PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI.

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR
SHARE (TPS) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA
PEMBELAJARAN EKONOMI
(Kuasi Eksperimen pada Standar Kompetensi Memahami Konsumsi dan Investasi pada
kelas X di SMAN 23 Bandung)

TESIS
dajukan untuk memenuhi tugas akhir pada Program Magister Pendidikan Ekonomi

oleh:
Vika Aprianti

1103979

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2013

LEMBAR HAK CIPTA

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP KEMAMPUAN
BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK
PAIR SHARE (TPS) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA
PEMBELAJARAN EKONOMI
(Kuasi Eksperimen pada Standar Kompetensi Memahami Konsumsi dan Investasi pada
kelas X di SMAN 23 Bandung)

Oleh
Vika Aprianti
1103979

Sebuah Tesis yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Magister
Pendidikan pada Pendidikan Ekonomi Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pendidikan
Indonesia

aprianti_vika@yahoo.co.id
Universitas Pendidikan Indonesia
Agustus 2013

Hak cipta dilindungi undang-undang.
Tesis ini tidak boleh diperbanyak seluruh atau sebagian,
dengan dicetak ulang, difoto copy, atau cara lainnya tanpa ijin dari penulis

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP KEMAMPUAN
BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis yang berjudul “PENGARUH PENERAPAN
MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI(Kuasi
Eksperimen pada Standar Kompetensi Memahami Konsumsi dan Investasi pada kelas X di
SMAN 23 Bandung) ini dan seluruh isinya adalah benar-benar karya saya sendiri, dan saya
tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan
etika ilmu yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan tersebut, saya siap
menanggung risiko yang dijatuhkan kepada saya apabila kemudian hari ditemukan adanya
pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam karya ini, atau ada klaim dari pihak lain terhadap
karya saya.

Bandung, Agustus 2013
Yang membuat pernyataan,

Vika Aprianti
NIM. 1103979

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP KEMAMPUAN
BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

LEMBAR PENGESAHAN

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR
SHARE (TPS), TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA
PEMBELAJARAN EKONOMI
(Studi Eksperimen pada Standar Kompetensi Memahami Konsumsi dan Investasi pada
Kelas X SMAN 23 Bandung)

Pembimbing I

Pembimbing II

Prof. Dr. H. Eeng Ahman, MS
NIP 19611022 19860310 02

Prof. Dr. H Disman, MS
NIP 19590209 198412 1 001

Mengetahui,
Ketua Prodi Pendidikan Ekonomi SPs UPI,

Prof. Dr. H. Eeng Ahman, MS
NIP 19611022 19860310 02

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP KEMAMPUAN
BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

ABSTRAK
Vika Aprianti. NIM 1103979. (2013). Pengaruh Penerapan Model Cooperative Learning
Tipe Think Pair Share (TPS) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada
Pembelajaran Ekonomi (Kuasi Eksperimen pada Standar Kompetensi Memahami
Konsumsi dan Investasi pada Kelas X di SMAN 23 Bandung). Pembimbing I: Prof. Dr.
H. Eeng Ahman, MS. Pembimbing II: Prof. Dr. H. Disman, MS,
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model Cooperative Learning
tipe Think Pair Share (TPS) terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian
dilakukan terhadap peserta didik kelas sepuluh pada mata pelajaran ekonomi. Penelitian ini
merupakan kuasi eksperimen dengan bentuk nonequivalent control group design.
Berdasarkan pengujian statistik yang dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95%, didapat:
Pertama, terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis peserta didik antara sebelum dan
sesudah perlakuan pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran kooperatif
tipe TPS. Kedua, terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis peserta didik antara sebelum
dan sesudah perlakuan pada kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran kooperatif
tipe Make a Match. Ketiga, terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis
peserta didik antara kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe
TPS dengan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make a
Match.
Kata Kunci: Kuasi Eksperimen, Berpikir Kritis, Think Pair Share

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP KEMAMPUAN
BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.............................………………………………………………........ i
BAB I PENDAHULUAN.........………………………………………………........ 1
1.1 Latar Belakang........................................................................................

1

1.2 Rumusan Masalah..........…………………….........................................

7

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian......………………………….................

8

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

10

2.1 Kajian Pustaka......................................................................................... 10
2.1.1 Konsep Berpikir.............................................................................

10

2.1.1.1 Konsep Berpikir Kritis.......................................................

13

2.1.1.2 Tingkat Kemampuan Berpikir Kritis.................................. 22
2.1.2 Model Pembelajaran.......................................................................

25

2.1.2.1 Pengertian Cooperative Learning....................................... 26
2.1.2.2 Karakteristik Cooperative Learning................................... 29
2.1.2.3

Teori-teori

belajar

yang

Melandasi

Cooperative

Learning.............................................................................. 31
2.1.2.4 Skenario Pembelajaran Model Cooperative Learning.......

36

2.1.2.5 Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS (Think Pair 38
Share)..................................................................................
2.2 Kerangka Pemikiran......……………………………………………….

40

2.1 Hipotesis........................………………………………………………

35

BAB III METODOLOGI PENELITIAN........…………………………………….

45

3.1 Objek dan Subjek Penelitian................................................................... 45
3.2 Desain Eksperimen................………………………………………….

45

3.3 Teknik dan Alat Pengumpulan Data....................................................... 46
3.4 Prosedur Penelitian.................................................................................

47

3.5 Analisis Data........................................................................................... 52
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.......................................... 56
4.1 Deskripsi Subjek Penelitian.................................................................... 56
Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

4.2 Analisis Data dan Pengujian Hipotesis................................................... 57
4.2.1 Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Antara
Sebelum Dan Sesudah Perlakuan Pada Kelas Eksperimen.......... 57
4.2.1.1 Pemaparan Data Kemampuan Berpikir Kritis Kelas
Eksperimen....................................................................
4.2.1.2 Pembahasan Kemampuan

Berpikir Kritis

57

Kelas

Eksperimen....................................................................

60

4.2.2 Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Antara
Sebelum Dan Sesudah Perlakuan Pada Kelas Kontrol................

64

4.2.2.1 Pemaparan Data Kemampuan Berpikir Kritis Kelas
Kontrol...........................................................................

68

4.2.2.2 Pembahasan Kemampuan Berpikir Kritis Kelas
Kontrol...........................................................................
4.2.3 Perbedaan Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta
Didik Pada Kelas Eksperimen Dengan Kelas Kontrol................. 71
4.2.3.1 Pemaparan Postes Kemampuan berfikir kritis Kelas
Eksperimen-Kontrol....................................................... 71
4.2.3.2 Pembahasan

Kemampuan

berfikir

kritis

Kelas

Eksperimen-Kontrol....................................................... 75
BAB V KEISMPULAN DAN SARAN...................................................................

79

5.1 Kesimpulan........................................................................................... 79
5.2 Saran..................................................................................................... 79
DAFTAR PUSTAKA

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1

Frekuensi dan Presentasi Hasil Tes Kemampuan Berpikir
Kritis Siswa Kelas XI IPS Mata Pelajaran Ekonomi SMAN
23 Bandung Tahun pelajaran 2012/2013.................................

Tabel 2.1

5

Jenis, Indikator dan Cara Evaluasi Prestasi Berdasarkan
Taksonomi Bloom....................................................................

11

Tabel 2.2

Konsensus Para Ahli terhadap Definisi Berpikir Kritis...........

18

Tabel 2.3

Indikator Kemampuan Berpikir Kritis.....................................

21

Tabel 2.4

Langkah-langkah Metode Think Pair Share............................

39

Tabel 2.5

Tabel Perbedaan dan Persamaan Konstruktivistik Piaget dan
Vigotsky...................................................................................

Tabel 2.6

Tabel Perbedaan dan Persamaan Konstruktivistik Piaget dan
Vigotsky...................................................................................

42

Tabel 4. 1

Agenda Pelaksanaan Setiap Pertemuan...................................

56

Tabel 4. 2

Deskriptif Statistik Kemampuan berfikir kritis Kelas
Eksperimen...............................................................................

Tabel 4. 3

Hasil Uji Normalitas dan Homogentias Kemampuan Berpikir
Kritis Kelas Eksperimen............................................

Tabel 4.4

57

58

Hasil Uji t terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
Sebelum dan Setelah Penerapan Model Pembelajaran
Cooperative Learning tipe TPS...............................................

59

Tabel 4. 5

Peningkatan Kemampuan berfikir kritis Kelas Eksperimen....

60

Tabel 4. 6

Deskriptif Statistik Kemampuan berfikir kritis Kelas Kontrol

64

Tabel 4. 7

Hasil Uji Normalitas dan Homogentias Kemampuan Berfikir

65

Kritis Kelas Kontrol.................................................................
Tabel 4.8

Hasil Uji t terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa

66

Sebelum dan Setelah Penerapan Model Pembelajaran
Cooperative Learning tipe Make a Match...............................
Tabel 4. 9

Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Kelas Kontrol........

67

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tabel 4. 10

Deskriptif Statistik Postes Kemampuan Berpikir Kritis Kelas

71

Eksperimen-Kontrol.................................................................
Tabel 4. 11

Hasil Uji Normalitas dan Homogentias
Postes Kemampuan Berpikir Kritis Kelas EksperimenKontrol.....................................................................................

Tabel 4.12

Tabel 4. 13

72

Hasil Uji t terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas
eksperimen dan Kelas Kontrol.................................................

73

Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Kelas Eksperimen-

74

Kontrol......................................................................................

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1

Perkembangan potensi intelektual Menurut Jean Paiget.

27

Gambar 2.2

Mekanisme Pembelajaran dengan Model Cooperative

34

Learning..........................................................................
Gambar 2.3

Paradigma Berpikir.........................................................

45

Gambar 4. 1

Peningkatan kemampuan Berpikir Kritis Kelas

61

Eksperimen......................................................................
Gambar 4. 2

Peningkatan kemampuan Berpikir Kritis Kelas Kontrol

68

Gambar 4.3

N-Gain IBK Kelas Eksperimen-Kontrol.........................

75

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Berpikir merupakan suatu kegiatan mental yang dialami seseorang jika
mereka dihadapkan pada suatu masalah atau situasi yang harus dipecahkan.
Ruggerio dalam Anonim (2013) mengartikan berpikir sebagai suatu aktivitas
mental untuk membantu memformulasikan atau memecahkan suatu masalah,
membuat suatu keputusan, atau memenuhi hasrat keingintahuan. Pendapat ini
menunjukkan ketika seseorang memutuskan suatu masalah, memecahkan
masalah, ataupun ingin memahami sesuatu, maka orang tersebut melakukan
aktivitas berpikir.
Beberapa ahli membedakan kegiatan berpikir menjadi beberapa jenjang,
yaitu berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking (HOT) dan dan berpikir
tingkat rendah atau Lower Order Thinking (LOT). Berpikir tingkat tinggi (higher
order thinking) disebut sebagai gabungan dari berpikir kritis, berpikir kreatif, dan
berpikir pengetahuan dasar. Thomas, Thorne & Small dalam Anonim (2013)
menyatakan bahwa berpikir tingkat tinggi menempatkan aktivitas berpikir pada
jenjang yang lebih tinggi dari sekedar menyatakan fakta. Dalam berpikir tingkat
tinggi, yang menjadi perhatian adalah apa yang akan dilakukan terhadap fakta.
Kita harus memahami fakta, menghubungkan fakta satu dengan fakta yang lain,
mengkategorikan, memanipulasi, menggunakannya bersama dalam situasi yang
baru dan menerapkannya dalam mencari penyelesaian baru terhadap masalah
baru. Thomas, Thorne & Small juga menyatakan delapan aspek yang berasosiasi
dengan berpikir tingkat tinggi, yaitu (1) tidak ada seorangpun yang dapat berpikir
sempurna atau tidak dapat berpikir sepanjang waktu, (2) mengingat sesuatu tidak
sama dengan berpikir tentang sesuatu itu, (3) mengingat sesuatu dapat dilakukan
tanpa memahaminya, (4) berpikir dapat diwujudkan dalam kata dan gambar, (5)
terdapat tiga tipe intelegensi dan berpikir yaitu analitis, kreatif dan praktis, (6)
ketiga intelegensi dan cara berpikir tersebut berguna dalam kehidupan sehari-hari,
(7) keterampilan berpikir dapat ditingkatkan dengan memahami proses yang
Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2

terlibat dalam berpikir, serta (8) metakognisi (berpikir tentang berpikir) adalah
bagian berpikir tingkat tinggi.
Berpikir kritis merupakan perwujudan dari berpikir tingkat tinggi (higher
order thinking). Hal tersebut karena kemampuan berpikir tersebut merupakan
kompetensi kognitif tertinggi yang perlu dikuasai siswa maupun mahasiswa dalam
pembelajaran. Berpikir kritis dapat dipandang sebagai kemampuan berpikir siswa
untuk membandingkan dua atau lebih informasi, misalkan informasi yang
diterima dari luar dengan informasi yang dimiliki. Bila terdapat perbedaan atau
persamaan, maka ia akan mengajukan pertanyaan atau komentar dengan tujuan
untuk mendapatkan penjelasan.
Bloom, Reich, Paul, Nickerson, dalam Reece yang dikutip oleh Anonim
(2013) memaparkan bahwa pendukung pergerakan berpikir kritis mengungkapkan
sejumlah alasan untuk mengajarkan berpikir kritis. Alasan yang umum adalah
refleksi perubahan pola-pola ekonomi yang meninggalkan peradaban masyarakat
industrial menuju peradaban yang mengharuskan tenaga kerja menyelesaikan
masalah-masalah kompleks. Alasan yang lain adalah keterampilan berpikir kritis
diperlukan dalam kehidupan manusia sehari-hari dalam segala bidang.
Berpikir kritis tidak efektif diajarkan dalam lingkungan sekolah tradisional
yang mengandalkan peran memorisasi dan metode mengajar didaktis. Oleh karena
itu, praktisi pendidikan selayaknya mengembangkan beragam program untuk
mengajarkan berpikir kritis.
Tema umum dalam pergerakan berpikir kritis adalah keterampilan
berpikir yang melibatkan kemampuan mengambil keputusan yang bernalar dalam
situasi yang kompleks. Pergerakan ini menekankan pada ”knowing how” daripada
”knowing what”. Oleh karena itu, usaha membantu individu memperoleh
kemampuan tersebut membutuhkan kesadaran diri sebagai bagian usaha dari
pendidik untuk menggali berpikir kritis dengan memanfaatkan metode daripada
peran sederhana memorisasi dan pengajaran didaktik.
Peneliti pendidikan menyatakan bahwa manusia tidak dilahirkan dengan
keterampilan berpikir kritis tetapi diajarkan untuk berpikir kritis. Berdasarkan
sejarah, terdapat dua pendekatan dalam mengajarkan keterampilan berpikir kritis,
Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3

yaitu mengajarkan berpikir secara terpisah dengan bidang ilmu atau mengajarkan
berpikir kritis yang terpadu pada bidang ilmu. Menurut Perkins dalam Durr,
Lahart, & Maas yang dipaparkan kembali oleh Anonim (2013), cara yang
menguntungkan untuk menyiapkan siswa berpikir kritis adalah menanamkan
keterampilan berpikir kritis terpadu dalam bidang ilmu. Oleh karena itu, guru
harus dilatih untuk mengajarkan keterampilan berpikir kritis kepada siswa dalam
bidang ilmu mereka. Sebagai contoh, mereka harus menantang siswa untuk
belajar tidak hanya isi bidang ilmu tetapi juga keterampilan yang diperlukan
dalam proses dan transfer informasi. Hal ini berdasarkan fakta yang diperoleh
yaitu bahwa siswa yang memasuki dunia kerja saat ini kekurangan keterampilan
berpikir tingkat tinggi, kemampuan mendiagnosis dan menyelesaikan masalah,
kemampuan menerapkan keterampilan mereka terhadap masalah baru yang tidak
familiar, dan kemampuan bekerja secara efektif dalam kelompok.
Dalam pembelajaran ekonomi, pengembangan kemampuan berpikir kritis
didukung oleh pemerintah dalam Puskur Balitbang Depdiknas (2003) yang
menyatakan bahwa tujuan dari mata pelajaran ekonomi di SMA yaitu supaya
peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
1. Memahami sejumlah konsep ekonomi untuk mengkaitkan peristiwa dan
masalah ekonomi dengan kehidupan sehari-hari, terutama yang terjadi
dilingkungan individu, rumah tangga, masyarakat, dan negara.
2. Menampilkan sikap ingin tahu terhadap sejumlah konsep ekonomi yang
diperlukan untuk mendalami ilmu ekonomi.
3. Membentuk sikap bijak, rasional dan bertanggung jawab dengan
memiliki pengetahuan dan keterampilan ilmu ekonomi, manajemen,
dan akuntansi yang bermanfaat bagi diri sendiri, rumah tangga,
masyarakat, dan negara
4. Membuat keputusan yang bertanggung jawab mengenai nilai-nilai sosial
ekonomi dalam masyarakat yang majemuk, baik dalam skala nasional
maupun internasional.

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

4

Kondisi ekonomi di lapangan yang sangat dinamis menuntut kita untuk
lebih peka serta mengasah kemampuan berpikir kritis sehingga dapat menghadapi
segala situasi.
Berpikir kritis dapat diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu. Meskipun
ekonomi merupakan salah satu bagian dari rumpun ilmu sosial, namun konsepkonsep ekonomi bisa dibaca melalui pendekatan kuantitatif. Hal ini menimbulkan
julukan untuk ilmu ekonomi yaitu sebagai eksaknya ilmu sosial. Oleh karena itu,
keterampilan siswa dalam menggunakan alat bantu ekonomi yaitu matematika
pun perlu dikembangkan.
Konsep berpikir kritis matematis dalam ilmu ekonomi muncul akibat
penggunaan bahasa matematika dalam menginterpretasikan konsep-konsep
ekonomi. Penggunaan bahasa matematika dalam ekonomi dapat diartikan sebagai
penggunaan ekspresi verbal yang digantikan dengan simbol-simbol matematika
sehingga penyampaian ide-ide dan konsep ekonomi bisa lebih efisien, lebih akurat
dan lebih sistematis. Dengan bantuan matematika, seorang ahli ekonomi tidak
hanya bisa memberikan gambaran terhadap suatu fenomena namun bisa juga
membuktikannya secara autentik. Ilmu ekonomi sebagai ilmu sosial dengan
tingkat ketidakpastian yang tinggi menjadi dapat dideskripsikan dan dapat
diprediksi keterkaitannya secara sistematis antara satu konsep dengan konsep
lainnya. Matematika membantu mendeskripsikan konsep-konsep ekonomi
menjadi konsep yang logis dan sistematis.
Menurut Burton dalam Stacey (2008), berpikir matematis bersifat
matematis bukan karena merupakan berpikir tentang matematika tetapi karena
operasinya bergantung pada operasi-operasi matematis. Kunci mengenal dan
menggunakan berpikir kritis matematis terletak pada menciptakan atmosfer yang
membangun kepercayaan diri untuk bertanya, menantang dan merefleksikan
karena merupakan pengakuan atas kebutuhan sejumlah asumsi, negosiasi
pengertian, membuat pertanyaan, membuat dugaan, mencari pembenaran dan
menyatakan argumen, mengecek dan memodifikasi, dan menyadari beberapa
pendekatan berbeda. Kemampuan berpikir kritis dalam menggunakan alat bantu

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

5

ekonomi yaitu matematika ini merupakan suatu topik yang sangat menarik untuk
diteliti.
Dari penelitian awal di SMAN 23 Bandung di dapatkan frekuensi dan
presentase jumlah siswa kelas XI yang mendapatkan nilai dari hasil tes
kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran ekonomi pada tabel berikut ini:
Tabel 1.1
Frekuensi dan Presentasi Hasil
Tes Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IPS
Mata Pelajaran Ekonomi SMAN 23 Bandung Tahun pelajaran 2012/2013
No.

Rentang Nilai Tes

Frekuensi

Kemampuan Berpikir

(orang)

Presentase (%)

Kritis
1

85-100

2

6,67

2

75-84

4

13,33

3

65-74

2

6,67

4

55-64

6

20

5

54 kebawah

16

53,33

Jumlah

30

100

Sumber: Pra Penelitian, diolah.
Dari tabel di atas dapat dilihat hasil tes kemampuan berpikir kritis siswa
pada mata pelajaran ekonomi di kelas XI IPS SMAN 23 Bandung menunjukkan
masih berada pada rentang nilai yang sangat rendah. Uji coba dilakukan terhadap
30 orang siswa yaitu siswa kelas XI IPS. Hanya ada 2 orang siswa yang
mendapatkan nilai pada rentang 85-100 dengan presentase 6,67%, 4 orang siswa
mendapatkan nilai pada rentang 75-84 dengan presentase 13,33%, siswa yang
mendapatkan nilai pada rentang 65-74 sebanyak 2 orang dengan presentase
6,67%, siswa yang mendapatkan nilai pada rentang 55-64 sebanyak 6 orang
dengan presentase 20%, sedangkan 16 orang siswa mendapatkan nilai pada
rentang 54 kebawah dengan presentase sebesar 53,33% dan ini merupakan jumlah
yang paling banyak.

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

6

Rendahnya presentase nilai tes kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI
IPS SMAN 23 Bandung dikarenakan siswa mengalami kesulitan dalam
menguasai konsep-konsep ekonomi. Dari

pengamatan di lapangan umumnya

proses pembelajaran mata pelajaran ekonomi banyak yang menggunakan model
pembelajaran konvensional sehingga kurang memberikan kesempatan kepada
siswa untuk memberdayakan kemampuan berpikirnya untuk memecahkan
masalah. Oleh karena itu, proses pembelajaran ekonomi yang selama ini
dilaksanakan haruslah ditinjau kembali. Siswa harus dididik dan dilatih
menggunakan kemampuan berpikir kritis untuk dapat menghubungkan konsep
dasar dengan situasi yang sebenarnya di lapangan, sehingga dengan berpikir kritis
juga siswa dapat dididik untuk lebih memilik sikap mental yang kuat.
Sehubungan dengan itu, maka upaya peningkatan kualitas proses belajar
mengajar dalam pembelajaran ekonomi khususnya dalam meningkatkan
kemampuan berpikir kritis siswa merupakan suatu kebutuhan yang mendesak
untuk dilakukan. Maka model pembelajaran yang direkomendasikan untuk
menjadi solusi dari permasalahan rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa
terutama dalam materi yang menggunakan aplikasi matematis adalah penggunaan
model cooperative learning tipe TPS (Think Pair Share) dalam pembelajaran.
Metode ini dianggap menjadi sebuah metode yang kreatif dan inovatif dan
bisa menjadi salah satu solusi yang efektif dalam pengembangan kemampuan
berpikir kritis siswa.

Penerapan model pembelajaran kooperatif ini dapat

menunjang kegiatan belajar mengajar karena dapat memberikan kesempatan
kepada siswa baik secara individu maupun kelompok untuk ikut aktif membahas
suatu permasalahan.
Pemilihan model pembelajaran kooperatif tipe TPS ini cukup sederhana
karena mudah dilaksanakan sehingga tidak memerlukan waktu yang begitu
panjang namun dapat menstimulasi perkembangan keterampilan berpikir kritis
siswa. Selain itu TPS juga mampu memotivasi siswa supaya saling mendukung
dan membantu satu sama lain dalam menguasai kemampuan yang diberikan oleh
guru bersama teman sekelompoknya.

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

7

Melihat pada latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka penulis
tertarik

untuk

melakukan penelitian

yang diberi

judul

“PENGARUH

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR
SHARE (TPS), TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA
PADA PEMBELAJARAN EKONOMI (Studi Eksperimen pada Standar
Kompetensi Memahami Konsumsi dan Investasi pada kelas X SMAN 23
Bandung)

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah iuraikan diatas, maka masalah dalam
penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Apakah terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa dalam mata
pelajaran ekonomi pada siswa kelompok eksperimen sebelum dan sesudah
proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif
tipe TPS (Think Pair Share)?
2. Apakah terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa dalam mata
pelajaran ekonomi pada siswa kelompok kontrol sebelum dan setelah
proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif
tipe Make a Match?
3. Apakah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa
dalam mata pelajaran ekonomi antara siswa kelompok eksperimen dengan
pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS
(Think Pair Share) dengan siswa kelompok kontrol yang menggunakan
model pemebelajaran kooperatif tipe Make a Match?

1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.3.1

Tujuan Penelitian
1. Untuk menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa dalam
mata pelajaran ekonomi pada siswa kelompok eksperimen sebelum
dan sesudah proses pembelajaran dengan menggunakan model
pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share)?

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

8

2. Untuk menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa dalam
mata pelajaran ekonomi pada siswa kelompok kontrol sebelum dan
sesudah

proses

pembelajaran

dengan

menggunakan

model

pembelajaran kooperatif tipe Make a Match?
3. Untuk menganalisis perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis
siswa pada mata pelajaran ekonomi antara siswa kelompok eksperimen
dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think
Pair Share) dengan siswa kelompok kontrol yang menggunakan model
pemebelajaran kooperatif tipe Make a Match?

1.3.2

Manfaat Penelitian
Adapun yang menjadi kegunaan dalam penelitian ini adalah :
1. Secara Teoritis
a. Secara umum, penelitian ini memberikan sumbangan kepada dunia
pendidikan dalam pengajaran mata pelajaran ekonomi, utamanya
sebagai upaya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa
dengan menggunakan metode Think Pair Share.
b. Secara khusus hasil penelitian ini dapat bermanfaat sebagai
referensi untuk mengembangkan penelitian-penelitian sejenis, serta
dapat

memberikan

kontribusi

terhadap

perkembangan

pembelajaran ekonomi
c. Memberikan kontribusi wawasan tentang penelitian proses
pembelajaran dalam kelas dan kinerja mengajar guru bagi
pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan, serta
menumbuhkembangkan teori-teori yang sudah ada dalam
pelaksanaan proses pembelajaran dalam kelas dan kinerja guru
dalam mengajar.
2. Secara praktis
a. Bagi guru dapat dijadikan alternatif metode yang dapat
menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas yang

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

9

dikehendaki atau kondisi ideal dalam pelaksanaan proses
pembelajaran di kelas.
b. Bagi guru dapat meningkatkan kinerja dalam mengajar yang
berimplikasi kepada prestasi belajar siswa.
c. Sebagai bahan informasi kepada guru ekonomi tentang keefektifan
model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dalam proses
pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
d. Memberikan masukan kepada guru ekonomi dalam menentukan
metode mengajar yang tepat, yang dapat menjadi alternatif dalam
mata pelajaran ekonomi
e. Memberikan informasi pada guru untuk lebih memacu keaktifan
berpikir siswa dalam proses belajar mengajar
f. Memberikan sumbangan informasi untuk meningkatkan mutu
pendidikan di SMA/MA.

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

47

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Objek dan Subjek Penelitian
Objek atau variabel dalam peneliatian ini adalah kemampuan berpikir
kritis siswa pada mata pelajaran ekonomi dengan Standar kompetensi Memahami
Konsumsi dan Investasi yang menggunakan model pembelajaran kooperatif
(Cooperative Learning) tipe TPS (Think Pair Share). Sedangkan yang menjadi
subjek dalam peneliatian ini adalah siswa-siswi kelas X.5 dan X.9 di SMAN 23
Bandung. Setelah peneliti melakukan penelitian di beberapa kelas, dipilihlah kelas
X.9 sebagai kelompok kontrol yang dikenakan model pembelajaran cooperatif
learning tipe Make a Match dan kelas X.5 sebagai kelompok eksperimen yang
dikenakan tindakan atau perlakuan dengan model pembelajaran cooperative
learning tipe TPS (Think Pair Share)
3.2 Desain Penelitian
Metode merupakan suatu cara ilmiah yang dilakukan untuk mencapai
maksud dan tujuan tertentu. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode eksperimen. Metode penelitian eksperimen (experimental
research) yaitu jenis penelitian yang bertujuan untuk menilai pengaruh suatu
perlakuan/tindakan/treatment pendidikan terhadap tingkah laku siswa atau
menguji hipotesis tentang ada atau tidaknya pengaruh tindakkan itu bila
dibandingkan dengan tindakan lain. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan umum
penelitian eksperimen adalah untuk meneliti pengaruh dari suatu perlakuan
tertentu terhadap gejala suatu kelompok tertentu dibanding dengan kelompok lain
yang menggunakan perlakuan berbeda.
Sedangkan desain penelitian merupakan kerangka, pola, atau rancangan
yang menggambarkan alur penelitian. Di dalamnya terdapat langkah-langkah yang
menunjukkan suatu urutan kerja. Desain atau rancangan ini memungkinkan
peneliti untuk menentukan langkah-langkah secara terarah dan efiisien. Desain

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

48

Eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonequivalent Control
Group Design. Dengan pola desain di bawah ini:
Eksperimental

01

Control

03

X

02
04

Sumber: Louis Cohen, Lawrence Manion and Keith Morrison (2007:288)
Keterangan :
01

: tes awal (sebelum perlakuan) pada kelompok eksperimen

02

: tes akhir (setelah perlakuan) pada kelompok eksperimen

X

: dikenakan treatment atau perlakuan dengan model pembelajaran TPS
(Think Pair Share)

-

: tidak dikenakan treatment atau perlakuan

03

: tes awal (sebelum perlakuan) pada kelompok kontrol

04

: tes akhir (setelah perlakuan) pada kelompok kontrol
Dalam observasi dilakukan sebanyak 2 (dua) kali, yaitu sebelum

eksperimen dan setelah eksperimen. Observasi yang dilakukan sebelum penelitian
disebut pre test (O1) sedangkan observasi yang dilakukan setelah perlakuan
disebut post test (O2). Sedangkan penerapan metode TPS (Think Pair Share) di
dalam kelas diterapkan sebanyak 3 (tiga) kali.

3.3 Teknik dan Alat Pengumpulan Data
1. Pretest (Tes Awal)
Pretest atau tes awal dilakukan pada awal penelitian dengan tujuan untuk
mengetahui dan mengukur pengetahuan siswa sebelum dilaksanaknnya
eksperimen dengan menggunakan 2 (dua) metode pembelajaran pada kelas
yang berbeda, yaitu model cooperative learning tipe TPS untuk kelas
eksperimen dan model cooperative learning tipe Make a Match untuk kelas
kontrol.
2. Posttest (Tes Akhir)
Posttest atau tes akhir dilakukan pada akhir penelitian dengan tujuan untuk
mengetahui dan mengukur hasil belajar siswa setelah dilaksanakan eksperimen
Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

49

dengan menggunakan 2 (dua) metode pemebelajaran di kelas yang berbeda,
yaitu metode cooperative learning tipe TPS untuk kelas eksperimenn dan
model cooperative learning tipe Make a Match untuk kelas kontrol.

3.4 Prosedur Penelitian
3.4.1 Tahap Persiapan
Tahap persiapan dilakukan dengan melakukan penelitian awal di SMA Negeri
23 Bandung dan berdiskusi dengan guru ekonomi kelas X untuk memperoleh
kejelasan mengenai hasil belajar siswa khususnya Kemampuan berpikir kritis
siswa. Selanjutnya adalah menentukan kelas yang akan dikenakan tindakan atau
perlakuan sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terhadap seluruh
kelas. Setelah dilakukan penelitian di beberapa kelas maka diperoleh kelas X.9
sebagai kelompok kontrol yang dikenakan model pembelajaran kooperatif tipe
Make a Match dan kelas X.5 sebagai kelompok eksperimen yang dikenakan
tindakan atau perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS.
3.4.2

Tahap Penyususnan Instrumen Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan instrument penelitian berupa tes

kemampuan berpikir kritis pada pokok bahasan konsumsi, tabungan dan investasi,
bentuk tes adalah pilihan ganda berjumlah 40 soal.
Instrument penelitian tersebut disusun dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Menentukan Rancangan pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang terdapat
dalam silabus.
2. Membuat kisi-kisi instrument penelitian yang mencakup pokok bahasan,
aspek soal, nomor soal, dan jumlah item soal.
3. Menyusun soal (instrument) berdasarkan kisi-kisi.
4. Membuat skenario pembelajaran.
5. Mengkonsultasikan instrument.

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

50

3.4.3

Instrumen Penelitian
Dalam penelitian ini digunakan instrument pengumpul data yaitu, tes

kemampuan berpikir kritis. Tes ini dikonstruksi dalam bentuk tes pilihan ganda
dengan jumlah soal sebanyak 40 butir soal. Setiap soal dibuat untuk menguji
kemampuan berpikir kritis siswa terhadap konsep-konsep yang tercakup dalam
pokok bahasan konsumsi, tabungan dan investasi. Tes ini dilakukan dua kali, yaitu
pada saat pretest sebelum pokok bahasan konsumsi, tabungan dan investasi
diajarkan, yang bertujuan untuk melihat kemampuan berpikir kritis awal siswa
terhadap konsep-konsep konsumsi, tabungan dan investasi, dan pada saat posttest
setelah

pembelajarn

dengan

konsumsi,

tabungan

dan

investasi

selesai

dilaksanakan, yang bertujuan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa
sebagai hasil penerapan model pembelajaran yang diujicobakan.

3.4.4

Tahap Uji Coba Instrumen

3.4.4.1 Validitas Instrumen
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan kevalidann dari suatu
instrument. Suatu instrument yang valid atau sahih mempunyai validitas yang
tinggi. Sebaliknya, instrument yang kurang valid memiliki validitas yang rendah.
Dalam uji validitas ini digunakan teknik korelasi product moment yang
dikemukakan oleh Pearson dengan rumus sebagai berikut:
rxy 

N  XY    X   Y 

N  X    X  N Y   Y  
2

2

2

2

(Sugiyono, 2010:255)
Dimana:
rxy

= Koefisen korelasi antara variabel X dan Y

Y

= Jumlah skor tiap item dari seluruh responden penelitian

X

= Jumlah skor total seluruh item dari keseluruhan responden

penelitian
X2

= Jumlah skor-skor X yang dikuadratkan

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

51

Y2

XY

= Jumlah skor-skor Y yang dikuadratkan
= Jumlah perkalian X dan Y

N = Jumlah responden penelitian
Dalam hal ini nilai rxy diartikan sebagai koefisien korelasi sehingga
kriterianya adalah:
Sampai 0,20

= validitas sangat rendah

0,20 – 0,40

= validitas rendah

0,40 – 0,70

= validitas sedang

0,70 – 0,90

= validitas tinggi

0,90 – 1,00

= validitas sangat tinggi

Untuk uji validitas masing-msing butir soal tes materi (X) yang menggunkan
skor penilaian 0 dan 1, digunakan product moment, dengan langkah-langkah
sebagai berikut:
a. Mengurutkan jawaban responden untuk masing-masing butir soal dari
yang menjawab benar (1) ke yang menjawab salah (0). Untuk selanjutnya
pada tabel, judul kolom,”nomor responden” menjadi “nomor urut”.
b. Menjumlahkan banyaknya responden yang menjawab benar (Xi).
c. Menjumlahkan besarnya skor masing-masing responden (Yi), yaitu
jumlah yang menjawab benar untuk setiap responden dari seluruh nomor
butir soal.
d. Menjumlahkan seluruh skor masing-masing responden skor total (Yi).
e. Menghitung skor responden yang menjawab benar dari masing-masing
nomor butir soal (XiYi) dan menjumlahkannya  (XiYi).

f. Menghitung besarnya koefisien korelasi dengan product moment dengan
angka kasar.
g.

rxy 

N  XY    X   Y 

N  X    X  N Y   Y  
2

2

2

2

h. Mengkorelasikan dengan table harga kritik r product moment.

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

52

3.4.4.2 Menghitung Reliabilitas Item
Tes reliabilitas adalah tes yang digunakan dalam penelitian untuk
mengetahui apakah alat pengumpul data yang digunakan menunjukan tingkat
ketepatan, tingkat keakuratan, kestabilan, dan konsistensi dalam mengungkapkan
gejala dari sekelompok individu walaupun dilaksanakan pada waktu yang
berbeda. Rumus yang dipakai berdasarkan rumus Spearman Brown, yaitu:

Sumber: Louis Cohen, Lawrence Manion and Keith Morrison (2007:506)
dimana r adalah korelasi antara masing-masing setengah dari keseluruhan
instrumen.
Tabel 3.2
Interpretasi Besarnya Koefisien Korelasi
Interval Koefisien Korelasi

Tingkat Hubungan

Antara 0,800-1,000

Reliabilitas sangat tinggi

Antara 0,600-0,800

Reliabilitas tinggi

Antara 0,400-0,600

Reliabilitas cukup

Antara 0,200-0,400

Reliabilitas rendah

Antara 0,000-0,200

Reliabilitas sangat rendah

3.4.4.3 Uji Tingkat Kesukaran
Untuk menghitung tingkat kesukaran (TK) dari masing-masing butir soal tes
dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Menghitung jawaban yang benar per item soal
b. Memasukkan ke dalam rumus
P=
(Suharsimi Arikunto, 2006: 208)

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

53

Keterangan:
P : indeks tingkat kesukaran item
B : jumlah siswa yang menjawab benar per item soal
JS : jumlah seluruh siswa peserta
Indeks kesukaran (P) diklasifikasikan sebagai berikut:
P 0,00 sampai dengan 0,30

= soal sukar

P 0,31 sampai dengan 0,70

= soal sedang

P 0,71 sampai dengan 1,00

= soal mudah
(Suharsimi Arikunto,2006:211)

3.4.4.4 Daya Pembeda
Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu butir soal dalam
membedakan siswa yang mempunyai kemampuan tinggi dengan siswa yang
mempunyai kemampuan rendah. Angka yang menunjukkan besarnya daya
pembeda soal disebut dengan Indeks Diskriminasi (D).
Suharsimi Arikunto menjelaskan :
a. Untuk kelompok kecil seluruh kelompokk test dibagi dua sama besar, 50%
kelompok atas (JA) dan 50% kelompok bawah (JB).
b. Untuk kelompok besar biasanya hanya diambil kedua kutubnya saja, yaitu
27% skor teratas sebagai kelompok atas (JA) dan 27% skor terbawah
sebagai kelompok bawah (JB).
Daya pembeda ini digunakan untuk menganalisis data hasil uji coba instrument
penelitian dalam hal tingkat perbedaan setiap butir soal, dengan menggunakan
rumus:
D=

-

(Suharsimi Arikunto,2006:213)
Keterangan :
D

: daya pembeda

JA

: banyaknya peserta kelompok atas

JB

: banyaknya peserta kelompok bawah

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

54

BA

: banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal dengan

benar
BB

: banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal dengan

benar
: proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar

PA=

: proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar

PA =

Tabel 3.3
Interpretasi Daya Pembeda Butir Soal
Daya Pembeda

Kriteria

D : 0,00-0,20

Jelek (poor)

D : 0,20-0,40

Cukup (statistactory)

D : 0,40-0,70

Baik (good)

D : 0,70-1,00

Baik sekali (excellent)

D : negative

Semuanya tidak baik

Sumber : Suharsimi Arikunto (2006:218)
3.5 Analisis Data
3.5.1 Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk melihat bahwa data yang diperoleh tersebar
secara normal atau tidak. Pengujian ini menggunakan tes kecocokan Chi-Kuadrat
yaitu langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Membuat distribusi frekuensi
1) Menentukan rentang
R = skor tertingTPS-skor terendah
2) Menentukan banyaknya kelas interval (k)
K = 1 + 3,3 log n
3) Menentukan panjang interval (P)
P=

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

55

4) Memasukkan data skor ke dalam table berikut:
X

Fi

Xi

Fi.xi

(xi-x)

Fi(xi-x)2

5) Menghitung rata-rata skor dengan rumus :
x=





6) Menghitung standar deviasi dengan rumus
S=



2. Menguji normalitas dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Menentukan batas kelas interval (L), yaitu dengan acra nilai ujung bawah
kelas interval – 0,5 da ujung kelas interval di tambah 0,5.
2) Mentransformasikan batas kelas interval ke dalam bentuk normal standar
(Z) dengan rumus :
Z=
3) Menghitung luas kelas interval (L)
L kelas interval dihitung dengan menggunakan standar Z yaitud engan
acra Za-Zb.
4) Menghitung frekuensi yang diharapkan (Ei)
Frekuensi yang diharapkan dihitung dengan rumus :
Ei = L x N
Dimana:
Ei

: frekuensi yang diaharapkan

I

: luas kelas interval

N

: jumlah data

5) Menghitung Chi-Kuadrat dengan rumus:
x2 =





6) Menentukan derajat kebebasan dengan rumus :
Dk=k-3

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

56

7) Menentukan nilai Chi Kuadrat pada daftar nilai x2 ditentukan pada α =
0,05 dan dk=k-3
8) Menentukan criteria uji normalitas
Jika x2 hitung < x2 tabel maka data terdiistribusi normal dan jika diluar
kriteria tersebut maka data tidak terdistribusi normal.
3.5.2 Uji Homogenitas
Uji homogenitas dua buah varians dilakukan untuk mengetahui
apakah kedua populasi mempunyai varians yang homogeny atau heterogen. Tes
uji homogenitas dua buah varians ini dilakukan bila dua kelompok data ternyata
berdistribusi normal. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Menentukan varians data penelitian
2. Menghitung nilai F dengan rumus
F = S2 b
S2 k
Dimana :
F

: nilai terbesar uji homogenitas

S2 b

: varians terbesar

S2 k

: varians terkecil
(Sudjana, 1996:249)

3. Menentukan derajat kebebasan (dk) dengan rumus :
Dk1 = n1 – 1 dan dk2 = n2-1
4. Menentukan nilai uji homogenitas daftar nilai F pada taraf signifikansi
0,05 dengan dk1 = dk2
5. Menentukan criteria pengujian homogenitas.
Jika F hitung < F tabel maka data terdistribusi homogeny dan jika di luar
kriteria tersebut maka data tidak terdistribusi homogen.

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

57

3.5.3 Uji t
Untuk menguji hasil eksperimen yaitu menggunakan tes awal dan tes
akhir maka digunakan uji t sebagai berikut:
t=



keterangan :
X1

: mean kelompok eksperimen

X2

: mean kelompok kontrol

S12

: varians kelompok eksperimen

S22

: varians kelompok kontrol

N1

: jumlah kelompom eksperimen

N2

: jumlah kelompok kontrol
(Sudjana,1996:241)

Dimana Ho kita terima jika –t

1-1/2a

< t < t1-1/2a atau –t tab < t

hitung

< t table

dengan –t1-1/2a didapat dari daftar distribusi t dengan peluang (1-1/2a) dan
dk=(n1+n2-2) dalam hal lainnya Ho ditolak.(Sudjana, 1996: 259).
Pengujian Hipotesis:
Ho = terdapat perbedaan
H1 = tidak terdapat perbedaan
Pengolahan data secara garis besar dilakukan dengan menggunakan
bantuan pendekatan secara hierarkhi statistik. Data primer hasil tes siswa sebelum
dan sesudah perlakuan, dianalisis dengan cara membandingkan skor tes awal dan
tes akhir. Peningkatan yang terjadi sebelum dan sesudah pembelajaran dihitung
dengan rumus faktor gain yang dikembangkan oleh Hake (1999) dengan
rumus:
g

S post  S pre

S maks  S pre

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

58

Keterangan :
Spost = skor tes akhir
Spre

= skor tes awal

Smaks = skor maksimum
Kriteria:
Tabel 3.5
Kriteria Gain Normalisasi


Kriteria

g ≥ 0,7
0,3  g < 0,7
g < 0,3

Tinggi
Sedang
Rendah

Pengolahan data rata-rata skor gain dinormalisasi dianalisis secara statistik
dengan menggunakan software Microsoft Office Excel 2010

Vika Aprianti, 2013
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

79

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian penerapan model pembelajaran kooperatif
tipe Think Pair Share (TPS) untuk meningkatkan keterampilan berpikir Kritis
siswa SMAN 23 Bandung diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah
menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS)
pada kelas eksperimen. Artinya dengan mengunakan model pembelajaran
kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan kemampuan
berpikir kritis sis

Dokumen yang terkait

Pengaruh model cooperative learning teknik think-pair-share terhadap hasil belajar biologi siswa pada konsep sistem peredaran darah : kuasi eksperimen di smp pgri 2 ciputat

0 11 202

Perbandingan hasil belajar biologi dengan menggunakan metode pembelajaran cooperative learning tipe group investigation (GI) dan think pair share (TPS)

1 5 152

Penerapan model pembelajaran cooperative teknik think pair square (Tps) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih kelas VIII H di Mts pembangunan uin Jakarta

0 14 161

PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS)

2 35 47

PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS)

0 12 47

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) DIPADUKAN DENGAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

0 10 141

PENGARUHPENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TEKNIK THINK PAIR SHARE (TPS)TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI.

0 1 39

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA.

1 1 40

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN BERBANTUAN GAME DI SMK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA.

0 3 46

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE (TPS) TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SISWA SD.

0 0 44

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3897 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1036 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 931 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 624 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 779 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1326 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1225 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 811 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1096 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1326 23