UPAYA PENGURANGAN RISIKO DALAM PENANGGULANGAN BENCANA

UPAYA PENGURANGAN RI SI KO DALAM PENANGGULANGAN BENCANA

Be n c an a p ad a d asar n y a ad al ah su at u pengurangan risiko bencana sebagai bagian t idak isu pembangunan. Bencana dapat menghapuska n t er pi sahkan dar i kegi at an pemer i nt ahan dan prest asi-prest asi pembangunan yang t elah dicapai pembangunan. dan menyebabkan kemundur an per ekonomi an.

Pembaca yang budiman, Bulet in Kawasan

Bencana dapat membawa dampak dan kehancuran edi si kal i i ni akan mengangkat i su mengenai yang besar pada pr oper t i , i nf r ast r ukt ur, dan pengurangan risiko bencana dalam penanggulangan lingkungan hidup, sert a menimbulkan lebih banyak

b e n c an a. Ru b r i k Fokus ak an m e m b ah as

k or b an j i w a d an k e r u sak an st r u k t u r sosi al pengurangan risiko bencana sebagai pendekat an t ermasuk pengungsi.

baru dalam penanggulangan bencana. Selanj ut nya Kor ban Ji w a dan ker usakan yang besar akan di ul as mengenai kel embagaan t er masuk akibat bencana hampir sebagian besar disebabkan upaya penyusunan RUU penanggulanan bencana. oleh kelengahan dalam mengant isipasi dat angnya St r at e gi p e n an gan an p asc a b e n c an a ol e h bencana. Perlu diakui bahwa besarnya kerusakan De p ar t e m e n Sosi al d i an gk at p ad a b agi an

d an k or b an j i w a ak i b at b er b agai b enc ana berikut nya, dit ut up oleh st rat egi pengembangan bel akangan i ni seper t i banj i r, bencana gempa inf rast rukt ur di kawasan rawan bencana. Rubrik dan t sunami di beberapa wil ayah sal ah sat unya Opi ni kal i ini mengangkat t ul isan Dr. I. Wayan di sebabkan kar ena t i dak adanya upaya yang Sengar a, kepal a Pusat Mi t i gasi Bencana ITB m e m ad ai u n t u k m e n gan t i si p asi d at an gn y a mengenai upaya pendidikan dan sosialisasi mit igasi bencana-bencana t er sebut . Hal i ni di sebabkan bencana. Bagian selanj ut nya, rubrik Daer ah akan u p ay a p e n an gan an b e n c an a y an g b e r si f at mengul as upaya mi t i gasi bencana yang t el ah ant isipant if , prevent if , sekal igus komprehensif dilakukan oleh Kot a Padang. Bagian t erkahir, rubrik di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala Agenda, mengangkat hasi l r oadshow sosi al i sasi bai k dal am kebi j akan, kel embagaan, st r ukt ur, Rencana Aksi Nasional Bencana yang dilakukan oleh mekanisme, program, dan kegiat an. Saat ini suat u Kement erian PPN/ Bappenas. pendekat an bar u dal am kebi j akan penanganan

Sel amat membaca.

bencana sedang diinisiasi, yait u dengan menj adikan

Fokus

Daerah

• Pengurangan Risiko Bencana : Paradigma Baru Penanganan Bencana — 2

• Kota Padang dan Upaya Mitigasi Bencana — 25

• RUU Penanggulangan Bencana dan Efektivitas Penanganan Bencana — 6 • Penanganan dan Rehabilitasi Masyarakat Pasca Bencana — 11

Agenda

• Strategi Pembangunan Infrastruktur di Kawasan Rawan Bencana — 13 • Roadshow Sosialisasi RAN Pengurangan Risiko Bencana— 28

Opini

Pustaka

• Dr. I Wayan Sengara; Pendidikan dan Sosialisasi Mitigasi Bencana • Matriks Rencana Aksi Nasional Pengurangan Risiko Bencana — 30 bagi Masyarakat — 20 EDISI NOMOR 17 TAHUN 2006

BULLETIN KAWASAN

PENGURANGAN RI SI KO BENCANA

PARADI GMA BARU KEBI JAKAN PENANGGULANGAN BENCANA

R d an b er b ag ai b en can a lain n y a ak h ir - ak h ir in i

angkaian bencana yang melanda sangat ber pot ensi sekaligus r aw an bencana. Dat a

I n d o n e si a , m u l a i d a r i g e m p a b u m i , m enunj uk k an bahw a I ndonesia m er upak an salah t sunam i,banj ir, kekeringan, t anah longsor, sat u negara yang m em iliki t ingkat kegem paan yang

t inggi di dunia, lebih dar i 10 k ali lipat t ingk at m em perlihat kan sat u kenyat aan bahw a bangsa ini k egem paan di Am er ik a Ser ik at . Pen in gk at k an len gah dan t idak siap dalam m en gh adapi dan ancam an bencana alam ak hir - ak hir ini j uga t idak m enangani bencana, baik dalam hal par adigm a, dapat dilepaskan dari adanya perubahan iklim global k ebij ak an, st r uk t ur, m ek anism e, pr ogram , dan yang m em icu ketidakst abilan iklim yang m elahirkan kegiat an.

ancam an banj ir, k ek er ingan, sik lon, dan ber bagai Hal ini t ent u ir onis dan m engk haw at ir k an, bencana lainnya. seb ab b an g sa I n d on esia seb en ar n y a h id u p d i

Selain bencana alam , dalam lim a t ahun lingkungan yang rent an t erhadap kej adian bencana t er ak hir I ndonesia j uga bany ak m engalam i k r isis alam . Secara alam iah I ndonesia m erupakan negara sosial- ek onom i dan polit ik . Pasca k r isis ek onom i k epulauan y ang t er let ak pada per t em uan em pat t ahun 1997, sej um lah k onflik pecah di beber apa lem peng t ekt onik yait u lem peng Benua Asia, Benua daer ah, t er m asuk k onflik sek t ar ian, k onflik et nis, Au st r alia d an lem p en g Sam u d er a Hin d ia d an dan sepr at ism e. Ak ibat dar i ber bagai k r isis dan Sam uder a Pasifik . Pada bagian selat an dan t im ur konflik ini j ut aan orang t erpaksa m enj adi pengungsi

I ndonesia terdapat sabuk vulkanik yang m em anj ang int ernal dan m enam bah j um lah warga m asyarakat dar i Pulau Sum at era -Jaw a – Nusa Tenggara -

yang rent an dan t erpinggiRkan. Sulaw esi. Sedangk an sisiny a ber upa pegunungan

Dar i ber bagai sum ber dat a, diper k ir ak an v ulk anik t ua dan dat ar an r endah y ang sebagian sedikit nya t erj adi 113 kej adian ancam an alam yang

didom inasi oleh rawa- rawa. Kondisi- kondisi tersebut

EDISI NOMOR 17 TAHUN 2006

BULLETIN KAWASAN BULLETIN KAWASAN

I n d o n e si a m e n i n g g a l t i a p t a h u n n y a k a r e n a masyarakat. Upaya -upaya kesiapsiagaan bencana. Disam ping bencana alam , dik enal pula ( preparadness) yang belum banyak dilaksanakan, bencana t eknologi yang m em akan korban j iwa yang m isalnya dengan m enyiapkan sistem peringatan dini cu k u p b esar. Sej ak t ah u n 1 9 4 2 h in g g a 2 0 0 6 , ( Ear ly War ning Syst em ) sar ana k om unik asi, pos sedikitnya 8.050 orang m eninggal akibat kecelakaan komando, penyiapan lokasi evakuasi, dan t r anspor t asi, indust r i, k ebak ar an, dan ledak an. sebagainy a. Dem ik ian pula dalam upay a t anggap Sedangkan sekitar 76.000 orang terkena darurat dan pemulihan, rehabilitasi, dan dam paknya. Bencana t ransport asi m erupakan j enis rekonst ruksi, m uncul berbagai m asalah koordinasi bencana buat an m anusia y ang m em ak an k or ban ant ar lem baga dalam pem ber ian dan peny alur an j iwa t erbesar, dim ana dalam kurun wakt u t eserbut bant uan, penanganan pengungsi, sert a penyediaan sedikit nya 7,160 or ang m eninggal dunia dan/ at au dan perbaikan infrast rukt ur. hilang ak ibat bencana t r anspor t asi ( Lassa, 2006)

Pada kej adian bencana di Yogyak ar t a dan Ket idaksiapan m asyarakat dan pem erint ah Jawa Tengah, sekt or perum ahan m erupakan sekt or

d a l a m m en g h a d a p i d a n m en a n g a n i b en ca n a yang m engalam i kerusakan dan kerugian t erparah t ercerm in pada upaya penanggulangan bencana di dibanding sem ua sektor lain. Total rum ah yang rusak m asa lalu y ang diw ar nai oleh par adigm a y ang diper k ir ak an ber j um lah lebih dar i 380 r ibu r um ah fat alist ik dan r eak t if. Dem ik ian pula dar i segi baik y ang r usak t ot al m aupun r usak sebagian. kebij akan, penanganan bencana di I ndonesia hingga Pen y eb a b u t a m a k er u sa k a n t er seb u t a d a l a h saat in i belu m didu k u n g oleh su at u k er an gk a banyaknya bangunan yang t idak m em iliki kont ruksi per at ur an per undang- undangan y ang k oher en. ant i- gem pa dan m enggunak an bahan bangunan Dam pak n y a san gat t er asa dalam pen an gan an yang kurang berkualitas untuk m enahan guncangan berbagai kej adian bencana akhir- akhir ini, m isalnya ak ibat gem pa. Selain it u, r um ah y ang t er k ena dalam kej adian bencana t sunam i di NAD dan Nias, dam pak bencana gem pa bum i t elah berusia ant ara Sum at era Ut ara ser t a gem pa bum i di Yogy ak ar t a

2 5 - 3 0 t ahun sehingga sangat r ent an t er hadap dan Jawa Tengah. Dalam kedua kej adian t ersebut , gem pa bum i. Dalam aspek penat aan ruang, banyak

j at uhnya korban j iwa dan kerusakan dengan skala kawasan yang dikem bangkan tanpa m em perhatikan yang relat if besar disebabkan belum dit erapkannya zona- zona y ang r aw an bencana. Bany ak r um ah pendekatan yang komprehensif dalam dan berbagai fasilit as lainnya yang didirikan di zona m engant isipasi dan m engelola risiko bencana.

pat ahan dan r aw an gem pa. Upay a pengam bilan Bencana gem pa bum i y ang disusul oleh keput usan pem bangunan pun sem pat m engalam i t sunam i di aceh pada t anggal 16 Desem ber 2004

h a m b a t a n a k i b a t k esi m p a n g si u r a n d a t a d a n m er upak an salah sat u bencana t er besar di dunia inform asi m engenai j um lah korban yang j at uh dan dalam ser at us t ahun t er ak hir k ar ena m em ak an kerusakan yang dialam i. k or b an h in g g a r at u san r ib u j iw a. Salah sat u

Ber k aca k epada k edua k ej adian bencana peny ebab m unculny a k or ban y ang sangat besar t er sebut , m unculny a k or ban j iw a dan k er usak an adalah belum banyaknya dilakukan upaya m it igasi fisik dalam skala yang relat if besar t idak disebabkan bencana, baik mitigasi struktural berupa oleh fak t or alam sem at a, nam un j uga disebabk an pem buat an infr ast r uk t ur pendor ong m inim ilisasi oleh k ebij ak an penanganan bencana y ang lebih dam pak , m isaln y a den gan m em bu at ben du n g ber or ient asi k epada upay a t anggap dar ur at dan penahan om bak, bangunan panggung tahan om bak, lem ah n y a k elem b ag aan y an g ad a. Men y ad ar i dan sebagainy a, m aupun m it igasi non st r ukt ur al

b er b ag ai k elem ah an y an g t er j ad i d alam p ola

EDISI NOMOR 17 TAHUN 2006

BULLETIN KAWASAN BULLETIN KAWASAN

Mesk i dem ik ian dalam im plem ent asiny a,

d ilak u k an d alam sit u asi sed an g t id ak t er j ad i p el ak san aan u p ay a- u p ay a p r ev en t i f m au p u n

b e n ca n a . La ssa ( 2 0 0 6 ) m e n y a t a k a n , b a h w a penanganan pasca bencana yang t ercant um dalam

I ndonesia dalam k ur un w ak t u 2004- 2006 t elah RKP t er seb u t m asih b elu m t er k oor d in asi d an k ehilangan lebih dar i 14 t r iliun r upiah. Dengan t er lak sana dengan baik . I nst ansi- inst ansi t er k ait adany a upay a pr ev ent if unt uk m engur angi r isik o cender ung m em usat k an dir i pada upay a t anggap bencana m ak a k er ugian y ang dit anggung dapat dar ur at dan k ur ang m em ilik i pendek at an t er padu dim inim alisir dan dana y ang ada digunak an unt uk dalam kerj anya. Di sisi lain badan yang selam a ini invest asi pelayanan sosial dasar dan pengurangan m em ilik i m an d at u n t u k m en an g an i b en can a, kem iskinan.

BAKORNAS PB dan SATKORLAK PB di tingkat provinsi Kegiat an - k egiat an pen an gan an ben can a sert a SATLAK PB di t ingkat kabupat en/ kot a adalah

y ang ber sifat pr ev ent if unt uk m engur angi r isik o badan yang hanya m em iliki kewenangan t erbat as, bencana sebenarnya t elah t erm uat dalam rencana yakni m em fasilit asi koordinasi ant ar badan- badan kerj a t ahunan pem erint ah. Dalam UU No. 13 t ahun pem erint ah yang m enj adi anggot anya. 2005 t ent ang APBN 2006, k egiat an pengur angan

Selain perm asalahan kelem bagaan, hingga r isik o bencana dialok asik an pada ar ah k ebij ak an saat ini belum ada kebijakan Pem erintah yang secara

Penanggulangan Bencana Alam y ang dam pak ny a r inci m engat ur t ent ang peny usunan per encanaan m engim bas t erhadap keselam at an bangsa m elalui pem bangunan t er k ait dengan pengur angan r isik o : ( 1 ) Pen in gk at an m it igasi ben can a alam dan bencana, k ar ena RKP hany a m eny ir at k an gar is pr ak ir aan ik lim , ( 2) Peny usunan t at a r uang dan besar kebijakan secara um um . Untuk m engantisipasi zonasi per lindungan sum ber day a alam t er m asuk kebutuhan mendesak tersebut, sejauh ini k aw asan r aw an bencana di pesisir dan laut , ( 3) pem erint ah t elah m enyusun Rencana Aksi Nasional pengem bangan sist em penanggulangan bencana Pengur angan Peny usunan Risik o Bencana y ang alam dan sist em det eksi dini.

ber isi lim a pr ior it as pengur angan r isik o bencana,

D a l a m RK P t a h u n 2 0 0 7 y a n g t e l a h ant ar a lain : diundangk an m elalui Per pr es No. 19 t ahun 2006,

1. Meletakkan pengurangan risiko bencana sebagai pengurangan risiko bencana term uat dalam prioritas

prioritas nasional maupun daerah dan m itigasi dan penanggulangan bencana sebagai salah

im plem ent asinya harus dilaksanakan oleh suat u sat u dar i sem bilan pr ior it as pem bangunan y ang

inst it usi y ang k uat ,

har us dilak sanak an. Sasar an y ang ak an dicapai

2. Mengidentifikasi, m engkaj i dan m em antau risiko

d alam p r ior it as Mit ig asi d an Pen an g g u lan g an bencana sert a m enerapkan sist em peringat an Bencana pada t ahun 2007 t er bagi k e dalam dua

dini,

sasaran utama, yaitu Pertama, tetap

3. Mem an f aat k an p en g et ah u an , i n o v asi d an t er laksananya upaya r ehabilit asi dan r ekonst r uksi

pendidikan untuk membangun budaya Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan

k eselam at an d an k et ah an an p ad a selu r u h Nias, Pr ov insi Sum at er a Ut ar a, t er selesaik anny a

t ingkat an,

EDISI NOMOR 17 TAHUN 2006

BULLETIN KAWASAN

FOKUS

4. Mengurangi cakupan risiko

Tabel 1. Empat Bidang Kerja Penanggulangan Bencana

bencana,

5. Men in g k at k an k esiap an

No

Bidang Kerja

Upaya untuk mengurangi

ƒ Pengenalan dan pemantauan risiko bencana.

m enghadapi bencana pada

Risiko Bencana

dampak buruk yang

ƒ Perencanaan partisipatif penanggulangan

semua tingkatan

mungkin timbul dari

bencana.

bencana, terutama

ƒ Pengembangan budaya sadar bencana.

masyarakat, agar

dilakukan dalam situasi

ƒ Peningkatan komitmen terhadap pelaku

t anggapan yang dilakukan

sedang tidak terjadi

penanggulangan bencana.

bencana.

ƒ Penerapan upaya fisik, nonfisik, dan

lebih efekt if.

pengaturan penanggulangan bencana.

Peny usunan r encana

2 Tanggap

Upaya untuk mengurangi

ƒ Pengkajian secara cepat terhadap lokasi,

a k si t e r se b u t m e r u p a k a n kerusakan, dan sumberdaya.

Darurat

dampak buruk bencana,

Bencana

terselamatkannya

ƒ Penentuan status keadaan darurat.

penjabaran dari berbagai

masyarakat terkena

ƒ Pencarian, penyelamatan, dan evakuasi

k om it m en g lob al t er h ad ap masyarakat terkena bencana.

bencana, harta benda,

terpenuhinya kebutuhan

ƒ Pemenuhan kebutuhan dasar.

u p ay a p en g u r an g an r i si k o

dasar, tertanganinya

ƒ Perlindungan terhadap kelompok rentan.

pengungsi, dan pulihnya

ƒ Pemulihan dengan segera sarana-sarana vital.

b e n ca n a . Re so l u si D e w a n

sarana dan pelayanan

Ekonom i dan Sosial PBB Nom or

umum.

3 Rehabilitasi dan

Upaya untuk mewujudkan

ƒ Perencanaan pembangunan nasional.

63 Tahun 1999 m enek ank an

Rekonstruksi

kemampuan sosial

ƒ Tingkat kerawasan bencana.

pelaksanaan Strategi

ekonomi dan kuatnya

ƒ Pembangunan kembali prasarana dan sarana

I n t er n asion al Pen gu r an gan dasar.

resistensi masyarakat dalam

menghadapi ancaman

ƒ Pembangunan kembali sarana sosial

Risiko Bencana ( I nt ernat ional

bencana.

masyarakat. ƒ Membantu masyarakat memperbaiki rumah.

Strategy for Disaster

ƒ Pemulihan kegiatan bisnis dan ekonomi.

Reduct ion/ I SDR) . Resolusi

ƒ Melibatkan masyarakat setempat mulai dari

M a j e l i s U m u m PB B perencanaan sampai pelaksanaan.

4 Penatakelolaan

Upaya untuk memadukan

ƒ Perencanaan penanggulangan bencana.

m enyerukan pula dilakukannya

Penanggulangan kegiatan penanggulangan

ƒ Pemaduan dalam perencanaan

pen dek at an t er padu dalam pembangunan.

Bencana

bencana dalam program

pemerintahan dan

ƒ Pensyaratan analisis risiko bencana.

se m u a a sp e k m a n a j e m e n

pembangunan pada saat

ƒ Penguatkuasaan tata ruang dan standar

bencana. Yokoham a St rat egy keselamatan.

tidak ada kejadian bencana.

sumber : RUU Penanggulangan Bencana

m enit ik ber at k an pada upay a unt uk m elakukan kegiat an yang sist em at ik didalam

rehabilitasi dan rekonsruksi; dan (4) m ener apk an upay a pengur angan r isik o bencana

penat akelolaan bencana.

d al am p em b an g u n an b er k el an j u t an . Hy o g o Dengan adanya UU tentang Fr am ew or k Act ion t elah m enghasilk an subst ansi

Pen a n g g u l a n g a n Ben ca n a , d i m a sa d ep a n dasar dalam m engurangi kerugian akibat bencana,

diharapkan tercipta sistem yang lebih baik k er u gian j iw a, sosial, ek on om i, dan aset

k om pr ehensif dalam penanganan bencana dan lingkungan.

m enj adi landasan hukum yang kuat . Penanganan Untuk lebih m em perkuat upaya pengurangan

bencana ak an diduk ung oleh lem baga y ang risiko bencana, suatu payung hukum yang m engatur

mempunyai wewenang penuh dalam suat u k er angk a k er j a penanggulangan bencana

penanggulangan bencana sert a alokasi anggaran yang akunt abel sangat diperlukan. Upaya t ersebut

y ang cuk up. Dengan disahk anny a UU ini, ak an saat ini t engah dilakukan oleh pem erint ah dan DPR

t er j ad i su at u p er u b ah an p ar ad ig m a secar a RI m elalu i p en y u su n an RUU p en an g g u lan g an

m endasar dalam m anaj em en bencana, yait u dari

b e n ca n a ( RUU PB) . D a l a m RUU t e r se b u t pendekat an yang selam a dipersepsikan sebat as penyelenggaraan penanggulangan bencana m eliputi

pada saat em er gency r espons ak an ber geser em pat bidang k er j a yang k om pr ehensif ( Tabel 1) ,

kepada kesadaran pent ingnya pengurangan dan y a i t u : ( 1 ) p en g u r a n g a n r i si k o b en ca n a ; ( 2 )

m anajem en risiko bencana, sehingga penanganan p e n a n g a n a n t a n g g a p d a r u r a t b e n ca n a ; ( 3 )

EDISI NOMOR 17 TAHUN 2006

BULLETIN KAWASAN

RUU PENANGGULANGAN BENCANA DAN EFEKTI VI TAS PENANGGULANGAN BENCANA

M m em ilik i ber bagai j enis bencana

emang ironis bagi Indonesia,sebagai suatu negara yang

nam un belum m em ilik i undang- undang penanganan bencana. Kit a bar u m eny adar i ak an pent ingny a undang- undang t er sebut set elah kej adian bencana gem pa bum i dan t sunam i yang sangat dahsyat pada t anggal 24 Desem ber 2004. Suat u pelajaran berharga setelah m engor bank an r at usan r ibu j iw a dan kerugian hart a benda. Banyak hal y ang per lu diat ur dalam RUU- PB t ersebut , salah sat unya adalah t en t an g k elem b ag aan . Saat in i

dan pengurangan risiko; ( 6) P e r e n c a n a a n t elah bany ak k eluhan dan k r it ik dar i m asy ar ak at penanganan bencana; ( 7) Peran m asyarakat ; ( 8) terhadap kelam batan Pem erintah dalam m enangani

Kelem bagaan.

b en can a, t en t u n y a h al i n i b er k ai t an d en g an m a s a l a h k e l e m b a g a a n . Ba g a i m a n a b e n t u k

Sem ua unsur t er sebut m er upak an suat u k elem bagaan y ang paling efek t if unt uk I ndonesia

st rukt ur yang saling t erpadu dan ket erkait an ant ar yang m em punyai wilayah yang sangat luas dengan

lem baga y ang m em bent uk sist em for m al dalam sist em pem erint ahan yang desent ralist is. Makalah

u p a y a p e n a n g a n a n b e n ca n a d a n d u k u n g a n ini mencoba membahas tentang bentuk

operasionalnya. Telaahan t ent ang m asing- m asing k elem bagaan penanganan bencana y ang ada di

unsur t er sebut adalah sebagai ber ikut : dunia dan di I ndonesia saat ini.

a. Legislasi dan Perundangan

Pla t for m Pe na nga na n Be nca na

Penanganan bencana y ang ada saat ini Unt uk m elakukan penanganan bencana yang

dit angani secar a sek t or al. Hal ini t er lihat dar i

b e n a r d i su a t u w i l a y a h , a p a k a h d i t i n g k a t pengaturan penanganannya yang m asih didasarkan nasional dan daerah harus berlandaskan pada suatu

pada undang-undang atau peraturan yang plat for m y ang t er dir i dar i beber apa unsur y ang

m en g ar ah p ad a k ep en t in g an sek t or m asin g - har us ada, y ak ni: ( 1) Legislasi dan per undangan;

m asi n g , m i sal n y a: b an j i r d i at u r d en g an UU ( 2) Kom it m en polit ik; ( 3) Kait an ant ara kebij akan

Sum ber daya Air, k ebak aran hut an dengan UU dan operasional; ( 4) Mekanism e kerj a ant ara pusat

Kehutanan, kerusakan dan pencem aran lingkungan dan daerah; ( 5) Kait an ant ara penanganan darurat

dengan UU Lingk ungan Hidup, dan sebagainy a. Jadi belu m ada u n dan g- u n dan g k h u su s y an g

EDISI NOMOR 17 TAHUN 2006

BULLETIN KAWASAN BULLETIN KAWASAN

pengawasan.

Sebenarnya upaya untuk m enyusun undang- undang Penanggulangan Bencana yang terpadu dan c. Keterkaitan antara Kebijakan dan m u lt i- sek t or su dah dilak u k an oleh Pem er in t ah

Operasional

m elalui Depar t em en Sosial dan j uga Depar t em en Selain harus m em iliki legislasi dan kom itm en

Dalam Neger i pada t ahun 1990- an. Ak an t et api polit ik yang kuat , penanganan bencana harus diikut i

diant ara sekian banyak rancangan undang- undang oleh pen et apan k ebij ak an di t in gk at n asion al.

y ang diaj uk an, t am pak ny a RUU Penanggulangan Kebij akan ini dit uangkan dalam Kebij akan Nasional Bencana ini belum m endapat priorit as.

Pen an g an an Ben can a d an selan j u t n y a secar a Baru set elah bencana t sunam i yang t erj adi oper asional dij abar k an oleh set iap sek t or y ang

t ahun 2004 lalu m ulai sadar akan perlunya m em iliki t er k ait dengan penanganan bencana. Kebij ak an UU Penanggulangan Bencana. Sem ent ar a sem ua y ang ber sifat um um dit et apk an oleh Dew an at aau p e r h a t i a n Pe m e r i n t a h t e r cu r a h p a d a u p a y a Badan Koor dinasi Nasional, sedangk an k ebij ak an penanganan t anggap dar ur at ak ibat bencana di yang dikeluarkan m asing- m asing sekt or m erupakan NAD dan Sum ut , m om ent um t er sebut oleh Badan kebij akan t eknis t erkait . Legislasi Dew an Per w ak ilan Rak y at dim anfaat k an

D e n g a n d e m i k i a n , se l a l u h a r u s a d a untuk menggulirkan gagasan penyusunan

ket erkait an ant ara kebij akan yang dit et apkan oleh Ran can g an Un d an g - u n d an g Pen an g g u l an g an dew an at au badan k oor din asi secar a n asion al

Bencana. Kem udian pr oses ini ber lanj ut di DPR dengan langkah-langkah operasional yang dilakukan

dengan pem bent uk an Panj a dan Pansus, hingga oleh set iap sekt or. Agar set iap langkah penanganan m en j adik an n y a RUU Pen an ggu lan gan Ben can a

bencana dapat dilakukan secara t erpadu dan saling sebagai Hak I nisiat if DPR. Oleh DPR, RUU t ersebut mendukung. Karena penanganan bencana

t el a h d i sa m p a i k a n k ep a d a Pem er i n t a h p a d a m er upak an suat u k egiat an y ang lint as sek t or dan

Desem ber 2005 lalu. dilaksanakan oleh berbagai pelaku. Saat ini pem bahasan RUU PB ini sedang

berlangsung secara intensif antara pihak Pem erintah dan DPR, dan kit a ber har ap agar RUU PB ini dapat

d. Koor dinasi ant ar a Pusat dan Daer ah secepat nya diselesaikan m enj adi undang- undang. Bencana selalu terj adi di daerah adm inistratif

t er d ep an , oleh k ar en a it u p em er in t ah d aer ah

b. Kom it m en Polit ik t erdepan m enj adi first responder t erhadap bencana Selam a in i p en an g an an b en can a y an g y an g d ih ad ap i d i w ilay ah n y a. Ap ab ila d aer ah dilakukan seolah m erupakan t ugas dan kew aj iban t er seb u t d en g an seg ala su m b er d ay an y a t id ak Pe m e r i n t a h d a l a m m e l i n d u n g i se t i a p w a r g a m am pu m engat asi at au t erj adi pada dua at au lebih negar any a. Apapun y ang dilak uk an sepenuhny a daerah adm insit rat if, m ak a k endali dilak uk an oleh m erupakan kewenangan Pem erintah sebagai bagian daerah yang lebih t inggi sesuai hirarkhi birokrasi.

d ar i t u g as- p o k o k n y a y an g d i j ab ar k an d al am Dengan dem ik ian, m ak a m asing- m asing m asing- m asing sekt or.

daer ah adm inist r at if m em puny ai w ew enang dan Sej alan dengan pengusulan RUU- PB dalam t an ggu n g j aw ab. Tin gk at k abu pat en dan k ot a bent uk Hak I nisiat if DPR, nam pak ny a ini suat u m erupakan pelaksana penanganan bencana, tingkat pert anda bahwa kom it m en polit ik unt uk m enangani provinsi dan t ingkat nasional m elakukan koordinasi

b en can a sem ak in t in g g i, t er u t am a d ar i p ih ak penanganan ( j ik a diper luk an) dan m em ber ik an legislat if. Kar ena t anpa duk ungan legislat if upaya dukungan kepada t ingkat kabupat en/ kot a. penanganan bencana y ang dilak uk an Pem er int ah

EDISI NOMOR 17 TAHUN 2006

BULLETIN KAWASAN

Gambar 1. Pola Kelembagaan Penanganan Bencana

POLA KOORDINASI

POLA KELEMBAGAAN KHUSUS

KABINET

DEWAN KOORDINASI NASIONAL PENANGANAN BENCANA DEWAN BENCANA NASIONAL (KABINET)

SEKRETARIAT

INTER

PENGENDALI OPERASI

DEPARTEMEN

NASIONAL

MENTERI URUSAN BENCANA

KOMITE PENGARAH

PENGENDALI OPERASI PROVINSI

DEWAN KOORDINASI PB PROVINSI

SATGAS KHUSUS

PENANGANAN BENCANA DIREKTUR JENDERAL

DIREKTUR JENDERAL PERENCANAAN

PENGENDALI OPERASI

DEWAN KOORDINASI PB

KAB/KOTA

KABUPATEN / KOTA

KESIAPSIAGAAN DIREKTUR

PENANGANAN DIREKTUR DARURAT

PEMULIHAN DIREKTUR

STAF PERENCANAAN

SATGAS DESA

e. Kait an an t ar a p en an g an an d ar u r at d an k alan g an ap ar at p em er in t ah , oleh k ar en a it u upaya pengurangan risiko

sosialisasi dan pendam pingan dalam peny usunan Banyak orang beranggapan bahwa rencana ini sangat diperlukan. pen an gan an ben can a iden t ik den gan t an ggap

dar ur at . Padahal penanganan bencana m eliput i g. Per anser t a Masyar akat sem ua upaya yang dilakukan pada sebelum , pada

Bany ak or ang y ang ber anggapan bahw a saat dan setelah terjadi bencana meliputi

p en a n g a n a n b en ca n a i t u t u g a s p em er i n t a h . pen cegah an , m it igasi, k esiapsiagaan , t an ggap

Sedangkan m asyarakat dianggap pihak yang perlu darurat dan pem ulihan.

m en d ap at p er t o l o n g an at au d i b an t u . Hal i n i Oleh karena itu dalam penanganan m em buat per an m asy ar ak at m enj adi pasif dan

bencana, k egiat an t idak hany a difok usk an hany a t ergant ung pada pihak luar. pada t anggap dar ur at ny a saj a, t et api j uga har us

Dalam k onsep bar u penanganan bencana, dik ait k an dengan upay a- upay a pencegahan dan

per an m asy ar ak at buk an lagi sebagai pihak y ang m it igasiny a. Dengan dem ik ian m ak a penanganan selalu m enunggu bant uan t et api har us m enj adi

bencana sebaiknya dilakukan dengan m engurangi pelak u dalam penanganan bencana. Oleh k ar ena

risiko t erj adinya. it u pendek at anny a har us diubah dar i gover nm ent driven menjadi community based disaster

f. Perencanaan m anagem ent . Saat ini t elah bany ak upay a y ang Set iap upay a penanganan bencana, sej ak dilak uk an oleh or ganisasi non pem er int ah dan

dar i pen cegah an dan m it igasi, k esiapsiagaan , lem baga sw w aday a m asy ar ak at y ang ber t uj uan t anggap dar ur at dan pem ulihan, har us dilak uk an unt uk m eningkat kan kem am puan m asyarakat agar secar a t er encana. Dalam penanganan bencana m am pu m engatasi ancam an bencana di wilayahnya. dikenal beberapa perencanaan, ant ara lain rencana

k esiapan ( disast er pr epar edness plan) , r encana h. Kelem bagaan

k ont inj ensi ( cont ingency plan) , r encana oper asi Dar i sek ian unsur t er sebut di at as pada ( operat ion plan) dan rencana pem ulihan ( recovery akhirnya semua bermuara pada sistem

plan). k elem bagaan. Bagaim ana bent uk k elem bagaan Penget ahuan t ent ang per encanaan dalam y ang paling sesuai unt uk k ondisi w ilay ah seper t i penanganan bencana ini m asih sangat t er bat as di

I n don esia, w ilay ah n y a lu as, j en is ben can an y a

b er ag am , p en d u d u k n y a b an y ak d an t er seb ar,

EDISI NOMOR 17 TAHUN 2006

BULLETIN KAWASAN BULLETIN KAWASAN

diper luk an sum ber day a ( m anusia, infr ast r uk t ur Pem b ah asan t en t an g k el em b ag aan i n i

dan dana) yang cuk up besar. m em erlukan pem ikiran dan perbandingan dengan

Sedangkan pola koordinasi tidak sist em kelem bagaan yang t elah ada saat ini, yang

m em but uhk an inv est asi y ang k husus, k ar ena secara khusus akan diuraikan pada bagian berikut .

sum berdayanya didukung dari set iap depart em en / lem baga t er k ait . Tet api k elem ahannya, pola ini sering m engalam i kesulit an dalam penerapannya,

Ke le m ba ga a n Pe na nga na n Be nca na

sehingga penanganan bencananya m enjadi kurang Secar a g ar i s b esar p o l a k el em b ag aan

efekt if.

penanganan bencana dapat dibedak an dalam 2 Pada beber apa negar a, k edua pola ini

( dua) pola, sebagai ber ik ut : dik om binasik an dengan car a m ener apk an pola

a. Pola Ke le m b a g a a n Kh u su s, y ak ni bent uk koordinasi untuk penentuan kebijakannya di tingkat k e l e m b a g a a n p e n a n g a n a n b e n ca n a y a n g

nasional, dan j uga m enerapkan pola kelem bagaan dit angani oleh suat u lem baga ( depar t em en,

k husus y ang ber fungsi sebagai im plem ent asi direktorat jenderal atau badan) yang m em punyai

kebijakan m enjadi lebih bersifat teknis operasional. t ugas pokok khusus penanganan bencana. Sej ak awal pem bentukannya kelem bagaan Pad a p ola in i d ip er lu k an su at u or g an isasi,

penanganan bencana di I ndonesia m enganut pola su m b e r d a y a m a n u si a , i n f r a st r u k t u r d a n

koordinasi. Hal ini terlihat dari sejarah pendanaan khusus unt uk penanganan bencana.

perkem bangan kelem bagaan penanganan bencana Pola seper t i ini dit er apk an di beber apa negar a

sepert i diperlihat kan oleh Tabel 1. sepert i Perancis ( DDSC) , Singapura ( SCDF) dan Badan Koor dinasi Nasional Penanganan

beberapa negara lain. Bencana at au yang dikenal BAKORNAS PB adalah

b. Pola Koor din a si, y ak ni bent uk k elem bagaan su at u w adah k oor din asi n on - st r u k t u r al y an g

penanganan bencana y ang dilak uk an secar a ber anggot ak an par a Ment er i y ang ber sifat ad- m eny ebar di beber apa inst ansi at au sek t or

hoc. Kom posisi k eanggot aan BAKORNAS selalu t er k ait dan dik oor dinasik an oleh suat u dew an

ber ubah m engik ut i per ubahan susunan k abinet . atau kom ite nasional. Pelaksana operasional dari

Pelak sana penanganan bencana t er let ak pada pola ini adalah Sat uan Tugas y ang berada di

set iap sekt or t ert ent u sepert i: kesehat an, sosial, t ingkat daerah dan didukung oleh Sat uan Tugas

pekerj aan um um , perhubungan, dan sebagainya. k husus y ang ber asal dar i Depar t em en at au

Unt uk m enduk ung t ugas BAKORNAS t er sebut , Le m b a g a t i n g k a t Pu sa t . Po l a i n i b a n y a k

d i b en t u k su a t u Sek r et a r i a t y a n g b er f u n g si dit er apk an diber bagai negar a y ang m enar uh

m em berikan pelayanan st af dan adm inist rasi. tumpuan penanganan bencana pada Pada t ingk at pr ov insi dibent uk Sat uan

depar t em en at au lem baga t ek nis y ang sudah Koor din asi Pelak san a at au SATKORLAK y an g

ada, sesuai dengan bidang t ugasny a.

d i k e t u a i o l e h Gu b e r n u r, d a n p a d a t i n g k a t Untuk m em berikan gam baran perbandingan

kabupat en / kot a dibent uk Sat uan Pelaksana at au ant ar a k edua pola k elem bagaan t er sebut dapat

SATLAK yang diket uai oleh Bupat i at au Walikot a. dilihat pada Gam bar 1.

Keanggot aan SATKORLAK dan SATLAK t erdiri dari Masing- m asing pola t er sebut m em puny ai

Din as/ Bad an t er k ait d i t in g k at p r ov in si d an k elebih an dan k ek u r an gan . Pola k elem bagaan

k abupat en / k ot a. Kelem bagaan ini j uga ber sifat k h u su s u m u m n y a l eb i h ef ek t i f, k ar en a j el as

k oor dinat if dan ad- hoc.

kelem bagaan yang bertanggungj awab. Tetapi untuk Dari analisis kelembagaan, bentuk

m em bent uk suat u k elem bagaan y ang k husus ini k elem bagaan dengan pola k oor dinasi ini k ur ang efekt if. Karena dari t ingkat pusat , provinsi hingga

EDISI NOMOR 17 TAHUN 2006

BULLETIN KAWASAN

Tabel 1. Perkembangan Kelembagaan

di daerah perlu dipert egas kelem bagaan sem acam

Penanganan Bencana

Pelaksana Harian ( Disast er Managem ent Office) di

PERKEMBANGAN KELEMBAGAAN PERKEMBANGAN KELEMBAGAAN

w ilay ah m asing- m asing. Beber apa t ugas pent ing

PENANGANAN BENCANA DI INDONESIA PENANGANAN BENCANA DI INDONESIA

yang harus dilakukan oleh lem baga ini adalah:

Tahun Tahun Nama Nama Kelembagaan Kelembagaan

Dasar Dasar Hukum Hukum

1. Mengaktifkan pusat pengendali operasi dan krisis

1961 1961 Panitia Panitia Pusat Pusat Penampungan Penampungan Bencana Bencana Alam Alam (PPBA) (PPBA)

Keppres Keppres 54/1961 54/1961

1965 1965 Panitia Panitia Pusat Pusat Penampungan Penampungan Bencana Bencana Alam Alam (PPBA) (PPBA)

Keppres Keppres 312/1965 312/1965

1966 1966 Badan Badan Pertimbangan Pertimbangan Penanggulangan Penanggulangan Bencana Bencana Alam Alam

Keppres Keppres 256/1966 256/1966

2. Mem bent uk t im r eak si cepat unt uk t anggap

(BP2BA) (BP2BA)

1967 1967 Alam Tim Tim Koordinasi Alam Koordinasi Pelaksanaan Pelaksanaan Penanggulangan (TKP2BA) (TKP2BA) Penanggulangan Bencana Bencana

14/U/Kep/1/196 Kep Kep 14/U/Kep/1/196 . Presidium No. . Presidium No.

darurat

1979 1979 Badan Alam Alam Badan (BAKORNAS PBA) (BAKORNAS PBA) Koordinasi Koordinasi Nasional Nasional Penanggulangan Penanggulangan Bencana Bencana

Keppres Keppres 28/1979 28/1979

3. Mem berikan isyarat peringat an ( warning)

1990 1990 (BAKORNAS PB) Badan Badan Koordinasi Koordinasi Nasional Nasional Penanggulangan Penanggulangan Bencana Bencana

Keppres Keppres 43/1990 43/1990

(BAKORNAS PB) 1999 1999

4. Menyusun disast er m anagem ent plan, pedom an

(BAKORNAS PB) Badan Badan Koordinasi Koordinasi Nasional Nasional Penanggulangan Penanggulangan Bencana Bencana

Keppres Keppres 106/1999 106/1999

(BAKORNAS PB) 2001 2001

dan pr osedur t et ap

Badan Badan Koordinasi Koordinasi Nasional Nasional Penanggulangan Penanggulangan Bencana Bencana

Keppres Keppres 3/2001 3/2001

jo jo

dan dan Penanganan Penanganan Pengungsi Pengungsi (BAKORNAS PBP) (BAKORNAS PBP)

Keppres Keppres 111/2001 111/2001

5. Melakukan pelatihan, pendidikan dan penyuluhan

2005 2005 Badan Badan Koordinasi Koordinasi Nasional Nasional Penanganan Penanganan Bencana Bencana

Perpres Perpres 83/2005 83/2005

(BAKORNAS PB) (BAKORNAS PB)

bencana

kabupat en / kot a, sem ua kelem bagaannya bersifat

6. M e n i n g k a t k a n k e w a s p a d a a n d a n p e r a n

ad- hoc dan koordinat if, m aka t idak j elas siapa yang

m asyarakat

harus bert anggung j awab. Dengan m elak uk an k egiat an t er sebut di Un t u k m en i n g k at k an ef ek t i v i t as, m ak a p er l u at as, kesiapan penanganan bencana di daerah dan

dikom binasikan dengan pola kelem bagaan khusus j uga di t ingk at nasional dihar apk an ak an sem ak in dengan m em bent uk sem acam Badan at au Kant or m eningk at . Tant angan yang dihadapi I ndonesia Penanganan Bencana ( Disast er Managem ent Office/

d a l a m p e n a n g a n a n b e n ca n a a d a l a h l u a sn y a Agency) yang bertugas untuk m engim plem entasikan w ilay ah, ber agam ny a j enis bencana, t er bat asny a

kebij akan penanganan bencana, di t ingkat nasional, k e m a m p u a n d a n su m b e r d a y a y a n g d i m i l i k i . pr ov insi dan k abupat en / k ot a.

Kelem bagaan m er upak an salah sat u unsur y ang pent ing agar efek t ifny a penanganan bencana.

M e nuj u Pe na nga na n Be nca na ya ng Efe k t if

Penutup

Sam bil m enunggu ditetapkannya UU-PB yang di dalam nya akan m engatur tentang sem ua kegiatan

Efek t iv it as pen an gan an ben can a san gat pen an gan an ben can a, t er m asu k k elem bagaan , dit ent ukan oleh beberapa unsur yang saling t erkait

Pe m e r i n t a h t e r u s b e r u p a y a m e m p e r b a i k i dalam plat for m penanganan bencana, di m ana k elem bagaan penanganan bencana. Belaj ar dar i kelem bagaan adalah salah sat unya. Kelem bagaan perkem bangan kelem bagaan penanganan bencana y ang efek t if adalah dengan m em bent uk lem baga yang m enganut pola koordinat if yang kurang efekt if k husus penanganan bencana, t et api dapat j uga t er sebut , dan dengan m em per t ahank an pola dilak uk an dengan pola k oor dinasi y ang diper k uat koordinatif Pem erintah m erevitalisasi BAKORNAS PBP. dengan lem baga y ang ber fungsi sebagai Disast er Upaya ini telah dituangkan dalam Peraturan Presiden Managem ent Office. Penet apan RUU- PB m enj adi Nom or 83 Tahun 2005 t ent ang BAKORNAS PB. suat u undang- undang sangat diper luk an seger a, Strategi yang dilakukan adalah dengan agar sem ua pengat ur an y ang ber k ait an dengan m eningk at k an fungsi Sek r et ar iat y ang selam a ini k el em b ag aan , m ek an i sm e k er j a, k o o r d i n asi ,

h an y a b er f u n g si seb ag ai p el ay an an st af d an wewenang dan t anggung j awab set iap st akeholder adm inist rasi, m enj adi Pelaksana Harian ( sem acam dalam penanganan bencana lebih j elas dan efekt if.

Nat ional Disast er Managem ent Office) yang bersifat *)

Suge ng Tr iut om o

t eknis dan oper asional . Ket ua Pr esidium Masy ar akat Penanggulangan

Kelem b ag aan y an g sam a d ip er lu k an d i

Bencana I ndonesia

t in g k at p r ov in si d an k ab u p at en / k ot a. Un t u k m enduk ung t ugas SATKORLAK PB dan SATLAK PB

EDISI NOMOR 17 TAHUN 2006

BULLETIN KAWASAN

PENANGANAN DAN REHABI LI TASI MASYARAKAT PASCA BENCANA

K Keny at aan saat ini m em per lihat k an

ondisi masyarakat yang terkena bencana sangat memprihatinkan.

bah w a u pay a pen an gan an k or ban bencana m asih m engalam i ber bagai k endala baik y ang ber k ait an dengan ket erbat asan anggaran, sum ber daya manusia maupun konsep penanganannya yang bersifat kom prehensif dan berkelanj ut an.

Po l a p e n a n g a n a n k o r b a n bencana saat ini per lu diak ui m asih t erbat as pada pola penanganan yang sifatnya darurat, sedangkan pem ban gu n an in f r ast r u k t u r sosial dasar sekalipun sudah dim ulai t et api m asih belum

sehingga diperlukan pelayanan sosial dalam bent uk sin er g i d an t er k oor d in asi d en g an b aik . Pola p elay an an p sik ososial, d isam p in g or an g y an g

penanganan secar a k om pr ehensif belum opt im al m engungsi at au t inggal pada t enda- t enda dar ur at dilak sanak an y ait u penanganan y ang t unt as dan karena kehilangan t em pat t inggal dan banyak anak- m elindungi hak asasi m anusia secara berkelanj utan anak m enj adi yat im piat u. Selain it u bencana t elah dengan m elibat kan berbagai sekt or t erkait secara m eninggalkan t raum a bagi anak- anak yang diasuh t erkoordinasi. Penanganan k or ban bencana j uga di Pant i Sosial, par a lanj ut usia y ang dilay ani di dihadapkan pada ket er bat asan t enaga pelaksana Pant i Sosial, par a peny andang cacat y ang dilay ani dari j aj aran pem erint ah yang m em iliki keahlian di di Panti Sosial. Dem ikian juga para anggota kelom pok bidang penanggulangan bencana alam , koordinasi usaha bersam a karena kehilangan m ata pencaharian dan k er j asam a ant ar inst ansi t er k ait m engalam i seh in gga m er ek a st r ess. Dar i aspek ek on om i, kesulit an.

bencana alam m enyebabkan orang kehilangan m at a p en cah ar ian d an m en g alam i p en u r u n an t ar af

Di sisi lain bencana t elah m eny ebabk an kesejahteraan atau kem bali m iskin um um nya m ereka berbagai dam pak yang m erugikan baik secara sosial

bekerj a pada sekt or inform al.

m aupun ek onom i. Bencana t elah m engak ibat k an k or b an j iw a d an p en d er it aan m an u sia ser t a

Bant uan Sosial pada saat sesudah bencana kerusakan dan kerugian harta benda dan at au pr oses r ehabilit asi adalah m em bant u sasar an

in f r ast r u k t u r p elay an an sosial. Ben can a j u g a untuk memulihkan kemampuannya dalam m enyebabkan penderit aan fisik dan m ent al sosial m eningkat kan kehidupan dan penghidupannya baik

secar a f isik , p sik is, sosial m au p u n ek on om is. Rangk aian pr oses penanggulangan bencana alam

EDISI NOMOR 17 TAHUN 2006

BULLETIN KAWASAN BULLETIN KAWASAN

m em p en g ar u h i k eb er h asilan p en an g g u lan g an bencana secara m enyeluruh. Oleh karena it u proses

Pada saat t anggap dar ur at Depar t em en r eh ab ilit asi m asy ar ak at p asca b en can a h ar u s Sosial sesuai dengan t ugas pok ok dan fungsiny a

m elibat kan sem ua pihak t erkait baik di lingkungan adalah m enyediakan buffer st ock beras, lauk- pauk/ Depar t em en Sosial sendir i m aupun dengan pihak per m ak anan, sandang, t enda, genset , per alat an

I nst ansi t er kait dan m asyar akat . dapur. Sedangk an pada t ahap Rehabilit asi at au Pasca Bencana, upay a y ang dilak uk an adalah m em berikan bant uan bahan bangunan rum ah yang

Strategi dan Rehabilitasi Masyarakat

r usak , bant uan sant unan sosial bagi ahli w ar is

Pa sca be n ca n a

k or ban bencana, r ehabilit asi sar ana dan pr asar an Dalam m elak san ak an p en an g an an d an Panti Sosial dan Loka Bina Karya, Rehabilitasi Tam an rehabilitasi m asyarakat pascabencana, Departem en Makam Pahlawan, Program konseling bagi keluarga

Sosial m enem puh beber apa st r at egi, ant ar a lain : k or ban bencana alam , k onseling k eluar ga dan

1. Pen i l a i a n k eb u t u h a n t er h a d a p k eb u t u h a n pendam pingan sosial ekonom i produkt if, pem berian pem ulihan m inim al dar i hasil k er usak an dan bant uan sar ana penunj ang pr oduk si bagi KUBE, kerugian.

penguat an m odal usaha bagi Lem baga Keuangan Mikro, Pem berian bant uan bagi program anak-anak,

2. Peny ediaan bant uan dasar pangan, sandang, wanita, dan lanjut usia sebagai kelompok papan dan fasilit as bant uan y ang dibut uhk an m asyarakat rentan.Rehabilitasi fisik korban bencana pasca t anggap dar ur at .

alam m enitikberatkan pada upaya untuk pem enuhan kebut uhan fisik sepert i t em pat t inggal, sedangkan

3. Penyediaan bant uan st im ulans bahan bangunan r ehabilit asi sosial m enit ik ber at k an k epada upay a rum ah bagi korban bencana alam .

unt uk pem enuhan k em bali fungsi- fungsi sosial korban bencana alam agar kondisi kehidupan korban

4. Peningk at an k oor dinasi lint as pelak u dalam seper t i at au lebih baik dar i sebelu m ben can a. m elak san ak an r eh abilit asi dan r ek on st r u k si Pe m b e r d a y a a n so si a l m e n i t i k b e r a t k a n p a d a pasca bencana.

peningk at an k em am puan/ k et r am pilan di bidang u sah a ek on om i pr odu k t if agar fu n gsi ek on om i

5. Pen in g k at an f u n g si sosial k or b an b en can a keluarga korban dapat dipulihkan kem bali.

m elalui pelay anan r ehabilit asi sosial ber upa konseling bagi keluarga korban yang m engalam i

St r at egi unt uk m encapai t uj uan t er sebut t r aum a/ st r ess, pelay anan k onsult asi k eluar ga m elalui pem ber day aan k eluar ga k or ban bencana, dan pendam pingan sosial ekonom i produkt if.

opt im alisasi sum ber lokal,kem it raan dan kerj asam a dengan or ganisasi sosial k em asy ar ak at an, LSM,

6. Perlindungan sosial bagi anak, perem puan dan RAPI , Dunia Usaha, I nst ansi t er k ait , peningk at an kelompok rentan melalui penggalangan k apasit as pelay anan ( Ev ak uasi Kit ) , peny ediaan k epedulian sosial dan k eset iak aw anan sosial sarana dan prasarana kom unikasi penanggulangan m asyarakat .

bencana, desent ralisasi pelaksanaan program sert a

i n t e g r a si p e l a y a n a n d a l a m p e n n a g g u l a n g a n

7. Pem berdayaan sosial ekonom i korban bencana bencana secar a t er padu. k at egor i r um aht angga m isk in m elalui bant uan sar ana penunj ang pr oduk si dan ak ses m odal u sah a m el al u i Lem b ag a Keu an g an Mi k r o /

Koperasi. *) Direktur Bantuan Sosial Korban Bencana Alam Departemen Sosial

8. Pem ber day aan m asy ar ak at dalam r ehabilit asi dan rekonst ruksi lem baga- lem baga sosial.

EDISI NOMOR 17 TAHUN 2006

BULLETIN KAWASAN

Strategi Pembangunan I nfrastruktur DI KAWASAN RAWAN BENCANA

B Su m at er a Ut ar a, p ad a t an g g al 2 6

encana alam di kawasan Nan g g r oe Aceh Dar u ssalam ( N A D ) d a n Pu l a u N i a s ,

Desem ber 2004 t elah m engakibat kan k e r u sa k a n p a d a se b a g i a n b e sa r infrastruktur dan perum ahan di wilayah t er sebut . Bencana ini disusul dengan t erj adinya gem pa bum i di wilayah Nias dan kepulauan sekitarnya pada t anggal 28 Mar et 2005. Ker usak an m asif t er j adi di w ilay ah pant ai y ang terkena dam pak langsung dari bencana gem pa bum i dan t sunam i. Di sam ping it u k er usak an j uga t er j adi di w ilay ah lain y an g h an y a d iseb ab k an oleh gem pa bum i, nam un gem pa bum i susulan dengan lebih dar i set en gah j u t a pen du du k k eh ilan gan kekuatan m encapai 8,7 skala reichter m enyebabkan tem pat tinggal. Kelum puhan fungsi infrastruktur dan kerusakan yang cukup berat t erut am a di Pulau Nias t ingginya j um lah penduduk yang kehilangan rum ah dan Sim eulue. Kerusakan sist em infrast rukt ur dan t elah m enim bulk an r unt uhny a t ingk at k ehidupan perumahan tersebut telah menyebabkan sosial- ek onom i m asy ar ak at , dan apabila k ondisi m enur unny a k apasit as pelay anan infr ast r uk t ur t ersebut t erus berlangsung akan berim plikasi pada secar a dr ast is di NAD dan Pulau Nias

t im bu ln y a ber bagai k r isis di dalam k eh idu pan Belum reda derita berkepanjangan m asyarakat . masyarakat di bumi Nangroe Aceh

Dengan mempertimbangkan peranan Dar usaalam dan Kepulauan Nias, bencana gem pa p en t in g n y a in f r ast r u k t u r, m ak a p em b an g u n an bum i m enyusul m endera bum i Yogyakart a dengan kem bali infrastruktur dan perum ahan perlu dilakukan m en im b u lk an k or b an j iw a d an h ar t a. Disu su l

d e n g a n se g e r a se h i n g g a d a p a t m e n g a k h i r i kem udian dengan bencana- bencana lainnya sepert i pender it aan m asy ar ak at y ang m enj adi k or ban

luapan lum pur panas di Sidoarj o, bencana banj ir di bencana, dan sekaligus m em bant u m ereka kem bali Kalim ant an Tim ur dan Gor ont alo, dan banj ir di ke kehidupan norm al. wilayah Jabodet abek.

Pa d a t a h a p p e m b a n g u n a n k e m b a l i Ker usak an ak ibat bencana t er sebut j uga infrast r uk t ur, yang per lu diper t im bangk an adalah telah mengakibatkan kelumpuhan aktivitas konsep dan st rat egi pem bangunan infrast rukt ur di

m a sy a r a k a t d i b e r b a g a i b i d a n g k e h i d u p a n . k aw asan bencana. Sehingga infr ast r uk t ur y ang Keh an cu r an r at u san r ib u u n it r u m ah d i b u m i dibangun har us sesuai dengan k ondisi k aw asan Nanggr oe Aceh Dar ussalam t elah m engak ibat k an

EDISI NOMOR 17 TAHUN 2006

BULLETIN KAWASAN BULLETIN KAWASAN

k oor din asi in i m en y ebabk an pr ogr am - pr ogr am penanganan bencana y ang t elah di r encanak an

Dalam upay a pem bangunan infr ast r uk t ur t idak dapat berj alan secara t erpadu sehingga t idak

di k aw asan r aw an bencana, t er dapat beber apa dapat m enyelesaikan m asalah penanganan bencana

par am et er pen en t u dalam m er en can ak an n y a,

secara m enyeluruh.

ant ara lain:

a) Jenis dan karakerist ik kaw asan bencana; Selain it u j u ga m en y ebabk an sar an a dan

b) Kondisi fisik daerah rawan bencana ( sum ber pr asar ana dar ur at y ang sehar usny a disediak an air bak u, st r uk t ur t anah, dll) ;

unt uk penanganan pengungsi t idak t ersedia secara

c) Budaya m asyarakat ; m em adai sehingga para pengungsi berusaha sendiri

d) Fr ek uensi bencana; unt uk m em enuhi k ebut uhan sehar i- har iny a y ang

e) Ket ersedian sum ber daya lokal; pada akhirnya akan lebih m em bebani para pengungsi f)

I PTEK yang t er sedia it u sendir i. Hal ini di per bur uk lagi dengan adany a

g) Dan lain- lain. k et er bat asan y ang ada dar i pihak Pem da m aupun Pem erintah Pusat dalam hal pendanaan, aspek legal

Adanya keterbatasan kemampuan for m al / huk um , m aupun m asalah sosial dalam Pem erintah Pusat m aupun Pem erintah Daerah dalam m asyarakat it u sendiri. upaya penanganan bencana seringkali

Hasil ident ifikasi Tim Puslit bang Perm ukim an, m eny ebabk an pender it aan y ang ber k epanj angan 2001, y ang dilak uk an dibeber apa lok asi k aw asan dari para pengungsi it u sendiri. Ham bat an finansial, bencana m enunj uk an adany a ber bagai per soalan kondisi sosial budaya m asyarakat , kondisi sum ber dalam pen an gan an ben can a, baik pada t ah ap

Lanjutkan membaca

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

56 1234 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 346 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 285 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

4 197 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 268 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 363 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 331 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

6 190 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 343 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 385 23