Hubungan pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara

HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP
KINERJA AUDITOR INSPEKTORAT
PROVINSI SUMATERA UTARA

TESIS

Oleh

FAISAL ARIF RITONGA
097024009/SP

PROGRAM STUDI MAGISTER STUDI PEMBANGUNAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP
KINERJA AUDITOR INSPEKTORAT
PROVINSI SUMATERA UTARA

TESIS

Diajukan sebagai salah satu syarat
untuk memperoleh gelar Magister Studi Pembangunan
dalam Program Studi Pembangunan pada
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Sumatera Utara

Oleh

FAISAL ARIF RITONGA
097024009/SP

PROGRAM STUDI MAGISTER STUDI PEMBANGUNAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

Judul Tesis

: Hubungan pendidikan dan pelatihan terhadap
kinerja auditor Inspektorat Provinsi Sumatera
Utara
Nama Mahasiswa
: Faisal Arif Ritonga
Nomor induk mahasiswa : 097024009
Program Magister
: Studi Pembangunan

Menyetujui :
Komisi Pembimbing,

(Amir Purba, M.A, Ph.D )
Ketua

(Drs. Agus Suriadi, M.Si)
Anggota

Ketua Program Studi,

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik,

(Prof Dr. M. Arif Nasution, M.A)

(Prof. Dr. Badaruddin, M.Si)

Tanggal lulus : 16 September 2011.

Universitas Sumatera Utara

Telah diuji pada :
Tanggal 16 September 2011.

Panitia penguji tesis :
Ketua
: Amir Purba, M.A, Ph.D
Anggota : Drs. Agus Suriadi, M.Si
Drs. Heri Kusmanto, M.A
Warjio, M.A, Ph.D
Prof. Dr. M. Arif Nasution, M.A

Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN

HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA
AUDITOR INSPEKTORAT PROVINSI SUMATERA UTARA

TESIS

Dengan ini saya mengatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah
diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan disuatu perguruan tinggi dan sepanjang
pengetahuan juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau
diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan
disebutkan dalam daftar pustaka.

Medan, September 2011.
Penulis,

FAISAL ARIF RITONGA

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Saat ini dan di masa depan semua organisasi pemerintahan daerah
menghadapi perubahan dalam siklus kehidupan organisasinya dari waktu ke waktu.
Karena itu untuk menjadi organisasi-organisasi masa depan, maka pemerintah daerah
harus melaksanakan strategi pengembangan sumber daya manusia dan membangun
sumber daya manusia tersebut menjadi sumber daya manusia yang berkompetensi
tinggi. Pendidikan dan Pelatihan merupakan suatu cara untuk mengembangkan
sumber daya manusia untuk mencapai kinerja yang maksimal.
Berkaitan dengan
fungsi Inspektorat Provinsi yang melakukan pengawasan dan pemeriksaan pada aspek
pemerintahan, keuangan, teknik dan lainnya, maka sumber daya manusia yang ada di
Inspektorat Provinsi harus menguasai pengetahuan yang baik. Bahkan auditor
(pemeriksa) seharusnya memiliki tingkat pendidikan dan pengetahuan yang lebih
tinggi daripada obyek yang diperiksanya. Pemeriksa juga diharapkan memiliki latar
belakang pendidikan sesuai dengan bidang yang akan diperiksanya. Oleh karena itu
pendidikan dan pelatihan auditor (pemeriksa) mempunyai pengaruh terhadap kualitas
hasil pemerikaan. Berdasarkan hal tersebut maka penulis termotivasi melakukan
penelitian dengan judul “Hubungan pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja auditor
Inspektorat Provinsi Sumatera Utara”.
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan
kuantitatif. Dimana data yang diperoleh disajikan dengan angka-angka, yang
kemudian diolah dengan metode statistik. Disamping itu penelitian ini menggunakan
penelitian korelasi yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan diantara
variabel dan berapa eratnya hubungan serta berarti atau tidak hubungan itu. Adapun
populasi dalam penelitian ini adalah seluruh auditor di lingkungan Inspektorat
Provinsi Sumatera Utara dengan jumlah sampel sebanyak 78 orang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja auditor Inspektorat Provinsi
Sumatera Utara yang dijelaskan oleh variabel dependen (x) berupa pendidikan dan
pelatihan sebesar 67.5%, dan masih terdapat 32.5% variasi dari variabel independen
(y) kinerja auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara yang tidak dapat dijelaskan
oleh variabel dependen (x) Pendidikan dan Pelatihan, tetapi dapat dijelaskan oleh
variabel dependen lain yang tidak teramati dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil
penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang kuat, positif,
searah dan signifikan antara pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja auditor
Inspektorat Provinsi Sumatera Utara, artinya semakin baik kemampuan pendidikan
dan pelatihan auditor (tingkat kemampuan dalam pengenalan dan penanganan
masalah), maka akan semakin baik kinerja auditor Inspektorat Provinsi Sumatera
Utara.

Kata Kunci: Pendidikan, Pelatihan, Kinerja

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

Currently and in the future all local government organizations deal with
change in the life cycle of the organizations from time to time. Therefore in order to
become organizations in the future, then local government must implement the
strategy of human resources development and building of human resources is a
source of highly competent human resources. Education and Training is a way to
develop human resources to achieve maximal performance. Function associate with
the Provincial Inspectorate of conduct supervision and inspection on the governance,
financial, and other technics, the existing human resources at the Provincial
Inspectorate must have the good knowledge. Even the auditor (inspector) must have a
level of education and higher knowledge than the examine object. Auditor also
expected to have an background education in accordance with the field that will be
examine. Therefore education and training of auditor (inspector) have an influence
on the quality of the examine. Based on these writer is motivate to do research with
the title “Relation of education and training against performance auditor of North
Sumatera Province”.
Type of research used descriptive quantitative approach. Where the data
obtain is present with the number, which are process with statistic method. Beside
this study uses correlation study, aim to discover whether there is a relation between
variable and how close a relation as well as meaningfull or not that relation. The
population in this study were all auditor in the Inspectorate of North
Sumatera Province with total sample are 78 people.
The results showed that the performance auditor Inspectorate of North
Sumatera province described by the dependent variable (x) in the form of education
and training at 67.5%, and there are still 32.5% of the variation of the independent
variable (y) performance of auditor Inspectorate of North Sumatera province that
can not explain by the variable dependent (x) education and training, but can be
explain by other dependent variable, which not observe in this study. Base on this
research, the conclusion there is a strong, positive, direct and significant relation
between education and training of auditor performance of Inspectorate North
Sumatera province, this mean that better education and training of auditor (level of
ability in the recognition and solve the problem), it will be more good
performance auditor Inspectorate of North Sumatera Province.

Keywords: Education, Training, Performance

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohim, puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah,
SWT atas berbagai rahmat dan hidayah-Nya, akhirnya penulis dapat menyelesaikan
tesis ini sebagai tugas akhir yang menjadi salah satu syarat untuk menyelesaikan
pendidikan pada Magister Studi Pembangunan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Sumatera Utara.
Tesis ini berjudul “Hubungan pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja
auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara”. Dalam penyusunan dan penyelesaian
tesis ini, penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu
penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1. Rektor Universitas Sumatera Utara, Bapak Prof. DR. Dr. Syahril Pasaribu, DTM
&H ,M.Sc (CTM), Sp.AK ;
2. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, Bapak
Prof. Dr. Badaruddin, M.Si ;
3. Ketua Program Magister Studi Pembangunan Bapak Prof Dr. M. Arif Nasution,
M.A ;
4. Bapak DR. R. Hamdani Harahap, M.Si, selaku Sekretaris Program Magister Studi
Pembangunan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara ;
5. Bapak Nurdin Lubis, SH, MM selaku Inspektur Provinsi Sumatera Utara ;
6. Komisi Pembimbing, yaitu Bapak Amir Purba, M.A, Ph.D dan Bapak Drs. Agus
Suriadi, M.Si ;

Universitas Sumatera Utara

7. Bapak Drs. Heri Kusmanto, M.A dan Bapak Warjio, M.A, Ph.D selaku dosen
pembanding/penguji ;
8. Seluruh keluargaku yang telah memberikan semangat dan doa ;
9. Pegawai Negeri Sipil Inspektorat Provinsi Sumatera Utara yang telah membantu
penulis untuk memberi data yang diperlukan ;
Penulis menyadari sepenuhnya, bahwa tesis ini masih jauh dari
kesempurnaan, oleh karenanya saran dan kritik untuk perbaikan sangat diharapkan
dari berbagai pihak. Semoga Allah, SWT memberikan petunjuk dan hidayah-Nya
kepada kita semua. Amin ya robbal alamin.

Medan, September 2011.
Penulis,

FAISAL ARIF RITONGA

Universitas Sumatera Utara

RIWAYAT HIDUP

I.

IDENTITAS DIRI
Nama
Tempat/tgl. lahir
Alamat
Instansi
Alamat Kantor

II.

: Faisal Arif Ritonga
: Padang Sidempuan, 23 Juni 1975
: Jl. Pelajar Timur No. 242 A Medan
: Inspektorat Provinsi Sumatera Utara
: Jl. K. H. Wahid Hasyim No. 8 Medan

RIWAYAT PENDIDIKAN
1. SD Negeri No. 060822 Medan
2. SMP Negeri 3 Medan
3. SMA Negeri 5 Medan
4. STPDN
5. IIP

1985-1990
1987-1990
1990-1993
1990-1997
2000-2001

III. RIWAYAT PEKERJAAN
1. Staf Irban Khusus Inspektorat Provinsi Sumatera Utara, sejak tahun 2007
sampai dengan tahun 2011.

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Hal
ABSTRAK
ABSTRACT
KATA PENGANTAR
RIWAYAT HIDUP
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I

BAB II

BAB III

:

:

:

................................................................
................................................................
................................................................
................................................................
................................................................
................................................................
................................................................
................................................................

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Perumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Teori Birokrasi
2.2 Pengertian Sumber Daya
Manusia
2.3 Pendidikan
2.4 Pelatihan
2.5 Pendidikan dan Pelatihan
2.6 Kinerja Auditor
2.7 Kualitas Auditor
2.8 Hipotesis Penelitian
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
3.2 Lokasi Penelitian
3.3 Populasi Sampel
3.4 Teknik Pengumpulan
Data
3.5 Teknik Pengolahan dan
Analisis Data
3.6 Definisi Konsep dan
Operasionalisasi
Variabel

i
ii
iii
v
vi
viii
xi
xii

............................................
............................................
............................................
............................................

1
1
8
8
8

............................................

10

............................................
............................................
............................................
............................................
............................................
............................................
............................................

12
14
18
22
32
34
36

............................................
............................................
............................................

38
38
38

............................................

39

............................................

40

............................................

42

Universitas Sumatera Utara

BAB IV

BAB V

:

:

HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN
4.1. Deskripsi Lokasi
Penelitian
4.2 Pembahasan
4.3 Analisis
Hubungan
Antara Pendidikan dan
Pelatihan (X) Dengan
Kinerja
Auditor
Inspektorat
Provinsi
Sumatera Utara (Y)
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
5.2 SARAN

DAFTAR PUSTAKA

............................................
............................................

44
50

............................................

103

............................................
............................................

108
109

................................................................................

110

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Judul Tabel

Hal

Kemampuan Evaluasi Diri Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera
Utara
Kekurangan dan Kemampuan Auditor Inspektorat Provinsi
Sumatera Utara
Kemampuan Teknis Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara
Sumber Daya yang Ada Untuk Kelancaran Tugas Auditor
Inspektorat Provinsi Sumatera Utara
Kegiatan yang Dilakukan Untuk Peningkatan Sumber Daya Auditor
Inspektorat Provinsi Sumatera Utara
Penggunaan Komputer Oleh Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera
Utara
Pengenalan Masalah Pekerjaan Sehari-hari Auditor Inspektorat
Provinsi Sumatera Utara
Kemampuan Auditor Menangani Masalah
Kemampuan Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Dalam
Menetapkan Prioritas Penanganan Masalah
Kemampuan Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara
Bekerja Tanpa Pengawasan
Kemampuan Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Dalam
Hal Mengembangkan Cara Kerja Untuk Efisiensi
Kemampuan Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara
Menjabarkan Tugas Pokok dan Fungsinya
Kemampuan Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara
Menuangkan Konsep Pemikirannya
Kemampuan Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara
Mengantisipasi Perubahan yang Terjadi
Kemampuan Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Menilai
Kemampuan Sendiri
Kemampuan Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Dalam
Hal Tanggung Jawab Atas Tindakan yang Dilakukan
Kemampuan Teknis Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara
Kemampuan Auditor Mengenal Perubahan dan Meresponnya
Kemampuan Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara
Menumbuhkan Inovasi, Kreasi dan Motivasi
Kemampuan Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Dalam
Hal Mengarahkan Orang Lain

51
53
54
55
56
58
59
60
61
63
64
65
67
68
69
70
71
72
74
75

Universitas Sumatera Utara

21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33

34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44

Kemampuan Auditor Dalam Melaksanakan Tugas Jarang
Melakukan Kesalahan
Kemampuan Auditor Dalam Menyelesaikan Tugas Lebih Cepat
Dari Waktu yang Ditetapkan
Kemampuan Auditor Dalam Memahami dan Menguasai Pekerjaan
Kemampuan Auditor Untuk Melaksanakan Tugas-Tugas Baru
Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) Inspektorat Provinsi
Sumatera Utara Setiap Tahun Tercapai
Penyelesaian Naskah Hasil Pemeriksaan (NHP) Inspektorat Provinsi
Sumatera Utara Dilaksanakan Tepat Waktu
Penyelesaian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat
dilaksanakan Tepat Waktu
Pelaksanaan Expose Hasil Pemeriksaan Dilaksanakan Tepat Waktu
Saya Sering Diminta Pertimbangan Oleh Pimpinan Dalam
Menangani Suatu Permasalahan
Menikmati Jika Diberi Beban dan Tanggung Jawab yang Lebih
Besar Dari yang Dilakukan Selama Ini
Mengerti Visi, Misi dan Tujuan Organisasi
Mengetahui Jumlah Target PKPT (Program Kerja Pengawasan
Tahunan
Kemampuan dan Kesediaan Bekerja Secara Proaktif, Kreatif dan
Inovatif Melalui Penyajian Gagasan-Gagasan Baru yang Dapat
Meningkatkan Kinerja
Mampu Membuat Keputusan yang Dapat Menjawab Permasalahan
Dalam Waktu Tertentu
Menepati Waktu Dalam Melaksananakan Tugas Walaupun Sampai
Malam Hari
Berusaha Untuk Meningkatkan Kualitas Kerja dan Berniat
Mengevaluasi Diri Secara Terus Menerus
Mematuhi Peraturan yang Ditetapkan Oleh Pimpinan
Hadir ke Kantor Tepat Waktu
Hadir Tepat Waktu Saat Melakukan Pemeriksaan ke Instansi
Terkait
Kerjasama Antar Pegawai Dalam Melaksanakan Tugas
Kemampuan Ketua Tim Melaksanakan Pembagian Tugas Kepada
Anggota Tim
Sanksi yang Diberikan Ketua Tim Kepada Anggota Tim yang Tidak
Melaksanakan Tugas
Teman Sejawat Selalu Membantu Mengatasi Berbagai Hambatan
Dalam Menyelesaikan Pekerjaan
Dapat Bekerjasama Secara Profesional Dengan Instansi Terkait
Pada Saat Pemeriksaan

77
78
80
81
82

83
27
85
86
87
89
89

90
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102

Universitas Sumatera Utara

45
46
47

Korelasi Pearson Antara Pendidikan dan Pelatihan (X) Dengan
Kinerja Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara (Y)
Hubungan Antar Variabel Penelitian Berdasarkan Korelasi Pearson
(Product Moment)
Pedoman Dalam Koefisien Korelasi

104
104
105

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

No
1

Judul gambar
Hipotesis penelitian

Hal
36

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN
No
1

Judul
Daftar Kuesioner

Hal
113

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Saat ini dan di masa depan semua organisasi pemerintahan daerah
menghadapi perubahan dalam siklus kehidupan organisasinya dari waktu ke waktu.
Karena itu untuk menjadi organisasi-organisasi masa depan, maka pemerintah daerah
harus melaksanakan strategi pengembangan sumber daya manusia dan membangun
sumber daya manusia tersebut menjadi sumber daya manusia yang berkompetensi
tinggi. Pendidikan dan Pelatihan merupakan suatu cara untuk mengembangkan
sumber daya manusia untuk mencapai kinerja yang maksimal.
Berkaitan dengan
fungsi Inspektorat Provinsi yang melakukan pengawasan dan pemeriksaan pada aspek
pemerintahan, keuangan, teknik dan lainnya, maka sumber daya manusia yang ada di
Inspektorat Provinsi harus menguasai pengetahuan yang baik. Bahkan auditor
(pemeriksa) seharusnya memiliki tingkat pendidikan dan pengetahuan yang lebih
tinggi daripada obyek yang diperiksanya. Pemeriksa juga diharapkan memiliki latar
belakang pendidikan sesuai dengan bidang yang akan diperiksanya. Oleh karena itu
pendidikan dan pelatihan auditor (pemeriksa) mempunyai pengaruh terhadap kualitas
hasil pemerikaan. Berdasarkan hal tersebut maka penulis termotivasi melakukan
penelitian dengan judul “Hubungan pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja auditor
Inspektorat Provinsi Sumatera Utara”.
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan
kuantitatif. Dimana data yang diperoleh disajikan dengan angka-angka, yang
kemudian diolah dengan metode statistik. Disamping itu penelitian ini menggunakan
penelitian korelasi yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan diantara
variabel dan berapa eratnya hubungan serta berarti atau tidak hubungan itu. Adapun
populasi dalam penelitian ini adalah seluruh auditor di lingkungan Inspektorat
Provinsi Sumatera Utara dengan jumlah sampel sebanyak 78 orang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja auditor Inspektorat Provinsi
Sumatera Utara yang dijelaskan oleh variabel dependen (x) berupa pendidikan dan
pelatihan sebesar 67.5%, dan masih terdapat 32.5% variasi dari variabel independen
(y) kinerja auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara yang tidak dapat dijelaskan
oleh variabel dependen (x) Pendidikan dan Pelatihan, tetapi dapat dijelaskan oleh
variabel dependen lain yang tidak teramati dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil
penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang kuat, positif,
searah dan signifikan antara pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja auditor
Inspektorat Provinsi Sumatera Utara, artinya semakin baik kemampuan pendidikan
dan pelatihan auditor (tingkat kemampuan dalam pengenalan dan penanganan
masalah), maka akan semakin baik kinerja auditor Inspektorat Provinsi Sumatera
Utara.

Kata Kunci: Pendidikan, Pelatihan, Kinerja

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

Currently and in the future all local government organizations deal with
change in the life cycle of the organizations from time to time. Therefore in order to
become organizations in the future, then local government must implement the
strategy of human resources development and building of human resources is a
source of highly competent human resources. Education and Training is a way to
develop human resources to achieve maximal performance. Function associate with
the Provincial Inspectorate of conduct supervision and inspection on the governance,
financial, and other technics, the existing human resources at the Provincial
Inspectorate must have the good knowledge. Even the auditor (inspector) must have a
level of education and higher knowledge than the examine object. Auditor also
expected to have an background education in accordance with the field that will be
examine. Therefore education and training of auditor (inspector) have an influence
on the quality of the examine. Based on these writer is motivate to do research with
the title “Relation of education and training against performance auditor of North
Sumatera Province”.
Type of research used descriptive quantitative approach. Where the data
obtain is present with the number, which are process with statistic method. Beside
this study uses correlation study, aim to discover whether there is a relation between
variable and how close a relation as well as meaningfull or not that relation. The
population in this study were all auditor in the Inspectorate of North
Sumatera Province with total sample are 78 people.
The results showed that the performance auditor Inspectorate of North
Sumatera province described by the dependent variable (x) in the form of education
and training at 67.5%, and there are still 32.5% of the variation of the independent
variable (y) performance of auditor Inspectorate of North Sumatera province that
can not explain by the variable dependent (x) education and training, but can be
explain by other dependent variable, which not observe in this study. Base on this
research, the conclusion there is a strong, positive, direct and significant relation
between education and training of auditor performance of Inspectorate North
Sumatera province, this mean that better education and training of auditor (level of
ability in the recognition and solve the problem), it will be more good
performance auditor Inspectorate of North Sumatera Province.

Keywords: Education, Training, Performance

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Semakin

meningkatnya

tuntutan

masyarakat

atas

penyelenggaraan

pemerintahan yang bersih, adil, transparan, dan akuntabel harus disikapi dengan
serius dan sistematis. Segenap jajaran penyelenggara negara, baik dalam tatanan
eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus memiliki komitmen bersama untuk
menegakkan good governance dan clean government. Seiring dengan hal tersebut,
pemerintah pusat dan daerah telah menetapkan sasaran untuk meningkatkan
pelayanan birokrasi kepada masyarakat dengan arah kebijakan penciptaan tata
pemerintahan yang bersih dan berwibawa (good governance).
Dengan adanya komitmen pemerintah untuk mewujudkan good governance
khususnya pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, maka kinerja atas
penyelenggaraan organisasi pemerintah menjadi perhatian pemerintah untuk
dibenahi, salah satunya melalui sistem pengawasan yang efektif. Di dalam Peraturan
Pemerintah No. 20 Tahun 2001 tentang pembinaan dan pengawasan atas
penyelenggaraan pemerintahan daerah, dikenal dengan 3 (tiga) pengawasan, yaitu
pertama pengawasan fungsional yang dilakukan oleh aparat pengawasan fungsional
(APF) seperti BPK, BPKP, Itjen Departemen, maupun Badan Pengawas Daerah
(Bawasda) Provinsi dan Kabupaten/Kota. Kedua, pengawasan legislatif dilaksanakan
oleh lembaga perwakilan rakyat terhadap kebijakan yang telah ditetapkan, dan ketiga

Universitas Sumatera Utara

pengawasan masyarakat yang dilakukan oleh masyarakat baik secara perorangan
maupun kelompok dan atau organisasi masyarakat dilaksanakan secara langsung
maupun tidak langsung baik lisan maupun tertulis kepada Pemerintah, Pemerintah
Daerah, DPRD, maupun instansi pemerintah lainnya. Peran dan fungsi Inspektorat
Provinsi, Kabupaten/Kota secara umum diatur dalam pasal 4 Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2007. Dalam pasal tersebut dinyatakan bahwa dalam
melaksanakan tugas pengawasan urusan pemerintahan, Inspektorat Provinsi,
Kabupaten/Kota mempunyai fungsi sebagai berikut : pertama, perencanaan program
pengawasan, kedua, perumusan kebijakan dan fasilitas pengawasan dan ketiga,
pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas pengawasan.
Sejalan dengan hal tersebut, merupakan peluang bagi organisasi Aparat
Pengawasan Fungsional (APF) untuk menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi
publik yang menangani pengawasan pemerintah secara fungsional. Oleh karena itu,
maka organisasi pengawasan fungsional dituntut untuk mengefektifkan tujuan
strategik organisasi. Begitu juga dengan pemerintah daerah sebagai penyelenggara
pemerintahan di daerah harus selalu aktif mengantisipasi segala perubahan
lingkungan organisasi sehingga tuntutan yang akan dihadapinya berkaitan dengan
pencapaian good governance menjadi tantangan organisasi dalam perumusan strategi
yang perlu diimplementasikan. Apalagi dalam penguatan sistem pengawasan internal
pemerintah, peranan Inspektorat Provinsi / Badan Pengawas Daerah (Bawasda)
sangat diperlukan dalam melakukan pembenahan lingkungan internal organisasinya,
dari sisi hasil pengawasan, transparansi, maupun akuntabilitas. Pengawasan atas

Universitas Sumatera Utara

penyelenggaraan pemerintahan daerah adalah proses kegiatan yang ditujukan untuk
menjamin agar pemerintahan daerah berjalan secara efisien dan efektif sesuai dengan
rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pengawasan merupakan unsur
yang penting untuk keberhasilan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi
pemerintahan. Pengawasan internal pemerintah merupakan salah satu fungsi
manajemen pemerintah yang penting dalam rangka mewujudkan tata kelola
pemerintahan yang baik (good governance) berdaya guna, berhasil guna, bersih dan
bertanggung jawab. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Negara
Pendayagunaan

Aparatur

Negara

dan

Reformasi

Birokrasi

Nomor:

PER/05/M.PAN/03/2008, Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) adalah
Instansi Pemerintah yang mempunyai tugas pokok dan fungsi melaksanakan
pengawasan yang terdiri atas:
1. Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang bertanggung
jawab kepada Presiden.
2. Inspektorat Jenderal bertanggung jawab kepada Menteri.
3. Inspektorat Pemerintah Provinsi yang bertanggung jawab kepada Gubernur.
4. Inspektorat Pemerintah Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab kepada
Bupati/Walikota.
Inspektorat Provinsi Sumatera Utara dalam melaksanakan Tugas Pokok dan
fungsinya berpedoman pada Peraturan Gubernur Nomor 38 Tahun 2010 tentang
Uraian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Inspektorat Daerah Provinsi Sumatera Utara,
yang dituntut mampu melaksanakan salah satu fungsi manajemen Gubernur dalam

Universitas Sumatera Utara

bidang pengawasan. Tugas Inspektorat Provinsi adalah melaksanakan pengawasan
terhadap urusan pemerintahan di daerah provinsi, pelaksanaan pembinaan atas
penyelenggaraan pemerintahan daerah Kabupaten/Kota serta tugas pembantuan.
Inspektorat Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan fungsi :
a. Perencanaan program pengawasan dibidang perumusan kebijakan teknis dibidang
Inspektorat pengawasan.
b. Perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan.
c. Pelaksanaan tugas pembantuan di bidang pengawasan.
d. Pelaksanaan pelayanan administrasi.
e. Pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas pengawasan.
f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan gubernur, sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Saat ini dan di masa depan semua organisasi pemerintahan daerah
menghadapi perubahan dalam siklus kehidupan organisasinya dari waktu ke waktu.
Karena itu untuk menjadi organisasi-organisasi masa depan, maka pemerintah
daerah harus melaksanakan strategi pengembangan sumber daya manusia auditor
pemerintah dan membangun sumber daya manusia tersebut menjadi sumber daya
manusia yang berkompetensi tinggi.
Perubahan lingkungan baik perubahan secara internal maupun perubahan
eksternal akan membawa konsekwensi logis kepada perubahan sumber daya
manusia auditor pemerintah. Oleh karena itu, diperlukan suatu konsep manajemen
berupa strategi pengembangan sumber daya manusia, di mana konsep tersebut dapat

Universitas Sumatera Utara

digunakan untuk menjaga kehidupan organisasi di masa mendatang (survival
organization). Konsep yang dapat menjadikan organisasi mampu bersaing di masa
yang akan datang, serta memiliki kepedulian terhadap pengembangan sumber daya
manusia auditor pemerintah khususnya auditor pada kantor Inspektorat Provinsi
Sumatera Utara. . Pejabat Fungsional Auditor (PFA), atau yang biasa disebut auditor,
adalah PNS yang diberi tugas, tanggungjawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh
pejabat yang berwenang untuk melaksanakan pengawasan pada instansi pemerintah,
lembaga dan atau pihak lain yang di dalamnya terdapat kepentingan negara sesuai
dengan ketentuan yang berlaku. Peran aparat pengawasan intern pemerintah sebagai
bagian dari manajemen pemerintahan perlu ditingkatkan, agar dapat merespon
berbagai permasalahan internal. Pengawasan harus dilaksanakan sesuai dengan
standar kompetensi, standar operasi dan standar pelaporan yang baku Pendidikan dan
pelatihan profesional berkelanjutan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
pembelajaran terus menerus yang sangat penting bagi auditor dalam mempertahankan
kompetensinya. Auditor wajib memiliki pengetahuan dan akses atas informasi
teraktual dalam standar, metodologi, prosedur, dan tekhnik audit. Pendidikan dan
pelatihan profesional berkelanjutan dapat diperoleh antara lain melalui pendidikan
sertifikasi jabatan fungsional auditor. Pendidikan dan pelatihan sertifikasi jabatan
fungsional auditor merupakan kewajiban yang harus diikuti oleh seorang auditor
inspektorat provinsi, dengan maksud agar auditor memiliki kompetensi untuk
melaksanakan tugas pengawasan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
tekhnologi dibidang pengawasan. Pendidikan dan pelatihan Jabatan Fungsional

Universitas Sumatera Utara

Auditor dibentuk dengan tujuan untuk menjamin pembinaan profesi dan karier,
kepangkatan dan jabatan bagi PNS yang melaksanakan pengawasan pada instansi
pemerintah dalam rangka mendukung peningkatan kinerja instansi pemerintah,
meningkatkan profesionalisme pelaksanaan tugas pengawasan atas penyelenggaraan
tugas umum pemerintahan dan pembangunan agar terlaksana secara efesien dan
efektif serta sesuai dengan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Pendidikan dan pelatihan yang demikian perlu diberikan kepada setiap
aparatur mulai sejak masuk menjadi auditor sampai auditor tersebut berhenti menjadi
auditor. Sasaran pendidikan dan

pelatihan auditor adalah : menyiapkan aparat

pengawasan fungsional pemerintah yang bermutu, mempunyai pengetahuan,
ketrampilan, dan perilaku yang sesuai dengan jenjang jabatannya, mewujudkan
keseragaman

pemahaman

antar

aparat

pengawasan

fungsional

pemerintah, meningkatkan wawasan dan profesionalisme aparat pengawasan
fungsional pemerintah. Tuntutan profesi agar setiap auditor memenuhi sejumlah jam
pelatihan tertentu dalam suatu periode waktu adalah merupakan upaya untuk tetap
menjaga pengetahuan dan keahlian auditor intern sesuai dengan perkembangan
kemajuan profesi audit intern. Pendidikan dan pelatihan ini sering disebut sebagai
pendidikan dan pelatihan profesi berkelanjutan. Oleh karena itu pendidikan dan
pelatihan auditor (pemeriksa) mempunyai pengaruh terhadap kualitas hasil
pemeriksaan. Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara yang saat ini berjumlah 78

Universitas Sumatera Utara

orang, telah mengikuti pendidikan sertifikasi jabatan fungsional auditor yang
merupakan kewajiban, dan harus diikuti oleh seorang auditor inspektorat Provinsi,
dengan maksud agar auditor memiliki kompetensi untuk melaksanakan tugas
pengawasan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi dibidang
pengawasan. Selain daripada pendidikan jabatan fungsional auditor tersebut,
pendidikan dan pelatihan teknis juga perlu diberikan mengingat bahwa setiap aparat
pengawasan intern pemerintah (APIP) memiliki lingkup tugas yang tidak selalu
sama. Itulah sebabnya masing-masing aparat pengawasan intern pemerintah (APIP)
mencanangkan dan melaksanakan program pendidikan dan pelatihan teknis
substansinya masing-masing, seperti audit pengadaan barang dan jasa, audit
kepegawaian, dan sebagainya.
Peningkatan kapasitas sumber daya aparatur auditor Inspektorat Provinsi
Sumatera Utara yang dilaksanakan pada Tahun 2010 melalui sosialisasi peraturan
perundang-undangan dan pembinaan tekhnologi menghasilkan 25 orang auditor yang
telah mengikuti kegiatan tersebut (Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah
Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2011). Jika dibandingkan dengan jumlah
auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara sebanyak 78 orang, maka jumlah auditor
yang mengikuti pendidikan dan pelatihan tekhnis pada tahun 2010 sebanyak 25
orang, perlu ditingkatkan di tahun berikutnya, dengan tujuan untuk meningkatkan
kinerja auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara. Berkaitan dengan fungsi
Inspektorat Provinsi Sumatera Utara yang melakukan pengawasan dan pemeriksaan

Universitas Sumatera Utara

pada aspek pemerintahan, keuangan, teknik dan lainnya, maka sumber daya manusia
yang ada di Inspektorat Provinsi Sumatera Utara harus menguasai pengetahuan yang
baik. Bahkan auditor (pemeriksa) Inspektorat Provinsi Sumatera Utara seharusnya
memiliki tingkat pendidikan dan pengetahuan yang lebih tinggi daripada obyek yang
diperiksanya. Pemeriksa juga diharapkan memiliki latar belakang pendidikan sesuai
dengan bidang yang akan diperiksanya. Berdasarkan hal tersebut maka penulis
termotivasi melakukan penelitian dengan judul “Hubungan pendidikan dan pelatihan
terhadap kinerja auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara”.

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dirumuskan masalah bagaimana
hubungan antara pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja auditor Inspektorat
Provinsi Sumatera Utara.

1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan

yang

ingin dicapai

melalui

penelitian ini

adalah

untuk

mengetahui dan menganalisis kekuatan hubungan antara variabel pendidikan dan
pelatihan dengan kinerja auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara.

1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh melalui penelitian ini adalah sebagai berikut :

Universitas Sumatera Utara

1. Sebagai bahan masukan bagi Gubernur Sumatera Utara bahwa Inspektorat
Provinsi Sumatera Utara memiliki peran yang strategis dalam menegakkan good
governance dan clean government.
2. Sebagai bahan masukan bagi akademisi dan auditor bahwa pendidikan dan
pelatihan mempunyai hubungan terhadap kinerja auditor Inspektorat Provinsi
Sumatera Utara.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Teori Birokrasi
Sebelum masuk pada pandangan Weber soal Birokrasi ada baiknya ditinjau
etimologi (asal-usul) konsep ini yang berasal dari kata “bureau”. Kata “bureau”
berasal dari Perancis yang kemudian diasimilasi oleh Jerman. Artinya adalah meja
atau diperluas jadi kantor. Sebab itu, terminologi birokrasi adalah aturan yang
dikendalikan lewat meja atau kantor. Di masa kontemporer, birokrasi adalah "mesin"
yang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang ada di organisasi baik pemerintah
maupun swasta. Gejala birokrasi yang dikaji Weber sesungguhnya birokrasipatrimonial. Weber terkenal dengan konsepsinya mengenai tipe ideal (ideal typhus)
bagi sebuah otoritas legal yang dapat diselenggarakan, yaitu :
1. Tugas-tugas pejabat diorganisir atas dasar aturan yang berkesinambungan;
2. Tugas-tugas tersebut dibagi atas bidang-bidang yang berbeda sesuai dengan
fungsi-fungsinya, yang masing-masing dilengkapi dengan syarat otoritas dan
sanksi-sanksi;
3. Jabatan-jabatan tersusun secara hirarkis, yang disertai dengan rincian hak-hak
kontrol dan pengaduan (complaint);
4. Aturan-aturan yang sesuai dengan pekerjaan diarahkan baik secara teknis maupun
secara legal. Dalam kedua kasus tersebut, manusia yang terlatih menjadi
diperlukan;

Universitas Sumatera Utara

5. Anggota sebagai sumber daya organisasi berbeda dengan anggota sebagai
individu pribadi;
6. Pemegang jabatan tidaklah sama dengan jabatannya;
7. Administrasi didasarkan pada dokumen-dokumen tertulis dan hal ini cenderung
menjadikan kantor (biro) sebagai pusat organisasi modern;
8. Sistem-sistem otoritas legal dapat mengambil banyak bentuk, tetapi dilihat pada
bentuk aslinya, sistem tersebut tetap berada dalam suatu staf administrasi
birokratik.
Selanjutnya, Weber melanjutkan ke sisi pekerja (staf) di organisasi yang
legal-rasional. Bagi Weber, kedudukan staf di sebuah organisasi legal-rasional adalah
sebagai berikut :
1. Para anggota staf bersifat bebas secara pribadi, dalam arti hanya menjalankan
tugas-tugas impersonal sesuai dengan jabatan mereka;
2. Terdapat hirarki jabatan yang jelas;
3. Fungsi-fungsi jabatan ditentukan secara tegas;
4. Para pejabat diangkat berdasarkan suatu kontrak;
5. Para pejabat dipilih berdasarkan kualifikasi profesional, idealnya didasarkan pada
suatu diploma (ijazah) yang diperoleh melalui ujian;
6. Para pejabat memiliki gaji dan biasanya juga dilengkapi hak-hak pensiun. Gaji
bersifat berjenjang menurut kedudukan dalam hirarki. Pejabat dapat selalu
menempati posnya, dan dalam keadaan-keadaan tertentu, pejabat juga dapat
diberhentikan;

Universitas Sumatera Utara

7 Pos jabatan adalah lapangan kerja yang pokok bagi para pejabat;
8. Suatu struktur karir dan promosi dimungkinkan atas dasar senioritas dan keahlian
(merit) serta menurut pertimbangan keunggulan (superior);
9. Pejabat sangat mungkin tidak sesuai dengan pos jabatannya maupun dengan
sumber-sumber yang tersedia di pos terbut,
10. Pejabat tunduk pada sistem disiplin dan kontrol yang seragam. (Setabasri
blogspot, 2009).

2.2 Pengertian Sumber Daya Manusia.
Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini
menimbulkan perkembangan dan pertumbuhan di segala aspek kehidupan yang
berkaitan dengan adanya permasalahan baru yang sangat kompleks. Perkembangan
tersebut tidak terlepas pada organisasi, baik pemerintah maupun swasta. Hal ini
terlihat dengan timbulnya prosedur-proedur kerja baru, peralatan keja yang lebih
modern. Pada hakikatnya setiap perkembangan itu mengacu pada usaha untuk
meningkatkan kehidupan organisasi menjadi lebih baik diantaranya dengan
meningkatkan kualitas kerjanya.
Jika kita perhatikan dari berbagai faktor yang mempengaruhi perkembangan
organisasi maka faktor sumber daya manusia tetap merupakan faktor yang paling
penting. Keberadaan sumber daya manusia dalam sebuah unit kerja merupakan suatu
hal yang penting. Apabila sumber daya manusia tesebut meningkat, maka tujuan akan
mudah di capai sesuai dengan yang di harapkan sebelumnya. Oleh karenanya,

Universitas Sumatera Utara

semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka akan memiliki pengetahuan atau
wawasan yang lebih luas dan didukung oleh pengalaman kerja yang dimiliki, maka
seorang sudah memiliki nilai plus dalam melaksanakan tanggung jawab. Secara
umum dapat dikatakan tingkat pendidikan seorang auditor dapat menceminkan
kemampuan intelektual dan jenis keterampilan yang dimiliki oleh auditor tersebut.
Pada dasarnya manusia mempunyai potensi yang tidak dapat ditentukan batasbatasnya, namun dapat diketahui melalui kemampuannya (ability), pengetahuannya
(knowledge) dan keterampilan (skills) dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Manusia
adalah sumber daya yang perlu dikelola seperti juga sumber-sumber lainnya. Dalam
konteks ini manusia dipandang sebagai aset organisasi. Apapun pendekatannya,
organisasi terdiri dari orang-orang yang harus diatur. Dengan demikian, manusia
yang menjadi sumber daya adalah manusia yang dapat dikelola dan diberdayakan
serta yang memberikan kontribusi maksimal untuk organisasinya. Sumber daya
manusia merupakan faktor penentu kinerja organisasi karena sumber daya manusia
berperan sebagai perencana sekaligus pelaksana dan evaluator seluruh program yang
telah ditetapkan organisasi. Berhasil tidaknya organisasi mencapai tujuannya
ditentukan oleh sumber daya manusia yang melaksanakan program tersebut.
Bagaimana hasilnya tergantung pada organisasi dimana manusia-manusia itu berada.
Namun demikian tidak semua manusia memiliki sumber daya manusia yang baik, hal
ini disebabkan setiap manusia memiliki tingkat kemampuan yang berbeda-beda.
Berdasarkan hal tersebut di atas, dapat diketahui bahwa pengertian sumber
daya manusia auditor adalah potensi yang dimiliki seorang auditor baik kemampuan

Universitas Sumatera Utara

(ability), pengetahuan (knowledge) dan ketrampilan (skill) yang perlu diatur,
dikembangkan, serta diusahakan agar dapat memberikan sumbangan atau kontribusi
bagi instansi tempatnya bekerja.
2.3 Pendidikan
Ditinjau dari sudut pandang sumber daya manusia sebagai modal (human
capital) menyebutkan bahwa perubahan dan peningkatan sumber daya manusia
dipengaruhi oleh pendidikan. Pendidikan diyakini sebagai faktor yang menentukan
bagi keberhasilan seseorang. Oleh karena itu, pengetahuan dan keterampilan yang
diperoleh dalam suatu pendidikan merupakan suatu investasi.
Mengutip pendapat Andrew E. Sikula, (dalam Samsudin, 2006:110)
menyebutkan bahwa pendidikan adalah development is a long-term educational
process utilizing a sistematical and organized procedure by which managerial
personel learn conceptual and theoretical knowledge for general purpose. Pendidikan
berbeda dengan pelatihan. Pendidikan lebih bersifat filosofis dan teoritis.
Pendidikan ditujukan untuk memperbaiki kinerja pada tugas yang akan
datang. Dalam pendidikan yang lebih banyak diberikan adalah pengetahuan,
keterampilan dan perubahan sikap. Oleh karena itu, maka pendidikan merupakan
suatu upaya pemberdayaan, seperti yang dikemukakan oleh Tilaar (1997:132) bahwa
pendidikan

pada

hakekatnya

suatu

proses

pemberdayaan,

yaitu

untuk

mengungkapkan potensi yang ada pada manusia sebagai individu. Lebih jelasnya
dapat dilihat pada Tilaar (1997 ; 151), Pendidikan mempunyai peranan dan fungsi
untuk mendidik seorang warga negara memiliki dasar-dasar karakteristik seorang

Universitas Sumatera Utara

tenaga kerja yang di butuhkan, terutama oleh masyarakat modern, sedangkan
pelatihan, mempunyai karakteristik yang diinginkan oleh lapangan kerja”. Pendidikan
membentuk dan menambah pengetahuan sesorang untuk dapat mengerjakan sesuatu
lebih cepat dan tepat, sedangkan latihan membentuk dan meningkatkan keterampilan
kerja. Dengan demikian semakin tinggi tingkat pendidikan dan latihan seseorang,
maka diharapkan semakin tinggi pula tingkat kompetensinya. Hal ini menjadi
perhatian dalam program peningkatan kualitas sumber daya manusia yang tujuannya
agar dapat membangkitkan motivasi pada diri pekerja untuk selalu mempersiapkan
diri dengan baik guna menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks
saat ini dengan selalu berusaha agar kualitas diri dari pekerja itu sendiri sesuai dengan
tuntutan pekerjaan atau lapangan pekerjaan.
Lebih jauh pendidikan adalah proses bantuan mencapai kematangan diri,
baik jasmani maupun rohani. Sementara pendidikan mempengaruhi semangat kerja
pegawai, karena untuk mengatasi tugas-tugas di tempat kerja diperlukan tenaga
terdidik. Semakin tinggi pendidikan yang dimiliki seseorang, semakin banyak
perubahan positif dari orang tersebut, yang diharapkan dapat berguna bagi dirinya
sendiri, ornag lain, maupun lingkungannya. Seseorang dengan pendidikan yang
semakin tinggi akan lebih mampu berpikir secara luas dan memiliki inisiatif yang
lebih besar, sehingga dapat menemukan cara-cara yang lebih efisienh dalam
pekerjaan.
Menurut

Flippo

(1976:199)

disebutkan

bahwa

pendidikan

adalah

berhubungan dengan peningkatan umum dan pemahaman terhadap lingkungan

Universitas Sumatera Utara

kehidupan manusia secara menyeluruh. Pendidikan adalah proses latihan dan
pengembangan pengetahuan, kecakapan/keterampilan, pikiran, watak, karakter dan
sebagainya khusus oleh sekolah formal. Dalam perencanaan pelaksanaan pendidikan,
kita mengenal pendidikan jangka panjang yang merupakan upaya untuk membentuk
manusia seutuhnya, tujuannya adalah untuk meneruskan nilai-nilai dari suatu generasi
ke generasi berikutnya, sedangkan untuk pendidikan jangka menengah merupakan
bagian dari pembangunan ekonomi, yaitu merupakan suatu srana uantuk
meningkatkan pengetahuan dan terutama keterampilan yang diperlukan dunia kerja.
Selanjutnya menurut sifat dari pendidikan itu sendiri, selain pendidikan formal ada
juga pendidikan informal yang diterima dari lingkungan keluarga dimana ditanamkan
dan diperkenalkan pendidikan moral serta dibina timbulnya suara hati untuk dapat
menilai baik dan buruk. Pendidikan di lingkungan ini merupakan dasar untuk dapat
mendukung pendidikan lainnya, selain itu juga merupakan dasar untuk dapat
mendukung pendidikan lainnya, selain itu juga merupakan dasar pendidikan
kejiwaan, fisik dan intelektual. Sedangkan peranan pendidikan formal khususnya
untuk jenjang pendidikan dasar menurut Irianto (2001:70) adalah:
a. Melatih logika kualitatif, yaitu melatih untuk berfikir logis yang berguna untuk
pengambilan keputusan sederhana.
b. Melatih penguasaan bahasa yaitu untuk meningkatkan kemampuan berkomunisasi
dan mengekspresikan ide-ide melalui ucapan dan tulisan.

Universitas Sumatera Utara

c. Membentuk sikap yaitu melatih pembentukan sikap yang dibutuhkan dalam
pergaulan dan kehidupan modern seperti sifat tepat waktu, teliti, rapi, menepati
janji, bertindak efisien.
d. Melatih hidup berkelompok, yaitu melatih untuk dapat hidup berkelompok antara
lain dengan latihan kepemimpinan, berorganisasi, bekerja dalam team.
e. Menumbuhkan etika dan spiritual, yaitu melatih pembentukan etika dan spiritual
untuk menumbuhkan suara hati yang positif dalam menanggapi kehidupan yang
cepat berubah.
f. Mengembangkan fisik melalui kegiatan olah raga.
g. Meningkatkan kreatifitas yaitu peningkatan melalui kegiatan diskusi secara bebas.
h. Mendidik jiwa kebangsaan.
Berdasarkan uraian di atas, maka peranan pendidikan formal dari segi
pengembangan sumber daya manusia bukan saja ditujukan untuk menghasilkan
manusia siap pakai tetapi juga ditujukan untuk pengembangan kapasitas manusia
secara umum sehingga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan seperti bekerja.
Menurut Hasibuan (1996:137) dikatakan fungsi pendidikan dalam kaitannya dengan
ketenagakerjaan meliputi dua dimensi penting dalam sistem pendidikan yaitu: (1).
Dimensi Kuantitatif yang meliputi fungsi pendidikan dalam memasok tenaga kerja
yang tersedia, dan (2). Dimensi kualitatif yang menyangkut fungsi sebagai penghasil
tenaga terdidik dan terlatih yang akan menjadi sumber penggerak pembangunan.
Fungsi pendidikan sebagai suatu sistem pemasok tenaga kerja terdidik dan terlatih
lebih diilhami dari teori human capital yang percaya bahwa pendidikan memiliki

Universitas Sumatera Utara

kemampuan untuk menghasilkan tenaga cakap dan terampilan tersebut juga sudah
tersedia.
2.4 Pelatihan
Pelatihan (training) merupakan salah satu apek pengembangan pegawai yang
berguna untuk memperbesar kemampuan sumber daya manusia, sehingga dapat
memperbaiki kehidupan baik bagi dirinya sendiri ataupun untuk orang lain. Pelatihan
adalah sesuatu kegiatan peningkatan pengetahuan dan keahlian pegawai untuk
melaksanakan pekerjaan-pekerjaan khusus. Dengan demikian arti penting pelatihan
adalah meningkatkan keahlian dan kemampuan pegawai, meningkatkan moral
pegawai, mengurangi pengawasan, mengurangi kecelakaan dan meningkatkan
stabilitas dan flesksibilitas organisasi (Flippo, 1976:209).
Samsudin (2006:110) menyebutkan bahwa pelatihan merupakan bagian dari
pendidikan. Pelatihan bersifat spesifik, praktis, dan segera. Spesifik berarti pelatihan
berhubungan dengan gidang pekerjaan yang dilakukan. Praktis dan segera berarti
sudah dilatihkan untuk dipraktekkan. Umumnya pelatihan dimaksudkan untuk
memperbaiki kemampuan penguasaan berbagai keterampilan kerja dalam waktu yang
relatif singkat (pendek). Suatu pelatihan berusaha menyiapkan para kariawan untuk
melakukan pekerjaan yang dihadapi.
Pelatihan juga adalah suatu proses untuk meningkatkan kompetensi pegawai
melalui peningkatan kemampuan dan keterampilan yang dilakukan dalam waktu yang
relatif singkat, baik oleh pegawai baru maupun pegawai lama guna meningkatkan
mutu pelaksanaan tugas dalam rangka mengantisipasi perkembangan pengetahuan

Universitas Sumatera Utara

dan teknologi yang berkembang cepat. Banyak ditemui pada suatu organisasi bahwa
masih banyak pegawai yang kurang berprestasi atau kurang mampu dan produktif
dalam melaksanakan tugasnya. Pegawai tersebut tidak saja kurang inisiatif dan kreatif
dalam bekerja, tapi juga cara kerjanya relatif tertinggal atau tidak sesuai lagi dengan
tuntutan perkembangan dan kemajuan di bidang kerjanya. Bagi organisasi yang
mengharapkan pegawainya tersebut dapat meningkatkan kemampuan kerjanya
diperlukan usaha memberikan pelatihan tambahan. Usaha tersebut harus difokuskan
pada pemberian keterampilan dan keahlian yang berkenaan dengan cara atau metode
melaksanakan beban kerja yang dipercayakan kepadanya. Dengan mendapat
pelatihan tambahan tersebut diharapkan pegawai menjadi lebih kompeten dan
berkemampuan setelah bekerja kembali.
Berkaitan dengan hal tersebut, pelatihan yang diberikan baik pelatihan formal
dan informal diperlukan untuk memenuhi dan mencapai sasaran dalam pembinaan
sumber daya manusia. Adapun sasarannya adalah:
1. Pembinaan pengetahuan (knowledge) pengembangan karir
2. Pembinaan keterampilan (skill) dalam kemampuan kerja
3. Pembinaan kemampuan manusia dalam menghadapi dan menyelesaikan masalahmasalah kerja, pembinaan kemampuan manusia dalam menyesuaikan diri dengan
perubahan sistem dan pembinaan kesanggupan dalam pengembangan organisasi.
Menurut Amstrong (1998:489) dikatakan bahwa pelatihan adalah suatu sistem
untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan perilaku sebagai pribadi untuk
dapat menyesuaikan dengan tugas dan tanggung jawabnya dalam penyelesaian

Universitas Sumatera Utara

pekerjaan.

Dokumen yang terkait

Pengaruh Pelatihan Jabatan Fungsional Auditor Terhadap Kinerja Auditor (Studi Kasus Pada Inspektorat Provinsi Sumatera Utara).

4 54 87

Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pendidikan Berkelanjutan, Komitmen Organisasi, Sistem Reward, Pengalaman Dan Motivasi Auditor Terhadap Kinerja Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara

9 58 153

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, PROFESIONALISME AUDITOR DAN SISTEM REWARD TERHADAP KINERJA AUDITOR INSPEKTORAT SUMATERA UTARA.

1 3 22

Analisis Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara dengan Motivasi Auditor sebagai Variabel Moderating

0 0 16

Analisis Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara dengan Motivasi Auditor sebagai Variabel Moderating

0 0 2

Analisis Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara dengan Motivasi Auditor sebagai Variabel Moderating

0 1 9

Analisis Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara dengan Motivasi Auditor sebagai Variabel Moderating

0 0 20

Analisis Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara dengan Motivasi Auditor sebagai Variabel Moderating Chapter III VI

0 0 44

Analisis Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara dengan Motivasi Auditor sebagai Variabel Moderating

0 5 4

Analisis Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara dengan Motivasi Auditor sebagai Variabel Moderating

0 0 32