Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Pada Rumah Makan Babi Panggang Karo Haleluya Medan)

(1)

ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN

(Studi Pada Rumah Makan Babi Panggang Karo Haleluya Medan)

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana (S-1) Pada Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnsis

Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara

OLEH :

ARTHA PUTRI BR KARO 100907115

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NIAGA/BISNIS FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN


(2)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NIAGA/BISNIS

HALAMAN PERSETUJUAN Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan oleh : Nama : Artha Putri Br Karo

NIM : 100907115

Program Studi : Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis

Judul : Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Pada Rumah Makan Babi Panggang Karo Haleluya Medan)

Medan, Maret 2014

Dosen Pembimbing Ketua Program Studi

Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis

Drs Kariono, M.Si Prof. Dr. Marlon Sihombing, MA NIP. 196106191987011002 NIP. 195908161986111001

Dekan FISIP USU

Prof. Dr. Badaruddin, M.Si NIP. 196805251992031002


(3)

ABSTRAK

Analisis faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian

(Studi Pada Rumah Makan Babi Panggang Karo Haleluya Medan) Nama : Artha Putri Br Karo

NIM : 100907115

Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi : Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Pembimbing : Drs Kariono M.Si

Perilaku konsumen merupakan perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka. Faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen di Rumah Makan Babi Panggang Karo Haleluya Medan terdiri atas faktor kebudayaan, faktor sosial, faktor pribadi, dan faktor psikologi yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian di Rumah Makan Babi Panggang Karo Haleluya Medan

Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor perilaku konsumen yang berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian di Rumah Makan Babi Panggang Karo Haleluya Medan.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan terdapat96 sampel dalam penelitian ini yakni, pengunjung yang melakukan pembelian lebih dari dua kali.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa faktor kebudayaan, faktor sosial, faktor pribadi, dan faktor psikologi secara serempak memiliki pengaruh dan signifikan terhadap keputusan pembelian, dalam hal ini faktor psikologi merupakan faktor yang paling dominan dalam faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian di Rumah Makan Babi Panggang Karo Haleluya Medan.

Kata Kunci: Fakor Kebudayaan, Faktor Sosial, Faktor Pribadi, Faktor Psikologi, Dan Keputusan Pembelian


(4)

ABSTRACT

Analysis Of Factors That Influence Consumer Behavior Against Purchase Decision

(Studies In Babi Panggang Karo Haleluya Medan Restaurant)

Name : Artha Putri Br Karo NIM : 100907115

Faculty : Faculty of Social and Political Science Program of Study: Business Administration

Advisor : Kariono Drs, M.Si

Consumer behavior is the behavior shown consumers in finding , purchasing , using , evaluating , and spend the products and services that they expect will satisfy their needs . Factors that influence consumer behavior in Babi Panggang Karo Haleluya Restaurant consists of cultural factors , social factors , personal factors , and psychological factors that influence the purchase decision in Babi Panggang Karo Haleluya Restaurant.

Based on this background , this study aims to determine the factors that influence consumer behavior towards buying decision dominant in Babi Panggang Karo Haleluya Restaurant.

The method used in this research is descriptive research methods with quantitative approaches and there are 96 samples in this study ie , visitors who make a purchase of more than two times .

From the research conducted , it is concluded that cultural factors , social factors , personal factors , and psychological factors simultaneously and has a significant influence on purchasing decisions , in this case the psychological factor is the most dominant factor in the factors that influence consumer behavior towards buying decision in Based on this background , this study aims to determine the factors that influence consumer behavior towards buying decision in dominant in Babi Panggang Karo Haleluya Restaurant.

Keywords : Culture Factors , Social Factors , Personal Factors , Psychological Factors , and Purchasing Decisions


(5)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi yang berjudul “Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Pada Rumah Makan Babi Panggang Karo Haleluya Medan)”. skripsi ini adalah salah satu syarat yang ditetapkan untuk memperoleh gelar Sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara.

Skripsi ini penulis persembahkan kepada kedua orang tua tercinta, Bapak (Drs.Perpulungen Karo-karo) dan Mamak ( Sangapta Br Sebayang)yang memberikan dukungan baik moril dan materil dalam membesarkan, mendidik, memotivasi dan selalu mendoakan penulis. Selain itu tak terlupakan juga penulis ucapkan kepada saudari kandung saya Kak Tua (Almina Br Sinulingga, SP), Kak Tengah (Endang Frimitha Br Sinulingga, Amd) dan Saudara Kembarku (Artha Karina Br Sinulingga, S.Sos) yang selalu mendukung, memotivasi dan mendoakan penulis senantiasa. Tiada kata yang mampu mengungkapkan betapa besar rasa terimakasih yang penulis sampaikan.

Penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, untuk itu dengan rasa hormat penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, Msi, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Prof. Dr. Marlon Sihombing, MA, selaku Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara sekaligus sebagai Dosen Pembimbing Akademik yang selama ini telah membimbing dan mengarahkan penulis selama masa perkuliahan dan juga sebagai Dosen Penguji yang telah memberikan masukan kepada penulis. 3. Bapak M. Arifin Nasution, S.Sos, M.SP, selaku Sekretaris Program Studi

Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara.

4. Bapak Drs. Kariono, M.Si, selaku Dosen Pembimbing yang telah membimbing, dan memberikan masukan dan arahan kepada penulis selama proses penyusunan skripsi.

5. Seluruh pegawai administrasi di lingkungan FISIP USU khususnya pegawai Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis FISIP USU, Kak Siswati dan Bang Farid yang telah membantu dalam segala urusan administrasi

6. Seluruh dosen-dosen Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis yang telah membimbing dan mencurahkan ilmunya selama masa perkuliahan. 7. Bapak Jamaleka Tarigan dan Ibu Panca Kerida Br Karo selaku pemilik

usaha Rumah Makan Babi Panggang Karo Haleluya Medan yang telah memberi izin untuk melakukan penelitian dan memberikan waktu luang untuk proses wawancara.


(6)

Selanjutnya secara khusus penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesarnya kepada:

1. Keluarga Besar “Sinulingga”, “Sebayang”dan Nek Tigan yang telah banyak mendoakan penulis dalam penyelesaian skrispi,bang Andy Elkana Ginting, bang Boby ginting dan bang Joko, yang banyak memberikan masukan dan arahan saat proses penyusunan skripsi yang banyak mendoakan penulis.

2. Rudi Kristian Parlindungan Manurung, selaku pria yang selalu mendukung, mendoakan dan memotivasi, terima kasih untuk kebersamaan, kesabaran dan pengertiannya.

3. Untuk PERMATA Sektor II dan PJJ-Bunga Ester, penulis mengucapkan banyak terimakasih buat doa-doanya.

4. Untuk rekan-rekan Administrasi Bisnis 2010, spesial Senina Novida Sari terima kasih buat semangat, kesamaan langkah dan motivasinya.

5. Untuk Bonifatia Surbakti yang turut membantu dalam proses penyebaran angket/kuisioner, terima kasih untuk bantuannya.

Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih belum sempurna, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari semua pihak demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Medan, Maret 2014

Penulis


(7)

DAFTAR ISI

HALAMAN PERSETUJUAN………. i

HALAMAN PENGESAHAN ……….………. ii

ABSTRAK………. iii

KATA PENGANTAR ………. v

DAFTAR ISI……….. vii

DAFTAR TABEL………. x

DAFTAR GAMBAR……….... xi

BAB I PENDAHULUAN 1.1LatarBelakang……… 1

1.2Batasan Masalah ………. 5

1.3RumusanMasalah………... 6

1.4TujuanPenelitian……… 6

1.5ManfaatPenelitian………. 7

BAB II KERANGKA TEORI 2.1Pemasaran……… 8

2.1.1 Manajemen Pemasaran……… 9

2.1.2 StrategiPemasaran………. 10

2.2 PerilakuKonsumen………. 11

2.2.1 PengertianPerilakuKonsumen………. 11

2.2.2 Faktor Yang MempengaruhiPerilakuKonsumen………...………... 12

2.3 KeputusanPembelian………. 15

2.3.1 PengertianKeputusanPembelian………... 15

2.3.2 Proses PengambilanKeputusanPembelian……… 16

2.3.3 Faktor Yang MempengaruhiKeputusanPembelian……….. 21

2.4 PenelitianTerdahulu……… 22


(8)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Bentuk Penelitian……… 24

3.2 Lokasi Penelitian………..…… 24

3.3 Populasi dan Sampel……… 24

3.3.1 Populasi……….. 24

3.3.2 Sampel……….. 25

3.4 Hipotesis……….. 27

3.5 Defenisi Konsep……… 27

3.6 Defenisi Operasional……… 35

3.7 Kerangka Pemikiran……… 36

3.8 Teknik Pengumpulan Data……… 36

3.9 Teknik Pengukuran Skor……… 38

3.10 Teknik Analisis Data……… 39

3.10.1 Teknik Analisis Deskriptif……… 40

3.10.2 Uji Instrumen………... 40

3.10.3 Uji Asumsi Klasik……… 42

3.10.4 Analisis Regresi Linear Berganda……… 43

3.10.5 Pengujian Hipotesis……….……… 44

3.10.6 Koefisien Determinasi (R2)……… 46

BAB IVPEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian……… 47

4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan……… 47

4.1.2 Visi dan Misi……… 50

4.1.3 Struktur Organisasi……… 51

4.1.4 Job Description……….… 51

4.2 Penyajian Data……… 53

4.2.1 Uji Instrumen……… 53

4.2.1.1 Uji Validitas……… 53

4.2.1.2 Uji Reliabilitas……… 55

4.2.2 Metode Analisis Data……… 57

4.2.2.1 Analisis Deskriptif……… 57

4.2.2.2 Analisis Deskriptif Identitas Responden……… 58

4.2.2.3 Analisis Deskriptif Jawaban Responden……… 62


(9)

4.3.1 Uji Asumsi Klasik……… 73

4.3.1.1 Uji Normalitas……… 73

4.3.1.2 Uji Multikolinearitas………. 75

4.3.1.3 Uji Heteroskedastisitas……….. 76

4.3.2 Analisis Regresi Linear Berganda……… 77

4.3.3 Pengujian Hipotesis……… 80

4.3.3.1 Uji Signifikansi Simultan (Uji F)………. 80

4.3.3.2 Uji Signifikansi Parsial (Uji t)……… 81

4.3.4 Koefisien Determinasi (R2)………. 83

4.4 Pembahasan Hasil penelitian………. 85

BAB VKESIMPULAN 5.1 Kesimpulan……… 88

5.2 Saran………. 89

DAFTAR PUSTAKA……… 91 LAMPIRAN


(10)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 PenelitianTerdahulu……… 22

Tabel 3.1 DefenisiOperasional……… 35

Tabel 3.2 SkalaLikert……….. 38

Tabel 4.1 Uji Validitas Variabel X1, X2, X3, X4 ……… 54

Tabel 4.2 Uji Validitas Variabel Y…………..……… 55

Tabel 4.3 Kesimpulan Uji Validitas……… 54

Tabel 4.4 Uji Reliabilitas Variabel X1, X2, X3, X4 ……… 56

Tabel 4.5 Uji Reliabilitas Variabel Y……… 56

Tabel 4.6 Jenis Kelamin Responden………..……… 58

Tabel 4.7 Usia Responden……… 59

Tabel 4.8 Pekerjaan Responden……...……… 60

Tabel 4.9 Intensitas Kunjungan Responden……… 60

Tabel 4.10 Suku Responden………..……… 61

Tabel 4.11 Faktor Kebudayaan……...……… 62

Tabel 4.12 Faktor Sosial………..……… 64

Tabel 4.13 Faktor Pribadi….………..……… 65

Tabel 4.14 Faktor Psikologi….……...……… 67

Tabel 4.15 Keputusan pembelian…………..……… 69

Tabel 4.16 Uji Multikolinearitas….………..……… 75

Tabel 4.17 Analisis Regresi Linear Berganda...……….……… 78

Tabel 4.18 Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji F).……… 81

Tabel 4.19 Hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji t)……… 82


(11)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Model PengambilanKeputusan ……… 17

Gambar 3.1 KerangkaPemikiran …………..……… 36

Gambar 4.1 Struktur Organisasi……… 51

Gambar 4.2Grafik Histogram Uji Normalitas ………..……… 74

Gambar 4.3 Grafik Normal P Plot Uji Normalitas……… 75


(12)

ABSTRAK

Analisis faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian

(Studi Pada Rumah Makan Babi Panggang Karo Haleluya Medan) Nama : Artha Putri Br Karo

NIM : 100907115

Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi : Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Pembimbing : Drs Kariono M.Si

Perilaku konsumen merupakan perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka. Faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen di Rumah Makan Babi Panggang Karo Haleluya Medan terdiri atas faktor kebudayaan, faktor sosial, faktor pribadi, dan faktor psikologi yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian di Rumah Makan Babi Panggang Karo Haleluya Medan

Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor perilaku konsumen yang berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian di Rumah Makan Babi Panggang Karo Haleluya Medan.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan terdapat96 sampel dalam penelitian ini yakni, pengunjung yang melakukan pembelian lebih dari dua kali.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa faktor kebudayaan, faktor sosial, faktor pribadi, dan faktor psikologi secara serempak memiliki pengaruh dan signifikan terhadap keputusan pembelian, dalam hal ini faktor psikologi merupakan faktor yang paling dominan dalam faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian di Rumah Makan Babi Panggang Karo Haleluya Medan.

Kata Kunci: Fakor Kebudayaan, Faktor Sosial, Faktor Pribadi, Faktor Psikologi, Dan Keputusan Pembelian


(13)

ABSTRACT

Analysis Of Factors That Influence Consumer Behavior Against Purchase Decision

(Studies In Babi Panggang Karo Haleluya Medan Restaurant)

Name : Artha Putri Br Karo NIM : 100907115

Faculty : Faculty of Social and Political Science Program of Study: Business Administration

Advisor : Kariono Drs, M.Si

Consumer behavior is the behavior shown consumers in finding , purchasing , using , evaluating , and spend the products and services that they expect will satisfy their needs . Factors that influence consumer behavior in Babi Panggang Karo Haleluya Restaurant consists of cultural factors , social factors , personal factors , and psychological factors that influence the purchase decision in Babi Panggang Karo Haleluya Restaurant.

Based on this background , this study aims to determine the factors that influence consumer behavior towards buying decision dominant in Babi Panggang Karo Haleluya Restaurant.

The method used in this research is descriptive research methods with quantitative approaches and there are 96 samples in this study ie , visitors who make a purchase of more than two times .

From the research conducted , it is concluded that cultural factors , social factors , personal factors , and psychological factors simultaneously and has a significant influence on purchasing decisions , in this case the psychological factor is the most dominant factor in the factors that influence consumer behavior towards buying decision in Based on this background , this study aims to determine the factors that influence consumer behavior towards buying decision in dominant in Babi Panggang Karo Haleluya Restaurant.

Keywords : Culture Factors , Social Factors , Personal Factors , Psychological Factors , and Purchasing Decisions


(14)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Medan merupakan ibu kota provinsi Sumatera Utara.Kota ini merupakan kota ketiga terbesar di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Posisi kota Medan ada di bagian Utara Provinsi Sumatera Utara dengan topografi miring ke arah utara. Luas wilayah kota Medan adalah 265.10 km2 secara administratif terdiri dari 21 kecamatan dan 151 kelurahan dengan jumlah penduduk 2.970.032 jiwa pada tahun 2012 (www.pemkomedan.go.id). Medan merupakan kota dinamis yang dilintasi oleh sembilan sungai dan merupakan pusat perdagangan domestik dan internasional karena letaknya yang strategis di Selat Malaka(www.skyscanner.co.id).

Medan dihuni oleh masyarakat dengan keanekaragaman agama, etnis, budaya, adat-istiadat, pendidikan, gaya hidup dan status sosial. Keragaman yang dimiliki oleh masyarakat kota Medan sangat mewarnai kultur masyarakat setempat.Keragaman ini juga menimbulkan berbagai macam selera yang berbeda seperti pada makanan, pakaian, rumah, sekolah, kendaraan, jasa pengiriman, dan lainnya. Dari keragaman selera yang ada menimbulkan beragam permintaan dalam bentuk produk maupun jasa.Salah satu selera yang berbeda yang dapat ditemukan di kota Medan ialah selera makanan. Medan merupakan kota yang cukup terkenal dengan wisata kulinernya, banyak berbagai jenis makanan dengan beragam cita rasa yang berbeda disediakan di


(15)

kotaMedan.Keanekaragaman selera tersebut menimbulkan banyak permintaan dari masyarakat.Beberapa jenis wisata kuliner yang terkenal dari kota medan yakni, Ucok Durian, Soto Medan RM Sinar Pagi Medan, Babi Panggang Karo, Mie Aceh Titibobrok, Pagaruyung Kampung Madras, Merdeka Walk dan Selat Panjang (www.makanmana.net).

Dari berbagai jenis wisata kuliner yang terkenal di kota Medan, RM Babi Panggang Karo (BPK) menjadi salah satu target wisata kuliner bagi masyarakat lokal dan wisatawan kota Medan. Beberapa RM Babi Panggang Karo yang terkenal di kota Medan ialah Tesalonika, Ola Kisat, Sitanggang, dan Haleluya (www.makanmana.net).

RM Babi Panggang Karo Tesalonika dan Ola kisat terletak di pinggir jalan raya, sedangkan RM Babi Panggang Karo Sitanggang terletak di pinggir jalan pula yang menuju pusat kota dan daerah perkantoransehingga tidah heran jika pengunjung selalu ramai ke RM Babi Panggang Karo tersebut. Berbeda dengan RM Babi Panggang Karo Haleluya yang berada di kawasan Padang Bulan Medan, rumah makan ini tidak berada di pinggir jalan raya , melainkan harus masuk ke dalam suatu jalan, yakni jalan Pasar Satu Padang Bulan Medan.

Hal yang sering ditemukan diRM Babi Panggang Karo ialah pengunjung atau pelanggan bebas memesan nasi tanpa dikenakan biaya tambahan.Hal ini berawal dari budayakaro, yaknibudaya Pesta buah page.Pesta Buah Page merupakan acara atau


(16)

kegiatan dimana seluruh petani padi dengan penuh sukacita mengumpulkan hasil padinya untuk saling berbagi dengan yang lainnya. Budaya Pesta Buah Page tersebut mencerminkan bahwa adanya saling berbagi dalam makanan , khususnya pada beras / nasi.

RM Babi Panggang KaroHaleluya merupakan salah satu tempat yang menjadi sasaran para konsumen yang menyukai wisata kuliner di Medan. RM Babi Panggang Karo Haleluya merupakan rumah makan yang menyediakan makanan dengan bahan utama daging babi yang terletak di daerah Pasar Satu Padang Bulan No 74. Rumah makan yang telah didirikan sejak 4 April 2002 dapat dikatakan kurang strategis karena tidak terletak didepan jalan raya.Namun hal tersebut tidak menjadi masalah besar bagi RM Babi Panggang Karo Haleluya karena RM Babi Panggang Karo Haleluya ini dekat dengan universitas negeri di Medan, yakni Universitas Sumatera Utara.Pengunjung potensial yang selalu datangke RM Babi Panggang Karo Haleluya berasal daripenikmat atau pecinta makanan dengan bahan utama daging babidari berbagai tingkatanusia.Pengunjung yang datang antara lain pelajar, mahasiswa, hingga karyawan/pegawai kantor yang singgah untuk makan siang.Harga yang ditetapkan oleh rumah makan ini relatif terjangkau dan memiliki tingkatan porsi yang dapat disesuaikan dengan selera konsumen.Di RM Babi Panggang Karo Haleluya tersedia hidangan dengan porsi kecil, porsi sedang dan porsi besar, dan porsi yang dijual dengan ukuran kiloan.Pada dasarnya isi dari setiap porsi tidak berbeda yakni, daging babi panggang karo, sayuran daun ubi, sambal, dan kuah sup.Namun yang


(17)

membedakannya ialah ukuran dari banyaknya daging yang disediakan per porsi. Menu makanan yang disediakan RM Babi Panggang Karo Haleluya adalah babi panggang karo, kidu-kidu, sup daging babi dan juga disediakan menu minuman seperti, minuman botol badak, teh botol sosro, dan teh manis dingin/hangat. Dengan ragam menu yang ditawarkan dapat memudahkan konsumen dalam membuat keputusan saat ingin menentukan pembelian di RM Babi Panggang Karo Haleluya.

Pemilik rumah makan ini ialah Bapak J Tarigan yang beretnis karo.Pemilik rumah makan ini memberi nama “Haleluya” karena kata Haleluya merupakan salah satu kata yang positif, enak atau senang untuk diucapkan,dan dianggap lebih mudah untuk diingat oleh konsumen. Sedangkan arti dari kata “Haleluya” ialah Pujilah Tuhan, yang berasal dari bahasa Ibrani.Rumah makan Babi Panggang Karo Haleluyadikenal dengan promosi word of mouth atau yang biasa disebut promosi dari mulut ke mulut. Pada saat-saat tertentu rumah makan ini akan dipenuhi pengunjung yang lebih ramai dari biasanya. Contohnya seperti pada hari Minggu, Jam makan siang, dan hari-hari libur nasional.Keberadaan rumah makan yang menawarkan produk sejenis tidak mempengaruhi banyaknya jumlah pengunjung pada RM Babi Panggang Karo Haleluya.

Pengunjung yang memutuskan datang untuk makan ke RM Babi Panggang Haleluya dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen. Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen, yakni :


(18)

1. Faktor budaya,adanya hubungan budaya karo dengan menu dari babi panggang karo atau adanya kelas sosial yang telah terbentuk yang mempengaruhi image rumah makan tersebut sehingga mempengaruhi keputusan pembelian.

2. Faktor sosial, adanya dorongan ataupun pengaruh dari keluarga, teman, tetangga, ataupun kelompok acuan yang memberi pengaruh dalam menetapkan keputusan pembelian dirumah makan babi panggang karo Haleluya.

3. Faktor pribadi, adanya pengaruh usia, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, atau perasaan pribadi yang mempengaruhi keputusan pembelian pada rumah makan babi panggang karo Haleluya.

4. Faktor psikologis,adanya pengaruh motivasi baik dari diri sendiri ataupun lingkungan sekitar, persepsi masyarakat, kepercayaan dan sikap seseorang yang memberikan pengaruh dalam menetapkan keputusan pembelian.

Berdasarkan uraian diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul :“Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Pada RM Babi Panggang Karo Haleluya Medan)”.


(19)

1.2Batasan Masalah

Batasan masalah digunakan untuk menghindari kesimpangsiuran dalam membahas dan menganalisis permasalahan dalam penelitian ini.

Batasan masalah dalam penelitian ini adalah penelitian ini hanya mengkaji tentang faktor – faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen terhadap pengambilan keputusan dalam pembelian di RM Babi Panggang Karo Haleluya Medan.

1.3Rumusan Masalah

Menurut Creswell (2010:196) dalam penelitian kuantitatif, rumusan masalah biasanya berupa pertanyaan – pertanyaan tentang hubungan antara variabel – variabel yang akan dianalisis oleh peneliti. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pentingnya perumusan masalah adalah agar diketahui arah jalan suatu penelitian.

Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang akan diangkat peneliti pada penelitian ini adalah: “ Dari faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologis yang mempengaruhi perilaku konsumen, faktor mana yang berpengaruhdominan terhadap keputusan pembelian pada RM Babi Panggang Karo Medan?”.


(20)

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah ditentukan maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor perilaku konsumen yang paling berpengaruh (dominan)terhadap keputusan pembelian di RM Babi Panggang Karo Haleluya Medan.

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah : 1. Sebagai suatu syarat untuk menyelesaikan studi S1 dari Program Studi Ilmu

Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik -Universitas Sumatera Utara.

2. Sebagai sarana untuk melatih dan mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah dan kemampuan untuk menulis karya ilmiah berdasarkan kajian teori dan aplikasinya yang diperoleh dari Ilmu Administrasi Bisnis.

3. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik secara umum dan Ilmu Administrasi Bisnis secara khusus dalam menambah bahan kajian perbandingan bagi yang menggunakannya.


(21)

4. Penelitian ini diharapkan dapat mampu memberikan sumbangsih pemikiran, informasi dan saran yang dapat digunakan untuk meningkatkan penjualan padaRM Babi Panggang Karo Haleluya Medan.


(22)

BAB II

KERANGKA TEORI

Kerangka teori merupakan suatu kumpulan teori-teori yang mendukung dalam permasalahan penelitian yang dimuat oleh peneliti untuk mempermudah peneliti dalam pengaplikasiannya saat melakukan penelitian.Menurut Kerlinger (1979) dalam buku Cresswell (2010 : 78),teori merupakan seperangkat konstruk (variabel - variabel) defenisi-defenisi, dan proporsi-proporsi yang saling berhubungan yang mencerminkan pandangan sistematik atas suatu fenomena dengan cara memerinci hubungan antarvariabel yang ditujukan untuk menjelaskan fenomena alamiah. Sebelum peneliti menyusun penelitian ini, maka teori dibutuhkan untuk membantu peneliti dalam menyusun penelitian ini yakni, sebagai landasan berpikir untuk dapat menjelaskan dari sudut mana peneliti menyoroti masalah yang akan diteliti.

2.1Pemasaran

Pemasaran merupakan sebuah sistem dari suatu kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menetukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan produk barang ataupun jasa yang diinginkan konsumen untuk memperoleh keuntungan dari pasar konsumen saat ini, pasar konsumen potensial dan pemakai dari keinginan industri. Pemasaran dapat mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan sosial


(23)

dengan cara yang menguntungkan, dapat pula merencanakan sebuah produk untuk memenuhi keinginan konsumen dan merencanakan metode/cara terbaik.

Pemasaran adalah proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang dibutuhkan dan diinginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain (Sunarto, 2006:4).

Menurut AMA (American Marketing Association) dalam buku Kotler dan Keller (2007:6) pemasaran adalah satu fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan dan menyerahkan nilai kepada pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan para pemilik sahamnya.

2.1.1Manajemen Pemasaran

Manajemen Pemasaran merupakan seni dan ilmu memilih pasar sasaran dan mendapatkan, menjaga, dan menumbuhkan pelanggan dengan menciptakan menyerahkan dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang unggul (Kotler dan Keller 2007:6).


(24)

2.1.2 Strategi Pemasaran

Strategi Pemasaran (marketing strategy) adalah suatu rencana yang didesain untuk mempengaruhi pertukaran dalam mencapai tujuan organisasi.Biasanya strategi pemasaran diarahkan untuk meningkatkan kemungkinan atau frekuensi perilaku konsumen, seperti peningkatan kunjungan pada toko tertentu atau pembelian produk tertentu.Hal ini dapat dicapai dengan mengembangkan dan menyajikan bauran pemasaran yang diarahkan pada pasar sasaran yang dipilih.Suatu bauran pemasaran terdiri dari elemen produk, promosi, distribusi dan harga. (Setiadi, 2003:9).

Studi tentang perilaku konsumen akan menjadi dasar penting dalam manajemen pemasaran. Hasil dari kajiannya akan membantu para pemasar untuk:

1. Merancang bauran pemasaran. 2. Menetapkan segmentasi.

3. Merumuskan posisioning dan pembedaan produk. 4. Memformulasikan analisis lingkungan bisnisnya. 5. Mengembangkan riset pemasaran. (Setiadi, 2003 :7)


(25)

2.2 Perilaku Konsumen

2.2.1 Pengertian Perilaku Konsumen

Menurut Schiffman dan Kanuk (1994) dalam buku Ujang Sumarwan (2002:25) mendefenisikan perilaku konsumen sebagai perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka.

Menurut Engel, Blackwell, dan Miniard (1993) dalam buku Ujang Sumarwan (2002:25) mendefenisikan perilaku konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini.

Sedangkan menurut AMA (American Marketing Association) dalam buku Supranto dan Nandan Limakrisna (2007:3) perilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara kognisi, afeksi, perilaku, dan lingkungannya dimana manusia melakukan kegiatan pertukaran dalam hidup mereka. Defenisi ini memuat 3 hal penting yakni, yaitu:

1. Perilaku konsumen bersifat dinamis, sehingga susah ditebak/diramalkan 2. Melibatkan interaksi: kognisi, afeksi, perilaku, dan kejadian di

sekitar/lingkungan konsumen.

3. Melibatkan pertukaran, seperti menukar barang milik penjual dengan uang milik pembeli.


(26)

Menurut Mowen dan Minor (2002:6) perilaku konsumen (consumer behavior) didefenisikan sebagai studi tentang unit pembelian (buying units)dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi, dan pembuangan barang, jasa, pengalaman, serta ide-ide.

2.2.2 Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Keputusan Pembelian dari pembeli sangat dipengaruhi oleh faktor kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologis dari pembeli.Sebagian besar adalah faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh pemasar, tetapi harus benar-benar diperhitungkan (Setiadi, 2003:11).

Adapun penjelasan dari faktor-faktor tersebut ialah sebagai berikut: 1. Faktor Kebudayaan

a. Kebudayaan

Kebudayaan merupakan faktor penentu paling dasar dari keinginan dan perilaku seseorang.

b. Sub – Budaya

Sub Budaya dapat dibedakan menjadi empat jenis : kelompok nasionalisme, kelompok keagamaan, kelompok ras, dan area geografis.


(27)

Kelas-kelas sosial adalah kelompok-kelompok yang relatif homogen dan bertahan lama dalam suatu masyarakat, yang tersusun secara hierarki dan keanggotaannya memiliki nilai, minat dan perilaku yang serupa.

2. Faktor Sosial

a. Kelompok Referensi

Kelompok referensi seseorang terdiri dari seluruh kelompok yang mempunyai pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap sikap atau perilaku seseorang.

b. Keluarga

Keluarga dibedakan kedalam dua jenis dalam kehidupan pembeli, yang pertama adalah keluarga orientasi, yang merupakan orang tua seseorang.Dari orang tualah seseorang mendapatkan pandangan tentang agama, politik, ekonomi, dan merasakan ambisi pribadi nilai atau harga diri dan cinta.Kedua adalah keluarga prokreasi, yaitu pasangan hidup anak-anak seseorang keluarga merupakan organisai pembeli dan konsumen yang paling penting dalam suatu masyarakat dan telah diteliti secara insentif.

c. Peran dan Status

Seseorang umumnya berpartisipasi dalam kelompok selama hidupnya – keluarga, klub, organisasi.Posisi seseorang dalam setiap kelompok dapat diidentifikasikan dalam peran dan status.


(28)

3. Faktor Pribadi

a. Umur dan Tahapan dalam Siklus Hidup

Konsumsi seseorang juga dibentuk oleh tahapan siklus hidup keluarga.Orang-orang dewasa biasanya mengalami perubahan atau transformasi tertentu pada saat mereka menjalani hidupnya.

b. Pekerjaan

Pasar pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok-kelompok pekerja yang memiliki minat diatas rata-rata terhadap produk dan jasa tertentu.

c. Keadaan Ekonomi

Keadaan yang dimaksud dengan keadaan ekonomi seseorang adalah terdiri dari pendapatan yang dapat dibelanjakan, tabungan dan hartanya, kemampuan untuk meminjam dan sikap terhadap mengeluarkan lawan menabung.

d. Gaya Hidup

Gaya hidup seseorang adalah pola hidup di dunia yang diekspresikan oleh kegiatan, minat dan pendapat seseorang.Gaya hidup juga mencerminkan sesuatu dibalik kelas sosial seseorang.

e. Kepribadian dan Konsep Diri

Yang dimaksud dengan kepribadian adalah karakteristik psikologis yang berbeda dari setiap orang yang memandang responnya terhadap lingkungan yang relatif konsisten.


(29)

4. Faktor Psikologis a. Motivasi

Beberapa kebutuhan bersifat biogenik, kebutuhan ini timbul dari suatu keadaan fisiologis tertentu, seperti rasa lapar, rasa haus, rasa tidak nyaman.Sedangkan kebutuhan-kebutuhan lain bersifat psikogenik yaitu kebutuhan yang timbul dari keadaan fisiologis tertentu, seperti kebutuhan untuk diakui, kebutuhan harga diri atau kebutuhan diterima.

b. Persepsi

Persepsi didefenisikan sebagai proses dimana seseorang memilih, mengorganisasikan, mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti dari dunia ini.

c. Proses Belajar

Proses Belajar menjelaskan perubahan dalam perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman.

d. Kepercayaan dan Sikap

Kepercayaan adalah suatu gagasan deskriptif yang dimiliki oleh seseorang terhadap sesuatu.


(30)

2.3 Keputusan Pembelian

2.3.1 Pengertian Keputusan Pembelian

Schiffman dan Kanuk (1994) dalam buku Ujang Sumarwan (2002:289) mendefenisikan suatu keputusan sebagai pemilihan suatu tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif.Seorang konsumen yang hendak melakukan pilihan maka ia harus memiliki pilihan alternatif.

2.3.2 Proses Pengambilan Keputusan Pembelian

Proses pengambilan keputusan yang rumit sering melibatkan beberapa keputusan. Suatu keputusan (decision) melibatkan pilihan diantara dua atau lebih alternatif tindakan (atau perilaku).Keputusan selalu mensyaratkan pilihan di antara beberapa perilaku yang berbeda (Setiadi, 2003 :413).

Menurut Schiffman dan Kanuk (2007) dalam buku Tatik Suryani (2008:15) pengambilan keputusan dapat dipandang sebagai suatu sistem yang terdiri dari input, proses dan output. Pengambilan keputusan sebagai proses penting yang mempengaruhi perilaku konsumen sangat penting untuk dipahami pemasar.


(31)

Lingkungan Eksternal

Input

Pengambilan Keputusan

Proses

Perilaku Paska Pengambilan Keputusan

Output

Gambar 2.1

Model Pengambilan Keputusan

Sumber : Schiffman dan Kanuk dalam buku Tatik Suryani (2008:16)

Usaha-Usaha Pemasaran Perusahaan: 1. Produk

2. Promosi 3. Harga 4. Distribusi

Lingkungan Sosial Budaya: 1. Keluarga

2. Sumber Informasi 3. Sumber Non Komersial 4. Kelas Sosial

5. Budaya dan Sub Budaya

Pengenalan Kebutuhan

Pencarian Informasi Sebelum Membeli Evaluasi Alternatif 

Faktor Psikologis 1. Motivasi 2. Kepribadian 3. Pembelajaran 4. Persepsi 5. Sikap 6 Pengalaman Pembelian 1. Percobaan 2. Pembelian Ulang


(32)

Faktor eksternal yang dapat menjadi input dan berpengaruh terhadap proses pengambilan keputusan adalah usaha–usaha yang dilakukan oleh pemasar melalui strategi dan bauran pemasaran dan faktor eksternal yang berupa lingkungan sosial budaya seperti keluarga, kelas sosial, sumber-sumber informal dan komersial, budaya, sub budaya.

Kedua kekuatan ekstenal tersebut akan mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Proses ini diawali dengan pengenalan kebutuhan oleh konsumen, diikuti dengan pencarian informasi, evaluasi alternatif dan keputusan membeli dan evaluasi setelah membeli. Berikut penjelasan proses tersebut:

1. Mengenali kebutuhan

Pada tahap ini konsumen merasakan bahwa ada hal yang dirasakan kurang dan menuntut untuk dipenuhi. Konsumen menyadari bahwa terdapat perbedaan antara apa yang dialaminya dengan yang diharapkan. Kesadaran akan perlunya memenuhi kebutuhan ini terjadi karena adanya rangsangan dari dalam maupun dari luar.

2. Mencari informasi

Apa yang terbaik yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pertanyaan ini akan muncul pada konsumen. Supaya dirinya dapat memenuhi kebutuhan dengan cara terbaik, maka konsumen berusaha untuk mencari informasi. Pencarian informasi ini akan berbeda tingkatannya tergantung pada


(33)

persepsi konsumen atas risiko dari produk yang akan dibelinya. Produk yang dinilai berisiko akan menyebabkan situasi pengambilan keputusan lebih kompleks, sehingga upaya pencarian informasi akan lebih banyak. Sebaliknya produk yang dipersepsikan kurang berisiko akan mendorong konsumen untuk tidak terlalu intensif mencari informasi.

Konsumen umumnya mencari informasi dari berbagai sumber. Tidak hanya dari sumber yang resmi yang dikeluarkan perusahaan seperti iklan atau dari pemasar melalui tenaga penjual, tetapi juga informasi dari pihak lain untuk mendapatkan informasi yang benar-benar obyektif. Media juga menjadi salah satu sumber informasi penting bagi konsumen. Konsumen juga akan mencari informasi dari keluarga, teman, kenalan, dan tetangga.

3. Mengevaluasi alternatif

Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber tersebut akan menjadi bahan pertimbangan bagi konsumen untuk mengambil keputusan. Konsumen akanmempertimbangkan manfaat termasuk keterpercayaan merek dan biaya atau risiko yang akan diperoleh jika membeli suatu produk. Berbagai risiko seperti waktu, tenaga, biaya, risiko psikologis, sosial akan dipertimbangkan oleh konsumen.

4. Mengambil keputusan

Setelah melalui evaluasi dengan pertimbangan yang matang, konsumen akan mengambil keputusan. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi keputusan


(34)

membeli dan tujuan pembelian yaitu sikap orang lain dan faktor situasional yang tidak dapat diprediksikan (tidak terduga).

Pengaruh dari sikap orang lain tergantung pada intensitas sikap negatifnya terhadap alternatif pilihan konsumen yang akan membeli dan derajat motivasi dari konsumen yang akan membeli untuk mengikuti orang lain. Sedangkan keadaan tidak terduga merupakan faktor situasional yang menyebabkan konsumen mengubah tujuan pembelian maupun keputusan pembelian.

5. Evaluasi paskapembelian

Setelah membeli, konsumen akan mengevaluasi atas keputusan dan tindakannya dalam membeli. Jika konsumen menilai kinerja produk atau layanan yang dirasakan sama atau melebihi apa yang diharapkan, maka konsumen akan puas dan sebaliknya jika kinerja produk atau jasa yang diterima kurang dari yang diharapkan, maka konsumen akan tidak puas. Kepuasan dan ketidakpuasan yang dialami konsumen akan berpengaruh terhadap perilaku selanjutnya. Jika konsumen puas, maka dia akan, memperlihatkan sikap dan perilaku positif terhadap produk atau jasa yang dibelinya. Dia kemungkinan akan kembali, akan loyal atau bahkan tidak segan-segan akan merekomendasikan kepada orang lain untuk membeli jika ditanya. Sebaliknya jika konsumen kecewa, maka dia cenderung akan bersikap negatif, menghentikan untuk pembelian berikutnya atau menceritakan hal-hal yang tidak menyenangkan mengenai produk atau jasa


(35)

yang dibelinya kepada konsumen lain. Akibatnya hal ini dapat berdampak buruk pada promosi yang dilakukan perusahaan.

2.3.3 Faktor-Faktor yang mempengaruhi Keputusan Pembelian

Ada dua faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan yang selanjutnya akan menentukan respon konsumen, yakni: (Suryani, 2008:11)

1. Konsumen itu sendiri, ada dua unsur dari konsumen itu sendiri yang berpengaruh terhadap pengambilan keputusan yaitu pikiran konsumen yang meliputi kebutuhan atau motivasi, persepsi, sikap, dan karakteristik konsumen yang meliputi demografi, gaya hidup dan kepribadian konsumen.

2. Pengaruh lingkungan, terdiri atas nilai budaya, pengaruh sub dan lintas budaya, kelas sosial, face to face group dan situasi lain yang menentukan.


(36)

2.4Penelitian Terdahulu

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

No Peneliti Judul Jenis Hasil

1 Iriani, Yani

dan Maria Barokah

(2012)

Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Dalam Pembelian LPG 3KG (Studi Kasus di PT Graffi Ferdiani Gerrits Energi)

Jurnal Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pribadi lebih mempunyai pengaruh besar terhadap keputusan pembelian LPG 3kg, karena memiliki nilai koefisien paling tinggi. 2 H.Y Ruyatnasih, dkk (2012) Pengaruh Perilaku Konsumen terhadap keputusan pembelian sepeda motor honda beat (studi kasus pada mahasiswa UNSIKA)

Jurnal Hasil dari penelitian

menunjukkan bahwa pengaruh perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian sepeda motor honda beat di Universitas Singaperbangsa Karawang memiliki pengaruh yang cukup kuat.

3 Ansori (2009)

Analisis Perilaku Konsumen Terhadap Pembelian Produk Telkomsel Prabayar di Branch Office Bumilindo Prakarsa Probolinggo

Skripsi Hasil penelitian menunjukan bahwa indikator perilaku konsumen yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian adalah

motivasi.

4 Nurul Fauzy

Siregar (2013)

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Produk Dian Pelangi Batik Medan

Skripsi Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama faktor gaya hidup, kelas sosial dan brand image, berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, dan faktor yang paling dominan berpengaruh adalah kelas sosial dalam melakukan keputusan pembelian di Dian Pelangi Batik Medan.

5 Erna Kartika

(2008)

Analisis Faktor Eksternal Yang Mempengaruhi Keputusan Membeli Mobil Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia di Medan

Tesis Hasil penelitian menunjukkan

bahwa keputusan pembelian mobil toyota avanza berbeda dengan keputusan pembelian mobil daihatsu xenia, lingkungan sosial konsumen memiliki pengaruh yang berbeda dari setiap keputusan. Sumber: Diolah Oleh Peneliti (Januari,2014)


(37)

2.5 Sistematika Penulisan

Penulisan ini disajikan kedalam 5 Bab dengan sistematika sebagai berikut :

BAB I : PENDAHULUAN

Berisikan latar belakang, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitan.

BAB II : KERANGKA TEORI

Berisikan kerangka teori, penelitian terdahulu, dan sistematika penulisan.

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN

Berisikan tentang bentuk penelitian, lokasi penelitian, populasi dan sampel, hipotesis, definisi konsep, definisi operasional, kerangka pemikiran, teknik pengumpulan data, teknik pengumpulan skor, dan teknik analisis data.

BAB IV : PEMBAHASAN

Berisikan tentang gambaran umum tempat penelitian, hasil penelitian yang menggunakan metode angket/kuisioner yang diperoleh dari responden (sampel)beserta dengan analisisnya.

BAB V : PENUTUP


(38)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Bentuk Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Juliandi (2013:14), penelitian untuk perumusan masalah deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan suatu variabel secara mandiri.

3.2 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian merupakan tempat terjadinya masalah yang akan diteliti dalam penelitian. Adapun yang dijadikan tempat Penelitian ini adalah RM Babi Panggang Karo Haleluya yang terletak di Jalan Berdikari No 74 Pasar Satu Padang Bulan Medan.

3.3 Populasi dan Sampel

3.3.1 Populasi

Menurut Sugiyono (1999:72), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik


(39)

tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang beradapada RM Babi Panggang Karo Haleluya Medan yang berkunjung selama satu (1) bulan sejak dimulainya penelitian pada bulan Januari, dengan alasan rumah makan ini di buka setiap hari yang akan memudahkan peneliti untuk mengambil data selain itu pada waktu tersebut peneliti tidak mengambil mata kuliah lagi sehingga penelitian dapat dilakukan secara efektif dan terfokus. Berdasarkan data dari pemilik RM Babi Panggang Haleluya Medan jumlah rata-rata konsumen per harinya dengan melihat jumlah bangku yang ada di rumah makan ialah sebanyak80 orang, sehingga populasi yang diperoleh dari konsumen yang berkunjung di RM Babi Panggang Karo Haleluya selama satu bulan adalah 2.400 Orang.

3.3.2 Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut(Sugiyono1999:73).Dalam penelitian ini peneliti tidak mengambil seluruh populasi dikarenakan jumlahnya yang besar yaitu :2.400 orang. Untuk menentukan jumlah sampel yang akan diambil digunakan rumus Slovin, yaitu:


(40)

Keterangan:

n : Ukuran Sampel N : Ukuran Populasi

e : Persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir atau diinginkan.

Di dalam penelitian ini terdapat jumlah populasi yang cukup besar maka jumlah kesalahan yang mungkin terjadi juga cukup besar. Dengan pertimbangan tersebut maka peneliti menggunakan taraf kepercayaan sebesar 90% dan taraf kesalahan yang dapat diterima sebesar 10% (e= 0,1).

Maka dalam penelitian ini jumlah sampel yang diperoleh ialah:


(41)

Dengan demikian sampel yang digunakan oleh peneliti berjumlah 96 Orang.Sampel yang diambil adalah konsumen yang berkunjung ke RM Babi Panggang Haleluya Medan lebih dari2 kali, dimana konsumen dilihat berdasarkan jenis kelamin, skala usia, suku, dan berdasarkan pekerjaan konsumen. Dengan teknik pengambilan sampel

ialah sampling purposive. Sampilng Purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyino 2010: 122).

3.4 Hipotesis

Menurut Cresswell (2010:197) hipotesis kuantitatif merupakan prediksi-prediksi yang dibuat peneliti tentang hubungan antara variabel yang ia harapkan.

Berdasarkan dengan masalah yang diteliti, maka peneliti membuat hipotesa sebagai berikut:

Ha : Terdapat faktor dominan yang mempengaruhi perilaku konsumen terhadapkeputusan pembelian di RM Babi Panggang Karo Haleluya Medan.

H0 : Tidak Terdapat faktor dominan yang mempengaruhi perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian di RM Babi Panggang Karo Haleluya Medan.


(42)

3.5 Defenisi Konsep

Menurut Singarimbun (1995:33), konsep adalah istilah dan definisi yang digunakan untuk menggambarkan secara abstrak kejadian, keadaan, kelompok atau individu yang menjadi pusat perhatian ilmu sosial. Melalui konsep peneliti diharapkan akan dapat menyederhanakan pemikirannya dengan menggunakan satu istilah untuk beberapa kejadian (events) yang berkaitan satu sama lainnya.

Maka berdasarkan judul yang dipilih oleh peneliti, terdapat dua variabel yang akan diteliti untuk menggambarkan pola hubungan dalam bentuk defenisi konsep yakni:

1. Menurut Schiffman dan Kanuk (1994) dalam buku Ujang Sumarwan (2002:25) mendefenisikan perilaku konsumen sebagai perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka.Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yakni (Setiadi, 2003:11):

1. Faktor Kebudayaan a. Kebudayaan

Kebudayaan merupakan faktor penentu paling dasar dari keinginan dan perilaku seseorang.


(43)

Sub Budaya dapat dibedakan menjadi empat jenis : kelompok nasionalisme, kelompok keagamaan, kelompok ras, dan area geografis. c. Kelas Sosial

Kelas-kelas sosial adalah kelompok-kelompok yang relatif homogen dan bertahan lama dalam suatu masyarakat, yang tersusun secara hierarki dan keanggotaannya memiliki nilai, minat dan perilaku yang serupa.

Faktor budaya yang akan di teliti oleh peneliti ialah kebudayaan dan kelas sosial, hal ini dilakukan agar penelitian lebih terfokus.

2. Faktor Sosial

a. Kelompok Referensi

Kelompok referensi seseorang terdiri dari seluruh kelompok yang mempunyai pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap sikap atau perilaku seseorang.

b. Keluarga

Keluarga dibedakan kedalam dua jenis dalam kehidupan pembeli, yang pertama adalah keluarga orientasi, yang merupakan orang tua seseorang.Dari orang tualah seseorang mendapatkan pandangan tentang agama, politik, ekonomi, dan merasakan ambisi pribadi nilai atau harga diri dan cinta.Kedua adalah keluarga prokreasi, yaitu pasangan hidup anak-anak seseorang keluarga merupakan organisai


(44)

pembeli dan konsumen yang paling penting dalam suatu masyarakat dan telah diteliti secara insentif.

c. Peran dan Status

Seseorang umumnya berpartisipasi dalam kelompok selama hidupnya – keluarga, klub, organisasi.Posisi seseorang dalam setiap kelompok dapat diidentifikasikan dalam peran dan status.

Faktor sosial yang akan di teliti oleh peneliti ialah kelompok referensi dan keluarga, hal ini dilakukan agar penelitian lebih terfokus.

3. Faktor Pribadi

a. Umur dan Tahapan dalam Siklus Hidup

Konsumsi seseorang juga dibentuk oleh tahapan siklus hidup keluarga.Orang-orang dewasa biasanya mengalami perubahan atau transformasi tertentu pada saat mereka menjalani hidupnya.

b. Pekerjaan

Pasar pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok-kelompok pekerja yang memiliki minat diatas rata-rata terhadap produk dan jasa tertentu. c. Keadaan Ekonomi

Keadaan yang dimaksud dengan keadaan ekonomi seseorang adalah terdiri dari pendapatan yang dapat dibelanjakan, tabungan dan hartanya, kemampuan untuk meminjam dan sikap terhadap mengeluarkan lawan menabung.


(45)

d. Gaya Hidup

Gaya hidup seseorang adalah pola hidup di dunia yang diekspresikan oleh kegiatan, minat dan pendapat seseorang.Gaya hidup juga mencerminkan sesuatu dibalik kelas sosial seseorang.

e. Kepribadian dan Konsep Diri

Yang dimaksud dengan kepribadian adalah karakteristik psikologis yang berbeda dari setiap orang yang memandang responnya terhadap lingkungan yang relatif konsisten.

Faktor pribadi yang akan di teliti oleh peneliti ialah keadaan ekonomi dan gaya hidup, hal ini dilakukan agar penelitian lebih terfokus.

4. Faktor Psikologis a. Motivasi

Beberapa kebutuhan bersifat biogenik, kebutuhan ini timbul dari suatu keadaan fisiologis tertentu, seperti rasa lapar, rasa haus, rasa tidak nyaman.Sedangkan kebutuhan-kebutuhan lain bersifat psikogenik yaitu kebutuhan yang timbul dari keadaan fisiologis tertentu, seperti kebutuhan untuk diakui, kebutuhan harga diri atau kebutuhan diterima. b. Persepsi

Persepsi didefenisikan sebagai proses dimana seseorang memilih, mengorganisasikan, mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti dari dunia ini.


(46)

c. Proses Belajar

Proses Belajar menjelaskan perubahan dalam perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman.

d. Kepercayaan dan Sikap

Kepercayaan adalah suatu gagasan deskriptif yang dimiliki oleh seseorang terhadap sesuatu.

Faktor Psikologis yang akan di teliti oleh peneliti ialah motivasi dan persepsi, hal ini dilakukan agar penelitian lebih terfokus.

2. Schiffman dan Kanuk (1994) dalam buku Ujang Sumarwan (2002:289) mendefenisikan suatu keputusan sebagai pemilihan suatu tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif.Seorang konsumen yang hendak melakukan pilihan maka ia harus memiliki pilihan alternatif. Beberapa tahapanproses pengambilan keputusanyakni:

a. Mengenali kebutuhan

Pada tahap ini konsumen merasakan bahwa ada hal yang dirasakan kurang dan menuntut untuk dipenuhi. Konsumen menyadari bahwa terdapat perbedaan antara apa yang dialaminya dengan yang diharapkan. Kesadaran akan perlunya memenuhi kebutuhan ini terjadi karena adanya rangsangan dari dalam maupun dari luar.


(47)

b. Mencari informasi

Apa yang terbaik yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pertanyaan ini akan muncul pada konsumen. Supaya dirinya dapat memenuhi kebutuhan dengan cara terbaik, maka konsumen berusaha untuk mencari informasi. Pencarian informasi ini akan berbeda tingkatannya tergantung pada persepsi konsumen atas risiko dari produk yang akan dibelinya. Produk yang dinilai berisiko akan menyebabkan situasi pengambilan keputusan lebih kompleks, sehingga upaya pencarian informasi akan lebih banyak. Sebaliknya produk yang dipersepsikan kurang berisiko akan mendorong konsumen untuk tidak terlalu intensif mencari informasi. Konsumen umumnya mencari informasi dari berbagai sumber. Tidak hanya dari sumber yang resmi yang dikeluarkan perusahaan seperti iklan atau dari pemasar melalui tenaga penjual, tetapi juga informasi dari pihak lain untuk mendapatkan informasi yang benar-benar obyektif. Media juga menjadi salah satu sumber informasi penting bagi konsumen. Konsumen juga akan mencari informasi dari keluarga, teman, kenalan, dan tetangga.

c. Mengevaluasi alternatif

Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber tersebut akan menjadi bahan pertimbangan bagi konsumen untuk mengambil keputusan. Konsumen akanmempertimbangkan manfaat termasuk keterpercayaan merek dan biaya atau risiko yang akan diperoleh jika membeli suatu


(48)

produk. Berbagai risiko seperti waktu, tenaga, biaya, risiko psikologis, sosial akan dipertimbangkan oleh konsumen.

d. Mengambil keputusan

Setelah melalui evaluasi dengan pertimbangan yang matang, konsumen akan mengambil keputusan. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi keputusan membeli dan tujuan pembelian yaitu sikap orang lain dan faktor situasional yang tidak dapat diprediksikan (tidak terduga). Pengaruh dari sikap orang lain tergantung pada intensitas sikap negatifnya terhadap alternatif pilihan konsumen yang akan membeli dan derajat motivasi dari konsumen yang akan membeli untuk mengikuti orang lain. Sedangkan keadaan tidak terduga merupakan faktor situasional yang menyebabkan konsumen mengubah tujuan pembelian maupun keputusan pembelian.

e. Evaluasi paskapembelian

Setelah membeli, konsumen akan mengevaluasi atas keputusan dan tindakannya dalam membeli. Jika konsumen menilai kinerja produk atau layanan yang dirasakan sama atau melebihi apa yang diharapkan, maka konsumen akan puas dan sebaliknya jika kinerja produk atau jasa yang diterima kurang dari yang diharapkan, maka konsumen akan tidak puas. Kepuasan dan ketidakpuasan yang dialami konsumen akan berpengaruh terhadap perilaku selanjutnya. Jika konsumen puas, maka dia akan, memperlihatkan sikap dan perilaku positif terhadap produk atau jasa yang


(49)

dibelinya. Dia kemungkinan akan kembali, akan loyal atau bahkan tidak segan-segan akan merekomendasikan kepada orang lain untuk membeli jika ditanya. Sebaliknya jika konsumen kecewa, maka dia cenderung akan bersikap negatif, menghentikan untuk pembelian berikutnya atau menceritakan hal-hal yang tidak menyenangkan mengenai produk atau jasa yang dibelinya kepada konsumen lain. Akibatnya hal ini dapat berdampak buruk pada promosi yang dilakukan perusahaan.

3.6 Defenisi Operasional

Defenisi operasional merupakan suatu konsep yang berisikan variabel-variabel yang akan ditelliti menjadi bersifat operasional yang akan digunakan peneliti dalam melakukan pengukuran.


(50)

Tabel 3.1 Defenisi Operasional

Variabel Indikator Sub Indikator Skala

Variabel X1

(Faktor kebudayaan)

Budaya Kelas Sosial

Makanan Khas Batak

Pengunjung Dari Kalangan Atas & Menengah

Likert

Variabel X2

(Faktor Sosial)

Kelompok referensi Keluarga

Direkomendasikan Keluarga & Kelompok Acuan

Likert Variabel X3

(Faktor Pribadi)

Keadaan Ekonomi Gaya Hidup

Pendapatan Relatif Tinggi & Menengah

Kebiasaan Makan Diluar & Karena Adanya Acara

Likert

Variabel X4

(Faktor Psikologis)

Motivasi Persepsi

Merek Keagamaan

Cita Rasa Makanan Yang Lezat Anggapan Masyarakat Yang Positif

Likert

Variabel Y (Keputusan Pembelian)

Mengenali Kebutuhan Rangsangan Eksternal Rangsangan Internal

Likert

Mencari Informasi Sumber Publik Likert

Mengevaluasi Alternatif

Manfaat Likert Mengambil

Keputusan

Produk Yang Ditawarkan Pelayanan Yang Diberikan Metode Pembayaran Likert Evaluasi Paskapembelian Kepuasan Ketidak Puasan Likert

Sumber : Diolah oleh Peneliti(2014)

3.7 Kerangka Pemikiran

Berdasarkan kajian teori yang telah dibahas sebelumnya yang kemudian disusun ke dalam defenisi operasional, maka peneliti dalam penelitian ini membuat alur pemikiran yang menghubungkan teori-teori perilaku konsumen dan keputusan penelitian serta buku acuan yang dipakai dalam penelitian ini.


(51)

Adapun yang menjadi kerangka pemikiran yang ingin dikembangkan oleh peneliti dalam penelitian ini disusun kedalam gambar sebagai berikut:

Gambar 3.1 Kerangka Pemikiran

Sumber: Diolah Oleh Peneliti (2014)

3.8 Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data dan informasi yang dapat mendukung penelitian ini, maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :

1. Teknik pengumpulan data primer

Merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara terjun langsung ke lokasi penelitian. Penelitian dilakukan dengan beberapa cara seperti :

Faktor Budaya (X1)

Faktor Sosial (X2)

Faktor Pribadi (X3)

Faktor Psikologis (X4)

Keputusan Pembelian (Y)


(52)

a. Metode Kuisioner (angket)

Kuisioner adalah pertanyaan-pertanyaan yang disusun oleh peneliti untuk mengetahui pendapat/persepsi responden penelitian tentang suatu variabel yang diteliti (Juliandi, 2013:71).

Dalam hal ini sumber data yang diberi angket adalah konsumen yang berada di RM Babi Panggang Karo Haleluya Medan yang berjumlah 96 Orang.

b. Metode Wawancara

Metode Wawancara yaitu melakukan kegiatan Tanya jawab secara langsung kepada pihak yang berwenang pada RM Babi Panggang Karo Haleluya Medanyang bertujuan untuk melengkapi data yang dibutuhkan berkaitan dengan penelitian.

2. Teknik pengumpulan data Sekunder

Teknik pengumpulan data sekunder merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan malalui studi dan bahan-bahan kepustakaan yang diperlukan untuk mendukung data primer. Penelitian ini dilakukan dengan cara :

a. Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan yaitu pengumpulan data yang diperoleh dari buku-buku, karya ilmiah, pendapat para ahli yang memiliki relevansi dengan masalah yang diteliti.


(53)

3.9 Teknik Pengukuran Skor

Teknik pengukuran skor yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert, yaitu untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono 1999:86).

Adapun jawaban setiap item instrumen memiliki penentuan skor dari setiap instrumennya yakni :

Tabel 3.2 Skala Likert

No Jawaban Skala Likert

1 Sangat Setuju (SS) Skor 5

2 Setuju (S) Skor 4

3 Kurang Setuju (KS) Skor 3 4 Tidak Setuju (TS) Skor 2 5 Sangat Tidak Setuju (STS) Skor 1

Sumber: Sugiyono(1999:86)

Kemudian untuk menentukan kategori jawaban responden terhadap masing-masing alternatif apakah tergolong sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, sangat rendah terlebih dahulu ditentukan skala interval dengan cara sebagai berikut:

Skor Tertinggi – Skor Terendah


(54)

Diperoleh : = 0,8.

Dengan demikian intervalnya adalah 0,8. Sehingga klasifikasi responden dapat diurutkan sebagai berikut :

1. Skor untuk kategori sangat tinggi = 4.21-5,00 2. Skor untuk kategori tinggi = 3,41-4,20 3. Skor untuk kategori sedang = 2,61-3,40 4. Skor untuk kategori rendah = 1,81-2,60 5. Skor untuk kategori sangat rendah = 1,00-1,80

3.10 Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden terkumpul (Sugiyono 1999:142).Teknik analisis data yang digunakan peneliti merupakan teknik analisis data kuantitatif yakni analisa yang digunakan untuk menguji pengaruh maupun hubungan dari variabel bebas (x) terhadap variabel terikat (y).

3.10.1 Teknik Analisis Deskriptif

Analsis deskriptif kuantitatif merupakan suatu metode analisis dimana data-data yang dikumpulkan, diklasifikasikan, dianalisis, dan diinterpretasikan secara objektif sehingga memberikan informasi dan gambaran mengenai masalah yang akan diteliti


(55)

dalam perhitungan statistik. Teknik analisis deskriptif merupakan cara menguraikan dan menafsirkan data yang ada sehingga memberikan gambaran yang jelas mengenai permasalahan. Teknik analisis deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor perilaku konsumen yang paling berpengaruh (dominan) terhadap keputusan pembelian dari sampel yang digunakan dalam penelitian ini.

3.10.2 Uji Instrumen

Sebelum melakukan pengambilan data melalui kuisioner, terlebih dahulu dilakukan pengujian validitas dan reliablilitas terhadap daftar pertanyaan yang digunakan.

1. Uji Validitas

Menurut Juliandi (2013:79) Uji validitas merupakan cara menguji sejauh mana ketepatan atau kebenaran suatu instrumen sebagai alat ukur variabel penelitian. Jika instrumen benar atau valid maka hasil pengukuranpun kemungkinan akan benar. Teknik statistik yang dapat digunakan adalah korelasisebagai berikut:


(56)

Keterangan :

r = koefisien korelasi n = jumlah responden uji coba x = skor tiap item

y = skor seluruh item responden uji coba

Pengujian akan dilakukan dengan menggunakan bantuan Software SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 16.0. Umumnya dalam penelitian sosial nilai yang dipilih adalah 0,005.Jika nilai sig > maka suatu item instrumen yang diuji korelasinya valid.

2. Uji Reliabilitas

Tujuan pengujian reliabilitas adalah untuk melihat apakah instrumen penelitian merupakan instrumen yang handal dan dapat dipercaya (Juliandi, 2013:83).Kuisioner dapat dikatakan reliabel atau dapat dipercaya apabila jawaban seseorang terhadap pertanyaan yang diajukan stabil.Untuk menguji reliabilitas, peneliti dapat menggunakan teknik Split Half, yaitu mengkorelasikan skor genap dengan skor ganjil kemudian memasukkan nilai korelsi (r) yang diperoleh ke dalam rumus Spearman Brown :


(57)

Keterangan:

i = nilai koefisien reliablitas

r = nilai korelasi

jika nilai koefisien reliablitas (Cronbach’s Alpha)> 0,6 maka instrumen memiliki reliabilitas yang baik/reliabel/terpercaya. Pengujian dibantu dengan Software SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 16.0.

3.10.3 Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas

Pengujian normalitas data dilakukan untuk melihat apakah dalam model regresi, variabel dependen yang terdiri dari (X1, X2, X3, X4) dan

independennya yang terdiri dari (Y) memiliki ditribusi normal atau tidak. Normalitas data dalam penelitian dapat dilihat dengan cara memperhatikan titik pada Normal P- Plot of Regression Standardized Residual dari variabel terikat. Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka model regresi memenuhi asumsi normalitas (Juliandi, 2013:174). Pengujian akan dilakukan dengan menggunakan bantuan Software SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 16.0.


(58)

2. Uji Multikolinieritas

Menurut Juliandi (2013:175) pengujian multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi yang kuat antar variabel independen. Cara yang digunakan untuk menilainya adalah dengan melihat nilai faktor inflasi varian (Variance Inflasi Factor / VIF), yang tidak melebihi 4 atau 5.

3. Uji Heteroskedastisitas

Menurut Juliandi (2013:176), uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi, terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari suatu pengamatan yang lain. Jika varians residual dari suatu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homokedastisitas, dan jika varians berbeda disebut heteroskedatisitas. Cara mendeteksi adalah dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot yang akan disajikan dan akan terlihat titik – titik menyebar secara acak dan tidak membentuk suatu pola yang jelas serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka nol sumbu Y. Hal ini akan membuktikan tidak terjadi heteroskedastisitas.

3.10.4 Analisis Regresi Linear Berganda

Menurut Juliandi (2013:136) Analisis regresi berganda bertujuan untuk memprediksi nilai variabel terikat akibat pengaruh nilai variabel bebas.


(59)

Persamaan regresi dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel dependen (bebas) yaitu, faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologis terhadap variable dependen (terikat) yaitu keputusan pembelian.

Persamaan regresi berganda yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4

Keterangan :

Y : Keputusan pembelian a : Konstanta

b1 : Koefisien regresi dari variabel faktor budaya

b2 : Koefisien regresi dari variabel faktor sosial

b3 : Koefisien regresi dari variabel faktor pribadi

b4 : Koefisien regresi dari variabel faktor psikologis

X1 : Faktor budaya

X2 : Faktor sosial

X3 : Faktor pribadi

X4 : Faktor psikologis

Pengujian akan dilakukan dengan menggunakan bantuan Software SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 16.0.


(60)

3.10.5 Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis adalah analisis data yang paling penting karena berperan untuk menjawab rumusan masalah penelitian, dan membuktikan hipotesis penelitian (Juliandi, 2013:137).

1. Uji secara Simultan atau Serempak (Uji F)

Pengujian ini dilakukan untuk melihat apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara simultan (serempak) terhadap variabel terikat. Bentuk pengujiannya adalah sebagai berikut:

a. H0: b1 = b2 = b3 = b4 = 0, artinya secara serempak tidak

terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.

b. Ha:b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ b4 ≠ 0, artinya secara serempak terdapat

pengaruh yang signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.

Kriteria penambilan keputusan adalah sebagai berikut:

a. H0diterima jika nilai probabilitas yang dihitung > probabilitas

yang ditetapkan sebesar 0,05 (Sig. > 0,05).

b. H0 ditolak jika nilai probabilitas yang dihitung ≤ probabilitas

yang ditetapkan sebesar 0,05 (Sig. ≤ 0,05). 2. Uji secara Parsial atau Individual (Uji t)


(61)

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara parsial (individual) menerangkan variasi variabel dependen. Bentuk pengujiannya adalah sebagai berikut:

a. H0 : bi = 0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang

signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.

b. Ha : bi ≠ 0, artinya secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.

Kriteria pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:

a. H0diterima jika nilai probabilitas yang dihitung > probabilitas

yang ditetapkan sebesar 0,05 (Sig. > 0,05).

b. H0 ditolak jika nilai probabilitas yang dihitung ≤ probabilitas yang

ditetapkan sebesar 0,05 (Sig. ≤ 0,05).

3.10.6 Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur seberapa besar kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika koefisien determinassi (R2) semakin besar (mendekati satu) maka menunjukkan semakin kuat kemampuan variabel bebas menerangkan atau mempengaruhi variabel terikat, dimana 0 < R2< 1. Sebaliknya, jika R2 semakin kecil (mendekati nol), maka menunjukkan semakin lemah kemmapuan variabel bebas mempengaruhi variabel terikat.


(62)

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian

4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan

RM Babi Panggang Karo Haleluya Medan merupakan rumah makan yang menyediakan makanan dengan bahan utama daging babi. RM Babi Panggang Karo Heluya sudah berdiri sejak tanggal 04 April 2002 yang beralamat di Jl. Berdikari No 74 Pasar Satu, Padang Bulan, Medan. Ukuran rumah makan ini berkisar 5m x 35m yang merupakan milik pemilik.

Usaha RM Babi Panggang Karo Haleluya ini didirikan oleh sepasang suami istri yang bernama Bapak Jamaleka Tarigan dan Ibu Panca Kerida Br Karo. Bapak yang kini berusia 45 tahun ini membangun usahanya karena berniat mengubah profesi pekerjaan yang dulunya membawa bus, dengan berbagai pengalaman yang dirasakan beliau dipasaran membuatnya berniat untuk membuka usaha rumah makan babi panggang karo. Dahulunya, Beliau sempat bekerja di rumah makan babi panggang karo. Melalui pengalaman tersebut serta dukungan sang istri, maka pasangan suami istri ini pun membuka usaha rumah makan babi panggang karo. Pada mulanya beliau membuka usaha kedai kopi dan sang istri menjual pisang goreng, namun kemudian usaha ini berkembang menjadi RM Babi Panggang Karo Haleluya Medan dengan ukuran lokasi 4mx4m, yang masih menyewa tempat. Dengan jangka waktu tertentu


(63)

usaha ini semakin berkembang dan ramai dikunjungi konsumen hingga kini tempat usaha tersebut telah menjadi miliki pemilik usaha dan berkembang ukurannya hingga 5mx35m , 2 lantai. Dimana lantai pertama menjadi tempat usaha berlangsung, yakni RM Babi Panggang Karo Haleluya Medan, dan lantai kedua menjadi tempat tinggal.

RM Babi Panggang Karo ini diberi nama Haleluya, karena Haleluya dianggap pemilik memiliki makna yang positif dan enak untuk diucapkan/didengarkan. Kata Haleluya sendiri mengandung makna Pujilah Tuhan yang diambil dari bahasa Ibrani.

RM babi Panggang Karo Haleluya Medan menyediakan makanan dengan berbagai porsi sesuai dengan selera kosumen dan harga yang relatif terjangkau, yakni:

1. Menu Makanan:

a. Porsi Kecil + Nasi : Rp 13.000 b. Porsi Sedang + Nasi : Rp 16.000 c. Porsi Besar + Nasi : Rp 19.000 d. Panggang 1Kg : Rp 75.000 e. Minimal Pesan/Bungkus : Rp 10.000 2. Menu Minuman:

a. Minuman Botol Badak : Rp 6.000 b. Teh Botol Sosro : Rp 4.000 c. Teh Manis Dingin : Rp 4.000 d. Teh Manis Panas : Rp 4.000


(64)

RM Babi Panggang Karo Haleluya Medan merupakan rumah makan yang memiliki lokasi yang kurang strategis, dikarenakan lokasi rumah makan tidak terletak dipinggir jalan raya ataupun tidak dekat dengan wilayah perkantoran, melainkan berada di dalam sebuah lingkungan. Namun hal tersebut ternyata tidak menjadi masalah besar karena hampir 14 tahun rumah makan ini berdiri, rumah makan ini tidak pernah sepi melainkan terus berkembang. Sekalipun lokasi rumah makan ini berada di dalam sebuah lingkungan, akan tetapi lokasi rumah makan ini dekat dengan universitas negeri di Medan, yakni Universitas Sumatera Utara, dan lokasi rumah makan ini dekat dengan pemukiman.

RM Babi Panggang Karo Haleluya mulai beroperasi pada pukul 09.00-21.00 WIB. RM Babi Panggang Karo Haleluya memiliki 21 karyawan/karyawati, 11 orang diantaranya perempuan dan 10 orang adalah lai-laki. RM Babi Panggang Karo Haleluya memiliki sistim shift kerja sebanyak 2 kali, yaitu pada pukul 11.00-16.00 dan 18.00-21.00 dan jadwal libur RM Babi Panggang Karo Haleluya Medan ialah dari tanggal 25 Desember sampai 10 Januari (Libur Natal dan Tahun Baru). RM Babi Panggang Karo Haleluya Medan mengutamakan kesejahteraan karyawan/karyawati, dengan memberikan fasilitas tempat tinggal dan juga system penggajian yang bulanan dan mingguan untuk memudahkan karyawan/karyawati memenuhi kebutuhannya. RM Babi Panggang Karo Haleluya Medan tidak memiliki standar khusus untuk menjadi karyawan/karyawati, asal calon karyawan/karyawati memilikikejujuran, niat dan tekad untuk bekerja maka calon karyawan/karyawati dapat diterima bekerja.


(65)

Karena pada prinsipnya RM Babi Panggang Karo Haleluya Medan berniat untuk membantu serta memudahkan masyarakat dengan mengurangi tingkat pengangguran.

RM Babi Panggang Karo Haleluya Medan menyadari pada lingkungannya memiliki pesaing yang cukup banyak, namun menurut Beliau “... semua berhak memperoleh rejeki, karena rejeki sudah diatur oleh Tuhan” oleh sebab itu RM Babi Panggang Karo Haleluya Medan selalu berusaha memberikan makanan dengan kualitas yang terbaik kepada konsumen sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. RM Babi Panggang Karo Haleluya memberikan fasilitas yang baik dan cukup lengkap kepada konsumennya, diantaranya adanya kipas angin, adanya CCTV guna keamanan dan fasilitas parkir yang gratis. Rumah makan ini juga memberikan pelayanan yang baik, sopan, ramah dan cepat demi kenyamanan para kosumen dan pelanggan. Contohnya pada proses pemesanan dan pembayaran, konsumen/pelanggan akan dilayani dengan cepat, ramah dan sopan demi kenyamanan konsumen/pelanggan.

4.1.2 Visi dan Misi

RM Babi Panggang Karo Haleluya Medan, memiliki visi dan misi sebagai berikut:


(66)

1. VISI

Menempatkan diri sebagai rumah makan babi panggang karo yang terlezat dan teristimewa di daerah Padang Bulan Medan

2. MISI

Rumah makan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen/pelanggan melalui pelayanan yang cepat, harga yang terjangkau dan cita rasa yang lezat kepada konsumen/pelanggan.

4.1.3 Struktur Organisasi

Gambar 4.1 Struktur Organisasi

Sumber: RM Babi Panggang Karo Haleluya (Maret, 2014)

Pemilik

Kasir Pelayan

Bagian Dapur

Peracik Bumbu Koki


(67)

4.1.4 Job Description

Pembagian tugas yang berlaku di RM Babi Panggang Karo Haleluya Medan ialah sebagai berikut:

1. Pemilik

a. Membuat rencana kerja dan peraturan-peraturan yang berlaku di RM Babi Panggang Karo Haleluya Medan.

b. Menetapkan harga makanan dan minuman yang berlaku di RM Babi Panggang Karo Haleluya Medan

c. Merekrut karyawan/karyawati untuk bekerja di RM Babi Panggang Karo Haleluya Medan.

d. Bertanggung jawab atas segala kegiatan operasional yang berlangsung di RM Babi Panggang Karo Haleluya Medan.

2. Bagian Dapur

a. Koki, Memasak makanan sesuai dengan pesanan dengan bumbu yang telah diracik dengan penuh cita rasa.

b. Peracik Bumbu, meracik bumbu-bumbu makanan yang kemudian akan diolah oleh koki dengan menjaga kebersihan dan juga rasa lezat pada setiap bumbu.

3. Kasir

a. Melakukan proses pembayaran.


(68)

c. Melakukan pembukuan yang baik dan benar. 4. Pelayan

a. Mencuci piring, mengepel dan merapikan RM Babi Panggang Karo Haleluya Medan saat akan buka dan tutup.

b. Membantu memberikan informasi tentang produk dan harga yang ditawarkan di RM Babi Panggang Karo Haleluya Medan.

c. Mengantarkan pesanan kepada konsumen/pelanggan sesuai dengan yang telah dipesan.

d. Mengangkat gelas, piring, dan mangkuk ataupun membersihkan meja saat konsumen/pelanggan setelah selesai berkunjung untuk makan. e. Merapikan tatanan meja untuk calon pengujung yang akan datang.

4.2 Penyajian Data

4.2.1 Uji Instrumen

Metode uji instrumen pada penelitian ini menggunakan uji validitas dan reliabilitas dengan bantuan software SPSS (Statistic Package and Social Science) 16.0 for windows. Kuisioner disebarkan kepada 96 orang responden sesuai dengan jumlah dan kriteria sampel yang telah ditetapkan dalam penelitian.


(69)

4.2.1.1 Uji Validitas

Uji validitas merupakan cara menguji sejauh mana ketepatan atau kebenaran suatu instrumen sebagai alat ukur variabel penelitian. Jika instrumen benar atau valid maka hasil pengukuranpun kemungkinan akan benar. Alat ukur yang digunakan ialah kuisioner (Angket). Uji validitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS (Statistic Package and Social Science) 16.0 dengan kriteria penerimaan/penolakan hipotesis sebagai berikut:

Hipotesisnya adalah:

1. H0: Korelasi skor pernyataan variabel x dan y dengan total skor

pernyataan variabel x dan y adalah tidak signifikan (tidak valid)

2. Ha: Korelasi skor pernyataan variabel x dan y dengan total skor

pernyataan variabel x dan y adalah signifikan (valid) Kriteria penerimaan/penolakan hipotesis adalah sebagai berikut:

1. Tolak H0 jika probabilitas yang dihitung ≤ probabilitas yang ditetapkan

sebesar 0,05 (Sig. 2-tailed ≤ α0.05)

2. Terima H0 jika nilai probabilitass yang dihitung > probabilitas yang


(70)

Tabel 4.1

Uji Validitas Variabel X1, X2, X3, X4

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 16.0 (Maret, 2014)

Tabel 4.2

Uji Validitas Variabel Y

Correlations

Keputusan

Pembelian Total

Keputusan Pembelian Pearson Correlation 1 .984**

Sig. (2-tailed) .000

N 96 96

Total Pearson Correlation .984** 1

Sig. (2-tailed) .000

N 96 96

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 16.0 (Maret, 2014)

Correlations

faktor kebudayaan faktor sosial faktor pribadi faktor psikologi total

faktor kebudayaan Pearson Correlation 1 .227* .463** .290** .751**

Sig. (2-tailed) .026 .000 .004 .000

N 96 96 96 96 96

faktor sosial Pearson Correlation .227* 1 .282** .088 .526**

Sig. (2-tailed) .026 .005 .396 .000

N 96 96 96 96 96

faktor pribadi Pearson Correlation .463** .282** 1 .360** .837**

Sig. (2-tailed) .000 .005 .000 .000

N 96 96 96 96 96

faktor psikologi Pearson Correlation .290** .088 .360** 1 .585**

Sig. (2-tailed) .004 .396 .000 .000

N 96 96 96 96 96

Total Pearson Correlation .751** .526** .837** .585** 1

Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000

N 96 96 96 96 96

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).


(71)

Tabel 4.3

Kesimpulan Uji Validitas

Pernyataan Nilai Korelasi Probabilitas Keterangan Faktor Kebudayaan 0,751 (Positif) 0,000 < 0,05 Valid 

Faktor Sosial 0,526 (Positif) 0,000 < 0,05 Valid  Faktor Pribadi 0,837 (Positif) 0,000 < 0,05 Valid  Faktor Psikologi 0,585 (Positif) 0,000 < 0,05 Valid  Keputusan Pembelian 0,984 (Positif) 0,000 < 0,05 Valid

Sumber : Diolah Oleh Peneliti (Maret, 2014)

Tabel 4.3 menunjukkan bahwa kesimpulan dari uji validitas yang dilakukan pada seluruh butir pernyataan sebanyak 23 butir pernyataan telah valid. Dengan demikian, kuisioner (angket) dapat dilanjutkan pada tahap peengujian reliabilitas.

4.2.1.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dilakukan bertujuan untuk melihat apakah instrumen penelitian merupakan instrumen yang handal dan dapat dipercaya.

Kriteria penarikan kesimpulan pada uji reliabilitas adalah apabila nilai Cronbach’s Alpha lebih besar dari 0,6, maka kuisioner tersebut adalah reliabel/baik/terpercaya, dan sebaliknya apabila nilai Cronbach’s Alpha lebih kecil dari 0,6, maka kuisioner tersebut adalah tidak reliabel/tidak baik/tidak terpercaya. Pengujian dibantu dengan Software SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 16.0.


(1)

LAMPIRAN HASIL SPSS 16.0

Hasil Uji Validitas Variabel X1, X2, X3, Dan X4

Hasil Uji Validitas Variabel Y

Correlations

Keputusan

Pembelian total Keputusan Pembelian Pearson Correlation 1 .984**

Sig. (2-tailed) .000

N 96 96

total Pearson Correlation .984** 1

Sig. (2-tailed) .000

N 96 96

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Correlations

faktor kebudayaan faktor sosial faktor pribadi faktor psikologi total

faktor kebudayaan Pearson Correlation 1 .227* .463** .290** .751**

Sig. (2-tailed) .026 .000 .004 .000

N 96 96 96 96 96

faktor sosial Pearson Correlation .227* 1 .282** .088 .526**

Sig. (2-tailed) .026 .005 .396 .000

N 96 96 96 96 96

faktor pribadi Pearson Correlation .463** .282** 1 .360** .837**

Sig. (2-tailed) .000 .005 .000 .000

N 96 96 96 96 96

faktor psikologi Pearson Correlation .290** .088 .360** 1 .585**

Sig. (2-tailed) .004 .396 .000 .000

N 96 96 96 96 96

Total Pearson Correlation .751** .526** .837** .585** 1

Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000

N 96 96 96 96 96

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).


(2)

Hasil Uji Reliabilitas Variabel X

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 96 100.0

Excludeda 0 .0

Total 96 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

.622 4

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Y

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 96 100.0

Excludeda 0 .0

Total 96 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

.670 10

Hasil Uji Ausmsi Klasik

1. Normalitas


(3)

b. Normal P Plot

2. Multikolinearitas

Coefficientsa

Model

Correlations Collinearity Statistics Zero-order Partial Part Tolerance VIF 1 (Constant)

faktor kebudayaan .331 .206 .189 .758 1.320

faktor sosial .199 .127 .115 .907 1.102

faktor pribadi .251 .019 .017 .699 1.431

faktor psikologi .348 .265 .246 .850 1.176

a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

3. heteroskedastisitas

a. scatterplot


(4)

Correlations

Keputusan Pembelian faktor kebudayaan faktor sosial faktor pribadi faktor psikologi

Pearson Correlation Keputusan Pembelian 1.000 .331 .199 .251 .348

faktor kebudayaan .331 1.000 .227 .463 .290

faktor sosial .199 .227 1.000 .282 .088

faktor pribadi .251 .463 .282 1.000 .360

faktor psikologi .348 .290 .088 .360 1.000

Sig. (1-tailed) Keputusan Pembelian . .000 .026 .007 .000

faktor kebudayaan .000 . .013 .000 .002

faktor sosial .026 .013 . .003 .198

faktor pribadi .007 .000 .003 . .000

faktor psikologi .000 .002 .198 .000 .

N Keputusan Pembelian 96 96 96 96 96

faktor kebudayaan 96 96 96 96 96

faktor sosial 96 96 96 96 96

faktor pribadi 96 96 96 96 96

faktor psikologi 96 96 96 96 96

REGRESSION

Descriptive Statistics

Mean

Std. Deviation

N

Keputusan Pembelian

37.6250

3.63390

96

faktor kebudayaan

14.3646

2.27628

96

faktor sosial

5.8021

1.64553

96

faktor pribadi

12.0625

2.83516

96


(5)

Variables Entered/Removed

b

Model

Variables

Entered

Variables

Removed

Method

1

faktor psikologi,

faktor sosial,

faktor

kebudayaan,

faktor pribadi

a

. Enter

a. All requested variables entered.

b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

Hasil Analisis Regresi Linear Berganda

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

T Sig.

95% Confidence Interval for B B

Std.

Error Beta Lower Bound Upper Bound

1 (Constant) 23.916 2.967 8.060 .000 18.022 29.810

faktor kebudayaan .346 .173 .217 2.006 .048 .003 .689

faktor sosial .266 .218 .120 1.217 .227 -.168 .699

faktor pribadi .026 .144 .020 .178 .859 -.261 .312

faktor psikologi .596 .228 .267 2.617 .010 .144 1.049

a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

Hasil Koefisien Dterminasi (R

2

)

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .440a .194 .158 3.33403

a. Predictors: (Constant), faktor psikologi, faktor sosial, faktor kebudayaan, faktor pribadi b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian


(6)

Hasil Pengujian Hipotesis

1.Hasil Uji F

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 242.967 4 60.742 5.464 .001a

Residual 1011.533 91 11.116

Total 1254.500 95

a. Predictors: (Constant), faktor psikologi, faktor sosial, faktor kebudayaan, faktor pribadi b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

2. Hasil Uji t

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 23.916 2.967 8.060 .000

faktor kebudayaan .346 .173 .217 2.006 .048

faktor sosial .266 .218 .120 1.217 .227

faktor pribadi .026 .144 .020 .178 .859

faktor psikologi .596 .228 .267 2.617 .010


Dokumen yang terkait

Beberapa Faktor Sosial Ekonomi Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Dalam Sawi dan Jenis Sayur Lainnya (Studi Kasus : Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan)

0 39 89

ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN PEMBELIAN MAKANAN PADA RUMAH MAKAN BU LANNY JEMBER

0 20 18

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN MAKANAN Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Dalam Keputusan Pembelian Makanan Pada Rumah Makan Masakan Padang Di Daerah Boyolali.

0 2 23

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN MAKANAN Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Dalam Keputusan Pembelian Makanan Pada Rumah Makan Masakan Padang Di Daerah Boyolali.

0 3 14

PENDAHULUAN Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Dalam Keputusan Pembelian Makanan Pada Rumah Makan Masakan Padang Di Daerah Boyolali.

0 3 6

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen Di Mom Milk Surakarta.

0 6 15

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen Di Mom Milk Surakarta.

0 3 14

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SIMPATI DI KARANGANYAR.

0 1 11

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SIMPATI DI SUKOHARJO.

0 1 12

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN KARTU PRABAYAR

0 0 9