Promosi Kampung Budaya Sindang Barang-Bogor

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Indonesia memiliki kekayaan alam yang tidak ternilai yang sangat berpotensi sebagai daya tarik wisata yang dapat meningkatkan devisa negara. Namun masih banyak daerah di Indonesia yang berpotensi dan belum berkembang. Pariwisata juga merupakan suatu pengembangan dan aktifitas ekonomi suatu daerah. Oleh karena itu perencanaan dan pengembangan pariwisata harus selaras dengan perencanaan dan pengembangan bangunan secara keseluruhan sehingga pada akhirnya dapat memberikan hasil secara maksimal dan berkelanjutan. Selain sangat berpotensi dalam meningkatkan devisa negara, pembangunan pariwisata dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi penduduk setempat. Adanya kemudahan dalam mengurus ijin dan retribusi di bidang pariwisata sangat membantu perkembangan kota tersebut

Salah satunya adalah Kampung budaya Sindangbarang Bogor, Kampung budaya Sindangbarang Bogor adalah tempat wisata budaya Sunda yang menampilkan berbagai fasilitas permainan dan kesenian Sunda yang berlokasi di Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor Jawa Barat. Tempat ini berdiri sejak tahun 2006, digunakan untuk tempat wisata, rekreasi dan kegiatan upacara adat.


(2)

2 Gambar 1.1 Peta Lokasi Kampung Budaya Sindangbarang - Bogor

Dengan luas 8.600 meter persegi, di Kampung Budaya Sindangbarang Bogor saat ini terdapat 29 bangunan tradisional Budaya Sunda. Sejatinya, dalam sebuah kampung adat Sunda dahulu, bangunan-bangunan ini untuk dihuni dan digunakan pupuhu (Kepala adat), panggiwa (Pembantu Pupuhu), beserta kokolot (para tokoh adat). Di lahan tersebut berdiri 29 unit bangunan yang sama sekali tidak mencerminkan bangunan masa kini. Justru bangunan tersebut terdiri dari 10 rumah berdinding bambu, 17 lumbung padi, 2 bangunan saung lisung, dan fasilitas-fasilitas rekreasi.


(3)

3 Gambar 1.2 Rumah Berdinding Bambu

(Sumber: Kampung Budaya Sindangbarang 2010)

Gambar 1.3 Rumah Gede

(Sumber: Kampung Budaya Sindangbarang 2010)

Sejak tahun 2006 Kampung Budaya Sindangbarang Bogor ini sudah tiga kali mewakili Kabupaten Bogor pada Festival Budaya Jawa Barat, yakni pada tahun 2006, 2007, dan 2008.

Sekarang keberadaan Kampung Budaya Sindangbarang tersebut jarang diketahui oleh sebagian orang, karena selain lokasi yang sangat jauh dari perkotaan dan tidak adanya sarana transportasi untuk menuju lokasi sehingga para pengunjung kesulitan untuk berkunjung.


(4)

4 Para remaja masih terbilang kurang pada nilai seni budaya yang ada di Indonesia khususnya Budaya Sindangbarang, dan biasanya hanya datang pada acara-acara tertentu. Terlepas dari itu kedatangan wisatawan di kalangan remaja masih kurang. Ini karena para remaja lebih menyukai tempat-tempat wisata yang lebih modern dibandingkan dengan wisata khas Indonesia.

Penanaman kecintaan terhadap kebudayaan Indonesia perlu ditanamkan sejak dini. Mesti adanya sarana dan prasarana yang menunjang agar hal itu dapat terwujud dengan baik. Pada Kampung Budaya Sindangbarang diberikan pengetahuan tentang wawasan terhadap sejarah budaya khususnya Budaya Sunda, dan menawarkan pelatihan untuk belajar kesenian Budaya Sunda secara gratis. Kesenian Sunda yang diperkenalkan antara lain seni tari tradisional, jaipongan, gindang, calung, angklung.

Kampung Budaya Sindangbarang juga menyediakan fasilitas-fasilitas rekreasi yang bias dijadikan daya tarik bagi para pengunjung, fasilitas-fasilitas tersebut antara lain kegiatan Arum jeram (rafting), Flying fox, Sanggar Tari, dan Permainan Tradisional, sehingga selain menampilkan bangunan-bangunan Tradisional, fasilitas-fasilitas ini dapat dijadikan daya tarik bagi pengunjung.

Kampung Budaya Sindangbarang merupakan salah satu tempat wisata budaya yang dapat mendatangkan devisa bagi negara. Kampung Budaya Sindangbarang ini mampu bersaing dengan tempat – tempat wisata lain di Kota Bogor, kemampuan berkompetisi dengan tempat – tempat pariwisata lain tersebut pada akhirnya harus membuat pengelola mengatur strategi untuk memasarkan Kampung Budaya Sindangbarang tersebut kepada khalayak publik.


(5)

5

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka identifikasi masalah sebagai berikut :

Kurangnya informasi kepada masyarakat tentang keberadaan Kampung Budaya Sindangbarang sebagai tempat rekreasi alternatif di Kota Bogor.

Kurangnya informasi tentang Kampung Budaya Sindangbarang sebagai tempat rekreasi dan pembelajaran mengenai seni Budaya Sunda.

Masih minimnya promosi yang dilakukan Kampung Budaya Sindangbarang untuk memperkenalkan kepada khalayak terutama mengenai fasilitas dan aktivitas yang ada.

Kurangnya penyampaian suatu pesan melalui media visual yang efektif.

Perlunya informasi kepada khalayak tentang fasilitas-fasilitas yang ditawarkan oleh Kampung Budaya Sindangbarang sehingga dapat menarik minat khalayak agar berkunjung.

1.3 Fokus Masalah

Berdasakan uraian yang di jelaskan diatas, dalam upaya menjelaskan ruang lingkup permasalahan yang dihadapi, maka penulis mengemukakan masalah sebagai berikut :

Bagaimana membuat konsep perancangan bentuk visual yang memberikan informasi dalam media promosi tentang fasilitas-fasilitas yang ditawarkan oleh Kampung Budaya Sindangbarang?


(6)

6 1.4 Batasan Masalah

Begitu banyak potensi yang dimiliki oleh Kampung Budaya Sindangbarang sehingga potensi untuk dapat melestarikan dan menjadi tempat pembelajaran secara langsung sekaligus memperkenalkan Budaya Sunda sangat terbuka. Oleh karena itu, permasalahan masalah ini membahas tentang Kampung Budaya Sindangbarang dalam lingkup lokasi dan kegiatan yang ada didalam Kampung Budaya Sindangbarang sebagai tempat Wisata Budaya Sunda di Kota Bogor.

1.5 Tujuan Perancangan

Tujuan perancangan dari Kampung Budaya Sindangbarang ini adalah agar para remaja saat ini mau untuk berkunjung dan menikmati fasilitas-fasilitas rekreasi yang ditawarkan oleh Kampung Budaya Sindangbarang sekaligus menjadikan Kampung Budaya Sindangbarang sebagai tempat rekreasi alternatif di Kota Bogor, dan menginformasikan kepada khalayak tentang fasilitas dan keberadaan dari Kampung Budaya Sindangbarang tersebut.

Tujuan perancangan itu meliputi :

Memberikan informasi tentang fasilitas-fasilitas yang disediakan Kampung Budaya Sindangbarang dan menginformasikan keberadaan Kampung Budaya Sindangbarang kepada khalayak melalui media visualn sehingga dapat menarik minat pengunjung.

Menyampaikan suatu pesan promosi yang sifatnya persuasif kepada khalayak melalui media visual yang efektif.


(7)

7 1.6 Definisi Kata Kunci

Promosi

Promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Dengan adanya promosi produsen atau distributor mengharapkan kenaikannya angka penjualan. (Kotler, Armstrong, 2007)

Kampung

Kata “kampung” adalah kesatuan masyarakat yang memiliki

batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat.

Budaya

Budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. (Selo, Soemardjan, 2006)

Sindangbarang

Sindangbarang telah dikenal dan tercatat dalam abad pajajaran sebagai salah satu daerah penting kerajaan sunda. Hal ini disebabkan di sindangbarang terdapat salah satu keraton kerajaan tempat tinggalnya salah satu istri Prabu Siliwangi yang bernama Dewi Kentring Manik Mayang Sunda.


(8)

8 Nama Sindangbarang dibagi menjadi dua, yaitu :

a. Sindang yang berarti berhenti.

b. Barang yang berarti melambangkan duniawi atau yang bersifat keduniawian.

Jadi dapat diartikan bahwa Sindangbarang adalah berhenti dalam sifat keduniawian maka sering disebut juga sebagai tempat untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta.(www.kp-sindangbarang.com)

Bogor

Dijelaskan dalam laman resmi kota Bogor bahwa, Kota Bogor adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak di sebelah selatan Kota Jakarta, dan wilayahnya berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor. Kota Bogor dikenal dengan sebutan kota hujan, karena memiliki curah hujan yang sangat tinggi.


(9)

9

BAB II

KAMPUNG BUDAYA SINDANGBARANG

2.1 Pengertian Umum Budaya

Budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal ) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain dan mengandung pengertian nilai sosial, religious, dan lain-lain.

Kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

2.1.1 Wujud Kebudayaan

Menurut laman culture.id.com (2007), wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga : gagasan, aktivitas, dan artefak.

Gagasan (wujud ideal)

Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, norma-norma, dan peraturan. Wujud kebudayaan ini terletak didalam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka didalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat itu sendiri.


(10)

10 Aktivitas (tindakan)

Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan Sistem Sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi. mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu berdasarkan adat tata kelakuan yang terjadi dalam kehidupan sehari hari, dan dapat diamati atau didokumentasikan.

Artefak (karya)

Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan.

Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan menjadi dua komponen utama :

Kebudayaan material

Kebudayaan material mengarah pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan seperti : mangkuk tanah liat, senjata, batu-batu dan lain-lain. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang seperti : pesawat terbang, televisi, pakaian, dan lain-lain.

Kebudayaan nonmaterial

Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan yang diwariskan dari generasi ke generasi selanjutnya, seperti dongeng, cerita rakyat, lagu, dan tarian tradisional.


(11)

11 Berikut adalah gambar dari wujud kebudayaan :

Gambar 2.1 Batu Menhir peninggalan Kerajaan Pajajaran.

2.2 Kota Bogor

2.2.1 Perihal Kota Bogor

Kota Bogor adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Pada tahun 1950, Bogor menjadi Kota besar yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 16 tahun 1950, pada tahun 1957 nama pemerintahan Kota Bogor diubah menjadi Kota Praja Bogor, sesuai denga Undang-Undang nomor 1 tahun 1957. Kota Praja Bogor berubah menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Bogor,dan lalu Kotamadya Bogor berubah menjadi Kota Bogor pada tahun 1999 dengan berlakunya Undang-Undang nomor 22 tahun 1999.

Kota Bogor ini terletak 54 km sebelah selatan Kota Jakarta, dengan luas 21,56 km², dan jumlah penduduknya 834.000 jiwa (2003). Kota Bogor terdiri atas 6 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 68 kelurahan. Kota Bogor dikenal dengan nama Buitenzorg dalam bahasa Belanda yang berarti “tanpa kecemasan” atau “ aman dan

tentram”. Kota Bogor adalah tempat berdirinya kerajaan pertama yang dikenal di Indonesia, Kerajaan Hindu Tarumanagara pada abad ke lima. Beberapa kerajaan lainnya lalu memilih untuk bermukim di


(12)

12 tempat yang damai, karena daerah pegunungannya yang secara alamiah membuat lokasi ini mudah untuk bertahan terhadap ancaman serangan, dan disaat yang sama adalah daerah yang subur serta memiliki akses yang mudah untuk melakukan perdagangan pada saat itu.

2.2.2 Letak Geografis Kota Bogor

Secara Geografis wilayah Kota Bogor terletak diantara

106°43’30”BT - 106°51’00”BT dan 30’30”LS – 6°41’00”LS serta mempunyai ketinggian minimal 190m, maksimal 350m dengan jarak dari Kota Jakarta 60 Km. Kota Bogor mempunyai wilayah dengan luas 118,5 km² dan mengalir beberapa sungai yang permukaannya jauh di bawah permukaan dataran maka dari itu Kota Bogor relatif aman dari bahaya banjir.


(13)

13 Kedudukan geografis Kota Bogor di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor serta lokasinya yang dekat dengan ibukota negara, Jakarta, membuatnya strategis dalam perkembangan dan pertumbuhan kegiatan ekonomi. Kebun Raya dan Istana Bogor merupakan tujuan wisata yang menarik. Kedudukan Bogor di antara jalur tujuan Puncak juga merupakan potensi strategis bagi pertumbuhan ekonomi khususnya di bidang pariwisata. 2.3 Kampung Budaya Sindangbarang Bogor

2.3.1 Profil Kampung Budaya Sindangbarang Bogor

Nama : Kampung Budaya Sindangbarang

Alamat : Jl. Raya Sindangbarang, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Bogor, Jawa Barat.

Telepon : 0251-9148854

Website : www.kp-sindangbarang.com E-mail : info@kp-sindangbarang.com Pendiri : Ahmad Maki Sumawijaya.

Berjarak hanya 5 km dari Kota Bogor, atau 60 km dari Kota Jakarta. Berada pada ketinggian 350 – 500 meter dpl, terdiri dari 14 RW dan 54 RT dengan jumlah penduduk mencapai 12000 jiwa. Mata pencaharian sebagian besar penduduk adalah menjadi pengrajin sendal sepatu dan petani. Penduduknya 90% beragama Islam dan masih memegang sistim kekeluargaan yang sangat tinggi dalam kehidupan sehari-harinya. Curah hujan di kampung budaya Sindangbarang cukup sedang dan cuacanya berkisar antara 230C pada malam hari dan 300C pada siang hari.


(14)

14 Di Kampung budaya Sindangbarang terdapat 8 macam kesenian Sunda yang telah dilestarikan. Disini terdapat pula situs peninggalan kerajaan Pajajaran berupa bukit-bukit berundak. Di sindangbarang setiap satu tahun sekali diselenggarkan upacara adat Seren Taun yaitu upacara ungkapan rasa syukur masyarakat terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas hasil Panen dan hasil bumi yang diperoleh pada tahun ini dan berharap hasil panen tahun depan akan lebih baik lagi. Untuk melestarikan kesenian tradisional Budaya Sunda di kampung budaya Sindangbarang maka diselenggarakan pelatihan tari dan gamelan untuk anak-anak muda secara gratis oleh kampung budaya. Anak-anak muda yang telah mahir di bidang kesenian masing-masing, maka akan dilibatkan dalam pementasan menyambut tamu yang tentunya akan menambah penghasilan untuk mereka sendiri.

2.3.2 Kampung Budaya Sindangbarang Bogor

Kampung Budaya Sindangbarang Bogor pertama dibangun pada tahun 2006 dengan biaya Rp. 825 juta dengan sumber dana bantuan dari Pemerintah kabupaten kota Bogor dan Pemerintah provinsi Jawa Barat. Kampung Budaya Sindangbarang Bogor ini diproyeksikan untuk berbagai acara kebudayaan khususnya Budaya Sunda seperti acara Seren Taun serta sebagai tempat rekreasi wisata alternatif di Kota Bogor.


(15)

15 Berdasarkan data yang dimiliki Kampung Budaya Sindangbarang, tercatat ada 78 lokasi situs sejarah peninggalan kerajaan Pakuan Sindangbarang di Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Situs itu antara lain berupa batu menhir, batu dakon, punden berundak dan altar pemujaan. Situs sejarah Kerajaan Pakuan ini sendiri baru terungkap pada tahun 2005. Situs ini terungkap setelah masyarakat Sindangbarang kembali melakukan kegiatan Seren Tahun.

2.3.3 Program Jangka Pendek dan Jangka Panjang Kampung Budaya Sindangbarang

Program jangka pendek Kampung Budaya Sindangbarang adalah membenahi dan melengkapi fasilitas bangunan rumah Kampung Budaya Sindangbarang yang sudah dibangun.

Program jangka panjang Kampung Budaya Sindangbarang adalah melakukan sosialisasi dan membangun kesadaran masyarakat akan nilai – nilai kebersihan di wilayah Kampung Budaya Sindangbarang dan melibatkan aparatur Pemerintah Desa untuk bersama – sama menata infrastruktur sebagai pendukung kawasan wisata di Kampung Budaya Sindangbarang, dan berencana membuat sentra pemasaran di tempat – tempat sarana transportasi seperti bandara, dan terminal bus yang ada di kota – kota besar yang bertujuan untuk mempromosikan Kampung Budaya Sindangbarang kepada wisatawan asing maupun wisatawan lokal.


(16)

16 2.3.4 Fasilitas

Kampung Budaya Sindangbarang Bogor memiliki fasilitas antara lain:

Gambar 2.4 Bangunan Khas Budaya Sunda.

Gambar 2.5 Rumah Penginapan.


(17)

17 Gambar 2.7 Ruang Diskusi dan Berkumpul.

Gambar 2.8 Fasilitas Belajar Tari dan Musik Tradisional.


(18)

18 Gambar 2.10 Hiburan Kesenian Secara Langsung.

Gambar 2.11 Permainan Tradisional.


(19)

19 Terdiri dari 24 bangunan khas Budaya Sunda yang terletak di

tanah seluas 8600 meter.

Rumah penginapan yang disertai dengan 2 kamar tidur di masing-masing rumah, dengan pemandangan Gunung Gede di sebelah timur dan Gunung Salak di sebelah selatan.

Terdapat ruang diskusi atau berkumpul.

Menyediakan fasilitas untuk belajar tari dan bermain alat musik tradisional.

Menyediakan pijat refleksi tradisional.

Menyediakan berbagai hiburan kesenian secara langsung. Menyediakan permainan-permainan tradisional.

Arung Jeram (Rafting) Flying Fox

2.3.5 Fasilitas yang di tawarkan Kampung Budaya Sindangbarang.

2.3.5.1 Arung Jeram (rafting)

Arung jeram (rafting) adalah kegiatan yang memadukan unsur olahraga, rekreasi, petualangan dan edukasi. Memang tak ada persyaratan khusus untuk mengikuti kegiatan ini, karena hampir semua orang dapat mencobanya. Mulai dari anak-anak, remaja sampai dewasa. Tidak memiliki kemampuan berenangpun bukan menjadi hambatan untuk mengikuti kegiatan arung jeram. Yang perlukan hanya kondisi fisik yang prima dan reservasi 2 minggu sebelum kegiatan. (catopalaadventureteam.blogspot.com)

Di Kampung Budaya Sindangbarang menyediakan fasilitas arung jeram dengan jarak tempuh lima kilometer yang dikelola oleh Kampung Budaya Sindangbarang sendiri, sehingga para pengunjung akan dapat merasakan nikmatnya berpetualang, dan dapat merasakan indahnya pemandangan yang jarang ditemui.


(20)

20 Gambar 2.13 Kegiatan Arung Jeram Kampung Budaya Sindangbarang.

2.3.6 Daftar Harga

Daftar Harga Kunjungan

Pelajar/Mahasiswa Rp.55.000/pax min. 60 orang

Umum/Domestik Rp.75.000/pax min. 30 orang

Wisatawan asing Rp.90.000/pax min. 30 orang Anak dibawah 5 Tahun Rp.35.000/pax min. 30 orang

Gambar 2.14 Tabel daftar harga kunjungan.

Harga Sewa

Nama Bangunan Harga/Malam Kapasitas

Rumah Panengen Rp. 800.000/Rp. 1.600.000 Max. 8 Orang Rumah Panggiwa Rp. 800.000/Rp. 1.600.000 Max. 8 Orang Rumah Gede Rp. 1.200.000/Rp. 3.000.000 Max. 15 Orang


(21)

21 PAKET ARUM JERAM (RAFTING)

Jarak Tempuh Paket

5 Km / 1 jam >25 Orang : Rp.150.000 Gambar 2.16 Tabel daftar harga Arum Jeram.

Paket Termasuk

Perlengkapan Rafting : Life Jacket, Helm, Dayung , Skipper yang berpengalaman

Instruktur, Tim Penyelamat

1 kali Snack, kelapa muda ditempat finish rafting

1kali makan Asuransi Fasilitas Toilet

Tranfortasi lokal dari mulai start sampai finish rafting

Sertifikat Rafting.

2.3.7 Kegiatan Kampung Budaya Sindangbarang Kunjungan belajar

Pengenalan sejarah kampung adat Pengenalan fungsi-fungsi bangunan adat Pengenalan bercocok tanan dan mengolahnya Tracking ke situs purbakala

Belajar memainkan angklung Mandi di sungai Ciapus Pertunjukan Kesenian Arung jeram (rafting)


(22)

22 2.3.8 Denah Kampung Budaya Sindangbarang

Gambar 2.17 Denah Kampung Budaya Sindangbarang.

2.4 Tujuan Kampung Budaya Sindangbarang

Dalam rangka turut membantu melestarikan kesenian dan Budaya khususnya Budaya Sunda, melalui proses pengenalan dan pembelajaran mengenai sejarah kampung adat, Kampung Budaya Sindangbarang bermaksud menawarkan kerja sama dengan pihak sekolah negeri maupun sekolah swasta di wilayah Kota Bogor dan sekitarnya. Dari kerjasama tersebut, Kampung Budaya Sindangbarang memiliki tujuan antara lain :

Menanamkan rasa cinta dan kepedulian dalam jiwa siswa, untuk selalu memelihara serta mengembangkan warisan budaya bangsa.


(23)

23 Membantu institusi pendidikan (sekolah) dalam memperkaya pengalaman siswa melalui proses transfer informasi yang sempurna, mulai dari sejarah, dan ilmu pengetahuan. Hal ini dimaksudkan agar siswa menjadi terbiasa untuk menguasai ilmu sejarah secara lebih lengkap, menambah wawasan dan pengalaman sebagai bekal hidup yang berharga.

Memelihara rasa kebangsaan dalam jiwa siswa melalui pengenalan budaya bangsa secara lebih mendalam dan pelestarian budaya leluhur (tradisi) yang ada ditanah air. Perwujudan rasa bakti Kampung Budaya Sindangbarang

untuk turut melestarikan Budaya Sunda, dengan menjadikan Kampung Budaya Sindangbarang sebagai salah satu wisata budaya.

Untuk lebih mengenal kembali adat dan budaya khususnya Budaya Sunda

Terdorong oleh rasa kepedulian, kecintaan dan kebanggaan terhadap Budaya Sunda itulah, Kampung Budaya Sindangbarang bermaksud mengenalkan semua aspek yang berkaitan dengan Budaya Sunda, melalui kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Kampung Budaya Sindangbarang

Dalam kegiatan ini akan disampaikan hal-hal yang erat hubungannya dengan budaya Sunda, mulai dari acara Seren Taun, pengenalan tentang sejarah kampung adat, tradisi, fungsi-fungsi bangunan adat, proses bercocok tanam, dan proses pembelajaran terhadap kesenian-kesenian Budaya Sunda. Melalui kegiatan ini Kampung Budaya Sindangbarang berharap akan banyak kalangan, lembaga dan institusi lain yang akan turut menyumbangkan peran aktifnya sebagai wujud dukungan akan kelestarian Budaya Sunda.


(24)

24 2.5 Potensi Kampung Budaya Sindangbarang

Pada tahun 2006 Kampung Budaya Sindangbarang sukses menggelar Seren Taun Budaya Sunda yang pertama, yang diadakan di kampung Budaya Sindangbarang sehingga kontribusi Kampung Budaya Sindangbarang dalam pelestarian Budaya dan adat Sunda sangat berpengaruh dalam perkembangan pariwisata di Kota Bogor. Maka dengan itu Pemkab Kota Bogor selalu memberikan kepercayaan pada Kampung Budaya Sindangbarang untuk selalu mewakili Kabupaten Bogor pada acara

– acara budaya, baik ditingkat Provinsi, Nasional, maupun tingkat Internasional. Potensi yang ada di Kampung Budaya Sindangbarang sepatutnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Selain menampilkan bangunan – bangunan adat Sunda, disana juga diadakan pelatihan - pelatihan menari tradisional, belajar bermain alat musik tradisional,kegiatan arum jeram dan kegiatan menanam padi yang ditujukan kepada para pengunjung. Pada saat ini pelatihan tersebut hanya diikuti sebatas pengunjung yang hanya sekedar menuangkan hobi, dan para turis-turis yang sengaja datang untuk belajar. Sehingga pelatihan – pelatihan tersebut yang dilakukan Kampung Budaya Sindangbarang ini belum menyeluruh ditujukan kepada masyarakat luas. Pelatihan – pelatihan inilah yang membedakan Kampung Budaya Sindangbarang dibandingkan dengan kampung lainnya yang berada di sekitar kota Bogor. Di Kampung Budaya Sindangbarang diajarkan bagaimana cara belajar dan mengenal Budaya Sunda dari mulai :

Belajar Sejarah Kampung Adat

Pengenalan terhadap fungsi – fungsi bangunan Adat Belajar bercocok tanam dan mengolahnya

Pengenalan situs peninggalan pajajaran


(25)

25 2.6 Tinjauan Khusus Kampung Budaya Sindangbarang

Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan Suryadi fawah yang merupakan seorang Kepala Sekretariat di Kampung Budaya Sindangbarang yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 Oktober 2010 pada pukul 11.40 WIB. Wawancara sebagai cara untuk mengumpulkan data – data baru secara langsung dari sumber yang terkait.

Dari wawancara yang dilakukan, maka dapat diperoleh data – data berikut :

Pendirian Kampung Budaya Sindangbarang itu didirikan pada tahun 2006 karena ditemukannya situs sejarah peninggalan kerajaan pajajaran dan atas bantuan dana Pemerintahan Jawa Barat dan Kabupaten Kota Bogor.

Kampung Budaya Sindangbarang telah membuat beberapa media promosi seperti, brosur, spanduk, dan promosi melalui media elektronik hanya sebatas menginformasikan keberadaan Kampung Budaya Sindangbarang. Sindangbarang adalah salah satu tempat peninggalan sejarah kerajaan Padjajaran, maka dari itu pendirian Kampung Budaya Sindangbarang tersebut atas dasar ditemukannya peninggalan sejarah kerajaan Padjajaran.

Kampung Budaya Sindangbarang mengalami peningkatan pengunjung apabila ada acara besar seperti Seren Taun.


(26)

26 2.7 Promosi

Promosi merupakan salah satu unsur yang penting dari pemasaran, selain struktur harga dan distribusi. Dengan promosi perusahaan dapat memberikan informasi, menghimbau serta mempengaruhi masyarakat agar tertarik untuk membeli produk atau jasa yang dipasarkan.

Pengertian promosi menurut Djaslim Saladin (1996 : 68) adalah:

“Promosi adalah suatu komunikasi informasi penjual dan pembeli yang

bertujuan untuk merubah sikap dan tingkah laku pembeli yang tadinya tidak mengenal menjadi mengenal sehingga menjadi pembeli dan mengingat produk tersebut

2.7.1 Tujuan Promosi

Adapun tujuan promosi, yaitu diantaranya :

1. Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial 2. Untuk mendapatkan kenaikan penjualan dan profit

3. Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan

4. Untuk menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar

5. Membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing

6. Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan.

2.8 Psikologis Remaja

Dalam menentukan segmentasi, promosi ini mengacu pada teori menurut Piaget (dalam Santrock, 2001), yaitu seorang remaja termotivasi untuk memahami dunia karena perilaku adaptasi secara biologis mereka. Dalam pandangan Piaget, remaja secara aktif membangun dunia mereka, di mana informasi yang didapatkan tidak langsung diterima begitu saja ke


(27)

27 dalam diri mereka. Remaja sudah mampu membedakan antara hal-hal atau ide-ide yang lebih penting dibanding ide lainnya, lalu remaja juga menghubungkan ide-ide tersebut. Seorang remaja tidak saja mengorganisasikan apa yang dialami dan diamati, tetapi remaja mampu mengolah cara berpikir mereka sehingga memunculkan suatu ide baru. 2.9 Khalayak Sasaran

Demografis :

Gender : Laki-laki dan perempuan Usia : 14 – 19 tahun

Pendidikan : Sekolah Menengah Atas (SMA)

Status : Belum menikah

Status sosial ekonomi : Menengah ke atas Geografis :

Remaja yang tinggal atau bersekolah di daerah perkotaan, khususnya di daerah kota Bogor dan sekitarnya.

Psikografis :

Remaja yang masih dalam bimbingan guru dan orang tua Remaja yang memiliki ketertarikan pada kebudayaan

Remaja yang mulai merasa ingin tahu secara detail mengenai sesuatu hal


(28)

28 2.10 Kajian Permasalahan

Dalam pengkajian masalah dalam perancangan promosi ini mengacu pada metode 5 w + 1 H:

What : Mengajak masyarakat khususnya remaja Why : Agar mau untuk berkunjung

Who : Remaja, 14 - 19 tahun (SMA)

Where : Sekolah - sekolah, baik sekolah negeri atau swasta When : Secara rutin saat tahun ajaran sekolah berlangsung How : Menyampaikan suatu pesan melalui media visual yang


(29)

29

BAB III

STRATEGI PERANCANGAN PROMOSI KAMPUNG BUDAYA

SINDANGBARANG

3.1. Strategi Komunikasi

Untuk menginformasikan gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya dibutuhkan suatu bentuk komunikasi yang dapat dengan mudah dimengerti oleh sasaran. Komunikasi tersebut dapat menggunakan bahasa bahasa visual.

Perancangan komunikasi visual kali ini menyampaikan suatu informasi tentang keberadaan Kampung Budaya Sindangbarang melalui konsep desain yang bisa menarik perhatian masyarakat, khususnya remaja. Untuk menciptakan desain yang informatif dan komunikatif, tipografi, ilustrasi dan warna merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dari elemen desain. Dalam perancangan suatu karya desain pemilihan elemen tipografi, ilustrasi dan warna sangatlah penting kedudukannya sehingga harus dipikirkan dan direncanakan dengan baik karena dapat mempengaruhi karya desain tersebut.

Strategi komunikasi yang dilakukan, yaitu :

Memperkenalkan adanya objek wisata Kampung Budaya Sindangbarang.

Menggunakan kata-yang jelas.

Menggunakan pendekatan bahasa dan visual secara persuasif (meyakinkan/mengajak).


(30)

30 3.1.1. Tujuan Komunikasi

Tujuan komunikasi yang bersifat informatif dan persuasif, agar khalayak sasaran dapat memahami bahwa kabupaten Bogor merupakan objek wisata alternatif yang memiliki kelebihan dan manfaat.

Dalam pembuatan perancangan promosi sebagai media informasi objek wisata Kampung Budaya Sindangbarang ini, tujuan komunikasi sangatlah penting agar media promosi yang disampaikan dapat tepat sasaran, adapun tujuannya adalah :

Untuk memperkenalkan objek wisata kampung budaya Sindangbarang terutama pengenalan fasilitas apa saja yang ada didalamnya.

Respon yang diinginkan yaitu meningkatkan ketertarikan khalayak untuk berkunjung ke objek wisata Kampung Budaya Sindangbarang. 3.1.2. Tema Dasar Komunikasi

Penyampaian pesan utama yang akan disampaikan wisata kampung Budaya Sindangbarang kepada khalayak, promosi gagasan utamanya adalah memperkenalkan objek wisata Kampung Budaya Sindangbarang kepada khalayak, tentang tempat, kesenangan, pengalaman, dan fasilitas yang ditawarkan dari kampung Budaya Sindangbarang.

3.1.3. Positioing

Menempatkan objek wisata Kampung Budaya Sindangbarang dalam pikiran calon konsumen merupakan satu hal penting. Ini karena objek wisata Kampung Budaya Sindangbarang belum populer di masyarakat, perlu waktu cepat untuk mengkomunikasikannya, berkaitan dengan pelaksanaan promosi ini mempunyai waktu tertentu.

Mulai dari menganalisa U.S.P (Uniqe Selling Point) kemudian dianalisa

positioning. Selain strategi, perlu adanya taktik jitu dalam merebut hati konsumen.


(31)

31 Tabel 3.1. U.S.P (uniqe Selling point)

Berawal dari pencarian keunikan wisata Kampung Budaya Sindangbarang ini (U.S.P). Karena pada hakekatnya strategi U.S.P ini mencari keunikan sebuah produk wisata Kampung Budaya Sindangbarang. Dari penganalisaan keunikan Kampung Budaya Sindangbarang seperti :

Berbeda dengan tempat wisata lain, Kampung Budaya Sindangbaarng menyediakan fasilitas seperti arung jeram (rafting) yang jarang ditemui ditampat wisata lain.

Pada hakekatnya positioning merupakan sebuah janji kepada pelanggan dan bagaimana menempatkan brand di khalayak. Kampung Budaya Sindangbarang mempromosikan dirinya sebagai “tempat rekreasi alternatif dengan konsep tradisional”. Dari penjelasan di atas maka ditarik kesimpulan sebagai berikut :

Suasana Baru Berpetualang

Asiknya Berpetualang di kampung Budaya 3.1.4. Pendekatan Bahasa

Penggunaan bahasa dalam proses pendekatan kepada khalayak sebagai pendukung sangatlah penting. Bahasa dapat mempengaruhi pemikiran dan peilaku.

Bahasa yang digunakan sederhana, singkat, dan jelas, penggunaan bahasa sederhana agar khalayak sasaran akan lebih mudah mengerti dan memahaminya. Untuk mencari key word dalam perancangan promosi objek wisata Kampung Budaya Sindangbarang, maka dari kesimpulan tersebut dipilih salah satu yang paling cocok untuk dijadikan sebuah key word


(32)

32 dengan pertimbangan dari keunikan Kampung Budaya Sindangbarang (U.S.P), yaitu “Asiknya berpetualang di Kampung Budaya”.

3.1.5. Materi Pesan

Materi pesan yang ingin disampaikan dalam promosi ini yaitu :

Memberikan informasi kepada khalayak tentang keberadaan Kampung Budaya Sindangbarang sebagai tempat rekreasi dan tempat untuk belajar seni dan budaya sunda alternatif di Kota Bogor.

Mengajak para remaja agar mau mengunjungi Kampung Budaya Sindangbarang.

3.2 Strategi Kreatif

Agar promosi mencapai tujuan yang diharapkan maka promosi yang dilakukan harus sesuai dengan target sasaran, karena jika promosi dilakukan kurang maksimal maka promosi yang dilakukan dikhawatirkan tidak mengenai target sasaran.

3.2.1 Stratedi verbal

Pendekatan verbal yaitu ungkapan secara lisan maupun visual yang digunakan untuk memperkenalkan Kampung Budaya Sindangbarang meliputi : pembuatan tag line visual dan pencarian gagasan visual yaitu :

Pembuatan Tage Line Visual

Konsep pendekatan ktreatif dalam pembuatan tag line

visual mulai dari pembuatan beberapa kesimpulan maka mendapat tiga kesimpulan untuk dijadikan key word dengan pertimbangan dari keunikan (U.S.P) dan diferensisasi yang menghasilkan kata “Asiknya Berpetualang di Kampung Budaya” sebagai tag line visual promosi objek wisata Kampung Budaya Sindangbarang.


(33)

33 Pencarian Gagasan Visual

Pencarian gagasan visual berawal dari pemahaman tag line visual dan pesan yang ingin disampaikan kepada khalayak, berawal dari pesan apa yang harus disampaikan yaitu : pengalaman yang menyenangkan. Lalu mencari apa yang harus disampaikan yaitu: dengan cara gaya bahasa peumpamaan. Agar dapat memotivasi khalayak sasaran untuk tertarik mengunjungi.

3.3 Strategi Media

3.3.1 Pemilihan Media

Untuk menyampaikan isi pesan yang informatif dan tepat kepada khalayak sasaran promosi yang dituju dan mencapai tujuan yang diharapkan, serta mempertimbangkan sistem strategi komunikasi yang dibuat, maka dipilih media promosi:

1. Poster

Poster merupakan media yang sering dijumpai karena bisa diletakkan di pinggir jalan sehingga dapat terlihat / terbaca oleh orang yang melewatinya. Poster juga memiliki kelebihan, yaitu media yang sangat informatif karena bisa memuat berbagai informasi karena orang bisa lebih lama untuk melihat dan membaca.

2. Billboard

Billboard dipilih karena memuat semua informasi yang dipromosikan sehingga dapat menginformasikan keberadaan Kampung Budaya Sindangbarang secara tepat kepada khalayak sasaran.


(34)

34 3. Iklan tabloid remaja dan majalah remaja

Karena majalah dan iklan tabloid lebih banyak dibaca oleh para remaja dibandingkan dengan media cetak yang lain. Dan juga majalah menawarkan kualitas cetak ulang foto (image) yang paling baik dibandingkan dengan iklan cetak surat kabar lainnya, khususnya dalam hal warna, salah satu elemen yang paling penting bila iklan tersebut harus memunculkan visual yang utuh.

4. E-banner

Media promosi E-banner atau Electronic Banner dipilih karena sesuai dengan kebiasaan target promosi. Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan informasi yang salah satunya dari internet sangat besar.

3.3.2 Pertimbangan Media

Media yang digunakan atau dipilih yaitu media yang biasa dijumpai dengan target promosi, baik secara tempat pendistribusian atau kebiasaannya, sehingga pesan dan informasi yang disampaikan dapat membujuk target promosi secara perlahan. Selain itu melalui pertimbangan bahwa media tersebut dapat saling menutupi kelemahan media yang satu dengan yang lain untuk dapat memberikan informasi yang efektif.


(35)

35 3.3.3 Media Pendukung

Media pendukung ini digunakan untuk melengkapi dan menunjang media utama. Media pendukung ini terdiri dari spanduk, brosur, flyer, x-banner serta stationery yang mendukung pada saat proses kegiatan dilaksanakan, seperti sertifikat, dan merchandise.

3.3.4 Penyebaran Media

Penyebaran media merupakan hal yang sangat penting untuk memastikan informasi dalam promosi ini agar dapat berjalan dengan baik dan tersampaikan dengan tepat pada khalayak sasaran.

3.3.4.1. Tempat Penyebaran Media

Tempat penyebaran media khususnya dilakukan di sekolah-sekolah (SMA) yang berada di sekitar wilayah Bogor dan sekitarnya. Ini karena sifat promosinya yang masih mengutamakan wilayah-wilayah yang masih ada di sekitar wilayah Kampung Budaya Sindangbarang.

3.3.4.2. Jadwal Penyebaran Media

Penyebaran media ini dilakukan pada saat tahun ajaran sekolah berlangsung. Tepatnya 6 bulan sekali, karena merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan.

Penyebaran media promosi ini terdiri dari 3 tahap per 6 bulan yaitu:

Tahap pertama dimana penyebaran media ini bertujuan sebagai pemberitahuan awal untuk menginformasikan bahwa adanya kegiatan berbeda di Kampung Budaya Sindangbarang.


(36)

36 Tahap kedua adalah penyebaran media promosi yang membujuk/mengajak segmentasi untuk mau mengunjungi Kampung Budaya Sindangbarang sebagai tempat rekreasi sekaligus tempat wisata budaya.

Tahap ketiga adalah penyebaran media promosi yang merupakan media pengingat sekaligus juga menjadi media pendukung pada saat acara kunjungan ke Kampung Budaya Sindangbarang tersebut berlangsung.

JADWAL PENYEBARAN MEDIA

MEDIA

Informasi Persuasi Pengingat Juni - Juli Agust - Sept Okt - Nov Poster1

Poster2 Poster3 Billboard Iklan tabloid Iklan majalah

Spanduk Brosur e-Banner

Flyer Papan Jadual

x-banner t-shirt Merchandise


(37)

37 3.4 Strategi Distribusi

MEDIA DISTRIBUSI

Poster Media ini yang nantinya akan

diletakkan di sekolah, seperti kantin sekolah, perpustakaan-perpustakaan sekolah, dan majalah dinding sekolah. Iklan Tabloid Remaja dan

Majalah Remaja

Pendistribusian dari media ini sesuai dengan penerbitan majalah, biasanya dilakukan satu bulan sekali. Bisa didapatkan di toko buku terdekat atau tempat-tempat lainnya yang menyediakan.

Spanduk Ditempatkan di sekitar wilayah sekolah yang biasa dilalui khalayak sasaran sehingga mudah terlihat.

Brosur Didistribusikan langsung ke sekolah-sekolah,

X-Banner Media ini akan ditempatkan di tempat

pendaftaran arung jeram yang akan dilaksanakan di sekolah, dan juga ditempatkan di Kampung Budaya Sindangbarang itu sendiri.

E-banner / web banner Media ini nantinya akan ditempatkan di

situs-situs pertemanan jejaring sosial yang sekarang ini sangat digemari para remaja.

Flyer Disebarkan di sekolah-sekolah pada

saat pulang sekolah.

Merchandise Dibagikan ketika kegiatan berlangsung


(38)

38 3.5 Konsep Visual

Konsep visual dalam promosi ini secara garis besar memunculkan kesan ceria dan kebersamaan, tetapi masih terdapat unsur-unsur etnik yang bisa mewakili kebudayaan itu sendiri. Karena khalayak sasaran yaitu para remaja, kesan ceria dimaksudkan agar lebih mudah dipahami oleh khalayak sasaran dan sekaligus mengangkat citra yang terdapat di kampung Budaya Sindangbarang, tetapi ini pun disesuaikan juga dengan target promosi.

3.5.1 Format Desain

Format desain yang dipakai dalam media promosi ini tersebut mengacu pada teori Frank Jefkins yaitu Law of proportion, karena bentuk format portrait dan landscape mempunyai ukuran lebih panjang pada satu sisinya, baik horizontal maupun vertikal. Ini karena format yang seperti ini terlihat lebih mempunyai banyak ruang, sehingga informasi yang disampaikan pun lebih informatif. Di lain hal, format desain seperti ini lebih menarik dibandingkan dengan bentuk sama sisi atau bujur sangkar.

Pertimbangan dari pemilihan dua format desain ini adalah :

Format portrait lebih menonjolkan visual, agar dapat menarik perhatian para khalayak sasaran yang melihat.

Format landscape lebih mengutamakan banyaknya informasi yang ditampilkan.

3.5.2 Layout

Penataan elemen-elemen desain grafis yang muncul dalam visual promosi ini akan dikomposisikan yang akan menjadi kesatuan. Gambaran berada di tengah, dan disesuaikan dengan media aplikasi. Sedangkan identitas perusahaan selalu ditempatkan paling bawah dari gambaran. Kemudian tagline ditempatkan di tengah dibawah


(39)

39 gagasan visual. Serta nama perusahaan yang selalu ditempatkan di bawah, ini agar memudahkan khalayak sasaran untuk menangkap informasi yang disampaikan. Komposisi pun disesuaikan dengan format desain yang digunakan sesuai dengan lokasi penempatan media itu sendiri.

3.5.3 Tipografi

Jenis tipografi (huruf) yang digunakan adalah jenis huruf yang sesuai dengan konsep dari promosi tersebut. Huruf-huruf yang digunakan baik pada tagline, hedline text maupun bodytext tetap mengutamakan unsur-unsur keterbacaan, sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima dengan jelas. Alternatif huruf sebagai berikut:

Headline:

Casual

a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Tagline:

Bodytext:

Fawn Script

a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z


(40)

40 3.5.4 Warna

Warna merupakan unsur visual yang memiliki peran penting dalam sebuah desain karena menciptakan suatu kesan dan dapat diinterpretasikan kedalam bentuk energi. Melalui kesan inilah warna dapat mempengaruhi pikiran dan emosi seseorang, dan tidak hanya dapat membangkitkan selera tetapi juga dapat mempengaruhi pendapat atau penilaian dari seseorang yang melihatnya. Alternatif warna-warna yang akan digunakan antara lain sebagai berikut:

Agar mempunyai kesan klasik.

Sebagai warna pendukung pada setiap visual yang ditampilkan. Dan

digunakan sebagai warna yang dapat menarik perhatian target promosi


(41)

41 3.5.5 Ilustrasi

Ilustrasi yang digunakan pada promosi ini berupa ilustrasi manual yang telah melalui proses komputerisasi, dengan tampilan yang bersifat mengajak dan menginformasikan Kampung Budaya Sindangbarang sebagai tempat wisata rekreasi dan wisata budaya alternatif di Kota Bogor dan didukung oleh unsur-unsur ilustrasi lain yang dapat memperkuat gagasan visual yang muncul. Sehingga nantinya menjadi suatu komposisi yang menarik untuk menyampaikan pesan yang informatif kepada khalayak sasaran promosi.


(42)

42

BAB IV

MEDIA DAN TEKNIS PRODUKSI

4.1 Media Cetak

4.1.1 Poster

Pemilihan visual yang akan ditempatkan pada media poster ini menampilkan kegiatan arung jeram (rafting) kampung Budaya Sindangbarang yang mengajak remaja untuk mengikuti kegiatan tersebut, melalui visual-visual yang menampilkan kegiatan (rafting) tersebut sebagai simbol untuk mengajak khalayak untuk datang mngunjungi, serta didukung oleh visual-visual lain yang mewakili tentang fasilitas yang disediakan.

Gambar 4.1 Varian poster

Ukuran : 60cm x 40cm

Material : Art Paper Teknik Produksi : Digital Printing

Keteranagan : Menampilkan kegiatan tentang fasilitas yang ada di Kampung Budaya Sindangbarang, sehingga dapat mengajak khalayak sasaran


(43)

43 untuk datang dan mengikuti kegiatan tersebut.

4.1.2 Iklan Tabloid & Majalah Remaja

Gambar 4.2 Iklan Tabloid& Majalah Remaja

Ukuran : 17cm x 12cm

Material : Art Paper Teknik Produksi : Digital Printing

Keterangan : Akan dimuat di Tabloid dan Majalah Remaja Gaul yang terbit tiap minggu. Menampilkan ilustrasi arum jeram (rafting) yang menyimbolkan ajakan untuk ikut dalam kegiatan yang diadakan oleh Kampung Budaya Sindangbarang. Illustrasi tersebut


(44)

44 dimaksudkan untuk mengarahkan bahwa segmentasi dari promosi tersebut.

4.1.3 Brosur

Gambar 4.4 Brosur

Ukuran : 22cm x 16cm

Material : Art Paper Teknik Produksi : Cetak Offset

Keterangan : Menampilkan tentang fasilitas-dfasilitas yang ada di Kampung Budaya Sindangbarang secara lebih rinci, dimulai dari kegiatan yang ada, hingga pada potensi yang ada di


(45)

45 Kampung Budaya Sindangbarang. Sehingga dapat mengajak target sasaran untuk datang dan belajar memahami Budaya di Kampung Budaya Sindangbarang.

4.1.4 Spanduk

Gambar 4.5 Spanduk

Ukuran : 3,6m x 1m

Material : Flexi Outdoor Teknik Produksi : Digital Printing

Keerangan : Menampilkan visual persuasif yang disimbolkan dengan illustrasi vector arung jeram. ini dimaksudkan bahwa kegiatan tersebut sangatlah menyenangkan.


(46)

46 4.1.5 Flyer

Gambar 4.6 Flyer

Ukuran : 21cm x 9cm

Material : Art Paper Teknik Produksi : Cetak Offset

Keerangan : Media ini nantinya akan disebar di sekolah-sekolah, tepatnya pada saat jam pulang sekolah. Menampilkan visual yang menginformasikan serta mengajak untuk mengikuti kegiatan tersebut. Dan menampilkan kegiatan-kegiatan yang ada di Kampung Budaya Sindangbarang sehingga informasi yang ada dapat tersampaikan dengan baik ke target sasaran.


(47)

47 4.1.6 X-banner

Gambar 4.7 X-banner

Ukuran : 160cm x 60cm

Material : Flexi Outdoor Teknik Produksi : Digital Printing

Keterangan : Menampilkan ilustrasi arung jeram (rafting) yang menyimbolkan ajakan untuk ikut dalam kegiatan yang diadakan oleh kampung Budaya Sindangbarang. Kemudian diberikan pendukung seperti photograpy fasilitas yang disediakan.


(48)

48 4.2 Media Elektronik

4.2.1 E-banner

Gambar 4.8 E-banner

Ukuran : 250px x 170px

Keterangan : Menampilkan photograpy kegiatan arung jeram, dengan hanya menempatkan head line dan tage line agar lebih mudah untuk dibaca dan menyimbolkan ajakan untuk ikut dalam kegiatan yang diadakan oleh Kampung Budaya Sindangbarang. Sehingga dapat lebih menarik perhatian target sasaran yang sedang berinternet. Iklan ini akan terhubung dengan website resmi Kampung Budaya Sindangbarang, yaitu www.kp-sindangbarang.com.


(49)

49 4.3 Stationery

Gambar 4.9 Stationery

Material : Artpaper Teknik Produksi : Digital Printing

Keterangan : Ini akan dipakai pada saat kegiatan berlangsung. Visual diambil sosok seorang instruktur arung jeram yang telah melalui prosses komputerisasi. Ini sekaligus sebagai media pengingat bagi yang mengikuti kegiatan tersebut.


(50)

50 4.4 Merchandise

Gambar 4.10 Merchandise

Keterangan : Ini akan dibagikan saat acara berlangsung sebagai hadiah karena telah mengikuti kegiatan di Kampung Budaya Sindangbarang. Sekaligus media pengingat bagi khalayak sasaran yang telah berkunjung. Prosedur penyampaian merchandise ini dibagikan ketika kegiatan tersebut selesai, dan saat pengunjung akan meninggalkan Kampung Budaya Sindangbarang.


(51)

51 4.5 T-shirt

Gambar 4.11 T-shirt

Ukuran : All size

Material : Combad 20s/30s Teknik Produksi : Sablon

Keterangan : T-shirt yang dibagikan pada saat kegiatan berlangsung. Ini merupakan media yang dibagikan kepada khalayak yang mengikuti kegiatan tersebut. Nantinya t-shirt ini bisa dibawa pulang sebagai media pengingat. Visualisasi berada di bagian depan t-shirt, untuk identitas Kampung Budaya Sindangbarang dipasang dibagian belakan.


(52)

52 4.6 Gimmick

Gambar 4.12 Gimmick

Keterangan :Sebagai media pelengkap yang mengingatkan tentang promosi tersebut dan didistribusikan saat acara berlangsung, karena bersifat aplikatif.


(53)

53 4.7 Mobil Operasional

Gambar 4.13 Mobil Operasional

Ukuran : Menyesuaikan

Material : Sticker

Teknik Produksi : Digital Printing

Keterangan : Mobil operasional ini sangat efektif menjadi media promosi, seperti pada saat menyebarkan media cetak lain ke sekolah-sekolah. Pemilihan jenis mobil pun disesuaikan dengan tema yang dipromosikan. Visualisasi yang ditampilkan dalam mobil operasional ini adalah kegiatan rafting yang telah melalui proses komputerisasi yang berupa gambaran yang disenangi para remaja, ini untuk mengajak


(54)

54 para remaja untuk dapat mengikuti kegiatan tersebut.

4.8 Papan Jadwal Kunjungan

Gambar 4.14 Papan Jadwal Kunjungan

Ukuran : 100cm x 70 cm

Material : Kayu

Keterangan : Ini digunakan di Kampung Budaya Sindangbarang sebagai catatan jadwal kunjungan sekolah-sekolah yang akan mengikuti kegiatan arung jeram di Kampung Budaya Sindangbaarang. Ini dapat memudahkan staff atau pengunjung dalam mengatur jadwal kegiatan.


(55)

Laporan Pengantar Proyek Tugas Akhir

PROMOSI KAMPUNG BUDAYA SINDANGBARANG -

BOGOR

DK 38315 Tugas Akhir Semester I 2010/2011

Oleh:

Deby Chandra Diansyah NIM :

51906036

Program Studi

Desain Komunikasi Visual

FAKULTAS DESAIN

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG


(56)

i

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur hanya pada Allah SWT maha segala yang telah memberikan nikmatnya sehingga penulis bisa menyelesaikan tugas akhir sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Tugas akhir ini disusun dengan judul ”PROMOSI KAMPUNG BUDAYA SINDANGBARANG - BOGOR” dengan tujuan menyelesaikan studi di program studi Desain Komunikasi Visual yang menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi agar mendapatkan gelar sarjana, strata satu (S1).

Akhir kata, penulis berharap bahwa tugas akhir ini dapat memberikan manfaat bagi yang berkepentingan dalam melakukan perancangan promosi suatu perusahaan. Kekurangan, keterbatasan dan kemampuan yang penulis miliki membuat tugas akhir ini masih jauh dari sempurna oleh karena itu penulis sangat berharap banyak untuk saran dan kritik yang dapat membangun. Terima kasih.

Bandung, Februari 2011


(57)

ii DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN

KATA PENGANTAR……….

DAFTAR ISI………

DAFTAR GAMBAR………...

DAFTAR TABEL………

i ii v vii BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah………. 1

1.2 Identifikasi Masalah………. 4

1.3 Fokus Masalah………. 5

1.4 Batasan Masalah ………. 6

1.5 Tujuan Perancangan……… 6

1.6 Definisi Kata Kunci……….... 6 BAB II

PEMBAHASAN UMUM LEMBUR BATIK

2.1 Pengertian Umum Budaya………...

2.1.1 Wujud Kebudayaan………

2.2 Kota Bogor……….

2.2.1 Perihal Kota Bogor………. 2.2.2 Letak Geografis Kota Bogor………. 2.3 Kampung Budaya Sindangbarang Bogor………..

2.3.1 Profil Kampung Budaya Sindangbarang Bogor………

2.3.2 Sejarah Kampung Budaya Sindangbarang Bogor………

2.3.3 Program Jangka Pendek dan jangka Panjang Kampung

Budaya Sindangbarang Bogor………...

2.3.4 Fasilitas………

2.3.5 Bentuk Bangunan Rumah Adat Sunda Kampung Budaya

Sindangbarang Bogor………. 9 9 11 11 12 13 13 14 15 16 19


(58)

iii

2.3.6 Daftar Harga………

2.3.7 Kegiatan Kampung Budaya Sindangbarang Bogor………... 2.3.8 Denah Kampung Budaya Sindangbarang Bogor………. 2.4 Tujuan Kampung Budaya Sindangbarang………...

2.5 Potensi kampung Budaya Sindangbarang………...

2.6 Tinjauan Khusus Kampung Budaya Sindangbarang Bogor………...

2.7 Promosi………...

2.7.1 Tujuan Promosi………...…... 2.8 Psikologi Remaja………... 2.9 Khalayak Sasaran………..………… 2.10 Kajian Permasalahan……….

21 22 22 23 24 25 26 26 27 27 28 BAB III

STRATEGI PERANCANGAN PROMOSI KAMPUNG BUDAYA SINDANGBARANG

3.1 Strategi Komunikasi……….

3.1.1 Tujuan Komunikasi……….. 3.1.2 Tema Dasar Komunikasi………

3.1.3 Positioning……….………

3.1.4 Pendekatan bahasa………. 3.1.5 Materi Pesan………. 3.2 Strategi Kreatif………..

3.2.1 Strategi Verbal………..

3.3 Strategi Media……… 3.3.1 Pemilihan Media……….. 3.3.2 Pertimbangan Media……….. 3.3.3 Media Pendukung……… 3.3.4 Penyebaran Media……….. 3.3.4.1 Tempat Penyebaran Media……… 3.3.4.2 Jadwal Penyebaran Media………

29 30 30 30 31 32 32 32 33 33 34 35 35 35 35


(59)

iv

3.4 Strategi Distribusi………. 3.5 Konsep Visual………

3.5.1 Format Desain………. 3.5.2 Layout……… 3.5.3 Tipografi………. 3.5.4 Warna………. 3.5.5 Ilustrasi……….. 37 38 38 38 39 40 41 BAB IV

MEDIA DAN TEKNIS PRODUKSI

4.1 Media Cetak………..

4.1.1 Poster……….

4.1.2 Iklan Tabloid dan Majalah Remaja……….

4.1.3 Brosur……….

4.1.4 Spanduk……….

4.1.5 Flyer………

4.1.6 X-banner……….

4.2 Media Elektronik………..

4.2.1 E-banner……….

4.3 Stationery……… 4.4 Merchandise………..

4.5 T-shirt………..

4.6 Gimmick……….. 4.6 Mobil Operasional………

4.7 Papan Jadwal Kunjungan………

42 42 43 44 45 46 47 48 48 49 50 51 52 53 54 DAFTAR PUSTAKA ………...

LAMPIRAN………..

55 56


(60)

v DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Gambar 1.2 Gambar 1.3 Gambar 2.1 Gambar 2.2 Gambar 2.3 Gambar 2.4 Gambar 2.5 Gambar 2.6 Gambar 2.7 Gambar 2.8 Gambar 2.9 Gambar 2.10 Gambar 2.11 Gambar 2.12 Gambar 2.13 Gambar 4.5 Gambar 4.1 Gambar 4.2 Gambar 4.4 Gambar 4.5 Gambar 4.6 Gambar 4.7 Gambar 4.8 Gambar 4.9 Gambar 4.10 Gambar 4.11 Gambar 4.12

Peta Lokasi Kampung Budaya Sindangbarang ………. Rumah Berdinding Bambu... Rumah Gede……….. Batu Menhir peninggalan Kerajaan Pajajaran………….. Peta Kota Bogor...……… Kampung Budaya Sindangbarang ……… Bangunan Khas Budaya Sunda...…

Rumah Penginapan ……….

Ruang Tidur dan Ruang Keluarga...………..……… Ruang Diskusi dan Berkumpul ……….. Belajar Tari dan Musik Tradisional ……… Pijat Refleksi Tradisional ……… Hiburan Kesenian Secara Langsung………. Permainan Tradisional ……… Arum Jeram & Flying Fox ………..…… Kegiatan Arum Jeram Kampung Budaya

Sindangbarang... Denah Kampung Budaya Sindangbarang... Varian poster………. Iklan Tabloid& Majalah Remaja……..………

Brosur….………

Spanduk.………

Flyer……..………..

X-Banner…...……….

E-Banner………....

Stationery………..……….

Merchandise ……….

T-shirt……….. Gimmick……….. 2 3 3 11 12 14 16 16 16 17 17 17 18 18 18 20 22 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52


(61)

vi Gambar 4.13

Gambar 4.14

Mobil Operasional………. Papan Jadwal kunjungan……….

53 54


(62)

vii Tabel 2.14

Tabel 2.15 Tabel 2.16 Tabel 3.1 Tabel 3.2 Tabel 3.3 Tabel 3.4

DAFTAR TABEL

Daftar harga kunjungan……….……….. Daftar harga sewa penginapan……….. Daftar harga Arum Jeram……..…...……….. U.S.P (Uniqe Selling point)……….. Jadwal Penyebaran Media……….. Strategi Distribusi………..

Warna……….

20 20 21 31 36 37 40


(63)

55

DAFTAR PUSTAKA

Prawira., Sulasmi Darma., Dra, (1989). Teori Warna Sebagai salah satu unsur desain dan seni. Jakarta : Penerbit Depdikbud.

Santrock. (2001). Psikologi Remaja. Diakses pada 15 April 2010 dari: http://www.rumahbelajarpsikologi.com/index.php.remaja.html

Laman resmi kota Bogori. Diakses pada 3 Oktober 2010 dari: w.w.w.http://www.kotabogor.go.id

Kotler, P., & Armstrong, G. (2004). Dasar-Dasar Pemasaran

Materi Basic Rafting Catopala Adventure Team. Diakses pada 01 Agustus 2010 dari: www.catopalaadventureteam.blogspot.com

Profil Kampung Budaya Sindangbarang. Diakses pada 10 April 2010 dari: www.kp-sindangbarang.com

SUMBER LAIN

Wawancara dengan Suryadi Fawah, kepala Sekertariat Kampung Budaya Sindangbarang – Bogor. Tanggal 30 Oktober 2010


(64)

(65)

(66)

(67)

(68)

(69)

Lembar Pengesahan

PROMOSI KAMPUNG BUDAYA SINDANGBARANG -

BOGOR

DK 38315 Tugas Akhir Semester I 2010/2011

Oleh:

Deby Chandra Diansyah 51906036

Program Studi Desain Komunikasi Visual

Disahkan oleh: Dosen Pembimbing

Didi Subandi, S.Sn. M.M.

Koordinator Tugas Akhir/Skripsi


(70)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Lembar Pengesahan

PROMOSI KAMPUNG BUDAYA SINDANGBARANG -

BOGOR

DK 38315 Tugas Akhir Semester I 2010/2011

Oleh:

Deby Chandra Diansyah 51906036

Program Studi Desain Komunikasi Visual

Disahkan oleh: Dosen Pembimbing

Didi Subandi, S.Sn. M.M.

Koordinator Tugas Akhir/Skripsi


(6)