Analisis Pengaruh Manajemen Modal Kerja Dan Rasio Hutang Dengan Rentabilitas Ekonomi Pada Industri Makanan Dan Minuman Di Bursa Efek Indonesia

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STRATA-1
MEDAN

ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN MODAL KERJA DAN
RASIO HUTANG TERHADAP RENTABILITAS EKONOMI
PADA INDUSTRI MAKANAN DAN MINUMAN
DI BURSA EFEK INDONESIA
DRAFT SKRIPSI
OLEH:

WILIANI HALIM
060502189
MANAJEMEN

Guna Memenuhi Salah Satu Syarat
Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Universitas Sumatera Utara
Medan
2010

Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STRATA-1
MEDAN

PENANGGUNG JAWAB SKRIPSI
NAMA
NIM
DEPARTEMEN
JUDUL

:
:
:
:

WILIANI HALIM
060502189
MANAJEMEN
ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN MODAL KERJA
DAN RASIO HUTANG DENGAN RENTABILITAS
EKONOMI PADA INDUSTRI MAKANAN DAN
MINUMAN DI BURSA EFEK INDONESIA

Tanggal ......................

Pembimbing Skripsi

Dr. Khaira Amalia F. SE, MBA, Ak.

Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STRATA-1
MEDAN

PERSETUJUAN ADMINISTRASI AKADEMIK
NAMA
NIM
DEPARTEMEN
JUDUL

:
:
:
:

WILIANI HALIM
060502189
MANAJEMEN
ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN MODAL KERJA
DAN RASIO HUTANG TERHADAP RENTABILITAS
EKONOMI PADA INDUSTRI MAKANAN DAN
MINUMAN DI BURSA EFEK INDONESIA

Tanggal ......................

Ketua Departemen Manajemen

Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe, SE, M.Si

Tanggal .......................

Dekan Fakultas Ekonomi

Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec

Universitas Sumatera Utara

SURAT PERNYATAAN

Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa skripsi ini adalah karya
saya sepenuhnya, kecuali kutipan-kutipan dan teori-teori yang ada dalam skripsi
ini dimana kutipan-kutipan dan teori-teori tersebut telah saya cantumkan sumbersumbernya.

Medan,

Maret 2010

Hormat saya,

Wiliani Halim
060502189

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Wiliani Halim (2010): Analisis Pengaruh Manajemen Modal Kerja dan Rasio
Hutang Terhadap Rentabilitas Ekonomi Pada Industri Makanan dan
Minuman di Bursa Efek Indonesia. Dr. Khaira Amalia F. SE, MBA, Ak.
(Dosen Pembimbing), Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe, SE, MSi (Ketua
Departemen Manajemen), Drs. Nakman Harahap, MSi (Dosen Penguji I),
Dra. Setri Hiyanti Siregar, MSi (Dosen Penguji II).
Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis
pengaruh manajemen modal kerja dengan variabel Working Capital Turnover dan
rasio hutang yang menggunakan Debt to Asset Ratio terhadap rentabilitas
ekonomi pada industri makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia.
Penelitian ini menggunakan data sekunder laporan keuangan tahunan
industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode
tahun 2006-2008. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis
deskriptif dan analisis statistik regresi linear berganda dengan tingkat signifikansi
α = 5 %. Pengerjaan analisis regresi linear berganda ini menggunakan alat bantu
program SPSS 15.0 for Windows.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Working Capital Turnover
memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap rentabilitas ekonomi;
sedangkan variabel Debt to Asset Ratio mempunyai pengaruh yang negatif dan
signifikan terhadap rentabilitas ekonomi pada industri makanan dan minuman
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Kata kunci: Working Capital Turnover, Debt to Asset Ratio, Rentabilitas
Ekonomi.

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas
kasih karunia, bimbingan dan berkat-Nya penulis dapat menyelesaikan
penyusunan skripsi ini. Tujuan penulisan skripsi ini adalah sebagai salah satu
syarat guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Departemen Manajemen pada
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, karena itu
penulis mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak yang dapat membangun
untuk menjadikan skripsi ini lebih baik lagi. Penulis berharap skripsi ini dapat
bermanfaat bagi berbagai pihak.
Penulis telah banyak mendapatkan bimbingan, nasehat, dan motivasi dari
berbagai pihak selama perkuliahan hingga penyelesaian skripsi ini sehingga
penulis dalam kesempatan ini ingin menyampaikan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada:
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec, selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Ibu Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe, SE, M.Si, selaku Ketua Departemen
Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
3. Ibu Dra. Nisrul Irawati, MBA, selaku Sekretaris Departemen Manajemen
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
4. Ibu Dr. Khaira Amalia F. SE, MBA, Ak. selaku Dosen Pembimbing yang
telah berkenan meluangkan waktu dan memberikan banyak bimbingan,
arahan, saran, kritik dan masukan dalam penulisan skripsi ini.

Universitas Sumatera Utara

5. Bapak Drs. Nakman Harahap, MSi selaku Dosen Penguji I.
6. Ibu Dra. Setri Hiyanti Siregar, MSi selaku Dosen Penguji II.
7. Ibu Inneke Qomariah, SE, MSi selaku Dosen Wali yang telah banyak
memberikan bimbingan dan arahan kepada peneliti selama perkuliahan.
8. Seluruh Dosen, Staff dan Civitas Akademi di lingkungan Fakultas
Ekonomi Universitas Sumatera Utara, atas semua jasa yang telah diberikan
selama masa perkuliahan.
9. Ayah dan Ibu, serta saudara-saudara yang telah memberikan bantuan moril
maupun materil mulai saat penulis mengikuti perkuliahan hingga
selesainya penyusunan skripsi ini.
10. Sahabat-sahabat dan Teman-teman yang telah memberi motivasi dan
dukungannya dalam penulisan skripsi ini.
Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada semua
pihak yang telah berdoa dan memberikan nasihat selama ini kepada penulis dalam
menyelesaikan skripsi ini. Semoga Tuhan Yang Maka Esa membalas segala budi
baik yang telah diberikan.

Medan, Maret 2010
Penulis

Wiliani Halim

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK......................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ....................................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................................... iv
DAFTAR TABEL ............................................................................................ vi
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ vii
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah............................................................. 1
B. Perumusan Masalah ................................................................... 6
C. Kerangka Konseptual ................................................................. 7
D. Hipotesis .................................................................................... 9
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian ................................................... 9
1. Tujuan Penelitian ................................................................ 9
2. Manfaat Penelitian .............................................................. 9
F. Metode Penelitian ..................................................................... 10
1. Batasan Operasional ........................................................... 10
2. Definisi Operasional .......................................................... 11
3. Populasi dan Data Penelitian .............................................. 12
4. Tempat dan Waktu Penelitian............................................. 13
5. Jenis Data .......................................................................... 14
6. Teknik Pengumpulan Data ................................................. 14
7. Metode Analisis Data ......................................................... 14

BAB II

URAIAN TEORITIS
A. Penelitian Terdahulu ................................................................. 19
B. Modal Kerja .............................................................................. 21
1. Pengertian Modal Kerja ..................................................... 21
2. Manfaat Modal Kerja ......................................................... 22
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Modal Kerja ................ 23
4. Jenis-Jenis Modal Kerja ..................................................... 25
5. Working Capital Turnover ................................................. 26
C. Hutang ..................................................................................... 28
1. Pengertian Hutang .............................................................. 28
2. Faktor-Faktor Timbulnya Hutang ....................................... 29
3. Debt To Asset Ratio............................................................ 30
D. Rentabilitas .............................................................................. 30
1. Pengertian Rentabilitas ....................................................... 30
2. Macam-Macam Rentabilitas .............................................. 31

Universitas Sumatera Utara

BAB III

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A. Sejarah Bursa Efek Indonesia .................................................... 35
B. Gambaran Umum Perusahaan Indusri Makanan dan Minuman.. 38
1. PT Ades Water Indonesia Tbk ............................................ 38
2. PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk ...................................... 39
3. PT Aqua Golden Mississippi Tbk ....................................... 39
4. PT Cahaya Kalbar Tbk ....................................................... 39
5. PT Delta Djakarta Tbk ...................................................... 40
6. PT Fast Food Indonesia Tbk ............................................... 40
7. PT Indofood Sukses Makmur Tbk ...................................... 40
8. PT Multi Bintang Indonesia Tbk ........................................ 41
9. PT Mayora Indah Tbk ........................................................ 41
10. PT Pioneerindo Gourmet Internasional Tbk........................ 41
11. PT Prashida Aneka Niaga Tbk ........................................... 42
12. PT Sierad Produce Tbk ...................................................... 42
13. PT Sekar Laut Tbk ............................................................. 43
14. PT Sinar Mas Agro Resources Tbk .................................... 43
15. PT Siantar Top Tbk ............................................................ 43
16. PT Tunas Baru Lampung Tbk ............................................ 44
17. PT Ultrajaya Milk Tbk ....................................................... 44

BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Deskriptif Variabel Penelitian...................................... 45
1. Deskripsi Nilai Variabel Working Capital Turnover ........... 45
2. Deskripsi Nilai Variabel Debt to Asset Ratio ...................... 47
3. Deskripsi Nilai Variabel Rentabilitas Ekonomi .................. 49
B. Analisis Statistik ....................................................................... 51
1. Uji Normalitas ................................................................... 51
2. Uji Asumsi Klasik .............................................................. 54
3. Analisis Regresi Linear Berganda ...................................... 58
C. Pengujian Hipotesis .................................................................. 59
1. Uji F .................................................................................. 59
2. Uji T ................................................................................. 60

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan............................................................................... 63
B. Saran ........................................................................................ 63

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

No.

Judul

Tabel 1.1

Tingkat Penjualan Beberapa Industri Makanan dan Minuman di
Bursa Efek Indonesia Tahun 2006-2008 ......................................... 4
Data Modal Kerja, Working Capital Turnover, Total Hutang,
Debt to Total Asset Ratio, dan Rentabilitas Beberapa Industri
Makanan dan Minuman di Bursa Efek Indonesia
Tahun 2006-2008 ........................................................................... 5
Kriteria Penentuan Data Penelitian ................................................ 12
Nama-Nama Perusahaan Yang Diteliti........................................... 13
Working Capital Turnover Pada Industri Makanan dan Minuman
di Bursa Efek Indonesia Tahun 2006-2008 ................................... 45
Debt to Asset Ratio (DAR) Pada Industri Makanan dan Minuman
di Bursa Egek Indonesia Tahun 2006-2008 .................................... 47
Rentabilitas Ekonomi Pada Industri Makanan dan Minuman di
Bursa Efek Indonesia Tahun 2006-2008 ........................................ 49
Normalistik-Statistik I ................................................................... 52
Normalistik-Statistik II .................................................................. 53
Multikolinearitas ........................................................................... 54
Uji Durbin-Watson ........................................................................ 55
Kriteria Pengambilan Keputusan Uji Autokorelasi ......................... 55
Autocorrelations ............................................................................ 56
Uji Glejser..................................................................................... 58
Hasil Uji Regresi ........................................................................... 59
Anova............................................................................................ 59
Uji t (Uji secara parsial) ................................................................. 60

Tabel 1.2

Tabel 1.3
Tabel 1.4
Tabel 4.1
Tabel 4.2
Tabel 4.3
Tabel 4.4
Tabel 4.5
Tabel 4.6
Tabel 4.7
Tabel 4.8
Tabel 4.9
Tabel 4.10
Tabel 4.11
Tabel 4.12
Tabel 4.13

Halaman

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

No.

Judul

Halaman

Gambar 1.1
Gambar 4.1
Gambar 4.1
Gambar 4.3
Gambar 4.4
Gambar 4.5

Kerangka Konseptual ................................................................... 8
Histogram I ................................................................................. 51
Normal P-P Plot I ........................................................................ 51
Histogram II ................................................................................ 53
Normal P-P Plot II....................................................................... 53
Scatterplot ................................................................................... 57

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Wiliani Halim (2010): Analisis Pengaruh Manajemen Modal Kerja dan Rasio
Hutang Terhadap Rentabilitas Ekonomi Pada Industri Makanan dan
Minuman di Bursa Efek Indonesia. Dr. Khaira Amalia F. SE, MBA, Ak.
(Dosen Pembimbing), Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe, SE, MSi (Ketua
Departemen Manajemen), Drs. Nakman Harahap, MSi (Dosen Penguji I),
Dra. Setri Hiyanti Siregar, MSi (Dosen Penguji II).
Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis
pengaruh manajemen modal kerja dengan variabel Working Capital Turnover dan
rasio hutang yang menggunakan Debt to Asset Ratio terhadap rentabilitas
ekonomi pada industri makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia.
Penelitian ini menggunakan data sekunder laporan keuangan tahunan
industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode
tahun 2006-2008. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis
deskriptif dan analisis statistik regresi linear berganda dengan tingkat signifikansi
α = 5 %. Pengerjaan analisis regresi linear berganda ini menggunakan alat bantu
program SPSS 15.0 for Windows.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Working Capital Turnover
memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap rentabilitas ekonomi;
sedangkan variabel Debt to Asset Ratio mempunyai pengaruh yang negatif dan
signifikan terhadap rentabilitas ekonomi pada industri makanan dan minuman
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Kata kunci: Working Capital Turnover, Debt to Asset Ratio, Rentabilitas
Ekonomi.

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Setiap perusahaan atau organisasi pada dasarnya akan melakukan berbagai
aktivitas untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan perusahaan sebelumnya.
Namun, saat ini perkembangan dunia usaha semakin cepat sehingga persaingan
yang ketat tidak dapat dihindarkan lagi, terutama persaingan diantara perusahaan
sejenis, yang pada akhirnya akan menghambat tercapainya tujuan perusahaan.
Perusahaan memerlukan pengelolaan manajemen yang baik untuk membuat
keputusan yang tepat untuk mengatasi hambatan tersebut.
Keputusan manajemen yang tepat akan meningkatkan efisiensi operasi
perusahaan. Efisiensi operasi perusahaan berperan penting terhadap keberhasilan
perusahaan karena dengan adanya penjualan yang meningkat maka perolehan laba
juga akan meningkat. Menilai efisiensi operasi perusahaan tidak cukup hanya
dengan melihat tingkat perolehan laba, tapi juga harus melihat tingkat
rentabilitasnya.
Rentabilitas ekonomi merupakan kemampuan perusahaan mendapatkan laba
melalui seluruh modalnya, baik modal asing maupun modal sendiri. Masalah
rentabilitas merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perusahaan sebagai alat
pengukur efisiensi penggunaan modal dalam perusahaan sehingga usaha
perusahaan harus diarahkan pada pencapaian tingkat rentabilitas yang maksimum.
Manajemen modal kerja adalah kegiatan yang mencakup seluruh fungsi
manajemen atas aktiva lancar dan kewajiban jangka pendek perusahaan. Modal

Universitas Sumatera Utara

kerja digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran operasional rutin
perusahaan seperti pembelian bahan baku, pembayaran upah dan gaji pegawai,
dan lain-lain. Pengelolaan manajemen modal kerja yang efektif sangat diperlukan
untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka panjang. Apabila
perusahaan kekurangan modal kerja dalam upaya meningkatkan penjualan dan
produksinya, maka ada kemungkinan perusahaan akan kehilangan pendapatan dan
keuntungan.
Efektivitas modal kerja dapat ditunjukkan dengan perputaran modal kerja
(Working Capital Turnover). Sejumlah dana yang telah dikeluarkan untuk
membelanjai operasi perusahaan tersebut diharapkan dapat masuk kembali ke
perusahaan dalam jangka waktu pendek melalui hasil penjualan barang atau hasil
produksinya guna membiayai operasi perusahaan selanjutnya. Oleh karena itu
pihak manajemen harus pandai mengelola modal kerja tersebut sehingga tingkat
perputarannya cepat dan pada akhirnya dapat meningkatkan laba.
Pembiayaan yang berasal dari modal sendiri memiliki keterbatasan pada
jumlahnya, sehingga perusahaan melakukan pinjaman (hutang) dari pihak luar
untuk memenuhi kebutuhan yang besar atas pembiayaan modal kerjanya. Secara
sederhana hutang dapat diartikan sebagai kewajiban keuangan yang harus dibayar
oleh perusahaan kepada pihak lain. Dengan demikian, meskipun kebutuhan akan
pembiayaan dapat terpenuhi, namun akan timbul beban dalam penggunaannya,
yaitu dalam bentuk bunga pinjaman.
Penggunaan pinjaman (hutang) harus dikelola dengan baik karena
penggunaan hutang mempunyai risiko yang cukup besar, yaitu di masa yang akan

Universitas Sumatera Utara

datang. Penggunaan hutang mempunyai konsekuensi yang pasti berupa kewajiban
finansial dalam hal membayar angsuran pokok dan angsuran bunga. Kebutuhan
dana yang besar akan mengakibatkan penggunaan dana pinjaman yang besar
sehingga akan menyebabkan tingginya beban, yang pada akhirnya akan
mempengaruhi tingkat rentabilitas perusahaan.
Hutang dapat diukur dengan menggunakan Debt to Asset Ratio. Debt to
Asset Ratio (DAR) adalah rasio yang mengukur persentase dana yang disediakan
oleh kreditor terhadap aktiva total yang dimiliki oleh perusahaan, besarnya hasil
perhitungan rasio ini menunjukkan besarnya total hutang yang dijamin oleh aktiva
total (Horne dan Wachowicz, 2005:209).
Perusahaan yang menjadi subjek penelitian ini adalah perusahaan industri
makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Industri makanan
dan minuman memiliki prospek yang cukup bagus dan cenderung diminati oleh
investor sebagai salah satu target investasinya. Penyebabnya adalah hasil dari
industri ini yang cenderung digemari oleh masyarakat, seperti makanan ringan,
minuman energi, minuman isotonik hingga air minum dalam kemasan. Hal ini
dapat dilihat pada Tabel 1.1 berikut ini:

Universitas Sumatera Utara

Tabel 1.1
Tingkat Penjualan Beberapa Perusahaan Industri Makanan
dan Minuman di BEI Tahun 2006-2008
(dalam Rupiah)
No

Tahun

Nama Emiten
2006

1

Ades Waters
Indonesia, Tbk
Aqua Golden
Mississippi, Tbk
Cahaya Kalbar, Tbk
Delta Djakarta,Tbk
Fast Food Indonesia,
Tbk
Indofood Sukses
Makmur, Tbk
Mayora Indah, Tbk
Multi Bintang
Indonesia, Tbk
Pioneerindo
Gourmet
Internasional, Tbk
Prasidha Aneka
Niaga, Tbk
Sekar Laut, Tbk
Sierad Produce, Tbk
Siantar Top, Tbk
SMART, Tbk
Tiga Pilar Sejahtera
Food, Tbk
Tunas Baru
Lampung, Tbk
Ultra Jaya Milk, Tbk

2007

2008

135.043.000.000

131.549.000.000

129.542.000.000

1.665.614.794.189

1.952.156.096.821

2.331.532.417.087

391.061.739.317

812.635.483.490

1.963.637.631.257

396.732.902.000

836.185.670.000

1.177.061.258.000

1.276.416.000.000

1.589.642.813.000

2.022.633.479.000

21.941.558.000.000

27.858.304.000.000

38.799.279.000.000

1.971.513.231.132

2.828.440.024.641

3.907.674.046.231

891.001.000.000

978.600.000.000

1.325.661.000.000

145.440.247.000

163.776.575.890

207.324.401.120

519.849.184.828

600.060.298.001

713.113.854.932

193.927.732.153

237.050.125.027

313.125.226.415

1.111.242.030.537

1.632.453.613.659

2.331.686.331.402

555.207.734.543

600.330.316.829

624.400.880.523

4.708.250.428.465

8.079.714.530.631

16.094.424.718.253

333.455.479.415

483.734.469.842

489.171.670.400

1.193.998.873.000

1.844.206.985.000

3.955.846.298.000

17
835.229.966.049
Sumber: www.idx.co.id ( 20 Desember 2009, diolah)

1.126.799.918.436

1.362.606.580.492

2
3
4
5
6
7
8

9
10
11
12
13
14
15
16

Dari Tabel 1.1 di atas dapat dilihat bahwa hampir semua industri makanan
dan minuman di Bursa Efek Indonesia memiliki tingkat penjualan yang semakin
meningkat setiap tahunnya.

Universitas Sumatera Utara

Tabel 1.2
Data Modal Kerja, Working Capital Turnover, Total Hutang, DAR dan Rentabilitas
Beberapa Perusahaan Industri Makanan dan Minuman
di Bursa Efek Indonesia Tahun 2006-2008
(dalam Rupiah)
Modal Kerja
-377.160.000.000
-63.225.000.000
-56.009.000.000
453.742.080.476
485.145.026.288
576.049.887.097
132.615.269.455
120.547.381.946
351.913.811.849
309.019.627.000
328.882.363.000
400.615.497.000
10.508.000.000
52.992.432.000
86.437.397.000
1.078.478.000.000
-1.079.548.000.000
-1.663.739.000.000
592.550.289.448
488.069.738.645
915.052.382.005
-356.068.400.000
-158.128.000.000
-36.331.000.000
16.277.232.000
9.869.083.563
2.630.150.986

WCT
-0,358
-2,081
-2,313
3,671
4,024
4,047
2,949
6,741
5,580
1,284
1,337
1,682
121,471
29,998
23,400
20,345
-25,806
-23,321
3,327
5,795
4,270
-2,502
-6,189
-36,488
8,935
16,595
78,826

Total Hutang
449.948.000.000
111.655.000.000
133.117.000.000
342.596.583.937
377.577.413.619
412.466.405.546
84.234.182.357
394.642.115.564
357.736.898.483
137.927.750.000
131.545.065.000
174.315.604.000
195.366.000.000
252.132.646.000
302.213.617.000
10.662.482.000.000
18.791.384.000.000
26.432.369.000.000
562.444.840.983
785.033.927.472
1.646.322.490.012
411.907.000.000
424.028.000.000
597.123.000.000
71.202.019.000
69.144.287.660
73.508.285.048

DAR
(%)
192,901
62,460
71,949
43,081
42,352
41,103
29,997
64,308
59,165
23,887
22,207
24,963
40,400
40,053
38,510
65,156
63,256
66,758
36,208
41,467
56,323
67,477
68,190
63,430
93,985
93,427
89,913

Rentabilitas (%)
-55,216
-86,625
-8,220
6,143
7,393
8,205
5,445
4,021
4,609
7,496
7,990
11,994
14,254
16,289
15,963
4,040
3,300
2,612
6,024
7,479
6,713
12,054
13,570
23,615
-2,443
0,221
5,244

78.231.949.397
2006
89.625.426.829
2007
100.377.140.118
2008
11
27.383.629.369
2006
28.433.514.226
2007
41.625.562.649
2008
12
139.374.535.732
Siantar Top,
2006
88.893.727.598
Tbk
2007
50.142.038.242
2008
13
321.182.702.971
Sierad
2006
380.340.194.728
Produce, Tbk
2007
422.863.179.805
2008
14 SMART, Tbk
567.982.766.541
2006
1.577.217.550.515
2007
1.975.142.446.816
2008
15
1.548.604.878.745
Tiga Pilar
2006
-28.057.338.261
Sejahtera
2007
-41.785.570.852
Food, Tbk
2008
16
216.726.648.000
Tunas Baru
2006
439.986.021.000
Lampung,
2007
104.981.083.000
Tbk
2008
17
65.667.423.325
Ultra Jaya
2006
319.215.920.979
Milk, Tbk
2007
380.744.218.444
2008
Sumber: www.idx.co.id (20 Desember 2009, diolah)

6,645
6,695
7,104
3,460
4,292
5,514
7,082
1,445
7,522
8,289
5,123
8,148
3,984
6,753
12,453
0,215
-17,241
-11,707
5,509
4,192
37,682
12,719
3,530
3,579

171.185.800.983
177.075.574.613
150.806.780.472
128.990.150.941
288.736.900.771
351.417.153.041
71.225.291.801
86.299.994.149
100.334.886.897
2.731.395.559.091
4.534.912.836.148
5.247.489.163.350
124.465.504.997
158.827.703.225
263.312.907.036
268.636.088.858
442.097.753.946
625.913.213.356
1.183.409.316.000
1.518.219.189.000
1.908.927.862.000
433.176.977.307
530.491.711.953
603.995.879.421

59,422
60,700
52,552
75,156
47,237
49,917
26,624
30,694
42,012
11,581
22,300
25,378
51,420
56,242
52,339
73,815
55,772
61,548
57,751
61,789
68,115
34,680
38,926
34,700

4,112
-2,964
3,292
4,893
3,143
2,125
3,086
3,014
0,768
3,677
1,637
1,968
11,823
12,265
10,437
0,036
1,988
2,821
2,581
3,957
2,260
1,179
2,225
17,448

No
1

2

3

Nama Emiten
Ades Water
Indonesia,
Tbk
Aqua Golden
Mississippi,
Tbk
Cahaya
Kalbar, Tbk

4

Delta
Djakarta, Tbk

5

Fast Food
Indonesia,
Tbk
Indofood
Sukses
Makmur, Tbk
Mayora
Indah, Tbk

6

7

8

9

10

Multi Bintang
Indonesia,
Tbk
Pioneerindo
Gourmet
Internasional,
Tbk
Prashida
Aneka Niaga,
Tbk
Sekar Laut,
Tbk

Tahun
2006
2007
2008
2006
2007
2008
2006
2007
2008
2006
2007
2008
2006
2007
2008
2006
2007
2008
2006
2007
2008
2006
2007
2008
2006
2007
2008

Universitas Sumatera Utara

Dari Tabel 1.2 di atas dapat dilihat bahwa pada beberapa perusahaan
industri makanan dan minuman tingkat perputaran modal kerjanya (WCT)
mengalami peningkatan, sedangkan tingkat rentabilitasnya mengalami penurunan.
Hal ini tidak sesuai dengan pendapat Syamsudin (2004:48) yang menyatakan
bahwa semakin tinggi perputaran (turnover) maka semakin efisien perusahaan di
dalam melaksanakan operasinya sehingga semakin besar peluang perusahaan
dalam mendapatkan laba atas dana yang ditanam.
Penambahan pinjaman akan menghasilkan resiko yang lebih besar,
demikian pula potensi pengembaliannya juga akan menjadi lebih besar (Sundjaja
dan Barlian, 2002:116). Namun, selama tahun 2006 hingga tahun 2008 kenaikan
DAR pada beberapa perusahaan industri makanan dan minuman tidak diikuti
dengan kenaikan rentabilitas.
Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian yang berjudul “Analisis Pengaruh Manajemen Modal Kerja dan
Rasio Hutang Terhadap Rentabilitas Ekonomi Pada Industri Makanan dan
Minuman di Bursa Efek Indonesia ”.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan sebelumnya,
maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah terdapat pengaruh variabel working capital turnover terhadap
rentabilitas ekonomi pada industri makanan dan minuman di Bursa Efek
Indonesia?

Universitas Sumatera Utara

2. Apakah terdapat pengaruh variabel Debt to Asset Ratio terhadap
rentabilitas ekonomi pada industri makanan dan minuman di Bursa Efek
Indonesia?

C. Kerangka Konseptual
Setiap perusahaan selalu berusaha meningkatkan labanya agar perusahaan
tersebut dapat bertahan dari segala tantangan yang dihadapinya. Untuk itu,
perusahaan perlu mengetahui tingkat rentabilitas perusahaannya sebagai tolak
ukur keberhasilan perusahaan. Rentabilitas suatu perusahaan menunjukkan
perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba.
Dengan kata lain, rentabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
laba (Riyanto, 2001:35).
Modal kerja merupakan salah satu unsur aktiva yang sangat penting dalam
perusahaan, baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil. Modal kerja yang
digunakan dalam penelitian ini adalah modal kerja bersih (Net Working Capital).
Modal kerja bersih merupakan aktiva lancar yang benar-benar dapat digunakan
untuk membiayai operasinya tanpa mengganggu likuiditasnya yaitu yang
merupakan kelebihan aktiva lancar dengan hutang lancarnya (Net Working
Capital).
Untuk menguji efektivitas penggunaan modal kerja, dapat digunakan rasio
perputaran modal kerja (Working Capital Turnover), yaitu rasio antara penjualan
dengan modal kerja. Dari hubungan antara penjualan netto dengan modal kerja
tersebut dapat diketahui juga apakah perusahaan bekerja dengan modal kerja yang

Universitas Sumatera Utara

tinggi atau bekerja dengan modal kerja yang rendah (Djarwanto, 2004: 159).
Semakin tinggi Working Capital Turnover maka semakin tinggi kemampuan
perusahaan memperoleh laba. Hal ini sesuai dengan pendapat Syamsuddin
(2004:48) yang menyatakan bahwa semakin tinggi perputaran (turnover) dana
yang diperoleh maka semakin efisien perusahaan di dalam melaksanakan
operasinya sehingga semakin besar peluang perusahaan dalam mendapatkan laba
atas dana yang ditanam.
Hutang bisa diukur dengan menggunakan Debt to Asset Ratio (rasio hutang
terhadap total aktiva). Debt to Asset Ratio (DAR) adalah rasio yang mengukur
persentase dana yang disediakan oleh kreditor terhadap aktiva total yang dimiliki
oleh perusahaan. Penambahan pinjaman menghasilkan risiko yang lebih besar
demikian pula potensi pengembalian menjadi lebih besar; karena semakin besar
pengaruh keuangan maka potensi risiko dan hasil juga lebih besar (Sundjaja dan
Barlian, 2002:116).
Adapun kerangka konseptual yang menjadi dasar penelitian ini adalah
sebagai berikut:
Rasio Manajemen Modal Kerja:
Working Capital Turnover (X1)
Rentabilitas Ekonomi
Rasio Hutang:

(Y)

Debt to Asset Ratio (X2)
Gambar 1.1
Sumber

: Kerangka Konseptual
: Riyanto (2001), Sundjaja dan Barlian (2002) Syamsuddin (2004)
(dimodifikasi)

Universitas Sumatera Utara

D. Hipotesis
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan sebelumnya,
maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Terdapat pengaruh antara variabel Working Capital Turnover terhadap
rentabilitas ekonomi pada industri makanan dan minuman di Bursa Efek
Indonesia.
2. Terdapat pengaruh antara variabel Debt to Asset Ratio terhadap rentabilitas
ekonomi pada industri makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia.

E. Tujuan dan Manfaat
1. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.

Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh antara variabel
Working Capital Turnover dengan rentabilitas ekonomi pada
industri makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia.

b.

Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh antara variabel Debt
to Asset Ratio dengan rentabilitas ekonomi pada industri makanan
dan minuman di Bursa Efek Indonesia.

2. Manfaat Penelitian
a.

Bagi penulis, untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam
bidang manajemen keuangan dan kesempatan untuk menerapkan
teori yang telah didapatkan di perkuliahan terutama mengenai
manajemen modal kerja, rasio hutang dan rentabilitas ekonomi.

Universitas Sumatera Utara

b.

Bagi

peneliti

selanjutnya,

sebagai

referensi

bagi

peneliti

selanjutnya dalam melakukan penelitian dan diharapkan dapat
menambah wawasan tentang hal yang berkaitan dengan pengaruh
antara manajemen modal kerja dan rasio hutang terhadap
rentabilitas ekonomi.

F. Metode Penelitian
1. Batasan Operasional
Batasan

operasional

diperlukan

untuk

menghindari

kesimpangsiuran dalam membahas dan menganalisis permasalahan.
Batasan operasional dalam penelitian ini antara lain:
a.

Perusahaan yang diteliti adalah perusahaan makanan dan minuman
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2006-2008.

b.

Laporan keuangan yang digunakan adalah laporan keuangan
perusahaan industri makanan dan minuman di Bursa Efek
Indonesia periode 2006-2008.

c.

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terbagi ke dalam dua
bagian yaitu :
1) Variabel independen (bebas) adalah Working Capital Turnover
(WCT) dan Debt to Asset Ratio (DAR).
2) Variabel dependen (terikat) adalah Rentabilitas Ekonomi.

Universitas Sumatera Utara

2. Defenisi Operasional Variabel
Defenisi operasional merupakan cara

mendefenisikan atau

menghitung variabel yang dipergunakan dalam penelitian ini. Defenisi
operasional yang dipakai untuk variabel-variabel dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut:
a. Working capital turnover (X1)
Rasio ini dapat digunakan untuk menguji efektivitas penggunaan
modal kerja. Working Capital Turnover (WCT) yaitu rasio yang
memperlihatkan adanya keefektivan modal kerja dalam pencapaian
penjualan.

Riyanto

(2001:335)

merumuskan

formula

untuk

menghitung Working Capital Turnover (WCT) sebagai berikut :

WCT =

Sales
x 1 kali
Current Assets − Current Liabilities

b. Debt to Asset Ratio (X2)
Rasio ini menekankan pada peran penting pendanaan hutang bagi
perusahaan dengan menunjukkan persentase aktiva perusahaan yang
didukung oleh pendanaan hutang (Horne dan Wachowicz, 2005:209).
Rasio ini dihitung dengan rumus sebagai berikut:
Debt to Asset Ratio =

Total Debt
X 100%
Total Assets

c. Rentabilitas Ekonomi
Rasio rentabilitas dapat dinilai dengan beberapa cara. Salah satu
rasio yang dapat digunakan untuk mengukur rentabilitas adalah

Universitas Sumatera Utara

Return on Investment.

Rasio ini dapat dihitung dengan rumus

(Harahap, 2008: 341):
Return on Investment =
3.

Earning AfterTax
x 100 %
Total Assets

Populasi dan Data Penelitian
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan
industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
selama periode 2006 sampai 2008, yaitu sebanyak 19 emiten.
Populasi sasaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah
populasi yang memenuhi kriteria berikut ini:
a. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan industri makanan dan
minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 20062008.
b. Periode laporan keuangan berakhir pada tanggal 31 Desember.
c. Perusahaan tersebut memiliki laporan keuangan yang lengkap dan
audited selama tahun 2006-2008.
Tabel 1.3
Kriteria Penentuan Data Penelitian
No.

Kriteria data penelitian

1.

Perusahaan tersebut merupakan perusahaan industri
makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia periode 2006-2008.
Periode laporan keuangan tidak berakhir pada tanggal 31
Desember
Perusahaan tersebut tidak memiliki laporan keuangan
yang lengkap dan audited selama tahun 2006-2008
Jumlah akhir data penelitian

2.
3.

Jumlah
Emiten
19

(2)
17

Sumber: www.idx.co.id ( 20 Desember 2009, diolah)

Universitas Sumatera Utara

Dari Tabel 1.3 di atas dapat dilihat bahwa data yang memenuhi
kriteria tersebut adalah 17 perusahaan. Nama-nama perusahaan yang
digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 1.4 berikut ini:

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Tabel 1.4
Nama-Nama Perusahaan yang Diteliti
Kode
Nama Emiten
ADES
Ades Waters Indonesia Tbk
AISA
Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk
AQUA Aqua Golden Mississi Tbk
CEKA Cahaya Kalbar Tbk
DLTA
Delta Djakarta Tbk
FAST
Fast Food Indonesia Tbk
INDF
Indofood Sukses Makmur Tbk
MLBI
Multi Bintang Indonesia Tbk
MYOR Mayora Indah Tbk

10
11
12
13
14
15
16
17

PTSP
PSDN
SIPD
SKLT
SMAR
STTP
TBLA
ULTJ

Pioneerindo Gourmet Internasional Tbk
Prasidha Aneka Niaga Tbk
Sierad Produce Tbk
Sekar Laut Tbk
Smart Tbk
Siantar Top Tbk
Tunas Baru Lampung Tbk
Ultra Jaya Milk Tbk

Sumber : www.idx.co.id (20 Desember 2009, diolah)

4.

Tempat dan Waktu Penelitian
a.

Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan di Bursa Efek Indonesia melalui media
internet dengan menggunakan situs www.idx.co.id.

b.

Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan mulai Desember 2009 sampai dengan
Februari 2010.

Universitas Sumatera Utara

5.

Jenis Data
Data yang digunakan dalam menyusun penelitian ini adalah data
sekunder. Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak
langsung yaitu melalui internet.

6.

Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui
studi dokumentasi. Data dikumpulkan dari berbagai data yang relevan
dengan penelitian melalui buku-buku, jurnal, surat kabar, dan data-data
dari internet.

7.

Metode Analisis Data
a. Metode Deskriptif
Analisis Deskriptif merupakan suatu metode dimana data-data
dikumpulkan

dan

dikelompokkan

kemudian

dianalisis

dan

diinterpretasikan secara objektif.
b.

Metode Analisis Statistik
1) Analisis Regresi Linier Berganda
Penelitian ini menggunakan bantuan program Software SPSS 15.0
for Windows (Statistical Program for Social Science) untuk
mengetahui pengaruh variabel-variabel bebas terhadap variabel
terikat. Persamaan regresi berganda yang digunakan adalah sebagai
berikut:
Y = a + b1X1 + b2X2 + e

Universitas Sumatera Utara

Dimana :
Y

= Rentabilitas Ekonomi

a

= konstanta

X1 = Working Capital Turnover (WCT)
X2 = Debt to Asset Ratio (DAR)
b1,2 = Koefisien regresi variabel X1,2.
e

= Kesalahan Pengganggu (Standard Error)

Sebelum data tersebut dianalisis, model regresi berganda harus
memenuhi syarat normalitas dan asumsi klasik yang meliputi :
a)

Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah

model regresi, variabel pengganggu atau residual mempunyai
distribusi normal atau tidak (Ghozali, 2005:110). Jika terdapat
normalitas, maka residual akan terdistribusi secara normal dan
independen. Model yang paling baik adalah distribusi data normal
atau mendekati normal. Uji ini dilakukan melalui analisis grafik
dan Kolmogorov-Smirnov.
b) Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan menguji apakah pada model
regresi

ditemukan

adanya

korelasi

antar

variabel

bebas

(independen) (Ghozali, 2005: 91). Hubungan linier antara variabel
independen inilah yang disebut dengan multikolinearitas. Model
regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel

Universitas Sumatera Utara

independen. Uji multikolinearitas menggunakan kriteria Variance
Inflation Factor (VIF) dengan ketentuan bila VIF > 10 terjadi
masalah multikolinearitas yang serius.
c)

Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam sebuah

model regresi linear ada korelasi antara kesalahan penggangu pada
periode t dan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (periode
sebelumnya) (Situmorang, 2008:78). Gejala autokorelasi biasanya
terjadi pada data time-series. Jika terjadi autokorelasi maka
dikatakan ada problem autokorelasi. Model regresi yang baik
adalah model regresi yang bebas dari autokorelasi. Gejala
autokorelasi dapat dideteksi dengan menggunakan uji Statistik Q:
Box-Pierce dan Ljung Box.
d) Uji Heterokedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam
sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual
suatu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali, 2005:105).
Jika varians dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang
lain tetap, maka disebut homoskedastisitas. Jika varians berbeda
maka disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah
yang homokedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.
Analisis ini dilakukan dengan menggunakan grafik Scatterplot dan
uji Glejser Test.

Universitas Sumatera Utara

2) Pengujian Hipotesis
a) Uji Simultan (Uji-F)
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui signifikansi dari
seluruh variabel bebas secara bersama-sama (simultan)
terhadap variabel terikat. Selain itu, pengujian ini juga
dilakukan untuk mengetahui apakah model penelitian telah
dapat diterima atau tidak untuk dilakukan analisis selanjutnya.
Bentuk pengujiannya adalah:
H0 : b1 = b2 = b3 = 0, artinya secara simultan variabel
independen tidak memenuhi model penelitian.
Ha : tidak semua bi (b1, b2, b3) sama dengan nol, maka
dianggap

variabel

independen

telah

memenuhi

model

penelitian terhadap variabel dependen.
Kriteria pengambilan keputusan:
H0 diterima jika Fhitung
H0 ditolak jika Fhitung

Ftabel pada
Ftabel pada

=5%
=5%

b) Uji Parsial (Uji-t)
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah semua
variabel bebas secara parsial (individual) mempunyai pengaruh
yang signifikan terhadap variabel terikat. Bentuk pengujiannya
adalah :
Ho : b1 = 0, artinya secara parsial (individual) tidak terdapat
pengaruh yang signifikan dari Working Capital Turnover

Universitas Sumatera Utara

(WCT) dan Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Rentabilitas
Ekonomi.
Ha : b1 ≠ 0, artinya secara parsial (individual) terdapat
pengaruh yang signifikan dari Working Capital Turnover
(WCT) dan Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Rentabilitas
Ekonomi
Pengujian menggunakan Uji-t dengan tingkat pengujian (Level
of Test) pada α = 5 % dan derajad kebebasan (n-k).
Kriteria pengambilan keputusan :
Ho diterima jika : –t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel
Ha diterima jika : - t tabel t hitung

t tabel

Universitas Sumatera Utara

BAB II
URAIAN TEORITIS

A. Penelitian Terdahulu
Tonny (2004) melakukan penelitian dengan judul penelitian “Analisis
Pengaruh Modal Pinjaman terhadap Rentabilitas Ekonomi pada PT. Hanjaya
Mandala Sampoerna Tbk”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
modal pinjaman terhadap rentabilitas ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa modal pinjaman mempunyai pengaruh yang negatif dan signifikan
terhadap rentabilitas ekonomi.
Kusumardani (2007) melakukan penelitian dengan judul ”Pengaruh
Efisiensi Pengendalian Biaya dan Tingkat Perputaran Modal Kerja Terhadap
Rentabilitas Ekonomi pada KPRI Kota Semarang Tahun 2005”. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar efisiensi pengendalian
biaya dan tingkat perputaran modal kerja terhadap rentabilitas ekonomi pada
KPRI di Kota Semarang tahun 2005. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa
efisiensi pengendalian biaya dan tingkat perputaran modal kerja berpengaruh
terhadap rentabilitas ekonomi.
Sianturi (2008) melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh
Modal

Kerja

dan

Efektivitas

Total Assets Turnover Terhadap Tingkat Rentabilitas Pada

Industri Makanan dan Minuman Di Bursa Efek Indonesia”. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk menganalisis Pengaruh Efektifitas Modal Kerja (Working Capital
Turnover (WCT)) dan Total Assets Turnover (TATO) Terhadap Tingkat
Rentabilitas Ekonomis pada Industri Makanan dan Minuman di Bursa Efek

Universitas Sumatera Utara

Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Total Assets
Turnover (TATO) mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap
tingkat Rentabilitas Ekonomis, sedangkan variabel Working Capital Turnover
(WCT) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat Rentabilitas
Ekonomis pada Industri Makanan dan Minuman di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Siregar (2008) melakukan penelitian dengan judul “Analisis Hubungan
Manajemen Modal Kerja dengan Rentabilitas pada PT. Kimia Farma (Persero)
Tbk Plant Medan”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
manajemen modal kerja (current ratio, working capital turnover, dan receivable
turnover) dengan rentabilitas pada PT. Kimia Farma (Persero) Tbk Plant Medan
periode 2003-2007. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa current ratio dan
receivable turnover mempunyai hubungan yang positif namun tidak signifikan
dengan Return on Investment (ROI), working capital turnover memiliki hubungan
yang negatif dan signifikan dengan ROI.
Penelitian yang dilakukan oleh Sinuhaji (2009) berjudul “Analisis
Hubungan Manajemen Modal Kerja dan Hutang dengan Rentabilitas Ekonomi
pada PT. PUSRI Medan”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel
working capital turnover, inventory turnover memiliki hubungan positif dan
signifikan terhadap rentabilitas ekonomi, variabel current ratio memiliki
hubungan negatif dan tidak signifikan, variabel receivables turnover, debt to
equity ratio dan Debt to Asset Ratio memiliki hubungan positif dan tidak
signifikan terhadap rentabilitas ekonomi pada PT PUSRI Medan.

Universitas Sumatera Utara

B. Modal Kerja
1. Pengertian Modal Kerja
Setiap perusahaan yang melakukan kegiatannya selalu membutuhkan
dana. Kebutuhan dana tersebut digunakan untuk membiayai kebutuhan
investasi maupun untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari. Dana
yang diperlukan oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan operasional
perusahaan sehari-hari, seperti pembelian bahan baku, pembayaran upah
buruh, membayar hutang, dan pembayaran lainnya disebut modal kerja.
Modal kerja merupakan salah satu unsur aktiva yang sangat penting dalam
perusahaan karena tanpa modal kerja perusahaan tidak dapat memenuhi
kebutuhan dana untuk menjalankan aktivitasnya (Sutrisno, 2000:49).
Menurut Syahyunan (2004:37), ada tiga konsep pengertian modal kerja,
yaitu:
a. Konsep Kuantitatif.
Modal kerja menurut konsep kuantitatif didasarkan pada kuantitas dana
yang tertanam dalam unsur-unsur aktiva lancar, sekali berputar akan
kembali ke dalam bentuk semula dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Modal kerja dalam pengertian ini sering disebut modal kerja bruto (gross
working capital).
b. Konsep Kualitatif.
Modal kerja menurut konsep kualitatif adalah sebagian dari aktiva lancar
yang benar-benar dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahaan
tanpa mengganggu likuiditasnya, yaitu merupakan kelebihan aktiva lancar

Universitas Sumatera Utara

di atas hutang lancarnya Modal kerja dalam konsep ini sering disebut
modal kerja neto (net working capital).
c. Konsep Fungsional
Modal kerja menurut konsep fungsional berdasarkan pada fungsi dari dana
dalam menghasilkan pendapatan. Setiap dana yang digunakan dalam
periode akuntansi tertentu yang seluruhnya langsung menghasilkan
pendapatan pada periode tersebut dan ada sebagian dana lainnya
digunakan selama periode tersebut namun tidak seluruhnya digunakan
untuk menghasilkan pendapatan pada periode tersebut. Sebagian dana
tersebut digunakan untuk menghasilkan pendapatan pada periode
berikutnya. Dalam konsep ini dikenal modal kerja potensial, yaitu modal
kerja yang menghasilkan pendapatan di luar kegiatan utama dari
perusahaan yang bersangkutan.
2. Manfaaat Modal Kerja
Modal kerja merupakan salah satu aspek terpenting dari keseluruhan
manajemen

pembelanjaan

perusahaan.

Setiap

perusahaan

selalu

membutuhkan modal kerja untuk membiayai operasinya sehari-hari, misalnya
untuk memberikan persekot pembelian bahan mentah, membayar upah buruh,
gaji pegawai, dan sebagainya, dimana uang atau dana yang telah dikeluarkan
tersebut diharapkan dapat kembali lagi masuk ke dalam perusahaan dalam
waktu yang pendek melalui hasil penjualan produksinya.
Menurut Sawir (2005:134), modal kerja yang cukup akan memberikan
keuntungan bagi perusahaan, antara lain:

Universitas Sumatera Utara

a. Melindungi perusahaan terhadap krisis modal kerja karena turunnya nilai
aktiva lancar,
b. Memungkinkan perusahaan untuk dapat membayar semua kewajiban tepat
pada waktunya,
c. Menjamin dimilikinya credit standing perusahaan yang semakin besar dan
memungkinkan perusahaan untuk dapat menghadapi kesulitan keuangan
yang mungkin terjadi,
d. Memungkinkan perusahaan untuk dapat memiliki persediaan dalam
jumlah yang cukup untuk dapat melayani konsumennya,
e. Memungkinkan perusahaan untuk memberikan syarat kredit yang lebih
menguntungkan kepada para langganannya,
f. Lebih efisien karena tidak adanya kesulitan untuk memperoleh barang dan
jasa yang dibutuhkan.
3. Faktor-Faktor yang Menentukan Besarnya Modal Kerja
Menurut Sundjaja dan Barlian (2002:157), besarnya modal kerja yang
dibutuhkan suatu perusahaan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
a. Besar Kecilnya Skala Usaha Perusahaan
Kebutuhan modal kerja pada perusahaan besar berbeda dengan perusahaan
kecil. Hal ini terjadi karena beberapa alasan. Perusahaan besar mempunyai
keuntungan

akibat

luasnya

sumber

pembiayaan

yang

tersedia

dibandingkan dengan perusahaan kecil yang sangat tergantung pada
beberapa sumber saja. Pada perusahaan kecil, tidak tertagihnya beberapa

Universitas Sumatera Utara

piutang para langganan dapat sangat mempengaruhi unsur-unsur modal
kerja lainnya seperti kas dan persediaan.
b. Aktivitas Perusahaan
Perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa tidak mempunyai persediaan
barang dagangan, sedangkan perusahaan yang menjual barang secara tunai
tidak memiliki piutang dagang. Hal ini mempengaruhi tingkat perputaran
dan jumlah modal kerja suatu perusahaan. Demikian pula dengan syarat
pembelian dan waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi atau
memperoleh barang yang akan dijual.
c. Volume Penjualan
Volume penjualan merupakan faktor yang sangat penting yang
mempengaruhi kebutuhan modal kerja. Apabila penjualan meningkat
maka kebutuhan modal kerjapun akan meningkat, demikian pula
sebaliknya.
d. Perkembangan Teknologi
Kemajuan teknologi, khususnya yang berhubungan dengan proses
produksi akan mempengaruhi kebutuhan modal kerja. Otomatisasi yang
mengakibatkan proses produksi yang lebih cepat membutuhkan persediaan
bahan baku yang lebih banyak agar kapasitas maksimum dapat tercapai,
selain itu akan membuat perusahaan mempunyai persediaan barang jadi
dalam jumlah yang lebih banyak pula bila tidak diimbangi dengan
pertambahan penjualan yang besar.

Universitas Sumatera Utara

e. Sikap Perusahaan Terhadap Likuiditas dan Profitabilitas.
Adanya biaya dari semua dana yang digunakan perusahaan mengakibatkan
jumlah modal kerja yang relatif besar mempunyai kecenderungan untuk
mengurangi laba perusahaan, tetapi dengan menahan uang kas dan
persediaan barang yang lebih besar akan membuat perusahaan lebih
mampu untuk membayar transaksi-transaksi yang dilakukan dan resiko
kehilangan pelanggan tidak terjadi karena perusahaan mempunyai
persediaan barang yang cukup.
4. Jenis-Jenis Modal Kerja
Riyanto (2001:61) mengutip pendapat Taylor membagi modal kerja
menjadi beberapa jenis, yaitu:
a. Modal Kerja Permanen (Permanent Working Capital) yaitu modal kerja
yang harus tetap ada pada perusahaan untuk dapat menjalankan fungsinya,
atau dengan kata lain modal kerja yang secara terus-menerus diperlukan
untuk kelancaran usaha. Modal kerja ini dapat dibedakan ke dalam:
1) Modal Kerja