Pendekatan Masalah METODE PENELITIAN

b. Bahan hukum sekunder yaitu bahan-bahan yang memberikan penjelasan serta sebagai penunjang bahan hukum primer seperti literatur-literatur ilmu pengetahuan hukum dan konsep-konsep yang berhubungan dengan penelitian skripsi ini. c. Bahan hukum tersier, yaitu bahan hukum yang merupakan bahan atau data pendukung yang memberiikan penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang berasal dari literatur, buku-buku, media masa serta data-data lainnya.

C. Penentuan Narasumber

Narasumber adalah orang memberi informasi yang kita inginkan. Kita dapat memberikan tanggapan terhadap informasi yang diberikan narasumber. Adapun cara mendapatkan informasi yang lengkap sebagai berikut: Membuat rangkuman berdasarkan informasi yang di dengar dari narasumber, setelah memahami informasi dengan lengkap, kita dapat memberikan tanggapan kepada narasumber. Tanggapan tersebut dapat berupa pendapat maupun sanggahan. Maka dalam penelitian ini narasumber yang dipilih adalah: 1. Anggota Kepolisian Satuan Lalu Lintas Kota Bandar Lampung : 1 orang 2. Direktur Lembaga Advokasi Anak LAdA : 1 orang 3. Akademisi Fakultas Hukum Universitas Lampung : 1 orang Jumlah narasumber : 3 orang

D. Prosedur Dan Pengumpulan Data

1. Pengumpulan Data Metode pengumpulan data pada umumnya dikenal tiga cara yaitu studi dokumen atau studi pustaka, pengamatan atau observasi, dan wawancara atau interview. 49 Dalam penulisan ini metode pengumpulan data yang dipergunakan adalah studi pustaka dan wawancara atau interview sebagai penunjang bahan pustaka. Pengumpulan data dalam penelitian di laksanakan dengan cara sebagai berikut : a. Studi Kepustakaan Studi Kepustakan adalah pengumpulan data yang diperoleh dengan cara membaca, mengutip buku-buku,peraturan perundang-undangan yang berlaku serta literatur yang berhubungan atau berkaitan dengan penulisan. b. Studi Lapangan Studi Lapangan adalah pengumpulan data yang diperoleh dengan cara wawancara yang dilakukan langsung terhadap responden. Dalam melakukan wawancara akan diajukan pertanyaan-pertanyaan lisan yang berkaitan dengan penulisan penilitian dan narasumber menjawab secara lisan pula guna memperoleh keterangan atau jawaban yang diperlukan dalam penelitian. 2. Prosedur Pengolahan data 49 Soerjono Soekanto. Pengantar Penelitian Hukum, Universitas Indonesia Press. Jakarta. 1986. Hlm. 66.

Dokumen yang terkait

UPAYA KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI PEREDARAN VCD PORNO DI BANDAR LAMPUNG (Studi Kasus Pada Polresta Bandar Lampung)

1 79 69

ANALISIS KEWENANGAN KEPOLISIAN DALAM PROSES PENYITAAN BARANG BUKTI PELANGGARAN LALU LINTAS (Studi pada Polresta Bandar Lampung)

0 9 56

ANALISIS KEWENANGAN KEPOLISIAN DALAM PROSES PENYITAAN BARANG BUKTI PELANGGARAN LALU LINTAS (Studi pada Polresta Bandar Lampung)

0 25 57

MEMBANGUN CITRA KEPOLISIAN DALAM PELAKSANAAN TILANG GUNA PENANGGULANGAN PELANGGARAN LALU LINTAS DI KOTA BANDAR LAMPUNG

0 4 83

UPAYA KEPOLISIAN DALAM PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN DI KOTA BANDAR LAMPUNG (Studi di polresta Bandar Lampung)

0 12 70

UPAYA KEPOLISIAN DALAM PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR OLEH PELAJAR (Studi pada wilayah polresta Bandar lampung)

0 5 57

SKRIPSI PENANGGULANGAN OLEH POLRI TERHADAP PELANGGARAN LALU PENANGGULANGAN OLEH POLRI TERHADAP PELANGGARAN LALU LINTAS YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DI WILAYAH POLRESTA YOGYAKARTA.

0 4 12

PENDAHULUAN PENANGGULANGAN OLEH POLRI TERHADAP PELANGGARAN LALU LINTAS YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DI WILAYAH POLRESTA YOGYAKARTA.

0 2 18

UPAYA KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI PELANGGARAN LALU LINTAS KHUSUSNYA MELANGGAR UPAYA KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI PELANGGARAN LALU LINTAS KHUSUSNYA MELANGGAR MARKA JALAN DI WILAYAH YOGYAKARTA.

0 4 13

BENTUK-BENTUK PELANGGARAN LALU LINTAS DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA OLEH KEPOLISIAN Bentuk-Bentuk Pelanggaran Lalu Lintas Dan Upaya Penanggulangannya Oleh Kepolisian (Studi Kasus Di Polres Sragen).

0 2 19