Pemberitaan Konflik Israel dan Hamas (Studi analisis framing tentang pemberitaan konflik Israel dan Hamas pada surat kabar Republika)

PEMBERITAAN KONFLIK ISRAEL dan HAMAS
(Studi analisis framing tentang pemberitaan konflik Israel dan Hamas pada
surat kabar Republika)

SKRIPSI
Diajukan guna memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Disusun
O
L
E
H
RANI RAMADAHANI
050904020
JURUSAN: ILMU KOMUNIKASI

DEPAERTEMEN : ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU POLITIK
UNIVERSITA SUMATRA UTARA
2009

Universitas Sumatera Utara

ABTRAKSI

Penelitian ini membahas mengenai ‘konflik Israel dan Hamas’ yang terjadi
pada Januari 2009 lalu dengan menggunakan pisau nanalisis Framing Versi
Robert Entman. Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui makna yang tersirat
dari konteks berita seputar Agresi Israel ke Jalur Gaza pada Surat Kabar Harian
Umum Republika. Permasalahan ini dijawab dengan menggunakan beberapa
pendekatan-pendekatan yaitu pendekatan isi media, media massa dan dan
kontruksi realitas dan konstruksi realitas dan juga studi media massa termasuk
pada Framing Versi Robert Entman yang pada dasarnya adalah mencoba untuk
mengetahui bagaimana media yang diteliti, mengkontruksikan realitas yang
diperoleh. Apakah ideologi yang dianut media tersebut dapat mempengaruhi
media tersebut dalam menyampaikan beritanya kepada pembaca.
Dalam analisis poenelitian ini, semua data yang diperoleh, dibaca,
dianalisissesuai dengan elemen-elemen perangkat analisis framing, yakni:
problem identification, diagnoses causes, moral judgement dan treatment
recommendation. Adapun jumlah berita yang dianalisis pada surat kabar
Republika adalah sebanyak sepuluh berita yaitu terdiri dari tanggal selama bulan
januari 2009.
Hasil penelitian yang diperoleh adalah terdapat perbedaan pada kedua
media dalam mengkontruksikan fakta melalui berita yang dipaparkan kepada
pembaca. Bahwa ternyata ideologi yang dianut sebuah media, dalam hal ini surat
kabar Republika sangat mempengaruhi cara/ pola pemberitaan masalah yang
dihadapi dan dalam hal ini kasus konflik Israel dan Hamas. Surat kabar Republika
sebagai pers umum, mencoba mengkonstruksikan berita dengan detail, berimbang
namun tetap menjalankan fungsi medianya sebagai social control dengan turut
mengusulkan alternatif penyelesaian konfik antara Israel dan Hamas.

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Asalamualaikum Wr, Wb
Alhamdulillahirabbil’alamin, puji sukur kehadirat Allah SWT yang berkat
rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya tetap dan mampu beritiqomah di jalanNya untuk menyelesaikan skripsi ini. Tak lupa pula shalawat beriring salam
kepada junjungan kita Rasullulah SAW beserta pengikutnya, semoga kita kelak
mendapatkan syafaatnya di Yaumul Akhir, amin.
Skripsi ini berjudulkan “ Studi Aanlisis Framing mengenai Konflik Israel
dan Hamas pada Surat Kabar Republika” dengan menggunakan analisis framing
Robert Entaman. Dalam penyelesaian skiripsi ini, penulis dibantu oleh banyak
pihak yang mendukung

secara moril juga materil.karena itu penulis ingin

mengucapakan terima kasih kepada:
1. Kedua orang tua, Ayah dan Ibu, terima kasih banyak atas doa, support,
bantuan materi dan segalanya.
2. Bapak Prof. Dr. M. Arif Nasution MA selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik Universitas Sumatra Utara.
3. Bapak Drs. Amir Purba, MA selaku Ketua Departemen Ilmu Komunikasi
Fisip USU.
4. Ibu Dra. Dewi Kurniawati Msi selaku Sekertaris Departemen yang banyak
member nasehat dan ilmu-ilmu yang sangat bermanfaat.
5. Bapak Drs. Hendra Harahap Msi, selaku Dosen Pembimbing yang tak
henti-hentinya memberikan ilmunya.

Universitas Sumatera Utara

6. Pembantu Dekan 1 Fisip USU, Bapak Drs. Humaizi MA. Terima kasih
banyak atas segala bantuannya.
7. Kak ros, Pak Manan, dan bang Ria, terima kasih juga atas segala bantuan
akademiknya.
8. Untuk keluarga tercinta, bang Rinal, bang Hari, adikku Imah,
terutama

dan

bang Herman terima kasih banyak atas bantuan materilnya

selama ini.
9. Untuk Uncu Upik beserta Om Ucok terima kasih atas semuanya.
10. Untuk semua keluarga tante Len dan tante Eliy terima kasih banyak atas
perhatiannya selama ini.
11. Untuk orang yang sangat spesial Muhammad Iqbal Nasution terima kasih
atas semua dukungan dan nasehatnya selama ini.
12. Sahabat-sahabat karibku Siska Rina, Rika Lebok, Epi perempuan dan Epi
Laki-laki, terima kasih atas dukungan kalian selama ini.
13. Kawan-kawan stambuk 2005 yang tidak tersebut namanya satu persatu
terima kasih banyak untuk pertemanan kita selama ini, maaf jika lisan
dxan perbuatan penulis pernah meninggalkan luka.

Universitas Sumatera Utara

Penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat, khususnya untuk penulis
pribadi juga bagi kemajuan Departemen ilmu komunikasi FISIP USU dalam
mengembangkan metode penelitian kualitatif kedepan, dan kepada semua
pembaca. Akhir kata kepada ALLAHU RASYID penulis mohon ampun dan
mengembalikan urusan. Semoga atas segala usaha dan doa, memperoleh ridoNya.

Medan, Mei 2009
Penulis,

.
Rani Ramadhani

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
ABTRAKSI
KATA PENGANTAR
DAFTAR TABEL
DAFTAR SKEMA

BAB 1 PENDAHULUA ...................................................................................

1

1.1. Latar Belakang Masalah ........................................................................

1

1.2. Perumusan Masalah...............................................................................

5

1.3. Pembatasan Masalah………………………………………………… .

6

1.4. Tujuan Penelitian...................................................................................

6

1.5. Manfaat Penelitian.................................................................................

6

1.6. Kerangka Teori......................................................................................

7

1.8. Kerangka Konsep ..................................................................................

13

1.9. Unit dan Perangkat Analisis ..................................................................

14

1.10. Sistematika Penulisan..........................................................................

15

BAB II URAIAN TEORITIS ..........................................................................

16

II.1. Media dan Kontsruksi Realitas ............................................................. 16
II.2. Dimensi Psikologi dan Sosiologi..........................................................

21

II.3. Ideologi .................................................................................................

24

II.4. Analisis Framing...................................................................................

25

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ......................................................

37

III.1. Metode Penelitian................................................................................

37

III.2. Subjek Penelitian .................................................................................

38

III.3. Metode Pengumpulan Data .................................................................

42

III.4.Metode Analisis Data ...........................................................................

43

Universitas Sumatera Utara

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN ...................................................

45

IV.1. Pola pemberitaan konflik Israel dan Hamas........................................

45

IV.I .I. Analisa Frame Pemberitaan Surat Kabar Republika ...................

52

IV.1.2. Uraian Frame Republika 8 Januari...............................................

55

IV.2.1. Uraian Frame Republika 10 Januari.............................................

60

IV.3.1. Uraian Frame Republika 13 Januari.............................................

64

IV.4.1. Uraian Frame Republika 15 Januari.............................................

68

IV.5.1. Uraian Frame Republika 18 Januari.............................................

73

IV.6.1. Uraian Frame Republika 21 Januari.............................................

77

IV.7.1. Uraian Frame Republika 23 Januari.............................................

81

IV.8.1. Uraian Frame Republika 27 Januari.............................................

85

IV.9.1. Uraian Frame Republika 28 Januari.............................................

88

IV.10.1 Uraian Frame Republika 29 Januari............................................

92

IV.11. Ringkasan ..........................................................................................

96

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN……………………………………… 99
V.1. Kesimpulan...........................................................................................

99

V.2. Saran..................................................................................................... 101

LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA
BIODATA

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL
TABEL 1

Unit dan Perangkat Analis

TABEL 2

Empat Unit Analis

TABEL 3

Tabulasi Berita Dalam Surat Kabar Republika

TABEL 4

Tabulasi berita Republika Selama Bulan Januari

TABEL 5

Tema dan frekuensi daftar berita Agresi Israel

TABEL 6

Tabulasi berita Republika yang Dianalisis

TABEL 7

Uraian frame Republika edisi 8 Januari 2009

TABEL 8

Narasmuber Republika edisi 8 Januari 2009

TABEL 9

Uraian frame Republika edisi 10 Januari 2009

TABEL 10

Narasumber Republika edisi 10 Januari 2009

TABEL 11

Uraian frame Republika edisi 13 Januari 2009

TABEL 12

Narasumber Republika edisi 13 Januari 2009

TABEL 13

Uraian frame Republika edisi 15 Januari 2009

TABEL 14

Narasumber Republika edisi 15 Januari 2009

TABEL 15

Uraian frame Republika edisi 18 Januari 2009

TABEL 16

Narasumber Republika edisi 18 Januari 2009

TABEL 17

Uraian frame Republika edisi 21 Januari 2009

TABEL 18

Narasumber Republika edisi 21 Januari 2009

TABEL 19

Uraian frame Republika edisi 23 Januari 2009

TABEL 20

Narasumber Republika edisi 23 Januari 2009

TABEL 21

Uraian frame Republika edisi 27 Januari 2009

TABEL 22

Narasumber Republika edisi 27 Januari 2009

TABEL 23

Uraian frame Republika edisi 28 Januari 2009

TABEL 24

Narasumber Republika edisi 28 Januari 2009

TABEL 25

Uraian frame Republika edisi 29 Januari 2009

TABEL 26

Narasumber Republika edisi 29 Januari 2009

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR SKEMA
SKEMA 1

: Kerangka Konsep

Universitas Sumatera Utara

ABTRAKSI

Penelitian ini membahas mengenai ‘konflik Israel dan Hamas’ yang terjadi
pada Januari 2009 lalu dengan menggunakan pisau nanalisis Framing Versi
Robert Entman. Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui makna yang tersirat
dari konteks berita seputar Agresi Israel ke Jalur Gaza pada Surat Kabar Harian
Umum Republika. Permasalahan ini dijawab dengan menggunakan beberapa
pendekatan-pendekatan yaitu pendekatan isi media, media massa dan dan
kontruksi realitas dan konstruksi realitas dan juga studi media massa termasuk
pada Framing Versi Robert Entman yang pada dasarnya adalah mencoba untuk
mengetahui bagaimana media yang diteliti, mengkontruksikan realitas yang
diperoleh. Apakah ideologi yang dianut media tersebut dapat mempengaruhi
media tersebut dalam menyampaikan beritanya kepada pembaca.
Dalam analisis poenelitian ini, semua data yang diperoleh, dibaca,
dianalisissesuai dengan elemen-elemen perangkat analisis framing, yakni:
problem identification, diagnoses causes, moral judgement dan treatment
recommendation. Adapun jumlah berita yang dianalisis pada surat kabar
Republika adalah sebanyak sepuluh berita yaitu terdiri dari tanggal selama bulan
januari 2009.
Hasil penelitian yang diperoleh adalah terdapat perbedaan pada kedua
media dalam mengkontruksikan fakta melalui berita yang dipaparkan kepada
pembaca. Bahwa ternyata ideologi yang dianut sebuah media, dalam hal ini surat
kabar Republika sangat mempengaruhi cara/ pola pemberitaan masalah yang
dihadapi dan dalam hal ini kasus konflik Israel dan Hamas. Surat kabar Republika
sebagai pers umum, mencoba mengkonstruksikan berita dengan detail, berimbang
namun tetap menjalankan fungsi medianya sebagai social control dengan turut
mengusulkan alternatif penyelesaian konfik antara Israel dan Hamas.

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Sudah lima puluh empat tahun Israel menjajah Palestina. Selama itu pula
Israel menciptakan malapetaka terhadap warga Palestina, khususnya Umat
Muslim. Pengusiran, penggusuran hingga aksi pembantaian manusia berlangsung
secara sistematis. Secara kemanusiaan, konflik Israel merupakan tragedi yang tak
terperikan. Sebuah tragedi panjang yang mengalahkan holocaust Nazi Jerman,
bangsa yang ironinya dibenci Yahudi karena melakukan hal tersebut pada mereka.
Penyerangan yang di lakukan oleh tentara Israel terhadap Hamas kini
kembali terjadi. Kemenangan Hamas pada pemilu 25 Januari 2006 lalu
merupakan benturan keras bagi negara Israel dan masyarakat internasional secara
umum. Terutama mereka yang memiliki hubungan istimewa dengan negara
”zionis”. Akibatnya, terjadilah sanksi diplomasi yang dijatuhkan kepada Hamas
berupa embargo. Hamas pun tidak diberikan passport menjadi salah satu gerakan
perlawanan dunia dan pembebasan nasional (www.infopalestina.com).
Konflik antara Hamas dan Israel ini lahir akibat dari kebuntuan politik
dalam mencari solusi ke depan. Gagalnya perpanjangan gencatan senjata dua
pekan sebelum ini, tepatnya 15 januari 2009 antara Israel dan Hamas menjadi
pemantik konflik ini. Kedua belah pihak saling tuding pihak mana yang
mengawali konflik ini. Bagi Israel, Hamas-lah yang telah mengirimkan roketroket yang menyerang permukiman sipil Israel. Namun, bagi Hamas, Israel-lah
yang telah melanggar kesepakatan genjatan senjata sehingga Hamas tidak ingin

Universitas Sumatera Utara

memperpanjang kesepakatan itu. Perang baru antara Hamas dan Israel saat ini
adalah mereka berlomba-lomba untuk memperoleh legalitas internasional. Hamas
sebagai gerakan pembebasan Islam pertama berusaha merebut legalitas dunia
internasional. Sementara Israel berusaha agar dunia internasional semakin
memperketat isolasi terhadap Palestina.
Hamas adalah sebuah Gerakan Jihad, Da’wah dan Politik, ia berdiri di atas
Syumuliyatul Islam (Universalitas Islam) yang mencakup semua aspek
kehidupan. Hal itu dibuktikan dengan masuknya Hamas ke medan politik dan ikut
serta dalam Pemilu, dan bahkan ia bisa memenangkannya.
Hamas adalah kependekan dari Harokah al Muqowamah al Islamiyah atau
Gerakan Perlawanan Islam, didirikan pada tanggal 14 Desember 1987 M oleh
Syeikh para syuhada Ahmad Yasin bersama dengan beberapa orang yang
meyakini pemikiran gerakan tersebut.
Konflik baru antara Hamas dan Israel disebabkan oleh sejumlah hal:
Pertama, dari sisi orientasi pemikiran Israel: Perolehan Gerakan Perlawanan
Pembebasan Islam kini memperoleh legalitas internasional akan memberikan
contoh kepada banyak gerakan pembebasan Islam lainnya yang ada di dunia.
Gejala ini tentu mengancam eksistensi gerakan-gerakan moderat yang banyak
setuju dengan detail kerja politik, keamanan dan orientasi Israel. Perolehan
program politik perlawanan untuk mengisi kekuasaan sudah pasti mengagalkan
system keamanan Israel di kawasan dan terancam digerogoti karena Israel akan
bekerja sama dengan program gerakan perlawanan yang memiliki legalitas
internasional. Jadi bukan terorisme yang mengancam keamanan dan ketentraman
Israel.

Universitas Sumatera Utara

Kedua, dari sisi orientasi pemikiran: Hamas sudah pasti akan bertindak
kontradiksi dengan persepsi Israel dalam menjalin hubungan satu sama lain.
Hamas menyadari betul bahwa legalitas internasional yang ia peroleh bisa jadi
akan memojokkan posisi Israel.
Keberadaan Hamas di pemerintahan untuk pertama kalinya dalam sejarah
merupakan jaringan pengaman dengan dunia Arab, minimal negara Islam dan
sebagian negara dunia. Ini tentu meringankan perasaan Hamas yang seakan jauh
dari konvensi Arab negara Islam dan justru akan mengokohkan hubungan dengan
mereka. Keberadaan Hamas di puncak piramida kekuasaan Palestina juga
membuat Israel berfikir seribu kali sebelum melakukan pembantaian (fisik)
terhadap pimpinan Hamas (http:/www.antara.co.id/arc/2009/1/10/Hamas)
Namun disisi lain Amerika menganggap tanggung jawab konflik
sepenuhnya terletak pada Hamas. Serangan pasukan Israel ke Gaza, resiko yang
dipikul sendiri juga meningkat, akan menghadapi perang gerilya jangka panjang.
Intelijen menunjukkan bahwa Hamas memiliki sekitar 20.000 militan. Analis
militer mengatakan walaupun konflik yang lebih buruk tidak dapat dihindarkan,
tetapi dalam kenyataan adalah, tak ada yang tahu apa hasilnya, karena Hamas
tidak

menunjukkan

adanya

tanda-tanda

untuk

menyerah

.(www.infopalestina.com)..
Wacana-wacana mengenai konflik inipun terus bergulir memenuhi ruang
dan waktu serta tidak bisa dipungkiri bahwa pertikaian antara Israel dan Hamas
saat ini telah menjadi fokus pemberitaan diberbagai media massa di seluruh dunia.
Argumentasi dari berbagai kalangan banyak menghiasi pemberitaan di media

Universitas Sumatera Utara

massa. Hal ini dikarenakan peristiwa konflik merupakan realitas yang
mengandung nilai berita yang tinggi.
Dalam suatu peperangan atau konflik militer, memerlukan penggalangan
baik itu dukungan moral, dukungan secara ekonomi maupun dukungan secara
politik dari publik, oleh karena itu keberadaan media massa sangatlah penting
untuk fungsi komunikasi politik. Apa yang diberitakan mengenai perang tersebut
kepada khalayak pada suatu media didasarkan pada bagaimana cara sebuah media
sebagai institusi dan jurnalis sebagai individu melakukan investigasi, memilih,
mempersentasikan dan mengkonstruksikan berita tentang perang tersebut.
Dengan begitu, media sangat mempengaruhi pola pikir, sudut pandang dan
pengetahuan publik tentang suatu masalah khususnya dalam hal ini perang antara
Israel dan Hamas. Oleh karena itu media bukanlah sekedar saluran yang bebas, ia
juga subjek yang mengkontruksikan realitas lengkap dengan pandangan,dan
pemihaknya. Nah dalam konteks inilah, wacana media massa kemudian menjadi
arena perang simbolik antara pihak- pihak berkepentingan dengan suatu objek
wacana.
Maka atas pemaparan latar belakang permasalahan diatas, peneliti tertarik
untuk meneliti teks atau isi berita untuk melihat proposisi, idiologi dan makna
yang terkandung dalam pemberitaan konflik Israel dan Hamas, yaitu peneliti
disini menfokuskan pada penyajian teks, seperti apa teks dalam sebuah media
berperan dalam membangun opini dan atau pula kepribadian. Bagaimana media
menyajikan fakta yang ditemukan dilapangan, menjadi sebuah berita yang terdiri
dari beberapa teks, yang ternyata fakta dan data dilapangan itu terkadang tidak
sesuai dengan apa yang disajikan oleh media.

Universitas Sumatera Utara

Adapun media yang akan diteliti adalah surat kabar Republika, berhubung
surat kabar ini telah menyajikan ruang untuk memberitakan perkembangan
masalah tersebut. Sehingga dengan meneliti media tersebut, maka poeneliti akan
dapat melihat makna yang sebenarnya dibalik teks-teks pemberitaan yang terkait
dengan kasus konflik penyerangan Israel ke Hamas baru- baru ini pada surat kabar
Republika.
Peneliti memilih Surat Kabar Republika sebagai perwakilan dari pers
umum yang bersekala nasional dan tersebar diseluruh Indonesia. Sehingga dengan
meneliti media tersebut, maka peneliti ingin melihat apakah ideologi yang dianut
oleh

Surat kabar tersebut, serta bagaimana media tersebut membingkai

pemberitaannya sehingga nantinya dapat juga mempengaruhi cara mereka
memberitakan konflik di timur tengah.

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka penulis
merumuskan masalah sebagai berikut:
 “Bagaimanakah surat kabar Republika membingkai peristiwa konflik
Israel dan Hamas dalam pemberitaannya ? ” .


1.3 Pembatasan Masalah
Agar ruang lingkup masalah dapat lebih jelas, terarah, dan terfokus,
sehingga tidak mengaburkan penelitian, maka peneliti membuat pembatasan
masalah sebagai berikut:

Universitas Sumatera Utara

1. Penelitiaan hanya akan dilakukan pada surat kabar Republika.
2. Bahan yang diteliti adalah berita – berita tentang konflik penyerangan
Israel ke Hamas pada januari 2009 pada kabar Republika.
3. Pengamatan dilakukan selama 2 bulan yaitu januari, dan februari 2009.

1.4 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui dan menganalisa teks – teks pemberitaan konflik Israel
dan Hamas pada surat kabar Republika.
2. Untuk mengetahui makna yang tersirat dan terkandung dari setiap teks
pemberitaan konflik Israel dan Hamas pada surat kabar Republika.

3. Untuk menget ahui ideologi apa yang berada di balik konstruksi berita
serta bagaimana posisi surat kabar tersebut.

1.5 Manfaat Penelitian
1. Secara teoritis, penelitian ini berguna untuk memperkaya khasanah dan
pengetahuan penulis tentang media, khususnya tentang kajian media yang
diteliti dengan analisis Framing.
2. Secara praktis, penelitian ini di harapkan dapat menjadi bahan masukan
bagi surat kabar yang diteliti serta hasil analisis ini nantinya diharapkan
dapat bermanfaat bagi pembaca agar lebih kritis terhadap informasi yang
disajikan oleh media.

Universitas Sumatera Utara

3. Secara akademis, penelitian ini

diharapkan dapat memperluas dan

menambah khasanah penelitian komunikasi sehingga dapat pula
disumbangkan kepada Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU, guna
memperkaya bahan penelitian dan sumber bacaan.

1.6 Kerangka Teori
Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti perlu menyusun suatu
kerangka

teori.

Kerangka

teori

merupakan

landasan

berfikir

untuk

menggambarkan dari sudut mana peneliti menyoroti masalah yang akan diteliti.
Menurut Singarimbun (1995:57), teori merupakan serangkaian asumsi,
defenisi dan proporsi untuk menerangkan suatu fenomena sosial secara sistematis
dengan cara merumuskan hubungan antara konsep.
Maka untuk memperjelas landasan berfikir dalam mengidentifikasi dan
memecahkan masalahnya, disusunlah suatu kerangka teori yang memuat pokokpokok pikiran yang menggambarkan dari sudut mana masalah penelitian ini akan
disoroti. Teori yang tepat dan sesuai dengan penelitian ini adalah:
1.

Media Massa dan Konstruksi Realitas
Seorang ahli sosiologi Peter L. Berger bersama Thomas Luckman banyak

menulis karya dan menghasilkan tesis mengenai konstruksi social atau realitas.
Bagi Berger realitas itu tidak dibentuk secara alamiah, tidak juga sesuatu yang
diturunkan oleh Tuhan, tetapi sebaliknya ia dibentuk dan dikonstruksi. Maka
dengan pemahaman semacam ini, realitas berwajah ganda/plural. Setiap orang
bisa mempunyai konstruksi yang berbeda-beda atas suatu realitas karena setiap

Universitas Sumatera Utara

orang yang mempunyai pengalaman, prefensi, pendidikan dan lingkungan
pergaulan atau social tertentu akan menafsirkan realitas sosial itu dengan
konstruksinya masing-masing. (Eriyanto,2002;15-16).
Sebuah teks dalam sebuah berita dapat disamakan sebagai copy
(cerminan) dari realitas atau sebagai mirror of reality, ia harus dipandang sebagai
konstruksi atau realitas. Realitas lapangan sebenarnya berbeda denan realitas
media. Maka oleh karena itulah peristiwa yang sama dapat dikontruksikan secara
berbeda.
Sekelompok wartawan yang meliputi sebuah peristiwa dapat memiliki
konsepsi dan pandangan yang berbeda dan itu dapat dilihat dari bagaimana
mereka mengkontruksi peristiwa itu yang diwujutkan dalam teks berita. Sehingga
peristiwa yang sama dimuat oleh beberapa media akan berada satu sama lain
dalam menyajikannya kepada khalayak.
Dalam mengkonsumsikan suatu fakta, ada 3 tahapan yang hendak dilalui
oleh

wartawan, yaitu eksternalisasi dimana wartawan menceburkan dirinya

kedalam realitas yang ada dilapangan dengan tujuan memahami apa yang
sebenarnya tejadi. Selanjutnya adalah objektivitas yaitu tahapan dimana
wartawan telah memperoleh hasil dari observasi yang dilakukannya. Tahapan
lainnya yaitu internalisasi, yang merupakan proses penyerapan fakta yang ada
kedalam kesadaran si wartawan sehingga subjektif individu, yang mana dalam hal
ini

wartawan

dipengaruhi

oleh

struktur

dunia

sosial

(www.kunci.or.id/esai/nws/08/hai.htm).

Universitas Sumatera Utara

2. Dimensi Psikologi dan Sosiologi
Menurut Edelman konsep pemaknaan sangat dipengaruhi dari lapangan
psikologis dan sosiologisnya. Konsep framing, dalam studi media massa banyak
mendapat pengaruh dari lapangan psikologi dan sosiologi (Eriyanto, 2002:71-73)
Dimana pendekatan psikologi terutama melihat bagaimana pengaruh kognisi
seseorang dalam membentuk skema tentang diri, sesuatu atau gagasan tertentu. Framing
adalah upaya atau strategi yang dilakukan wartawan untuk menekankan dan membuat
pesan jadi bermakana, lebih mencolok dan diperhatikan oleh publik. Secara psikologis,
orang cenderung menyerdehanakan realitas dan dunia yang kompleks itu bukan hanya
sekedar lebih sederhana dan dapat dipahami, tetapi juga agar lebih mempunyai
perfektif/dimensi tertentu. Orang cenderung melihat dunia ini dalam perfektif tertentu,
karenanya realitas yang sama bisa jadi digambarkan secara berbeda oleh orang yang
berbeda. Maka karena itu orang mempunyai pandangan atau perspektif yang berbeda
pula.
Pada level sosiologi, frames dilihat terutama untuk menjelaskan bagaimana
organisasi dari ruang berita dan pembuat berita membentuk berita secara bersama-sama.
Level ini menempatkan media sebagai organisasi yang kompleks yang menyertakan
didalamnya praktik profesional. Berita adalah produk dari profesionalisme yang
menentukan bagaimana peristiwa setiap hari dibentuk dan dikontruksikan.
3. Ideologi
Ideologi disini diartikan sebagai kerangkangka berfikir atau kerangka referensi
tertentu yang dipakai oleh individu untuk melihat realitas dan bagaimana mereka
menghadapinya (Sudibyo, 2001:12).

Universitas Sumatera Utara

Pada level ini akan terlihat siapa yang berkuasa dimasyarakat dan bagaimana
media menentukannya, dan setiap makna memiliki kecendrungan ideologi tertentu.
Ideologi adalah “world vie” sebagai suatu kerangka berfikir atau kerangka referensi
tertentu yang dipakai oleh individu untuk melihat realitas dan bagaimana mereka
menghadapinya. Berbeda dengan elemen sebelumnya yang tampak konkret, level
ideologi ini abstrak. Ia berhubungan dengan konsepsi atau posisi seseorang dalam
menafsirkan realitas.
4. Analisis Framing
Analisis Framing merupakan sebuah model analisis yang berasal dari paradigma
kontruktivisme yang mengungkap rahasia dibalik semua perbedaan media yang dapat
digunakan untuk menguak fakta yang tersembunyi. Paradigma ini memandang realitas

kehidupan sosial bukanlah realitas yang natural, akan tetapi hasil dari kontruksi.
Konsentrasi analisis pada paradigma kontruksionis adalah menemukan
bagaimana peristiwa atau realitas tersebut dikontruksikan dan dengan cara apa
dibentuk. Dalam analisis ini yang kita lakukan adalah melihat bagaimana media
mengkontruksi realitas. Ada dua esensi utama dari framing, yaitu bagaimana
peristiwa dimaknai, dan dalam hal ini agresi militer Israel ke Gaza. Hal ini
berhubungan dengan bagian mana yang diliput oleh Surat Kabar Harian
Republika. Juga bagaimana fakta itu ditulis, mengenai pemakaian katanya,
kalimat dan maknanya, serta gambar untuk memperjelas gagasan.
Analisis framing secara sederhana dapat digambarkan sebagai analisis
untuk mengetahui bagaimana realitas (peristiwa, aktor, kelompok, atau apa saja)
dibingkai oleh media. Pembingkaian tersebut tentu saja melalui proses konstruksi
dengan makna tertentu.

Universitas Sumatera Utara

Hasilnya, pemberitaan media pada sisi tertentu atau wawancara dengan
orang-orang tertentu. Semua elemen tersebut tidak hanya bagian dari teknis
jurnalistik, akan tetapi menandakan bagaimana peristiwa dimaknai dan
ditampilkan. Seperti apa yang dikatakan Robert Entman, “Framing merupakan
upaya untuk menseleksi beberapa aspek yang terdapat pada realitas yang
dihadapi dan membentuknya sehingga tampak menonjol didalam teks berita”.
Dalam konsepsi Robert Entman, pada dasarnya, framing merujuk
pada pemberian defenisi, penjelasan, evaluasi, dan rekomendasi dalam suatu
wacana untuk menekankan kerangka berfikir tertentu terhadap peristiwa yang
diwacanakan.

Lalu ini melahirkan empat konsep framing, yaitu : elemen

pendefenisian masalah (define problem/problem identification), elemen yang
memperkirakan masalah (diagnose cause), elemen membuat keputusan moral
(udgemoral judgement) dan elemen penekanan penyelesaian (treatment
recommendation) (Eriyanto, 2002:188-190). Maka dengan ke-4 elemen inilah
peneliti akan membedah teks-teks berita agresi militer Israel ke Hamas pada surat
kabar Republika ini.

1.7 Kerangka Konsep
Konsep adalah pengambaran secara tepat dan fenomena yang hendak
diteliti yakni istilah, serta defenisi yang digunakan untuk menggambarkan secara
abstrak kejadian, keadaan, kelompok atau individu yang menjadi pusat perhatian
ilmu sosial (singarimbun, 1995:57).

Universitas Sumatera Utara

Kerangka konsep merupakan pemikiran rasional yang bersifat kritis dalam
memperkirakan kemungkinan hasil penelitian yang akan dicapai (Nawawi, 1993:
40). Kerangka konsep kemampuan peneliti, dalam penyusun konsep operasional
yang bertitik tolak pada kerangka teori, dan tujuan penelitian, serta setelah
mengemukakan berbagai kerangka teori.
Maka ada beberapa konsep yang dapat dioperasionalisasikan dengan
mengubahnya menjadi beberapa kerangka. Adapun kerangka konsep dalam
penelitian ini adalah:

Berita

Define problem
(Pendefenisian masalah)

Moral judgement
Evalution
(Membuat Keputusan
Moral)

Diagnoses Causes
(Memperkirakan
Sumber Masalah)

Treatment
Recommendation
(Menekankan
Penyelesaian)

1.8 Unit dan Perangkat Analisis
Berdasarkan kerangka teori dan kerangka Konsep diatas, maka untuk
mempermudah penelitian sehingga guna memperlancar dalam memecahkan
masalah, diperlukannya sebuah perangkat unit analisis. Adapun unit dan
perangkat analisis tersebut adalah sebagai berikut:

Universitas Sumatera Utara

Tabel 1: Unit dan Perangkat Analisis

UNIT ANALISIS
Define Problems

PERANGKAT ANALISIS
a. Peristiwa dilihat sebagai apa?
b. Peristiwa sebagai masalah apa?

Diagnose Causes

a. Siapa penyebab masalah?
b. Peristiwa itu disebabkan oleh apa?

Moral Judgement

a. Nilai moral apa yang disajikan
dalam menyelesaikan masalah?
b. Nilai

apa

yang

dipakai

untuk

mendelegitimasi suatu tindakan?
Treatment Recommendation

a. Penyelesaian yang ditawarkan untuk
mengatasi masalah?
b. Jalan yang ditawarkan dan harus
ditempuh untuk mengatasinya?

1.8.1 Defenisi Unit Analisis
Defenisi unit analisis adalah sebuah petunjuk pelaksanaan mengenai cara
atau parameter unit itu di ukur. Dengan adanya defenisi unit analisis akan

Universitas Sumatera Utara

memudahkan peneliti dalam menentukan dimensi atau sudut yang tepat sehingga
memudahkan dalam meneliti, unit analisis yang dimaksut adalah:
1. Define Problems atau identifikasi masalah: elemen pertama yang dapat
kita lihat dalam framing. Elemen ini merupakan master frame atau bingkai
yang paling utama, ditahap inilah awal berita dikontruksi, sehingga dalam
suatu berita diteliti apakah yang menjadi pokok masalah terdapat sebuah
isu, wacana atau peristiwa dipahami oleh wartawan.
2. Diagnose Causes atau memperkirakan sumber masalah; bagaimana sebuah
media men-cover siapakah actor atau pelaku yang menyebabkan timbul.
Disini penyebab bisa berarti apa (what) tapi bias juga siapa (who).
3. Moral judgement atau keputusan moral: adalah elemen framing yang
dipakai

untuk

membenarkan

atau

memberikan

argument

atas

pendefenisian yang telah dibuat. Ketika masalah dan penyebab masalah itu
telah ditentukan, maka dibutuhkan argument yang kuat untuk mendukung
gagasan tersebut.
4. Treatment Recommendation atau menekankan penyelesaian; dimana
sebuah pesan moral baik secara eksplisit atau implicit bagaimana
seharusnya sebuah masalah atau peristiwa itu diselesaikan, ditanggulangi,
diantisipasi dan dihindari.

1.9 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan skripsi ini dibagi atas lima BAB, yang tiap-tiap
BABnya memiliki keterkaitan dan saling mendukung. BAB 1 adalah pendahuluan

Universitas Sumatera Utara

yang berisikan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, pembatasan
masalah, tujuan dan manfaat penelitian, kerangka teori, kerangka konsep, dan
metodologi penelitian serta sistematika penulisan.
BAB II adalah uraian teori, dimana teori-teori yang saling berhubungan
dan mendukung penelitian yang akan diuraikan disini. Teori- teori tersebut
adalah: Media massa dan konstruksi realitas, dimensi psikologi dan sosiologi,
Ideologi dan analisis framing.
BAB III berisikan tentang metodologi penelitian, yan terdiri dari: Metode
penelitian, Subjek Penelitian, metode pengumpulan data, dan metode analisis
data.
BAB

IV adalah analisa serta pembahasan dari data-data yang telah

dikumpulkan dan akan disajikan, dianalisa seta diuraikan dalam BAB ini.
Terakhir adalah BAB V yaitu BAB penutup yang berisikan kesimpulan
dan saran. Guna menglengkapi data

dari penelitian ini, maka skripsi ini

dilengkapi dengan daftar pustaka serta lampiran.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
URAIAN TEORITIS

II.I MEDIA MASSA DAN KONSTRUKSI REALITAS
Teori yang dikembangkan oleh Peter L Berger dan Thomas
Luckman yaitu, seorang pakar sosiologi ini berpandangan bahwa realitas tidak
dibentuk secara ilmu, dan juga tidak diturunkan oleh Tuhan. Sebaliknya realitas
itu dibentuk dan dikonstruksi oleh manusia. Pemahaman ini mengisyaratkan
bahwa realitas berpotensi berwajah ganda, dan plural. Setiap orang bisa memiliki
konstruksi yang berbeda-beda atas suatu realitas.
Setiap

orang yang mempunyai pengalaman, preferensi, tingkat

pendidikan, lingkungan serta pergaulan sosial tertentu akan menafsirkan atau
memaknai realitas berdasarkan konstruksinya masing-masing. Berita dalam media
massa tidak dapat disamakan dengan fotocopy dari realitas, namun ia harus
dipandang sebagai hasil konstruksi dari realitas. Karena itu, sangat potensial
terjadi peristiwa yang sama dikonstruksi secara berbeda oleh beberapa media
massa. Wartawan atau jurnalistik bisa jadi memiliki pandangan dan konsepsi yang
berbeda ketika melihat suatu peristiwa atau kejadian yang kemudian terwujud
dalam teks berita. (Eriyanto:2002;15).
Realitas adalah produk interaksi antara wartawan dan fakta, dan ini sering
juga disebut sebagai proses dialektis yang memiliki tiga tahapan yakni,
eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Dalam proses internalisasi, realitas

Universitas Sumatera Utara

diamati oleh wartawan dan diserap dalam kesadaran wartawan. Sedangkan dalam
proses eksternalisasi, wartawan menceburkan dirinya untuk memahami realitas.
Konsepsi tentang fakta diekspresikan untuk melihat realitas. Dengan
demikian, teks berita yang dibaca di surat kabar atau pun berita yang didapat
melalui media-media lain adalah produk dari proses interaksi dan dialektika
tersebut. Contohnya adalah perang antara Irak dan Amerika Serikat berakhir
dengan kejatuhan rezim Saddam Husein yang lalu, yang pertama terjadi mungkin
adalah eksternalisasi. Wartawan yang datang ke daratan Irak mempunyai
kerangka pemahaman serta konsepsi tersendiri mengenai peperangan tersebut.
Ada yang memandang peperangan tersebut adalah sebagai kepentingan Amerika
untuk menunjukkan super power-nya.
Ada juga yang melihat peperangan Irak sebagai konflik internal rezim
saddam dan kelompok penentangnya. Ada juga yang melihat peperangan di Irak
adalah sebagai buah dari kediktatoran Saddam sendiri atas rakyatnya. Berbagai
skema dan pemahaman tersebut dipakai untuk menjelaskan peristiwa dan
fenomena yang terjadi di Irak.
Tahapan kedua yaitu objektivasi, dimana hasil yang telah diperoleh, baik
berupa mental maupun fisik dari kegiatan eksternalisasi sebelumnya. Hasil dari
eksternalisasi-kebudayaan itu misalnya, manusia menciptakan alat demi
kemudahan

hidupnya.

Dengan

demikian

alat

tersebut

adalah

kegiatan

eksternalisasi manusia ketika berhadapan dengan dunia, atau dengan kata lain,
merupakan hasil dari kegiatan manusia, yang alat tersebut kemudian menjadi
realitas yang objektif.

Universitas Sumatera Utara

Proses yang selanjutnya adalah internalisasi, yaitu ketika wartawan
berada di Irak, ia melihat banyak peristiwa. Ada rumah-rumah penduduk yang
hancur oleh roket Amerika, ada ribuan mayat bertaburan, dan berbagai peristiwa
lainnya. Berbagai peristiwa tersebut diinternalisasi dengan cara dilihat dan
diobservasi oleh wartawan. Lalu terjadilah proses dialektika antara apa yang ada
dalam pikiran wartawan dengan apa yang dilihatnya. Maka akhirnya terjadilah
teks berita (www.kunci.or.id/esai/nws/08/hai.htm).
Secara esensial, proses konstruksi realitas oleh media dapat dirangkum
dalam enam perfektif (Eriyanto:2002;17-18) enam persfektif tersebut adalah
sebagai berikut:
1.

Fakta/ Peristiwa adalah Hasil Konstruksi
Bagi kaum konstruktivis, realitas itu bersifat subjektif. Realitas`itu
hadir karena diciptakan dan dihadirkan oleh konsep subjektif wartawan.
pernyataan utama dalam pandangan kontruktivis adalah fakta berupa
kenyataan itu sendiri. Pembacalah yang memberikan defenisi dan
menentukan fakta tersebut sebagai realitas.
2 . Media adalah Agen Konstruksi
Dalam pandangan kontruktivis, media bukanlah dianggap sebagai
saluran yang bebas, ia juga subjek yang mengkonstruksi realitas, lengkap
dengan pandangan, dan pemihaknya. Media dipandang sebagai agen yang
mengkonstruksi realitas. Maka berita yang kita baca bukan hanya
menggambarkan realitas, dan bukan hanya menunjukkan pendapat sumber
berita, tetapi juga konstruksi dari media itu sendiri. Lewat berbagai

Universitas Sumatera Utara

instrument yang dimilikinya, media juga ikut membentuk realitas yang
tersaji dalam pemberitaannya.
3.

Berita bukan Refleksi dari Realitas, ia hanya Konstruksi atas Realitas
Menurut

pandangan

konstruktivis,

berita

merupakan

hasil

konstruksi sosial dimana selalu melibatkan pandangan, ideologi dan nilainilai dari wartawan atau media. Bagaimana realitas itu dijadikan berita
sangat tergantung pada fakta yan dipahami dan dimaknai. Proses
pemaknaannya selalu melibatkan nilai-nilai tertentu sehingga mustahil
berita merupakan cerminan dari realitas. Realitas yang sama bisa jadi
menghasilkan berita yang berbeda, karena cara melihatnya yang berbeda.
4. Berita bersifat Subjektif atas Realitas
Berita subjektif dari sisi lain wartawan. Karena wartawan sendiri
melihat dengan persfektif dan berbagai pertimbangan subjektifnya.
Penempatan sumber berita yang lebih ditonjolkan dari sumber lainnya,
menempatkan wartawan sebagai seorang tokoh yang lebih besar dari tokoh
lainnya. Liputan yang hanya satu sisi tidak berimbang, misalnya, bagi
kaum konstruktivis, hal tersebut bukanlah sebuah kekeliruan, tetapi
dianggap memang demikianlah praktik yang disajikan oleh wartawan.
5. Wartawan bukanlah Pelapor. Ia Konstruksi Realitas
Dalam

pandangan

konstruktivis,

wartawan

tidak

bisa

menyembunyikan pilihan moral dan keberpihakanya. Karena ia merupakan
bagian yang intrinsik dalam pembentukan berita. Lagipula berita bukan
hanya produk individual, melainkan juga bagian dari proses organisasi dan
interaksi antara wartawannya. Wartawan juga tidak hanya melaporkan

Universitas Sumatera Utara

peristiwa, melainkan juga turut mendefenisikan apa yang terjadi dan secara
aktif membentuk peristiwa dalam pemahaman mereka. Dalam arti kata
wartawan bukanlah pemulung yang netral dan mengambil fakta begitu
saja.
6. Etika, Pilihan Moral dan Keberpihakan Wartawan adalah bagian Intergral
dalam Produksi Berita
Aspek etika, moral dan nilai-nilai tertentu tidak mungkin dihilangkan
dalam pemberitaan media. Wartawan bukanlah robot yang meliput apa
adanya. Etika dan moral dalam banyak hal dapat berarti keberpihakan pada
suatu kelompok atau intergral yang tidak terpisahkan dalam membentuk
dan mengkontruksi realitas (Water Lippman dalam Eriyanto: 2002:29)
secara ekstrim mengatakan bahwa wartawan menyimpulkan dulu atas
realitas atau sebuah peristiwa yang ada, lalu melihat fakta apa yang akan
dikumpulkan untuk memperkuat kesimpulan tersebut.
Maka dari keenam perspektif diatas, pada dasarnya melihat bahwa
pekerjaan media adalah sebuah pekerjaan yang berhubungan dengan
pembentukan realitas. Realitas bukanlah sesuatu yang telah tersedia, yang
tinggal diambil oleh wartawan. Sebaliknya, semua jurnalis pada dasarnya
adalah agen, bagaimana peristiwa yang acak, kompleks, disusun
sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah berita, maka wartawanlah
yang mengurutkan, membuatnya teratur, menjadi dipahami dan memilih
aktor-aktor yang diwawancarai sehingga membentuk sebuah berita yang
dibaca khalayaknya.

Universitas Sumatera Utara

II.2 DIMENSI PSIKOLOGI DAN SOSIOLOGI
Dalam konsepsi konstruksi sebuah berita dimana sebuah usaha media
mem-framing sebuah realitas. Dapat secara jelas terlihat dengan bantuan dua
tradisi yang sering dipakai dalam melihat framing media. Kedua tradisi yang bisa
dipakai itu adalah lewat dimensi psikologi dan sosiologi. Dimana kedua tradisi ini
akan dapat mempertajam melihat bagaimana sebuah produksi teks berita dalam
media. Baik dari sisi konsepsi diri seseorang wartawan maupun tingkatan makro
dimana ruang redaksi itu berbeda.
a)

Dimensi Psikologi
Dalam dimensi ini dapat dilihat bagaimana pengaruh kognisi seseorang

dalam membentuk skema tentang diri, atau gagasan tertentu. Individu akan
berusaha menarik kesimpulan dari sejumlah besar informasi yang dapat ditangkap
oleh panca indera sebagai dasar hubungan sebab-akibat.
Orang cenderung melihat realitas, pesan dalam kerangka berfikir tertentu.
Karenanya realitas yang sama dapat dipandang secara berbeda oleh orang yang
berbeda, karena mereka mempunyai pandangan dan perspektif yang berbeda pula.
Asumsi tadi berhubungan dengan teori atribusi dimana melihat bahwa manusia
pada dasarnya tidak dapat mengerti dunia yang sangat kompleks. Oleh karenanya,
setiap individu berusaha menyimpulkan, dan meringkas dari sejumlah besar
informasi yang ditangkapnya. Atribusi tersebut dipengaruhi baik faktor personal
maupun pengaruh lingkungan eksternal. Tidak terkecuali wartawan, ia juga
melakukan penyederhanaan atas realitas atau isu yang ditemuinya.
Selain teori atribusi dari Haider, menyebutkan ada sebuah teori lagi dari
lapangan psikologi yang dapat membantu melihat konsep diri wartawan. Teori

Universitas Sumatera Utara

yang dimaksut adalah teori skema (Eriyanto: 2002:88-90) dimana teori ini
menjelaskan bagaimana seseorang menggunakan struktur kognitifnya untuk
memandang dunia. Dengan skema akan membuat seseorang mengorganisir
pengetahuan pangalaman dan memori masa lalu untuk melihat dunia, realitas
sekarang dan memprediksikan masa depan. Skema akan menggiring dan
memandang seseorang dengan meletakan realitas mana yang relevan dan tidak
relevan. Realitas yang bisa dimasukan dan yang tidak bisa dimasukan. Skema
juga akan mengorganisir pengetahuan dan pengalaman. Bahkan mendikte
bagaimana seharusnya realitas itu dilihat.
Dalam framing realitas berita, pikiran khalyak tidak bebas, tetapi
sebaliknya dibatasi oleh pembatas berupa bingkai (frame) yang disajikan dalam
berita tersebut. Karenanya, framing membuat efek tertentu ketika diterima
khalayak.
Framing tersebut juga tidak terlepas dari peranan wartawan yang
mengkontruksi berita dengan cara menyederhanakan realitas fakta yang sangat
kompleks di lapangan. Sehingga menjadi sebuah berita yang sederhana, ringkas
dan mudah di pahami. Jadi intinya framing menentukan bagaimana suatu realitas
di pahami khalayak dan media mengarahkan bagaimana realitas itu dipahami.
Diamana, framing itu sendiri dilakukan media atau pun wartawan di bawah
pengaruh dimensi psikologi itu sendiri. Sehingga penyederhanaan peristiwa
mengakibatkan melencengnya inti atau esensi sebuah peristiwa dari yang
sebenarnya.

Universitas Sumatera Utara

b) Dimensi Sosiologi
Dimensi sosiologi pada dasarnya menjelaskan bagaimana organisasi dari
sebuah ruang berita dan pembuat berita dalam membuat berita secara bersamasama. Berarti disini menempatkan media sebagai organisasi yang kompleks
dimana menyertakan adanya sebuah praktik profesional. Maka jelas bahwa
melalui dimensi ini berbeda dengan dimensi psikologi yang lebih melihat pekerja
media sebagai individu karena dimensi sosiologi berhubungan dengan proses
produksi atau organisasi media, maka secara langsung akan mempengaruhi
pemaknaan peristiwa oleh wartawan.
Media massa cendrung memproduksi secara selektif sesuai dengan kriteria
yang seirama dengan tujuan dan kepentingan sendiri. Jadi dalam membuat,
memilih dan menyeleksi berita yang ditampilkan media didasarkan atas
subjektivitas reporter, redaksi dan juga lembaga itu sendiri yang keseluruhannya
terlihat dari realitas berita yang ditampilkan (Mc Quail:1994;67).
Realitas sosiologis adalah apa yang dilakukan oleh individu, kelompok
atau lembaga sosial dalam interaksi sosial. Dengan kata lain, realitas sosial adalah
apa yang sungguh-sungguh terjadi yang dimana terkandung rumus penulisan
berita 5W + 1H serta nara sumber yang jelas. Sedangkan realitas psikologis
adalah segala sesuatu yang terpikir atau yang dikatakan oleh individu atau
kelompok dalam suatu masyarakat
Realitas campuran dapat diartikan sebagai gabungan antara realitas
psikologis dan realitas sosiologis. Contohnya misalnya, mungkin awal
pemberitaannya diangkat mengenai pernyataan pejabat tertentu. Namun berita itu
kembali diolah dengan mengkonfirmasikan pernyataan tertentu dengan tokoh-

Universitas Sumatera Utara

tokoh lainnya, bisa oposisi, pengamat, praktisi, dan lain sebagainya. Maka dalam
penampilannya akan mengundang diskusi dan berbagai pendapat umum
(Suwardi;1993:19).

II.3 IDEOLOGI
Ideologi adalah

“world vie”

sebagai suatu kerangka berfikir atau

kerangka referensi tertentu yang dipakai oleh individu untuk melihat realitas dan
bagaimana mereka menghadapinya. Berbeda dengan elemen sebelumnya yang
tampak konkret, level ideologi ini abstrak. Ia berhubungan dengan konsepsi atau
posisi seseorang dalam menafsirkan realitas. Pada level ini akan lebih dilihat
kepada yang berkuasa di dalam masyarakat dan bagaimana media menentukanya.
Ideologi disini diartikan sebagai kerangkangka berfikir atau kerangka referensi
tertentu yang dipakai oleh individu untuk melihat realitas dan bagaimana mereka
menghadapinya (Sudibyo, 2001:12)
Teori-teori klasik tentang ideologi diantaranya mengatakan bahwa
ideologi dibangun oleh kelompok yang dominan dengan tujuan untuk
memproduksi dan melegitimasi dominasi mereka. Salah satu strategi utamanya
adalah dengan membuat kesadaran kepada khalayak bahwa dominasi itu diterima
secara taken for granted. Wacana dalam pendekatan semacam ini dipandang
sebagai medium melalui mana kelompok yang dominan mempersuasif dan
mengkomunikasikan kepada khalayak produksi kekuasaan dan dominasi yang
mereka miliki, sehingga tampak absah dan benar.
Ideologi dari kelompok dominan hanya efektif

jika didasarkan pada

kenyataan bahwa anggota komunitas termasuk yang didominasi menganggap hal

Universitas Sumatera Utara

tersebut kebenaran dan kewajaran. Ideologi membuat anggota dari suatu
kelompok akan bertindak dalam situasi yang sama dan memberikan kontribusi
dalam membentuk solidaritas didalam kelompok. Ideologi bersifat umum dan
abstrak serta nilai-nilai yang terbagi antara anggota-anggota kelompok
menjadikan dasar bagaimana masalah itu harus dilihat. Dalam teks berita
misalanya, dapat dianalisis apakah teks yang muncul tersebut pencerminan dari
ideology seseorang, apakah dia kapitalis atau sosialis dan lain sebagainya
(Eriyanto: 2001 :13-14).

II.4 ANALISIS FRAMING
Analisis framing merupakan salah satu alternatif dari pendekatan analisis
wacana, khususnya untuk menganalisis teks media yang dapat mengungkapkan
rahasia di balik semua. Framing pada awalnya dimakanai sebagai struktur
konseptual yang mengorganisasi pandangan politik, kebijakan dan dan wacana,
serta menyediakan katagori-kategori standar untuk mengapresiasi realitas.
Namun Goffman pada tahun 1974

mengembangkan analisis Framing

sebagai Strip of behavior yang membimbing individu menganalisis realitas. Dan
akhir-akhir ini analisis framing digunakan di dalam komunikasi paradigma
multidisipliner untuk mendeskripsikan proses penyeleksian dan penyorotan aspekaspek khusus suatu realitas media (Burhan Bungin: 2007:160)).
Analisis framing adalah salah satu metode analisis teks yang berada dalam
kategori penelitian kontruktivisme. Dimana Peter L. Berger sebagai tokoh yang
memperkenalkannya beranggapan bahwa realitas itu tidak dibentuk secara ilmiah,
tidak juga sesuatu yang diturunkan oleh Tuhan, melainkan dibentuk dan

Universitas Sumatera Utara

dikontruksikan. Hal ini dikarenakan setiap orang mempunyai pengalaman,
preferansi, pendidikan, lingkungan pergaulan tertentu yang berbeda sehingga akan
berbeda pula dalam menafsirkan suatu realitas dan mengkontruksikannya
(Eriyanto:2002;16)
Dalam penelitian terhadap bahasa, terdapat 3 pandangan (kupas 2000;48).
Pandangan pertama yaitu diwakili oleh kaum positivis-empiris. Penganut aliran
ini melihat bahasa adalah sebagai jembatan antara manusia dengan objek di luar
dirinya. Pengalaman- pengalaman manusia dianggap dapat secara langsung
diekspresikan melalui penggunaan bahasa tanpa ada kendala atau distorsi.
Salah satu ciri pemikiran ini adalah pemisahan antara pemikiran dan
realitas. Konsekuensi logis dari pemahaman ini, dalam makna kaitan dengan
analisis wacana adalah orang tidak perlu mengetahui makna-makna subjektif atau
nilai yang mendasari pernyataannya, sebab yang penting adalah apakah
pernyataan itu dilontarkan secara benar menurut kaidah sintaksis dan simantik.
Analisis wacana dimaksudkan untuk menggambarkan tata aturan kalimat, bahasa
dan pengertian bersama.
Pandangan kedua, disebut sebagai kontruktivisme. Bahasa dalam
pandangan konstruktivisme tidak lagi dilihat sebagai alat untuk memahami
realitas objektif belaka dan yang dipastikan dari subjek penyampai pernyataan.
Kontruktivisme justru menganggap subjek sebagai faktor sentral dalam kegiatan
wacana serta hubungan-hubungan sosialnya. Subjek memiliki kemampuan
melakukan kontrol terhadap maksud-maksud tertentu dalam setiap wacana.
Bahasa dipahami dalam paradigma ini diatur dan dihidupkan oleh
pernyataan yang pada dasarnya adalah tindakan penciptaan makna, yakni tindakan

Uni

Dokumen yang terkait

Studi Analisis Isi Tentang Pemberitaan Agresi Israel ke Jalur Gaza di Surat Kabar Harian Kompas dan Waspada

1 32 127

Analisis Framing Pemberitaan Konflik Tolikara Pada Harian Kompas Dan Republika

4 29 207

PENDAHULUAN PEMBERITAAN KONFLIK ROHINGYA PADA SURAT KABAR REPUBLIKA (Analisis Isi Kuantitatif tentang Konflik Rohingya ditinjau dari Objektivitas Berita pada Surat Kabar Republika Periode 11 Juni – 28 November 2012).

0 6 29

PEMBERITAAN KONFLIK ROHINGYA PADA SURAT KABAR REPUBLIKA PEMBERITAAN KONFLIK ROHINGYA PADA SURAT KABAR REPUBLIKA (Analisis Isi Kuantitatif tentang Konflik Rohingya ditinjau dari Objektivitas Berita pada Surat Kabar Republika Periode 11 Juni – 28 Novembe

2 13 17

DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN PEMBERITAAN KONFLIK ROHINGYA PADA SURAT KABAR REPUBLIKA (Analisis Isi Kuantitatif tentang Konflik Rohingya ditinjau dari Objektivitas Berita pada Surat Kabar Republika Periode 11 Juni – 28 November 2012).

0 6 12

KESIMPULAN DAN SARAN PEMBERITAAN KONFLIK ROHINGYA PADA SURAT KABAR REPUBLIKA (Analisis Isi Kuantitatif tentang Konflik Rohingya ditinjau dari Objektivitas Berita pada Surat Kabar Republika Periode 11 Juni – 28 November 2012).

0 3 53

PEMBERITAAN ISRAEL DAN PALESTINA DI MEDIA MASSA Analisis Framing Berita tentang Penyerangan Israel ke jalur Gaza Palestina di Harian Republika dan Kompas.

0 0 28

PEMBINGKAIAN KOMPAS DAN REPUBLIKA DALAM MENYAJIKAN BERITA KONFLIK MUSLIM ROHINGYA - MYANMAR (Analisis Framing Pada Pemberitaan Konflik Muslim Rohingya - Myanmar di Harian Surat Kabar Kompas dan Republika Edisi Bulan Mei 2015).

0 3 10

Konflik Israel dan Palestina konflik

0 0 7

Analisis Framing Pemberitaan Konflik Israel - Palestina dalam Harian Kompas dan Radar Sulteng

0 0 15

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3884 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1034 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 927 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 622 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 777 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1323 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1221 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 808 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1093 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1322 23