Prosedur Pengisian Dan Penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan Pasal 21 Pada PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja

TUGAS AKHIR
TENTANG
PROSEDUR PENGISIAN DAN PENYAMPAIAN SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK
PENGHASILAN PASAL 21 PADA PT JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA
(PERSERO) KANTOR WILAYAH I MEDAN
Disusun
O
L
E
H
NAMA :DEBORAH ARSITA PURBA
NIM

:082600107

Diajukan untuk memenuhi salah satu syrat
menyelesaikan Studi pada Program Studi Diploma III
Administrasi Perpajakan

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan Mandiri

1

B. Tujuan dan Manfaat Praktik Kerja Lapangan Mandiri

5

C. Uraian Teoritis

7

D. Ruang Lingkup Praktik Kerja Lapangan Mandiri

11

E. Metode Praktik Kerja Lapangan Mandiri

11

F. Metode Pengumpulan Data

12

G. Sistematika Penulisan Laporan

13

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PKLM
A. Sejarah Umum Lokasi PKLM

15

B. Stuktur Organisasi PT Jamsostek (Persero) Kanwil I

20

BAB III GAMBARAN DATA DAN PEMBAHASAN
A. Dasar – Dasar Perpajakan

33

1. Pengertian Pajak

33

2. Fungsi Pajak

34

3. Pembagian Pajak

36

4. Sistem pemungutan Pajak

38

B. Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21

39

1. Pengertian PPh Pasal 21

39

2. Subjek Pajak PPh Pasal 21

40

3. Objek Pajak PPh Pasal 21

42

4. Pemotong PPh Pasal 21

45

5. Hak Dan Kewajiban Pemotong PPh Pasal 21

46

6. Tata Cara Perhitungan Pemotongan PPh Pasal 21

49

Universitas Sumatera Utara

C. Surat Pemberitahuan (SPT)
1. Pengertian SPT

52

2. Fungsi SPT

52

3. Jenis SPT

53

4. Batas Waktu Penyampaian SPT

54

BAB IV ANALSA DAN EVALUASI
A. Prosedur Pengisian dan Penyampaian Surat Pemberitahuab Pada
PT Jamsostek (Persero) Kantor Wilayah I

56

B. Contoh Perhitungan PPh Pasal 21 Pegawai tetap PT Jamsostek Medan

68

C. Kendala yang dihadapi oleh PT Jamsostek Medan

71

D. Pemecahan Masalah

72

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan

74

B. Saran

75

DAFTAR PUSTAKA

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK

Universitas Sumatera Utara

HALAMAN PERSETUJUAN LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI
DISETUJUI UNTUK DI PRESENTASIKAN
OLEH :

Nama

: DEBORAH ARSITA PURBA

NIM

: 082600107

Program Studi : ADMINISTRASI PERPAJAKAN
Judul

: PROSEDUR PENGISIAN DAN PENYAMPAIAN SURAT
PEMBERITAHUAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 PADA PT
JAMINAN SOSIAL DAN TENAGA KERJA (PERSERO) KANTOR
WILAYAH I MEDAN.

Ketua Program Studi

Dosen pembimbing

Diploma III Administrasi

PT Jamsostek
(Persero) Kanwil I

Perpajakan

Drs. Alwi Hashim Batubara, M.Si
Nip : 195608311986011001

Rianto Julius Sihaloho, SE
Nip :197703131998031002

Sudiman Simamora
Kabag Umum & SDM

Diketahui Dekan FISIP USU

Prof. Dr. Badaruddin, M.Si
Nip : 196808251992031002

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan Mandiri ( PKLM)
Indonesia termasuk salah satu negara yang berkembang di dunia. Sebagai negara yang
berkembang, Indonesia berusaha untuk mengadakan pembangunan di segala bidang. Untuk
pelaksanaan pembangunan tersebut, diperlukan biaya yang cukup besar dan salah satu pembiayaan
tersebut tercermin dalam APBN yang ditetapkan setiap tahunnya.
Pajak merupakan Kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau
badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang – Undang dengan tidak mendapatkan imbalan
secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar – besarnya kemakmuran rakyat (
Undang – Undang No.28 tahun 2007). Oleh karena itu Pemerintah berusaha mencari dana atau
sumber – sumber lainnya dengan menggerakkan potensi yang ada pada masyarakat melalui salah
satunya ialah dalam bidang perpajakan. Dan dalam hal ini pajak merupakan salah satu sumber utama
penerimaan pemerintahan dalam membiayai pembangunan nasional.
Target pendapatan negara dari sektor perpajakan setiap tahunnya terus
ditingkatkan oleh pemerintah Indonesia, hal ini disebabkan oleh beban pemerintah yang semakin
bertambah seperti belanja negara yang terus meningkat setiap tahunnya, angka kemiskinan yang terus
bertambah, nilai subsidi yang juga mengalami peningkatan akibat adanya kenaikan harga minyak
dunia, dan banyak masalah lainnya yang memicu pemerintah untuk bekerja ekstra keras agar mampu
meningkatkan pendapatan negara terutama di sektor perpajakan yang saat ini merupakan sektor utama
yang paling diandalkan oleh pemerintah sebagai sumber penerimaan kas negara yang paling utama.
Dalam rangka mengoptimalkan pendapatan pada sektor perpajakan, dukungan serta peran
aktif masyarakat sebagai warga negara sangat dibutuhkan, mengingat masyarakat merupakan peran

Universitas Sumatera Utara

serta utama sebagai Wajib Pajak yang merupakan faktor yang vital terwujudnya pendapatan pajak
yang optimal.
Dalam mewujudkan peran aktif masyarakat sebagai Wajib Pajak, maka
pemerintah telah mengadakan reformasi birokrasi terhadap sistem perpajakan di Indonesia. Sejak di
berlakukannya reformasi perpajakan tahun 1983, maka system perpajakan yang sebelumnya adalah
official assesment system yaitu suatu system pemungutan pajak yang memberikan wewenang kepada
pemerintah untuk menentukan besarnya pajak terutang oleh wajib pajak menjadi self assesment
system.
Self Assesment System adalah sebuah sistem pemungutan pajak yang memberikan
kepercayaan kepada masyarakat wajib pajak untuk menghitung, memperhitungkan, membayar dan
melaporkan sendiri pajak yang terutang. Sistem pemungutan pajak tersebut mempunyai arti bahwa
penentuan penetapan besarnya pajak yang terutang dipercayakan kepada Wajib Pajak sendiri dan
melaporkannya secara teratur jumlah pajak yang terutang dan yang telah dibayar sebagaimana
ditentukan dalam peraturan perundang-undangan perpajakan. Namun hal ini tidak efektif bila tidak
dilakukan dengan pengontrolan secara teratur yang dilakukan oleh aparat pajak dengan cara
melakukan pengawasan secara langsung terhadap wajib pajak. Dan dengan kata lain wajib pajak dapat
berperan aktif dalam menentukan keberhasilan sistem perpajakan tersebut.
Dalam perpajakan digunakan juga With Holding System dimana suatu sistem pemungutan
pajak yang memberi wewenang kepada pihak ketiga (bukan fiskus dan bukan wajib pajak yang
bersangkutan) untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh Wajib Pajak. With Holding
system adalah Sistem perpajakan dimana pihak ketiga baik Wajib Pajak orang pribadi maupun Wajib
Pajak Badan Dalam Negeri diberi kepercayaan oleh Peraturan perundang – undangan untuk
melaksanakan kewajiban memotong atau memungut pajak penghasilan yang dibayarkan kepada
penerima penghasilan.
Pajak penghasilan (PPh) pemotongan dan pemungutan merupakan penerapan sistem
perpajakan yang menggunakan With Holding System. Pihak ketiga berkewajiban memungut pajak

Universitas Sumatera Utara

penghasilan dari penerima penghasilan, menyetorkan pajak tersebut ke kas negara melalui Bank atau
Kantor Pos dan melaporkannya Ke Kantor Pelayan Pajak (KPP).
Terkait dengan hal tersebut maka wajib pajak mempunyai kewajiban untuk mendaftarkan diri
ke Kantor Pelayanan Pajak untuk diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak yang berfungsi sebagai sarana
dalam memulai proses awal administrasi perpajakan karena didalamnya terdapat nomor yang
merupakan identitas setiap wajib pajak yang tentunya akan dipakai dalam setiap kegiatan dan
dokumen perpajakan.
Setelah melakukan pendaftaran dan mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak, Wajib Pajak
mempunyai kewajiban untuk menghitung dan membayar pajak, yang selanjutnya melaporkan pajak
terutangnya dalam bentuk Surat Pemberitahuan (SPT).
SPT merupakan sarana bagi wajib pajak yang digunakan untuk melaporkan perhitungan dan
pembayaran pajak yang terutang menurut Ketentuan Umum Perundang – undangan Perpajakan.
Kemudian SPT itu diisi berdasarkan penghasilan yang diterima Wajib Pajak.
Pajak Penghasilan (PPh) merupakan pajak yang dikenakan terhadap subjek pajak atas
penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam satu tahun pajak. Pajak penghasilan termasuk jenis
pajak pusat yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak dibawah Kementrian Keuangan. Subjek
pajak penghasilan adalah segala sesuatu yang mempunyai potensi untuk memperoleh pajak
penghasilan dan menjadi sasaran untuk dikenakan pajak penghasilan.
Pemerintah pusat, pemerintah daerah, instansi atau lembaga – lembaga Negara lainnya dan
kedutaan Republik indonesia di luar negeri yang membayar gaji, upah, honorarium, tunjangan dan
pembayaran lain dimana pelaksanaannya dilakukan oleh bendaharawan sebagai pihak ketiga yang
memungut pajak penghasilan para pegawainya dan diwajibkan untuk mengisi dan menyampaikan
Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Pasal 21.
Proses penyampaian Surat Pemberitahuan inilah yang terkadang sering menjadi masalah
dalam proses administrasi perpajakan. Karena banyak Wajib Pajak yang terlambat dalam

Universitas Sumatera Utara

penyampaian Surat Pemberitahuannya atau bahkan tidak tahu bagaimana mengisi dan proses
menyampaikan Surat Pemberitahuannya tersebut.
Dengan diadakannya Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) ini, maka mahasiswa
diharapkan dapat menerapkan teori yang telah didapat dikampus pada perusahaan tempat Pelaksanaan
Praktik Kerja Lapangan Mandiri. Penulis ingin mengetahui bagaimana Prosedur Pengisian dan
penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan serta kendala – kendala dalam mengisi dan
menyampaikan SPT Tahunan PPh Pasal 21. Dan dengan alasan ini penulis memilih judul “
PROSEDUR PENGISIAN DAN PENYAMPAIAN SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK
PENGHASILAN PASAL 21 PADA PT. JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA (PERSERO)
KANTOR WILAYAH I MEDAN”

B. Tujuan dan Manfaat Praktik Kerja Lapangan Mandiri
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam melaksanakan Praktik Kerja Lapangan Mandiri ini
adalah :
1. Untuk mengetahui prosedur pengisian dan penyampaian SPT PPh Pasal 21 Pasa PT. Jamsostek
2. Untuk mengetahui tingkat kepatuhan wajib pajak dalam melaksanakan kewajibannya dalam
mengisi dan menyampaikan SPT.
3. Untuk mengetahui Kendala – kendala yang dihadapi wajib pajak dalam mengisi dan
menyampaikan SPT.
4. Untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh PT. Jamsostek untuk meningkatkan kepatuhan
Wajib Pajak dalam mengisi dan menyampaikan SPT.
Adapun manfaat yang ingin dicapai dalam Melaksanakan Praktik Kerja Lapangan Mandiri ini
adalah :
1. Bagi Mahasiswa

Universitas Sumatera Utara

a. Melatih, menguji, dan meningkatkan serta mengembangkan wawasan penulis tentang
pengisian dan penyampaian SPT
b. Meningkatkan keterampilan Mahasiswa dalam melaksanakan praktik di bidang perpajakan.
c. Menciptakan dan mengembangkan Rasa tanggung jawab Profesionalisme serta kedisiplinan
yang nantinya sangat diperlukan ketika memasuki dunia kerja yang sesungguhnya.
d. Menambah kemampuan mahasiswa untuk berkomunikasi dengan pihak lain.
2. Bagi PT. Jamsostek
a. Sebagai sarana untuk meningkatkan hubungan antara instansi pemerintah dengan dunia
pendidikan sehingga perusahaan tersebut dapat mengetahui sejauh mana tingkat
perkembangan ilmu pengetahuan di lembaga pendidikan Program Diploma III Administrasi
Perpajakan FISIP USU.
b. Dapat Memberikan sumbangsih kepada perusahaan baik merupakan saran maupun kritikan
yang bersifat membangun dan juga akan menjadi sumber masukan untuk meninggkatkan
kinerja di lingkungan perusahaan.

3. Bagi Universitas Sumatera Utara
a. Meningkatkan kerja sama antara Universitas Sumatera Utara dengan PT. Jamsostek Medan
b. Membuka Interaksi antara Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan FISIP USU
dengan PT. Jamsostek.
c. Mengusahakan adanya umpan balik untuk revisi kurikulum.
4. Bagi Masyarakat
Sebagai sumber informasi data dan keterangan tentang pengisian dan penyampaian Surat
Pemberitahuan (SPT) PPh Pasal 21.

C. Uraian Teoritis
1. Tinjauan Pajak

Universitas Sumatera Utara

a. Defenisi Pajak
Menurut Prof. Dr. Rochmat Soemitro, SH : Pajak adalah rakyat kepada kas negara
berdasarkan undang – undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal
(kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar
pengeluaran umum (Mardiasmo, 2002 : 1)
b. Fungsi Pajak
Ada 2 fungsi pajak yaitu :
1) Fungsi Penerimaan (Budgetair)
Pajak sebagai sumber dana bagi pemerintah untuk membiayai pengeluaran pengeluarannya.
2) Fungsi Mengatur (regulerend)
Pajak sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijaksanaan pemerintah
dalam bidang sosial dan ekonomi.
2. Tinjauan Pajak Penghasilan
a. Defenisi Pajak Penghasilan
Pajak penghasilan adalah pajak yang dikenakan terhadap subjek pajak atas
penghasilan yang diterima atau diperolehnya dalam satu tahun pajak. Subjek pajak
penghasilan adalah segala sesuatu yang mempunyai potensi untuk memperoleh pajak
penghasilan dan menjadi sasaran untuk dikenakan pajak penghasilan.
Pajak penghasilan (PPh) pasal 21 merupakan Pajak penghasilan yang dikenakan
atas Pajak penghasilan berupa gaji, upah, honorariun, tunjangan, dan pembayaran lain
dengan nama apapun sehubungan denganpekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh
wajib pajak orang pribadi dalam negeri (Waluyo, 2006 : 149)
b. Tarif Pajak Penghasilan
Tarif pajak penghasilan yang berlaku sejak tanggal 01 Januari 2009 :

Universitas Sumatera Utara

No.

Lapisan Penghasilan

Tarif

1.

S.d. Rp 50.000.000,-

5%

2.

Di atas Rp50.000.000,- s.d. Rp 250.000.000

15%

3.

Di atas Rp250.000.000,- s.d.Rp 500.000.000,-

25%

4.

Di atas Rp500.000.000,-

30%

Pajak penghasilan pasal 21 dipotong, disetor, dan dilaporkan oleh Pemotong pajak,
yaitu pemberi kerja, bendaharawan pemerintah, dana pensiun, badan, perusahaa, dan
penyelenggara kegiatan. Dan pada akhir tahun pajak diwajibkan untuk menyampaikan
Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan Pajak penghasilan Pasal 21.
3. Tinjuan Surat Pemberitahuan (SPT)
a. Defenisi Surat Pemberitahuan (SPT)
Surat Pemberitahuan (SPT) adalah surat yang oleh wajib pajak digunakan untuk
melaporkan perhitungan dan pembayaran pajak yang terutang menurut ketentuan peraturan
perundang – undangan perpajakan (Mardiasmo, 2002 :17)
b. Fungsi Surat Pemberitahuan (SPT)
1) Sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan perhitungan jumlah
pajak yang sebenarnya terutang.
2) Untuk melaporkan pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri
dan atau melalui pemotongan pajak atau pemungutan pajak lain dalam satu Tahun
Pajak atau Bahagian Tahun Pajak.
3) Untuk melaporkan pembayaran dari pemotongan atau pemungutan tentang pemotongan
atas pemungutan pajak orang pribadi atau badan lain, dalam satu masa pajak yang
ditentukan Peraturan perundang – undangan yang berlaku.

Universitas Sumatera Utara

Dan Fungsi SPT bagi Pemotong atau pemungut pajak sebagai sarana untuk melaporkan
dan mempertanggungjawabkan pajak yang dipotong atau dipungut dan disetorkan.
c. Jenis Surat Pemberitahuan (SPT)
Memerhatikan saat pelaporannya SPT dibagi 2, yaitu :
1) SPT – Masa adalah surat pemberitahuan yang oleh wajib pajak digunakan untuk
melaporkan perhitungan dan atau pembayaran pajak yang terutang dalam suatu Masa
Pajak atau pada suatu saat
2) SPT –Tahunan adalah Surat yang oleh wajib pajak digunakan untuk melaporkan
perhitungan dan pembayaran pajak yang terutang pada suatu Tahun Pajak
d. Batas Waktu Penyampain Surat Pemberitahuan (SPT)
1) Untuk SPT Masa, paling lambat 20 ( dua puluh ) hari setelah akhir masa Pajak
2) Untuk SPT Tahunan, paling lam 3 (tiga) bulan setelah akhir tahun Pajak
Dalam pengisian dan penyampaian SPT wajib pajak harus mengambil sendiri formulir
SPT pada Kantor Pelayanan pajak setempat ( Dengan menunjukkan NPWP ) dan mengisi
formulir SPT dengan benar, jelas, dan lengkap serta menandatangani sesuai dengan
petunjuk yang diberikan. Pengisian formulir SPT yang tidak benar yang mengakibatkan
pajak yang terutang kurang bayar, akan dikenakan sanksi perpajakan.

D. Ruang Lingkup Praktik Kerja Lapangan Mandiri
Ada pun ruang lingkup praktik kerja lapangan mandiri yang dilakukan di PT. Jamsostek
Medan, adalah sebagai berikut :
a.

Prosedur Pengisian dan penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT)

b.

Mengisi dan Menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT)

c.

Kendala – kendala yang dihadapi oleh Wajib Pajak dalam Mengisi dan menyampaikan Surat
Pemberitahuan (SPT)

Universitas Sumatera Utara

E. Metode Paraktik Kerja Lapangan Mandiri
Dalam Melaksanakan Praktik Penulis melakukan Metode – Metode yang akan digunakan
dalam Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM). Adapun metode yang dilakukan oleh
penulis adalah :
a. Tahap Persiapan
Yaitu kegiatan yang harus dilakukan oleh Mahasiswa sebelum melakukan PKLM ke objek lokasi
PKLM yang meliputi kegiatan seperti : Pemilihan judul dan lokasi PKLM, Objek PKLM,
Pengajuan Proposal PKLM, Seminar Proposal dan Surat pengantar dari Diploma III administrasi
Perpajakan.
b. Studi Literatur ( Kepustakaan)
Penulis mencari, mengumpulkan serta melakukan pengkajian terhadap data yang baik yang
bersumber dari buku – buku, undang – undang perpajakan, Peraturan pemerintah, Keputusan
Kementrian keuangan, serta sumber sumber lainnya yang mendukung penulisan Laporan ini.

c. Observasi lapangan
Penulis mengadakan observasi lapangan untuk mengkaji secara langsung kondisi serta keadaan
dari perusahaan tempat dimana penulis mengadakan kegiatan PKLM.
d. Pengumpulan Data
Setelah penulis mengetahui kondisi objek PKLM, maka penulis akan mengumpulkan data. Data
tersebut adalah Data Primer yang diperoleh dari wawancara dengan informan kunci dan data
sekunder yang diperoleh dari stidi literatur dan kepustakaan
e. Analisa dan Evaluasi
Penulisan melakukan analisa terhadap data yang diperoleh dari objek tempat penulis
melaksanakan PKLM, serta kemudian melakukan evaluasi terhadap data tersebut untuk dicari

Universitas Sumatera Utara

pemecahan masalahnya. Adapun analisa data yang penulis gunakan adalah analisa berbentuk
kualitatif, yaitu suatu paraktek kerja lapangan mandiri yang memaparkan secara detail mengenai
perolehan data yang bersumber dari ungkapan data – data yang diterima oleh penulis.
F. Metode Pengumpulan Data
Penulis menggunakan tiga metode dalam mengumpulkan data yang diperlukan yaitu :
a. Metode Wawancara
Yaitu penulis melakukan tanya jawab secara langsung kepada pimpinan dan pegawai perusahaan
untuk dimintai keterangan berupa data yang diperllukan dalam penulisan laporan PKLM.
b. Metode Pengamatan (Observasi)
Yaitu dengan melakukan Pengamatan Langsung atas kegiatan yang sedang dilakukan dalam
Penulisan Laporan PKLM.
c. Dokumentasi
Yaitu Penulis mengumpulkan dan mengkaji dokumen – dokumen yang berupa Undang – Undang
tentang Pajak Penghasilan, Peraturan Pemerintah, Keputusan Kementrian Keuangan, Keputusan
Direktorat Jenderal Pajak, Surat Edaran Direktur jendral Pajak, Serta Sumber – sumber Lainnya
yang berhubungan dengan laporan PKLM
G. Sistematika Penulisan laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri
Adapun yang menjadi maksud pembuatan sistematika penulisan laporan PKLM adalah untuk
mempermudah pemahaman dan penulisan laporan PKLM. Sistematika Penulisan Laporan PKLM dibuat
dalam 5(Lima) Bab dilengkapi dengan Sub Bab dan diberi penjelasan terperinci :
BAB I

: PENDAHULUAN
Pada bab ini penulis menjelaskan hal – hal yang menjadi Latar belakang Masalah,
Tujuan dan Manfaat PKLM, Ruang Lingkup PKLM, Metode PKLM, Metode
Pengumpulan Data dan Sistematika penulisan.

Universitas Sumatera Utara

BAB II : GAMBARAN UMUM LOKASI PKLM
Pada bab ini Penulis menguraikan secara singkat sejarahnya berdirinya PT.
JAMSOSTEK, Stuktur Organisasi Perusahaan, tugas dan fungsi masing – masing
Stuktur Organisasi PT. JAMSOSTEK.
BAB III

:GAMBARAN DATA DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisikan tentang uraian secara sistematis dan terperinci mengenai
Ketentuan yang ada dalam Perundang – undangan Perpajakan, Objek dan Subjek
Pajak, Kewajiban Pengisian dan penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT).

BAB IV

: ANALISA DAN EVALUASI
Dalam bab ini Penulis akan menganalisa data yang diperoleh, kemudian mengadakan
evaluasi serta memberikan interprestasi untuk menjawab perumusan masalah yang
diajukan.

BAB V

: PENUTUP
Dalam bab ini penulis, akan diberikan satu Kesimpulan dan Saran berdasarkan uraian
yang ada di kemukakan dalam bab – bab sebelumnya yang dapat bermanfaat bagi
perkembangan perusahaan di masa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

BAB II
GAMBARAN UMUM LOKASI PKLM
Penyelenggaraan program jaminan sosial merupakan salah satu tangung jawab dan kewajiban
Negara untuk memberikan perlindungan sosial ekonomi kepada masyarakat. Sesuai dengan kondisi
kemampuan keuangan Negara, Indonesia seperti halnya berbagai Negara berkembang lainnya,
mengembangkan program jaminan sosial berdasarkan funded social security, yaitu jaminan sosial
yang didanai oleh peserta dan masih terbatas pada masyarakat pekerja di sektor formal.
A. Sejarah Umum PT Jamsostek (Persero) Kanwil I Medan
Sejarah terbentuknya PT Jamsostek (Persero) mengalami proses yang panjang, dimulai dari
UU No.33/1947 jo UU No.2/1951 tentang kecelakaan kerja, Peraturan Menteri Perburuhan (PMP)
No.48/1952 jo PMP No.8/1956 tentang pengaturan bantuan untuk usaha penyelenggaraan kesehatan
buruh, PMP No.15/1957 tentang pembentukan Yayasan Sosial Buruh, PMP No.5/1964 tentang
pembentukan Yayasan Dana Jaminan Sosial (YDJS), diberlakukannya UU No.14/1969 tentang
Pokok-pokok Tenaga Kerja, secara kronologis proses lahirnya asuransi sosial tenaga kerja semakin
transparan.
Setelah mengalami kemajuan dan perkembangan, baik menyangkut landasan hukum, bentuk
perlindungan maupun cara penyelenggaraan, pada tahun 1977 diperoleh suatu tonggak sejarah penting
dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) No.33 tahun 1977 tentang pelaksanaan program
asuransi sosial tenaga kerja (ASTEK), yang mewajibkan setiap pemberi kerja/pengusaha swasta dan
BUMN untuk mengikuti program ASTEK. Terbit pula PP No.34/1977 tentang pembentukan wadah
penyelenggara ASTEK yaitu Perum Astek.
Tonggak penting berikutnya adalah lahirnya UU No.3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial
Tenaga Kerja (JAMSOSTEK). Dan melalui PP No.36/1995 ditetapkannya PT Jamsostek sebagai
badan penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Program Jamsostek memberikan perlindungan
dasar untuk memenuhi kebutuhan minimal bagi tenaga kerja dan keluarganya, dengan memberikan
kepastian berlangsungnya arus penerimaan penghasilan keluarga sebagai pengganti sebagian atau
seluruhnya penghasilan yang hilang, akibat risiko sosial.

Universitas Sumatera Utara

Selanjutnya pada akhir tahun 2004, Pemerintah juga menerbitkan UU Nomor 40 Tahun 2004
tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, yang berhubungan dengan Amandemen UUD 1945 dengan
perubahan pada pasal 34 ayat 2, dimana Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) telah mengesahkan
Amandemen tersebut, yang kini berbunyi: "Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi
seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat
kemanusiaan". Manfaat perlindungan tersebut dapat memberikan rasa aman kepada pekerja sehingga
dapat lebih berkonsentrasi dalam meningkatan motivasi maupun produktivitas kerja.
Kiprah Perseroan yang mengedepankan kepentingan dan hak normative Tenaga Kerja di
Indonesia terus berlanjut. Sampai saat ini, PT Jamsostek (Persero) memberikan perlindungan 4
(empat) program, yang mencakup Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian
(JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) bagi seluruh tenaga
kerja dan keluarganya.
Dengan penyelenggaraan yang makin maju, program Jamsostek tidak hanya bermanfaat kepada
pekerja dan pengusaha tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian
bagi kesejahteraan masyarakat dan perkembangan masa depan bangsa.
Sampai dengan saat ini PT Jamsostek (Persero) Kanwil I Medan memiliki 14 (empat belas)
kantor cabang, adapun alamat kantor cabang di Kanwil I antara lain ialah:
1.

Kantor Cabang Medan
Jl. Kapten Pattimura No. 334, Medan 20153
PO Box 1479
Tel.: (061) 4155674
Fax.: (061) 4578833

2.

Kantor Cabang Pematang Siantar
Jl. Padang Sidempuan No. 6, Pematang Siantar 21116
Tel.: (0622) 22438
Fax.: (0622) 23265

3.

Kantor Cabang Kisaran
Jl. Sutomo No. 159 B-C, Kisaran 21215

Universitas Sumatera Utara

PO Box 11
Tel.: (0623) 43992, 43066
Fax.: (0623) 41862
4.

Cabang Sibolga Kantor
Jl. MT Haryono No. 11, Sibolga
Tel.: (0631) 22414, 21712
Fax.: (0631) 21934

5.

Kantor Cabang Sumatera Barat
Jl. Veteran No. 47 A, Padang 25116
PO Box 80
Tel.: (0751) 22984, 22985
Fax.: (0751) 22987

6.

Kantor Cabang Solok
Jl. Cindur Mato No. 06 Solok
Tel.: (0755) 20646
Fax.: (0755) 20163

7.

Kantor Cabang Bukit Tinggi
Jl. Batang Agam/ Jl. Prof. Hazarin No. 12,
(Belakang Balok)-Bukit Tinggi
Tel.: (0752) 22894, 626590
Fax.: (0752) 33720

8.

Kantor Cabang Tanjung Morawa
Jl. Medan Tanjung Morawa Km 16.5 Komplek Ruko Morawa No. 3-4
Tel.: (061) 7941709, 7941882
Fax.: (061) 7941712

9.

Kantor Cabang Lhokseumawe
Jl. T. Hamzah Bendahara, Lhokseumawe 24351

Universitas Sumatera Utara

PO Box 15
Tel.: (0645) 43635, 45873
Fax.: (0645) 43135
10. Kantor Cabang NAD
Jl. TM Daud Beureuh No. 152, Banda Aceh 23126
PO Box 105
Tel.: (0651) 23045, 635145
Fax.: (0651) 33551
11. Kantor Cabang Meulaboh
Jl. Swadaya No. 23 Meulaboh
Tel.: (0655) 7006044, 7006043
Fax.: (0655) 7000914
12. Kantor Cabang Langsa
Jl. Teuku Cik Ditiro No. 18, Langsa 24415
PO Box 14
Tel.: (0641) 21886
Fax.: (0641) 20628
13. Kantor Cabang Belawan
Jl. Yos Sudarso No. 36A, Medan
Tel.: (061) 6628841, 6631291
Fax.: (061) 6628842
14. Kantor Cabang Binjai
Jl. Soekarno-Hatta No. 121, Binjai 20731
Tel.: (061) 8820465, 8820466
Fax.: (061) 8823812

B. Struktur Organisasi PT Jamsostek (Persero) Kanwil I Medan

Universitas Sumatera Utara

Organisasi PT JAMSOSTEK (Persero) terdiri atas unit kerja Kantor Pusat dan Kantor Daerah.
Unit kerja Kantor Pusat terdiri atas unit kerja dibawah Direktur Utama dan 5 (lima) Direktorat. Unit
kerja Kantor Daerah terdiri atas Kantor Wilayah (Kanwil) dan Kantor Cabang (Kacab).
Kantor Pusat PT JAMSOSTEK (Persero) berkedudukan di Jakarta, dengan Kanwil dan Kacab yang
tersebar di seluruh Indonesia. Sampai dengan Desember 2006, jumlah Kantor PT JAMSOSTEK
(Persero) adalah sebagai berikut:
Kantor Pusat : 1 kantor
Kantor Wilayah : 8 kantor
Kantor Cabang : 115 kantor
Dengan perincian :
1. Kantor Cabang Kelas I : 27 kantor
2. Kantor Cabang Kelas II : 34 kantor
3. Kantor Cabang Kelas III : 54 kantor

Gambar
Struktur organisasi PT JAMSOSTEK Kanwil I Medan

KAKANWIL
WAKANWIL

Sekretaris

Bagian
pengendalian
operasional

Penata
Pemasaran
Wilayah

Bagian
program
khusus

Penata
Pemasaran
Program
Khusus

Bagian
Pengendalian
Pelayanan

Bagian
Teknologi
Informasi

Health
Consultant 1

Pendukung
Data dan
Aplikasi

Health
Consultant 2

Bagian
keuangan

Bagian
Umum &
SDM

Verifikator
akuntansi

Administrator
Personil

Universitas Sumatera Utara
Verifikator
anggaran dan
Administrator

Kepala Kantor
Cabang
Sumber: PT Jamsostek
Struktur organisasi menggambarkan kewenangan, tugas-tugas dan tanggung jawab pemegang
jabatan. Struktur atau susunan ini yang dapat membantu kegiatan dalam perusahaan, baik individu
maupun kelompok sehingga kegiatan terorganisir dengan baik.
Melalui bagan struktur diatas dapat dilihat tugas sebagai berikut:
a.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil)
Kanwil mempunyai tugas untuk merencanakan, mengarahkan dan mengendalikan kegiatan

operasional Kantor Wilayah dan Kantor Cabang yang berada di wilayahnya.
Kanwil mengawasi langsung kepala-kepala Bagian seperti:
1)

Kepala Bagian Pengendalian Operasi

2)

Kepala Bagian Pengendalian Program Khusus

3)

Kepala Bagian Pengendalian Pelayanan

4)

Kepala bagian Teknologi Informasi

5)

Kepala Bagian Keuangan

6)

Kepala Bagian Umum & SDM

7)

Kepala Kantor Cabang di wilayahnya

Dalam menjalankan tugas-tugasnya Kanwil bertanggung jawab langsung kepada Direksi
b.

Sekretaris

Universitas Sumatera Utara

Sekretaris mempunyai tugas untuk mengendalikan dan memastikan terlaksananya kelancaran
seluruh kegiatan unit Kerja melalui pengelolaan administrasi surat menyurat, rapat intern/ekstern,
administrasi karyawan dana sarana/prasarana kerja pada Kantor Wilayah. Dalam menjalankan
tugasnya Sekretaris bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kantor Wilayah.
c.

Wakil Kepala Kantor Wilayah (Wakanwil)
Wakanwil mempunyai tugas untuk membantu Kepala Kantor Wilayah dalam meningkatkan

perluasan kepesertaan, pembinaan kepesertaan, pencapaian target iuran dan peningkatan kualitas
pelayanan serta bidang-bidang lainnya, guna meningkatkan kinerja Kantor Wilayah dan Kantor
Cabang di bawahnya.
Sama halnya dengan Kanwil, Wakanwil juga mengawasi langsung para kepala bagian seperti:
1)

Kepala Bagian Pengendalian Operasi

2)

Kepala Bagian Pengendalian Program Khusus

3)

Kepala Bagian Pengendalian Pelayanan

4)

Kepala bagian Teknologi Informasi

5)

Kepala Bagian Keuangan

6)

Kepala Bagian Umum & SDM

7)

Kepala Kantor Cabang di wilayahnya

Dalam menjalankan tugasnya Wakanwil bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kantor
Wilayah.
d. Kepala Bagian Pengendalian Operasi
Kepala bagian Pengendalian Operasi bertugas untuk merencanakan, melaksanakan,
mengkoordinassikan, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan pemasaran dan pembinaan
kepesertaan berdasarkan strategi dan target yang telah ditetapkan di seluruh Kantor Cabang di
wilayahnya.
Dalam menjalankan tugasnya Kepala Bagian Pengendalian Operasi akan bertanggung jawab
langsung kepada Kepala Kantor Wilayah dan Wakil Kepala Kantor Wilayah.
Kepala Bagian Pengendalian Operasi mengawasi langsung staff bagian pengendalian operasi
seperti:

Universitas Sumatera Utara

1)

Penata Pemasaran Wilayah
Penata Pemasran Wilayah bertugas untuk melaksanakan kebijakan dan strategi

pemasaran program utama dan program khusus serta melaksanakan fungsi kehumasan di
Kantor Wilayah guna kelancaran kegiatan pemasaran Kantor Cabang. Dalam menjalankan
tugasnya Penata Pemasaran Wilayah bertanggung jawab langsung kepada Kepala Bagian
Pengendalian Operasi.
2)

Administrator Pelaporan Pemasaran
Administrator Pelaporan Pemasaran bertugas untuk mengonsolidasikan, menyusun dan

menyajikan laporan serta statistik mengenai data kepesertaan dan iuran program utama guna
bahan analisa pembuatan keputusan yang tepat. Dalam menjalankan tugasnya Administrator
Pelaporan Pemasaran bertanggung jawab langsung kepada kepala Bagian Pengendalian
Operasi.
e.

Kepala Bagian Pengendalian Program Khusus
Kepala Bagian Pengendalian Program Khusus mempunyai tugas untuk merencanakan,

melaksanakan, mengoordinasikan, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan pemasaran, pembinaan
kepesertaan dan pelayanan program khusus berdasarkan strategi dan target yang telah ditetapkan di
seluruh Kantor Cabang di wilayahnya.
Dalam menjalankan tugasnya Kepala Bagian Pengendalian Program Khusus bertanggung
jawab langsung kepada Kepala Kantor Wilayah dan Wakil Kepala Kantor Wilayah.
Kepala Bagian Pengendalian Program Khusus mengawasi secara langsung staff-staff yang
berkedudukan di Bagian Pengendalian Program Khusus seperti:
1)

Penata Pemasaran Wilayah Program Khusus
Penata Pemasaran Wilayah Program Khusus bertugas untuk merencanakan,

mengevaluasi dan membina kebijakan dan strategi pemasaran program khusus serta
melakssanakan fungsi kehumasan di Kantor Wilayah guna kelancaran kegiatan pemasaran
Kantor Cabang.
Dalam menjalankan tugasnya Penata Pemasaran Wilayah Program Khusus bertanggung
jawab langsung kepada Kepala Bagian Pengendalian Program Khusus.

Universitas Sumatera Utara

2)

Administrator Pelaporan Pemasaran Program Khusus
Administrator

Pelaporan

Pemasaran

Program

Khusus

bertugas

untuk

mengonsolidasikan, menyusun dan menyajikan laporan serta statistik mengenai data
kepesertaan dan iuran program khusus guna bahan analisa pembuatan keputusan yang tepat.
Dalam menjalankan tugasnya Penata Pemasaran Wilayah Program Khusus bertanggung
jawab langsung kepada Kepala Bagian Pengendalian Program Khusus.

f.

Kepala Bagian Pengendalian Pelayanan
Kepala bagian Pengendalian Pelayanan bertugas untuk merencanakan, mengoordinasikan,

mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan pelayanan berdasarkan sistem dan prosedur yang telah
ditetapkan di seluruh Kantor Cabang di wilayahnya.
Dalam menjalankan tugasnya Kepala Bagian Pengendalian Pelayanan bertanggung jawab
langsung kepada Kepala Kantor Wilayah dan Wakil Kepala Kantor Wilayah.
Kepala Bagian Pengendalian Pelayanan mengawasi secara langsung staff-staff yang
berkedudukan di Bagian Pengendalian Program Khusus seperti:
1)

Health Consultant 1
Health Consultant1 bertugas untuk melaksanakan pengendalian pelayanan program

JPK dan JKK pada Kantor Cabang di Wilayahnya, agar sesuai dengan standar mutu
pelayanan (Quality Assurance) PKK guna meningkatkan kepuasan peserta pada program JPK
dan JKK.
Dalam menjalankan tugasnya Health Consultant 1 bertanggung jawab langsung kepada
Kepala Bagian Pengendalian Pelayanan.
2)

Health Consultant 2
Health Consultant 2 bertugas untuk melaksanakan pengendalian pelayanan program

JPK dan JKK pada Kantor Cabang di Wilayahnya, agar sesuai dengan standar mutu
pelayanan (Quality Assurance) PKK guna meningkatkan kepuasan peserta pada program JPK
dan JKK.

Universitas Sumatera Utara

Dalam menjalankan tugasnya Health Consultant 2 bertanggung jawab langsung kepada Kepala
Bagian Pengendalian Pelayanan.
3)

Health Consultant 3
Health Consultant 3 bertugas untuk melaksanakan pengendalian pelayanan program

JPK dan JKK pada Kantor Cabang di Wilayahnya, agar sesuai dengan standar mutu
pelayanan (Quality Assurance) PKK guna meningkatkan kepuasan peserta pada program JPK
dan JKK.
Dalam menjalankan tugasnya Health Consultant 3 bertanggung jawab langsung kepada
Kepala Bagian Pengendalian Pelayanan.
4)

Analis Pelayanan
Analis Pelayanan bertugas untuk melaksanakan pengendalian pelayanan program JK,

JHT pada Kantor Cabang di Wilayahnya guna meningkatkan kepuasan peserta pada program
JK, JHT.
Dalam menjalankan tugasnya Analis pelayanan bertanggung jawab langsung kepada
Kepala Bagian Pengendalian Pelayanan.
5)

Administrator Pelaporan Pelayanan
Administrator Pelaporan Pelayanan bertugas untuk mengonsolidasikan, menyusun dan

menyajikan laporan serta statistik mengenai jaminan guna memberikan data yang akurat
sebagai bahan analisa lebihlanjut.
Dalam menjalankan tugasnya Administrator Pelaporan Pelayanan bertanggung jawab
langsung kepada Kepala Bagian Pengendalian Pelayanan.
g.

Kepala Bagian Teknologi Informasi
Kepala Bagian Teknologi Informasi bertugas untuk merencanakan,

melaksanakan, mengoordinasikan, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan pemberian dukungan
implementasi, pemeliharaan dan penyelesaian gangguan sistem/teknologi informasi di wilayahnya,
serta melakukan konsolidasi, memelihara dan mengolah data menjadi informasi.
Dalam menjalankan tugasnya Kepala Bagian Teknologi Informasi bertanggung jawab langsung
kepada Kepala Kantor Wilayah dan Wakil Kepala Kantor Wilayah.

Universitas Sumatera Utara

Kepala Bagian Teknologi Informasi mengawasi secara langsung staff-staff yang berkedudukan di
Bagian Teknologi Informasi seperti:
1)

Pendukung Data dan Aplikasi
Pendukung Data dan Aplikasi bertugas untuk melaksanakan, mengendalikan dan

memantau tindakan teknis terhadap penggunaan aplikasi komputer dan kebijakan teknologi
informasi bidang perangkat lunak (software) dan database guna menjamin kehandalan dan
keamanan sistem informasi dan database di Kantor Wilayah dan Kantor Cabang.
Dalam menjalankan tugasnya Pendukung Data dan Aplikasi bertanggung jawab langsung
kepada Kepala Bagian Teknologi dan Informasi.
2)

Teknisi Komputer dan Jaringan
Teknisi Komputer dan Jaringan bertugas untuk melaksanakan, mengendalikan dan

memantau tindakan teknis terhadap penggunaan sarana dan prasarana teknologi informasi
beserta kebijakan perangkat keras guna menjamin kehandalan dan keamanan sistem dan
jaringan komputer seluruh Kantor Cabang.
Dalam menjalankan tugasnya Teknisi Komputer dan Jaringan bertanggung jawab langsung
kepada Kepala Bagian Teknologi Informasi.
h.

Kepala Bagian Keuangan
Kepala Bagian Keuangan bertugas untuk merencanakan, melaksanakan, mengoordinasikan

mengendalikan dan mengevaluasi fungsi-fungsi keuangan di Kantor Wilayah dan mensosialisasikan
serta memonitor implementasi kebijakan keuangan Kantor Pusat.
Dalam menjalankan tugasnya Kepala Bagian Keuangan bertanggung jawab langsung kepada
Kepala Kantor Wilayah dan Wakil Kepala Kantor Wilayah.
Kepala Bagian Teknologi Informasi mengawasi secara langsung staff-staff yang berkedudukan di
Bagian Keuangan seperti:
1)

Verifikator Akuntansi
Verifikator Akuntansi bertugas untuk melaksanakan dan melakukan verifikasi semua

transaksi dan konsolidasi Neraca Percobaan guna pembuatan Laporan Keuangan Kantor
Wilayah.

Universitas Sumatera Utara

Dalam menjalankan tugasnya Verifikator Akuntansi bertanggung jawab langsung kepada
Kepala Bagian Keuangan.
2)

Verifikator Anggaran dan Perpajakan
Verifikator Anggaran dan Perpajakan bertugas untuk menyiapkan penyusunan dan

pengendalian serta verifikasi anggaran, administrasi perpajakan dan PKP/PKBL.
Dalam menjalankan tugasnya Verifikator Anggaran dan Perpajakan bertanggung jawab
langsung kepada Kepala Bagian Keuangan.
3)

Petugas Pembukuan
Petugas Pembukuan bertugas untuk membukukan, merekapitulasi dan menyajikan

transaksi secara harian.
Dalam menjalankan tugasnya Petugas Pembukuan bertanggung jawab langsung kepada
Kepala Bagian Keuangan.
4)

Kasir
Kasir bertugas untuk melaksanakan penerimaan, pengeluaran dan penyimpanan uang tunai

berdasarkan otorisasi.
Dalam menjalankan tugasnya Kasir bertanggung jawab langsung kepada Kepala Bagian
Keuangan.
i.

Kepala Bagian Umum dan SDM
Kepala

bagian

mengoordinasikan,

Umum

dan

mengendalikan

SDM
dan

bertugas

mengevaluasi

untuk

merencanakan,

kegiatan

pengadaan,

melaksanakan,
pemeliharaan

sarana/prasarana, kerumahtanggaan, kearsipan dan kegiatan SDM termasuk fungsi hukum dan
hubungan masyarakat (humas) di wilayahnya.
Dalam menjalankan tugasnya Kepala Bagian Umum dan SDM bertanggung jawab langsung
kepada Kepala Kantor Wilayah dan Wakil Kepala Kantor Wilayah.
Kepala Bagian Umum dan SDM mengawasi secara langsung staff-staff yang berkedudukan di
Bagian Umum dan SDM seperti:
1)

Administrator Karyawan

Universitas Sumatera Utara

Administrator Karyawan bertugas untuk melaksanakan kebijakan dan kegiatan
administrasi karyawan guna tertib administrasi.
Dalam menjalankan tugasnya Administrator Karyawan bertanggung jawab langsung
kepada Kepala Bagian Umum dan SDM.
2)

Administrator Aktiva
Administrator Aktiva bertugas untuk melaksanakan kegiatan dan pengelolaan.
Dalam menjalankan tugasnya Administrator Aktiva bertanggung jawab langsung kepada

Kepala Bagian Umum dan SDM.
3)

Petugas Pengadaan dan Pemeliharaan
Petugas Pengadaan dan Pemeliharaan bertugas untuk melaksanakan kegiatan pengadaan

dan pengelolaan administrasi sarana dan prasarana kerja.
Dalam menjalankan tugasnya Petugas Pengadaan dan Pemeliharaan bertanggung jawab
langsung kepada Kepala Bagian Umum dan SDM.
4)

Arsiparis
Arsiparis bertugas untuk melaksanakan, mengelola dan memelihara arsip secara baik dan

benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam menjalankan tugasnya Arsiparis bertanggung jawab langsung kepada Kepala
Bagian Umum dan SDM.
5)

Pengemudi
Pengemudi bertugas untuk melaksanakan kegiatan pemeliharaan, pemeriksaan perbaikan

dan mengemudikan kendaraan dinas.
Dalam menjalankan tugasnya Pengemudi bertanggung jawab langsung kepada Kepala
Bagian Umum dan SDM.
6)

Satpam
Satpam bertugas untuk melaksanakan kegiatan pemeliharaan, pemeriksaan dan menjaga

keamanan Gedung Kantor, Rumah Dinas, sarana dan prasarana kerja serta lingkungan kerja.
Dalam menjalankan tugasnya Satpam bertanggung jawab langsung kepada Kepala Bagian
Umum dan SDM.

Universitas Sumatera Utara

7)

Pesuruh
Pesuruh bertugas untuk melaksanakan tugas merawat, membersihkan dan menyiapkan

keperluan rumahtangga perusahaan.
Dalam menjalankan tugasnya Pesuruh bertanggung jawab langsung kepada Kepala Bagian
Umum dan SDM.

Universitas Sumatera Utara

BAB III
GAMBARAN DATA DAN PEMBAHASAN
A. Dasar – Dasar Perpajakan
1. Pengertian Pajak
Istilah pajak berasal dari bahasa Jawa yaitu “ajeng” yang berarti pungutan teratur
pada waktu tertentu. Pa-ajeng berarti pungutan teratur terhadap hasil bumi sebesar 40% dari
yang dihasilkan petani untuk diserahkan kepada raja dan pengurus desa. Besar kecilnya
bagian yang serahkan tersebut hanyalah berdasarkan adat kebiasaan semata yang berkembang
pada saat itu. (Soemarsied Moertono dalam Sony Devano dan Siti Kurnia)
Beberapa pengertian atau defenisi tentang pajak yang diberikan para ahli dibidang
keuangan negara, ekonomi, maupun hukum mancanegara untuk menjadi bahan perbandingan
antara lain adalah sebagai berikut :
A. Undang – Undang No.28 tahun 2007
Pajak merupakan Kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi
atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang – Undang dengan tidak
mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi
sebesar – besarnya kemakmuran rakyat.

B. Menurut Prof. Dr. Rochmat soemitro, SH
Pajak adalah iuran Rakyat kepada kas negara berdasarkan Undang – Undang ( yang
dapat dipaksa) dengan tiada mendapat balas jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung
dapat ditujukan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum (dalam
Mardiasmo 2002 : 1).
C. Menurut Prof. Dr. P.J.A Andriani
Pajak adalah iuran kas kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh
yang wajib membayarnya menurut peraturan- peraturan dengan tidak mendapatkan

Universitas Sumatera Utara

perstasi kembali, yang langsung dapat ditunjuk, dan yang gunanya adalah untuk
membiayai pengeluaran – pengeluaran umum berhubung dengan tugas negara untuk
menyelenggarakan pemerintah (dalam Sony Devano dan Siti Kurnia 2006 : 22)
2. Fungsi pajak
Pengertian “fungsi” dalam fungsi pajak adalah pengertian fungsi sebagai kegunaan
pokok, manfaat pokok pajak. Sebagai alat untuk menentukan perekonomian, pajak memiliki
kegunaan dan manfaat pokok dalam meningkatkan kesejahteraan umum, suatu negara tidak
akan mungkin menghendaki merosotnya kehidupan ekonomi masyarakatnya. Umumnya
dikenal dengan dua macam fungsi pajak yaitu fungsi Budgetair dan fungsi Regulerend.

a. Fungsi Penerimaan (Budgetair)
Pajak mempunyai fungsi penerimaan, artinya pajak merupakan salah satu sumber
penerimaan pemerintah untuk membiayai pengeluaran baik rutin maupun pembangunan.
Sebagi sumber keuangan negara, pemerintah berupaya memasukkan uang sebanyak –
banyaknya ke kas negara. Upaya tersebut ditempuh dengan cara ekstensifikasi dan
intensifikasi pemungutan pajak melalu penyempurnaan peraturan berbagai jenis pajak
seperti Pajak Penghasilan (PPh), pajak Pertambahan Nilai (PPn), dan Pajak Penjualan atas
barang Mewah (PPnBM), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan lainya.
b. Fungsi Pengatur (Regulerend)
Pajak mempunyai fungsi sebagai pengatur, artinya pajak sebagai alat untuk mengatur
atau melaksanakan kebijakan pemerintah dalam bidang sosial dan ekonomi, maupun
politik serta mencapai tujuan – tujuan tertentu di luar bidang keuangan.
Pajak digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan tertentu dapat dilihat dalam
contoh berikut :
1) Pemberian intensif pajak (misalnya tax holiday, penyusutan dipercepat) dalam
rangka meningkatkan investasi baik investasi dalam negeri maupun investasi
asing.

Universitas Sumatera Utara

2) Pengenaan pajak ekspor untuk produk – produk tertentu dalam rangka memenuhi
kebutuhan dalam negeri.
3) Pengenaan Bea Masuk dan Pajak penjualan Atas Barang Mewah untuk produk –
produk impor tertentu dalam rangka melindungi produk – produk dalam negeri.
3. Pembagian Pajak
Pembagian pajak dapat dikelompokkan menjadi 3(tiga) bagian, yaitu Pembagian
pajak menurut golongannya, menurut sifatnya, dan pemungutannya.
a. Menurut Golongannya
Pajak dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
1) Pajak Langsung
Pajak Langsung adalah Pajak yang ahrus dipikul atau ditanggung sendiri oleh
Wajib Pajak dan tidak dapat dilimpahkan atau dibebankan kepada orang lain atau
pihak lain. Dengan kata lain pajak menjadi beban sendiri oleh wajib pajak yang
bersangkutan. Contoh : Pajak penghasilan (PPh).
2) Pajak Tidak Langsung
Pajak Tidak Langsung adalah Pajak yang pada akhirnya dapat dibebankan atau
dilimpahkan kepada pihak lain atau pihak ketiga. Contoh : Pajak pertambahan
Nilai (PPn)
b. Menurut sifatnya
Pajak dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian :

1) Pajak Subjektif
Pajak subjektif adalah Pajak yang pengenaannya memperhatikan keadaan wajib
pajak atau pengenaan pajaknya memperhatikan keadaan subjeknya. Contoh :
Pajak penghasilan (PPh)
2) Pajak Objektif

Universitas Sumatera Utara

Pajak Objektif adalah pajak yang pengenaannya memperhatikan pada objeknya
yang mengakibatkan timbulnya kewajiban membayar pajak tanpa memperhatikan
keadaan subjek pajaknya (Wajib pajak). Contoh : Pajak pertambahan Nilai (PPn)
dan Pajak Penjualan atas Barang mewah (PPnBM)..
c. Menurut Pemungutnya
Dikelompokkan menjadi 2 bagian yaitu :
1) Pajak Pusat
Pajak Pusat adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakan
untuk membiayai rumah tangga negara pada umumnya.
Contoh : PPh, PPn, PPnBM, PBB dan Bea Materai.
2) Pajak daerah
Pajak daerah adalah Pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah Provinsi
maupun Kabupaten/Kota dan digunakan untuk membiayai Ruamah Tangga
daerahnya masing – masing. Contoh :Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik
Nama Kendaraan Bermotor, Pajak Hotel, Pajak Restoran, dan lain – lain.
4. Sistem Pemungutan pajak
a. Official Assessment System
Adalah suatu pemungutan yang memberikan wewenang kepada pemerintah (Fiskus)
untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh Wajib pajak.
Ciri-cirinya :
1) Wewenang untuk menentukan besarnya pajak terutang ada pada fiskus.
2) Wajib Pajak bersifat Pasif.
3) Utang Pajak timbul setelah dikeluarkan Surat Ketetapan Pajak oleh fiskus.
b. Self Assessment System
Adalah suatu sistem peemungutan yang memberikan wewenang kepada Wajib Pajak
untuk menentukan sendiri besarnya pajak yang terutang.
Ciri-cirinya :
1) Wewenang untuk menentukan besar pajak terutang ada pada Wajib pajak sendiri.

Universitas Sumatera Utara

2) Wajib Pajak aktif, mulai dari menghitung, menyetor dan melaporkan sendiri
pajak yang terutang.
3) Fiskus tidak ikut campur dan hanya mengawasi.
c. With Holding System
Adalah suatu sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada pihak ketiga
(bukan fiskus dan bukan Wajib pajak yang bersangkutan) untuk menentukan besar
pajak yang terutang oleh Wajib Pajak.
Ciri-cirinya : Wewenang menentukan besarnya pajak yang terutang ada pada pihak
ketiga, pihak selain fiskus dan Wajib Pajak.

B. Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21
1. Pengertian PPh Pasal 21
Pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 merupakan Pajak penghasilan yang dikenakan
atas Pajak penghasilan berupa gaji, upah, honorariun, tunjangan, dan pembayaran lain dengan
nama apapun sehubungan denganpekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh wajib pajak
orang pribadi dalam negeri (Waluyo, 2006 : 149).
Pajak penghasilan Pasal 21 dipotong, disetor dan dilaporkan Pemotong pajak yaitu
pemberi kerja, bendaharawan pemerintah, danapensiun, badan, perusahaan dan penyelenggara
kegiatan.
Pajak penghasilan Pasal 21 yang telah dipotong dan disetorkan secara benar oleh
pemberi kerja atas penghasilan yang diterima atau diperoleh sehubungan dengan pekerjaan
dari satu pemberi kerja merupakan pelunasan pajak yang terutang untuk tahun pajak yang
bersangkutan.
Bagi pegawai atau orang pribadi yang memperoleh penghasilan lain selain
penghasilan yang pajaknya telah dibayar atau dipotong bersifat final, pada akhir tahun
diwajibkan untuk menyampaikan SPT Tahunan PPh dan atas penghasilan Pasal 21 yang telah

Universitas Sumatera Utara

dipotong oleh pemberi kerja dapat dijadikan sebagai kredit pajak atas Pajak Penghasilan yang
terutang pada akhir tahun.
2. Subjek Pajak PPh Pasal 21
Penerima penghasilan yang Dipotong Pajak Penghasilan Pasal 21 adalah :
a. Pegawai, yaitu setiap orang pribadi yang melakukan pekerjaan berdasarkan suatu
perjanjian atau kesepakatan kerja baik tertulis maupun tidak tertulis, termasuk yang
melakukan pekerjaan dalam jabatan negeri atau badan usaha milik negara dan badan
uasaha milik daerah.
b. Penerima Pensiun, yaitu orang pribadi atau ahli warisnya yang menerima atau
memperoleh imbalan untuk pekerjaan yang dilakukan di masa lalu, termasuk orang
pribadi atau ahli warisnya yang menerima uang pensiun, tabungan Hari Tua atau
Tunjangan Hari Tua.
c. Penerima Honorarium, yaitu orang pribadi yang menerima atau memperoleh imbalan
sehubungan dengan jasa, jabatan atau kegiatan yang dilakukannya.
d. Penerima Upah, yaitu orang pribadi yang menerima upah harian, upah mingguan, upah
borongan, atau upah satuan.
e. Orang pribadi lainnya yang menerima atau memperoleh penghasilan sehubungan
dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan dari pemotong pajak.
Yang tidak termasuk penerima penghasilan yang dipotong pajak Penghasilan Pasal
21 :
a. Pejabat perwakilan diplomatik dan konsulat atau pejabat alain dari negara asing, dan
orang – orang yang diperbantukan kepada mereka yang bekerja pada adan bertempat
tinggal bersama mereka, dengan syarat bukan Warga Negara Indonesia dan di
Indonesia tidak menerima atau memperoleh penghasilan lain di luar jabatan atau
pekerjaannya tersebut serta negara yang bersangkutan memeberikan timabal balik.

Universitas Sumatera Utara

b. Pejabat perwakilan organisasi internasional sebagaimana dimaksud dalam Keputusan
Menteri Keuangan No.574/KMK 04/2000 tentang Organisasi Internasional, dan
Pejabat Perwakilan Organisasi Internasional yang tidak termasuk Subjek Pajak
penghasilan yang telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Keputusan Menteri
Keuangan No. 601/KMK 03/2005 dengan syarat bukan Warga Negara Indonesia dan
tidak menjalankan usaha

atau kegiatan atau pekerjaan lain untuk memperoleh

penghasilan dari Indonesia.

3. Objek Pajak PPh Pasal 21
Penghasilan yang dikenakan pemotongan PPh Pasal 21 adalah :
a. Penghasilan yang diterima atau diperoleh secara teratur berupa gaji, uang pensiun
bulanan, upah, honorarium(termasuk honorarium anggota dewan komisaris atau
anggota dewan pengawas),premi bulanan, uang lembur, uang