Pengaruh Penyajian Laporan Keuangan Daerah dan Aksesibilitas Laporan Keuangan Terhadap Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Pada Pemerintah Kabupaten Samosir

SKRIPSI
PENGARUH PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN DAERAH
DAN AKSESIBILITAS LAPORAN KEUANGAN TERHADAP
TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS PENGELOLAAN
KEUANGAN DAERAH PADA PEMERINTAH
KABUPATEN SAMOSIR

Oleh :
NAMA

: MARJUKI SAGALA

NIM

: 090522014

DEPARTEMEN

: AKUNTANSI

Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk
Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
2011

Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN

Dengan ini saya mengatakan bahwa skripsi yang berjudul : “Pengaruh
Penyajian Laporan Keuangan Daerah dan Aksesibilitas Laporan Keuangan
Terhadap Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Pada
Pemerintah Kabupaten Samosir” adalah benar hasil karya sendiri dan judul yang
dimaksud belum pernah dimuat, dipublikasikan, atau diteliti oleh mahasiswa lain
dalam konteks penulisan skripsi tingkat S1 Ekstensi Departemen Akuntansi
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Semua sumber data informasi
yang diperoleh, telah dinyatakan dengan jelas, benar apa adanya. Apabila di
kemudian hari pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi yang
ditetapkan oleh Universitas Sumatera Utara.

Medan,
Yang

Juli 2011
Membuat

Pernyataan

MARJUKI SAGALA
NIM : 090522014

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat
dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini
disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana
Ekonomi pada Universitas Sumatera Utara Medan. Adapun judul skripsi ini yaitu
: Pengaruh Penyajian Laporan Keuangan Daerah dan Aksesibilitas Laporan
Keuangan Terhadap Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan
Daerah pada Pemerintah Kabupaten Samosir.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis mengharapkan saran dan
masukan dari berbagai pihak agar penulisan skripsi ini menjadi lebih baik. Dalam
penulisan skripsi ini, penulis mendapatkan banyak bimbingan, bantuan serta
dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu, dalam kesempatan ini penulis ingin
mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec, selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Firman Syarif, M.Si, Ak, selaku Ketua Program Studi S1
Akuntansi dan Ibu Dra. Mutia Ismail, MM, Ak, selaku Sekretaris Program
Studi S1 Akuntansi.
3. Bapak Drs. Hasan Sakti Siregar, M.Si, Ak, selaku Dosen Pembimbing yang
telah banyak membantu dan memberikan arahan kepada penulis dari awal
hingga penyelesaian skripsi ini.

Universitas Sumatera Utara

4. Ibu Prof. Erlina, M.Si, Ak, Ph.D, selaku Dosen Pembanding/Penguji I dan
Bapak Drs. Rustam, M.Si, Ak, selaku Dosen Pembanding/Penguji II.
5. Bapak Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon, Ibu Hotmariani Simbolon,
SH, M.Kn, Kadis Pendapatan, Keuangan dan Asset Daerah Bapak Jamen
Nainggolan,SE, Bapak Drs. Abdu Nainggolan dan Bapak Saipul O.
Situmorang yang telah memberikan kesempatan tugas belajar kepada penulis.
6. Istri tercinta Nila Ningsih Silalahi dan Anak tercinta Michelo Jeremi Sagala,
kedua orangtua, mertua dan saudara-saudara yang telah banyak memberikan
dukungan moril maupun materil serta seluruh responden yang telah ikut
berpartisipasi dalam penyelesaian skripsi ini.
Demikianlah skripsi ini disusun dengan segala keterbatasan penulis, semoga
skripsi ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang memerlukannya.

Medan,

Juli 2011

Penulis

(MARJUKI SAGALA)
NIM: 090522014

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris apakah penyajian
laporan keuangan daerah dan aksesibilitas laporan keuangan memiliki pengaruh
positif dalam peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan
daerah. Pemerintah daerah seharusnya mampu menyajikan laporan keuangan
daerah sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan. Dan sudah sewajarnya
pengelolaan keuangan daerah dilakukan secara transparan dan akuntabel kepada
masyarakat selaku pemangku kepentingan di daerah tersebut. Karena secara
normatif bahwa tujuan dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah
daerah adalah untuk memenuhi amanah dari masyarakat.
Penelitian ini dilakukan di wilayah pemerintah kabupaten Samosir, selama
lima bulan mulai dari bulan Maret hingga Juni 2011. Metode pengambilan sampel
yang digunakan oleh penulis adalah quota sampling. Jenis data yang digunakan
adalah data primer, adapun metode yang digunakan untuk mengumpulkan data
adalah melalui survey kuesioner kepada tiap-tiap responden yang terdiri dari
pegawai di lingkungan pemerintah kabupaten Samosir. Untuk menganalisis data
penelitian ini penulis menggunakan regresi linear berganda dengan alat bantu
program statistik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyajian laporan keuangan daerah
dan aksesibilitas laporan keuangan secara parsial maupun secara bersama-sama
berpengaruh positif terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan
daerah. Hal ini dapat dilihat dari nilai F-test sebesar 4,871 dengan signifikan
0,011. Jika nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 maka dengan demikian pengaruh
yang ditimbulkan adalah positif.
Kata kunci : laporan keuangan daerah, aksesibilitas, transparansi dan
akuntabilitas.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

This research aims to empirically examine weather presentation of local
financial reports and accessibility of financial report have positive influence on
enhanching transpanrency and accountability in the management of local finance.
Local government should be able to provide local financial report according to
government accounting standar. In additional, it is inevitable that management of
local finance must be done by transparent and accountable for public as
stakeholder in that region. Because normatively that purpose of activities run by
government is to fulfill the mandate of citizen.
This research had carried out in local government of Samosir, during five
months from February to june 2011. Sample’s taking method that used by
researcher is simple random sampling. Data type that used by researcher is
primary data, and the method used to collect data is trough suvey questionnaire of
which the respondents were employee in government of Samosir regency area. To
analyze data of the research the researcher using multiple linear regression by
statistical product and service solutions (SPSS).
The result of research showed that presentation of local financial report and
accessibility of financial report have influence against transparency and
accountability of management of local finance. This thing can be seen from the
value of F-test 4,871 at significance level 0,011. If significant value is smaller
than 0,05 so the influence resulted is positive.

Keywords :

local

financial

report,

accessibility,

transparency

and

accountability.

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

PERNYATAAN…………………………………………………………….

i

KATA PENGANTAR...........................................................................

ii

ABSTRAK…………………………………………………………………..

iv

ABSTRACT………………………………………………………..............

v

DAFTAR ISI……………………………………………………….............

vi

DAFTAR TABEL…………………………………………………..............

x

DAFTAR GAMBAR………………………………………………………..

xii

DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………………..

xiii

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG …………………………………… 1
B. PERUMUSAN MASALAH……………………………… 4
C. TUJUAN PENELITIAN…………………………………. 5
D. MANFAAT PENELITIAN……………………………… 5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teoritis…………………………………………. 6
1.

Laporan Keuangan Daerah………………………………. 6

2. Aksesibilitas Laporan Keuangan…………………………. 7
3. Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan
Daerah…………………………………………………….. 10

Universitas Sumatera Utara

B. Tinjauan Penelitian Terdahulu…………………………… 12
C. Kerangka Konseptual dan Hipotesis……………………... 12
1. Kerangka Konseptual…………………………………….. 12
2. Hipotesis Penelitian……………………………………… 14

BAB III

METODE PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian……………………………

15

B. Teknik Penentuan Populasi dan Sampel…………………

15

C. Teknik Pengumpulan Data………………………………

16

D. Definisi Operasional……………………………………… 17
E. Analisis Data……………………………………………… 23
1. Pengujian Validitas dan Reliabilitas……………………… 23
a. Validitas………………………………………………….. 23
b. Reliabilitas………………………………………………

23

2. Uji Normalitas……………………………………………

24

a. Analisis Grafik…………………………………………… 24
b. Analisis Statistik…………………………………………

25

3. Uji Asumsi Klasik………………………………………

25

a. Uji Heterokesdastisitas…………………………………

26

b. Uji Autokorelasi…………………………………………

26

4. Pengujian Hipotesis……………………………………… 28
a. Uji Koefisien Determinasi………………………………

29

b. Uji Parsial dengan T-test…………………………………

29

Universitas Sumatera Utara

c. Uji Simultan dengan F-test………………………………… 29

BAB IV

ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Data ……………………………………………

31

1. Sejarah Singkat Kabupaten Samosir……………………

31

2. Validitas…………………………………………………

38

a. Penyajian Laporan Keuangan Daerah……………………

38

b. Aksesibilitas Laporan Keuangan………………………… 39
c. Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan
Daerah……………………………………………………. 39
3. Reliabilitas………………………………………………

39

B. Deskripsi Data secara Statistik…………………………… 41
1. Tingkat Respon…………………………………………

41

2. Penyajian Laporan Keuangan (X1)………………………

42

3. Aksesibilitas Laporan Keuangan (X2)…………………… 47
4. Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan
Daerah (Y)………………………………………………
C. Uji Normalitas……………………………………………

50
55

1. Analisis Grafik…………………………………………… 56
2. Analisis Statistik…………………………………………

58

D. Pengujian Asumsi Klasik………………………………

58

1. Uji Heterokesdastisitas…………………………………… 58
2. Uji Autokorelasi…………………………………………

60

Universitas Sumatera Utara

E. Pengujian Hipotesis………………………………………. 60

BAB V

1. Uji Koefisien Determinasi………………………………

61

2. Uji T-test…………………………………………………

62

3. Uji F-test…………………………………………………

65

F. Pembahasan Hasil Penelitian……………………………

66

KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan………………………………………………

69

B. Saran……………………………………………………

69

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................

72

LAMPIRAN...................................................................................................

74

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Nomor

Judul

Halaman

Tabel 2.1 Tinjauan Penelitian Terdahulu…………………………………

12

Tabel 3.1 Jumlah Sampel………………………………………..…………

16

Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas Variabel Penyajian Laporan Keuangan……

38

Tabel 4.2 Hasil Uji Validitas Variabel Aksesibilitas Laporan Keuangan…

39

Tabel 4.3 Hasil Uji Validitas Variabel Transparansi dan Akuntabilitas…

40

Tabel 4.4 Hasil Uji Reliabilitas Masing-masing Variabel………………….

41

Tabel 4.5 Tingkat Respon Keseluruhan ……………………………………. 41
Tabel 4.6 Pekerjaan………………………………………………………….. 42
Tabel 4.7 Jawaban Responden Tentang Penyajian Laporan Keuangan (P1)… 43
Tabel 4.8 Jawaban Responden Tentang Penyajian Laporan Keuangan (P2)… 43
Tabel 4.9 Jawaban Responden Tentang Penyajian Laporan Keuangan (P3)… 44
Tabel 4.10 Jawaban Responden Tentang Penyajian Laporan Keuangan (P4)… 45
Tabel 4.11 Jawaban Responden Tentang Penyajian Laporan Keuangan (P5)… 45
Tabel 4.12 Jawaban Responden Tentang Penyajian Laporan Keuangan (P6)… 46
Tabel 4.13 Jawaban Responden Tentang Penyajian Laporan Keuangan (P7)… 47
Tabel 4.14 Jawaban Responden Tentang Aksesibilitas Laporan Keuangan (P1) 48
Tabel 4.15 Jawaban Responden Tentang Aksesibilitas Laporan Keuangan (P2) 48
Tabel 4.16 Jawaban Responden Tentang Aksesibilitas Laporan Keuangan (P3) 49
Tabel 4.17 Jawaban Responden Tentang Transparansi dan Akuntabilitas
Pengelolaan Keuangan Daerah (P1)……………………………… 50

Universitas Sumatera Utara

Tabel 4.18 Jawaban Responden Tentang Transparansi dan Akuntabilitas
Pengelolaan Keuangan Daerah (P2)……………………………… 51
Tabel 4.19 Jawaban Responden Tentang Transparansi dan Akuntabilitas
Pengelolaan Keuangan Daerah (P3)……………………………… 51
Tabel 4.20 Jawaban Responden Tentang Transparansi dan Akuntabilitas
Pengelolaan Keuangan Daerah (P4)……………………………… 52
Tabel 4.21 Jawaban Responden Tentang Transparansi dan Akuntabilitas
Pengelolaan Keuangan Daerah (P5)……………………………… 53
Tabel 4.22 Jawaban Responden Tentang Transparansi dan Akuntabilitas
Pengelolaan Keuangan Daerah (P6)……………………………… 53
Tabel 4.23 Jawaban Responden Tentang Transparansi dan Akuntabilitas
Pengelolaan Keuangan Daerah (P7)……………………………… 54
Tabel 4.24 Jawaban Responden Tentang Transparansi dan Akuntabilitas
Pengelolaan Keuangan Daerah (P8)……………………………… 55
Tabel 4.25 One Sampel Kolmogorov-Smirnov Test…………………………. 58
Tabel 4.26 Hasil Uji Durbin Watson…………………………………………. 60
Tabel 4.27 Variabel Entered…………………………………………………… 61
Tabel 4.28 Hasil Uji Koefisien Determinasi………………………………….. 62
Tabel 4.29 Hasil Uji T-test…………………………………………………… 63
Tabel 4.30 Hasil Uji F-test……………………………………………………. 65

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Judul

Halaman

Gambar 2.1

Kerangka Konseptual………………………………………… 13

Gambar 3.1

Durbin Watson……………………………………………….. 27

Gambar 4.1

Histogram dengan Kurva Normal……………………………. 56

Gambar 4.2

Kurva P-Plot Normal…………………………………………. 57

Gambar 4.3

Diagram Scatterplot…………………………………………… 59

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor

Judul

Halaman

Lampiran 1

Tabel hasil pengujian SPSS 17.0……………………………… 74

Lampiran 2

Charts………………………………………………………….. 86

Lampiran 3

Daftar SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Samosir.. 88

Lampiran 4

Kuesioner……………………………………………………… 90

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris apakah penyajian
laporan keuangan daerah dan aksesibilitas laporan keuangan memiliki pengaruh
positif dalam peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan
daerah. Pemerintah daerah seharusnya mampu menyajikan laporan keuangan
daerah sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan. Dan sudah sewajarnya
pengelolaan keuangan daerah dilakukan secara transparan dan akuntabel kepada
masyarakat selaku pemangku kepentingan di daerah tersebut. Karena secara
normatif bahwa tujuan dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah
daerah adalah untuk memenuhi amanah dari masyarakat.
Penelitian ini dilakukan di wilayah pemerintah kabupaten Samosir, selama
lima bulan mulai dari bulan Maret hingga Juni 2011. Metode pengambilan sampel
yang digunakan oleh penulis adalah quota sampling. Jenis data yang digunakan
adalah data primer, adapun metode yang digunakan untuk mengumpulkan data
adalah melalui survey kuesioner kepada tiap-tiap responden yang terdiri dari
pegawai di lingkungan pemerintah kabupaten Samosir. Untuk menganalisis data
penelitian ini penulis menggunakan regresi linear berganda dengan alat bantu
program statistik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyajian laporan keuangan daerah
dan aksesibilitas laporan keuangan secara parsial maupun secara bersama-sama
berpengaruh positif terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan
daerah. Hal ini dapat dilihat dari nilai F-test sebesar 4,871 dengan signifikan
0,011. Jika nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 maka dengan demikian pengaruh
yang ditimbulkan adalah positif.
Kata kunci : laporan keuangan daerah, aksesibilitas, transparansi dan
akuntabilitas.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

This research aims to empirically examine weather presentation of local
financial reports and accessibility of financial report have positive influence on
enhanching transpanrency and accountability in the management of local finance.
Local government should be able to provide local financial report according to
government accounting standar. In additional, it is inevitable that management of
local finance must be done by transparent and accountable for public as
stakeholder in that region. Because normatively that purpose of activities run by
government is to fulfill the mandate of citizen.
This research had carried out in local government of Samosir, during five
months from February to june 2011. Sample’s taking method that used by
researcher is simple random sampling. Data type that used by researcher is
primary data, and the method used to collect data is trough suvey questionnaire of
which the respondents were employee in government of Samosir regency area. To
analyze data of the research the researcher using multiple linear regression by
statistical product and service solutions (SPSS).
The result of research showed that presentation of local financial report and
accessibility of financial report have influence against transparency and
accountability of management of local finance. This thing can be seen from the
value of F-test 4,871 at significance level 0,011. If significant value is smaller
than 0,05 so the influence resulted is positive.

Keywords :

local

financial

report,

accessibility,

transparency

and

accountability.

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sejak berakhirnya kekuasaan rezim orde baru, perhatian masyarakat Indonesia
terus meningkat terhadap masalah transparansi dan akuntabilitas pengelolaan
keuangan negara. Hal ini tidak terlepas dari keinginan masyarakat terhadap
pelaksanaan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan
nepotisme (KKN). Setiap kebijakan pemerintah dituntut transparan supaya
pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme dapat
diwujudkan demi tercapainya kehidupan yang berkeadilan dan kesejahteraan yang
merata bagi seluruh rakyat.
Masyarakat juga menghendaki terwujudnya penyelenggara negara yang
mampu menjalankan tugas dan fungsinya dengan penuh rasa tanggung jawab
yang harus dilaksanakan secara transparan, efektif dan efisien. Keadaan yang
terus berkembang mendorong masyarakat menuntut reformasi total dilakukan di
seluruh tatanan kehidupan bernegara.
Otonomi daerah merupakan salah satu isu penting dari reformasi total tersebut
akhirnya bisa terwujud yang ditandai dengan disahkannya UU No. 32 Tahun 2004
tentang Pemerintahan Daerah. Berdasarkan Pasal 1 ayat 6 dari undang-undang itu
menyebutkan bahwa daerah otonomi adalah hak, wewenang, dan kewajiban
daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri pemerintahan dan
kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan perundang-undangan. Dengan

Universitas Sumatera Utara

demikian pemerintah daerah sebagai daerah otonom memiliki kewenangan untuk
menyelenggarakan sendiri urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya.
Dalam hal pengelolaan keuangan, sistem pengelolaan keuangan yang masamasa pemerintahan sebelumnya bersifat sentralistik akhirnya diubah menjadi
desentralistik seiring dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004
tetang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah
Daerah.
Pemberian kewenangan tersebut diikuti dengan penyerahan dan pengalihan
pendanaan yang bisa dilakukan dengan dua cara yaitu dengan mendayagunakan
potensi keuangan yang dimiliki oleh daerah bersangkutan dan dana perimbangan
yang bersumber dari pemerintah pusat. Potensi keuangan yang dimiliki daerah
berupa pajak daerah, retribusi daerah dan lain-lain pendapatan daerah yang sah
(UU No.32/2004 pasal 5 ayat 2). Sedangkan dana perimbangan terdiri dari Dana
Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (UU
No.33/2004 pasal 110 ayat 1).
Dengan demikian pemerintah daerah baik pemerintah daerah propinsi maupun
kabupaten/kota harus melakukan pengelolaan keuangan yang menjadi haknya
berdasarkan perundang-undangan.

Untuk mewujudkan pengelolaan keuangan

yang transparan dan akuntabel maka pemerintah menganggap perlu untuk
menetapkan peraturan pelaksanaan dari undang-undang keuangan yang telah ada
sebagai pedoman bagi pemerintah daerah dalam mengelola keuangannya. Maka
pemerintah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang
Standar Akuntansi Pemerintahan dan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun

Universitas Sumatera Utara

2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Pasal 4 ayat 1 PP No. 58/2005
menyebutkan bahwa keuangan daerah dikelola secara tertib, taat pada peraturan
perundang-undangan, efisien, ekonomis, transparan dan bertanggungjawab
dengan memperhatikan asas keadilan, kepatutan dan manfaat untuk masyarakat.
Sebagai tindak lanjut dari PP No. 58 tahun 2005, Kementerian Dalam Negeri yang
membawahi pemerintah daerah menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri
nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan keuangan Daerah yang
kemudian diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 59 tahun 2007
tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam negeri Nomor 13 Tahun 2006
tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
Peraturan tersebut khusus mengatur pengelolaan keuangan daerah mulai dari
perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan dan pelaporan. Dalam hal pelaporan,
pemerintah daerah diwajibkan untuk membuat laporan keuangan sesuai dengan
Standar Akuntansi Pemerintahan. Laporan keuangan dimaksud harus memberi
akses yang mudah dan murah kepada masyarakat sebagai wujud transparansi, dan
laporan keuangan daerah juga harus bisa berperan sebagai wujud akuntabilitas
pengelolaan keuangan daerah.
Berbagai paket regulasi tersebut diatas menunjukkan bahwa upaya pemerintah
terkait dengan reformasi di bidang pengelolaan keuangan telah dilaksanakan
dengan baik. Akan tetapi, upaya perbaikan tersebut tampaknya belum dapat
dilaksanakan sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Pada kenyataannya, Badan
Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan “bahwa 90 % satuan kerja perangkat
daerah (SKPD) di Indonesia belum bisa membuat laporan keuangan seperti

Universitas Sumatera Utara

laporan realisasi APBD, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan
keuangan dengan baik.” (Harian Global, 2009).
Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah daerah kabupaten Samosir sebagai
suatu entitas pelaporan masih mengalami kesulitan untuk menyajikan laporan
keuangan yang berkualitas. Laporan keuangan pemerintah kabupaten Samosir
hanya bisa menghasilkan

opini wajar dengan pengecualian berdasarkan

pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan atas laporan keuangan tahun anggaran
2006, 2007, 2008, dan 2009. Masalah lainnya adalah laporan keuangan masih
cenderung dianggap sebagai dokumen rahasia sehingga publikasi atas laporan
keuangan dimaksud, melalui internet, surat kabar atau akses publik lainnya belum
menjadi hal yang umum untuk dilaksanakan.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, penulis tertarik untuk melakukan
penelitian dan membuat skripsi dengan judul : “Pengaruh Penyajian Laporan
Keuangan Daerah dan Aksesibilitas Laporan Keuangan Terhadap Transparansi
dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah pada Pemerintah Kabupaten
Samosir”.

B. Perumusan Masalah
Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penyajian laporan
keuangan daerah dan aksesibilitas laporan keuangan berpengaruh terhadap
transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah pada pemerintah
kabupaten Samosir?

Universitas Sumatera Utara

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyajian
laporan keuangan daerah dan aksesibilitas laporan keuangan terhadap transparansi
dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah pada pemerintah kabupaten
Samosir.

D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan mampu memberi manfaat yaitu :
1. bagi penulis yaitu untuk menambah pengetahuan mengenai penyajian
laporan keuangan, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan
daerah,
2. bagi pemerintah kabupaten Samosir yaitu sebagai referensi dalam hal
penyajian laporan keuangan dalam rangka peningkatan transparansi dan
akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah,
3. bagi pihak lain yaitu sebagai bahan masukan untuk melakukan penelitian
selanjutnya yang lebih baik lagi mengenai transparansi dan akuntabilitas
pengelolaan keuangan daerah.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teoritis
1. Laporan Keuangan Daerah
Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 pasal 1 ayat
6 Keuangan Daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka
penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk
didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban
daerah tersebut.
Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) No. 1, paragraph
9, (PP No. 24 tahun 2005) dinyatakan bahwa:
Laporan keuangan merupakan laporan yang terstruktur mengenai posisi
keuangan dan transaksi-transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas
pelaporan. Tujuan utama laporan keuangan adalah menyajikan informasi
mengenai posisi keuangan, realisasi anggaran, arus kas, dan kinerja keuangan
suatu entitas pelaporan yang bermanfaat bagi para pengguna dalam membuat
dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber daya. Secara sfesifik,
tujuan pelaporan keuangan pemerintah adalah untuk menyajikan informasi
yang berguna untuk pengambilan keputusan dan untuk menunjukkan
akuntabilitas entitas pelaporan atas sumber daya yang dipercayakan
kepadanya, dengan :
a) menyediakan informasi mengenai posisi sumber daya ekonomi,
kewajiban, dan ekuitas dana pemerintah;
b) menyediakan informasi mengenai perubahan posisi sumber daya ekonomi,
kewajiban, dan ekuitas dana pemerintah;
c) menyediakan informasi mengenai sumber, alokasi, dan penggunaan
sumber daya ekonomi;
d) menyediakan informasi mengenai ketaatan realisasi terhadap anggarannya;
e) menyediakan informasi mengenai cara entitas pelaporan mendanai
aktivitasnya dan memenuhi kebutuhan kasnya;
f) menyediakan informasi mengenai potensi pemerintah untuk membiayai
penyelenggaraan kegiatan pemerintahan;

Universitas Sumatera Utara

g) menyediakan informasi yang berguna untuk mengevaluasi kemampuan
entitas pelaporan dalam mendanai aktivitasnya.
Menurut Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan, kerangka konseptual akuntansi pemerintahan paragraph 21 sampai
22 bahwa :
Laporan keuangan disusun untuk menyediakan informasi yang relevan
mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh suatu
entitas pelaporan. Setiap entitas pelaporan mempunyai kewajiban untuk
melaporkan upaya-upaya yang telah dicapai dalam pelaksanaan kegiatan
secara sistematis dan terstruktur pada suatu periode pelaporan untuk
kepentingan :
a. akuntabilitas,
Mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan
kebijakan yang dipercayakan kepada unit organisasi pemerintah dalam
rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan secara periodik.
b. manajerial,
Menyediakan informasi keuangan yang berguna untuk perencanaan dan
pengelolaan keuangan pemerintahan serta memudahkan pengendalian
yang efektif atas seluruh aset, hutang, dan ekuitas dana.
c. transparansi,
Menyediakan informasi keuangan yang terbuka bagi masyarakat dalam
rangka mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik.
d. keseimbangan antar generasi (intergrational equity).
Membantu para pengguna dalam mengetahui kecukupan penerimaan
pemerintah pada periode pelaporan untuk membiayai seluruh pengeluaran
yang dialokasikan dan apakah generasi yang akan datang diasumsikan
akan ikut menanggung beban pengeluaran tersebut.

Menurut Undang-Undang nomor 13 tahun 2003 pasal 31 dinyatakan bahwa
laporan keuangan yang harus disajikan oleh kepala daerah setidak-tidaknya
meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan
Atas Laporan Keuangan.
2. Aksesibilitas Laporan Keuangan

Universitas Sumatera Utara

Akuntabilitas yang efektif tergantung kepada akses publik (Shende dan
Bennett, 2004) dalam (Mulyana, 2006). Sehingga aksesibilitas dalam pelaporan
keuangan daerah merupakan salah satu upaya penguatan partisipasi publik.
Dalam Undang-Undang nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan
antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, pasal 103, dinyatakan bahwa
informasi yang dimuat dalam sistem informasi keuangan daerah merupakan data
terbuka yang dapat diketahui, diakses dan diperoleh oleh masyarakat. Yang berarti
pula bahwa pemerintah daerah harus membuka akses kepada pihak pengguna
secara luas atas laporan keuangannya melalui internet, surat kabar atau media lain.
Berdasarkan Undang-Undang No. 33 Tahun 2004 ( pasal 102 ayat 3)
disebutkan bahwa:
Informasi yang berkaitan dengan sistem informasi keuangan daerah
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), mencakup :
a) APBD dan laporan realisasi APBD propinsi, kabupaten, dan kota,
b) neraca daerah,
c) laporan arus kas,
d) cacatan atas laporan keuangan daerah,
e) dana dekonsentrasi dan dana tugas pembantuan,
f) laporan keuangan perusahaan daerah,
g) data yang berkaitan dengan kenutuhan fiskal dan kapasitas fiskal
daerah.

Hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan
informasi publik merupakan salah satu ciri penting negara demokraris yang
menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan pemerintahan yang baik.
Bahwa

keterbukaan

informasi

publik

merupakan

sarana

dalam

mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggara negara dan badan
publik lainnya dan segala sesuatu yang berakibat bagi kepentingan publik. Dalam

Universitas Sumatera Utara

hal ini pemerintah daerah berdasarkan UU No. 14 Tahun 2008, pasal 7 ayat 3,
menyatakan bahwa dalam menyediakan informasi publik yang akurat, benar, dan
tidak menyesatkan maka badan publik harus membangun dan mengembangkan
sistem informasi dan dokumentasi untuk mengelola informasi publik secara baik
dan efisien sehingga dapat diakses dengan mudah.
Menurut UU No. 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, pasal
1 ayat 2, yang dimaksud dengan informasi publik adalah informasi yang
dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim dan/atau diterima oleh badan publik yang
berkaitan

dengan

penyelenggara

dan

penyelenggaraan

negara

dan/atau

penyelenggara dan penyelenggaraan badan publik lainnya yang berkaitan dengan
kepentingan publik.
Keterbukaan informasi sangat penting guna mewujudkan transparansi dan
akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Hal ini sesuai dengan tujuan
disahkannya Undang-Undang keterbukaan informasi publik, sebagaimana
dinyatakan dalam pasal 3d bahwa keterbukaan informasi publik bertujuan untuk
mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik, yaitu trasparan, efektif dan
efisien, akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan.
Laporan keuangan merupakan salah satu bagian dari informasi publik sesuai
dengan pasal 9 ayat 2c, yang menyatakan bahwa informasi mengenai laporan
keuangan wajib diumumkan secara berkala.
Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa Aksesibilitas laporan
keuangan merupakan kemampuan untuk memberikan akses bagi pihak-pihak yang

Universitas Sumatera Utara

berkepentingan (stakeholder) untuk mengetahui atau memperoleh infprmasi atas
laporan keuangan berdasarkan prinsip mudah dan biaya murah.

3. Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah
Reformasi di Indonesia tidak terlepas dari semangat penegakan demokrasi.
Istilah demokrasi mengisyaratkan setidaknya ada tiga elemen penting yang harus
diperhatikan yaitu transparansi, akuntabilitas, dan keadilan (Shende dan Bennett,
2004) dalam Mulyana (2006). Transparansi merupakan suatu kebebasan untuk
mengakses

aktivitas

politik

dan

ekonomi

pemerintah

dan

keputusan-

keputusannya. Akuntabilitas mengandung arti pertanggungjawaban, baik oleh
orang-orang maupun badan-badan yang dipilih, atas pilihan-pilihan dan tindakantindakannya. Konsep keadilan berarti bahwa masyarakat diperlakukan secara
sama di bawah hukum, dan mempunyai derajat yang sama dalam partisipasi
politik dalam pemerintahannya (Shende dan Bennett, 2004) dalam (Mulyana,
2006).
Transparansi, akuntabilitas dan keadilan merupakan atribut yang terpisah.
Akan tetapi, dua istilah yang pertama adalah tidak independen, sebab pelaksanaan
akuntabilitas memerlukan transparansi (Shende dan Bennett, 2004) dalam
(Mulyana, 2006).
“Pembuatan laporan keuangan adalah suatu bentuk kebutuhan transparansi
yang merupakan syarat pendukung adanya akuntabilitas berupa keterbukaan
(openness)

pemerintah

atas

(Mardiasmo,2006:3)”. Menurut

aktivitas

pengelolaan

sumber

daya

publik

Krina P (2003:9)”akuntabilitas bermakna

Universitas Sumatera Utara

pertanggungjawaban
kekuasaan

pada

dengan

berbagai

menciptakan pengawasan
lembaga

pemerintahan

melalui

sehingga

distribusi

mengurangi

penumpukan kekuasaan sekaligus menciptakan kondisi saling mengawasi (checks
and balances system)”. Lembaga pemerintahan yang dimaksud adalah eksekutif
(Presiden, Wakil Presiden, dan kabinetnya), yudikatif (MA dan sistem peradilan),
serta legislatif (MPR dan DPR). Peranan masyarakat yang semakin penting dalam
fungsi pengawasan ini menempatkannya sebagai pilar keempat. Sedangkan
transparansi adalah prinsip yang menjamin akses atau kebebasan bagi setiap orang
untuk memperoleh informasi tentang penyelenggaraan pemerintahan, yakni
informasi tentang kebijakan,proses pembuatan dan palaksanaannya, serta hasilhasil yang dicapai.
Reformasi di bidang transparansi dan akuntabilitas ini juga didukung oleh
Undang-Undang No. 33 Tahun 2004 (pasal 103) yang menyatakan bahwa
informasi yang termuat dalam sistem informasi keuangan daerah sebagaimana
yang dimaksudkan dalam pasal 101 merupakan

data terbuka yang dapat

diketahui, diakses dan diperoleh masyarakat.
Maka dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa transparansi dan
akuntabilitas keuangan daerah adalah pertanggungjawaban pemerintah daerah
yang berkenaan dengan pengelolaan keuangan daerah kepada masyarakat secara
terbuka dan jujur melalui media berupa penyajian laporan keuangan yang dapat
diakses oleh berbagai pihak yang berkepentingan dengan anggapan bahwa
masyarakat berhak mengetahui informasi tersebut.

Universitas Sumatera Utara

B. Tinjauan Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1
Tinjauan Penelitian Terdahulu
Nama
Tahun
Variabel
Yang
Peneliti Penelitian Digunakan
Mulyana 2006
Penyajian
Neraca
Daerah
(X1),
Aksesibilitas Laporan
Keuangan
Daerah
(X2),dan
Transparansi
dan
Akuntabilitas
Pengelolaan
Keuangan Daerah (Y)
Hanim
2009
Penyajian
Laporan
Keuangan Daerah (X)
dan Transparansi dan
Akuntabilitas
Pengelolaan Keungan
Daerah (Y)
Nasution 2010

Penyajian
Laporan
Keuangan
SKPD
(X1),
Aksesibilitas
Laporan Keuangan
SKPD (X2), dan
Transparansi
dan
Akuntabilitas
Keuangan SKPD (Y)

Hasil Penelitian
Secara terpisah dan atau
bersama-sama penyajian
laporan neraca daerah dan
aksesibilitas
laporan
keuangan
daerah
berpengaruh
positif
terhdap transparansi dan
akuntabilitas pengelolaan
keuangan daerah
Penyajian
Laporn
Keuangan
Daerah
berpengaruh
positif
terhadap
transaparansi
dan
akuntabilitas
pengelolaan
keuangan
daerah
Secara terpisah dan atau
bersama-sama penyajian
Laporan Keuangan SKPD
dan
Aksesibilitas
Keuangan
SKPD
Berpengaruh
Positif
terhadap
Transparansi
dan
Akuntabilitas
Pengelolaan
Keuangan
SKPD

C. Kerangka Konseptual dan Hipotesis
1. Kerangka Konseptual
Kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori
berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasikan sebagai masalah
penting (Sumarni 2006: 27). Suatu kerangka berpikir akan menghubungkan secara

Universitas Sumatera Utara

teoritis antar variabel penelitian yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Pada
penelitian ini, penulis menggunakan penyajian laporan keuangan daerah (X1) dan
Aksesibilitas Laporan Keuangan (X2) sebagai variabel bebas yang akan diteliti
pengaruhnya terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan
daerah sebagai variabel terikat (Y).
Hubungan antara Penyajian Laporan Keuangan Daerah dan Aksesibilitas
Laporan Keuangan terhadap Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan
Keuangan Daerah digambarkan dalam kerangka konseptual berikut :

Penyajian Laporan

H1

Keuangan Daerah (X1)
Aksesibilitas Laporan

Transparansi dan
Akuntabilitas Pengelolaan
Keuangan Daerah

H2
(Y)

Keuangan (X2)

Gambar 2.1
Kerangka Konseptual
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan bertujuan umum untuk
memenuhi kebutuhan informasi dari semua kelompok pengguna. Dengan
demikian, laporan keuangan pemerintah tidak dirancang untuk memenuhi
kebutuhan spesifik dari masing-masing kelompok pengguna. Namun, berhubung
laporan keuangan pemerintah berperan sebagai wujud akuntabilitas pengelolaan
keuangan negara, maka komponen laporan yang disajikan setidak-tidaknya
mencakup jenis laporan dan elemen informasi yang diharuskan oleh ketentuan

Universitas Sumatera Utara

perundang-undangan (statutory reports). Selain itu, karena pajak merupakan
sumber utama pendapatan pemerintah, maka ketentuan laporan keuangan yang
memenuhi kebutuhan informasi para pembayar pajak perlu mendapat perhatian.
Pengungkapan

informasi

yang

lengkap

dalam

laporan

keuangan

akan

meningkatkan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah dan apabila
pemerintah memberikan akses yang mudah bagi masyarakat untuk mengetahui,
mendapatkan dan menilai laporan keuangan tersebut maka

transparansi dan

akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah akan semakin meningkat.

2. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kerangka berpikir diatas, dapat ditarik hipotesis penelitian
bahwa:
H1

: Penyajian laporan keuangan daerah berpengaruh positif terhadap
transparansi dan akuntabilitas pengelolaan laporan keuangan daerah.

H2

: Aksesibilitas laporan keuangan berpengaruh terhadap transparansi dan
akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

H3

: Penyajian laporan keuangan daerah dan aksesibilitas laporan keuangan
secara simultan berpengaruh terhadap transparansi dan akuntabilitas
pengelolaan keuangan daerah.

Universitas Sumatera Utara

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan sejak bulan Pebruari 2011 dan direncanakan berakhir
pada bulan Juni 2011, di wilayah pemerintah kabupaten Samosir dengan
memberikan kuisioner kepada responden yang menjadi sampel pada wilayah
tersebut.
B. Teknik Penentuan Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiono, 2007:115). Populasi
dalam penelitian ini adalah sebanyak 67 SKPD yang berfungsi sebagai entitas
akuntansi yang terlibat dalam proses pengelolaan keuangan daerah mulai dari
tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pertanggungjawaban hingga
tahap pelaporan di lingkungan pemerintahan kabupaten Samosir.
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut (Sugiono, 2007:116). Pengambilan sampel dalam penelitian ini
menggunakan teknik non-probability sampling dengan cara quota sampling, yaitu
teknik pengambilan sampel digunakan untuk memastikan bahwa berbagai subgrup
dalam populasi telah terwakili dengan berbagai karakteristik sampel sampai batas
tertentu seperti yang dikehendaki oleh peneliti (Kuncoro,2003:120). Sampel yang
diambil dalam penelitian ini sebanyak 56 orang responden yang terdiri dari kepala

Universitas Sumatera Utara

SKPD, sekretaris, kepala bidang, kepala seksi maupun staf dari masing-masing
SKPD yang terlibat dalam proses pengelolaan keuangan daerah di lingkungan
pemerintah daerah kabupaten Samosir. Langkah-langkah pengambilan sampel
adalah sebagai berikut:
1. kuesioner dikirim ke seluruh anggota populasi,
2. setelah satu minggu, kuesioner yang telah diisi oleh anggota populasi ditarik
kembali,
3. apabila masih ada anggota populasi yang belum menyelesaikan pengisian
kuesioner maka kepada mereka diberi tambahan waktu satu minggu lagi untuk
menyelesikannya.
Setelah batas waktu yang ditentukan maka kuesioner akan dikumpulkan
semua dan apabila jumlah kuesioner yang telah kembali telah melebihi 56 maka
data tersebut akan langsung diolah, tetapi jika jumlah tersebut belum tercapai juga
maka akan dicoba lagi sampai jumlah tersebut bisa tercukupi.

No
1
2
3
4
5

Tabel 3.1
Jumlah Sampel
Pekerjaan/Jabatan
Kepala SKPD
Sekretaris
Kepala Bidang
Kepala Seksi
Staf
Jumlah

Jumlah
5
12
6
12
23
58

C. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini akan dilakukan dengan teknik
wawancara yaitu dengan melakukan survey kuesioner. Jenis data yang
dikumpulkan dan digunakan bersifat kuantitatif, terdiri atas data primer yaitu data

Universitas Sumatera Utara

yang diperoleh langsung dari obyek penelitian dengan memberikan kuesioner
kepada responden untuk memperoleh informasi tentang pengaruh penyajian
laporan keuangan daerah dan aksesibilitas laporan keuangan terhadap transparansi
dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah pada pemerintah kabupaten
Samosir.
D. Defenisi Operasional
Penelitian ini adalah penelitian dengan “metode kausalitas yaitu penelitian
yang menunjukkan arah hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat,
disamping mengukur hubungannya” (Kuncoro, 2003:10). Variabel-variabel yang
akan digunakan dalam penelitian ini antara lain :
1. variabel independen yaitu variabel yang dapat mempengaruhi perubahan
dalam variabel dependen dan mempunyai hubungan yang positif atau negatif
bagi variabel dependen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah
penyajian laporan keuangan daerah (X1) dan aksesibilitas laporan keuangan
(X2),
2. variabel dependen yaitu variabel yang menjadi perhatian utama dalam sebuah
pengamatan. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah transparansi dan
akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah (Y).
Pengukuran variabel menggunakan skala likert yaitu dimana responden
menyatakan tingkat setuju atau tidak setuju mengenai keberadaan pernyataan
mengenai perilaku, obyek, atau kejadian (Kuncoro, 2003:157).
Jawaban akan diberi skor :
Skor 1 = sangat tidak setuju

Universitas Sumatera Utara

Skor 2 = tidak setuju
Skor 3 = ragu-ragu atau netral
Skor 4 = setuju
Skor 5 = tidak setuju
Laporan keuangan pokok terdiri dari :
(a) laporan realisasi anggaran,
(b) neraca,
(c) laporan arus kas,
(d) catatan atas laporan keuangan.
Berdasarkan lampiran II PP No. 24 Tahun 2005 Kerangka Konseptual
Akuntansi Pemerintahan poin 32-37 bahwa karakteristik kualitatif laporan
keuangan adalah ukuran-ukuran normatif yang perlu diwujudkan dalam
informasi keuangan sehingga dapat memenuhi tujuannya. Keempat
karakteristik berikut ini merupakan prasyarat normative yang diperlukan agar
laporan keuangan pemerintah dapat memenuhi kualitas yang dikehendaki :
(a) Relevan; (b) Andal; (c) Dapat dibandingkan; dan (d) Dapat dipahami.
Relevan
Laporan keuangan bisa dikatakan relevan apabila informasi yang dimuat di
dalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna dengan membantu
mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu atau masa kini dan memprediksi
masa depan serta menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi mereka di masa
lalu.
Informasi yang relevan :
(a)Memiliki manfaat umpan balik
Informasi memungkinkan pengguna untuk menegaskan alat mengoreksi
ekspektasi mereka di masa lalu.
(b)Memiliki manfaat prediktif
Informasi dapat membantu pengguna untuk memprediksi masa yang akan
datang berdasarkan hasil masa lalu dan kejadian masa kini.
(c)Tepat waktu
Informasi disajikan tepat waktu sehingga dapat berpengaruh dan berguna
dalam pengambilan keputusan.
(d)Lengkap
Informasi akuntansi keuangan pemerintah disajikan selengkap mungkin
yaitu mencakup semua informasi akuntansi yang dapat mempengaruhi
pengambilan keputusan.

Universitas Sumatera Utara

Andal
Informasi dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan
dan kesalahan material, menyajikan setiap fakta secara jujur, serta dapat
diverifikasi. Informasi mungkin relevan, tetapi jika hakikat atau penyajiannya
tidak dapat diandalkan maka penggunaan informasi tersebut secara potensial
dapat menyesatkan.
Dapat dibandingkan
Informasi yang termuat dalam laporan keuangan akan lebih berguna jika
dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya atau
laporan keuangan entitas pelaporan lain pada umumnya. Perbandinagn dapat
dilakukan secara internal dan eksternal. Perbandingan secara internal dapat
dilakukan bila suatu entitas menerapkan kebijakan akuntansi yang sama dari
tahun ke tahun. Perbandingan secara eksternal dapat dilakukan bila entitas
yang diperbandingkan menerapkan kebijakan akuntansi yang sama.
Dapat dipahami
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami oleh
pengguna dan dinyatakan dalam bentuk serta istilah yang disesuaikan dengan
batas pemahaman para pengguna. Untuk itu, pengguna diasumsikan memiliki
pengetahuan yang memadai atas kegiatan dan lingkungan operasi entitas
pelaporan, serta adanya kemauan pengguna untuk untuk mempelajari
informasi yang dimaksud.
Berdasarkan penjelasan diatas maka menurut Hanim (2009) pertanyaan
tertutup yang akan diajukan adalah sebagai berikut :
1. laporan keuangan kabupaten Samosir mengungkapkan informasi yang
memungkinkan pengguna mengoreksi ekspektasi mereka di masa lalu,
2. informasi yang disajikan dalam laporan keuangan kabupaten Samosir dapat
membantu pengguna memprediksi masa yang akan datang berdasarkan hasil
masa lalu dan kejadian masa kini,
3. laporan keuangan kabupaten Samosir disajikan tepat waktu sehingga dapat
berpengaruh dan berguna dalam pengambilan keputusan
4. informasi akuntansi pemerintah kabupaten Samosir disajikan selengkap
mungkin

yang

mencakup

semua

informasi

akuntansi

yang

dapat

mempengaruhi pengambilan keputusan,

Universitas Sumatera Utara

5. Laporan keuangan pemerintah kabupaten Samosir menggambarkan dengan
jujur transaksi serta peristiwa lainnnya yang seharusnya disajikan atau secara
wajar dapat diharapkan untuk disajikan,
6. informasi yang disajikan dalam laporan keuangan kabupaten Samosir dapat
diuji, dan apabila pengujian dilakukan lebih dari sekali oleh yang berbeda,
hasilnya tetap menunjukkan simpulan yang tidak berbed jauh,
7. informasi yang disajikan dalam laporan keuangan kabupaten Samosir dapat
dipahami oleh pengguna karena dinyatakan dalam bentuk serta istilah yang
disesuaikan dengan batas pemahaman para pengguna.
Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah adalah tingkat
pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah yang bersifat komprehensif
dan mencakup aspek kebijakan serta penggunaan anggaran kepada publik.
Menurut

Badan Perencanaan Pembangunan

Nasional (2003)

bahwa

Transparansi dan Akuntabilitas dapat diindikasikan dari hal berikut :
1. pembuatan keputusan sudah memenuhi standar etika dan nilai-nilai yang
berlaku, artinya sesuai dengan prinsip-prinsip administrasi yang benar maupun
nilai-nilai yang berlaku bagi stakeholders,
2. adanya kejelasan dari sasaran kebijakan yang diambil, dan sudah sesuai
dengan visi dan misi organisasi, serta standar yang berlaku,
3. adanya mekanisme yang menjamin bahwa standar telah terpenuhi, dengan
konsekuensi mekanisme pertanggungjawaban jika standar tersebut tidak
terpenuhi,

Universitas Sumatera Utara

4. konsistensi maupun kelayakan dari target operasional yang telah ditetapkan
maupun prioritas dalam mencapai target tersebut,
5. penyebarluasan informasi mengenai suatu keputusan, melalui media massa,
media nirmassa, maupun media komunikasi personal,
6. terdapat akurasi dan kelengkapan informasi yang berhubungan dengan caracara mencapai sasaran suatu program,
7. ketersediaan sistem informasi manajemen dan monitoring hasil yang telah
dicapai pemerintah,
8. mekanisme yang memfasilitasi pelaporan maupun penyebaran informasi
maupun penyimpangan tindakan aparat publik didalam kegiatan melayani. .
Berdasarkan indikator diatas maka menurut Hanim (2009) dapat disusun
pertanyaan tertutup sebagai berikut :
1. pembuatan laporan keuangan pemerintah kabupaten sudah memenuhi standar
etika dan nilai-nilai yang berlaku, artiny

Dokumen yang terkait

Pengaruh Penyajian dan Aksesibilitas Laporan Keuangan Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah

0 8 1

PENGARUH PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN DAERAH DAN AKSESIBILITAS LAPORAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP AKUNTABILITAS KEUANGAN DAERAH PADA KABUPATEN PRINGSEWU

7 46 63

PENGARUH PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN DAERAH DAN AKSESIBILITAS LAPORAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN KLATEN.

2 5 14

PENGARUH PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN DAERAH DAN AKSESIBILITAS LAPORAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP PENGARUH PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN DAERAH DAN AKSESIBILITAS LAPORAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN KLATEN.

3 8 14

PENDAHULUAN PENGARUH PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN DAERAH DAN AKSESIBILITAS LAPORAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN KLATEN.

0 4 8

PENUTUP PENGARUH PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN DAERAH DAN AKSESIBILITAS LAPORAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN KLATEN.

0 3 34

PENGALAPO Pengaruh Penyajian Laporan Keuangan, Aksesibilitas Laporan Keuangan Terhadap Transparansi dan Akuntabilitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali.

0 3 15

BAB 1 PENDAHULUAN Pengaruh Penyajian Laporan Keuangan, Aksesibilitas Laporan Keuangan Terhadap Transparansi dan Akuntabilitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali.

0 4 8

PENL Pengaruh Penyajian Laporan Keuangan, Aksesibilitas Laporan Keuangan Terhadap Transparansi dan Akuntabilitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali.

0 3 16

PENGARUH PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN, AKSESIBILITAS LAPORAN KEUANGAN DAN PENYAJIAN NERACA TERHADAP AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH ( Studi Empiris Pada Pemerintah Kabupaten Kudus )

0 0 12

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23