Pengaruh Product Placement Produk Apple Dalam Film Iron Man 2 Terhadap Persepsi Mahasiswa Universitas Sumatera Utara.

SKRIPSI

PENGARUH PRODUCT PLACEMENT PRODUK APPLE DALAM FILM
IRON MAN 2 TERHADAP PERSEPSI MAHASISWA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Oleh :
Hafidz A. R.
070502065

PROGRAM STUDI STRATA I MANAJEMEN
DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

1
Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
PENGARUH PRODUCT PLACEMENT PRODUK APPLE DALAM
FILM IRON MAN 2 TERHADAP PERSEPSI MAHASISWA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sejauh mana pengaruh product
placement yang dilakukan oleh produk Apple pada Film Iron Man 2 terhadap persepsi
mahasiswa Universitas Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan
menganalisis pengaruh product placement produk Apple pada Film Iron Man 2 terhadap
persepsi mahasiswa Universitas Sumatera Utara.
Hipotesis dalam penelitian ini ialah product placement produk Apple pada film Iron
Man 2 berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi mahasiswa Universitas Sumatera
Utara.
Pengumpulan data primer dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada
mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang terdaftar aktif perkuliahan sampai tahun 2011.
Metode analisis data menggunakan metode deskriptif dan metode kuantitatif yaitu dengan
Analisis Regresi linier berganda yang digunakan untuk mengukur pengaruh product
placement produk Apple pada film Iron Man 2 terhadap persepsi mahasiswa Universitas
Sumatera Utara.
Berdasarkan hasil uji F, variabel bebas (product placement) ) secara serempak
memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel terikat (persepsi konsumen).
Pada tahap pengujian hipotesis kedua melalui pengujian koefisien determinasi (R2), diperoleh
bahwa tingkat korelasi atau hubungan antara product placement terhadap persepsi konsumen
merupakan hubungan yang erat.
Kata kunci: Product Placement dan Persepsi Konsumen

2
Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

THE INFLUENCE FROM PRODUCT PLACEMENT BY APPLE
IN IRON MAN 2 TO THE PERCEPTION OF STUDENTS
AT UNIVERSITY OF NORTH SUMATERA

The formulation of problem from this research is how far the influence of product
placement by Apple in Iron Man 2 towards the perception of students at the University of
North Sumatera. The purpose of this research is to describe and analyze the influence of
product placement by Apple in Iron Man 2 towards the perception of students at the
University of North Sumatera.
The hipothesis of this research is, “there’s a positive and significant influence from
product placement by Apple in Iron Man 2 to the perception of students at the University of
North Sumatera.”
The primary data collected by spreading the queationnaire to the students at the
University of North Sumatera who actively enrolled college until 2011. Methods of data
analysis was using descriptive method and quantitative method that was multiple linear
regression analysis used to measured the influence of product placement by Apple in Iron
Man 2 towards the perception of students at the University of North Sumatera.
Based on F test the independent variable (product placement) together have a positive
and significant influence on the dependent variable (consumer perception). Through testing
the determination coefficient (R2) obtained the level of correlation or relationship between
product placement toward the consumer perception were a high relationship.
Key Word: Product Placement and Consumer Perception

3
Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Puji sukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
karunia-nya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Serta shalawat
dan salam kepada Nabi Muhammad SAW. Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat
untuk menyelesaikan pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara untuk
memperoleh gelar Strata 1 (S-1) Ekonomi Manajemen. Penulis mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada orang tua penulis, Ayahanda (alm.) Ir. H. Burhannuddin
Hamid dan Ibunda Surya Marlita yang selalu memberikan kasih sayang, doa, nasehat, serta
atas kesabarannya yang luar biasa dalam membimbing penulis dan selalu menjadi inspirasi
hidup penulis Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada:
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec. Selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas
Sumatera Utara
2. Ibu Dr. Isfenti Sadalia, SE, ME Selaku Ketua Departemen Manajemen Universitas
Sumatera Utara dan juga sebagai dosen wali yang banyak memberikan bimbingan
dan arahan selama masa perkuliahan.
3. Ibu Dra. Marhayanie, M.Si Selaku Sekretaris Departemen Manajemen Universitas
Sumatera Utara.
4. Ibu Dr. Endang Sulistiyarini, SE, Msi Selaku Ketua Program Studi Manajemen
Universitas Sumatera Utara.
5. Ibu Dr. Isfenti Sadalia, SE, ME sebagai dosen wali yang banyak memberikan
bimbingan dan arahan selama masa perkuliahan

ix
Universitas Sumatera Utara

6. Ibu Frida Ramadini, SE, MM selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak
meluangkan waktu untuk membimbing serta memberi arahan dalam menyusun
skripsi ini.
7. Ibu Dr. Arlina Nurbaity Lubis, SE, MBA selaku Penguji I yang telah meluangkan
waktunya dalam memberikan saran dan kritik demi kesempurnaan skripsi ini.
8. Ibu Dra. Marhayanie, M.Si selaku penguji II yang telah meluangkan waktunya dalam
memberikan saran dan kritik demi kesempurnaan skripsi ini.
9. Seluruh Staf Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
10. Untuk abang saya M. Irfan Meianda Putra Hamid, ST dan adik saya Siti Firdhanty
T. Hamid Terima kasih atas dukungan dan do’a yang selalu di berikan kepada
penulis.
11. Untuk Rika Citra Utami, SE yang selalu menjadi orang yang sabar dalam
memotivasi penulis untuk menyusun skripsi ini.
12. Untuk sahabat-sahabat saya Ryan Ketaren, Khosyalia Devi, Said Fahrul Rozy,
Rachmad Prabowo, Henry Tobing, Dinnul ikhram, Saumanda Tazilio, SE, Annisa
Sakinah, SE, M. Azhari, SE, Maliza Manik, SE, Ikbal, Alex, Budi, Agung serta
seluruh anak Manajemen 07 lainnya terima kasih atas dukungannya.
13. Untuk sahabat-sahabat Astro Net Eko, Satria, Omar, Hadi, Norris, Ridho, Kiki, Riki,
Mika terima kasih atas dukungannya.
14. Untuk sahabat –sahabat saya #BINs dan R17 yang tidak mungkin saya sebut satu
persatu, thanks guys.
15. Dan kepada semua pihak yang telah membantu penulis baik secara langsung
maupun tidak langsung dalam penyelesaian skripsi ini.
Medan, September 2011
Penulis
Hafidz A. R.
ix
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………. i
DAFTAR TABEL……………………………………………………………………… ii
DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………………… iii
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………....
1.1. Latar Belakang……………………………………………………………..
1.2. Perumusan Masalah………………………………………………………...
1.3. Tujuan Penelitian…………………………………………………………...
1.4. Manfaat Penelitian………………………………………………………....

1
1
4
5
5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA………………………………………………………
2.1. Uraian Teoritis…………………………………………………………….
2.1.1. Promosi...……………………………………………………………
2.1.2. Merek………………………………………………………………..
2.1.3. Persepsi……………………………………………………………...
2.1.4. Product placement………………………………………………………
2.2. Penelitian Terdahulu………………………………………………………
2.3. Kerangka Konseptual……………………………………………………..
2.4. Hipotesis…………………………………………………………………. ..

6
6
6
8
8
13
22
23
25

BAB III METODE PENELITIAN ……………………………………………………... 26
3.1. Jenis Penelitian……………………………………………………………...26
3.2. Tempat dan Waktu Penelitian…………………………………………….. 26
3.3. Batasan Operasional………………………………………………………. 26
3.4. Operasionalisasi Variabel…………………………………………………. 27
3.5. Skala Pengukuran Variabel……………………………………………….. 28
3.6. Populasi dan Sampel……………………………………………………… 29
3.7. Jenis Data…………………………………………………………………... 31
3.8. Metode Pengumpulan Data……………………………………………….. 31
3.9. Uji Validitas dan Realibilitas…………………………………………….. 31
3.10.Teknis Analisis…………………………………………………………….. 32
BAB IV.HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................................ 36
4.1. Gambaran Umum Perusahaan ........................................................................... 36
4.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan ................................................................... 36
4.1.2. Logo Apple ............................................................................................ 40
4.1.3. Product placement yang Dilakukan Produk
Apple di Film/Media Lainnya................................................................ 41
4.1.4. Cuplikan Product Placement yang Dilakukan
oleh Produk Apple pada Film Iron Man 2…………………………… 42
4.1.4. Cuplikan Product Placement yang Dilakukan
oleh Produk Apple pada Film dan Serial Televisi lainnya ………….. 43
4.2. Hasil Penelitian ................................................................................................. 44
4.2.1. Uji Validitas dan Reabilitas ................................................................... 44
4.2.2. Analisis Deskriptif Responden ............................................................. 47
4.2.3. Analisis Deskriptif Variabel ................................................................. 49
ix
Universitas Sumatera Utara

4.2.4. Analisis stik ...................................................................................
55
4.3. Pembahasan ....................................................................................................... 59
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................................ 63
5.1. Kesimpulan ....................................................................................................... 63
5.2. Saran ................................................................................................................. 63
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 66
LAMPIRAN ...................................................................................................................... 68

ix
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Tabel

Judul

Halaman

Tabel 3.1 Operasional Variabel Penelitian……………………………………………… 28
Tabel 3.2 Instrumen Skala Likert……….……………………………………………… 29
Tabel 4.1 Uji Validitas I ……………………………………………………………….. 44
Tabel 4.2 Uji Validitas II ………………………………………………………………. 45
Tabel 4.3 Uji Reliabilitas ………………………………………………………………. 46
Tabel 4.4 Identitas Responden ………………………………………………………… 47
Tabel 4.5 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Product Placement …… 49
Tabel 4.6 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Persepsi Konsumen ….... 52
Tabel 4.7 Analisis Regresi Sederhana Hasil Uji t hitung ………………………………... 55
Tabel 4.8 Hasil F hitung …………………………………………………………………. 57
Tabel 4.9 Pengujian Koefisien Determinasi …………………………………………… 58

ix

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar
Gambar 2.1
Gambar 4.1
Gambar 4.2
Gambar 4.3
Gambar 4.4

Judul

Halaman

Kerangka Konseptual Penelitian………………………………………
Logo Awal Apple……………………………………………………...
Logo Apple Sekarang ………………………………………………...
Cuplikan product placement Apple pada Film Iron Man 2 ……….....
Cuplikan product placement Apple pada
Film dan Serial Televisi Lainnya ………...............................................

25
40
41
42
43

ix

Universitas Sumatera Utara

12

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Kuesioner Penelitian……………………………......................69
Lampiran 2. Hasil Uji Validitas dan Realibilitas........................................... 73
Lampiran 3. Tabulasi Uji Validitas................................................................ 76
Lampiran 4. Tabulasi Jawaban Kuesioner .................................................... 78
Lampiran 5. Hasil Jawaban Responden ……………………………………79
Lampiran 6. Hasil Pengujian SPSS …………………………………….. 87
Lampiran 7. Lampiran Jenis-Jenis Produk Apple …………………….... 88

ix
Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
PENGARUH PRODUCT PLACEMENT PRODUK APPLE DALAM
FILM IRON MAN 2 TERHADAP PERSEPSI MAHASISWA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sejauh mana pengaruh product
placement yang dilakukan oleh produk Apple pada Film Iron Man 2 terhadap persepsi
mahasiswa Universitas Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan
menganalisis pengaruh product placement produk Apple pada Film Iron Man 2 terhadap
persepsi mahasiswa Universitas Sumatera Utara.
Hipotesis dalam penelitian ini ialah product placement produk Apple pada film Iron
Man 2 berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi mahasiswa Universitas Sumatera
Utara.
Pengumpulan data primer dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada
mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang terdaftar aktif perkuliahan sampai tahun 2011.
Metode analisis data menggunakan metode deskriptif dan metode kuantitatif yaitu dengan
Analisis Regresi linier berganda yang digunakan untuk mengukur pengaruh product
placement produk Apple pada film Iron Man 2 terhadap persepsi mahasiswa Universitas
Sumatera Utara.
Berdasarkan hasil uji F, variabel bebas (product placement) ) secara serempak
memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel terikat (persepsi konsumen).
Pada tahap pengujian hipotesis kedua melalui pengujian koefisien determinasi (R2), diperoleh
bahwa tingkat korelasi atau hubungan antara product placement terhadap persepsi konsumen
merupakan hubungan yang erat.
Kata kunci: Product Placement dan Persepsi Konsumen

2
Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

THE INFLUENCE FROM PRODUCT PLACEMENT BY APPLE
IN IRON MAN 2 TO THE PERCEPTION OF STUDENTS
AT UNIVERSITY OF NORTH SUMATERA

The formulation of problem from this research is how far the influence of product
placement by Apple in Iron Man 2 towards the perception of students at the University of
North Sumatera. The purpose of this research is to describe and analyze the influence of
product placement by Apple in Iron Man 2 towards the perception of students at the
University of North Sumatera.
The hipothesis of this research is, “there’s a positive and significant influence from
product placement by Apple in Iron Man 2 to the perception of students at the University of
North Sumatera.”
The primary data collected by spreading the queationnaire to the students at the
University of North Sumatera who actively enrolled college until 2011. Methods of data
analysis was using descriptive method and quantitative method that was multiple linear
regression analysis used to measured the influence of product placement by Apple in Iron
Man 2 towards the perception of students at the University of North Sumatera.
Based on F test the independent variable (product placement) together have a positive
and significant influence on the dependent variable (consumer perception). Through testing
the determination coefficient (R2) obtained the level of correlation or relationship between
product placement toward the consumer perception were a high relationship.
Key Word: Product Placement and Consumer Perception

3
Universitas Sumatera Utara

13

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Persaingan berbagai merek di setiap industri sangat ketat dan sudah
memasuki kategori hypercompetitive atau mega-competition. Perusahaan yang
mampu bersaing akan tetap berdiri dan melebarkan sayapnya, sedangkan
perusahaan yang tidak mampu bersaing, akan tersisihkan dari peta persaingan
bisnis.
Persepsi konsumen merupakan suatu hal yang penting yang perlu
diperhatikan dalam aktivitas pemasaran. Persepsi konsumen merupakan makna
yang kita pertalikan berdasarkan pengalaman masa lalu, stimuli (rangsanganrangsangan) yang kita terima melalui lima indera. Stimuli atau stimulus dapat
berupa bentuk fisik, visual, atau komunikasi verbal yang dapat mempengaruhi
individu. Persepsi tiap konsumen terhadap suatu objek akan berbeda-beda oleh
karena itu seorang pemasar harus mampu menyediakan sesuatu yang khusus
sebagai stimuli jika ia ingin menarik perhatian konsumen (Setiadi, 2003:160).
Pemasar umumnya mengunakan iklan sebagai suatu strategi untuk
menginformasikan, membujuk maupun mengingatkan produk mereka kepada
konsumen maupun calon konsumennya. Akan tetapi lambat laun periklanan mulai
berkurang

keefektifitasannya

karena

konsumen

cenderung

mengabaikan

keberadaan iklan tersebut. Sebuah survey di Amerika Serikat mengungkapkan
bahwa 78% perusahaan menyatakan bahwa iklan televisi berdurasi 30 detik sudah
tidak efektif lagi karena konsumen cenderung melewatkannya (www.swa.co.id ).
ix
Universitas Sumatera Utara

14

Oleh karena itu,dibutuhkan cara alternatif untuk mendekati konsumen dalam
memasarkan produk atau jasa. Salah satu cara yang sebenarnya bukan merupakan
hal baru adalah product placement.
Product placement ialah bentuk strategi yang banyak dilakukan
perusahaan untuk menunjukkan bagaimana produk seolah-olah merupakan bagian
dari sebuah film atau acara televisi (Hill, 2007:286). Product placement juga
dapat kita artikan sebagai sebuah aktivitas komunikasi pemasaran yang dilakukan
perusahaan

untuk mempromosikan produknya melalui film, program tv, dan

berbagai media entertainment lainnya. Kegiatan pemasar menyelipkan produk
kedalam film dilandasi keyakinan bahwa upaya persuasif akan menjadi efektif
ketika audience tidak merasa sedang dipersuasi (Bhatmagar dalam Brotoharsojo,
2005:8).
Product placement membuka wawasan dari pemasar untuk membuka
peluang baru periklanan produknya melalui suatu media tertentu. Konsep ini
mirip dengan sponsorship, tapi perbedaannya terletak pada tidak disebutkannya
kata sponsor dalam tampilan film atau acara yang diikutinya, karena tampil
sebagai bagian dari film atau acara televisi tersebut. Selain itu pada sponsorship
biaya yang dikeluarkan lebih besar daripada product placement, karena
sponsorship menunjukkan produk tertentu pada keseluruhan film atau acara yang
diikutinya sehingga sponsorship memiliki brand recall yang lebih tinggi daripada
product placement yang hanya muncul pada beberapa bagian dari film atau acara
yang diikutinya (Belch dan Belch, 2004: 157).

ix
Universitas Sumatera Utara

15

Peran product placement sangatlah luas bila kita lihat dari setiap sektor
media, secara khusus peneliti membatasi penelitian product placement yang
terdapat di dalam film. Menurut D’astous dan Chartier (2002), ada tiga alasan
mengapa para pemasar ingin menerapkan product placement di film-film.
Pertama, menonton sebuah film menyita sebuah perhatian yang tinggi dan
melibatkan aktivitas. Menampilkan sebuah product placement dalam sebuah film
kepada penonton yang sangat memperhatikannya dapat menghasilkan brand
awareness yang sangat tinggi.
Kedua, film-film yang sukses dapat menarik penonton dalam jumlah yang
besar. Sebagai contoh, Terminator II selama pemutarannya di bioskop saja telah
disaksikan oleh jutaan orang, dan ini belum termasuk pembelian dan penyewaan
videonya, dan pemutarannya di televisi selama bertahun-tahun setelahnya. Karena
itu, bila dilihat dari cost per viewer, product placement dalam sebuah film akan
sangat menguntungkan.
Ketiga, Product placement mempresentasikan cara mempromosikan
sebuah brand dengan cara alami, tidak agresif, dan tidak persuasif. Audience
terekspos terhadap sebuah brand dengan cara yang sealami mungkin yaitu dengan
melihat bagaimana produk tersebut terlihat, disebutkan ataupun dipakai oleh sang
aktor/aktris, tanpa adanya bujukan untuk memakai produk tersebut
Penelitian ini menggunakan film Iron Man 2 sebagai media studi kasus
untuk mengaplikasikan product placement pada film. Peneliti memilih produk
Apple karena produk ini merupakan salah satu merek komputer/ alat teknologi
yang mempunyai image sebagai gadget canggih dan merupakan brand yang

ix
Universitas Sumatera Utara

16

mempunyai kecenderungan pasar yang mengarah pada konsumen kelas menengah
ke atas. Keunggulan dari produk Apple ini adalah melindungi data anda tanpa
takut akan diserang oleh virus, mempunyai daya tahan baterai yang cukup lama,
dibuat dengan teknologi tercanggih yang dapat mendukung kinerja konsumen, dan
keunggulan-keunggulan lainnya.
Film iron man 2 ini menceritakan tentang seorang ilmuwan kaya bernama
Tony Stark yang menciptakan pakaian perang terbuat dari besi untuk melawan
kejahatan. Peneliti memilih film ini karena merupakan film yang menarik
perhatian masyarakat, terutama di kalangan mahasiswa.
Berdasarkan alasan-alasan di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian dengan judul “Pengaruh Product Placement Produk Apple pada
Film Iron Man 2 terhadap Persepsi Mahasiswa Universitas Sumatera
Utara.”

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan

latar

belakang

masalah

yang

telah

diuraikan

sebelumnya,maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Apakah
product placement yang dilakukan oleh produk Apple pada Film Iron Man 2
berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi mahasiswa Universitas
Sumatera Utara?”.

ix
Universitas Sumatera Utara

17

1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh
product placement produk Apple pada Film Iron Man 2 terhadap persepsi
Mahasiswa Universitas Sumatera Utara.

1.4 Manfaat penelitian
Manfaat penelitian ini antara lain:
a) Bagi Perusahaan
Hasil penelitian ini dapat sebagai sumbangan pemikiran kepada para
pemasar dalam mempromosikan produk- produknya dalam mengetahui
pengaruh product placement terhadap persepsi audience yang muncul
atas merek.
b) Bagi peneliti
Penelitian ini merupakan suatu kesempatan bagi peneliti untuk
menerapkan teori-teori dan literatur yang peneliti peroleh dibangku
perkuliahan serta menumbuh kembangkan dan memantapkan sikap
profesionalisme.
c) Bagi peneliti lain
Sebagai

bahan

referensi

yang

nantinya

dapat

memberikan

perbandingan dalam mengadakan penelitian pada masa yang akan
datang.

ix
Universitas Sumatera Utara

18

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uraian Teoritis
2.1.1 Promosi
Promosi

merupakan

usaha

yang

dilakukan

pemasar

untuk

mempengaruhi pihak lain agar berpartisipasi dalam kegiatan pertukaran.
Promosi merupakan usaha mengkomunikasi informasi yang bermanfaat
tentang suatu perusahaan atau produk untuk mempengaruhi pembeli potensial
(Kismono, 2001:374) Konsep pemasaran 4P (Product, Place, Price, dan
Promotion) promosi adalah tentang pesan-pesan komunikasi pemasaran
(Duncan, 2005:113). Oleh karena itu promosi dapat juga disebut dengan
komunikasi pemasaran. Menurut Duncan (2005:8) komunikasi pemasaran
sebagai “the selection of marketing comumunication function used at given
times as a part of a marketing program. Dari defenisi tersebut, dapat dikatakan
bahwa yang dimaksud dengan bauran komunikasi pemasaran adalah pemilihan
fungsi-fungsi komunikasi pemasaran yang digunakan pada suatu waktu tertentu
sebagai bagian dari program pemasaran. Adapun fungsi–fungsi komunikasi
pemasaran yang dapat dipilih terdiri dari delapan macam, yaitu:
1.

Advertising atau iklan adalah pengumuman yang bersifat non personal
dan dibayar oleh pihak sponsor tertentu. Advertising ini digunakan untuk
menjangkau

audience,

menciptakan

brand

awareness,

membantu

mendiferensiasikan sebuah brand dari pesaingnya, dan membantu
manciptakan brand image.

ix
Universitas Sumatera Utara

19

2. Direct Marketing atau pemasaran langsung yang merupakan proses
komunikasi yang bersifat interaktif dan berdasarkan database yang
menggunakan serangkaian media untuk memotivasi respon dari konsumen
dan prospek. Sebagaimana artinya, pada direct marketing tidak ada
intermediaries atau anggota saluran distribusi lain ynag terlibat dalam
pengkomunikasiannya
3. Publicity atau publisitas adalah cerita dan penyebutan brand oleh media
massa tanpa dibayar, karena sifat publicity yang tidak dibayar, maka
tujuannya

adalah

untuk

meningkatkan

brand

awareness

dan

mengumumkan berita mengenai brand dan perusahaan. Metode yang
sering dipakai dalam publicity adalah seperti press releases, press
conferences, dan interviews.
4. Sales Promotion atau promosi penjualan personal adalah penawaran yang
bersifat jangka pendek yang dapat memberi nilai tambah yang
dimaksudkan untuk memotivasi keputusan pembeli. Sales promotion
dilakukan dengan memberikan nilai tambah, seperti melalui potongan
harga atau free trial untuk merangsang konsumen membeli atau mencoba
produk.
5. Personal Selling atau penjualan personal adalah bentuk komunikasi
interpersonal, dimana penjual mendampingi dan membujuk calon pembeli
untuk membeli produk, jasa atau bertindak sesuai ide yang dijual.

ix
Universitas Sumatera Utara

20

2.1.2 Merek
Dalam proses pengembangan strategi pemasaran suatu mata produk
para penjual akan menghadapi masalah merek. Merek ini bias menambah nilai
suatu produk sehingga ia merupakan satu aspek yang hakiki dalam suatu
strategi produk. Berikut ini beberapa defenisi mengenai merek, yaitu:
1. Merek (brand), suatu nama , istilah, tanda , lambang, atau disain, atau
gabungan semua yang diharapkan mengidentifikasikan barang atau jasa dari
seorang

penjual

atau

sekelompok

penjual,

dan

diharapkan

akan

membedakan barang atau jasa dari produk-produk milik pesaing.
2. Nama merek (brand name), sebagian dari merek, dan yang dapat diucapkan,
misalnya Avon Chevrolet.
3. Tanda merek (brand mark), sebagian merek dapat dikenali namun tidak
dapat diucapkan, seperti misalnya lambing, desain huruf, atau warna khusus.
4. Tanda merek dagang (trade mark), merek atau sebagian dari merek yang
dilindungi oleh hukum karena kemampuannya untuk menghasilkan sesuatu
hal yang istimewa
5. Hak cipta (Copyright) , hak istimewa yang dilindungi oleh undang-undang
untuk memproduksi, menerbitkan, dan menjual karya tulis, karya musik,
atau karya seni.

2.1.3. Persepsi
William J. Stanton mendefinisikan persepsi sebagai makna yang kita
pertalikan berdasarkan pengalaman masa lalu melalui rangsangan-rangsangan

ix
Universitas Sumatera Utara

21

(stimulus) yang kita terima melalui kelima panca indera (Setiadi, 2003:160).
Stimulus merupakan setiap bentuk fisik, visual atau komunikasi verbal yang
dapat mempengaruhi tanggapan individu.
Menurut Kotler(2002:198), orang dapat memiliki persepsi yang
berbeda atas objek yang sama karena tiga proses persepsi yaitu:
a. Perhatian Selektif
Seseorang terlibat lebih dari 1.500 rangsangan per harinya.karena
seseorang tidak mungkin dapat menangani semua rangsangan itu,
sebagian besar rangsangan akan disaring, inilah yang disebut
perhatian selektif.
b. Distorsi Selektif
Merupakan kecenderungan orang untuk merubah informasi menjadi
makna pribadi dan menginterpretasikan informasi itu dengan cara
yang akan mendukung pra-konsepsi mereka
c. Ingatan/ Retensi Selektif
Kecenderungan seseorang untuk mengingat kebaikan dari produk
yang kita sukai dan melupakan hal-hal baik dari produk yang
bersaing.
Menurut Setiadi (2003:163-164), ada dua kelompok karakteristikkarakteristik stimuli yang membuat pesan lebih dirasakan oleh konsumen
seperti yang diharapkan pemasar, yaitu:

ix
Universitas Sumatera Utara

22

a. Elemen Inderawi (Sensory Element)
Faktor-faktor sensory mempengaruhi bagaimana suatu produk
dirasakan dan hal itu sangat penting dalam desain produk. Adapun faktor
sensory:
1. Warna
Tanggapan yang berbeda atas penggunaan warna kemasan
memungkinkan pemasar memperhatikan warna kemasan produk
sedemikian rupa agar konsumen punya persepsi yang baik terhadap
produk itu.
2. Bau
Bau suatu produk turut menentukan persepsi konsumen terhadap
produk tersebut.
3. Rasa
Rasa akan mempengaruhi persepsi terhadap suatu objek.
b. Elemen Struktural (Structural Element)
Sejumlah hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor struktural
dari iklan cetak, mempengaruhi persepsi konsumen. Beberapa hasil
penelitian yang dikutip Assael(2001) yang menunjukkan hal itu sebagai
berikut:
1. Ukuran
Ukuran media yang lebih besar, lebih memungkinkan untuk
diperhatikan.

ix
Universitas Sumatera Utara

23

2. Posisi
Akan ada perhatian yang lebih besar pada stimulus dalam 10%
pertama suatu media. Melewati batas tersebut mempunyai pengaruh
yang kecil.
3. Warna
Warna suatu produk juga dapat menentukan perhatian dari
konsumen, pemakaian warna yang mencolok terkadang dapat
menghasilkan perhatian yang lebih.
4. Kontras
Kontras memungkinkan untuk mendapatkan perhatian. Gambaran
suatu produk di atas latar belakang putih mungkin akan mendapat
perhatian, tetapi tidak menjamin pemahaman dan ingatan.

Persepsi setiap orang terhadap suatu objek akan berbeda-beda.
Persepsi yang dibentuk oleh seseorang dipengaruhi oleh pikiran dan
lingkungan sekitarnya. Selain itu satu hal yang harus diperhatikan dari persepsi
adalah bahwa persepsi secara substansil bias sangat berbeda dengan realitas.
Beberapa karakteristik konsumen yang mempengaruhi persepsi
adalah sebagai berikut (Setiadi, 2003:165):
a. Membedakan stimulus
Pada

kenyataanya

terdapat

banyak

konsumen

yang

bisa

membedakan merek produk berdasarkan rasa, tetapi terdapat juga
konsumen yang agak sulit membedakan merek berdasarkan rasa
dan bau.

ix
Universitas Sumatera Utara

24

b. Tingkat ambang batas
Kemampuan kosumen untuk mendeteksi perbedaan dalam suara,
cahaya, bau atau stimuli lainnya, ditentukan oleh tingkat ambang
batas (threshold level). Ada dua jenis threshold level, yaitu:
absolute threshold dan differential threshold.
c. Subliminial perception (Persepsi bawah sadar)
Kemampuan konsumen memberikan tanggapan terhadap stimulus
yang berada di bawah kesadaran atau berada dibawah ambang
batas kesadarannya disebut persepsi subliminal.
d. Tingkat adaptasi
Terjadi saat konsumen tidak lagi memperhatikan stimulus yang
berulang-ulang. Jadi suatu stimulus yang diulang-ulang sebagai
contoh iklan, akan membuat konsumen merasa bosan dan tidak
memperhatikan lagi.
e. Generalisasi stimulus
Generalisasi terjadi ketika konsumen melihat dua stimulus atau
lebih

mempunyai

kesamaan

(mempunyai

hubungan

yang

dekat/contiguity), dan saling mempengaruhi satu dengan yang
lainnya, oleh karena itu dapat disubtisusikan.

ix
Universitas Sumatera Utara

25

2.1.4. Product Placement
Product placement adalah sebuah cara untuk meningkatkan
promosi sebuah produk atau jasa dengan menampilkan produknya dengan
kesan bahwa keberadaan produk tersebut seolah- olah menjadi bagian dari
cerita film dan acara televisi (Belch and Belch, 2004: 450).
Product placement digunakan untuk meningkatkan pengetahuan
akan merek (brand knowledge) diantara konsumen dalam setiap media beriklan
yang digunakan (Panda, 2004:9). Disebutkan juga bahwa keunikan sebuah
medium dapat dilihat dari proses penampilan dan mengharmonisasikan/
menyesuaikan keberadaan merek atau produk di dalam suatu cerita atau media
yang digunakan. Tidak ada kompetisi exposure dalam medium dan waktu yang
sama, sehingga sangat berbeda dengan beriklan melaui televisi dan koran.
Kondisi ini menjadi sangat penting karena dapat memperdalam tingkat brand
knowledge (Panda, 2004:9). Meningkatnya strategi product placement
mengindikasikan

bahwa

pengiklan

menggunakan

teknik

ini

untuk

mempengaruhi brand attitude konsumen (Avery dan Ferraro, dalam Panda,
2004:10).
D’astous & Seguin (dalam Panda, 2004 :11) mendefenisikan
product placement dalam tiga jenis, yaitu :
1. Implicit Product Placement
Jenis ini disebut implicit karena, perusahaan atau produk yang ditampilkan
dalam program/media tanpa ditekankan secara formal, dimana logo, nama

ix
Universitas Sumatera Utara

26

merek/perusahaan muncul tanpa menampilkan/mendemonstrasikan product
benefit.
2. Integrated Explicit Product Placement
Jenis product placement ini berupaya meningintegrasikan secara eksplisit
dimana merek atau nama perusahaan secara formal disebutkan dan
memainkan peran aktif, serta atribut dan manfaat produk juga secara jelas
ditampilkan. Dalam Film Iron Man 2, produk Apple termasuk dalam jenis
ini karena produk ditampilkan dengan menunjukkan logo produk dan
menampilkan kegunaannya.
3. Non – Integrated Explicit product Placement
Jenis ini menampilkan merek/ perusahaan secara formal tapi tidak
terintegrasi dalam isi program/ media, umumnya ditampilkan di awal, di
akhir atau dalam program title. Menurut Panda (2004:11-12) membedakan
product placement dalam tiga dimensi, yaitu visual, auditory, dan plot
conection. Dimensi visual terlihat papa menculnya merek/ produk pada
tampilan layar yang bisa juga disebut sebagai screen placement. Dimensi
auditory adalah pada saat merek produk disebutkan dalam dialog yang bisa
juga disebut sebagai script placement. Dimensi plot connection sebagai
dimensi ketiga digambarkan dengan seberapa merek/ produk tersebut
terintegrasi dalam cerita/ story line.

ix
Universitas Sumatera Utara

27

Ada beberapa media untuk menerapkan product placemet, yaitu:
a.

Film
Menurut D’astous dan Seguin (dalam Panda, 2004), ada tiga alasan

mengapa para pemasar ingin menerapkan product placement di film-film:
1. Menonton sebuah film menyita sebuah perhatian yang tinggi dan
melibatkan aktivitas. Menampilkan sebuah product placement dalam
sebuah film kepada penonton yang sangat memperhatikannya dapat
menghasilkan brand awareness yang sangat tinggi.
2. Film-film yang sukses dapat menarik penonton dalam jumlah yang
besar. Sebagai contoh, Terminator II selama pemutarannya di bioskop
saja telah disaksikan oleh jutaan orang, dan ini belum termasuk
pembelian dan penyewaan videonya, dan pemutarannya di televisi
selama bertahun-tahun setelahnya. Karena itu, bila dilihat dari cost per
viewer,

product

placement

dalam

sebuah

film

akan

sangat

menguntungkan.
3. Product placement mempresentasikan cara mempromosikan sebuah
brand dengan cara alami, tidak agresif, dan tidak persuasif. Audience
terekspos terhadap sebuah brand dengan cara yang sealami mungkin
yaitu dengan melihat bagaimana produk tersebut terlihat, disebutkan
ataupun dipakai oleh sang aktor/aktris, tanpa adanya bujukan untuk
memakai produk tersebut.

ix
Universitas Sumatera Utara

28

Strategi product placement dalam sebuah film dapat dikategorikan
menjadi tiga model (Gupta dan Lord, 1998):
a. Visual only
Dengan menempatkan produk, logo, billboard, atau ciri khas visual
brand lainnya, tanpa dosertai dengan pesan atau suara. Produk
Apple termasuk model ini di dalam film Iron Man 2
b. Audio only
Dimana brand tidak ditampilkan tetapi disebutkan oleh aktor/aktris
dalam dialog suatu film.
c. Combine audio-visual
Menampilkan kombinasi dari kedua strategi sebelumnya
b. Program Televisi (Villafranco dan Zeltzer, 2006)
Product placement kini juga sering kali dapat kita lihat di acaraacara televisi. Sebagai contoh nyata terlihat pada program bedah rumah
yang memang harus menggunakan bahan-bahan bangunan dan furniture
dalam menjalankan misinya. Tidak jarang produk-produk tersebut mendapat
sorotan khusus dalam penggunaannya.
Product placement juga sering terlihat dalam program-program
televisi seperti Empat mata dan Insert. Dalam acara gosip Insert tidak jarang
artis yang ditampilkan akan membahas produk-produk perawatan kesehatan,
kecantikan, dan lain-lain. Khusus program Empat Mata, product placement
sering kali dilakukan dengan meletakkan suatu produk diatas meja,

ix
Universitas Sumatera Utara

29

menempelkan stiker produk pada laptop, dan mengambil gambar para
penonton studio yang mengenakan kaos bertuliskan nama produk tertentu,
yang di setiap episodenya hampir selalu menampilkan produk-produk yang
berbeda-beda.
c. Video Games
Anak- anak, remaja, dan bahkan dewasa, banyak yang menyukai
video games sebagai hiburan. Beberapa diantara mereka bahkan tidak lepas
dari permainan dunia maya ini sehari saja. Hal ini tentu sangat menarik
perhatian pemasar yang ingin mempromosikan produknya melalui video
game. Kini para penggemar video game dapat merasakan bagaimana
mengemudikan mobil balap merek Ford, Chevloret, Nissan, BMW, dan
lainnya lama permainan balapan, juga terekpos pada berbagai papan iklan
disepanjang lintasan seperti yang ada dibalapan sesungguhnya.
d. Musik
Product placement juga dapat dilakukan melalui musik. Mulai dari
mensponsori pembuatan sebuah album seperti yang dilakukan KFC untuk
penyanyi Cinta Laura, hingga menampilkan produk mereka dalam video
clip penyanyi seperti yang dilakukan Coca-cola di video klip Ello dan
kawan-kawan di tahun 2009.
e. Novel
Novel juga menjadi salah satu media product placement yang
menjanjikan. Novel-novel yang menjanjikan kisah-kisah fiksi pun sering

ix
Universitas Sumatera Utara

30

kali menyebutkan produk-produk tertentu untuk membuat kisahnya semakin
nyata.
f. Radio
Seperti halnya televisi, program-program radio juga disertai dengan
product placement. Suatu produk sering sekali dikait-kaitkan dengan suatu
tema yang sedang di bahas oleh penyiar.
Menurut Belch dan Belch (2007:451-453) pembahasan karateristik
product placement terbagi dalam dua bagian yaitu keuntungan (adventages)
dan kekurangan/ kerugian (disvantages) Adapun keuntungan (adventages)
product placement, yaitu:
1. Exposure. Jumlah penjualan tiket bioskop tahunnya mencapai lebih dari
1,4 milyar tiket. Rata-rata film yang memiliki rentang waktu yang
peredarannya selama tiga setengah tahun, dengan penonton mencapai
75 juta orang, dan sebagian besar para penggemar film adalah penonton
yang sangat serius ketika menonton. Ketika hal tesebut digabungkan
dengan meningkatnya pasar rental film dan TV kabel (sebagai contoh
HBO, Showtime, Movie Channel). Terlebih lagi bentuk exposure ini
bebas dari zapping, setidaknya di bioskop.
2. Frequency. Tergantung pada bagaimana produk digunakan dalam
sebuah film atau program televisi, besar kemungkinan terjadinya
exposure yang berulang-ulang (bagi mereka yang suka menonton
sebuah program TV datau film lebih dari sekali). Contohnya, jika anda
penonton setia atau menonton acara TV Take Me Out Indonesia secara

ix
Universitas Sumatera Utara

31

rutin setiap minggu di Indosiar, maka anda akan melihat beberapa
produk yang di ekspos oleh para pengisi acara setiap episodenya.
3. Support for other media. Product Placement mungkin didukung
peralatan promosi lainnya. Telah menjadi sebuah tren bagi industri
perfliman mempunyai klien untuk mempromosikan produk dalam film
tersebut secara bersama-sama dalam berbagai media. Dengan demikian
ikatan antara produk dan film akan saling memperkuat upaya promosi
satu sam lain dan makin diperkuat dengan adanya iklan.
4. Source association. Ketika konsumen melihat artis favorit mereka
dalam sebuah film menggunakan sebuah produk/brand, asosiasi yang
terbentuk dapat memacu terciptanya product image. Hampir semua
bisnis dalam product placement percaya bahwa adanya asososiasi maka
bisnis ini akan berhasil.
5. Cost. Dimana biaya penggunaan medium ini, mulai dari gratis sampai
$1 juta per produk. Namun dengan biaya termahal sekalipun perusahaan
pengiklan masih tetap mengalami keuntungan, dengan tingginya tingkat
exposure yang dihasilkan.
6. Recall. Sejumlah badan atau lembaga melalukan pengukuran pengaruh
product placement kepada audience di hari berikutnya. Dimana
pengukuran recall ini menghasilkan rata-rata 38 persen audience nya
masih ingat akan brand tersebut. Dalam penelitian yang dilakukan oleh
Gupta dan Kenneth Lord, mengatakan bahwa penampilan placement
yang baik menghasilkan recall yang kuat.

ix
Universitas Sumatera Utara

32

7. Bypassing regulation. Di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya,
beberapa produk tifak diijinkan untuk beriklan di televisi atau terhadap
segmen pasar tertentu. Namun melalui product placement industri
minuman keras dan rokok masih dapat menampilkan produknya.
8. Acceptance. Sebuah penelitian oleh Gupta dan Stephen mengindikasi
bahwa penonton dapat menerima product placement dan secara umum
penilaian mereka positif, walapun untuk beberapa produk seperti
alcohol, senjata api, dan rokok kurang dapat diterima.
Sedangkan kekurangan /kerugian product placement adalah:
a.

High absolute cost. Biaya absolut product placement bisa sangat
tinggi. Walaupun hanya dengan persentase yang kecil dari placement
harus dibayar secara langsung.

b. Time of exposure. Dimana jalan untuk beberapa produk yang diekspos
kepada audience mempunyai sebuah pengaruh. Tidak ada jaminan
yang akan dilihat secara tertulis dari produk produk tersebut.
c.

Limited appeal. Tidak ada potensi dari pendiskusian laba produk atau
tidak menyediakan informasi yang ditel.

d. Lack of control. Di dalam sejumlah film. Pengiklan tidak berkata lebih
kapan dan seberapa sering produk tersebut akan ditampilkan. Banyak
perusahaan menemukan bahwa bahwa placement mereka di film tidak
bekerja dengan baik seperti yang diharapkan.

ix
Universitas Sumatera Utara

33

Menurut Fill (2006 : 799-800) pembahasan karateristik product
placement terbagi dalam dua bagian yaitu kelebihan (strengths) dan
kekurangan (Weakness)

Adapun kelebihan (strengths) product placement, yaitu:
1. Dengan

menampilkan

produk

tersebut,

dapat

membangun/

meningkatkan awareness dan kredibilitas untuk memperkuat citra
merek. Hampir semua bisnis dalam product placement percaya
bahwa

audience

dalam

hal

ini

dapat

didampingi

untuk

mengidentifikasikan dan menghubungkan dirinya dengan lingkungan
yang digambarkan atau dengan selebritis yang menggunakan
produknya.
2. Mengurangi biaya produksi
3. Mencapai audience tertentu (captive audience)
4. Mempunyai jangkauan yang lebih luas daripada periklanan
tradisional
5. Mendemontrasikan kegunaan produk dalam lingkup yang alami.
6. Menggambarkan setting yang lebih realistis, serta menawarkan
peluang beriklan bagi produk-produk yang dibatasi media iklannya
seperti rokok dan alkohol.

ix
Universitas Sumatera Utara

34

Sedangkan kelemahan atau kekurangan (weakness) product
placement yaitu:
a.

Dengan menempatkan/ melakukan product placement di dalam
sebuah film bukan berarti tidak ada risiko bahwa produk tersebut
tidak akan terlihat (unnoticed), khususnya dalam kondisi ini apabila
placement dilakukan pada adegan yang tidak menyenangkan.

b. Tidak ada kendalinya dari pengiklan atas kapan, dimana, dan
bagaimana produk tersebut akan ditampilkan.
c.

Saat produk itu muncul dan diperhatikan, sejumlah kecil/minoritas
audience menyatakan bahwa bentuk komunikasi ini tidak etis.

d.

Dapat disebut bentuk subliminal advertising dimana bentuk ini
disebut legal.

2.2. Penelitian Terdahulu
Kuntarno (2007) telah melakukan penelitian yang berjudul “Analisis Sikap
Audience Remaja terhadap Product Placement dalam Film (Studi kasus Film
Fantastic Four Rise of The Silver Surfer)”. Tujuan dari penelitian ini untuk
menganalisis bagaimana sikap audience (attention, acceptance, reference, ethics
and regulation) terhadap product placement pada film dan menjelaskan pengaruh
variabel movie going frequency dan enjoyment terhadap sikap yang terbentuk.
Hasil dari penelitian ini adalah sikap audience (attention,acceptance, dan
reference) mempunyai sikap yang positif terhadap product placement, kecuali

ix
Universitas Sumatera Utara

35

ethics and regulation. variabel movie going frequency lebih berpengaruh daripada
variabel enjoyment terhadap sikap yang terbentuk.
Sitorus (2010) dalam judul “Pengaruh Product Placement Terhadap Sikap
Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara Atas Merek Gery
Chocolatos Dalam Acara TV Take Me Out Indonesia”. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk meneliti pengaruh product placement terhadap sikap (kognisi merek,
afeksi merek dan konatif merek) mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Sumatera
Utara. Dari hasil penelitian ditunjukkan bahwa variabel product placement
berpengaruh positif terhadap sikap konsumen.
2.3. Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual merupakan titik awal sebuah proyek penelitian
dilakukan, dalam hal ini merupakan hubungan antar variabel yang secara logis
dijelaskan, dikembangkan, dan elaborasi dari perumusan masalah yang
diidentifikasi melalui proses observasi, wawancara, dan survey literature
(Kuncoro, 2003:44). Product placement bertujuan menangkap minat dari
penonton sebuah acara televisi atau pun film, hal ini sangat sering kita jumpai
dewasa ini karena perusahaan pengiklan berusaha membaurkan produk mereka
sehingga terlihat seolah-olah produk merupakan bagian dari acara atau film
tersebut. Akibat dari seringnya product placement muncul dalam sebuah acara
atau film, hal ini dapat memunculkan suatu persepsi tersendiri pada penonton
atau audience itu sendiri.
Persepsi adalah proses yang digunakan oleh seorang individu untuk
memilih, mengorganisasi, dan menginterperasi masukan-masukan informasi guna

ix
Universitas Sumatera Utara

36

menciptakan

gambaran

dunia

yang

memiliki

arti

(Berelson

dalam

Kotler,2000:198).
Kata kunci dalam defenisi persepsi adalah individu, tiap individu dapat
memiliki persepsi yang berbeda atas objek yang sama (Kotler,2000:198). Ada tiga
kelompok karakteristik-karakteristik stimuli yang membuat pesan lebih dirasakan
oleh konsumen seperti yang diharapkan pemasar, yaitu:
a. Perhatian Selektif
Seseorang terlibat lebih dari 1.500 rangsangan per harinya.karena
seseorang tidak mungkin dapat menangani semua rangsangan itu,
sebagian besar rangsangan akan disaring, inilah yang disebut
perhatian selektif.
b. Distorsi Selektif
Merupakan kecenderungan orang untuk merubah informasi menjadi
makna pribadi dan menginterpretasikan informasi itu dengan cara
yang akan mendukung pra-konsepsi mereka.
c. Ingatan/ Retensi Selektif
Kecenderungan seseorang untuk mengingat kebaikan dari produk
yang kita sukai dan melupakan hal-hal baik dari produk yang
bersaing.
Product placement adalah penempatan komersil yang dilakukan melalui
program media tertentu yang ditujukan untuk meningkatkan visibilitas sebuah
merek atau produk dan jasa. Tingginya kegiatan product placement dalam
komunikasi

merek

produk

industri

mengindikasikan

bahwa

pengiklan

ix
Universitas Sumatera Utara

37

menggunakan teknik di dalam mempengaruhi persepsi konsumen terhadap sebuah
merek, (Belch and Belch, 2004). Dampak dari product placement ini sangat nyata.
Beberapa produsen yang melakukan product placement di acara TV dan film
mengatakan merek/produk mereka semakin luas dikenal dan semakin diingat
masyarakat. Sikap ini yang akan mengantar audience atau konsumen melakukan
pembelian. Pada penelitian ini, peneliti mengangkat pengaruh product placement
terhadap persepsi atas merek.
Berdasarkan masalah serta uraian diatas, maka digambarkan kerangka
konseptual sebagai berikut:
Persepsi atas merek (Y)

Product placement (X)
Sumber: Belch dan Belch (2004: 457) (diolah)

Gambar 2.1.
Kerangka Konseptual
2.4. Hipotesis
Berdasarkan perumusan masalah yang ada, maka peneliti merumuskan
hipotesis sebagai berikut: Terdapat Pengaruh positif dan signifikan antara
Product Placement yang dilakukan Produk Apple pada Film Iron Man 2
terhadap Persepsi Mahasiswa Universitas Sumatera Utara.

ix
Universitas Sumatera Utara

38

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah eksplanatori. Eksplanatori merupakan penelitian
yang bertujuan untuk mengetahui hubungan-hubungan antara satu variabel dengan
variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya.
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat diketahui bahwa penelitian eksplanatori
bermaksud untuk memberikan penjelasan hubungan kausalitas antar variabel
variabel melalui pengujian hipotesis pada judul penelitian “Pengaruh Product
Placement Produk Apple pada film Iron Man 2 terhadap Persepsi Mahasiswa
Universitas Sumatera Utara.”

3.2.Tempat Dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Universitas Sumatera Utara.
Waktu penelitian dimulai dari Juli hingga September 2011.

3.3. Batasan Operasional
Dalam penelitian ini variabel yang diteliti adalah product placement
(Variabel X) dan persepsi mahasiswa Universitas Sumatera Utara atas merek
produk Apple (Variabel Y)

Penelitian ini dikhususkan pada batasan operasional sebagai berikut:

ix
Universitas Sumatera Utara

39

a. Variabel bebas (independent variable) dalam penelitian ini adalah product
placement.
b. Variabel terikat (dependent variable) dalam penelitian ini adalah persepsi
konsumen.
c. Penelitian ini dibatasi hanya pada mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang
masih aktif kuliah.

3.4. Operasionalisasi Variabel
Pengertian definisi operasional yang akan diteliti merupakan suatu cara
mempermudah pengukuran variabel penelitian. Selain itu juga bertujuan untuk
memberikan batasan-batasan pada obyek yang akan diteliti. Defenisi operasional
yang dipergunakan dalam penelitian ini ada

Dokumen yang terkait

Persepsi Mahasiswa Terhadap Layanan Kegiatan Mahasiswa S1 Keperawatan di Fakultas Keperawatan USU

0 47 80

Pengaruh Product Placement Terhadap Sikap Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara Atas Merek Gery Chocolatos Dalam Acara TV Take Me Out Indonesia

1 50 108

OPINI MAHASISWA TENTANG PRODUCT PLACEMENT DALAM FILM KENTUT Studi pada Anggota Kine Klub Universitas Muhammadiyah Malang

0 4 48

PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PRODUCT PLACEMENT DALAM FILM BEBEK BELUR (Studi Pada Pengurus Kine Klub Jurusan Ilmu Komunikasi Angkatan 2009 Universitas Muhammadiyah Malang)

0 8 43

PRODUCT PLACEMENT APPLE DALAM FILM PRODUCT PLACEMENT APPLE DALAM FILM Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Kesesuaian Brand Image iPhone dengan Product Placement iPhone di dalam FilmMission Impossible 4 berdasarkan sudut pandang Pengguna iPhone.

0 2 14

PENDAHULUAN PRODUCT PLACEMENT APPLE DALAM FILM Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Kesesuaian Brand Image iPhone dengan Product Placement iPhone di dalam FilmMission Impossible 4 berdasarkan sudut pandang Pengguna iPhone.

0 3 33

SKRIPSI PERSEPSI AUDIENS TERHADAP BRAND PLACEMENT DALAM PERSEPSI AUDIENS TERHADAP BRAND PLACEMENT DALAM MEDIA FILM (Studi Deskriptif Kualitatif Tentang Persepsi Audiens Terhadap Brand Placement Sony Ericsson Dalam Film James Bond Casino Royale).

0 5 12

PRODUCT PLACEMENT DALAM FILM (Studi Tentang Persepsi Anggota Kine Klub FISIP UNS Terhadap Product Placement Snack Tao Kae Noi Dalam Film The Billionaire).

0 1 4

Analisa Efektivitas Product Placement Burger King Dalam Film Iron Man 1 dan Audi Dalam Film Iron Man 2 | krishnasari | Jurnal Strategi Pemasaran 944 1702 1 SM

0 1 10

PENEMPATAN PRODUK (PRODUCT PLACEMENT) DALAM FILM ADA APA DENGAN CINTA 2 - Institutional Repository ISI Surakarta

0 0 98