Gambaran Konsep Diri pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan USU

(1)

FAKULTAS KEPERAWATAN USU

Skripsi Oleh:

Melanie Sigalingging 111101090

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


(2)

Skripsi Oleh:

Melanie Sigalingging 111101090

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


(3)

(4)

(5)

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang dengan penuh kasih senantiasa menyertai dan memberkati penulis, sehingga dapat menyusun dan menyelesaikan skripsi dengan judul “Gambaran Konsep Diri pada Mahasiswa Keperawatan USU” dengan baik. Skripisi ini merupakan kegiatan sebagai salah syarat dalam menyelesaikan tugas akhir di Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.

Penulis selama melakukan penelitian dan penyusuanan skripisi ini, memperoleh bantuan moril dan materiil dari berbagaai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih yang tulus terutama kepada:

1. dr. Dedi Ardinata, M.Kes selaku Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara dan Ibu Erniyati S.Kp, MNS selaku Pembantu Dekan I Fakultas Keperawatan.

2. Ibu Roxsana Devi Tumanggor, S.Kep, Ns, M.Nurs selaku dosen pembimbing skripsi yang telah memberikan masukan dan nasehat kepada penulis terhadap proses penyusunan.

3. Ibu Reni Asmara Ariga, S.Kp, MARS selaku dosen penguji I dan Ibu Sri Eka Wahyuni, S.Kep, Ns, M.Kep selaku dosen penguji II yang telah memberikan saran dan arahan untuk memperbaiki skripsi ini.

4. Ibu Ellyta Aizar, S.Kp selaku dosen pembimbing akademik di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.

5. Seluruh mahasiswa S1 KBK tingkat pertama, kedua dan ketiga yang telah bersedia menjadi responden dan membantu selama proses penelitian.


(6)

7. Sahabat dan teman-teman penulis yang selalu memberikan bantuan, semangat, dukungan dan perhatian kepada penulis.

Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam penyelesaian skripsi ini.

Medan, Agustus 2015


(7)

Halaman

Halaman Judul ... i

Halaman Pengesahan Orisinalitas ... ii

Lembar pengesahan Hasil Sidang ... iii

Kata Pengantar ... iv

Daftar Isi ... vi

Daftar Skema ... ix

Daftar Tabel ... x

Abstrak ... xii

Bab 1. Pendahuluan ... 1

1. Latar Belakang ... 1

2. Perumusan Masalah ... 4

3. Tujuan Penelitian ... 4

4. Manfaat Penelitian ... 5

Bab 2. Tinjauan Pustaka ... 7

1. Konsep Diri ... 7

1.1Definisi Konsep Diri ... 7

1.2Perkembangan Konsep Diri ... 7

1.3Komponen Konsep Diri ... 9

1.4Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsep Diri ... 12

1.5Jenis-Jenis Konsep Diri... 14

1.6Dimensi Konsep Diri ... 16

1.7Ciri-Ciri Kepribadian Sehat ... 16

2. Mahasiswa... 17

Bab 3. Kerangka Penelitian... 19

1. Kerangka Penelitian ... 19

2. Definisi Operasional ... 21

Bab 4. Metodologi Penelitian ... 23

1. Desain Penelitian ... 23

2. Populasi dan Sampel ... 23

3. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 24

4. Pertimbangan Etik ... 25

5. Instrument Penelitian ... 26

6. Validasi dan Reabilitas ... 26

7. Pengumpulan Data ... 27


(8)

1.4Distribusi Identitas Personal ... 31

1.5Distribusi Ideal Diri ... 33

1.6Distribusi Harga Diri... 34

1.7Distribusi Penampilan Peran ... 35

2. Pembahasan ... 36

2.1.Gambaran Citra Tubuh pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan USU... 36

2.2Gambaran Identitas Personal pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan USU... 37

2.3Gambaran Ideal Diri pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan USU... 38

2.4Gambaran Harga Diri pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan USU... 39

2.5Gambaran Penampilan Peran pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan USU... 40

Bab 6. Kesimpulan dan Saran ... 41

1.1Kesimpulan ... 41

1.2Saran ... 42

Daftar Pustaka ... 43 Lampiran-lampiran

Lampiran 1. Inform concent Lampiran 2. Instrument Penelitian

Lampiran 3. Tabel Uji Reliabilitas Mahasiswa Fakultas Keperawatan USU

Lampiran 4. Distribusi frekuensi dan persentase Konsep Diri Mahasiswa Fakultas Keperawatan USU

Lampiran 5. Distribusi frekuensi dan persentase Konsep Diri Mahasiswa Tingkat Pertama Lampiran 6. Distribusi frekuensi dan persentase Konsep Diri Mahasiswa Tingkat Kedua Lampiran 7. Distribusi frekuensi dan persentase Konsep Diri Mahasiswa Tingkat Ketiga


(9)

Lampiran 9. Distribusi frekuensi dan persentase identitas personal mahasiswa Fakultas Keperawatan USU

Lampiran 10. Distribusi frekuensi dan persentase ideal diri mahasiswa Fakultas Keperawatan USU

Lampiran 11. Distribusi frekuensi dan persentase harga diri mahasiswa fakultas Keperawatan USU

Lampiran 12. Distribusi frekuensi dan persentase penampilan peran mahasiswa Fakultas Keperawatan USU

Lampiran 13. Lembar Bukti Bimbingan Lampiran 14. Jadwal Tentatif

Lampiran 15. Taksasi Dana Lampiran 16. Riwayat Hidup

Lampiran 17. Surat Pernyataan Keaslian Terjemahan Lampiran 18. Lembar Persetujuan Validitas

Lampiran 19. Surat Persetujuan Komisi Etik Kesehatan Fakultas Keperawatan USU Lampiran 20. Surat Izin Melakukan Reliabilitas

Lampiran 21. Surat Izin Melakukan Penelitian dan Pengambilan Data Lampiran 22. Surat Keterangan Selesai Melakukan Penelitian


(10)

DAFTAR SKEMA

Nomor Judul

Halaman

Skema 1. Kerangka penelitian gambaran konsep diri pada mahasiswa fakultas Keperawatan USU...


(11)

DAFTAR TABEL

No. Tabel Judul Halaman

Tabel 3.2 Variabel Penelitian. Definisi Operasional, Alat Ukur, Hasil Ukur, Skala Ukur ...20 Tabel 5.1 Distribusi Frekuensi dan Persentase karakteristik mahasiswa

Fakultas Keperawatan USU tahun 2015 (n=208) ...29 Tabel 5.2 Distribusi frekuensi dan persentase konsep diri mahasiswa

Fakultas Keperawatan USU tahun 2015 (n=208) berdasarkan konsep diri positif dan negatif ...30 Tabel 5.3 Distribusi frekuensi dan persentase konsep diri mahasiswa

Fakultas Keperawatan USU tingkat pertama tahun 2015 (n=208) berdasarkan konsep diri positif dan negatif ...30 Tabel 5.4 Distribusi frekuensi dan persentase konsep diri mahasiswa

Fakultas Keperawatan USU tingkat kedua tahun 2015 (n=208) berdasarkan konsep diri positif dan negatif ...31 Tabel 5.5 Distribusi frekuensi dan persentase konsep diri mahasiswa

Fakultas Keperawatan USU tingkat ketiga tahun 2015 (n=208) berdasarkan konsep diri positif dan negatif ...31 Tabel 5.6 Distribusi frekuensi dan persentase citra tubuh mahasiswa

Fakultas Keperawatan USU tahun 2015 (n=208) berdasarkan citra tubuh positif dan negatif ...32 Tabel 5.7 Distribusi frekuensi dan persentase citra tubuh mahasiswa

Fakultas Keperawatan USU tahun 2015 (n=208) ...32 Tabel 5.8 Distribusi frekuensi dan persentase identitas personal

mahasiswa Fakultas Keperawatan USU tahun 2015 (n=208) berdasarkan identitas diri jelas dan tidak jelas...32 Tabel 5.9 Distribusi frekuensi dan persentase identitas

personal mahasiswa Fakultas Keperawatan USU tahun 2015 (n=208) ...33 Tabel 5.10 Distribusi frekuensi dan persentase ideal diri mahasiswa fakultas

Keperawatan USU tahun 2015 (n=208) berdasarkan penilaian realistis dan tidak realistis ...34


(12)

Tabel 5.11 Distribusi frekuensi dan persentase ideal diri mahasiswa fakultas Keperawatan USU tahun 2015 (n=208) ...34 Tabel 5.12 Distribusi frekuensi dan persentase harga diri mahasiswa

fakultas Keperawatan USU tahun 2015 (n=208) berdasarkan harga diri tinggi dan rendah ...35

Tabel 5.13 Distribusi frekuensi dan persentase harga diri mahasiswa fakultas Keperawatan USU tahun 2015 (n=208) ...35 Tabel 5.14 Distribusi frekuensi dan persentase penampilan

peran mahasiswa Fakultas Keperawatan USU tahun 2015 (n=208) ...36 Tabel 5.15 Distribusi frekuensi dan persentase penampilan peran

mahasiswa Fakultas Keperawatan USU tahun 2015 (n=208) berdasarkan penampilan peran memuaskan dan tidak memuaskan ...37


(13)

ABSTRAK

Judul : Gambaran Konsep Diri pada Mahasiswa Fakultas

Keperawatan USU

Nama : Melanie Sigalingging

Nim : 111101090

Jurusan : Ilmu Keperawatan

Tahun Akademik : 2014-2015

Konsep diri merupakan hasil dari pengeksplorasian dan pengalaman dengan tubuh individu yang dilakukan untuk menilai dan menggambarkan diri sendiri. Konsep diri sebagai hasil dari pengalaman unik seseorang dalam dirinya sendiri, dengan orang terdekat , dan dengan lingkungan sekitar. Sekolah merupakan konteks sosial yang sangat baik bagi individu dimana setiap individu melakukan interaksi dengan teman sebaya, guru, dan mengalami banyak pengalaman hidup. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan konsep diri mahasiswa Fakultas Keperawatan USU. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel yaitu accidental sampling dengan jumlah responden 208 mahasiswa dari jumlah populasi 433 mahasiswa. Hasil penelitian ini didapat bahwa mayoritas mahasiswa memiliki konsep diri yang positif, yaitu sebanyak 189 mahasiswa (90,9%), sedangkan konsep diri mahasiswa negatif hanya 19 mahasiswa (19,1%). Pada setiap komponennya didapat bahwa citra tubuh mahasiswa adalah positif yaitu 188 mahasiswa (90,4%), identitas personal jelas yaitu 197 mahasiswa (94,7%), ideal diri realistis, yaitu sebanyak 90 mahasiswa (91,3%), harga diri tinggi yaitu sebanyak 154 mahasiswa (74%) dan penampilan peran memuaskan sebanyak 184 mahasiswa (88,5%). Meskipun demikian diharapkan instansi pendidikan dan staff pengajar dapat mengembangkan bentuk pendidikan terkait konsep diri ke dalam kurikulum keperawatan untuk mengembangkan wawasan mahasiswa akan pentingnya seorang individu memiliki konsep diri yang positif.


(14)

(15)

ABSTRAK

Judul : Gambaran Konsep Diri pada Mahasiswa Fakultas

Keperawatan USU

Nama : Melanie Sigalingging

Nim : 111101090

Jurusan : Ilmu Keperawatan

Tahun Akademik : 2014-2015

Konsep diri merupakan hasil dari pengeksplorasian dan pengalaman dengan tubuh individu yang dilakukan untuk menilai dan menggambarkan diri sendiri. Konsep diri sebagai hasil dari pengalaman unik seseorang dalam dirinya sendiri, dengan orang terdekat , dan dengan lingkungan sekitar. Sekolah merupakan konteks sosial yang sangat baik bagi individu dimana setiap individu melakukan interaksi dengan teman sebaya, guru, dan mengalami banyak pengalaman hidup. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan konsep diri mahasiswa Fakultas Keperawatan USU. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel yaitu accidental sampling dengan jumlah responden 208 mahasiswa dari jumlah populasi 433 mahasiswa. Hasil penelitian ini didapat bahwa mayoritas mahasiswa memiliki konsep diri yang positif, yaitu sebanyak 189 mahasiswa (90,9%), sedangkan konsep diri mahasiswa negatif hanya 19 mahasiswa (19,1%). Pada setiap komponennya didapat bahwa citra tubuh mahasiswa adalah positif yaitu 188 mahasiswa (90,4%), identitas personal jelas yaitu 197 mahasiswa (94,7%), ideal diri realistis, yaitu sebanyak 90 mahasiswa (91,3%), harga diri tinggi yaitu sebanyak 154 mahasiswa (74%) dan penampilan peran memuaskan sebanyak 184 mahasiswa (88,5%). Meskipun demikian diharapkan instansi pendidikan dan staff pengajar dapat mengembangkan bentuk pendidikan terkait konsep diri ke dalam kurikulum keperawatan untuk mengembangkan wawasan mahasiswa akan pentingnya seorang individu memiliki konsep diri yang positif.


(16)

(17)

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Studi tentang konsep diri memiliki sejarah panjang yang progresif . Konsep diri merupakan keseluruhan dari pikiran, pengetahuan, kepercayaan, dan keyakinan individu tentang dirinya serta bagaimana individu mengetahui tentang dirinya dan mempengaruhi hubungannya dengan orang lain (Stuart & Sundeen, 1987). Konsep diri adalah cara individu melihat dirinya secara utuh termasuk persepsi individu tentang sifat dan potensi yang dimilikinya, interaksi individu dengan orang lain maupun lingkungannya, nilai-nilai yang berkaitan dengan pengalaman dan objek serta tujuan, harapan, dan keinginannya (Sunaryo, 2004).

Konsep diri dikembangkan melalui proses yang sangat kompleks dan melibatkan banyak variabel. Konsep diri memberikan kerangka acuan yang mempengaruhi manajemen individu terhadap situasi dan hubungan individu dengan orang lain (Tarwoto, 2003). Interaksi individu dengan orang tua, guru, teman atau orang yang berpengaruh dalam kehidupannya dapat mempengaruhi perkembangan konsep diri individu (Slameto, 2003). Pendapat ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Sandhu (2014) yang menyatakan bahwa konsep diri tumbuh dalam konteks sosial . Sekolah adalah konteks sosial yang sangat baik bagi mahasiswa. Konsep diri bisa dipelajari dan tidak bawaan . Konsep diri secara bertahap muncul dan dibentuk melalui pengalaman yang dirasakan berulang. Hal ini dikembangkan terus-menerus melalui asimilasi ide-ide baru dan pengusiran ide-ide-ide-ide lama .


(18)

Konsep diri yang sehat mempunyai tingkat kestabilan yang tinggi dan membangkitkan perasaan negatif atau positif yang ditujukan pada diri. Perubahan dalam konsep diri terjadi selama transisi hidup berubah. Sepanjang hidup individu menjalani berbagai perubahan peran. Perubahan normal yang berkaitan dengan pertumbuhan dan maturasi mengakibatkan transisi perkembangan. Perkembangan konsep diri merupakan proses yang terjadi sepanjang hidup individu (Tarwoto, 2003).

Erikson (1968 dalam Calhoun & Acocella, 1990) menyatakan bahwa individu yang memiliki konsep diri negatif tidak memiliki kestabilan dan keutuhan diri. Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa konsep diri sebagai faktor yang dapat membantu dalam memilih strategi koping (Sung, 2011). Pada penelitian yang dilakukan oleh Jang (2001), dinyatakan bahwa para siswa SMA dengan konsep diri yang positif cenderung memiliki kemampuan dalam pemecahan masalah sosial yang tinggi .

Masa remaja sebagai masa yang potensial untuk mengembangkan konsep diri, sebab masa remaja merupakan masa yang penuh dengan tekanan yang memungkinkan individu menemukan identitas dirinya. Stuart & Sundeen (1987) Keadaan fisik sangat mempengaruhi seluruh kepribadian individu. Penilaian yang positif terhadap keadaan fisik seseorang, baik dari diri sendiri maupun dari orang lain, sangat membantu perkembangan konsep diri ke arah yang positif. Hal ini disebabkan hal positif akan menumbuhkan rasa puas terhadap keadaan diri. Rasa puas ini merupakan awal dari sikap positif terhadap diri sendiri. Stuart & Sundeen (1987) menyatakan bahwa fisik individu lebih dianggap penting selama usia


(19)

remaja daripada periode usia lainnya dalam hidup. Citra tubuh selama remaja merupakan elemen yang sangat penting dalam pembentukan konsep diri dan memfasilitasi atau memperlambat pencapaian status dan hubungan sosial yang memadai.

Mahasiswa tingkat pertama, kedua, dan ketiga merupakan inidividu yang berada pada tahap remaja akhir. Mahasiswa sebagai suatu komponen pendidikan diproses dalam proses pendidikan untuk menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional (Hamalik, 2008). Peserta didik pada masa remaja memiliki kebutuhan tertentu yang perlu mendapat pemuasan melalui insitusi pendidikan, diantaranya belajar dan sukses di tempat pendidikan, kemampuan sosial, dan penyesuaian jabatan (Hamalik, 2008). Mahasiswa mengalami perubahan bentuk belajar peralihan status pelajar menuju perkuliahan seperti, metode pembelajaran, jadwal perkuliahan, praktikum, dan adanya skills lab, aktifitas tersebut menuntut mahasiswa untuk aktif dalam proses belajar mengajar melalui media yang ada. Mengikuti kegiatan akademik seperti diskusi, presentasi, mengikuti ujian dan presentase kehadiran merupakan persyaratan akademik di pendidikan tinggi.

Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti menarik kesimpulan bahwa konsep diri merupakan suatu persepsi individu tentang dirinya sendiri dan konsep diri akan selalu berhubungan dengan kehidupan individu seperti lingkungan, orang-orang yang berinteraksi dengan individu, dan seluruh pengalaman-pengalaman yang dialami individu secara dalam kehidupannya yang akan berpengaruh terhadap kehidupan individu. Sehingga peneliti berpendapat bahwa penting untuk


(20)

dilakukan penelitian tentang gambaran konsep diri pada mahasiswa untuk mengetahui bagaimana gambaran konsep diri pada mahasiswa Fakultas Keperawatan USU.

1. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu bagaimana gambaran konsep diri pada mahasiswa S1 keperawatan Fakultas Keperawatan USU

2. Pertanyaan Penelitian 2.1Tujuan Umum

Bagaimana gambaran konsep diri pada mahasiswa Si tingkat pertama, kedua, dan ketiga Fakultas Keperawatan USU?

2.2Tujuan Khusus

1. Bagaimana gambaran citra tubuh pada mahasiswa S1 KBK Fakultas Keperawatan USU?

2. Bagaimana gambaran identitas personal mahasiswa S1 KBK Fakultas Keperawatan USU?

3. Bagaimana gambaran ideal diri pada mahasiswa S1 KBK Fakultas Keperawatan USU?

4. Bagaimana gambaran harga diri pada mahasiswa S1 KBK Fakultas Keperawatan USU?

5. Bagaimana gambaran penampilan peran pada mahasiswa S1 KBK Fakultas Keperawatan USU?

3. Tujuan Penelitian 3.1Tujuan Umum


(21)

Untuk mengetahui bagaimana gambaran konsep diri pada mahasiswa S1 KBK tingkat pertama, kedua, dan ketiga di Fakultas Keperawatan USU 3.2Tujuan Khusus

1. Untuk mengetahui bagaimana gambaran citra tubuh pada mahasiswa S1 KBK Fakultas Keperawatan USU?

2. Untuk mengetahui bagaimana gambaran identitas personal mahasiswa S1 KBK Fakultas Keperawatan USU?

3. Untuk mengetahui bagaimana gambaran ideal diri pada mahasiswa S1 KBK Fakultas Keperawatan USU?

4. Untuk mengetahui bagaimana gambaran harga diri pada mahasiswa S1 KBK Fakultas Keperawatan USU?

5. Untuk mengetahui bagaimana gambaran penampilan peran pada mahasiswa S1 KBK Fakultas Keperawatan USU?

4. Manfaat Penelitian

4.1 Pendidikan Keperawatan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi dan pengetahuan kepada mahasiswa keperawatan tentang pentingnya meningkatkan konsep diri dan instansi pendidikan khususnya fakultas keperawatan dapat menambahkan program terkait konsep diri ke dalam kurikulum keperawatan.

4.2 Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi dan pengetahuan kepada mahasiswa keperawatan tentang pentingnya


(22)

meningkatkan konsep diri dan instansi pendidikan khususnya fakultas keperawatan dapat menambahkan program terkait konsep diri ke dalam kurikulum keperawatan.


(23)

TINJAUAN PUSTAKA

2.1Konsep Diri

2.1.1 Definisi Konsep Diri

Konsep diri diidentifikasikan sebagai semua pikiran, keyakinan dan kepercayaan yang membuat seseorang mengetahui tentang dirinya dan mempengaruhi hubungannya dengan orang lain (Muwarni, 2009). Beck & Rawlins (1986) dalam Muwarni (2009) mendefinisikan konsep diri sebagai cara individu memandang dirinya secara utuh fisikal, emosional, intelektual sosial dan spiritual dan pengamatan diri yang dilakukan untuk menilai dan menggambarkan diri sendiri (Rahkmat, 2003).

Calhoun & Acocella (1990) konsep diri mempengaruhi setiap aspek pengalaman individu-pikiran individu, perasaan individu, persepsi, dan tingkah laku individu. Konsep diri tidak terbentuk waktu lahir; tetapi dipelajari sebagai hasil dari pengalaman unik seseorang dalam dirinya sendiri, dengan orang terdekat , dan dengan realitas dunia (Stuart & Sundeen, 1998)

2.1.2 Perkembangan Konsep Diri

Secara umum perkembangan konsep diri belum ada saat lahir, konsep diri berkembang secara bertahap mulai dari bayi (Suliswati, Maruhawa, Sianturi, Sumijatun, 2005). Saat bayi, individu mengenal lingkungan dan membedakan dirinya dengan orang lain, konsep diri dipelajari melalui kontak sosial dan pengalaman yang berhubungan dengan orang lain (Muwarni, 2009). Namun


(24)

keadaan menyatu dengan lingkungan tidak berlangsung lama. Secara perlahan, hari demi hari, selama kehidupan tahun pertama, individu mulai membedakan antara “aku” dan “bukan aku” (Calhoun & Acocella, 1990).

Pandangan individu tentang dirinya dipengaruhi oleh bagaimana individu mengartikan pandangan orang lain tentang dirinya. Proses yang berkesinambungan dari perkembangan konsep diri dipengaruhi oleh pengalaman interpersonal dan kultural yang memberikan perasaan positif, memahami kompetensi pada area yang bernilai bagi individu dan dipelajari melalui akumulasi kontak-kontak sosial dan pengalaman dengan orang lain (Suliswati, et al., 2005).

Ada 3 faktor yang membentuk pengembangan konsep diri menurut Soemanto (2006), yakni: “school experiences, child rearing practices, and physical growth and development”. 1. School experiences: Pengembangan konsep diri seseorang dipengaruhi oleh pengalamannya di masa sekolah. 2. Child rearing practices: Keluarga sangat berperan penting dalam pengembangan konsep diri anak. Jika anak dididik dengan dukungan yang positif dan mendapat penerimaan dari orang tua anak cenderung akan memiliki konsep diri yang positif. Peran keluarga dalam pembentukan konsep diri anak seperti menghargai dan mendorong kreatifitas anak, menghasilkan perasaan positif, dan penerimaan keluarga akan kemampuan anak sesuai dengan perkembangannya (Riyadi & Purwanto, 2009) 3. Physical growth and development: Jika seseorang dalam pertumbuhannya mengalami kesenangan, interaksi penuh kasih sayang, maka hal ini akan diingat dan diinternalisasikan ke dalam psikis individu tersebut (Potter & Perry, 2005).


(25)

2.1.3 Komponen Konsep Diri

Konsep diri terdiri dari 5 komponen, antara lain: a. Citra Tubuh

Citra tubuh merupakan kumpulan dari sikap individu yang disadari dan tidak disadari terhadap tubuhnya meliputi persepsi masa lalu dan sekarang, serta perasaan tentang ukuran, fungsi, penampilan, dan potensi yang secara konstan berubah seiring dengan persepsi dan pengalaman-pengalaman baru (Suliswati, et al., 2005).

Citra tubuh dipengaruhi oleh pandangan pribadi tentang karakteristik dan kemampuan fisik dan oleh persepsi dari pandangan orang lain. Citra tubuh dipengaruhi oleh pertumbuhan kognitif dan perkembangan fisik. Perubahan hormonal yang terjadi pada masa remaja dapat mempengaruhi citra tubuh. Sikap, nilai kultural, dan sosial juga mempengaruhi citra tubuh (Potter & Perry, 2005).

Citra tubuh harus realistis karena semakin dapat menerima dan menyukai tubuhnya individu akan lebih bebas dan merasa aman dari kecemasan sehingga harga dirinya meningkat (Riyadi & Purwanto, 2009). Individu yang menerima tubuhnya apa adanya biasanya memiliki harga diri yang tinggi daripada individu yang tidak menyukai tubuhnya. Cara individu memandang diri mempunyai dampak yang penting pada aspek psikologisnya. Individu yang stabil, realistis dan konsisten terhadap citra tubuhnya akan memperlihatkan kemampuan baik terhadap realisasi yang akan memacu sukses di dalam kehidupan (Suliswati, et al., 2005).


(26)

Fisik individu lebih dianggap penting selama usia remaja daripada periode usia lainnya dalam hidup. Citra tubuh selama remaja merupakan elemen yang sangat penting dalam pembentukan konsep diri dan memfasilitasi atau memperlambat pencapaian status dan hubungan sosial yang memadai (Stuart & Sundeen, 1987). Gangguan citra tubuh adalah persepsi negatif tentang tubuh yang diakibatkan oleh perubahan ukuran bentuk, struktur, fungsi, dan keterbatasan tubuh (Riyadi & Purwanto, 2009).

b. Identitas Personal

Selama masa remaja tugas emosional utama seseorang adalah perkembangan rasa diri, atau identitas (Potter & Perry, 2005). Identitas diri merupakan kesadaran tentang diri sendiri yang dapat diperoleh individu dari observasi dan penilaian terhadap dirinya, menyadari individu bahwa dirinya berbeda dengan orang lain, unik dan tak ada duanya (Riyadi & Purwanto, 2009).

Identitas personal merupakan pengorganisasian prinsip dari kepribadian yang bertanggung jawab terhadap kesatuan, kesinambungan, konsistensi, dan keunikan individu. Pembentukan identitas dimulai pada masa bayi dan terus berlangsung sepanjang kehidupan tapi merupakan tugas utama pada masa remaja (Stuart & Sundeen, 1998). Dalam identitas personal ada otonomi yaitu mengerti dan percaya diri, respek terhadap diri, mampu menguasai diri, mengatur diri dan menerima diri (Suliswati, et al., 2005).

c. Ideal Diri

Ideal diri merupakan persepsi individu tentang bagaimana individu seharusnya berperilaku berdasarkan standar, aspirasi, tujuan, atau nilai personal


(27)

(Stuart & Sundeen, 1998). Standar dapat berhubungan dengan orang yang disukai/ diinginkan atau sejumlah aspirasi, tujuan, nilai yang ingin diraih (Suliswati, et al., 2005). Ideal diri akan mewujudkan cita-cita dan harapan pribadi berdasarkan norma sosial di masyarakat tempat individu tersebut melahirkan penyesuaian diri. Ideal diri berkembang pada masa kanak-kanak dan dipengaruhi oleh orang yang penting bagi dirinya seperti orang tua, teman, dan guru (Muwarni, 2009). Ideal diri penting untuk mempertahankan kesehatan dan keseimbangan mental (Suliswati, et al., 2005).

d. Harga Diri

Penilaian individu tentang nilai-nilai personal yang diperoleh dengan menganalisa seberapa baik perilaku inidividu sesuai dengan ideal diri. Harga diri yang tinggi adalah perasaan yang berakar dalam penerimaan diri sendiri tanpa syarat, walaupun melakukan kesalahan, kekalahan, dan kegagalan, tetap merasa sebagai seorang yang penting dan berharga (Stuart & Sundeen, 1998).

Harga diri diperoleh dari diri sendiri dan orang lain yaitu dicintai, dihormati dan dihargai. Individu akan merasa harga dirinya tinggi bila sering mengalami keberhasilan, sebaliknya individu akan merasa harga dirinya rendah bila sering mengalami kegagalan, tidak dicintai atau tidak diterima lingkungan. Harga diri sangat mengancam pada masa pubertas, karena pada saat ini harga diri mengalami perubahan, karena banyak keputusan yang harus dibuat menyangkut dirinya sendiri. Remaja dituntut untuk menentukan pilihan, posisi peran dan memutuskan apakah individu mampu meraih sukses dari suatu bidang tertentu (Suliswati, et al., 2005).


(28)

e. Penampilan Peran

Seseorang memiliki berbagai peran dalam kehidupannya. Penampilan peran merupakan serangkaian pola sikap perilaku yang diharapkan oleh lingkungan sosial berhubungan dengan fungsi individu di berbagai kelompok sosial. Peran yang ditetapkan adalah peran dimana seseorang tidak mempunyai pilihan misalnya seorang individu yang terlahir sebagai perempuan atau laki-laki. Peran yang diterima adalah peran yang terpilih atau dipilih oleh individu, yaitu peran sebagai anak dan sebagai mahasiswa (Stuart & Sundeen, 1998). Peran memberikan sarana untuk berperan serta dalam kehidupan sosial dan merupakan cara untuk menguji identitas dengan memvalidasi pada orang yang berarti (Suliswati, et al., 2005).

Ambiguitas peran dapat terjadi pada masa remaja dan dewasa awal ketika terdapat ketidakjelasan harapan. Ambiguitas peran umum terjadi pada masa remaja, dimana remaja mendapat tekanan dari orang tua dan teman sebaya untuk menerima peran seperti orang dewasa, namun tetap dalam peran sebagai anak yang tergantung (Stuart & Laraia, 2001)

2.1.4 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsep Diri

Faktor yang mempengaruhi konsep diri individu, yaitu: a. Orang lain

Individu yang diterima oleh orang lain, dihormati dan disenangi karena keadaan dirinya cenderung akan membentuk konsep diri yang positif. Tidak semua orang lain mempunyai pengaruh yang sama terhadap diri individu. Ada yang paling berpengaruh, yaitu orang-orang yang paling dekat dengan


(29)

individu tersebut yang disebut orang yang sangat penting (significant others). Senyuman, pujian, penghargaan, pelukan dari orang lain menyebabkan individu menilai dirinya secara positif. Sebaliknya, ejekan, cemoohan, dan hardikan, membuat individu memandang dirinya secara negatif (Rahkmat, 2003).

Muwarni (2009) berpendapat orang tua berperan penting dalam mempengaruhi perubahan harga diri seseorang, diantaranya penolakan orang tua dan harapan orang tua yang realistik. Faktor yang mempengaruhi identitas personal individu meliputi ketidakpercayaan orang tua dan perubahan dalam struktur sosial.

Orang lain yang dimaksud juga termasuk pengajar yang dinyatakan oleh Slameto (2003) bahwa kehangatan dan aspirasi yang cukup realistis yang diberikan oleh pengajar dapat mengembangkan konsep diri yang positif. b. Kelompok

Setiap individu pasti menjasi anggota suatu kelompok. Ada kelompok yang secara emosional mengikat dan berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri individu. Individu cenderung mengarahkan perilaku dan menyesuaikan dirinya dengan ciri-ciri kelompoknya (Rahkmat, 2003). Muwarni (2009) menyebutkan bahwa identitas personal dapat dipengaruhi oleh tekanan dari kelompok.

c. Pengalaman Masa Lalu

Kegagalan atau keberhasilan di masa lalu memberikan dampak pada penilaian individu terhadap dirinya sendiri. Ketika individu berhasil


(30)

memperoleh nilai yang bagus individu mendapatkan pujian, sehingga individu tahu bahwa prestasi mempunyai nilai yang tinggi. Akibatnya, di masa yang akan datang individu tersebut akan memuji dirinya sendiri untuk keberhasilan nilainya dan menyalahkan dirinya bila ia mengalami kegagalan. Pengalaman yang positif akan menghasilkan konsep diri yang positif, dan konsep diri yang positif akan menghasilkan pengalaman yang positif. Hal tersebut akan terus berlangsung seterusnya. (Calhoun & Acocella, 1990).

2.1.5 Jenis-Jenis Konsep Diri

Coulhoun & Acocella (1990) membagi konsep diri menjadi dua, yaitu: a. Konsep Diri Positif

Dasar dari konsep diri yang positif adalah lebih kepada bagaimana individu tersebut menerima dirinya sendiri, bukan mengenai bagaimana individu memiliki kebanggaan yang besar tentang dirinya. Konsep diri yang positif mengenal dirinya dengan baik sekali, dapat menerima sejumlah fakta yang sangat bermacam-macam tentang dirinya sendiri, menerima dirinya sendiri secara apa adanya. Dan dengan menerima dirinya sendiri, dia juga dapat menerima orang lain.

Dalam hal pengharapan, seseorang dengan konsep diri positif akan merancang tujuan-tujuan yang sesuai dengan realistis, artinya individu tersebut memiliki pengharapan tentang kehidupannya sebagai individu: idenya tentang apa yang dapat diberikan kehidupan kepadanya dan bagaimana seharusnya dirinya mendekati dunia.


(31)

b. Konsep Diri Negatif

Seseorang yang memiliki konsep diri negatif tidak banyak mengetahui tentang dirinya sendiri. Konsep diri negatif terbagi dalam dua jenis.

Pertama, pandangan seseorang tentang dirinya sendiri benar-benar tidak teratur. Individu tersebut tidak memiliki perasaan kestabilan dan keutuhan diri, tidak dapat mengenali dirinya dan mengetahui apa kekuatan dan kelemahannya. Keadaan ini umum dan normal di antara para remaja. Konsep diri mereka kerap kali menjadi tidak teratur untuk sementara waktu dan ini terjadi pada saat transisi dari peran anak ke peran orang dewasa.

Kedua, konsep diri negatif yang terlalu stabil dan terlalu teratur dengan kata lain, kaku. Mungkin karna dididik dengan sangat keras, sehingga individu tersebut menciptakan citra diri yang tidak mengizinkan adanya penyimpangan dari seperangkat hukum besi dalam pikirannya merupakan cara hidup yang tepat. Individu dengan konsep diri negatif selalu menilai dirinya negatif, apapun yang diperoleh oleh individu tersebut tampak nya tidak berharga dibandingkan dengan apa yang diperoleh oleh lain. Hal ini dapat menuntun ke arah kelemahan emosional. Penelitian menunjukkan bahwa konsep diri negatif sering kali berhubungan dengan depresi klinis menurut Dobson dan Shaw (1987) dalam Calhoun & Acocella (1990). Individu yang memiliki konsep diri negatif tidak mampu menghadapi informasi tentang dirinya sendiri dengan baik sehingga cenderung mengalami kecemasan atau bahkan depresi. Kekecewaan emosional akan mengikis harga diri dan hal ini akan terus berlanjjut menyebabkan kekecewaan emosional yang semakin parah.


(32)

2.1.6 Dimensi Konsep Diri

Calhoun & Acocella (1990) membagi dimensi konsep diri menjadi tiga, yaitu:

a. Pengetahuan

Dimensi pengetahuan merupakan apa yang individu ketahui tentang dirinya sendiri. Dapat digambarkan melalui azas dasar: usia, jenis kelamin, suku, pekerjaan. Faktor dasar tersebut menempatkan seseorang pada kelompok sosial seperti kelompok umur, kelompok suku bangsa dan sebagainya.

b. Harapan

Dimensi harapan menjelaskan mengenai menjadi apa individu di masa mendatang. Harapan yang dimiliki individu tersebut merupakan bentuk ideal diri yang berbeda tiap individu. Jika harapan individu tersebut positif dapat mendorong individu menuju masa depan dan memandu kegiatannya dalam perjalanan hidupnya.

c. Penilaian

Dimensi penilaian merupakan penilaian individu terhadap dirinya sendiri. Penilaian ini berlangsung setiap hari, individu mengukur standar kesesuaian dirinya, “menjadi apa” dan “seharusnya menjadi apa”. Hasil pengukuran tersebut disebut rasa harga diri.


(33)

2.1.7 Ciri-Ciri Kepribadian Sehat

Suliswati, et al. ( 2005) menyatakan bahwa individu yang memiliki kepribadian yang sehat memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a. Citra tubuh yang positif dan sesuai

Kesadaran akan diri berdasar atas observasi mandiri dan perhatian yang sesuai akan kesehatan diri termasuk persepsi saat ini dan yang lalu akan diri sendiri dan perasaan tentang ukuran, fungsi, penampilan dan potensi tubuh. b. Identitas personal yang jelas.

Individu merasakan keunikan dirinya yang member arah kehidupan dalam mencapai tujuan.

c. Ideal diri yang realistik.

Individu yang mempunyai ideal diri realistis akan mempunyai tujuan hidup yang dapat dicapai.

d. Harga diri yang tinggi.

Individu yang mempunyai harga diri yang tinggi akan memandang dirinya sebagai seorang yang berarti dan bermanfaat.

e. Penampilan peran yang memuaskan.

Penampilan peran memuaskan akan dapat berhubungan dengan orang lain secara intim dan mendapat kepuasan. Individu dapat mempercayai dan terbuka pada orang lain orang lain dan membina hubungan interdependen.

2.2Mahasiswa

Mahasiswa adalah peserta didik yang merupakan suatu komponen dalam sistem pendidikan, yang selanjutnya diproses dalam proses pendidikan, sehingga


(34)

menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Sebagai suatu komponen pendidikan, peserta didik dapat ditinjau dari berbagai pendekatan, antara lain: pendekatan sosial, pendekatan psikologis, dan pendekatan edukatif/ paedagogis.

Pudjiyogyanti (1988) menyatakan pentingnya masa remaja sebagai masa yang potensial untuk mengembangkan konsep diri, sebab masa remaja merupakan masa yang penuh dengan tekanan yang memungkinkan individu menemukan identitas dirinya. Keadaan fisik sangat mempengaruhi seluruh kepribadian. Penilaian yang positif terhadap keadaan fisik seseorang, baik dari diri sendiri maupun dari orang lain, sangat membantu perkembangan konsep diri kearah yang positif. Hal ini disebabkan hal positif akan menumbuhkan rasa puas terhadap keadaan diri. Rasa puas ini merupakan awal dari sikap positif terhadap diri sendiri.


(35)

BAB 3

KERANGKA PENELITIAN

3.1Kerangka Penelitian

Kerangka penelitian dalam penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran konsep diri pada mahasiswa fakultas keperawatan USU. Konsep diri terdiri dari 5 komponen, diantaranya: citra tubuh, identitas personal, ideal diri, harga diri, dan penampilan peran (Suliswati, et al., 2005).

Skema 1. Kerangka penelitian gambaran konsep diri pada mahasiswa fakultas keperawatan USU.

Konsep Diri - Citra Tubuh - Identitas Personal - Ideal Diri

- Harga Diri - Penampilan Peran

Konsep Diri - Positif - Negatif


(36)

3.2Definisi Operasional

Tabel 2.1 Variabel Penelitian. Definisi Operasional, Alat Ukur, Hasil Ukur, Skala Ukur. No Variabel

Penelitian

Defenisi Operasional

Alat Ukur Hasil Ukur Skala Ukur 1. Variabel

Independen: Konsep Diri

a. Citra Diri

b. Identitas Personal

Cara mahasiswa S1 KBK tingkat pertama, kedua dan ketiga

memandang, menilai dan menggambarkan tentang dirinya sendiri secara utuh.

Sekumpulan sikap mahasiswa S1 KBK tingkat pertama, kedua dan ketiga yang dipengaruhi oleh pandangan pribadi dan persepsi dari pandangan orang lain tentang karakteristik dan kemampuan fisik mahasiswa S1 KBK tingkat pertama, kedua dan ketiga.

Kesadaran

mahasiswa S1 KBK tingkat pertama, kedua dan ketiga untuk mengetahui bahwa dirinya berbeda dengan orang lain, berperilaku

menjadi dirinya sendiri, mempersepsikan Jumlah seluruh pernyataan berjumlah 25 pernyataan. Kuesioner terdiri dari 5

komponen dimana setiap kmponen memiliki 5 pernyataan. Positif: 75-125 Negatif : 25-74 Positif: 16-25 Negatif: 5-15 Kejelasan: 16-25 Ketidakjelasan: 5-15 Ordinal


(37)

c. Ideal Diri

d. Harga Diri

e. Penampilan Peran

bagaimana

karakter dirinya melalui observasi diri sendiri.

Pandangan

mahasiswa S1 KBK tingkat pertama, kedua dan ketiga tentang bagaimana dirinya berperilaku sesuai standar, cita-cita dan nilai-nilai yang ingin dicapai. Ideal

diri akan

mewujudkan cita-cita dan harapan individu sesuai dengan norma sosial individu. Persepsi

mahasiswa S1 KBK tingkat pertama, kedua dan ketiga terhadap penerimaan dirinya dan perasaan dihargai oleh orang lain.

Serangkaian pola perilaku, nilai-nilai dan tujuan mahasiswa S1 KBK tingkat pertama, kedua dan ketiga yang diharapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sosial sebagai individu yang

melaksanakan fungsinya dalam

Realistis: 16-25 Tidak Realistis: 5-15 Tinggi: 16-25 Rendah: 5-15 Kepuasan: 16-25 Keidakpuasan: 5-15


(38)

kelompok sosialnya.


(39)

BAB 4

METODOLOGI PENELITIAN 4.1Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan bagaimana konsep diri mahasiswa KBK tingkat pertama, kedua, dan ketiga di Fakultas keperawatan Universitas Sumatera Utara.

4.2Populasi dan Sampel 4.2.1 Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 KBK tingkat pertama, (stambuk 2014), mahasiswa tingkat kedua (stambuk 2013) dan mahasiswa ketiga (stambuk 2012) pada Fakultas Keperawatan USU dengan jumlah populasi 433 orang.

4.2.2 Sampel

a. Teknik Sampling

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik accidental sampling.

b. Jumlah Sampel

Jumlah populasi dalam penelitian ini telah diketahui dengan pasti (finite population), yaitu 433 orang.


(40)

Menurut Notoatmodjo (2002), untuk populasi yang kecil atau lebih kecil dari 10.000, dapat menggunakan rumus:

=

1 + ( )

Keterangan: n = Besar Sampel N = Besar Populasi

d = Tingkat kepercayaan/ketepatan yang diinginkan (0,05)

=

1 + ( )

=

( , )

= 433

2,0825 = 207,923

Jadi, total sampel dalam penelitian ini adalah 208 orang. 4.3Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Fakultas Keperawatan USU yang beralamat di Jl. Prof. Ma’as No. 3 Kampus Universitas Sumatera Utara, Medan. Adapun pertimbangan pemilihan lokasi tersebut karena subjek penelitian merupakan mahasiswa Fakultas Keperawatan USU yang diharapkan menghasilkan mahasiswa yang unggul dan lokasi penelitian yang merupakan daerah kampus


(41)

dimana peneliti berada sehingga diharapkan akan memudahkan peneliti dalam melakukan kegiatan penelitian yang dilaksanakan pada bulan Mei-Juni.

4.4 Pertimbangan Etik

Penelitian ini sudah mendapat izin dari Fakultas Keperawatan USU kemudian penelitian ini juga mendapat persetujuan dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Keperawatan USU.

Proses pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan memperhatikan aspek-aspek etik dalam penelitian. Peneliti memberikan hak kebebasan, apabila responden menolak untuk berpartisipasi dalam penelitian ini maka peneliti menghormati hak responden (self determination). Peneliti memberi penjelasan kepada calon responden penelitian tentang tujuan penelitian dan prosedur pelaksanaan penelitian (informed consent). Peneliti juga menjaga kerahasiaan identitas responden (confidentiality) dengan cara tidak menuliskan nama responden pada lembar pengumpulan data hanya menuliskan inisial nama (anonimyti).

4.5Instrumen Penelitian 4.5.1 Kuesioner

Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah angket terstruktur dalam bentuk kuesioner. Menggunakan kuesioner yang sudah baku oleh Robson (1989) yang dimodifikasi oleh peneliti.

4.5.2 Data Demografi

Kuesioner data demografi responden terdiri dari usia dan jenis kelamin mahasiswa.


(42)

4.5.3 Konsep Diri

Kuesioner konsep diri terdiri dari 25 pernyataan dengan 8 pernyataan negatif, 1 pernyataan negatif pada komponen citra tubuh (no. 2), 1 pernyataan negatif pada komponen identitas personal (no. 4), 2 pernyataan negatif pada komponen ideal diri (No. 2,3), 4 pernyataan negatif pada komponen harga diri (no. 1,2,3,4) dan 17 pernyataan positif, 4 pernyataan positif pada komponen citra tubuh, 4 pernyataan positif pada komponen identitas personal, 3 pernyataan positif pada komponen ideal diri, 1 pernyataan positif pada komponen harga diri, dan 5 pernyataan positif pada komponen penampilan peran . Pengisian kuesioner dilakukan dengan cara memberi tanda cheklist (√) pada salah satu pilihan yang tersedia dari pernyataan yang ada. Pernyataan konsep diri terdiri dari 5 pilihan jawaban yaitu: sangat setuju bernilai 5, setuju bernilai 4, ragu-ragu bernilai 3, tidak setuju bernilai 2, sangat tidak setuju bernilai 1 untuk pernyataan positif dan sebaliknya untuk pernyataan negatif. (Likert, dalam Fraenkel & Norman, 2008).

4.6Validasi dan Reliabilitas 4.6.1 Validitas

Uji validitas dilakukan pada dosen ahli pada bidang jiwa dan dasar di Fakultas Keperawatan USU. Hasil uji validitas isi kuesioner konsep diri pada mahasiswa adalah 97% valid dengan nilai content validity indeks (CVI) yaitu 0,97.


(43)

4.6.2 Reliabilitas

Uji reliabilitas ini dilakukan setelah pengumpulan data pada 30 mahasiswa Fakultas Keperawatan USU di luar sampel penelitian yang diasumsikan memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok sampel. Uji reliabilitas ini menggunakan rumus cronbach’s alpha dan dinyatakan reliabel jika nilainya > 0,7. Reliabilitas untuk kuesioner konsep diri adalah 0,830.

4.7 Pengumpulan Data

Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode accidental sampling yaitu prosedur sampling yang memilih sampel dari orang atau unit yang paling mudah dijumpai atau diakses. Peneliti mengambil responden sebagai sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dan dapat digunakan sebagai sampel bila orang yang kebetulan ditemui cocok sebagai sumber data dengan kriteria penelitian .

Setelah mendapatkan calon responden, selanjutnya peneliti menjelaskan kepada calon responden mengenai tujuan, manfaat, dan prosedur pelaksanaan penelitian, calon responden merupakan mahasiswa yang bersedia menandatangani surat persetujuan (informed concent) untuk ikut serta dalam penelitian yang akan dilaksanakan. Peneliti mengambil data dari responden dengan cara memberikan kuesioner kepada responden. Responden juga diberi kesempatan untuk bertanya tentang pernyataan yang tidak dipahami. Setelah responden selesai mengisi kuesioner, peneliti kemudian memeriksa


(44)

kelengkapan data, dan data yang kurang lengkap dapat segera dilengkapi. Data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisa.

4.8Analisis Data

Analisa data merupakan bagian yang sangat penting untuk mencapai tujuan pokok penelitian (Nursalam, 2008). Setelah data terkumpul, peneliti melakukan editing untuk menyunting apabila ada data atau informasi yang tidak lengkap. Setelah semua kuesioner disunting, selanjutnya dilakukan coding atau pengkodean, yaitu mengubah data berbentuk kalimat menjadi angka atau bilangan. Selanjutnya data dalam kode dimasukkan (entry) ke dalam program komputerisasi. Data demografi disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, persentase, mean dan standart deviasi.

4.8.1 Analisis Univariat

Analisis ini untuk mendapatkan gambaran pada masing-masing variabel. Gambaran yang didapat dimasukkan ke dalam bentuk tabel frekuensi dan digunakan untuk uji analisis deskriptif. Tabel frekuensi pada analisis ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik masing-masing variabel yang diteliti.


(45)

BAB 5

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1Hasil Penelitian

Pada bab ini diuraikan tentang hasil penelitian tentang gambaran konsep diri pada mahasiswa Fakultas Keperawatan USU yang telah dilakukan pada bulan Mei-Juni 2015. Penyajian analisa data dalam penelitian ini diuraikan berdasarkan data demografi yang terdiri dari usia dan jenis kelamin dan data konsep diri pada mahasiswa Fakultas Keperawatan USU yang terdiri dari citra tubuh, identitas personal, ideal diri, harga diri, dan penampilan peran.

5.1.1 Data Demografi

Responden pada penelitian ini adalah mahasiswa S1 KBK tingkat pertama, kedua dan ketiga. Jumlah seluruh responden dalam penelitian ini adalah 208 orang.

Tabel 5.1 Distribusi Frekuensi dan Persentase karakteristik mahasiswa Fakultas Keperawatan USU tahun 2015 (n=208)

Data Demografi Frekuensi Presentasi (%)

Usia 17 18 19 20 21 Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan 2 37 68 73 28 8 200 1 17,8 32,7 35,1 13,5 3,8 96,2

Tabel diatas merupakan hasil penelitian karakteristik mahasiswa Fakultas Keperawatan USU, adapun deskripsi data demografi penelitian meliputi jenis


(46)

kelamin dan usia mahasiswa Fakultas Keperawatan USU. Distribusi frekuensi usia mahasiswa Fakultas Keperawatan USU terbanyak pada penelitian ini adalah pada usia 20 tahun (35,1%) . Berdasarkan jenis kelamin terdapat responden perempuan lebih banyak yaitu sebanyak 200 orang (96,2%) sedangkan responden laki-laki hanya 8 orang (3,8%) dari total populasi. 5.1.2 Konsep Diri Mahasiswa Fakultas Keperawatan USU

Tabel 5.2 Distribusi frekuensi dan persentase konsep diri mahasiswa Fakultas Keperawatan USU tahun 2015 (n=208) berdasarkan konsep diri positif dan negatif.

Konsep Diri Frekuensi Persentase (%)

Positif Negatif

189 19

90,9 9,1

Data tentang konsep diri dalam penelitian ini diperoleh bahwa konsep diri positif mahasiswa Fakultas Keperawatan USU pada tingkat pertama, kedua dan ketiga adalah sebanyak 182 orang (87,5%) dan konsep diri negatif sebanyak 26 orang (12,5%).

Tabel 5.3 Distribusi frekuensi dan persentase konsep diri mahasiswa Fakultas Keperawatan USU tingkat pertama tahun 2015 (n=208) berdasarkan konsep diri positif dan negatif.

Konsep Diri Frekuensi Persentase (%)

Positif 59 86,8

Negatif 9 13,2

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa konsep diri mahasiswa Fakultas Keperawatan USU tingkat pertama adalah positif yaitu ada sebanyak 59 orang (86,8%) dan konsep diri negatif sebanyak 9 orang (13,2%).


(47)

Tabel 5.4 Distribusi frekuensi dan persentase konsep diri mahasiswa Fakultas Keperawatan USU tingkat kedua tahun 2015 (n=208) berdasarkan konsep diri positif dan negatif.

Konsep Diri Frekuensi Persentase (%)

Positif Negatif 74 4 94,9 5,1

Dari tabel diatas diperoleh bahwa konsep diri mahasiswa Fakultas Keperawatan USU pada tingkat kedua adalah positif sebanyak 74 orang (94,9) dan konsep diri negatif adalah sebanyak 4 orang (5,1%).

Tabel 5.5 Distribusi frekuensi dan persentase konsep diri mahasiswa Fakultas Keperawatan USU tingkat ketiga tahun 2015 (n=208) berdasarkan konsep diri positif dan negatif.

Konsep Diri Frekuensi Persentase (%)

Positif Negatif 56 6 90,3 9,7

Dari tabel diatas diperoleh bahwa konsep diri mahasiswa Fakultas Keperawatan USU pada tingkat ketiga adalah positif sebanyak 56 orang (90,3%) dan konsep diri negatif adalah sebanyak 6 orang (9.7%).

5.1.3 Distribusi Citra Tubuh

Tabel 5.6 Distribusi frekuensi dan persentase citra tubuh mahasiswa Fakultas Keperawatan USU tahun 2015 (n=208) berdasarkan citra tubuh positif dan negatif.

Citra Tubuh Frekuensi Persentase

Positif Negatif 188 20 90,4% 9,6 %

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa gambaran citra tubuh pada mahasiswa Fakultas Keperawatan USU adalah positif sebanyak 188 orang (90,4%) dan citra tubuh negatif hanya sebanyak 20 orang (9,6%).


(48)

Tabel 5.7 Distribusi frekuensi dan persentase citra tubuh mahasiswa Fakultas Keperawatan USU tahun 2015 (n=208)

Pernyataan Sangat

Setuju

Setuju Ragu-ragu Tidak setuju Sangat Tidak Setuju

Citra Tubuh n(%) n(%) n(%) n(%) n(%)

1. Menyukai bentuk tubuh

2. Memiliki keinginan untuk mengubah

bentuk tubuh

(Misalnya, bentuk wajah, warna kulit, bentuk tubuh, ukuran tubuh)

3. Dapat menyukai penampilan diri sendiri ketika orang

lain tidak

menyukainya 4. Mampu

mengembangkan potensi walau keadaan fisik yang terbatas 5. Merasa bahwa

penampilan menarik 82(39,4) 9(4,3) 47(22,6) 61(29,3) 52(25) 16(51) 18(8,7) 146(70,2) 132(63,5) 144(69,2) 2(1) 8(3,8) 6(2,9) 8(3,8) 6(2,9) 18(8,7) 136(65,4) 7(3,4) 7(3,4) 6(2,9) - 37(17,8) 2(1) - -

Pada tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang sangat setuju menyukai bentuk tubuhnya ada sebanyak 82 (39,4%) dan terdapat lebih dari setengah responden tidak ingin ada bagian tubuhnya yang diubah sebanyak 136 orang (65,4%).

2. 1.1 Distribusi Identitas Personal

Tabel 5.8 Distribusi frekuensi dan persentase identitas personal mahasiswa Fakultas Keperawatan USU tahun 2015 (n=208) berdasarkan identitas diri jelas dan tidak jelas.

Identitas Personal Frekuensi Persentase (%) Jelas Tidak Jelas 197 11 94,7 5,7


(49)

Dari tabel diatas dapat diperoleh bahwa 197 orang (94,7%) memiliki identitas personal yang positif sedangkan ada 11 orang (5,7%) dengan identitas personal yang negatif.

Tabel 5.9 Distribusi frekuensi dan persentase identitas personal mahasiswa Fakultas Keperawatan USU tahun 2015 (n=208)

Pernyataan Sangat

Setuju

Setuju Ragu-ragu Tidak setuju Sangat Tidak Setuju

Identitas Personal n(%) n(%) n(%) n(%) n(%)

1. Merasa bahwa saya dapat mengandalkan diri sendiri untuk mengelola sesuatu dengan baik. 2. Saya mampu

menyesuaikan diri dalam pergaulan. 3. Saya bersyukur

atas diri saya terlahir sebagai seorang laki-laki/ perempuan. 4. Saya tidak perduli

apa yang terjadi pada diri saya sendiri

5. Saya bisa mengambil

keputusan dalam kelompok belajar

dan dapat

mempertahankan-nya. 58(27.9) 60(28,8) 127(61,1) - 29(13,9) 110(52,9) 113(54,3) 80(38,5) 24(11,5) 126(60,6) 18(8,7) 21(10,1) - 15(7,2) 41(19,7) 22(10,6) 13(6,2) - 97(46,6) 12(5,8) - 1(0,5) - 72(34,6) -

Dari tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang setuju bisa mengambil keputusan dalam kelompok belajar dan dapat mempertahankannya yaitu sebanyak 126 orang (60,6%) dan responden yang sangat setuju merasa bersyukur atas dirinya terlahir sebagai laki-laki/ perempuan sebanyak 127orang (61,1%).


(50)

5.1.4 Distribusi Ideal Diri

Tabel 5.10 Distribusi frekuensi dan persentase ideal diri mahasiswa fakultas Keperawatan USU tahun 2015 (n=208) berdasarkan penilaian realistis dan tidak realistis.

Ideal Diri Frekuensi Persentase (%)

Realistis Tidak Realistis 190 18 91,3 8,7

Deskripsi ideal diri mahasiswa lebih banyak bersifat realistis yaitu sebanyak 190 orang (91,3 %) sedangkan yang bersifat tidak realitis hanya sebanyak 18 orang (8,7 %).

Tabel 5.11 Distribusi frekuensi dan persentase ideal diri mahasiswa fakultas Keperawatan USU tahun 2015 (n=208)

Pernyataan Sangat Setuju

Setuju Ragu-ragu Tidak setuju Sangat Tidak Setuju

Ideal Diri n(%) n(%) n(%) n(%) n(%)

1. Merasa bahwa diri sendiri merupakan orang yang mudah untuk disukai oleh orang-orang di sekitar

2. Merasa harus mendapatkan nilai yang sempurna, tanpa memperdulikan kemampuan

3. Merasa bahwa orang lain lebih bahagia dari saya.

4. Memiliki pribadi yang menyenangkan 5. Berharap dapat

menjadi orang lain yang lebih baik

31(14,9) 14(6,7) 3(1,4) 33(15,9) 11(5,3) 107(51,4) 61(29,3) 34(16,3) 137(65,9) 32(15,4) 54(2,6) 53(25,5) 40(19,2) 28(13,5) 16(7,7) 12(5,8) 66(31.7) 101(48,6) 9(4,3) 68(32,7) 4(1,8) 14(6,7) 30(14,4) 1(0,5) 81(38,9)

Pada tabel diatas merupakan hasil penilaian responden tentang ideal diri. Terdapat sebanyak 137 orang (65,9%) setuju memiliki pribadi yang


(51)

menyenangkan dan ada sebanyak 107 orang (51,4%) setuju merasa bahwa diri sendiri merupakan orang yang mudah untuk disukai oleh orang-orang di sekitar.

5.1.5 Distribusi Harga Diri

Tabel 5.12 Distribusi frekuensi dan persentase harga diri mahasiswa fakultas Keperawatan USU tahun 2015 (n=208) berdasarkan harga diri tinggi dan rendah.

Harga Diri Frekuensi Persentase (%)

Tinggi Rendah 154 54 74 26

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa harga diri responden yang tinggi yaitu sebanyak 154 orang (74%) dan jumlah responden dengan harga diri rendah sebanyak 54 orang (26%).

Tabel 5.13 Distribusi frekuensi dan persentase harga diri mahasiswa fakultas Keperawatan USU tahun 2015 (n=208)

Pernyataan Sangat

Setuju

Setuju Ragu-ragu Tidak setuju Sangat Tidak Setuju

Harga Diri n(%) n(%) n(%) n(%) n(%)

1. Tidak mampu mencapai sesuatu yang berguna

2. Merasa malu ketika mengalami

kegagalan pada suatu mata kuliah

3. Sering merasa tidak berkualitas ketika dikritik oleh teman 4. Ketika memperoleh

nilai yang baik biasanya karena ada faktor keberuntungan yang terlibat

5. Mengganggap bahwa kegagalan merupakan 45(21,6) 46(22,1) 8(3,8) 7(3,4) 103(49,5) 12(5,8) 109(52,4) 53(25,5) 71(34,1) 98(47,1) 25(12) 22(10,6) 51(24,5) 55(56,4) 5(2,4) 123(59,1) 27(13) 80(38,5) 62(29,8) 2(1) 3(1,4) 4(1,9) 16(7,7) 13(6,2) -


(52)

kesempatan saya untuk belajar lebih giat.

Tabel diatas merupakan hasil penilaian responden tentang harga diri. Responden yang menyatakan tidak setuju dengan pernyataan tidak mampu mencapai sesuatu yang berguna terdapat sebanyak 123 orang (59,1%) dan ada sebanyak 103 orang (49,5%) mengganggap bahwa kegagalan merupakan kesempatan untuk belajar lebih giat.

5.1.6 Distribusi Penampilan Peran

Tabel 5.14 Distribusi frekuensi dan persentase penampilan peran mahasiswa Fakultas Keperawatan USU tahun 2015 (n=208)

Pernyataan Sangat Setuju

Setuju Ragu-ragu Tidak setuju Sangat Tidak Setuju

Penampilan Peran n(%) n(%) n(%) n(%) n(%)

1. Sadar harus mengikuti perkuliahan dengan baik

2. Bertanggung jawab dalam melaksanakan kewajiban di kampus sebagai seorang mahasiswa

3. Aktif dalam

memberikan pendapat dalam kelompok belajar

4. Mampu bekerjasama dengan orang lain. 5. Merasa mampu aktif

dalam kegiatan kampus 119(57,2) 114(44,8) 36(17,3) 45(216) 37(17,8) 86(41,3) 85(40,9) 114(54,8) 131(63) 94(45,2) 3(1,4) 5(2,4) 38(18,3) 10(4,8) 46(22,1) - 3(1,4) 20(9,6) 22(21,6) 16(7,7) - 1(0,5) - - -


(53)

Pada tabel diatas diperoleh sebanyak 131 orang (63%) menyatakan setuju mampu bekerjasama dengan orang lain dan sebanyak 119 orang (57,2%) sangat setuju memiliki kesadaran harus mengikuti perkuliahan dengan baik.

Tabel 5.15 Distribusi frekuensi dan persentase penampilan peran mahasiswa Fakultas Keperawatan USU tahun 2015 (n=208) berdasarkan penampilan peran memuaskan dan tidak memuaskan.

Penampilan Peran Frekuensi Persentase (%) Memuaskan

Tidak memuaskan

184 24

88,5 11,5

Penampilan peran responden sebanyak 184 orang (88,5%) dengan penampilan peran yang memuaskan dan sebanyak 24 orang (11,5%) dengan penampilan peran tidak memuaskan.

5.2 Pembahasan

Hasil penelitian mengenai gambaran konsep diri pada mahasiswa S1 KBK Fakultas Keperawatan USU pada tingkat pertama, kedua dan ketiga diperoleh data dari 208 mahasiswa termasuk dalam kategori konsep diri yang positif yaitu sebanyak 189 mahasiswa (87,5%).

Hurlock (1999) mengatakan bahwa konsep diri bertambah stabil pada periode masa remaja dan relatif menetap pada remaja akhir. Konsep diri yang stabil sangat penting bagi remaja karena hal tersebut merupakan salah satu bukti keberhasilan pada remaja dalam usaha untuk memperbaiki kepribadiannya. Banyak kondisi dalam kehidupan remaja yang turut membentuk pola kepribadian melalui pengaruhnya pada konsep diri.

Mahasiswa Fakultas Keperawatan USU berada pada rentang usia remaja akhir, dimana pada usia tersebut individu cenderung sudah memiliki konsep diri


(54)

yang stabil Namun hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat mahasiswa dengan konsep diri negatif. Konsep diri negatif paling banyak terdapat pada mahasiswa tingkat pertama, yaitu sebanyak 9 orang dari 19 mahasiswa yang memiliki konsep diri negatif. Mahasiswa tingkat pertama mengalami perubahan bentuk belajar peralihan dari seorang pelajar menjadi seorang mahasiswa dimana masa peralihan ini membuat mahasiswa harus berinteraksi dengan lingkungan, teman sebaya yang lebih banyak dan staff pengajar, beradaptasi dengan metode pembelajaran yang baru, yang lebih terfokus pada bidang keperawatan dan adanya metode belajar secara praktek (skills lab) sehingga mahasiswa mendapatkan banyak pengalaman-pengalaman baru yang dipengaruhi konsep dirinya. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Muharomi (2012) yang menyatakan bahwa konsep diri merupakan faktor penting dalam meningkatkan kemampuan beradaptasi mahasiswa tingkat pertama .Secara tidak disadari, manusia membentuk konsep diri sesuai dengan yang mereka inginkan untuk dilihat orang lain. Konsep diri dimulai dari pengamatan pada diri sendiri yang kemudian menghasilkan gambaran dan penilaian diri.

5.2.1 Gambaran Citra Tubuh pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan USU Gambaran citra tubuh pada mahasiswa Fakultas Keperawatan USU menunjukkan bahwa mahasiswa yang sangat setuju menyukai bentuk tubuhnya ada sebanyak 82 orang (39,4%) dan sebanyak 136 orang (65,4%) mahasiswa tidak setuju untuk mengubah bentuk tubuhnya. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa gambaran diri mahasiswa fakultas


(55)

keperawatan USU positif sebanyak 188 orang (90,9%) dan gambaran diri negatif sebanyak 19 orang (19,9%).

Citra tubuh dipengaruhi oleh pandangan pribadi tentang karakteristik dan kemampuan fisik melalui persepsi dari pandangan orang lain. Perkembangan konsep diri dan citra tubuh sangat berkaitan erat dengan pembentukan identitas. Pengalaman yang positif pada masa kanak-kanak memberdayakan remaja untuk merasa baik tentang diri mereka. Pengalaman negatif sebagai anak dapat mengakibatkan konsep diri yang buruk pada masa remaja (Erikson, 1963 dalam Potter dan Perry, 2005).

5.2.2 Gambaran Identitas Personal pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan USU

Identitas personal menunjukkan bahwa seorang individu tersebut berbeda dan terpisah dari orang lain dan menjadi diri yang utuh dan unik. Erikson (1963 dalam Potter & Perry 2005) menyatakan bahwa selama masa remaja tugas emosional utama seseorang adalah perkembangan rasa diri, atau identitas.

Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa mahasiswa Fakutas Keperawatan USU memiliki gambaran identitas yang jelas sebanyak 197 orang (94,7%) sedangkan sebanyak 11 orang (5,7%) dengan identitas personal yang tidak jelas.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mahasiswa yang berada pada tahap remaja akhir, setuju bisa mengambil keputusan dalam kelompok belajar dan dapat mempertahankannya (60,6%) dan responden yang sangat


(56)

setuju merasa bersyukur atas dirinya terlahir sebagai laki-laki/ perempuan sebanyak 127orang (61,1%). Hal ini didukung oleh Agustiani (2006) yang menyatakan bahwa pertambahan usia dan interaksi lingkungan menjadikan pengetahuan individu tentang diri juga bertambah, sehingga dapat melengkapi keterangan tentang dirinya dengan hal-hal yang lebih kompleks. Pada penelitian yang dilakukan oleh Purwadi (2004) yang menyatakan bahwa identitas diri terus mengalami perkembangan selama kehidupan, berubah-ubah seiring dengan perjalanan dan dinamika, sesuai dengan kehidupan yang dialami. Perkembangan dan perubahan identitas diri terjadi dikarenakan pengaruh pendidikan, budaya, jenis kelamin, serta lingkungan.

5.2.3 Gambaran Ideal Diri pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan USU Deskripsi ideal diri mahasiswa Fakultas Keperawatan USU menunjukkan bahwa deskripsi ideal diri mahasiswa lebih banyak bersifat realistis yaitu sebanyak 190 orang (91,3 %) sedangkan yang bersifat tidak realitis hanya sebanyak 18 orang (8,7 %).

Terdapat sebanyak 137 orang (65,9%) setuju bahwa dirinya memiliki pribadi yang menyenangkan dan sebanyak 66 orang (31,7%) menyatakan tidak setuju harus mendapatkan nilai yang sempurna, tanpa memperdulikan kemampuan.

Stuart & Sundeen mengemukakan bahwa remaja cenderung untuk tetap dalam perilaku yang diharapkan dalam pergaulan dengan teman sebaya. Sehingga dalam menilai dirinya cenderung untuk menetapkan ideal diri yang


(57)

terbaik melalui identifikasi terhadap orang terdekat seperti orang tua, guru, dan teman.

5.2.4 Gambaran Harga Diri pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan USU Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga diri mahasiswa fakultas keperawatan USU tinggi yaitu sebanyak 154 orang (74%) dan jumlah responden dengan harga diri rendah sebanyak 54 orang (26%).

Mahasiswa menyatakan tidak setuju terdapat sebanyak 123 orang (59,1%) tidak mampu mencapai sesuatu yang berguna dan ada sebanyak 103 orang (49,5%) mengganggap bahwa kegagalan merupakan kesempatan untuk belajar lebih giat. Dalam penelitian ini, mahasiswa merasa dirinya mampu untuk mencapai sesuatu yang berguna sehingga lebih percaya diri dalam menghadapi pengalaman kegagalan dan memandangnya sebagai suatu kesempatan untuk menjadi yang lebih baik. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Respati (2006) juga menyebutkan bahwa seseorang yang merasa dirinya berharga lebih percaya diri dalam menghadapi pengalaman dan situasi serta membantu dalam menyelesaikan tugas. Stuart dan Sundeen (1989) menyebutkan bahwa harga diri yang tinggi adalah perasaan yang berakar dalam penerimaan diri sendiri tanpa syarat, walaupun melakukan kesalahan, kekalahan, dan kegagalan, tetap merasa sebagai seorang yang penting dan berharga.

5.2.5 Gambaran Penampilan Peran pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan USU


(58)

Deskripsi gambaran penampilan peran pada mahasiswa fakultas keperawatan USU adalah memuaskan sebanyak 184 orang (88,5%) dan sebanyak 24 orang (11,5%) dengan penampilan peran tidak memuaskan.

Alimul (2008) menyatakan bahwa penampilan peran adalah serangkaian perilaku yang diharapkan oleh masyarakat yang sesuai dengan fungsi yang ada dalam masyarakat atau suatu pola sikap, perilaku, nilai dan tujuan yang diharapkan dari seseorang berdasarkan posisinya di masyarakat. Setiap individu memiliki lebih dari satu peran dalam kehidupannya dimana setiap peran mencakup pemenuhan harapan dari orang lain. Potter & Perry ( 2005) menyatakan bahwa

ketidakberhasilan untuk memenuhi harapan ini

menyebabkan penurunan harga diri atau terganggunya konsep diri

seseorang.

Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh data sebanyak 131 orang (63%) menyatakan setuju mampu bekerjasama dengan orang lain dan sebanyak 119 orang (57,2%) sangat setuju memiliki kesadaran harus mengikuti perkuliahan dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa menilai dirinya mampu berperilaku sesuai dengan fungsinya dalam perkuliahan.


(59)

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1Kesimpulan

Penelitian yang dilakukan pada 208 mahasiswa fakultas keperawatan USU menunjukkan bahwa konsep diri termasuk dalam kategori positif (90,9%) dengan keseluruhan komponennya yaitu, citra tubuh, identitas personal, ideal diri, harga diri, dan penampilan peran menunjukkan hasil yang positif.

Pada komponen citra tubuh hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa fakultas keperawatan USU memiliki citra tubuh yang positif (90,4%). Walau lebih dari setengah mahasiswa yang menjadi responden menyatakan ada bagian tubuhnya yang ingin diubah namun mahasiswa tetap menyukai bentuk tubuhnya. Pada komponen identitas personal hasil penelitian menunjukkan identitas personal mahasiswa fakultas keperawatan USU adalah jelas (94,7%). Pada komponen ideal diri pada mahasiswa menunjukkan ideal diri yang bersifat realistis (91,3%). Pada komponen harga diri mahasiswa fakultas keperawatan USU menunjukkan harga diri yang tinggi (74%). Pada komponen penampilan peran mahasiswa fakultas keperawatan USU menunjukkan penampilan peran yang memuaskan (88,5%).


(60)

6.2Saran-saran

1. Pendidikan Keperawatan

Agar dapat menambah informasi dan pengetahuan kepada mahasiswa keperawatan tentang pentingnya mengetahui dan meningkatkan konsep diri dan instansi pendidikan khususnya fakultas keperawatan dapat menambahkan program terkait konsep diri ke dalam kurikulum keperawatan.

2. Penelitian Keperawatan

Agar dapat digunakan sebagai tambahan informasi atau sumber data yang mendukung bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian selanjutnya. Diharapkan untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan peneltian dengan menambah data demografi seperti budaya, pola asuh orang tua dan data lain yang mempengaruhi konsep diri.


(61)

DAFTAR PUSTAKA

Alimul Aziz, H. (2008). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika.

Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian: suatu pendekatan praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Agustiani. 2006. Psikologi Perkembangan.Bandung: Refika Aditama

Calhoun, J. T., Acocella, J. R. (1990). Psikologi Tentang Penyesuaian dan Hubungan Kemanusiaan, Edisi 3. Semarang: IKIP Semarang Press

Hamalik, Oemar. (2008). Kurikulum dan pembelajaran. Jakarta. Bumi Aksara. Muwarni, Arita S.Kep. (2009). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan.

Yogyakarta: Fitramaya

Muharomi, Lusty. (2012). Hubungan Antara Tingkat Kecemasan Komunikasi dan Konsep Diri dengan Kemampuan Beradaptasi Mahasiswa Baru. Retrieved

November 21, 2012, from

http://eprints.undip.ac.id/37133/1/SUMMARY_SKRIPSI_Lusty_Septi_M uharomi.pdf

Pudjiyogyanti, Clara. (1988). Konsep Diri dalam Pendidikan. Jakarta: Arcan Purwadi. (2004). Proses Pembentukan Identitas Diri Remaja. Retrieved June 28,

2006, from

http://download.portalgaruda.org/article.php?article=124060&val=5536 Potter & Perry. (2005). Fundamental keperawatan. Jakarta: EGC


(62)

Respati, Siwi. (2006). Perbedaan Konsep diri Antara Remaja Akhir Yang Mempersepsikan Pola Asuh Orang Tua Authoritarian, Permissive Dan Authoritative. Retrieved June 28, 2015 from

http://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Psi/article/view/48/47

Sandhu, Rakesh. (2014). Impact of school environment on self-concept. Indian Journal of Health and Wellbeing, (249-251)

Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta

Soemanto, Wasty. (2006). Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta

Stuart, W & Sundeen, J. (1987). Principles and Practice of Psychiatric Nursing. Washington, D. C.: The C.V. Mosby Company

Stuart, W & Sundeen, J. (1998). Buku Saku Keperawatan Jiwa, Edisi 3. Jakarta: EGC

Stuart & Laraia. (2001). Principle and Practice of Psychiatric Nursing.7th edition. USA: Mosby

Suliswati, et al. (2005). Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta: EGC

Sunaryo. (2004). Psikologi untuk Keperawatan. Jakarta: EGC.

Sung, Kyung Mi. (2011). Self-Concept and Coping Skills of Female Early Adolescents in South Korea. The Journal of School Nursing

Tarwoto, (2003). Kebutuhan Dasar Manusia & Proses Keperawatan, Ed.1. Jakarta: Salemba Medica


(63)

Lampiran 1 LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

Saya yang bernama Melanie Sigalingging, NIM 111101090 adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Saat ini saya sedang melakukan penelitian dengan judul “Gambaran Konsep Diri pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan USU”. Penelitian ini merupakan salah satu kegiatan dalam menyelesaikan tugas akhir di Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Sumatera Utara.

Untuk keperluan tersebut saya mengharapkan kesediaan saudara untuk menjadi responden dalam penelitian ini dan mengisi kuesioner dengan jujur dan apa adanya. Jika bersedia silahkan menandatangani lembar persetujuan ini sebagai bukti kesukarelaan saudara.

Partisipasi saudara dalam penelitian ini bersifat sukarela, sehingga berhak untuk membebaskan diri setiap saat tanpa ada sanksi apapun. Identitas pribadi dan semua informasi yang saudara berikan akan dirahasiakan, hanya digunakan untuk keperluan penelitian ini.

Terimakasih atas partisipasi saudara dalam penelitian ini.

Medan, 2015

Peneliti Responden

(Melanie Sigalingging) ( )


(64)

Lampiran 2 KUESIONER

1. Identitas Responden

a. Nama responden (inisial) :

b. Umur :

c. Jenis kelamin :

2. Lembar Kuesioner

No Konsep Diri Sangat

setuju

Setuju

Ragu-ragu Tidak setuju Sangat tidak setuju Citra Tubuh

1. Saya dapat menerima bentuk tubuh saya.

2. Ada banyak hal yang akan saya ubah dari tubuh saya seandainya saya bisa (misalnya, bentuk wajah, warna kulit, bentuk tubuh, ukuran tubuh).

3. Saya dapat menyukai penampilan saya sendiri ketika orang lain tidak menyukai tubuh saya.

4. Saya dapat mengembangkan potensi diri saya walaupun dengan keadaan fisik saya yang terbatas.

5. Saya merasa bahwa penampilan saya menarik.

Identitas Personal

1.

Saya merasa bahwa saya dapat mengandalkan diri sendiri untuk mengelola sesuatu dengan baik. 2. Saya mampu menyesuaikan diri

dalam pergaulan.

3. Saya bersyukur atas diri saya terlahir sebagai seorang laki-laki/ perempuan. 4. Saya tidak perduli apa yang terjadi


(65)

5. Saya bisa mengambil keputusan dalam kelompok belajar dan dapat mempertahankannya.

Ideal Diri

1. Saya merupakan orang yang mudah untuk disukai oleh orang-orang di sekitar saya.

2. Saya merasa harus mendapatkan nilai yang sempurna, tanpa memperdulikan kemampuan saya.

3. Saya merasa bahwa orang lain lebih bahagia dari saya.

4. Saya memiliki pribadi yang menyenangkan.

5. Saya berharap dapat menjadi orang lain yang lebih baik.

Harga Diri

1. Saya tidak mampu mencapai sesuatu yang berguna.

2. Saya merasa malu ketika mengalami kegagalan pada suatu mata kuliah. 3. Ketika saya dikritik oleh teman, saya

sering merasa tidak berkualitas. 4. Ketika saya memperoleh nilai yang

baik biasanya karena ada faktor keberuntungan yang terlibat. 5. Ketika saya mengalami kegagalan,

saya berpikir bahwa itu merupakan kesempatan saya untuk belajar lebih giat.

Penampilan Peran

1. Saya sadar bahwa saya harus mengikuti perkuliahan dengan baik. 2. Saya sebagai seorang mahasiswa

bertanggung jawab dalam

melaksanakan kewajiban di kampus. 3. Saya aktif dalam memberikan


(66)

4. Saya mampu bekerjasama dengan orang lain.

5. Saya merasa mampu aktif dalam kegiatan kampus.


(67)

Lampiran 3 Tabel Uji Reliabilitas Mahasiswa Fakultas Keperawatan USU

Scale: ALL VARIABLES

Case Proce ssing Summary

N %

Cases Valid 30 100.0

Excludeda

0 .0

Total 30 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha

Cronbach's Alpha Based

on Standardized Items N of Ite ms

.811 .830 25

Ite m Statistics

Mean Std. Deviation N

Pernyataan1 4.10 .759 30

Pernyataan2 3.30 1.088 30

Pernyataan3 3.97 .615 30

Pernyataan4 4.10 .403 30

Pernyataan5 3.83 .592 30

Pernyataan6 4.13 .507 30

Pernyataan7 3.97 .809 30


(68)

Pernyataan9 3.70 .952 30

Pernyataan10 3.67 .547 30

Pernyataan11 3.70 .702 30

Pernyataan12 2.83 1.053 30

Pernyataan13 3.60 .770 30

Pernyataan14 3.87 .571 30

Pernyataan15 2.13 1.383 30

Pernyataan16 4.17 .648 30

Pernyataan17 2.37 1.098 30

Pernyataan18 3.27 1.048 30

Pernyataan19 3.23 1.104 30

Pernyataan20 4.30 .535 30

Pernyataan21 4.67 .479 30

Pernyataan22 4.50 .820 30

Pernyataan23 3.67 .844 30

Pernyataan24 4.07 .521 30


(69)

Lampiran 4 Distribusi frekuensi dan persentase Konsep Diri Mahasiswa Fakultas

Keperawatan USU Statistics

Konsep Diri

N Valid 208

Missing 0

Mean 1.09

Median 1.00

Std. Deviation .289

Konsep Diri

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Positif 189 90.9 90.9 90.9

Negatif 19 9.1 9.1 100.0


(70)

Lampiran 5 Distribusi Frekuensi dan Persentase Konsep Diri

Mahasiswa Tingkat Pertama

Statistics

Mahasiswa Tingkat Pertama

N Valid

68

Missing 0

Mahasiswa Tingkat Pertama

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid positif

59 86.8 86.8 86.8

negatif 9 13.2 13.2 100.0


(71)

Lampiran 6 Distribusi Frekuensi dan Persentase Konsep Diri

Mahasiswa Tingkat Kedua

Statistics

Mahasiswa Tingkat Kedua

N Valid 78

Missing 0

Mahasiswa Tingkat Kedua

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Positif

74 94.9 94.9 94.9

Negatif 4 5.1 5.1 100.0


(72)

Lampiran 7 Distribusi Frekuensi dan Persentase Konsep Diri

Mahasiswa Tingkat Ketiga

Statistics

Mahasiswa Tingkat Ketiga

N Valid

62

Missing 0

Mahasiswa Tingkat Ketiga

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Positif 56 90.3 90.3 90.3

Negatif 6 9.7 9.7 100.0


(73)

Lampiran 8 Distribusi frekuensi dan persentase citra tubuh mahasiswa Fakultas

Keperawatan USU Statistics Menyukai Bentuk Tubuh Mengubah Bentuk Tubuh Menyukai Penampilan Diri Mampu Mengembang kan Potensi Diri Merasa penampilan menarik

N Valid 208 208 208 208 208

Missing 0 0 0 0 0

Mean 4.21 3.84 4.10 4.19 4.16

Median 4.00 4.00 4.00 4.00 4.00

Std. Deviation .842 .964 .684 .658 .608

Menyukai Bentuk Tubuh

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak Setuju 18 8.7 8.7 8.7

Ragu-ragu 2 1.0 1.0 9.6

Setuju 106 51.0 51.0 60.6

Sangat setuju 82 39.4 39.4 100.0

Total 208 100.0 100.0

Mengubah Bentuk Tubuh

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Sangat Setuju 9 4.3 4.3 4.3

Setuju 18 8.7 8.7 13.0

Ragu-Ragu 8 3.8 3.8 16.8


(74)

Frequency Percent Percent Percent

Valid Sangat Setuju 9 4.3 4.3 4.3

Setuju 18 8.7 8.7 13.0

Ragu-Ragu 8 3.8 3.8 16.8

Tidak Setuju 136 65.4 65.4 82.2

Sangat Tidak

Setuju 37 17.8 17.8 100.0

Total 208 100.0 100.0

Menyukai Penampilan Diri

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent Valid Sangat Tidak

Setuju 2 1.0 1.0 1.0

Tidak Setuju 7 3.4 3.4 4.3

Ragu-Ragu 6 2.9 2.9 7.2

Setuju 146 70.2 70.2 77.4

Sangat Setuju 47 22.6 22.6 100.0

Total 208 100.0 100.0

Mampu Mengembangkan Potensi Diri

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak Setuju 7 3.4 3.4 3.4

Ragu-ragu 8 3.8 3.8 7.2

Setuju 132 63.5 63.5 70.7

Sangat Setuju 61 29.3 29.3 100.0


(75)

Merasa penampilan menarik

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak Setuju 6 2.9 2.9 2.9

Ragu-ragu 6 2.9 2.9 5.8

Setuju 144 69.2 69.2 75.0

Sangat Setuju 52 25.0 25.0 100.0


(76)

Statistics

Dapat Mengandalkan Diri

Dapat Menyesuaikan Diri dalam Pergaulan

Bersyukur sebagai Laki-laki/Perempuan

Tidak Perduli Pada Diri Sendiri

Bisa Mengambil Keputusan Dalam

Kelompok dan Mempertahankannya

N Valid 208 208 208 208 208

Missing 0 0 0 0 0

Mean 3.98 4.05 4.61 4.04 3.83

Median 4.00 4.00 5.00 4.00 4.00

Std. Deviation .890 .827 .500 .939 .735

Dapat Mengandalkan Diri

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak Setuju 22 10.6 10.6 10.6

Ragu-ragu 18 8.7 8.7 19.2

Setuju 110 52.9 52.9 72.1

Sangat Setuju 58 27.9 27.9 100.0

Total 208 100.0 100.0

Dapat Menyesuaikan Diri dalam Pergaulan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Sangat Tidak Setuju 1 .5 .5 .5

Tidak Setuju 13 6.2 6.2 6.7

Ragu-ragu 21 10.1 10.1 16.8

Setuju 113 54.3 54.3 71.2

Sangat Setuju 60 28.8 28.8 100.0


(77)

Bersyukur sebagai Laki-laki/Perempuan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Ragu-ragu 1 .5 .5 .5

Setuju 80 38.5 38.5 38.9

Sangat Setuju 127 61.1 61.1 100.0

Total 208 100.0 100.0

Tidak Perduli Pada Diri Sendiri

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Setuju 24 11.5 11.5 11.5

Ragu-ragu 15 7.2 7.2 18.8

Tidak Setuju 97 46.6 46.6 65.4

Sangat tidak Setuju 72 34.6 34.6 100.0

Total 208 100.0 100.0

Bisa Mengambil Keputusan Dalam Kelompok dan Mempertahankannya

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak Setuju 12 5.8 5.8 5.8

Ragu-ragu 41 19.7 19.7 25.5

Setuju 126 60.6 60.6 86.1

Sangat Setuju 29 13.9 13.9 100.0


(78)

Fakultas Keperawatan USU

Statistics

Mudah Disukai

Harus Mendapat Nilai Sempurna Tanpa

Mempedulikan Kemampuan

Merasa Orang Lain Lebih Bahagia

Memiliki Pribadi yang Menyenangkan

Berharap Menjadi Orang Lain Yang

Lebih Baik

N Valid 208 208 208 208 208

Missing 0 0 0 0 0

Mudah Disukai

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Sangat Tidak Setuju 4 1.9 1.9 1.9

Tidak Setuju 12 5.8 5.8 7.7

Ragu-ragu 54 26.0 26.0 33.7

Setuju 107 51.4 51.4 85.1

Sangat Setuju 31 14.9 14.9 100.0

Total 208 100.0 100.0

Harus Mendapat Nilai Sempurna Tanpa Mempedulikan Kemampuan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Sangat Setuju 14 6.7 6.7 6.7

Setuju 61 29.3 29.3 36.1

Ragu-ragu 53 25.5 25.5 61.5

Tidak Setuju 66 31.7 31.7 93.3

Sangat Tidak Setuju 14 6.7 6.7 100.0


(79)

Merasa Orang Lain Lebih Bahagia

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Sangat Setuju 3 1.4 1.4 1.4

Setuju 34 16.3 16.3 17.8

Ragu-ragu 40 19.2 19.2 37.0

Tidak Setuju 101 48.6 48.6 85.6

Sangat Tidak Setuju 30 14.4 14.4 100.0

Total 208 100.0 100.0

Memiliki Pribadi yang Menyenangkan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Sangat tidak Setuju 1 .5 .5 .5

Tidak Setuju 9 4.3 4.3 4.8

Ragu-ragu 28 13.5 13.5 18.3

Setuju 137 65.9 65.9 84.1

Sangat Setuju 33 15.9 15.9 100.0


(80)

Statistics

Tidak Mampu Mencapai Sesuatu

Yang Berguna Malu Gagal

Merasa Tidak Berkualitas

Mendapat Nilai yang Baik Merupakan

Keberuntungan

Saat Gagal kesempatan untuk

belajar giat

N Valid 208 208 208 208 208

Missing 0 0 0 0 0

Mean 3.94 2.20 3.21 3.01 4.45

Median 4.00 2.00 3.00 3.00 4.00

Std. Deviation .835 .992 1.031 1.014 .596

Tidak M ampu Mencapai Sesuatu Yang Berguna

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Sangat Tidak Setuju 3 1.4 1.4 1.4

Setuju 12 5.8 5.8 7.2

Ragu-ragu 25 12.0 12.0 19.2

Tidak Setuju 123 59.1 59.1 78.4

Sangat Setuju 45 21.6 21.6 100.0

Total 208 100.0 100.0

Malu Gagal

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Sangat Setuju 46 22.1 22.1 22.1

Setuju 109 52.4 52.4 74.5

Ragu-ragu 22 10.6 10.6 85.1

Tidak Setuju 27 13.0 13.0 98.1

Sangat Tidak Setuju 4 1.9 1.9 100.0


(81)

Merasa Tidak Berkualitas

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Sangat Setuju 8 3.8 3.8 3.8

Setuju 53 25.5 25.5 29.3

Ragu-ragu 51 24.5 24.5 53.8

Tidak Setuju 80 38.5 38.5 92.3

Sangat tidak Setuju 16 7.7 7.7 100.0

Total 208 100.0 100.0

Mendapat Nilai yang Baik Merupakan Keberuntungan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Sangat Setuju 7 3.4 3.4 3.4

Setuju 71 34.1 34.1 37.5

Ragu-ragu 55 26.4 26.4 63.9

Tidak Setuju 62 29.8 29.8 93.8

Sangat Tidak Setuju 13 6.2 6.2 100.0

Total 208 100.0 100.0

Saat Gagal kesempatan untuk belajar giat

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak Setuju 2 1.0 1.0 1.0

Ragu-Ragu 5 2.4 2.4 3.4

Setuju 98 47.1 47.1 50.5

Sangat Setuju 103 49.5 49.5 100.0


(1)

Lampiran 18


(2)

Lampiran 19


(3)

Lampiran 20


(4)

Lampiran 21


(5)

Lampiran 22


(6)