Analisis agency cost terhadap kecendrungan income smoothing (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2006-2009)

ANALISIS AGENCY COST
TERHADAP KECENDERUNGAN INCOME SMOOTHING
(Studi Empiris pada perusahaan manufaktur
yang terdaftar di BEI periode 2006-2009)

Disusun oleh:
Badriyah
NIM 104082002715

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERISYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1432 H/2011 M

 

ANALISIS AGENCY COST
TERHADAP KECENDERUNGAN INCOME SMOOTHING
(Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI
Periode 2006-2009)

Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Untuk Memenuhi Syarat-syarat Meraih Gelar Sarjana Ekonomi

Oleh:
Badriyah
NIM :104082002715

Di Bawah Bimbingan

Pembimbing I

Pembimbing II

Prof. Dr. Abdul Hamid, MS.

Afif Sulfa, SE., M.Si., Ak

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1432 H/2011 M



 

LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF

Hari jum’at, 03 Januari 2011 telah dilakukan Ujian Komprehensif atas mahasiswa:
1. Nama

: Badriyah

2. NIM

: 104082002715

3. Jurusan

: Akuntansi

4. Judul Skripsi

: Analisis Agency Cost Terhadap Kecenderungan Income
Smoothing (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur
di BEI periode 2006-2009)

Setelah mencermati dan memperhatikan penampilan dan kemampuan yang
bersangkutan selama proses ujian komprehensif, maka diputuskan bahwa
mahasiswa tersebut diatas dinyatakan lulus dan diberi kesempatan untuk
melanjutkan ke tahap ujian Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh
gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 03 Januari 2011

1.

Prof. Dr. Ahmad Rodoni

(___________________)

NIP. 19690203 200112 1 003

2.

Ketua

Reskino, SE., M.Si., Ak

(___________________)

NIP. 19740928 200801 2 004

Sekretaris
ii 

 

3.

Rini, SE., M.Si., Ak

(___________________)

NIP. 19760315 200501 2 002

Penguji Ahli

 
 
 

LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI

Hari Rabu, 14 September 2011 telah dilakukan Ujian Skripsi atas mahasiswa:
1. Nama

: Badriyah

2. NIM

: 104082002715

3. Jurusan

: Akuntansi

4. Judul Skripsi

: Analisis Agency Cost Terhadap Kecenderungan Income
Smoothing (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur
di BEI periode 2006-2009)

Setelah mencermati dan memperhatikan penampilan dan kemampuan yang
bersangkutan selama proses ujian Skripsi, maka diputuskan bahwa mahasiswa
tersebut diatas dinyatakan lulus dan skripsi ini diterima sebagai salah satu syarat
untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 14 September 2011

1. Prof. Dr. Ahmad Rodoni

(___________________)

NIP. 19690203 200112 1 003

Ketua

iii 

 

2. Rahmawati, SE., MM

(___________________)

NIP. 19690203 200112 2 002

Sekretaris

3. Prof. Dr. Azzam Jassin, MBA

(___________________)

NIP.

Penguji Ahli

4. Prof. Dr. Abdul Hamid, MS

(___________________)

NIP. 19570617 198503 1 002

Pembimbing I

5. Afif Sulfa. SE., MSi,. Ak

(___________________)
Pembimbing II

NIP.

LEMBAR PERNYATAAN
KEASLIAN KARYA ILMIAH

Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama

: Badriyah

No. Induk Mahasiswa

: 104082002715

Fakultas

: Ekonomi dan Bisnis

iv 

 

Jurusan

: Akuntansi

Dengan ini menyatakan bahwa dalam penulisan skripsi ini, saya;
1. tidak menggunakan ide orang lain tanpa mampu mengembangkan dan
memprtanggungjawabkan
2. tidak melakukan plagiat terhadap naskah karya orang lain
3. tidak menggunakan karya orang lain tanpa menyebutkan sumber asli
atau tanpa ijin pemilik karya
4. tidak melakukan pemanipulasian dan pemalsuan data
5. mengerjakan sendiri karya ini dan mampu bertanggung jawab atas karya
ini
Jikalau di kemudian hari ada tuntutan dari pihak lain atas karya saya, dan telah
melalui pembuktian yang dapat dipertanggungjawabkan, ternyata memang
ditemukan bukti bahwa saya telah melanggar pernyataan di atas, maka saya siap
untuk dikenai sanksi berdasarkan aturan yang berlaku di Fakultas Ekonomi dan
Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya.
Ciputat, 9 Juni 2011
Yang Menyatakan

( Badriyah )
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Data Diri Pribadi
Nama Lengkap
Jenis Kelamin
Tempat Tanggal Lahir
Kewarganegaraan
Agama
Alamat

:
:
:
:
:
:

Badriyah
Wanita
Jakarta, 12 Mei 1986
Indonesia
Islam
Jl. KH. Jawahir RT 02 RW 02



 

Telepon/Handphone
Email

desa Buntet Pesantren,
Astanajapura, Cirebon
45181
: 085781777210
: anna4be@yahoo.com

Pendidikan Formal





SDN III Mertapada Kulon, Cirebon
MTs NU Putri Buntet Pesantren, Cirebon
MAN Buntet Pesantren, Cirebon
UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

[1992-1998]
[1998-2001]
[2001-2004]

Latar Belakang Keluarga

Ayah
Tempat & Tgl. Lahir
Alamat

: Musa
: Cirebon, 12 Oktoberl 1956
: Jl. KH. Jawahir RT 02 RW 02
Desa Buntet Pesantren,
Astanajapura, Cirebon
45181

Ibu
Tempat & Tgl. Lahir
Alamat

: Komariyah
: Juni, 21 Juni 1960
: Jl. KH. Jawahir RT 02 RW 02
Desa Buntet Pesantren,
Astanajapura, Cirebon
45181

ANALISIS PENGARUH AGENCY COST
TERHADAP KECENDERUNGAN INCOME SMOOTHING
(studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar
di BEI periode 2006-2009)

oleh :
Badriyah
Abstract

vi 

 

The objectives of this study are to examine influences of agency cost, using
the measurement of debt, Sales and General Administrative (SGA) and Free Cash
Flow (FCF) toward income smoothing tendency. The statistic method have been
used in this research was logistic regression enter method with SPSS 15. The
samples have been obtained with judgement sampling method. Based on the
method, the number of the samples have been obtained were 42 manufactures
which listed in Indonesian Stock Exchange since 2006-2009.
The results of this research were: agency cost didn’t influence income
smoothing tendency by using the measurement of debt, SGA and FCF in partially
and simultantly. The findings indicated that management’s motivation of doing
income smoothing is opportunistic. Management used the opportunity of the
existing asymmetric infoemation to improve their utility.
Keywords: agency cost, debt, sales and general administrative, free cash
flow,income smoothing.

ANALISIS AGENCY COST
TERHADAP KECENDERUNGAN INCOME SMOOTHING
(studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar
di BEI periode 2006-2009)

oleh :
Badriyah

vii 

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh agency cost terhadap
kecenderungan income smoothing dengan menggunakan pengukuran hutang,
Sales and General Administrative (SGA) dan Free Cash Flow (FCF). Metode
statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi logistik metode enter
dengan bantuan SPSS Versi 15. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan
metode judgement sampling. Berdasarkan metode yang telah dilakukan maka
banyaknya sampel dalam penelitian ini berjumlah 42 perusahaan manufaktur yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak 2006-2009.
Hasil dari penelitian ini adalah agency cost tidak berpengaruh terhadap
kecenderungan income smoothing dengan menggunakan pengukuran hutang,
SGA dan FCF baik secara parsial maupun secara simultan. Hal ini menunjukkan
bahwa motivasi manajemen melakukan praktik income smoothing adalah
oportunistik.
Manajemen
menggunakan
asimetri
informasi
sebagai
kesempatannya untuk meningkatkan utilitasnya.
Kata kunci: agency cost, debt, sales and general administrative, free cash flow,
income smoothing.

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Dengan

mengangkat

kedua

belah

tangan

seraya

mengucap

Alhamdullillahirobbil’alamin, penulis panjatkan atas segala kehadirat Illahi Robbi

viii 

 

Allah SWT yang telah mencurahkan segala nikmat yang tiada hentinya sehingga
skripsi ini dapat selesai tepat pada waktunya. Salawat serta salam tak lupa penulis
panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa kita ke zaman
peradaban.
Skripsi ini berjudul “Analisis Agency Cost Terhadap Kecenderungan
Income Smoothing”. Skripsi ini disusun sebagai syarat untuk mendapatkan gelar
Sarjana Ekonomi (SE) di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Selama penyusunan skripsi ini, telah banyak sekali pihak yang telah
membantu baik moril maupun materil sehingga penyusunan skripsi ini akhirnya
bisa selesai. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan
terima kasih kepada:
1.

Kedua orang tua tercinta atas segala doa, nasihat, motivasi, dan bantuan baik
moril maupun materiil serta kepada saudara-saudaraku untuk dukungan dan
motivasinya.

2.

Bapak Prof. Dr. Abdul Hamid, MS. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan
Bisnis sekaligus sebagai pembimbing I penulis dalam penyusunan skripsi ini
yang telah meluangkan waktunya dan memberikan ilmunya untuk
membimbing penulis menyelesaikan skripsi ini.

3.

Bapak Afif Sulfa, SE., Ak., M.Si. selaku pembimbing II, terima kasih atas
ilmu, nasihat, dan bimbingannya selama ini sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini.

4.

Ibu Rahmawati, SE,. MM. selaku ketua jurusan. Terima kasih atas bantuan,
ilmu, motivasi dan nasihat yang diberikan selama proses perkuliahan sampai
terselesaikannya skripsi ini.

ix 

 

5.

Bapak Prof. Dr. Ahmad Rodoni selaku pembantu dekan yang telah
membantu, memberi nasihat, ilmu dan motivasi serta bimbingannya selama
menyeleaikan skripsi ini.

6.

Seluruh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah memberikan
ilmunya sehingga penulis mampu menyelesaikan studinya di Universitas
Islam Negeri Jakarta ini.

7.

Segenap jajaran akademik FEB yang telah membantu dalam proses
akademik.

8.

Teman-teman angkatan 2004, serta semua sahabat-sahabatku yang telah
memberikan bantuan dan semangat. Untuk semua orang yang telah
membantuku, tapi tidak tersebut namanya, terima kasih.
Akhirnya semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan

pembaca pada umumnya serta bagi perkembangan ilmu pengetahuan di masa
yang akan datang.

Hormat saya,

Penulis
 



DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan Skripsi ..................................................................................

i

Lembar Pengesahan Ujian Komprehensif ............................................................ ii
Lembar Pengesahan Ujian Skripsi ........................................................................ iii
Lembar Pernyataan Keaslian Skripsi .................................................................... iv
Daftar Riwayat Hidup ........................................................................................... v
Abstract ................................................................................................................. vi
Abstrak .................................................................................................................. vii
Kata Pengantar ...................................................................................................... viii
Daftar Isi ............................................................................................................... x
Daftar Tabel .......................................................................................................... xii
Daftar Lampiran.................................................................................................... xiii
BAB I

PENDAHULUAN................................................................................ 2
A. Latar Belakang Penelitian ............................................................. 2
B. Perumusan Masalah....................................................................... 9
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ..................................................... 10

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA....................................................................... 11
A. Kerangka Teoritis .......................................................................... 11
1. Teori Akuntansi Positf (Positive Accounting Theory).............. 11
2. Teori Keagenan (Agency Theory)............................................. 13
3. Ketidaksamaan Informasi (Asymmetric Information) .............. 19
4. Teori Sinyal (Signaling Theory) .............................................. 20
5. Tata Kelola Perusahaan (Corporate Governance) .................. 22
6. Income Smoothing .................................................................... 23
B. Kerangka Pemikiran ...................................................................... 27
C. Perumusan Hipotesis ..................................................................... 28

BAB III METODELOGI PENELITIAN............................................................ 29
A. Ruang Lingkup Penelitian ............................................................. 29
x

B. Metode Pengunpulan Sampel........................................................ 30
C. Metode Pengumpulan Data ........................................................... 31
D. Metode Analisis Data .................................................................... 31
1. Statistik Deskriptif.................................................................... 31
2. Analisis Uji Statistik................................................................. 31
a. Uji Univariate....................................................................... 31
b. Uji Multivariate.................................................................... 32
1) Pengujian Secara Serentak (Simultan)........................... 33
2) Pengujian Secara Terpisah (Parsial) .............................. 33
E. Definisi Operasional Variabel dan pengukurannya....................... 33
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN...................................................... 39
A. Perhitungan Indeks Eckel.............................................................. 39
B. Analisis Statistik Secara Umum .................................................... 40
1. Statistik Deskriptif.................................................................... 40
2. Analisis Uji Statistik................................................................. 42
a. Pengujian Univariate............................................................ 42
b. Pengujian Multivariate......................................................... 45
1) Menilai Model Fit .......................................................... 45
2) Analisis Logistic Regression Enter Method................... 46
BAB V

KESIMPULAN DAN IMPLIKASI ..................................................... 56
A. Kesimpulan.................................................................................... 56
B. Implikasi........................................................................................ 57
C. Saran .............................................................................................. 57

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 59
LAMPIRAN

xi

DAFTAR TABEL

No.

Keterangan

Hal.

3.1.

Seleksi Sampel .......................................................................................... 30

4.1.

Daftar Perusahaan yang Melakukan Praktik Perataan Laba dan yang Tidak
Melakukan Praktik Perataan Laba ............................................................ 30

4.2.

Statistik Deskriftif ..................................................................................... 41

4.3.

Hasil Pengujian One Sample Kolmogorov................................................ 42

4.4.

Hasil Pengujian Independent Sample T-Test............................................. 43

4.5.

Hosmer and Lemeshow Test...................................................................... 45

4.6.

Hasil Pengujian Regresi Logistik Metode Enter....................................... 46

4.7.

Model Summary ........................................................................................ 47

4.8.

Hasil pengujian Regresi Logistik Secara Terpisah Tahap 1 ..................... 48

4.9.

Hasil pengujian Regresi Logistik Secara Terpisah Tahap 2 ..................... 48

4.10. Uji Ketepatan Prediksi .............................................................................. 53
4.11. Persamaan Variabel................................................................................... 53

xii

DAFTAR LAMPIRAN

No.

Keterangan

Hal.

1.

Nama-nama Perusahaan Sampel.................................................................. 62

2.

Perhitungan Income Smoothing ................................................................... 63

3.

Perhitungan Hutang (DEBT) ....................................................................... 65

4.

Perhitungan Sales and General Administrative (SGA)................................ 67

5.

Perhitungan Free Cash Flow (FCF) ............................................................ 69

6.

Statistik Deskriptif dan One Sample Kolmogorov ....................................... 71

7.

Independent Sample T Test .......................................................................... 72

8.

Pengujian Mann Whitney ............................................................................ 73

9.

Regresi Logistik Metode Enter .................................................................... 74

10.

Regresi Logistik Secara Terpisah Tahap 1 .................................................. 75

11.

Regresi Logistik Secara Terpisah Tahap 2 .................................................. 77

xiii

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian
Laporan keuangan adalah media yang digunakan oleh manajemen untuk
menunjukkan keberhasilannya dalam mengelola sumber daya perusahaan
yang dipercayakan kepadanya. Informasi yang tersaji dalam laporan keuangan
misalnya posisi keuangan perusahaan (laporan neraca), kemampuan dalam
menghasilkan laba (laporan laba rugi) dan arus kas (laporan arus kas) oleh
pembaca laporan keuangan informasi tersebut akan dipergunakan sebagai
dasar penilaian kinerja manajemen.
Pemegang saham sangat bergantung dengan laporan keuangan untuk
mengambil kebijakan atau keputusan bisnis, akan tetapi memiliki keterbatasan
akan akses langsung terhadap data akuntansi. Manajemen, sebaliknya
memiliki akses langsung atas data akuntansi, mereka cenderung merekayasa
laba karena praktik tersebut dipercaya dapat memberikan pengaruh positif
terhadap penilaian kinerja manajemen, baik dari sisi personel maupun nilai
perusahaan secara keseluruhan. Manajemen laba sudah menjadi fenomena
umum yang terjadi di berbagai negara. Praktik tersebut menuai banyak
diskusi, penelitian dan juga kontroversi. Perbedaan pendapat antara akademisi,
praktisi, dan regulator membuahkan persepsi yang sangat berbeda dalam
memandang persoalan manajemen laba. Akademisi cenderung memandang
manajemen laba sebagai praktik yang logis dan rasional sementara praktisi

1

dan regulator cenderung menganggap praktik tersebut adalah sesuatu yang
harus diwaspadai bahkan mencemaskan. Konflik juga muncul ketika ada
pertentangan kepentingan antara kelompok internal (manajemen) dan
kelompok eksternal (pemegang saham, kreditur, pemerintah, analis, dsb),
antara lain:
1. Manajemen berkeinginan meningkatkan kesejahteraannya sedangkan
pemegang saham berkeinginan meningkatkan kekayaannya;
2.

Manajemen berkeinginan memperoleh kredit sebesar mungkin dengan
bunga rendah sedangkan kreditur hanya ingin memberi kredit sesuai
kemampuan perusahaan;

3. Manajemen berkeinginan membayar pajak sekecil mungkin sedangkan
pemerintah ingin memungut pajak setinggi mungkin.
Laba merupakan salah satu informasi potensial yang terkandung di
dalam laporan keuangan dan yang sangat penting bagi pihak internal maupun
eksternal perusahaan. Informasi laba merupakan komponen laporan keuangan
perusahaan yang bertujuan untuk menilai kinerja manajemen, membantu
mengestimasi kemampuan laba yang representatif dalam jangka panjang, dan
menaksir risiko investasi atau meminjamkan dana (Kirschenheiter dan
Melumad) dalam Juniarti (2005:148) . Adanya perubahan informasi atas laba
bersih suatu perusahaan melalui berbagai cara akan memberikan dampak yang
cukup berpengaruh terhadap tindak lanjut para pengguna informasi yang
bersangkutan, tidak terkecuali penerapan income smoothing (perataan laba)
oleh suatu perusahaan.

2

Tindakan manajemen untuk melakukan income smoothing umumnya
didasarkan atas berbagai alasan baik untuk memuaskan kepentingan pemilik
perusahaan, seperti menaikkan nilai perusahaan, sehingga muncul anggapan
bahwa perusahaan yang bersangkutan memiliki risiko yang rendah (Foster
1986), menaikkan harga saham perusahaan (Kirschenheiter dan Melumad
2002), maupun untuk memuaskan kepentingannya sendiri (oportunistik),
seperti mendapatkan kompensasi (Wild et al. 2001), mempertahankan posisi
jabatannya (Fudenberg dan Tirole, 1995) dalam Juniarti (2005:149).
Penelitian ini didasarkan pada agency theory (teori keagenan) dan
Positive Accounting Theory (teori akuntansi positif).

Teori agensi

mengasumsikan bahwa perusahaan modern memiliki karakteristik pembagian
kepemilikian dan pengendalian. Hubungan agensi mengimplikasikan adanya
distribusi informasi yang asimetris karena pemegang saham tidak dapat
memonitor seluruh tindakan manajemen. Manajer memiliki insentif untuk
mengutamakan

kepentingannya

sendiri

dengan

membebankan

pada

kepentingan pemegang saham atau disebut juga dengan agency cost.
Pemegang saham tentu menghendaki manajer menjalankan perusahaan
dengan kaidah-kaidah yang memungkinkan maksimalisasi nilai saham,
sementara di sisi lain manajer berkepentingan membangun kerajaan bisnis
melalui ekspansi secara cepat diantaranya melalui praktek merger dan
acquisition yang bisa jadi malah menurunkan harga saham perusahaan. Akan
tetapi manajer memiliki informasi lebih mengenai kondisi perusahaan
dibanding pihak eksternal dalam hal ini pemegang saham. Kondisi asimetris

3

ini memberikan insentif pada manajemen untuk melakukan income smoothing
agar laba tetap terlihat stabil.
Mungkin dapat dikatakan bahwa salah satu pioner teori akuntansi positif
adalah Watts dan Zimmerman (1978; 1986; 1990). Dalam buku mereka yang
berjudul “Positive Accounting Theory”, Watts dan Zimmerman (1986)
memaparkan suatu teori akuntansi yang berusaha mengungkapkan bahwa
faktor-faktor ekonomi tertentu atau ciri-ciri suatu unit usaha tertentu bisa
dikaitkan dengan perilaku manajer atau para pembuat laporan keuangan.
Lebih khususnya, Watts dan Zimmerman mengungkapkan pengaruh dari
variabel-variabel ekonomi terhadap motivasi manajer untuk memilih suatu
metode akuntansi. Mereka menegaskan bahwa teori akuntansi positif
mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangannya, sebab teori
ini dapat memberikan pedoman kepada para pembuat keputusan kebijakan
akuntansi dalam melakukan perkiraan-perkiraan atau penjelasan-penjelasan
akan konsekuensi dari keputusan tersebut (Gumanti, 2000:108).
Banyak peneliti positive accounting berusaha membangun teori dan
praktik akuntansi dengan mengaplikasikan teori-teori ekonomi yang
mengasumsikan bahwa biaya kontrak dan informasi adalah tidak nol. Biaya
kontrak dan informasi diasumsikan tidak nol baik dalam kondisi proses
kontrak perusahaan dan dalam proses politik dimana aktivitas perusahaan
ditentukan oleh regulasi pemerintah. Prosedur akuntansi mempengaruhi biaya
tersebut ke dalam dua proses tersebut. Konsekuensinya pemilihan diantara
prosedur-prosedur tersebut tergantung pada pengaruh arus kas baik pada

4

proses kontrak dan politik. Proses contracting dan proses politik mempunyai
dampak yang berlawanan terhadap insentif manajer pada saat memilih
prosedur akuntansi (yaitu insentif untuk menaikkan laba versus menurunkan
laba). Laporan akuntansi yang berbeda untuk proses yang berbeda sepertinya
dapat memecahkan masalah ini. Tetapi strategi penggunaan laporan yang
berbeda ternyata tidak optimal. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa untuk
kesemua proses tersebut digunakan satu set laporan. Penjelasan mengenai hal
ini adalah:
1. Walaupun untuk kontrak hutang (terutama private debt) kadang-kadang
digunakan prosedur non-GAAP (agar debt covenant lebih efektif), tetapi
kontrak hutang tetap menggunakan laporan publikasi (auditan) sebagai
dasar/basis, dengan tujuan untuk mengurangi manipulasi manajer dan
agency cost.
2. Penggunaan laporan yang berbeda untuk proses politik juga akan mahal,
karena dapat muncul cost jika laporan alternatif (dengan laba tinggi untuk
kepentingan private) diketahui publik. Oleh karena itu, dalam proses
politik juga digunakan laporan publikasi auditan.
Teori-teori proses politik menyatakan tentang penggunaan angka
akuntansi dalam proses politik. Misalnya: politisi dihipotesiskan untuk
menggunakan laba yang besar yang dilaporkan sebagai bukti dari monopoli.
Perusahaan adalah subyek yang potensial untuk transfer kesejahteraan dalam
proses politik, sehingga manajer dihipotesiskan untuk menghasilkan laporan
keuangan yang lebih konservatif agar tidak menjadi subyek dari tekanan

5

politik. Angka akuntansi seringkali digunakan sebagai pedoman untuk
mengontor inflasi dan meregulasi kuantitas dan tipe jasa yang ditawarkan
(Watts dan Zimmerman) dalam Luciana Spica (2006:2).
Watts

dan

Zimmerman

dalam

Luciana

Spica

(2006:2)

juga

mengindikasikan bahwa laporan keuangan auditan (khususnya pada masa
sekarang) digunakan untuk memonitor kontrak hutang (debt contract).
Sedangkan mekanisme monitoring yang ada dalam kontrak hutang adalah
terdapat suatu perjanjian hutang (covenant) yang menggunakan angka-angka
dari laporan keuangan auditan yang dipublikasikan, dengan tujuan untuk
membatasi tindakan manajemen. Sedangkan tujuan suatu perjanjian yang
menggunakan angka-angka akuntansi (dalam kontrak hutang) adalah untuk
merestriksi atau membatasi tipe-tipe keputusan investasi dan keputusan
pendanaan yang dapat mengurangi nilai perusahaan (value reducing). Karena
laporan keuangan auditan digunakan untuk memonitor kontrak hutang,
manajer dihipotesiskan untuk menghasilkan laporan keuangan yang cenderung
tidak konservatif agar tidak dinyatakan default (gagal) dalam perjanjian
kontrak hutang.
Penelitian akuntansi tentang manajemen laba dilakukan untuk
memberikan penjelasan secara ilmiah atas praktik manajemen laba oleh
manajer. Bukti empiris menunjukkan bahwa manajer melakukan manajemen
laba dengan bermacam-macam pola: taking a bath (Healy; 1985), income
minimization (Cahan; 1992), income maximization (Dempsey; 1993), dan
income smoothing (Beattie; 1994) dalam Primanita dan Setiono (2006:44).

6

Motivasi yang melatarbelakangi manajemen laba juga beragam, yaitu
mengelola bonus (manajemen), menghindari pelanggaran kontrak utang dan
menghindari atau mengurangi political cost. Political cost disini menyatakan
bahwa perusahaan yang berhadapan dengan biaya politik, cenderung
melakukan rekayasa laba dengan tujuan untuk meminimalkan biaya politik
yang harus mereka tanggung (Scott) dalam (Luciana Spica, 2006:6). Biaya
politik yang dimaksud adalah mencakup semua biaya (transfer kekayaan)
yang harus ditanggung oleh perusahaan terkait dengan tindakan-tindakan
antitrust, regulasi, subsidi pemerintah, pajak, tarif, tuntutan buruh dan lain
sebagainya (Watts dan Zimmerman) dalam Luciana Spica (2006:7). Penelitian
lain mencoba mendeteksi manajemen laba melalui variabel discretionary
accruals. Pendeteksian tersebut sulit dilakukan karena sangat beragamnya
variasi dari tahun ke tahun yang sangat dipengaruhi oleh kondisi bisnis.
Penelitian–penelitian tersebut hanya menunjukkan apakah manajemen laba
terjadi atau tidak, tanpa memberi penjelasan atas apa yang telah terjadi.
Penelitian ini merupakan modifikasi dari penelitian sebelumnya yang
dilakukan oleh Alwan Sri Kustono (2009) dan Arman Sinaga (2009).
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah sebagai berikut:
1. Proksi yang digunakan sebagai agency cost dalam penelitian sebelumnya
adalah ukuran perusahaan, hutang, kepemilikan institusional, ukuran
dewan komisaris, keberadaan komisaris independen, kualitas auditor, SGA
(Selling and General Administrative) dan FCF (Free Cash Flow)
Sedangkan dalam penelitian ini hanya mengambil sebagian proksi agency

7

cost dari penelitian sebelumnya yakni hutang, SGA (Sales and General
Administrative) dan FCF (Free Cash Flow). Hal ini dikarenakan variabel
agency cost dengan proksi tersebut belum banyak diteliti berkaitan dengan
income smoothing.
2. Dalam penelitian sebelumnya sampel yang digunakan adalah perusahaan
publik non keuangan di Indonesia, sedangkan sampel yang digunakan
dalam penelitian ini mengambil perusahaan manufaktur yang terdaftar di
BEI periode 2006-2009 karena pada tahun 2008 terjadi krisis global dan
secara tidak langsung akan berdampak pada perusahaan yang ada di
Indonesia dan untuk menyeimbangkan maka diambil sampel dua tahun
sebelum krisis global dan dua tahun setelah krisis global terjadi.
Berdasarkan uraian tersebut penulis melakukan penelitian dengan
judul

“Analisis

Agency

Cost

Terhadap

Kecenderungan

Income

Smoothing” studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI
periode 2006-2009.

B. Rumusan Masalah
Seperti telah diuraikan pada latar belakang penelitian, permasalahan
dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah hutang sebagai proksi agency cost berpengaruh secara signifikan
terhadap kecenderungan perataan laba atau income smoothing?

8

2. Apakah SGA (Sales and General Administrative) sebagai proksi agency
cost berpengaruh secara signifikan terhadap kecenderungan perataan laba
atau income smoothin?
3. Apakah FCF sebagai proksi agency cost berpengaruh secara signifikan
terhadap kecenderungan perataan laba atau income smoothing?
4. Apakah hutang, SGA (Sales and General Administrative) dan FCF (Free
Cash Flow) sebagai proksi agency cost secara simultan

berpengaruh

secara signifikan terhadap kecenderungan perataan laba atau income
smoothing?

C. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah:
1. Menganalisis pengaruh hutang sebagai proksi agency cost terhadap
kecenderungan perataan laba atau income smoothing.
2. Menganalisis pengaruh SGA (Sales and General Administrative) sebagai
proksi agency cost terhadap kecenderungan perataan laba atau income
smoothing.
3. Menganalisis pengaruh FCF (Free Cash Flow) sebagai proksi agency cost
terhadap kecenderungan perataan laba atau income smoothing.
4. Menganalisis pengaruh hutang, SGA (Sales and General Administrative)
dan FCF (Free Cash Flow) sebagai proksi agency cost secara simultan
terhadap kecenderungan perataan laba atau income smoothing.

9

Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat terhadap
semua pihak, diantaranya:
1. Menemukan bukti empiris dan menganalisa pengaruh hutang, SGA (Sales
and General Administrative) dan FCF (Free Cash Flow) sebagai proksi
dari agency cost terhadap kecenderungan perataan laba atau income
smoothing.
2. Dapat menjelaskan kaitan agency cost serta pengaruhnya terhadap income
smoothing bagi perusahaan. Untuk investor penelitian ini dimanfaatkan
sebagai alat pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
3. Memberikan kontribusi pada pengembangan teori ilmiah terutama dalam
bidang akuntansi.

10

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kerangka Teoritis
1. Teori Akuntansi Positif (Positive Accounting Theory)
Teori

akuntansi

positif

sering

kali

dihubungkan

dengan

pembahasan manajemen laba (earning management). Teori akuntasi
positif

menjelaskan

faktor-faktor

yang

mungkin

mempengaruhi

manajemen dalam memilih prosedur akuntansi yang optimal dengan
tujuan tertentu. Menurut teori akuntansi positif, pemilihan prosedur
akuntansi yang digunakan perusahaan tidak harus sama dengan perusahaan
lainnya. Perusahaan diberi kebebasan untuk memilih salah satu dari
alternatif prosedur yang tersedia untuk meminimumkan biaya kontrak
dan memaksimumkan nilai perusahaan (Scott, 1997) dalam Agnes Utari
(2001:90). Adanya kebebasan untuk memilih prosedur yang tersedia maka
manajer akan melakukan tindakan yang dinamakan oleh teori akuntansi
positif sebagai tindakan oportunis (opportunistic behavior). Jadi tindakan
oportunis adalah suatu tindakan dimana manajer memilih kebijakan
akuntansi

yang

menguntungkan

dirinya

atau

memaksimumkan

keuntungannya.
Ada tiga hipotesis yang secara umum dihubungkan dengan
tindakan oportunistik manajer (Watts dan Zimmerman) dalam (Primanita
dan Setiono, 2006:46) sebagai berikut:

11

1. Bonus plan hypothesis
Hipotesis ini menyatakan bahwa manajer akan cenderung untuk
menggunakan metode akuntansi yang cenderung akan meningkatkan
laba yang dilaporkan pada

periode berjalan. Tujuannya untuk

memaksimumkan bonus yang akan mereka peroleh karena besarnya
bonus tergantung pada besarnya laba yang dihasilkan. Dalam kontrak
bonus

dikenal

dua

istilah

yaitu

bogey

(tingkat

laba

terendah untuk mendapatkan bonus) dan cap (tingkat laba tertinggi).
Hipotesis ini sering dikaitkan dengan skema bonus, dimana:


Manajemen akan meminimalkan laba karena kondisi perusahan
saat itu rugi (kondisi bogey ke kiri).



Manajemen berusaha memaksimalkan laba dengan menggunakan
metode akuntansi yang dapat meningkatkan laba agar manajemen
dapat memperoleh bonus yang maksimal (kodisi bogey ke cap).



Manajemen akan membuat laba menjadi rata (income smoothing),
supaya perusahaan dianggap sudah mapan dan stabil. Dalam
kondisi ini manajemen tidak lagi memaksimalkan bonus karena
bonus sudah maksimal (kondisi cap ke kanan).

2. Debt convenant hyphotesis
Hipotesis ini berkaitan dengan syarat yang harus dipenuhi dalam
perjanjian hutang (debt convenant). Dinyatakan pula bahwa semakin
dekat perusahaan pada pelanggaran terhadap debt convenant, maka
semakin besar kecenderungan manajer tersebut untuk menggunakan

12

metode akuntansi yang meningkatkan laba. Hal ini dilakukan untuk
mengurangi kemungkinan terjadinya technical default. Dengan
meningkatkan laba (melakukan income increasing) dinilai dapat
mencegah atau setidaknya dapat menunda hal tersebut.
3. Political cost hypothesis
Hipotesis ini menyatakan bahwa semakin besar biaya politis yang
dihadapi perusahaan maka semakin besar pula kecenderungan
perusahaan

tersebut untuk menggunakan pilihan akuntansi untuk

mengurangi laba yang dilaporkan, dibandingkan dengan perusahaan
lainnya. Tingkat laba yang tinggi dinilai akan mendapat perhatian luas
dari kalangan konsumen dan media yang nantinya juga akan menarik
perhatian pemerintah dan regulator sehingga akan menimbulkan biaya
politis

diantaranya

adalah

munculnya

intervensi

pemerintah,

pengenaan pajak yang lebih tinggi, dan berbagai macam tuntutan lain
yang dapat meningkatkan biaya politis.

2. Teori Keagenan (Agency Theory)
Pengelolaan perusahaan yang semakin dipisahkan dari kepemilikan
perusahaan merupakan salah satu ciri perekonomian modern, hal ini sesuai
dengan teori keagenan yang menginginkan principal (pemilik) perusahaan
menyerahkan pengelolaan perusahaan kepada tenaga profesional (agent)
yang lebih mengerti dalam menjalankan bisnis. Konsep agency theory
menurut Anthony dan Govindarajan (1995) dalam Agnes Utari (2001:92)

13

adalah hubungan atau kontrak antara principal dan agent. Principal
mempekerjakan agent untuk melakukan tugas untuk kepentingan principal
termasuk pendelegasian otoritas pengambilan keputusan dari principal
kepada agent. Pada perusahaan yang modalnya terdiri atas saham,
pemegang saham bertindak sebagai principal dan CEO (Chief Executive
Officer) sebagai agent mereka. Pemegang saham mempekerjakan CEO
untuk

bertindak

sesuai

dengan

kepentingan

principal.

Tujuan

dipisahkannya pengelolaan dan kepemilikan perusahaan yaitu agar pemilik
memperoleh keuntungan maksimal dengan biaya yang efisien. Teori
keagenan mengemukakan jika antara pihak principal dan agent memiliki
kepentingan yang berbeda muncul konflik yang dinamakan masalah
keagenan (agency problem).
Untuk mengurangi kesempatan manajer melakukan tindakan yang
merugikan investor luar, Jensen dan Meckling (1976) dalam Zaenal Arifin
dan Nina R (2006:240) mengidentifikasi ada dua cara yaitu investor luar
melakukan pengawasan (monitoring) dan manajer sendiri melakukan
pembatasan–pembatasan atas tindakan–tindakannya (bonding). Pada satu
sisi, kedua kegiatan tersebut akan mengurangi kesempatan penyimpangan
oleh manajer sehingga nilai perusahaan akan meningkat sedangkan pada
sisi yang lain keduanya akan memunculkan biaya sehingga akan
mengurangi nilai perusahaan. Jensen dan Meckling (1976) juga
menyatakan bahwa calon investor akan mengantisipasi adanya kedua
biaya tersebut ditambah dengan kerugian yang masih muncul meskipun

14

sudah ada monitoring dan bonding, yang disebut residual cost. Antisipasi
atas ketiga biaya yang didefinisikan sebagai biaya agensi ini nampak pada
harga saham yang terdiskon saat perusahaan menjual sahamnya.
Mekanisme monitoring bisa dilakukan dengan pembentukan dewan
komisaris, pasar corporate control, pemegang saham besar, kepemilikan
institusional dan pasar manajer. Mekanisme kontrol dilakukan dengan
peningkatan kepemilikan manajer dan bonding dengan meningkatkan
hutang dan meningkatkan dividen.
Monitoring cost adalah biaya yang timbul dan ditanggung oleh
prinsipal untuk mengawasi perilaku agen, yaitu untuk mengukur,
mengamati dan mengontrol perilaku agen. Contoh biaya ini adalah biaya
audit untuk menetapkan rencana kompensasi manajer, pembatasan
anggaran dan aturan-aturan operasi.
Bonding cost adalah biaya yang ditanggung oleh agen untuk
menetapkan dan mematuhi mekanisme yang menjamin bahwa agen akan
bertindak untuk kepentingan prinsipal, contohnya biaya yang dikeluarkan
oleh manajer untuk menyediakan laporan keuangan kepada pemegang
saham.
Berbagai konflik kepentingan dalam perusahaan baik antara
manajer dengan pemegang saham, manajer dengan kreditor atau antar
pemegang saham, kreditor dan manajer disebabkan adanya hubungan
keagenan atau agency relationship. Pihak prinsipal dapat membatasi
perbedaan kepentingannya dengan

memberikan insentif yang layak

15

kepada agen dan harus bersedia mengeluarkan biaya pengawasan atau
monitoring cost untuk mencegah penyimpangan (hazard) dari agen. Hal
tersebut dinamakan dengan biaya keagenan atau agency cost (Horne dan
Wachowicz) dalam Sinaga (2009:23)
Menurut Meythi (2005) dalam Sinaga. (2009:24), ada 8 cara untuk
mengurangi konflik kepentingan dan agency cost.
a.

Meningkatkan kepemilikan manajerial
Kepemilikan ini akan mensejajarkan kepentingan manajemen dengan

kepentingan pemegang saham sehingga manajemen dapat bertindak sesuai
dengan keinginan pemegang saham. Dengan peningakatan presentase
kepemilikan,

manajer

termotivasi

meningkatkan

kinerja

dan

bertanggungjawab meningkatkan kemakmuran pemegang saham. Pada
kepemilikan menyebar, masalah keagenan terjadi antara pihak manajemen
dengan pemegang saham. Sedangkan pada kepemilikan terkonsentrasi,
masalah keagenan disebabkan oleh hubungan antara pemegang saham dan
kreditor.
b.

Kepemilikan institusional sebagai agen pengawas (monitoring agents)
Konflik kepentingan mendasari adanya agency cost, dengan asumsi

rasionalitas ekonomi dimana orang akan memenuhi kepentingannya
terlebih dahulu sebelum pemenuhan kepentingan orang lain. Kepemilikan
institusional dapat digunakan sebagai cara untuk mengurangi konflik
keagenan antara pemegang saham dan manajer. Kepemilikan institusional
didefinisikan sebagai proporsi kepemilikan saham pada akhir tahun yang

16

dimiliki oleh lembaga, seperti asuransi, bank atau institusi lain.
Peningkatan kepemilikan institusional menyebabkan kinerja manajer
diawasi secara optimal dan terhindar dari perilaku oprtunistik. Dengan
melibatkan kepemilikan institusional, manajer bertindak sesuai keinginan
pemegang saham sehingga mengurangi agency cost.
c.

Meningkatkan pendanaan melalui hutang
Peningkatan hutang akan menurunkan skala konflik antara pemegang

saham dan manajemen. Apabila perusahaan memerlukan kredit, maka
harus siap untuk dievaluasi dan dimonitor oleh pihak eksternal dan akan
mengurangi konflik antara manajemen dengan pemegang saham.
Disamping itu, hutang juga dapat mengurangi kelebihan aliran kas atau
excess cash flow yang ada dalam perusahaan sehingga menurunkan
kemungkinan pemborosan yang dilakukan oleh manajemen.
d.

Meningkatkan rasio dividen terhadap laba bersih atau dividend payout
ratio.
Peningkatan rasio dividen terhadap laba bersih akan memperkecil

aliran kas bebas atau free cash flow sehingga manajemen harus mencari
sumber dana eksternal untuk pembiayaan investasi. Pengertian free cash
flow itu sendiri adalah ketersediaan dana dalam jumlah yang melebihi
kebutuhan untuk pendanaan investasi yang menguntungkan. Apabila laba
yang diperoleh dibagi sebagai dividen, maka kebutuhan investasi harus
dicari dari sumber dana eksternal. Pembiayaan eksternal ini akan

17

meningkatkan pengawasan oleh pihak eksternal seperti pengawas pasar
modal, banker investasi (investment banker) dan investor.
e.

Tingkat risiko
Dalam kerangka konflik keagenan, risiko digunakan sebagai dasar

untuk menentukan kepemilikan manajerial, kebijakan hutang dan kebijkan
dividen. Pada tingkat risiko tinggi perusahaan kesulitan mengawasi
kondisi eksternal sehingga meningkatkan kepemilikan manajerial sebagai
cara untuk mengawasi kondisi internal.
f.

Kebijakan insentif
Dengan insentif yang menarik, manajer termotivasi meningkatkan

kemakmuran pemilik dan memperketat pengawasan terhadap perusahaan.
Masalah keagenan tidak sepenuhnya diatasi melalui kebijakan insentif,
tetapi juga diperlukan kebijakan baru melalui peningkatan kepemilikan
manajerial. Keterlibatan manajer dalam kepemilikan saham dapat
memotivasi untuk meningkatkan nilai perusahaan dan kemakmuran
pemegang saham. Sebaliknya apabila ditetapkan persentase kepemilikan
manajerial kecil, maka manajer terfokus pada pengembangan kapasiatas
atau ukuran perusahaan. Tujuan manajer melakukan tindakan ini yaitu
untuk mempertahankan posisi manajerial dari ancaman hostile takeover
(pengambilalihan), meningkatkan status, kekuasaan, gaji atau memberi
kesempatan pada manajer bawah dan menengah untuk berkembang.
g.

Menggunakan aliansi dengan kreditor atau bentuk kerjasama lainnya
sesuai dengan kesepakatan bersama

18

Penggunaan aliansi dengan kreditor atau bentuk kerjasama lainnya
sesuai dengan kesepakatan bersama dapat mengurangi konflik keagenan.
Jika beraliansi, manajer bisa memperoleh dananya dari pihak kreditor
tanpa harus membayar bunga dan hutang, jika kreditor bisa memperoleh
pendapatan dari keuntungan (earning per share atau laba) perusahaan,
serta kemungkinan kreditor menjadi owner (pemilik). Kelemahan dari
aliansi adalah sulit mencari investor yang ingin bekerjasama dengan pihak
perusahaan karena biasanya investor atau kreditor jarang sekali mau
menanggung risiko tapi ingin mendapat keuntungan yang besar.
h.

Manajer memahami bagaimana peran-perannya
Manajer mengaetahui dan paham bagaimana peran-perannya sebagai

manajer dapat mengurangi konflik keagenan. Peran manajer adalah:
1) Mengambil keputusan keuangan dalam perusahaan, antara lain:
keputusan

pendanaan,

keputusan

investasai,

pendistribusian

keuntungan.
2) Mempertimbangkan risiko dari setiap keputusan yang diambil dan
return yang akan diperoleh dari setiap investasi tersebut. Oleh
karena itu, sebagai pengambil keputusan dalam perusahaan yang
akan mensejahterakan para pemilik saham, sebaiknya memahami
betul konsep-konsep mengenai risk and return, capital structure
(struktur modal), capital budgeting (penganggaran modal).

19

3. Informasi Asimetri (Asymmetric Information)
Adanya pemisahan kepemilikan dan pengendalian perusahaan akan
menyebakan timbulnya informasi asimetri. Informasi asimetri adalah
situasi dimana manajer memiliki informasi yang berbeda (yang lebih baik)
mengenai prospek perusahaan dari pada yang dimiliki oleh investor
(Brigham dan Houston, 2006:27). Menurut Scott (2000) dalam Sinaga
(2009:33) ada dua jenis ketidaksamaan informasi, yaitu adverse selection
dan moral hazard.
Adverse selection adalah suatu tipe informasi asimetri dimana satu
orang atau lebih pelaku-pelaku transaksi bisnis atau transaksi-transaksi
yang potensial mempunyai informasi lebih atas yang lain. Ketimpangan
pengetahuan informasi perusahaan ini dapat menimbulkan masalah dalam
transaksi pasar modal karena investor tidak mempunyai informasi yang
cukup dalam pengambilan keputusan investasinya.
Sedangkan moral hazard adalah suatu tipe informasi asimetri
dimana satu orang atau lebih pelaku-pelaku bisnis atau transaksi-transaksi
potensial yang dapat mengamati kegiatan-kegiatan mereka secara penuh
dibandingkan dengan pihak lain. Masalah moral hazard ini terjadi karena
pihak-pihak di luar perusahaan (investor) mendelegasikan tugas dan
wewenangnya kepada manajer tetapi investor tidak dapat sepenuhnya
memantau manajer dalam melaksanakan pendelegasian tersebut.

20

4. Teori Sinyal (Signaling Theory)
Teori sinyal menjelaskan perusahaan (manajer) mempunyai dorongan
untuk memberikan informasi laporan keuangan pada pihak eksternal
(pemegang saham). Dorongan perusahaan untuk memberikan informasi adalah
karena adanya informasi asimetri antara perusahaan (manajemen) dan pihak
eksternal (investor dan kreditor). Kurangnya informasi pihak eksternal
mengenai perusahaan menyebabkan mereka melindungi diri mereka dengan
memberikan harga rendah untuk perusahaan. Perusahaan dapat meningkatkan
nilai perusahaan dengan mengurangi informasi asimetri. Salah satu cara untuk
mengurangi informasi asimetri adalah dengan memberikan sinyal pada pihak
eksternal, salah satunya berupa informasi keuangan yang dapat dipercaya dan
akan mengurangi ketidakspatian mengenai prospek perusahaan yang akan
datang (Brigham dan Houston) dalam Sinaga (2009:34).
Teori sinyal mengemukakan tentang bagaimana seharusnya sebuah
perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan. Sinyal ini
berupa informasi apa yang sudah dilakukan oleh manajemen untuk
merealisasikan keinginan pemilik. Sinyal dapat berupa promosi atau informasi
lain yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut lebih baik dari pada
perusahaan lain. Laporan keuangan seharusnya memberikan informasi yang
berguna bagi investor untuk membuat keputusan investasi, kredit dan
keputusan sejenis. Laba merupakan bagian dari laporan keuangan sehingga
laba seharusnya juga berguna untuk keputusan kredit. Laba dapat digunakan
untuk menilai prospek perusahaan misalnya untuk mengevaluasi performance

21

manajemen, memperkirakan earning power, memprediksi laba yang akan
datang atau menilai risiko investasi atau peminjaman pada perusahaan.

5. Tata Kelola Perusahaan (Corporate Governance)
Tata kelola perusahaan merujuk pada sistem yang mengaharuskan
perusahaan dikelola dan dikendalikan. Sistem tersebut melintasi berbagai
hubungan antara pemegang saham perusahaan, dewan direksi serta pihak
manajemen senior. Hubungan-hubungan ini memberi kerangka kerja untuk
menetapkan tujuan perusahaan dan pengawasan kinerja. Terdapat tiga
ketegori individu yang menjadi kunci utama keberhasilan tata kelola
perusahaan. Pertama, pemegang saham biasa yang memilih dewan direksi;
kedua, dewan direksi perusahaan itu sendiri; dan ketiga, para pejabat
eksekutif puncak yang dipimpin oleh direktur utama (Chief Executive Officer
– CEO).
Dewan direksi (board of directors) yang merupakan penghubung
penting antara pemegang saham dengan para manajer, berpotensi menjdi
instrument yang paling efektif untuk tata kelola perusahaan. Tanggung jawab
utama mereka adalah mengawasi jalannya perusahaan. Dewan sireksi, jika
beroperasi dengan benar juga merupakan pemeriksa independen atas
manajemen perusahaan untuk memastikan bahwa pihak manajemen bertindak
demi kepentingan para pemegang saham (Horne dan Wachowicz, 2005:10).
Prinsip-prinsip pokok tata kelola perusahaan yang perlu diperhatikan
untuk

terselenggaranya

praktik

good

corporate

governance

adalah

22

transparansi

(transparency),

akuntabilitas

(accountability),

keadilan

(fairness) dan responsibilitas (responsibility). Tranparansi yaitu dengan
meningkatkan kualitas keterbukaan informasi tentang “performance”
perusahaan secara akurat dan tepat waktu. Akuntabilitas yaitu dengan
mendorong optimalisasi peran dewan direksi dan dewan komisaris dalam
menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional.
Audit independen mutlak diperlukan untuk menunjang akuntabilitas
perusahaan. Fairness yaitu dengan memaksimalkan upaya perlindungan hak
dan perlakuan adil kepada seluruh pemegang saham tanpa kecuali.
Responsibilitas yaitu dengan mendorong optimalisasi peran pemegang saham
dalam memdukung program-program perusahaan (Baridwan) dalam Sinaga
(2009:36), dengan menerapkan corporate governance diharapkan dapat
mengurangi dorongan untuk melakukan tindakan manipulasi oleh manajer
sehingga kinerja yang dilaporkan merefleksikan keadaan ekonomi yang
sebenarnya dari perusahaan (Jensen) dalam Sinaga (2009:36).

6. Income Smoothing
Faktor-faktor yang mempengaruhi income smoothing suatu perusahaan
sangatlah beragam, sebagaimana dikemukakan oleh beberapa peneliti
terdahulu. Faktor-faktor tersebut antara lain ukuran perusahaan, profitabilitas,
sektor industri, harga saham, leverage operasi, rencana bonus dan kebangsaan.
Tetapi dalam beberapa hal, hasil dari penelitian tersebut berbeda meskipun
mengukur hal yang sama.

23

Pengguna laporan keuangan lebih berfokus terhadap laba daripada
item laporan keuangan lainnya. Nasser dan Herlina (2003:291) menyatakan
bahwa informasi laba pada umumnya merupakan perhatian utama dalam
menaksir kinerja atau pertanggungjawaban manajemen selain itu informasi
laba juga membantu pemilik perusahaan atau pihak lainnya dalam menaksir
“earnings power” perusahaan di masa yang akan datang. Ball and Brown
(1968) dalam Nasser dan Herlina (2003:292) menemukan bahwa informasi
yang terkandung dalam angka akuntansi akan berguna jika laba yang
sesungguhnya berbeda dengan laba yang diharapkan (expected earning). Salah
satu pola manajemen laba adalah income smoothing.
Selain itu, menurut Eckel (1981) dalam Berryllian (2007:13) ada dua
jenis income smoothing, yaitu naturally smooth dan intentionally smooth.
Intentionally smooth terbagi atas artificial smoothing dan real smoothing.
Aliran perataan laba yang alami (naturally income smoothing) secara
sederhana mempunyai implika

Dokumen yang terkait

Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi likuiditas pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2013.

1 74 110

Analisis faktor determinan atas pembelian opini audit going concern oleh auditor (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI 2004-2008)

0 6 75

Analisis pengaruh rasio modal saham terhadap return yang diterima oleh pemegang saham (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2004-2008)

0 4 96

Analisis agency cost terhadap kecendrungan income smoothing (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2006-2009)

19 113 94

Analisis pengaruh mekanisme corporate governance terhadap manajemen laba (studi empiris perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di BEI)

0 18 138

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pergantian kantor akuntan publik: studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2008-2012

1 8 137

Pengaruh diversifikasi operasi, diversifikasi geografis dan ukuran perusahaan terhadap manajemen laba : studi empiris pada perusahaan manufaktur sektor consumer goods industry yang terdaftar di bursa efek indonesia periode 2010-2013

1 12 111

Pengaruh profitabilitas, leverage, umur, dan ukuran perusahaan terhadap manajemen laba (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2013)

3 39 154

Pengaruh board diversity terhadap intellectual capital performance (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI)

0 0 85

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT DELAY DAN TIMELINEES (Study empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2006-2008)

0 1 60

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

98 2979 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 758 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

34 656 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 428 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 583 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 977 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 893 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 542 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 800 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

33 966 23