PEMBERITAAN ISRAEL DAN PALESTINA DI MEDIA MASSA Analisis Framing Berita tentang Penyerangan Israel ke jalur Gaza Palestina di Harian Republika dan Kompas.

PEMBERITAAN ISRAEL DAN PALESTINA DI MEDIA MASSA

Analisis Framing Berita tentang Penyerangan Israel ke jalur Gaza
Palestina di Harian Republika dan Kompas
Rahmi Surya Dewi
Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas

ABSTRAK
Peristiwa serangan Israel ke jalur gaza pada akhir Desember 2008 sampai
pertengahan Januari 2009, telah menelan korban lebih dari 1400 orang rakyat Palestina.
Peristiwa ini banyak mendapat kecaman dari berbagai pihak, apalagi ketika Israel
memakai fosfor putih sebagai senjata yang dapat membakar apapun yang tertimpa
olehnya. Kecaman demi kecaman tidak membuat langkah Israel surut, serangan baru
dihentikan sehari menjelang pelantikan Obama sebagai Presiden Amerika. Peristiwa ini
banyak mendapat sorotan di berbagai media massa baik media cetak atau elektronik, tak
terkecuali harian Kompas dan Republika. Dalam menyajikan berita, media cetak tidak
terlepas dari visi dan misinya. Keberadaan media cetak dalam teori sosial tidak terlepas
dari interaksi sosial. Hal ini berarti bahwa kebebasan pers yang bertanggungjawab,
menghendaki tingkat kehati-hatian, kecerdasan pengelola media massa dalam mensiasati
pasar pendukungnya.
Penelitian ini menganalisis teks berita sebagai wacana yang dikonstruksi oleh
harian Republika dan Kompas. Harian-harian ini mempunyai kecendrungan tersendiri
dalam pemberitaannya. Trend atau kecendrungan pemberitaan dapat dicermati melalui
bagaimana kedua harian ini melakukan penonjolan yang berbeda terhadap fakta berita,
mengkerangkan atau memberi frame pada isu yang berhubungan dengan visi dan misi
yang diemban.
Untuk memahami hal tersebut, maka peneliti menggunakan analisis framing
model Robert N.Entman. Entman melihat framing dalam dua dimensi besar: seleksi isu
dan penekanan atau penonjolan aspek-aspek tertentu dari realitas/isu. Konsepsi mengenai
framing dari Entman tersebut menggambarkan secara luas bagaimana peristiwa dimaknai
dan ditandakan oleh wartawan, dengan menggunakan sejumlah perangkat yakni: define
problems (pendefinisian masalah), diagnose causes (memperkirakan penyebab masalah),
make moral judgement (membuat pilihan moral) dan treatment recommendation
(menekankan penyelesaian).
Berkaitan dengan serangan Israel ke jalur Gaza Palestina, Republika memandang
sebagai sebuah kejahatan perang yang dilakukan Israel, bahkan dalam salah satu
penerbitannya menyebutkan Israel menggunakan Gaza sebagai tempat uji coba senjata
baru mematikan yang mereka miliki. Sedangkan harian kompas tidak terlalu banyak
memuat berita ini di halaman depan (headline), foto-foto yang ditampilkan pun lebih
banyak pada saat telah meredanya peperangan. Ini sangat kontras bila dibandingkan
dengan Republika. Kompas memandang tindakan Israel sebagai balasan terhadap roketroket yang diluncurkan oleh pejuang Palestina ke Israel.

1. Pendahuluan
Peristiwa serangan Israel ke jalur gaza pada 27 Desember 2008 sampai
pertengahan Januari 2009, telah menelan korban lebih dari 1400 orang rakyat Palestina.
Peristiwa ini banyak mendapat kecaman dari berbagai pihak, apalagi Israel memakai
fosfor putih sebagai senjata yang dapat membakar apapun yang tertimpa olehnya.
Kecaman demi kecaman tidak membuat langkah Israel surut, serangan baru dihentikan
sehari menjelang pelantikan Obama sebagai Presiden Amerika. Peristiwa ini banyak
mendapat sorotan di berbagai media massa baik media cetak atau elektronik, tak
terkecuali Kompas dan Republika.
Dalam menyajikan berita, media cetak tidak terlepas dari visi dan misinya.
Keberadaan media cetak dalam teori sosial tidak terlepas dari interaksi sosial. Hal ini
berarti bahwa kebebasan pers yang bertanggungjawab, menghendaki tingkat kehatihatian, kecerdasan pengelola media massa dalam mensiasati pasar pendukungnya.
Dalam kehidupan berdemokrasi, media massa adalah salah satu pilar penting yang
mendukung tegaknya demokrasi, Media masa adalah alat atau instrument yang paling
efektif untuk menyampaikan pesan atau membentuk opini public sampai membangun
branding image, juga media massa paling efektif untuk mengawasi jalannya
pemerintahan.
Inilah yang kemudian menjadikan realitas media itu tidak netral, media massa
yang berfungsi sebagai saluran komunikasi seringkali merupakan perpanjangan tangan
dari kepentingan, baik dari kepentingan pihak yang ada di dalam media maupun di luar
lingkup media. Pada dasarnya realitas media, dan realitas sosial berbeda, sehingga berita
yang di buat di mediapun berbeda, sehingga berita tersebut headlinenya tetap berbeda
dari pristiwa yang sesunguhnya, sulit sekali media untuk netral karena ada kepentingan
kepentingan.. Masyarakat tidak begitu paham bagaimana membedakan realitas yang
terjadi, apa yang di muat di TV dan media massa seringkali dianggap sebagai kejadian
yang sesunguhnya.
Secara teoritik media massa memang tidak terlepas dari pengaruh politik dalam
menentukan arah berita. Perangkat yang dipakai sebagai prisma dalam menyeleksi
realitas yang pertama adalah politik media yang kemudian dirumuskan dalam
kebijakan redaksional dimana realitas yang sama dapat menghasilkan konstruksi
berita yang berbeda. Kemudian respon terhadap tuntutan pasar yang disebut

2

segmentasi khalayak. Pada gilirannya segmen pembaca ini akan mempengaruhi
berita (Bimo Nugroho, dkk, 1999:4 dalam Farid Hamid, 2002:6).
Independen dan objektif merupakan dua kata kunci yang menjadi “kiblat” dan
klaim setiap jurnalis di seluruh dunia. Seorang jurnalis selalu menyatakan bahwa dirinya
telah bertindak objektif, seimbang dan tidak berpihak pada kepentingan apa pun, kecuali
keprihatinan atas hak masyarakat untuk mengetahui kebenaran. Meskipun sikap
independen dan objektif menjadi ‘kiblat’ setiap jurnalis, pada kenyataannya sering
terdapat berita yang ditampilkan secara berbeda dari sebuah peristiwa yang sama.
Analisis Framing merupakan salah satu model analisis alternatif yang bisa
mengungkapkan rahasia di balik perbedaan, bahkan pertentangan media dalam
mengungkapkan fakta. Analisis framing membongkar bagaimana realitas di bingkai oleh
media, melalui analisis framing akan dapat diketahui siapa yang mengendalikan siapa,
mana lawan mana kawan, mana patron mana klien, siapa yang diuntungkan dan siapa
yang dirugikan, siapa yang membentuk dan siapa dibentuk dan seterusnya. (Eriyanto,
2002:vi).
Pemberitaan media pada sisi tertentu dan wawancara dengan pihak-pihak tertentu
tidak hanya sebagai bagian dari teknik jurnalistik, tapi menandakan bagaimana peristiwa
ditampilkan dan dimaknai. Pusat perhatian analisis framing adalah bagaimana media
memahami dan memaknai realitas dan dengan cara apa realitas itu ditandakan. Analisis
framing termasuk dalam kategori paradigma konstruksionis. . Proses konstruksi realitas
yang dilakukan oleh media merupakan usaha “menceritakan” (konseptualisasi) sebuah
peristiwa atau keadaan.1
Penyerangan Israel ke Jalur Gaza yang telah menewaskan ribuan orang termasuk
anak-anak yang tidak berdosa di Palestina dalam beberapa bulan terakhir ini, sangat
menyentuh hati atas nama kemanusian. Namun jika diamati sejarah negara Israel dan
ideologi zionisme yahudi. Ideologi zionis menyatakan bahwa bangsa Yahudi adalah
“bangsa pilihan” dan Bani Israil lebih unggul dari manusia yang lain. Lebih dari itu,
kaum zionis merasa berhak melakukan kekejaman atas bangsa lain. Ideologi rasis ini
masuk ke dalam agenda dunia di akhir-akhir abad ke sembilan belas oleh Theodor Herzl
1

Syahputra,2006:73 : Proses konstruksi realitas yang dilakukan oleh media merupakan usaha
“menceritakan” (konseptualisasi) sebuah peristiwa atau keadaan

3

(1860-1904), seorang wartawan Yahudi asal Austria. Herzl dan teman-temannya
membuat propaganda menjadikan kaum Yahudi sebagai ras terpisah dari Eropa.2
Pemisahan ini tidak akan berhasil jika mereka masih hidup “serumah” dengan
masyarakat Eropa. Karena itu, membangun tanah air kaum Yahudi menjadi sangat
penting. Theodor Herzl, sang pendiri zionisme, mulanya memilih Uganda. Kemudian
Sang Zionis memutuskan untuk memilih Palestina. Alasannya, Palestina dianggap
sebagai “tanah air kaum Yahudi” dan “tanah yang dijanjikan Tuhan”. Inilah awal dari
didiaminya tanah Palestina oleh Israel.
Penentangan terhadap ideologi zionis dan pendirian “Negara Israel” tidak hanya
datang dari umat Islam, tapi juga dari orang Nasrani dan Yahudi. Benjamin Beit-Hallahmi
akademisi di universitas-universitas Israel mengkritik kekerasan Israel terhadap Palestina
dan menyatakan perdamaian hanya bisa dicapai jika Israel menyingkirkan ideologi
zionisnya. Noam Chomsky, orang Yahudi, menulis banyak buku dan artikel yang sangat
kritis terhadap zionisme dan kebijakan negara Israel serta yang mendukungnya.
Di awal tahun 1980-an muncul kalangan akademisi Yahudi yang menamakan diri
“para sejarawan baru.” Mereka menyatakan keyakinan Israel sebagai “bangsa pilihan”
adalah sebuah kebohongan. Menurut Tom Segev, anggota terpenting “sejarawan baru”,
“Hampir hingga sekarang, kita tidak mempunyai sejarah negara ini (Palestina) yang
sebenarnya, selain mitos.” Dulu, kritik seperti ini hanya disuarakan akademisi dan
cendekiawan Muslim. Sekarang dinyatakan keras oleh banyak orang-orang Yahudi dan
akademisi Kristen yang mencoba menilai kembali sejarah dengan sudut pandang yang
tidak dipengaruhi oleh kepentingan.
Pada tanggal 11 September 1922: senator dan konggres Amerika mengeluarkan
keputusan tentang dukungan penuh mereka atas berdirinya Negara Israel di Palestina
untuk menampung bangsa yahudi yang tersebar di dunia. Pada tanggal 11 Mei 1942:
konfrensi zionis internasional diselenggarakan di hotel Baltimore New York yang
2

Rif’at Sayyid Ahmad:Elintas Sejarah Zionis Yahudi Israel.2003:6

4

mengeluarkan keputusan bersama untuk merubah Palestina menjadi Negara yahudi,
mengusir semua warga arab yang ada di dalamnya dan kalau mereka menolak atau
melakukan perlawanan, maka harus di atasi dengan kekuatan militer. Melihat keputusan
itu, Presiden Amerika pada waktu itu Roosevelt langsung memberikan dukungan atas
hasil konferensi zionis itu.(M.Jamil Ghofur, 2004:1).
Berangkat dari peristiwa yang sama, media tertentu akan memberitakan dan
menonjolkan sisi dan aspek tertentu. Sedangkan media lainnya meminimalisir,
memelintir, bahkan menutup sisi atau aspek tersebut. Ini semua menunjukkan dibalik
independensi dan objektivitas, seorang jurnalis menyimpan paradoks, tragedi dan bahkan
ironi. Dengan membandingkan beberapa pemberitaan di media massa, besar
kemungkinan akan ditemukan kesimpulan yang setara bahwa media apa pun tidak bisa
lepas dari bias-bias, baik yang berkaitan dengan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya
bahkan agama. Oleh sebab itu tak ada media yang mempunyai independensi dan
objektivitas yang absolut. Dengan kata lain agenda media akan dipengaruhi oleh suatu
kombinasi antara program internal (keputusan editorial, manajerial), dan pengaruh luar
dari sumber-sumber non media seperti individu-individu yang secara sosial berpengaruh,
para pejabat pemerintah, dan sponsor-sponsor komerisal. Tanpa ada kesadaran seperti ini,
orang akan dibikin bingung, terombang-ambing dan dipermainkan oleh penyajian media.
Analisis framing merupakan salah satu alternatif model analisis yang dapat
mengungkap rahasia di balik semua perbedaan (bahkan) pertentangan media dalam
mengungkapkan fakta (Eriyanto, 2002:vi). Analisis framing dipakai untuk mengetahui
bagaimana realitas dibingkai oleh media. Dengan demikian realitas sosial dipahami,
dimaknai dan dikonstruksi dengan bentuk dan makna tertentu. Elemen-elemen tersebut
bukan hanya bagian dari tekhnik jurnalistik, melainkan bagaimana peristiwa dimaknai
dan ditampilkan. Ini sesungguhnya realitas politik,

bagaimana media membangun,

menyuguhkan, mempertahankan dan mereproduksi suatu peristiwa kepada pembacanya.
Hal ini berarti bahwa kebebasan pers yang bertanggung jawab, menghendaki
tingkat kehati-hatian, kecerdasan pengelola media massa dalam mensiasati pasar,
sehingga pasar, mendukungnya. Kondisi ini mengakibatkan pers berlomba-lomba
menampilkan berita yang aktual dan terpercaya dan sekaligus tidak mengesampingkan

5

visi dan misinya. Berangkat dari visi dan misi ini pulalah peristiwa penyerangan Israel ke
jalur gaza diberitakan secara berbeda-beda pula.
Konstruktivisme memandang realitas sebagai sesuatu yang ada dalam beragam
bentuk konstruksi mental yang didasarkan pada pengalaman sosial, bersikap lokal dan
spesifik, serta tergantung pada pihak yang melakukannya. Pembuatan berita pada
dasarnya merupakan proses penyusunan atau konstruksi kumpulan realitas sehingga
menimbulkan wacana yang bermakna. (Aditjondro (dalam Eriyanto, 2002:165-166).
Penelitian ini adalah mengetahui bingkai pemberitaan Kompas dan Republika
mengenai penyerangan Israel ke Palestina beberapa bulan terakhir ini, di jalur gaza.
Survey awal menunjukkan bahwa Kompas dan Republika memiliki bingkai yang
memiliki kecenderungan keberpihakan yang berbeda dalam memberitakan.
Sehubungan dengan maraknya pemberitaan tentang serangan Israel ke Jalur Gaza,
maka penulis ingin mengkaji bagaimana media massa khususnya media cetak atau surat
kabar dalam memberitakan serangan tersebut. Adapun penelitian ini akan memfokuskan
pada kajian analisis isi kualitatif dengan menggunakan analisis framing (analisis bingkai)
pada harian Republika dan Kompas.
Penelitian tentang analisis framing ini telah pernah juga dilakukan, salah satunya
adalah analisis framing tentang terorisme pasca peristiwa runtuhnya WTC dan Pentagon
di harian Republika dan Kompas. Dalam penelitian tersebut dituliskan hasil wawancara
penulis dengan redaktur di harian Republika dan Kompas.
Harian Republika dan Kompas dijadikan sebagai objek studi, karena harian
Republika dan Kompas merupakan surat kabar yang berskala nasional. Republika dengan
tiras 90.000 sampai 125.000 perhari dan Kompas dengan tiras 500.000 sampai 600.000
perhari . Di samping itu, Dedi Junaedi (salah seorang redaktur Republika), mengatakan
bahwa awal berdirinya harian Republika salah satunya disebabkan oleh terlalu sedikitnya
media massa yang menyuarakan aspirasi umat Islam.
Sedangkan Kompas menurut Rikard Bagun (wakil pimpinan redaksi Kompas),
mengatakan bahwa, Kompas berusaha memberitakan “apa adanya”. Masih menurut
Rikard Bagun, bahwa seandainya Kompas membela, atau memihak ke Amerika atau ke

6

Islam, (dalam peristiwa runtuhnya WTC dan serangan Amerika ke Afghanistan) kalau
pasar tidak mehendaki tentu Kompas tidak akan laku terjual. (dikutip dari, Rahmi Surya
Dewi, 2004:8).
Data terakhir penulis dapatkan bahwa Kompas merupakan koran nasional dengan
tiras 507 ribu eksemplar dan dibaca oleh 1,8 juta orang. Harian ini menempati urutan
kedua terbesar secara nasional dengan tiras 2,2 juta eksemplar setelah Pos Kota, dengan
keunggulan segmentasi umum dan berita-berita yang kerap ditulis secara mendalam
(Cakram On Newspaper 2005).
Republika sendiri mengalami kenaikan tiras dari 105 ribu menjadi 202 ribu
eksemplar setelah memberikan warna global pada isi tulisannya, bersinergi dengan The
New York Times (AS) dan New Strait Times (Malaysia). Selain itu, identitas Islami
Republika merupakan daya tarik kuat bagi mayoritas penduduk Indonesia yang beragama
Islam.
Selain itu alasan cakupan skala penerbitan dan tiras yang besar, perbedaan
kharakteristik maupun ideologi yang dimiliki oleh kedua media tersebut yang merupakan
faktor lain yang menjadi pertimbangan bagaimana masing masing media melakukan
konstruksi pristiwa politik dan faktor apa saja yang mempengaruhinya
Untuk mengetahui proses konstruksi realitas yang dilakukan oleh media, dapat
dilakukan dengan menggunakan beberapa metode, di antaranya analisis wacana,
semiotika, dan analisis framing. Analisis framing merupakan metode yang paling sesuai
karena dalam perspektif komunikasi, analisis ini dipakai untuk membedah cara-cara atau
ideologi media saat mengkonstruksi fakta. Analisis ini mencermati strategi seleksi,
penonjolan, dan pertautan fakta ke dalam berita agar lebih bermakna, lebih menarik, lebih
berarti, atau lebih diingat untuk menggiring interpretasi khalayak sesuai dengan
perspektifnya. 3
Harian Kompas dan Republika merupakan media cetak dengan gaya pemberitaan
yang berbeda, sesuai dengan frame masing-masing. Gitlin ( dalam Eriyanto, 2002:69)
menyatakan bahwa bingkai media adalah pola yang selalu ada dalam bentuk kognisi,
3

perspektif atau cara pandang yang digunakan oleh wartawan ketika menyeleksi dan menulis berita
(Sobur,
2:162).

7

interpretasi, dan presentasi dari seleksi, penekanan, atau pengucilan. Bingkai media
diperlihatkan melalui konsepsi dan skema interpretasi wartawan dalam menyusun,
mengisahkan, menulis, dan menekankan fakta dari suatu peristiwa atau isu tertentu. 4
Kompas terkesan berusaha menghindari bahasa genjatan senjata dan selalu
memberitakan hal yang berkaitan dengan berita banjir dan kapal hilang pada headline
ketika penyerangan dilakukan oleh Israel ke Palestina, padahal sudah ribuan rakyat
Palestina yang meninggal, dan jarang gambar gedung palestina yang hancur diberitakan
bahkan termasuk pemberitaan gedung PBB yang tidak luput dari pengeboman pesawat
Israel, seolah olah pristiwa ini adalah hal yang biasa dan tidak ada.
Namun berbeda dengan Republika, dengan Pers Islami-nya memposisikan diri
harian ini memiliki kemampuan untuk mengkonstruksi realitas mengenai penyerangan
tentara Israel ke Palestina beberapa bulan terakhir ini tidak ada yang tidak diliput oleh
Republika dan setiap hari berita penyerangan zionis Israel terus dimunculkan pada
halaman muka (headline). Sampai kepada masalah distribusi makanan, rakyat palestina
yang meninggal, persediaan obat di rumah sakit, dan mengutuk penyerangan zionis Israel
yang tidak punya rasa kemanusian. Dari kumpulan headline ini, pandangan kedua media
cetak mengenai penyerangan Israel ke Palestina tampak menarik untuk dikaji, yaitu
Bagaimana Konstruksi Pemberitaan Harian Republika dan Kompas terhadap serangan
Israel ke Palestina (Hamas)”

Kerangka Pemikiran
Studi komunikasi massa kontemporer telah memperlihatkan keterkaitannya yang
besar atas analisis terhadap isi pesan media, terutama pada analisis wacana media massa.
Hal ini dimulai sejak disadarinya bahwa proses komunikasi bukanlah sekedar proses
pertukaran lambang-lambang bermakna di antara individu. Dalam studi komunikasi saat
ini, komunikasi lebih dimaknai sebagai proses pertukaran gagasan, pikiran atau ide-ide

4

dikutip dari website Deutsche Welle (www.dw-world.de)

8

dan pada akhirnya proses komunikasi, sebagaimana yang berkembang dalam tradisi
kritis, terutama oleh Faucoult adalah menyiratkan sebuah proses saling menguasai.
Dalam pandangan kritis dikatakan bahwa bahasa pada hakikatnya adalah
penunjuk kesadaran-kesadaran sosial penggunanya (dalam hal ini manusia).
Bahasa akan menunjukkan pandangan-pandangan dunia dari individu yang
terbentuk lewat pengalaman-pengalamannya yang terakumulasi dari memori,
sehingga bahasa seperti dalam konsep yang dikembangkan Halliday yaitu alat
penunjuk ideologi dan identitas penuturnya. Sementara di pihak lain bahasa secara
kritis juga disadari sebagai sebuah mode tindakan sebagaimana yang ditunjukkan
oleh Austin.(Stephen W. littlejohn, 1996).
Muhammad A.S. Hikam, dalam Yudi Latif (1996:85), menyebutkan bahwa bahasa
digunakan untuk melaksanakan suatu tujuan tertentu oleh penggunanya. Bahasa dalam
pandangan kritis dipahami sebagai representasi yang berperan dalam membentuk subjek
tertentu, maupun strategi-strategi di dalamnya. Oleh karena itu, analisis wacana dipakai
untuk membongkar kuasa yang ada di dalam setiap proses bahasa, batasan-batasan apa
yang diperkenankan menjadi wacana, prespektif yang mesti dipakai, topik apa yang
dibicarakan. Dengan pandangan semacam ini, wacana ini melihat bahasa selalu terlibat
dalam hubungan kekuasaan, terutama dalam pembentukan subjek, dan berbagai tindakan
representasi yang terdapat dalam masyarakat.
Penelitian

ini

menggunakan

pendekatan

konstruksionis,

paradigma

ini

memandang realitas kehidupan sosial bukanlah realitas yang natural, tetapi hasil dari
konstruksi. Karenanya, kosentrasi analisis pada paradigma konstruksionis adalah
menemukan bagaimana peristiwa atau realitas tersebut dikonstruksi, dengan cara apa
konstruksi itu dibentuk. Dalam studi komunikasi, paradigma konstruksionis ini seringkali
disebut sebagai paradigma produksi dan pertukaran makna. Ia sering dilawankan dengan
paradigma positivis (paradigma transmisi).
Ada dua karakteristik penting dari pendekatan konstruksionis, (Ann N. Crigler,
dalam Eriyanto, 2002) pertama, pendekatan konstruksionis menekankan pada politik
pemaknaan dan proses bagaimana seseorang membuat gambaran tentang realitas. Makna
bukanlah sesuatu yang absolut, konsep statik yang ditemukan dalam suatu pesan. Makna
adalah suatu proses aktif yang ditafsirkan seseorang dalam suatu pesan. Kedua,
pendekatan konstruksionis memandang kegiatan komunikasi sebagai proses yang
dinamis.

9

Pendekatan konstruksionis memeriksa bagaimana pembentukan pesan dari sisi
komunikator, dan dalam sisi penerima ia memeriksa bagaimana konstruksi makna
individu ketika menerima pesan. Pesan dipandang bukan sebagai mirror of reality yang
menampilkan fakta apa adanya. Dalam menyampaikan pesan, seseorang menyususn citra
tertentu atau merangkai ucapan tertentu dalam memberikan gambaran tentang realitas.
Seorang komunikator dengan realitas yang ada akan menampilkan fakta tertentu kepada
komunikan, memberikan pemaknaan tersendiri terhadap suatu peristiwa dalam konteks
pengalaman dan pengetahuannya sendiri.
Menggunakan paradigma Peter D. Moss (dikutip Deddy Mulyana 2002:x),
wacana media massa termasuk berita surat kabar, merupakan konstruk kultural yang
dihasilkan ideologi, karena sebagai produk media massa, berita surat kabar menggunakan
kerangka tertentu untuk memahami realitas sosial.
Peter Dahlgren (dikutip Deddy Mulyana 2002 :xi) mengatakan, realitas sosial
menurut pandangan konstruktivis (fenomenologis), setidaknya sebagian, adalah produksi
manusia, hasil proses budaya, termasuk penggunaan bahasa. Van Dijk menyatakan bahwa
lewat kampanye (dis)informasi kelompok kuat dapat menanamkan ideologi mereka ke
kelompok lemah (Eriyanto, 2001:13). Dalam ungkapan Dennis McQuail, media massa
merupakan filter yang menyaring sebagian pengalaman dan menyoroti pengalaman
lainnya dan sekaligus kendala yang menghalangi kebenaran.(Stephen Littlejohn,
1996 :324). Maka, makna suatu peristiwa, yang diproduksi dan disebarluaskan oleh surat
kabar, adalah suatu konstruksi makna temporer, rentan, dan terkadang muskil.
Karena itulah media massa kemudian tidak lagi dipandang sebatas sebuah
instruksi yang bertugas mencari, mengumpulkan, mengolah dan menyebarkan informasi
belaka (to inform). Media disadari ternyata juga berperan dalam menentukan (memilih)
peristiwa mana yang menurutnya layak diinformasikan (what to inform). Lebih jauh
media juga berperan dalam menentukan bagaimana kejadian itu mesti diinformasikan
(how to inform) dalam hal ini media berperan dalam mengemas informasi sedemikian
rupa agar menarik bagi audiensnya. Dalam keseluruhan kerjanya itu, media meletakkan
dirinya sebagai institusi yang mempunyai otoritas sebagai pengatur lalu lintas komunikasi
dalam ruang publik masyarakat kontemporer. Para redaktur, reporter dan para awak news
room mempunyai legitimasi untuk menentukan informasi mana yang mesti didasarkan

10

kepada para audiens (pembaca, pendengar, dan pemirsa) hari ini, esok atau lusa dan dari
sumber mana informasi mesti dirujuk.
Dalam

kaitan

itu

bagaimana

media

menentukan

pilihan-pilihan

untuk

menonjolkan dan menyurutkan suatu peristiwa, bagaimana media mengemas sebuah
informasi, banyak ditentukan oleh beragam nilai-nilai, kepentingan yang melingkupinya.
Normalnya tafsiran media atas realitas ini tidak bisa dilepaskan dari visi dan misi media.
Seperti dikatakan Dan Nimmo. Baik secara inplisit maupun eksplisit, dalam setiap
organisasi berita (media massa) terdapat seperangkat nilai yang dominan yang menjadi
pedoman pemikiran kebijakan, terutama dalam pemeliharaan berita. Nilai-nilai ini
menurut Nimmo akan mempengaruhi pandangan media terhadap suatu kejadian (Dan
Nimmo, 1993). Karena itulah media massa dianggap bukan sekedar menyebarkan realitas
secara objektif dan menyerahkan pemaknaannya kepada pembaca secara penuh,
melainkan media memberikan pandangan-pandangan dan tafsiran-tafsirannya atas
realitas. Meski demikian, pengaruh ini sifatnya tidak lugas sebagaimana yang sering
diulas dalam teori-teori komunikasi semacam Bullet Theory.
Proses saling mempengaruhi di sini bersifat diskursif, secara tidak langsung
sebagaimana yang dikembangkan dalam konsep tentang wacana, terdapat dialog antara
teks (isi pesan media) dengan pembacanya. Para pembaca membawa pengetahuan dan
pengalaman yang dimiliki sebelumnya dalam memaknai media. Pada sisi lain pandanganpandangan yang didasarkan oleh penutur wacana (dalam hal ini para pengelola media)
melalui wacananya (isi pesan media) pada hakikatnya ada yakni bentuk pengetahuan baru
yang akan tersimpan dalam memori si pembaca, sehingga dalam memaknai realitas
berikutnya bentuk pengetahuan baru itulah yang digunakan kembali oleh si pembaca.
Apa yang disajikan media pada kenyataannya tidak terlepas dari faktor
subjektivitas para awak media, Predisposisi, nilai ekonomis, ideologi, kognisi, budaya
bahkan

pengalaman

para

insan

pers

tersebut

merupakan

faktor-faktor

yang

mempengaruhi subjektivitas media. Pamela J Shoemaker dan Stephen D Reese
mengatakan politik representasi media memberikan penegasan, dalam memproduksi
berita, pihak pers sudah menciptakan framing, konstruksi, serta sudut pandang tertentu

11

terhadap realitas sosial yang dihadapinya. Semua ini terjadi dalam suatu tatanan yang
bersifat hirarki, melalui berbagai faktor atau tingkatan (level) berikut ini, yaitu:
Pertama, faktor individual. Faktor ini berhubungan dengan latar belakang
profesional dari pengelola media.
Kedua, level rutinitas media (media routine). Rutinitas media berhubungan
dengan mekanisme dan proses penentuan berita.
Ketiga, level organisasi. Level organisasi berhubungan dengan struktur organisasi
yang secara hipotetik mempengaruhi pemberitaan.
Keempat, ekstramedia. Level ini berhubungan dengan faktor lingkungan di luar
media.
Kelima Pengaruh ideologi. Ideologi di sini diartikan sebagai mekanisme simbolik
yang menyediakan kekuatan kohesif yang mempersatukan di dalam masyarakat.
Selain faktor internal (faktor institusi media itu sendiri) di atas, subjektivitas
dalam media massa dipengaruhi dan ditentukan pula oleh faktor eksternal (kekuatan yang
bersumber dari luar institusi media). Dengan kata lain, agenda media ditentukan oleh
suatu kombinasi antara program internal (keputusan editorial, manajerial), dan pengaruhpengaruh luar dari sumber-sumber non media seperti individu-individu yang secara sosial
berpengaruh, para pejabat pemerintahan, sponsor-sponsor komersial, dan sejenisnya.
(Littlejohn, 1996).
Penelitian ini mengambil berita dan diutamakan yang terdapat pada halaman
depan (headline) pada harian Republika dan harian Kompas. Berita yang diambil yang
berkaitan dengan pemberitaan tentang serangan Israel ke Jalur Gaza Palestina. Headline
artinya judul berita, yang sering juga disebut sebagai kepala berita. Headline sangatlah
penting, karena daya tarik berita dikuatkan dengan pemilihan judul berita yang baik dan
tepat. Headline ini diutamakan karena headline atau berita utama berada di halaman
depan. Halaman depan merupakan refleksi pilihan editor dari berita penting dan berita
yang sengaja ditonjolkan untuk pembaca (Elizabeth C. Hanson, 1995 dalam Farid Hamid,
2002).
Analisis framing terdapat bermacm-macam model, namun dalam penelitian ini
digunakan model Robert N. Entman. Robert N.Entman (selanjutnya disebut Entman)
adalah salah seorang ahli yang meletakkan dasar-dasar bagi analisis framing untuk studi
12

isi media. Konsep mengenai framing ditulis dalam sebuah artikel untuk journal of
political Communication.
Entman melihat framing dalam dua dimensi besar : seleksi isu dan penekanan atau
penonjolan aspek-aspek tertentu dari realitas/isu. Penonjolan adalah proses membuat
informasi lebih bermakna, lebih menarik, berarti, atau lebih diingat oleh khalayak.
(Robert N. Entman, dalam Eriyanto,2002: 186). Realitas yang disajikan secara menonjol
atau mencolok mempunyai kemungkinan besar untuk diperhatikan dan mempengaruhi
khalayak dalam memahami suatu realitas. Dalam praktiknya, framing dijalankan oleh
media dengan menseleksi isu terentu dan mengabaikan isu yang lain, dan menonjolkan
aspek dari isu tersebut dengan menggunakan berbagai strategi wacana-penempatan yang
mencolok (menempatkan di headline depan atau di bagian belakang), pengulangan,
pemakaian grafis, untuk mendukung dan memperkuat penonjolan, pemakaian label
tertentu ketika menggambarkan orang/peristiwa yang diberitakan, asosiasi terhadap
simbol budaya, generalisasi, simplifikasi, dan lain-lain.
Framing adalah pendekatan untuk mengatahui bagaimana perspektif atau cara
pandang yang digunakan oleh wartawan ketika menseleksi isu dan menulis berita. Cara
pandang atau perspektif itu pada akhirnya menentukan fakta apa yang diambil, bagian
mana yang ditonjolkan dan dihilangkan, dan hendak dibawa ke mana berita tersebut
(Eriyanto,2002 : 187).
Berdasarkan hal tersebut, maka digunakan desain operasional analisis framing,
khususnya

mengikuti

pendekatan

Entman.

Hal

ini

bertujuan

untuk

melihat

kecenderungan pemberitaan pada harian Republika dan harian Kompas. Penelitian ini
difokuskan atau hanya pada aspek analisis teks. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana strategi wacana yang dipakai untuk menggambarkan seseorang atau peristiwa
tertentu. Bagaimana strategi tekstual yang dipakai untuk menyingkirkan atau
memarjinalkan suatu kelompok, gagasan, atau peristiwa tertentu.
Konsepsi mengenai framing dari Entman tersebut menggambarkan secara luas
bagaimana peristiwa dimaknai dan ditandakan oleh wartawan. Define problems
(pendefinisian masalah) adalah elemen yang pertama kali dapat dilihat melalui framing.

13

Elemen ini merupakan master frame/ bingkai yang paling utama. Ini menekankan
bagaimana peristiwa dipahami oleh wartawan.
Diagnose causes (memperkirakan penyebab masalah), merupakan elemen
framing untuk membingkai siapa yang dianggap aktor dari suatu peristiwa. Sedangkan
make moral judgement (membuat pilihan moral) adalah elemen framing yang dipakai
untuk membenarkan/memberi argumentasi pada pendefinisian masalah yang sudah
dibuat. Elemen framing lainnya adalah Treatment recommendation (menekankan
penyelesaian). Elemen ini dipakai untuk menilai apa yang dikehendaki oleh wartawan.
Jalan apa yang dipilih apa yang dipilih unutk menyelesaikan masalah.,
Dalam salah satu tulisannya Entman menggunakan konsep framing untuk
menjelaskan bagaimana peristiwa penembakan pesawat sipil bisa dipahami secara
berbeda oleh media di Amerika (lihat Robert N Entman, Framing US Coverage of
International News: Contrast in Narative of the KAL and Iran Air Incident, hlm.6-27).

Model Robert N. Entman
Seleksi Isu

Penonjolan aspek
tertentu dari Isu

14

Define Problems

Bagaimana suatu peritiwa
atau isu dilihat? Sebagai
masalah apa?

(pendefinisian masalah)
Diagnose Causes
(memperkirakan masalah
atau sumber masalah)
Make Moral judgement
(membuat keputusan
moral)
Treatment
Recommendation
(menekankan
penyelesaian)

Disebabkan
oleh
peristiwa itu dilihat?

apa

Nilai moral apa yang
disajikan untuk
menyelesaikan masalah?
Penyelesaian apa yang
ditawarkan untuk
menyelesaikan masalah?

Bagan alur kerangka pikir
Konstruksionis

Analisis Framing model
Robert N.Entman
Faktor Eksternal
Sumber-sumber non
Media
(Denis McQuail dan
Littlejohn)

Serangan
Israel ke
jalur Gaza
di Media
Massa

Faktor Internal
Hierarchy of Influence
(Shoemaker dan Reese)

2.Metode Penelitian
Penelitian ini, mengambil harian Republika dan harian Kompas dengan objek
penelitiannya adalah teks berita, diprioritaskan pada berita utama (headline). Beritaberita yang diambil adalah berita penyerangan Israel ke Jalur Gaza dalam rentang waktu

15

27 Desember 2008 sampai dengan 30 Januari 2009, yang dipilih tanggal dan tema yang
mirip atau sama.
Metode penelitian adalah prosedur yang dilakukan dalam upaya mendapatkan
data ataupun informasi untuk memperoleh jawaban atas permasalahan penelitian. Karena
itu penentuan tahapan, berikut teknik yang digunakan harus mencerminkan relevansi
dengan fenomena penelitian. Secara rinci prosedur penelitian yang digunakan adalah
sebagai berikut:
Penelitian ini menggunakan analisis isi kualitatif, lebih khususnya adalah analisis
framing (analisis bingkai).

Analisis framing

secara sederhana dapat digambarkan

sebagai analisis untuk mengetahui bagaimana realitas (peristiwa, aktor, kelompok, atau
apa saja) dibingkai oleh media melalui proses konstruksi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretatif. Sedangkan metode yang
digunakan adalah analisis isi kualitatif. Metode analisis isi sendiri adalah: “Metode yang
dapat dijabarkan sebagai suatu metode pendalaman terhadap makna simbol suatu pesan”
(Klauss Krippendorff, 1984 :22). Dengan mengamati tanda-tanda (sign) yang terdapat
dalam sebuah pesan (teks), kita dapat mengetahui ekspresi emosi dan kognisi si pembuat
pesan itu, baik secara denotatif, konotatif, bahkan mitologis (Manning dan Cullun Swan
dalam Agus Sudibyo, dkk, 2001 :20).
Pada umumnya, content analysis (analisis isi) digunakan untuk meneliti suatu
kecenderungan tertentu, dalam suatu pemberitaan pada kurun waktu tertentu, mengenai
suatu tema tertentu, baik studi tunggal maupun perbandingan antara sub-sub tema. Tetapi
penelitian yang mendasari penelitian ini adalah analisis isi kualitatif dengan
menggunakan analisis Framing. Analisis Framing adalah salah satu alternatif dari analisis
isi selain analisis isi kuantitatif yang dominan dan banyak dipakai. Jika analisis
kuantitatif lebih menekankan pada pertanyaan “apa” (what), analisis Framing lebih
melihat pada “bagaimana” (how) dari pesan atau teks komunikasi.
Penelitian ini menempatkan berita sebagai unit analisis, yang dibatasi pada
pemberitaan

harian Republika dan harian Kompas, berdasarkan tema-tema tentang

penyerangan Israel ke jalur Gaza Palestina.

16

Pengambilan tema-tema pada kedua harian tersebut dilakukan berdasarkan
pertimbangan:
1. Tema-tema tersebut diambil karena pada waktu itu merupakan hari-hari
gencarnya serangan Israel ke jalur Gaza Palestina, sehingga mendapat
kecaman dari berbagai negara di dunia.
2. Harian Republika dan Kompas diambil, karena harian ini tergolong media
cetak nasional yang mempunyai oplah cukup besar.
3.

Hasil dan Pembahasan
Ada beberapa temuan penting dari penelitian ini, yang secara umum dapat dikatakan

bahwa harian Republika menganggap serangan Israel ke Palestina ini sebagai sebuah
kejahatan perang. Adapun harian Kompas menganggap serangan tersebut sebagai balasan
tentara Israel terhadap roket-roket yang dijatuhkan oleh Hamas ke wilayah Israel.
Isi pemberitaan pada harian Republika lebih sedikit bila dibandingkan dengan harian
Kompas, dan kebanyakan dimuat seluruhnya pada halaman depan. Jika diamati isi
pemberitaan pada Republika, terlihat Republika memaknai serangan Israel ke Jalur Gaza
Palestina
Pada harian Kompas, isi beritanya mendapat kavling cukup besar, karena isi
beritanya cukup banyak sehingga selalu dimuat bersambung ke halaman belakang.
Namun berita tentang serangan Israel ke Jalur Gaza palestina ini jarang dimuat di
halaman depan (headline), lebih sering di muat di kolom Internasional. Foto-foto yang
dimuatpun kadang-kadang tidak mencerminkan dari isi berita tersebut. Sebagai contoh
pada tanggal 10 Januari 2009 Kompas menulis berita dengan judul “Perang sengit terus
berlanjut” dalam isi berita ditulis semakin banyak jatuh korban di Palestina, ketika
memasuki hari ke-14 Israel melakukan 50 serangan udara ke jalur Gaza. Adapun foto
yang dimuat di bagian atas berita adalah foto warga Palestina ketika menerima bantuan
makanan dari PBB pada tanggal 8 Januari 2009.
Berita-berita Republika dan Kompas
Berita-berita Republika

17

Judul
Krisis kemanusiaan di Gaza

Isi berita/wawancara
Sumber berita
Sampai Sabtu (3/1), militer Juru bicara militer, petugas

Tanggal 4-01-09

Israel

telah

melancarkan medis Gaza. Laporan AFP

Foto: seorang perempuan lebih dari 750 serangan
Palestina memeluk seorang terhadap Gaza. Serangan
anak di atas puing-puing biadap itu, menurut sumber
rumah yang hancur dalam militer dan petugas medis,
serangan udara Israel Sabtu telah
(3/1).

menewaskan

sedikitnya

435

orang

Palestina. ”Sedikitnya 75
anak-anak dan 21 wanita
tewas

dalam

serangan

terhadap salah satu daerah
berpenduduk terpadat, ”kata
petugas medis Gaza”
Katyusha Hantam Israel
GAZA CITY- Kamis pagi Fuad Siniora, Tarek Mitri,
Tanggal 9-01-09
(8/1), tepat hari ke-13 agresi Raafat
Mora,
Hasan
Foto: Masjid Hancur: wrga Israel ke Jalur Gaza, roket Nasrallah.
berkerumun
di
sekitar kembali ditembakkan ke
reruntuhan Masjid Al-Noor wilayah Israel. Tapi kali ini
di Gaza City, Kamis (8/1).
bukan roket Al-Qossam
milik Hamas, meliankan
roket
katyusha
yang
ditembakan
dari
arah
Lebanon. Tembakan ini
mengkhawatirkan membuka
front Pertempuran baru.
Perdana menteri Lebanon,
Fuad Siniora, mengecam
insiden itu. Dia meminta
pihak militer dan PBB
menginvestigasinya.
Sampai
berita
ini
diturunkan belum ada yang
bertanggung
jawab
mengirim Katyusha.
Menteri
penerangan
Lebanon,
Tarek
Mitri,
mengakku
mendapat
18

Israel Tolak Resolusi
Militer Israel akan terus
melakukan operasinya di
Gaza.
Tanggal 10-01-09
Foto:Warga
Palestina
mengamati
bangunan
Hamas yang hancur oleh
serangan Misil israel di
zaitun, Jumat (9/1).

Israel bunuh wartawan
Tanggal 12-01-09
Foto: Hancurnya Masjid,
pria Palestina memegang
sobekan Al-Qur’an saat
memeriksa
puing-puing
sebuah Masjid sekolah
Islam di Rafah, Ahad
(11/1).

jaminan dari Hizbullah
bahwa mereka tidak terlibat.
Menteri urusan pensiunan
Israel, Raif Eitan, meyakini
pelakunya adalah orang
Palestina di Lebanon, bukan
Hizbullah.
Gaza City- Resolusi dewan Juru bicara militer Israel,
keamana (DK) Perserikatan Ehud
bangsa-bangsa (PBB) untuk
melakukan gencatan senjata
ditolak Israel sepanjang
kamis (8/1) malam hingga
Jumat (9/1), Israel terus
menggempur jalur Gaza.
...juru bicara Hamas, Sami
Abu Zuhri, menambahkan
PBB
gagal
memenuhi
keinginan warga Palestina.
”keluarnya resolusi itu tak
berarti perang berakhir”
katanya kepada Al Jazeera,
Hamas
ingin
Resolusi
pengakhiran
blokade
menyeluruh atas Gaza.

Gaza City – organisasi
kantor Berita Asia Pasifik
(OANA) mengutuk Israel
yang membunuh wartawan
peliput di Gaza, Fadal
Shana (23 tahun), Ahad (111). Sebelumnya iSrael juga
menyerang sekolah PBB...
”Shana
dibunuh
saat
mengambil gambar tank
Israel di Gaza tengah”, kata
Presiden OANA, Ahmad
Mukhlis Yusuf, yang juga
pimpinan LKBN Antara
kemarin.
Serangan
Pamungkas Tanda-tanda
dimulainya
dimulai
operasi cast lead tahap
Tanggal 13-01-09
ketiga di Jalur Gaza sudah
Foto: Anak-anak Palestina terlihat. Senin 12/1, Israel
menyantap
makanan mengerahkan ribuan tentara

Presiden OANA Ahmad
Mukhlis
Yusuf,
Ehud
Olmert,
Amos
Gilad,
Khaled Meshal.

Mayor Avital Leibovich,
Tzipi Livni, Giroa Eiland,
dll.

19

bersama-sama di Kamp
pengungsi Jabaliyah, senin
(12/1)
Korban Tewas 1.000 Orang
Israel dituding melakukan
genosida
Tanggal 15-01-09
Foto: Rumah hancur, warga
Palestina
mengamati
rumah-rumah yang hancur
lebur akibat serangan udara
Israel di Gaza city, Rabu
(14/1)
PBB Didesak Usir Israel
Tanggal 17-01-09
Foto: antar jenazah, warga
Gaza,
Jumat
(16/1),
mengantar jenazah menteri
dalam negeri Palestina, Said
Siyam yang terbunuh dalam
serangan
udara
Israel,
Kamis (15/1).

cadangannya
unuk
memasuki kota-kota di jalur
Gaza.
...”Jumlah korban di Gaza Migueld’Escoto Brockmann
terus meningkat dari hari ke
hari. Ini tak bisa terus
dibiarkan. Ini genosida,”
kata
Presiden
Majelis
Umum
Persirakatan
Bangsa-bangsa,
Miguel
d’Escoto Brockmann, di
markas PB kemarin.
ANKARAPerdana
Menteri
Turki,
Recep
Tayyip Erdogan menilai
Israel
perlu
mendapat
sanksi berat karena tidak
mematuhi Resolusi 1860
dewan keamanan (DK)
PBB.

Recep Tayyip Erdogan, Ban
Ki
Moon,
Marty
Natalegawa,
Migueld’Escoto
Brockmann.

Berita-berita Kompas
Judul
Israel Memasuki ”jantung”
Gaza
Hamas ingatkan Operasi
Darat amat berbahaya bagi
musuh
Tanggal 5-01-09
Foto: Seorang pria Palestina
yang terluka digotong ke
rumah sakit, Minggu (4/1).

Isi berita/wawancara
Sumber berita
Setelah menyerang jalu Ehud Olmert, Ehud Barak
Gaza dari udara selama 9
hari, kemarin militer Israel
mulai menjalankan operasi
militer ”tahap kedua”, yaitu
menyerang wilayah jalur
Gaza dari darat. Dalam satu
hari saja tentara Israel telah
masuk ke pusat Gaza city
dan baku tembak sengit
dan terlibat dengan pejuang
Hamas.
Konflik meluas ke Lebanon Gaza city, Kamis-memasuki Raafat Morra, Tareq Mitri,
Terowongan Hamas jadi hari ke-13 serangan Israel toufic Yanieh.
sasaran
ke Jalur gaza, konflik
Tanggal 9-01-09
pejuang bersenjata Hamas
Foto: Tentara Israel dilarika dan Isarel dikhawatirkan
ke rumah sakit Soroka di meluas.
Empat
roket
Beersheba Kamis (8/1).
meluncur ke Nahariya,
Israel utara, dari Lebanon,
Kamis
(8/1)
israel

20

Perang
Sengit
Terus
Berlanjut
Tangal 10-01-09
Foto: Pemuda Palestina
membawa satu karung
tepung terigu yang diterima
di
salah
sau
pusat
pembagian bahan makanan
PBB di gaza city, Kamis
(8/1).

Amnesty Gugat Militer
Israel
Warga
gaza
Terancam
fosfor putih dan uranium
Tanggal 21-01-09
Kolom Internasional.
Foto: pemandangan puingpuing rumah di kawasan
Ezbet Abdrabbo, Selasa
(20/1)
Gaza City Mulai Berbenah
Terowongan-terowongan
bawah
tanah
mulai
diperbaiki
Tanggal 23-01-09
Headline
Foto: Gedung Parlemen
Palestina di Gaza City
menjadi salh satu bangunan
sasaran
pengeboman
pesawat tempur Israel,
Kamis (22/1).
Sekolah Aktif Kembali
Hamas sudah kendalikan
lagi jalur Gaza
Tanggal 25-01-09
Halaman Belakang

membalas dengan artileri.
Hamas
dan
Lebanon
mengaku ikut terlibat...
Memasuki hari ke-14, Israel
melakukan
sekitar
50
serangan udara ke jalur
Gaza dan menewaskan 22
warga sipil. Jumlah korban
tewas bertambah menjadi
785 orang sejak Israel
menyerang wiliyah itu pada
27
Desember
2008.
kelompok Hamas membalas
dengan menembakkan 15
roket ke dua kota di wilayah
selatan
Israel,
yaitu
Beersheba dan ashkelon,
serta melukai satu orang.
Rafah- Pemerintah Israel
melakukan
kejahatan
perang karena terbukti
secara ilegal menggunakan
amunisi berisi fosfor putih
atau white phosphorus di
kawasan pemukiman yang
padat penduduk di jalur
Gaza dalam agresi ke jalur
Gaza.
Kehidupan di Gaza City,
ibu kota Jalur Gaza, sudah
normal kembali, Kamis
(22/1). Pertokoan di jalan
utama Gaza city, yakni jalan
Omar Muhtar, mulai dibuka
kembali
dan
dipenuhi
konsumen. Begitu juga
dengan warung makan dan
kedai minum yang sudah
dipadati pembeli.

Ehud Olmert, Ehud Barak,
Tzipi Livni. Prof Din
Syamsuddin,
Sutrisno
Bachir, dll.

Donnatella Rovera, Chris
Cobb-Smith, Mansour AlSaoud,
Mohamed
ElBaradei, Margaret Chan.

Ayman

Beit Lahiya- kehidupan di
Beit Lahiya, sekitar 12
kilometer sebelah barat laut
dari gaza city atau 5
kilometer dari perbatasan

21

Foto: Anak-anak Palestina
melihat dari jendela kelas
sekolah dasar PBB di Beit
Lahiya, Sabtu (24/1).

Jalur Gaza Tetap Rawan
Presiden Abbas mendesak
Hamas agar mengakui PLO
Tanggal 03-02-09
Kolom Internasional
Foto: ada tiga foto, tendatenda di kamp pengungsi di
Jabaliya timur, seorang
warga Jalur Gaza yang
dikunjungi
Presiden
Palestina Mahmud Abbas di
Rumah sakit Palestina, Pm
Israel
Ehud
Olmert
memimpin
pertemuan
kabinet
mingguan
di
Jerussalem, Minggu (1/2).

Israel,
Sabtu
(24/1),
kembali
normal.
Para
pelajar kembali ke bangku
sekolah. Toko-toko buka
kemabali. Stasiun pengisian
bahan bakar umum juga
mulai beroperasi.
Gaza city- Israel Senin Ehud Barak, Ahmed Abdul
(2/2), mengancam akan Gheit, Khaled Meshaal.
menyerang
kelompok
pejuang Palestina tanpa
henti setelah tembakan
roket kembali meluncur dari
jalur Gaza. Pesawat tempur
Israel kemaren menyerang
kantor polisi kosong dan
tujuh terowongan GazaMesir.

Frame Harian Kompas: Serangan Israel ke Palestina
Israel Tolak Resolusi
Militer Israel akan terus melakukan operasinya di Gaza.
Pada tanggal 10 Januari 2009, Republika memuat erita pada halaman depan
(headline) dengan judul Israel Tolak Resolusi. Berita ini dilengkapi dengan foto warga
Palestina yang mengamati bangunan Hamas yang hancur oleh serangan misil Israel di
Zaitun, Jumat (9/1). Serangan ini dilakukan pasca keluarnya resolusi PBB untuk genjatan
senjata, pasukan udara Israel sepanjang malam memborbardir Gaza. Hamas membalas
pada Jumat pagi dengan menembakkan roket. Berita ini ditulis sebanyak 10 paragraf.
Berita ini juga dilengkapi dengan foto Ehud Olmert (PM Israel), Ayman Taha (Juru bicara
Hamas) dan Condoleezza Rice (Menlu AS waktu itu). Di bawah foto tersebut juga dikutip
pendapat mereka masing-masing terhadap resolusi PBB. Selain itu Republlika juga
menulis butir dari Resolusi 1860 PBB tersebut. Berita ini di tulis dan dikutip dari sumber
dengan insial ap/reuters/has.
Frame: Resolusi PBB tidak dapat menghentikan operasi Israel ke Gaza.

22

Seleksi isu: Militer Israel akan terus melakukan operasinya di Gaza.
Penonjolan aspek tertentu dari isu:
Penonjolan isu dalam berita ini, lebih banyak mengupas tentang Resolusi Dewan
Keamanan (DK) PBB untuk melakukan genjatan senjata ditolak oleh Israel. Sepanjang
Kamis malam hingga Jum’at Israel terus menggempur Jalur Gaza. Serangan ini
menggempur lima titik, antara lain beberapa daerah yang diduga menjadi tempat
peluncuran roket-roket Hamas. ”Termasuk, fasilitas pendukungnya” ujar seorang juru
bicara militer Israel. Pesawat militer Israel, ungkap warga Gaza City, menjatuhkan bombom di luar kota. Petugas medis menambahkan, tank-tank Israel menembaki rumahrumah di Beit Lahiya, utara Jalur Gaza, dan menewaskan enam orang satu keluarga
penghuni rumah. Serangan ini merupakan serangan tahap ketiga. Pasukan darat tambahan
dikerahkan ke jantung Gaza City untuk mengusir pejuang Hamas dan mengisolasinya
menjadi wilayah aman.
Dalam pebrita isu yang paling banyak ditonjolkan selain Israel menolak Resolasi,
adalah serangan Israel yang semakin genjar menyerang Gaza City, baik lewat darat
maupun udara, sehingga menyebabkan infrastruktur warga Palestina hancur dan semakin
banyaknya rakyat sipil tewas.
Define problem: Serangan udara Israel menggempur 50 titik, antara lain beberapa daerah
kantong yang diduga menjadi tempat peluncuranroket-roket Hamas. ”Termasuk, fasilitas
pendukungnya,” ujar seorang juru bicara militer Israel.
Diagnose Causes: pesawat militer Israel, ungkap warga gaza City, menjatuhkan bombom di luar kota. Petugas medis menambahkan, tank-tank Israel menembaki rumahrumah di Beit Lahiya, uatara jalur Gaza, dan menewaskan enam orang, satu keluarga
penghuni rumah. Dan pada Jumat pagi, militer Israel mengklaim, sedikitnya empat roket
dilancarkan Hamas ke Beersheba, wilayah selatan Israel.
Make moral judgement : Ehud Olmert mengatakan bahwa “serangan roket pagi ini
menunjukkan keputusan PBB tak bekerja”
Sementara pemimpin Hamas di Lebanon, Osama Hamdan, mengatakan tidak tertarik
dengan isi resolusi karena tak memenuhi harapan.
Treatment recommendation: Resolusi DK PBB bernomor 1860 diambil melalui voting.
Dari 15 anggota DK, 14 anggota mendukung resolusi. Hanya Amerika Serikat (AS) yang

23

abstain dalam voting di sidang DK PBB, Kamis (8/1) malam waktu setempat. Sekjen
PBB Ban Ki-Moon meminta semua pihak menghormati isi resolusi. Mengomentari
sikap abstainnya, Menlu AS Condoleeza Rice berdalih, piaknya masih menunggu inisiatif
proposal genjatan senjata yang diajukan Mesir.
”Kami masih menunggu upaya mediasi Mesir untuk melihat apakah resolusi itu
didukung,”ujarnya.
”Seorang diplomat mengatakan, beberapa saat sebelum voting Rice sempat menelpon Pm
Israel Ehud Olmert dan Presiden AS George W Bush”.
Frame Harian Kompas: Serangan Israel ke Palestina
Perang Sengit Terus Berlanjut
Hamas masih bertahan setelah 14 hari
Pada tanggal 10 Januari 2009, Kompas menulis berita dengan judul “perang sengit terus
berlanjut” berita ini ditulis sebanyak 17 paragraf, dengan dilengkapi foto sekelompok
orang Palestina sedang antrian menunggu pembagian bantuan berupa bahan makanan. Di
bawah foto tersebut dditulis seorang pemuda Palestina membawa satu aranung tepung
terigu yang diterima dari salah satu pusat pembagian bahan makanan PBB di Gaza City,
Kamis (8/1). Warga Gaza kecewa karena PBB kemarin menghentikan sementara
pemberian bantuan ke jalur Gaza setelah sebuah tank Israel menewaskan dua warga
Palestina di atas truk berbendera PBB. Berita ini juga menulis pada teras berita, kendati
dewan keamanan PBB telah menetapkan resolusi 1860, konflik di jalur Gaza terus
berkobar. Israel masih menghujani jalur Gaza dengan bom dan mortir, Jumat (9/1). Berita
ini ditullis oleh Mustafa Abd Rahman. Dan diambil dari sumber berita dengan inisial
(AP/AFP/Reuters/Fro/Mam).
Frame: Perang sengit terus berlanjut meskipun Dewan Keamanan PBB telah
menetapkan Resolusi, namun Hamas masih bertahan setelah 14 hari.
Seleksi Isu: Gagalnya Resolusi DK PBB No.1860 mengenai situasi di Jalur Gaza.
Penonjolan Aspek tertentu dari isu:
Dalam berita ini Kompas menulis kendati dewan keamanan PBB telah
menetapkan resolusi 1860, konflik di Jalur Gaza tetap berkobar. Israel masih menghujani
jalur Gaza dengan bom dan mortir, Jumat (9/1).

24

Define problem: Memasuki hari ke-14, Israel melakukan sekitar 50 serangan udara ke
Jalur Gaza dan menewaskan 22 warga sipil. Jumlah korban tewas bertambah menjadi 785
sejak Israel menyerang wilayah itu pada 27 desember 2008. kelompok Hamas membalas
dengan menembakkan 15 roket ke dua kota di wilayah selatan Israel, yaitu Beersheba dan
Ashkelon, serta melukkia satu orang. Tank-tank Israel memasuki sejumlah lokasi di
Gaza. Saksi mata menuturkan, tank Israel mengenai target di Jabaliya dan Beit Lahiya di
utara serta Zeitun. Pada paragraf keempat Kompas juga menulis, baik Israel maupun

Dokumen yang terkait

Pemberitaan Konflik Israel dan Hamas (Studi analisis framing tentang pemberitaan konflik Israel dan Hamas pada surat kabar Republika)

0 48 107

Studi Analisis Isi Tentang Pemberitaan Agresi Israel ke Jalur Gaza di Surat Kabar Harian Kompas dan Waspada

1 32 127

Konstruksi realitas Islam di media massa : analisis framing; konflik Palestina Israel di harian Kompas dan Republika

1 12 119

Analisis framing agresi militer Israel di jalur Gaza pada harian Kompas dan Republika

1 8 87

ANTO LANGGENG PRAYOGO-FST

0 3 117

Kebijakan luar negeri Indonesia terhadap konflik Palestina pasca Agresi Israel di Jalur Gaza (2008)

1 23 83

SIKAP POLITIK PERSDALAM KONFLIK ISRAEL-PALESTINA PASCA SERANGAN SIKAP POLITIK PERS DALAM KONFLIK ISRAEL-PALESTINA PASCA SERANGAN DI JALUR GAZA 26 DESEMBER 2008 (Analisis Framing Sikap Politik Pers Konflik Israel-Palestina Pasca Serangan di Jalur Gaza 26 D

0 3 18

PENDAHULUAN SIKAP POLITIK PERS DALAM KONFLIK ISRAEL-PALESTINA PASCA SERANGAN DI JALUR GAZA 26 DESEMBER 2008 (Analisis Framing Sikap Politik Pers Konflik Israel-Palestina Pasca Serangan di Jalur Gaza 26 Desember 2008 Pada Tajuk Rencana Harian Republika dan

0 3 30

KESIMPULAN DAN SARAN SIKAP POLITIK PERS DALAM KONFLIK ISRAEL-PALESTINA PASCA SERANGAN DI JALUR GAZA 26 DESEMBER 2008 (Analisis Framing Sikap Politik Pers Konflik Israel-Palestina Pasca Serangan di Jalur Gaza 26 Desember 2008 Pada Tajuk Rencana Harian Repu

0 2 9

Analisis Framing Pemberitaan Konflik Israel - Palestina dalam Harian Kompas dan Radar Sulteng

0 0 15

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3884 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1034 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 927 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 622 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 777 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1323 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1221 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 808 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1093 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1322 23