PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DI KELAS V B SDN 1 SURABAYA KECAMATAN KEDATON KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013

7

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran

kooperatif

(Cooperative

Learning)

adalah

pendekatan

pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk
bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan
belajar (Sugiyanto, 2008: 35). Senada dengan pendapat tersebut, Sanjaya
(2006: 240) mengemukakan bahwa Pembelajaran kooperatif merupakan
model pembelajaran dengan menggunakan sistim pengelompokan atau tim
kecil, yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang
kemampuan akademik, jenis kelamin, ras atau suku yang berbeda
(heterogen). Sistim penilaian dilakukan terhadap kelompok dan memperoleh
penghargaan (reward), jika kelompok mampu menunjukkan prestasi yang
dipersyaratkan. Dengan demikian, setiap anggota kelompok akan mempunyai
ketergantungan positif. Ketergantungan semacam itulah yang selanjutnya
akan memunculkan tanggung jawab individu terhadap kelompok dan
ketrampilan interpersonal dari setiap anggota kelompok.

Sementara menurut Anita Lie dalam Cooperative Learning (2007: 59), model
pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang
mengutamakan adanya kelompok-kelompok serta di dalamnya menekankan

8

kerjasama. Tujuan model pembelajaran kooperatif adalah hasil belajar
akademik siswa meningkat dan siswa dapat menerima berbagai keragaman
dari temannya serta mengembangkan keterampilan sosial.

Pendapat lain mengatakan bahwa pembelajaran kooperatif sesuai dengan
fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang penuh ketergantungan dengan
orang lain, mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama, pemberian tugas,
dan rasa senasib. Dengan dilatih dan dibiasakan memanfaatkan kenyataan itu,
belajar berkelompok secara kooperatif, siswa dilatih dan dibiasakan untuk
saling berbagi(sharing) pengetahuan, pengalaman, tugas dan tanggung jawab
(Rosalin, 2008: 111)

Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa
pembelajaran kooperatif merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang
dapat diterapkan guru di sekolah sesuai dengan tuntutan materi pelajaran
yang mengandung unsur kerjasama antara siswa dalam kelas dalam
melakukan kerja kelompok. Penekanan pendekatan ini adalah mengaktifkan
siswa dalam pembelajaran melalui kerjasama antar siswa dalam suasana
belajar berkelompok.

Adapun prinsip-prinsip pembelajaran kooperatif menurut Sanjaya (2010:
246), yaitu:
1. Saling tergantungan positif
Keberhasilan kelompok dalam belajar sangat tergantung pada usaha setiap
anggotanya dalam melakukan kerjasama dalam kelompok belajar.
Kelompok belajar atau kelompok kerja harus kompak dalam belajar dan

9

tidak ada anggota kelompok yang memandang dirinya lebih pintar dari
anggota kelompoknya dan menanggap bahwa anggota kelompoknya
bodoh dan tidak bisa diajak untuk berdiskusi atau belajar bersama.
2. Tanggung jawab perseorangan
Setiap anggota kelompok harus memiliki tanggung jawab melakukan yang
terbaik bagi kelompoknya. Oleh karena itu, guru harus memiliki kesiapan
dalam menyusun tugas belajar dan memberikannya kepada siswa sehingga
setiap siswa memiliki tanggung jawab untuk berpartisipasi secara aktif
dalam kelompoknya masing-masing.
3. Tatap muka
Setiap kelompok harus diberikan kesempatan untuk bertemu muka dan
berdiskusi. Kegiatan interaksi ini akan kesempatan kepada siswa sebagai
anggota kelompok untuk bekerjasama. Hasil pemikiran dari satu orang
akan dapat menjadi milik bersama dalam kelompok yang memungkinkan
setiap anggota kelompok memiliki kemampuan sama dalam penguasaan
suatu materi pelajaran.
4. Komunikasi antar anggota
siswa dalam suatu kelompok tidak selalu memiliki keahlian atau
kemampuan dalam berkomunikasi. Keberhasilan kelompok bergantung
pada kesediaan anggotanya untuk saling mendengarkan dan kemampuan
mereka untuk mengutarakan pendapat mereka, sehingga keterampilan
berkomunikasi sangat perlu diperhatikan setiap anggota kelompok.

10

5. Evaluasi proses kelompok
Guru harus menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk
mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerjasama mereka agar
dapat menilai kualitas kerjasama dan hasil kerja kelompok sekaligus dapat
menjadi masukan dalam kegiatan pembelajaran berikutnya.

Tujuan penting lain dari pembelajaran kooperatif adalah untuk mengajarkan
kepada siswa keterampilan kerjasama dan kolaborasi. Keterampilan ini amat
penting untuk dimiliki di dalam masyarakat di mana banyak kerja orang
dewasa sebagian besar dilakukan dalam organisasi yang saling bergantungan
satu sama lain dan di mana masyarakat secara budaya semakin beragam
(Ibrahim, dkk, 2000: 9).

Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa pada pembelajaran kooperatif
mencerminkan pandangan bahwa manusia belajar dari pengalaman mereka
dan partisipasi aktif dalam kelompok kecil membantu siswa belajar
keterampilan sosial yang penting, sementara itu secara bersamaan
mengembangkan sikap demokrasi dan keterampilan berpikir logis.

2.2 Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw

Pembelajaran model jigsaw pertama kali dikembangkan oleh Elliot Aronson
di Universitas Texas dan kemudian diadopsi Slavin. Dalam penerapannya
siswa dibagi menjadi kelompok dan setiap anggota kelompok bertanggung
jawab untuk mempelajari materi pelajaran yang ditugaskan kepadanya dan
selanjutnya mengajarkan materi pelajaran tersebut kepada kelompoknya,

11

kelompok ini disebut kelompok asal. Anggota dari kelompokkelompok yang
mendapat tanggung jawab sama berkumpul untuk mempelajari materi
pembelajaran, kelompok ini disebut Tim Ahli.

Jigsaw

didesain

untuk

meningkatkan

rasa

tanggung jawab

siswa

terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa
tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus
siap

memberikan

dan

mengajarkan

materi

tersebut

pada

anggota

kelompoknya yang lain. Dengan demikian, “siswa saling tergantung satu
dengan yang lain dan harus bekerja sama secara kooperatif untuk
mempelajari materi yang ditugaskan”(Lie, 1999: 30)
Para anggota dari tim-tim yang berbeda dengan topik yang sama bertemu
untuk diskusi (tim ahli) saling membantu satu sama lain tentang topik
pembelajaran yang ditugaskan kepada mereka. Kemudian siswa-siswa itu
kembali pada tim/kelompok asal untuk menjelaskan kepada anggota
kelompok yang lain tentang apa yang telah mereka pelajari sebelumnya pada
pertemuan tim ahli. Pada model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw,
terdapat kelompok asal dan kelompok ahli. Kelompok asal, yaitu kelompok
induk siswa yang beranggotakan siswa dengan kemampuan, asal, dan latar
belakang keluarga yang beragam. Kelompok asal merupakan gabungan dari
beberapa ahli. Kelompok ahli, yaitu kelompok siswa yang terdiri dari
anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari
dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang
berhubungan dengan topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada anggota

12

kelompok asal. Hubungan antara kelompok asal dan kelompok ahli
digambarkan sebagai berikut (Arends, 2001).

Kelompok Asal
`

1

2

1

2

1

2

1

2

3

4

3

4

3

4

3

4

1

1

2

2

3

3

4

4

1

1

2

2

3

3

4

4

Kelompok ahli

Gambar 1. Hubungan Kelompok Asal dan Kelompok Ahli

Rencana pembelajaran kooperative tipe jigsaw ini diatur secara instruksional
sebagai berikut (Slavin, 1995):
1. Membaca : siswa memperoleh topik-topik ahli dan membaca materi
tersebut untuk mendapatkan informasi.
2. Diskusi kelompok ahli : siswa dengan topik-topik ahli yang sama
bertemu untuk mendiskusikan topik tersebut.
3. Diskusi kelompok : ahli kembali ke kelompok asalnya untuk menjelaskan
topik pada kelompoknya.
4. Kuis : siswa memperoleh kuis individu yang mencakup semua topik.
5. Penghargaan

kelompok

:

penghitungan

skor

kelompok

dan

menentukan penghargaan kelompok. Setelah kuis dilakukan, maka
dilakukan perhitungan skor perkembangan individu dan skor kelompok.

13

Skor individu setiap kelompok memberi sumbangan pada skor kelompok
berdasarkan rentang skor yang diperoleh pada kuis sebelumnya dengan
skor terakhir.

Adapun langkah-langkah model pembelajaran kooperative tipe jigsaw adalah
sebagai berikut:
a. Siswa dibagi atas beberapa kelompok (tiap kelompok anggotanya 4-6);
b. Materi pelajaran dibagi kepada siswa dalam bentuk teks yang telah
dibagi menjadi beberapa sub bab;
c. Setiap anggota kelompok membaca sub bab yang ditugaskan dan
bertanggung jawab untuk mempelajarinya.
d. Anggota dari kelompok lain yang telah mempelajari sub bab yang sama
bertemu dalam kelompok-kelompok ahli untuk mendiskusikannya;
e. Setelah anggota kelompok ahli kembali ke kelompoknya bertugas
mengajar temannya secara bergilir;
f. Setelah seluruh siswa selesai melaporkan guru menunjukkan satu
kelompok untuk menyampaikan hasilnya, kelompok lain menanggapi
dan guru mengklarifikasi;
g. Membuat kesimpulan.
h. Tiap-tiap siswa dikenai tagihan secara individu.

Kelebihan model pembelajaran kooperative tipe jigsaw adalah:
a) Memberikan kesempatan yang lebih besar kepada guru dan siswa dalam
memberikan dan menerima materi pelajaran yang sedang disampaikan.
b) Guru dapat memberikan seluruh kreativitas kemampuan mengajar.

14

c) Pemerataan penguasaan materi dapat dicapai dalam waktu yang lebih
singkat
d) Melatih siswa untuk lebih aktif berbicara dan berpendapat
e) Siswa dapat lebih komunikatif dalam menyampaikan kesulitan yang
dihadapi dalam mempelajari materi
f) Siswa dapat lebih termotivasi untuk mendukung dan menunjukkan minat
terhadap apa yang dipelajari teman satu timnya

Kelemahan model pembelajaran kooperative tipe jigsaw adalah:
a) Pembagian kelompok yang tidak heterogen memungkinkan kelompok
yang anggotanya lemah semua.
b) Memerlukan persiapan yang lebih lama dan lebih kompleks misalnya
seperti penyusunan kelompok asal dan kelompok ahli yang tempat
duduknya nanti akan berpindah.
c) Memerlukan

dana

yang

lebih

besar

untuk

mempersiapkan

perangkat pembelajaran.
d) Penugasan anggota kelompok menjadi ahli sering tidak sesuai antara
kemampuan dengan kompetensi yang harus dipelajari.
e) Siswa yang aktif akan mendominasi diskusi.
f) Siswa yang memiliki kemampuan membaca dan berfikir rendah akan
mengalami kesulitan untuk menjelaskan materi ketika sebagai tim ahli
sehingga memungkinkan terjadinya miskonsepsi.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperative
tipe jigsaw adalah suatu proses pembelajaran dengan menggunakan dinamika

15

kelompok secara heterogen dan bekerja sama saling ketergantungan yang
positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang
harus dipelajari dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok
yang lain.

2.3 Aktivitas Belajar

Dalam proses pembelajaran, aktivitas merupakan salah satu faktor penting.
Aktivitas belajar merupakan serangkaian kegiatan pembelajaran yang
dilakukan siswa selama proses pembelajaran. Dengan melakukan berbagai
aktivitas dalam kegiatan pembelajaran diharapkan siswa dapat membangun
pengetahuannya sendiri tentang konsep-konsep matematika dengan bantuan
guru. Tanpa ada aktivitas belajar yang baik maka proses pembelajaran yang
efektif juga tidak akan tercapai.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, aktivitas artinya adalah “kegiatan /
keaktifan”. W.J.S. Poewadarminto menjelaskan aktivitas sebagai suatu
kegiatan atau kesibukan. S. Nasution menambahkan bahwa aktivitas
merupakan keaktifan jasmani dan rohani dan kedua-keduanya harus
dihubungkan.
Belajar menurut Dimyati dan Mudjiono (1999: 7) merupakan tindakan dan
perilaku siswa yang kompleks. Selanjutnya Sardiman (1994: 24) menyatakan
“Belajar sebagai suatu proses interaksi antara diri manusia dengan
lingkungannya yang mungkin berwujud pribadi, fakta, konsep ataupun teori”.

16

Aktivitas belajar sendiri banyak sekali macamnya, sehingga para ahli
mengadakan klasifikasi. Paul B. Diedrich dalam Sardiman (2004: 101)
membuat suatu daftar yang berisi 177 macam kegiatan siswa yang
digolongkan ke dalam 8 kelompok :
1. Visual Activities, meliputi kegiatan seperti membaca, memperhatikan
(gambar, demonstrasi, percobaan dan pekerjaan orang lain)
2. Oral Activities, seperti : menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi
saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan wawancara, diskusi, dan
interupsi.
3. Listening Activities, seperti : mendengarkan uraian, percakapan diskusi,
musik dan pidato.
4. Writting Activities, seperti : menulis cerita, menulis karangan, menulis
laporan, angket, menyalin, membuat rangkuman.
5. Drawing Activities, seperti ; menggambar, membuat grafik, peta, diagram.
6. Motor Activities, seperti : melakukan percobaan, membuat konstruksi,
model, mereparasi, bermain dan berternak.
7. Mental Activities, seperti menanggapi, mengingat, memecahkan soal,
menganalisis, melihat hubungan dan mengambil keputusan.
8. Emotional Activities, seperti : menaruh minat, merasa bosan, bergairah,
berani, tenang dan gugup.

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar adalah
perilaku atau keaktifan seseorang dalam proses pembelajaran. Seperti
membaca, memperhatikan, bertanya, melakukan percobaan dan memecahkan
soal.

17

2.4 Hasil Belajar

Belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan dua unsur,
yaitu jiwa dan raga. Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa dan raga untuk
memperoleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu
dalam interaksi dengan lingkungan yang menyangkut aspek kognitif,afektif,
dan psikomotorik. Gerak raga yang ditunjukkan harus sejalan dengan proses
jiwa untuk mendapatkan perubahan (Syaiful, 2002: 13). Sementara itu
Slameto (2003: 2) mendefinisikan belajar sebagai suatu proses usaha yang
dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang
secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi
dengan lingkungannya.
Sedangkan hasil belajar menurut Anni (2004: 4) merupakan perubahan
perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar.
Senada dengan hal tersebut Sudjana (1990: 22) mengungkapkan bahwa hasil
belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima
pengalaman belajarnya.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah suatu
kemampuan atau keterampilan yang dimiliki oleh siswa setelah siswa
tersebut mengalami aktivitas belajar.
Menurut Slameto

(1995:

54-72) faktor-faktor

yang mempengaruhi

prestasi/hasil belajar dapat digolongkan dalam dua bagian, yaitu faktor intern
dan faktor ekstern. Faktor ekstern adalah faktor yang mempengaruhi
prestasi/hasil belajar yang berasal dari luar diri siswa, antara lain :

18

1) Latar belakang pendidikan orang tua
Latar belakang pendidikan orang tua paling mempengaruhi prestasi
belajar. Semakin tinggi pendidikan orang tua, maka anak dituntut harus
lebih berprestasi dengan berbagai cara dalam pengembangan prestasi
belajar anak.
2) Status ekonomi sosial orang tua
Keadaan ekonomi keluarga erat hubungannya dengan belajar anak. Anak
yang sedang belajar selain harus terpenuhi kebutuhan pokoknya. Jika
anak hidup dalam keluarga yang miskin, kebutuhan pokok anak kurang
terpenuhi, sehingga kesehatan anak terganggu. Akibatnya, belajar anak
juga terganggu.
3) Ketersediaan sarana dan prasarana di rumah dan sekolah
Sarana dan prasarana mempunyai arti penting dalam pendidikan dan
sebagai tempat yang strategis bagi berlangsungnya kegiatan belajar
mengajar di sekolah. Sekolah harus mempunyai ruang kelas, ruang guru,
perpustakaan, halaman sekolah dan ruang kepala sekolah. Sedangkan
dirumah diperlukan tempat belajar dan bermain, agar anak dapat berkeasi
sesuai apa yang diinginkan. Semua tujuan untuk memberikan kemudahan
pelayanan anak didik.
4) Media yang dipakai guru
Media digunakan demi kemajuan pendidikan. Keberhasilan pendidikan
disekolah tergantung dari baik tidaknya media yang digunakan dalam
pendidikan yang dirancang. Bervariasi potensi yang tersedia melahirkan
media yang baik dalam pendidikan yang berlainan untuk setiap sekolah.

19

5) Kompetensi guru
Kompetensi

guru

adalah

cara

guru

dalam

pembelajaran

yang

dilakukannya terhadap siswa dengan metode atau program tertentu.
Metode atau program disusun untuk dijalankan demi kemajuan
pendidikan. Keberhasilan pendidikan di sekolah tergantung dari baik
tidaknya program pendidikan yang dirancang. Bervariasinya potensi yang
tersedia melahirkan metode pendidikan yang berlainan untuk setiap
sekolah.

Faktor Intern adalah faktor yang mempengaruhi pretasi belajar yang berasal
dari dalam diri siswa, antara lain :
1) Kesehatan
Kesehatan jasmani dan rohani sangat besar pengaruhnya terhadap
kemampuan belajar. Siswa yang kesehatannya baik akan lebih mudah
dalam belajar dibandingkan dengan siswa yang kondisi kesehatannya
kurang baik, sehingga hasil belajarnya juga akan lebih baik.
2) Kecerdasan / intelegensia
Kecerdasan/intelegensia besar pengaruhnya dalam menentukan seseorang
dalam mencapai keberhasilan. Seseorang yang memiliki intelegensi yang
tinggi akan lebih cepat dalam menghadapi dan memecahkan masalah,
dibandingkan dengan orang yang memiliki intelegensi rendah. Dengan
demikian intelegensi memegang peranan dalam keberhasilan seseorang
untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Demikian pula dalam prestasi
belajar. Siswa yang memiliki tinggi, prestasi belajarnya juga akan tinggi,

20

sementara siswa yang memiliki intelegensia rendah maka prestasi yang
diperoleh juga akan rendah.
3) Cara belajar
Cara belajar seseorang mempengaruhi pencapaian hasil belajarnya.
Belajar tanpa memperhatikan teknik dan faktor fisiologis, psikologis dan
ilmu kesehatan akan memperoleh hasil yang kurang memuaskan.
4) Bakat
Bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk
mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. Siswa yang belajar
sesuai dengan bakatnya akan lebih berhasil dibandingkan dengan orang
yang belajar di luar bakatnya.
5) Minat
Seorang siswa yang belajar dengan minat yang tinggi maka hasil yang
akan dicapai lebih baik dibandingkan dengan siswa yang kurang berminat
dalam belajar.
6) Motivasi
Motivasi sebagai faktor intern berfungsi menimbulkan, mendasari,
mengarahkan perbuatan belajar. Dengan adanya motivasi maka siswa
akan memiliki prestasi yang baik, begitu pula sebaliknya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi hasil
belajar siswa yaitu faktor intern (faktor dari dalam diri siswa itu sendiri) dan
faktor ekstern (faktor dari luar)

21

2.4 Pembelajaran Matematika

Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang di ajarkan di Sekolah
Dasar. Matematika berasal dari kata latin thematik yang mulanya diambil dari
bahasa Yunani Mathematika yang berarti mempelajari. Kata matematika
berhubungan pula dengan kata lainnya yang hampir sama yaitu Mathein atau
Mathenein yang artinya belajar (berfikir). Maka matematika berarti ilmu
pengetahuan yang didapat dengan berfikir (bernalar). Matematika lebih
menekankan kegiatan dalam dunia rasio (penalaran) bukan hasil dari
eksperimen atau observasi.

Mata pelajaran matematika di SD bertujuan agar peserta didik memiliki
kemampuan sebagai berikut.
1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep
dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat,
efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah
2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi
matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau
menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika
3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah,
merancang
4. model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang
diperoleh
5. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media
lain untuk memperjelas keadaan atau masalah
6. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan,
yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari
matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan
masalah.(Depdiknas, 2006: 154)
Ruang lingkup Matematika pada satuan pendidikan SD/MI meliputi aspekaspek sebagai berikut :
1. Bilangan
2. Geometri dan pengukuran
3. Pengolahan data (Depdiknas, 2006: 154).

22

Matematika merupakan suatu pelajaran yang tersusun secara beraturan, logis,
berjenjang dari yang paling mudah hingga yang paling rumit. Dengan
demikian, pelajaran matematika tersusun sedemikian rupa sehingga
pengertian terdahulu lebih mendasari pengertian berikutnya. Kemudian
Herman dalam Risal, Nur Alam (2009: 1) mengemukakan bahwa pada
hakekatnya belajar matematika merupakan kegiatan mental yang tinggi sebab
matematika berkenaan dengan ide-ide abstrak yang diberi simbol-simbol
tersusun secara hirarki dengan penalarannya deduktif.

Beberapa pegertian matematika menurut para ahli yaitu :
1. Menurut H.W. Fowler dalam Pandoyo (1997: 1) matematika merupakan
mata pelajaran yang bersifat abstrak, sehingga dituntut kemampuan guru
untuk dapat mengupayakan metode yang tepat sesuai dengan tingkat
perkembangan mental siswa. Untuk itu diperlukan metode pembelajaran
yang dapat membantu

siswa untuk mencapai kompetensi dasar dan

indikator pembelajaran.
2. Russefendi (Murniati, 2003: 46) menyatakan bahwa matematika itu
terorganisasikan dari unsur-unsur yang tidak didefinisikan, defenisidefenisi, aksioma-aksioma, dan dalil-dalil, di mana dalil-dalil setelah
dibuktikan kebenarannya berlaku secara umum, karena itulah matematika
sering disebut ilmu deduktif.
3. Menurut Paling (1982) dalam Abdurrahman (1999: 252) mengemukakan
bahwa ide manusia tentang matematika berbeda-beda, tergantung pada
pengalaman dan pengetahuan masing-masing. Ada yang mengatakan

23

bahwa matematika hanya perhitungan yang mencakup tambah, kurang,
kali, dan bagi; tetapi ada pula yang melibatkan topik-topik seperti aljabar,
geometri, dan trigonometri. Banyak pula yang beranggapan bahwa
matematika mencakup segala sesuatu yang berkaitan dengan berpikir
logis.
4. Lalu Reys (Murniati, 2007: 46) dalam bukunya mengatakan bahwa
matematika adalah telaah tentang pola dan hubungan, suatu jalan atau
pola berfikir, suatu seni, suatu bahasa, dan suatu alat. Matematika
merupakan suatu ilmu yang berhubungan dengan penelahan bentukbentuk atau struktur-struktur yang abstrak dan hubungan diantara hal itu
(Murniati, 2007: 46).
5. Berdasarkan

etimologis,

Tinggih

(Suherman,

dkk,

2003:

16)

mengemukakan bahwa matematika berarti ilmu pengetahuan yang
diperoleh dengan bernalar.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa belajar matematika
pada hakekatnya adalah suatu proses untuk memperoleh pengetahuan dalam
memahami arti dari struktur-struktur, hubungan-hubungan, simbol-simbol
yang ada dalam materi pelajaran matematika sehingga menyebabkan
perubahan tingkah laku pada diri siswa. Belajar matematika pada hakekatnya
adalah suatu proses untuk memperoleh pengetahuan dalam memahami arti
dari struktur-struktur, hubungan-hubungan, simbol-simbol yang ada dalam
materi pelajaran matematika sehingga menyebabkan perubahan tingkah laku
pada diri siswa.

24

2.5 Penelitian yang Relevan

Penelitian Sukesih dengan judul "Meningkatkan Hasil Belajar pada Siswa
Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada Mata
Pelajaran Matematika kelas IV SDN 3 Candimas Kec. Natar Lampung
Selatan Tahun pelajaran 2011/2012.” Dari hasil penelitian menunjukkan
hasil belajar matematika pada siswa kelas IV melalui model jigsaw
mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut diketahui dari nilai tes siswa,
pada pra tindakan siswa yang mencapai KKM , pada siklus I 86% dengan
rata-rata nilai 7,2. Pada siklus II menjadi 100%, dengan rata-rata kelas 8,5.
Sedangkan pada siklus III rata-rata nilai menjadi 9,3.

2.6 Hipotesis Tindakan

Bertolak dari latar belakang, identifikasi masalah, maka dapat diputuskan
hipotesis tindakan sebagai berikut: Apabila model pembelajaran kooperative
tipe jigsaw dilaksanakan dengan tepat dan benar dapat meningkatkan
aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas V B SD Negeri 1
Surabaya Tahun pelajaran 2012/2013.

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Dalam dunia pendidikan saat ini, peningkatan kualitas pembelajaran baik
dalam penguasaan materi maupun metode pembelajaran selalu diupayakan.
Salah satu upaya yang dilakukan guru dalam peningkatan kualitas
pembelajaran yaitu dalam penyusunan berbagai macam skenario kegiatan
pembelajaran di kelas. Pembelajaran merupakan perpaduan antara kegiatan
pengajaran yang dilakukan guru dan kegiatan belajar yang dilakukan oleh
siswa. Dalam kegiatan pembelajaran tersebut, terjadi interaksi antara siswa
dengan siswa, interaksi antara guru dan siswa, maupun interaksi antara
siswa dengan sumber belajar. Diharapkan dengan adanya interaksi tersebut,
siswa

dapat

membangun

pengetahuan

secara

aktif,

pembelajaran

berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, serta
dapat memotivasi peserta didik sehingga mencapai kompetensi yang
diharapkan.

Upaya peningkatan keberhasilan pembelajaran, merupakan tantangan yang
selalu dihadapi oleh setiap orang yang berkecimpung dalam profesi
keguruan dan pendidikan. Upaya untuk meningkatkan keberhasilan belajar

2

siswa diantaranya dapat dilakukan melalui upaya memperbaiki proses
pembelajaran. Dalam memperbaiki proses pembelajaran peranan guru
sangat penting, yaitu menetapkan metode pembelajaran yang tepat. Guru
seharusnya mampu menentukan metode pembelajaran yang dipandang dapat
membelajarkan siswa melalui proses pembelajaran yang dilaksanakan, agar
tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif, dan hasil belajarnya pun
diharapkan dapat lebih ditingkatkan (Sumiati dan Asra, 2009: xii).

Pelajaran matematika merupakan salah satu pelajaran yang diberikan pada
setiap jenjang pendidikan dan sangat berpengaruh terhadap pengkajian ilmu
dan teknologi. Sebab dalam matematika terkandung ilmu pengetahuan yang
banyak memberikan konsep pemikiran yang sistematis, logis, cermat dan
konsisten. Matematika terdiri dari konsep-konsep yang terstruktur yang
disusun dari konsep yang sederhana ke konsep yang sulit.

Menurut PP NO 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
(SNP) pada bagian III PERMEN 23 TH 2006 tentang standar kompetensi
lulusan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) mata pelajaran matematika
SD/MI adalah :
1. Memahami konsep bilangan bulat dan pecahan, operasi hitung dan
sifat-sifatnya serta menggunakannya dalam pemecahan masalah
kehidupan sehari-hari.
2. Memahami bangun datar dan bangun ruang sederhana, unsur-unsur
dan sifat-sifatnya serta menerapkannya dalam pemecahan
masalah kehidupan sehari-hari.
3. Memahami konsep ukuran dan pengukuran berat, panjang, luas,
volume, sudut, waktu, kecepatan, debit, serta mengaplikasikannya
dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari
4. Memahami konsep koordinat untuk meletakkan benda dan
menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

3

5. Memahami konsep pengumpulan data, penyajian data dengan
table,gambar dan grafik (diagram), mengurutkan data, rentangan
data, modus, serta menerapkannya dalam pemecahan masalah
kehidupan sehari-hari.
6. Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam
kehidupan
7. Memiliki kemampuan berfikir logis,kritis dan kreatif.

Dari hasil pengamatan penulis di kelas V B SDN 1 Surabaya Kecamatan
Kedaton Bandar Lampung didapati hasil belajar yang masih sangat rendah.
Hal ini dikarenakan kurang seriusnya siswa dalam mengikuti pembelajaran.
Saat pembelajaran berlangsung, sebagian siswa ada yang bermain, membuat
gumpalan kertas, mengobrol dan melamun. Ketika diadakan latihan soal di
akhir pembelajaran matematika didapati hanya 12 orang (40%) dari 30
siswa yang nilainya di atas KKM, sedangkan 18 orang (60%) nilainya
dibawah KKM dan rata-rata kelas 60. KKM matematika kelas V SDN 1
Surabaya adalah 65.

Tabel. 1.1 Nilai Matematika Siswa Kelas V B SDN 1 Surabaya
Nilai

Jumlah Siswa

Persentase

35-49

6

20 %

50-64

12

40 %

65-79

10

33,33 %

80-100

2

6,67 %

Jumlah

30

100 %

Sumber : Data Nilai Siswa Kelas V B

Untuk mengatasi masalah tersebut di atas, penulis tertarik melakukan
penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model pembelajaran

4

kooperative tipe jigsaw. Kelebihan model pembelajaran ini adalah siswa
harus benar-benar mempelajari materi yang diberikan, karena mereka akan
memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompok yang
lain, sehingga dapat meningkatkan rasa tanggungjawab siswa terhadap
pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain.

1.2 Identifikasi Masalah

Masalah yang dapat diidentifikasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Rendahnya nilai rata-rata matematika kelas V B SDN 1 Surabaya
2. Rendahnya aktivitas belajar matematika siswa terhadap proses belajar
mengajar mata pelajaran matematika
3. Pembelajaran yang digunakan masih cenderung berpusat pada guru dan
kurang mengaktifkan siswa.

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah:
1. Bagaimanakah meningkatkan aktivitas belajar matematika pada materi
bangun ruang melalui model pembelajaran kooperative tipe jigsaw siswa
kelas V B SDN 1 Surabaya Kecamatan Kedaton Bandar Lampung Tahun
Pelajaran 2012/2013?
2. Bagaimanakah meningkatkan hasil belajar matematika pada materi bangun
ruang melalui model pembelajaran kooperative tipe jigsaw siswa kelas V B

5

SDN 1 Surabaya Kecamatan Kedaton Bandar Lampung Tahun Pelajaran
2012/2013?
1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian tindakan kelas
ini adalah untuk:
1. Meningkatkan aktivitas belajar matematika pada materi bangun ruang
melalui model pembelajaran kooperative tipe jigsaw siswa kelas V B SDN
1 Surabaya Kecamatan Kedaton Bandar Lampung Tahun Pelajaran
2012/2013.
2. Meningkatkan hasil belajar matematika pada materi bangun ruang melalui
model pembelajaran kooperative tipe jigsaw siswa kelas V B SDN 1
Surabaya Kecamatan Kedaton Bandar Lampung Tahun Pelajaran
2012/2013

1.5 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian tindakan kelas ini adalah:
1. Siswa
a. Dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pelajaran matematika
b. Dapat meningkatkan hasil belajar siswa sesuai dengan yang diharapkan
c. Siswa lebih tertarik dan lebih termotivasi untuk belajar matematika
dengan model pembelajaran yang disajikan khususnya kelas V B SD
Negeri 1 Surabaya Kecamatan kedaton Bandar Lampung

6

2. Guru
a.

Melalui penelitian ini guru dapat memberi motivasi serta inovasi
pembelajaran

untuk

lebih

meningkatkan

kompetensi

dalam

profesinya sebagai guru dalam pembelajaran.
b.

Menambah wawasan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran,
sehingga dapat memperbaiki serta dapat menciptakan pembelajaran
yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, serta mampu
menciptakan pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan
untuk peserta didik dimasa yang akan datang.

3. Bagi sekolah
Memberikan motivasi serta referensi tentang model-model pembelajaran
yang positif sehingga dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan kualitas
pendidikan di sekolah.

4. Bagi Peneliti
Dapat menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman peneliti dalam
perbaikan pembelajaran matematika, khususnya upaya peningkatan
aktivitas dan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperative
tipe jigsaw.

62

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan temuan dalam penelitian mengenai pendekatan kooperatif tipe
jigsaw untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di kelas V B SDN 1
Surabaya Kecamatan Kedaton Bandar Lampung pada

Pokok

bahasan

Bangun Ruang dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V B SDN 1 Surabaya sebelum
dilakukannya pembelajaran dengan menerapkan pendekatan kooperatif
tipe jigsaw sangat rendah. Rata-rata skor yang diperoleh siswa hanya 60.
Rata-rata ini diperoleh setelah menjumlahkan skor yang diperoleh semua
siswa kemudian dibagi dengan banyaknya siswa.
2. Hasil nilai test siswa kelas V B SDN 1 Surabaya setelah pembelajaran
mengalami penigkatan hal ini terbukti dari hasil post test pada siklus I

terdapat kenaikan nilai dari sebelum tindakan sebanyak 12,5 poin
yaitu 60 menjadi 72,50 sedangkan dari siklus pertama ke siklus
kedua mengalami kenaikan nilai sebesar 13,83 dari 72,50 menjadi
86,33.Dengan demikian pendekatan

Jigsaw

merupakan pendekatan

yang cocok digunakan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

63

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan
sebaiknya dilakukan oleh guru dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar
matematika diantaranya adalah :
1. Guru sebaiknya dapat mengelola kelas dengan baik ketika penerapan
Metode Jigsaw dilakukan sehingga dapat dicapai hasil yang diinginkan.
2. Siswa sebaiknya lebih meningkatkan aktivitas belajar pada pelajaran
matematika dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw sehingga
hasil belajarpun meningkat.
3. Sekolah diharapkan menyediakan referensi pengetahuan yang lebih luas
tentang berbagai metode dan model pembelajaran matematika sehingga
pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien serta dapat
meningkatkan hasil belajar siswa.
4. Peneliti dapat menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman dalam
perbaikan pembelajaran matematika dan sebagai bahan referensi (rujukan)
untuk penelitian selanjutnya.

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA
SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE
JIGSAW DI KELAS V B SDN 1 SURABAYA KECAMATAN
KEDATON KOTA BANDAR LAMPUNG
TAHUN PELAJARAN 2012/2013

(SKRIPSI)

OLEH :
ROSMINIATI

PROGRAM STUDI STRATA-1 PGSD DALAM JABATAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2013

ABSTRAK

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA
SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE
JIGSAW DI KELAS V B SDN 1 SURABAYA KECAMATAN
KEDATON KOTA BANDAR LAMPUNG
TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Oleh

ROSMINIATI
Berdasarkan hasil observasi awal pembelajaran matematika di kelas V SD Negeri 1
Surabaya Kecamatan Kedaton Bandar Lampung diketahui bahwa rata-rata hasil belajar
siswa masih rendah yaitu berkisar dibawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang
ditentukan sekolah (65).
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran
matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.
Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas.
Adapun prosedur dalam penelitian ini ada 2 siklus dengan empat langkah kegiatan
perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data dengan lembar
aktivitas belajar dan lembar hasil tes belajar siswa.
Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan Model pembelajaran kooperatif tipe
jigsaw dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat
dari peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada Siklus 1 mencapai ketuntasan
sampai 83% dengan peningkatan nilai sebesar 12,5 poin, pada Siklus II mencapai
ketuntasan sampai 93% dengan peningkatan nilai sebesar 13,83 poin.

Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar meningkat
dalam setiap kegiatan pembelajaran. Meningkatnya aktivitas belajar siswa adalah
karena dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw proses kegiatan
pembelajaran tidak lagi berfokus pada guru, melainkan pembelajaran berfokus
pada siswa. Siswa belajar dengan mengalami langsung, berperan aktif, merasa
senang dan tertantang karena siswa merasa bertanggung jawab terhadap materi
pelajaran yang diterimanya dan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh agar
dapat mengajarkan pada temannya yang lain.

Kata kunci : Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, matematika.

1. Judul

: Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Matematika
Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
Jigsaw Di Kelas V B SDN 1 Surabaya Kecamatan
Kedaton Kota Bandar Lampung Tahun Pelajaran
2012/2013

2. Identitas Penelitian

:

a. Nama

: Rosminiati

b. NPM

: 1113069080

c. Program

: S1 PGSD

d. Fakultas

: Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan

e. Jurusan

: Ilmu Pendidikan

Menyetujui,

Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan

Pembimbing,

Drs. Baharuddin Risyak, M.Pd
NIP 19510507 198103 1 002

Drs. Hi. Sugiman, M.Pd
NIP 19560906 198211 1 002

PENGESAHAN

1. Tim Penguji

: Drs. Hi. Sugiman, M. Pd.

Penguji

……………………...

Penguji
Bukan Pembimbing : Drs. Muncarno, M. Pd

2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dr. H. Bujang Rahman, M.Si
NIP 19600315 198503 1 003

Tanggal Lulus Ujian

:

Februari 2013

……………………...

PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini, adalah :
Nama Mahasiswa

: Rosminiati

NPM

: 1113069080

Program Studi

: S1 PGSD Dalam Jabatan

Jurusan

: Ilmu Pendidikan

Fakultas

: Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Lokasi Penelitian

: SDN 1 Surabaya

Dengan ini menyatakan dengan bahwa tugas akhir yang berjudul “Peningkatan
Aktivitas Dan Hasil Belajar Matematika Siswa Melalui Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe Jigsaw di Kelas V B SDN 1 Surabaya Kecamatan Kedaton Kota
Bandar Lampung

Tahun Pelajaran 2012/2013” tersebut adalah asli hasil

penelitian saya, kecuali bagian-bagian tertentu yang dirujuk dari sumbernya dan
disebutkan dalam daftar pustaka.
Demikian pernyataan ini saya buat untuk dapat digunakan seperlunya dan apabila
dikemudian hari ternayata, pernyataan ini tidak benar maka saya sanggup dituntut
berdasarkan Undang-Undang dan Peraturan yang berlaku.

Bandar Lampung,

Januari 2013

Yang Membuat Pernyataan

Rosminiati
NPM 1113069080

RIWAYAT HIDUP

Penulis lahir di Menggala

pada tanggal 22 Pebruari 1958, kemudian

menyelesaikan pendidikan formal di SDN 7 Tanjung Karang pada tahun 1968,
melanjutkan di SMPN 3 Tanjung Karang diselesaikan pada tahun 1974, kemudian
melanjutkan ke SPGN I Tanjung Karang selesai tahun 1977.
Penulis melanjutkan pendidikannya di Universitas Lampung Program Studi D2
PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan lulus pada tahun 2000. Pada
tahun 2011 penulis terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan (FKIP) Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
dalam Jabatan Universitas Lampung.

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan hasil karyaku ini bagi orang-orang yang sangat kusayangi,
sebagai rasa syukur dan terimakasihku atas terselesaikannya skripsi ini :
 Suamiku tercinta Desnayanto, yang selalu mendukungku, menyayangiku dan

telah memberikan banyak cinta dan kasih sayang serta dukungan tiada henti
baik moril maupun materil.
 Keluarga besarku yang aku banggakan, kalian telah memberikanku semangat

untuk bangkit kembali dan menatap masa depan yang lebih maju dan selalu
mengingatkanku pada-Nya.
 Teman-teman seperjuangan di S1 PGSD dalam jabatan yang tidak dapat

kusebutkan satu persatu yang selalu memberikan saran terbaik untukku, serta
 Para pendidikku, dosen pembimbing dan pembahasku yang telah bersedia

membagi ilmu dan waktu untuk mengantarku meraih keberhasilan.
 Almamater tercinta Universitas Lampung

MOTTO

Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil; kita baru
yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik
(Rosminiati,2013)

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadiran Allah SWT, karena dengan rahmat
dan hidayah-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penulisan laporan penelitian
tindakan kelas yang berjudul “Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar
Matematika Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw di Kelas
V B SDN 1 Surabaya Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung

Tahun

Pelajaran 2012/2013” ini dengan baik dan lancar.
Banyak pihak yang telah memberikan bantuan baik secara moral ataupun material
dalam menyelesaikan penulisan laporan penelitian ini. Penulis menyadari bahwa
penelitian ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa bantuan mereka, untuk itu
penulis mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Dr. H. Bujang Rahman, M.Si, sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Lampung.
2. Drs. Baharuddin, M.Pd, sebagai Ketua Jurusan Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Lampung.
3. Drs. Hi. Sugiman, M.Pd, selaku dosen pembimbing dalam penulisan skripsi
ini yang telah banyak memberikan bimbingan dan masukan dengan kesabaran.
4. Drs. Muncarno, M.Pd, selaku dosen pembahas yang telah memberikan banyak
saran dan masukan dalam penyempurnaan dari penulisan laporan ini.

5. Dra. Amnah Tarmizi, selaku kepala SDN 1 Surabaya Kecamatan Kedaton
Bandar Lampung atas kerjasamanya sehingga penulis dapat menyelesaikan
penelitian ini.
6. Ibu Rasmawati, S.Pd selaku observer/teman sejawat atas kerjasamanya
sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini.
7. Teman-teman peserta program S1 PGSD dalam jabatan yang telah banyak
memberikan semangat dan bantuan serta rasa persahabatan dan kekeluargaan
yang akan menjadi kenangan indah.
8. Suamiku tercinta dan anak-anakku serta keluarga yang selalu mendukungku
dengan penuh cinta kasih.
9. Semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan penyusunan skiripsi
ini yang namanya tidak dapat saya sebutkan satu persatu.
Akhir kata, penulis mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun
untuk perbaikan di masa yang akan datang dan semoga laporan penelitian
tindakan kelas ini dapat meberikan manfaat bagi semua pihak.

Bandar Lampung, Januari 2013

Rosminiati

DAFTAR ISI

DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................
DAFTAR TABEL ..........................................................................................
DAFTAR GAMBAR .....................................................................................

i
ii
iv

BAB I

PENDAHULUAN ..........................................................................
1.1 Latar Belakang .........................................................................
1.2 Identifikasi Masalah ................................................................
1.3 Rumusan Masalah ..................................................................
1.4 Tujuan Penelitian ...................................................................
1.5 Manfaat Penelitian ..................................................................

1
1
4
4
5
5

BAB II

KAJIAN PUSTAKA ....................................................................
2.1 Pembelajaran Kooperatif .......................................................
2.2 Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw ................................
2.3 Aktivitas Belajar .....................................................................
2.4 Hasil Belajar ...........................................................................
2.4 Pembelajaran Matematika ......................................................
2.5 Penelitian yang Relevan .........................................................
2.6 Hipotesis Tindakan .................................................................

7
7
10
15
17
21
24
24

BAB III

METODE PENELITIAN ............................................................
3.1 Jenis Penelitian .......................................................................
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ................................................
3.3 Subyek Penelitian ...................................................................
3.4 Prosedur Kerja ........................................................................
3.5 Metode Pengumpulan Data. ...................................................
3.6 Analisis Data .........................................................................
3.7 Indikator keberhasilan ...........................................................

25
25
25
25
26
31
32
34

BAB IV HASIL PENELITIAN ...................................................................
4.1 Hasil Penelitian .......................................................................
4.1.1 Hasil Penelitian Siklus I Pertemuan 1 ..................................
4.1.2 Hasil Penelitian Siklus I Pertemuan 2 .................................
4.1.3 Hasil Penelitian Siklus II Pertemuan 1 ................................
4.1.4 Hasil Penelitian Siklus II Pertemuan 2 ................................
4.2 Pembahasan .............................................................................

36
36
36
41
48
54
60

BAB V

62
62
63

KESIMPULAN DAN SARAN .....................................................
5.1 Kesimpulan .............................................................................
5.2 Saran ........................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran
Halaman
1. Pemetaan/Analisis SK-KD .........................................................................
67
2. Silabus Pembelajaran Siklus I ....................................................................
71
3. Silabus Pembelajaran Siklus II...................................................................
75
4. RPP Siklus 1...............................................................................................
79
5. LKS Siklus I Pertemuan 1 ..........................................................................
88
6. LKS Siklus I Pertemuan 2 ..........................................................................
91
7. Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Silklus I Pertemuan 1 ....................
92
8. Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Silklus I Pertemuan 2 .....................
94
9. Lembar Pengamatan Aktivitas Guru Silklus I Pertemuan 1 ......................
96
10. Lembar Pengamatan Aktivitas Guru Silklus I Pertemuan 2 ......................
97
11. RPP Siklus II ..............................................................................................
98
12. LKS Siklus II Pertemuan 1 ........................................................................ 106
13. LKS Siklus II Pertemuan 2 ........................................................................ 108
14. Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Silklus II Pertemuan 1 .................... 109
15. Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Silklus II Pertemuan 1 .................... 111
16. Lembar Pengamatan Aktivitas Guru Silklus II Pertemuan 1 ..................... 113
17. Lembar Pengamatan Aktivitas Guru Silklus II Pertemuan 2 ..................... 114
18. Daftar Nilai Siswa ...................................................................................... 115
19. Foto Kegiatan Penelitian ............................................................................ 116

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman

1.1 Nilai Matematika Siswa Kelas V B ..........................................................
3.1 Jadwal Kegiatan PTK ................................................................................
4.1 Data Nilai LKS Kelompok Ahli Siklus I ...................................................
4.2 Data Nilai LKS Kelompok Asal Siklus I Pertemuan 1 ..............................
4.3 Hasil Observasi Aktivitas Guru ................................................................
4.4 Hasil Aktivitas Belajar Siswa Siklus I Pertemuan 1 ..................................
4.5 Data Nilai LKS Kelompok Ahli Siklus I Pertemuan 2 .............................
4.6 Data Nilai LKS Kelompok Asal Siklus I Pertemuan 2 ............................
4.7 Data Nilai Evaluasi Akhir Siklus I Pertemuan 2 ........................................
4.8 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I Pertemuan 2 ...............................
4.9 Hasil Aktivitas Belajar Siswa Siklus I Pertemuan 2 ..................................
4.10 Data Nilai LKS Kelompok Ahli Siklus II Pertemuan 1 ..........................
4.11 Data Nilai LKS Kelompok Asal Siklus II Pertemuan 1 ...........................
4.12 Data Nilai Evaluasi Akhir Siklus II Pertemuan 1 ...................................
4.13 Hasil Pengamatan Observasi Guru Siklus II Pertemuan 1 ......................
4.14 Pengamatan Keaktifan Belajar Siklus II Pertemuan 2 ............................
4.15 Data Nilai LKS Kelompok Ahli Siklus Siklus II Pertemuan 2 ...............
4.16 Data Nilai Evaluasi Akhir Siklus 2 .........................................................
4.17 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus II Pertemuan 2 ............................
4.18 Hasil Aktivitas Belajar Siswa Siklus II Pertemuan 2 ...............................

3
35
38
38
39
40
43
43
44
45
46
50
51
51
52
55
56
57
57
58

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman

1. Hubungan Kelompok Asal dan Kelompok Ahli ........................................
2. Penelitian Tindakan Model Kemmis dan Mc Taggart ................................

12
26

PEMERINTAH KOTA BANDAR LAMPUNG

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 1 SURABAYA
Jl. Danau Towuti Kec. Kedaton Bandar Lampung Telp. (0721) 7408030

SURAT KETERANGAN
NOMOR :

/

/

/ /SBY/2013

Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama

: Dra.Hj. Amnah Tarmizi

NIP

: 19560303 197703 2 003

Jabatan

: Kepala SDN 1 Surabaya

Dengan ini menerangkan bahwa mahasiswa :
Nama

: Rosminiati

NPM

: 1113069080

Jurusan

: Ilmu Pendidikan

Program Studi

: S1 PGSD Dalam Jabatan

Mahasiswa

: Universitas Lampung

Yang bersangkutan benar telah melaksanakan penelitian di SDN 1 Surabaya
Kecamatan Kedaton Bandar lampung Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan judu
“Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Matematika Siswa Melalui Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw” di Kelas V B dari bulan Oktober 2012
sampai dengan Pebruari 2013.

Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana
mestinya.
Bandar Lampung, Januari 2013
Kepala Sekolah

Dra.Hj. Amnah Tarmizi
NIP 19560303 197703 2 003

64

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, Mulyono. (1999 ). Pendidikan Bagi Anak berkesulitan Belajar,
Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.
Abu Ahmadi, 1999. Psikologi Sosial, Jakarta: Rineka Cipta
Ani,Tri C. 2004. Psikologi Belajar . Semarang: UPT UNNES Press
Ardens, R.I.(2001).Exploring Teaching: An Introduction to Education. New
York: Mc Graw-Hill Companies
Arikunto, Suharsimi, 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta : Rineka Cipta.
Darsono, Max. 2001. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang
Press.
Depdiknas. 2006. Kurikulum 2006 Standar Kompetensi Mata Pelajaran. Jakarta:
Depdiknas
Dimyati dan Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta : Jakarta
_______, 2002. Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Rineka Cipta: Jakarta

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM PELAJARAN IPS KELAS IV SDN 1 KERTOSARI TAHUN PELAJARAN 2010/2011

0 5 35

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM PELAJARAN IPS KELAS IV SDN 1 KERTOSARI TAHUN PELAJARAN 2010/2011

0 4 56

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS IV SDN 2 SUMUR PUTRI BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 4 47

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS IV A SDN 1 KALIAWI TANJUNG KARANG PUSAT BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2013/2014

0 10 43

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI KELAS V SDN 4 TALANG KECAMATAN TELUK BETUNG SELATAN KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 13 49

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DI KELAS V B SDN 1 SURABAYA KECAMATAN KEDATON KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 11 54

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE STAD SISWA KELAS V SD NEGERI 1 GUNUNG MAS TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 2 53

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION SISWA KELAS V SDN 1 SUMBERAGUNG LAMPUNG TIMUR TAHUN PELAJARAN 2013/2014

0 8 58

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE STAD SISWA KELAS V SD NEGERI 1 GUNUNG MAS TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 11 51

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI NILAI MATA UANG RUPIAH MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DI KELAS IV C SD NEGERI 1 SURABAYA KECAMATAN KEDATON BANDAR LAMPUNG

1 9 40

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

94 2601 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 674 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 571 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 370 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 503 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

42 847 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 752 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

12 474 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 698 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

29 831 23