............................................................................................67

Tabel 5.21.

Kesesuaian Pekerjaan Responden dengan Keterampilan yang
Diperoleh..............................................................................................68

Tabel 5.22.

Kesesuaian Pekerjaan dengan Bakat yang Dimiliki.............................68

Tabel 5.23.

Distribusi Responden Berdasarkan Penghasilan..................................69

Tabel 5.24.

Distribusi Responden Mengenai Kepada Siapa Penghasilan
Diberikan..............................................................................................70

Tabel 5.25.

Distribusi Responden Berdasarkan Cukup Tidaknya Penghasilan
Memenuhi Kebutuhan Sandang dan Pangan........................................71

15
Universitas Sumatera Utara

Tabel 5.26.

Distribusi Responden Berdasarkan Pemenuhan Empat Sehat Lima
Sempurna..............................................................................................72

Tabel 5.27.

Perbandingan Kondisi Kehidupa n Saat Ini dengan Sebelum
Memperoleh
Pelatihan...............................................................................................73

16
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran…………......……………………………………..28
Gambar 4.6 Struktur Pemerintahan Dan Kepemimpinan Di Kelurahan Dataran
Tinggi Binjai Kecamatan Binjai TimurKota Binjai………….......…….37

17
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

1. Surat Keputusan Tentang Dosen Pembimbing Penulisan Proposal/Penelitian
Skripsi
2. Surat Permohonan Izin Penelitian Kepada Kepala Yayasan Al Jam’iyatul
Washliyah Binjai.
3. Surat Balasan dari Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai.
4. Berita Acara Seminar Proposal Penelitian
5. Lembar Kegiatan Bimbingan Penelitian Penulisan Skripsi
6. Kuesioner Penelitian
7. Hitungan Variabel X
8. Hitungan Variabel Y
9. Kalkulasi Variabel X dan Y

18
Universitas Sumatera Utara

DEWI MARIANA
060902015
ABSTRAK
PENGARUH PROGRAM LIFE SKILL YAYASAN AL JAM’IYATUL
WASHLIYAH KOTA BINJAI TERHADAP KEBERFUNGSIAN SOSIAL
ANAK ASUH
(Skripsi terdiri dari 6 bab 79 halaman, 31 tabel, 2 bagan,
24 kepustakaan serta lampiran)
Masalah pengangguran di Indonesia kondisinya saat ini sangat
memprihatinkan. Indonesia menempati urutan ke-133 dalam hal tingkat pengangguran
di dunia. Program kecakapan hidup merupakan suatu upaya yang baik dalam
membantu pemerintah mengurangi pengangguran. Salah satunya adalah Yayasan Al
Jam’iyatul Washliyah Binjai yang melaksanakan program tersebut kepada anak
asuhnya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan sikap
warga belajar di bidang pekerjaan tertentu sesuai dengan bakat, bermanfaat agar
mereka memiliki bekal kemampuan untuk bekerja/berusaha mandiri yang dapat
dijadikan bekal untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Dilatarbelakangi hal tersebut
maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yan berjudul ”Pengaruh Program
Life Skill Terhadap Keberfungsian Anak Asuh”.
Penelitian ini berbentuk Eksplanasi yaitu untuk menguji apakah suatu variabel
berasosiasi ataukah tidak dengan variabel lainnya. Untuk menguji pengaruh tersebut,
penulis menggunakan analisis data product moment dan koefisien determinasi.
Penelitian dilaksanakan di Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai Jalan Jenderal.
Ahmad Yani No. 35 Binjai dengan jumlah populasi sebanyak 20 orang anak asuh.
Dari hasil perhitungan diperoleh rxy = 0,518 dengan kata lain kofisien korelasi
bernilai positif yang artinya kenaikan variabel yang satu akan diikuti oleh kenaikan
variabel yang lainnya. Hasil perhitungan melalui uji hipotesis pada tabel kofisien
korelasi product moment taraf signifikan 5% (0,444) untuk n = 20 diperoleh bahwa
ternyata r-hitung lebih besar dari r-tabel atau 0,518 > 0,444 sehingga hipotesis
alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak yang berarti terdapat pengaruh program
life skill yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai terhadap Keberfungsian Sosial
Anak asuh. Maka berdasarkan ketentuan Bungin, koefisien korelasi r sebesar 0,518
mempunyai arti bahwa pengaruh Program Life Skill Yayasan Al Jami’iyatul Binjai
terhadap Keberfungsian Sosial Anak Asuh menunjukkan hubungan positif yang
mantap. Hasil perhitungan koefisien determinasi yang digunakan untuk mengetahui
sekaligus membuktikan hipotesis, diperoleh tingkat pengaruh sebesar 26,8%.
Kata Kunci : Program Life Skill, Keberfungsian Sosial.

UNIVERSITY OF NORTH SUMATERA
FACULTY OF SOCIAL AND POLITICAL SCIENCE

4
Universitas Sumatera Utara

DEPARTMENT OF SOCIAL WELFARE
DEWI MARIANA
06092015
ABSTRACT
THE INFLUENCE OF LIFE SKILL AT YAYASAN AL JAM’IYATUL
WASHLIYAH BINJAI TO THE SOCIAL FUNCTIONING OF
THE CARED CHILD
(Thesis consist of 6 chapters, 79 pages, 31 tables, 2 charts,
24 bibliographies and annexes)
The problem of unemployment in Indonesia is currently very poor condition.
Indonesia ranks 133 in terms of unemployment rates in the world. Life skills program
is a good effort in helping the government to reduce unemployment. One is the
foundation of Al Jam'iyatul Washliyah Binjai that implement these programs to foster
children. The aim is to improve the skills, knowledge and attitudes of citizens to study
in certain occupations according to their talents, they would get the benefit for the
ability to work / seek independent that can be equipped to improve the quality of life.
Background of these two authors are interested to conduct research yan entitled
"Influence Life Skill Program on Functionality of Foster Children. "
This research is an explanation study, namely by test whether one of variable
has or not association to the other ones. In order to test the influence, the writer
applies the data product moment analysis and coefficient determination. This research
was conducted at Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai Jalan Jenderal Ahmad
Yani No. 35 Binjai with the number of population is 20 persons.
Based on the calculation, it obtain rxy = 0.518 or in another word the
correlation coefficient is positive means the increasing of one variable will followed
by the increasing of another variable. The results of calculation through hypothesis
test on product moment correlation coefficient in significant level of 5% (0.444) for
n = 20 indicates that r-calculated is bigger than r-table or 0.518 > 0.444. Therefore,
the alternative hypothesis is accepted and the null hypothesis is rejected means there
is an influence of the life skill program at Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai to
the social Functioning of the cared child. Based on the Bungin term, the correlation
coefficient r for 0.518 means that the influence of Life Skill Program at Yayasan Al
Jam’iyatul Binjai to the social functioning of the cared child has a robust positive
relationship. The calculation of coefficient determination to prove the hypothesis is
26.8%.
Keywords: Life Skill Program, Social Functioning

5
Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 1,3 persen per tahun bukan saja
merupakan lampu kuning bagi pemerintah. Kondisi ini memberi dampak luas bagi
penyediaan pangan, pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja. Belum lagi jumlah
penduduk miskin dan pengangguran masih tinggi. Masalah yang muncul dari
pengangguran tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi dan ketenagakerjaan tetapi
berimplikasi lebih luas, mencakup aspek sosial, psikologis dan bahkan politik.
Peningkatan pengangguran berpengaruh besar terhadap kondisi negara secara
keseluruhan, antara lain meningkatnya jumlah penduduk miskin.
Berdasarkan

data

Badan

Pusat

Statistik

jumlah

angkatan

kerja

menganggur pada tahun 2005 adalah 10,26 persen, sedangkan pada tahun 2007
diperkirakan bertambah 12,6 juta jiwa. Dengan demikian, jumlah penduduk
miskin diperkirakan mencapai 45,7 juta jiwa. Angka ini berasal dari 1,6 juta
pengangguran baru, menambah jumlah pengangguran yang sudah ada sebesar 11
juta. Angka 1,6 juta pengangguran itu berasal dari angkatan kerja yang tidak
tertampung oleh kesempatan kerja pada 2007 sebesar 1,4 juta orang
(BPS, 2005 ).
Angka pengangguran tahun 2010 diperkirakan masih tinggi, berkisar antara 810%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2010 yang diproyeksikan 5 persen,

19
Universitas Sumatera Utara

dinilai tidak cukup menyerap seluruh tenaga kerja yang memasuki usia kerja.
“Tingkat pengangguran dan kemiskinan masih sangat tinggi, yaitu sebesar 8 hingga
10 persen untuk pengangguran dan 12 persen sampai 14 persen untuk tingkat
kemiskinan,”. Untuk menjaga tingkat kemiskinan dan pengagguran pemerintah harus
memperhatikan beberapa hal, antara lain adalah inflasi harus berkisar antara 4 persen
sampai 6 persen. “Selain itu, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang harus
relatif rendah, yakni 5-7 persen, kemudian Defisit APBN yang mencapai 1 persen
sampai 2 persen. Disamping itu, pemerintah juga harus menjaga nilai tukar rupiah Rp
9.700 – Rp 10.200 per USD. Dengan kondisi ekonomi yang stabil, tingkat
pengangguran dan kemiskinan dapat ditekan. Hal lainnya strategi pembangunan perlu
diarahkan untuk penyediaan lapangan kerja, sehingga masalah kemiskinan dan
pengangguran yang masih di atas 8 persen saat ini dapat diatasi secara mendasar dan
martabat bangsa dapat benar-benar ditegakkan (BPS, 2010 ).
Masalah

pengangguran

saat

ini

masih

memprihatinkan.

Penyebab

pengangguran di Indonesia antara lain adalah terletak pada masalah sumber daya
manusia itu sendiri dan keterbatasan lapangan pekerjaan. Indonesia menempati urutan
ke-133 dalam hal tingkat pengangguran di dunia. Semakin rendah peringkatnya maka
semakin banyak pula jumlah pengangguran yang terdapat di negara tersebut.
Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan
kerja, yang disebabkan antara lain: perusahaan yang menutup atau mengurangi
volume usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif,
peraturan yang menghambat inventasi, hambatan dalam proses ekspor impor, dan
lain-lain (Susanto, 2000).

20
Universitas Sumatera Utara

Pada umumnya pengangguran umumnya disebabkan oleh jumlah angkatan
kerja yang tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja. Pengangguran seringkali
menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran,
produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga menimbulkan
kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya. Angkatan kerja yang sedang mencari
pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan-persyaratan yang diminta oleh dunia
kerja. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja.
Rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu akar
dari kemiskinan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka harus diambil
langkah-langkah jangka panjang seperti, membangun dan mengembangkan mental
SDM yang mandiri, dan berjiwa kompetitif. Pendidikan merupakan salah satu sarana
mewujudkan upaya pengembangan SDM tersebut. Oleh sebab itu pemerintah perlu
menjadikan pengembangan pendidikan sebagai prioritas utama dalam merencanakan
program kerja pembangunan di masa mendatang (Danim, 2002: 89).
Selama ini pemerintah telah melakukan berbagai upaya peningkatan mutu
pendidikan, antara lain melalui penyempurnaan kurikulum, pengadaan buku ajar,
peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan, pengadaan fasilitas pendidikan
seperti perpustakan, laboratorium, serta perbaikan dan peningkatan manajemen
pendidikan, namun berbagai indikator menunjukka n bahwa mutu pendidikan masih
belum meningkat secara signifikan.
Bukti tentang kebenaran laporan UNDP ini dapat dilihat dari tingginya angka
drop out pendidikan di Indonesia. Untuk tahun 2001, dari sekitar 38,4 juta yang
terdaftar di SD dan Madrasah, hanya 9,4 juta yang masuk ke SLTP, 5,6 juta kemudian

21
Universitas Sumatera Utara

masuk ke SLTA dan akhirnya hanya sekitar 1,6 juta yang bisa meneruskan ke
perguruan tinggi. Angka ini belum termasuk mereka yang kemudian drop out di
tengah jalan. Masalah yang cukup serius adalah bahwa sebagian besar dari mereka
yang drop-out tidak terserap oleh lapangan kerja yang tersedia. Salah satu
penyebabnya adalah karena mereka tidak memiliki keterampilan memadai yang sesuai
dengan tuntutan lapangan kerja yang tersedia (http://www.datastatistikindonesia.com
/content/890056 diakses pada tanggal 26 Mei 2010 pada pukul 13.30)
Salah satu institusi yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas
sumber daya manusia adalah Panti Asuhan. Panti asuhan tidak hanya sebagai tempat
menimba ilmu, tetapi juga tempat peningkatan keterampilan. Hal ini bisa terlaksana
karena panti asuhan memiliki kelebihan dari sekolah umum yang ada pada umumnya,
antara lain:
a. Penyelengaraan pendidikan asuhan dalam bentuk asrama memungkinkan para
anak asuh belajar disiplin, menjalin kebersamaan, tenggang rasa, toleransi,
mandiri, dan sederhana karena fasilitas yang tersedia amat terbatas.
b. Selain memperoleh pendidikan agama dan budi pekerti anak asyh, juga
memperoleh pendidikan umum, meskipun kadarnya masih sangat rendah jika
dibandingkan dengan sekolah-sekolah umum.
c. Di panti asuhan diajarkan beberapa keterampilan sebagai bekal hidup mandiri,
meski belum tentu sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang sedang berubah
serta model pembangunan ekonomi yang disebutkan sebelumnya. Dengan
demikian, para lulusan pondok panti asuhan maupun mereka yang drop out lebih
mandiri ketika kembali ke lingkungan masyarakatnya.

22
Universitas Sumatera Utara

d. Sistem yang dikembangkan panti asuhan lebih memungkinkan para anak asuh
berkompetisi secara realistis, dalam prestasi belajar berusaha dan bekerja.
Pengembangan sikap egalitarian di kalangan para santri merupakan ciri dan
kelebihan pondok panti asuhan.
e. Panti asuhan menciptakan ikatan persaudaraan antara para santri tanpa paksaan,
dengan jangkauan yang luas dan panjang menjadi modal dasar terpenting dalam
membangun masyarakat madani.
f. Sistem panti memungkinkan timbulnya semangat belajar tanpa henti. Mereka
belajar agar mampu mengatasi persoalan-persoalan hidupnya (Soetomo, 2006 :
38).
Jika dilihat kelebihan panti asuhan dibandingkan dengan lembaga pendidikan
lain maka program keterampilan hidup (life skill) sangat cocok untuk diterapkan
dalam pendidikan di panti asuhan. Dengan memberikan keterampilan kepada anak
asuh diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran.
Melihat pentingnya program life skill ini, Pimpinan Yayasan Al Jam’iyatul
Washliyah Binjai mencoba menjalankan program life skil tersebut di Yayasan Al
Jam’iyatul Washliyah Binjai. Bimbingan

life skill yang dilakukan Yayasan Al

Jami’atul Washliyah Binjai ini adalah keterampilan komputer dan sablon.
Keterampilan yang diberikan diharapkan menjadi bekal bagi anak asuh untuk
memperoleh pekerjaan sehingga mampu menjalankan fungsional.. Hal inilah yang
membuat peneliti tertarik melakukan penelitian di Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah
Binjai, dengan judul “Pengaruh Program Life Skill Yayasan Al Jam’iyatul
Washliyah Binjai Terhadap Keberfungsian Sosial Anak Asuh.”

23
Universitas Sumatera Utara

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang, penulis merumuskan masalah
penelitian sebagai berikut: Sejauh mana pengaruh program life skill Yayasan Al
Jam’iyatul Washliyah Binjai terhadap keberfungsian sosial anak asuh ?

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh program
life skill terhadap keberfungsian sosial anak asuh di Yayasan Al Jam’iyatul
Washliyah Binjai.

1.3.2 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai refrensi dalam rangka
memperbaiki kebijakan penanggulangan kemiskinan, acuan model pelaksanaan
program pelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia,
khususnya mereka yang tidak memasuki perguruan tinggi.

1.4 Sistematika Penulisan
Penulisan penelitian ini disajikan dalam enam bab dengan sistematika sebagai
berikut:
BAB I

: PENDAHULUAN
Berisi latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan manfaat
penelitian, serta sistematika penulisan.

24
Universitas Sumatera Utara

BAB II

: TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisikan uraian dan konsep yang berkaitan dengan masalah
dan objek yang diteliti, kerangka pemikiran, defenisi konsep dan
defenisi operasional.

BAB III

: METODE PENELITIAN
Bab ini berisikan tipe penelitian, lokasi penelitian, teknik
pengumpulan data, serta teknik analisa data.

BAB IV

: DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
Bab ini berisikan sejarah singkat serta gambaran umum lokasi
penelitian dan data-data lain yang turut memperkaya karya ilmiah ini.

BAB V

: ANALISA DATA
Bab ini berisikan tentang uraian data yang diperoleh dari hasil
penelitian berserta dengan analisisnya.

BAB VI

: PENUTUP
Bab ini berisikan kesimpulan dan saran yang bermanfaat sehubungan
dengan penelitian yang telah dilakukan.

25
Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Life skill
2.1.1. Pengertian Life Skill
Menurut Tatang Amirin istilah skill diartikan sebagai keterampilan, padahal
keterampilan mempunyai makna yang sama dengan kecakapan fisik dan pekerjaan
tangan. Hal ini menyebabkan life skill sering dimaknai hanya sebagai vocational skill,
keterampilan kerja-kejuruan (pertukangan) atau kemampuan yang perlu dimiliki oleh
peserta didik agar mereka dapat segera bekerja mencari nafkah untuk kehidupannya.
Pemahaman ini juga didukung oleh Muchlas Samani yang menyatakan: “Pengertian
kecakapan hidup lebih luas dari keterampilan untuk bekerja. Baik orang yang bekerja
maupun yang tidak bekerja tetap memerlukan kecakapan hidup, karena mereka pun
menghadapi berbagai masalah yang harus dipecahkan. Setiap orang selalu menemui
masalah

yang

memerlukan

pemecahan

(http://www.pkbmpls.wordpress.com

/categorylife-skills,diakses pada tanggal 30 Oktober 2009 pukul 15.15).
Menurut Dirjen Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda pengertian life skill
dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu :
a. Pengertian Teoritis

26
Universitas Sumatera Utara

Life skill adalah interaksi berbagai pengetahuan dan kecakapan yang sangat
penting dimiliki oleh seseorang sehingga mereka dapat hidup mandiri. Life skill di
kelompokkan ke dalam tiga kelompok kecakapan sebagai berikut :
1. Kecakapan hidup sehari-hari, antara lain meliputi :
Pengelolaan kebutuhan pribadi, pengelolaan keuangan pribadi, pengelolaan
rumah pribadi, kesadaran kesehatan, kesadaran keamanan, pengelolaan
makanan bergizi, pengelolaan pakaian, kesadaran pribadi sebagai warga
negara, pengelolaan waktu luang, rekreasi dan kesadaran lingkungan.
2. Kecakapan hidup sosial/pribadi, antara lain meliputi :
Kesadaran diri (minat, bakat, sikap, kecakapan), percaya diri, komunikasi
dengan orang lain, tenggang rasa dan kepedulian dan pemecahan masalah,
menemukan dan mengembangkan kebiasaan positif, kemandirian dan
kepemimpinan.
3. Kecakapan hidup bekerja, antara lain meliputi:
Kecakapan memilih pekerjaan, perencanaan kerja, persiapan keterampilan
kerja, latihan keterampilan, penguasaan kompetensi, menjalankan suatu profesi,
kesadaran untuk menguasai dan menerapkan teknologi, merancang dan
melaksanakan proses pekerjaan, dan menghasilkan produk barang dan jasa
(Dirjen PLSP, Direktorat Tenaga Teknis, 2004: 4 ).
WHO

(1997)

mengemukakan

kecakapan

hidup

adalah

berbagai

keterampilan/kemampuan untuk dapat beradaptasi dan berperilaku positif, yang
memungkinkan seseorang mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam
hidupnya sehari-hari secara efektif. WHO mengelompokkan kecakapan hidup ke
27
Universitas Sumatera Utara

dalam lima kelompok yaitu, kecakapan mengenal diri atau kecakapan pribadi,
kecakapan sosial, kecakapan berpikir, kecakapan akademik, serta kecakapan kejuruan
(Dirjen PLSP, Direktorat Tenaga Teknis, 2004: 5).
Berdasarkan uraian tersebut, dapat diketahui bahwa hakikat pendidikan
kecakapan hidup dalam pendidikan nonformal adalah upaya meningkatkan
keterampilan pengetahuan, sikap dan kemampuan yang memungkinkan warga belajar
dapat hidup mandiri.
b.

Pengertian Operasional
Istilah life skills menurut pengertian operasional adalah kecakapan yang dimiliki

seseorang untuk mau dan berani menghadapi problema hidup dan penghidupan secara
wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta
menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya.
Secara operasional, program kecakapan hidup dalam pendidikan non formal
dipilih menjadi empat jenis yaitu:
1.

Kecakapan pribadi (personal skill), yang mencakup kecakapan mengenal diri
sendiri, kecakapan berpikir rasional, dan percaya diri.

2.

Kecakapan sosial (social skill), seperti kecakapan melakukan kerjasama,
bertenggang rasa, dan tanggungjawab sosial.

3.

Kecakapan akademik (academic skill), seperti kecakapan dalam berfikir secara
ilmiah, melakuka n penelitian, dan percobaan dengan pendekatan ilmiah.

4.

Kecakapan vokasional (vocational skill) adalah kecakapan yang dikaitkan
dengan bidang pekerjaan tertentu yang terdapat di masyarakat, seperti di bidang

28
Universitas Sumatera Utara

jasa (perbengkelan, jahit menjahit), dan produksi barang tertentu seperti
peternakan, pertanian, perkebunan (Dirjen PLSP, Direktorat Tenaga Teknis,
2004: 7).

2.1.2. Ciri Pendidikan Life Skill
Ada beberapa ciri pembelajaran pendidikan kecakapan hidup menurut
Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) yaitu sebagai berikut :
a. Terjadi proses identifikasi kebutuhan belajar.
b. Terjadi proses penyadaran untuk belajar bersama.
c. Terjadi keselarasan kegiatan belajar untuk mengembangkan diri, belajar usaha
mandiri dan usaha bersama.
d. Terjadi proses penguasaan kecakapan personal, sosial, vokasional, akademik,
manajerial serta kewirausahaan.
e. Terjadi proses pemberian pengalaman melakukan pekerjaan dengan benar, hingga
menghasilkan produk bermutu.
f. Terjadi proses interaksi saling belajar dari para ahli.
g. Terjadi proses penilaian kompetensi.
h. Terjadi pendampingan teknis untuk bekerja atau membentuk usaha bersama
( Depdiknas, 2010)
Apabila dihubungkan dengan pekerjaan tertentu, life skill dalam lingkup
pendidikan nonformal ditujukan pada penguasaan vokasional skills yang intinya
terletak pada penguasaan keterampilan secara khusus. Apabila dipahami dengan baik,

29
Universitas Sumatera Utara

maka dapat dikatakan bahwa life skills dalam konteks kepemilikan keterampilan
secara khusus diperlukan oleh setiap orang. Ini berarti bahwa program life skill dalam
pemaknaan program pendidikan nonformal diharapkan dapat menolong mereka
memiliki harga diri mencari nafkah dalam konteks peluang yang ada di lingkungan.

2.1.3. Tujuan Life Skill
Dalam pelaksanaan program kecakapan hidup terdapat dua tujuan, yaitu :
a.

Tujuan Umum
Pendidikan kecakapan hidup yang diselenggarakan melalui jalur pendidikan

non formal bertujuan meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan sikap warga
belajar di bidang pekerjaan/usaha tertentu sesuai dengan bakat, minat perkembangan
fisik dan jiwa serta potensi lingkungan, sehingga mereka memiliki bekal kemampuan
untuk bekerja atau berusaha mandiri yang dapat dijadikan bekal untuk meningkatkan
kualitas hidupnya.
b. Tujuan Khusus
Memberikan pelayanan pendidikan kecakapan hidup kepada warga belajar agar:
1.

Memiliki keterampilan, pengetahuan dan sikap yang dibutuhkan dalam
memasuki dunia kerja baik, bekerja mandiri (wirausaha) dan/atau bekerja pada
suatu perusahaan produksi/jasa dengan penghasilan yang semakin layak untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya.

2.

Memiliki motivasi dan etos kerja yang tinggi serta dapat menghasilkan karyakarya yang unggul dan mampu bersaing di pasar global.

30
Universitas Sumatera Utara

3.

Memiliki kesadaran yang tinggi tentang pentingnya pendidikan untuk dirinya
sendiri maupun anggota keluarganya (Dirjen PLSP, Direktorat Tenaga Teknis,
2004: 9).
Mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan sepanjang

hayat (life long education) dalam rangka mewujudkan keadilan di setiap lapisan
masyarakat.

2.1.4. Kriteria dan Sasaran Life Skill
a. Kriteria
Kriteria

penyelenggaraan Program Pendidikan Kecakapan Hidup ini harus

meliputi:
1. Penggalian berdasarkan karakteristik masyarakat dan potensi daerah setempat.
2. Pengembangan berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan kelompok sasaran.
3. Adanya dukungan dari pemerintah setempat.
4. Prospektif untuk berkembang dan berkesinambungan.
5. Ketersediaan nara sumber teknis dan prasarana untuk praktek keterampilan yang
memadai.
6. Memiliki dukungan lingkungan (perusahaan, lembaga pendidikan, dan lain-lain).
7. Memiliki potensi untuk mendapatkan dukungan pendanaan dari berbagai sektor.
8. Berorientasi pada peningkatan kompetensi keterampilan berusaha.

31
Universitas Sumatera Utara

b. Sasaran
Adapun sasaran penyelenggaraan Program Pendidikan Kecakapan Hidup (life
skill) ini adalah sebagai berikut:
1. Diprioritaskan bagi masyarakat usia 16 - 44 tahun yang tidak sekolah dan tidak
bekerja.
2. Warga belajar binaan SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) atau warga masyarakat
putus atau tamat SD/SLTP.
3. Berasal dari keluarga miskin atau tidak mampu.
4. Memiliki minat dan bakat tertentu (Dirjen PLSP, Direktorat Tenaga Teknis, 2004:
14).

2.1.5. Manfaat Life Skill
Penyelenggaraan pendidikan kecakapan hidup (life skill) diarahkan pada
pengentasan kemiskinan dan upaya memecahkan masalah pengangguran. Oleh karena
itu, pemilihan keterampilan yang akan dipelajari oleh warga belajar didasarkan atas
kebutuhan masyarakat, potensi lokal dan kebutuhan pasar, sehingga diharapkan
memberikan manfaat yang positif bagi warga belajar, masyarakat sekitar dan
pemerintah.
a.

Manfaat bagi warga belajar
1.

Memiliki keterampilan, pengetahuan, kemampuan dan sikap sebagai bekal
berusaha sendiri atau bekerja pada perusahaan yang terkait.

2.

Memiliki penghasilan yang dapat digunakan untuk menghidupi diri sendiri
dan keluarganya.

32
Universitas Sumatera Utara

3.

Memiliki

penghasilan yang

dapat

digunakan untuk

meningkatkan

profesionalisme dan atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih
tinggi.
4.

Memiliki keterampilan, pengetahuan, kemampuan dan sikap positif
bermanfaat, yang dapat ditularkan kepada sesama.

b.

Manfaat bagi masyarakat
1.

Pengangguran berkurang.

2. Tumbuhnya aneka mata pencaharian baru yang diusahakan oleh masyarakat
sekitar.

c.

3.

Berkurangnya kesenjangan sosial.

4.

Keamanan masyarakat membaik.

Manfaat bagi pemerintah
1. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia.
2. Produktivitas bangsa meningkat.
3. Mencegah urbanisasi.
4. Tumbuhnya kegiatan usaha ekonomi masyarakat.
5. Mencegah kerawanan sosial (Dirjen PLSP, Direktorat Tenaga Teknis, 2004:
11).

2.2. Panti Asuhan Sebagai Lembaga Sosial
Sebagai wadah pelaksanaan usaha-usaha kesejahteraan sosial, lembaga sosial
memiliki tujuan, sasaran dan misi sesuai dengan bidang kegiatannya. Oleh karena itu

33
Universitas Sumatera Utara

lembaga sosial memiliki klasifikasi dan karakteristik masing-masing sehingga bentukbentuk intervensi sosial berbeda satu sama lainnya (Nurdin, 1989:41).
Lembaga sosial adalah suatu sistem norma untuk mencapai suatu tujuan atau
kegiatan yang oleh masyarakat dianggap penting atau secara formal, sekumpulan
kebiasaan dan tata kelakuan yang berkisar pada suatu kegiatan pokok manusia
(Horton, 1987:224).
Dari pengertian tersebut, dapat diketahui bahwa lembaga sosial mempunyai
tujuan memenuhi kebutuhan masyarakat, dimana lembaga sosial tersebut, baik
lembaga agama, politik, ekonomi, pendidikan mempunyai nilai-nilai atau normanorma yang merupakan aturan dan pedoman tingkah laku yang mengatur kegiatankegiatan masyarakat untuk mencapai tujuan tertentu. Dimana norma dan nilai tersebut
merupakan pola-pola perilaku yang harus dituruti dan dilaksanakan.
Panti asuhan, merupakan sebuah lembaga sosial, yang berfungsi :
1. Memberikan pedoman tingkah laku bagi anggota-anggotanya
2. Menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan
3. Memberikan

pegangan

kepada

masyarakat

untuk

mengadakan

sistem

pengendalian sosial (social control), yakni sistem pengawasan oleh masyarakat
terhadap tingkah laku anggota-anggotanya ( Horton, 1987: 251).
Menurut John Lewis Gillin dan Jhon Philip Gillin ada enam ciri lembaga
sosial, yaitu :
1. Lembaga sosial merupakan himpunan pola-pola pemikiran dan tingkah
laku yang dicerminkan dalam kegiatan kemasyarakatan dan hasil-hasilnya.
2. Lembaga sosial mempunyai taraf kekelan tertentu.

34
Universitas Sumatera Utara

3. Lembaga sosial mempunyai satu atau lebih tujuan.
4. Lembaga sosial mempunyai berbagai sarana untu

Dokumen yang terkait

Dokumen baru