PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION PADA SISWA KELAS IVB SD NEGERI 3 METRO PUSAT TAHUN PELAJARAN 2014/2015

ABSTRAK

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA
MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN
PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION
PADA SISWA KELAS IVB SD NEGERI 3 METRO PUSAT
TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh

MUKTI ARI WIBOWO

Masalah pada penelitian ini adalah rendahnya aktivitas dan hasil belajar
siswa pada mata pelajaran matematika kelas IVB SD Negeri 3 Metro Pusat
sebesar 36,36% siswa yang tuntas dari 22 siswa. Tujuan penelitian untuk
meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa mata pelajaran matematika kelas
IVB melalui penerepan pendekatan RME.
Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan 2
siklus yang setiap siklusnya terdiri dari tahapan: perencanaan, pelaksanaan,
observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah
observasi dan tes hasil belajar pada setiap akhir siklusnya, alat pengumpulan data
dilakukan dengan menggunakan lembar panduan observasi dan soal-soal tes.
Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan RME dapat
meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, terlihat peningkatan aktivitas dan
hasil belajar siswa pada setiap siklusnya. Rata-rata aktivitas siklus I 61,48% dan
Siklus II 77,39% meningkat 15,91%. Rata-rata nilai afektif siklus I 60,12 dan
siklus II 78,52 meningkat 18,41. Rata-rata nilai psikomotor siklus I 62,05 dan
siklus II 76,14 meningkat 14,09. Rata-rata nilai kognitif siklus I 68,64 dan siklus
II sebesar 75,45 meningkat 6,81. siklus I persentase ketuntasan belajar siswa
59,09% siklus II 81,82% meningkat 22,73%.

Kata kunci: aktivitas belajar, hasil belajar, pendekatan RME

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA
MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN
PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION
PADA SISWA KELAS IVB SD NEGERI 3 METRO PUSAT
TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh
MUKTI ARI WIBOWO

Skripsi
Sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar
SARJANA PENDIDIKAN
Pada
Jurusan Ilmu Pendidikan
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Lampung

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2015

RIWAYAT HIDUP

Peneliti dilahirkan di Kelurahan Metro, Kecamatan Metro
Pusat, Kota Metro pada tanggal 18 Juni 1992, sebagai anak
keempat dari empat bersaudara dari pasangan Bapak Sarno,
A.Ma dan Ibu Lasiyem.
Pendidikan peneliti dimulai dari SD Negeri 3 Metro Pusat dan selesai pada
tahun 2004. Kemudian peneliti melanjutkan ke sekolah menengah pertama di
SMP Negeri 1 Metro dan selesai pada tahun 2007. Peneliti melanjutkan
pendidikan di SMA Negeri 2 Metro dan selesai pada tahun 2010. Selanjutnya
pada tahun 2011 peneliti melanjutkan pendidikannya ke Universitas Lampung
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah
Dasar (PGSD).

PERSEMBAHAN

Bismillahirohmannirohim
Karya ini ku persembahkan sebagai rasa syukur dan tanda baktiku kepada:

Bapakku Sarno, A.Ma dan Ibuku Lasiyem
yang telah membesarkan, mendidik, mendo’akan, mencurahkan kasih
sayang serta perhatiannya dan mengorbankan material maupun
spiritual demi kebahagiaan dan keberhasilanku.

Kakakku Rahmat Yuliarno, Rahman Susanto dan Yuyun
Isrowiyani
yang selalu memberikan dukungan, motivasi dan do’anya untukku.
serta keluarga dan sahabat-sahabatku yang selalu memberiku
motivasi, bimbingan, nasihat, dukungan dan semangat
untuk keberhasilanku, agar kelak dapat berbuat yang lebih baik
dan bermanfaat bagi diri kita dan orang lain.

Almamaterku “Universitas Lampung”

Moto

“Ya Allah berilah manfaat ilmu yang Engkau ajarkan kepadaku, dan
berilah aku sesuatu yang bermanfaat bagiku
dan tambahkanlah aku ilmu”
( H.R.Tirmidzi dan Ibnu Majah)

“Pendidikan bukanlah sesuatu yang diperoleh seseorang,
tapi pendidikan adalah sebuah proses seumur hidup”
(Gloria Steinem)

SANWACANA

Puji syukur peneliti haturkan kehadirat Allah Swt yang telah melimpahkan
rahmat serta karunia-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang
berjudul Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Matematika
melalui Penerapan Pendekatan Realistic Mathematics Education pada Siswa
Kelas IVB SD Negeri 3 Metro Pusat Tahun Pelajaran 2014/2015. Skripsi ini
merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.
Penyelesaian skripsi ini tidak lepas dari bimbingan, masukan dan bantuan
dari berbagai pihak karena peneliti menyadari masih ada kekurangan dalam
menulis skripsi ini. Peneliti menyampaikan banyak terimakasih kepada:
1.

Bapak Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si., Dekan FKIP Unila yang telah
memberikan pengesahan terhadap skripsi ini serta dukungan yang teramat
besar terhadap perkembangan program studi PGSD.

2.

Ibu Dr. Riswanti Rini, M.Si., Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Unila
yang telah menyetujui skripsi ini dan telah memberikan sumbangsih untuk
kemajuan kampus PGSD tercinta.

3.

Bapak Dr. Hi. Darsono, M.Pd., Ketua Program Studi PGSD yang telah
memberikan sumbangsih untuk kemajuan kampus PGSD dan memberikan
bantuan dan nasihat kepada peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini.

4.

Bapak Drs. Hi. Siswantoro, M.Pd., Koordinator Kampus B FKIP Unila yang
telah memberikan dukungan, masukan, motivasi dan bantuan kepada peneliti
selama proses penyusunan skripsi.

5.

Ibu Dra. Hj. Nelly Astuti, M.Pd., Dosen Pembimbing Akademik dan
sebagai Pembimbing I atas semua bimbingannya, baik tenaga dan pikiran,
masukan, saran, nasihat dan bantuan serta motivasi yang diberikan disela
kesibukannya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.

6.

Bapak Drs. Muncarno, M.Pd., Dosen Pembimbing II, yang telah
meluangkan waktunya

untuk memberikan bimbingan, masukan, saran,

nasihat dan bantuan serta motivasi

sampai penyusunan skripsi ini

terselesaikan.
7.

Ibu Dra. Hj. Yulina H., M.Pd.I., Dosen Pembahas yang telah memberikan
saran-saran dan masukan kepada peneliti sehingga skripsi ini dapat
terselesaikan dengan baik.

8.

Bapak/Ibu Dosen dan Staf Karyawan S1 PGSD UPP Metro, yang telah
membantu peneliti dalam penyusunan skripsi ini sampai terselesaikan.

9.

Ibu Yuliana, S.Pd., Kepala Sekolah SD Negeri 3 Metro Pusat yang telah
memberikan izin penelitian kepada peneliti untuk melaksanakan penelitian.

10.

Ibu Diah Mardiati, S.Pd., guru kelas IVB SD Negeri 3 Metro Pusat yang
telah bersedia menjadi teman sejawat dan membantu dalam melaksanakan
penelitian.

11.

Siswa-siswi Kelas IVB SD Negeri 3 Metro Pusat yang telah berpartisipasi
aktif sehingga penelitian ini dapat terlaksana dengan baik.

12.

Rekan-rekan mahasiswa Program Studi S1 PGSD kelas A dan B angkatan
2011, terimakasih atas bantuan, motivasi, nasihat dan do’anya, kebersamaan
dan dukungan yang telah diberikan selama ini.
Peneliti

menyadari

bahwa

dalam

skripsi

ini

belum

memenuhi

kesempurnaan, akan tetapi peneliti berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat
dan memberikan sumbangsih kepada keilmuan pendidikan.

Metro, Mei 2015
Peneliti

Mukti Ari Wibowo
NPM 1113053072

DAFTAR TABEL

Tabel
1.1. Daftar hasil belajar siswa............................................................
3.1. Lembar observasi aktivitas siswa................................................
3.2. Kisi-kisi hasil belajar aktivitas siswa..........................................
3.3. Rubrik penilaian aspek aktivitas siswa........................................
3.4. Kategori aktivitas siswa...............................................................
3.5. Lembar observasi afektif siswa...................................................
3.6. Kisi-kisi hasil belajar afektif siswa.............................................
3.7. Kategori afektif siswa.................................................................
3.8. Lembar observasi psikomotor siswa...........................................
3.9. Kisi-kisi hasil belajar psikomotor siswa......................................
3.10. Rubrik penilaian aspek psikomotor.............................................
3.11. Kategori psikomotor siswa..........................................................
3.12. Instrumen penilaian kinerja guru.................................................
3.13. Pedoman penilaian kinerja guru..................................................
3.14. Kategori kinerja guru...................................................................
3.15. Hasil belajar siswa.......................................................................
3.16. Kategori tingkat keberhasilan belajar belajar kognitif siswa......
4.1. Hasil observasi kinerja guru siklus I pertemuan 1.......................
4.2. Hasil observasi kinerja guru siklus I pertemuan 2.......................
4.3. Observasi aktivitas siswa siklus I pertemuan 1...........................
4.4. Observasi aktivitas siswa siklus I pertemuan 2...........................
4.5. Observasi afektif siswa siklus I pertemuan 1..............................
4.6. Observasi afektif siswa siklus I pertemuan 2..............................
4.7. Observasi psikomotor siklus I pertemuan 1................................
4.8. Observasi psikomotor siklus I pertemuan 2................................
4.9. Hasil belajar kognitif siswa siklus I.............................................
4.10. Hasil observasi kinerja guru siklus II pertemuan 1.....................
4.11. Hasil observasi kinerja guru siklus II pertemuan 2.....................
4.12. Observasi aktivitas siswa siklus II pertemuan 1..........................
4.13. Observasi aktivitas siswa siklus II pertemuan 2..........................
4.14. Observasi afektif siswa siklus II pertemuan 1.............................
4.15. Observasi afektif siswa siklus II pertemuan 2.............................
4.16. Observasi psikomotor siklus II pertemuan 1...............................
4.17. Observasi psikomotor siklus II pertemuan 2...............................

halaman
4
29
30
31
31
32
32
34
34
35
35
36
36
38
39
39
41
56
57
58
59
60
62
63
64
65
73
74
76
77
78
79
80
82

xiii

Tabel
4.18. Hasil belajar kognitif siswa siklus II............................................
4.19. Rekapitulasi hasil belajar aktivitas siswa siklus I dan II..............
4.20. Rekapitulasi hasil belajar afektif siswa siklus I dan II.................
4.21. Rekapitulasi hasil belajar psikomotor siswa siklus I dan II.........
4.22. Rekapitulasi nilai kinerja guru siklus I dan II..............................
4.23. Rekapitulasi hasil belajar siswa siklus I dan II.............................
4.24. Rekapitulasi persentase ketuntasan hasil belajar siswa persiklus.

halaman
83
87
89
90
93
95
97

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran
1. Surat-surat.........................................................................................
a. Surat penelitian pendahuluan......................................................
b. Surat izin penelitian universitas..................................................
c. Surat keterangan universitas.......................................................
d. Surat izin penelitian sekolah.......................................................
e. Surat keterangan penelitian.........................................................
f. Surat pernyataan teman sejawat..................................................
2. Perangkat pembelajaran....................................................................
a. Pemetaan siklus I.......................................................................
b. Pemetaan siklus II......................................................................
c. Silabus siklus I...........................................................................
d. Silabus siklus II..........................................................................
e. Rencana pelaksanaan pembelajaran siklus I..............................
f. Rencana pelaksanaan pembelajaran siklus II.............................
3. Hasil penilaian kinerja guru siklus I dan II.......................................
a. Observasi siklus I dan II.............................................................
b. Rekapitulasi siklus I dan II.........................................................
4. Hasil penilaian aktivitas siswa siklus I dan II...................................
a. Observasi siklus I dan II.............................................................
b. Rekapitulasi siklus I dan II.........................................................
5. Hasil penilaian afektif siswa siklus I dan II......................................
a. Observasi siklus I dan II.............................................................
b. Rekapitulasi siklus I dan II.........................................................
6. Hasil penilaian psikomotor siswa siklus I dan II..............................
a. Observasi siklus I dan II.............................................................
b. Rekapitulasi siklus I dan II.........................................................
7. Hasil penilaian kognitif siswa siklus I dan II...................................
a. Hasil tes siswa siklus I dan II.....................................................
b. Rekapitulasi siklus I dan II.........................................................
8. Instrumen tes siswa siklus I dan II....................................................
9. Foto kegiatan siklus I dan II.............................................................

halaman
107
108
109
110
111
112
113
115
116
119
123
126
130
138
145
146
154
156
157
161
164
165
169
172
173
177
180
181
183
185
194

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar
3.1 Prosedur penelitian tindakan kelas...............................................
4.1. Diagram rekapitulasi persentase hasil belajar aktivitas siswa
siklus I dan II................................................................................
4.2. Diagram rekapitulasi persentase hasil belajar afektif siswa siklus
I dan II...............................................................................
4.3. Diagram rekapitulasi persentase hasil belajar psikomotor siswa
siklus I dan II................................................................................
4.4. Diagram rekapitulasi persentase kinerja guru siklus I dan II........
4.5. Diagram rekapitulasi hasil belajar siswa siklus I dan II...............
4.6. Diagram rekapitulasi persentase ketuntasan hasil belajar siswa
persiklus.......................................................................................

halaman
42
88
90
92
94
96
98

xiii

DAFTAR ISI

halaman
DAFTAR TABEL ..............................................................................
DAFTAR GAMBAR ..........................................................................
DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................

xv
xvii
xviii

BAB I PENDAHULUAN....................................................................
A. Latar belakang.........................................................................
B. Identifikasi masalah.................................................................
C. Rumusan masalah....................................................................
D. Tujuan penelitian.....................................................................
E. Manfaat penelitian...................................................................

1
1
6
6
7
7

BAB II KAJIAN PUSTAKA...............................................................
A. Realistic Mathematics Education (RME)................................
1. Pengertian RME.................................................................
2. Karakteristik RME.............................................................
3. Langkah-langkah RME......................................................
4. Kelebihan dan Kelemahan RME.......................................
B. Pembelajaran............................................................................
1. Pengertian belajar..............................................................
2. Pengertian aktivitas...........................................................
3. Pengertian hasil belajar.....................................................
C. Matematika..............................................................................
1. Pengertian matematika.......................................................
2. Pembelajaran matematika di SD........................................
3. Tujuan matematika di SD..................................................
D. Kinerja guru.............................................................................
E. Kerangka pikir.........................................................................
F. Hipotesis..................................................................................

9
9
9
12
13
15
16
16
17
18
20
20
22
23
24
25
26

BAB III METODOLOGI PENELITIAN............................................
A. Jenis penelitian........................................................................
B. Setting penelitian.....................................................................
C. Teknik pengumpulan data........................................................
D. Alat pengumpulan data............................................................
E. Teknik analisis data.................................................................

27
27
27
28
28
29

xiii

halaman
F. Urutan penelitian tindakan kelas............................................
G. Prosedur penelitian tindakan kelas..........................................
H. Indikator keberhasilan.............................................................

42
42
47

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.....................
A. Hasil penelitian........................................................................
1. Profil SD Negeri 3 Metro Pusat..........................................
2. Prosedur Pelaksanaan Kegiatan Penelitian.........................
3. Pelaksanaan Kegiatan dan Hasil Penelitian Siklus I...........
a. Perencanaan....................................................................
b. Pelaksanaan....................................................................
c. Observasi........................................................................
d. Refleksi...........................................................................
e. Saran dan Perbaikan Siklus I..........................................
4. Pelaksanaan Kegiatan dan Hasil Penelitian Siklus II..........
a. Perencanaan....................................................................
b. Pelaksanaan....................................................................
c. Observasi........................................................................
d. Refleksi...........................................................................
B. Pembahasan hasil penelitian....................................................
1. Aktivitas siswa....................................................................
2. Afektif siswa.......................................................................
3. Psikomotor siswa................................................................
4. Kinerja guru........................................................................
5. Hasil belajar........................................................................

48
48
48
49
49
49
50
55
66
68
68
68
69
73
85
86
86
88
90
92
94

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN..............................................
A. Kesimpulan..............................................................................
B. Saran........................................................................................

100
100
101

DAFTAR PUSTAKA

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel
1.1. Daftar hasil belajar siswa............................................................
3.1. Lembar observasi aktivitas siswa................................................
3.2. Kisi-kisi hasil belajar aktivitas siswa..........................................
3.3. Rubrik penilaian aspek aktivitas siswa........................................
3.4. Kategori aktivitas siswa...............................................................
3.5. Lembar observasi afektif siswa...................................................
3.6. Kisi-kisi hasil belajar afektif siswa.............................................
3.7. Kategori afektif siswa.................................................................
3.8. Lembar observasi psikomotor siswa...........................................
3.9. Kisi-kisi hasil belajar psikomotor siswa......................................
3.10. Rubrik penilaian aspek psikomotor.............................................
3.11. Kategori psikomotor siswa..........................................................
3.12. Instrumen penilaian kinerja guru.................................................
3.13. Pedoman penilaian kinerja guru..................................................
3.14. Kategori kinerja guru...................................................................
3.15. Hasil belajar siswa.......................................................................
3.16. Kategori tingkat keberhasilan belajar belajar kognitif siswa......
4.1. Hasil observasi kinerja guru siklus I pertemuan 1.......................
4.2. Hasil observasi kinerja guru siklus I pertemuan 2.......................
4.3. Observasi aktivitas siswa siklus I pertemuan 1...........................
4.4. Observasi aktivitas siswa siklus I pertemuan 2...........................
4.5. Observasi afektif siswa siklus I pertemuan 1..............................
4.6. Observasi afektif siswa siklus I pertemuan 2..............................
4.7. Observasi psikomotor siklus I pertemuan 1................................
4.8. Observasi psikomotor siklus I pertemuan 2................................
4.9. Hasil belajar kognitif siswa siklus I.............................................
4.10. Hasil observasi kinerja guru siklus II pertemuan 1.....................
4.11. Hasil observasi kinerja guru siklus II pertemuan 2.....................
4.12. Observasi aktivitas siswa siklus II pertemuan 1..........................
4.13. Observasi aktivitas siswa siklus II pertemuan 2..........................
4.14. Observasi afektif siswa siklus II pertemuan 1.............................
4.15. Observasi afektif siswa siklus II pertemuan 2.............................
4.16. Observasi psikomotor siklus II pertemuan 1...............................
4.17. Observasi psikomotor siklus II pertemuan 2...............................

halaman
4
29
30
31
31
32
32
34
34
35
35
36
36
38
39
39
41
56
57
58
59
60
62
63
64
65
73
74
76
77
78
79
80
82

xv

Tabel
4.18. Hasil belajar kognitif siswa siklus II............................................
4.19. Rekapitulasi hasil belajar aktivitas siswa siklus I dan II..............
4.20. Rekapitulasi hasil belajar afektif siswa siklus I dan II.................
4.21. Rekapitulasi hasil belajar psikomotor siswa siklus I dan II.........
4.22. Rekapitulasi nilai kinerja guru siklus I dan II..............................
4.23. Rekapitulasi hasil belajar siswa siklus I dan II.............................
4.24. Rekapitulasi persentase ketuntasan hasil belajar siswa persiklus.

halaman
83
87
89
90
93
95
97

xvi

DAFTAR GAMBAR

Gambar
3.1 Prosedur penelitian tindakan kelas...............................................
4.1. Diagram rekapitulasi persentase hasil belajar aktivitas siswa
siklus I dan II................................................................................
4.2. Diagram rekapitulasi persentase hasil belajar afektif siswa siklus
I dan II...............................................................................
4.3. Diagram rekapitulasi persentase hasil belajar psikomotor siswa
siklus I dan II................................................................................
4.4. Diagram rekapitulasi persentase kinerja guru siklus I dan II........
4.5. Diagram rekapitulasi hasil belajar siswa siklus I dan II...............
4.6. Diagram rekapitulasi persentase ketuntasan hasil belajar siswa
persiklus.......................................................................................

halaman
42
88
90
92
94
96
98

xvii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran
1. Surat-surat.........................................................................................
a. Surat penelitian pendahuluan......................................................
b. Surat izin penelitian universitas..................................................
c. Surat keterangan universitas.......................................................
d. Surat izin penelitian sekolah.......................................................
e. Surat keterangan penelitian.........................................................
f. Surat pernyataan teman sejawat..................................................
2. Perangkat pembelajaran....................................................................
a. Pemetaan siklus I.......................................................................
b. Pemetaan siklus II......................................................................
c. Silabus siklus I...........................................................................
d. Silabus siklus II..........................................................................
e. Rencana pelaksanaan pembelajaran siklus I..............................
f. Rencana pelaksanaan pembelajaran siklus II.............................
3. Hasil penilaian kinerja guru siklus I dan II.......................................
a. Observasi siklus I dan II.............................................................
b. Rekapitulasi siklus I dan II.........................................................
4. Hasil penilaian aktivitas siswa siklus I dan II...................................
a. Observasi siklus I dan II.............................................................
b. Rekapitulasi siklus I dan II.........................................................
5. Hasil penilaian afektif siswa siklus I dan II......................................
a. Observasi siklus I dan II.............................................................
b. Rekapitulasi siklus I dan II.........................................................
6. Hasil penilaian psikomotor siswa siklus I dan II..............................
a. Observasi siklus I dan II.............................................................
b. Rekapitulasi siklus I dan II.........................................................
7. Hasil penilaian kognitif siswa siklus I dan II...................................
a. Hasil tes siswa siklus I dan II.....................................................
b. Rekapitulasi siklus I dan II.........................................................
8. Instrumen tes siswa siklus I dan II....................................................
9. Foto kegiatan siklus I dan II.............................................................

halaman
107
108
109
110
111
112
113
115
116
119
123
126
130
138
145
146
154
156
157
161
164
165
169
172
173
177
180
181
183
185
194

xviii

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah suatu kegiatan yang kompleks, berdimensi luas, dan
banyak variabel yang mempengaruhi keberhasilan penyelenggaraannya.
pendidikan diharapkan mampu membentuk sumber daya manusia yang
berkualitas dan mandiri, serta memberi dukungan dan perubahan untuk
perkembangan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia.
Undang-undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 pasal 1
ayat 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) menyebutkan
bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk dapat
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara”. Depdiknas (2008: 3)
Pengertian tersebut menjelaskan bahwa pendidikan merupakan suatu
usaha atau aktivitas untuk membentuk manusia-manusia yang cerdas dalam
berbagai aspeknya baik intelektual, sosial, emosional maupun spiritual,
terampil serta berkepribadian dan dapat berprilaku dengan dihiasi akhlak
mulia. Ini berarti bahwa dengan pendidikan diharapkan dapat terwujud suatu
kualitas manusia yang baik dalam seluruh dimensinya, baik dimensi
intelektual, emosional, maupun spiritual yang nantinya mampu mengisi

2

kehidupannya secara produktif bagi kepentingan dirinya dan masyarakat.
Penyelenggaraan pendidikan harus mampu menjamin pemerataan kesempatan
pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen
pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan
kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan
pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan.
Menurut Wahyudin (2008: 1.1) pendidikan adalah humanisasi, yaitu
upaya memanusiakan manusia atau upaya manusia agar mampu mewujudkan
diri manusia (siswa) itu mengerti, paham, dan lebih dewasa serta mampu
membuat manusia (siswa) lebih kritis dalam berpikir. Guna mewujudkan
tujuan tersebut, maka lembaga pendidikan perlu melakukan usaha-usaha
untuk meningkatkan pendidikan serta mengajak seluruh lapisan masyarakat
untuk ikut berperan aktif dalam meningkatkan pendidikan di negara Indonesia
ini.
Pendidikan dasar memiliki peranan penting dalam usaha meningkatkan
kualitas sumber daya manusia dimasa yang akan datang. Salah satu
komponen pendidikan dasar adalah bidang-bidang pengajaran diantaranya
matematika. Pendidikan matematika berfungsi untuk mengembangkan
kemampuan berkomunikasi dengan aljabar, aritmatika, dan geometri serta
ketajaman penalaran yang dapat membantu memperjelas dan menyelesaikan
permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan matematika sangat
diutamakan di sekolah dasar (SD) agar siswa mengenal, memahami, dan
mahir mempergunakan bilangan dalam kaitannya dengan praktek kehidupan
sehari-hari. Matematika yang merupakan ilmu dengan objek abstrak dan

3

dengan

pengembangan

melalui

penalaran

deduktif

telah

mampu

mengembangkan model yang menerapkan contoh dari sistem itu sendiri yang
pada akhirnya telah digunakan untuk memecahkan persoalan dalam
kehidupan sehari-hari.
Aktivitas belajar merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan
dalam proses pembelajaran matematika. Aktivitas akan terjadi apabila minat
pada siswa itu ada. Minat yang timbul dari kebutuhan siswa merupakan faktor
penting bagi siswa dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya. Minat belajar
siswa juga harus diperhatikan agar aktivitas siswa dapat terwujud. Adanya
minat belajar pada siswa dapat memudahkan membimbing dan mengarahkan
siswa untuk belajar matematika.
Guru dapat menerapkan berbagai pendekatan pembelajaran, seperti
bagaimana bermain sambil belajar matematika, menggunakan alat peraga
yang menarik atau memanipulasi alat peraga, dan mengaitkan pembelajaran
matematika dengan dunia siswa SD, sehingga muncul pembelajaran aktif,
kreatif, efektif, dan menyenangkan. Pembelajaran matematika yang dilakukan
dengan mengimplementasikan berbagai hal tersebut, diharapkan berdampak
pada perolehan hasil belajar yang meningkat.
Berdasarkan hasil observasi dan pengamatan serta wawancara dengan
guru yang mengajar di kelas IVB SD Negeri 3 Metro Pusat pada tanggal 15
Desember 2014, diperoleh data seperti pada tabel berikut.

4

Tabel 1.1. Daftar hasil belajar matematika siswa kelas IVB SD Negeri 3
Metro Pusat
KKM yang
ditetapkan

Jumlah
seluruh
siswa

Jumlah
siswa
tuntas

67

22

8

Jumlah
siswa
tidak
tuntas
14

Persentase
siswa
tuntas

Persentase
siswa tidak
tuntas

36,36 %

63,64%

Berdasarkan tabel 1.1. di atas diketahui bahwa pembelajaran
matematika di kelas IVB SD Negeri 3 Metro Pusat belum berlangsung seperti
apa yang diharapkan. Sehingga mengakibatkan rendahnya aktivitas dan hasil
belajar siswa, terlihat hanya 36,36% siswa atau 8 siswa dari 22 siswa yang
mencapai kriteria ketuntasan minimal. Rendahnya aktivitas dan hasil belajar
siswa diakibatkan: (1) Belum terciptanya proses pembelajaran yang inovatif,
sehingga pembelajaran masih bersifat satu arah atau berpusat pada guru
(teacher centered), (2) siswa belum dilibatkan sepenuhnya dalam proses
pembelajaran, baik ketika penanaman konsep maupun penugasan, (3) Siswa
mengalami kesulitan dalam menyampaikan pendapat atau gagasan untuk
memecahkan suatu masalah karena kurangnya keterampilan berbicara siswa
dengan baik, sehingga mengakibatkan tidak pahamnya siswa terhadap materi,
(4) Pembelajaran bersifat abstrak, belum mengaitkan materi pembelajaran
dengan situasi dunia nyata siswa, (5) Guru belum maksimal melaksanakan
pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pembelajaran Realistic
Mathematics Education (RME).
Mengatasi berbagai temuan di atas, diperlukan pembelajaran yang dapat
memotivasi siswa untuk lebih aktif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan guna
meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Diharapkan guru menerapkan
pendekatan Realistic Mathematics Education (RME).

5

Menurut Tarigan (2006:

4) RME merupakan pembelajaran yang

orientasinya menuju kepada penalaran siswa yang bersifat realistik sesuai
dengan tuntutan kurikulum yang ditunjukan kepada pengembangan pola pikir
praktis, logis, kritis, dan jujur dengan berorientasi pada penalaran matematika
dalam menyelesaikan masalah.
Selain itu, RME menekankan pada keterampilan proses matematika,
berdiskusi dan berkolaborasi, beragumentasi dengan teman sekelas sehingga
mereka dapat menemukan sendiri dan akhirnya menggunakan matematika
untuk menyelesaikan masalah baik secara individu maupun kelompok. Perlu
diketahui bahwa dalam RME tidak hanya berhenti pada penggunaan masalah
realistik. Masalah realistik hanyalah pengantar siswa untuk menuju proses
matematisasi. Pendekatan RME mempermudah guru dalam melaksanakan
proses pembelajaran matematika kepada siswa karena menggunakan media
yang nyata dan mengkaitkan dengan masalah kehidupan siswa sehari-hari
sehingga siswa mudah menerima materi yang diberikan oleh guru.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka diperlukan perbaikan kualitas
pembelajaran pada aktivitas dan hasil belajar matematika, oleh sebab itu
peneliti mengangkat judul peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada
mata

pelajaran

matematika

melalui

penerapan

pendekatan

realistic

mathematics education pada siswa kelas IVB SD Negeri 3 Metro Pusat tahun
pelajaran 2014/2015.

6

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, perlu diidentifikasikan
permasalahan yang ada, yaitu sebagai berikut.
1.

Belum terciptanya proses pembelajaran yang inovatif, sehingga
pembelajaran masih bersifat satu arah atau berpusat pada guru
(teacher centered).

2.

Siswa mengalami kesulitan dalam menyampaikan pendapat atau
gagasan untuk memecahkan suatu masalah karena kurangnya
keterampilan berbicara siswa dengan baik, sehingga mengakibatkan
tidak pahamnya siswa terhadap materi.

3.

Siswa belum dilibatkan sepenuhnya dalam proses pembelajaran, baik
ketika penanaman konsep, maupun penugasan.

4.

Pembelajaran bersifat abstrak, belum mengaitkan materi pembelajaran
dengan situasi dunia nyata siswa.

5.

Guru belum maksimal dalam melaksanakan pembelajaran dengan
menggunakan

pendekatan

pembelajaran

Realistic

Mathematics

Education (RME).

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dengan identifikasi masalah di atas,
rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.

Bagaimanakah penerapan pendekatan RME dapat meningkatkan
aktivitas belajar siswa pada pembelajaran matematika kelas IVB SD
Negeri 3 Metro Pusat tahun pelajaran 2014/2015?

7

2.

Bagaimanakah penerapan pendekatan RME dapat meningkatkan hasil
belajar siswa pada pembelajaran matematika kelas IVB SD Negeri 3
Metro Pusat tahun pelajaran 2014/2015.

D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka tujuan
penelitian ini adalah untuk:
1.

Meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran matematika
kelas IVB SD Negeri 3 Metro Pusat tahun pelajaran 2014/2015 melalui
penerapan pendekatan RME.

2.

Meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika kelas
IVB SD Negeri 3 Metro Pusat tahun pelajaran 2014/2015 melalui
penerapan pendekatan RME.

E. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di
kelas IVB SD Negeri 3 Metro Pusat adalah:
1. Bagi siswa
a. Melalui pendekatan RME diharapkan aktivitas belajar siswa pada
pembelajaran matematika dapat meningkat.
b. Melalui pendekatan RME diharapkan hasil belajar siswa pada
pembelajaran matematika dapat meningkat.

8

2. Bagi guru
Memperluas wawasan guru tentang penerapan pendekatan RME
dalam pembelajaran matematika serta dapat dijadikan salah satu alternatif
mengajar oleh guru sehingga dapat meningkatkan kualitas profesional guru
dalam menyelenggarakan pembelajaran di kelas sesuai dengan kurikulum
yang berlaku.
3. Bagi sekolah
Memberikan sumbangan pemikiran bagi sekolah dalam upaya
meningkatkan kualitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran dan
menghasilkan lulusan yang mampu bersaing untuk melanjutkan kejenjang
sekolah berikutnya.
4. Bagi peneliti
Menambah pengalaman tentang penelitian tindakan kelas, sebagai
rujukan untuk diimplementasikan pada mata pelajaran yang lainnya
sehingga dapat menjadi guru yang profesional.

9

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Realistic Mathematics Education (RME)
1. Pengertian Realistic Mathematics Education (RME)
Secara harfiah realistic mathematics education diterjemahkan sebagai
pendidikan matematika realistik yaitu pendekatan belajar matematika yang
dikembangkan atas dasar gagasan Frudenthal. Gagasan ini menunjukkan
bahwa RME tidak menempatkan matematika sebagai produk jadi,
melainkan suatu proses yang sering disebut dengan guided reinvention.
RME menjadi suatu alternatif dalam pembelajaran matematika dalam
penelitian ini.
Hadi (2005: 19) menjelaskan bahwa dalam matematika realistik dunia
nyata digunakan sebagai titik awal untuk pengembangan ide dan konsep
matematika. Penjelasan lebih lanjut bahwa pembelajaran matematika
realistik ini berangkat dari kehidupan siswa, yang dapat dengan mudah
dipahami oleh siswa, nyata, dan terjangkau oleh imajinasinya, dan dapat
dibayangkan sehingga mudah baginya untuk mencari kemungkinan
penyelesaiannya dengan menggunakan kemampuan matematis yang telah
dimiliki.

10

Kemudian Tarigan (2006: 3) menambahkan bahwa pembelajaran
matematika realistik menekankan akan pentingnya konteks nyata yang
dikenal siswa dan proses konstruksi pengetahuan matematika oleh siswa
sendiri. Selanjutnya Rahayu (2010: 15) mengemukakan bahwa pendidikan
matematika realistik merupakan suatu pendekatan pembelajaran matematika
yang lebih menekankan realitas dan lingkungan sebagai titik awal dari
pembelajaran.
Selain itu, RME menekankan pada keterampilan proses matematika,
berdiskusi dan berkolaborasi, beragumentasi dengan teman sekelas sehingga
mereka dapat menemukan sendiri dan akhirnya menggunakan matematika
untuk menyelesaikan masalah baik secara individu maupun kelompok. Namun,
perlu diketahui bahwa dalam RME tidak hanya berhenti pada penggunaan
masalah realistik. Masalah realistik hanyalah pengantar siswa untuk menuju
proses matematisasi.

Selaras dengan pendapat-pendapat ahli di atas, Aisyah (2007: 7.1)
mengemukakan bahwa pendekatan matematika realistik merupakan suatu
pendekatan belajar matematika yang dikembangkan untuk mendekatkan
matematika kepada siswa. Masalah-masalah nyata dari kehidupan seharihari yang dimunculkan sebagai titik awal pembelajaran matematika.
Penggunaan masalah realistik ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa
matematika sebenarnya dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Sementara itu Gravemeijer (Tarigan, 2006: 5) menyatakan bahwa
dalam RME ada lima tahapan yang harus dilalui siswa yaitu penyelesaian
masalah, penalaran, komunikasi, kepercayaan diri, dan representasi. Tahap
penyelesaian masalah, siswa diajak menyelesaikan masalah sesuai dengan

11

caranya sendiri. Siswa diajak untuk menemukan sendiri dan yang lebih
pentingnya lagi jika dia menemukan pendapat atau ide yang ditemukan
sendiri.
Tahap penalaran, siswa dilatih untuk bernalar dalam setiap
mengerjakan setiap soal yang dikerjakan. Artinya pada tahap ini diberi
kebebasan untuk mempertanggungjawabkan metode atau cara yang
ditemukan sendiri dengan mengerjakan setiap soal.
Tahap komunikasi, siswa diharapkan dapat mengkomunikasikan
jawaban yang dipilih pada temannya.

Siswa berhak juga menyanggah

(menolak) jawaban milik temannya yang dianggap tidak sesuai dengan
pendapatnya sendiri. Pada tahap kepercayaan diri, siswa diharapkan mampu
melatih kepercayaan diri dengan mau menyampaikan jawaban soal yang
diperoleh kepada temannya dan berani maju ke depan kelas. Seandainya
jawaban yang dilihatnya berbeda dengan jawaban teman, siswa diharapkan
mau menyampaikan dengan penuh tanggungjawab, berani mengemukakan
pendapat baik secara lisan maupun tulisan.
Tahap representasi, siswa memperoleh kebebasan untuk memilih
bentuk representasi yang diinginkan (benda konkrit, gambar, atau lambanglambang matematika untuk menyajikan atau menyelesaikan masalah yang
dia hadapi. Dia membangun penalarannya, kepercayaan dirinya melalui
bentuk representasi yang dipilihnya.
Berdasarkan

beberapa

pengertian

tentang

RME

yang

telah

dikemukakan di atas, peneliti menyimpulkan bahwa pembelajaran RME
merupakan suatu pembelajaran yang menekankan pada hal-hal yang

12

kontekstual dan nyata yang berkaitan dengan masalah dalam kehidupan
sehari-hari, sehingga dapat mempermudah siswa menerima materi dan
memberikan pengalaman langsung yang bermakna bagi siswa.

2. Karakteristik Realistic Mathematics Education
Salah satu karakteristik mendasar dalam RME yang diperkenalkan
oleh Frudenthal (Wijaya, 2012: 20) adalah guided reinvention sebagai suatu
proses yang dilakukan siswa secara aktif untuk menemukan kembali suatu
konsep matematika dengan bimbingan guru. Sejalan dengan pendapat
Frudenthal, Gravemeijer (Tarigan, 2006: 4) mengemukakan empat tahap
dalam proses guided reinvention, yaitu: (a) tahap situasional, (b) tahap
referensial, (c) tahap umum, dan (d) tahap formal.
Konsep guided reinvention dianggap masih terlalu global untuk
menjadi karakteristik dari RME.

Dibutuhkan adanya karakteristik yang

lebih khusus untuk membedakan antara RME dengan pendekatan lain.
Aisyah (2007: 7.18 – 7.19) merumuskan lima karakteristik RME sebagai
pedoman dalam merancang pembelajaran matematika, yaitu:
a. Pembelajaran harus dimulai dari masalah yang diambil dari dunia
nyata. Masalah yang digunakan sebagai titik awal pembelajaran
harus nyata bagi siswa agar mereka dapat langsung terlibat dalam
situasi yang sesuai dengan pengalaman mereka. Sebab
pembelajaran yang langsung diawali dengan matematika formal
cenderung menimbulkan kecemasan matematika (mathematics
anxiety).
b. Dunia abstrak dan nyata harus dijembatani oleh model. Model harus
sesuai dengan abstraksi yang harus dipelajari siswa. Model dapat
berupa keadaan atau situasi nyata dalam kehidupan siswa. Model
dapat pula berupa alat peraga yang dibuat dari bahan-bahan yang
juga ada di sekitar siswa.
c. Siswa memiliki kebebasan untuk mengekspresikan hasil kerja
mereka dalam menyelesaikan masalah nyata yang diberikan guru.

13

Siswa memiliki kebebasan untuk mengembangkan strategi
penyelesaian masalah sehingga diharapkan akan diperoleh berbagai
varian dari pemecahan masalah tersebut.
d. Proses pembelajaran harus interaktif. Interaksi baik antar guru dan
siswa maupun siswa dengan siswa merupakan elemen yang penting
dalam pembelajaran matematika. Siswa dapat berdiskusi dan
bekerjasama dengan siswa lain, bertanya, dan menanggapi
pertanyaan serta mengevaluasi pekerjaan mereka.
e. Hubungan diantara bagian-bagian dalam matematika, dengan
disiplin ilmu lain, dan dengan masalah lain dari dunia nyata
diperlukan sebagai satu kesatuan yang saling terkait dalam
menyelesaiakan masalah.
Berdasarkan pemaparan di atas, dapat diketahui bahwa RME memiliki
karakteristik khusus yang membedakan RME dengan pendekatan lain. Ciri
khusus ini yaitu adanya konteks permasalahan realistik yang menjadi titik
awal

pembelajaran

matematika,

serta

penggunaan

model

untuk

menjembatani dunia matematika yang abstrak menuju dunia nyata.

3. Langkah-langkah Penerapan Realistic Mathematics Education
Setiap model, pendekatan, atau teknik pembelajaran memiliki

prosedur pelaksanaan yang terstruktur sesuai dengan karakteristiknya.
Begitupun dengan RME, berikut ini langkah-langkah penerapan RME
dalam pembelajaran yang dikemukakan oleh Zulkardi (Aisyah, 2007: 7.20),
yaitu.
a. Hal yang dilakukan diawal adalah menyiapkan masalah realistik.
Guru harus benar-benar memahami masalah dan memiliki berbagai
macam strategi yang mungkin akan ditempuh siswa dalam
menyelesaikannya.
b. Siswa diperkenalkan dengan strategi pembelajaran yang dipakai
dan diperkenalkan kepada masalah realistik.
c. Kemudian siswa diminta untuk memecahkan masalah tersebut
dengan cara mereka sendiri.
d. Siswa mencoba berbagai strategi untuk menyelesaikan masalah
tersebut sesuai dengan pengalamannya, dapat dilakukan secara
individu maupun kelompok.

14

e. Kemudian setiap siswa atau kelompok mempresentasikan hasil
kerjanya di depan kelas, siswa atau kelompok lain memberi
tanggapan terhadap hal kerja penyaji.
f. Guru mengamati jalannya diskusi kelas dan memberi taggapan
sambil mengarahkan siswa untuk mendapatkan strategi terbaik
serta menemukan aturan atau prinsip yang bersifat lebih umum.
g. Setelah mencapai kesepakatan tentang strategi terbaik melalui
diskusi kelas, siswa diajak menarik kesimpulan dari pelajaran saat
itu. Pada akhir pembelajaran siswa harus mengerjakan soal evaluasi
dalam bentuk matematika formal.
Sedangkan langkah-langkah penerapan RME dalam pembelajaran
menurut Hobri (2009: 170-172)
a. Langkah 1 : Memahami masalah kontekstual
Guru memberikan masalah kontekstual dan siswa
memahami permasalahan tersebut.
b. Langkah 2 : Menjelaskan masalah kontekstual
Guru menjelaskan situasi dan kondisi soal dengan
memberikan petunjuk/saran seperlunya (terbatas)
terhadap bagian-bagian tertentu yang belum dipahami
siswa. Penjelasan ini hanya sampai siswa mengerti
maksud soal.
c. Langkah 3 : Menyelesaikan masalah kontekstual
Siswa secara individu menyelesaikan masalah
kontekstual dengan cara mereka sendiri. Guru
memotivasi siswa untuk menyelesaikan masalah
dengan
cara
mereka
dengan
memberikan
pertanyaan/petunjuk/saran.
d. Langkah 4 : Membandingkan dan mendiskusikan jawaban
Guru menyediakan waktu dan kesempatan pada siswa
untuk membandingkan dan mendiskusikan jawaban
dari soal secara berkelompok. Untuk selanjutnya
dibandingkan dan didiskusikan pada diskusi kelas.
e. Langkah 5 : Menyimpulkan
Dari diskusi, guru mengarahkan siswa menarik
kesimpulan suatu prosedur atau konsep, dengan guru
bertindak sebagai pembimbing.
Berdasarkan kedua pendapat para ahli mengenai langkah-langkah
penerapan RME dalam pembelajaran, peneliti menggunakan langkahlangkah yang dikemukakan oleh Zulkardi (Aisyah, 2007: 7.20), yaitu: (1)
menyiapkan masalah realistik, (2) memperkenalkan strategi pembelajaran,
(3) siswa memecahkan masalah, (4) siswa mencoba berbagai strategi dalam

15

memecahkan masalah, (5) siswa mempresentasikan hasil diskusi, (6)
mengamati jalannya diskusi dan memberikan tanggapan, (7) evaluasi dan
menarik kesimpulan dari pelaksanaan pembelajaran.

4. Kelebihan dan Kelemahan Realistic Mathematics Education (RME)
Kelebihan dan kelemahan selalu terdapat dalam setiap model, strategi,
atau metode pembelajaran. Kelebihan dan kelemahan tersebut hendaknya
menjadi referensi untuk penekanan-penekanan terhadap hal yang positif dan
meminimalisir kelemahan-kelemahannya dalam pelaksanaan pembelajaran.
Asmin (Tandililing, 2012: 21) menjelaskan secara rinci kelebihan dan
kelemahan RME.
1) Kelebihan
1) Siswa membangun sendiri pengetahuan, sehingga siswa tidak
mudah lupa dengan pengetahuannya.
2) Memupuk kerjasama dalam kelompok.
3) Siswa merasa dihargai dan semakin terbuka, karena setiap jawaban
siswa ada nilainya.
4) Suasana proses pembelajaran menyenangkan karena menggunakan
realitas kehidupan, sehingga siswa tidak cepat bosan belajar
matematika.
5) Melatih keberanian siswa dalam menjelaskan jawabannya.
6) Melatih siswa untuk terbiasa berpikir dan mengemukakan
pendapat.
b. Kelemahan
1) Membutuhkan alat peraga yang sesuai dengan situasi pembelajaran
saat itu.
2) Karena sudah terbiasa diberi informasi terlebih dahulu maka siswa
masih kesulitan dalam menemukan sendiri jawaban dari
permasalahan.
3) Membutuhkan waktu yang lama terutama bagi siswa yang lemah.
4) Siswa yang pandai kadang-kadang tidak sabar menanti temannya
yang belum selesai.

16

Bila Tandililing memaparkan kelebihan dan kelemahan RME,
Warli (2010: 12) memberikan solusi dalam upaya meminimalisir
kelemahan dalam penerapan RME antara lain:
1) Pemilihan alat peraga harus lebih cermat dan disesuaikan dengan
materi yang sedang dipelajari.
2) Peranan guru dalam membimbing siswa dan memberikan motivasi
harus lebih ditingkatkan.
3) Guru harus lebih cermat dan kreatif dalam membuat soal atau
masalah realistik.
4) Siswa yang lebih cepat dalam menyelesaikan soal atau masalah
kontekstual dapat diminta untuk menyelesaikan soal-soal lain
dengan tingkat kesulitan yang sama bahkan lebih sulit.

B. Pembelajaran
1. Pengertian Belajar
Belajar merupakan suatu kebutuhan bagi setiap manusia, karena
dengan belajar seseorang dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan,
dan sikap yang semua itu baik bagi dirinya maupun orang lain dalam
kehidupan bermasyarakat. Belajar hanya mungkin terjadi apabila anak aktif
mengalami sendiri. Menurut Hernawan dkk (2007: 2) mengatakan bahwa
belajar adalah proses perubahan perilaku yang dilakukan secara sadar dan
bersifat menetap, perubahan perilaku tersebut meliputi perubahan dalam hal
kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan).
Kemudian menurut Gagne (Susanto, 2013: 1) menyatakan bahwa belajar
adalah suatu pro

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DI KELAS IVB SD NEGERI 2 METRO TIMUR TAHUN PELAJARAN 2009/2010.

0 8 50

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI 8 METRO SELATAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012

0 6 47

PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION DAN PAKEM UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VB SD NEGERI 8 METRO TIMUR TAHUN PELAJARAN 2012/2013

1 17 73

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE DISKUSI KELOMPOK PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS V SD NEGERI 3 METRO PUSAT TAHUN PELAJARAN 2012/2013

1 8 41

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 4 METRO UTARA TAHUN PELAJARAN 2014/2015

0 5 66

PENERAPAN TEAM GAME TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN TEMATIK SISWA KELAS IVB SD NEGERI 01 METRO PUSAT TAHUN PELAJARAN 2013/2014

0 6 70

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) SISWA KELAS VB SD NEGERI 3 METRO PUSAT TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 3 47

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE INDEX CARD MATCH PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS IVB SD NEGERI 07 METRO PUSAT TAHUN PELAJARAN 2013/2014

1 25 71

PENERAPAN MEDIA REALIA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IA SD NEGERI 7 METRO PUSAT TAHUN PELAJARAN 2014/2015

7 89 76

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION PADA SISWA KELAS IVB SD NEGERI 3 METRO PUSAT TAHUN PELAJARAN 2014/2015

3 24 99

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3864 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1026 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 924 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 617 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 772 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1320 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1214 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 803 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1084 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1315 23