Perbandingan hasil belajar biologi dengan menggunakan metode pembelajaran cooperative learning tipe group investigation (GI) dan think pair share (TPS)

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI DENGAN
MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN
COOPERATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION
(GI) DAN THINK PAIR SHARE (TPS)
(Kuasi Eksperimen di SMP N 10 Kota Tangerang Selatan)
SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah
Untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat untuk Memperoleh
Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Oleh
SIGIT WIBOWO
NIM: 105016100526

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1432H / 2011 M

M otto
Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, ia akan
mendapatkan pahala (dari kebajikan) yang diusahakan dan ia mendapat siksa
(dari kejahatan) yang dikerjakannya.
( Q.S Al-Baqarah : 286 )

Cintailah apa yang engkau cintai sekedarnya saja, mungkin suatu hari ia akan menjadi
sesuatu yang engkau benci, dan bencilah apa yang engkau benci sekedarnya saja, mungkin
suatu hari ia akan menjadi sesuatu yang paling engkau cintai.
( H.R Bukhari M uslim )

Ketahuilah bahwa bersama kesabaran ada kemenangan
Bersama kesusahan ada jalan keluar dan bersama
Kesulitan ada kemudahan
( H.R Tarmidzi )

“ untuk meraih hal yang besar, kita tidak hanya harus bertindak, tapi juga bermimpi;
Tidak hanya merencanakan, tapi juga yakin “
( Anatole France )

Hidupku,matiku agamaku hanya untuk Allah; dan menjadi orang yang bermanfaat bagi
Diriku dan orang lain adalah kebahagiaanku
( penulis )

PERSEM BAH AN
Skripsi ini kupersembahkan untuk:
Allah SWT yang telah mengijinkan aku untuk bisa hidup dan melihat dunia ini
Almarhum Ayahanda tercinta yang selalu ada bagiku mesti telah tiada, dan ibu tercinta atas
cinta dan kasih sayang yang tak t erhingga dan atas Doanya.
Ayah , ibu,. Baktiku semasa usiaku mungkin ta kan cukup membalas segala budi baik dan
kasih sayangmu padaku.,tapi aku bercita-cita untuk menjadi penerang dan penyejuk mu
diakhirat kelak.. doaku kan selalu menyertaimu Ayah.,I bu.,
Tanpamu, aku hanya sebuah bunga yang layu dan ta kan tumbuh..
Cint amu,kasihmu dan sayangmu membuat ku tumbuh dan indah merekah..
L ove u mom,,dad…
Kakak-kakakku ( Abenk, andri irawan, nina herlina, ade rita Rosita dan yang lainnya )
Yang selalu memberikan dukungan dan semangat untuk cepat menyelesaikan
kuliahku.
Keponakan2 kecilku ( dinda, dafina, salma, nazwa, edria, upi, akmal, Z ahra, )
Jangan nakal yaa”… … … … … .
‘’ Seseorang ‘’ yang telah memberikan semangat dan selalu membantuku dalam
penyelesaian skripsi ini.
Teman-t eman Biologi khususnya angkatan 2005, terima kasih atas kebaikan
kalian semua
Almameterku tercinta
Para pembaca budiman

SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI
Yang bertandatangan di bawah ini
Nama

: Sigit Wibowo

NIM

: 105016100526

Jurusan

: Pendidikan IPA-Biologi

Angkatan Tahun : 2005
Alamat

: Dsn. Sukakarya Rt/Rw 02/10 Desa. Telukjambe

Kec.

Telukjambe Timur Kab. Karawang 41361
MENYATAKAN DENGAN SESUNGGUHNYA
Bahwa skripsi yang berjudul Perbandingan Hasil Belajar Biologi Dengan
Menggunakan Metode Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Group
Investigation (GI) Dan Think Pair Share (TPS) adalah benar hasil karya sendiri
di bawah bimbingan dosen:
1. Nama
NIP

: Nengsih Juanengsih., M.Pd
: 19790510 200604 2 001

Dosen Jurusan : Pendidikan IPA-Biologi
2. Nama
NIP

: Yuke Mardiati., S.Si
: 19760117 200701 2 013

Dosen Jurusan : Pendidikan IPA-Biologi

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan saya siap
menerima segala konsekuensi apabila terbukti bahwa skripsi ini bukan hasil karya
sendiri.

LEMBARAN PENGESAHAN

SKRIPSI
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI DENGAN
MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN COOPERATIVE
LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) DAN TIPE THINK PAIR
SHARE (TPS)

Oleh:
SIGIT WIBOWO
NIM: 105016100526

Mengetahui,
Pembimbing I

Nengsih Juanengsih, M.Pd
NIP : 19790510 200604 2 001

Pembimbing II

Yuke Mardiati S.Si
NIP : 19760117 200701 2 013

LEMBAR PENGESAHAN
Skripsi berjudul:” Perbandingan Hasil Belajar Siswa Dengan
Menggunakan Metode Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Group
Investigation ( GI ) Dan Think–Pair–Share (TPS) (Quasi Eksperimen Di SMP
N 10 Tangerang Selatan )” disusun oleh Sigit Wibowo, NIM 105016100526,
diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Kegururan (FITK) UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta, dan telah dinyatakan LULUS dalam Ujian Munaqasyah
tanggal 14 Februari 2011 dihadapan dewan penguji. Karena itu, penulis berhak
memperoleh gelar Sarjana S1 (S.Pd) dalam bidang Pendidikan IPA (Biologi).
Jakarta, Maret 2011
Panitia Ujian Munaqasyah
Tanggal
Ketua Panitia (Ketua Jurusan/Program Studi)
Baiq Hana Susanti M.Sc
NIP. 19700209 200003 2 001

Tanda Tangan

…….…………...

……………...

…….…………...

……………...

…….…………...

……………...

Sekertaris (Sekertaris Jurusan/Prodi)
Nengsih Juanengsih M.Pd
NIP. 19790510 200604 2 001
Penguji I
Drs. Ahmad Sofyan M.Pd
NIP. 19650115 198703 1 020
Penguji II
Dr. Zulfiani, M.Pd
NIP. 19760309 200501 2 002

…….…………...

Mengetahui:
Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

……………...

ABSTRAK

SIGIT WIBOWO (105016100526). Perbandingan Hasil Belajar Biologi Siswa
Dengan Menggunakan Metode Cooperative Learning Tipe Group
Investigation (GI) dan Think Pair Share (TPS). Skripsi Program Studi
Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan IPA Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.2010.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan Metode
Cooperative Learning tipe Group Investigation (GI) dan Think Pair Share (TPS)
Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa. Penelitian ini dilakukan di
SMP Negeri 10 Kota Tanggerang Selatan dengan fokus bahasan materi penelitian
pada konsep sistem pencernaan pada manusia. Penelitian ini dilaksanakan pada
bulan September 2010. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi
eksperimen, dengan desain penelitian tipe Two Group, Pretest posttest design.
Sampel diambil secara Random Sampling dari 72 siswa dibagi menjadi 2 kelas,
yaitu kelas eksperimen I (menggunakan GI) dan kelas eksperimen II
(menggunakan TPS). Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen tes
berupa soal-soal pilihan ganda dan instrumen nontes berupa pedoman wawancara
dan lembar observasi. Data hasil instrumen tes, dianalisis dengan uji statistik
berupa uji perbandingan nilai pretest dan posttest kedua kelas, sedangkan data
hasil instrumen nontes dianalisis secara kualitatif dan digunakan untuk
mendeskripsikan tingkat keberhasilan penggunaan kedua metode.
Berdasarkan hasil analisis data penelitian, diperoleh bahwa perbedaan
hasil belajar kedua kelas sangat signifikan. Kesimpulan tersebut didasarkan pada
hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji t terhadap kedua nilai postest.
Hasilnya adalah nilai thitung = 6,1439 sedangkan nilai ttabel pada taraf signifikan 1%
adalah 2,650 dan taraf signifikan 5% adalah 2.000. Terlihat bahwa nilai thitung >
ttabel baik pada taraf signifikansi 1% maupun 5%. Hal tersebut menunjukkan
bahwa terdapat perbedaan hasil belajar Biologi siswa dengan menggunakan
metode cooperative learning tipe GI dan TPS.

Kata kunci: Metode Cooperative Learning, Group Investigation (GI), Think Pair
Share (TPS), Hasil Belajar Biologi.

ABSTRACT

SIGIT WIBOWO (105016100526). Result Comparasion Student In Learning
Biology Using Cooperative Learning Method Type Group Investigation (GI) and
Think Pair Share (TPS)S1 The skripsi of Biology Education Department, Faculty
of Tarbiya and Teaching Training, State Islamic University of Syarif Hidayatullah
Jakarta, 2010.
This research is aimed to compare the result of student learning Biology
using cooperative learning, type group investigation (GI) and think pair share
(TPS) methods. Research was carried out in SMP Negeri 10 South Tangerang, on
September 2010. Focusing on subject human digestive system using quaition
experiment methods, with Two Group, Pretest posttest design research.
Sample was collected randomly from 72 students divided into 2 classes,
experiment class I (using GI) and experiment class II (using TPS). Instrument
used in this research is a multiple choice questions test and as a non test
instrument is a interview and observation sheet.Result from the test instrument
then statistically analayzed as a comparasion between pretest and posttest scores
from the two classes. While the result from non test instrument analayzed
qualitatively and is used to describes the successfully level using both methods.
Based on the analyzed data, the differences between both classes were
very significant. The conclusion are taken from the value of hypothesis test using t
test for both posttest scores. The result is to = 6,1439 while ttable at significant level
1 % is 2,650 an at significant and level 5 % is 2,000. Is shows that the value of to
> ttable at both significant level of 1% or 5%. And there fore it shows the
differences in student learning Biology using cooperative learning methods of GI
and TPS type.

Keywords: Method of Cooperative Learning, Group Investigation (GI), Think
Pair Share (TPS), The Learning Biology.

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dengan sangat
sempurna dan memberikan ilmu pengetahuan lebih dari makhluk lain. Syukur
Alhamdulillah penulis panjatkan atas segala rahmat dan hidayah-Nya yang tiada
putus dan henti-hentinya. Shalawat serta salam semoga selalu teriringkan kepada
Nabi Muhammad SAW sebagai teladan terbaik bagi segenap manusia, juga
kepada keluarga dan sahabat yang selalu istiqomah dalam menjalankan sunnahnya.
Pemilihan judul skripsi “ Perbandingan Hasil Belajar Biologi Dengan
Menggunakan Metode Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Group
Investigation (GI) dan Think-Pair-Share (TPS) ” berdasarkan asumsi bahwa
kedua tipe metode tersebut memiliki kelebihan dan ciri khas masing-masing yang
mampu meningkatkan hasil belajar siswa, sehingga menjadi ketertarikan sendiri
bagi peneliti untuk membandingkan keduanya.
Apresiasi dan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya penulis sampaikan
kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Dede Rosyada, MA., Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Ibu Baiq Hana Susanti, M.Sc., Ketua Jurusan Pendidikan IPA FITK UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Ibu Nengsih Juanengsih, M.Pd., Dosen Pembimbing I yang telah
memberikan bimbingan, masukan serta pengarahannya dalam penulisan
skripsi ini dan selalu ada saat peneliti kesulitan.
4. Ibu Yuke Mardiati S.Si., Dosen Pembimbing II yang telah memberikan
bimbingan dan arahan kepada peneliti dalam penulisan skripsi ini.
5. Ibu Hj. Elly Wijayanti M.Pd., Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Kota
Tangerang Selatan, yang telah memberikan izin kepada peneliti untuk
melakukan penelitian dan memberikan bantuan selama penelitian.

i

6. Ibu Rahayu S.Pd., Guru bidang studi IPA SMP Negeri 10 Kota Tangerang
Selatan, yang telah memberikan arahan dan motivasi kepada peneliti
selama melakukan penelitian.
7. Ibunda tercinta, Hj. Ecin Kuraesin yang selalu mencurahkan kasih
sayangnya, memanjatkan do’a yang tiada henti-hentinya, bagaikan oase di
padang pasir yang memberikan kesegaran di saat kekeringan, dan selalu
memberikan senyuman ketenangan dikala datang kegelisahan. Semoga
Allah selalu menyayanginya sebagaimana ia menyayangi peneliti.
8. Kakak-kakakku khususnya Bambang Irawan dan Andri Irawan yang sabar
menuntun dan memotivasi peneliti dalam penyelesaian skripsi ini, serta
keponakan-keponakanku terima kasih atas do’a dan dukungannya selama
ini baik secara moril maupun materil.
9. Rekan-rekan mahasiswa Pendidikan Biologi angkatan 2005 yang
memotivasi peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini.
10. Keluarga Besar Resimen Mahasiswa (MENWA) Wira Dharma UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta, terutama angkatan Castrena 06.
11. Keluarga Besar Lembaga Dakwah Kampus KOMDA FITK UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta, terutama angkatan An-Nahl Danny sudayat,
Welman, Iwan Sasmita.
12. Sahabat-sahabatku, terima kasih untuk do’a dan semangatnya selama ini.
Penulis menyadari bahwa laporan ini tidak terlepas dari keterbatasan. Oleh
karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun. Akhirnya
semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi semuanya.

Jakarta, November 2010

Penulis

ii

DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN
ABSTRAK
KATA PENGANTAR ..................................................................................

i

DAFTAR ISI ................................................................................................ iii
DAFTAR TABEL ........................................................................................

v

DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ vi

BAB I : PENDAHULUAN ...........................................................................

1

A. Latar Belakang Masalah .........................................................

1

B. Identifikasi Masalah ..............................................................

6

C. Pembatasan Masalah ..............................................................

6

D. Rumusan Masalah .................................................................

6

E. Tujuan Penelitian ...................................................................

6

F. Manfaat Penelitian .................................................................

6

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA, HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN,
KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS .....................

7

A. Teori Konstrukstivisme Dalam Pembelajaran IPA..................

7

1. Konstruktivisme .........................................................

7

2. Pembelajaran IPA Berbasis Konstruktivisme ..............

9

3. Pembelajaran IPA Dengan Pendekatan Pembelajaran
Kooperatif (Cooperative Learning) ........................... 11
4. Group Investigation (GI) ........................................... 18
5. Think Pair Share (TPS) ............................................. 23
6. Hakikat Metode Pembelajaran .................................... 27
7. Hakikat Hasil Belajar Biologi .................................... 29
B. Hasil Penelitian yang Relevan ............................................... 34
C. Kerangka Berpikir ................................................................. 36
D. Hipotesis Penelitian .............................................................. 38

iii

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN .................................................. 39
A. Waktu dan Tempat Penelitian ................................................ 39
B. Metode dan Desain Penelitian ................................................ 39
C. Populasi dan Sampel ............................................................. 40
D. Teknik Pengumpulan Data .................................................... 40
E. Instrumen Penelitian ............................................................. 41
F. Kalibrasi Instrumen ............................................................... 42
G. Teknik Analisis Data ............................................................. 46
H. Hipotesis Statistik ................................................................. 49
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian ..................................................................... 50
B. Pengujian Prasyarat Analisis Data ......................................... 52
C. Pembahasan .......................................................................... 57
D. Keterbatasan Penelitian ......................................................... 61
BAB V : PENUTUP
A. Kesimpulan ........................................................................... 62
B. Saran ..................................................................................... 62

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 63

iv

DAFTAR TABEL
1. Tabel 2.1 Fase-fase Dalam Pembelajaran Kooperatif .................................. 16
2. Tabel 3.1 Desain Penelitian ........................................................................ 39
3. Tabel 3.2 Pengumpulan Data ...................................................................... 40
4. Tabel 3.3 Kisi-Kisi Instrumen .................................................................... 41
5. Tabel 4.1 Ukuran Pemusatan dan Penyebaran Data Hasil Pretest ............... 50
6. Tabel 4.2 Ukuran Pemusatan dan Penyebaran Data Hasil Postest ............... 51
7. Tabel 4.3 Perhitungan Normal Gain ........................................................... 52
8. Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas Kelas GI .................................................... 52
9. Tabel 4.5 Hasil Uji Normalitas Kelas TPS .................................................. 53
10. Tabel 4.6 Perhitungan Uji Homogenitas ................................................... 53
11. Tabel 4.7 Uji-t Data Pretest Kelas GI dan TPS ......................................... 54
12. Tabel 4.8 Uji-t Data Postest Kelas GI dan TPS ......................................... 54

v

DAFTAR LAMPIRAN
1.

Lampiran 1. Kisi-kisi pretest dan posttest sistem pencernaan
Pada Manusia ............................................................................................68

2. Lampiran 2. Instrumen Tes System Pencernaan Pada manusia ....................71
3. Lampiran 3. Rekapitulasi Analisis Butir Soal ..............................................77
4. Lampiran 4. Soal pretest dan posttest ..........................................................78
5. Lampiran 5. Lembar Observasi Kuasi Eksperimen
metode Group Investigation .......................................................................81
6. Lampiran 6. Hasil pretest dan posttest kelas 8.1 Materi Sistem Pencernaan
Metode Group Investigation........................................................................83
7. Lampiran 7. Hasi pretest dan posttest kelas 8.2 Materi Sistem Pencernaan
Metode Think Pair Share ............................................................................87
8. Lampiran 8. Uji Normalitas .........................................................................91
9. Lampiran 9. Uji Homogenitas .....................................................................94
10 Lampiran 10. Uji N-Gain GI dan TPS .........................................................96
11. Lampiran 11. Uji Hipotesis .........................................................................98
12. Lampiran 12. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Metode GI ................... 102
13. Lampiran 13. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Metode TPS ................ 114
14. Lampiran 14. LKK GI dan TPS ................................................................. 126
15. Lampiran 15. Hasil Wawancara................................................................. 132

vi

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan adalah masalah
lemahnya proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran seringkali peserta
didik kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Proses
pembelajaran di dalam kelas dititikberatkan kepada kemampuan anak untuk
menghapal informasi, otak anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun
berbagai informasi yang diingatnya itu untuk menghubungkannya dengan
kehidupan sehari-hari. Sehingga saat anak didik lulus dari sekolah, mereka
tidak memiliki daya kreatifitas dan inovasi yang tinggi.
Kenyataan ini terjadi pada semua mata pelajaran yang menggunakan
pengajaran konvensional. Mata pelajaran Sains tidak dapat mengembangkan
kemampuan anak untuk berpikir kritis dan sistematis, karena strategi
pembelajaran berpikir tidak digunakan secara baik dalam setiap proses
pembelajaran di dalam kelas. Pendidikan di sekolah terlalu menjejali otak
anak dengan berbagai bahan ajar yang harus dihapal, pendidikan yang ada
tidak diarahkan untuk membangun dan mengembangkan karakter serta
potensi yang dimiliki. Dengan kata lain, proses pendidikan tidak pernah
diarahkan membentuk manusia

yang cerdas,

memiliki kemampuan

memecahkan masalah hidup, serta diarahkan untuk membentuk manusia yang
kreatif dan inovatif.1
Undang–undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional
menyatakan bahwa:
“ Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. ”2

1

Wina Sanjaya.Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. (Jakarta
Kencana Prenada Media Group. h. 1
2
Ibid., h. 2

1

2

Konsep

pendidikan

menurut

undang–undang

mengarah

kepada

pengembangan potensi peserta didik, ini berarti proses pendidikan itu harus
berorientasi kepada siswa ( student active learning). Pendidikan adalah upaya
pengembangan potensi anak didik. Dengan demikian, anak harus dipandang
sebagai organisme yang sedang berkembang dan memiliki potensi. Tugas
pendidikan adalah mengembangkan potensi yang dimiliki anak didik, bukan
menejejalkan materi pelajaran atau memaksa agar anak dapat mengahafal
data dan fakta. 3
Komunikasi dua arah secara timbal balik sangat diharapkan dalam proses
belajar mengajar, demi tercapainya interaksi belajar yang optimal, yang pada
akhirnya membawa kepada pencapaian sasaran hasil belajar yang maksimal.
Untuk mencapai kondisi yang demikian maka perlu adanya fasilitator yaitu
guru, yang memiliki kemampuan untuk menciptakan situasi belajar yang
melibatkan siswa secara aktif sekaligus membangun motivasi siswa.4
Tugas utama guru adalah membelajarkan siswa, yaitu mengkondisikan
siswa agar belajar aktif sehingga potensi dirinya (kognitif, afektif, dan
psikomotorik) dapat berkembang dengan maksimal. Dengan belajar aktif,
melalui partisipasi dalam setiap kegiatan pembelajaran, akan terlatih dan
terbentuk kompetensi yaitu kemampuan siswa untuk melakukan sesuatu yang
sifatnya positif yang pada akhirnya akan membentuk life skill sebagai bekal
hidup dan penghidupannya. Agar hal tersebut dapat terwujud, Guru
seharusnya mengetahui bagaimana cara siswa belajar dan menguasai berbagai
cara membelajarkan siswa.
Modalitas belajar akan membahas bagaimana cara siswa belajar,
sedangkan model pembelajaran akan membahas tentang bagaimana cara
membelajarkan siswa dengan berbagai variasinya sehingga terhindar dari
rasa bosan dan tercipta suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan.
Perkembangan ilmu pengetahuan alam (IPA) telah melaju dengan
pesatnya karena selalu berkaitan erat dengan perkembangan teknologi yang
3

Ibid., h.2
Yuli Purwanti Hasanah. Efektifitas Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan
Jigsaw Dalam Materi Pokok Klasifikasi Makhluk Hidup Di MTs NU Ungaran. (Skripsi
Universitas Semarang). Tersedia dalam : http://digilib/unnes.ac.id/gsdcollectskripsi diakses
pada:01-01-2010. h.1
4

3

memberikan

wahana

yang

memungkinkan

perkembangan

tersebut.

Perkembangan yang pesat telah menggugah para pendidik untuk dapat
merancang dan melaksanakan pendidikan yang lebih terarah pada penguasaan
konsep IPA, yang dapat menunjang kegiatan sehari-hari dalam masyarakat.
Oleh karena itu, untuk dapat menyesuaikan perkembangan tersebut menuntut
kreatifitas dan kualitas sumberdaya manusia harus ditingkatkan, yang dapat
dilakukan melaui jalur pendidikan. Untuk meningkatkan kualitas peserta
didik melalui pengajaran IPA, guru diharapkan tidak hanya memahami
disiplin ilmu IPA, tetapi hendaknya juga memahami hakikat proses
pembelajaran IPA yang mencakup tiga ranah kemampuan, yaitu kognitif,
afektif dan psikomotor. Oleh karena itu, pengalaman belajar IPA harus
memberikan pertumbuhan dan perkembangan siswa pada setiap aspek
kemampuan tersebut. 5
Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah
(Scientific inquiry) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan
bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting
kecakapan hidup. Oleh karena itu pembelajaran IPA disetiap jenjang
pendidikan lebih menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung
dengan penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap
ilmiah.6
Pendidikan Biologi merupakan bagian dari pendidikan Sains dan sebagai
salah satu mata pelajaran di sekolah yang diharapkan dapat mencapai tujuan
pendidikan

nasional

yang

ada.

Biologi

merupakan

wahana

untuk

meningkatkan ilmu pengetahuan, keterampilan sikap serta bertanggung jawab
kepada lingkungan. Biologi berkaitan dengan cara mencari tahu dan
memahami alam dan makhluk hidup secara sistematis sehingga pembelajaran
Biologi bukan hanya penguasaan kumpulan-kumpulan fakta tetapi juga
proses penemuan. Selain itu Biologi merupakan salah satu pendidikan dan
langkah awal bagi seorang anak mengenal dan memahami konsep-konsep

5

Efi. Perbedaan Hasil Belajar Biologi Antara Siswa Yang Diajar Melalui Pendekatan
Cooperative Learning Teknik Jigsaw Dengan Teknik STAD. (Skripsi Universitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah Jakarta).
6
BSNP. 2006. hal 484.

4

tentang alam untuk membangun keahlian dan kemampuan berpikirnya agar
dapat berperan aktif menerapkan ilmunya dalam dunia teknologi. Untuk
merealisasikan hal tersebut maka harus terjadi peningkatan mutu pendidikan
dalam pembelajaran Biologi dan Sains. Namun pada kenyataan yang ada
dalam pendidikan Sains atau Biologi belum adanya peningkatan mutu
pendidikan.
Masalah-masalah pembelajaran Sains atau Biologi di antaranya adalah:
pengajaran Sains hanya mencurahkan pengetahuan (tidak berdasarkan
praktik). Dalam hal ini, fakta, konsep dan prinsip Sains lebih banyak
dicurahkan melalui ceramah, tanya jawab, atau diskusi tanpa didasarkan pada
hasil kerja praktik. Variasi kegiatan belajar mengajar (KBM) sangat sedikit.
Pada saat ini, guru hanya mengajar dengan ceramah dikombinasi dengan
media dan siswa tidak terlibat aktif dalam pembelajaran. 7
Pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran dimana
siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki tingkat
kemampuan berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota
saling bekerja sama dan membantu untuk memahami suatu bahan
pembelajaran. Pendekatan pembelajaran kooperatif dapat memberikan
keuntungan bagi siswa untuk bekerja sama menyelesaikan tugas-tugas
akademik dengan teman-teman sebaya, yang membutuhkan pemikiran lebih
mendalam tentang ide-ide yang terdapat pembelajaran kooperatif adalah
untuk mengajarkan kepada siswa ketrampilan kerja sama kolaborasi. Dalam
proses pembelajaran Biologi tidak harus belajar dari guru kepada siswa.
Siswa juga bisa saling mengajar dengan sesama siswa lainnya.8
Kegiatan pembelajaran seperti Cooperative Learning turut menambah
unsur-unsur interaksi sosial pada pembelajaran IPA. Menurut Slavin seperti
dikutip Efi, pembelajaran kooperatif merupakan sekelompok kecil siswa yang
bekerja sama untuk belajar dan bertanggung jawab pada kelompoknya.
Cooperative Learning merupakan suatu teknik instruksional dan filosofi
7

Iin Anggraini. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model TPS (Think-Pair-Share)
Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII D Smp Muhammadiyah 2 Surakarta
Tahun Ajaran 2008/2009.( skripsi Universitas Muhammadiyah Surakarta ). Tersedia dalam :
http://etd.eprints.ums.ac.id/42962A420050062/pdf [29-12-09]
8
Ibid.

5

pembelajaran yang berusaha meningkatkan kemampuan siswa untuk
bekerjasama dalam kelompok kecil, guna memaksimalkan kemampuan
belajarnya, dan belajar dari temannya serta memimpin dirinya.9
Di dalam pembelajaran kooperatif, siswa belajar bersama dalam
kelompok-kelompok kecil dan saling membantu satu sama lain. Hal ini
bermanfaat untuk melatih siswa menerima pendapat orang lain dan bekerja
dengan teman yang berbeda latar belakangnya, membantu memudahkan
menerima materi pelajaran, meningkatkan kemampuan berfikir dalam
memecahkan masalah. Karena dengan adanya komunikasi antara anggotaanggota kelompok dalam menyampaikan pengetahuan serta pengalamannya
sehingga dapat menambahkan pengetahuan dan meningkatkan hasil belajar
serta hubungan sosial setiap anggota kelompok. Kegiatan-kegiatan di dalam
pembelajaran Biologi merupakan upaya untuk bagaimana siswa dapat
memahami konsep-konsep.10
Pemahaman yang diperoleh siswa dalam proses pembelajaran dapat
dilihat dari hasil belajar siswa yang diukur dengan memberikan tes kepada
siswa sehingga perlu diadakan penelitian untuk mencari metode yang efektif
dalam proses belajar di kelas, sehingga dapat memberikan alternatif
pendekatan atau metode yang memungkinkan untuk diterapkan pada proses
pembelajaran Biologi.
Berdasarkan uraian di atas peneliti melakukan penelitian dengan judul ”
PERBANDINGAN

HASIL

MENGGUNAKAN

METODE

BELAJAR

SISWA

PEMBELAJARAN

DENGAN

COOPERATIVE

LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION ( GI ) DAN THINK–PAIR–
SHARE (TPS) ”

9
10

Efi. Perbedaan Hasil Belajar Biologi. Op.Cit., hal.5
Ibid.

6

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang, maka dapat diidentifikasikan masalahmasalah sebagai berikut:
1. Bagaimana perbandingan hasil belajar Biologi antara kelas yang
menggunakan metode cooperative tipe GI dengan TPS?
2. Proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru
3. Bagaimana signifikansi peningkatan hasil belajar Biologi setelah diberikan
perlakuan penggunaan metode cooperative tipe GI dan TPS?
C. PembatasanMasalah
Berdasarkan identifikasi masalah, maka penelitian hanya dibatasi pada ”
Perbandingan hasil belajar Biologi siswa dengan menggunakan metode
Cooperative Learning tipe GI dan TPS ”
D. Rumusan Masalah
Rumusan masalah

yang diajukan dalam penelitian

ini adalah

"Bagaimanakah perbandingan hasil belajar Biologi siswa yang menggunakan
Cooperative Learning tipe GI dan TPS ? ”
E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan metode
Cooperative Learning tipe Group Investigation dan Think Pair Share
terhadap peningkatan hasil belajar Biologi siswa.
F. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat sebagai berikut:
1. Bagi Guru, dapat meningkatkan motivasi untuk terampil memilih strategi
pembelajaran yang sesuai dan bervariasi.
2. Bagi Siswa, memotivasi untuk meningkatkan pemahaman tentang IPA
3. Bagi Sekolah, menjadi salah satu sumber data untuk pengembangan
pembelajaran di Sekolah.
4. Bagi Peneliti, memberikan wawasan baru dalam bidang penelitian
pendidikan dan model-model pembelajaran yang akan menjadi bekal untuk
diaplikasikan dalam kehidupan nyata setelah menyelesaikan studinya.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA BERPIKIR
DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
A. Teori Konstruktivisme dalam Pembelajaran IPA
1. Konstruktivisme
Konstruktivisme

adalah

proses

membangun

atau

menyusun

pengetahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman.
Dalam hal ini pengetahuan terbentuk bukan hanya dari objek semata,
tetapi juga dari kemampuan individu sebagai subjek yang menangkap
setiap objek yang diamati. Oleh sebab itu pengetahuan terbentuk oleh dua
faktor penting, yaitu objek yang menjadi bahan pengamatan dan
kemampuan subjek untuk menginterpretasi objek tersebut. Dengan
demikian, pengetahuan itu tidak bersifat statis tapi bersifat dinamis,
tergantung individu yang melihat dan mengkonstruksinya.1
Konstruktivisme adalah satu pandangan bahwa siswa sendiri
pengetahuan bahwa siswa membina sendiri pengetahuan konsep secara
aktif berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang ada. Dalam proses
ini, siswa akan menyesuaikan pengetahuan yang diterima dengan
pengetahuan yang ada untuk membina pengetahuan baru.2
Pernyataan Piaget seperti dikutip Wina yang menyatakan bahwa pada
dasarnya setiap individu sejak kecil sudah memiliki kemampuan untuk
mengkonstruksi pengetahuannya sendiri, artinya pengetahuan yang sangat
bermakna bagi seorang anak ialah pengetahuan yang dirasakan,dihasilkan
dan dibangun berdasarkan pengalaman yang dialaminya secara langsung.
Pengetahuan bagi seorang anak hanya akan dianggap seperti angin lalu

1
Wina Sanjaya.2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.
Jakarta : Kencana Prenada Media Group. h. 264
2
Isjoni, Cooperative Learning : Efektivitas Pembelajaran Kelompok, (Bandung: Alfabeta,
2010), hlm. 30-31.

7

8

dan dilupakan

setelahnya

apabila

proses

dalam

berdasarkan pemberitahuan tanpa melalui pengalaman.

memperolehnya

3

Pembentukan kemampuan berfikir seseorang dilakukan melalui proses
asimilasi dan akomodasi terhadap skema yang sudah ada. Skema adalah
struktur kognitif yang terbentuk melalui proses pengalaman. Asimilasi
adalah proses penyempurnaan skema yang telah terbentuk, dan akomodasi
adalah proses perubahan skema.4
Hakikat pengetahuan yang dituturkan piaget sebagai berikut :
a. Pengetahuan bukanlah merupakan gambaran dunia kenyataan belaka,
b. Subjek membentuk skema kognitif, kategori, konsep dan struktur.
c. Pengetahuan dibentuk dalam struktur konsepsi seseorang. 5
Secara garis besar, prinsip-prinsip Konstruktivisme yang diterapkan
dalam belajar mengajar adalah:
a. Pengetahuan berasal dari siswa sendiri
b. Pengetahuan bukan sekedar transfer ilmu dari guru ke murid
c. Siswa aktif dalam menalar dan mengkonstruksi
d. Guru berperan sebagai pembimbing dan pengarah dalam pembelajaran
e. Relevansi masalah dengan siswa
f. Struktur pembelajaran berpikir kritis
g. Penilaian terhadap siswa
h. Ketepatan penggunaan kurikulum. 6

3

Wina. Op.Cit., h. 124
Ibid., h. 124
5
Ibid., h. 264
6
Surianto.
Teori
Pembelajaran
Konstruktivisme.
Terdapat
di
http://surianto200477.wordpress.com/2009/09/17/teori-pembelajaran-konstruktivisme/2007.
diakses tanggal 15-10-10
4

:

9

2. Pembelajaran IPA berbasis konstruktivisme
IPA memuat aktivitas mempertanyakan dan meneliti fenomena alam
melalui dua karakteristik, yaitu empiris dan analitis. Karakteristik empiris
diperoleh melalui kegiatan observasi dan mendeskripsikan segala sesuatu
yang ada di sekitar. Sedangkan karakteristik analitis berupa pencarian
makna dari hasil observasinya. Prosedur empiris dan analitis dalam usaha
mengungkapkan dan menjelaskan fenomena tersebut disebut dengan
proses ilmiah, dari deskripsi pengertian IPA inilah, pembelajaran IPA
mencakup aktivitas yang mengembangkan keterampilan–keterampilan
proses, sehingga pembelajaran IPA tidak hanya mencakup produk IPA
tetapi juga proses pembelajaran itu sendiri. 7
Pembelajaran bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari
pendidik kepada peserta didik,

melainkan

suatu

kegiatan

yang

memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya. Dengan
demikian, pembelajaran berarti partisipasi pendidik dan peserta didik
dalam membentuk pengetahuan, membuat makna, mencari kejelasan,
bersikap kritis dan mengadakan justifikasi. 8
Pendekatan konstruktivis dilandasi oleh dua teori yaitu Teori
Perkembangan Kognitif Piaget, dan Teori Perkembangan Mental
Vygotsky. Prinsip-prinsip Piaget dalam pengajaran diterapkan dalam
program-program yang menekankan pembelajaran melalui penemuan dan
pengalaman-pengalaman nyata dan pemanipulasian alat, bahan, atau media
belajar

yang

lain serta

peranan Guru

sebagai fasilitator

yang

mempersiapkan lingkungan dan memungkinkan siswa dapat memperoleh
berbagai pengalaman belajar.9

7

Efi. 2007. Perbedaan Hasil Belajar Biologi Antara Siswa Yang Diajar Melalui
Pendekatan Cooperative Learning Teknik Jigsaw Dengan Teknik STAD. (Skripsi Universitas
Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta).h.10
8
Ibid., h.10
9
Surianto. Op.Cit., hal.1

10

Implikasi teori kognitif Piaget pada pendidikan adalah sebagai berikut:
a. Memusatkan perhatian kepada berfikir atau proses mental anak,
tidak sekedar kepada hasilnya. Selain kebenaran jawaban siswa,
Guru harus memahami proses yang digunakan anak sehingga
sampai pada jawaban tersebut. Pengalaman-pengalaman belajar
yang sesuai dikembangkan dengan memperhatikan tahap fungsi
kognitif dan hanya jika Guru penuh perhatian terhadap metode
yang digunakan siswa untuk sampai pada kesimpulan tertentu,
barulah dapat dikatakan Guru berada dalam posisi memberikan
pengalaman yang dimaksud.
b. Mengutamakan peran siswa dalam berinisiatif sendiri dan
keterlibatan aktif dalam kegiatan belajar. Dalam kelas, Piaget
menekankan bahwa pengajaran pengetahuan jadi (ready made
knowledge) tidak mendapat tekanan, melainkan anak didorong
menemukan sendiri pengetahuan itu melalui interaksi spontan
dengan lingkungan. Oleh karena itu, selain mengajar secara klasik,
Guru mempersiapkan beranekaragam kegiatan secara langsung
dengan dunia fisik.
c. Memaklumi akan adanya perbedaan individual dalam hal kemajuan
perkembangan. Teori Piaget mengasumsikan bahwa seluruh siswa
tumbuh dan melewati urutan perkembangan yang sama, namun
pertumbuhan itu berlangsung pada kecepatan yang berbeda. Oleh
karena itu harus melakukan upaya untuk mengatur aktivitas di
dalam kelas yang terdiri dari individu-individu ke dalam bentuk
kelompok-kelompok kecil siswa daripada aktivitas dalam bentuk
klasikal. Hal ini sesuai dengan pendekatan konstruktivis dalam
pembelajaran khas menerapkan pembelajaran kooperatif secara
ekstensif. 10
10

Yusuf, Kualitas Proses dan Hasil Belajar Biologi Melalui Pengajaran Dengan Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada Madrasah Aliyah Ponpes Nurul Haramain Lombok
Barat
NTB,
(Skripsi
Universitas
Negeri
Semarang).
Tersedia:
http://www.damandiri.or.id/file/yusufunsbab2.pdf [30-12-09]

11

Dua implikasi utama teori Vygotsky dalam pendidikan (Howe &
Jones,1993). Pertama, adalah perlunya tatanan kelas dan bentuk
pembelajaran kooperatif antar siswa, sehingga siswa dapat berinteraksi di
sekitar tugas-tugas yang sulit dan saling memunculkan strategi-strategi
pemecahan masalah yang efektif. Kedua, pendekatan Vygotsky dalam
pengajaran menekankan scaffolding, dengan semakin lama siswa semakin
bertanggung jawab terhadap pembelajaran sendiri. Vygotsky yakin bahwa
pembelajaran terjadi apabila anak bekerja atau menangani tugas-tugas
yang belum dipelajarai namun tugas-tugas itu berada dalam jangkauan
kemampuannya. Ringkasnya, menurut teori Vygotsky, siswa perlu belajar
dan bekerja secara berkelompok sehingga siswa dapat saling berinteraksi
dan

diperlukan

bantuan

Guru

terhadap

siswa

dalam

kegiatan

pembelajaran.11
Berarti proses belajar mengajar IPA di SLTP tidak hanya
berlandaskan pada teori pembelajaran perilaku, tetapi lebih menekankan
pada penerapan prinsip-prinsip belajar teori kognitif. Impilikasi teori
belajar kognitif dalam pembelajaran IPA adalah memusatkan kepada
berpikir atau proses mental anak, dan tidak sekedar kepada hasilnya.12
3. Pembelajaran IPA dengan pendekatan pembelajaran kooperatif
( Cooperative Learning )
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu
tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan
kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau
prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.
Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik
untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek
pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan
sehari-hari.

11
12

Proses pembelajarannya

Ibid., h. 21-22
Efi. Op.Cit., h.11

menekankan pada pemberian

12

pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi
dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan
untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk
memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.13
Biologi sebagai salah satu bidang IPA menyediakan berbagai
pengalaman belajar untuk memahami konsep dan proses Sains.
Keterampilan proses ini meliputi keterampilan mengamati, mengajukan
hipotesis, menggunakan alat dan bahan secara baik dan benar dengan
selalu mempertimbangkan keamanan dan keselamatan kerja, mengajukan
pertanyaan,

menggolongkan

dan

menafsirkan

data,

serta

menbgkomunikasikan hasil temuan secara lisan atau tertulis, menggali dan
memilah informasi faktual yang relevan untuk menguji gagasan-gagasan
atau memecahkan masalah sehari-hari.

Mata pelajaran Biologi

dikembangkan melalui kemampuan berfikir analitis, induktif, dan deduktif
untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peristiwa alam
sekitar. Penyelesaian masalah yang bersifat kualitatif dan kuantitatif
dilakukan dengan menggunakan pemahaman dalam bidang matematika,
fisika, kimia dan pengetahuan pendukung lainnya.14
Biologi dapat diartikan sebagai salah satu pendidikan dan langkah
awal bagi seorang anak mengenal dan memahami konsep-konsep tentang
alam untuk membangun keahlian dan kemampuan berpikirnya agar dapat
berperan aktif menerapkan ilmunya dalam dunia teknologi. Untuk
merealisasikan hal tersebut maka harus terjadi peningkatan mutu
pendidikan dalam pembelajaran Biologi dan Sains. Namun pada kenyataan
yang ada dalam pendidikan sains atau Biologi belum adanya peningkatan
mutu pendidikan, karena pembelajaran yang masih bersifat teacher
center.15

13

Badan Standar Nasional Pendidikan.2006 .Panduan penyusunan kurikulum tingkat
satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah. h . 451
14
Ibid., h. 451.
15
Dwi Apriyani. Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa Dengan Menggunakan
Pendekatan Interaktif Pada Konsep Sistem Pernapasan Pada Manusia. (Skripsi Universitas Islam

13

Metode

Pembelajaran

Kooperatif

adalah

salah

satu

metode

pembelajaran yang dapat meningkatkan aktifitas siswa, meningkatkan
interaksi, meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran
dan akan meningkatkan motivasi siswa untuk aktif dalam proses
pembelajaran. 16
Cooperative Learning berasal dari kata cooperative yang artinya
mengerjakan sesuatu secara bersama-sama dengan saling membantu satu
samalainnya sebagai satu kelompok satu tim. Istilah cooperative learning
dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama pembelajaran kooperatif.
Cooperative Learning adalah suatu model pembelajaran yang saat ini
banyak digunakan untuk mewujudkan kegiatan belajar-mengajar yang
berpusat pada siswa (student oriented), terutama untuk mengatasi
permasalahan yang ditemukan Guru dalam mengaktifkan siswa,yang tidak
dapat bekerja sama dengan orang lain, siswa yang agresif dan tidak peduli
orang lain. 17 Cooperative learning adalah suatu strategi belajar mengajar
dengan kelompok-kelompok kecil sehingga siswa dapat memaksimalkan
proses belajar pada dirinya sendiri dan siswa lainnya. 18
Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu bentuk pengajaran atau
pembelajaran yang didasarkan pada paham konstrutivisme. 19 Pembelajaran
kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai
anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Dalam
menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap siswa anggota kelompok harus
saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi

Negeri
Syarif
Hidayatullah
Jakarta).h.2.Tersedia
dalam
:
http://idb4.wikispaces.com/fileviewss4006.pdf. [29-12-09]
16
Yustini Yusuf. dan Mariani Natalina. 2005.Upaya Peningkatan Hasil Belajar Biologi
Melalu Pembelajaran Kooperatif Dengan Pendekatan Struktur Di Kelas I7 SLTP Negeri 20
Pekanbaru.
Program studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau : Jurnal
Biogenesis)vol.2(1).Hal
8-12.
Tersedia
dalam
:
http://biologifkip.unri.ac.id/karya_tulis/yustini/upayapeningkatan08-12/pdf [29-12-09]
17
Endah
sulistyowati..
Tersedia
dalam
:
http://endahsulistiyowati.wordpress.com/2009/06/01/cooperativelearning/feed/htm [29-12-09]
18
Roger T. Jhonson dan David W. Jhonson, Coopertive Learning. Diakses 21 Januari
2008 dari http//:www.co-operation.org/pages/cl.html.
19
Endah.Op.Cit., h.1

14

pelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif, belajar dikatakan belum selesai
jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran.
Pembelajaran ini menunjukkan bahwa keberhasilan peserta didik akan
tercapai jika setiap anggota kelompoknya berhasil. Kelompok dibuat kecil,
biasanya terdiri dari tiga sampai lima orang agar interaksi antar anggota
kelompok menjadi maksimal dan efektif. Selain itu diharapkan dapat
menyelesaikan tugas kolektif tanpa supervisi langsung dan Guru20
Sebenarnya pembelajaran kooperatif merupakan ide lama. Pada awal
abad pertama seorang filosof berpendapat bahwa untuk dapat belajar,
seseorang harus memiliki pasangan/teman. Dari situlah ide pembelajaran
koopertif itu dikembangkan. Herbert Thelan, mengembangkan prosedur
yang lebih tepat untuk membantu siswa bekerja dalam kelompok. Thelan
berargumentasi bahwa kelas haruslah merupakan laboratorium atau
miniatur demokrasi yang bertujuan mengkaji masalah-masalah sosial dan
antar pribadi.21
Definisi tentang pembelajaran kooperatif sebenarnya juga sangat
beragam. Beberapa pendapat mengenai pembelajaran kontrukstivisme
dikemukan oleh para ahli pendidikan diantaranya menurut Elliot dalam
Endah pembelajaran kooperatif didefinisikan sebagai satu set dari metode
instruksional, yang mana murid didorong untuk bekerja bersama-sama
dalam mengerjakan tugas akademik. Menurut Slavin seperti dikutip Endah
mengemukakan pengertian Cooperative Learning adalah In Cooperative
Learning methods, students work together infour member teams to master
material initially presented by the teacher. Carolyn Kessler (1992) juga
mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif adalah aktivitas belajar
kelompok yang diatur sehingga kebergantungan pembelajaran pada
struktur sosial pertukaran informasi antar anggota dalam kelompok dan

20

Ibid., h.1
Desi sadiati. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran
Kooperatif Investigasi Kelompok Pada Pokok Bahasan Gaya Dan Percepatan Kelas VII SMP N 2
Bukateja Tahun Ajaran 2005/2006. ( Skripsi Universitas Negeri Semarang )
http://digilib/unnes.ac.id/gsdcollectskripsi [30-12-09]
21

15

tiap anggota bertanggung jawab untuk kelompoknya dan dirinya sendiri
dan dimotivasi untuk meningkatkan pembelajaran lainnya. 22
Dua alasan berkenaan dengan pembelajaran kooperatif, pertama,
beberapa hasil penelitian membuktikan prestasi belajar siswa sekaligus
dapat meningkatkan kemampuan hubungan sosial, menumbuhkan sikap
menerima kekurangan diri dan orang lain, serta dapat meningkatkan harga
diri. Kedua, pembelajaran kooperatif dapat merealisasikan kebutuhan
siswa dalam belajar berpikir, memecahkan masalah, dan mengintegrasikan
pengetahuan dengan keterampilan. Dari dua alasan tersebut, maka
pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajaran yang dapat
memperbaiki sistem pembelajaran yang selama ini memiliki kelemahan. 23
Cooperative learning dilandasi oleh falsafah homo homini socius,
yang menekankan bahwa manusia adalah makhluk sosial dan kerja sama
merupakan kebutuhan penting bagi kelangsungan hidup manusia. 24
Metode pembelajaran cooperative learning tidak sama dengan sekedar
belajar kelompok. Ada unsur–unsur dasar pembelajaran cooperative
learning yang membedakannya dengan pembagian kelompok yang
dilakukan asal-asalan. Pelaksanaan prosedur model cooperative learning
dengan benar akan memungkinkan pendidik mengelola kelas dengan lebih
efektif.25 Hal yang diperkenalkan dalam metode pembelajaran cooperative
leraning

bukan

sekadar

kerja

kelompoknya,

melainkan

pada

penstrukturannya, termasuk di dalam struktur ini adalah lima unsur pokok,
yaitu saling ketergantungan positif, tanggung jawab individual, interaksi
personal, keahlian bekerja sama, dan proses kelompok.26

22

Endah . Op.Cit., h.1
Wina. Op.Cit,. h 242.
24
Anita Lie, Cooperative Learning ( Mempraktekan Cooperative Learning di Ruangruang Kelas), (Jakarta : Grasindo, 2002), hal. 27
25
Ibid., h.29
26
Ibid., h.18
23

16

Menurut Slavin seperti dikutip Yusuf, konsep sentral yang menjadi
karakteristik cooperative learning yaitu:
a. Penghargaan kelompok, cooperative learning menggunakan tujuantujuan kelompok untuk memperoleh penghargaan kelompok.
Keberhasilan kelompok didasarkanpada penampilan individu
sebagai anggota kelompok dalam menciptakan hubungan antar
personal yang saling mendukung, saling membantu, dan saling
peduli.
b. Pertanggungjawaban

individu,

pertanggungjawaban

tersebut

menitikberatkan pada aktivitas anggota kelompok yang saling
membantu dalam belajar. Adanya pertanggungjawaban secara
individu juga menjadikan setiap anggota siap untuk menghadapi tes
dan tugas-tugas lainnya secara mandiri tanpa bantuan teman
sekelompoknya.
c. Kesempatan yang sama untuk berhasil, cooperative learning
menggunakan metode skoring yang mencakup nilai perkembangan
berdasarkan peningkatan prestasi yang diperoleh siswa dari yang
terdahulu. Dengan menggunakan metode ini setiap siswa baik yang
berprestasi rendah, sedang, atau tinggi sama-sama memperoleh
kesempatan untuk berhasil dan melakukan yang terbaik bagi
kelompoknya. 27
Pembelajaran kooperatif mempunyai 6 langkah/fase utama sebagai
berikut :28
Tabel 2.1. Fase-fase dalam pembelajaran kooperatif
Fase
Fase 1
Menyampaikan tujuan
memotivasi siswa
Fase 2
Menyajikan informasi
27
28

Yusuf. Op.Cit., h 25-26
Ibid., h 29-30.

Kegiatan Guru
Guru menyampaikan semua tujuan
dan pelajaran yang ingin dicapai pada
pelajaran tersebut dan memotivasi
siswa belajar
Guru menyajikan informasi kepada
siswa baik dengan demonstrasi/teks

17

Fase
Fase 3
Mengorganisasikan siswa ke
dalam kelompok – kelompok
belajar
Fase 4
Membantu kerja kelompok
dalam belajar
Fase 5
Mengetes materi
Fase 6
Memberikan penghargaan

Kegiatan Guru
Guru menjelaskan kepada siswa
bagaiamana
caranya
membentuk
kelompok belajar agar melakukan
perubahan yang efisien
Guru membimbing kelompok –
kelompok belajar pada saat siswa
mengerjakan tugas siswa
Guru mengetes materi pelajaran atau
kelompok menyajikan hasil-hasil
pekerjaan siswa
Guru memberikan cara-cara untuk
menghargai baik upaya maupun hasil
belajar individu dan kelompok

Tujuan pembelajaran kooperatif berbeda dengan kelompok tradisional
(individual) yang menerapkan sistem kompetisi, di mana keberhasilan
individu diorientasikan pada kegagalan orang lain. Sedangkan tujuan dari
pembelajaran kooperatif adalah menciptakan situasi di mana keberhasilan
individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhas

Dokumen yang terkait

Pengaruh model cooperative learning teknik think-pair-share terhadap hasil belajar biologi siswa pada konsep sistem peredaran darah : kuasi eksperimen di smp pgri 2 ciputat

0 11 202

Perbedaan hasil belajar biologi antara siswa yang menggunakan pembelajaran kooperatif teknik think pair share dan teknik think pair squre

0 4 174

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (Gi) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas V Sdit Bina Insani ( Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Sdit Bina Insani Kelas V Semester Ii Serang-Banten )

0 3 184

IMPLEMENTASI METODE KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)

0 6 183

Peningkatan hasil belajar PKn melalui pendekatan Think-Pair-Share

0 9 153

Penerapan model pembelajaran cooperative teknik think pair square (Tps) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih kelas VIII H di Mts pembangunan uin Jakarta

0 14 161

Perbedaan hasil belajar biologi siswa menggunakan model Rotating Trio Exchange (RTE) dengan Think Pair Share (TPS) pada konsep virus

1 7 181

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN GROUP INVESTIGATION (GI) MENGGUNAKAN MEDIA KARTU KATA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN STRUKTUR ATOM.

0 4 16

PENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TEKNIK GROUP INVESTIGATION (GI) DAN THINK-PAIR-SHARE (TPS) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA.

0 5 46

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION DAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE DI KELAS XI MA MADANI ALAUDDIN PAOPAO

0 2 204

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3929 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1044 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 933 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 625 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 783 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1335 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1233 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 814 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1102 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1329 23